1.

KELAS AMPHIBIA Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Pada umumnya, amphibia mempunyai siklus hidup awal di perairan dan siklus hidup kedua adalah di daratan. Pada fase berudu amphibi hidup di perairan dan bernafas dengan insang. Pada fase ini berudu bergerak menggunakan ekor. Pada fase dewasa hidup di darat dan bernafas dengan paru-paru. Pada fase dewasa ini amphibi bergerak dengan kaki. Perubahan cara bernafas yang seiring dengan peralihan kehidupan dari perairan ke daratan menyebabkan hilangnya insang dan rangka insang lama kelamaan menghilang. Pada anura, tidak ditemukan leher sebagai mekanisme adaptasi terhadap hidup di dalam liang dan bergerak dengan cara melompat. Amphibia memiliki kelopak mata dan kelenjar air mata yang berkembang baik. Pada mata terdapat membrana nictitans yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu, kekeringan dan kondisi lain yang menyebabkan kerusakan pada mata. Sistem syaraf mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup. Otak depan menjadi lebih besar dan hemisphaerium cerebri terbagi sempurna. Pada cerebellum konvulasi hampir tidak berkembang. Pada fase dewasa mulai terbentuk kelenjar ludah yang menghasilkan bahan pelembab atau perekat (Zulfikar, 2010). Orang banyak kesulitan membedakan katak dan kodok. Pada umumnya katak berkulit halus dan lebih banyak berada di air. Katak dan kodok memangsa serangga dan hewan kecil lainnya. Mereka tinggal diam ditempat untuk menunggu mangsa lewat. Beberapa spesies menggunakan lidah yang panjang dan berperekat untuk menangkap mangsa (Anonim a, 2010). Walaupun demikian, tidak semua amphibi melalui siklus hidup dari kehidupan perairan ke daratan. Pada beberapa amphibi, misalnya anggota Plethodontidae, tetap tinggal dalam perairan dan tidak menjadi dewasa. Selama hidup tetap dalam fase berudu, bernafas dengan insang dan berkembang biak secara neotoni. Ada beberapa jenis amphibi lain yang sebagian hidupnya berada di daratan, tetapi pada waktu tertentu kembali ke air untuk berkembang biak. Tapi ada juga

contoh Xenopus sp. f. d. tetapi ada beberapa anggota amphibia yang pada ujung jarinya mengalami penandukan membentuk kuku dan cakar.beberapa jenis yang hanya hidup di darat selama hidupnya. h. kedua rahang . a. Adapun ciri-ciri umum anggota amphibia adalah sebagai berikut. Mempunyai sistem pendengaran. tungkai depan kecil. yaitu gigi maxilla dan gigi palatum. Pada kelompok ini tidak terdapat stadium larva dalam air. g. yaitu berupa saluran auditori dan dikenal dengan tympanum. kecuali pada apoda yang anggota geraknya terduksi. Kulit memiliki dua kelenjar yaitu kelenjar mukosa dan atau kelenjar berbintil (biasanya beracun). e. Jantung terdiri dari tiga lobi (1 ventrikel dan 2 atrium). Pernafasan dengan insang. Mempunyai struktur gigi. Merupakan hewan poikiloterm. c. Sistematika Klasifikasinya sebagai berikut: Kingdom Phylum Sub Phylum Super Class Class Ordo : Animalia : Chordata : Vertebrata : Tetrapoda : Amphibia : Proanura (telah punah) Apoda (Caecilia) Urodela (Salamander) Anura (katak dan kodok) Ordo a. Proanura (telah punah) Anggota-anggota ordo ini hidupnya di habitat akuatik sebagai larva dan hanya sedikit saja yang menunjukkan perkembangan ke arah dewasa. Ciri-ciri umumnya adalah mata kecil. kulit. paru-paru. b. Tidak memiliki kuku dan cakar. tanpa tungkai belakang. Memilliki anggota gerak yang secara anamotis pentadactylus.

mempunyai 3 subfamili yaitu Dermophinae. mata tereduksi. sedangkan sub ordo Cryptobranchoidea memiliki 2 famili yaitu Cryptobranchidae . Anggota famili ini yang ditemukan di indonesia adalah Ichtyophis sp. Pola persebarannya meliputi wilayah Amerika Utara. Famili yang ada di indonesia adalah Ichtyopiidae. Fertilisasi pada Caecilia terjadi secara internal.. Caecilidae Uraeotyphilidae. tertutup oleh kulit atau tulang. Di bagian anterior terdapat tentakel yang fungsinya sebagai organ sensori. Jepang dan Eropa. Kelompok ini menunjukkan 2 bentuk dalam daur hidupnya. Urodella mempunyai 3 sub ordo yaitu Sirenidea. Caecilinae dan Typhlonectinae. Amphibi ini tidak menunjukkan adanya dua bentuk dalam daur hidupnya. mempunyai anggota gerak dan ekor serta tidak memiliki tympanum. Hewan ini mempunyai kulit yang kompak. Larva berenang bebas di air dengan tiga pasang insang yang bercabang yang segera hilang walaupun membutuhkan waktu yang lama di air sebelum metamorphosis. Fase larva hampir mirip dengan fase dewasa. dan ekor mereduksi. Beberapa spesies mempunyai insang dan yang lainnya bernafas dengan paru-paru. dan biasanya ditemukan di dalam tanah atau di lingkungan akuatik. Apoda (Gymnophiona) Ordo ini mempunyai anggota yang ciri umumnya adalah tidak mempunyai kaki sehingga disebut Apoda. Caecilidae. mempunyai 3 pasang insang luar dan paru-paru mengalami sedikit perkembangan. Ordo ini mempunyai 5 famili yaitu dan Rhinatrematidae. mata relatif berkembang. retina pada beberapa spesies berfungsi sebagai fotoreseptor. Tubuh menyerupai cacing (gilig). Pada fase dewasa insang mengalami reduksi.dilapisi bahan tanduk. Reproduksi dengan oviparous. Sub ordo Sirenidae hanya memiliki 1 famili yaitu Sirenidae. Cryptobranchoidea dan Salamandroidea. Pada fase larva hidup dalam air dan bernafas dengan insang. Anggota ordo Urodela hidup di darat akan tetapi tidak dapat lepas dari air. Asia Tengah. c. Pada bagaian kepala terdapat mata yang kecil dan pada beberapa jenis. ekornya pendek. tidak bertungkai. Tubuh dapat dibedakan antara kepala. Famili Ichtyopiidae. bersegmen. Urodela (Caudata) Ordo ini mempunyai ciri bentuk tubuh memanjang. mata mengalami reduksi. yaitu di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Scolecomorphiidae. Anggota famili ini mempunyai ciri-ciri tubuh yang bersisik. b. leher dan badan.

Ranidae. Ciri-siri umumnya yaitu kulit kasar dan berbintil. Hal ini mendukung pergerakannya yaitu dengan melompat. Pipidae. Bombinatoridae. Microhylidae dan Rachoporidae. Allophrynidae. Myobatrachidae. Arthroleptidae. Ambystomatidae. Anura (Salientia) Nama anura mempunyai arti tidak memiliki ekor. Pada beberapa famili terdapat selaput diantara jari-jarinya. Pelodytidae. Beberapa contoh famili Bufo yang ada di Indonesia antara lain: Bufo asper. Bufo melanosticus dan Leptophryne borbonica. Branchycephalidae. Fertilisasi berlangsung secara eksternal. Ada 5 Famili yang terdapat di indonesia yaitu Bufonidae. Tungkai belakang lebih panjang dari pada tungkai depan dan jari-jari tidak mempunyai selaput. d. b. Leptodactylidae. Centrolenidae. Pelobatidae. Dicamptodontidae dan Salamandridae. Hylidae. Adapun penjelasan mengenai kelima famili tersebut adalah sebagai berikut. Microhylidae. Ranidae. Leiopelmatidae. Mata berukuran besar dan berkembang dengan baik. Bufonidae. Megophryidae Ciri khas yang paling menonjol adalah terdapatnya bangunan seperti tanduk di . a. Discoglossidae. Plethodontidae. Tungkai belakang lebih besar daripada tungkai depan. Heleophrynidae. anggota ordo ini mempunyai ciri umum tidak mempunyai ekor. Megophryidae. Dendrobatidae. Bufo mempunyai mulut yang lebar akan tetapi tidak memiliki gigi.dan Hynobiidae. Rhinophrynidae. Sub ordo Salamandroidea memiliki 7 famili yaitu Amphiumidae. Fertilisasi secara eksternal dan prosesnya dilakukan di perairan yang tenang dan dangkal. Proteidae. Mempunyai tipe gelang bahu arciferal. Megophryidae. Hemisotidae. Famili ini terdiri dari 18 genera dan kurang lebih 300 spesies. kepala bersatu dengan badan. Rhinodermatidae. Pseudidae. Rachoporidae. Membrana tympanum terletak di permukaan kulit dengan ukuran yang cukup besar dan terletak di belakang mata. Bufo biporcatus. Seperti namanya. Bufonidae Famili ini sering disebut kodok sejati. Sooglossidae. Hyperoliidae. Sacral diapophisis melebar. yaitu Ascaphidae. Kelopak mata dapat digerakkan. terdapat kelenjar paratoid di belakang tympanum dan terdapat pematang di kepala. Rhyacotritoniade. Ordo Anura dibagi menjadi 27 famili. tidak mempunyai leher dan tungkai berkembang baik.

Sacral diapophysis gilig. Occidozyga sumatrana. tapi kebanyakan halus juga berbintil. Sacral diapophysis gilig. Tungkai relatif pendek sehingga pergerakannya lambat dan kurang lincah. Ranidae Famili ini sering disebut juga katak sejati. Bentuk tubuhnya relatif ramping. mempunyai Karena anggota famili ini diurnal. Pada fase berudu terdapat alat mulut seperti mangkuk untuk mencari makan di permukaan air. Famili ini terdiri dari 36 genus. kloaka. Gelang bahunya firmisternal. yang merupakan modifikasi dari kelopak matanya. Pada kepala tidak ada pematang seperti pada Bufo. beberapa Terdapat genus gigi tidak pada maxilla dan gigi. Kaki relatif panjang dibandingkan mandibulanya. Adapun contoh spesies anggota famili ini adalah Megophrys montana dan Leptobranchium hasselti. Mulutnya lebar dan terdapat gigi seperti parut di bagian maxillanya. Sistem pencernaan Sebagai contohnya adalah katak mempunyai saluran pencernaan yang terdiri atas mulut. Adapun contoh spesiesnya adalah Rana chalconota. lambung. Berkembang biak dengan ovipar dan fertilisasi secara eksternal. Limnonectes kuhli. e. Tipe gelang bahu firmisternal. Tungkai relatif panjang dan diantara jari-jarinya terdapat selaput untuk membantu berenang. Microhylidae Famili ini anggotanya berukuran kecil. Contoh spesiesnya adalah: Microhyla achatina. Terdapat pula gigi palatum. usus besar. Pada maksila terdapat gigi seperti parut. Hidup di hutan dataran tinggi. Kulitnya halus. licin dan ada beberapa yang berbintil. maka pupilnya memanjang secara horizontal. Pada umumnya famili ini berukuran tubuh kecil.atas matanya. Gelang bahu bertipe firmisternal. Gelang bahu bertipe firmisternal. Fejervarya cancrivora. dengan tapi tubuhnya. yaitu makanan tersebut dicampur dengan ludah . Rachoporidae Famili ini sering ditemukan di areal sawah. d. Beberapa jenis mempunyai kulit yang kasar. sekitar 8-100 mm. Rana erythraea. Fertilisasi secara eksternal dan bersifat ovipar. kerongkongan. c. Fejervarya limnocharis. Rana hosii. Untuk membantu menelan makanan. usus halus. Rana nicobariensis.

Selanjutnya celah insang digantikan dengan anggota gerak depan. Oviduk nya berkelok-kelok dan bermuara di kloaka. terdapat saluran yang menggembung yang disebut kantung telur (uterus). ovum katak yang telah matang dan berjumlah sepasang ditampung oleh suatu corong. Sperma dihasilkan oleh testis yang berjumlah sepasang dan disalurkan ke dalam vas deferens. Dekat pangkal oviduk pada katak betina dewasa. katak jantan juga akan menyusul mengeluarkan sperma. Setelah terjadi fertilisasi eksternal.yang dihasilkan oleh kelenjar ludah. Bersamaan dengan itu mulai terbentuk lubang hidung dan paru-paru. Katak jantan dan katak betina tidak memiliki alat kelamin luar. mulailah terjadi metamorfosis. merupakan jenis hewan ovipar. Vas deferens katak jantan bersatu dengan ureter. Kelak fungsi insang . yaitu katak jantan akan menempel pada punggung katak betina dan menekan perut katak betina. Pembuahan katak terjadi di luar tubuh. Gumpalan telur yang telah dibuahi kemudian berkembang menjadi berudu. anak katak bernapas dengan dua organ. katak jantan dan katak betina akan melakukan ampleksus. ovum akan diselimuti cairan kental sehingga kelompok telur tersebut berbentuk gumpalan telur. sehingga paru-parunya mulai berfungsi. Setelah 3 bulan sejak terjadi fertilisasi. Oviduk katak betina terpisah dengan ureter. Sebelumnya. Kemudian katak betina akan mengeluarkan ovum ke dalam air. Dari vas deferens sperma lalu bermura di kloaka. Reproduksi Kelompok amfibi. misalnya katak. Berudu awal yang keluar dari gumpalan telur bernapas dengan insang dan melekat pada tumbuhan air dengan alat hisap. Setiap ovum yang dikeluarkan diselaputi oleh selaput telur (membran vitelin). Perjalanan ovum dilanjutkan melalui oviduk. yaitu insang dan paru-paru. serta celah-celah insang mulai tertutup. Pada saat kawin. Makanannya berupa fitoplankton sehingga berudu tahap awal merupakan herbivora. Segera setelah katak betina mengeluarkan ovum. Pencernaan makanan berlangsung di dalam lambung katak mempunyai kelenjar pencernaan yaitu hati dan pankreas. Anggota gerak depan menjadi sempurna. Berudu awal kemudian berkembang dari herbivora menjadi karnivora atau insektivora (pemakan serangga). Anak katak mulai berani mucul ke permukaan air. Pada saat itu.

Habitat dan Persebaran Amphibi muncul pada pertengahan periode Jura. termasuk di seluruh indonesia. rawa. yang hidup di darat pada daerah yang terdapat air tawar yang tenang dan dangkal. Amphibi memerlukan sinar matahari untuk mendapatkan panas ke tubuhnya. daerah sekitar sungai. banyak amphibi yang ditemukan di wilatah tropis dan sub tropis. contohnya bofomelanosticus. Di pertanian berperan sebagai biological control (pengendali hayati alamiah). SUPERKELAS PISCES 3. Amphibi banyak ditemukan di areal sawah. Untuk tes kehamilan. Amphibi umumnya merupakan makhluk semi akuatik. Tetapi ada juga amphibi yang hidup di pohon sejak lahir sampai mati. 2010). karena sifatnya yang poikiloterm atau berdarah dingin. Jenis urodela dan rana sp disukai orang jepang atau cina sebagai makanan (Zulfikar. Oleh karena itu. Kebanyakan Amfibi adalah hewan tropis. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. KELAS REPTILIA . bahkan di lingkungan perumahan pun bisa ditemukan. Keperluan praktek. dan ada juga yang hidup di air sepanjang hidupnya. sedangkan ekor makin memendek hingga akhirnya lenyap. karena tidak bisa memproduksi panas sendiri. Membinasakan nyamuk. Pada saat itulah metamorfosis katak selesai. pra era Paleozoik sebagai vertebrata yang tertua. kolam. Peran bagi kehidupan manusia       Diambil racunnya sebagai penguat denyut jantung.berkurang dan menghilang. racun bufotalin dan racun bufotenin.

Alat dan Bahan 1. Reptilia. 2. Kamera B. . 3. Cara Kerja 1. Dicatat hasil yang didapatkan. Aves. KELAS AVES 5. Diamati berbagai jenis species dari Pisces.4. Alat tulis 2. dan Mamalia. KELAS MAMMALIA BAB III METODE A. Didokumentasikan dengan kamera berbagai species yang ditemui.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful