PERAWATAN PULPCAPPING, PULPEKTOMI (ENDO INTRAKANAL

)
PENDAHULUAN Perawatan endodontic adalah suatu usaha menyelamatkan gigi terhadap tindakan pencabutan agar gigi dapat bertahan dalam soket. Karena itu sebaiknya seorang klinisi (Dokter Gigi), harus mengtahui prinsip-prinsip ilmu endodontic secara benar yaitu pengetahuan mendiagnosis, cara merestorasi jaringan gigi yang hilang dan mempertahankan sisa jaringan, sehingga gigi tersebut dapat bertahan selama mungkin di dalam mulut dan menghindari tindakan pencabutan agar gigi dapat bertahan di dalam soketnya, sehingga dapat memperlambat resorpsi tulang alveolar gigi terkait. Keuntungan secara psikologis yang diperoleh adalah dapat mempertahankan gigi dalam keadaan vital, pasien tetap memiliki gigi asli dalam keadaan sehat, karena gigi dapat berfungsi seperti semula, dan gigi dapat dipakai sebagai tumpuan gigi tiruan lepasan. Mempertahankan gigi dalam keadaan vital adalah usaha perawatan yang dilakukan untuk melindungi pulpa yang terluka dari peradangan dan kerusakan lebih lanjut. Secara mendasar pulpa memeberi rangsangan bqakteri, kemis, toksin, dan termis serta hal lain, dengan mengadakan peradangan local. Selama perawatan, semua jaringan pulpa harus dikeluarkan, saluran akar dibersihkan dan diirigasi, permukaan saluran disterilkan sebagai yang ditentukan oleh pemeriksaan bakteriologik, dan saluran diobturasi dengan baik untuk mencegah kemungkinan infeksi kembali. Adapun salah satu perawatan yang akan kita bahas adalah perawatan Pulcaping, Pulpektomi (Endodontik Intakanal)..

PEMBAHASAN

I. PULPCAPPING (Kaping Pulpa Indirek) Tujuan Pulp capping adalah untuk menghilangkan iritasi ke jaringan pulpa dan melindungi pulpa sehingga jaringan pulpa dapat mempertahankan vitalitasnya. Dengan demikian terbukanya jaringan pulpa dapat terhindari. Bahan yang biasa digunakan untuk pulp capping adalah kalsium hidroksida karena dapat merangsang pembentukkan dentin sekunder secara efektif dibandingkan bahan lain. Teknik Pulp Capping ada dua: · Indirect Pulp Capping Dilakukan bila pulpa belum terbuka, tapi atap pulpa sudah sangat tipis sekali, yaitu pada karies profunda. Tekniknya meliputi pembuangan semua jaringan karies dari tepi kavitas dengan bor bundar kecepatan rendah. Lalu lakukan ekskavasi sampai dasar pulpa, hilangkan dentin lunak sebanyak mungkin tanpa membuka kamar pulpa. Basis pelindung pulpa yang biasanya dipakai adalah Zinc Okside Eugenol atau dapat juga dipakai kalsium hidroksida yang diletakkan didasar kavitas. Apabila pulpa tidak lagi mendapat iritasi dari lesi karis diharapkan jaringan pulpa akan berekasi secara fisiologis terhadap lapisan pelindung dengan membentuk dentin sekunder. Agar perawatan ini berhasil jaringan pulpa harus vital dan bebas dari inflamasi. Biasanya atap kamar pulpa akan terbuka saat dilakukan ekskavasi. Apabila hal ini terjadi maka tindakan selanjutnya adalah dilakukan direct pulp capping atau tindakan yang lebih radikal lagi yaitu amputasi pulpa (Pulpotomi). · Direct Pulp Capping

3. Preparasi kavitas. Daerah yang terbuka tidak boleh terkontaminasi oleh saliva. Ekskavasi karies yang dalam: Dengan perlahan-lahan buang karies dengan ekskavator. 2. kalsium hidroksida dapat diletakkan di dekat pulpa dan selapis semen Zinc Okside Eugenol dapat diletakkan di atas seluruh lapisan pulpa dan biarkan mengeras untuk menghindari tekanan pada daerah perforasi bila gigi direstorasi. 4. bor. Jika pulpa vital dan bagian yang terbuka tidak lebih besar diameternya dari ujung jarum maka dapat dilakukan pulp capping. Isolasi gigi: Selain menggunakan rubber dam. Pertahankan bor pada kedalaman kavitas dan dengan hentikan intermitten gerakan bor melalui fisur pada permukaan oklusal.5 mm (yaitu kira-kira 0. Agar perawatan ini berhasil maka pulpa disekitar daerah terbuka harus vital dan dapat terjadi proses perbaikan.5 mm kedalam dentin). isolasi gigi juga dapat menggunakan kapas dan saliva ejector. Berikan kalsium hidroksida. jaga posisinya selama perawatan. . Gunakan kapas. Direct Pulp Capping menunjukkan bahwa Bahan diaplikasikan langsung ke jaringan pulpa. Langkah-Langkah Pulp Capping: 1. Pulpa diharapkan tetap bebas dari gejala patologis dan akan lebih baik jika membentuk dentin sekunder. dan peralatan lain yang steril.Direct Pulp Capping juga digunakan dalam contoh di mana ada pembusukan yang mendalam mendekati pulpa tapi tidak ada gejala infeksi. 5. Siapkan peralatan dan bahan.: Keringkan kavitas dengan cotton pellet lalu tutup bagian kavitas yang dalam termasuk pulpa yang terbuka dengan pasta kalsium hidroksida.: Tembus permukaan oklusal pada tempat karies sampai kedalaman 1. mulamula dengan menghilangkan karies tepi kemudian berlanjut ke arah pulpa.

3. Pemberian anestesi lokal untuk menghilangkan rasa sakit pada saat perawatan. Saluran akar dapat dimasuki instrument. 8. Saluran akar diirigasi dengan akuades steril untuk menghilangkan kotoran dan darah kemudian dikeringkan dengan menggunakan paper point steril yang telah dibasahi dengan formokresol kemudian diaplikasikan ke dalam saluran akar selama 5 menit. Gigi dengan infeksi yang melewati ruang kamar pulpa. 10.II. Jaringan pulpa di saluran akar dikeluarkan dengan menggunakan jarum ekstirpasi dan headstrom file.menggunakan jarum lentulo. Saluran akar diisi dengan pasta mulai dari apeks hingga batas koronal dengan . Pembuatan foto Rontgen. nan jaringan periapeks dalam gambaran radiografis kurang dari sepertiga apikal. Lakukan lagi foto rontgen untuk melihat ketepatan pengisian . Jika seluruh jaringan pulpa dan kotoran diangkat serta saluran akar diisi dengan baik akan diperoleh hasil perawatan yang baik pula Indikasi: 1. endarahan berlebihan pada pemotongan pulpa (pulpotomi) tidak berhasil 6. 7. 5. atau gigi yang mengalami fraktur. 3. Jaringan karies dibuang dengan bor fisur steril. 4. 6. 2. Tanda-tanda/gejala terus menerus setelah perawatan pulpotomiPembengkakan bagian bukal Kontra Indikasi 1. Ruang pulpa kering 5. 2. 6. Jaringan pulpa di kamar pulpa dibuang dengan menggunakan ekskavatar atau bor bundar kecepatan rendah. nekrosis sebagian maupun gigi sudah nonvital.Langkah-langkah perawatan pulpektomi vital satu kali kunjungan : 1. Kamar pulpa dibersihkan dari sisa-sisa jaringan pulpa yang telah terlepas kemudian diirigasi dan dikeringkan dengan cotton pellet steril. baik pada gigi vital. Daerah operasi diisolasi dengan rubber dam untuk menghindari kontaminasi bakteri dan saliva. 3. 4.Untuk mengetahui panjang dan jumlah saluran akar serta keadaan jaringan sekitar gigi yang akan dirawat. Keterlibatan periapikal atau mobilitas ekstensif Resorbsi akar ekstensif atau > 1/2 akar Resorbsi internal meluas menyebabkan perforasi bifurkasi Kesehatan buruk dan harapan hidup pendek Ancaman keterlibatan gigi tetap yang sedang berkembang karena infeksi Tingkah laku pasien yang tidak dapat dikendalikan dan di rumah sakit tidak mungkin dilakukan Pulpektomi Vital Pulpektomi vital sering dilakukan pada gigi anterior dengan karies yang sudah meluas kearah pulpa. Sakit spontan tanpa stimulasiKeterlibatan tulang interradikular tanpa kehilangan tulang penyangga 7. 5. . 9. PULPEKTOMI (Ekstirpasi Pulpa) Pulpektomi adalah tindakan pengambilan seluruh jaringan pulpa dari seluruh akar dan korona gigi. 2. Pulpektomi merupakan perawatan untuk jaringan pulpa yang telah mengalami kerusakan yang bersifat irreversible atau untuk gigi dengan kerusakan jaringan keras yang luas. 4. Perdarahan yang terjadi setelah pembuangan jaringan pulpa dikendalikan dengan menekankan cotton pellet steril yang telah dibasahi larutan saline atau akuades selama 3 sampai dengan 5 menit. Meskipun perawatan ini memakan waktu yang lama dan lebih sukar daripada pulp capping atau pulpotomi namun lebih disukai karena hasil perawatannya dapat diprediksi dengan baik. Atap kamar pulpa dibuang dengan menggunakan bor bundar steril kemudian diperluas dengan bor fisur steril.

dengan mempergunakan bahan devitalisasi paraformaldehid. kamar pulpa ditutup dengan semen. C. dan lain-lain. fosfat. . walaupun kini telah banyak dilakukan pada gigi posterior dengan saluan akar lebih dari satu. Pulpektomi devital masih sering dilakukan hanya pada gigi sulung. Perawatan ini sekarang sudah jarang dilakukan pada gigi tetap.11. 12. Pemilihan kasus untuk perawatan secara pulpektomi devital ini harus benar-benar dipertimbangkan dengan melihat indikasi dan kontaindikasinya. B. misalnya dengan semen seng oksida eugenol atau seng Selanjutnya gigi di restorasi dengan restorasi permanen. seperti Toxavit. Pulpektomi Nonvital (Endo Intrakanal) Perawatan saluran akar ini sering dilakukan pada gigi anterior yang mempunyai saluran akar satu. biasanya langsung dilakukan perawatan pulpektomi vital walaupun pada gigi posterior. Pulpektomi Devital Pulpektomi devital sering dilakukan pada gigi posterior yang telah mengalami pulpitis atau dapat juga pada gigi anterior pada pasien yang tidak tahan terhadap anestesi. Bahan dengan komposisi As2O3 sama sekali tidak digunakan lagi.

Restorasi gigi dengan tambalan permanen. lalu letakkan dalam kamar pulpa. 3. Keringkan kamar pulpa.Keadaan ekonomi pasien memungkinkan. 6. kelebihannya. Kondisi pasien buruk. Letakkan semen zinc fosfat. Buang tambalan sementara. 3. 6. Indikasi:    Mahkota gigi masih dapat direstorasi dan berguna untuk keperluan prostetik (untuk pilar restorasi jembatan). 2. 3. Kunjungan kedua : 1. Kontra indikasi:    Gigi tidak dapat direstorasi lagi. 3. Lakukan foto rontgen. Teknik Pulpektomi I. 4. Buang tambalan sementara. Isolasi gigi dengan rubber dam.Gigi yang dirawat secara pulpektomi nonvital adalah gigi dengan gangrene pulpa atau nekrosis. tidak ada granuloma pada gigi sulung. 8. 1. buang Kunjungan ketiga : 1. 2. Isolasi gigi dengan rubber dam. 2. Tutup kavitas dengan tambalan sementara. seperti Diabetes Melitus. 4. Berikan Beechwood creosote. Buka atap kamar pulpa selebar mungkin. 4. 5. 2. Isolasi gigi dengan rubber dam. Instruksikan pasien untuk kembali 3 sampai dengan 4 hari kemudian. Gigi tidak goyang dan periodontal normal. Tutup kavitas dengan tambalan sementara. dan lain-lainTerdapat belokan ujung dengan granuloma (kista) yang sukar dibersihkan ataui sukar dilakukan tindak bedah endodonti. dengan cotton pellet yang berfungsi sebagaistopper masukkan pasta sambil ditekan dari saluran akar sampai apeks. lakukan reaming. Celupkan cotton pellet dalam beechwood creosote. Kondisi pasien baik serta ingin giginya dipertahankan dan bersedia untuk memelihara kesehatan gigi dan mulutnya. 7. selesaikan preparasi dan desinfeksi kavitas. 5. 9. Anestesi (bila perlu) dan isolasi gigi Karies dibersihkan Outline form diperbaiki Atap pulpa dibuka sepenuhnya . TBC. Irigasi kamar pulpa dengan air hangat untuk melarutkan dan membersihkan debris. Instruksikan pasien untuk kembali 2 hari kemudian.Foto rontgen menunjukkan resorpsi akar tidak lebih dari sepertiga apical. Buang semua jaringan karies dengan ekskavator. Jaringan pulpa dari saluran akar di ekstirpasi. mengidap penyakit kronis. filling. Jaringan pulpa dibuang dengan ekskavator sampai muara saluran akar terlihat. Langkah-langkah perawatan pulpektomi non vital : Kunjungan pertama : 1. dan irigasi. 5. Letakkan cotton pellet yang dibasahi trikresol formalin pada kamar pulpa. 4. Resorpsi akar lebih dari sepertiga apical.

Serta dicek dengan K-file nomor terakhir (pada waktu preparasi preparasi biomekanis) apakah ada ada pus yang keluar dari saluran akar atau tidak 9. Restorasi bila perlu. maka bisa dilakukan tumpat tetap dengan GIC IX. Preparasi biomekanis : pulpa yang mengering dibersihkan sampai sepanjang saluran akar. maka bersihkan kamar pulpa dari ZnOE . 8. Creosote. Ambil bahan sedikit(dengan alat dycal). Beberapa penelitian menunjukan bahwa tidak mungkin menentukan secara klinis besarnya jaringan vital yang tersisa dalam saluran akar dan derajat keterlibatan jaringan peripikal. Jika tidak ada keluhan dari pasien maupun gigi yang sedang dirawat. Dorong bahan tersebut dengan cotton pelet (kecil saja) yang dijepit dengan pinset agar masuk. CMCP. factor penderita. Cek oklusi. Isolasi terlebih dahulu. Cresophene dll yang ditaruh di kamar pulpa lalu tutup dengan tmpatan sementara II. 12. kontrol gejala kembali. maka bisa memulai dengan pengisian saluran akar dengan bahan ZnOE. Jika sudah penuh. Setelah 3 hari cek apakah ada keluhan dari pasien atau tidak (kontrol gejala) meliputi perkusi. Faktor patologi yang dapat mempengaruhi hasil perawatan saluran akar adalah : 1. dan kira-kira mencapai k-file nomor 35 6. 18. Jika kontrol gejala juga tidak menunjukkan kelhan setelah pengisian. Mengganti bahan obat sterilisasi (rotation of medication). 17. druksasi. mobilitas. Seperti halnya seluruh perawatan gigi. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan perawatan saluran akar adalah faktor patologi. 15. warna. Lakukan berulang-ulang sampai saluran akar tersebut penuh. Irigasi sebanyak-banyaknya dengan air aquades agar serpihan-serpihan dentin keluar dari saluran . faktor perawatan dan kecelakaan prosedur perawatan Faktor Patologis Keberadaan lesi di jaringan pulpa dan lesi di periapikal mempengaruhi tingkat keberhasilan perawatan saluran akar. Tutup bagian orifice dengan Zinc Pospat setinggi kira-kira 1mm.5. Ditutup kembali dengan tumpatan sementara. Gigi tersebut dibangun selayaknya gigi sehat. . 14. kemudian keringkan. Setelah 3 hari.dan perabaan. Keadaan patologis jaringan pulpa. 11. III. 16. IV. Siapkan bahan lalu aduk dengan konsistensi kental. 13. Beri cotton pelet dengan bahan obar sterilisasi (rotation of medication) seperti CHKM. penggabungan beberapa factor mempengaruhi hasil suatu perawatan endodontik. 10. Irigasi terlebih dahulu. taruh di bagian orifice saluran akar. 7. faktor anatomi. lalu kemudian dikeringkan.

Faktor Penderita Faktor penderita yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan suatu perawatan saluran akar adalah sebagai berikut : 1. Tetapi penting diketahui bahwa perawatan lebih sulit dilakukan pada orang tua karena giginya telah banyak mengalami kalsifikasi. diabetes atau hepatitis. Pasien yang lebih tua usianya mengalami penyembuhan yang sama cepatnya dengan pasien yang muda. ketahanan terhadap infeksi di bawah normal. Faktor Perawatan . Resorpsi internal dan eksternal Kesuksesan perawatan saluran akar bergantung pada kemampuan menghentikan perkembangan resorpsi. Keadaan periodontal Kerusakan jaringan periodontal merupakan faktor yang dapat mempengaruhi prognosis perawatan saluran akar. misalnya penyakit jantung.Beberapa peneliti melaporkan tidak ada perbedaan yang berarti dalam keberhasilan atau kegagalan perawatan saluran akar yang melibatkan jaringan pulpa vital dengan pulpa nekrosis. Usia Penderita Usia penderita tidak merupakan faktor yang berarti bagi kemungkinan keberhasilan atau kegagalan perawatan saluran akar. Bila ada hubungan antara rongga mulut dengan daerah periapikal melalui suatu poket periodontal. dapat menjelaskan kegagalan perawatan saluran akar di luar kontrol ahli endodontis. 3. Bermacam-macam cara pengisian saluran akar yang teresorpsi agar mendapatkan pengisian yang hermetis. Keadaan patologis periapikal Adanya granuloma atau kista di periapikal dapat mempengaruhi hasil perawatan saluran akar. apakah resorpsi internal telah menyebabkan perforasi. 2. Ketidaksenangan yang mungkin timbul selama perawatan akan menyebabkan mereka memilih untuk diekstraksi. tingkat perawatan bergantung pada kasusnya. Hali ini mengakibatkan prognosis yang buruk. Toksin yang dihasilkan oleh plak dentobakterial dapat menambah bertahannya reaksi inflamasi. akan mencegah terjadinya proses penyembuhan jaringan lunak di periapikal. mempunyai risiko perawatan yang buruk. 3. 4. Peneliti lain menemukan bahwa kasus dengan pulpa nekrosis memiliki prognosis yang lebih baik bila tidak terdapat lesi periapikal. Motivasi Penderita Pasien yang merasa kurang penting memelihara kesehatan mulut dan melalaikannya. Resorpsi internal sebagian besar prognosisnya buruk karena sulit menentukan gambaran radiografis. Secara umum dipercaya bahwa kista apikalis menghasilkan prognosis yang lebih buruk dibandingkan dengan lesi granulomatosa. Oleh karena itu keadaan penyakit sistemik. Teori ini belum dapat dibuktikan karena secara radiografis belum dapat dibedakan dengan jelas ke dua lesi ini dan pemeriksaan histologi kista periapikal sulit dilakukan. 2. Keadaan kesehatan umum Pasien yang memiliki kesehatan umum buruk secara umum memiliki risiko yang buruk terhadap perawatan saluran akar.

Tingkat yang disarankan ialah 0. kecakapan dan kemampuan dalam manipulasi dan menggunakan instrumen-instrumen yang dirancang khusus. Hal ini disebabkan karena ada hubungannya dengan interpretasi dan visualisasi daerah apikal pada gambaran radiografi. Radiografi standar lebih mudah didapat pada gigi anterior. Selain itu. Perluasan preparasi atau pengisian saluran akar. namun keuntungan klinis secara individual dari masing-masing ukuran keberhasilan secara umum belum dapat ditetapkan. Prosedurprosedur khusus dalam perawatan saluran akar digunakan untuk memperoleh keberhasilan perawatan. akan mengurangi kemungkinan kerusakan jaringan periapikal yang lebih jauh. 3. Saluran lateral atau saluran tambahan Hubungan pulpa dengan ligamen periodontal tidak terbatas melalui bagian apikal saja. 2. Tulang kortikal gigi-gigi anterior lebih tipis dibandingkan dengan gigigigi posterior sehingga lesi resorpsi pada apeks gigi anterior terlihat lebih jelas. superimposisi struktur radioopak daerah periapikal untuk gigi-gigi anterior terjadi lebih sedikit. 1 mm atau 1-2 mm lebih pendek dari akar radiografis dan disesuaikan dengan usia penderita. Kelompok gigi Ada yang berpendapat bahwa perawatan saluran akar pada gigi tunggal mempunyai hasil yang lebih baik dari pada yang berakar jamak. Suatu penelitian menunjukan bahwa teknik yang menghasilkan penutupan apikal yang buruk. Menjadi kewajiban bagi dokter gigi untuk menganalisa pengetahuan serta kemampuan dalam merawat gigi secara benar dan efektif. akan menghasilkan prognosis yang buruk pula. Belum ada penetapan panjang kerja dan tingkat pengisian saluran akar yang ideal dan pasti.saluran akar yang sempit. sehingga interpretasi radiografinya mudah dilakukan. penyumbatan. Dengan tetap melakukan pengisian saluran akar yang lebih pendek dari apeks radiografis. Sebagian besar ditemukan pada . mungkin disebabkan iritasi oleh bahan-bahan dan penutupan apikal yang buruk. 2. Faktor Anatomi Gigi Faktor anatomi gigi dapat mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan suatu perawatan saluran akar dengan mempertimbangkan : 1. 3. sehingga perubahan periapikal lebih mudah diobservasi dibandingkan dengan gambaran radiologi gigi posterior. tetapi juga melalui saluran tambahan yang dapat ditemukan pada setiap permukaan akar.5 mm.Faktor perawatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan suatu perawatan saluran akar bergantung kepada : 1. atau bentuk abnormal lainnya akan berpengaruh terhadap derajat kesulitan perawatan saluran akar yang dilakukan yang memberi efek langsung terhadap prognosis. Tingkat keberhasilan yang rendah biasanya berhubungan dengan pengisian yang berlebih. Perbedaan operator Dalam perawatan saluran akar dibutuhkan pengetahuan dan aplikasi ilmu biologi serta pelatihan. Teknik-teknik perawatan Banyak teknik instrumentasi dan pengisian saluran akar yang tersedia bagi dokter gigi. Bentuk saluran akar Adanya pengbengkokan.

dan gigi dapat dipakai sebagai tumpuan gigi tiruan lepasan .blogspot. Perawatan Pulpa Gigi (Endodonti). Instrumen patah Patahnya instrumen yang terjadi pada waktu melakukan perawatan saluran akar akan mempengaruhi prognosis keberhasilan dan kegagalan perawatan. Prognosisnya bergantung pada seberapa banyak saluran sebelah apikal patahan yang masih belum dibersihkan dan belum diobturasi serta seberapa banyak patahannya. penempatan instrument yang kurang dari panjang kerja atau penggunaan instrumen yang lurus serta tidak fleksibel di dalam saluran akar yang bengkok. Jakarta: EGC. 3. Birai adalah suatu daerah artifikasi yang tidak beraturan pada permukaan dinding saluran akar yang merintangi penempatan instrumen untuk mencapai ujung saluran . Fraktur akar vertikal Fraktur akar vertikal dapat disebabkan oleh kekuatan kondensasi aplikasi yang berlebihan pada waktu mengisi saluran akar atau pada waktu penempatan pasak. tidak sesuai dengan urutan. (http://cumamutiara. karena gigi dapat berfungsi seperti semula. Louis I. 1995. pasien tetap memiliki gigi asli dalam keadaan sehat. Birai terbentuk karena penggunaan instrumen yang terlalu besar. Ilmu Endodontik Dalam Praktek. Terbentuknya ledge (birai) atau perforasi lateral. Grosssman.com/2009/04/macam-macam-perawatan-pulpa_22.dapat disimpulkan bahwa perawatan endodontik(pulpcapping. KESIMPULAN Berdasarkan hasil diskusi yang kami lakukan. Prognosis yang lebih buruk jika saluran akar belum dibersihkan dan patahannya terjadi dekat apeks atau diluar foramen apikalis pada tahap awal preparasi. Kecelakaan Prosedural Kecelakaan pada perawatan saluran akar dapat memberi pengaruh pada hasil akhir perawatan saluran akar. Prognosis yang baik jika patahan instrumen yang besar dan terjadi ditahap akhir preparasi serta mendekati panjang kerja. dkk. 2002. pembentukan dan pengisian saluran akar yang memadai.Selain itu usaha perawatan yang dilakukan untuk melindungi pulpa yang terluka dari peradangan dan kerusakan lebih lanjut.setengah apikal akar dan daerah percabangan akar gigi molar yang umumnya berjalan langsung dari saluran akar ke ligamen periodontal.endo intrakanal) sangat penting dilakukan untuk mencegah gigi agar tidak dicabut dan gigi dalam keadaan vital. misalnya : 1. Jakarta: EGC.html) (http://dhinierha. Rasinta. sering menimbulkan rasa sakit yang hebat sesudah perawatan dan menjurus ke arah kegagalan perawatan akhir. Birai dan ferforasi lateral dapat memberikan pengaruh yang merugikan pada prognosis selama kejadian ini menghalangi pembersihan. Preparasi dan pengisian saluran akar tanpa memperhitungkan adanya saluran tambahan.blogspot. Adanya fraktur akar vertikal memiliki prognosis yang buruk terhadap hasil perawatan karena menyebabkan iritasi terhadap ligamen periodontal. 2.com/2009/08/analisis-jangka-pendek-pulpa-gigi.html) .pulpektomi. DAFTAR PUSTAKA Tarigan.

blogspot.indahmuhariani.html) http://www.suarapembaruan.html http://www.htm .(http://gigidanmulutsehat.com/pulpektomi-pada-anak2/ http://www.com/glossary/pulp-cap.com/News/2008/07/27/Kesehata/kes01.com/2009/08/pulpektomi.dentalfind.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful