P. 1
Peraturan Akademik

Peraturan Akademik

|Views: 13|Likes:
Published by nandoujok
Baru
Baru

More info:

Published by: nandoujok on May 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2014

pdf

text

original

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Nomor : 10/Kep/II.

B/UMSU/F/2008 Tentang PERATURAN AKADEMIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Bismillahirrahmanirrahim Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara : Menimbang : a. bahwa sesuai dengan perkembangan pendidikan tinggi dengan penerapan otonomi yang lebih luas sehingga proses pendidikan dapat dilaksanakan lebih efektif dan efisien, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berwenang menyelenggarakan proses belajar mengajar secara mandiri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; b. bahwa sehubungan dengan hal itu dipandang perlu ditetapkan Peraturan Akademik sebagai pedoman penyelenggaraan proses belajar mengajar secara mandiri bagi program Magister, Sarjana dan Diploma dalam satu Surat Keputusan Rektor. Mengingat : 1. 2. 3. 4. 5. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Keputusan Mendiknas RI a. Nomor 232/U/2000 tanggal 20 Desember 2000 b. Nomor 184/U/2001 tanggal 23 November 2001; c. Nomor 178/U/2001 tanggal 21 Nopember 2001 d. Nomor 004/U/2002 tanggal 17 Januari 2002

6.

Keputusan Dirjen 08/DIKTI/Kep/2002;

Dikti

Depdiknas

RI

Nomor

7. Qa’idah Perguruan Tinggi Muhammadiyah; 8. Statuta Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara; 9. Memperhatikan SK PP Muhammadiyah No. 485/KEP/I.0/D/2007 tgl. 3 Desember 2007

: 1. SK Rektor UMSU Nomor 663/SK/III.B/UMSU/4.a/2000 tanggal 4 Agustus 2000; 2. Hasil Keputusan Rapat Rektorat dan Masukan dari Dekanat UMSU tanggal 2 Januari 2008. Memutuskan

Menetapkan

: KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA TENTANG PERATURAN AKADEMIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : (1) (2) Pendidikan tinggi adalah pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi daripada pendidikan menengah pada jalur pendidikan sekolah. Perguruan Tinggi Muhammadiyah disingkat PTM, adalah satuan pendidikan tinggi di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah yang bertugas menyelenggarakan pembinaan ketaqwaan dan keima-nan kepada Allah SWT, pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menurut tuntunan Islam. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, disingkat UMSU, adalah perguruan tinggi sebagai satuan pendidikan tinggi di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah dengan tugas sebagaimana dimaksud butir 2, yang didirikan dan berkedudukan di Medan Sumatera Utara. Pendidikan akademik adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangannya.

(3)

(4)

(5) (6)

Pendidikan profesional adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian tertentu. Fakultas adalah pelaksana akademik di bawah UMSU, yang mengkoordinasikan dan/atau melaksanakan pendidikan akademik dan/atau profesional dalam satu atau seperangkat cabang ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian.

(7)

Jurusan/Program studi adalah unit pelaksana akademik di bawah fakultas yang melaksanakan pendidikan akademik dan/atau profesional dalam satu atau seperangkat cabang ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian tertentu. (8) Laboratorium/Studio adalah perangkat penunjang pelaksana pendidikan pada universitas dan/atau fakultas/jurusan/program studi dalam pendidikan akademik dan/atau profesional. (9) Perpustakaan adalah unit pelaksanaan teknis di bawah UMSU yang merupakan unsur penunjang pelaksanaan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (10) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, disingkat PP Muhammadiyah, adalah pimpinan tertinggi yang memimpin Persyarikatan Muhammadiyah, yang dipilih dan ditetapkan oleh Muktamar. (11) Badan Penyelenggara PTM, disingkat BP-PTM, sebagai badan penyelenggara UMSU adalah PP Muhammadiyah yang kewenangan pelaksanaannya dilimpahkan kepada Majelis Dikti. Untuk melaksanakan tugas BP-PTM sehari-hari dalam penyelenggaraan UMSU PP Muhammadiyah membentuk Badan Pelaksana Harian (BPH) UMSU. (12) Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan, selanjutnya disebut Majelis Diktilitabang, adalah badan pembantu Pimpinan Pusat yang dibentuk oleh PP Muhammadiyah untuk membina dan mengkoordinasikan amal usaha Persyarikatan Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi, serta memberikan bahan pertimbangan kepada PP Muhammadiyah guna menentukan garis kebijaksanaan. (13) Rektor adalah pimpinan tertinggi UMSU yang diangkat dan diberhentikan serta bertanggung jawab kepada PP Muhammadiyah, yang dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh para Pembantu Rektor dengan pembagian tugas, kedudukan dan tanggung jawab sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dekan adalah pimpinan tertinggi fakultas dilingkungan UMSU yang dalam pelaksanaan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Rektor, dibantu oleh para Pembantu Dekan dengan pembagian tugas, kedudukan dan tanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ketua Jurusan/Program studi adalah pimpinan tertinggi pada Jurusan/Program studi di bawah fakultas yang berada di bawah serta bertanggung jawab kepada Dekan, diangkat dan diberhentikan oleh Rektor, dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh Sekretaris Jurusan/Program studi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Ketua Jurusan/Program studi.

(14)

(15)

(16) Lembaga/Pusat Studi adalah badan pembantu pimpinan UMSU yang bertugas melaksanakan sebagian tugas pimpinan UMSU khususnya dalam pembinaan bidang-bidang kajian yang ditetapkan oleh UMSU. Lembaga dipimpin oleh seorang Ketua yang diangkat dan diberhentikan oleh serta dalam pelaksanaan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Rektor.

(17) Dosen adalah seorang yang berdasarkan pendidikan dan keahliannya diangkat oleh BPH UMSU dengan tugas utama mengajar pada UMSU. (18) Penasehat Akademik, disingkat Dosen PA, adalah dosen yang di samping tugas utamanya menurut butir 18 juga dibebankan tugas untuk membimbing dan menasehati mahasiswa dalam mengikuti kegiatan akademik dan memecahkan masalah—masalahnya sejak awal menjadi mahasiswa sampai menyelesaikan studinya di UMSU. (19) Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di UMSU. (20) Sistem Kredit Semester, disingkat SKS, adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan di mana beban studi mahasiswa, beban kerja tenaga pengajar, dan beban penyelenggaraan program lembaga pendidikan, dinyatakan dalam satuan kredit semester. (21) Semester adalah satuan waktu kegiatan terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan dalam satu jenjang pendidikari, yang terdiri atas 18 sampai 20 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya, termasuk 2 sampai 4 minggu kegiatan penilaian. (22) Satuan kredit semester, disingkat sks, adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa, beban kerja tenaga pengajar, serta beban penyelenggaraan lembaga pendidikan selama satu semester melalui kegiatan terjadwal per minggu sebanyak 1 jam perkuliahan atau 2 jam praktikum, atau 4 jam kerja lapangan, yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1 — 2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1 - 2 jam kegiatan mandiri. (23) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi. (24) Kurikulum Inti adalah kelompok bahan kajian dan pembelajaran yang harus dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional.

(25) Kurikulum Institusional adalah sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi, terdiri dari atas tambahan dari kelompok ilmu dalam kurikulum inti yang disusun dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta cirri khas perguruan tinggi yang bersangkutan. (26) Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian, disingkat MPK, adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. (27) Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan, disingkat MKK, adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan. (28) Mata Kuliah Keahlian Berkarya, disingkat MKB, adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai. (29) Mata Kuliah Perilaku Berkarya, disingkat MPB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.

(30) Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat, disingkat MBB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. (31) Garis-garis Besar Program Pengajaran, disingkat GBPP, adalah rumusan tujuan dan pokokpokok isi mata kuliah yang memuat komponen-komponen tujuan instruksional umum, tujuan instruksional khusus, topik atau pokok bahasan, subpokok bahasan, estimasi waktu yang dibutuhkan pengajar dalam mengajarkan materi perkuliahan dimaksud, dan sumber kepustakaan. (32) Satuan Acara Perkuliahan, disingkat SAP, adalah rumusan tugas dosen untuk mata kuliah tersebut selama satu semester yang memuat komponen-komponen sebagaimana dimaksud di dalam GBPP termasuk komponen kegiatan belajar mengajar, media dan alat pengajaran, dan evaluasi. (33) Tahun Akademik adalah satu tahun penyelenggaraan pendidikan tinggi yang dimulai pada bulan September, dan dibagi dalam 2 semester yang masing-masing terdiri atas minimum 16 minggu dan dipisah oleh masa libur selama 2 hingga 4 minggu. (34) Sivitas akademika adalah satuan yang terdiri atas dosen dan mahasiswa UMSU. (35) Kebebasan Akademik termasuk kebebasan mimbar akademik merupa-kan kebebasan yang dimiliki anggota sivitas akademika untuk melaksanakan kegiatan yang terkait dengan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bertang-gung jawab dan mandiri. (36) Kebebasan Mimbar Akademik adalah bagian dari kebebasan akademik yang memungkinkan dosen menyampaikan pikiran dan pendapat secara bebas di UMSU sesuai dengan norma dan kaedah keilmuan. (37) Berhenti Studi Sementara, disingkat BSS, adalah keadaan di mana seorang mahasiswa tidak dapat melanjutkan studi untuk kurun waktu tertentu karena alasan-alasan yang dapat diper-tanggungjawabkan dengan persetujuan Rektor dan sepengetahuan Dekan; masa BSS tidak diperhitungkan dalam penentuan batas masa studi mahasiswa yang bersangkutan. (38) Berhenti Studi Tetap, disingkat BST, adalah keadaan di mana seorang mahasiswa tidak meneruskan studinya UMSU untuk waktu-waktu seterusnya karena alasan-alasan tertentu dengan persetujuan Rektor dan sepengetahuan Dekan. (39) Aktif Kuliah Kembali disingkat AKK adalah permintaan mahasiswa untuk aktif kembali melanjutkan perkuliahan pada program studi dan jenjang pendidikan semula setelah menjalani masa BSS. (40) Putus Studi atau Drop-Out adalah tindakan akademik yang diperlakukan terhadap mahasiswa yang tidak dibenarkan melanjutkan studi dan dicabut haknya sebagai mahasiswa UMSU disebabkan prestasi akademik yang tidak memenuhi persyaratan minimum pada akhir sejumlah semester tertentu, dan pada akhir batas masa studi, serta tidak mendaftar ulang sebagai mahasiswa selama jangka waktu yang ditentukan. (41) Masa Studi adalah jumlah semester yang dijadwalkan dalam kurikulum untuk diikuti oleh mahasiswa, dengan batas waktu 6 sampai 10 semester untuk program jenjang Diploma III, 8 sampai 14 semester untuk program jenjang Strata I dan 4 sampai 10 semester untuk program Magister (S2).

(42) Ujian adalah kegiatan penilaian untuk mengetahui derajat kemampuan mahasiswa dalam penguasaan materi perkuliahan atau kompetensi keilmuan pada waktu tertentu, yang dapat berbentuk ujian formatif (kuis, assignment), ujian tengah semester (UTS), ujian akhir semester (UAS), dan ujian skripsi/tugas akhir dan tesis.

(43)

Ujian Susulan adalah ujian yang diselenggarakan untuk mahasiswa yang karena halangan tertentu tidak dapat mengikuti ujian terjadwal, baik untuk UTS maupun UAS. (44) Skripsi/Tugas Akhir/Tesis adalah karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa sebagai hasil penelitian dan atau pengkajian ilmiah terhadap suatu obyek yang berkaitan dengan bidang ilmunya pada akhir program studi sebagai salah satu persyaratan penyelesaian program studi untuk mencapai gelar kesarjanaan/ keahlian/magister. (45) Ijazah adalah dokumen resmi sebagai bukti sah telah menyelesaikan semua syarat-syarat pendidikan sehingga memiliki hak menggunakan gelar akademik bagi lulusan pendidikan akademik dan sebutan profesional bagi lulusan pendidikan profesional. (46) Transkrip Akademik adalah dokumen resmi sebagai bukti sah kumpulan kegiatan akademik yang telah diikuti sesuai dengan kurikulum yang berlaku untuk program studi yang diikuti dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Ijazah. (47) Wisuda adalah upacara akademik yang diselenggarakan untuk penyerahan ijazah kepada lulusan program pendidikan akademik dan pendidikan profesional yang dilaksanakan dalam suatu Rapat Terbuka Senat Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Pasal 2 (1) (2) (3) Program studi yang terakreditasi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku berwenang menyelenggarakan proses belajar mengajar secara mandiri. Kewenangan menyelenggarakan proses belajar mengajar secara mandiri yang dimaksud ayat (1) meliputi penerimaan mahasiswa, kegiatan kuliah, evaluasi belajar (ujian), dan menerbitkan ijazah. Kewenangan menyelenggarakan proses belajar mengajar secara mandiri dimaksud ayat (2) diberikan selama 5 (lima) tahun untuk program studi yang Terakreditasi dengan peringkat A, B, dan C. Pasal 3 (1) Program studi sebagaimana dimaksud Pasal 2 dalam pelaksanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi : a. wajib mendokumentasikan kegiatan pembelajaran, meliputi : jumlah mahasiswa, jadwal perkuliahan, GBPP, SAP, kehadirandosen, absensi mahasiswa, ujian, nilai, salinan/foto copyijazah dan transkrip akademik yang dihasilkan, untuk keperluan penilaian sewaktu-waktu; b. wajib mendokumentasikan kegiatan penelitian berupa karya-karya hasil penelitian, makalah, karya ilmiah, kegiatan seminar dan lain-lain, untuk keperluan penilaian sewaktuwaktu; c. wajib mendokumentasikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang meliputi kegiatan penyuluhan, pelatihan, konsultasi dan Iain-lain, untuk keperluan penilaian sewaktu-waktu. Pelaksanaan ketentuan ayat (1) berada di bawah tanggung jawab Dekan. BAB II

(2)

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI Pasal 4 (1) (2) (3) UMSU sebagai perguruan tinggi menyelenggarakan pendidikan tinggi dan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan tinggi merupakan kegiatan dalam upaya menghasilkan manusia terdidik sebagaimana dimaksud dalam Tujuan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Penelitian merupakan kegiatan telaah taat kaidah dalam upaya untuk menemukan kebenaran dan/atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian. Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam upaya memberikan sumbangan demi kemajuan masyarakat. Pasal 5 (1) (2) Pendidikan tinggi UMSU diselenggarakan dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Bahasa daerah dan atau bahasa asing dapat digunakan sebagai bahasa pengantar sejauh diperlukan dalam penyampaian pengetahuan, pelatihan, atau ketrampilan. Pasal 6 (1) (2) (3) Tahun akademik penyelenggaraan pendidikan tinggi UMSU dimulai pada bulan September, dengan ketentuan bahwa persiapan dan pemenuhan administrasi mahasiswa dapat dimulai bulan Juli. Perincian bentuk-bentuk kegiatan akademik untuk selama satu tahun akademik dituangkan di dalam kalender akademik yang ditetapkan oleh Rektor setelah mempertimbangkan usul dan saran dari Dekan. Perubahan kalender akademik dapat dilakukan dengan surat edaran Rektor setelah mempertimbangkan usul dan saran dari Dekan. Pasal 7 (1) Administrasi akademik pendidikan tinggi UMSU diselenggarakan dengan menerapkan sistem kredit semester, dengan tujuan : a. memungkinkan Fakultas UMSU melaksanakan penyajian program studi yang beraneka ragam dan luwes, b. dapat memberi kesempatan yang lebih luas kepada mahasiswa untuk memilih dan melaksanakan program studi sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang dipunyai.

(4)

(2)

Program semester yang berintikan kuliah berbobot 1 sks meliputi kegiatan-kegiatan dengan sukatan waktu dalam setiap minggu selama satu semester adalah : a. 50 menit kegiatan tatap muka terjadwal antara mahasiswa dan dosen dalam bentuk kuliah di kelas; b. 60 menit kegiatan akademik terstruktur; kegiatan studi tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh dosen; c. 60 menit kegiatan akademik mandiri; kegiatan akademik yang tidak direncanakan oleh dosen tetapi dilakukan oleh mahasiswa secara mandiri untuk mendalami bahan perkuliahan. Program semester yang berintikan praktikum di laboratorium berbobot 1 sks meliputi kegiatan-kegiatan dengan sukatan waktu dalam setiap minggu selama satu semester adalah : a. b. c. 100 menit ( 2 x 50 menit ) kegiatan praktikum terjadwal di laboratorium; 60 menit kegiatan akademik terstruktur; 60 menit kegiatan akademik mandiri,

(3)

(4)

Jika dalam program semester menurut ayat (3) kegiatan akademik terstruktur dan kegiatan akademik mandiri tidak dapat dijalankan, maka sebagai pedoman dipakai lama waktu 3 - 4 jam kegiatan praktikum yang terjadwal di laboratorium setiap minggu selama satu semester. Program semester yang berintikan kerja lapangan, atau yang sejenis, dengan bobot 1 sks selama satu semester dipakai pedoman waktu 4 – 5 jam setiap minggu atau 75 jam di lapangan yang dapat dipadatkan dalam satu bulan penuh @ 3 jam sehari. Program semester yang berintikan penulisan skripsi/tugas akhir sama dengan kerja lapangan menurut ketentuan ayat (5), dengan patokan bobot 4 - 6 sks. Pasal 8

(5) (6)

( 1 ) Pendidikan tinggi UMSU diselenggarakan melalui proses pembelajaran yang mengembangkan kemampuan belajar mandiri pada mahasiswa. ( 2 ) Penyelenggaraan pendidikan tinggi terutama dilakukan melalui kuliah, yaitu proses belajar-mengajar yang dapat meliputi komunikasi langsung atau tidak langsung, praktikum, penyelenggaraan percobaan, dan pemberian tugas akademik lain. ( 3 ) Sebagai kegiatan pendukung kuliah dan praktikum dapat dilakukan bentuk seminar, simposium, diskusi panel, lokakarya, dan kegiatan ilmiah lain. a. Seminar merupakan pertemuan ilmiah yang dengan sistematis mempelajari suatu topik khusus di bawah pimpinan seorang yang ahli dan berwenang dalam bidang tersebut;

b.

Simposium merupakan pertemuan terbuka dengan beberapa pembicara yang menyampaikan ceramah pendek mengenai aspek yang berbeda tetapi berkaitan dengan satu masalah; Diskusi panel merupakan forum pertukaran pikiran yang dilakukan oleh sekelompok orang di hadapan sekelompok hadirin mengenai suatu masalah tertentu yang telah dipersiapkan sebelumnya; Lokakarya merupakan kegiatan ilmiah yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan peserta dengan menggunakan berbagai jenis metoda pertemuan ilmiah.

c.

d.

BAB III KURIKULUM Pasal 9 (1) (2) Penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran dilaksanakan dalam program-program studi atas dasar kurikulum yang terdiri dari kurikulum nasional dan kurikulum lokal. Kurikulum dimaksud ayat (1) pada masing-masing Jurusan/Program studi dibagi dalam kelompok-kelompok : a. b. c. d. e. (3) Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK); Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK); Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB); Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB); Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB).

(4)

Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian terdiri dari : a. Al-Islam dan Kemuhammadiyahan; b. Pendidikan Pancasila; c. Pendidikan Kewarganegaraan Mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan tersebut di bawah ini dicantumkan sebagai bagian keseluruhan kelompok MPK yang dimaksud ayat (3) butir a : a. b. c. Aqidah di Semester I; Ibadah di Semester II; Akhlak di Semester III;

d. e. f. g. (5)

Mu’amalah di Semester IV; Perkembangan Pemikiran Islam di Semester V; Konstitusi Muhammadiyah di Semester VI; Manajemen Organisasi Muhammadiyah di Semester VII.

Untuk keperluan identifikasi dan sistematisasi, setiap mata kuliah dan/atau program semester dalam kurikulum diberi kode mata kuliah, dengan pedoman kodifikasi yang diatur dalam Pedoman Kodifikasi dan Garis-garis Besar Program Pengajaran. Kurikulum masing-masing jurusan/program studi dimaksud ayat (2) dan perubahannya ditetapkan oleh Rektor atas usul Dekan. Mata kuliah kelompok MPK dibina oleh universitas. Khusus mata kuliah dimaksud ayat (4) berada di bawah pembinaan Lembaga Islam dan Muhammadiyah (LIM). Pasal 10

(6) (7)

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Masa studi mahasiswa jenjang program Diploma III minimum 6 semester dan maksimum 10 semester. Beban studi lengkap kurikulum untuk mahasiswa jenjang program menurut ayat (1) terdiri antara 110 - 120 sks yang dibagi ke dalam enam semester, dengan beban rata-rata 18 20 sks per semester. Masa studi mahasiswa jenjang program Strata I minimum 8 semester dan maksimum 14 semester. Beban studi lengkap kurikulum untuk mahasiswa menurut ayat (3) terdiri antara 144 - 160 sks yang dibagi ke dalam delapan semester, dengan beban rata-rata 19 - 21 sks per semester. Masa studi mahasiswa jenjang program Magister minimum 4 semester dan maksimum 10 semester. Beban studi lengkap kurikulum untuk mahasiswa menurut ayat (5) terdiri antara 36 - 50 sks yang dibagi ke dalam delapan semester, dengan beban rata-rata 9 - 12 sks per semester. Pasal 11

(1) (2) (3)

(4)

Untuk pelaksanaan proses belajar mengajar berdasarkan kurikulum yang dimaksud Pasal 9, masing-masing jurusan/program studi menyusun Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Secara berkala jurusan/program studi melakukan evaluasi terhadap muatan GBPP disesuaikan dengan perkembangan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk pedoman pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, setiap dosen menyusun Satuan Acara Perkuliahan (SAP) berpedoman kepada GBPP yang dimaksud ayat (1), dengan ketentuan bahwa dosen yang tidak menyusun SAP tidak diperkenankan mengajar di kelas manapun. Secara berkala dosen di bawah pembinaan jurusan/program studi melakukan evaluasi terhadap muatan SAP disesuaikan dengan perkembangan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

(5)

Tatacara penyusunan GBPP dan SAP diatur dalam pedoman menurut ketentuan Pasal 9 ayat (5). BAB IV ADMISI MAHASISWA Pasal 12

(1) (2) (3) (4)

Penerimaan mahasiswa baru UMSU dilakukan melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi (UMPT) UMSU. Syarat untuk menjadi mahasiswa adalah memiliki Surat Tanda Tamat Belajar Pendidikan Menengah atau ijazah SMTA. Untuk pelaksanaan UMPT Rektor mengangkat Panitia UMPT UMSU yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Rektor. Ketentuan jenis ujian, norma penilaian dan kelulusan UMPT diatur oleh Panitia UMPT dimaksud ayat (3). Pasal 13

(1) (2)

(3)

(4)

Penerimaan mahasiswa pindahan termasuk alih jalur program didasarkan atas pengakuan kredit sks yang telah dimiliki, dengan ketentuan berasal dari peringkat akreditasi yang sama atau lebih tinggi, dan transkrip dengan IPK minimal 2,00. Penerimaan mahasiswa pindahan dari luar negeri selain memenuhi ketentuan ayat (1) juga harus berasal dari program studi yang terakreditasi pada perguruan tinggi di negara asal dan mendapat pengakuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Penerimaan mahasiswa berijazah Diploma melanjutkan kuliah pada program studi yang relevan jenjang program Sarjana/Sl termasuk penerimaan mahasiswa berijazah sarjana mengambil kuliah pada jenjang program Sarjana/Sl, didasarkan atas pengakuan kredit sks yang telah dimiliki. Pendaftaran mahasiswa pindahan menurut ayat (1), (2), dan (3), dilakukan pada awal semester ganjil dan awal semester genap tahun akademik. Pasal 14

(1)

Mahasiswa pindahan dan melanjutkan kuliah sebagaimana dimaksud Pasal 13 wajib menempuh konversi mata kuliah dari program asal ke kurikulum program baru yang akan dimasuki. Konversi program studi dilakukan oleh Tim Pelaksana Konversi Fakulltas UMSU yang ditetapkan oleh Dekan. Pelaksanaan konversi untuk mahasiswa pindahan dan melanjutkan kuliah, alih jalur, atau peralihan dari kurikulum lama ke kurikulum baru pada program studi yang sama, dengan pedoman : a. mata kuliah dengan nama dan pokok bahasan yang dinilai sama serta bobot sks yang sama atau lebih besar pada program asal, diakui sama.

(2) (3)

b. c. (4)

mata kuliah dengan nama yang sama tetapi bobot sks yang lebih kecil pada program asal, tidak diakui. mata kuliah yang pada program asal disajikan dalam beberapa semester dengan jumlah bobot sks yang sama atau lebihbesar, konversi dapat diakui.

Berdasarkan hasil konversi menurut ayat (3) mahasiswa wajib mengambil beban studi/mata kuliah yang belum pernah diambil/belum lulus berdasarkan kurikulum program baru yang dimasukinya : a. b. (5) semester ganjil pertama berdasarkan indeks prestasi hasil konversi; semester berikutnya berdasarkan ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 32 ayat (4) dan (5). Masa studi yang telah ditempuh di perguruan tinggi asal tetap diperhitungkan dalam penentuan batas masa studi maksimum di Fakultas UMSU. Pasal 15

(1)

Calon mahasiswa yang telah lulus seleksi menurut Pasal 12 wajib mendaftar ulang dalam batas waktu pendaftaran ulang yang ditetapkan Panitia UMPT, dengan mengisi formulir pendaftaran ulang dan melampirkan berkas persyaratan: a. kartu tanda peserta UMPT atas nama calon mahasiswa yang bersangkutan; b. foto copy ijazah terakhir yang disahkan oleh pejabat berwenang;

(2). (3).

foto copy akta kelahiran atau surat kenal lahir sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku dan disahkan oleh pejabat berwenang; d. pas foto terbaru hitam putih ukuran 2 x 3 cm. sebanyak 6 (enam) lembar dan ukuran 3 x 4 cm. sebanyak 6 (enam) lembar; e. membayar Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP) dan beban keuangan lain sesuai peraturan yang berlaku. Bila calon mahasiswa tidak mendaftar ulang dalam batas waktu dan persyaratan yang ditentukan menurut ayat (1) maka haknya menjadi mahasiswa UMSU menjadi gugur. Persyaratan mahasiswa pindahan selain memenuhi ketentuan dimaksud ayat (1) di luar kartu tanda peserta UMPT wajib melampirkan persyaratan tambahan : a. surat keterangan pindah / berhenti dari perguruan tinggi asal; b. c. transkrip akademik dari perguruan tinggi asal; rekomendasi menurut ketentuan Pasal 13 ayat (2) bagi mahasiswa pindahan dari perguruan tinggi di luar negeri. Pasal 16

c.

(1). (2).

Mahasiswa lama wajib mendaftar ulang pada awal tahun akademik menurut jadwal yang ditetapkan. Pendaftaran ulang menurut ayat (1) dilakukan dengan mengisi formulir pendaftaran ulang mahasiswa lama dan melampirkan persyaratan : a. pas foto ukuran 2 x 3 cm. sebanyak 4 (empat) lembar;

(3)

b. membayar SPP dan beban keuangan lain sesuai peraturan yang berlaku Mahasiswa lama yang tidak mendaftar ulang tidak berhak atas status kemahasiswaan dan pelayanan dari UMSU selama tahun akademik yang bersangkutan. Pasal 17

(1).

Mahasiswa yang telah menempuh perkuliahan minimum 2 (dua) semester karena alasan tertentu tidak dapat melanjutkan perkuliahan dapat mengajukan permohonan Berhenti Studi Sementara (BSS). Permohonan BSS diajukan pada awal tahun akademik dan paling lambat 1 (satu) bulan sesudah perkulihan berjalan menurut kalender akademik, dengan mengisi formulir BSS dan menyatakan alasan mengambil masa BSS serta melampirkan persyaratan : a. tanda bukti lunas pembayaran SPP sampai tahun akademik terakhir sesuai peraturan yang berlaku; b. foto copy KHS sampai semester terakhir; c. membayar uang her-registrasi tahun akademik berjalan.

(2).

(3). (4).

Untuk permohonan BSS yang disetujui, Rektor menerbitkan surat penetapan BSS untuk masa satu tahun akademik. Seorang mahasiswa dapat mengambil masa BSS sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali, dengan ketentuan : a. masa BSS tidak dapat dijalani selama dua tahun berturut-turut; b. mahasiswa yang telah menjalani satu kali masa BSS harus menjalani perkuliahan minimum satu tahun akademik untuk dapat mengambil masa BSS berikutnya; c. dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, Rektor dapat memberikan masa BSS lebih dari satu tahun berturut-turut kepada seorang mahasiswa.

(5)

Mahasiswa tersebut di bawah ini tidak berhak mengajukan permohonan BSS : a. b. baru terdaftar sebagai mahasiswa baru/pindahan; menjalani hukuman pidana di lembaga pemasyarakatan;

c. d. (6). (7). (8).

tidak dapat melanjutkan perkuliahan karena melakukan perbuatan melawan hukum dalam masa penulisan tugas akhir/skripsi/tesis. (pasal 16 ayat 2 )

Selama masa BSS mahasiswa tidak berhak atas pelayanan administrasi dan akademik serta terlibat dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan UMSU. Masa BSS menurut ketentuan ayat (3) tidak diperhitungkan dalam penentuan batas masa studi. Mahasiswa yang tidak melanjutkan studi dan/atau tidak memperoleh penetapan BSS menurut ketentuan ayat (3) tetap wajib memenuhi kewajiban administrasi dan keuangan sesuai peraturan yang berlaku dan masa studi yang tidak dijalani tetap diperhitungkan dalam penentuan batas masa studi. Pasal 18

(1). (2).

Mahasiswa yang karena alasan tertentu tidak dapat melanjutkan pendidikannya di UMSU dapat mengajukan permohonan Berhenti Studi Tetap (BST). Permohonan BST diajukan dengan mengisi formulir BST disertai alasan BST dan melampirkan persyaratan : a. KHS sampai semester terakhir;

b. tanda bukti lunas beban keuangan sampai tahun akademik terakhir sesuai peraturan yang berlaku; c. surat keterangan bebas pinjaman buku dari Perpustakaan UMSU; (3). Untuk permohonan BST yang disetujui, Rektor menerbitkan surat penetapan BST. (4). Dengan dikeluarkan surat penatapan BST menurut ayat (3) maka segala hak dan kewajibannya sebagai mahasiswa UMSU dicabut. (5). Mahasiswa yang telah diberikan surat penetapan BST tidak dapat diterima kembali menjadi mahasiswa UMSU. Pasal 19 (1) (2) Mahasiswa yang telah menyelesaikan masa BSS wajib mendaftar ulang pada awal tahun akademik menurut jadwal yang ditetapkan. Pendaftaran ulang menurut ayat (1) dilakukan dengan mengisi formulir permohonan Aktif Kuliah Kembali (AKK) dan melampirkan persyaratan : a. b. (3) surat penetapan BSS yang telah berakhir masa berlakunya; persyaratan menurut ketentuan Pasal 16 ayat (2).

Mahasiswa menurut ayat (1) yang tidak mendaftar ulang tidak berhak atas status kemahasiswaan dan pelayanan akademik dari UMSU selama satu tahun akademik berjalan. Pasal 20

(1) (2)

Mahasiswa yang tidak dapat mengumpulkan atau menabung sejumlah minimum kredit mata kuliah dalam periode tertentu dan tidak dapat menyelesaikan masa studi sebagaimana maksud pasal 10 ayat (1), (3) dan (5) dikenakan sanksi Drop-Out (diberhentikan). Mahasiswa yang pada akhir semester ke-2 tidak dapat mengumpulkan beban kredit minimum 20 sks dengan IPK 2,00 dianjurkan pindah ke program studi/fakultas, atau perguruan tinggi lain. Seorang mahasiswa dinyatakan Drop-Out apabila: a. sampai akhir semester ke-4 tidak dapat mengumpulkan beban kredit minimum 50 sks dengan IPK 2,00; b. sampai akhir semester ke-6 tidak dapat mengumpulkan beban kredit minimum 90 sks dengan IPK 2,00; c. sampai akhir semester ke-8 tidak dapat mengumpulkan beban kredit minimum 120 sks dengan IPK 2,00; d. sampai akhir batas masa studi tidak dapat menyelesaikan seluruh beban kurikuler di luar skripsi; e. tidak mendaftar ulang sebagai mahasiswa menurut ketentuan Pasal 16 paling lama dua tahun akademik berturut-turut tanpa pemberitahuan tertulis.

(3)

(4) (5)

Pemberhentian mahasiswa karena alasan menurut ayat (3) ditetapkan dengan surat keputusan Rektor atas usul Dekan. Mahasiswa yang dikenakan sanksi Drop-Out semua hasil studi yang diperolehnya selama menjadi mahasiswa UMSU dinyatakan hangus. Pasal 21

(1)

Kepada mahasiswa baru dan mahasiswa pindahan yang telah memenuhi syarat menurut ketentuan Pasal 15 ayat (1) dan ayat (3) diberikan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM). NPM memuat kode-kode angka sebanyak 10 angka terdiri atas urutan sebagai berikut : a. angka ke 1-2 kode tahun angkatan; b. angka ke 3-4, kode nomor urut Fakultas ; c. angka ke 5-6 kode nomor urut program studi; d. angka ke 7-10 nomor urut mahasiswa dalam buku pokok mahasiswa; e. setiap tahun akademik baru nomor urut mahasiswa dimulai dari nomor 0001; f. khusus kepada mahasiswa pindahan diberi kode tambahan–P di belakang kode nomor urut mahasiswa. Setiap mahasiswa memperoleh NPM yang berlaku tetap selama menjadi mahasiswa UMSU pada program studi yang bersangkutan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2)

(3)

Setiap pertengahan bulan Oktober pada semester ganjil dan pertengahan bulan April pada semester genap, Rektor melaporkan mahasiswa baru/mahasiswa pindahan dan mahasiswa aktif melalui laporan Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPS-BED) kepada Koordinator Kopertis Wilayah I NAD-Sumut untuk diteruskan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. BAB V HAK DAN KEWAJIBAN MAHASISWA Pasal 22

Mahasiswa yang telah memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam Pasal 15, 16 dan 19, mempunyai hak : a. b. c. d. e. f. g. h. i. menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkaji ilmu sesuai dengan norma dan susila yang berlaku dalam lingkungan akademik menurut tuntunan Islam; memperoleh pengajaran sebaik-baiknya dan layanan bidang akademik sesuai dengan minat, bakat, kegemaran dan kemampuan; memanfaatkan fasilitas UMSU dalam rangka kelancaran proses belajar; mendapat bimbingan dari dosen yang bertanggung jawab atas program studi yang diikutinya dalam penyelesaian studinya; memperoleh layanan informasi yang berkaitan dengan program studi yang diikutinya serta hasil belajarnya; menyelesaikan studi lebih awal dari jadwal yang ditetapkan sesuai dengan persyaratan yang berlaku; memperoleh layanan kesejahteraan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; memanfaatkan sumber daya yang dimiliki UMSU melalui perwakilan/organisasi kemahasiswaan untuk mengurus dan mengatur kesejahteraan, minat dan tata kehidupan bermasyarakat; pindah ke perguruan tinggi lain atau program studi lain bilamana memenuhi persyaratan penerimaan mahasiswa pada -perguruan tinggi atau program studi yang hendak dimasuki, dan bilamana daya tampung perguruan tinggi atau program studi yang bersangkutan memungkinkan; kut serta dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan intra universiter dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM); Pasal 23 (1) Mahasiswa yang telah memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam Pasal 15, 16 dan 19, berkewajiban untuk : a. menegakkan disiplin dan mematuhi semua peraturan/ketentuan yang berlaku di UMSU; b. melaksanakan ibadah sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah Rasul yang shahih;

j.

c.

ikut serta bersama-sama mahasiswa lain menciptakan kampus UMSU sebagai lingkungan masyarakat ilmiah yang Islami dan dinamis; d. menegakkan akhlaqul karimah dalam pergaulan hidup sehari-hari antar mahasiswa, dengan pimpinan, karyawan dan dosen; e. ikut memelihara sarana dan prasarana serta kebersihan, ketertiban dan keamanan kampus UMSU; f. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan kecuali bagi mahasiswa yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku; g. h. i. j. (2) menghargai ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian; menjaga kewibawaan dan nama baik UMSU dan Persyarikatan Muhammadiyah; menjaga kewibawaan dan nama baik pimpinan dan sivitas akademika UMSU; menjunjung tinggi kebudayaan nasional.

Kepada mahasiswa yang telah memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam Pasal 15, 16 dan 19, diberikan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang berlaku selama satu tahun akademik dengan ketentuan : a. b. c. KTM wajib dibawa setiap mengikuti kegiatan akademik yang ditetapkan; KTM tidak berlaku untuk kegiatan non akademik yang tidak mendapat izin dari Rektor; KTM dapat dicabut atau dinyatakan tidak berlaku bila mahasiswa pemilik menjalani masa BSS, BST, mendapat sanksi akademik, atau habis masa berlakunya. BAB VI KEBEBASAN AKADEMIK DAN MIMBAR AKADEMIK Pasal 24

(1) (2)

(3) (4) (5)

Pelaksanaan kebebasan akademik diarahkan untuk memantapkan terwujudnya pengembangan diri sivitas akademika, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. Rektor mengupayakan dan menjamin agar setiap anggota sivitas akademika dapat melaksanakan kebebasan akademik dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsinya secara mandiri sesuai dengan aspirasi pribadi dan dilandasi oleh norma dan kaidah keilmuan menurut tuntunan Islam. Dalam melaksanakan kebebasan akademik sebagaimana dimaksud ayat (1) setiap anggota sivitas akademika harus mengupayakan agar kegiatan serta hasilnya meningkatkan pelaksanaan kegiatan akademik UMSU Dalam melaksanakan kebebasan akademik setiap anggota sivitas akademika harus bertanggung jawab secara pribadi atas pelaksanaan dan hasilnya sesuai dengan norma dan kaedah keilmuan menurut tuntunan Islam. Dalam melaksanakan kebebasan akademik sebagaimana dimaksud ayat (1) sivitas akademika dapat menggunakan sumber daya yang dimiliki UMSU setelah mendapat izin

dari Rektor, sepanjang kegiatan tersebut tidak ditujukan untuk merugikan pribadi lain dan/ atau semata untuk memperoleh keuntungan materi bagi pribadi yang melakukannya. Pasal 25 (1) (2) (3) (4) Kebebasan mimbar akademik berlaku sebagai bagian dari kebebasan akademik yang memungkinkan dosen menyampaikan pikiran dan pendapat secara bebas di lingkungan UMSU sesuai dengan norma dan kaedah keilmuan menurut tuntunan Islam. Kebebasan mimbar akademik dilaksanakan dalam pertemuan ilmiah dalam bentuk seminar, ceramah, simposium, diskusi panel, dan ujian dalam rangka pelaksanaan pendidikan akademik dan/atau profesional. Kebebasan mimbar akademik dapat dilaksanakan di luar kampus UMSU dengan ketentuan bahwa tempat tersebut dapat dianggap bagian sementara dari UMSU. Rektor atau Dekan dapat mengundang tenaga ahli dari luar UMSU untuk menyampaikan pikiran dan pendapat sesuai dengan norma dan kaedah keilmuan menurut tuntunan Islam dalam rangka pelaksanaan kebebasan akademik. Mahasiswa atau dosen dapat mengundang tenaga ahli dari luar UMSU untuk menyampaikan pikiran dan pendapat sesuai dengan norma dan kaedah keilmuan dalam rangka pelaksanaan kebebasan akademik setelah mendapat persetujuan dari Rektor.

(5)

BAB VII DOSEN Pasal 26 Dosen UMSU wajib memilki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan oleh UMSU, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pasal 27 (1) Kualifikasi akademik dosen UMSU sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 diperoleh melalui pendidikan tinggi program pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian. Dosen UMSU memiliki kualifikasi akademik minimum: Lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana; dan Lulusan program doktor untuk program pascasarjana. Ketentuan lain mengenai kualifikasi akademik sebagaimana pada ayat (1) dan ayat (2) ditentukan oleh senat UMSU. Pasal 28

(2)

(3)

(1) (2) (3) (4)

Status dosen UMSU terdiri atas dosen tetap dan dosen tidak tetap Jenjang jabatan akademik dosen tetap terdiri atas asisten ahli, lektor, lektor kepala dan profesor. Persyaratan untuk menduduki jabatan akademik profesor harus memiliki kualifikasi akademik doktor. Pengaturan kewenangan jenjang jabatan akademik dan dosen tidak tetap ditetapkan oleh Rektor sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan. BAB VIII HAK DAN KEWAJIBAN DOSEN Pasal 29

Dosen UMSU yang telah memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam Pasal 26, 27 dan 28, mempunyai hak : a. b. c. d. e. f. memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial; mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja; memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual; memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, akses sumber belajar, informasi, sarana dan prasarana pembelajaran, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; memiliki kebebasan dalam memberikan dalam memberikan penilaian dan menentukan kelulusan peserta didik; memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi/organisasi profesi keilmuan Pasal 30 Dosen UMSU yang telah memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam Pasal 26, 27 dan 28, mempunyai kewajiban untuk : a. b. c. d. melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran; meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni; bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, kondisi fisik tertentu, atau latar belakang sosioekonomi mahasiswa dalam pembelajaran;

e. f.

menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik, serta nilai-nilai agama dan etika; memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan. BAB IX BEBAN TUGAS DOSEN Pasal 31

(1)

Beban tugas dosen adalah sejumlah pekerjaan yang wajib dilakukan oleh seorang dosen sebagai tugas institusional dalam menyelenggarakan fungsi pendidikan tinggi. Tugas institusional adalah pekerjaan dalam batas-batas fungsi pendidikan tinggi yang dilakukan secara terjadual ataupun tidak terjadual oleh dosen, yang : a. ditugaskan oleh Pimpinan UMSU untuk dilaksanakan di tingkat universitas, fakultas, program studi, lembaga, laboratorium/bengkel/studio dan balai. b. dilakukan atas prakarsa pribadi atau kelompok yang disetujui, dicatat dan hasilnya diajukan kepada Pimpinan UMSU untuk dinilai oleh tim yang ditunjuk untuk itu. c. dilakukan dalam rangka kerjasama pihak luar UMSU yang disetujui, dicatat dan hasilnya diajukan kepada atau melalui UMSU. Beban tugas dosen tetap dinyatakan dengan Ekivalensi Waktu Mengajar Penuh (EWMP) yang setara dengan 40,5 jam kerja per minggu sebagai jam kerja wajib. EWMP seorang dosen tetap penuh ditetapkan setara dengan 12 sks dan dihitung untuk tiap semester dengan pengertian 1 sks setara dengan 3 jam kerja perminggu selama 1 semester atau 6 bulan, atau 1 sks setara dengan 50 jam kerja per semester. Pasal 32

(2)

(3) (4)

Rasional beban tugas normal dosen tetap dalam takaran sks dan jumlah jam perminggu ditetapkan sebagai berikut : (1) Pendidikan dan pengajaran : a. Mengajar matakuliah 3 sks setara dengan 9 jam perminggu. b. Mengajar matakuliah berbeda 3 sks dalam semester yang sama setara dengan 9 jam perminggu c. Membimbing mahasiswa menyelesaikan skripsi, 3 orang per semester setara dengan 6 jam perminggu d. Perwalian mahasiswa 20 orang per semester setara dengan 1 jam perminggu e. Membuat diktat kuliah 1 diktat pertahun setara dengan 2 jam perminggu f. Menguji mahasiswa menyelesaikan skripsi 3 orang per semester setara dengan 0,5 jam perminggu. Penelitian dan pengembangan ilmu a. Keterlibatan dalam kelompok penelitian, 1 topik pertahun sebagai peneliti utama (atas persetujuan pimpinan UMSU) setara dengan 10 jam perminggu.

(2)

(3) (4)

b. Menulis makalah dalam jurnal terakreditasi, 1 judul per dua tahun sebagai penulis utama (atas persetujuan pimpinan UMSU) setara dengan 1 jam perminggu. Pengabdian kepada masyarakat Satu kegiatan atau mengadakan pelatihan insidental, 1 topik per semester (atas persetujuan pimpinan UMSU) setara dengan 1 sks atau 1 jam perminggu. Kegitan penunjang Aktif dalam kepanitiaan, 1 kegiatan pertahun setara dengan 1 sks atau 1 jam perminggu. Pasal 33

(1)

Beban dosen yang melaksanakan jabatan administrasi dan manajemen dalam takaran sks ditetapkan sebagai berikut : a. Jabatan struktural 1. Rektor, setara dengan 12 sks 2. Wakil Rektor, setara dengan 10 sks 3. Dekan, setara dengan 10 sks 4. Kepala Lembaga, setara dengan 10 sks 5. Sekretaris Lembaga, setara dengan 8 sks 6. Pembantu Dekan, setara dengan 6 sks 7. Ketua Jurusan/Program Studi, setara dengan 6 sks 8. Sekretaris Jurusan/Program Studi, setara dengan 6 sks 9. Kepala Pusat, setara dengan 6 sks 10. Sekretaris Pusat, setara dengan 4 sks 11. Ketua Lab/Studo/Bengkel, setara dengan 4 sks 12. Ketua Balai, setara dengan 4 sks b. Jabatan non struktural 1. Sekretaris Senat Universitas, setara dengan 4 sks 2. Sekretaris Senat Fakultas, setara dengan 4 sks c. Ketua panitia ad-hoc Umur panitia sekurang-kurangnya 1 semester, setara dengan 1 sks. d. Ketua panitia tetap Umur panitia sekurang-kurangnya 2 semester, untuk : 1. Tingkat universitas, setara dengan 2 sks 2. Tingkat fakultas, setara dengan 2 sks 3. Tingkat jurusan/program studi, setara dengan 1 sks.

(2)

Pejabat administrasi dan manajemen, beban tugas sebagai dosen adalah setara dengan EWMP 12 sks dikurangi dengan takaran sks yang ditetapkan dalam jabatan administrasi dan manajemen sebagaimana tersebut pada ayat (1) BAB X KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR Pasal 34

(1) (2)

(3) (4) (5) (6) (7)

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selama satu semester didasarkan atas jadwal perkuliahan yang ditetapkan oleh Dekan. Jadwal perkuliahan disusun berpedoman kepada kurikulum yang berlaku, disusun dalam satu daftar yang memuat hari, jam, kode dan bobot serta nama mata kuliah, nama dosen penanggung jawab dan dosen pengasuh, nomor ruang kelas, yang dibuat terpisah perkelas, angkatan, semester, dan program studi. Jadwal perkuliahan diumumkan kepada mahasiswa melalui papan publikasi fakultas serta disampaikan kepada dosen penanggung jawab dan pengasuh 2 (dua) minggu sebelum awal perkuliahan. Dosen melaksanakan tugas menurut jadwal penugasan yang ditetapkan menurut ayat (1) dengan ketentuan tidak dapat mengalihkan tugas pengasuhan mata kuliah kepada orang lain. Perubahan terhadap jadwal perkuliahan yang ditetapkan menurut ayat (1) hanya dapat dilakukan oleh Dekan. Jadwal kegiatan praktikum atau kegiatan akademik kurikuler lainnya di laboratorium/ studio disusun bersama oleh dosen pengasuh dengan penanggung jawab laboratorium/studio dan diketahui/disetujui oleh Dekan. Jadwal kegiatan praktikum menurut ayat (6) diumumkan kepada mahasiswa praktikan melalui papan publikasi fakultas paling lambat 1 (satu) minggu sebelum praktikum dilaksanakan. Persyaratan dosen penanggung jawab : a. b. c. d. diangkat dari dosen dengan keputusan Rektor atas usul Dekan; memiliki latar belakang disiplin ilmu yang relevan; berijazah Magister/Master (S2) dan pangkat serendah-rendahnya Asisten Ahli menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku; berijazah Doktor (S3) dan pangkat serendah-rendahnya Asisten Ahli menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku;

(8)

(9)

Persyaratan dosen pengasuh sama dengan ketentuan menurut ayat (8), sekurangkurangnya berijazah Magister/Master (S2) dan jabatan serendah-rendahnya Asisten Ahli menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku; (10) Perubahan atas persyaratan kepangkatan minimum sebagaimana diatur didalam ayat (8) mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 35 (1) (2) Beban studi semesteran merupakan satu paket program akademik yang akan ditempuh mahasiswa dalam satu semester yang meliputi kegiatan sebagaimana diatur dalam Pasal 7. Berdasarkan Indeks Prestasi (IP) semester setiap mahasiswa yang akan menempuh kegiatan akademik dalam satu semester wajib menentukan seberapa besar beban studi yang akan diambil dan berapa banyak kegiatan yang akan diikuti untuk satu semester

(3) (4)

tersebut, dengan mencantumkannya di dalam Kartu Rencana Studi (KRS) yang kemudian disahkan oleh Dosen PA dan disetujui oleh Dekan/Pembantu Dekan I. Beban studi mahasiswa yang duduk di semester I ditetapkan berdasarkan paket beban studi yang ditawarkan di semester tersebut. Beban studi semester II dan seterusnya diambil berdasarkan IP semester I tahun akademik sebelumnya, dengan ketentuan wajib mengambil beban studi semester sebelumnya itu yang belum diambil atau belum lulus atau akan diulang dengan ketentuan jadwal perkuliahannya tidak berbenturan satu sama lain, yang jumlah beban kreditnya termasuk ke dalam kebulatan beban studi maksimum semester tersebut. Pedoman yang dipakai sebagai patokan untuk menentukan beban studi semester II dan seterusnya berdasarkan IP menurut ayat (4) diatur sebagai berikut : Nomor 1 2 3 4 5 IP. semester sebelumnya 3,00 2,50 2,00 1,50 0,00 4,00 2,99 2,49 1,99 1,49 Beban studi semester 22 - 24 sks 19 - 21 sks 16 - 18 sks 13 - 15 sks 9-12 sks

(5)

(6) (7)

Perencanaan studi semesteran dan pengisian KRS harus berpedoman kepada ketentuan ayat (5) dan jadwal perkuliahan menurut ketentuan Pasal 34, dan dalam pelaksanaannya mahasiswa berada di bawah bimbingan Dosen PA. Bila dalam pengisian KRS mahasiswa mengambil beban studi melebihi beban maksimum yang ditetapkan menurut ketentuan ayat (5), Dekan/Pembantu Dekan I berhak membatalkan kelebihan beban mata kuliah sebesar jumlah kredit dari beban studi maksimum itu tanpa mengkonsultasikannya kepada mahasiswa yang bersangkutan.

(8)

Penyerahan KRS yang telah diisi dan ditandatangani oleh Dosen PA kepada Dekan/Pembantu Dekan I untuk ditandasahkan dilakukan paling lambat sepekan sebelum awal perkuliahan pada semester yang bersangkutan. (9) Keterlambatan penyerahan KRS dari ketentuan ayat (8) kepada mahasiswa dikenakan sanksi denda. Ketentuan tentang sanksi keterlambatan penyerahan KRS diatur dalam peraturan khusus. (10) Kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan di kelas dihitung sejak dilaporkannya KRS menurut ketentuan ayat (8), dengan ketentuan bahwa kehadiran sebelum pelaporan KRS dianggap tidak aktif. Pasal 36 (1) (2) Pemberian kuliah, penyelenggaraan seminar dan kapita selekta, praktikum, kerja lapangan dan pembimbingan penulisan skripsi mahasiswa disusun dalam kategori perkuliahan, bimbingan skripsi, dan pengembangan materi pengajaran. Berdasarkan materi dan tujuan program perkuliahan dalam hubungan dengan kompetensi yang hendak dicapai, ditetapkan kompetensi yaitu : kompetensi Al-Islam dan

Kemuhammadiyahan, Kompetensi Bahasa, Kompetensi Komputer dan Kompetensi Bidang Keilmuan, menurut ayat (1) dibagi dalam 3 jenis : a. perkuliahan bersifat teori, yaitu program pengajaran yang mengkaji teori ilmu pengetahuan tertentu untuk membina kemampuan akademik mahasiswa, dan penyampaiannya dilakukan dengan cara pemberian kuliah, ceramah, diskusi kelompok, seminar, penugasan dan kegiatan sejenis; b. perkuliahan bersifat praktik (praktikum), yaitu suatu program pengajaran simulatif untuk melatih mahasiswa melakukan percobaan (eksperimen) dalam bidang ilmu, teknologi atau kesenian tertentu, berintikan praktikum di laboratorium/studio atau praktik di tempat lain; perkuliahan pengalaman lapangan, yaitu program pengajaran yang memberi pengalaman nyata untuk memperoleh kemampuan profesional yang dituntut oleh program studi.

c.

(3)

Pedoman kerja untuk mengatur jam kerja per sks per minggu untuk masing-masing jenis kegiatan belajar mengajar menurut ayat (2) selama satu semester adalah : Bentuk Proses Belajar Mengajar Jam Kerja Tatap Muka Praktik Persiapan Evaluasi /Pengemngan 1 Kuliah Praktikum Pengalaman Lapangan 2 4 1 1 1 1 4 6 1 1 1 3 1 1 Jumlah Jam kerja Bobot sks

(4)

(5)

Asistensi atau tutorial adalah kegiatan yang menunjang atau melengkapi perkuliahan, untuk membantu mahasiswa dalam kegiatan berstruktur atau melakukan eksperimen dilaboratorium/studio atau tempat praktik lain, yang dapat dibagi menjadi : a. mendiskusikan atau membicarakan kembali masalah dari mata kuliah yang sudah atau baru disajikan tetapi belum dimengerti oleh mahasiswa, atau menyelesaikan soal-soal; b. memberikan bimbingan kepada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang terkait dengan mata kuliah. Bimbingan skripsi/tugas akhir mahasiswa dilakukan dengan sejumlah pertemuan antara pembimbing dengan mahasiswa dalam penelitian dan penulisan skripsi sebagaimana diatur dalam Pasal 43, 44, 45, dan 46. Dalam melaksanakan kegiatan pengajaran di kelas dosen berpedoman kepada GBPP dan SAP menurut ketentuan Pasal 11 dan jadwal perkuliahan menurut ketentuan Pasal 34.

(6)

(7)

Pada setiap melaksanakan tugas mengajar di kelas dosen wajib membuat Laporan Pelaksanaan Pengajaran (LPP) yang diisi berdasarkan ketentuan ayat (1) dan pelaksanaan di kelas. (8) Pelaksanaan perkuliahan pengganti untuk kegiatan perkuliahan terdahulu yang tidak dapat dilaksanakan karena alasan ter-tentu atau untuk mencukupkan jumlah kegiatan tatap muka minimum yang ditentukan, dilakukan di luar jadwal reguler setelah mendapat persetujuan Dekan, dengan ketentuan tidak dilakukan pada waktu yang bersamaan antara jadwal penyajian materi pengajaran yang satu dengan materi pengajaran yang berikutnya. (9) Keaktifan dosen dihitung berdasarkan LPP dan pelaksanaan tugas nyata di kelas sebagaimana diatur dalam ayat (2). (10) Secara berkala, atau sekurang-kurangnya pada tengah semester dan akhir semester Dekan dan/atau Ketua Jurusan/Program studi melakukan evaluasi terhadap LPP dosen dan menyesuai-kannya dengan GBPP dan SAP, serta memberikan peringatan kepada dosen bilamana dari evaluasi LPP ternyata terdapat penyimpangan dari GBPP dan SAP dan/atau jumlah kehadiran belum mencukupi syarat minimum yang ditentukan. BAB XI PENASEHATAN AKADEMIK Pasal 37 (1) (2) Kegiatan penasehatan akademik diikuti oleh mahasiswa penasehatan selama masa studi mahasiswa tersebut di UMSU yang dilaksanakan oleh Dosen PA. Penasehatan akademik diberikan untuk membantu mahasiswa melalui pelayanan pribadi agar mencapai tahap perkembangan optimal baik secara akademik, psikologis, maupun sosial. Penasehatan akademik diberikan dengan tujuan : a. membentuk jati diri mahasiswa untuk mandiri terutama dalam proses belajar mengajar, membantu mahasiswa dalam mengenal diri, kemampuan, bakat, minat, ciri kepribadian, baik dari segi kelebihan maupun kekurangannya b. memperlancar dan menunjang proses belajar mengajar yang diharapkan di UMSU; c. mengembangkan diferensiasi keahlian yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan akademik dan nonakademik mahasiswa, membantu mahasiswa mengembangkan teknik belajar yang efektif dan kebiasaan belajar yang baik;

(3)

(4)

d. membantu mahasiswa dalam memilih, menyusun dan merencanakan program studi baik program jangka pendek maupun jangka panjang, membimbing dan memberi makna kepada mahasiswa dalam proses belajar mengajar agar berhasil dalam studi; e. membantu mahasiswa dalam penyesuaian diri dengan lingkungan kehidupan kampus pada umumnya, menyelesaikan masalah yang dihadapi mahasiswa dalam kehidupan akademik serta memahami dan mengamalkan peraturan akademik. Penasehatan akademik diberikan dengan sasaran pribadi mahasiswa secara perseorangan, dengan mengembangkan apa yang terdapat pada diri mahasiswa secara optimal agar dapat secara sebesar-besarnya berguna bagi diri sendiri dan lingkungan masyarakat pada umumnya.

(5)

Kegiatan penasehatan akademik dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu : tahap awal sebagai kegiatan Prapenasehatan yang dilaksanakan sebelum mengikuti perkuliahan semester pertama; b. tahap lanjutan sebagai kegiatan penasehatan yang dilaksanakan selama masa studi aktif mahasiswa; c. tahap akhir sebagai kegiatan penasehatan yang dilaksanakan pada akhir program sudi sampai mahasiswa menempuh ujian skripsi/tugas akhir. a. Pasal 38 Seorang dosen dapat diangkat menjadi Dosen PA dengan memenuhi persyaratan : a. dosen UMSU sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Pasal 34 ayat (1) dan (2); b. memiliki dedikasi yang tinggi dalam pelaksanaan tugas dan berorientasi kepada kepentingan studi mahasiswa, memiliki sikap tanggap, terbuka dan positif terhadap masalah-masalah mahasiswa; c. mempunyai pengetahuan yang cukup tentang kurlkulum, sistem kredit semester, penilaian, dan peraturan akademik lain; d. mempunyai waktu dan kesediaan melaksanakan tugas penasehatan akademik. Dosen PA untuk seorang mahasiswa ditunjuk pada awal tahun akademik yang bersangkutan menjadi mahasiswa UMSU dan berlaku sampai mahasiswa tersebut menyelesaikan pendidikan atau memutuskan status kemahasiswaannya dari UMSU.

(5)

(6)

(7)

Pengangkatan Dosen PA untuk seorang mahasiswa ditetapkan oleh Dekan. Dalam pelaksanaan tugasnya Dosen PA bertanggung jawab kepada Dekan. (8) Seorang Dosen PA membimbing antara 20 - 35 orang mahasiswa per angkatan dengan memperhatikan rasio perbandingan mahasiswa dan Dosen PA (9) Masa jabatan Dosen PA berlaku untuk satu tahun akademik, dengan ketentuan dapat diperpanjang bilamana dosen tersebut masih dapat menjalankan tugas Dosen PA dan mahasiswa masih memiliki status kemahasiswaan menurut ketentuan Pasal 16 dan Pasal 19. (10) Dalam hal-hal tertentu dengan mempertimbangkan kelancaran tugas Dosen PA dan/atau kelanjutan penasehatan akademik mahasiswa Dekan dapat mengubah Dosen PA yang ditetapkan untuk seorang mahasiswa. Pasal 39 (1) Dosen PA mempunyai tugas : a. b. c. d. memberikan petunjuk kepada mahasiswa tentang sistem pendidikan yang akan ditempuh; membantu mahasiswa dalam menggali dan mengidentifikasi minat, bakat, dan kemampuan akademiknya serta membantu memperkembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik; mengusahakan agar mahasiswa memperoleh pengarahan yang tepat dalam menyusun program dan beban studi serta dalammemilih mata kuliah yang akan diambil; memeriksa kelengkapan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk mengikuti program pendidikan dalam semester yang berlangsung;

e.

mengevaluasi pencapaian hasil studi dan indek prestasi (IP) semester mahasiswa pada akhir semester dan pada akhir program pendidikan, memberikan pertimbangan beban studi yang harus diambil dengan memperhatikan jumlah tabungan sks yang telah dicapai; mengikuti perkembangan studi mahasiswa agar dapat diketahui sedinii mungkin hambatan-hambatan studi dan memberikan konsultasi kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan studi; memberikan motivasi kepada mahasiswa yang menyandang keterbatasan atau kendala akademik dalam menemukan pemecahan masalah, mengevaluasi dan mengingatkan mahasiswa yang memperoleh pencapaian hasil studi dan IP semester relatif rendah, serta memberikan pertimbangan kepada mahasiswa dalam mengambil masa BSS bila dianggap perlu; mengidentifikasi masalah-masalah akademik dan nonakademik mahasiswa yang prestasinya kurang atau rendah, tidak berubah bahkan menurun, memberikan kesempatan kepada mahasiswa membicarakan masalah-masalah yang dialaminya khususnya yang berkaitan dengan pendidikannya.

f.

g.

h.

(2)

Dosen PA berkewajiban : menentukan jadwal penasehatan dengan memilih waktu yang dapat diisi oleh mahasiswa; b. bahwa di luar waktu terjadwal Dosen PA dapat melayani mahasiswa untuk melakukan konsultasi akademik berdasarkan kesepakatan lebih dahulu; c. mempelajari jadwal perkuliahan yang ditawarkan dalam semester yang bersangkutan; d. e. mengidentifikasi masalah-masalah akademik dan non akademik mahasiswa penasehatannya; a.

menerima mahasiswa untuk membicarakan hasil studi semester yang berakhir dan membicarakan rencana studi semester atau tahun akademik berikutnya; f. menandatangani Kartu Rencana Studi (KRS) dan mengadministrasikan salinan/duplikat KRS mahasiswa penasehatannya; g. menandatangani Kartu hasil Studi (KHS) dan mengadministrasikan salinan/duplikat KHS mahasiswa; h. Memonitor perkembangan pribadi mahasiswa penasehatannya selama menjalani studi di FISIP UMSU dan kegiatan-kegiatan lain yang terkait dengan program akademik yang ditempuh; i. Dosen PA dapat mengadakan pertemuan khusus dengan mahasiswa penasehatan menjelang Ujian Tengah Semester (UTS) atau Ujian Akhir Semester (UAS), memonitor hasil UAS dan bila perlu berkonsultasi dengan dosen untuk mahasiswa yang mempunyai masalah studi pada semester tersebut; (3) Dosen PA berkewenangan : a. Mengesahkan KRS yang sudah disepakati bersama dengan mahasiswa penasehatan, dan menandatangani KHS yang diterbitkan fakultas;

b.

mengemukakan saran kepada Ketua Jurusan/Program studi atau Dekan, untuk kepentingan studi mahasiswa berdasarkan alasan-alasan yang dapat dipertanggung jawabkan; c. turut menyelesaikan masalah mahasiswa penasehatan, baik masalah akademik maupun nonakademik. Pasal 40

(1) (2) (3) (4)

Dalam penanganan masalah-masalah mahasiswa yang bersifat spesifik dan mengutamakan unsur kerahasiaan, laporan dibuat dalam dokumen tertutup yang disampaikan kepada pihak yang berkepentingan dan ditembuskan kepada Dekan. Dosen PA bertanggung jawab terhadap pemeliharaan dan pengama-nan administrasi mahasiswa penasehatannya, dengan ketentuan bilamana Dosen PA mengundurkan diri atau diberhentikan harus menyerahkan semua dokumen penasehatan tersebut kepada Dekan. Dalam melaksanakan tugasnya Dosen PA membuat laporan pelaksa-naan tugas penasehatan yang disampaikan kepada Dekan atau Ketua Jurusan/Program studi pada setiap akhir semester. Segala biaya yang diperlukan untuk kegiatan penasehatan mahasiswa dibebankan kepada anggaran belanja UMSU, dan tidak dipungut biaya apapun dan untuk alasan apapun dari mahasiswa.

(5) Kepada Dosen PA yang melaporkan pelaksanaan tugas penasehatannya selama satu semester diberikan imbalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang disampaikan pada akhir semester. BAB XII LABORATORIUM DAN PERPUSTAKAAN Pasal 41 (1) (2) Untuk program semester yang berintikan praktikum di laboratorium/studio dapat menggunakan fasilitas laboratorium yang dimiliki UMSU. Laboratorium UMSU terdiri dari : a. b. (3) (4) unit pelaksana teknis laboratorium universitas; unit pelaksana teknis laboratorium di bawah fakultas/jurusan/program studi;

Jadual kegiatan praktikum di laboratorium disusun menurut ketentuan Pasal 36 ayat (6) dan diumumkan seminggu sebelum jadwal praktikum. Pelaksanaan praktikum di laboratorium/studio dipimpin oleh dosen penanggung jawab atau asisten yang ditunjuk oleh Kepala Laboratorium atas persetujuan Rektor, dengan persyaratan pada dasarnya sama dengan persyaratan dosen menurut ketentuan yang diatur dalam Pasal 34. Mahasiswa bertanggung jawab dan wajib mengganti kerugian yang timbul atas kelalaiannya terhadap kerusakan atau kehilangan alat-alat laboratorium/studio selama mahasiswa mengikuti praktikum di laboratorium/studio.

(5)

(6)

Untuk ketertiban pelaksanaan praktikum di laboratorium/ studio dan menjamin pemeliharaan barang inventaris, Kepala Laboratorium membuat peraturan dan tata tertib laboratorium. Pasal 42 Untuk mendukung proses belajar mengajar, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sivitas akademika dapat menggunakan fasilitas Perpustakaan UMSU. Perpustakaan UMSU adalah perpustakaan yangr terdapat disemua kampus UMSU, baik yang dikelola oleh universitas maupun oleh unit lain UMSU, selanjutnya disebut Perpustakaan. Untuk dapat menggunakan fasilitas Perpustakaan UMSU seseorang harus menjadi anggota Perpustakaan UMSU dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Setiap anggota Perpustakaan UMSU yang memenuhi syarat menurut ayat (3) diberikan Kartu Tanda Anggota (KTA) Perpustakaan UMSU yang berlaku selama satu tahun atau karena sesuatu hal sampai Kartu Tanda Anggota itu ditarik atau dibatalkan. Anggota Perpustakaan yang merusak atau menghilangkan buku inventaris Perputakaan UMSU yang dipinjamnya wajib mengganti dengan buku baru dengan identitas yang sama. Ketentuan keanggotaan, peraturan dan tata tertib penggunaan Perpustakaan UMSU disusun oleh Kepala Perpustakaan UMSU. BAB XIII PENULISAN SKRIPSI/TUGAS AKHIR Pasal 43

(1) (2) (3) (4)

(5)

(6)

(1) (2)

(3)

Untuk menyelesaikan program pendidikan jenjang Strata I/Diploma III mahasiswa wajib menulis skripsi/tugas akhir dan menempuh ujian skripsi/tugas akhir. Mahasiswa dapat melaksanakan penulisan tugas akhir bila telah mengumpulkan beban studi minimum 90 sks, skripsi bila telah mengumpulkan beban studi minimum 130 sks dan tesis bila telah mengumpulkan beban studi minimum 20 sks dengan ketentuan telah menempuh kuliah dan UAS mata kuliah Metodologi Penelitian. Tahapan penulisan skripsi/tugas akhir yang wajib ditempuh oleh mahasiswa sekurangkurangnya terdiri dari : a. Tahap pertama, pengusulan rencana judul skripsi/tugas akhir; b. Tahap kedua, penetapan judul skripsi/tugas akhir dan pembimbing; c. d. Tahap ketiga, penulisan proposal dan seminar proposal; Tahap keempat, penelitian dan penulisan skripsi/tugas akhir serta proses pembimbingan. Pasal 44

(1)

Mahasiswa mengajukan usulan rencana judul skripsi/tugas akhir kepada Ketua Jurusan/Program studi, dengan persyaratan :

a. terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun akademik berjalan sesuai ketentuan Pasal 16 dan 19; b. melunaskan beban keuangan sesuai peraturan yang berlaku; c. telah mengumpulkan beban studi kumulatif minimum sesuai ketentuan pasal 43 ayat (2) diluar nilai E dengan indek prestasi kumulatif (IPK) minimum 2,00 dengan ketentuan telah mengikuti kuliah dan UAS mata kuliah Metodologi Penelitian. d. Mahasiswa mengajukan rencana judul skripsi/tugas akhir untuk mendapat pengesahan oleh Ketua Jurusan/Program studi dengan ketentuan bahwa materi dan ruang lingkup penelitian relevan dengan bidang ilmu mahasiswa pengusul. Ketua Jurusan/Program studi memberi tanda persetujuan untuk usulan judul skripsi/tugas akhir yang disetujui. Untuk pemeriksaan usulan judul skripsi/tugas akhir Ketua Jurusan/Program studi dapat memanggil mahasiswa pengusul guna menerima konsultasi. Pasal 45 (1) Mahasiswa mengajukan usulan judul skripsi/tugas akhir yang telah mendapat persetujuan Ketua Jurusan/Program studi beserta persyaratan menurut ketentuan Pasal 44 kepada Dekan untuk penerbitan surat penetapan judul skripsi/tugas akhir dan pembimbing. Berdasarkan ketentuan ayat (1) mahasiswa menulis proposal skripsi/tugas akhir dibawah bimbingan pembimbing yang ditunjuk, yang terdiri dari : b. c. Pembimbing I bertugas membimbing mahasiswa dalam persiapan dan pelaksanaan serta penulisan laporan hasil penelitian; Pembimbing II bertugas membantu Pembimbing I terutama dalam bidang teknis penulisan skripsi dan redaksional. Pasal 46 (1) (2) Pembimbing ditunjuk dan ditetapkan oleh Dekan dengan mempertimbangkan persyaratan, relevansi keilmuan, kualifikasi akademik dan beban tugas dosen yang bersangkutan. Pembimbing diangkat dari dosen dan/atau tenaga ahli yang memiliki kualifikasi sebagai berikut : a. berlatar belakang disiplin ilmu yang relevan dengan bidang ilmu dimana yang bersangkutan diangkat sebagai pembimbing; b. memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup dalam bidang penelitian dan penulisan karya ilmiah akademis; c. Pembimbing I memiliki ijazah dan jenjang jabatan dengan kepangkatan sebagaimana diatur dalam Pasal 34 ayat (8). d. Pembimbing II memiliki jenjang jabatan dan kepangkatan setinggi-tingginya setingkat dengan Pembimbing I, dan sekurang-kurangnya sesuai dengan ketentuan Pasal 34 ayat (9) dan telah mengajar minimum 3 (tiga) tahun di perguruan tinggi. Dalam hal jurusan/program studi tidak memiliki dosen yang memenuhi kualifikasi menurut ketentuan ayat (2), Dekan dapat meminjam dari fakultas/jurusan/program studi atau perguruan tinggi lain yang relevan. Dalam satu semester seorang dosen dapat membimbing paling banyak 10 (sepuluh) orang mahasiswa dengan memperhatikan rasio pembimbing dan mahasiswa bimbingan.

(2)

(2)

(3) (4)

(5)

Apabila pembimbing yang ditetapkan berhalangan atau tidak dapat melaksanakan tugas pembimbingan sebagaimana mestinya Dekan dapat mengangkat dan menetapkan dosen pembimbing pengganti dengan tetap mempedomani ketentuan menurut ayat (2). Pasal 47 Pembimbing memeriksa, mengarahkan dan menetapkan proposal skripsi/tugas akhir yang telah memenuhi ketentuan materi dan redaksional. Berdasarkan proposal skripsi menurut ayat (1) mahasiswa mengikuti seminar proposal skripsi/ tugas akhir dengan persyaratan : a. b. terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun akademik yang berjalan sesuai ketentuan Pasal 16 dan 19; melunaskan beban keuangan dan biaya seminar proposal sesuai peraturan yang berlaku;

(1) (2)

(3)

Jadwal pelaksanaan dan undangan seminar proposal skripsi/tugas akhir ditetapkan oleh Dekan dengan memperhatikan ketentuan menurut ayat (2). Susunan pelaksana seminar proposal terdiri atas : a. b. c. d. e. f. Dekan sebagai penanggung jawab; Pembantu Dekan I-III sebagai pengawas; Ketua Jurusan/Program studi sebagai pemimpin seminar; Pembimbing I-II sebagai pembanding; mahasiswa penyaji makalah; 3 orang mahasiswa penanggap.

(4)

(5) (6) (7)

Lama waktu yang disediakan untuk pelaksanaan seminar satu proposal skripsi/tugas akhir maksimum 60 (enam puluh) menit yang meliputi pengantar, pemaparan, tanggapan, jawaban, dan penutup. Dalam hal kedua dosen pembimbing tidak hadir dalam seminar proposal skripsi/ tugas akhir, pelaksanaan seminar proposal skripsi mahasiswa yang bersangkutan ditunda sampai waktu yang ditentukan kemudian. Segala biaya yang terserap untuk pelaksanaan seminar proposal skripsi/tugas akhir ditanggung oleh mahasiswa penyaji yang bersangkutan. Pasal 48 Mahasiswa dapat melanjutkan proses penulisan skripsi setelah proposal skripsi/ tugas akhir diterima dan disetujui dalam seminar proposal skripsi/tugas akhir sebagaimana diatur dalam Pasal 44, dengan ketentuan bahwa selama penulisan skripsi/tugas akhir mulai dari

(1)

persiapan, pelaksanaan penelitian dan penulisan laporan dibimbing oleh dan mahasiswa harus berkonsultasi kepada dosen pembimbing yang ditetapkan. (2) Dalam penulisan skripsi/tugas akhir dan pembimbingan, mahasiswa mengajukan naskah skripsi/tugas akhir untuk dikoreksi dan mendapat pengesahan kepada pembimbing per bab secara berurutan sampai bab terakhir, abstraksi dan daftar pustaka. Dalam pelaksanaan tugasnya dosen pembimbing harus secara intensif dan kritis memberikan bimbingan dan konsultasi kepada mahasiswa bimbingannya sampai skripsi/tugas akhir tersebut berhasil dipertahankan dalam skripsi/tugas akhir. Dalam pelaksanaan penelitian, percobaan, pengamatan, dan pengolahan data mahasiswa dapat memanfaatkan sarana dan fasilitas yang dimiliki oleh UMSU atas persetujuan Rektor. Masa berlakunya surat penetapan judul skripsi/tugas akhir dan pembimbing adalah satu tahun terhitung sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan : a. dapat diperpanjang atas usul pembimbing paling banyak dua kali perpanjangan dan masing-masing untuk masa tiga bulan; b. naskah skripsi/tugas akhir yang tidak selesai dalam masa berlaku dan/atau setelah dua kali perpanjangan masa berlaku dinyatakan kedaluarsa dan batal, dan selanjutnya mahasiswa mengikuti ketentuan yang diatur dalam Bab XII Peraturan ini. c. naskah skripsi/tugas akhir utuh yang telah disahkan oleh kedua pembimbing sebelum batas waktu kedaluarsa dibebaskan dari ketentuan kedaluarsa sampai menempuh ujian skripsi/ tugas akhir. Seluruh biaya yang terserap untuk persiapan dan pelaksanaan penelitian, pengolahan data, penulisan dan penggandaan skripsi/tugas akhir serta biaya lain yang berkaitan dengan itu ditanggung oleh mahasiswa yang bersangkutan. Pasal 49 Pedoman penulisan skripsi/tugas akhir yang meliputi pengusulan rencana judul skripsi/tugas akhir, penetapan judul skripsi/tugas akhir dan pembimbing, penulisan proposal dan sistematikanya, pelaksanaan seminar proposal, penulisan skripsi/tugas akhir dan sistematikanya, teknis/tatacara pengetikan dan penggandaan skripsi/tugas akhir , disusun dan ditetapkan oleh Dekan dengan berpedoman kepada ketentuan Bab XII Peraturan ini. Pasal 50 Pedoman penulisan tesis yang meliputi pengusulan rencana judul tesis, penetapan judul tesis dan pembimbing, penulisan proposal dan sistematikanya, pelaksanaan seminar proposal, penulisan tesis dan sistematikanya, teknis/tatacara pengetikan dan penggandaan tesis, disusun dan ditetapkan oleh Direktur dan diatur dalam peraturan tersendiri; BAB XIV UJIAN-UJIAN Pasal 51

(3) (4) (5)

(6)

(1) (2)

Untuk dapat menilai derajat tingkat kemamuan mahasiswa dalam menguasai kompetensi mata kuliah dalam satu periode tertentu, dilaksanakan ujian. Ujian dapat berbentuk ujian formatif (kuis atau assignment), ujian tengah semester (UTS), ujian akhir semester (UAS), ujian tesis untuk jenjang program Magister (S2), ujian skripsi untuk jenjang program Sarjana (SI) dan ujian tugas akhir untuk jenjang program Ahli Madya (D3). Ujian dilaksanakan oleh kepanitiaan ujian fakultas di bawah tanggung jawab Dekan. Penjadwalan dan pelaksanaan ujian formatif diatur oleh dosen berdasarkan SAP dan dilaksanakan untuk mengetahui derajat kemampuan mahasiswa dalam menguasai materi kuliah yang telah disajikan. Pasal 52 Ujian tengah semester (UTS) dilaksanakan pada tengah semester untuk mengetahui derajat kemampuan mahasiswa dalam menguasai materi kuliah yang telah disajikan selama setengah semester yang berjalan. Penjadwalan dan pelaksanaan UTS dilakukan oleh fakultas dan ditetapkan oleh Dekan berpedoman kepada kalender akademik. UTS dapat dilaksanakan setelah kegiatan tetap muka terjadwal untuk mata kuliah yang bersangkutan dilaksanakan minimum 6 (enam) kali. Mahasiswa dapat mengikuti UTS dengan memenuhi persyaratan : a. b. c. d. e. terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun akademik berjalan; aktif kuliah minimum 80% yang diperhitungkan dari awal sampai tengah semester; mengikuti UTS untuk mata kuliah yang tercantum di dalam KRS yang telah disahkan sesuai ketentuan Pasal 35; melunaskan beban keuangan sesuai peraturan yang berlaku; mematuhi tata tertib UTS yang berlaku.

(3) (4)

(1) (2) (3)

(4)

(5)

Untuk pelaksanaan UTS dibentuk Panitia UTS yang ditetapkan oleh Dekan, dengan susunan : a. b. c. d. Dekan sebagai Penanggung jawab; Pembantu Dekan I sebagai Ketua; Pembantu Dekan III sebagai Sekretaris; Ketua/Sekretaris Jurusan/program studi sebagai Anggota dan Koordinator Pengawas Ujian;

e. f. (6) (7)

Staf Bagian Tata Usaha sebagai pelaksana teknis; Dosen pengasuh sebagai penguji.

Untuk pelaksanaan ujian di kelas ditugaskan Pengawas Ujian yang diambil dari dosen Fakultas, disusun oleh Panitia UTS Fakultas dan ditetapkan oleh Dekan. Dalam pelaksanaan tugasnya Panitia Ujian menurut ayat (5) bertanggung jawab kepada Dekan, dan Pengawas Ujian menurut ayat (6) bertanggung jawab kepada Panitia UTS Fakultas. Peraturan Peserta UTS : a. Mahasiswa berhak mengikuti UTS dengan persyaratan : 1. aktif kuliah sampai tengah semester minimum 80%; 2. lunas beban keuangan sesuai peraturan yang berlaku; 3. membawa KRS yang telah ditandasahkan oleh Dekan/Pembantu Dekan I; b. Untuk mengikuti UTS peserta harus : 1. mengikuti ujian untuk mata uji yang tercantum di dalam KRS menurut jadwal dan kelas yang ditetapkan; 2. hadir di tempat ujian 15 (lima belas) menit sebelum ujian dimulai; 3. berbusana rapi menurut semestinya (mahasiswi dianjurkan berbusana muslimah); 4. menjawab soal ujian di lembar jawaban yang disediakan oleh Panitia Ujian, dan mencantumkan secara lengkap data kepesertaan pada form yang disediakan, termasuk nama program studi, jenjang program, dan kelas; 5. mengisi Daftar Peserta dan Nilai (DPN) UTS dengan mencantumkan NPM dan tanda tangan. c. Dalam mengikuti UTS peserta dilarang : 1. 2. memakai baju bermerek, celana koyak/belel, busana yangsecara etis dan norma dianggap tidak patut, dan memakai sandal; membawa tas, buku, majalah, koran, senjata/benda tajam/berbahaya, makanan/minuman, atribut organisasi/partai, alat komunikasi dan Iain-lain yang tidak berhubungan dengan pelaksanaan ujian, kecuali alat tulis yang di-izinkan oleh Pengawas;

(8)

3. melakukan tindak perbuatan yang dapat mengganggu ketertiban ujian; 4. melakukan perbuatan curang serta meminta bantuan kepada Pengawas atau peserta lain dalam menjawab ujian dengan cara dan bentuk apapun; 5. meninggalkan ruang ujian sebelum ujian berakhir, kecuali atas izin Pengawas; 6. menerima tamu, kecuali mendapat izin dari Panitia Ujian Fakultas.

d.

Peserta dikeluarkan dari ruang ujian dan ujiannya dinyatakan gugur, apabila : 1. tidak membawa KRS sesuai ketentuan Peraturan ini; 2. melanggar ketentuan yang diatur dalam Peraturan ini; 3. menempuh ujian untuk atas nama mahasiswa/peserta lain; 4. terlambat 15 menit setelah ujian berjalan, kecuali mendapat izin dari Panitia Ujian Fakultas.

e.

Ujian peserta dinyatakan batal apabila : 1. mengikuti ujian tetapi tidak menandatangani DPN UTS yang ditetapkan; 2. mengisi DPN UTS tetapi tidak menyerahkan lembar peker-jaan ujian kepada Pengawas; 3. menempuh ujian untuk mata uji yang tidak tercantum di dalam KRS yang bersangkutan.

Hal-hal yang belum tercantum di dalam Peraturan ini akan diatur kemudian. (9) Peraturan Pengawas UTS : a. b. Pengawas ditunjuk berdasarkan Surat Panggilan Mengawas dari Dekan; Pengawas mempunyai tugas : 1. mengawas di ruang ujian yang diatur oleh Panitia Ujian; 2. mengambil bahan ujian dari Panitia Ujian dan membagikan kepada peserta pada awal ujian sesuai dengan Peraturan Peserta UTS; 3. mengecek dengan teliti KRS masing-masing peserta dan menyesuaikan dengan data yang tercantum di dalam lembar jawaban dan DPN UTS; 4. memberikan peringatan kepada peserta tentang waktu mulai dan akhir ujian; 5. mengedarkan DPN UTS kepada seluruh peserta di ruang ujian pengawasannya; 6. mengisi Daftar Hadir Pengawas dan Berita Acara Ujian yang disediakan; 7. mengawasi peserta ujian di ruang ujian pengawasannya; 8. pada akhir ujian memeriksa kelengkapan lembar jawaban ujian dan disusun berurutan berdasarkan DPN UTS. c. Pengawas berkewajiban : 1. berbusana rapi menurut semestinya; 2. setiap bertugas memakai kokarde Pengawas yang diterbit-kan oleh Rektor;

3. hadir di ruang ujian pengawasannya 5 (lima) menit sebelum ujian dimulai, dengan ketentuan bahwa terlambat 30 menit sesudah ujian berjalan kehadirannya tidak diperhitungkan; 4. menciptakan dan memelihara ketenangan dan ketertiban selama ujian berlangsung; 5. mengambil tindakan sanksi terhadap peserta yang me-langgar Peraturan Peserta UTS; 6. melaporkan dalam Berita Acara Ujian situasi selama ujian berlangsung; 7. melaporkan semua dokumen hasil ujian kepada Panitia Ujian setelah ujian berakhir. d. Pengawas dilarang : 1. mondar-mandir, bercengkerama sesama Pengawas atau melakukan tindak perbuatan yang dapat mengganggu ketertiban ujian; 2. membantu peserta menjawab ujian dengan cara, bentuk dan alasan apapun; 3. membawa barang atau benda tajam dan/atau berbahaya ke dalam ruang ujian kecuali atas seizin Panitia Ujian; 4. mengambil tindakan terhadap peserta di luar ketentuan dalam Peraturan Peserta UTS. e. (10) Hal-hal yang belum tercantum di dalam Peraturan ini akan diatur kemudian.

Dosen penguji terdiri atas dosen pengasuh yang diangkat oleh Dekan sesuai ketentuan Pasal 34 ayat (8) dan (9). (11) Paling lambat 1 (satu) bulan setelah ujian berakhir Panitia Ujian Fakultas melaporkan pertanggungan jawab pelaksanaan UTS kepada Dekan. Pasal 53 (1) Ujian akhir semester (UAS) dilaksanakan pada akhir semester untuk mengetahui derajat kemampuan mahasiswa dalam menguasai materi kuliah yang telah disajikan selama satu semester yang berjalan. Penjadwalan dan pelaksanaan UAS dilakukan oleh fakultas dengan berpedoman kepada kalender akademik. UAS dapat dilaksanakan setelah kegiatan tetap muka terjadwal untuk setiap mata kuliah tersebut dilaksanakan minimum 80%. Mahasiswa dapat mengikuti UAS dengan memenuhi persyaratan : a. b. c. terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun akademik berjalan; aktif kuliah minimum 80% yang diperhitungkan dari awal sampai akhir semester; mengikuti UAS untuk mata kuliah yang tercantum di dalam KRS yang telah disahkan sesuai ketentuan Pasal 35;

(2) (3)

(4)

d. e. (5).

melunaskan beban keuangan sesuai peraturan yang berlaku; mematuhi tata tertib UAS yang berlaku.

Untuk pelaksanaan UAS dibentuk Panitia UAS yang ditetapkan oleh Dekan dan ditembuskan kepada Rektor, dengan susunan : a. b. c. d. e. f. g. h. Rektor sebagai Penanggung jawab; Pembantu Rektor sebagai Pengawas Pelaksana; Dekan sebagai Ketua; Pembantu Dekan I sebagai Sekretaris; Pembantu Dekan III sebagai Anggota; Ketua-Sekretaris Jurusan/Program studi sebagai Anggota; Kepala Bagian Tata Usaha fakultas sebagai Pelaksana Teknis; Dosen penanggung jawab/penguji.

(6) (7) (8)

Untuk pelaksanaan ujian di kelas ditugaskan Pengawas Ujian yang diambil dari dosen Fakultas, disusun oleh Panitia UAS Fakultas dan ditetapkan oleh Dekan. Dalam pelaksanaan tugasnya Panitia Ujian bertanggung jawab kepada Rektor melalui Dekan, dan Pengawas Ujian bertanggung jawab kepada Panitia UAS Fakultas. Peraturan Peserta UAS : a. Mahasiswa berhak mengikuti UAS dengan persyaratan : 1. aktif kuliah selama satu semester tersebut minimum 80%; 2. lunas beban keuangan sesuai peraturan yang berlaku; 3. membawa lembar asli KRS yang telah ditandasahkan oleh Dekan/Pembantu Dekan I dan memperoleh tanda cap khusus dari BAK-UMSU sebagai pengganti Kartu Tanda Peserta (KTPU) UAS. b. Untuk mengikuti UAS peserta harus : 1. mengikuti ujian untuk mata uji yang tercantum di dalam KRS menurut jadwal dan kelas yang ditetapkan; 2. hadir di tempat ujian 15 (lima belas) menit sebelum ujian dimulai; 3. berbusana rapi menurut semestinya (mahasiswi dianjurkan berbusana muslimah);

4. menjawab soal ujian di lembar jawaban yang disediakan oleh Panitia Ujian, dan mencantumkan secara lengkap data kepesertaan pada form yang disediakan, termasuk nama program studi, jenjang program, dan kelas; 5. mengisi Daftar Peserta dan Nilai (DPN) UAS dengan mencantumkan NPM dan tanda tangan. c. Dalam mengikuti UAS peserta dilarang : 1. memakai baju bermerek, celana koyak/belel, busana yang secara etis dan norma dianggap tidak patut, dan memakai sandal; 2. membawa tas, buku, majalah, koran, senjata/benda tajam/ berbahaya, makanan/minuman, atribut organisasi/partai, alat komunikasi dan Iain-lain yang tidak berhubungan dengan pelaksanaan ujian, kecuali alat tulis yang diizinkan oleh Pengawas; 3. melakukan tindak perbuatan yang dapat mengganggu keter-tiban ujian; 4. melakukan perbuatan curang serta meminta bantuan kepada Pengawas atau peserta lain dalam menjawab ujian dengan cara dan bentuk apapun; 5. meninggalkan ruang ujian sebelum ujian berakhir, kecuali atas izin Pengawas; 6. menerima tamu, kecuali mendapat izin dari Panitia Ujian Fakultas. d. Peserta dikeluarkan dari ruang ujian dan ujiannya dinyatakan gugur, apabila : 1. tidak membawa KRS menurut Peraturan ini; 2. melanggar ketentuan yang diatur dalam Peraturan ini; 3. menempuh ujian untuk atas nama mahasiswa/peserta lain; 4. terlambat 15 menit setelah ujian berjalan, kecuali mendapat izin dari Panitia Ujian Fakultas. e. Ujian peserta dinyatakan batal apabila : 1. mengikuti ujian tetapi tidak menanda tangani DPN UAS yang ditetapkan; 2. mengisi DPN UAS tetapi tidak menyerahkan lembar peker-jaan ujian kepada Pengawas; 3. menempuh ujian untuk mata uji yang tidak tercantum di dalam KRS yang bersangkutan. f. 9) Hal-hal yang belum tercantum di dalam Peraturan ini akan diatur kemudian. Peraturan Pengawas UAS : a. b. Pengawas ditunjuk berdasarkan Surat Panggilan Mengawas dari Dekan; Pengawas mempunyai tugas : 1. mengawas di ruang ujian yang diatur oleh Panitia Ujian;

2. mengambil bahan ujian dari Panitia Ujian dan membagikan kepada peserta pada awal ujian sesuai dengan Peraturan Peserta UAS; 3. mengecek dengan teliti KRS masing-masing peserta dan menyesuaikan dengan data yang tercantum di dalam lembar jawaban dan DPN UAS; 4. memberikan peringatan kepada peserta tentang waktu mulai dan akhir ujian; 5. mengedarkan DPN UAS kepada seluruh peserta di ruang ujian pengawasannya; 6. mengisi Daftar Hadir Pengawas dan Berita Acara Ujian yang disediakan; 7. mengawasi peserta ujian di ruang ujian pengawasannya; 8. pada akhir ujian memeriksa kelengkapan lembar jawaban ujian dan disusun berurutan berdasarkan DPN UAS. c. Pengawas berkewajiban : berbusana rapi menurut semestinya; 1. hadir di ruang ujian pengawasannya 5 (lima) menit sebelum ujian dimulai, dengan ketentuan bahwa terlambat 30 menit sesudah ujian berjalan kehadirannya tidak diperhitungkan; 2. menciptakan dan memelihara ketenangan dan ketertiban selama ujian berlangsung; 3. mengambil tindakan sanksi terhadap peserta yang me-langgar Peraturan Peserta UAS; 4. melaporkan dalam Berita Acara Ujian situasi selama ujian berlangsung; 5. melaporkan semua dokumen hasil ujian kepada Panitia Ujian setelah ujian berakhir. d. Pengawas dilarang : 1. mondar-mandir, bercengkerama sesama Pengawas atau melakukan tindak perbuatan yang dapat mengganggu ketertiban ujian; 2. membantu peserta menjawab ujian dengan cara, bentuk dan alasan apapun; 3. membawa barang atau benda tajam/berbahaya ke dalam ruang ujian kecuali mendapat izin dari Panitia Ujian; 4. mengambil tindakan terhadap peserta di luar ketentuan dalam Peraturan Peserta UAS. e. (10) Hal-hal yang belum tercantum di dalam Peraturan ini akan diatur kemudian.

Persyaratan Penguji sama dengan persyaratan dosen penanggung jawab sebagaimana diatur dalam Pasal 34 ayat (8) (11) Dosen yang belum memenuhi ketentuan menurut ayat (9) melak-sanakan ujian di bawah tanggung jawab dosen penguji yang ditetapkan..

(12)

Satu orang penguji dapat dibebankan tugas menguji maksimum 4 (empat) mata uji per semester per fakultas pada mata uji yang relevan dengan bidang ilmu dan/atau keahliannya. Paling lambat 1 (satu) bulan setelah ujian berakhir Panitia Ujian Fakultas melaporkan pertanggungan jawab pelaksanaan tugas Panitia Ujian Akhir Semester kepada Rektor melalui Dekan. Pasal 54 Ujian susulan dapat ditempuh oleh mahasiswa yang karena alasan atau halangan tertentu tidak dapat mengikuti ujian terjadwal, baik untuk UTS maupun UAS. Yang berhak mengikuti Ujian Susulan adalah mahasiswa yang tidak dapat mengkuti ujian terjadwal karena alasan : a. sakit, dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter atau pejabat berwenang; b. menunaikan tugas dinas atau sesuatu kegiatan yang dibebankan oleh instansi atau lembaga, dibuktikan dengan surat keterangan atau surat perintah perjalanan dinas dari pejabat berwenang; c. ditimpa musibah keluarga atau urusan keluarga yang tidak dapat ditinggalkan, dibuktikan dengan surat dari orang tua/wali; d. menunaikan perjalanan ibadah, seperti menunaikan ibadah umrah, haji dan Iain-lain, dibuktikan dengan foto copy dokumen pokok indikator perjalanan ibadah; e. terlambat membayar SPP sesuai ketentuan yang berlakil, dibuktikan dengan surat keterangan dari BAK UMSU; f. menghadapi ujian untuk dua atau lebih mata uji pada jadwal waktu yang bersamaan, dibuktikan dengan surat keterangan dari Panitia Ujian atau Pimpinan Fakultas. Mahasiswa menurut ketentuan ayat (2) dapat mengikuti Ujian Susulan dengan memenuhi persyaratan : a. b. c. d. terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun akademik berjalan sesuai dengan ketentuan Pasal 16 dan 19; lunas beban keuangan sesuai peraturan yang berlaku; mengisi KRS dan mengikuti perkuliahan minimum 80% dengan memenuhi semua beban kegiatan akademik lain untuk mata uji yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku; mengajukan permohonan dengan mengisi Kartu Rencana Ujian Susulan (KRUS) dengan melampirkan persyaratan : 1. tanda bukti sebagaimana dimaksud dalam ayat (2); 2. foto copy KRS semester yang bersangkutan dan telah ditandasahkan oleh Dekan/Pembantu Dekan I; 3. foto copy tanda bukti lunas beban SPP dan biaya ujian usulan sesuai peraturan yang berlaku.

(13)

(1) (2)

(3)

(4)

Ujian Susulan dilaksanakan secara kolektif pada jadwal dan tempat yang diatur oleh Dekan, paling lambat 1 (satu) bulan setelah ujian terjadwal.

(5) (6) (7) (8)

Ujian dilaksanakan secara tertulis dan diawasi oleh Pengawas yang ditunjuk oleh Dekan. Dalam hal tertentu dapat dilaksanakan dalam bentuk ujian lisan langsung oleh penguji. Persyaratan penguji untuk Ujian Susulan UAS sebagaimana diatur dalam Pasal 52 ayat (10) dan (11). Paling lambat sepekan sesudah Ujian Susulan diselenggarakan DPN-US sudah dilaporkan kepada Dekan. Untuk pelaksanaan ujian susulan kepada mahasiswa peserta dibebankan biaya penyelenggaraan ujian susulan sesuai peraturan yang berlaku. Pasal 55

(1)

Mahasiswa yang telah menyelesaikan penulisan skripsi/tugas akhir dan disahkan oleh kedua pembimbing menurut ketentuan Pasal 48 dan 49 dapat mengajukan permohonan menempuh ujian skripsi/tugas akhir.

(2)

Mahasiswa dapat menempuh ujian skripsi/tugas akhir dengan memenuhi persyaratan : a. b. terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun akademik berjalan; telah menyelesaikan seluruh beban kurikuler sesuai kurikulum yang berlaku dengan IPK minimum 2,00 dengan ketentuan:

c. tidak ada nilai E, d. nilai D maksimum 3 (tiga) mata uji dari kelompok MKK kurikulum lokal, e. f. (3) naskah skripsi/tugas akhir telah disahkan oleh kedua pembimbing dan telah diperbanyak rangkap 5 (lima) menurut ketentuan yang diatur dalam Pasal 49; memenuhi kewajiban keuangan sesuai peraturan yang berlaku.

Untuk menempuh ujian skripsi/tugas akhir mahasiswa mengajukan permohonan menempuh ujian skripsi dengan mengisi formulir permohonan dan melampirkan persyaratan : a. transkrip nilai sementara yang diterbitkan oleh Pembantu Dekan I, rangkap 2; b. foto copy KHS semester I sampai dengan semester terakhir, rangkap 2; c. foto copy tanda bukti lunas beban keuangan dan biaya ujian skripsi sesuai peraturan yang berlaku, rangkap 2; d. foto copy ijazah terakhir yang disahkan oleh pejabat berwenang, rangkap 2; e. surat rekomendasi pindah, transkrip dari perguruan tinggi asal dan lembar hasil konversi, bagi mahasiswa pindahan, rangkap 2; f. surat rekomendasi dari pejabat berwenang bagi mahasiswa asing, rangkap 2; g. pas foto terbaru hitam-putih ukuran 3 x 4 Cm. sebanyak 4 (empat) lembar dan ukuran 4 x 6 Cm. sebanyak 10 (sepuluh) lembar; h. surat keterangan bebas pinjaman buku dan telah memberikan sumbangan buku dari Kepala Perpustakaan UMSU, rangkap 2; i. skripsi yang telah ditandatangani oleh kedua pembimbing, Dekan dan Ketua Jurusan/Program studi, rangkap 4;

j. (4)

map jepit plastik sebanyak 2 buah.

Ujian skripsi/tugas akhir diselenggarakan oleh Fakultas, Dekan menunjuk dan menetapkan Panitia Ujian Skripsi dengan susunan : a. Dekan sebagai Ketua Penguji;

b. Pembantu Dekan I sebagai Sekretaris; c. d. e. (5) Pembantu Dekan III sebagai Anggota/Pengawas; Tim penguji 5 (lima) orang dosen dan/atau tenaga ahli; 1 (satu) orang notulis sidang.

Untuk menguji seorang mahasiswa dalam ujian skripsi/tugas akhir ditunjuk satu tim penguji yang terdiri atas 5 (lima) orang dosen yang ditetapkan oleh Dekan, sebagai berikut : a. b. c. 2 (dua) orang penguji utama, yaitu Penguji Utama I dan Penguji Utama II; 2 (dua) orang penguji pendamping yang diambil dari Pembimbing I dan Pembimbing II; 1 (satu) orang penguji kompetensi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

(6)

Persyaratan Penguji sama dengan persyaratan pada Pembimbing sebagaimana diatur dalam Pasal 46 ayat (2), dengan ketentuan bahwa kepangkatan Penguji Utama I sama dengan Pembimbing I. (7) Penguji kompetensi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan adalah dosen yang diangkat oleh Rektor sebagai penguji kompetensi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan pra ujian skripsi. (8) Satu periode pelaksanaan ujian skripsi dapat diikuti oleh paling banyak 6 orang peserta per program studi. (9) Bila ujian dilaksanakan dengan cara satu penguji menghadapi satu peserta, lama waktu yang disediakan untuk ujian per peserta per penguji antara 30 menit sampai 40 menit, kecuali bila peserta menghadapi satu tim penguji sekaligus di luar penguji al-Islam dan kemuhammadiyahan, lama waktu ujian untuk tim tersebut antara 60 menit sampai 75 menit. Ketua Panitia dapat menutup atau menghentikan ujian untuk seorang peserta atau satu tim penguji apabila waktu yang digunakan penguji melebihi batas waktu yang ditetapkan. (10) Jadwal ujian serta nama penguji ujian skripsi/tugas akhir ditentukan oleh Dekan, undangan/panggilan ujian skripsi ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Penguji dan ditandaketahui Rektor. (11) Undangan/panggilan ujian skripsi/tugas akhir dan naskah skripsi/tugas akhir yang akan diujikan harus sudah diterima oleh anggota- penguji paling lambat 5 hari sebelum ujian skripsi dilaksanakan. (12) Peserta ujian skripsi yang tidak hadir pada jadwal ujian skripsi yang telah ditentukan dinyatakan gugur, dan untuk mengikuti ujian skripsi/tugas akhir periode berikutnya wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam ayat (2) dan (3).

(13)

Seluruh biaya yang terserap untuk persiapan dan pelaksanaan ujian skripsi/tugas akhir serta biaya lain yang timbul berkaitan dengan itu ditanggung oleh mahasiswa peserta yang bersangkutan. Ketentuan teknis pelaksanaan ujian skripsi/tugas akhir meliputi persiapan, tatacara ujian, pengaturan waktu penguji, ruang lingkup materi ujian dan ketentuan teknis lain yang terkait dengan pelaksanaan ujian skripsi menurut Pasal 54 ini, tercakup dalam Pedoman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49. Pasal 56

(14)

(1) (2)

(3) (4)

Penilaian keberhasilan belajar mahasiswa didasarkan atas nilai yang diberikan atas hasil yang diperoleh dari pelaksanaan ujian formatif, UTS, UAS dan ujian skripsi/tugas akhir. Selain memperhatikan hasil ujian, penilaian keberhasilan belajar mahasiswa dapat juga didasarkan atas penilaian pelaksanaan tugas, seperti keikutsertaan dalam seminar, penulisan makalah, praktikum, pembuatan laporan, pembuatan rancangan atau tugas lain serta hasil pengamatan. Nilai yang diberikan atas hasil yang diperoleh dari pelaksanaan ujian formatif dan UTS diberikan dalam bentuk nilai angka dengan rentang antara 10 - 100; nilai UTS dituangkan ke dalam DPN UTS. Nilai yang diberikan sebagai nilai akhir UAS dengan mempertimbangkan nilai hasil ujian formatif, tugas, praktikum, UTS, dan atas hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan UAS, serta nili akhir hasil ujian skripsi/tugas akhir diberikan dalam bentuk nilai angka dengan rentang 10 - 100 kemudian dikonversi menjadi nilai huruf yang dituangkan ke dalam DPN UAS (berita acara untuk ujian skripsi/tugas akhir), dengan pembobotan dan predikat dari nilai rata-rata patokan sebagai berikut : Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 Nilai Angka 85 - 100 80 - 84,99 75 - 79,99 70 - 74,99 65 - 69,99 60 - 64,99 55 - 59,99 0 - 54,99 Nilai Huruf A B/A B C/B C D/C D E Bobot 4 3,5 3 2,5 2 1,5 1 0 Predikat Istimewa Sangat Baik Baik Cukup Baik Cukup Kurang dari Cukup Kurang Gagal

(5)

Pendekatan yang digunakan dalam penentuan derajat penilaian dapat menggunakan Pola Acuan Patokan (PAP), atau Pola Acuan Norma (PAN), atau campuran antara PAP dan PAN, dengan menganjurkan lebih menggunakan pendekatan PAN dengan kurva normal.

(6) (7) (8) (9)

Pedoman penilaian hasil ujian formatif, UTS dan UAS diatur dalam ketentuan khusus dan ditetapkan oleh Rektor. Penentuan penilaian atas hasil ujian susulan UTS berpedoman kepada ketentuan menurut ayat (3), dan atas hasil ujian susulan UAS berpedoman kepada ketentuan ayat (4). Uji kompetensi Al-Islam Kemuhammadiyahan dilaksanakan melalui ujian komprehensif dan merupakan pra ujian skripsi/tugas akhir. Perhitungan nilai akhir hasil ujian skripsi/tugas akhir diperoleh dari penggabungan nilai yang diberikan oleh kelima penguji menurut ketentuan Pasal 55 ayat (5), dengan persentase : a. b. Nilai dari Penguji Utama I Nilai dari Penguji Utama I = 35 %;

= 30 %; c. Nilai dari Penguji Pendamping I = 20 %; d. Nilai dari Penguji Pendamping II 15 %; Jumlah = 100 %; dan hasil penjumlahan berdasarkan persentase tersebut dikonversi menjadi nilai huruf dan predikat kelulusan menurut ketentuan ayat (4) yang dicantumkan di dalam berita acara ujian skripsi dan diumumkan pada akhir sidang ujian skripsi, dengan ketentuan : a. b. nilai akhir batas lulus ujian skripsi/tugas akhir minimum nilai C; =

(10) (11)

peserta yang memperoleh hasil di bawah nilai C diwajibkan menempuh ujian ulangan sebanyak-banyaknya 3 (tiga) kali ujian ulangan dalam waktu yang ditentukan; c. bila dari tiga kali ujian ulangan tetap belum mencapai nilai akhir C, skripsi dinyatakan batal dan mahasiswa diwajibkan menulis skripsi baru dan menempuh ujian skripsi menurut ketentuan dalam Bab XIV dan Pasal 55. Perhitungan nilai akhir hasil ujian tesis diatur dalam peraturan tersendiri; Nilai rata-rata yang diperoleh mahasiswa dalam satu program dinyatakan dalam Indeks Prestasi (IP), terdiri atas jenis : a. IP Semester, sebagai IP yang dihitung pada akhir semester yang dipergunakan sebagai dasar untuk mengetahui derajat keberhasilan belajar dalam satu semester; b. IP Kumulatif, sebagai IP yang dihitung pada akhir program studi lengkap atau pada akhir beberapa semester untuk seluruh mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa; c. yang dihitung dengan rumus : ? ( N x K )

(10)

?K Predikat kelulusan mahasiswa dalam satu program studi lengkap terdiri atas 3 (tiga) tingkat, yaitu : memuaskan, sangat memuaskan, dan dengan pujian, yang dinyatakan pada transkrip akademik, dan IP Kumulatif sebagai dasar penentuan predikat kelulusan : 1. Program Sarjana dan Program Diploma : a. IPK 2,00 - 2,75 dengan predikat Memuaskan; b. IPK 2,76 - 3,50 dengan predikat Sangat Memuaskan; c. 2. IPK 3,51 - 4,00 dengan predikat Dengan Pujian. Program Magister : a. IPK 2,75 - 3,40 dengan predikat Memuaskan; b. IPK 3,41 - 3,70 dengan predikat Sangat Memuaskan; c. 3. IPK 3,71 - 4,00 dengan predikat Dengan Pujian.

Predikat Dengan Pujian ditentukan juga disamping pencapaian IPK sebagaimana dimaksud diatas dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. masa studi maksimum yaitu n tahun (masa studi minimum) + 1 tahun untuk Program Sarjana, 3 tahun untuk Program Diploma III dan 0,5 tahun untuk Program Magister; b. bukan mahasiswa pindahan dari program studi, fakultas atau perguruan tinggi lain; c. bila mengambil masa BSS sesuai dengan peraturan yang berlaku maksimum 2 tahun akademik; d. e. nilai mata uji kelompok MKK minimum B; tidak mengambil UPN di luar semester;

2.

Mahasiswa yang mencapai IPK 3,51 - 4,00 tetapi tidak memenuhi syarat menurut butir 1 di atas diberikan predikat Sangat Memuaskan. BAB XV IJAZAH DAN WISUDA Pasal 57

(1)

Mahasiswa yang telah menyelesaikan beban program studi kurikuler sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku berhak atas gelar akademik atau sebutan profesional : a. gelar Magister bagi lulusar program Pascasarjana;

b. c. (2)

gelar Kesarjanaan bagi lulusan program Sarjana; sebutan Ahli Madya bagi lulusan program Diploma III;

Ketentuan tentang bentuk dan jenis gelar dan sebutan, singkatan dan penggunaannya sebagaimana dimaksud ayat (1) diatur menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 58 Kepada lulusan jenjang program Diploma III, lulusan jenjang program Sarjana dan lulusan jenjang Program Magister sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku diberikan ijazah dan transkrip. Ijazah diterbitkan oleh UMSU, untuk program Sarjana dan Diploma ditandatangani oleh Rektor dan Dekan, untuk program Magister ditandatangani oleh Rektor dan Direktur Program Pascasarjana. Ketentuan bentuk ijazah dan transkrip diatur dalam peraturan tersendiri. Foto copy ijazah dan foto copy transkrip akademik a. untuk program Sarjana dan Diploma III ditandasahkan oleh Dekan, dan dalam hal Dekan berhalangan maka penandasahan ditandatangani oleh Pembantu Dekan I atas nama Dekan. b. untuk program Magister ditandasahkan oleh Direktur dan dalam hal Direktur berhalangan maka penandasahan ditandatangani oleh Ketua Program Studi atas nama Direktur. Untuk dapat memperoleh ijazah dan transkrip akademik, mahasiswa program Diploma III/ Sarjana harus memenuhi persyaratan : a. b. c. skripsi/ tugas akhir/tesis telah dicetak dan dijilid rapi sesuai ketentuan Pasal 49; telah mengikuti wisuda menurut ketentuan Pasal 54; telah melunaskan beban keuangan dan biaya ijazah sesuai peraturan yang berlaku;

(1) (2)

(3)

(4)

(5)

Mahasiswa yang telah memenuhi ketentuan ayat (4) membutuhkan ijazah dan transkrip akademik untuk sesuatu keperluan tetapi belum mengikuti wisuda, dapat diberikan foto copy ijazah dan transkrip akademik yang telah disahkan menurut ketentuan ayat (3), sedangkan lembar asli ijazah dan transkrip akademik diberikan setelah mahasiswa tersebut mengikuti wisuda. Pasal 59 Setiap lulusan UMSU menurut Pasal 55 ayat (1) wajib mengikuti wisuda. Wisuda diselenggarakan oleh UMSU, dan untuk pelaksanaannya Rektor mengangkat Panitia Wisuda yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Rektor. Wisuda dilakukan dalam suatu Rapat Terbuka Senat UMSU yang diselenggarakan khusus untuk itu dipimpin oleh Rektor selaku Ketua Senat UMSU. Wisuda diselenggarakan sekurang-kurangnya dua kali dalam satu tahun akademik. Jadwal pelaksanaan wisuda diatur oleh Panitia Wisuda dengan berpedoman kepada kalender akademik.

(1) (2) (3) (4)

(5)

Atribut wisuda terdiri atas : a. Atribut Senator : 1. jubah dan toga untuk seluruh senator; 2. kalung pimpinan untuk Rektor, Pembantu Rektor ,Dekan/Direktur; 3. kalung guru besar untuk guru besar UMSU. b. Atribut peserta wisuda : 1. jubah dan toga; 2. selempang atau medali UMSU yang dikalungkan; 3. map atau tabung ijazah; 4. buku wisuda, bila dianggap perlu.

(6) (7)

Dalam upacara wisuda diserahkan ijazah dan transkrip akademik mahasiswa dalam bentuk simbolis. Ketentuan teknis penyeleng-garaan wisuda diatur oleh Panitia Wisuda. Pelantikan dan penyerahan ijazah kepada wisudawan dilakukan oleh Rektor didampingi oleh Dekan. Dalam hal Rektor atau Dekan berhalangan, maka tugasnya digantikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik. Acara wisuda sekurang-kurangnya terdiri atas : a. b. c. d. e. f. g. h. Upacara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya; Pembacaan ayat Al-Qur'an; Pidato wisuda; Kata-kata sambutan; Laporan Panitia wisuda/pembacaan surat keputusan wisuda; Pelantikan Magister, Sarjana dan Ahli Madya;

(8)

Pengucapan ikrar/janji; Penyerahan ijazah; (9) Mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta wisuda tetapi tidak hadir dalam upacara wisuda pada waktu yang ditentukan dinyatakan telah mengikuti wisuda. (10) Biaya penyelenggaraan wisuda dibebankan kepada peserta wisuda yang pengaturan dan pengelolaan keuangannya diatur oleh Panitia Wisuda dengan persetujuan Rektor.

BAB XVI PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Pasal 60 (1) (2) (3) (4) Untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dilaksanakan penelitian. Penelitian dapat dilaksanakan dalam bentuk penelitian institusional, penelitian kelompok, atau penelitian mandiri. Penelitian institusional dan/atau penelitian kelompok dapat dilakukan pada tingkat universitas, fakultas, jurusan/program studi atau kelompok ilmu tertentu. Satu tim penelitian terdiri atas sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang yang terdiri dari seorang ketua merangkap anggota dan sebanyak-banyaknya 4 orang anggota, dengan ketentuan bahwa seseorang tidak boleh menjadi ketua pada lebih dari satu proyek penelitian untuk waktu yang sama. Dalam pelaksanaan operasional penelitian dapat melibatkan sejumlah mahasiswa menurut kebutuhan sebagai tenaga pembantu yang berada di bawah tanggung jawab ketua tim penelitian. Dalam pelaksanaan atau untuk mendukung kegiatan penelitian, peneliti atau tim penelitian dapat memanfaatkan sarana dan fasilitas UMSU setelah mendapat persetujuan Rektor. Dana penelitian dapat bersumber dari UMSU, swadana peneliti, atau penyandang dana lain yang sah. Setiap usulan penelitian dan laporan hasil penelitian, termasuk penelitian yang diselenggarakan oleh lembaga kemahasiswaan intrauniversiter UMSU, harus mendapat persetujuan dan pengesahan dari Dekan dan Ketua Pusat Penelitian dan Karya Ilmiah (PPKI) UMSU. Pasal 61 (1) (2) Untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dilakukan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terpadu, desa binaan, atau kegiatan lain yang sejenis, yang dapat dilaksanakan dalam lingkup institusional, kelompok, atau mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat institusional dan/atau kelompok dapat dilakukan pada tingkat universitas, fakultas, jurusan/program studi, lintas disiplin ilmu atau kelompok ilmu tertentu. Untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat institusional dan /atau kelompok, satu tim pengabdian terdiri atas sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang yang terdiri dari seorang ketua merangkap anggota dan sebanyak-banyaknya 4 orang anggota, dengan ketentuan bahwa seseorang tidak boleh menjadi ketua pada lebih dari satu proyek pengabdian kepada masyarakat untuk waktu yang sama.

(5)

(6) (7) (8)

(3) (4)

(5)

Dalam pelaksanaan operasional pengabdian kepada masyarakat dapat melibatkan sejumlah mahasiswa menurut kebutuhan sebagai tenaga pembantu pelaksana di lapangan yang berada di bawah tanggung jawab ketua tim pengabdian kepada masyarakat yang bersangkutan. Dalam pelaksanaan atau untuk mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim pengabdian dapat memanfaatkan sarana dan fasilitas UMSU setelah mendapat persetujuan Rektor. Dana pengabdian kepada masyarakat dapat bersumber dari UMSU, swadana tim pengabdian, atau penyandang dana lain yang sah. Setiap usulan pengabdian kepada masyarakat dan laporan hasil plaksanaannya, termasuk yang diselenggarakan oleh lembaga kemahasiswaan intrauniversiter UMSU, harus mendapat persetujuan dan pengesahan dari Dekan dan Ketua Pusat Pengabdian dan Pemberdayan Masyarakat (P3M) UMSU. Pasal 62

(6)

(7) (8)

(1) (2) (3) (4)

KKN Terpadu diselenggarakan oleh UMSU bersifat lintas disiplin ilmu. Pelaksanaan KKN Terpadu melibatkan mahasiswa yang telah menyelesaikan beban studi kurikuler minimum 110 sks dengan IP Kumulatif minimum 2,00. Untuk mendampingi mahasiswa dalam pelaksanaan KKN Terpadu ditunjuk dosen supervisor yang ditetapkan oleh Dekan. Ketentuan pembiayaan KKN Terpadu diatur dalam peraturan tersendiri yang ditetapkan oleh Rektor. Pasal 63 Pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat termasuk KKN Terpadu berada di bawah koordinasi dan pembinaan PPKI dan P3M UMSU. Pedoman penelitian menurut Pasal 60 yang meliputi usulan penelitian, pelaksanaan penelitian, pelaporan hasil penelitian, pembiayaan, dan tatacara penulisan, ditetapkan oleh Dekan. Pedoman pengabdian kepada masyarakat menurut Pasal 61 yang meliputi usulan, pelaksanaan dan pelaporan hasil, pembiayaan, dan tatacara penulisan, ditetapkan oleh Dekan. Ketentuan KKN Terpadu menurut Pasal 62 yang meliputi persiapan, pelaksanaan, penilaian dan supervisi termasuk persyaratan dosen supervisor, pembiayaan, dan pelaporan, diatur dalam Pedoman KKN Terpadu yang ditetapkan khusus.

(1) (2) (3) (4)

BAB XVII PENUTUP

Pasal 64 Semua peraturan mengenai akademik yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diganti berdasarkan Peraturan ini. Pasal 65 (1) (2) (3) Hal-hal yang belum diatur dan/atau belum tercantum di dalam Peraturan ini akan ditetapkan kemudian. Peraturan ini berlaku pada tanggal ditetapkannya, dengan ketentuan akan ditinjau kembali atau diperbaiki sebagaimana mestinya bilamana dipandang perlu. Dengan dikeluarkannya Peraturan ini, maka semua ketentuan terdahulu yang bertentangan dengannya dinyatakan tidak berlaku lagi. Ditetapakan di Pada Tanggal 1428 H Januari 2008 M : Medan : 24 Dzulhijjah 3

Rektor,

H. Bahdin Nur Tanjung, S.E., M.M.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->