P. 1
Tv Dan Radio

Tv Dan Radio

|Views: 98|Likes:
Published by Farhan Rivaldi

More info:

Published by: Farhan Rivaldi on May 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2013

pdf

text

original

NAMA :ALFIAN PRATAMA NIM : 10220008 Tugas Televisi dan Video

Pertanyaan 1. Jelaskan dan gambarkan cara kerja tv tunner ! 2. Apa fungsi dari AFC, AGC, ACC, ABL, dan AFT ? 3. Jelaskan dan gambarkan sinkronisasi horizontal ! 4. Berapakah besar frekuensi VIF, SIF, Horizontal, Vertikal, dan color? 5. Apakah kegunaan dari deflexion yuke? 6. Gambarkan sinyal dari video komposit, video modulasi, dan audio modulasi? 7. Apa gunanya dari bagian sinkronisasi separator? 8. Jelaskan apa yang di maksud dengan vistigel, emphasis, dan de-emphasis? 9. Berapakah frekuensi lokal yang harus di bangkitkan bila kita ingin mendapatkan saluran dengan video carrier 625,25 MHz ? 10. Apakah yang di maksud dengan luminansi? Jawab 1. Fungsi utama tuner adalah untuk menala frekuensi radio kemudian frekuensi yang tertala tersebut diubah menjadi frekuensi baru yang dinamakan frekuensi IF. Frekuensi IF ini yang berisi informasi-informasi/data-data yang dibawa oleh carier/frekuensi radio yang dipancarkan yang nantinya diproses dan diurai menjadi informasi-informasi yang terpisah (mudahnya, jika pada TV yaitu sinyal video dan sinyal audio). Metode untuk menghasilkan IF umumnya menggunakan metode mixing (pecampuran/heterodyning) dengan osilator lokal, selisih pengurangan atau penjumlahan antara frekuensi lokal dengan frekuensi yang ditala tersebut dinamakan intermediate frequency (IF) yang umumnya besarnya jauh sekali di bawah dari 2

frekuensi yang dicampur tersebut. Besarnya frekuensi IF yang dihasilkan tuner sangat bervariasi, paling sering dijumpai sekitar 38,9MHz (TDQ-38), kadang ada juga yang 44MHz. Frekuensi IF inilah yang akan diproses/didekoder oleh rangkaian IF hingga akhirnya dihasilkan gambar, suara atau informasi-informasi lain misalnya data teletext, multiplex/nicam dan lain-lain.

2. Fungsi Rangkaian AGC, AFT, AFC, ACC, ABL • AGC (Automatic Gain Control) Rangkaian AGC berfungsi mengatur penguatan pesawat secara otomatis , sehingga dihasilkan output yang setabil , jik sinyal yang diterima oleh antenna cukup kuat , maka AGC akan menurunkan tingkat penguatan RF Amp dan IF Amp , begitu pula sebaliknya. Pengaturan AGC yang kurang tepat dapat menghasilkan kualitas gambar yang kurang baik (fading), yaitu perubahan kuat sinyal yang ditangkap oleh penerima. • AFT (Automatic Fine Tune) Dalam blok skema rangkaian televisi terdapat AFT (Automatic Fine Tune), berfungsi untuk mengunci channel/gelombang yang tertala/tertangkap oleh tuner. Pada tuner TV terdapat pin VT, yaitu pin yang berfungsi sebagai pin masukan untuk tegangan kontrol tuning (untuk menggeser frekuensi tuning/talaan). Juga terdapat pin AFT yang berfungsi untuk menggeser “sedikit” (naik atau turun) terhadap frekuensi yang ditala oleh pin VT.

AFC (Automatic Frequency Control) Fungsi utama AFC adalah untuk menyetabilkan frekuensi osilasi horisontal, karena sistemnya yang otomatis dan ‘terkunci/terkontrol’ tersebut maka pulsa sampel dari output osilator lebih sering disebut sebagai sinyal AFC (automatic frequency control) atau H SYNC. Sinyal AFC pada perangkat TV umumnya mengambil/menyadap dari salah satu sekunder FBT. Besar level pulsa harus tetap dijaga agar cukup untuk ‘memandu’ pelukisan gambar dan warna. Terganggunya pulsa AFC horisontal dapat menyebabkan tidak terkuncinya osilator horisontal sehingga gambar tidak bisa tercetak (ngolat-ngolet, karena kordinat titik gambar tidak diketahui), warna tidak bisa ditampilkan, OSD tidak ada dan lain-lain.

ACC (Automatic Color Control) Rangkaian ACC digunakan untuk mengontrol sinyal warna agar tetap konstan dengan cara mendeteksi amplitudo burs warna dengan detektor, dan penguatan penguat bandpass dikontrol oleh tegangan searah yang berasal dari detektor ACC tersebut.

ABL (Automatic Brightnees Level) Di dalam rangkaian penguat video terdapat pula rangkaian ABL (automatic brightnees level) atau pengatur kuat cahaya otomatis yang berfungsi untuk melindungi rangkaian tegangan tinggi dari tegangan muatan lebih yang disebabkan oleh kuat cahayapada layar kaca.

3. Sinkronisasi Horizontal adalah : Osilator Horisontal Blok ini lebih sering disebut sebagai osilator jungle. Osilator adalah perangkat/blok yang berfungsi sebagai pembuat/generator pulsa atau frekuensi dengan frekuensi tertentu. Pada perangkat TV terdiri dari osilator horisontal dan osilator vertical. Osilator-osilator ini bekerja secara free-running yaitu bekerja pada frekuensi tertentu dan dapat berubah frekuensinya dengan toleransi pergeseran yang telah dibatasi. Perubahan frekuensi ini disebabkan karena proses sinkronisasi oleh sinyal sinkronisasi yang dibawa oleh sinyal masukan.

Pulsa keluaran osilator horisontal berbentuk persegi, besar frekuensinya berkisar 15,625 Hz dan berubah berdasarkan format video yang akan ditampilkan. Pulsa horisontal ini yang akhirnya dikuatkan oleh blok horisontal output. Fungsi Rangkaian Horizontal
• •

Membangkitkan tegangan pulsa-pulsa berbentuk gigi gergaji Membangkitkan tegangan tinggi untuk mengisi anode tabung gambar.

Cara kerja Rangkaian Horizontal Cara kerja rangkaian Horizontal adalah dengan mengumpankan tegangan pulsa-pulsa berbentuk gigi gergaji yang berasal dari kolektor transistor HOT (Horizontal Output Transistor) ke kumparan defleksi yoke. Tegangan pulsa-pulsa berbentuk gigi gergaji ini digunakan untuk mengendalikan sinar elektron tabung gambar agar melakukan penyapuan (scanning) dari bagian kiri kearah bagian kanan layar dan dengan cepat akan dikembali lagi ke bagian kiri layar untuk memulai lagi penyapuan satu garis horisontal lagi, begitu seterusnya. Tegangan pulsa-pulsa berbentuk gigi gergaji juga diumpankan ke trafo flyback (HVT/FBT), dari trafo flyback inilah dihasilkan tegangan tinggi yang digunakan untuk mengisi anode tabung. 4. Besarnya Frekuensi : • • • • • Video IF = 38,9 MHz Sound IF = 33,4 MHz Horizontal = 15.625 Hz Vertikal = Besar frekuensi vertikal tergantung dari jenis/format video masukan antara lain 50, 60 dan 72Hz. Namun, umumnya adalah 50 Hz Color = 4,43 MHz

5. Fungsi Defleksi Yoke : • Menghasilkan arus defleksi yang cukup untuk Deflection Yoke untuk scanning electric beam dalam arah horizontal. • Membangkitkan tegangan tinggi melalui gulungan skunder fly back, dan tegangan ini diumpankan ke elektroda anoda CRT dan elektroda afokus.

6. Sinyal Video Komposit Untuk dapat mempertahankan kompatibilitas, maka diperlukan sinyal yang dapat mengandung informasi warna selain gambar dalam satu jalur. Sinyal video yang mengandung informasi warna, gambar dan sync dalam satu jalur disebut sinyal komposit.

Sinyal komposit didapat dari proses encoding dari sinyal komponen. Sinyal gambar (Y = Luminance) didapat langsung dari keluaran proses matriks. Sinyal warna ( C = Chrominance = Chroma) didapat dari penjumlahan modulasi DSB supressed carrier sinyal-sinyal informasi warna U dan V dengan frekuensi pembawa (fcarrier) dengan beda fasa 1800. Sinyal video komposit ini sangat luas dipergunakan dan dapat ditemukan sebagai masukan pada jalur transmisi televisi konvensional dan dalam berbagai format perekaman video seperti Betamax, VHS, 8mm, U-matic, 1-Inch. Pada peralatan video, sinyal komposit ini biasanya ditransmisikan menggunakan 1 kabel video dengan impedansi 75 Ohm (RG-59), dengan konektor BNC atau RCA. • Sinyal Video Modulasi dan Audio Modulasi Sistem modulasi adalah proses penumpangan atau pencampuran sinyal informasi pada frekuensi carrier, dimana salah satu atau lebih parameter frekuensi carrier berubahubah sesuai dengan perubahan sinyal informasi. Fungsi dari modulasi itu sendiri adalah untuk mencegah pengaruh interferensi, sistem transmisi multipleks, efisiensi kontruksi antena dan membuat perubahan parametrik.

Dalam sistem televisi analog modulasi yang digunakan adalah modulasi analog yaitu modulasi amplitudo untuk proses sinyal video dan modulasi frekuensi untuk proses sinyal audio. Bentuk gelombang AM dan FM ditunjukkan pada gambar di bawah ini :

7. Pemisah Sinkronisasi ( Sinkronisasi Separator ) Didalam sinyal CVBS terkandung sinyal sinkronisasi. Sinyal CVBS ini masuk ke pemisah sinkronisasi, tujuannya guna mengambil/mengekstrak pulsa sinkronisasi horisontal dan vertikal. Pulsa sinkronisasi horisontal digunakan untuk mengontrol atau mengunci frekuensi osilator horisontal, begitu juga sinyal sinkronisasi vertikal yang digunakan untuk mengontrol atau mengunci frekuensi output vertikal. 8. Emphasis : Pada dasarnya adalah teknik yang digunakan untuk transmisi FM. Artinya meningkatkan (meningkatkan amplitudo) semakin tinggi frekuensi dari sinyal modulasi sehingga dapat meningkatkan signal to noise ratio. Ini dilakukan pada saat transmisi. Noise mempengaruhi tinggi frekuensi lebih dari frekuensi yang lebih rendah. De-Emphasis : Ini dilakukan pada saat penerimaan sinyal FM itu berarti menurunkan amplitudo dari frekuensi yang lebih tinggi (ditingkatkan pada saat transmisi) sehingga

kebisingan Komponen yang mencampur di tme transmisi terputus dan kami menerima kualitas yang lebih baik dari sinyal. AM Vestigial Sideband (VSB) : adalah suatu bentuk modulasi amplitudo dimana signal pembawa dan satu sideband lengkap ditransmisikan tapi hanya bagian sideband kedua yang ditransmisikan. Sistem VSB terkenal paling luas adalah bagian gambar dari signal broadcasting televisi komersial.

9. Frekuensi lokal yang harus dibangkitkan bila salurannya dengan video carrier 625,25 MHz adalah : berkisar antara 407 MHz sampai 806 MHz.

10. Di dalam sinyal video CVBS yang diproses terdiri dari sinyal sinkronisasi, sinyal luminance (brightness) dan sinyal color/warna. Masing-masing saling berhubungan dan tersinkronisasi. Sinyal sinkronisasi digunakan sebagai pemandu/pengunci osilator-osilator jungle (vertikal dan horisontal), sinyal luminance (Y) berfungsi mengeset kuantitas elektron/brightness (terang-tidaknya gambar) dan sinyal warna (color/chroma) yang berisi elemen-elemen warna. Sinyal chroma terdiri dari beberapa sinyal warna dengan kuantitas warna yang ditentukan oleh besar level saturation, semakin tinggi levelnya semakin banyak warna yang dihasilkan/didekoder. Sinyalsinyal warna yang telah terdeteksi dan terdekoder tersebut akan dicampur dengan sinyal luminance (Y) oleh blok matrik guna menghasilkan warna-warna yang ditampilkan (secara mudahnya dapat dikatakan sebagai peracik dari 3 warna RGB menjadi warna yang full color).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->