Silakan baca: Permintaan pribadi dari pendiri Wikipedia Jimmy Wales

[Sembunyikan] [Tampilkan] Wikipedia Selamanya Pengetahuan bersama kita. Kekayaan bersama kita. Bantu kami melindunginya. [Tampilkan] Wikipedia Selamanya Pengetahuan bersama kita. Kekayaan bersama kita. Bantu kami melindunginya.

Suku Alas
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Suku Alas
Jumlah populasi kurang lebih 180.000 JIwa. Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan Aceh Tenggara: 178.240 Jiwa Bahasa bahasa Alas. Agama Islam. Kelompok etnis terdekat suku Gayo, dan suku Karo.

Suku Alas merupakan salah satu suku yang bermukim di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh (yang juga lazim disebut Tanah Alas). Kata "alas" dalam bahasa Alas berarti "tikar". Hal ini ada kaitannya dengan keadaan daerah itu yang membentang datar seperti tikar di sela-sela Bukit Barisan. Daerah Tanah Alas dilalui banyak sungai, salah satu diantaranya adalah Lawe Alas( Sungai Alas).

Tanah Alas merupakan lumbung padi untuk daerah Aceh. artinya garis keturunan laki-laki.dan kemiri. Aceh Tenggara. [sunting] Sejarah Ukhang Alas atau khang Alas atau Kalak Alas telah bermukim di lembah Alas. Kampung atau desa orang Alas disebut kute. dan sapi. kopi.Bahasa Alas mirip dengan bahasa Batak (Karo. Anggota satu merge berasal dari satu nenek moyang yang sama. Pola hidup kekeluargaan mereka adalah kebersamaan dan persatuan. Sedangkan binatang yang mereka ternakkan adalah kuda. Namun masih ada juga yang mempercayai praktek perdukunan misalnya dalam kegiatan pertanian. damar dan kemenyan. dan Pakpak). Suatu kute biasanya didiami oleh satu atau beberapa klan. Suku Alas 100% adalah penganut agama Islam. yang disebut merge. Mereka menarik garis keturunan patrilineal. Tapi selain itu mereka juga berkebun karet. jauh sebelum Pemerintah Kolonial Belanda masuk ke Indonesia dimana keadaan penduduk lembah Alas telah diabadikan dalam sebuah buku yang dikarang oleh seorang bangsa Belanda bernama . seperti kayu. kerbau. serta mencari berbagai hasil hutan. Mereka melakukan upacara-upacara dengan latar belakang kepercayaan tertentu agar pertanian mereka mendatangkan hasil baik atau terhindar dari hama. artinya jodoh harus dicari di merge lain. kambing. Mayoritas Suku Alas mendiami Kab. Mereka juga menganut adat eksogami merge. rotan. Tapanuli. Sebagian besar suku Alas tinggal di pedesaan dan hidup dari pertanian dan peternakan. Daftar isi [sembunyikan]        1 Bahasa 2 Sejarah 3 Marga 4 Seni Tari 5 Kerajinan 6 Makanan Tradisonal 7 Lihat pula [sunting] Bahasa Selengkapnya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bahasa Alas Bahasa Alas adalah sebuah bahasa yang dipertuturkan di provinsi Sumatra Utara dan Aceh oleh sukubangsa Alas.

Malik Ibrahim mempunyai satu orang putera yang diberinama ALAS dan hingga tahun 2000 telah mempunyai keturunan ke 27 yang bermukim di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara. sedangkan daerah Alas disebut dengan kata Tanoh Alas. Pandiangan merupakan moyangnya Pande. Solin di Dairi. Tatae Bulan adalah saudara kandung dari RAJA SUMBA. Raja Lambing adalah moyang dari merga Sebayang di Tanah Karo dan Selian di Tanah Alas. pada tahun 1325 (Effendy. Nama Alas diperuntukan bagi seorang atau kelompok etnis. Menurut Iwabuchi (1994:10) Raja yang pertama kali bermukim di Tanoh Alas adalah terdapat di Desa Batumbulan yang dikenal dengan nama RAJA LAMBING yaitu keturunan dari RAJA LOTUNG atau dikenal dengan cucu dari GURU TATAE BULAN dari Samosir Tanah Batak. telah mempuyai keturunan ke 26 yang bermukim tersebar diwilayah Tanah Alas (Effendy. Saribu Raja adalah merupakan orang tuanya Raja Borbor dan Raja Lontung. bila dilihat dari catatan sejarah masuknya Islam ke Tanah Alas. 1960:26) maka jelas penduduk ini sudah ada walaupun masih bersifat nomaden dengan menganut kepercayaan animisme. Raja Lambing menyerahkan tampuk kepemimpinan Raja kepada Raja Dewa (menantunya). Raja Lambing merupakan anak yang paling bungsu dari tiga bersaudara yaitu abangnya tertua adalah Raja Patuha di Dairi. Bukti situs sejarah ini masih terdapat di Muara Lawe Sikap. Kemudian Raja Lambing hijrah ke Tanah Karo dimana keturunan dan pengikutnya adalah merga Sebayang dengan wilayah dari Tigabinanga hingga ke perbesi dan Gugung Kabupaten Karo. sebayang 1986:17). Limbong. Malaysia dan tempat lainnya. Diperkirakan pada abad ke 12 Raja Lambing hijrah dari Tanah Karo ke Tanah Alas. desa Batumbulan. beliau bermukim di desa paling tua di Tanoh Alas yaitu Desa Batu Mbulan. termasuk Bathin. Suhut Nihuta. dan Siregar atau yang dikenal dengan siampudan atau payampulan. keturunan dan pengikutnya adalah merga Pinem atau Pinim. Situmorang. Harianja. Pakpahan. Guru Tatae Bulan mempunyai lima orang anak. Gultom. Keturuan Raje Lambing di Tanah Alas hingga tahun 2000. 1960:36. dan yang ketiga adalah Raje Kaye yang keturunannya bermukim di Batumbulan. dan nomor dua adalah Raja Enggang yang hijrah ke Kluet Aceh Selatan. . Samosir. Medan. Di Tanah Alas Raja Lambing mempunyai tiga orang anak yaitu Raja Lelo (Raje Lele) keturunan dan pengikutnya ada di Ngkeran. Menurut Kreemer (1922:64) kata "Alas" berasal dari nama seorang kepala etnis (cucu dari Raja Lambing). Saribu Raja. Simatupang. keturunan dan pengikutnya adalah merga Selian. Pandiangan. Raja Lontung mempuyai tujuh orang anak yaitu.Radermacher (1781:8). yaitu pembawa ajaran Islam yang termashur ke Tanah Alas. Yang dikenal dengan nama Malik Ibrahim. kemudian Raja Adeh yang merupakan moyangnya dan pengikutnya orang Kertan. dan Silau Raja. Banda Aceh. dan SELIAN di Tanah Alas. dan bermukim di Desa Batumbulan. Sagala. Setelah Raja Lambing kemudian menyusul Raja Dewa yang istrinya merupakan putri dari Raja Lambing. Nainggolan. Sinaga. Keluet di Aceh Selatan. Sebayang di Tanah Karo. Sitinjak. Aritonang. yaitu Raja Uti.

Ramud. Raja Kaye dan Raje Lele) dengan putra Raja Dewa (Raja Alas) bahwa syi’ar Islam yang dibawa oleh Raja Dewa diterima oleh seluruh kalangan masyarakat Alas. Sebayang dan marga Terigan. datang kelompok Sinaga. Sambo. Pagan. Sekedang. dan Selian kemudian hadir lagi marga Acih. muncul lagi kerajaan lain yang di kenal dengan Sekedang yang basis wilayahnya meliputi Bambel hingga ke Lawe Sumur. [sunting] Marga Menurut buku (Sanksi dan Denda Tindak Pidana Adat Alas. Raja Alas juga dikenal sebagai pewaris kerajaan. Marga Pale Dese merupakan penduduk yang pertama sekali menduduki Tanah Alas. 2003) : . ia masih memegang budaya matrealistik dari minang kabau. Lalu terjadi migran berikutnya yang membentuk beberapa marga. Setelah Raja Alas menerima asimilasi dari Raja Lambing dengan ajaran Islam. penduduk Batumbulan mempuyai beberapa kelompok atau merga yang meliputi Pale Dese yang bermukim di bagian barat laut Batumbulan yaitu terutung pedi. Deski. sehingga puteranya Raja Alas sebagai pewaris kerajaan mengikuti garis keturunan dan merga pihak ibu yaitu Selian. Kemudian hadir pula Deski yang bermukim di kampong ujung barat. Sugihen. Pase. Raja sekedang menurut beberapa informasi pada awal kehadiranya di Tanah Alas adalah untuk mencari orang tuanya yaitu RAJA DEWA yang migran ke Tanah Alas. Keling. Mencawan. namun tidak punya kerajaan yang tercatat dalam sejarah. Pendatang berikutnya semasa Raja Alas yaitu kelompok Megit Ali dari Aceh pesisir dan keturunannya berkembang di Biak Muli yang dikenal dengan merga Beruh. Keruas. Kepale Dese. Sepayung. Setelah kehadiran Selian di Batumbulan. Munthe. [sunting] Seni Tari Adapun kesenian dari etnis suku Alas (Musyawarah Adat Alas dan Gayo. Gale. Mahe. Pada awal kedatanganya Malik Ibrahim migrasi melalui pesisir bagian timur (Pasai) sebelum ada kesepakatan diatas. ringkasnya hidup dikandung adat mati dikandung hukum (Islam) oleh sebab itu jelas bahwa asimilasi antara adat istiadat dengan kebudayaan suku Alas telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. tetapi adat istiadat yang dipunyai oleh Raja Lambing tetap di pakai bersama. Beruh. karena banyaknya harta warisan yang diwariskan oleh ayah dan kakeknya sejak itulah dikenal dengan sebutan Tanoh Alas. Pinim. maka sejak itulah mulai menetap keturunannya menetap garis keturunannya mengikuti garis Ayah.Ada hal yang menarik perhatian kesepakatan antara putera Raja Lambing (Raja Adeh. Menalu. Pelis. Pinim dan Karo-Karo. Ramin. Raja Sekedang yang merupakan pertama sekali datang ke Tanah Alas diperkirakan ada pertengahan abad ke 13 yang lalu yaitu bernama NAZARUDIN yang dikenal dengan panggilan DATUK RAMBUT yang datang dari Pasai. namun mereka tetap merupakan pemekaran dari Batumbulan. lalu hadir kelompok Selian. Keruas dan Pagan disamping itu bergabung lagi marga Munthe. Dr Thalib Akbar MSC 2004) adapun marga–marga etnis Alas yaitu : Bangko. Kekaro.

Vokal Suku Alas 5. Mbayu amak (tikar pandan) 3. Puket mekuah 11. Tumpi [sunting] Lihat pula   (id) Agara Media (id) Budaya Aceh Tenggara Diperoleh dari "http://id. Canang Buluh 7. Pelabat 3. Oloi-olio 9. Nemet (mengayam daun rumbia) 2. Puket Megaluh 7. Landok Alun 4. Lepat bekhas 5.org/wiki/Suku_Alas" Kategori: Artikel yang belum dirapikan Oktober 2009 | Suku bangsa di Indonesia | Batak Kategori tersembunyi: Artikel yang perlu dirapikan  . Genggong 8.1. Canang Situ 6. Gelame 6. Tari Mesekat 2. Teukh Mandi 10.wikipedia. Bordir pakaian adat 4. Ikan pacik kule 9. Puket Megaukh 4. Ikan labakh 3. Keketuk layakh [sunting] Kerajinan Adapun kerajinan tradisional dari etnis alas seperti : 1. Pande besi (pisau bekhemu) [sunting] Makanan Tradisonal Adapun makanan tradisional dari suku alas adalah : 1. Buah Khum-khum 8. Manuk labakh 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful