LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN HEMATEMESIS MELENA (HM) DI RUANG ANGSOKA II RUMAH SAKIT UMUM PUSAT

SANGLAH DENPASAR - BALI

DISUSUN OLEH : WIDYA MAYANG SARI NIM : 1001200037

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM STUDI KEPERAWATAN LAWANG 2012- 2013

LEMBAR PENNGESAHAN Laporan Pendahuluan Asuhan Keperawatan pada Klien denfan Hematemesis Melena (HM) di Ruang Angsoka II. Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar – Bali. diperiksa dan disetujui : Hari Tanggal : : Mahasiswa ___________________________ Pembimbing Institusi Pembimbing Lahan _____________________________ ____________________________ .

dan lain-lain. 2000). Penyakit darah: leukemia. (Sjaifoellah Noer. Hematemesis melena adalah suatu kondisi di mana pasien mengalami muntah darah yang disertai dengan buang air besar (BAB) berdarah dan berwarna hitam. lalu dikeluarkan pada hajat besar atau dimuntahkan (Diktat Askep Pasien dengan Masalah Pencernaan Makanan. .LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN HEMATEMESIS MELENA (HM) I. keganasan dan lain-lain. 4. Pemakaian obat-obatan yang ulserogenik: golongan salisilat. DIC (disseminated intravascular coagulation). Pengertian Hematemesis adalah muntah darah dan melena adalah pengeluaran feses atau tinja yang berwarna hitam seperti teh yang disebabkan oleh adanya perdarahan saluran makan bagian atas. 1996). gastritis erosif atau ulkus peptikum. sehingga dapat berwarna seperti kopi atau kemerah-merahan dan bergumpal-gumpal. 5. alkohol. Warna hematemesis tergantung pada lamanya hubungan atau kontak antara darah dengan asam lambung dan besar kecilnya perdarahan. keganasan. 2. Hematemesis melena merupakan suatu perdarahan yang terjadi pada saluran cerna bagian atas (SCBA) dan merupakan keadaan gawat darurat yang sering dijumpai di tiap rumah sakit di seluruh dunia termasuk Indonesia. Kelainan lambung dan duodenum: tukak lambung dan duodenum. 3. dan lain-lain. Etiologi 1. Pendarahan dapat terjadi karena pecahnya varises esofagus. kortikosteroid. KONSEP DASAR A. dkk. B. purpura trombositopenia dan lain-lain. Melena adalah tinjau hitam atau muntah hitam karena darah dalam saluran cerna yang menjadi hitam dibawah pengaruh asam klorida lambung. Kelainan esofagus : varise. esofagitis. Penyakit sistemik lainnya: uremik.

karena terdapat perbedaan usaha penanggulangan setiap macam perdarahan saluran makan bagian atas.Penting sekali menentukan penyebab dan tempat asal perdarahan saluran makan bagian atas. Penyebab perdarahan saluran makan bagian atas yang terbanyak dijumpai di Indonesia adalah pecahnya varises esofagus dengan rata-rata 4550 % seluruh perdarahan saluran makan bagian atas (Hilmy 1971: 58 %) .

Patofisiologi Infeksi Hepatitis viral type A/B Peradangan hati dan nefrosis sel – sel hati Sel hati kolaps secara ekstensi Distorsi pembuluh-pembuluh darah hati Meluasnya jaringan fibrosis Hipertensi Portal Ostropsi vena portal terbentuknya varises esophagus. pembesaran limfe & asites Sirosis Hepatis Pembuluh rupture Perdarahan dilambung Muntah darah dan berak darah Sesak Penurunan Ekspansi paru Pola nafas tidak efektif HB menurun → Anemis Mual. muntah & nafsu makan menurun Mual. lambung. muntah & nafsu makan menurun Cemas plasma darah menurun Resiko Penurunan nutrisi Resiko Shock Hipovolemik Intoleransi Aktivitas Kurangnya pengetahuan tentang perawatan .C.

ditambahkan sirosis dalam keadaan aktif. . koput medusa. SGPT yang meningkat merupakan petunjuk kebocoran dari sel yang mengalami kerusakan. o Amenore. ikterus dan asites. kadar albumin yang merendah merupakan cerminan kemampuan sel hati yang kurang. Pemeriksaan CHE (kolineterase) penting dalam menilai kemampuan sel hati. lekas lelah. d. hiperpigmentasi areola mamae o Spider nevi dan eritema o Hiperpigmentasi 8. Darah : Hb menurun / rendah b. Bila secara klinis didapati adanya demam. Jari tabuh E. ginekomastia. Gejala-gejala intestinal yang tidak khas seperti anoreksia. 7. hidratonaks dan edemo. c. Hati-hati akan kemungkinan timbulnya prekoma dan koma hepatikum. 2. Didapatkan gejala dan tanda sebagai berikut : 1. 3. Albumin. bila telah lanjut hati dapat mengecilkarena fibrosis. mual. Bila terjadi kerusakan kadar CHE akan turun. Ascites. muntah dan diare. berat badan turun. atrosi testis. hilangnya rambut axila dan pubis. Demam. dimana demam bukan oleh sebab-sebab lain. Laboratorium a. SGOT.D. Kelainan endokrin yang merupakan tanda dari hiperestrogenisme yaitu: o Impotensi. 6. Ikterus. wasir dan varises esofagus. Hematomegali. Kelainan pembuluh darah seperti kolateral-kolateral didinding. 5. Gejala Klinis Gejala terjadi akibat perubahan morfologi dan lebih menggambarkan beratnya kerusakan yang terjadi dari pada etiologinya. Pemeriksaan penunjang 1. kadang-kadang urin menjadi lebih tua warnanya atau kecoklatan. 4.

Alamat. Radiologi a. Jenis kelamin (bisa laki-laki maupun perempuan). dll 2. Antibiotik 4.e. diit tinggi kalori 3. Peninggian kadar gula darah. Pendidikan. g. Pemeriksaan marker serologi pertanda ureus seperti HBSAg/HBSAB. permukaan splenomegali. HBeAg. meliputi : Nama. Suku bangsa. USG untuk melihat gambaran pembesaran hati. Esofogus untuk melihat perdarahan esofogus c. Angiografi untuk pengukuran vena portal F. bila perlu dengan pemberian asam amino esensial berantai cabang dan glukosa. Memperbaiki keadaan gizi. Istirahat cukup ditempat tidur 2. Robansia vitamin B kompleks II. Penatalaksanaa 1. Pekerjaan. rendah garam. Pengkajian 1. Umur (biasanya bisa usia muda maupun tua). acites b. Keluhan utama Biasanya keluhan utama kx adalah muntah darah atau berak darah yang datang secara tiba-tiba. Diet rendah protein. f. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN A. Identitas pasien. dan Diagnosa medis 2. Tanggal MRS. Pemeriksaan kadar elektrolit penting dalam penggunaan diuretik dan pembatasan garam dalam diet. . 5.

muntah. b. Pola eliminasi Pola eliminasi mengalami gangguan. kebiasaan / gaya hidup (alkoholisme. Pola aktivitas dan latihan Gangguan aktivitas atau kebutuhan istirahat. Riwayat kesehatan dahulu Biasanya kx mempunyai riwayat penyakit hepatitis kronis. dan nafsu makan menurun. riwayat penggunaan obatulserorgenik. sehingga aktivitas sehari-hari termasuk pekerjaan harus dibatasi atau harus berhenti bekerja d. hepatoma. Pda BAB terjadi konstipasi atau diare. gaya hidup / kebiasaan makan). pengunaan obat-obat ulserogenik b. Sedangkan pada BAK. kembung. ulkus peptikum. dan intake nutrisi harus daam bentuk makanan yang lunak yang mudah dicerna. warna gelap dan konsistensi pekat. Pola nutrisi dan metabolisme Terjadi perubahan karena adanya keluhan pasien berupa mual. sirosis hepatitis. Riwayat kesehatan keluarga Biasanya apabila salah satu anggota keluarganya mempunyai kebiasaan makan yang dapat memicu terjadinya hematemesis melena. kekurangan protein (hydroprotein) yang dapat menyebabkan keluhan subjektif pada pasien berupa kelemahan otot dan kelelahan. riwayat penyakit darah (misal : DM). Pola perspsi dan tata laksana hidup sehat Biasanya klien mempunyai kebiasaan alkoholisme. c. konsistensi pekat. Riwayat kesehatan sekarang keluhan utama kx adalah muntah darah atau berak darah yang datang secara tibatiba . c. kanker saluran pencernaan bagian atas. .baik BAK maupun BAB.3. Perubahan warna feses menjadi hitam seperti petis. Riwayat kesehatan a. Pola-pola fungsi kesehatan a. maka dapat mempengaruhi anggota keluarga yang lain 4.

bila terjadi pada wanita (istri) menyebabkan gangguan pada siklus haid atau dapat terjadi aminore dan hal ini tentu saja mempengaruhi pasien sebagai pasangan suami dan istri. 1. f. Pola tata nilai dan kepercayaan Pada pola ini tidak terjadi gangguan pada klien. g. distritnya. Sistem respirasi Akan terjadi sesak. kembung. h. takipnea. Pola reproduksi seksual Akan terjadi perbahan karena ketidakseimbangan hormon. maka dapat mengatasi masalahnya namun sebaliknya bagi kx yang tidak bagus kopingnya maka kx dapat destruktif lingkungan sekitarnya. Pola penaggulangan stres Biasanya kx dengan koping stres yang baik. . androgen dan estrogen. S4). bersisik agak kehitaman. kanker (malfungsi hati menimbulkan gagal hati). ascites. Pola hubungan peran Dengan adanya perawatan yang lama makan akan terjadi hambatan dalam menjalankan perannya seperti semula. muntah. Sistem kardiovaskuler Riwayat perikarditis. c. bunyi nafas tambahan hipoksia. pernafasan dangkal. b. bila terjadi pada lelaki (suami) dapat menyebabkan penurunan libido dan impoten. i. bunyi jantung (S3. Keadaan umum Keadaan umum klien Hematomesis melena akan terjadi ketidak seimbangan nutrisi akibat anoreksia.e. penyakit jantung reumatik. intoleran terhadap makanan / tidak dapat mencerna. Pemeriksaan Fisik a. perut membesar karena ascites dan kulit mengering. Pola tidur dan istirahat Terjadi perubahan tentang gambaran dirinya seperti badan menjadi kurus. mual.

e. bicara lambat tak jelas. neuritus perifer. Resiko terjadi syok hipovolemik berhubungan dengan perdarahan dilambung b. melena. R / Mencegah terjadinya hipoksia c. Observasi intake dan out put cairan . Pola pernafasan tidak efektif berhubungan dengan penurunan ekspansi paru. penurunan / tak adanya bising usus. feses warna tanah liat.Tekanan darah menurun (110/70 – 120/80 mmHg) . Sistem persyaratan Penurunan kesadaran. Bila ada tanda-tanda syok hipovolemik beri posisi kepala lebih rendah dari kaki. d. Sistem gastrointestinal.. splenomegali. Perubahan nutrisi (kurang dari kebutuhan) berhubungan dengan ketidakmampuan untuk memproses (mencerna) makanan. Diagnosa Kep. c. I : Resiko terjadi syok hipovolemik berhubungan dengan perdarahan dilambung   Tujuan : Tidak terjadi syok hipovolemik Kriteria Hasil : . Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang perawatan pennyakitnya. Sistem geniturianaria / eliminasi Terjadi flatus. pruritus. Nyeri tekan abdomen / nyeri kuadran kanan atas. perubahan mental. diare / konstipasi. asites). bingung halusinasi. b. f. urin gelap pekat. e. Observasi TTV dan tanda-tanda syok hipovolemik tiap 30 menit R / Deteksi dini terhadap perubahan kondisi pasien sehingga dapat menentukan tindakan yang lebih tepat.Nadi teratur dan pengisian kuat (60 – 100 x/mnt) .Akral hangat Rencana Tindakan a. Perencanaan / Intervensi 1. koma. Diagnosa Keperawatan (Lynda Juall Carpenito) a. B. Intoleransi aktivitas berhubugnan dengan kelemahan C. distensi abdomen (hepatomegali.d.Perdrahan berkurang / berhenti .

Kx tidak hipoksia. R / Mengetahui tk skala sesak Kx.R / Menjaga kebutuhan keseimbangan cairan tetap adekuat d. d. Kolaborasi dengan tim dokter dalam memberikan teraepi obat.Frekuensi pernafasan normal (RR 16 – 20 x/menit). III : Perubahan nutrisi (kurang dari kebutuhan) berhubungan dengan ketidakmampuan untuk memproses (mencerna) makanan. R / Mengurangi rasa nyeri. Berikan posisiyang nyaman pada Kx seperti semi fowler. . Auskultasi bunyi nafas Kx. 3. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian plasma expander R / Mengganti plasma yang keluar akibat muntah dan BAB darah 2. b. Rencana Tindakan a.Nafsu makan bertambah .Tidak ada nyeri tekan abdomen .BB meningkat .   Pola pernafasan tidak efektif berhubungan dengan penurunan Tujuan : Sesak nafas berkurang Kriteria Hasil : . Observasi TTV klien (terutama RR). Observasi adanya perdarahan R / Deteksi dini terhadap perubahan kondisi pasien e.Mual / muntah berkurang . Diagnosa Kep II : ekspansi paru.   Tujuan : Kebutuhan pasien terpenuhi Kriteria Hasil : . Diagnosa Kep.Tidak terdapat bunyi nafas tambahan. c. R / Melaksanakan fungsi independent. R / Mengetahui ada tidaknya bunyi nafas tambahan. .

R / Melaksanakan fungsi independent . b. Erikan HE pada Kx dan keluarga tentang pentingnya makanan / nutrisi bagi diri Kx. R / Kx dapatkooperatif dan mau makan. R / Meningkatkan nafsu makan. Kolaborasi dengan tim ahli gizi dalam pemberian nutrisi. c. Timbang BB Kx setiap hari. Motivasi Kx agar mau makan. d.Rencana Tindakan a. R / Sebagai indikator / status nutrisi Kx tercukupi atau belum.

Jakarta. Jakarta. Diagnosa Keperawatan.DAFTAR PUSTAKA H. Syaifoellah Noer. . Edisi 3. Dkk. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Diktat Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Masalah Pencernaan Makanan. Arif Mansjoer. Edisi 8. Lynda Juall Carpenito.FKUI. EGC. Rencana Asuhan Keperawatan. Ilmu Penyakit Dalam. 2000. 1999. Jakarta. 2000. 2000. Tidak Dipublikasikan. Marlyn E. Prof. dr. 1996.. M. EGC. Doenges dkk. Mudjiastuti. Jakarta. Surabaya. dkk. Kapita Selekta Kedokteran Jilid I.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful