Menurut Prajudi Atmosudirdjo mengemukakan bahwa administrasi negara mempunyai 3 arti, yaitu : • • Sebagai salah satu fungsi pemerintah

Sebagai aparatur (marchinery) dan aparat (apparatus) daripada pemerintah

Sebagai proses penyelenggaraan tugas pekerjaan pemerintah yang memerlukan kerjasama secara tertentu. Hukum administrasi negara adalah hukum dan peraturan-peraturan yang berkenaan dengan pemerintah dalam arti sempit untuk mengatur administrasi negara, peraturan-peraturan tersebut dibentuk oleh lembaga legislatif untuk mengatur tindakan pemerintahan dalam hubungannya dengan warga negara. Ruang Lingkup Hukum Adminstrasi Negara. Bestuur dirumuskan sebagai lingkungan kekuasaan negara diluar lingkungan kekuasaan legislatif dan kekuasaan yudisial. Dengan rumus itu, kekuasaan pemerintahan tidaklah sekedar melaksanakan undang-undang. Kekuasaan pemerintahan merupakan kekuasaan yang aktif. Sifat aktif tersebut dalam konsep hukum administrasi secara intrinsik merupakan unsur utama dari “sturen”. Asas Dekonsentrasi. Asas dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah atau kepala wilayah atau kepala instansi vertical tingkat atasnya kepada pejabat-pejabat didaerah. Hal ini tercantum didalam pasal satu huruf f Undang-undang No. 5 Tahun 1974. Cirri –ciri dari asas ini adalah sebgai berikut: a. b. c. Bentuk pemencaran adalah pelimpahan

Pemencaran terjadi kepada pejabat sendiri (perseorangan)

Yang dipencar ( bukan urusan pemerintah) tetapi wewenang untuk melaksanakan sesuatu. d. Yang dilimpahkan tidak menjadi urusan rumah tangga sendiri.

Oleh karena itu tidak semua urusan pemerintahan dapat diserahkan kepada kepala daerah otonom menurut asas desentralisasi ini merupakan salah satu yang membedakan antara asas desentralisasi dengan asas dekonsentrasi. Menurut asas dekonsentrasi maka segala urusan yang dilimpahkan oleh pemerintah pusat kepada pejabatnya didaerah tetap menjadi tanggung jawab daeri pemerintah pusat yang meliputi : a. b. c. d. e. Kebijaksanaan Perencanaan Pelaksanaan Pembiyaan

Perangkat pelaksanaan. asas Desentralisasi

Asas desentralisasi adalah penyerahan urusan pemerintahan dari pemerintah atau daerah tingkat atasnya kepada daerah yang menjadi urusan rumah tangganya. Ditinjau dari segi pemberian wewenangnya asas desentralisasi adalah asas yang akan memberikan wewenang kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan menagani urusan- urusan tertentu sebagai urusan rumah tangganya sendiri.

Asas Medebewind (Tugas Pembantuan) Asas tugas pembantuan adalah tugas untuk turut serta dalam melaksanakan aurusan pemerintahan yang ditugaskan kepada pemerintah daerah oleh pemerintah atau pemerintah daerah tingkat atasnya dengan kewajiban mempertanggung jawabkan kepada yang menugaskan.undang No. yang merupakan lembaga tinggi negara yang terlepas dari pengaruh kekuasaan manapun. memerintah. Pengawasan ekstern adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh unit pengawasan yang berada di luar unit organisasi yang diawasi. sehingga penyelenggaraan berbagai urusan pemerintahan pusat dilaksanakan oleh daerah sepenuhnya sebagai bentuk urusan rumah tangga daerah tersebut.penyerahan atau kerja lain yang menganduk gerak jauh dari tempat asal( pusat). tema desentralisasi dan sentralisasi terutama mngenai fenomena tentang “ Delegation of Authority and responsibility” yang dapat diukur dari sejauh mana unit-unit organisasi bawahan memilki wewenang dan tanggung jawab didalam proses pengambilan keputusan. Pengawasan Intern dan Ekstern Pengawasan intern adalah pengawasan yang dilakukan oleh orang atau badan yang ada di dalam lingkungan unit organisasi yang bersangkutan. pegairan dan sebagainya. Batas pengaturan tersebut adalah jenis fungsi. sehingga sudah . asas desentralisasi yaitu pelaksanaan pemerintahan dilaksanakan oleh rumah tangga daerah otonom sepenuhnya. Miewald.Didalam ilmu administrasi Negara. Di dalam desentralisasi pemencaran berarti pelimpahan. 2) Desentralisasi fungsional yaitu pelimpahan kekuasaan untuk mengatur dan mengurus fungsi tertentu. aka Undang. 5 Tahun memberikan untuk dilaksanakanya berbagai urusan pemerintah didaerah berdasarkan asas medebewind (tugas pembantuan). Pemencaran terjadi kepada daerah ( bukan perorangan) 3) Yang dipemencarkan adalah urusan pemerintah. menurut Robert D. desentralisasi kenegaraan itu dapat dibedakan menjadi : 1) Desentralisasi territorial yaitu penyerahan kekuasaan untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. batas pengaturan yag dimaksud adalah daerahnya sendiri. BPK tidak mengabaikan hasil laporan pemeriksaan aparat pengawasan intern pemerintah. dengan menempatkannya di bawah pengawasan Kementerian Dalam Negeri.” Pengawasan dalam bentuk ini dapat dilakukan dengan cara pengawasan atasan langsung atau pengawasan melekat (built in control) atau pengawasan yang dilakukan secara rutin oleh inspektorat jenderal pada setiap kementerian dan inspektorat wilayah untuk setiap daerah yang ada di Indonesia. Medebewin ini disebut juga serta tantra atau tugas pembantuan. Kemudian yang membedakan antra desentralisasi dengan dekonsentrasi adalah bahwa desentralisasi terdapat : 1) 2) Bentuk pemencaran adalah pelimpahan. Istilah medebewind berasal dari kata mede berarti turut serta dan bewind berarti berkuasa. Pada dasarnya ada beberapa jenis pengawasan yang dapat dilakukan. yaitu: 1. misalnya pendudukan. Dalam menjalankan tugasnya. Dalam hal ini di Indonesia adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 4) Urusan pemerrintah yang dipancarkan menjadi urusan rumah tangga daerah sendiri.

. Proses harmonisasi demikian tidak mengurangi independensi BPK untuk tidak memihak dan menilai secara obyektif aktivitas pemerintah.” 4. Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan negara. Di sisi lain. dan hak itu terbukti kebenarannya.” Hal ini berbeda dengan pengawasan jauh (pasif) yang melakukan pengawasan melalui “penelitian dan pengujian terhadap surat-surat pertanggung jawaban yang disertai dengan bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran.” Sementara. Pengawasan Preventif dan Represif Pengawasan preventif lebih dimaksudkan sebagai. pengawasan represif adalah “pengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan setelah kegiatan itu dilakukan. pengawasan ini juga dimaksudkan agar sistem pelaksanaan anggaran dapat berjalan sebagaimana yang dikehendaki. 3.” Di sisi lain.” Pengawasan model ini lazimnya dilakukan pada akhir tahun anggaran. tidak kadaluarsa. dan pemborosan anggaran negara yang tertuju pada aparatur atau pegawai negeri.” Lazimnya. sehingga penyimpangan yang kemungkinan dilakukan akan terdeteksi lebih awal. hak berdasarkan pemeriksaan kebenaran materil mengenai maksud tujuan pengeluaran (doelmatigheid) adalah “pemeriksaan terhadap pengeluaran apakah telah memenuhi prinsip ekonomi. dilakukan pemeriksaan dan pengawasannya untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyimpangan. “pengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan sebelum kegiatan itu dilaksanakan. Setelah itu. pengawasan ditujukan untuk menghindari terjadinya “korupsi. 2. Pengawasan Aktif dan Pasif Pengawasan dekat (aktif) dilakukan sebagai bentuk “pengawasan yang dilaksanakan di tempat kegiatan yang bersangkutan. penyelewengan. Pengawasan preventif akan lebih bermanfaat dan bermakna jika dilakukan oleh atasan langsung. sehingga dapat mencegah terjadinya penyimpangan. Di sisi lain. pengawasan berdasarkan pemeriksaan kebenaran formil menurut hak (rechmatigheid) adalah “pemeriksaan terhadap pengeluaran apakah telah sesuai dengan peraturan. Pengawasan kebenaran formil menurut hak (rechtimatigheid) dan pemeriksaan kebenaran materiil mengenai maksud tujuan pengeluaran (doelmatigheid).” Dengan dijalankannya pengawasan tersebut diharapkan pengelolaan dan pertanggung jawaban anggaran dan kebijakan negara dapat berjalan sebagaimana direncanakan. di mana anggaran yang telah ditentukan kemudian disampaikan laporannya.sepantasnya di antara keduanya perlu terwujud harmonisasi dalam proses pengawasan keuangan negara. yaitu pengeluaran tersebut diperlukan dan beban biaya yang serendah mungkin. pengawasan ini dilakukan pemerintah dengan maksud untuk menghindari adanya penyimpangan pelaksanaan keuangan negara yang akan membebankan dan merugikan negara lebih besar.