Lo : muhamad hidayat Satria ekatama DEFINISI DAN KLASIFIKASI ARTHRITIS

Arthritis adalah istilah umum untuk peradangan (inflamasi) dan pembengkakan di daerah persendian. Terdapat lebih dari 100 macam penyakit yang mempengaruhi daerah sekitar sendi. Yang paling banyak adalah Osteoarthritis (OA), arthritis gout (pirai), arthritis rheumatoid (AR), dan fibromialgia. Gejala klinis yang sering adalah rasa sakit, ngilu, kaku, atau bengkak di sekitar sendi. Arthritis dapat mempengaruhi bagian lain dari tubuh, menyebabkan rasa sakit, kehilangan kemampuan bergerak dan kadang bengkak. Beberapa tipe arthritis: 1. Osteoarthritis (OA) Osteoarthtitis (OA) merupakan penyakit sendi degenatif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi. Vertebra, panggul, lutut, dan pergelangan kaki paling sering terkena OA. Prevelansi OA lutut radiologis di indonesia cukup tinggi, yaitu mencapai 15.5% pada pria dan 12,7% pada wanita. Osteoartitris adalah gangguan yang sedikit lebih banyak pada perempuan dari pada lakilaki dan terutama ditemukan pada orang-orang yang berusia lebih dari 45 tahun. Penyakit ini pernah dianggap sebagai suatu proses penuaan normal, sebab insidens bertambah dengan menungkatnya usia. Osteoartitris dahulu di beri nama artitris “yag rusak karena dipakai” karena sendi namun, menjadi aus denang bertambahnya usia. Tetapi temuan-temuan yang lebih baru dalam bidang biokimia dan biomekanik telah menyanggah teori ini. Kondrosit adalah sel yang tugasnya yang membentuk proteoglikan dan kolagen pada rawan sendi. Dengann alasan-alasan yang masih belum diketahui, sintesis proteoglikan dan kolagen meningkat tajam pada osteoartitris. Tetapi substansi ini juga dihancurkan dengan kecepatan yang lebih tinggi, sehingga pembentukan tidak mengimbangi kebutuhan. Sejumlah kecil kartilago tipe I menggantikan tipe II yang normal, sehingga terjadi perubahan pada diameter dan orientasi serat kolagen yang mengubah biomekanika dari kartilago. Rawan sendi kemudian kehilangan sifat kompresebilitas yang unik. Walaupun penyebab yang sebenarnya dari osteoartitris tetap tidak diketahui, tetapi kelihatannya proses penuaan dan hubunhgannya dengan perubahan-perubahan dalam fungsi kondrosit, menimbulkan perubahan pada komposisi rawan sendi yang mengarah pada perkembangan osteoartitris. Faktor-faktor genetik memainkan peranan pada beberapa bentuk osteoartitris. Perkembangan osteoartitris pada sendi-sendi interfalang distal dengan (nodus herbeden) dipengaruhi oleh jenis kelamin dan lebih dominan pada perempuan. Nodus heberdens 10 kali lebih sering ditemukan pada perempuan di bandingkan laki-laki. 2. Arthritis gout (pirai) Gout merupakan gangguan metabolik yang sudah dikenal oleh hipokrates pada zaman yunani kuno. Pada waktu itu gout dianggap sebagai penyakit kalangan sosial elite yang disebabkan karena terlalu banyak makan, minum anggur dan seks. Sejak saat itu banyak teori etiologis dan terapeutik yang telah dikemukakan, namun kini banyak yang telah diketahui mengenai penyakit hout dan tingkat keberhasilan pengobatannya juga tinggi. Gout merupakan istilah yang dipakai untuk gangguan metabolik, sekurang-kurangnya ada sembilan gangguan yang ditandai oleh meningkatnya konsentrasi asam urat (hiperurisemia). Gout dapat bersifat primer maupun sekunder. Gout primer merupakan akibat langsung pembentukan asam urat tubuh yang berlebihan atau akibat penurunan ekskresi asam urat. Gout sekunder disebabkan karena pembentukan asam urat yang berlebihan atau

Sendi panggul dan sendi kostovertebram juga dapat terserang oleh penyakit ini. Enzim-enzim ini memecah kartilago. Hal ini membuat rasio berubah menjadi sekitar tiga laki-laki berbanding satu perempuan dengan keterlibatan dengan tulang punggung. Proses ini diduga adalah bagian dari respon autoimuns terhadap antigen yang diproduksi secara lokal. nodul-nodul reumatoid. Tetapi anggapan ini tidak berlaku lagi berdasarkan tidak adanya faktor reumatoid. ligamen. Panus merupakan jaringan granulasi vaskular yang terbentuk dari sinovium yang meradang kemudian meluas ke sendi. dan dilaporkan bahwa di amerika serikat setiap tahun timbul kira-kira 750 kasus baru per satu juta penduduk. Terdapat kaitan dengan penanda genetik seperti HLA-Dw4 dan HLADR5 pada orang kaukasia. walaupun episode peradangan peradangan sendi dapat mengalami masa remisi. Destruksi jaringan juga terjadi melalui kerja panus reumatoid. terutama pada perempuan. kolagenase dan enzim-enzim hidrolitik lainnya. Kristal-kristal berbentuk seperti jarum ini mengakibatkan reaksi peradangan yang jika berlanjut akan mengakibatkan nyeri hebat yang sering menyertai gout. Pertama adalah destruksi pencernaan oleh produksi protease. Laki-laki kelihatannya cenderung mengalami penyakit pada tulang belakang yang lebih progresif dan lebih sering didiagnosis menderita spondilitis ankilosans. dan perbedaan dalam perubahan yang terjadi pada tulang belakang. Penyakit ini biasanya menyerang sendi-sendi sakroiliaka dan persendian tulang belakang. endapan kristal akan menyebabkan kerusaka yang hebat pada jaringan sendi dan jaringan lunak. jepang dan india chippewa. Ankylosing spondilitis Spondilitis ankilosans adalah suatu penyakit peradangan kronik progresif. Arthritis Rheumatoid (AR) Artitris reumatoid adalah gangguan kronik yang menyerang berbagai sistem organ. hanya ditemukan kaitan dengan HLA-Dw4. Artritis reumatoid kira-kira hanya dua setengah kali lebih sering menyerang perempuan dari pada laki-laki. Insidens meningkat dengan bertambahnya usia. serta di lepaskan bersama-sama dengan radikal oksigen dan metabolit asam arakidonat oleh leukosit polimorfonuklear dalam cairan sinovial. Sekitar 1% orang dewasa menderita atritis reumatoid yang jelas. dan tulang pada sendi. Namun pada orang amerika afrika. Jika tidak diobati. Pada pasien biasanya terjadi destruksi sendi progresif. tendon. Penyebab atritis reumatoid masih belum diketahui walaupun banyak hal mengenai patogenesisnya telah terungkap. Insiden puncak adalah antara 40 hingga 60 tahun.ekskresi asam urat yang berkurang akibat proses penyakit lain atau pemakaian obat-obat tertentu. maka akan timbul klasifikasi sendi-sendi dan struktur . Perbandinangan 9:1 antara laki-laki dan perempuan pada penyakit sudah dianggap tidak lagi akurat setelah ditetapkannya kriteria diagnosis yang lebih baik. Spondilitis ankilosans menyerang rawan dan fibrokartilago sendi pada tulang belakang dan ligamen-ligamen paravertebral. 4. Apabila diskus intervertebralis juga terinvasi oleh jaringan intervaskular dan vibrosa. Masalah akan timbul jika terbentuk kristal-kristal monosodium urat monohidrat pada sendi-sendi dan jaringan sekitarnya. Spondilitis ankilosans pernah diduga sebagai suatu varian dari atritis reumatoid. Penyakit ini menyerang orang-orang diseluruh dunia dari berbagai suku bangsa. 3. Penyakit ini adalah salah satu dari sekelompok penyakit jaringan ikat difus yang diperantai oleh imunitas dan tidak diketahui penyebabnya. Di sepanjang pinggir panus terjadi destruksi kolagen dan proteoglikan melalui produksi enzim oleh sel di dalam pinus tersebut. Penyakit ini tidak dapat di tunjukkan memiliki hubunngan pasti dengan genetik. Destruksi jaringan sendi terjadi melalui dua cara.

Dalam makalah ini akan di bahas berbagai faktor yang terlibat dalam patogenesis SLE. hati . 6. dan juga lebih umum pada mereka dari keturunan non-Eropa. Ada dua bentuk utama: . yang mempengaruhi setiap organ atau sistem dalam tubuh. Pemahaman terhadap patogenesis/imunopatologi SLE merupakan hal yang sangat penting agar bisa memberikan terapi yang sesuai. Terpons imun yang terpapar faktor eksternal/lingkungan seperti radiasi ultraviolet (UV) atau infeksi virus dalam periode yang cukup lama bisa juga menyababkan disregulasi sistem imun. sendi . bantuan sel T yang berlebihan. Klasifikasi pada jaringan lunak akan menjebatani satu tulang satu tulang vertebra dengan vertebra lainnya. paru-paru . Sidrom yang menyerupai skleroderma akibat lingkuangan dan pekerjaan dapat terjadi setelah terpapar agen misalnya vinil klorida. Penyakit jantung juga dapat timbul bersamaan dengan spondilitis ankilosans. Jaringan sinovial disekitar sendi yang terserang akan meradang. gangguan supresi sel B dan peralihan respon imun dari T helper 1(Th1) ke autoantibodi patogenik. penyakit ini berhubungan dengan deposisi autoantibodi dan kompleks imun. sehingga mengakibatkan kerusakan jaringan. Penyebab spondilitis masih belum diketahui. Perjalanan penyakit tidak dapat diprediksi. bleomisin. atau 2) sklerosis sitemik kutaneus lokalisata. Interaksi antara seks. dan autoantibodi. SLE paling sering merusak jantung . Kelihatannya mada faktor genetik yang terlibat. Scleroderma adalah kronis penyakit autoimun sistemik (terutama kulit) ditandai dengan fibrosis (atau pengerasan). perubahan pembuluh darah. ginjal . Skleroderma generalisata (sklerosis sistemik) dapat merupakan salah satu dari dua tipe berikut ini: 1) sklerosis sistemik kutaneus difus yang melibatkan kulit pada tubuh. Di duga melibatkan interaksi yang kompleks dan multifaktorial antara variasi genetik dan faktor lingkungan. kulit . dengan periode sakit (flare disebut) bergantian dengan remisi . Saat ini kira-kira 90% pasien yang didiagnosis sebagai spondilitis ankilosans juga memiliki anti gen HLA-B27 positif. Hilangnya tolerensi imun. Schleroderma Skleroderma atau sklero sistemik adalah suatu penyakit jaringan ikat yang jarang dijumpai. Penyakit ini terjadi sembilan kali lebih sering pada wanita dibandingkan pada pria. penyakit viseral yang menyerang banyak organ dan perjalanan penyakit yang cepat. dan minyak lobak. pembuluh darah . Faktor genetik diduga berperan penting dalam presdiposisi penyakit ini.artikular. Skleroderma lokalisata biasanya hanya menyerang daerah kulit yang sangat terbatas dan tidak menyerang organ visera. Berdasarkan dari luas lesi kulit. Adanya gangguan mekanisme pengaturan imuns seperti gangguan pembersihan sel-sel apoptosis dan kompleks imun merupakan kontributor yang penting dalam perkembangan penyakit ini. ditandai fibrosis pada kulit dan organ-organ lainnya. Etipatologi dari SLE belum diketahui secara pasti. dan sistem saraf . Pada kasus SLE yang terjadi secara sporadik tanpa identifikasi faktor genetik . skleroderma dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok. Systemic Lupus Erythematosus (lupus) Lupus eritematesus sistemik adalah penyakit rematik autoimun yang ditandai adanya inflamasi terrsebar luas. status hormonal dan aksis hipotalamus-hipofise-adrenal (HPA) mempengaruhi kepekaan dan ekspresi klinis SLE. 5. terutama pada wanita melahirkan anak di usia 15 sampai 35 tahun. termasuk varian CREST. meningkatkan beban antigenik (antigenic load). berbagai faktor lingkungan diduga terlibat atau belum diketahui faktor yang bertanggung jawab.

tapi bukan organ internal: morphea dan linier skleroderma. paha dan bagian kadang-kadang lain dari tubuh menyebabkan arthritis pada sendi kecil dari tangan. bahu. Jenis-jenis juvenile arthtritis : a. demam spiking dari 103 derajat atau lebih tinggi. 7. tetapi komplikasi organ individu sistem diperlakukan. lutut dan pergelangan kak . yang tidak memiliki perubahan kulit. lengan dan wajah. Rheumatoid arthritis Pauciarticular (JRA) . tetapi memiliki manifestasi sistemik. fenomena R aynaud itu . leher dan rahang sering mempengaruhi sendi yang sama pada kedua sisi tubuh b.atau remaja idiopathic arthritis (JIA) dapat:     mempengaruhi anak laki-laki dan perempuan sama-sama menyebabkan tinggi. Sclerosis sistemik membaur / scleroderma cepat berkembang dan mempengaruhi area besar kulit dan satu atau lebih organ internal.atau remaja idiopathic arthritis (JIA) biasanya mempengaruhi lima atau lebih sendi dan:     mempengaruhi perempuan lebih sering daripada anak laki-laki paling sering mempengaruhi lutut. hipertensi arteri paru dapat terjadi pada hingga sepertiga pasien. S clerodactyly . Sistemik timbulnya rheumatoid arthritis (JRA) . kerongkongan. Bentuk skleroderma bisa sangat melumpuhkan. Bentuk lain dari skleroderma sistemik termasuk sinus skleroderma. terutama lutut dapat menyebabkan peradangan mata (uveitis) yang terlihat paling sering pada muda anak perempuan dengan positif antibodi anti-nuklir (ANA) c. pergelangan tangan. termasuk pinggul. Rheumatoid arthritis polyarticular remaja (JRA) . yang berlangsung selama beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan menyebabkan ruam yang terdiri dari pucat. Selain itu. sering ginjal. dan T elangiectasias . Hal ini sebelumnya disebut CREST sindrom mengacu pada komplikasi berikut: C alcinosis . dan dua bentuk lokal yang mempengaruhi kulit. dan adalah komplikasi yang paling serius untuk bentuk skleroderma. pergelangan tangan dan pergelangan kaki dapat mempengaruhi berat badan-bantalan dan sendi lainnya. Tidak ada pengobatan untuk skleroderma itu sendiri. bintik-bintik merah di dada anak. jantung dan paru-paru. E disfungsi sophageal . pergelangan kaki atau pergelangan tangan sering mempengaruhi sendi pada salah satu sisi tubuh saja.Sclerosis sistemik Terbatas / skleroderma melibatkan manifestasi kulit yang terutama mempengaruhi tangan. Juvenile arthritis (arthritis pada anak-anak) Juvenile rheumatoid (JA) mengacu pada setiap bentuk arthritis atau radang sendi yang berhubungan dengan kondisi yang berkembang pada anak-anak atau remaja yang kurang dari 18 tahun.atau remaja idiopathic arthritis (JIA) mempengaruhi biasanya empat atau lebih sedikit sendi dan:    biasanya mempengaruhi sendi-sendi besar: lutut.

Fibromyalgia Fibromyalgia (FM atau FMS) adalah gangguan kesehatan yang ditandai dengan kronis luas nyeri dan allodynia . termasuk dermatomiositis dan lupus eritematosus sistemik. Yunani myo-. e. Gejala fibromyalgia tidak terbatas pada nyeri. Dermatomiositis remaja adalah penyakit radang yang menyebabkan kelemahan otot dan ruam kulit yang khas pada kelopak mata. b. Lupus Eritematosus Sistemik remaja adalah penyakit autoimun terkait dengan ruam kulit. Secara historis. Fibromyalgia telah diakui sebagai gangguan didiagnosis oleh US National Institutes of Health dan American College of Rheumatology . Ini adalah contoh dari diagnosis eksklusi . dan olahraga. gangguan tidur . Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anomali otak mungkin akibat stres anak.jenis lain juvenile arthtritis: a. beberapa perawatan telah ditunjukkan oleh terkontrol uji klinis untuk secara efektif mengurangi gejala. Beberapa pasien juga dapat melaporkan kesulitan menelan . radang sendi. radang selaput dada. enthesopathy seronegatif dan sindrom arthropathy) adalah sekelompok penyakit yang melibatkan tulang belakang dan sendi ekstremitas bawah. dan kekakuan sendi . mati rasa dan kesemutan . sebuah respon tinggi dan menyakitkan untuk tekanan. c. fibro-. menyebabkan penggunaan istilah sindrom fibromyalgia alternatif untuk kondisi tersebut. dengan perempuan untuk laki-laki . yang berarti "jaringan berserat". paling sering pinggul dan lutut. Fibromyalgia adalah sering komorbid dengan kondisi kejiwaan seperti depresi dan kecemasan dan yang terkait dengan stres gangguan seperti gangguan stres pasca trauma . Tidak semua orang dengan pengalaman fibromyalgia semua yang terkait gejala. gangguan sistem saraf pusat. "sakit". sehingga istilah secara harfiah berarti " otot dan jaringan ikat rasa sakit ") Para otak pasien fibromyalgia menunjukkan perbedaan struktural dan perilaku dari orang-orang yang sehat. digambarkan sebagai 'sindrom sensitisasi sentral disebabkan oleh kelainan neurobiologis yang bertindak untuk menghasilkan nyeri fisiologis dan kognitif serta neuro-psikologis simtomatologi. pendidikan pasien. Pendekatan terbaru dari diagnosis fibromyalgia melibatkan rasa sakit dan indeks ukuran kunci gejala dan tingkat keparahan. Meskipun demikian. "otot". fibromyalgia telah dianggap baik muskuloskeletal penyakit atau neuropsikiatri kondisi. intervensi perilaku. Meskipun ada belum ada obat untuk fibromyalgia. usus dan kandung kemih kelainan. 8. dan Yunani-algos. Fibromyalgia diperkirakan mempengaruhi 2-4% dari populasi. Fibromyalgia. atau stres yang berkepanjangan atau berat. kejadian rasio sekitar 9:1 Istilah "fibromyalgia" berasal dari Latin baru. d. Juvenile Vaskulitis adalah peradangan pembuluh darah dan dapat menjadi penyakit masa kecil yang utama dan fitur dari sindrom lain. tetapi tidak jelas apakah anomali otak menyebabkan gejala fibromyalgia atau merupakan produk dari sebuah penyebab umum yang mendasari tidak diketahui. beberapa dokter tidak menganggap fibromyalgia . Gejala lain termasuk melemahkan kelelahan . dan disfungsi kognitif . Juvenile Psoriasis Arthritis adalah jenis rematik yang mempengaruhi perempuan dan anak laki-laki yang terjadi dalam hubungan dengan psoriasis kondisi kulit. Spondyloarthropies Juvenile (ankylosing spondylitis. termasuk obat-obatan. penyakit ginjal dan gerakan neurologis.

.penyakit karena kurangnya kelainan pada pemeriksaan fisik dan tidak adanya tes diagnostik objektif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful