GETARAN MEKANIK

Pengertian Getaran Getaran adalah gerakan bolak-balik dalam suatu interval waktu tertentu. Getaran berhubungan dengan gerak osilasi benda dan gaya yang berhubungan dengan gerak tersebut. Semua benda yang mempunyai massa dan elastisitas mampu bergetar, jadi kebanyakan mesin dan struktur rekayasa (engineering) mengalami getaran sampai derajat tertentu dan rancangannya biasanya memerlukan pertimbangan sifat osilasinya. Ada dua kelompok getaran yang umum yaitu : (1). Getaran Bebas. Getaran bebas terjadi jika sistem berosilasi karena bekerjanya gaya yang ada dalam sistem itu sendiri (inherent), dan jika ada gaya luas yang bekerja. Sistem yang bergetar bebas akan bergerak pada satu atau lebih frekuensi naturalnya, yang merupakan sifat sistem dinamika yang dibentuk oleh distribusi massa dan kekuatannya. Semua sistem yang memiliki massa dan elastisitas dapat mengalami getaran bebas atau getaran yang terjadi tanpa rangsangan luar.

Gambar. 2.3 Sistem Pegas – massa dan diagram benda bebas

(2). Getaran Paksa. Getaran paksa adalah getaran yang terjadi karena rangsangan gaya luar, jika rangsangan tersebut berosilasi maka sistem dipaksa untuk bergetar pada frekuensi rangsangan. Jika frekuensi rangsangan sama dengan salah satu frekuensi natural sistem, maka akan didapat keadaan resonansi dan osilasi besar yang berbahaya mungkin terjadi. Kerusakan pada struktur besar seperti jembatan, gedung ataupun sayap pesawat terbang, merupakan kejadian menakutkan yang disebabkan oleh resonansi. Jadi perhitungan frekuensi natural merupakan hal yang utama.

Gambar 2.4 Getaran paksa dengan peredam

2.1.3. Gerak Harmonik

Gambar 2.5 Rekaman Gerak Harmonik

Gerak osilasi dapat berulang secara teratur atau dapat juga tidak teratur, jika gerak itu berulang dalam selang waktu yang sama maka gerak itu disebut gerak periodik. Waktu pengulangan tersebut disebut perioda osilasi dan kebalikannya disebut frekuensi. Jika

gerak dinyatakan dalam fungsi waktu x (t), maka setiap gerak periodik harus memenuhi hubungan (t) = x (t + τ). Prinsip D’Alembert Sebuah alternatif pendekatan untuk mendapatkan persamaan adalah penggunaan Prinsip D’Alembert yang menyatakan bahwa sebuah sistem dapat dibuat dalam keadaan keseimbangan dinamis dengan menambahkan sebuah gaya fiktif pada gaya-gaya luar yang biasanya dikenal sebagai gaya inersia.
• Persamaan Differential Gerak

Model fisik dari getaran bebas tanpa redaman dapat dilihat pada gambar dibawah ini: x m k

Gambar 2.1: Model Fisik Sistem Getaran Bebas 1 DOF Tanpa Redaman Dimana, x m k adalah simpangan adalah massa adalah konstanta pegas

Untuk mendapatkan model matematika dari model fisik di atas yaitu dengan dilakukan analisis diagram benda bebas (FBDA ) x m k k x m 

m x

Gambar 2.2: Free Body Diagram Analysis (FBDA) pada Getaran Bebas 1 DOF Tanpa

jika x # 0. kx adalah gaya pegas  adalah gaya inersial m x Dengan menggunakan persamaan kestimbangan gaya arah vertikal dapat dinyatakan model matematika dari sistem di atas adalah sebagai berikut:  + kx = 0 m x Prinsip D’Alembert Sebuah alternatif pendekatan untuk mendapatkan persamaan adalah penggunaan Prinsip D’Alembert yang menyatakan bahwa sebuah sistem dapat dibuat dalam keadaan keseimbangan dinamis dengan menambahkan sebuah gaya fiktif pada gaya-gaya luar yang biasanya dikenal sebagai gaya inersia. oleh karena itu ( k ... .Dimana. Jawab persamaan differential gerak m x + kx = 0 Misal jawab x = A sin ωt + B cos ωt . x = ωA cos ωt − ωB sin ωt x = −ω 2 A sin ωt − ω 2 B cos ωt .5(a)) dan seri (gambar V.. m − ω 2 x + kx = 0 ( Getaran terjadi. ) (k − mω )x = 0 2 x = −ω 2 x .mω2) = 0 dan akibatnya k k ω= ⇒ ωn = ( frekuensipribadi) m m Pegas dipasang Seri atau Paralel Pemasangan konstanta pegas ekivalen dari suatu sistem dapat dilakukan melalui dua cara yaitu paralel (gambar V.5(b)) .

gaya yang diperlukan untuk membuat satu unit perpindahan (konstanta pegas ekivalen) diberikan oleh Dengan mensubstitusi y dari persamaan ini ke dalam persamaan V.4. gaya P yang diperlukan untuk membuat perpindahan pada satu sistem adalah sebesar perkalian antara perpindahan dengan jumlah kedua konstanta pegas tersebut. dapat dirumuskan sebagai berikut : dimana : n adalah jumlah pegas yang dipasang paralel Sedangkan.Untuk dua pegas paralel. konstanta pegas ekivalen yang terpasang seri . sehingga besar kekakuan pegas total adalah : Atau secara umum. untuk dua pegas terpasang seri. maka didapatkan nilai kebalikan dari konstanta pegas : Secara umum. gaya P menghasilkan perpindahan total y dari ujung bebas pada susunan pegas sebesar : Akibatnya.

1. yang berhubungan dengan jumlah derajat kebebasan (degree of fredom). SISTEM DERAJAT KEBEBASAN TUNGGAL TAK TEREDAM Umum Dalam dinamika struktur. yaitu struktur yang dimodelisasikan sebagai sistem dengan koordinat perpindahan tunggal (single displacement coordinate). sebuah model matematis yang tepat dapat mereduksi jumlah derajat kebebasan menjadi suatu jumlah diskrit dan untuk beberapa keadaan dapat menjadi berderajat kebebasan tunggal. jumlah koordinat bebas (independent coordinates) diperlukan untuk menetapkan susunan atau posisi sistem pada setiap saat. Pada umumnya. struktur berkesinambungan (continuous structure) mempunyai jumlah derajat kebebasan (number of degrees of fredom) tak berhingga.2. terlihat beberapa contoh struktur yang dapat dianggap sebagai struktur berderajat kebebasan satu (one degree of freedom) dalam analisis dinamis.dimana : n adalah jumlah pegas terpasang seri. Pada gambar V. Namun dengan proses idealisasi atau seleksi. Sistem derajat kebebasan tunggal ini dapat dijelaskan secara tepat dengan model matematis seperti pada Gambar V. dimana memiliki elemen-elemen sebagai berikut : .

menyatakan massa dan sifat inersia dari struktur. Massa (m). menyatakan elastisitas. dianggap bahwa tiap elemen dalam sistem menyatakan satu sifat khusus. sistem tersebut hanya dikendalikan oleh pengaruh atau kondisi yang dinamakan kondisi awal (initial conditions). menyatakan sifat geseran dan kehilangan energi dari struktur. Elemen pegas (k). yaitu 1. 3. 2. bukan elastisitas atau kehilangan energi. akan ditinjau sistem yang bebas dari gaya aksi gaya luar selama bergerak atau bergetar. pada saat pembahasan dimulai. dimana gaya geseran atau redaman diabaikan. menyatakan kehilangan energi. menyatakan gaya balik elastis (elastic restoring force) dan kapasitas energi potensial dari struktur. 3. 2. Elemen massa (m). Pada keadaan ini. dan sebagai tambahan. yaitu perpindahan yang diberikan dalam kecepatan pada saat t=0.2. bukan inersia atau kehilangan energi. Sistem Tak Teredam (Undamped System) Analisis sistem dasar yang sederhana dalam pembahasan dinamika struktur adalah sistem derajat kebebasan tunggal. Pegas (k).1. Peredam (c). menyatakan sifat khusus inersia (property of inertia). menyatakan gaya luar yang bekerja pada sistem Struktur Dengan mengambil model matematis pada gambar V. 4. Elemen redaman (c). Sistem derajat . Gaya pengaruh (F(t)).

Karakteristik mekanis dari pegas digambarkan antara besar gaya Fs yang bekerja pada ujung pegas dengan hasil perpindahan y seperti terlihat pada Gambar V.4.3 (b) ataupun sebagai bentuk yang mirip dengan yang di atas.3 (a) dan V. Kedua gambar tersebut merupakan model matematis secara dinamis ekivalen.4 yang menunjukkan secara grafik dari tiga jenis pegas yang berbeda. karakteristik lengkungan (a) menyatakan sifat dari pegas kuat (hard spring)..kebebasan tunggal tak teredam sering dihubungkan dengan osilator sederhana tak teredam (simple undamped oscillator) yang selalu disajikan seperti gambar V. dimana gaya harus memberikan pengaruh lebih besar untuk suatu .dan hanya tergantung pada pilihan perorangan saja dalam penggunaannya. Berdasarkan gambar V. Pada model ini massa m dihambat oleh pegas k dan bergerak menurut garis lurus sepanjang satu sumber koordinat.

karakteristik lengkungan (b). Sedangkan.perpindahan yang disyaratkan seiring dengan terdeformasinya pegas. diberikan oleh Hukum Newton Kedua untuk gerak sebagai berikut : F = ma dimana : F : gaya yang bekerja pada partikel massa m a : resultan percepatan Persamaan V. Konstanta keselarasan antara gaya dan perpindahan dari pegas linier disebus konstanta pegas (spring constant). dimana besaran komponennya menurut sumbu koordinat x. Hukum Gerak Newton Hubungan analitis antara perpindahan y dan waktu t. karena deformasinya selaras (proportional) dengan gaya dan gambar grafisnya mempunyai karakteristik garis lurus. Benda kaku yang bergerak pada sebuah bidang adalah simetris terhadap bidang gerak (bidang x-z).4 disebut pegas lemah. y dan z.8 dapat ditulis dalam bentuk ekivalen. sehingga persamaan yang menyatakan hubungan antara gaya dan perpindahan pegas linier adalah sebagai berikut : Pegas dengan karakteristik lengkungan (c) pada gambar V. yang berarti ketiga persamaan adalah persamaan differensial. yang biasa dinyatakan dengan “k”. menyatakan sifat pegas linear. Persamaan Hukum Newton dapat digunakan pada benda idealis seperti partikel yang bermassa tetapi tidak bervolume. sehingga mengakibatkan Hukum Newton perlu dimodifikasi menjadi : . yaitu : Percepatan didefinisikan sebagai turunan kedua vektor posisi terhadap waktu. tetapi juga dapat digunakan pada benda berdimensi yang bergerak. dimana pertambahan gaya untuk memperbesar perpindahan cenderung mengecil pada saat deformasi pegas menjadi makin besar.

Pada Gambar V. dimana semua gaya luar pada benda terlihat jelas. Berat dari mg dan reaksi normal N dari permukaan penunjang diperlihatkan juga untuk pelengkap meskipun gaya-gaya ini bekerja pada arah vertikal dan tidak termasuk dalam .Diagram Benda Bebas Digram Free Body adalah suatu sketsa dari benda yang dipisahkan dari benda lainnya.6(b) Mengilustrasikan Diagram Free Body dari massa osilator (m) yang dipindahkan pada arah positif menurut koordinat y. yang memberikan gaya pada pegas sebesar F ky s = (asumsi pegas linier).

yaitu kecepatan. Penggunaan Hukum Gerak Newton memberikan.persamaan gerak yang ditulis menurut arah y. Dimana gaya pegas bekerja pada arah negatif mempunyai tanda minus dan percepatan dinyatakan oleh . Contoh : Sistem Massa Balok m a A Lendutan pada massa m adalah: 2 Pa 3 ( A − a ) δ= (4A − a ) 12 ⋅ EI ⋅ A 3 P P ⋅ 12 EI ⋅ A 3 k= = δ P ⋅ a 3 ( A − a ) 2 ( 4A − a ) = 12 EI ⋅ A 3 a 3 ( A − a ) ( 4A − a ) 2 Diagram benda bebas dari sistim adalah:  mx m kx Dari persamaan kesetimbangan pada DBB diperoleh : ∑ Fy = 0  + kx = 0 mx . Pada notasi ini. dua titik di atas menyatakan turunan kedua terhadap waktu dan satu titik menyatakan turunan pertama terhadap waktu.

Misal jawab sistem adalah: x = X sin ωt  = ωX cos ωt x  x = −ω 2 X sin ωt Apabila disubstitusikan ke PDG diperoleh: − mω 2 x + kx = 0 k ω= m ωn = 12 EI ⋅ A 3 ma 3 ( A − a ) (4A − a ) 2 Contoh : Sistem Massa pegas. A a m k A Aθ aθ θ R mA θ kaθ ∑M A =0 ( ⇒ mA 2  θ + ka 2 θ = 0 2 2 2 −ω mA + ka X sin ωt = 0 ) θ = X sin ωt  θ = − ω 2 X sin ωt − ω mA + ka = 0 2 2 2 .

Konstanta akibat kekentalan (viskositas) c ini dinamakan koefisien peredam. Gaya akibat kekentalan ini sebanding dengan kecepatan benda. Bila bergerak dalam fluida benda akan mendapatkan peredaman karena kekentalan fluida.ω 2 mA 2 = ka 2 ka 2 2 ω = mA 2 maka frekuensi pribadi sistem : ωn = ka 2 mA 2 Getaran Bebas dengan Redaman Bila peredaman diperhitungkan. dengan satuan N s/m (SI) . berarti gaya peredam juga berlaku pada massa selain gaya yang disebabkan oleh peregangan pegas.

Rumus untuk nisbah redaman ( ) adalah Sebagai contoh struktur logam akan memiliki nisbah redaman lebih kecil dari 0. Bila peredaman diperbesar sehingga mencapai titik saat sistem tidak lagi berosilasi. Nisbah ini adalah perbandingan antara peredaman sebenarnya terhadap jumlah peredaman yang diperlukan untuk mencapai titik redaman kritis.05.Dengan menjumlahkan semua gaya yang berlaku pada benda kita mendapatkan persamaan Solusi persamaan ini tergantung pada besarnya redaman. sistem masih akan bergetar. Bila peredaman ditambahkan melewati titik kritis ini sistem disebut dalam keadaan lewat redam. . dan . ditentukan oleh panjang regangan pegas. ingsutan fase. namun pada akhirnya akan berhenti. Nilai koefisien redaman yang diperlukan untuk mencapai titik redaman kritis pada model massa-pegas-peredam adalah: Untuk mengkarakterisasi jumlah peredaman dalam sistem digunakan nisbah yang dinamakan nisbah redaman. amplitudo awal. Bila redaman cukup kecil. Keadaan ini disebut kurang redam. dan merupakan kasus yang paling mendapatkan perhatian dalam analisis vibrasi.2-0. sedangkan suspensi otomotif akan berada pada selang 0. kita mencapai titik redaman kritis.3. Solusi sistem kurang redam pada model massa-pegas-peredam adalah Nilai X.

Fungsi kosinus melambangkan osilasi sistem. semakin cepat sistem teredam ke titik nol. namun frekuensi osilasi berbeda daripada kasus tidak teredam. Pengurangan logaritmis (logarithmic decrement) (c). rasio redaman (damping ratio) (d). Karena itu deskripsi teredam dan takredam kerap kali tidak disebutkan ketika menyatakan frekuensi alamiah. frekuensi natural teredam . namun untuk banyak kasus praktis nisbah redaman relatif kecil.00 sampai 0. Tentukan : (a). dan karenanya perbedaan tersebut dapat diabaikan. fd.Dari solusi tersebut perlu diperhatikan dua hal: faktor eksponensial dan fungsi cosinus. Sebuah sistem bergetar terdiri dari berat W = 44.85. dipengaruhi redaman liat (viscous damped) sehingga dua amplitudo puncak secara berurutan adalah 1. Frekuensi dalam hal ini disebut "frekuensi alamiah teredam". dan terhubung dengan frekuensi alamiah takredam lewat rumus berikut.5 N dan pegas kekakuan k = 3504 N/m. Frekuensi alamiah teredam lebih kecil daripada frekuensi alamiah takredam. Frekuensi natural dari sistem tak teredam (b). koefisien redaman (e). Faktor eksponensial menentukan seberapa cepat sistem teredam: semakin besar nisbah redaman. Contoh 1.

I. A m k C δ PA 3 δ= 3EI K ba tan g = 3EI A3 sehingga Kskivalen K= 3EI +k A3 maka diagram benda bebas (DBB) adalah .Contoh Soal : E.

 x.2 = −c ± c 2 − 4 mK 2m 2 −c K ⎛ c ⎞ = ± ⎜ ⎟ − ⎝ 2m⎠ 2m m λ 1. mx  . x x Kx persamaan gerak sistem  Cx  + cx  + Kx = 0 mx asumsi x = Ae λt  = λAe λt x  x = λ2 Ae λt dengan mensubsitusikannya ke persamaan gerak diperoleh mλ2 + cλ + K Ae λt = 0 ( ) mλ2 + cλ + K = 0 λ 1.2 = 3EI / A 3 + k −c ⎛ c ⎞ − ± ⎜ ⎟ ⎝ 2m⎠ m 2m 2 ⇒ pers. karakteristik untuk kondisi kritis : K ⎛ c ⎞ ⎜ ⎟ − =0 ⎝ 2m⎠ m kondisi tanpa redaman : 2 maka λ 1 = λ 2 =  + Kx = 0 mx −c 2m .

2 −c K ⎛ c ⎞ = ± ⎜ ⎟ − ⎝ 2m⎠ m 2m = − ξω n ± ξ 2 ω n − ω n 2 2 2 = − ξω n ± ω n ξ 2 − 1 pada kondisi redaman kritis : λ1 = λ 2 = −c = − ξω n 2m jawab sistem : x = A 1e − ξω n t + A 2 e − ξω n t = Ae − ξω n t pada kondisi under damped : ξ 2 ω n 2 − ω n 2 < 0 maka : λ 1.maka ω n2 = K m ⎛ c ⎞ ⎜ ⎟ − ωn = 0 ⎝ 2m⎠ ⎛ c ⎞⎛ c ⎞ + ωn ⎟⎜ − ωn⎟ = 0 ⎜ ⎝ 2m ⎠ ⎝ 2m ⎠ 2 maka : c c = −ω n atau = ωn 2m 2m (tidak dipakai) redaman kritis : koefisien redaman: c c = 2 mω n = 2 m ξ= c c = c c 2 mω n 3EI / A 3 + k m c = ξω n 2m λ 1.2 = − ξω n ± −1 ξ 2 ω n 2 − ω n 2 = − ξω n ± −ω n 1 − ξ 2 = − ξω n ± iω n 1 − ξ 2 2 ( ) ( ) ⇒ ωd = ω n 1 − ξ2 jawab system : x = A 1e ( − ξω n + iω d ) t + A 2 e ( − ξω n − iω d ) t = A 1e iω d t + A 2 e − iω d t e − ξω n t 1 d d ( ) = {A (cos ω t + i sin ω t ) + A (cos ω t − i sin ω t )}e = [(A + A ) cos ω t + i(A − A ) sin ω t ]e 2 d d 1 2 d 1 2 d − ξω n t − ξω n t  = {( − A sin ω d t + Bω d cos ω d t ) + (A cos ω d t + B sin ω d t ) − ξω n }e − ξω n t x x = (A cos ω d t + B sin ω d t )e − ξω n t .

Salah satu konfigurasi ini merupakan perpindahan lurus. sistem ini adalah sistem dua-derajat-kebebasan.endulum ganda seperti terlihat dalam Gambar 2-3 di bawah ini. Bila massa m ditumpu dengan dua buah pegas yang sama seperti terlihat dalam Gam-bar 2-2 di bawah ini gerakannya dibatasi secara vertikal. mungkin merupakan kelompok koordinat sistem ini. Ke dua koordinat ini satu sama lain bebas. . 2. bila gerakan massa ml dan m2 secara vertikal dibatasi maka paling sedikit dibutuhkan satu koordinat x(t) guna menentukan kedudukan massa pada berbagai waktu. 8(t). 3. yang mengukur rotasi massa. jelas bahwa untuk menentukan posisi massa m1 dan m2 pada berbagai waktu dibutuhkan dua buah koordinat dan sistem adalah dua derajat kebebasan. Dalam sistem massa pegas seperti terlihat dalam Gambar 2-1 di bawah ini. Untuk p. Tetapi x1 dan x2 atau y1 dan y2. = ( Bω d − Aξω n ) cos ω d t + ( − Aω d − Bξω n ) sin ω d t e − ξω n t x [ ] x = x0 = A =x  0 = Bω d − Aξω n t=0 ⇒ x  0 = Bω d − x 0 ξω n x B=  0 + x 0 ξω n x ωd ⎛ ⎞ ⎛x  + x 0 ξω n ⎞ sehingga : x = e −ξω n t ⎜ x 0 cos ω d t + ⎜ 0 ⎟ sin ω d t⎟ ωd ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ SISTEM 2 DERAJAT KEBEBASAN (2DOF . atau θ1 dan θ2. maka dibutuhkan dua buah koordinat untuk menentukan konfigurasi sistem. Sistem dua-derajat-kebebasan dibagi atas tiga sistem yaitu : 1. oleh karena itu sistem ini adalah sistem dua derajat kebebasan. Berarti sistem membutuhkan dua buah koordinat bersama-sama untuk menentukan kedudukan massa. seperti perpindahan massa x(/).MK) PENDAHULUAN Sistem yang membutuhkan dua buah koordinat bebas untuk menentukan kedudukannya disebut sistem dua-derajat-kebebasan. Koordinat yang lain yaitu perpin-dahan sudut.

Analisislah persamaan geraknya e. Apabila massa sebelah kiri bergerak 1meter dari kedudukan setimbang statis dan kemudian dilepaskan. . konstanta pegas =30 N/m. Ep adalah energi potensial pegas(akibat kerja pegas). Tentukan rasio amplitudonya d. maka tentukan perpindahan massa u 1(t) dan u2(t) Solusi Persamaan umum Lagrange: Ek adalah energi kinetik(akibat gerakan massa). a.Controh diketahui sistem dua derajat kebebasan berikut : Diketahui massa =10 kg. Carilah frekuensi pribadinya c. Tentukan persamaan gerak sistem den gan memanfaatkan metode Lagrange! b.

Untuk kasus di atas merupakan 2 derajat kebebasan. .Ed adalah energi terbuang sistem(akibat kerja redaman). sehingga persamaan umum Lagra nge dapat dibuat menjadi 2 bentuk. Kasus ini Ed = 0 Qi adalah gaya luar yg bekerja pada sistem (eksitasi) . yaitu penurunan terhadap u 1(t) dan u2(t). Kasus ini Qi 0 a.

.

.

Contoh matrik penggandengan dinamik me ⎤ ⎧ x⎫ ⎡m ⎨ ⎢ ⎥ 2  ⎬ ⎣ m me + I G ⎦ ⎩θ ⎭ Dapat dicari suatu sistem koordinat yang sama sekali tidak mempunyai salah satu bentuk penggandengan. θ θ Bila A 1 ≠ A 2 dapat terjadi penggandengan statik atau dinamik. Pada sistem dengan redaman  1 ⎫ ⎡ k 11 0 ⎤ ⎧ x 1 ⎫ x 1 ⎫ ⎡C 11 C 12 ⎤ ⎧ x ⎡ m11 0 ⎤ ⎧  + ⎨ ⎬ ⎨ ⎬+ ⎢ ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎥ ⎨ ⎬ = {0}  2 ⎭ ⎣ 0 k 22 ⎦ ⎩x 2 ⎭ x 2 ⎭ ⎣C 21 C 22 ⎦ ⎩x ⎣ 0 m 22 ⎦ ⎩ Bila C 12 = C 21 = 0 . maka redaman dikatakan sebanding (dengan matrik kekakuan atau matrik massa) dan persamaan menjadi tak gandeng. Setiap persamaan dapat dipecahkan tanpa tergantung pada persamaan lain. . Koordinat semacam ini dinamai koordinat utama (proncipal koordinat) atau normat koordinat).  θ. Penggandengan statik ada bila matrik kekakuan adalah non-diagonal. A A k k J θ  . Massa penggandengan dinamik ada bila matrik massa adalh non diagonal. x x x Aθ k ( x − Aθ)  mx k ( x + Aθ)  .Penggandengan Koordinat (ringkasan) Persamaan gerak sistem dua derajat kebebasan biasanya gandeng (coupled) artinya kedua koordinat muncul dalam stiap persamaan gerak (diverensial).  x.

x x  I Gθ kx  ) m (  x + lθ k ( x + lθ ) . yang ditunjukkan dalam gambar diatas maka terbentuk persamaan matrik x ⎫ ⎡ (k1 + k 2 ) ⎡ m 0⎤ ⎧ ⎢ ⎥ ⎨ ⎬ + ⎢ ⎣ 0 J ⎦ ⎩θ ⎭ ⎢ ⎣( k 2 l 2 − k 1l 1 ) (k l ( k 2 l 2 − k 1l 1 ) ⎤ ⎧x ⎫ 2 1 1 ⎥ ⎨ ⎬ = {0} − k 2l2 ⎥ ⎩θ ⎭ 2 ⎦ ) Bila k 1 A 1 = k 2 A 2 maka penggandengan akan hilang dan diperoleh getaran dengan x dan θ yang tak gandeng.Penggandengan Statik Dengan memilih koordinat x dan θ . M k k Bila k 1 A 3 = k 2 A 4 maka persamaan gerak yang diperoleh x ⎫ ⎡( k 1 + k 2 ) ⎡ m me⎤ ⎧ ⎢ ⎥ ⎨ ⎬ + ⎢ 0 ⎣ me Jc ⎦ ⎩θ ⎭ ⎢ ⎣ ( ⎤ ⎧x ⎫ ⎥ ⎨ ⎬ = {0} 2 k 1A 3 − k 2A2 4 ⎥ ⎦ ⎩θ ⎭ 0 ) Penggandengan Statik dan Dinamik Bila ujung batang dipilih x = x 1 maka akan diperoleh bentuk matrik persamaan gerak x 1 ⎫ ⎡( k 1 + k 2 ) k 2 A ⎤ ⎧x 1 ⎫ ⎡ m mA 1 ⎤ ⎧ ⎥ ⎨ ⎬ = {0} ⎢ ⎥ ⎨  ⎬ + ⎢ k 2A2 ⎥ ⎣ mA 1 J 1 ⎦ ⎩ θ ⎭ ⎢ ⎦⎩θ ⎭ ⎣ k 2A  .  x. Penggandengan Dinamik A1 c A2 x IG.

65 m r = 4 ft = 1.x k 1 ( x + l1θ )  mx k 2 ( x − l 2θ ) .35 m l 2 = 5.5 ft = 1.5 ft = 1.Contoh Soal Tentukan ragam normal getaran mobil yang disimulasi oleh sistem dua derajat kebebasanyang disederhanakan dengan nilai-nilai numerik sebagai berikut : W = 3220 lb = 14.3 kN l 1 = 4.13 x10 3 kN m A1 A2 IG.x  x. M k1 k2 Persamaan gerak dari sistem  J cθ .2 x10 3 kN m k 1 = 2600 lb ft = 38.2 m Jc = W 2 r g k 1 = 2400 lb ft = 35.

0072 m derajat = 7.69 ft rad = 0.90 rad det ω 2 = 9.∑F x =0  + k 1 ( x − l 1θ ) + k 2 ( x + l 2 θ ) = 0 mx ∑M 0 =0 J c  θ − k 1 ( x − l 1 θ )l 1 + k 2 ( x + l 2 θ ) l 2 = 0 dengan asumsi jawab  x = − Xω 2 sin ω t  = − θω 2 sin ω t θ Sehingga diperoleh ⎡ k1 + k 2 − ω 2 m ⎢ ⎢ ⎣ −( k 1l 1 − k 2 l 2 ) ( ) ⎤ ⎧X ⎫ ⎥ ⎨ ⎬ = {0} 2 2 k 1l 1 + k 2l2 − ω 2J c ⎥ ⎦ ⎩θ ⎭ −( k 1l 1 − k 2 l 2 ) 2 2 k 1l 1 + k 2l2 − ω 2J c −( k 1l 1 − k 2 l 2 ) (k (k 1 + k2 −ω 2m −( k 1 l 1 − k 2 l 2 ) 1 ) =0 2 2 + k 2 − ω 2 m k 1l 1 + k 2l2 2 − ω J c − ( k 1 l 1 − k 2 l 2 )( k 1 l 1 − k 2 l 2 ) = 0 )( ) dengan memasukkan nilai-nilai yang diketahui kedalam persamaan diatas diperoleh ω 1 = 6.0765 m derajat = 76 mm derajat = 1.06 rad det Ratio amplitudo ⎛ X⎞ ⎜ ⎟ ⎝ θ⎠ ⎛ X⎞ ⎜ ⎟ ⎝ θ⎠ ω1 = − 14.2 mm derajat ω 2 .6 ft rad = 0.

Tetapi karena banyaknya langkah yang harus dilewati untuk mencari frekuensi pribadi melalui perhitungan matematis. Sistem Torsi 4 Derajat Kebebasan . analisa system banyak derajat kebebasan adalah sama dengan system satu atau dua derajat kebebasan.SISTEM BANYAK DERAJAT KEBEBASAN Sistem banyak derajat kebebasan adalah sebuah system yang mempunyai koordinat bebas untuk mengetahui kedudukan massa lebih dari dua buah. maka system digolongkan menjadi banyak derajat kebebasan. Berikut adalah contoh macam-macam System Banyak Derajat Kebebasan:   Gambar 1. Pada dasarnya.

.Gambar 2. Gambar 3. Sistem Pendulum 3 Derajat Kebebasan. Sistem Pegas Massa 3 Derajat Kebebasan.

Personal Computer dengan software PC-SCOPE Skema susunan alat-alat dalam percobaan ini adalah: Mekanisme percobaan Mekanisme percobaan dilakukan dengan menggetarkan batang logam dengan tangan (secara manual) sehingga data yang diperlukan muncul pada layar komputer (lihat gambar). Dasar Teori Sebuah struktur bergetar dengan redaman kurang dari redaman kritis akan melakukan gerak getar yang persamaan geraknya dapat diungkapkan dengan persamaan yang melukiskan hubungan simpangannya dengan selang waktu. sedangkan percobaan pada pelat kayu tidak diberi massa pemberat. Alat-Alat Yang Digunakan 1. Model struktur pelat logam dengan massa tambahan yg posisinya dapat diubah -ubah 4.FREKUENSI ALAMI SEBUAH STRUKTUR (Penerapan Metode Logarithmic Decrement) Tujuan Percobaan Menentukan faktor redaman dan frekuensi alami sebuah struktur. yaitu: . Model struktur pelat kayu 5. Accelerator “RION” PV-34 2. Posisi massa pemberat diubah-ubah pada jarak tertentu dari posisi pencekam pelat logam. Sound Level Meter “RION” NA-56 3.

.

Berapa redaman kritisnya c. Frekuensi pribadi sistem e.Bila dari persamaan-persamaan di atas dapat diukur simpangan dan waktu pada titik P dan titik Q. konstanta pegas =200 N/m. Setelah mengalami 4 kali siklus gerakan maka amplitudonya berkurang 80%. frekuensi getaran teredam dan frekuensi alami sistem bisa dihitung. Dengan kata lain: dekremen logaritma tetap dapat diukur. faktor redaman. Dekremen logaritma tidak hanya dapat dihitung berdas arkan perbandingan simpangan saja. Faktor redaman mempunyai batas harga tertentu. a. periode getaran teredam. kecepatan maupungrafik percepatan. yaitu: Soal Decrement Logaritma Diketahui SDOF seperti gambar dibawah dengan massa =2 kg. Berapa konstanta redaman sistem tersebut d. maka dekremen logaritma. Tentukan faktor redamannya b. baik pada grafik simpangan. melainkan juga berdasarkan perbandingan kecepatan maupun percepatan. Massa sistem ditarik ke bawah kemudian dilepaskan. Frekuensi sistem saat redaman terpasang Solusi Data : k = 200N/m m = 2kg Amplitudo awal = X1 = 100% = 1 .

2 .Amplitudo setelah siklus 4 kali gerakan = X5 = 20% = 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful