P. 1
Makalah Teknik Gempa FT Sipil Unram.docx.

Makalah Teknik Gempa FT Sipil Unram.docx.

|Views: 67|Likes:
Published by Erlyn Rhieriey
Melakukan perancangan rumah tahan gempa sesuai dengan standar perencanaan yang telah ditetapkan.
Melakukan analisis getaran dinamik pada suatu bangunan
Merancang peredam getaran pada suatu bangunan berdasarkan analisis getaran dinamik sesuai dengan karakteristik bangunan tersebut.
Melakukan perancangan rumah tahan gempa sesuai dengan standar perencanaan yang telah ditetapkan.
Melakukan analisis getaran dinamik pada suatu bangunan
Merancang peredam getaran pada suatu bangunan berdasarkan analisis getaran dinamik sesuai dengan karakteristik bangunan tersebut.

More info:

Published by: Erlyn Rhieriey on May 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/08/2013

$4.99

USD

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Gempa bumi merupakan suatu fenomena alam yang tidak dapat dihindari, tidak dapat diramalkan kapan terjadi dan berapa besarnya, serta akan menimbulkan kerugian baik harta maupun jiwa bagi daerah yang ditimpanya dalam waktu relatif singkat. Menurut Teori Pelat Tektonik, para ahli geologi mengasumsikan bahwa dunia terdiri dari beberapa lempengan yang mengambang, dimana masing-masing lempengan tersebut bergerak pada arah yang berlainan sehingga tabrakan atau tumbukan antara dua atau lebih dari lempengan tersebut tidak dapat dihindari, dimana lempengan yang kuat akan melengkung ke atas, itulah peristiwa terjadinya ‘pegunungan’, sedangkan lempeng yang lemah akan terdesak ke bawah atau patah, peristiwa terjadi ‘jurang’. Pada peristiwa tabrakan atau tumbukan tersebut akan terjadinya gesekan antara dua atau lebih lempengan yang mengakibatkan adanya pelepasan energi yang besar sekali, yang berpengaruh pada daerah-daerah yang lemah pada lempengan tersebut. Bila daerah lemah berada di daerah puncak, akan terjadi letusan gunung api yang diawali dengan adanya gempa vulkanik. Pada daerah di bawah, bila terjadi patahan pada lempengan, akan terjadi peristiwa gempa tektonik. Dari segi konstruksi bangunan perlu ditinjau dari tingkat kerusakan strukturnya, yaitu kerusakan ringan, berat atau runtuh. Dalam hal ini Applied Technology Council (ATC) di Amerika Serikat pada tahun 1978 telah memberikan saran sebagai berikut:  Bila terjadi Gempa Ringan, bangunan tidak boleh mengalami kerusakan baik pada komponen non-struktural (dinding retak, genting dan langit-langit jatuh, kaca pecah, dsb) maupun pada komponen strukturalnya (kolom dan balok retak, pondasi amblas, dsb).  Bila terjadi Gempa Sedang, bangunan boleh mengalami kerusakan pada komponen nonstrukturalnya akan tetapi komponen struktural tidak boleh rusak.  Bila terjadi Gempa Besar, bangunan boleh mengalami kerusakan baik pada komponen non-struktural maupun komponen strukturalnya, akan tetapi jiwa penghuni bangunan tetap selamat, artinya sebelum bangunan runtuh masih cukup waktu bagi penghuni bangunan untuk keluar/mengungsi ketempat aman. Gerakan tanah adalah guncangan atau getaran pada permukaan bumi yang terjadi akibat keruntuhan material patahan, yaitu pertemuan dari lempeng tektonik yang menyusun
1

kulit bumi. Keruntuhan material patahan tersebut berbentuk gelombang gempa yang merambat ke semua arah dan menghasilkan getaran di semua permukaan tanah. Fenomena ini menjadi ancaman bagi rakyat Indonesia dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan. Setiap getaran tanah yang terjadi menyebabkan kerusakan pada pemukiman penduduk, bangunan pemerintahan, maupun bangunan yang difungsikan sebagai prasarana umum. Kerusakan utama pada suatu bangunan diakibatkan oleh tidak mampunya struktur bangunan tersebut merespon getaran yang ditimbulkan oleh gerakan tanah. Pengaruh gerakan tanah yang sangat merusak struktur bangunan adalah komponen getaran horizontal. Getaran tersebut dapat menimbulkan gaya reaksi yang besar, bahkan pada puncak bangunan dapat berlipat hingga mendekati dua kalinya. Oleh sebab itu apabila getaran horizontal yang sampai pada bangunan tersebut lebih besar dari kekuatan struktur maka bangunan tersebut akan rusak. Berdasarkan keadaan tersebut maka perlu dilakukan suatu perancangan peredam getaran yang dipasang pada pondasi suatu bangunan untuk mengurangi sebagian gaya reaksi yang sampai pada bangunan. Pada dasarnya cara perlindungan bangunan oleh suatu peredam tahan gempa dicapai melalui penyerapan gaya eksitasi oleh peredam, meningkatkan fleksibilitas bangunan dan memperkecil amplitudo getaran yang diterima oleh struktur. Berdasarkan prinsip kerja peredam getaran yang akan digunakan, dapat dilakukan simulasi untuk mengetahui besarnya amplitudo yang akan diterima oleh struktur bangunan dengan menggunakan suatu jenis peredam getaran. Gempa, khususnya gempa tektonik, merupakan gejala alam yang saat ini belum dapat diprediksi oleh manusia. Kondisi ini menyebabkan perlunya upaya-upaya antisipasi oleh masyarakat termasuk mempersiapkan insfrastruktur yang memadai agar kerugian yang timbul akibat gempa bisa diminimalisir. Salah satu cara untuk meminimalisir dampak dari gempa terhadap bangunan adalah penggunaan sistem isolasi getaran pada landasan bangunan. Akan tetapi, penggunaan teknik isolasi getaran ini belum begitu memuaskan, karena respon getaran dalam bentuk simpangan pada struktur masih cukup besar. Respon simpangan yang besar ini dapat merusak interior dan peralatan furnitur yang berada dalam bangunan. Untuk mengurangi respon ini, perlu ditambahkan suatu mekanisme peredam pada bangunan. Salah satu jenis peredam yang cukup efektif digunakan pada struktur bangunan adalah peredam getaran dinamik. Dalam makalah ini dibicarakans tentang kombinasi penggunaan teknik isolasi getaran dan peredam getaran dinamik yang disebut sebagai Teknik Peredam Getaran Hibrid. Teknik isolasi getaran yang digunakan diadopsi dari prinsip tumpuan fleksibel sedangkan peredam getaran dinamik yang diusulkan merupakan jenis peredam getaran
2

Bagaimana cara merancang rumah tahan gempa? 2. Rumusan Masalah Adapun masalah yang diangkat dalam pengerjaan makalah ini adalah : 1. Bagaimana melakukan analisis getaran dinamik pada suatu bangunan ? 3. 3 . Melakukan analisis getaran dinamik pada suatu bangunan 3. Melakukan perancangan rumah tahan gempa sesuai dengan standar perencanaan yang telah ditetapkan. Selanjutnya perlu disampaikan bahwa efektifitas peredam getaran Hibrid yang dianalisis dan dilaporkan pada makalah ini hanya yang bersifat teoritik. Tujuan Tujuan yang akan dicapai dalam pengerjaan makalah ini adalah sebagai berikut : 1.3. 1.dinamik pasif. Bagaimana merancang peredam getaran pada suatu bangunan berdasarkan analisis getaran dinamik sesuai dengan karakteristik bangunan tersebut ? 1.2. Dari hasil kajian diperoleh bahwa penggunaan Teknik Peredam Getaran Hibrid cukup efektif mengurangi respon simpangan pada struktur bangunan. Merancang peredam getaran pada suatu bangunan berdasarkan analisis getaran dinamik sesuai dengan karakteristik bangunan tersebut. 2.

Skala Intensitas dibuat berdasarkan pengamatan manusia terhadap derajat kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa terhadap bangunan. 4 .1. Skala Intensitas yang biasa digunakan adalah Skala Intensitas dari Mercalli yang telah dimodifikasi.BAB II PEMBAHASAN 2. Simetris dan sederhana Simetris tetapi tidak sederhana Simetris tetapi terlalu panjang. Pengukuran Kekuatan Gempa Bumi Terdapat dua besaran yang biasa dipakai untuk mengukur kekuatan gempa bumi : 1) Magnitude (M) Yaitu suatu ukuran dari besarnya energi yang dilepaskan oleh Sumber Gempa (hypocenter). 2.2. 2) Intensitas Gempa (MMI) Yaitu besar kecilnya getaran permukaan di tempat bangunan berada. simetris dan tidak terlalu panjang. Skala yang biasa dipakai adalah Skala Magnitude dari Richter. harus diperhatikan perubahan bentuk pada kedua ujungnya. Beberapa Batasan dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Bangunan Rumah Tahan Gempa 2.1.2. Denah Bangunan Denah bangunan sebaiknya sederhana.

Catatan: Alur pemisahan dibuat dari bahan yang mudah diperbaiki Denah tidak baik Denah baik ditinjau dari rencana struktur maupun sistem aliran udara (ventilasi) 5 .

mengingat atap yang dipergunakan adalah seng yang cukup panas. Kuda-kuda menggunakan material kayu dengan atap menggunakan seng. 6 . Pondasi  Sebaiknya tanah dasar pondasi merupakan tanah kering. harus dihamai antara sambungan tarik dan sambungan tekan. Untuk memperkuat hubungan antara batang dan menjaga stabilitasnya. 2.2.3. hal ini untuk memudahkan masyarakat dalam mencontoh. Hubungan antara kuda-kuda yang satu dengan kuda-kuda lainnya menggunakan batang pengaku dan batang pengaku di badan bangunan yang biasa disebut dengan batang lintel. Plafon pada overstek menggunakan kisi-kisi ukuran 2/3. dan merata kekerasannya. padat. Metoda sambungan yang dipergunakan sangat sederhana.2. maka hubungan antara batang membentuk segitiga. hal ini dikamsudkan untuk memberikan sirkulasi udara yang lebih baik. Dasar pondasi sebaiknya lebih dalam dari 45 cm. hal ini untuk menghindari terjadinya lendutan. Atap Bangunan Konstruksi atap harus menggunakan bahan yang ringan dan sederhana.2. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan adalah sambungan antar batang horisontal jangan terletak pada titik buhul.2.

 Pondasi sebaiknya dibuat menerus keliling bangunan tanpa terputus.  Pondasi setempat perlu diikat kuat satu sama lain dengan memakai balok pondasi. 7 . Bila pondasi terdiri dari batukali maka perlu dipasang balok pengikat/sloof sepanjang pondasi tersebut. Pondasi dinding penyekat juga dibuat menerus.

Bangunan Rangka Bambu  Dengan Dinding Gedek atau Anyaman Bambu 8 .2.3.

 Potongan Rangka Bangunan  Ikatan detail titik buhul 9 .

 Konstruksi lantai panggung 10 .

Catatan : Pemakaian bahan bambu untuk bangunan ini sebaiknya diawetkan terlebih dahulu dengan cara diberi bahan pengawet (misalnya garam wolman) atau direndam dalam air.4. Bambu yang dipakai harus yang tua dan kering. Bangunan Rangka Kayu  Menggunakan Pondasi Umpak 11 . 2.

 Menggunakan Pondasi Menerus 12 .

 Sistim Rangka Pemikul Kayu dengan Dinding Pengisi Bata 13 .

Ukuran bidang dinding juga 14 . misalnya minimum 2 kali tebal dinding. Bangunan Pasangan Bata (Dinding Tembok) Sistem dinding pemikul  Bangunan sebaiknya tidak dibuat bertingkat  Besar lubang pintu dan jendela dibatasi. Jarak antara dua lubang sebaiknya tidak kurang dari 2 kali tebal dinding. Jumlah lebar lubang-lubang dalam satu bidang dinding tidak melebihi ½ panjang dinding itu. Detail hubungan Dinding Bata dengan kusen 2. Letak lubang pintu/jendela tidak terlalu dekat dengan sudut-sudut dinding.5.

dan panjangnya diantara dinding-dinding penyekat tidak melebihi 15 kali tebalnya. Balok lintel tersebut perlu diikat kuat dengan pilaster.  Pilaster diperkuat dengan jangkar.  Apabila bidang dinding diantara dinding-dinding penyekat lebih besar daripada itu maka dipasang pilaster/tiang tembok. misalnya tinggi maksimum 12 kali tebal dinding.  Pada bagian atas dinding dipasang balok pengikat keliling/ring balok. Jangkar dapat terdiri dari kawat anyaman ataupun seng tebal yang diberi lubang-lubang paku seperti parutan.dibatasi. Balok lintel dibuat menerus keliling bangunan dan sekaligus berfungsi sebagai pengaku horizontal. 15 . Ring balok dijangkarkan dengan baik kepada pilaster.

 Pada sudut-sudut pertemuan dinding. Jangkar dapat berupa seng tebal dengan lubang-lubang bekas paku atau berupa kawat anyaman.  Hubungan antara bidang-bidang dinding pada pertemuan dan sudut-sudut dinding perlu diperkuat dengan jangkar-jangkar. 16 . hubungan antara balok-balok pengikat keliling (ring balok) perlu dibuat kokoh.

 Di sekeliling lubang pintu dan jendela dapat dipasang perkuatan ekstra 17 .

Untuk dinding tembok sebaiknya memakai kolom praktis.6. balok pondasi. Balok Pondasi. dan balok pengikat (ring balok) ini biasanya disebut rangka bangunan yang dapat dibuat dari beton bertulang maupun kayu.  Ikatan Kolom Struktur dengan Pondasi 18 . Bangunan tembok dengan perkuatan sangat dianjurkan untuk daerah rawan gempa. Ketentuan untuk rangka pemikul beton Perkuatan Dengan Rangka.2. Kolom Praktis dan Balok Pengikat (Ring Balok) .

Penggunaan isolator komposit karet-baja. mekanisme tendon aktif. tune mass damper dan liquid absorber merupakan beberapa sistem peredam getaran yang banyak digunakan untuk mengurangi pengaruh energi gempa pada bangunan. Model Teoritik Peredam Getaran Perlindungan struktur bangunan dari beban gempa telah menjadi topik penelitian para ahli selama beberapa tahun belakangan ini. Ikatan Kolom Struktur dan Balok. 19 . sistem pendulum gesekan.7. sistem rolling dan sliding. Ring Balok  Ikatan Ring Balok pada Sudut Pertemuan Dinding 2.

Perancangan Peredam Dinamik Untuk dapat digunakan sistem peredam dinamik pada sistem maka pertama-tama harus ditemukan ekivalensi modus getar terendah sistem bangunan bertingkat tiga seperti terlihat pada Gambar 1(a) dengan sistem getaran satu derajat kebebasan seperti terlihat pada Gambar 1(b). Gambar 1. Pertama-tama dihitung operator Langange L yang secara matematis dapat dituliskan sebagai Harga T dan U pada Pers. Me. Ke dan Ce melambangkan massa. diperlihatkan model peredam getaran Hibrid pada bagunan bertingkat. diusulkan suatu mekanisme peredam getaran pada struktur bangunan bertingkat menggunakan kombinasi teknik isolasi getaran dan peredam dinamik. Peredam dinamik ini dirancang sebagai suatu massa yang bergerak pada lintasan berbentuk busur lingkaran. Metode isolasi getaran yang akan digunakan dalam penelitian ini diadopsi dari prinsip tumpuan fleksibel sedangkan peredam getaran dinamik yang digunakan merupakan jenis peredam getaran dinamik pasif. Model Simulasi 2. Peredam dinamik diletakkan pada lantai paling atas bangunan.Pada penelitian ini. Pada Gambar 1. Struktur bangunan dimodelkan sebagai suatu sistem getaran tiga derajat kebebasan. Sistem pegas dan peredam pada bagian paling bawah bangunan melambangkan sistem isolasi getaran.8. kekakuan dan redaman ekivalen dari sistem. Persamaan gerak sistem dapat diperoleh melalui metode Lagrange.(1) di atas merupakan energi kinetik dan energi potensial sistem yang dihitung mengggunakan: 20 .

energi system getaran yang hilang dalam bentuk panas dinyatakan oleh Persamaan Lagrange untuk sistem mekanik non konservatif disusun dalam bentuk persamaan umum berikut: Pada persamaan di atas. menyatakan seluruh gaya luar yang bekerja pada sistem. Penyelesaian kedua persamaan ini untuk x menghasilkan 21 . Cara paling mudah untuk menyelesaikan persamaan ini adalah dengan menuliskannya sebagai suatu bilangan kompleks yaitu dimana x dan θ merupakan respon dalam bentuk bilangan kompleks yang saat ini belum diketahui.(8) dan Pers. analisis hanya ditujukan untuk respon getaran paksa dari sistem dengan mengabaikan respon getaran bebas transiennya. setiap suku pada Pers. Simpangan x dan θ adalah getaran harmonik dengan frekuensi ω dan digambarkan dengan vektor. Oleh karena itu.Untuk sistem getaran non konservatif. Dengan menggunakan metode Lagrange. gaya dashpot dan gaya pegas.(6) melambangkan gaya inersia translasi dari (Me+M4). sedangkan besaran lainnya berbentuk bilangan riil. Pers. gaya inersia rotasi pada M4. Pada penelitian ini. diperoleh persamaan gerak model struktur bangunan dengan peredam hibrid sebagai berikut:  Untuk koordinat x  Untuk koordinat Keempat suku pada bagian kiri Pers.(6) dan (7) juga dapat digambarkan dengan suatu vektor yang berputar dengan kecepatan ω.(9) di atas dapat diselesaikan untuk mendapatkan harga x dan θ .

(13) di atas maka Pers. μ = 0.1 dan beberapa harga rasio redaman ζ .(15) adalah Persamaan (16) menunjukkan rasio amplitudo |x/xst| dari massa ekivalen sebagai fungsi dari empat variable penting yaitu μ. Gambar 2 menunjukkan plot dari |x/xst| sebagai fungsi dari rasio frekuensi h untuk kondisi f = 1. ini dapat dianggap sebagai karakteristik peredam dinamik pada sistem getaran struktur bangunan jika massa ekivalen struktur 10 kali lebih besar dibandingkan massa peredam sedangkan frekuensi peredam sama dengan frekuensi sistem utama (f =1) 22 .Untuk menjadikan Persamaan (10) dalam bentuk nondimensinal. f dan h. Gambar 2.(10) dapat dituliskan kembali menjadi Atau dapat disederhanakan menjadi Panjang vektor pada Pers.(11) s/d Pers. ζ. digunakan besaran nondimensi berikut Dengan menggunakan besaran nondimensi pada Pers.

maka peredam dinamik berubah menjadi benda kaku. Untuk menyamakan harga ordinat titik P dan Q maka harga harus diset sehingga titik P dan Q bergeser naik maupun turun sehingga kedua puncak berharga sama.2. Jika kedua titik ini diketahui maka kondisi redaman optimum dapat diperoleh karena amplitudo resonansi terbaik yang didapatkan pada kondisi redaman optimum adalah ordinat dari kedua titik tersebut. Dengan demikian. langkah awal yang dilakukan dalam perancangan peredam dinamik adalah dengan pemilihan harga f yang sesuai sehingga ordinat titik P dan Q berharga sama. Pada harga ζ = 0 puncak amplitudo berharga tak hingga dan pada ζ = ∞ . terdapat satu kondisi optimum rasio redaman sehingga puncak amplitude berharga minimum. Berdasarkan referensi [7]. penambahan peredam dinamik pada suatu sistem getaran bertujuan untuk mengurangi sekecil mungkin puncak resonansi dari amplitudo. Pada Gambar 2. Secara umum. puncak amplitudo juga tak hingga. Dengan demikian. Karakteristik Peredam Dinamik Jika harga rasio redaman tak berhingga seperti terlihat pada Gbr.2 untuk ζ = 0. sehingga massa dari peredam dinamik menjadi satu kesatuan dengan massa sistem.1 Me. terlihat bahwa keempat kurva melalui dua titik yaitu titik P dan titik Q.32 . Meskipun kondisi optimum dari redaman dapat diketahui akan tetapi harga ordinat dari titik P dan Q masih berbeda sehingga salah satu titik lebih tinggi dari yang lain. Dua kurva lain digambarkan pada Gbr. Hal ini disebabkan pada saat ζ=∞. Langkah selanjutnya adalah dengan pemilihan harga ζ sehingga didapatkan titik puncak yang minimum.Gambar 2. harga f yang menghasilkan harga ordinat yang sama untuk titik P dan titik Q adalah: 23 .1 dan ζ = 0. kedua massa tersambung secara kaku dan sistem menjadi satu derajat kebebasan dengan massa total sebesar 1.

Gambar 3.9. Untuk mendapatkan harga frekuensi ini digunakan model struktur bangunan 3 lantai yang dibangun oleh tiga balok baja yang disambungkan dengan menggunakan pegas daun yang terbuat dari pelat baja seperti diperlihatkan pada Gbr. Persamaan gerak sistem getaran ini diberikan oleh: Dalam perancangan model uji simulasi untuk struktur bangunan.Harga optimum dari rasio redaman diperoleh dari kondisi pada saat kurva pada Gbr. frekuensi pribadi terendah dari sistem dibuat lebih kecil dari 4 Hz. Model Uji Struktur Bangunan 24 . 2.(2) melalui titik P dan Q dengan slope garis berharga nol (garis horisontal). Harga redaman optimum ini dinyatkan oleh [7]. Model dinamik struktur bangunan dengan peredam getaran Model simulasi getaran bangunan dengan peredam getaran dinamik diperlihatkan pada Gambar 1(a).3.

1676 Hz. massa dan rasio redaman dari peredam dinamik dipilih sebesar 0.4 ini dapat dilihat bahwa peredam dinamik cukup efektif mengurangi puncak FRF pada modus getar pertama dari sistem.32.Simulasi peredam getaran dinamik dilakukan pada model bangunan tiga derajat kebebasan seperti ditunjukkan pada Pers. 6 dapat dilihat bahwa amplitudo getaran bangunan berkurang cukup besar dengan penambahan peredam dinamik. Dalam simulasi ini diasumsikan bahwa massa dan kekakuan sistem adalah M1= M2 = M3 = 1 kg . K1= K2 = K3 = 2000 N/m dan C1 = C2 = C3 = 1 N.32. rasio redaman peredam dinamik dipilih sebesar 0. massa peredam dinamik dipilih sebesar 0.(19). 4 diperlihatkan fungsi respon frekuensi dari model bangunan sebelum dan setelah penambahan peredam.18 sedangkan pada kasus 2. Dalam simulasi ini.8255 Hz. 5 diperlihatkan perbesaran (zoom) FRF sistem di dekat frekuensi pribadi pertama.5 ini dapat dilihat bahwa peningkatan harga rasio redaman dari peredam dinamik akan meningkatkan unjuk kerja dari peredam.8755 Hz dan 12. Gambar 6 menunjukan respon simpangan bangunan pada lantai 3 saat diganggu oleh gaya gangguan berupa fungsi random di landasannya. Fungsi Respon Frekuensi Sistem Dengan dan Tanpa Absorber 25 . Dari Gbr. Dari Gbr. 8. 4. Pada Gbr. rasio redamannya 0. Dengan harga massa dan kekakuan ini didapatkan frekuensi pribadi model bangunan sebesar 3. untuk kasus 1.s/m. Seperti dapat dilihat pada Gbr. Pada Gbr. Gambar 4.1 kg dan 0. Dalam simulasi ini.1 kg. Dari Gbr.

Gambar 5. Zoom FRF di Dekat Frekuensi Pribadi Pertama 26 .

dapat membatasi kerusakan gedung akibat gempa ringan sampai sedang sehingga masih dapat diperbaiki. Dalam merancang rumah yang tahan terhap gempa sebaiknya mengikuti syarat-syarat standar perancanaan ketahanan gempa agar menghindari korban jiwa akibat gempa yang kuat. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa peredam dinamik bekerja cukup efektif dalam mengurangi respon simpangan sistem bangunan akibat beban gempa. 27 . yaitu suatu program simulasi dikembangkan untuk melihat kerja peredam getaran dinamik dalam mereduksi getaran pada struktur bangunan.BAB III KESIMPULAN Untuk bangunan tahan gempa dapat menggunakan peredam dinamik Hibrid. membatasi ketidaknyamana bagi penghuni gedung ketika terjadi gempa ringan sampai sedang. serta mempertahankan setiap layanan vital dari fungsi gedung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->