P. 1
Tata Tertib Pilkades

Tata Tertib Pilkades

|Views: 203|Likes:
Published by Imam Wahyu
doc
doc

More info:

Published by: Imam Wahyu on May 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2015

pdf

text

original

PANITIA PEMILIHAN KEPALA DESA

DESA SINGASARI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS
Alamat Kantor Jl. Raya Cilongok Kode Pos : 53162 PERATURAN PANITIA PEMILIHAN KEPALA DESA DESA SINGASARI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS NOMOR : 1 / PAN.PILKADES /IX/ 2012 TATA TERTIB PELAKSANAAN PEMILIHAN KEPALA DESA DI DESA SINGASARI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2012 Menimbang : a. bahwa dengan telah dibentuknya Panitia Pemilihan Kepala Desa Singasari pada tanggal 3 September 2012 oleh Badan Permusyawaratan Desa dan telah ditetapkan dengan Keputusan BPD No. 03 Tahun 2012 tentang Pengesahan Sususunan Penyelenggara Pemilihan Kepala Desa Singasari tahun 2012. Dan Keputusan BPD No.04 tahun 2012 tentang Pengesahan Susunan Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Desa Singasari Tahun 2012. b. c. bahwa untuk kelancaran jalannya pelaksanaan pemilihan Kepala Desa secara demokratis perlu membuat Tata Tertib Pemilihan Kepala Desa ; bahwa untuk maksud tersebut di atas huruf a dan b , dipandang perlu menetapkan Peraturan Panitia Pemilihan Kepala Desa Singasari Kecamatan Karanglewas tentang Tata Tertib Pemilihan Kepala Desa . Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerahdaerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Tengah; 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125 , Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4587 ) ; 1

4.

Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 13 Tahun 2006 tentang Badan Permusyawaratan Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2006 Nomor 5 Seri E) ;

5. Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 14 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pemilihan, Pencalonan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2006 Nomor 6 Seri E) sebagaimana telah di ubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 24 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pemilihan, Pencalonan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2011 Nomor 8 Seri E ); 6. Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 17 Tahun 2006 tentang Sumber Pendapatan Desa ( Lembaran Daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2006 Nomor 9 Seri E ) ; 7. Peraturan Bupati Banyumas Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Banyumas. MEMUTUSKAN : Menetapkan : TATA TERTIB PELAKSANAAN PEMILIHAN KEPALA DESA DI DESA SINGASARI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2012 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Camat adalah Camat Cilongok yaitu pimpinan Perangkat Daerah Kecamatan yang wilayah kerjanya meliputi desa-desa; 2. Desa adalah Desa Singasari Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas yaitu kesatuan masyarakat hokum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam Sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia ; 3. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintah Desa; 4. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan Pemerintahan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat berdasarkan asal – usul dan adat istiadat yang diakui dan hormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia; 2

5. Lembaga Kemasyarakatan Desa adalah Lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra Pemerintahan Desa dalam memberdayakan masyarakat; 6. Panitia Pemilihan Kepala Desa adalah Panitia yang dibentuk oleh BPD untuk menyelenggarakan proses pemilihan Kepala Desa; 7. Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Desa yang selanjutnya disebut Panitia Pengawas adalah Panitia yang dibentuk oleh BPD untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh proses tahapan pelaksanaan pemilihan Kepala Desa baik kepada Panitia Pemilihan maupun Calon Kepala Desa; 8. Bakal Calon Kepala Desa adalah warga desa yang melamar atau mendaftar sebagai Calon Kepala Desa; 9. Calon Kepala Desa adalah Bakal Calon Kepala Desa yang dinyatakan telah memenuhi syarat untuk mengikuti pemilihan Kepala Desa; 10. Calon Kepala Desa terpilih adalah Calon Kepala Desa yang tidak gugur dan memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan Kepala Desa; dan dinyatakan sah pleh panitia pemilihan kepala desa. 11. Penjaringan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan untuk mendapatkan Bakal Calon Kepala Desa; 12. Penyaringan adalah seleksi administrasi yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan terhadap administrasi Bakal Calon Kepala Desa; 13. Pemilih adalah penduduk desa yang memenuhi syarat sebagai pemilih dan terdaftar dalam daftar pemilih tetap ; 14. Daftar Pemilih Sementara yang selanjutnya disebut DPS adalah daftar pemilih yang disusun berdasarkan data Surat Pemberitahuan Nomor Induk Kependudukan (SPNIK) terakhir yang telah diperbaharui dan dicek kembali atas kebenarannya serta ditambah dengan pemilih baru ; 15. Daftar Pemilih Tambahan yang selanjutnya disebut DPTam adalah daftar pemilih yang disusun berdasarkan usulan dari pemilih karena yang bersangkutan belum terdaftar dalam Daftar Pemilih Sementara ; 16. Daftar Pemilih Tetap yang selanjutnya disebut DPT adalah daftar pemilih yang telah ditetepakan oleh Panitia Pemilihan sebagai daftar penentuan identitas Pemilih dan jumlah pemilih dalam pemilihan Kepala Desa ; 17. Tanda Gambar Calon Kepala Desa adalah Gambar Simbol /Lambang Calon Kepala Desa yang berupa gambar hasil bumi seperti padi, ketela, kelapa, jagung dan sebagainya ; 18. Kampanye adalah kegiatan dalam rangka meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi misi, dan program Calon Kepala Desa ; 19. Pendukung adalah orang perseorangan atau sekelompok orang penduduk desa yang secara aktif mengajak pemilih untuk memberikan suaranya bagi Calon Kepala Desa yang didukungnya yang dibentuk oleh Bakal Calon atau Calon Kepala Desa dan dilaporkan kepada Panitia Pemilihan ; 20. Tempat penghitungan suara yang selanjutnya disebut TPS adalah tempat Panitia Pemilihan menghitung perolehan suara Calon Kepala Desa yang disaksikan oleh para saksi masing-masing Calon Kepala Desa ; 3

efektif. Wewenang. Unsur Perangkat Desa sebanyak 3 orang b. Mengelola anggaran pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa secara efisien. dan Jabatan Panitia Pemilihan Pasal 3 (1) Panitia Pemilihan sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 ayat (1) mempunyai tugas : a. unsur lembaga kemasyarakatan desa 3 orang dan Tokoh Masyarakat 1orang . g. Menyusun jadwal kegiatan pemilihan Kepala Desa sebagaimana terlampir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam keputusan ini . Kepala Desa dan Perangkat Desa . f. Unsur Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Tokoh Masyarakat Desa .BAB II KEPANITIAAN PEMILIHAN KEPALA DESA Panitia Pemilihan Dan Panitia Pengawas Pasal 2 (1) Panitia Pemilihan dan Panitia Pengawas dibentuk oleh BPD dengan cara musyawarah pada suatau rapat khusus bersifat terbuka yang dihadiri oleh Camat atau pejabat yang ditunjuk olehnya. Mengadakan sosialisasi pelaksanaan pemilihan . Mengumumkan akan diadakannya pemilihan Kepala Desa . Menyusun Tata Tertib Pemilihan Kepala Desa . transparan dan akuntable . b. (2) Panitia Pemilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas : a. 4 . d. Menetapkan tanggal pemungutan suara . e. Melakukan pendaftaran pemilih. Melaksanakan pendaftaran dan seleksi administrasi Bakal Calon Kepala Desa . h. (5) Sususnan dan jumlah keanggotaan Panitia Pengawas sebagaimana dimaksud pada ayat (3) secara lengkap tercantum pada lampiran Peraturan ini . c. Unsur Tokoh Masyarakat sebanyak 5 orang (3) Jumlah keanggotaan Panitia Pengawas sebagaimana dimaksud ayat (1) sebanyak 7 orang terdiri atas : Anggota BPD 3 orang. Tugas. menandatangani dan mengumumkan daftar pada pemilih sementara dan tetap . (4) Susunan dan keanggotaan Panitia Pemilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) secara lengkap terdapat pada lampiran Peraturan ini . Unsur Lembaga Kemasyarakatan Desa sebanyak 5 orang c.

Memimpin dan mengkoordinir rapat-rapat panitia Pemilihan . 8. (3) Panitia Pemilihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berkewajiban : a. Menyiapkan tempat dan peralatan pemungutan suara . Menyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja Pemilihan Kepala Desa bersama dengan sekretaris dan Seksi-seksi yang lain . Menandatangani DPS. (2) Panitia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1). Memipmpin Rapat Pemungutan Suara dan Penghitungan Suara . Melakukan pemeriksaan identitas Bakal Calon Kepala Desa berdasarkan persyaratan yang ditentukan . Melaksanakan pemungutan suara dengan tertib aman. Membuat berita acara pemilihan Kepala Desa yang meliputi Berita Acara jalannya pelaksanaan pemilihan Kepala Desa. Menyampaikan laporan kepada BPD untuk setiap tahapan pelaksanaan pemilihan dan menyampaikan informasi kepada masyarakat . DP Tam dan DPT . mempunyai wewenang : a. Menetapkan dan mengumumkan hasil rekapitulasi perhitungan suara . Melakukan tahapan pemilihan tepat waktu . c. Ketua 1. Bertanggung jawab urusan keluar dan kedalam yang berkaitan dengan penyelenggaran Pemilihan Kepala Desa . l. Melaksanakan penghitungan suara secara cermat transparan dan tertib . 5. Menggunakan tanda pengenal pada waktu pemungutan dan penghitungan suara . Mengundi nomor urut dan menetapkan tanda gambar Calon. Berita Acara Pemungutan dan hasil penghitungan suara. Pasal 4 Rincian Tugas Panitia Pemilihan sebagaimana dimaksud pada pasal 3 ayat (1) adalah : a. 9. 2. 7. Mengesahkan hasil penghitungan suara . Membuka rapat Pemungutan suara dan mengumumkan nama calon tetap serta tanda gambar calon tetap . 4. Melaporkan pelaksanaan pemilihan Kepala Desa kepada BPD . Mempertanggung jawabkan penggunaan anggaran kepada masyarakat melalui BPD e. Mengajukan sedikitnya 2 (dua) orang bakal Calon Kepala Desa yang memenuhi syarat kepada BPD untuk ditetapkan sebagai calon Kepala Desa . j. b. 6. 3. n. Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pihak yang terkait dalam rangka pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa . 5 . c. Mengawasi dan mengendalikan kegiatan Seksi-seksi . b. lancar dan teratur . Menanadatangani Kartu Suara .i. m. k. Memperlakukan Calon Kepala Desa secara adil dan setara . d. d.

d. Mengumumkan Calon Kepala Desa yang telah di tetapkan oleh BPD . 11. 3. Meniliti dan mengoreksi persyaratan Bakal Calon Kepala Desa . 2. Mengajukan sedikitnya 2 orang Bakal Calon Kepala Desa kepada BPD untuk ditetapkan menjadi Calon Kepala Desa.10. 3. Menandatangani Berita Acara Penetapan Calon Kepala Desa sebagai bahan pengusulan Penetapan Calon Kepala Desa oleh BPD . c. Melaksanakan tugas lain yang dipandang perlu. Wakil Ketua 1. Menyerahkan daftar nama Calon Kepala Desa kepada Panitia Pemilihan untuk ditetapakan menjadi Calon Kepala Desa oleh BPD . e. 6 . 2. 5. 5. 12. Tata tempat. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Panitia Pemilihan . 3. 6. seksi akomodasi dan konsumsi. Bertanggungjawab atas administrasi Daftar Pemilih dan Berita Acara yang diterbitkan oleh Panitia Pemilihan . Mengkoordinasikan kegiatan seksi pendaftaran dan seksi Administrasi Bakal Calon. b. Membuat Laporan keuangan Panitia Pemilihan . Bertangungjawab atas administrasi surat-menyurat yang dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan . Melakukan pengumuman pendaftaran bakal Calon Kepala Desa . Melaksanakan sosialisasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa kepada Masyarakat. Seksi Perlengkapan seksi pendaftaran pemilih. Mengumumkan daftar nama Bakal Calon Kepala Desa yang dinyatakan lulus seleksi administarsi . seksi tarsportasi. Sekretaris 1. 4. Bendahara 1. Mengatur dan menyusun jadwal acara Pemilihan Kepala Desa . Berita Acara Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Desa . Menerima berkas pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa . Menerima dan mengeluarkan uang untuk keperluan Kepanitiaan . seksi keamanan. Seksi Pemungutan dan Penghitungan Suara. 2. 4. 13. komunikasi dan publikasi . Menyiapkan formulir-formulir yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa 4. Bertanggungjawab atas administarsi keuangan . Berita Acara Penghitungan Suara dan Surat Pertanggungjawaban Biaya Pemilihan Kepala Desa untuk disampaikan kepada BPD. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Panitia Pemilihan. 2. Seksi Pendaftaran dan seksi administrasi bakal calon 1. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Panitia Pemilihan .

Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Panitia Pemilihan . Menyediakan perlengkapan administrasi bagi seksi-seksi yang lain . Menyerahkan DPT kepada Ketua Panitia Pemilihan . Menerima daftar nama-nama saksi para Calon Kepala Desa . Panitia dan undangan serta ruang tunggu . Menyediakan bangunan atau tempat duduk Calon Kepala Desa. 4. h. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Panitia Pemilihan. Menyediakan bilik suara. 5. Mengatur kotak suara dan bantalan coblos serta alat pencoblos . 8. 6. Mempersiapkan pengundian Nomor Urut dan Gambar Simbol / Lambang Calon Kepala Desa . f. Membuat berita acara penetapan DPS. 4. 6. Menyiapkan Kartu Suara yang dibutuhkan serta meneliti surat undangan sesuai dengan DPT 4. 2. kotak suara. 3. Melakukan penghitungan suara . Seksi Pendaftaran Pemilih 1. 6. Menyerahkan Kartu Suara yang telah ditandatangani Ketua Pemilihan dan dibubuhi Cap/Stempel oleh Ketua Pemilihan Kepala Desa . Menampung saran / usul dan pertimbangan yang memungkinkan diadakannya perubahan DPS dan DPTam selama masa pengumuman daftar tersebut . 8. Seksi Perlengkapan dan Tata Tempat . 7. Membuat dan mengumumkan DPS . Menyiapkan lokasi atau tempat pemilihan . Memberitahukan dan menyampaikan undangan kepada penduduk desa yang berhak memlih . 5. 2. bantalan pencoblos dan alat pencoblos . 3. 9. Membuat Berita Acara hasil seleksi administasi dan pengundian Nomor Urut dan tanda Gambar / Lambang Kepala Desa . 5. 1. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Panitia Pemilihan . 9. DPTam dan DPT . 3. 7 . Seksi Pemungutan dan Penhitungan Suara 1. 2. DPTam dan DPT .7. Menyiapkan peralatan dan menyediakan papan untuk pencatatan hasil penghitungan suara . g. Menyiapkan petugas yang menunggu Kotak Suara . Menerima DPT dan daftar Calon Kepala Desa dari Ketua Panitia Pemilihan sebelum pemilihan Kepala Desa diselenggarakan . Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Panitia Pemilihan . Membuat Berita Acara penyelenggaraan pemungutan pemilihan Kepala Desa .

8. k. 3. Mengelola anggaran pengawasan pemilihan Kepala Desa . e. selama dan setelah penyelenggaraan pemilihan Kepala Desa 2. Wewenang dan Kewajiban Panitia Pengawas Pasal 5 (1) Panitia Pengawas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) mempunyai tugas : a. Memberikan dukungan transportasi bagi pemilih apabila diperlukan . 7. 4. Mengamankan segala sesuatu sebelum. Menjaga keamanan tempat pemilihan menjelang diadakan sampai dengan selesainya penyelenggaraan pemilihan Kepala Desa . pada saat maupun sesudah pelaksanaan pemilihan Kepala Desa . Mengawasi proses penyelenggaraan pemilihan Kepala Desa . Mempublikasikan hari pelaksanaan pemilihan Kepala Desa. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Panitia Pemilihan . Seksi Transportasi. Mengawasi pelaksanaan kampanye Calon Kepala Desa dan atau pendukungnya . d. 5. Menjaga tempat tinggal masing-masing Calon Kepala Desa . 8 . Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Panitia Pemilihan . b. j. 4. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Panitia Pemilihan . 3. 2. Menyediakan akomodasi dan konsumsi bila dipandang perlu pada setiap kegiatan dari seksi yang lain . 6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Panitia Pemilihan . Memberikan dukungan transportasi bagi seksi yang lain dalam rangka melaksanakan tugasnya . Mengamankan segala perlengkapan pemilihan Kepala Desa baik sebelum . Seksi Akomodasi dan Konsumsi 1. Memeriksa Calon Kepala Desa sebelum duduk di tempat yang disediakan dari kemungkinan yang bersangkutan membawa senjata tajam . Komunikasi dan Publikasi 1.i. Memeriksa pemilih agar tidak membawa senjata tajam maupun senjata lainnya yang dapat mengganggu keamanan . Tugas. c. Seksi Keamanan 1. Mempublikasikan tata cara pemilihan . 2. sah tidaknya surat suara dan lain-lain yang dianggap perlu kepada masyarakat . nama-nama Calon beserta tanda gambarnya kepada masyarakat . Mengawasi penyelenggaraan pemilihan Kepala Desa dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan pemilihan Kepala Desa . Mengamankan pusaka Calon Kepala Desa yang dapat mengancam keselamatan jiwa pada saat pemungutan suara akan dimulai . 5.

Meneruskan temuan dan laporan yang merupakan pelanggaran perundang-undangan yang berlaku . d. Jujur dan Adil . Memfasilitasi penyelesaian masalah yang terjadi dalam penyelenggaraan pemilihan Kepala Desa antara Panitia Pemilihan dan Calon kepala Desa . d. Memperingatkan Calon Kepala Desa dan atau pendukungnya yang melanggar tata tertib kampanye pemilihan Kepala Desa . Melakukan pengawasan pelakasaan pemilihan Kepala Desa secara efektif . Menghentikan kampanye Calon Kepala Desa dan atau pendukungnya yang melanggar tata tertib kampanye pemilihan Kepala Desa . BAB III PELAKSANAAN PEMILIHAN KEPALA DESA Sifat Pemilihan Pasal 6 Pemilihan Kepala Desa dilaksanakan secara demokratis dan bersifat Langsung. Rahasia. (3) Panitia Pengawas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1). b. Mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran kepada masyarakat melalui BPD. Meneruskan temuan dan laporan yang tidak dapat diselesaikan kepada instansi yang berwenang . f. Menyita . Pendaftaran Pemilih Pasal 7 (1) Yang dapat memilih pada pemilihan Kepala Desa adalah mereka yang memenuhi syarat sebagai berikut a. c. Bebas. Menerima laporan pelanggaran peraturan perundang-undangan dan tata tertib pemilihan Kepala Desa . Penduduk Desa Singasari yang sah yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau bukti yang sah sebagai penduduk Desa Singasari berupa Surat Keterangan Kependudukan yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Singasari dan diketahui oleh Camat Karanglewas . berkewajiban : a. Umum. Melaporkan hasil pengawasan kepada BPD . (2) Panitia Pengawas sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (1) mempunyai wewenang : a. c. e. 9 . b.f. melepas dan mengamankan alat-alat kampanye Calon Kepala Desa yang melanggar tata tertib kampanye pemilihan Kepala Desa . Memperlakukan Calon Kepala Desa secara adil dan setara .

(2) Panitia Pemilihan melaksanakan perbaikan dan penambahan DPS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan kondisi nyata penduduk desa yang : a. Pasal 8 (1) Panitia Pemilihan menggunakan Data SPNIK sebagai bahan dasar menyusunan DPS . b. Belum berumur 17 ( tujuh belas ) tahun tetapi sudah/pernah kawin . 10 . Pada saat hari pemungutan suara telah berusia 17 ( tujuh belas ) tahun atau telah/pernah kawin . (2) Seorang pemilih hanya didaftar 1 (satu ) kali dalam daftar pemilih . (3) Apabila seorang pemilih mempunyai lebih dari 1 (satu ) KTP. KTP mana yang akan digunakan dalam pendaftaran pemilih . Sekurang-kurangnya telah berdomisili selama 6 (enam) bulan di Desa Singasari pada saat pengesahan Daftar Pemilih Tetap ( DPT ) terhitung sejak yang bersangkutan menyerahkan Surat Keterangan Pindah kepada Pemerintah Desa Singasari . Tidak dicabut hak pilihnya sesuai Putusan Pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap . c. Pindah dari desa atau ke daerah lain . (4) Seseorang yang telah terdaftar dalam daftar pemilih ternyata tidak lagi memenuhi syarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) .b. e. Tidak sedang menjalani hukuman pidana atau kurungan berdasarkan Putusan Pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap . d. (3) Dalam Pelaksanaan perbaikan dan penambahan DPS sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) Panitia Pemilihan wajib melibatkan Ketua RT . e. Terdaftar sebagai Pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap ( DPT ) . Pindah domisili ke desa atau daerah lain . (4) DPS yang telah diperbaiki dan ditambah sebagaimana dimaksud pada Ayat (3) disusun berurutan berdasarakan urut abjad untuk setiap RT dan ditetapkan menjadi DPS Pemilihan Kepala Desa oleh Panitia Pemilih . g. yaitu pada hari dan tanggal pemungutan suara pemilihan Kepala Desa sudah berumur 17 ( tujuh belas ) tahun . pemilih yang bersangkutan harus membuat pernyataan untuk menentukan satu diantaranya . f. d. c. Nyata-nyata sedang tidak terganggu jiwa / ingatannya . Telah memenuhi syarat usia pemilih. Telah meninggal dunia . tidak dapat menggunakan hak pilihnya .

(2) Pencatatan data pemilih dalam DPTam dilaksanakan paling lama 7 ( tujuh) hari terhitung sejak pengumuman DPS berakhir . (4) Dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (3) pemilih baru dapat mengajukan usul atas perbaikan penulisan nama dan/ identitas lainnya : a. (2) Jangka waktu pengumuman DPS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) . b. b. Pemilih yang terdaftar sudah meninggal dunia . e. Pemilih yang terdaftar sudah meninggal dunia . c. Pasal 11 (1) Panitia Pemilihan mencatat data/ nama pemilih baru sebagaimana dimaksud Pasal 10 kedalam DPTam . Pemilih yang terdaftar sudah tidak mempunyai syarat sebagai pemilih .Pasal 9 (1) DPS yang telah ditetapkan diumumkan di Kantor / Balai Desa dan RT atau tempat-tempat lain yang strategis untuk mendapat tanggapan masyarakat . dilakukan selama 7 ( tujuh ) hari terhitung sejak ditetapkannya DPS yang telah ditetapkan . Penulisan nama dan / identitas lainnya . d. (4) Apabila usul perbaikan dan informasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) diterima. Pemilih terdaftar ganda . maka Panitia Pemilihan mengadakan perbaikan DPS . (3) DPTam sebagaimana dimaksud ayat (1) diumumkan oleh Panitia Pemilihan di Kantor Desa/ Balai Desa dan RT atau tempat-tempat strategis lainnya selama 7 ( tujuh ) hari terhitung sejak penetapan DPTam untuk mendapat tanggapan dari masyarakat . (3) Dalam jangka waktu pengumuman sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pemilih atau anggota keluarga dapat mengajukan usul perbaikan kepada Panitia Pemilihan mengenai: a. Pemilih terdaftar ganda . pemilih atau anggota keluarganya secara aktif melaporkan kepada panitia pemilihan . Pemilih yang belum berusia 17 ( tujuh belas ) tahun tetapi telah/ pernah kawin belum terdaftar . c. Pasal 10 Bagi Pemilih yang namanya belum tercantum dalam DPS. Penulisan nama dan / identitas lainnya . 11 .

dalam waktu selama-lamanya 2 (dua) hari Panitia Pemilihan mengadakan perbaikan DPTam . dilaksanakan dalam rapat Panitia Pemilihan paling lama 3 (tiga) hari sejak berakhirnya pengumuman DPTam . disahkan menjadi DPT oleh Ketua Panitia Pemilihan . 12 . Pasal 13 DPT yang telah ditetapkan digunakan sebagai bahan pembuatan surat suara. Berpendidikan paling rendah tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ( SLTP ) dan/ atau sederajat . Undang-Undang Dasar 1945 dan negara kesatuan Republik Indonesia serta Pemerintah . diumumkan di Kantor/ Balai Desa dan RT atau tempattempat strategis lainnya dalam waktu 3 (tiga) hari terhitung sejak disahkannya DPT . (2) Pengesahan DPT sebagaimana dimaksud ayat (1). (3) DPT sebagaimana dimaksud ayat (1) . Pemilih yang belum berusia 17 ( tujuh belas ) tahun tetapi telah/ pernah kawin belum terdaftar . Pemilih belum terdaftar . Pasal 12 (1) DPS dan DPTam yang sudah diperbaiki. d. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa . (4) Apabila DPT telah diumumkan sebagaimana dimaksud pada ayat (4). Pencalonan Kepala Desa Pasal 14 (1) Calon Kepala Desa adalah penduduk Desa Singasari. Setia kepada Pancasila sebagai Dasar Negara. c. formulirformulir dan alat perlengkapan lainnya . Berumur paling rendah 25 tahun terhitung sejak tanggal memasukan berkas lamaran yang dibuktikan dengan Akta Kelahiran/ Surat Kenal Lahir dari desa . e. Pemilih yang terdaftar sudah tidak mempunyai syarat sebagai pemilih . f. (5) DPT merupakan dokumen pelaksanaan pemilihan yang bersifat final dan mengikat semua pihak. maka Panitia Pemilihan tidak menerima tanggapan atau usulan Pemilih/Anggota Keluarganya atau Calon Kepala Desa dan/atau pendukungnya dalam bentuk apapun. undangan. Warga Negara Republik Indonesia yang memenuhi persyaratan : a. (5) Apabila usul sebagaimana dimaksud ayat (4) dapat dieterima . b.d.

BUMD. j. wajib mengundurkan diri dari keanggotaan BPD selambat-lambatnya dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sebelum BPD membentuk Panitia Pemilihan dan Panitia Pengawas . Belum pernah diberhentikan tidak dengan hormat dari jabatan Kepala Desa . disamping harus memenuhi syarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) . PNS. i. k. Belum pernah mengundurkan diri dari jabatan Kepala Desa kecuali bagi mereka yang mengundurkan diri karena Peraturan Perundang-undangan atau sakit yang dibuktikan Surat Keterangan Dokter Pemerintah. b. PTT dan Perangkat Desa disamping harus memenuhi syarat sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) juga harus memiliki ijin tertulis dari pejabat yang berwenang mempunyai kewenangan untuk mengangkat. (3) Bagi Bakal Calon Kepala Desa dari POLRI. (5) Bagi Calon Kepala Desa yang menjadi anggota BPD . d. Tidak sedang mempunyai tanggungan terhadap keuangan Desa dan/atau Negara . Sehat jasmani dan rokhani berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh dari Dokter Pemerintah. memindahkan dan memberhentikan pegawai yang bersangkutan . Bersedia dicalonkan menjadi Kepala Desa . PNS. POLRI. Belum pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri dari jabatan Kepala Desa . BUMN. c. h. Belum pernah menjabat sebagai Kepala Desa paling lama 10 (sepuluh ) tahun berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 atau 2 (dua) kali masa jabatan . Tidak dicabut hak pilihnya berdasarkan Putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap . Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa Pasal 15 13 .e. Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana kejahatan dengan hukuman paling singkat 5 (lima) tahun . l. Tidak sedang menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa (2) Bagi Bakal Calon Kepala Desa yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa . Penduduk desa yang telah dibuktikan dengan KTP atau Keterangan Kependudukan dari Kepala Desa diketahui Camat . (4) Bagi Bakal Calon Kepala Desa dari BUMN. f. BUMD. PTT dan Perangkat Desa wajib mengajukan cuti kepada instansi masing-masing selama mengikuti pencalonan Kepala Desa . Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Kepolisian Resort . juga harus memenuhi syarat : a. g.

(1) Panitia Pemilihan mengumumkan pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa kepada masyarakat desa dan pendaftaran mulai dilaksanakan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari setelah diadakan pengumuman .00 dan ditandatangani oleh Bakal Calon Kepala Desa. Surat Pernyataan Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dibuat di atas kertas segel/bermaterai Rp. dan PTT ). Surat Pernyataan belum pernah menjabat sebagai Kepala Desa paling lama 10 (sepuluh) tahun yang diangkat berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah atau 2 (dua) kali masa jabatan. (2) Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa dengan cara mengajukan permohonan secara tertulis di atas kertas segel / bermeterai Rp. 6.000. 6.00 kepada Ketua BPD melalui Panitia Pemilihan . dengan dilampiri : a. j. l.00 dan ditanda tangani oleh Bakal Calon Kepala Desa. dari Kepolisian Resort Banyumas h.000. m. Surat Pernyataan tidak sedang memiliki tanggungan terhadap Keuangan Desa atau Negara yang dibuat di atas kertas segel/ bermaterai Rp. Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemerintah yang dibuat di atas kertas segel/ bermaterai Rp. Surat Pernyataan Bersedia dicalonkan menjadi Kepala Desa di atas kertas segel/ bermaterai Rp. k. d. f. Surat Pernyataan Setia dan Taat Kepada Pancasila Sebagai Dasar Negara. i.000. Foto Copy Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) dan/ atau Ijazah yang telah dilegalisir oleh Pejabat yang Berwenang. Foto Copy Kartu Tanda Penduduk yang sudah dilegalisir oleh Pejabat yang berwenang. Izin Tertulis dari pejabat yang berwenang (khusus bagi anggota POLRI/PNS/PTT dan Perangkat Desa). Surat Keterangan Sehat jasmani dan rohani dari Dokter Pemerintah atas dasar hasil pemeriksaan secara menyeluruh untuk menilai yang bersangkutan dapat/ tidak melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Kepala Desa dari dokter pemerintah. 14 . Foto Copy Surat Permohonan Pengunduran Diri atau Surat Keputusan Pensiun (khusus bagi anggota TNI) yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.000. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). 6. 6. Surat Keterangan sedang tidak dicabut hak pilihnya berdasarkan Putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dari Pengadilan Negeri .00 dan ditandatangani oleh Bakal Calon Kepala Desa. e. Undang-Undang Dasar 1945. b. g. Surat Keterangan Tidak Pernah dihukum karena melakukan tindak pidana kejahatan dengan hukuman paling singkat 5 (lima) tahun berdasarkan Putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dari Pengadilan Negeri. c. BUMN/BUMD. 6.PNS. n.00 dan ditanda tangani oleh Bakal Calon Kepala Desa serta diketahui oleh BPD (bagi calon yang pernah/ sedang menjabat sebagai Kepala Desa dan Perangkat Desa) dan Pimpinan Instansi yang bersangkutan (bagi TNI/POLRI. Foto Copy Akta Kelahiran atau Surat Keterangan/Kenal Lahir atau struk kelahiran dari pemerintah desa yang sudah dilegalisir oleh Pejabat yang Berwenang.000.

30 WIB : Jum’at dan Sabtu pukul 08.00 . 6.d Kamis pukul 08. (2) Apabila setelah diteliti oleh Panitia Pemilihan ternyata terdapat kekurangan dan atau keraguraguan tentang syarat administrasi yang telah ditetapkan. Pasal 16 (1) Panitia Pemilihan meneliti administrasi Bakal Calon Kepala Desa untuk ditetapkan menjadi Calon Kepala Desa selambat-lambatnya 2 (dua) hari terhitung sejak hari dan tanggal pendaftaran ditutup .000.d 11.000. Pas Foto berwarna ukuran 4 X 6 sebanyak 4 lembar . Surat Pernyataan kesanggupan membayar sejumlah kekurangan biaya yang telah dianggarkan oleh Panitia Pemilihan di atas kertas segel/ bermeterai Rp. Bakal Calon Kepala Desa yang bersangkutan diberi kesempatan untuk melengkapi dan memberikan penjelasan . (6) Apabila sampai dengan berakhirnya jangka waktu perpanjangan pendaftaran sebagaimana dimaksud Ayat (5) atau berakhirnya masa jabatan Kepala Desa ternyata Bakal Calon yang mendaftar kurang dari 2 (dua) orang sebagiamana dimaksud pada Pasal 3 ayat (2) huruf b.00 WIB s.o. q. maka Panitia Pemilihan mengadakan perpanjangan waktu pendaftaran paling lama 3 ( tiga ) bulan . (3) Berkas lamaran sebagaimana dimaksud pada Ayat (2) dibuat dalam rangkap 4 (empat). (4) Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa dimulai pada : (terlampir pada time schedule) Hari / tanggal : 19 April s. p.d 12. BUMN/BUMD. 1 (satu) rangkap berkas asli dan 3 (tiga) rangkap lainnya Foto Copy . Surat Permohonan izin cuti/ surat izin cuti dari pejabat yang berwenang (bagi TNI/POLRI. PNS. Tempat Waktu : Balai Desa Singasari : Senin s.00 WIB s. (3) Waktu untuk melengkapi syarat administrasi dan memberikan penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah selama 4 ( empat ) hari kerja terhitung sejak pemberitahuan adanya kekurangan persyaratan . s. maka diadakan pemilihan Kepala Desa untuk jangka waktu paling lama 6 ( enam ) bulan . 15 . PTT dan Perangkat Desa ). r.00 WIB (5) Apabila sampai dengan batas waktu pendaftaran ditutup ternyata Bakal Calon yang mendaftar kurang dari 2 (dua) orang sehingga tidak memenuhi syarat sebagaimana dimaksud Pasal 3 ayat (2) huruf b. 6. Surat Permohonan beserta lampirannya dimasukan ke dalam map/ amplop besar tertutup dan ditulis nama Bakal Calon.00.d 3 Mei 2013 tiap hari kerja . Daftar Riwayat Hidup dibuat dan ditanda tangani oleh Bakal Calon Kepala Desa di atas kertas segel/ bermaterai Rp.

(4) Persyaratan Bakal Calon Kepala Desa yang telah diteliti oleh Panitia Pemilihan dan dinyatakan tidak memenuhi syarat . (6) Selama jangka waktu pengumuman . Penentuan Nomor Urut dan Gambar Simbol/ Lambang Calon Kepala Desa Pasal 18 (1) Penentuan Nomor Urut dan Simbol/ Lambang masing-masing Calon Kepala Desa dilakukan secara diundi . BPD 16 . (2) Pengundian gambar simbol/ lambang Calon Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan selambat-lambatnya 5 ( lima ) hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara dalam suatu rapat pleno Panitia Pemilihan yang disaksikan oleh para Calon Kepala Desa. maka Surat Permohonan beserta lampirannya dikembalikan oleh Panitia Pemilihan secara tertulis dengan disertai tanda bukti penerimaan dari Bakal Calon yang bersangkutan . (7) Apabila tidak terdapat penyelesaian antara pihak yang mengajukan keberatan dengan Panitia Pemilihan. Panitia Pemilihan wajib memberikan tanggapan sebagaimana mestinya . Penetapan Calon kepala Desa Pasal 17 Berkas Bakal Calon Kepala Desa yang memenuhi syarat administrasi beserta Berita Acara Penetapan Bakal Calon Kepala Desa disampaikan oleh Panitia Pemilihan kepada BPD untuk ditetapkan menjadi Calon Kepala Desa dengan Surat Keputusan BPD selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara . RT atau tempat-tempat strategis lainnya . maka BPD memberikan keputusan dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku (8) Keputusan BPD sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dilaksanakan dalam suatu rapat pleno khusus dan hasilnya bersifat final dan mengikat para pihak . masyarakat dapat mengajukan keberatan-keberatan dan terhadap keberatan-keberatan yang diajukan tersebut. (5) Bakal Calon Kepala Desa yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi oleh Panitia diberikan tanda bukti lulus seleksi dan diumumkan kepada masyarakat selama 3 ( tiga ) hari di Kantor / Balai Desa. (9) Keberatan yang diajukan setelah lewat waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (6) tidak akan dipertimbangkan dan tidak mempengaruhi hasil pemilihan .

Kampanye berakhir 1 (satu) hari sebelum hari pelaksanaan pemungutan suara .dan masyarakat dengan disertai Berita Acara pengundian gambar simbol/ lambang Calon Kepala Desa beserta nomor urutnya . d.d 21. Kampanye Calon kepala Desa Pasal 19 (1) Sebelum pemilihan Kepala Desa dilaksanakan . (3) Untuk kepentingan kampanye. bentuk dan tempat / lokasi kampanye disusun berdasarkan kesepakatan para Calon Kepala Desa yang difasilitasi oleh Ketua Panitia Pemilihan dengan ketentuan : a. Calon Kepala Desa dapat membentuk Tim Kampanye dari pendukung utama Calon kepala Desa yang bersangkutan dengan kewajiban melaporkan susunan Tim Kampanye dimaksud kepada Panitia Pemilihan dan Panitia Pengawas .00 WIB . b. Panitia Pemilihan berhak menentukan jadwal . (6) Apabila tidak terjadi kesepakatan antara Calon Kepala Desa. Penyebaran bahan kampanye . bentuk dan tempat/ kampanye . Waktu kampanye dimulai pukul 09.’ f. Penyiaran radio dan / televisi . Penyebaran melalui media cetak dan elektronik . (4) Pengaturan waktu. 17 . b. di halaman rumah/ rumah tempat tinggal Calon Kepala Desa dapat dipasangi 1 (satu ) tanda gambar symbol/ lambang Calon Kepala Desa masing-masing . Ketua Panitia Pemilihan dan Kepala Desa/ penjabat Kepala Desa . Kampanye dilaksanakan untuk jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari . Tatap muka dan dialog . c. Pemasangan alat peraga di tempat umum . Pertemuan terbatas . (2) Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1) . c. para Calon Kepala Desa dapat melakukan kampanye dengan cara : a. Jadwal. misi dan program kerja yang dilaksanakan . dititikberatkan pada penyampaian visi. d. waktu dan tempat kampanye ditentukan oleh Panitia (5) Hasil kesepakatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh para Calon Kepala Desa.00 s. (3) Setelah penentuan nomor urut dan simbol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1) . e.

perseorangan dan/atau kelompok masyarakat . Menggunakan fasilitas dan/ atau anggaran Pemerintah.(7) Tindasan / foto copy Berita Acara kesepakatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) atau keputusan Panitia Pemilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) yang telah dilegalisasi oleh Ketua Panitia Pemilihan. ras. d. Menggunakan kekerasan . 5. Menghina seseorang. Merusak dan/ atau menghilangkan alat peraga kampanye Calon Kepala Desa lainnya . c. ketentraman dan ketertiban umum . c. Ketua Tim Fasilitasi Pemilihan Kepala Desa tingkat Kecamatan . dan Calon Kepala Desa lainnya . Kepala Kepolisian Sektor setempat . ancaman kekerasan atau menganjurkan kekerasan . dikirimkan kepada : 1. Pencabutan panflet. Menghasut atau mengadu domba Calon Kepala Desa. Menggunakan tempat ibadah dan/ atau tempat pendidikan . Teguran lisan . e. Melakukan pawai atau arak-arakan dengan membawa tanda gambar / gambar Calon Kepala Desa yang dilakukan dengan berjalan kaki dan atau menggunakan kendaraan di jalan raya atau jalan lingkungan / gang (9) Pelanggaran terhadap pelaksanaan kampanye . g. dapat dikenakan sanksi oleh Panitia Pengawas berupa : a. agama. (10) Masa tenang dilaksanakan selama satu hari sebelum hari pemungutan suara . Ketua BPD . b. Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa . (11) Pada masa tenang seluruh atribut kampanye Calon Kepala Desa yang terpasang harus sudah diturunkan oleh tim suskses masing-masing Calon Kepala Desa yang bersangkutan kecuali yang berada di lingkungan rumah tempat tinggal Calon Kepala Desa . Ketua Panitia Pengawas . 2. spanduk dan tanda gambar . Mempersoalkan Dasar Negara Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 . Para Calon kepala Desa . h. golongan. 3. f. Mengaganggu keamanan. (8) Dalam pelaksanaan kampanye Calon Kepala Desa / Tim Kampanye dilarang : a. suku. Penghentian kegiatan kampanye . 18 . 4. i. b.

Kotak Suara sebagai tempat suara yang digunakan oleh pemilih . Pasal 24 Perlengkapan untuk keperluan pemungutan dan penghitungan suara terdiri dari : a. 19 . (3) Mereka yang tercantum dalam DPT tetapi belum menerima Surat Pemberitahuan dapat meminta kepada Panitia Pemilihan selambat-lambatnya Pukul 24. ketertiban.00 s/d 13. keamanan jalannya pemberian suara . Pasal 22 (1) Pemberitahuan kepada penduduk desa yang berhak memilih dilakukan dengan surat pemberitahuan dengan tanda bukti penerimaan . (2) Tempat pemungutan suara harus bersih dari gambar simbol/ lambang Calon Kepala Desa kecuali di sekitar panggung di mana para Calon Kepala Desa ditempatkan .45 WIB atau 15 menit sebelum penutupan jalannya pemungutan suara . peralatan pemilihan dan peralatan lain yang diperlukan dalam pemilihan serta simbol/ lambang Calon Kepala Desa ditentukan oleh Panitia Pemilihan . Bilik Suara sebagai tempat untuk memilih . (2) Dalam Surat Pemberitahuan dicantumkan nama Pemilih sesuai dengan DPT dan tempat pemilihan diselenggarakan . sehari sebelum hari pemungutan suara dilaksanakan . Pemungutan dan Penghitungan Suara Pasal 23 (1) Pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara diselenggarakan disatu tempat yang dapat menjamin kelancaran.00 WIB . Pasal 21 Waktu dan tempat pemilihan. b.00 WIB .Pengumuman Waktu Pemungutan Suara Pasal 20 Paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara. Panitia Pemilihan memberitahukan kepada penduduk desa yang berhak memilih dan mengadakan pengumuman di tempat-tempat strategis tentang akan diadakannya Pemilihan Kepala Desa . (4) Apabila karena suatu alasan yang dapat dipertanggungjawabkan sampai dengan Pukul 24. Pemilih belum menerima Surat Pemberitahuan yang bersangkutan dapat meminta ke Panitia Pemilihan pukul 12.

3 Juni 2013 : Lapangan Desa Singasari : Pukul 08. Pasal 25 (1) Pemilih wajib hadir di tempat pemungutan suara (Panitia tidak melayani TPS keliling). c. Penghitungan suara . Rekap penghitungan suara . d. Penutup . Pasal 27 (1) Penghitungan hasil pemungutan suara dilakukan oleh Panitia Pemilihan dengan disaksikan oleh masing-masing saksi dari Calon Kepala Desa .00 – 14.00 WIB (3) Pemungutan dan penghitungan suara dilaksanakan dengan urutan acara : a. Pengesahan hasil pemungutan suara . tata cara pencoblosan kartu suara. 20 . (2) Bagi pemilih yang sudah hadir di TPS dan mempunyai halangan fisik dan tidak dapat menggunakan hak pilih sebagaimana mestinya dapat dibantu oleh Panitia Pemilihan atau orang lain yang ditunjuk dan didampingi oleh petugas keamanan ( Hansip ) . e. e. Surat Suara sebanyak jumlah Pemilih terdaftar dalam DPT ditambah 10 % ( sepuluh per seratus ) dari jumlah pemilih . nama dan tanda gambar simbol/ lambang para Calon Kepala Desa serta penjelasan lain yang diperlukan . sah dan tidaknya kartu suara. DPT . (3) Anggota Panitia Pemilihan atau orang lain yang ditunjuk yang membantu pemilih sebagaimana dimaksud Ayat (2) wajib merahasiakan pilihan pemilih yang bersangkutan .c. Pemungutan suara . Tinta digunakan untuk pemberi tanda bagi pemilih yang sudah menggunakan hak pilihnya . g. d. tanggal Tempat Waktu : Senin. Alat pencoblos surat suara . penjelasan tentang tata cara pelaksanaan pemungutan suara . Pasal 26 (1) Rapat pemungutan Suara Pemilihan Kepala Desa Singasari Tahun 2013 dilaksanakan pada : (2) (terlampir pada time schedule) Hari . Pembukaan oleh Ketua Panitia Pemilihan dilanjutkan dengan pengundian tempat duduk Calon Kepala Desa . f. b.

(2) Pada saat pemungutan suara dilaksanakan. maka BPD sudah harus melaksanakan pemilihan Kepala Desa kembali . (3) Panitia Pemilihan dapat memperpanjang waktu pemilihan suara maksimal 30 (tiga puluh) menit atas kesepakatan Calon Kepala Desa dan Panitia Pengawas . (5) Hasil pemungutan dan penghitungan suara sebagaimana dimaksud pada Ayat (4) tetap dinyatakan sah dan dimenangkan oleh Calon kepala Desa yang tidak gugur dan memperoleh suara terbanyak . Pasal 28 (1) Pada saat pemungutan suara dilaksanakan. (6) Dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan setelah penunjukan Pejabat Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (5) . (4) Dalam hal satu atau lebih Calon kepala Desa dinyatakan gugur dan masih ada paling sedikit 2 (dua) Calon Kepala Desa. pemilihan Kepala Desa dinyatakan batal dan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah pembatalan dimaksud Panitia Pemilihan wajib mengadakan pemilihan ulang . maka ditunjuk pejabat Kepala Desa yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati atas usul BPD melalui Camat.00 WIB jumlah pemilih yang hadir dan menggunakan hak pilihnya belum memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) . apabila jumlah pemilih yang hadir dan menggunakan hak pilihnya sekurang-kurangnya 50 % ( lima puluh per seratus ) ditambah satu dari jumlah pemilih yang telah disahkan dalam DPT pada saat rapat umum pemungutan suara ditutup . apabila sampai pukul 14. (3) Apabila Calon Kepala Desa tidak berada di tempat yang ditentukan sejak awal rapat pemungutan suara atau pada saat rapat penghitungan suara tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. aman dan teratur . (5) Dalam hal terjadi pemilihan ulang sebagaimana dimaksud ayat (4). maka rapat pemungutan suara dan penghitungan suara tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya . ternyata jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya kurang dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) atau berakhirnya masa jabatan Kepala Desa. Panitia Pemilihan berkewajiban untuk menjamin agar pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa dapat berjalan lancar tertib. (4) Apabila setelah dilakukan perpanjangan waktu pemungutan suara sebagaimana dimaksud pada ayat (3) jumlah pemilih yang hadir dan menggunakan hak pilihnya kurang dari yang ditentukan sebagaimana pada ayat (2).(2) Pemilihan Kepala Desa dinyatakan sah. maka yang bersangkutan dinyatakan gugur . para Calon Kepala Desa harus tetap berada di tempat yang sudah ditentukan sampai selesai pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara. 21 .

Panitia Pengawas dan warga masyarakat . Pencoblosan sebagaimana dimaksud pada huruf a dibenarkan terdapat satu lubang pencoblosan atau lebih tetapi masuk dalam garis batas gambar tersebut . Dalam 1 (satu) kartu suara hanya terdapat satu tanda gambar yang dicoblos . (2) Kartu suara dinyatakan tidak sah apabila tidak memnuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (3) Pemilih dapat menukar kartu suara yang rusak . Membuka kotak suara dengan disaksikan oleh saksi dan masyarakat . petugas menghitung : a. (3) Penghitungan suara dilakukan di tempat yang telah ditentukan oleh Panitia Pemilihan dan dihadiri oleh saksi . c. Jumlah surat suara yang dikembalikan oleh pemilih karena rusak . 22 . Pencoblosan tanda gambar menggunakan alat yang telah disediakan oleh Panitia Pemilihan . c. b. papan penghitungan dan tempat duduk saksi . Mengatur susunan tempat penghitungan suara . Pasal 31 (1) Kartu suara dinyatakan sah apabila : a. Jumlah surat suara yang tidak terpakai . b. Panitia Pemilihan dapat memindahkan lokasi penghitungan suara di tempat lain yang memungkinkan untuk diadakannya penghitungan suara.Pasal 29 Sebelum pelaksanaan penghitungan suara di TPS. b. Menempatkan kotak suara di tempat penghitungan dan menyiapkan alat kuncinya. c. Menghitung jumlah surat suara . Kartu suara telah dibubuhi Cap dan Tanda Tangan Ketua Panitia Pemilihan . d. b. Pasal 30 (1) Pelaksanaan penghitungan suara dimulai paling lama tiga puluh menit setelah pelaksanaan pemungutan suara ditutup . (5) Sebelum pelaksanaan penghitungan suara dimulai. (2) Sebelum penghitungan suara dimulai . Mengatur alat keperluan administrasi lainnya . c. seksi perlengkapan dibantu anggota Panitia Pemilihan lainnya melakukan kegiatan : a. petugas pemungutan suara melakukan kegiatan: a. (4) Penukaran kartu suara sebagaimana ayat (3) hanya dilakukan 1 kali . Jumlah pemilih yang memberikan suara berdasarkan DPT . (4) Apabila karena sesuatu hal pelaksanaan penghitungan suara tidak dapat dilakukan di tempat yang telah ditentukan oleh Panitia Pemilihan. Mengeluarkan surat suara satu demi satu dan meletakannya pada tempat yang disediakan .

Pasal 33 (1) Setelah selesai penghitungan suara.Pasal 32 (1) Saksi dan / atau Calon Kepala Desa dapat mengajukan keberatan terhadap jalannya penghitungan suara apabila ternyata terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan . Ketua Panitia Pemilihan mengumumkan dan mengesahkan hasil penghitungan suara . Penghitungan Suara Ulang Pasal 35 1) Penghitungan ulang surat suara dapat dilakukan apabila terdapat 1 (satu) atau lebih penyimpangan. (3) Dalam hal terdapat Calon Kepala Desa yang tidak mau menandatangani Berita Acra Penghitungan Suara. (2) Pengajuan keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sebelum Ketua Panitia Pemilihan mengumumkan dan mengesahkan hasil penghitungan suara. (2) Berita Acara sebgaiamna dimaksud pada ayat (1) . tidak akan dilayani dan tidak mempengaruhi hasil pemilihan. Pasal 34 Calon Kepala Desa yang dinyatakn terpilih adalah Calon Kepala Desa yang tidak gugur dan memperoleh dukungan suara terbanyak . Keberatan yang diajukan setelah disahkannya hasil penghitungan suara. penghitungan dilakukan secara tertutup. ditandatangani oleh Ketua Panitia Pemilihan dan Calon kepala Desa . dibuatkan berita acara yang ditanda tangani oleh Ketua Panitia Pemilihan dan Ketua Pengawas yang menyebutkan salah satu atau Calon Kepala Desa tidak mau menandatangani Berita Acara Penghitungan Suara dengan disertai alasan-alasannya . (4) Berita Acara Penghitungan Suara sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tatap dinyatakan sah dan tidak mempengaruhi hasil pemilihan . a. 23 . (4) Dalam hal tidak keberatan dari saksi dan/ atau Calon Kepala Desa. (3) Dalam hal keberatan yang diajukan oleh saksi dan / atau Calon Kepala Desa dapat diterima. segera dibuat Berita Acara Penghitungan Suara beserta lampirannya yang berisi laporan kegiatan pemungutan dan penghitungan suara . Panitia Pemilihan seketika itu juga mengadakan pembetulan .

diajukan secara tertulis oleh Calon Kepala Desa kepada Panitia Pemilihan disertai alasan. c. 2) Permohonan penghitungan ulang surat suara sebagaimana dimaksud pada ayat (1). bukti dan saksi. dilaksanakan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa tahap pertama. maka Pemilihan Kepala Desa diulang dan hanya diikuti oleh Calon Kepala Desa yang mendapat dukungan suara terbanyak sama. disampaikan secara tertulis oleh Panitia Pemilihan disertai alasan dan pertimbangan paling lambat 1 X 24 jam sejak diterimanya permohonan penghitungan ulang surat suara dari Calon Kepala Desa. Calon Kepala Desa dan warga masyarakat tidak dapat menyaksikan penghitungan suara secara jelas. Ketua BPD. maka penetapan Calon Kepala Desa terpilih ditentukan dengan cara undian yang dilaksanakan pada hari dan tanggal Pemilihan Kepala Desa setelah selesainya penghitungan suara. 4) Panitia Pemilihan memutuskan menerima atau menolak permohonan penghitungan ulang surat suara sebagaimana dimaksud pada ayat (3). 24 . 4) Pengundian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan oleh Panitia Pemilihan dan disaksikan oleh Para Calon Kepala Desa. 6) Penolakan terhadap permohonan penghitungan ulang surat suara sebagaimana dimaksud pada Ayat (5). 3) Dalam hal Pemilihan Kepala Desa yang diulang sebagaimana dimaksud pada ayat (2). bersifat final dan mengikat. diajukan oleh Calon Kepala Desa paling lambat 1 X 24 jam sejak selesainya penghitungan suara. penghitungan suara dilakukan di tempat yang kurang penerangan cahaya. Pasal 36 1) Dalam hal terdapat lebih dari 1 (satu) Calon Kepala Desa yang mendapat dukungan\ suara terbanyak dengan jumlah yang sama. 3) Permohonan penghitungan ulang surat suara sebagaimana dimaksud pada ayat (2). hasil perolehan suaranya masih tetap sama. Ketua Panitia Pengawas dan Petugas Keamanan dengan cara mengocok nama Calon Kepala Desa. 5) Penolakan terhadap permohonan penghitungan ulang surat suara sebagaimana dimaksud pada ayat (3). setelah mendapat persetujuan BPD. 2) Pemilihan Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1).saksi.b.

6) Apabila 1 (satu) atau lebih Calon Kepala Desa maupun saksi tidak menandatangani Berita Acara. Keputusan BPD tentang Penetapan Calon Kepala Desa Terpilih. Mengganti biaya pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa 25 . Berita Acara Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa. Berita Acara Penghitungan suara. maka dilaksanakan proses pemilihan Kepala Desa. 2) Calon Kepala Desa terpilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 1 (satu) bendel berkas asli permohonan Calon Kepala Desa terpilih. Tidak boleh mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) b. 2) Calon Kepala Desa terpilih yang mengundurkan diri dikenakan sanks sebagai berikut : a. 4) Kepala Desa atau pejabat desa memberhentikan Perangkat Desa yang menjadi Calon Kepala Desa terpilih paling lama lima belas hari terhitung sejak hari dan tanggal pelaksanaan pemungutan suara.5) Hasil undian sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh Ketua Panitia Pemilihan. d. c. b. Para Calon Kepala Desa dan saksi masing-masing Calon Kepala Desa. 3) Bupati menerbitkan Keputusan Bupati tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Desa Terpilih paling lama 15 (lima belas) hari terhitung sejak tanggal diterimanya usulan dari BPD melalui Camat. Pasal 38 1) Apabila Calon Kepala Desaa terpilih mengundurkan diri. Penetapan Calon Kepala Desa Terpilih Pasal 37 1) Calon Kepala Desa terpilih ditetapkan dengan Keputusan BPD berdasarkan Laporan dan Berita Acara Pemilihan dari Panitia Pemilihan. hasil pengundian dinyatakan sah dan tidak mempengaruhi hasil pemilihan. diusulkan oleh BPD kepada Bupati melalui Camat selambat-lambatnya dalam jangka waktu 3 (tiga) hari terhitung sejak hari dan tanggal pemungutan suara untuk disahkan menjadi Kepala Desa dengan Keputusan Bupati dengan melampirkan : a.

2) Dalam rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Mekanisme Pelaksanaan Tugas Pasal 40 1) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 ayat (1). 3) Anggota Panitia Pengawas wajib merahasiakan hal yang dalam rapat ditentukan untuk dirahasiakan. 2) Rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menetapkan hal-hal yang perlu dilakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait. 4) Laporan hasil klarifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dimusyawarahkan segala sesuatu mengenai pengawasan terhadap pelaksanaan pemilihan Kepala Desa.BAB IV PENGAWASAN PEMILIHAN KEPALA DESA Kewenangan Pengawasan Pasal 39 1) Dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa. Panitia Pengawas mengadakan rapat menurut keperluan. 3) Penunjukan Ketua dan anggota Tim sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Ketua Panitia Pengawas yang bersangkutan. Pasal 41 1) Dalam melaksanakan tugas pengawasan. Panitia Pengawas dapat mengadakan klarifikasi kepada pihak-pihak yang diperlukan dan dilakukan dalam bentuk tim berdasarkan keputusan rapat. Panitia Pengawas merupakan satu-satunya lembaga yang berhak melakukan pengawasan . 2) Panitia Pengawas dapat menjatuhkan sangsi kepada Penitia Pemilihan dan Calon Kepala Desa dan atau pendukungnya. 26 . dimusyawarahkan dalam rapat Panitia Pengawas untuk diambil keputusan.

Penetapan hasil Pemungutan dan Penghitungan Suara .Ruang Lingkup Pengawasan Pasal 42 Pengawasan terhadap pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa dimaksud dalam Pasal 38 meliputi pelaksanaan kegiatan : a. DPTam dan DPT ditandatangani oleh Ketua Panitia Pemilihan. d. d. b. Pendaftaran pemilih Kampanye Calon Kepala Desa dan/atau Pendukungnya . Penyusunan DPTam dan DPT menggunakan formulir DPTam dan DPT b. e. Penghitungan suara. c. pengesahan DPT f. 27 . Pasal 43 1) Sasaran pengawasan terhadap kegiatan pendaftaran pemilih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf a. Persyaratan Pemilih telah sesuai dengan ketentuan Pasal 9 ayat (1) . DPS ditandatangani oleh Ketua Panitia Pemilihan. e. Berita Acara Penetapan DPTam dan DPT. Penyusunan dan pengesahan DPTam d. Pengumuman DPS c. Daftar nama pemilih yang mendaftarkan diri untuk dicatat sebagai pemilih melalui seksi pendaftaran pemilih. adalah : a. Alasan perubahan telah sesuai dengan ketentuan Pasal 10 d. Penyusunan DPS b. Penyusunan DPS menggunakan formulir Daftar Pemilih Sementara . Berita Acara Penetapan DPS . Penerimaan undangan oleh Pemilih 2) Sasaran pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan penyusunan DPS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan b adalah : a. f. Pemungutan suara. e. DPS diumumkan selama 7 (tujuh) hari f. 3) Sasaran pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan penyusunan DPTam dan DPT sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dan huruf c adalah : a. c. b. Pengumuman DPTam e. DPTam diumumkan selama 7 (tujuh) hari dan DPT diumumkan selama 3 (tiga) hari. Seorang pemilih hanya didaftar satu kali dalam daftar pemilih. c.

b. d. b. Petugas Penghitung surat suara membuka selembar demi selembar surat suara dan mengumumkan sah atau tidaknya suara yang diberikan oleh pemilih. c. c. Pemasangan atribut kampanye bukan pada bangunan tempat ibadah.00 waktu setempat ketentuan dalam Pasal 26 ayat (1).Pasal 44 Sasaran pengawasan terhadap kegiatan kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 ayat (2) adalah : a. c. Pemungutan suara dimulai pukul 08. b. d. Pasal 46 Sasaran pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan penghitungan suara di TPS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf d adalah : a. Pelaksanaan kampanye sesuai dengan tempat dan jadwal waktu yang telah ditentukan. Pasal 47 Sasaran pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan penetapan hasil pemungutan dan penghitungan suara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf e adalah : 28 . dengan menunjukkan kepada saksi dan pemilih yang hadir. Dilaksanakan paling lama 30 (tiga puluh) menit setelah selesai pemungutan suara. Hasil penghitungan suara dibuat Berita Acara Rekapitulasi penghitungan suara di TPS yang ditandatangani oleh Petugas Penghitung Suara dan Saksi Para Calon Kepala Desa. Pelaksanaan kampanye tidak melanggar ketentuan dalam Pasal 19 ayat (8). Pemilih memberikan suara di dalam bilik pemberian suara dengan cara mencoblos salah satu tanda gambar yang terdapat dalam surat suara. Disaksikan oleh saksi dari masing-masing Calon Kepala Desa.00 dan berakhir pukul 14. tempat pendidikan dan bangunan milik pemerintah atau pemerintah desa. Pasal 45 Sasaran pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan pemungutan suara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf c adalah: a. Dilakukan dengan cara menghitung satu demi satu surat suara yang telah dicoblos oleh pemilih. Pengaturan tempat diatur sedemikian rupa sehingga bagi setiap pemilih ada jaminan untuk dapat memberikan suaranya secara bebas dan rahasia. e. Pemasangan atribut kampanye di rumah/pekarangan seizin pemilik rumah/pekarangan.

Syarat sahnya pelaksanaan pemungutan suara. pembuatan tanda/surat suara. pembuatan kotak suara.. pendaftaran pemilih. BAB V BIAYA PEMILIHAN KEPALA DESA Pasal 48 1) Biaya Pemilihan Kepala Desa dibebankan kepada APB Desa dan/atau dapat berasal dari swadaya masyarakat desa. 3) Biaya Pemilihan Kepala Desa dipergunakan untuk : a. pembuatan dan pengiriman undangan. Dilaksanakan setelah seluruh proses penghitungan suara pada masing-masing TPS selesai dilaksanakan. Jalannya Rapat Pemungutan dan Penghitungan Suara. konsumsi dan rapat-rapat. Alasan Saksi/Calon Kepala Desa yang tidak menandatangani berita acara penghitungan suara. administrasi (pengumuman. BAB VI SANKSI PELANGGARAN Bakal Calon dan Calon Kepala Desa Pasal 49 29 . pembuatan bilik atau kamar tempat Pemilihan. formulir pendaftaran. pelaporan dan sebagainya). 5) Pemerintah Desa berkewajiban menganggarkan biaya cadangan Pemilihan Kepala Desa yang hanya dapat digunakan apabila terjadi pemilihan ulang.a. honorarium panitia/petugas . b. c. d. tanda gambar. d. pembuatan surat keputusan. maka dikembalikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun 2012. e. 2) Adalah dana dana lainnya yang sah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah dana-dana yang bersumber dari bantuan Pemerintah Pusat. pengesahan dan pelantikan 4) Apabila terdapat kelebihan anggaran biaya pemilihan kepala desa. Pemerintah Provinsi dan atau swadaya masyarakat Desa Singasari yang tidak mengikat. b. penelitian syarat-syarat Calon. f. c. bantuan Pemerintah Kabupaten dan dana-dana lainnya yang sah.

maka panitia pemilihan berhak menyatakan bakal calon kepala desa atau calon kepala desa tersebut gugur. 2) Dalam hal memalsukan keterangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diketahui setelah melaksanakan pemilihan dinyatakan sah. maka kepada yang mewakili kehilangan hak pilihnya. Pemilih Pasal 53 1) Dalam hal terdapat pemilih yang menggunakan hak pilih orang lain dan hal tersebut diketahui sebelum hak pilihnya digunakan. Panitia Pemilihan Pasal 51 Dalam hal panitia pemilihan terbukti melakukan pelanggaran terhadap kewajiban sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat (3). sedangkan kepada orang yang menggunakan hak pilih orang lain tersebut dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2) Bakal calon dan calon kepala desa yang terbukti melanggar ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) dinyatakan gugur dalam pencalonan kepala desa pemilihan. Panitia Pengawas Pasal 52 Dalam hal panitia pengawas terbukti melakukan pelanggaran terhadap kewajiban sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat (3). 3) Pengguguran pencalonan kepala desa sebagaimana dimksud dalam ayat (2) setelah melalui proses pihak yang berwenang. Pasal 50 1) Dalam hal bakal calon dan calon kepala desa memalsukan keterangan mengenai dirinya dan hal tersebut diketahui sebelum diadakan pemilihan.1) Bakal calon dan calon kepala desa dilarang memberikan dan atau menjanjikan uang dan/atau barang secara langsung maupun tidak langsung kepada pemilih yang dapat mempengaruhi hak pilih. maka calon kepala desa terpilih tetap dilantik dan apabila dikemudian hari berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap yang bersangkutan dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan. maka yang bersangkutan dikenakan sanksi diberhentikan dari keanggotaan panitia oleh ketua BPD. yang bersangkutan akan diberhentikan dari jabatannya sebagai kepala desa. 30 oleh panitia . maka yang bersangkutan dikenakan sanksi diberhentikan dari keanggotaan panitia pengawas oleh ketua BPD.

3) Pengaduan terhadap penggunaan hak pilih orang lain. dan para Bakal Calon Kepala Desa/Calon Kepala Desa dan hasilnya dituangkan dalam Berita Acara. Pendukung dilarang melakukan intimidasi. maka hak suaranya tetap dianggap sah dan kepada orang yang menggunakan hak pilih orang lain tersebut dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pendukung Pasal 54 1) 2) 3) Pendukung dilarang memberikan dan / atau menjanjikan uang dan / atau barang secara langsung maupun tidak langsung kepada pemilih yang dapat mempengaruhi hak pilih. BAB VII PENUTUP Pasal 55 Hal-hal lain yang belum cukup diatur dalam tata tertib ini. maka diadakan pembetulan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 31 . 4) Penelitian terhadap pengaduan tersebut dilakukan oleh panitia pengawas. dilakukan sebelum pengesahan hasil perhitungan suara.2) Dalam hal terdapat pemilih yang menggunakan hak pilih orang lain dan hal tersebut diketahui sebelum hak pilihnya digunakan.Kepala Desa. Pendukung yang terbukti melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) diserahkan untuk diproses kepada pihak yang berwajib. Panitia Pengawas. Pasal 56 Tata tertib ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan apabila terdapat kekeliruan. sepanjang mengenai pelaksanaan dan tidak bertentangan dengan peraturan yang ada akan diatur secara musyawarah bersama antara Panitia Pemilihan. ancaman dan atau pemaksaan yang dapat mengakibatkan pemilih merasa ketakutan atau terancam.

32 .Ditetapkan di : Cilongok Pada tanggal : 04 September 2012 Panitia Pemilihan Kepala Desa Singasari Ketua .Pd. S. JOKO SURATNO.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->