Karya Tulis bakti.docx

KARYA TULIS PERMAGANGAN BAKTI BCA TAHAP I

DI SUSUN OLEH :

NAMA

:

FARIZI ILHAM NIP : 80611920

BCA KCP PANGLIMA POLIM RAYA
Jl. Panglima Polim Raya No. 16-17 Jakarta 12160

Lembar Pengesahan dan Persetujuan

Karya Tulis Teller Bakti BCA Tahap I

Karya Tulis Teller Bakti BCA Tahap I ini telah disetujui, di sahkan serta diizinkan untuk dinilai pada Periode November 2011

Head Teller

Kabag Operasional

Anita Carolina

Rini Rusmala Dewi

Pimpinan Cabang

Dian Ekawaty

KATA PENGANTAR

2

Semua pihak yang telah memberikan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung. Bpk. Karya tulis ini dibuat guna melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh beasiswa di tahun kedua penulis melakukan permagangan BAKTI BCA. Penulis menyadari karya tulis ini bersumber dari berbagai pembelajarn dan Panduan Kerja Teller. 8. Rekan-rekan Bakti angkatan 177 yang selalu penulis rindukan. Ibu Dian Ekawaty. Ini adalah tahun kedua penulis melakukan permagangan BAKTI BCA di BCA KCP Panglima Polim Raya. selaku Head Teller 5. Jakarta. 7. penulis berusaha memberikan yang terbaik dalam penulisan karya tulis ini. Dan tak lupa pula penulis mengucapkan segenap terima kasih kepada : 1. Khasanah. sehingga penulisan karya tulis ini dapat berjalan lancar. Hamdani. Orang Tua dan Keluarga atas dukungan dan doa nya selama ini. Seluruh rekan kerja di Back Office. Ibu Anita Carolina. selaku Kepala Bagian Operasional 3. Ibu Rini Rusmala Dewi. penulis mendapat pengalaman tambahan dan pembelajaran ke tingkat yang lebih tinggi yaitu penguasaan layanan Valas. Jakarta Selatan. selaku Pejabat SWK 6. Deposito dan Remittance. Zulfahmi. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam penyajian karya tulis ini. Selama melakukan permagangan. Selaku Pimpinan Cabang KCP Panglima Polim 2. Teller dan CSO. 9. selaku Head Teller 4. Untuk itu.Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak Rahmat yang luar biasa kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan baik. 31 Oktober 2012 Farizi Ilham DAFTAR ISI 3 . Bpk.

..3 2..4 2..1 Sejarah dan Perkembangan Bank BCA …………………………. 14 3.1 Pra Magang …………………………………………………… 12 3.....LEMBAR PENGESAHAN …………………………………………………………… 2 KATA PENGANTAR ………………………………………………………………. 16 PENUTUP 4.. 5 1. 2.2 Saran …………………………………………………………. 3 DAFTAR ISI ………………………………………………………………………..1 Latar Belakang …………………………………………………. 11 Program Permagangan Bakti BCA ……………………………… PEMBAHASAN 3. 4 BAB I PENDAHULUAN 1. 7 1.5 Manfaat Program Permagangan Bakti BCA ……………………… 7 Landasan Teori 2. BAB II 9 10 2.5 11 BAB III Tata Nilai BCA ………………………………………………… 10 Keunggulan Bank BCA …………………………………………. 20 BAB IV BAB I 4 .1 Kesimpulan …………………………………………………… 20 4.2 Masa Training ………………………………………………… 12 3..2 Tujuan Penulisan ……………………………………………….3 Metode Penulisan ……………………………………………… 6 1.4 Sistematika Penulisan ………………………………………….3 Masa On The Job Training ……………………………………. 6 1.2 Visi dan Misi Bank BCA ………………………………………..4 Pengalaman selama Magang ………………………………….

maka PT. UGM. Barulah penulis tersadar. Namun takdir berkehendak lain. setelah sekian lama. hingga akhirnya memutuskan untuk langsung bekerja saja seusai lulus sekolah. Oleh karena itu dengan adanya program permagangan Bakti BCA ini sangat membantu para lulusan SMU atau sederajat untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. serta didasari dengan rasa keingintahuan penulis tentang dunia perbankan terutama BCA. tak ada satu pun yang lolos. D3 dan S1.PENDAHULUAN 1. selama penulis masih mengenyam pendidikan di sana. Ketertarikan penulis ini dikarenakan sulitnya untuk mendapatkan kesempatan bekerja yang Layak bagi lulusan SMA serta pengalaman kerja yang lebih terpercaya selain di PT. Setelah 3 tahun bekerja.1 Latar Belakang Di dasari dengan permasalahan akan sulitnya mencari lapangan pekerjaan pada masa sekarang ini. 1. meski saat mengikuti Fit and ProperTest di Gajah Tunggal penulis lolos hingga Tahap Akhir. penulis di ajak adik yang baru saja lulus SMK untuk mengikuti Test di Program Bakti BCA. penulispun tertarik untuk mengikuti Program Permagangan Bakti BCA. Oleh karena itulah penulis mencoba untuk mengikuti Program Permagangan Bakti BCA. Bank Central Asia ini namun tidak di tindak lanjuti karena saat itu penulis masih berfokus untuk mengikuti Test Program Pendidikan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara serta Program Beasiswa Pendidikan di Politeknik Gajah Tunggal Tangerang. Penulis masih penasaran hingga akhirnya ikut serta mendaftarkan diri pada Test CPNS di BPK RI. yang diadakan oleh PT. yang berprestasi guna mencari pengalaman kerja. Apa saja asal halal. IPB meskipun Transkrip nilai penulis mencukupi untuk mengikuti test di sana. Bank Central Asia Tbk di Mading SMA Negeri 1 Ciputat. karena saat itu kondisi belum memungkinkan untuk meneruskan Pendidikan Kuliah di PTN Reguler seperti UI.2 Tujuan Penulisan 5 . Dari semua Program pendidikan gratis di ikuti. Penulis mengetahui Program Permagangan Bakti BCA ini dari selebaran yang diedarkan oleh PT. Bank Central Asia Tbk memberikan kesempatan kepada lulusan SMU atau sederajat D1. Bank Central Asia Tbk. Hasilnya? Nasib pun belum berpihak kepada Penulis. Semua perusahaan pada sekarang ini berharap dapat merekrut karyawan yang berpengalaman.

penelitian yang dimaksud adalah proses praktek selama masaOn The Job Training.4 Sistematika Penulisan Penulis akan memberikan gambaran secara umum isi dari tiap bab dalam penulisan ilmiah ini.Tujuan dari pada penulisan ini adalah menjelaskan pengalaman penulis selama menjadi peserta Permagangan Bakti BCA. 4) Konsultasi. adalah berdiskusi dengan rekan-rekan kerja. Selain itu juga penulisan karya tulis ini juga merupakan salah satu persyaratan untuk kelulusan dari Program Permagangan Bakti BCA. yaitu : 1) Observasi. 3) Penelitian kepustakaan. 1. oleh karena itu di sini penulis mengambil informasi dari berbagai sumber. Adapun tujuan penulis mengikuti program ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman serta mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja siap pakai khususnya dalam bidang perbankan. yaitu mengambil informasi dari berbagai sumber buku untuk dijadikan sumber acuan lain dari observasi. dan dilanjutkan pada masa magang di PT Bank Central Asia. 1.3 Metode Penulisan Dalam karya tulis ini penulis menggunakan beberapa metode penulisan. atau pihak-pihak yang dapat membantu penulis. 6 . menganalisa dan menyimpulkan dari setiap pembahasan materi untuk dituangkan dalam bentuk penulisan ini. adalah pengamatan yang penulis lakukan selama menjalani masa training di Training Center Wisma Asia I yang bertujuan untuk mendapatkan informasi produk knowledge yang diberikan secara detail. Tbk pada Kantor Cabang yang di tunjuk. 2) Praktek lapangan.

Bisa menjadi referensi untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Sangat bermanfaat dalam mendidik dan melatih lulusan baru (fresh Graduated)untuk siap terjun ke dunia kerja. serta manfaat program permagangan Bakti BCA. 7 . 1. Menambah penghasilan yang bisa digunakan untuk melanjutkan studi. memiliki pengalaman kerja. sehubungan dengan hasil penulisan karya tulis ini. metode penulisan. Bab IV : Penutup Pada bab ini penulis memberikan kesimpulan dan saran yang ditujukan kepada pihakpihak terkait. dan sistematika penulisan. b. serta program permagangan bakti BCA. Bab III : Pembahasan Di dalam bab ini penulis menjelaskan dan menceritakan pengalaman penulis selama pra magang. masa training. Bagi Peserta a. On The Job training dan dilanjutkan dengan pengalaman selama magang. Menambah banyak teman dan menambah pengalaman kerja.5 Manfaat Program Permagangan Bakti BCA Ada beberapa manfaat yang bisa diambil dari Program Permagangan Bakti BCA. antara lain: 1. d. c. Mengenal dunia kerja yang sesungguhnya. Tata nilai dan keunggulan BCA.Bab I : Pendahuluan Di dalam bab ini penulis menguraikan pokok persoalan tentang latar belakang penulisan. tujuan penulisan. e. Bab II : Landasan Teori Di dalam bab ini penulis menjelaskan dan menguraikan tentang sejarah PT Bank Central Asia dan Visi serta Misi BCA. dan keterampilan dalam bidang perbankan.

Bagi Pemerintah a. b. khususnya di bidang pelayanan terhadap nasabah. Mengurangi tingkat pengangguran yang tinggi di negara ini. Mengurangi Kesenjangan antara Lulusan SMA dengan Perguruan tinggi dengan Peningkatan SDM BAB II LANDASAN TEORI 8 .2. Bagi Perusahaan Mendapat tenaga kerja muda potensial yang dapat dilatih dengan cepat untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan. 3.

BCA terus memperkokoh tradisi tata kelola perusahaan yang baik. kondisi ini mempengaruhi aliran dana tunai di BCA dan bahkan sempat mengancam kelanjutannya. Kepercayaan masyarakat pada BCA telah sepenuhnya pulih.55% yang berasal dari divestasi BPPN.1 Sejarah dan Perkembangan Bank BCA BCA secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV. dan BCA diserahkan oleh BPPN ke Bank Indonesia di tahun 2000. dengan BPPN mendivestasikan 10 % lagi dari saham miliknya di BCA. Penawaran Saham Perdana berlangsung di tahun 2000.1 VISI DAN MISI BANK BCA Visi BCA 9 . BCA mengambil langkah besar dengan menjadi perusahaan public. 2. dengan menjual saham sebesar 22. BPPN masih menguasai 70. Krisis ini membawa dampak yang luar biasa pada keseluruhan sistem perbankan di Indonesia. Akibatnya.93 triliun. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) lalu mengambil alih BCA di tahun 1998. IBRA melepas 51% dari sahamnya di BCA melalui tender penempatan privat yang strategis. Aset BCA mencapai Rp 67. pengelolaan risiko secara baik dan komitmen pada nasabahnya baik sebagai bank transaksional maupun sebagai lembaga intermediasi finansial. BCA berhasil pulih kembali dalam tahun yang sama. yang berbasis di Mauritius.. Farindo Investment. bank terpaksa meminta bantuan dari pemerintah Indonesia. dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi di tahun 1997. Dalam tahun 2002. Banyak hal telah dilalui sejak saat berdirinya itu. padahal di bulan Desember 1997 hanya Rp 53. memenangkan tender tersebut. Namun. secara khusus. Di bulan Desember 1998. Banyak nasabah menjadi panik lalu beramai-ramai menarik dana mereka.2. Berkat kebijaksanaan bisnis dan pengambilan keputusan yang arif.36 triliun. Ltd. Penawaran saham kedua dilaksanakan di bulan Juni dan Juli 2001.30% dari seluruh saham BCA. dana pihak ke tiga telah kembali ke tingkat sebelum krisis. Selanjutnya. Setelah Penawaran Saham Perdana itu. kepatuhan penuh pada regulasi. Saat ini.

Memahami beragam kebutuhan nasabah dan memberikan layanan finansial yang tepat demi tercapainya kepuasan optimal bagi nasabah. Membangun Institusi yang unggul di bidang penyelesaian pembayaran dan solusi keuangan bagi nasabah bisnis dan perseorangan.3 Tata Nilai BCA. 3. Misi BCA 1. Integritas (Integrity) 3. Berusaha Mencapai yang Terbaik (Continuous Pursuit of Excellence) 2. Keunggulan Bank BCA 10 .Bank pilihan utama andalan masyarakat.(To understand diverse customer needs and provide the right financial services to optimize customer satisfaction). 1. Fokus pada nasabah (Customer Focus) 2. Meningkatkan nilai francais dan nilai stakeholder BCA. Kerja sama Tim (Teamwork) 4. (To build centers of excellence in payment settlements and financial solutions for businesses and individuals). 2. yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia. 2. (To be the bank of choice and a major pillar of the Indonesian economy). (To enhance our corporate franchise and stakeholders value).4.

Upaya yang terus-menerus dalam mempertahankan tingkat pengamanan perbankan yang paling tinggi dan jaringan yang luas dari kantor cabang dan kantor cabang pembantu di seluruh Indonesia. BCA menawarkan rangkaian jasa yang luas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik para nasabah kami. 3. menyeimbangi kesenjangan antara lulusan pendidikan dan dunia kerja. Keunggulan-keunggulan ini adalah: 1. Tim manajemen yang sangat profesional yang selalu mengikuti kebijakan dan regulasi perbankan nasional dan internasional. Kemudian mendapat penempatan di cabang BCA masing-masing selama 12 bulan dan bila selama penempatan mendapatkan predikat "BAIK". menjalani On The Job Training dan kembali mengikutiIn The Class Training tahap B. dan 7. 2. peluang menciptakan kesempatan kerja serta memberi bantuan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan. 6. BCA telah bekerja keras untuk memperkuat sisi kredit dengan mempersiapkan berbagai paket yang menarik bagi nasabah yang potensial. Per 31 Desember 2008 telah memiliki sekitar 5. Rangkaian produk dan jasa yang inovatif dan memenuhi kebutuhan yang aktual.tunai serta ATM Setoran Tunai yang disediakan di berbagai lokasi strategis di seluruh Indonesia. Program Permagangan Bakti BCA Program Bakti BCA dibuka dengan maksud membuka kesempatan bagi lulusan SMA / sederajat atau D2 / D3 dan S1 untuk mengikuti permagangan dengan meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang dilaksanakan selama 12 bulan penuh sebagai wujud fungsi sosial BCA. Tujuan program ini diadakan untuk membantu pemerintah meningkatkan kualitas SDM melalui permagangan.Sebagai bank transaksional. 2. BCA memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi kunci keberhasilan kami dalam menyediakan jasa-jasa yang berguna. lulus In The Class Training tahap A. 4. 5. peserta berhak mendapatkan sertifikat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. efisien dan mudah. Peserta yang lulus dalam seleksi dalam penerimaan. Sumber daya manusia (SDM) yang terlatih baik dan berorientasi pada pelayanan bagi nasabah. Pemanfaatan teknologi paling mutakhir secara tepat.997 ATM tunai maupun non. Selama permagangan peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan melalui In The class Training dan On The Job Training. tetapi peserta berstatus tanpa ikatan menjadi karyawan. Pilihan saluran penghantaran (delivery channel) yang luas untuk mencapai tingkat kenyamanan pelanggan yang maksimum. BAB III 11 .5.

Keterampilan menghitung uang dan juga pengenalan slip transaksi oleh Ibu Evi Vanna Nasution. a) Hari pertama (22-10-2010). cekatan. Setelah kelas GROOMING. Setelah 3 tahun berlalu. training tentang SMART teller yang di pandu oleh Instruktur Han Tjung dari KCP Tanjung Priok. Tes yang diberikan berupa tes berhitung. 20 November 2011. SMART merupakan slogan pelayanan BCA yang dapat diartikan sebagai berikut: 1. dan wawancara.1 Pra Magang Penulis mengetahui program permagangan BAKTI BCA dari selembaran kertas yang ditempel di Mading SMA Negeri 1 Ciputat. dan disiplin. penulis dipanggil untuk mengikuti tes yang diadakan di Gedung Wisma Asia I pada tanggal 3 November 2010setelah di ajak oleh Adik yang paling bungsu. Penulis baru mengajukan lamaran. Mereka mengajarkan peserta pria memakai dasi dan menata rambutnya. Di Kelas GROOMING ini di bantu oleh instruktur Ibu Aprilia Noor dari KCU Tangerang dan Ibu Shearly meggy dari KCP BatuCeper. produk-produknya. yaitu tes kesehatan di Indofood Tower. tahap pertama yaitu Brevet A. Training dibagi dalam 2 tahap. antisipatif. pengenalan keaslian uang. penulis diberikan training tentang profil BCA. 3. b) Hari kedua (23-10-2010).sedangkan peserta wanita di ajarkan merias dan menyanggul rambut. Penulis adalah peserta permagangan BAKTI BCA angkatan 177. yaitu penandatanganan kontrak tanggal 12 November 2010 dilanjutkan mengikuti kelas GROOMING di hari Sabtu. tentang Kerahasiaan Bank. dilanjutkan dengan kelas pembekalan dan kami mempelajari tentang Pengenalan Uang Palsu dan metode Hitung Uang 3 Jari serta Materi menjadi teller yang SMART. 12 . dapat diandalkan. Kawasan Perkantoran Sudirman pada tanggal 4 November.PEMBAHASAN 3. Penulis mengikuti proses selanjutnya. Penulis dinyatakan lulus dan mengikuti tes selanjutnya. SIGAP: Siap membantu. Training tahap 1 ini dilaksanakan selama 6 hari mulai tanggal 22 – 27 November 2010.2 Masa Training. Kelas GROOMING merupakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui tata rias yang sesuai dengan kriteria di BCA. psikotes.

MENARIK: Penampilan fisik. 5.5 (21 sec dari 24sec) 13 . nada suara. 4. Peserta dibagi menjadi dua kelompok. Ujian diawali dengan ujian teori. pandangan positif. ANTUSIAS: Semangat. dan proaktif. kegiatan praktek ini merupakan simulasi segala aktivitas yang terjadi di Bank sesungguhnya. sopan. Oleh Instruktur Neny Janti dari KCP Mall Arta Gading dengan Bpk Suryadikami belajar mengenai keterampilan teller baik teori maupun praktek yang terdiri dari : 1. penampilan non fisik. RAMAH: Senyum. TELITI: Memperhatikan dan melakukan pekerjaan secara akurat. mampu berinteraksi dengan 3. satu bertindak sebagai teller dan satu kelompok lagi menjadi nasabah dan akan bergantian.Achmad Hariyadi dan Ibu Lily Kardi. e) Hari keenam (27 November 2010 )atau hari terakhir diadakan ujian dari training yang sudah diberikan selama lima hari. Proses mutasi ke buku d) Proses akhir hari: 1. Berikut hasil Penilaian Keseluruhan Test :     Ujian Tertulis Ujian Bank Mini Ujian Sortir Uang : 100 : LOLOS : Score 75 ( 7menit ) Ujian Hitung Uang : Score 7. nasabah.kredibilitas / reputasi. tepat. Balancing 2. d) Hari ke 5 (26 November 2010) kami melakukan praktek di Bank mini di Pandu Oleh Bpk. Proses awal hari 2. c) Hari ketiga dan keempat (24-25 Nov 2010). terakhir adalah ujian praktek bank mini.2. Tutup teller. menghitung uang dengan maksimal waktu 24 detik. Proses setoran cepat 3. dilanjutkan dengan mensortir uang. dan seksama. Penanganan selisih 3.

dan waktu ini saya manfaatkan sekali untuk memperhatikan teller-teller bakti senior dalam melakukan awal pelayanan sampai mengakhiri layanan kepada nasabah. Penulis mulai menjalani masa On The Job Training selama 2 Minggu dimulai tanggal 29 November 2010 bersama rekan seangkatan Vera Widiyanti. setelah para Trainer memberikan Amplop yang berisi Surat Jalan peserta OJT. Senin ke esokan harinya peserta magang bisa langsung mendatangi KCP BCA sesuai yang tertera di Amplop Untuk mengikuti OJT. Seperti di jelaskan pada bagian di atas. Hari kedua sampai dengan hari keempat saya belum membuka counter. Kiki Riskianti. penulis menemui Bpk Arif Junaedi selaku Head Teller di BCA KCU Wahid Hasyim dan menjelaskan bahwa penulis adalah teller bakti yang akan OJT di sana. 3. Selama masa magangnya teller Bakti menempati hanya 1 tempat bertugas. Mereka tidak segan-segan membantu dan memberikan informasi mengenai pekerjaan penulis.3 Masa On The Job Training Di dalam program permagangan Bakti BCA ini. Jakarta Selatan meski sebelum nya sempat terjadi kesalahan Penulisan Surat Penempatan. Sambutan teller bakti maupun senior yang ada disana pun sangat ramah. dan saya. sedangkan teller pooling setiap 2 minggu sekali harus berpindah . Hingga suatu siang ketika Telepon di meja Head Teller berdering barulah diketahui bahwa terjadi kesalahan dalam Area Lokasi penempatan Peserta OJT angkatan 177. Namun ternyata. Pada masa OJT Hari ke ketiga berjalan seperti hari-hari sebelumnya. Hari pertama hingga hari ketiga saya belum diperbolehkan buka counter. saya hanya melakukan observasi di counter setoran cepat yang pada saat itu ditempati 2 orang teller bakti. Di karenakan berpindah pindah itulah Penulis belum sempat merasakan Buka Counter hingga jadwal OJT itu berakhir. Di amplop tertera ”BCA KCU Wahid Hasyim” yang padahal Isi dari Surat Jalan tersebut di Tujukan kepada KCU Wisma GKBI! Siang itu juga kami bertiga langsung menuju KCU GKBI. ternyata kami ‟Salah Alamat‟. dan penulis ditempatkan di BCA KCU Wisma GKBI. Di Hari pertama. 14 . Febri. Penulis ditetapkan menjadi teller bakti.pindah tempat bertugas. penempatan kerja di bagi menjadi 2 yaitu teller bakti dan teller pooling.Setelah ujian selesai para trainer membacakan penempatan masa On The Job Training para peserta. setelah 3 hari berlalu penulis mengikuti OJT di KCU Wahid Hasyim.

sistem dan prosedur yang berlaku di perusahaan sendiri dan perusahaan pesaing. 4. pada hari terakhir training Brevet B juga diadakan tes. Training Brevet B ini dilaksanakan selama enam hari. Ramah. Dalam pelatihan para peserta juga diceritakan bagaimana pengalaman menangani nasabah dengan berbagai karakter. dan dalam situasi bertemu dengan customer yang temperamental seorang teller harus tetap konsisten dengan sikap ramahnya. Keterampilan sebagai teller yang terbagi menjadi 2 bagian besar yaitu keterampilan melayani dan keterampilan dalam melaksanakan tugas operasional. Dikatakan tes ini sangat menentukan kontrak yang sudah ditandatangani. Seorang teller yang profesional harus selalu menjalankan motto SMART (Sigap. merasa takut tetapi rasa takut saja tidak cukup untuk membuat kita diterima dalam program 15 . Penulis merasa kesulitan menangkap materi di Brevet B ini. bilyet giro. Dimulai dari pengenalan slip tarikan dari rekening tahapan. pengetahuan tentang perusahaan. Pengetahuan sebagai teller. Materi yang diajarkan adalah teori tentang Hukum dan Operasional Bank. 3. Sama seperti Brevet A.Ketika masa OJT penulis diajarkan bersikap profesional yaitu memiliki dan menunjukkan kemampuan / keterampilan sebagai seseorang yang berpengalaman dalam pekerjaan. selalu ingat pentingnya customer.dan dipindahkan sedangkan untuk bilyet giro hanya bisa dipindahkan ke satu rekening saja. Jika training Brevet A hanya mempelajari transaksi setoran maka di Brevet B penulis mempelajari transaksi tarikan. cek. 2. Teliti). Penampilan yang menyangkut faktor – faktor penampilan dan sikap tubuh. Di sini peserta baru mengerti jika cek bisa dicairkan tunai. juga sebagai teller yang memiliki rasa percaya diri. dikarenaknan banyaknya kode yang harus dihafal dan belumnya menguasai materi transaksi tarikan. Menarik. antara lain : pengetahuan mengenai produk – produk yang ditawarkan oleh pesaingnya. Tanggal 16 Desember 2010 penulis kembali lagi ke Wisma Asia I untuk mengikuti training tahap I Brevet B. kiriman uang dilanjutkan dengan bagaimana cara penginputan ke komputer . pengetahuan umum dan pengetahuan lain yang menunjang pekerjaan. Selain mempelajari transaksi tarikan di Brevet B ini juga mempelajari transaksi kiriman uang ke bank lain. Untuk menjadi SMART perlu didukung oleh 4 faktor yaitu : 1. Antusias. Penulis dan teman seangkatan merasa waswas. Sikap yang perlu diperhatikan dalam mengemban tugas sebagai frontliner yaitu selalu ingat dan sadar bahwa teller adalah “Pemberi Service” sehingga teller harus selalu berada dalam posisi siap membantu customer.

Pacific Place. ditambah 2 minggu. Namun ada hal yang paling dominan di KCU ini. tanpa pengawasan mentor. Oleh karena itu setiap break banyak hal yang saling kita tanya dan bagi agar bisa lulus. hingga BCA Prioritas tersedia di sini. 1 Bulan di KCP Kebayoran Blok M (KYM). PB. Penulis sempat merasakan Permagangan selama 2 Hari KCP Bursa Efek Jakarta. Karena Area Lokasi nya yang bersifat perkantoran dan merupakan Kawasan Bisnis. sesuai dengan area OJT sebelum nya dan ada pula peserta lain yang penempatannya berbeda dengan masa On The Job Trainingnya. Di hari terakhir Brevet B ini pula dibacakan di mana para peserta akan ditempatkan. Pada awal nya penulis di terima di KCU Wisma GKBI yang selanjutnya akan di transfer ke KCU-KCU yang membutuhkan Teller. Valas. Penulis harus dapat mengikuti Ujian ini dengan ‟selamat‟ meski ada juga beberapa peserta yang harus her di ujian lainnya. 16 . Transaksi yang terjadi sangat beragam dan Intens mulai dari Transaksi Setor Tarik. Ujian yang paling ditakutkan penulis adalah ujian menghitung uang.Alhamdulillah. Ratu Plaza. Terdapat beberapa perbedaan sifat atau Karakteristik layanan dari KCP-KCP yang pernah penulis lalui. Selesai mengikuti Brevet B penulis sudah diperbolehkan membuka counter sendiri.  KCU Wisma GKBI Di sini Penulis mengikuti magang selama hampir 1 bulan. 2 minggu selama masa OJT. Bursa Efek. Selama masa Permagangan ini Penulis sempat beberapa kali berpindah KCP. 3. jika pada brevet A maksimal waktu 24 detik maka pada brevet B ini waktu yang diberikan menjadi 18 detik. Woltermonginsidi dan Panglima Polim Raya. Deposito. Tetapi untungnya semua peserta permagangan angkatan 177 dinyatakan lulus.permagangan BAKTI BCA ini. Blok M. membuat KCU ini tak pernah Kehabisan nasabah. Hasanudin. 2 Bulan di KCP Summitmas.4 Pengalaman Selama Magang. dan tempat terakhir adalah di KCP Panglima Polim tercinta ini. yaitu banyaknya Transaksi Valas yang terjadi. penulis tetap ditempatkan di KCU Wisma GKBI. penulis tetap ditempatkan di KCU Wisma GKBI yang merupakan cabang utama dari 9 KCP yaitu : Senayan City. tetapi terkadang Head Teller yang memerhatikan penulis. kami ditempatkan di cabang masing-masing. Melawai. Summitmas. Kliring. Selesai mengikuti training Brevet B Tahap I.

 KCP Kebayoran Blok M. Di sini di tuntut keseriusan yang tinggi serta Layanan yang Perfect karena Tipikal Nasabah nya yang mayoritas Masyarakat Level Menengah ke Atas. Yang membedakannya adalah tingkat intesitas Transaksinya dibawah KCU GKBI. yaitu Kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris penulis yang kurang lancar dan agak terbata-bata melayani nasabah berbahasa Asing. money Changer. Pertama. Pada awalnya cukup menegangkan namun seiring berjalannya waktu Penulis sudah bisa menyesuaikan setiap transaksi yang di hadapi. Di KCP ini jenis transaksinya cukup beragam dan kebanyakan bersumber dari Pengusaha Pertokoan . Dari Kejadian ini membuat rekan lainnya menjadi lebih waspada atas Peluang penyebab terjadinya selisih tersebut. Dia pernah menyampaikan kepada saya bahwa „haram„ hukumnya menggunakan uang hasil „jadian„ kita untuk membayarkan nya ke nasabah bila kita tidak yakin betul bahwa uang yang kita bundle itu sudah benar 100 lembar atau tidak.Dari hasil pengamatan Penulis terdapat 2 Peluang besar terjadinya selisih tersebut. Yang kedua. Pengalaman yang tidak mengenakan pernah di alami rekan Penulis sesama teller yang lebih senior ( Tahun ke-2) yang mengalami selisih Kurang senilai Rp. Kantor dari Lingkungan sekitarnya.  KCP Panglima Polim Raya 17 .  KCP Summitmas Typikal di KCP ini tak beda Jauh dengan KCU Wisma GKBI. Di KCP ini penulis langsung mendapatkan pengalaman Full Time buka Counter Multi Transaksi yang langsung dipandu langsung oleh Head Teller Ibu Davia selama 1 bulan. Resto. Di sini penulis mendapat pengalaman berharga dari senior saya. Selama di KCU ini penulis banyak dihabiskan di Back Office untuk memproses Payroll Perusahaan rekanan BCA. Terdapat kelemahan besar yang penulis akui selama Magang disini. Proses hanya berupa Pemindahbukuan dari Rekening Giro ke rekening Tahapan.2 juta meski sudah di cek kembali Postingan maupun Slip-slip nya. Ibu Sarry Hutagalung.Sampai-sampai di KCU ini di sediakan Counter Khusus untuk Transaksi Valas dimana Tellernya di handle oleh Teller Bakti yang Paling Senior Tahap 3. Tidak menghitung Global kembali uang yang diterima/diserahkan dalam jumlah besar. Orang Asing atau dari Kalangan Pebisnis yang tak memiliki waktu banyak untuk mengurusi halhal yang dianggap kurang penting. Kesalahan menghitung/ meng-Tel total transaksi lebih dari satu Slip.

KCP Panglima Polim ini berlokasi di Kawasan Usaha Strategis seperti Pertokoan. penulis ditempatkan di counter Setoran Cepat dibawah 10 Juta selama selama kurang lebih 1 bulan. Ummy. kamu akan menemukan sendiri „titik nyaman„ dalam melayani nasabah di setoran cepat“. saya menemui beberapa standar teknis yang cukup nyaman dalam melayani nasabah di setoran cepat. CTO. Pasar. Seperti urutan prioritas dalam merapikan uang serta menghitungnya dengan tepat. Para senior-senior memberikan wejangan-wejangan yang kurang lebih pada intinya sama. biaya Luar Kota yang belum tertagih. reversal. Dan Penulis harus kembali beradaptasi terhadap karakter Transaksi yang terjadi serta typikal nasabah di KCP ini. yaitu “pada waktunya nanti. Di hari pertama membuka counter sendiri dan satu hari penuh momok yang paling menakutkan bagi para teller yaitu SELISIH. Money Changer. Ternyata benar! Bisa itu Karena Biasa. untungnya hari pertama berjalan secara baik karena di pandu Langsung oleh Ibu Anita Carolina selaku Head Teller. Di sini saya juga menerapkan metode balancing tengah hari dengan cepat seperti pengalaman lalu yang saya dapatkan selama magang di KCP Kebayoran Blok M. Kedua nya 18 . Hal ini pernah beberapa kali penulis alami seperti lupa memberikan uang kembalian kepada Nasabah. Ketidak lengkapan Penulisan pada Slip PPU/OR. Beragamnya jenis transaksi yang diterima dari nasabah kita dituntut untuk fokus serta konsetrasi yang tinggi. dan membuat berita acara. kurang dari 2 bulan Penulisan akhirnya menemukan „titik„ tersebut. Dari hasil pengamatan terhadap pola kerja para senior saya. Hal ini membawa dampak yang sangat signifikan terhadap jenis Transaksi maupun Total Transaksi Perharinya. selisih kurang kas. Salah satu kejadian yang membuat enulis agak khawatirkan ada masalah selisih baik itu kurang ataupun lebih. Tantangan berikutnya adalah Counter Multi Transaksi. Lengah sedikit saja. Di samping jumlah nasabahnya yang memang banyak. Penulis juga pernah mengalami kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan seperti selisih lebih kas. atau bahkan kurang tanda Stempel Perusahaan ketika Lembar Giro/Cek terdapat koreksi meski sudah di tandatangani oleh pemilik Giro/Cek tersebut. Sungguh pengalaman yang sangat berharga sehingga saya tak perlu tergagap-gagap menghadapi sekian banyaknya nasabah di antrian saya ( setoran cepat ). pada awalnya penulis cukup kewalahan menjalaninya dan tidak pernah di alami di KCP-KCP sebelumnya. cara membundel uang tiap 100 lembarnya atau membundel uang menjadi 1 Brood dengan efektif. Lisa dan Annis. Sebagai teller baru di KCP ini. seperti Ibu Selvy. Hunian Apartemen serta Kantor. kesalahan bisa saja terjadi atau minimal ada saja prosedur yang tidak kita jalankan. Karena belum terbiasa. di sini dituntut pula untuk bekerja efektif sekaligus menerapkan SMART secara konsisten.

masukannya sehingga segala pengalaman dan cerita dapat penulis sampaikan dalam karya tulis ini. Bila selisih kurang penulis harus mengganti. Bapak Hamdani yang selalu teliti . Ini menjadi pembelajaran berharga untuk penulis agar lebih berhati-hati dan teliti..... Selain itu semoga penulis bisa mempelajari hal-hal yang belum diketahui dan juga memberi kontribusi yang positif untuk KCP Panglima Polim Raya dan bisa bekerja sama dalam satu tim yang solid. Di KCU juga sikap kekeluargaannya kurang. KCP Panglima Polim . saya ketahui di sini. Disamping hal. Ini semua berkat arahan dan bantuan dari rekan-rekan. Terutama bimbingan dari Ibu Anita Carolina yang selalu mengingatkan. Karena semua transaksi harus bisa dikerjakan. Head Teller (Berita Acara) dan Pimpinan Cabang. kita harus melalui tahapan atau proses berbulan-bulan. Semua harus melalui Prosedur dan melengkapinya dengan dokumen-dokumen yang sudah ditetapkan. Bapak Edi Muljono atas „cambukan nya‟ agar saya harus Nurdiana yang selalu memberikan support. Jangan di kira selisih lebih kas itu „lebih baik‟ dari pada selisih kurang kas. Semoga karya tulis yang penulis buat dapat bermanfaat ke depannya. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua semua pihak untuk segala ilmu. dan hati-hati sudah dilaksanakan. saya mengucapkan terima kasih untuk segala kebaikannya. selisih lebih pun penulis harus membuat Berita Acara yang prosesnya sungguh merepotkan. teliti.O (Jurnal). Sedangkan di KCU. dari sudut pandang Sosio – Ekologis penulis juga merasakan terdapat sedikit perbedaan nilai yang ada antara di Kantor Cabang Utama (KCU) dan Kantor Cabang Pembantu (KCP).Do The Best!!!!!!!! BAB IV 19 .. Walaupun terkadang penulis menyadari.. arahan. rasa fokus. Kedua nya sama-sama merepotkan. tetapi kejadiannya bisa diluar dugaan. penulis jadi bertambah pintar. untuk naik ke tingkat berikutnya atau belajar transaksi lainnya. Namun hal tersebut tidak menjadikan suatu kendala yang berarti bagi penulis. Ibu senantiasa sabar. KCP walaupun kecil kekeluargaannya cukup dekat dan penulis akui. Kita hanya bisa memohon kepada Allah SWT semoga agar selalu di lindungi dan jauhkan dari ke Khilafan atau kelalaian. semua dokumen itu harus di ketahui dan ditanda tangani oleh B.sungguh tidak mengenakan.. mungkin karena anggota timnya yang banyak sehingga tiap tim terbagi lagi menjadi tim kecil atu berkelompok. dan banyak sekali hal-hal yang belum saya ketahui. Oleh karena itu. Kas ( TDP ).. Dan satu lagi.hal teknis di atas yang penulis alami.

dan S1 yang baru menyelesaikan studinya. 20 .2 SARAN Beberapa saran untuk meningkatkan pelayanan.PENUTUP 4. Tbk terhadap lapangan kerja yang kian kompetitif terutama dibidang SDM (Sumber Daya Manusia) maka penulis sangat berterima kasih kepada PT Bank Centrak Asia Tbk yang berupaya keras untuk menciptakan SDM yang berkualitas. Sehingga memiliki bekal pengalaman dan juga keterampilan kerja. Penulis sangat berterimakasih atas kesempatan yang rela diberikan PT Bank Central Asia. Visi service BCA adalah bank pilihan utama andalan masyarakat yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia. Oleh karena itu kita dapat lebih biasa menghargai dan dihargai dalam lingkungan sekitar kita. Dalam upaya pembelajarannya PT Bank Central Asia.1 Kesimpulan Dengan melihat kepedulian PT Bank Central Asia. Terutama pembelajaran tentang motto “SMART” yang dijadikan pedoman dalam memberikan standar service dan penulis sangat merasakan bahwa penerapan SMART bukan hanya dalam lingkungan pekerjaan tetapi penulis rasakan bahwa hal tersebut dapat dijadikan lifestyle (gaya hidup) agar kita dapat diterima disemua lingkungan. 4 . Tbk. Tbk. Misi service BCA adalah membangun institusi yang unggul dibidang penyelesaian pembayaran dan solusi keuangan bagi nasabah bisnis dan perorangan. atas saran-saran yang masuk kami teller bakti mengharapkan agar status teller bakti dapat dipertimbangkan menjadi karyawan tetap berdasarkan pengalaman dan referensi dari pemimpin atas kinerja serta loyalitas kepada BCA. dan meningkatkan nilai franchise dan nilai stakeholders. Tbk mempunyai standar layanan yang konsisten dengan cara membakukan pedoman sikap dan perilaku frontliner dalam “Standar Layanan BCA”. antara lain: a) Dengan terbukanya PT Bank Central Asia. Karena program permagangan ini dafpat mendidik para peserta program permagangan untuk terampil sebagai seorang frontliner yang mampu bekerja secara profesional. b) Diharapkan program permagangan bakti BCA dapat terus berlangsung guna membantu pemerintah dalam rangka menekan angka pengangguran yang terjadi di Indonesia juga membantu para lulusan SMA. memahami beragam kebutuhan nasabah dan memberikan layanan financial yang tepat demi tercapainya kepuasan optimal bagi nasabah. D3.

-o0o- 21 .c) Mengingat masih ada beberapa kekurangan dalam hal pelayanan kepada nasabah. hendaknya perlu dicari solusi yang tepat agar bisa efektif dan efisien dalam penerapannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful