KARYA TULIS PERMAGANGAN BAKTI BCA TAHAP I

DI SUSUN OLEH :

NAMA

:

FARIZI ILHAM NIP : 80611920

BCA KCP PANGLIMA POLIM RAYA
Jl. Panglima Polim Raya No. 16-17 Jakarta 12160

Lembar Pengesahan dan Persetujuan

Karya Tulis Teller Bakti BCA Tahap I

Karya Tulis Teller Bakti BCA Tahap I ini telah disetujui, di sahkan serta diizinkan untuk dinilai pada Periode November 2011

Head Teller

Kabag Operasional

Anita Carolina

Rini Rusmala Dewi

Pimpinan Cabang

Dian Ekawaty

KATA PENGANTAR

2

Selama melakukan permagangan. Selaku Pimpinan Cabang KCP Panglima Polim 2. Ini adalah tahun kedua penulis melakukan permagangan BAKTI BCA di BCA KCP Panglima Polim Raya. Bpk. Rekan-rekan Bakti angkatan 177 yang selalu penulis rindukan. Teller dan CSO. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam penyajian karya tulis ini. penulis mendapat pengalaman tambahan dan pembelajaran ke tingkat yang lebih tinggi yaitu penguasaan layanan Valas.Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak Rahmat yang luar biasa kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan baik. Khasanah. Ibu Anita Carolina. 7. Deposito dan Remittance. Orang Tua dan Keluarga atas dukungan dan doa nya selama ini. Dan tak lupa pula penulis mengucapkan segenap terima kasih kepada : 1. selaku Head Teller 4. Zulfahmi. Semua pihak yang telah memberikan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung. sehingga penulisan karya tulis ini dapat berjalan lancar. Jakarta. 8. Jakarta Selatan. penulis berusaha memberikan yang terbaik dalam penulisan karya tulis ini. Seluruh rekan kerja di Back Office. 9. 31 Oktober 2012 Farizi Ilham DAFTAR ISI 3 . Ibu Dian Ekawaty. Hamdani. selaku Head Teller 5. selaku Kepala Bagian Operasional 3. Ibu Rini Rusmala Dewi. selaku Pejabat SWK 6. Penulis menyadari karya tulis ini bersumber dari berbagai pembelajarn dan Panduan Kerja Teller. Karya tulis ini dibuat guna melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh beasiswa di tahun kedua penulis melakukan permagangan BAKTI BCA. Bpk. Untuk itu.

. BAB II 9 10 2. 3 DAFTAR ISI ………………………………………………………………………. 6 1.LEMBAR PENGESAHAN …………………………………………………………… 2 KATA PENGANTAR ……………………………………………………………….4 Pengalaman selama Magang …………………………………. 2.2 Masa Training ………………………………………………… 12 3.2 Saran …………………………………………………………...2 Tujuan Penulisan ………………………………………………. 11 Program Permagangan Bakti BCA ……………………………… PEMBAHASAN 3.2 Visi dan Misi Bank BCA ……………………………………….1 Pra Magang …………………………………………………… 12 3.3 2.. 4 BAB I PENDAHULUAN 1.....5 Manfaat Program Permagangan Bakti BCA ……………………… 7 Landasan Teori 2..3 Metode Penulisan ……………………………………………… 6 1.3 Masa On The Job Training …………………………………….1 Sejarah dan Perkembangan Bank BCA …………………………...1 Kesimpulan …………………………………………………… 20 4. 7 1. 5 1.1 Latar Belakang ………………………………………………….4 2.. 16 PENUTUP 4. 20 BAB IV BAB I 4 .4 Sistematika Penulisan ………………………………………….5 11 BAB III Tata Nilai BCA ………………………………………………… 10 Keunggulan Bank BCA …………………………………………. 14 3.

Dari semua Program pendidikan gratis di ikuti. Apa saja asal halal. IPB meskipun Transkrip nilai penulis mencukupi untuk mengikuti test di sana. Oleh karena itu dengan adanya program permagangan Bakti BCA ini sangat membantu para lulusan SMU atau sederajat untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Setelah 3 tahun bekerja. D3 dan S1. tak ada satu pun yang lolos. Ketertarikan penulis ini dikarenakan sulitnya untuk mendapatkan kesempatan bekerja yang Layak bagi lulusan SMA serta pengalaman kerja yang lebih terpercaya selain di PT. Oleh karena itulah penulis mencoba untuk mengikuti Program Permagangan Bakti BCA. selama penulis masih mengenyam pendidikan di sana. Namun takdir berkehendak lain. Hasilnya? Nasib pun belum berpihak kepada Penulis. yang berprestasi guna mencari pengalaman kerja.PENDAHULUAN 1. serta didasari dengan rasa keingintahuan penulis tentang dunia perbankan terutama BCA. Bank Central Asia ini namun tidak di tindak lanjuti karena saat itu penulis masih berfokus untuk mengikuti Test Program Pendidikan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara serta Program Beasiswa Pendidikan di Politeknik Gajah Tunggal Tangerang. meski saat mengikuti Fit and ProperTest di Gajah Tunggal penulis lolos hingga Tahap Akhir. Penulis mengetahui Program Permagangan Bakti BCA ini dari selebaran yang diedarkan oleh PT. setelah sekian lama.2 Tujuan Penulisan 5 . yang diadakan oleh PT.1 Latar Belakang Di dasari dengan permasalahan akan sulitnya mencari lapangan pekerjaan pada masa sekarang ini. Barulah penulis tersadar. Penulis masih penasaran hingga akhirnya ikut serta mendaftarkan diri pada Test CPNS di BPK RI. Bank Central Asia Tbk di Mading SMA Negeri 1 Ciputat. 1. karena saat itu kondisi belum memungkinkan untuk meneruskan Pendidikan Kuliah di PTN Reguler seperti UI. penulis di ajak adik yang baru saja lulus SMK untuk mengikuti Test di Program Bakti BCA. Bank Central Asia Tbk. maka PT. UGM. Semua perusahaan pada sekarang ini berharap dapat merekrut karyawan yang berpengalaman. penulispun tertarik untuk mengikuti Program Permagangan Bakti BCA. hingga akhirnya memutuskan untuk langsung bekerja saja seusai lulus sekolah. Bank Central Asia Tbk memberikan kesempatan kepada lulusan SMU atau sederajat D1.

Tbk pada Kantor Cabang yang di tunjuk.Tujuan dari pada penulisan ini adalah menjelaskan pengalaman penulis selama menjadi peserta Permagangan Bakti BCA. 4) Konsultasi. 1. 2) Praktek lapangan. adalah berdiskusi dengan rekan-rekan kerja. Selain itu juga penulisan karya tulis ini juga merupakan salah satu persyaratan untuk kelulusan dari Program Permagangan Bakti BCA. oleh karena itu di sini penulis mengambil informasi dari berbagai sumber. Adapun tujuan penulis mengikuti program ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman serta mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja siap pakai khususnya dalam bidang perbankan.4 Sistematika Penulisan Penulis akan memberikan gambaran secara umum isi dari tiap bab dalam penulisan ilmiah ini. adalah pengamatan yang penulis lakukan selama menjalani masa training di Training Center Wisma Asia I yang bertujuan untuk mendapatkan informasi produk knowledge yang diberikan secara detail. dan dilanjutkan pada masa magang di PT Bank Central Asia.3 Metode Penulisan Dalam karya tulis ini penulis menggunakan beberapa metode penulisan. 6 . 3) Penelitian kepustakaan. menganalisa dan menyimpulkan dari setiap pembahasan materi untuk dituangkan dalam bentuk penulisan ini. 1. yaitu mengambil informasi dari berbagai sumber buku untuk dijadikan sumber acuan lain dari observasi. penelitian yang dimaksud adalah proses praktek selama masaOn The Job Training. yaitu : 1) Observasi. atau pihak-pihak yang dapat membantu penulis.

masa training. Mengenal dunia kerja yang sesungguhnya. Bagi Peserta a. d. 1. Bab IV : Penutup Pada bab ini penulis memberikan kesimpulan dan saran yang ditujukan kepada pihakpihak terkait. c. Bisa menjadi referensi untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.Bab I : Pendahuluan Di dalam bab ini penulis menguraikan pokok persoalan tentang latar belakang penulisan. tujuan penulisan. serta program permagangan bakti BCA. sehubungan dengan hasil penulisan karya tulis ini. serta manfaat program permagangan Bakti BCA. Menambah banyak teman dan menambah pengalaman kerja. Menambah penghasilan yang bisa digunakan untuk melanjutkan studi. Bab III : Pembahasan Di dalam bab ini penulis menjelaskan dan menceritakan pengalaman penulis selama pra magang. Bab II : Landasan Teori Di dalam bab ini penulis menjelaskan dan menguraikan tentang sejarah PT Bank Central Asia dan Visi serta Misi BCA. dan keterampilan dalam bidang perbankan. 7 . metode penulisan. b. e. antara lain: 1.5 Manfaat Program Permagangan Bakti BCA Ada beberapa manfaat yang bisa diambil dari Program Permagangan Bakti BCA. dan sistematika penulisan. memiliki pengalaman kerja. On The Job training dan dilanjutkan dengan pengalaman selama magang. Tata nilai dan keunggulan BCA. Sangat bermanfaat dalam mendidik dan melatih lulusan baru (fresh Graduated)untuk siap terjun ke dunia kerja.

3.2. Bagi Perusahaan Mendapat tenaga kerja muda potensial yang dapat dilatih dengan cepat untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan. Mengurangi tingkat pengangguran yang tinggi di negara ini. b. Bagi Pemerintah a. Mengurangi Kesenjangan antara Lulusan SMA dengan Perguruan tinggi dengan Peningkatan SDM BAB II LANDASAN TEORI 8 . khususnya di bidang pelayanan terhadap nasabah.

kepatuhan penuh pada regulasi. Penawaran Saham Perdana berlangsung di tahun 2000.1 VISI DAN MISI BANK BCA Visi BCA 9 . padahal di bulan Desember 1997 hanya Rp 53.2. dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi di tahun 1997. Aset BCA mencapai Rp 67. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) lalu mengambil alih BCA di tahun 1998. Dalam tahun 2002. dengan menjual saham sebesar 22. Farindo Investment. Banyak hal telah dilalui sejak saat berdirinya itu. Setelah Penawaran Saham Perdana itu. Selanjutnya. yang berbasis di Mauritius. dana pihak ke tiga telah kembali ke tingkat sebelum krisis. IBRA melepas 51% dari sahamnya di BCA melalui tender penempatan privat yang strategis. 2. Berkat kebijaksanaan bisnis dan pengambilan keputusan yang arif. Di bulan Desember 1998. memenangkan tender tersebut. Banyak nasabah menjadi panik lalu beramai-ramai menarik dana mereka. Namun. Kepercayaan masyarakat pada BCA telah sepenuhnya pulih. Ltd. Akibatnya..55% yang berasal dari divestasi BPPN. BCA mengambil langkah besar dengan menjadi perusahaan public. pengelolaan risiko secara baik dan komitmen pada nasabahnya baik sebagai bank transaksional maupun sebagai lembaga intermediasi finansial. Krisis ini membawa dampak yang luar biasa pada keseluruhan sistem perbankan di Indonesia. Saat ini.93 triliun. BCA terus memperkokoh tradisi tata kelola perusahaan yang baik. kondisi ini mempengaruhi aliran dana tunai di BCA dan bahkan sempat mengancam kelanjutannya. secara khusus. bank terpaksa meminta bantuan dari pemerintah Indonesia.36 triliun.30% dari seluruh saham BCA. BPPN masih menguasai 70. dengan BPPN mendivestasikan 10 % lagi dari saham miliknya di BCA. Penawaran saham kedua dilaksanakan di bulan Juni dan Juli 2001. dan BCA diserahkan oleh BPPN ke Bank Indonesia di tahun 2000.1 Sejarah dan Perkembangan Bank BCA BCA secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV. BCA berhasil pulih kembali dalam tahun yang sama.

4. Kerja sama Tim (Teamwork) 4. Keunggulan Bank BCA 10 . Memahami beragam kebutuhan nasabah dan memberikan layanan finansial yang tepat demi tercapainya kepuasan optimal bagi nasabah.Bank pilihan utama andalan masyarakat.(To understand diverse customer needs and provide the right financial services to optimize customer satisfaction). (To be the bank of choice and a major pillar of the Indonesian economy).3 Tata Nilai BCA. 3. Membangun Institusi yang unggul di bidang penyelesaian pembayaran dan solusi keuangan bagi nasabah bisnis dan perseorangan. 2. (To enhance our corporate franchise and stakeholders value). 2. Meningkatkan nilai francais dan nilai stakeholder BCA. Fokus pada nasabah (Customer Focus) 2. 1. (To build centers of excellence in payment settlements and financial solutions for businesses and individuals). Integritas (Integrity) 3. Berusaha Mencapai yang Terbaik (Continuous Pursuit of Excellence) 2. Misi BCA 1. yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia.

menjalani On The Job Training dan kembali mengikutiIn The Class Training tahap B. peserta berhak mendapatkan sertifikat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pemanfaatan teknologi paling mutakhir secara tepat. Keunggulan-keunggulan ini adalah: 1. 2. Kemudian mendapat penempatan di cabang BCA masing-masing selama 12 bulan dan bila selama penempatan mendapatkan predikat "BAIK".997 ATM tunai maupun non. Selama permagangan peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan melalui In The class Training dan On The Job Training.5.tunai serta ATM Setoran Tunai yang disediakan di berbagai lokasi strategis di seluruh Indonesia. dan 7. 5.Sebagai bank transaksional. menyeimbangi kesenjangan antara lulusan pendidikan dan dunia kerja. Tim manajemen yang sangat profesional yang selalu mengikuti kebijakan dan regulasi perbankan nasional dan internasional. Upaya yang terus-menerus dalam mempertahankan tingkat pengamanan perbankan yang paling tinggi dan jaringan yang luas dari kantor cabang dan kantor cabang pembantu di seluruh Indonesia. Program Permagangan Bakti BCA Program Bakti BCA dibuka dengan maksud membuka kesempatan bagi lulusan SMA / sederajat atau D2 / D3 dan S1 untuk mengikuti permagangan dengan meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang dilaksanakan selama 12 bulan penuh sebagai wujud fungsi sosial BCA. Pilihan saluran penghantaran (delivery channel) yang luas untuk mencapai tingkat kenyamanan pelanggan yang maksimum. Peserta yang lulus dalam seleksi dalam penerimaan. Sumber daya manusia (SDM) yang terlatih baik dan berorientasi pada pelayanan bagi nasabah. BCA menawarkan rangkaian jasa yang luas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik para nasabah kami. peluang menciptakan kesempatan kerja serta memberi bantuan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Tujuan program ini diadakan untuk membantu pemerintah meningkatkan kualitas SDM melalui permagangan. Rangkaian produk dan jasa yang inovatif dan memenuhi kebutuhan yang aktual. 4. BCA memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi kunci keberhasilan kami dalam menyediakan jasa-jasa yang berguna. lulus In The Class Training tahap A. BAB III 11 . efisien dan mudah. 6. 3. 2. tetapi peserta berstatus tanpa ikatan menjadi karyawan. BCA telah bekerja keras untuk memperkuat sisi kredit dengan mempersiapkan berbagai paket yang menarik bagi nasabah yang potensial. Per 31 Desember 2008 telah memiliki sekitar 5.

Kelas GROOMING merupakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui tata rias yang sesuai dengan kriteria di BCA. Penulis adalah peserta permagangan BAKTI BCA angkatan 177. 12 . Penulis dinyatakan lulus dan mengikuti tes selanjutnya. 3. penulis dipanggil untuk mengikuti tes yang diadakan di Gedung Wisma Asia I pada tanggal 3 November 2010setelah di ajak oleh Adik yang paling bungsu.PEMBAHASAN 3. b) Hari kedua (23-10-2010). antisipatif. tahap pertama yaitu Brevet A. dilanjutkan dengan kelas pembekalan dan kami mempelajari tentang Pengenalan Uang Palsu dan metode Hitung Uang 3 Jari serta Materi menjadi teller yang SMART. dan wawancara. training tentang SMART teller yang di pandu oleh Instruktur Han Tjung dari KCP Tanjung Priok. Mereka mengajarkan peserta pria memakai dasi dan menata rambutnya. Penulis mengikuti proses selanjutnya. SIGAP: Siap membantu. Setelah kelas GROOMING.2 Masa Training. yaitu tes kesehatan di Indofood Tower. penulis diberikan training tentang profil BCA. a) Hari pertama (22-10-2010). cekatan. produk-produknya. Kawasan Perkantoran Sudirman pada tanggal 4 November. dan disiplin. Di Kelas GROOMING ini di bantu oleh instruktur Ibu Aprilia Noor dari KCU Tangerang dan Ibu Shearly meggy dari KCP BatuCeper. pengenalan keaslian uang. tentang Kerahasiaan Bank. Training tahap 1 ini dilaksanakan selama 6 hari mulai tanggal 22 – 27 November 2010. Penulis baru mengajukan lamaran. psikotes. yaitu penandatanganan kontrak tanggal 12 November 2010 dilanjutkan mengikuti kelas GROOMING di hari Sabtu. dapat diandalkan. SMART merupakan slogan pelayanan BCA yang dapat diartikan sebagai berikut: 1. Training dibagi dalam 2 tahap.sedangkan peserta wanita di ajarkan merias dan menyanggul rambut. Setelah 3 tahun berlalu. Tes yang diberikan berupa tes berhitung. Keterampilan menghitung uang dan juga pengenalan slip transaksi oleh Ibu Evi Vanna Nasution. 20 November 2011.1 Pra Magang Penulis mengetahui program permagangan BAKTI BCA dari selembaran kertas yang ditempel di Mading SMA Negeri 1 Ciputat.

Ujian diawali dengan ujian teori. Oleh Instruktur Neny Janti dari KCP Mall Arta Gading dengan Bpk Suryadikami belajar mengenai keterampilan teller baik teori maupun praktek yang terdiri dari : 1. Proses mutasi ke buku d) Proses akhir hari: 1.Achmad Hariyadi dan Ibu Lily Kardi. Tutup teller. MENARIK: Penampilan fisik. kegiatan praktek ini merupakan simulasi segala aktivitas yang terjadi di Bank sesungguhnya. penampilan non fisik. tepat. sopan. e) Hari keenam (27 November 2010 )atau hari terakhir diadakan ujian dari training yang sudah diberikan selama lima hari. c) Hari ketiga dan keempat (24-25 Nov 2010). pandangan positif. 5. Balancing 2. nada suara. terakhir adalah ujian praktek bank mini. satu bertindak sebagai teller dan satu kelompok lagi menjadi nasabah dan akan bergantian. RAMAH: Senyum. Peserta dibagi menjadi dua kelompok. Berikut hasil Penilaian Keseluruhan Test :     Ujian Tertulis Ujian Bank Mini Ujian Sortir Uang : 100 : LOLOS : Score 75 ( 7menit ) Ujian Hitung Uang : Score 7. dilanjutkan dengan mensortir uang.5 (21 sec dari 24sec) 13 . 4. dan seksama. d) Hari ke 5 (26 November 2010) kami melakukan praktek di Bank mini di Pandu Oleh Bpk. dan proaktif. ANTUSIAS: Semangat. nasabah. mampu berinteraksi dengan 3. menghitung uang dengan maksimal waktu 24 detik.kredibilitas / reputasi. Penanganan selisih 3. Proses setoran cepat 3. Proses awal hari 2.2. TELITI: Memperhatikan dan melakukan pekerjaan secara akurat.

Setelah ujian selesai para trainer membacakan penempatan masa On The Job Training para peserta. Di amplop tertera ”BCA KCU Wahid Hasyim” yang padahal Isi dari Surat Jalan tersebut di Tujukan kepada KCU Wisma GKBI! Siang itu juga kami bertiga langsung menuju KCU GKBI. penempatan kerja di bagi menjadi 2 yaitu teller bakti dan teller pooling. dan waktu ini saya manfaatkan sekali untuk memperhatikan teller-teller bakti senior dalam melakukan awal pelayanan sampai mengakhiri layanan kepada nasabah. Hari kedua sampai dengan hari keempat saya belum membuka counter. dan penulis ditempatkan di BCA KCU Wisma GKBI. Kiki Riskianti. setelah para Trainer memberikan Amplop yang berisi Surat Jalan peserta OJT. Febri. setelah 3 hari berlalu penulis mengikuti OJT di KCU Wahid Hasyim. Hari pertama hingga hari ketiga saya belum diperbolehkan buka counter.3 Masa On The Job Training Di dalam program permagangan Bakti BCA ini. Hingga suatu siang ketika Telepon di meja Head Teller berdering barulah diketahui bahwa terjadi kesalahan dalam Area Lokasi penempatan Peserta OJT angkatan 177. Penulis ditetapkan menjadi teller bakti. ternyata kami ‟Salah Alamat‟. Selama masa magangnya teller Bakti menempati hanya 1 tempat bertugas. dan saya. Di Hari pertama. Penulis mulai menjalani masa On The Job Training selama 2 Minggu dimulai tanggal 29 November 2010 bersama rekan seangkatan Vera Widiyanti. 3. Sambutan teller bakti maupun senior yang ada disana pun sangat ramah. Namun ternyata. Seperti di jelaskan pada bagian di atas. Mereka tidak segan-segan membantu dan memberikan informasi mengenai pekerjaan penulis. sedangkan teller pooling setiap 2 minggu sekali harus berpindah . saya hanya melakukan observasi di counter setoran cepat yang pada saat itu ditempati 2 orang teller bakti. Pada masa OJT Hari ke ketiga berjalan seperti hari-hari sebelumnya. Senin ke esokan harinya peserta magang bisa langsung mendatangi KCP BCA sesuai yang tertera di Amplop Untuk mengikuti OJT. penulis menemui Bpk Arif Junaedi selaku Head Teller di BCA KCU Wahid Hasyim dan menjelaskan bahwa penulis adalah teller bakti yang akan OJT di sana. Jakarta Selatan meski sebelum nya sempat terjadi kesalahan Penulisan Surat Penempatan. Di karenakan berpindah pindah itulah Penulis belum sempat merasakan Buka Counter hingga jadwal OJT itu berakhir.pindah tempat bertugas. 14 .

Jika training Brevet A hanya mempelajari transaksi setoran maka di Brevet B penulis mempelajari transaksi tarikan.Ketika masa OJT penulis diajarkan bersikap profesional yaitu memiliki dan menunjukkan kemampuan / keterampilan sebagai seseorang yang berpengalaman dalam pekerjaan. Dimulai dari pengenalan slip tarikan dari rekening tahapan. Penulis merasa kesulitan menangkap materi di Brevet B ini. Pengetahuan sebagai teller. 4. cek. Penampilan yang menyangkut faktor – faktor penampilan dan sikap tubuh. Tanggal 16 Desember 2010 penulis kembali lagi ke Wisma Asia I untuk mengikuti training tahap I Brevet B. Materi yang diajarkan adalah teori tentang Hukum dan Operasional Bank. dikarenaknan banyaknya kode yang harus dihafal dan belumnya menguasai materi transaksi tarikan. juga sebagai teller yang memiliki rasa percaya diri. Penulis dan teman seangkatan merasa waswas. Menarik. Selain mempelajari transaksi tarikan di Brevet B ini juga mempelajari transaksi kiriman uang ke bank lain. pengetahuan tentang perusahaan. Ramah. 3. 2. Dikatakan tes ini sangat menentukan kontrak yang sudah ditandatangani. Untuk menjadi SMART perlu didukung oleh 4 faktor yaitu : 1. selalu ingat pentingnya customer. kiriman uang dilanjutkan dengan bagaimana cara penginputan ke komputer . dan dalam situasi bertemu dengan customer yang temperamental seorang teller harus tetap konsisten dengan sikap ramahnya. merasa takut tetapi rasa takut saja tidak cukup untuk membuat kita diterima dalam program 15 . Sikap yang perlu diperhatikan dalam mengemban tugas sebagai frontliner yaitu selalu ingat dan sadar bahwa teller adalah “Pemberi Service” sehingga teller harus selalu berada dalam posisi siap membantu customer. Keterampilan sebagai teller yang terbagi menjadi 2 bagian besar yaitu keterampilan melayani dan keterampilan dalam melaksanakan tugas operasional. Antusias. pada hari terakhir training Brevet B juga diadakan tes.dan dipindahkan sedangkan untuk bilyet giro hanya bisa dipindahkan ke satu rekening saja. sistem dan prosedur yang berlaku di perusahaan sendiri dan perusahaan pesaing. pengetahuan umum dan pengetahuan lain yang menunjang pekerjaan. Training Brevet B ini dilaksanakan selama enam hari. Teliti). antara lain : pengetahuan mengenai produk – produk yang ditawarkan oleh pesaingnya. Sama seperti Brevet A. Seorang teller yang profesional harus selalu menjalankan motto SMART (Sigap. Di sini peserta baru mengerti jika cek bisa dicairkan tunai. bilyet giro. Dalam pelatihan para peserta juga diceritakan bagaimana pengalaman menangani nasabah dengan berbagai karakter.

Valas.  KCU Wisma GKBI Di sini Penulis mengikuti magang selama hampir 1 bulan. jika pada brevet A maksimal waktu 24 detik maka pada brevet B ini waktu yang diberikan menjadi 18 detik. Transaksi yang terjadi sangat beragam dan Intens mulai dari Transaksi Setor Tarik. Selama masa Permagangan ini Penulis sempat beberapa kali berpindah KCP. Selesai mengikuti Brevet B penulis sudah diperbolehkan membuka counter sendiri. Penulis sempat merasakan Permagangan selama 2 Hari KCP Bursa Efek Jakarta. yaitu banyaknya Transaksi Valas yang terjadi. Ratu Plaza. Ujian yang paling ditakutkan penulis adalah ujian menghitung uang. Namun ada hal yang paling dominan di KCU ini. penulis tetap ditempatkan di KCU Wisma GKBI. Summitmas.Alhamdulillah. Oleh karena itu setiap break banyak hal yang saling kita tanya dan bagi agar bisa lulus. 2 minggu selama masa OJT. Deposito. ditambah 2 minggu. Di hari terakhir Brevet B ini pula dibacakan di mana para peserta akan ditempatkan. Kliring. 3. 1 Bulan di KCP Kebayoran Blok M (KYM). Karena Area Lokasi nya yang bersifat perkantoran dan merupakan Kawasan Bisnis. tanpa pengawasan mentor. Melawai. membuat KCU ini tak pernah Kehabisan nasabah. 16 . penulis tetap ditempatkan di KCU Wisma GKBI yang merupakan cabang utama dari 9 KCP yaitu : Senayan City.4 Pengalaman Selama Magang. Hasanudin. PB. Tetapi untungnya semua peserta permagangan angkatan 177 dinyatakan lulus. sesuai dengan area OJT sebelum nya dan ada pula peserta lain yang penempatannya berbeda dengan masa On The Job Trainingnya.permagangan BAKTI BCA ini. Blok M. Selesai mengikuti training Brevet B Tahap I. Pacific Place. kami ditempatkan di cabang masing-masing. hingga BCA Prioritas tersedia di sini. Terdapat beberapa perbedaan sifat atau Karakteristik layanan dari KCP-KCP yang pernah penulis lalui. dan tempat terakhir adalah di KCP Panglima Polim tercinta ini. Pada awal nya penulis di terima di KCU Wisma GKBI yang selanjutnya akan di transfer ke KCU-KCU yang membutuhkan Teller. 2 Bulan di KCP Summitmas. tetapi terkadang Head Teller yang memerhatikan penulis. Bursa Efek. Woltermonginsidi dan Panglima Polim Raya. Penulis harus dapat mengikuti Ujian ini dengan ‟selamat‟ meski ada juga beberapa peserta yang harus her di ujian lainnya.

Pertama. Di sini di tuntut keseriusan yang tinggi serta Layanan yang Perfect karena Tipikal Nasabah nya yang mayoritas Masyarakat Level Menengah ke Atas.  KCP Summitmas Typikal di KCP ini tak beda Jauh dengan KCU Wisma GKBI. Ibu Sarry Hutagalung. Terdapat kelemahan besar yang penulis akui selama Magang disini. Orang Asing atau dari Kalangan Pebisnis yang tak memiliki waktu banyak untuk mengurusi halhal yang dianggap kurang penting. Resto. Tidak menghitung Global kembali uang yang diterima/diserahkan dalam jumlah besar. Di sini penulis mendapat pengalaman berharga dari senior saya. Selama di KCU ini penulis banyak dihabiskan di Back Office untuk memproses Payroll Perusahaan rekanan BCA. money Changer. Di KCP ini penulis langsung mendapatkan pengalaman Full Time buka Counter Multi Transaksi yang langsung dipandu langsung oleh Head Teller Ibu Davia selama 1 bulan. Pengalaman yang tidak mengenakan pernah di alami rekan Penulis sesama teller yang lebih senior ( Tahun ke-2) yang mengalami selisih Kurang senilai Rp. Yang membedakannya adalah tingkat intesitas Transaksinya dibawah KCU GKBI.Sampai-sampai di KCU ini di sediakan Counter Khusus untuk Transaksi Valas dimana Tellernya di handle oleh Teller Bakti yang Paling Senior Tahap 3.  KCP Panglima Polim Raya 17 . Dia pernah menyampaikan kepada saya bahwa „haram„ hukumnya menggunakan uang hasil „jadian„ kita untuk membayarkan nya ke nasabah bila kita tidak yakin betul bahwa uang yang kita bundle itu sudah benar 100 lembar atau tidak.2 juta meski sudah di cek kembali Postingan maupun Slip-slip nya. Kesalahan menghitung/ meng-Tel total transaksi lebih dari satu Slip.  KCP Kebayoran Blok M. Yang kedua. Kantor dari Lingkungan sekitarnya. yaitu Kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris penulis yang kurang lancar dan agak terbata-bata melayani nasabah berbahasa Asing. Proses hanya berupa Pemindahbukuan dari Rekening Giro ke rekening Tahapan. Dari Kejadian ini membuat rekan lainnya menjadi lebih waspada atas Peluang penyebab terjadinya selisih tersebut.Dari hasil pengamatan Penulis terdapat 2 Peluang besar terjadinya selisih tersebut. Pada awalnya cukup menegangkan namun seiring berjalannya waktu Penulis sudah bisa menyesuaikan setiap transaksi yang di hadapi. Di KCP ini jenis transaksinya cukup beragam dan kebanyakan bersumber dari Pengusaha Pertokoan .

atau bahkan kurang tanda Stempel Perusahaan ketika Lembar Giro/Cek terdapat koreksi meski sudah di tandatangani oleh pemilik Giro/Cek tersebut. Lisa dan Annis. Tantangan berikutnya adalah Counter Multi Transaksi. Hal ini membawa dampak yang sangat signifikan terhadap jenis Transaksi maupun Total Transaksi Perharinya. Ketidak lengkapan Penulisan pada Slip PPU/OR. Dari hasil pengamatan terhadap pola kerja para senior saya. kurang dari 2 bulan Penulisan akhirnya menemukan „titik„ tersebut. Di sini saya juga menerapkan metode balancing tengah hari dengan cepat seperti pengalaman lalu yang saya dapatkan selama magang di KCP Kebayoran Blok M. Hal ini pernah beberapa kali penulis alami seperti lupa memberikan uang kembalian kepada Nasabah. Ummy. Seperti urutan prioritas dalam merapikan uang serta menghitungnya dengan tepat. yaitu “pada waktunya nanti. Money Changer. Karena belum terbiasa. Beragamnya jenis transaksi yang diterima dari nasabah kita dituntut untuk fokus serta konsetrasi yang tinggi. CTO. Hunian Apartemen serta Kantor.KCP Panglima Polim ini berlokasi di Kawasan Usaha Strategis seperti Pertokoan. saya menemui beberapa standar teknis yang cukup nyaman dalam melayani nasabah di setoran cepat. Penulis juga pernah mengalami kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan seperti selisih lebih kas. kamu akan menemukan sendiri „titik nyaman„ dalam melayani nasabah di setoran cepat“. seperti Ibu Selvy. Para senior-senior memberikan wejangan-wejangan yang kurang lebih pada intinya sama. Salah satu kejadian yang membuat enulis agak khawatirkan ada masalah selisih baik itu kurang ataupun lebih. selisih kurang kas. di sini dituntut pula untuk bekerja efektif sekaligus menerapkan SMART secara konsisten. Dan Penulis harus kembali beradaptasi terhadap karakter Transaksi yang terjadi serta typikal nasabah di KCP ini. Ternyata benar! Bisa itu Karena Biasa. kesalahan bisa saja terjadi atau minimal ada saja prosedur yang tidak kita jalankan. Sungguh pengalaman yang sangat berharga sehingga saya tak perlu tergagap-gagap menghadapi sekian banyaknya nasabah di antrian saya ( setoran cepat ). Pasar. Lengah sedikit saja. biaya Luar Kota yang belum tertagih. Di hari pertama membuka counter sendiri dan satu hari penuh momok yang paling menakutkan bagi para teller yaitu SELISIH. Sebagai teller baru di KCP ini. pada awalnya penulis cukup kewalahan menjalaninya dan tidak pernah di alami di KCP-KCP sebelumnya. dan membuat berita acara. reversal. cara membundel uang tiap 100 lembarnya atau membundel uang menjadi 1 Brood dengan efektif. untungnya hari pertama berjalan secara baik karena di pandu Langsung oleh Ibu Anita Carolina selaku Head Teller. Di samping jumlah nasabahnya yang memang banyak. penulis ditempatkan di counter Setoran Cepat dibawah 10 Juta selama selama kurang lebih 1 bulan. Kedua nya 18 .

Namun hal tersebut tidak menjadikan suatu kendala yang berarti bagi penulis.. Oleh karena itu. Selain itu semoga penulis bisa mempelajari hal-hal yang belum diketahui dan juga memberi kontribusi yang positif untuk KCP Panglima Polim Raya dan bisa bekerja sama dalam satu tim yang solid. dari sudut pandang Sosio – Ekologis penulis juga merasakan terdapat sedikit perbedaan nilai yang ada antara di Kantor Cabang Utama (KCU) dan Kantor Cabang Pembantu (KCP). mungkin karena anggota timnya yang banyak sehingga tiap tim terbagi lagi menjadi tim kecil atu berkelompok. saya ketahui di sini.. Jangan di kira selisih lebih kas itu „lebih baik‟ dari pada selisih kurang kas. saya mengucapkan terima kasih untuk segala kebaikannya. Kedua nya sama-sama merepotkan. Ini semua berkat arahan dan bantuan dari rekan-rekan. Di KCU juga sikap kekeluargaannya kurang. Sedangkan di KCU. tetapi kejadiannya bisa diluar dugaan. dan banyak sekali hal-hal yang belum saya ketahui.sungguh tidak mengenakan. KCP walaupun kecil kekeluargaannya cukup dekat dan penulis akui. selisih lebih pun penulis harus membuat Berita Acara yang prosesnya sungguh merepotkan.. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua semua pihak untuk segala ilmu. arahan.hal teknis di atas yang penulis alami. Walaupun terkadang penulis menyadari.. untuk naik ke tingkat berikutnya atau belajar transaksi lainnya. Dan satu lagi. Semoga karya tulis yang penulis buat dapat bermanfaat ke depannya. masukannya sehingga segala pengalaman dan cerita dapat penulis sampaikan dalam karya tulis ini.. Bapak Edi Muljono atas „cambukan nya‟ agar saya harus Nurdiana yang selalu memberikan support. rasa fokus. Bapak Hamdani yang selalu teliti . Disamping hal. penulis jadi bertambah pintar. Bila selisih kurang penulis harus mengganti. semua dokumen itu harus di ketahui dan ditanda tangani oleh B.O (Jurnal). kita harus melalui tahapan atau proses berbulan-bulan. Semua harus melalui Prosedur dan melengkapinya dengan dokumen-dokumen yang sudah ditetapkan. Head Teller (Berita Acara) dan Pimpinan Cabang. teliti. Karena semua transaksi harus bisa dikerjakan. Kita hanya bisa memohon kepada Allah SWT semoga agar selalu di lindungi dan jauhkan dari ke Khilafan atau kelalaian. Ini menjadi pembelajaran berharga untuk penulis agar lebih berhati-hati dan teliti. Kas ( TDP ).. dan hati-hati sudah dilaksanakan. Terutama bimbingan dari Ibu Anita Carolina yang selalu mengingatkan..Do The Best!!!!!!!! BAB IV 19 . KCP Panglima Polim . Ibu senantiasa sabar..

antara lain: a) Dengan terbukanya PT Bank Central Asia. Tbk. Karena program permagangan ini dafpat mendidik para peserta program permagangan untuk terampil sebagai seorang frontliner yang mampu bekerja secara profesional. Tbk mempunyai standar layanan yang konsisten dengan cara membakukan pedoman sikap dan perilaku frontliner dalam “Standar Layanan BCA”. Oleh karena itu kita dapat lebih biasa menghargai dan dihargai dalam lingkungan sekitar kita. Visi service BCA adalah bank pilihan utama andalan masyarakat yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia. Misi service BCA adalah membangun institusi yang unggul dibidang penyelesaian pembayaran dan solusi keuangan bagi nasabah bisnis dan perorangan.1 Kesimpulan Dengan melihat kepedulian PT Bank Central Asia.PENUTUP 4. D3. b) Diharapkan program permagangan bakti BCA dapat terus berlangsung guna membantu pemerintah dalam rangka menekan angka pengangguran yang terjadi di Indonesia juga membantu para lulusan SMA. dan S1 yang baru menyelesaikan studinya. Terutama pembelajaran tentang motto “SMART” yang dijadikan pedoman dalam memberikan standar service dan penulis sangat merasakan bahwa penerapan SMART bukan hanya dalam lingkungan pekerjaan tetapi penulis rasakan bahwa hal tersebut dapat dijadikan lifestyle (gaya hidup) agar kita dapat diterima disemua lingkungan. 4 . atas saran-saran yang masuk kami teller bakti mengharapkan agar status teller bakti dapat dipertimbangkan menjadi karyawan tetap berdasarkan pengalaman dan referensi dari pemimpin atas kinerja serta loyalitas kepada BCA. 20 . Dalam upaya pembelajarannya PT Bank Central Asia. Sehingga memiliki bekal pengalaman dan juga keterampilan kerja. memahami beragam kebutuhan nasabah dan memberikan layanan financial yang tepat demi tercapainya kepuasan optimal bagi nasabah. Tbk. Tbk terhadap lapangan kerja yang kian kompetitif terutama dibidang SDM (Sumber Daya Manusia) maka penulis sangat berterima kasih kepada PT Bank Centrak Asia Tbk yang berupaya keras untuk menciptakan SDM yang berkualitas. dan meningkatkan nilai franchise dan nilai stakeholders. Penulis sangat berterimakasih atas kesempatan yang rela diberikan PT Bank Central Asia.2 SARAN Beberapa saran untuk meningkatkan pelayanan.

hendaknya perlu dicari solusi yang tepat agar bisa efektif dan efisien dalam penerapannya. -o0o- 21 .c) Mengingat masih ada beberapa kekurangan dalam hal pelayanan kepada nasabah.