KARYA TULIS PERMAGANGAN BAKTI BCA TAHAP I

DI SUSUN OLEH :

NAMA

:

FARIZI ILHAM NIP : 80611920

BCA KCP PANGLIMA POLIM RAYA
Jl. Panglima Polim Raya No. 16-17 Jakarta 12160

Lembar Pengesahan dan Persetujuan

Karya Tulis Teller Bakti BCA Tahap I

Karya Tulis Teller Bakti BCA Tahap I ini telah disetujui, di sahkan serta diizinkan untuk dinilai pada Periode November 2011

Head Teller

Kabag Operasional

Anita Carolina

Rini Rusmala Dewi

Pimpinan Cabang

Dian Ekawaty

KATA PENGANTAR

2

Deposito dan Remittance. Orang Tua dan Keluarga atas dukungan dan doa nya selama ini. Rekan-rekan Bakti angkatan 177 yang selalu penulis rindukan. Selaku Pimpinan Cabang KCP Panglima Polim 2. sehingga penulisan karya tulis ini dapat berjalan lancar. Penulis menyadari karya tulis ini bersumber dari berbagai pembelajarn dan Panduan Kerja Teller. Seluruh rekan kerja di Back Office. Ibu Rini Rusmala Dewi. Zulfahmi.Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak Rahmat yang luar biasa kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan baik. Teller dan CSO. Jakarta. Bpk. selaku Head Teller 4. Selama melakukan permagangan. Untuk itu. Karya tulis ini dibuat guna melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh beasiswa di tahun kedua penulis melakukan permagangan BAKTI BCA. penulis berusaha memberikan yang terbaik dalam penulisan karya tulis ini. 7. Dan tak lupa pula penulis mengucapkan segenap terima kasih kepada : 1. Ibu Dian Ekawaty. Ini adalah tahun kedua penulis melakukan permagangan BAKTI BCA di BCA KCP Panglima Polim Raya. Jakarta Selatan. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam penyajian karya tulis ini. 8. penulis mendapat pengalaman tambahan dan pembelajaran ke tingkat yang lebih tinggi yaitu penguasaan layanan Valas. selaku Head Teller 5. Hamdani. selaku Pejabat SWK 6. Ibu Anita Carolina. 9. Khasanah. Bpk. 31 Oktober 2012 Farizi Ilham DAFTAR ISI 3 . Semua pihak yang telah memberikan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung. selaku Kepala Bagian Operasional 3.

.2 Visi dan Misi Bank BCA ………………………………………..3 Metode Penulisan ……………………………………………… 6 1...5 11 BAB III Tata Nilai BCA ………………………………………………… 10 Keunggulan Bank BCA …………………………………………. 5 1.5 Manfaat Program Permagangan Bakti BCA ……………………… 7 Landasan Teori 2.. 2.2 Masa Training ………………………………………………… 12 3. 20 BAB IV BAB I 4 ..1 Pra Magang …………………………………………………… 12 3. 16 PENUTUP 4.2 Tujuan Penulisan ………………………………………………. 11 Program Permagangan Bakti BCA ……………………………… PEMBAHASAN 3.1 Kesimpulan …………………………………………………… 20 4..3 Masa On The Job Training …………………………………….4 2.4 Pengalaman selama Magang …………………………………. 3 DAFTAR ISI ……………………………………………………………………….1 Sejarah dan Perkembangan Bank BCA ………………………….. BAB II 9 10 2.4 Sistematika Penulisan ………………………………………….1 Latar Belakang ………………………………………………….2 Saran ………………………………………………………….... 14 3..3 2.LEMBAR PENGESAHAN …………………………………………………………… 2 KATA PENGANTAR ………………………………………………………………. 7 1. 4 BAB I PENDAHULUAN 1. 6 1.

tak ada satu pun yang lolos. setelah sekian lama. penulis di ajak adik yang baru saja lulus SMK untuk mengikuti Test di Program Bakti BCA. Oleh karena itu dengan adanya program permagangan Bakti BCA ini sangat membantu para lulusan SMU atau sederajat untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.1 Latar Belakang Di dasari dengan permasalahan akan sulitnya mencari lapangan pekerjaan pada masa sekarang ini. Semua perusahaan pada sekarang ini berharap dapat merekrut karyawan yang berpengalaman. Ketertarikan penulis ini dikarenakan sulitnya untuk mendapatkan kesempatan bekerja yang Layak bagi lulusan SMA serta pengalaman kerja yang lebih terpercaya selain di PT. penulispun tertarik untuk mengikuti Program Permagangan Bakti BCA.PENDAHULUAN 1. Penulis masih penasaran hingga akhirnya ikut serta mendaftarkan diri pada Test CPNS di BPK RI. UGM. Bank Central Asia Tbk di Mading SMA Negeri 1 Ciputat. karena saat itu kondisi belum memungkinkan untuk meneruskan Pendidikan Kuliah di PTN Reguler seperti UI. meski saat mengikuti Fit and ProperTest di Gajah Tunggal penulis lolos hingga Tahap Akhir. 1.2 Tujuan Penulisan 5 . yang diadakan oleh PT. Barulah penulis tersadar. Setelah 3 tahun bekerja. Bank Central Asia ini namun tidak di tindak lanjuti karena saat itu penulis masih berfokus untuk mengikuti Test Program Pendidikan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara serta Program Beasiswa Pendidikan di Politeknik Gajah Tunggal Tangerang. selama penulis masih mengenyam pendidikan di sana. Bank Central Asia Tbk. maka PT. Apa saja asal halal. Penulis mengetahui Program Permagangan Bakti BCA ini dari selebaran yang diedarkan oleh PT. Dari semua Program pendidikan gratis di ikuti. hingga akhirnya memutuskan untuk langsung bekerja saja seusai lulus sekolah. Oleh karena itulah penulis mencoba untuk mengikuti Program Permagangan Bakti BCA. D3 dan S1. serta didasari dengan rasa keingintahuan penulis tentang dunia perbankan terutama BCA. yang berprestasi guna mencari pengalaman kerja. Bank Central Asia Tbk memberikan kesempatan kepada lulusan SMU atau sederajat D1. Hasilnya? Nasib pun belum berpihak kepada Penulis. Namun takdir berkehendak lain. IPB meskipun Transkrip nilai penulis mencukupi untuk mengikuti test di sana.

menganalisa dan menyimpulkan dari setiap pembahasan materi untuk dituangkan dalam bentuk penulisan ini. 6 .Tujuan dari pada penulisan ini adalah menjelaskan pengalaman penulis selama menjadi peserta Permagangan Bakti BCA. adalah berdiskusi dengan rekan-rekan kerja. adalah pengamatan yang penulis lakukan selama menjalani masa training di Training Center Wisma Asia I yang bertujuan untuk mendapatkan informasi produk knowledge yang diberikan secara detail. oleh karena itu di sini penulis mengambil informasi dari berbagai sumber. dan dilanjutkan pada masa magang di PT Bank Central Asia. 2) Praktek lapangan. 1.3 Metode Penulisan Dalam karya tulis ini penulis menggunakan beberapa metode penulisan.4 Sistematika Penulisan Penulis akan memberikan gambaran secara umum isi dari tiap bab dalam penulisan ilmiah ini. Selain itu juga penulisan karya tulis ini juga merupakan salah satu persyaratan untuk kelulusan dari Program Permagangan Bakti BCA. atau pihak-pihak yang dapat membantu penulis. Adapun tujuan penulis mengikuti program ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman serta mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja siap pakai khususnya dalam bidang perbankan. 1. penelitian yang dimaksud adalah proses praktek selama masaOn The Job Training. Tbk pada Kantor Cabang yang di tunjuk. yaitu : 1) Observasi. yaitu mengambil informasi dari berbagai sumber buku untuk dijadikan sumber acuan lain dari observasi. 4) Konsultasi. 3) Penelitian kepustakaan.

Bab I : Pendahuluan Di dalam bab ini penulis menguraikan pokok persoalan tentang latar belakang penulisan. metode penulisan. e. d. Tata nilai dan keunggulan BCA. antara lain: 1. masa training. Bab IV : Penutup Pada bab ini penulis memberikan kesimpulan dan saran yang ditujukan kepada pihakpihak terkait.5 Manfaat Program Permagangan Bakti BCA Ada beberapa manfaat yang bisa diambil dari Program Permagangan Bakti BCA. 1. serta manfaat program permagangan Bakti BCA. Sangat bermanfaat dalam mendidik dan melatih lulusan baru (fresh Graduated)untuk siap terjun ke dunia kerja. Menambah banyak teman dan menambah pengalaman kerja. b. tujuan penulisan. On The Job training dan dilanjutkan dengan pengalaman selama magang. memiliki pengalaman kerja. Bagi Peserta a. Mengenal dunia kerja yang sesungguhnya. dan sistematika penulisan. Bab II : Landasan Teori Di dalam bab ini penulis menjelaskan dan menguraikan tentang sejarah PT Bank Central Asia dan Visi serta Misi BCA. Bab III : Pembahasan Di dalam bab ini penulis menjelaskan dan menceritakan pengalaman penulis selama pra magang. serta program permagangan bakti BCA. Bisa menjadi referensi untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. c. sehubungan dengan hasil penulisan karya tulis ini. Menambah penghasilan yang bisa digunakan untuk melanjutkan studi. dan keterampilan dalam bidang perbankan. 7 .

2. b. Mengurangi Kesenjangan antara Lulusan SMA dengan Perguruan tinggi dengan Peningkatan SDM BAB II LANDASAN TEORI 8 . Mengurangi tingkat pengangguran yang tinggi di negara ini. Bagi Perusahaan Mendapat tenaga kerja muda potensial yang dapat dilatih dengan cepat untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan. khususnya di bidang pelayanan terhadap nasabah. Bagi Pemerintah a. 3.

bank terpaksa meminta bantuan dari pemerintah Indonesia.93 triliun. dengan BPPN mendivestasikan 10 % lagi dari saham miliknya di BCA. Berkat kebijaksanaan bisnis dan pengambilan keputusan yang arif. Setelah Penawaran Saham Perdana itu. BCA berhasil pulih kembali dalam tahun yang sama. BCA mengambil langkah besar dengan menjadi perusahaan public. 2. kepatuhan penuh pada regulasi. BPPN masih menguasai 70. Krisis ini membawa dampak yang luar biasa pada keseluruhan sistem perbankan di Indonesia. Penawaran Saham Perdana berlangsung di tahun 2000. memenangkan tender tersebut. padahal di bulan Desember 1997 hanya Rp 53. dan BCA diserahkan oleh BPPN ke Bank Indonesia di tahun 2000.1 VISI DAN MISI BANK BCA Visi BCA 9 . Namun. dana pihak ke tiga telah kembali ke tingkat sebelum krisis. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) lalu mengambil alih BCA di tahun 1998.55% yang berasal dari divestasi BPPN. secara khusus. Selanjutnya. dengan menjual saham sebesar 22. Ltd.36 triliun. Dalam tahun 2002. Banyak nasabah menjadi panik lalu beramai-ramai menarik dana mereka. Aset BCA mencapai Rp 67.2.1 Sejarah dan Perkembangan Bank BCA BCA secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV. yang berbasis di Mauritius. IBRA melepas 51% dari sahamnya di BCA melalui tender penempatan privat yang strategis. BCA terus memperkokoh tradisi tata kelola perusahaan yang baik. Akibatnya. dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi di tahun 1997.30% dari seluruh saham BCA. Kepercayaan masyarakat pada BCA telah sepenuhnya pulih. Banyak hal telah dilalui sejak saat berdirinya itu. Saat ini. pengelolaan risiko secara baik dan komitmen pada nasabahnya baik sebagai bank transaksional maupun sebagai lembaga intermediasi finansial.. Farindo Investment. Di bulan Desember 1998. kondisi ini mempengaruhi aliran dana tunai di BCA dan bahkan sempat mengancam kelanjutannya. Penawaran saham kedua dilaksanakan di bulan Juni dan Juli 2001.

Bank pilihan utama andalan masyarakat. (To enhance our corporate franchise and stakeholders value). Meningkatkan nilai francais dan nilai stakeholder BCA. Integritas (Integrity) 3. 2. Berusaha Mencapai yang Terbaik (Continuous Pursuit of Excellence) 2. Membangun Institusi yang unggul di bidang penyelesaian pembayaran dan solusi keuangan bagi nasabah bisnis dan perseorangan. (To be the bank of choice and a major pillar of the Indonesian economy). Misi BCA 1. Fokus pada nasabah (Customer Focus) 2. yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia. 1. 2. (To build centers of excellence in payment settlements and financial solutions for businesses and individuals). 3. Memahami beragam kebutuhan nasabah dan memberikan layanan finansial yang tepat demi tercapainya kepuasan optimal bagi nasabah.4.(To understand diverse customer needs and provide the right financial services to optimize customer satisfaction). Keunggulan Bank BCA 10 . Kerja sama Tim (Teamwork) 4.3 Tata Nilai BCA.

6. 2. Rangkaian produk dan jasa yang inovatif dan memenuhi kebutuhan yang aktual. BAB III 11 . Per 31 Desember 2008 telah memiliki sekitar 5. 4. menjalani On The Job Training dan kembali mengikutiIn The Class Training tahap B. peserta berhak mendapatkan sertifikat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pilihan saluran penghantaran (delivery channel) yang luas untuk mencapai tingkat kenyamanan pelanggan yang maksimum. Tim manajemen yang sangat profesional yang selalu mengikuti kebijakan dan regulasi perbankan nasional dan internasional. Keunggulan-keunggulan ini adalah: 1. Pemanfaatan teknologi paling mutakhir secara tepat.5.997 ATM tunai maupun non. Selama permagangan peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan melalui In The class Training dan On The Job Training.tunai serta ATM Setoran Tunai yang disediakan di berbagai lokasi strategis di seluruh Indonesia. BCA menawarkan rangkaian jasa yang luas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik para nasabah kami.Sebagai bank transaksional. 2. Tujuan program ini diadakan untuk membantu pemerintah meningkatkan kualitas SDM melalui permagangan. peluang menciptakan kesempatan kerja serta memberi bantuan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan. lulus In The Class Training tahap A. dan 7. 5. Upaya yang terus-menerus dalam mempertahankan tingkat pengamanan perbankan yang paling tinggi dan jaringan yang luas dari kantor cabang dan kantor cabang pembantu di seluruh Indonesia. efisien dan mudah. BCA memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi kunci keberhasilan kami dalam menyediakan jasa-jasa yang berguna. Program Permagangan Bakti BCA Program Bakti BCA dibuka dengan maksud membuka kesempatan bagi lulusan SMA / sederajat atau D2 / D3 dan S1 untuk mengikuti permagangan dengan meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang dilaksanakan selama 12 bulan penuh sebagai wujud fungsi sosial BCA. 3. BCA telah bekerja keras untuk memperkuat sisi kredit dengan mempersiapkan berbagai paket yang menarik bagi nasabah yang potensial. Kemudian mendapat penempatan di cabang BCA masing-masing selama 12 bulan dan bila selama penempatan mendapatkan predikat "BAIK". menyeimbangi kesenjangan antara lulusan pendidikan dan dunia kerja. Sumber daya manusia (SDM) yang terlatih baik dan berorientasi pada pelayanan bagi nasabah. Peserta yang lulus dalam seleksi dalam penerimaan. tetapi peserta berstatus tanpa ikatan menjadi karyawan.

1 Pra Magang Penulis mengetahui program permagangan BAKTI BCA dari selembaran kertas yang ditempel di Mading SMA Negeri 1 Ciputat. penulis dipanggil untuk mengikuti tes yang diadakan di Gedung Wisma Asia I pada tanggal 3 November 2010setelah di ajak oleh Adik yang paling bungsu. cekatan. Di Kelas GROOMING ini di bantu oleh instruktur Ibu Aprilia Noor dari KCU Tangerang dan Ibu Shearly meggy dari KCP BatuCeper. psikotes. Setelah kelas GROOMING. Tes yang diberikan berupa tes berhitung. Mereka mengajarkan peserta pria memakai dasi dan menata rambutnya. SMART merupakan slogan pelayanan BCA yang dapat diartikan sebagai berikut: 1. yaitu tes kesehatan di Indofood Tower. dapat diandalkan. 3. Kawasan Perkantoran Sudirman pada tanggal 4 November.PEMBAHASAN 3. Training tahap 1 ini dilaksanakan selama 6 hari mulai tanggal 22 – 27 November 2010. pengenalan keaslian uang. 12 .2 Masa Training. penulis diberikan training tentang profil BCA. Training dibagi dalam 2 tahap. b) Hari kedua (23-10-2010). Penulis adalah peserta permagangan BAKTI BCA angkatan 177. 20 November 2011. Penulis mengikuti proses selanjutnya. yaitu penandatanganan kontrak tanggal 12 November 2010 dilanjutkan mengikuti kelas GROOMING di hari Sabtu. a) Hari pertama (22-10-2010). Keterampilan menghitung uang dan juga pengenalan slip transaksi oleh Ibu Evi Vanna Nasution. Kelas GROOMING merupakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui tata rias yang sesuai dengan kriteria di BCA. tahap pertama yaitu Brevet A. training tentang SMART teller yang di pandu oleh Instruktur Han Tjung dari KCP Tanjung Priok. SIGAP: Siap membantu. Setelah 3 tahun berlalu.sedangkan peserta wanita di ajarkan merias dan menyanggul rambut. antisipatif. dilanjutkan dengan kelas pembekalan dan kami mempelajari tentang Pengenalan Uang Palsu dan metode Hitung Uang 3 Jari serta Materi menjadi teller yang SMART. Penulis baru mengajukan lamaran. dan disiplin. dan wawancara. Penulis dinyatakan lulus dan mengikuti tes selanjutnya. tentang Kerahasiaan Bank. produk-produknya.

Proses setoran cepat 3. d) Hari ke 5 (26 November 2010) kami melakukan praktek di Bank mini di Pandu Oleh Bpk. mampu berinteraksi dengan 3. e) Hari keenam (27 November 2010 )atau hari terakhir diadakan ujian dari training yang sudah diberikan selama lima hari. 4. Berikut hasil Penilaian Keseluruhan Test :     Ujian Tertulis Ujian Bank Mini Ujian Sortir Uang : 100 : LOLOS : Score 75 ( 7menit ) Ujian Hitung Uang : Score 7.5 (21 sec dari 24sec) 13 . tepat. Penanganan selisih 3. nasabah. c) Hari ketiga dan keempat (24-25 Nov 2010). pandangan positif. 5. Oleh Instruktur Neny Janti dari KCP Mall Arta Gading dengan Bpk Suryadikami belajar mengenai keterampilan teller baik teori maupun praktek yang terdiri dari : 1. nada suara. MENARIK: Penampilan fisik. kegiatan praktek ini merupakan simulasi segala aktivitas yang terjadi di Bank sesungguhnya. Proses mutasi ke buku d) Proses akhir hari: 1. Ujian diawali dengan ujian teori.Achmad Hariyadi dan Ibu Lily Kardi. RAMAH: Senyum.2. Tutup teller. dan seksama. ANTUSIAS: Semangat. Proses awal hari 2. dan proaktif. sopan. satu bertindak sebagai teller dan satu kelompok lagi menjadi nasabah dan akan bergantian. terakhir adalah ujian praktek bank mini. penampilan non fisik. TELITI: Memperhatikan dan melakukan pekerjaan secara akurat. Balancing 2.kredibilitas / reputasi. menghitung uang dengan maksimal waktu 24 detik. Peserta dibagi menjadi dua kelompok. dilanjutkan dengan mensortir uang.

penempatan kerja di bagi menjadi 2 yaitu teller bakti dan teller pooling. dan saya. dan penulis ditempatkan di BCA KCU Wisma GKBI. Di Hari pertama. Jakarta Selatan meski sebelum nya sempat terjadi kesalahan Penulisan Surat Penempatan. Di amplop tertera ”BCA KCU Wahid Hasyim” yang padahal Isi dari Surat Jalan tersebut di Tujukan kepada KCU Wisma GKBI! Siang itu juga kami bertiga langsung menuju KCU GKBI. Senin ke esokan harinya peserta magang bisa langsung mendatangi KCP BCA sesuai yang tertera di Amplop Untuk mengikuti OJT. sedangkan teller pooling setiap 2 minggu sekali harus berpindah . Seperti di jelaskan pada bagian di atas. 14 . Hingga suatu siang ketika Telepon di meja Head Teller berdering barulah diketahui bahwa terjadi kesalahan dalam Area Lokasi penempatan Peserta OJT angkatan 177.pindah tempat bertugas.Setelah ujian selesai para trainer membacakan penempatan masa On The Job Training para peserta. Hari kedua sampai dengan hari keempat saya belum membuka counter. Sambutan teller bakti maupun senior yang ada disana pun sangat ramah. Pada masa OJT Hari ke ketiga berjalan seperti hari-hari sebelumnya. Di karenakan berpindah pindah itulah Penulis belum sempat merasakan Buka Counter hingga jadwal OJT itu berakhir. Kiki Riskianti. Mereka tidak segan-segan membantu dan memberikan informasi mengenai pekerjaan penulis. setelah 3 hari berlalu penulis mengikuti OJT di KCU Wahid Hasyim. setelah para Trainer memberikan Amplop yang berisi Surat Jalan peserta OJT. dan waktu ini saya manfaatkan sekali untuk memperhatikan teller-teller bakti senior dalam melakukan awal pelayanan sampai mengakhiri layanan kepada nasabah. Namun ternyata. Penulis ditetapkan menjadi teller bakti. ternyata kami ‟Salah Alamat‟. penulis menemui Bpk Arif Junaedi selaku Head Teller di BCA KCU Wahid Hasyim dan menjelaskan bahwa penulis adalah teller bakti yang akan OJT di sana.3 Masa On The Job Training Di dalam program permagangan Bakti BCA ini. Febri. Hari pertama hingga hari ketiga saya belum diperbolehkan buka counter. Selama masa magangnya teller Bakti menempati hanya 1 tempat bertugas. Penulis mulai menjalani masa On The Job Training selama 2 Minggu dimulai tanggal 29 November 2010 bersama rekan seangkatan Vera Widiyanti. saya hanya melakukan observasi di counter setoran cepat yang pada saat itu ditempati 2 orang teller bakti. 3.

Sikap yang perlu diperhatikan dalam mengemban tugas sebagai frontliner yaitu selalu ingat dan sadar bahwa teller adalah “Pemberi Service” sehingga teller harus selalu berada dalam posisi siap membantu customer. Seorang teller yang profesional harus selalu menjalankan motto SMART (Sigap. Pengetahuan sebagai teller. 2. dikarenaknan banyaknya kode yang harus dihafal dan belumnya menguasai materi transaksi tarikan. cek. Penulis merasa kesulitan menangkap materi di Brevet B ini. Antusias. Sama seperti Brevet A. 4. Tanggal 16 Desember 2010 penulis kembali lagi ke Wisma Asia I untuk mengikuti training tahap I Brevet B. selalu ingat pentingnya customer. Jika training Brevet A hanya mempelajari transaksi setoran maka di Brevet B penulis mempelajari transaksi tarikan. Penampilan yang menyangkut faktor – faktor penampilan dan sikap tubuh. juga sebagai teller yang memiliki rasa percaya diri. bilyet giro. dan dalam situasi bertemu dengan customer yang temperamental seorang teller harus tetap konsisten dengan sikap ramahnya. 3. merasa takut tetapi rasa takut saja tidak cukup untuk membuat kita diterima dalam program 15 . Selain mempelajari transaksi tarikan di Brevet B ini juga mempelajari transaksi kiriman uang ke bank lain. kiriman uang dilanjutkan dengan bagaimana cara penginputan ke komputer . Dalam pelatihan para peserta juga diceritakan bagaimana pengalaman menangani nasabah dengan berbagai karakter. Ramah. pengetahuan umum dan pengetahuan lain yang menunjang pekerjaan. Materi yang diajarkan adalah teori tentang Hukum dan Operasional Bank. pada hari terakhir training Brevet B juga diadakan tes. pengetahuan tentang perusahaan. Untuk menjadi SMART perlu didukung oleh 4 faktor yaitu : 1. Dikatakan tes ini sangat menentukan kontrak yang sudah ditandatangani. Di sini peserta baru mengerti jika cek bisa dicairkan tunai. antara lain : pengetahuan mengenai produk – produk yang ditawarkan oleh pesaingnya. sistem dan prosedur yang berlaku di perusahaan sendiri dan perusahaan pesaing. Dimulai dari pengenalan slip tarikan dari rekening tahapan. Teliti). Keterampilan sebagai teller yang terbagi menjadi 2 bagian besar yaitu keterampilan melayani dan keterampilan dalam melaksanakan tugas operasional. Menarik.dan dipindahkan sedangkan untuk bilyet giro hanya bisa dipindahkan ke satu rekening saja. Penulis dan teman seangkatan merasa waswas. Training Brevet B ini dilaksanakan selama enam hari.Ketika masa OJT penulis diajarkan bersikap profesional yaitu memiliki dan menunjukkan kemampuan / keterampilan sebagai seseorang yang berpengalaman dalam pekerjaan.

Selesai mengikuti training Brevet B Tahap I. penulis tetap ditempatkan di KCU Wisma GKBI yang merupakan cabang utama dari 9 KCP yaitu : Senayan City. 2 minggu selama masa OJT.4 Pengalaman Selama Magang. Selama masa Permagangan ini Penulis sempat beberapa kali berpindah KCP. dan tempat terakhir adalah di KCP Panglima Polim tercinta ini. tetapi terkadang Head Teller yang memerhatikan penulis. 2 Bulan di KCP Summitmas. hingga BCA Prioritas tersedia di sini. Selesai mengikuti Brevet B penulis sudah diperbolehkan membuka counter sendiri. Summitmas.permagangan BAKTI BCA ini. Penulis harus dapat mengikuti Ujian ini dengan ‟selamat‟ meski ada juga beberapa peserta yang harus her di ujian lainnya. Deposito. jika pada brevet A maksimal waktu 24 detik maka pada brevet B ini waktu yang diberikan menjadi 18 detik. Bursa Efek.  KCU Wisma GKBI Di sini Penulis mengikuti magang selama hampir 1 bulan. Oleh karena itu setiap break banyak hal yang saling kita tanya dan bagi agar bisa lulus. membuat KCU ini tak pernah Kehabisan nasabah. Kliring. Hasanudin. Di hari terakhir Brevet B ini pula dibacakan di mana para peserta akan ditempatkan. Pacific Place. Karena Area Lokasi nya yang bersifat perkantoran dan merupakan Kawasan Bisnis. yaitu banyaknya Transaksi Valas yang terjadi. 1 Bulan di KCP Kebayoran Blok M (KYM). Terdapat beberapa perbedaan sifat atau Karakteristik layanan dari KCP-KCP yang pernah penulis lalui. 3. Transaksi yang terjadi sangat beragam dan Intens mulai dari Transaksi Setor Tarik. Pada awal nya penulis di terima di KCU Wisma GKBI yang selanjutnya akan di transfer ke KCU-KCU yang membutuhkan Teller. kami ditempatkan di cabang masing-masing. Melawai. Penulis sempat merasakan Permagangan selama 2 Hari KCP Bursa Efek Jakarta. ditambah 2 minggu. Namun ada hal yang paling dominan di KCU ini. penulis tetap ditempatkan di KCU Wisma GKBI. Ratu Plaza. Woltermonginsidi dan Panglima Polim Raya. Blok M. PB. Tetapi untungnya semua peserta permagangan angkatan 177 dinyatakan lulus. tanpa pengawasan mentor. sesuai dengan area OJT sebelum nya dan ada pula peserta lain yang penempatannya berbeda dengan masa On The Job Trainingnya. Ujian yang paling ditakutkan penulis adalah ujian menghitung uang. 16 .Alhamdulillah. Valas.

Dari Kejadian ini membuat rekan lainnya menjadi lebih waspada atas Peluang penyebab terjadinya selisih tersebut.Sampai-sampai di KCU ini di sediakan Counter Khusus untuk Transaksi Valas dimana Tellernya di handle oleh Teller Bakti yang Paling Senior Tahap 3. Pengalaman yang tidak mengenakan pernah di alami rekan Penulis sesama teller yang lebih senior ( Tahun ke-2) yang mengalami selisih Kurang senilai Rp. Selama di KCU ini penulis banyak dihabiskan di Back Office untuk memproses Payroll Perusahaan rekanan BCA. yaitu Kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris penulis yang kurang lancar dan agak terbata-bata melayani nasabah berbahasa Asing. money Changer. Proses hanya berupa Pemindahbukuan dari Rekening Giro ke rekening Tahapan.Dari hasil pengamatan Penulis terdapat 2 Peluang besar terjadinya selisih tersebut. Dia pernah menyampaikan kepada saya bahwa „haram„ hukumnya menggunakan uang hasil „jadian„ kita untuk membayarkan nya ke nasabah bila kita tidak yakin betul bahwa uang yang kita bundle itu sudah benar 100 lembar atau tidak. Kantor dari Lingkungan sekitarnya. Yang membedakannya adalah tingkat intesitas Transaksinya dibawah KCU GKBI. Di KCP ini jenis transaksinya cukup beragam dan kebanyakan bersumber dari Pengusaha Pertokoan .  KCP Panglima Polim Raya 17 .  KCP Summitmas Typikal di KCP ini tak beda Jauh dengan KCU Wisma GKBI. Di sini penulis mendapat pengalaman berharga dari senior saya. Ibu Sarry Hutagalung. Tidak menghitung Global kembali uang yang diterima/diserahkan dalam jumlah besar. Terdapat kelemahan besar yang penulis akui selama Magang disini. Resto. Pada awalnya cukup menegangkan namun seiring berjalannya waktu Penulis sudah bisa menyesuaikan setiap transaksi yang di hadapi. Kesalahan menghitung/ meng-Tel total transaksi lebih dari satu Slip. Yang kedua. Di KCP ini penulis langsung mendapatkan pengalaman Full Time buka Counter Multi Transaksi yang langsung dipandu langsung oleh Head Teller Ibu Davia selama 1 bulan.2 juta meski sudah di cek kembali Postingan maupun Slip-slip nya.  KCP Kebayoran Blok M. Pertama. Orang Asing atau dari Kalangan Pebisnis yang tak memiliki waktu banyak untuk mengurusi halhal yang dianggap kurang penting. Di sini di tuntut keseriusan yang tinggi serta Layanan yang Perfect karena Tipikal Nasabah nya yang mayoritas Masyarakat Level Menengah ke Atas.

Money Changer. Para senior-senior memberikan wejangan-wejangan yang kurang lebih pada intinya sama. Dari hasil pengamatan terhadap pola kerja para senior saya. CTO. Hunian Apartemen serta Kantor. saya menemui beberapa standar teknis yang cukup nyaman dalam melayani nasabah di setoran cepat. kamu akan menemukan sendiri „titik nyaman„ dalam melayani nasabah di setoran cepat“. penulis ditempatkan di counter Setoran Cepat dibawah 10 Juta selama selama kurang lebih 1 bulan. selisih kurang kas. dan membuat berita acara. Tantangan berikutnya adalah Counter Multi Transaksi. Seperti urutan prioritas dalam merapikan uang serta menghitungnya dengan tepat. reversal. Penulis juga pernah mengalami kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan seperti selisih lebih kas. kesalahan bisa saja terjadi atau minimal ada saja prosedur yang tidak kita jalankan. Di samping jumlah nasabahnya yang memang banyak.KCP Panglima Polim ini berlokasi di Kawasan Usaha Strategis seperti Pertokoan. untungnya hari pertama berjalan secara baik karena di pandu Langsung oleh Ibu Anita Carolina selaku Head Teller. Ketidak lengkapan Penulisan pada Slip PPU/OR. pada awalnya penulis cukup kewalahan menjalaninya dan tidak pernah di alami di KCP-KCP sebelumnya. seperti Ibu Selvy. Pasar. cara membundel uang tiap 100 lembarnya atau membundel uang menjadi 1 Brood dengan efektif. Lisa dan Annis. Lengah sedikit saja. yaitu “pada waktunya nanti. Karena belum terbiasa. Salah satu kejadian yang membuat enulis agak khawatirkan ada masalah selisih baik itu kurang ataupun lebih. Ternyata benar! Bisa itu Karena Biasa. kurang dari 2 bulan Penulisan akhirnya menemukan „titik„ tersebut. biaya Luar Kota yang belum tertagih. di sini dituntut pula untuk bekerja efektif sekaligus menerapkan SMART secara konsisten. Sebagai teller baru di KCP ini. Kedua nya 18 . Di sini saya juga menerapkan metode balancing tengah hari dengan cepat seperti pengalaman lalu yang saya dapatkan selama magang di KCP Kebayoran Blok M. atau bahkan kurang tanda Stempel Perusahaan ketika Lembar Giro/Cek terdapat koreksi meski sudah di tandatangani oleh pemilik Giro/Cek tersebut. Beragamnya jenis transaksi yang diterima dari nasabah kita dituntut untuk fokus serta konsetrasi yang tinggi. Hal ini membawa dampak yang sangat signifikan terhadap jenis Transaksi maupun Total Transaksi Perharinya. Ummy. Hal ini pernah beberapa kali penulis alami seperti lupa memberikan uang kembalian kepada Nasabah. Dan Penulis harus kembali beradaptasi terhadap karakter Transaksi yang terjadi serta typikal nasabah di KCP ini. Sungguh pengalaman yang sangat berharga sehingga saya tak perlu tergagap-gagap menghadapi sekian banyaknya nasabah di antrian saya ( setoran cepat ). Di hari pertama membuka counter sendiri dan satu hari penuh momok yang paling menakutkan bagi para teller yaitu SELISIH.

Jangan di kira selisih lebih kas itu „lebih baik‟ dari pada selisih kurang kas.. untuk naik ke tingkat berikutnya atau belajar transaksi lainnya. Terutama bimbingan dari Ibu Anita Carolina yang selalu mengingatkan. Head Teller (Berita Acara) dan Pimpinan Cabang. Oleh karena itu. Kedua nya sama-sama merepotkan. dan banyak sekali hal-hal yang belum saya ketahui. saya ketahui di sini. Kita hanya bisa memohon kepada Allah SWT semoga agar selalu di lindungi dan jauhkan dari ke Khilafan atau kelalaian. Semoga karya tulis yang penulis buat dapat bermanfaat ke depannya. Selain itu semoga penulis bisa mempelajari hal-hal yang belum diketahui dan juga memberi kontribusi yang positif untuk KCP Panglima Polim Raya dan bisa bekerja sama dalam satu tim yang solid. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua semua pihak untuk segala ilmu. teliti.sungguh tidak mengenakan. Namun hal tersebut tidak menjadikan suatu kendala yang berarti bagi penulis. tetapi kejadiannya bisa diluar dugaan... Walaupun terkadang penulis menyadari. arahan.Do The Best!!!!!!!! BAB IV 19 . saya mengucapkan terima kasih untuk segala kebaikannya. selisih lebih pun penulis harus membuat Berita Acara yang prosesnya sungguh merepotkan.. Semua harus melalui Prosedur dan melengkapinya dengan dokumen-dokumen yang sudah ditetapkan. Ini menjadi pembelajaran berharga untuk penulis agar lebih berhati-hati dan teliti. Bila selisih kurang penulis harus mengganti. kita harus melalui tahapan atau proses berbulan-bulan. Karena semua transaksi harus bisa dikerjakan. dari sudut pandang Sosio – Ekologis penulis juga merasakan terdapat sedikit perbedaan nilai yang ada antara di Kantor Cabang Utama (KCU) dan Kantor Cabang Pembantu (KCP). Dan satu lagi.. KCP Panglima Polim . Ini semua berkat arahan dan bantuan dari rekan-rekan. Kas ( TDP ).. Bapak Hamdani yang selalu teliti .hal teknis di atas yang penulis alami. masukannya sehingga segala pengalaman dan cerita dapat penulis sampaikan dalam karya tulis ini.. Bapak Edi Muljono atas „cambukan nya‟ agar saya harus Nurdiana yang selalu memberikan support. mungkin karena anggota timnya yang banyak sehingga tiap tim terbagi lagi menjadi tim kecil atu berkelompok. Sedangkan di KCU. rasa fokus. penulis jadi bertambah pintar. semua dokumen itu harus di ketahui dan ditanda tangani oleh B. Disamping hal. Di KCU juga sikap kekeluargaannya kurang. dan hati-hati sudah dilaksanakan. KCP walaupun kecil kekeluargaannya cukup dekat dan penulis akui..O (Jurnal). Ibu senantiasa sabar.

Dalam upaya pembelajarannya PT Bank Central Asia. dan meningkatkan nilai franchise dan nilai stakeholders. Tbk. Karena program permagangan ini dafpat mendidik para peserta program permagangan untuk terampil sebagai seorang frontliner yang mampu bekerja secara profesional. Oleh karena itu kita dapat lebih biasa menghargai dan dihargai dalam lingkungan sekitar kita. b) Diharapkan program permagangan bakti BCA dapat terus berlangsung guna membantu pemerintah dalam rangka menekan angka pengangguran yang terjadi di Indonesia juga membantu para lulusan SMA. Sehingga memiliki bekal pengalaman dan juga keterampilan kerja. dan S1 yang baru menyelesaikan studinya. Misi service BCA adalah membangun institusi yang unggul dibidang penyelesaian pembayaran dan solusi keuangan bagi nasabah bisnis dan perorangan. 4 . Visi service BCA adalah bank pilihan utama andalan masyarakat yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia. Tbk. 20 . atas saran-saran yang masuk kami teller bakti mengharapkan agar status teller bakti dapat dipertimbangkan menjadi karyawan tetap berdasarkan pengalaman dan referensi dari pemimpin atas kinerja serta loyalitas kepada BCA. antara lain: a) Dengan terbukanya PT Bank Central Asia. Tbk mempunyai standar layanan yang konsisten dengan cara membakukan pedoman sikap dan perilaku frontliner dalam “Standar Layanan BCA”.1 Kesimpulan Dengan melihat kepedulian PT Bank Central Asia. D3.PENUTUP 4. Terutama pembelajaran tentang motto “SMART” yang dijadikan pedoman dalam memberikan standar service dan penulis sangat merasakan bahwa penerapan SMART bukan hanya dalam lingkungan pekerjaan tetapi penulis rasakan bahwa hal tersebut dapat dijadikan lifestyle (gaya hidup) agar kita dapat diterima disemua lingkungan.2 SARAN Beberapa saran untuk meningkatkan pelayanan. Tbk terhadap lapangan kerja yang kian kompetitif terutama dibidang SDM (Sumber Daya Manusia) maka penulis sangat berterima kasih kepada PT Bank Centrak Asia Tbk yang berupaya keras untuk menciptakan SDM yang berkualitas. memahami beragam kebutuhan nasabah dan memberikan layanan financial yang tepat demi tercapainya kepuasan optimal bagi nasabah. Penulis sangat berterimakasih atas kesempatan yang rela diberikan PT Bank Central Asia.

-o0o- 21 . hendaknya perlu dicari solusi yang tepat agar bisa efektif dan efisien dalam penerapannya.c) Mengingat masih ada beberapa kekurangan dalam hal pelayanan kepada nasabah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful