RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR ... TAHUN ...

TENTANG PENGATURAN PEDAGANG KAKI LIMA DAN PEDAGANG KAKI LIMA MUSIMAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. Bahwa pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman sebagai pedagang sektor informal perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan usahanya dalam rangka mendukung

perkembangan ekonomi; b. Bahwa semakin banyaknya pedagang kaki lima di seluruh wilayah Negara Indonesia yang menggunakan tempat umum milik daerah pada khususnya dan milik negara pada umumnya secara tidak teratur sangat menggangu pandangan, ketertiban, kebersihan dan kelancaran lalu lintas; c. Bahwa untuk mewujudkan suatu lingkungan yang aman, tertib, sehat, bersih dan indah dalam rangka memberikan kesempatan berusaha bagi pedagang kaki lima perlu adanya pengaturan dan pembinaan pedagang sektor informal; d. Bahwa untuk maksud pada huruf a, b dan c di atas perlu menetapkan UndangUndang tentang Pengaturan Pedagang Kaki Lima dan Pedagang Kaki Lima Musiman.

Mengingat :

1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3209);

7. Pedagang Kaki Lima Musiman adalah Pedagang Kaki Lima yang menjalankan usahanya pada waktu-waktu musim tertentu. Pedagang Kaki Lima adalah pedagang yang tergolong sebagai pedagang sektor informal yang belum pernah memiliki ijin usaha. 2. di mana dalam menjalankan usahanya menggunakan bagian jalan atau trotoar tempat-tempat untuk kepentingan umum yang bukan diperuntukkan sebagai tempat usaha. 3. Kepala Negara adalah Presiden Negara Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54. Dengan persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN : Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PENGATURAN PEDAGANG KAKI LIMA DAN PEDAGANG KAKI LIMA MUSIMAN. 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3258). Dewan Perwakilan Rakyat yang selanjutnya disebut DPR adalah badan legislatif Negara. . Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang pelaksanaan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Tahun 1983 nomor 36. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. Pemerintah Negara adalah Kepala Negara beserta Perangkat Negara yang lain sebagai Badan Eksekutif Negara . 4. Jalan adalah setiap jalan yang digunakan lalu lintas umum. Negara adalah Negara Republik Indonesia. 6. 8. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952). 3. Dinas Pengelola Pasar adalah Dinas Pengelola Pasar yang ada di setiap daerah Kota dan Kabupaten yang berada di seluruh wilayah Indonesia.2.

membimbing. sehingga akhirnya mampu menjadi pedagang yang mandiri. Lokasi adalah tempat untuk berjualan dan usaha bagi pedagang kaki lima dimana tempat dan lokasinya telah ditetapkan oleh Kepala Daerahnya masing-masing. bersih. Ijin adalah ijin untuk memakai lokasi bagi pedagang kaki lima yang ditetapkan oleh Kepala Daerahnya masing-masing. Mempersiapkan pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman agar mampu meningkatkan dan mengembangkan usahanya. pemerintah memberikan kesempatan usaha seta guna meningkatkan pendapatan negara. 12. rapi dan sehat. 3. Untuk mengatur dan membina para pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman.9. Memberikan pengayoman bagi para pedagang kaki lima dalam hal melakukan usahanya sesuai dengan lokasi dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat bersama dengan Kepala Daerah masing-masing. dengan mempergunakan fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah. 4. Lembaga Pembinaan adalah suatu lembaga yang bertugas mengadakan pembinaan bagi para pedagang kaki lima. Meningkatkan peran serta pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman dalam upaya menciptakan keadaan lingkungan yang tertib. mengarahkan dan mengawasi mengupayakan peningkatan pedagang kaki lima sehingga dapat menjadi pedagang yang mandiri. 13. 11. Pembinaan adalah kegiatan mengatur. Pedagang yang mandiri adalah pedagang yang ditinjau dari segi ekonomi dan yuridis. telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB III . BAB II TUJUAN Pasal 2 Tujuan Undang-Undang ini adalah : 1. 10. 2.

(4). dibentuk suatu lembaga pembinaan yang pembentukan keanggotaan serta tugastugasnya diatur berdasarkan Keputusan Kepala Negara. (2). Pemerintah Daerah Wajib membina Para pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman. Pengaturan lokasi. (3). Lembaga pembinaan dimaksud pada ayat (3) Pasal ini berkewajiban memberikan bimbingan dan penyuluhan yang mengarah pada tercapainya tujuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 Undang-Undang ini. Tanggung jawab sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini. BAB IV PEMBINAAN Pasal 5 (1).PENGATURAN LOKASI Pasal 3 1. Pasal 6 . Atas Wewenang Pemerintah Pusat. Dalam melakukan pembinaan yang dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) Pasal ini. jam. bentuk dan ukuran serta jenis dagangan bagi para pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman diatur berdasarkan keputusan Presiden. hari. Pasal 4 (1). (2). (3). wajib bertanggung jawab terhadap ketertiban. Pemerintah pusat wajib untuk mengawasi pembinaan para pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman. kebersihan. dikoordinir oleh Persatuan Pedagang Kaki Lima yang khusus dibentuk untuk itu. kesehatan lingkungan serta keindahan disekitar tempat berdagang atau berusaha. Setiap pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman yang memakai lokasi sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 Undang-Undang ini. Kepala Negara menetapkan lebih lanjut pengaturan dan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) Pasal ini.

wajib mentaati segala ketentuan atau persyaratan yang tercantum dalam ketentuan perijinan sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (1) Undang. setelah mempertimbangkan perkembangan ekonomi daerah masing.Undang ini. Pasal 8 Setiap pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman. Kelompok pedagang kaki lima dibentuk oleh Kepala Negara atau pejabat yang ditunjuk berdasarkan lokasi atau jenis dagangannya. BAB VI LARANGAN Pasal 9 Pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman dalam menjalankan usahanya dilarang : . (3) Ijin sebagimana dimaksud pada ayat(1) pasal ini. Untuk mempermudah pembinaan sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 UndangUndang ini. (2). BAB V Ketentuan Perjanjian Pasal 7 (1) Setiap pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman wajib memiliki ijin menempati lokasi atau penggunaan lokasi dari kepala daerahnya masing. (2) Persyaratan dan tata cara pemberian ijin serta biaya perijinan dimaksud pada ayat (1) pasal ini diatur oleh kepala negara.masing. berlaku paling lama (1) satu tahun untuk pedagang kaki lima dan (3) tiga bulan untuk pedagang kaki lima musiman dapat diperpanjang dengan memperbaharui ijinnya. (4) Khusus pedagang kaki lima musiman akan diberikan ijin sesuai dengan jenis usahanya.(1). dalam menjalankan usahanya.masing atau pejabat yang ditunjuk. oleh Kepala Negara dibentuk Persatuan Pedagang Kaki Lima di tiaptiap daerah yang berfungsi mengkoordinir kepala pedagang kaki lima.

4. 2. Mendirikan bangunan permanen maupun yang semi permanen dilokasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. 5. jalur hijau dan atau fasilitas umum kecuali dikawasan tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan atau Pemerintah Daerahnya masing-masing. Terjadi pelanggaran terhadap ketentuan dalam pasal 4. Pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman yang bersangkutan dianggap sudah mampu sebagai pedagang mandiri. sebagai penyimpanan atau penimbunan barang dan tempat tinggal. Melakukan kegiatan usahanya dijalan. pasal 7. Melaksanakan kegiatan yang dapat menghambat kelancaran lalu lintas umum dan kepentingan umum. BAB VII PENCABUTAN IJIN Pasal 10 Ijin penggunaan lokasi dapat dicabut oleh kepala daerah masing.Undang ini dikenakan Retribusi. sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (1) Undang. 2. BAB VIII KETENTUAN RETRIBUSI Pasal 11 (1) Setiap pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman yang telah memperoleh ijin menggunakan lokasi.masing. (2) Jenis dan besarnya retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini mengacu pada peraturan retribusi pasar di daerahnya masing.masing apabila: 1. Memindah tangankan ijin pemakaian lokasi. BAB IX KETENTUAN PIDANA Pasal 12 . trotoar. pasal 8 dan pasal 9 Undang-Undang ini. Menjadikan sarana dan lokasi. 3.1.

. b. catatan.dokumen lain serta melakukan penyitaan terhadap barang bukti tersebut. 5. pasal 7 ayat (1).masing yang pengangkatannya berdasarkan peraturan perundang.(1) Pelanggaran terhadap ketentuan dalam pasal 4 ayat (1) dan ayat (2). (2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini adalah pelanggaran.Undang ini dilaksanakan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah masing. BAB X KETENTUAN PENYIDIKAN Pasal 13 (1) Selain oleh penyidik POLRI. pencatatan dan dokumen.catatan dan dokumen. pasal 8 dan pasal 9 Undang. c.dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana dibidang pengaturan pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman.000. Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan barang bukti pembukuan.undangan yang berlaku. e. Meneliti. mencari dan mengumpulkan serta meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana dibidang pengaturan pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas. penyidikan atas tindak pidana pelanggaran dalam Undang. . mencari dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana pengaturan pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman. (2) Wewenang penyidik sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini adalah : a. Meminta keterangan dan barang bukti dari orang pribadi atau badan sehubungan dengan tindak pidana dibidang pengaturan pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman. Memeriksa buku.(lima juta rupiah). Menerima.buku.000.Undang ini diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan dan atau denda paling banyak Rp. d.

Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana dibidang pengaturan pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman. memerintahkan pengundangan UndangUndang ini dengan penempatannya dalam lembaran Negara Republik Indonesia. j. h. Memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi. melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang dan atau dokumenyang dibawa sebagaimana dimaksud pada huruf e.f. Pasal 15 Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Disahkan di Jakarta . Melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana dibidang pengaturan pedagang kaki lima dan pedagang kaki lima musiman menurut hukum yang dapat dipertanggung jawabkan. Menyuruh berhenti.hal yang belum diatur dalam Undang-Undang ini. sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dalam Keputusan Kepala Negara dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. i. Menghentikan penyidikan. g. Agar setiap orang dapat mengetahuinya. BAB XI KETENTUAN PENUTUP Pasal 14 Hal.

bulan. MENTERI/SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA SUDI SILALAHI LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN.....tahun.tahun. NOMOR ..pada tanggal......bulan. ... PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta pada tanggal.....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful