PENGERTIAN LIMBAH PERTAMBANGAN

Limbah pertambangan seperti batubara biasanya tercemar asam sulfat dan senyawa besi, yang dapat mengalir ke luar daerah pertambangan. Air yang mengandung kedua senyawa ini dapat berubah menjadi asam. Bila air yang bersifat asam ini melewati daerah batuan karang/ kapur akan melarutkan senyawa Ca dan Mg dari batuan tersebut. Selanjutnya senyawa Ca dan Mg yang larut terbawa air akan memberi efek terjadinya AIR SADAH, yang tidak bisa digunakan untuk mencuci karena sabun tidak bisa berbuih. Bila dipaksakan akan memboroskan sabun, karena sabun tidak akan berbuih sebelum semua ion Ca dan Mg mengendap. Limbah pertambangan yang bersifat asam bisa menyebabkan korosi dan melarutkan logam-logam sehingga air yang dicemari bersifat racun dan dapat memusnahkan kehidupan akuatik.

Selain pertambangan batubara, pertambangan lain yang menghasilkan limbah berbahaya adalah pertambangan emas. Pertambangan emas menghasilkan limbah yang mengandung merkuri, yang banyak digunakan penambang emas tradisional atau penambang emas tanpa izin, untuk memproses bijih emas. Para penambang ini umumnya kurang mempedulikan dampak limbah yang mengandung merkuri karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki.

Biasanya mereka membuang dan mengalirkan limbah bekas proses pengolahan pengolahan ke selokan, parit, kolam atau sungai. Merkuri tersebut selanjutnya berubah menjadi metil merkuri karena proses alamiah. Bila senyawa metil merkuri masuk ke dalam tubuh manusiamelalui media air, akan menyebabkan keracunan seperti yang dialami para korban Tragedi Minamata.

dan kecenderungan bunuh diri. Logam berat ini sangat berbahaya meskipun pada konsentrasi rendah. Sebenarnya peraturran internasional sudah tidak lagi memperbolehkan penggunaan merkury untuk pertambangan pada skala besar. Yang lebih membahayakan adalah bahaya laten mercury. seperti halusinasi. merkury digunakan untuk meningkatan laju pengendapan emas dari lumpur. hemoptysis. Studi kasus menunjukkan pengaruh buruk mercury seperti tremor. Oleh karena itu upaya penanganan limbah cair ini sangat mendesak untuk dilakukan. dan gangguan tidur dengan gejala kronis yg jelas bahkan pada konsentrasi uap mercury yang rendah 0. insomnia. Teknik ini salah satunya digunakan untuk konservasi sungai yang tercemar logam berat pasca revolusi industri di inggris dan eropa . Pencemaran akut mercury menunjukkan akibat parah seperti terganggunya system syaraf. Pada proses penambangan emas. mercury akan terakumulasi pada ikan dan akan memberikan efek langsung seperti yang dijelaskan diatas jika ikan tersebut dikonsumsi. Hg larut dalam air dan ketika terakumulasi di perairan baik sungai atau laut dapat berdampak langsung membahayakan masyarakat.1 to 44 mg/m3 menyebabkan sakit dada.7–42 μg/m3. Jika masuk ke perairan.SOLUSI LIMBAH PERTAMBANGAN Salah satu dampak negatif pencemaran lingkungan yang paling ditakutkan dari penambangan emas adalah rembesan limbah cair yang mengandung logam berat raksa (Hg). pelemahan dan pneumonitis. Salah satu teknologi klasik yang mumpuni digunakan adalah menggunakan bioabsorber. kehilangan kemampuan kognitif. Penelitian menujukkan bahwa jika menghirup langsung mercury selama 4-8 jam pada konsentrasi 1. mudah dibuat dan tersedia secara lokal seluruh bahan baku dan material pembuatannya. batuk. Untuk menanggulangi pencemaran lingkungan di kawasan penambangan harus digunakan teknologi yang telah terbukti dan teruji. Partikel merkury akan membentuk anglomerasi dengan emas sehingga meningkatkan perolehan emas.

Pada embung tersebut ditumbuhkan eceng gondok yang akan mengadsorpsi logam berat yang terlarut didalamnya. Sebagai pengolahan akhir sebelum dibuang ke pembuangan air dapat digunakan saringan karbon aktif untuk mengadsorbsi kandungan sisa yang belum dapat diikat/di absorbsi oleh eceng gondok. Embung tersebut harud dijadikan sebagai muara buangan air limbah pertambangan rakyat sehingga terkonsentrasi pada satu tempat. Selain laju biosorbsi yang lambat. Secara teknis dapat dilakukan dengan membuat embung/waduk kecil sebelum pembuangan akhir (sungai atau laut). Hal ini bisa diantisipasi dengan desain embung yang luas namun dangkal atau dengan melibatkan proses pengolahan lanjut dengqn pengolahan tambahan. Tentu saja aspek teknis untuk desain detail mengenai waktu tinggal dan lain-lain mesti disesuaikan dengan keadaan real lapangan dan spesifikasi desainnya dengan mudah didapatkan di jurnal-jurnal penelitian. distribusi eceng gondok juga hanya mengapung dipermukaan sehingga menyulitkan pengolahan yang homogen. Teknik biosorpsi ini menggunakann tumbuhan air-eceng gondok untuk menyerap logam berat yang larut pada air. Karbon aktif secara sederhana dapat dengan mudah dibuat dari arang melalui proses aktifasi. . Namun demikian proses biosorbsi sangat sulit untuk menghasilkan air yang bebar logam berat.daratan. Saringan karbon aktif memiliki resolusi/derajat pemisahan yang sangat tinggi sehingga menjamin kandungan logam berat keluaran nihil atau sangat rendah. Arang komersial (karbon) dapat dijadikan karbon aktif melalui aktifasi fisik dengan pemanasan pada temperatur 600-800 °C selama 3-6 jam. Eceng gondok memiliki kapasitas biosorbsi yang besar untuk berbagai macam logam berat terutama Hg. Logam berat tersebut diabsorbsi dan dikonversi menjadi building block sehingga tidah lagi membahayakan lingkungan.

Dengan menggunakan metode pengolahan limbah yang tepat. karena limbah-limbah tersebut di dalamnya masih terkandung komponen-komponen berharga seperti Al. limbah . cair. Pabrik elektronika didaerah Cicalengka menghasilkan limbah yang mengandung tembaga mencapai 40 ton / bulan. dan Fe yang masih memiliki nilai ekonomi. Dalam upaya pemanfaatan limbah yang masih mempunyai nilai eknonomi dan sekaligus membantu mengatasi masalah pencemaran lingkungan. Termasuk di dalamnya kegiatan industri pertambangan dan kimia yang menggunakan bahan baku dari bahan galian tambang. juga dihasilkan limbah baik limbah padat. juga dapat diperoleh nilai tambah yang tinggi. Cu. selain terjadinya pencemaran lingkungan dapat dicegah. Sebagai contoh pabrik antena yang ada di daerah Gedebage menghasilkan sludge sebanyak 10 ton per bulan. dan industri permesinan yang menangani material-material terbuat dari besi menghasilkan limbah padat berupa skrap besi. maka telah dilakukan serangkaian kegiatan penelitian pengolahan limbah yang mengandung Al untuk dijadikan tawas. Jumlah limbah yang dihasilkan tersebut cukup besar sesuai dengan banyaknya pabrik yang melakukan aktifitas kegiatan produksi. Beberapa jenis industri kimia yang menghasilkan limbah padat antara lain industri pembuatan antena yang menggunakan bahan baku aluminium menghasilkan limbah berupa sludge mengandung aluminium. industri elektronika yang menggunakan bahan baku lempengan logam tembaga menghasilkan limbah cair yang mengandung tembaga klorida. Sementara limbah skrap besi jumlahnya cukup besar dan tersebar diberbagai lokasi. maupun gas. Apabila limbah-limbah tersebut di atas tidak dikelola dan diolah dengan baik akan menimbulkan masalah pencemaran lingkungan.PEMANFAATAN LIMBAH PERTAMBANGAN DAN INDUSTRI SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI KIMIA Dalam setiap kegiatan produksi selain dihasilkan suatu produk yang mempunyai nilai tambah tinggi.

Tawas dan fero sulfat merupakan bahan koagulan yang banyak dipakai untuk pengolahan air limbah dan air minum. suhu sesuai hasil reaksi (eksoterm).79 % dan menghasilkan produk tawas (Al2SO4) cair sebanyak 0. persen solid 11.25 %.928 gr/L) dapat diolah menjadi logam tembaga pada kondisi percobaan terbaik sebagai berikut: jumlah skrap besi yang dibutuhkan 144 kg untuk 1400 kg limbah. Pada skala laboratorium. industri kimia dll. yang menghasilkan persen ekstraksi Fe sebesar 75. lama reaksi 7 jam.05 % dan menghasilkan produk ferosulfat (Fe2SO4) sebanyak 3. Hasil penelitian pemanfaatan tiga jenis limbah (skrap besi. Sedangkan limbah cair yang mengandung tembaga (kadar Cu 88. lama reaksi 24 jam. Endapan tembaga yang dihasilkan dari proses presipitasi sebanyak 120 kg dan . sedangkan logam tembaga banyak digunakan dalam industri listrik dan elektronika.48 % dan air 70%) dapat dijadikan tawas dengan kondisi percobaan terbaik diperoleh pada konsentrasi asam sulfat 19. lama reaksi 3 jam. dan limbah skrap besi untuk dijadikan ferosulfat. sludge Al. limbah sludge aluminium (kadar Al2O3 12. Sedangkan pada skala pilot digunakan peralatan berupa reaktor terbuat dari stainless steel yang dilapisi timbal (untuk limbah sludge aluminium) dan reaktor terbuat dari bahan fiber yang dilengkapi pipa sirkulasi untuk limbah cair tembaga klorida dan skrap besi. persen solid 21. dan cairan CuCl2) tersebut di atas adalah sebagai berikut : skrap besi (kadar Fe =84. Untuk memisahkan padatan dan cairan dari hasil proses tersebut digunakan bak pengendap dan filter press.yang mengandung tembaga untuk diambil tembaganya.72 %. Penelitian ini dilakukan baik pada skala laboratorium maupun skala pilot.14 kg untuk setiap kg skrap besi. yang menghasilkan persen ekstraksi Al2O3 sebesar 70.2%) dijadikan ferosulfat dengan kondisi percobaan terbaik pada konsentrasi asam sulfat 25%. peralatan yang digunakan untuk keperluan percobaan berupa alat-alat gelas seperti beaker yang dilengkapi pengaduk dan pemanas.13 %.9 kg untuk setiap kg limbah.

. Kandungan logam dari limbah tersebut dapat diperoleh dalam kondisi optimum baik pada skala laboratorium maupun pilot plant. Total dari logam tembaga yang dihasilkan sebesar 0.07 kg/kg larutan tembaga klorida atau persen perolehan total sebesar 90.64%. Limbah industri yang diteliti mengandung logam tembaga.70 %. tawas dan ferosulfat.setelah dilebur diperoleh produk logam tembaga sebanyak 99 kg dengan kadar Cu 97.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful