P. 1
Manajemen Dan Pendekatan Sistem

Manajemen Dan Pendekatan Sistem

|Views: 14|Likes:
ikm
ikm

More info:

Published by: Wenny Ariusnita Roni on May 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2013

pdf

text

original

Tugas MANAJEMEN DAN PENDEKATAN SISTEM KOPERASI “BINA SEJAHTERA” DI RSUD SERANG BANTEN

Disusun Oleh: KELOMPOK IV Epi Septianingsih Adelia Marliani Putri Ajeng Ayu Lestari Trias Roslina Ummul Azizah 110.2002.082 110.2004.002 110.2004.009 110.2004.268 110.2004.271

Pembimbing: Dr. Sugma Agung P, MARS

KEPANITERAAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI APRIL 2010

1. DEFINISI MANAJEMEN “Ilmu Manajemen adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara mencapai tujuan dengan efektif dan efisien dengan menggunakan bantuan / melalui orang lain”. Yang dimaksud orang lain disini mempunyai arti yang sangat luas, karena dapat berupa bantuan dalam ujud pikiran, tenaga dan dapat pula intuisinya. Fungsi-fungsi Manajemen menurut G Terry : a. Planning (Perencanaan) b. Organizing (Pengorganisasian) c. Actuating (Penggerakan untuk bekerja) d. Controlling (Pengawasan/Pengendalian) a. Planning Sasaran umum koperasi: Sasaran dari penyusunan Pedoman Standar Operasional Prosedur ini adalah sebagai berikut: 1. Terwujudnya pengelolaan KSP/USP Koperasi yang sehat dan mantap melalui sistem pengelolaan yang profesional sesuai dengan kewajiban usaha simpan pinjam. 2. Terwujudnya pengelolaan KSP/USP Koperasi yang efektif dan efisien. 3. Terciptanya pelayanan prima kepada anggota, calon anggota, koperasi lain dan atau anggotanya. 4. Tersedianya landasan yang sistematis sebagai salah satu landasan kerja pengawasan dan pengendalian KSP/USP koperasi yang efektif baik bagi kepentingan pengendalian internal maupun pengawasan dari pihak eksternal. a. Organizing Pembina koperasi mempunyai tugas berkoordinasi dengan pengurus dan pengawas koperasi serta kepada para stafnya yang bertanggung jawab di tiap bidangnya.

b. Actuating
1. membangun dan meningkatkan peran dan partisipasi anggota. 2. Membangun kemampuan pengelola dan kaderisasi.

3. Memiliki kesehatan keuangan. 4. Membangun kemitraan antar koperasi dan kemitraan koperasi dengan pihak Badan Usaha lain. c. Controlling Melakukan pengawasan terhadap: 1. Material dan produk jadi, yang sasarannya: a) Kualitas produk/material dengan standar kualitas b) Kuanantitas produk/material dengan standar kuantitas 2. Keuangan dan biaya, yang sasarannya: a) Anggaran dan pelaksanaannya b) Biaya-biaya yang dikeluarkannya c) Pendapatan/penerimaan dalam bentuk uang 3. Waktu/time, sasarannya adalah : a) Penggunaan waktu b) Pemberian waktu/timing c) Kecepatan atau speed 4. Personalian, sasarannya : a) Tingkat kejujuran b) Kesetiaan/loyalitas c) Kerajinan dengan absensi d) Tingkah laku dan kesetiakawanan Dasar-dasar Manajemen Semua organisasi baik formal maupun informal membutuhkan adanya fungsi manajemen. Sebab tanpa manajemen yang baik, tujuan organisasi tidak akan tercapai secara efisien. Selain itu dalam pencapaian tujuan organisasi sering ada berbagai hal yang bertentangan dengan kepentingan pribadi beberapa anggota, atau bahkan ada berbagai pihak yang mempunyai kepentingan yang saling bertentangan. Untuk

menjaga keseimbangan antara para anggota yang mempunyai berbagai kepentingan tersebut sangat dibutuhkan manajemen yang baik, sehingga pertentangan antaranggota dapat dikendalikan dan selanjutnya pencapaian tujuan organisasi tidak terganggu. Seperti ilmu sosial yang lain, manajemen mempunyai banyak pengertian, ada yang mengartikan manajemen sebagai suatu proses, adapula yang mengartikan manajemen sebagai suatu seni untuk mencapai suatu tujuan melalui pengaturan terhadap orang lain. Definisi yang lebih sering digunakan adalah definisi yang dikemukakan oleh Stoner yang mengatakan: Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan

pengawasan, usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber dayasumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Manajemen Koperasi Koperasi seperti halnya organisasi yang lain membutuhkan manajemen yang baik agar tujuan koperasi tercapai dengan efisien. Hal yang membedakan manajemen koperasi dengan manajemen umum adalah terletak pada unsur-unsur manajemen koperasi yaitu rapat anggota, pengurus, dan pengawas. Adapun tugas masing-masing dapat diperinci sebagai berikut : Rapat anggota bertugas untuk menetapkan anggaran dasar, membuat kebijaksanaan umum, mengangkat/memberhentikan pengurus dan pengawas. Pengurus koperasi bertugas memimpin koperasi dan usaha koperasi sedangkan Pengawas tugasnya mengawasi jalannya koperasi. Untuk koperasi yang unit usahanya banyak dan luas, pengurus dimungkinkan mengangkat manajer dan karyawan. Manajer atau karyawan tidak harus anggota koperasi dan seyogyanya memang diambil dari luar koperasi supaya pengawasannya lebih mudah. Mereka bekerja karena ditugasi oleh pengurus, maka mereka juga bertanggung jawab kepada pengurus.

2. DESKRIPSI SUBSISTEM Pengertian koperasi adalah perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang berasas kekeluargaan, bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Koperasi harus menjalankan satu atau beberapa usaha di bidang ekonomi. Tujuan koperasi melakukan kegiatan usaha bukan semata-mata mencari keuntungan tetapi untuk mempertinggi kesejahteraan anggota dan masyarakat di sekitamya. Tujuan utama koperasi untuk mempertinggi kesejahteraan masyarakat, maka tidak semua hasil usaha dibagi kepada anggota, tetapi sebagian disimpan sebagai cadangan dana sosial yang dapat digunakan untuk mempertinggi kesejahteraan masyarakat. Koperasi memiliki beberapa prinsip koperasi yang dapat membedakan koperasi dari organisasi ekonomi yang lain. Telah disebutkan bahwa sistem, meskipun merupakan satu kesatuan yang terpadu, tetapi sistem tersebut tidak dapat melepaskan diri dari lingkungan. Tergantung dari jenisnya, maka yang dimaksud dengan lingkungan tersebut amat beraneka ragam. Selanjutnya peranan dan kedudukan sistem terhadap lingkungan pun berbeda-beda. Untuk memudahkan pemahaman, peranan dan kedudukan sistem terhadap lingkungan yang beraneka raga mini sering digambarkan dalam bentuk perjenjangan sistem. Batasan tentang perjenjangan sistem banyak macamnya. Secara sederhana, yang dimaksud dengan perjenjangan sistem ialah pembagian sistem ditinjau dari sudut peranan dan kedudukannya terhadap lingkungan. Untuk ini perjenjangan sistem tersebut dapat dibedakan atas tiga macam, yakni: 1. Suprasistem Suprasistem adalah lingkungan dimana sistem tersebut berada. Lingkungan yang dimaksud disini juga berbentuk suatu sistem tersendiri yang kedudukannya dan peranannya lebih luas. Sistem yang lebih luas ini mempengaruhi sistem tetapi tidak dikelola oleh sistem. Suprasistem pada hal ini adalah pemerintah daerah Serang. 2. Sistem Sistem adalah sesuatu yang sedang diamati menjadi objek dan subjek pengamatan. Sistem pada hal ini adalah Rumah Sakit Umum Daerah Serang 3. Subsistem

Subsistem adalah bagian dari sistem yang secara mandiri membentuk sistem pula. Subsistem yang mandiri ini kedudukan dan peranannya lebih kecil daripada sistem. Subsistem pada hal ini adalah koperasi Bina Sejahtera

Kedudukan sub bagian Koperasi Bina Sejahtera sebagai subsistem dapat digambarkan dalam hirarki berikut:

Gambar 1. Kedudukan Koperasi Bina Sejahtera di RSUD Serang

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->