P. 1
STRUKTUR ORGANISASI

STRUKTUR ORGANISASI

|Views: 170|Likes:
Published by Jefry Jj'

More info:

Published by: Jefry Jj' on May 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2013

pdf

text

original

A. STRUKTUR ORGANISASI 1. Konsep Struktur Organisasi Ada bebrrapa konsep struktur organisasi menurut Gibson yaitu: a.

Struktur sebagai suatu pengaruh pada perilaku Struktur organisasi untuk tujuan kita akan didefinisikan secara luas sebagai ciri organisasi yang memberikan pengendalian atau membedakan bagian-bagiannya. Kita tidak dengan begitu mudah pergi bekerja dan melakukan apa yang ingin kita lakukan, kita melakukan apa yang diinginkan oleh organisasi dan membayar kita untuk melakukannya. Kita tidak mempunyai kebebasan memilih bila kita mengerjakan tugas yang dituntut oleh pekerjaan yang kita pegang. b. Struktur sebagai aktivitas berulang Perspektif ini memfokuskan pada aktivitas yang dilakukan sebagai konsekuensi terhadap struktur. Konsep struktur menunjukkan suatu konfigurasi aktivitas yang umumnya bertahan dan mantap, ciri dominan struktur organisasi adalah polanya yang reguler. Definisi ini menunjukkan bahwa di dalam organisasi, aktivitas tertentu dapat dihitung atas dasar rutinitas terjadinya. Sebagai contoh, orang bekerja setiap hari mulai pukul 7 pagi, absen, pergi ke area kerja, dan mulai bekerja untuk pekerjaan yang sama seperti hari sebelumnya. c. Struktur sebagai perilaku yang berorientasi pada maksud dan tujuan Konsep kita atas struktur organisasi akan memperhatikan keberadaan maksud dan tujuan tersebut dan menjadi sikap kita bahwa manajemen sebaiknya berpikir mengenai struktur dalam kaitan atas kontribusi pada efektivitas organisasi. Pernyataan bahwa struktur organisasi membantu pencapaian tujuan organisasi diasumsikan bahwa manajer mengetahui bagaimana menyesuaikan struktur dan tujuan serta apa yang mereka ingin lakukan. 2. Mendesain Struktur Organisasi Manajer yang bermaksud mendesain struktur organisasi menghadapi keputusan yang sulit. Mereka harus memilih di antara sekian banyak kerangka alternatif pekerjaan dan departemen. Proses dimana mereka membuat pilihan ini disebut desain organisasi dan ini dimaksudkan sebagai keputusan dan tindakan yang sangat sederhana yang terdapat dalam struktur organisasi. Empat keputusan manajerial yang utama menentukan struktur organisasi yaitu: a. Pembagian Kerja Pembagian kerja adalah luasnya pekerjaan dispesialisasikan. Manajer membagi total tugas organisasi ke dalam pekerjaan yang spesifik dan mempunyai aktivitas yang spesifik. Pembagian kerja, menyangkut kadar dari spesialisasi pekerjaan. Para manager membagi seluruh tugas organisasi menjadi pekerjaan-pekerjaan khusus yang tersusun dari aktivitas-aktivitas khusus. Secara ringkas dapat dinyatakan bahwa pembagian kerja akan mempengaruhi tingkat prestasi organisasi melalui minimisasi ketergantungan pada individu-individu tertentu atau perpindahan yang percuma komponenkomponen pekerjaan besar. Disamping itu, pembagian kerja (spesialisasi) mengandung konsekuensi- konsekuensi pada perilaku para karyawan, seperti menurunkan keterlibatan dan kepuasan kerja karyawan, menimbulkan kebosanan karena pekerjaan menjadi monoton, mengakibatkan tingkat

Departementalisasi Setelah pekerjaan dispesifikasikan. Pendekatan ini digunakan dalam semua jenis organisasi. koordinasi dalam bidang yang sama.1 Departementalisasi Fungsional Manajer Pabrik Manajer Produksi Manajer SDM Manajer Keuangan Manajer Engineering Keunggulan bentuk departementalisasi ini adal efisiensi kerja. Pertimbangan manajerial yang penting bila membentuk departemen adalah menetapkan dasar pengelompokan pekerjaan. . penentuan sub-subbagian atau pekerjaan berdasarkan fungsi yang dilaksanakan dalam suatu organisasi. keterkaitan karyawan lebih rendah dan kehilangan motivasi yng mengarah kepada ketidakefisienan. setiap manajer ahli memegang satu dari beberapa variasi produk. Ada beberapa bentuk departementalisasi yaitu: 1) Depertementalisasi fungsional Pendekatan fungsional. namun kelemahannya adalah rendahnya komunikasi diseluruh bidang fungsional. meskipun fungsi-fungsinya berubah tergantung jenis organisasinya.b. maka cakupan geografis akan lebih luas. biasa pendekatan ini berhubungan dengan kegiatan manajer pemasaran. dan pandangan terbatas tetntang sasaran organisasi. Gambar 1. unutk perusahaan global. 2) Depertementalisasi wilayah Pengelompokkan pekerjaan berdasarkan letak geografis.2 Departementalisasi Wilayah Manajer Pemasaran Bagian Distribusi Bagian Penjualan Bagian Promosi JAKARTA BANDUNG SEMARANG SURABAYA 3) Depertementalisasi produk Adalah pengelompokkan berdasar lini produk. dan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang berhubungan dengan lini produk tersebut. Gambar 1. maka kemudian pekerjaan tersebut dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu.

4 Departementalisasi Pelanggan Manajer Produksi MIE INSTANT SABUN MANDI PASTA GIGI SABUN ANAK-ANAK SABUN REMAJA SABUN WANITA SABUN KELUARGA 5) Depertementalisasi matriks Pada struktur organisasi matriks terdapat dua jenis desain sekaligus. .3 Departementalisasi Produk PT Wings Food Manajer Keuangan Manajer SDM Manajer Produksi Manajer Pemasaran MIE INSTANT Manajer Produksi Manajer Pemasaran SABUN MANDI Manajer Produksi Manajer Pemasaran PASTA GIGI Manajer Produksi Manajer Pemasaran 4) Depertementalisasi pelanggan Berdasarkan pendekatan ini. bagian fungsional permanen memiliki otoritas atas standar prestasi dan professional unitnya. Departementalisasi ini juga digunakan untuk memantau kebutuhan pelanggan agar dapat dengan cepat menanggapi perubahan kebutuhan tersebut. sedang tim proyek dibentuk sesuai dengan kebutuhan untuk melaksanakan program tertentu (Siswanto.2011:94).Gambar 1. penentuan bagian-bagian dalam organisasi ditentukan berdasarkan karakteristik pelanggan yang menjadi sasaran dari organisasi tersebut. Gambar 1.

seorang tenaga kerja yang digambarkan dengan lingkaran pada bagan diatas. bukan melakukan pekerjaan. Semakin lebar rentang kendali akan semakin menghemat dari segi pembiayaan. c. 1 2 8 16 32 64 Rentang kendali sempit 1 4 16 64 Rentang kendali lebar d. yaitu hak-hak yang inheren .5 Departementalisasi Matriks Profit Project Keuangan Direktur Pemasaran MSDM Riset Mie Sabun Pasta Gigi Susu Dalam struktur ini. Kecenderungan dalam tahun-tahun terakhir ini adalah kearah rentang kendali yang lebih luas/lebar. Istilah sentralisasi mengacu pada sampai tingkat mana pengambilan keputusan dipusatkan pada suatu titik tunggal dalam organisasi. Konsep itu hanya mencakup wewenang formal. meningkatkan fleksibilitas dan lebih dekat ke pelanggan. Tetapi dengan rentang kendali yang lebar pengawasan dan fokus manajer terhadap bawahannya akan semakin rendah. dan kemampuan berkomunikasi.Gambar 1. Delegasi wewenang Delegasi wewenang secara spesifik adalah membuat keputusan. Hal yang perlu diperhatikan dalam rentang kendali yaitu: kontak yang diperlukan. Riset) juga merupakan bagian dan bekerja untuk kegiatan profit Project (bisnis yang dijalankan). Keuangan. MSDM. konsisten dengan usaha manajer untung mengurangi biaya. derajat spesialisasi. Rentang kendali Rentang kendali adalah jumlah karyawan yang dapat dikelola oleh seorang manajer secara efisien dan efektif. mempercepat pengambilan keputusan. selain bekerja untuk sebuah departemen tertentu (Pemasaran.

Formalisasi.(tertanam) dalam posisi seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya sentralisasi:  Lingkungan yang stabil  Manajer pada tingkatan rendah tidak mampu atau tidak berpengalaman mengambil keputusan sseperti manajer pada tingkat tinggi  Keputusan bersifat signifikan  Organisasi menghadapi krisis atau resiko pada kegagalan perusahaan  Perusahaannya besar Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya desentralisasi:  Lingkungan bersifat komplek. Dimensi Struktur Organisasi Struktur organisasi berbeda karena konsekuensi dari empat keputusan manajemen. tidak pasti  Manajer pada tingkat terendah mampu dan memiliki pengalaman pada pengambilan keputusan  Pengambilan keputusan relatif kecil  Keputusan –keputusan relatif kurang penting  Budaya perusahaan terbuka sehingga memungkinkan para manajer memounyai pengaruh atas apa yang terjadi  Perusahaan secara geografis terpencar 3. Dimensi Formalisasi tinggi Keputusan  Spesialisasi tinggi  Departemen fungsional  Rentang kendali lebar  Delegasi wewenang  Spesialisasi tinggi  Departemen fungsional  Rentang kendali lebar  Sentralisasi wewenang  Spesialisasi tinggi  Teritorial. Kompleksitas. c. Sentralisasi. pelanggan. yaitu: a. Sebaliknya. makin banyak personil tingkat lebih bawah memberikan masukan atau sebenarnya diberi keleluasaan untuk mengambil keputusan . makin ada desentralisasi. kita harus mengidentifikasi atribut terukur atau dimensi struktur. b. maka organisasi itu tersentralisasikan. jumlah judul pekerjaan dan tingkat wewenang yang berbeda dalam suatu organisasi. Jika manajemen puncak mengambil keputusan utama organisasi dengan sedikit atau tanpa masukan dari personil tingkat lebih bawah. dan departemen produk  Rentang kendali sempit  Delegasi wewenang Sentralisasi tinggi Kompleksitas tinggi . derajat dimana manajemen puncak mendelegasikan wewenang dalam membuat keputusan. Untuk mengukur pebedaan ini. seberapa luas organisasi tergantung pada aturan dan prosedur tertulis untuk menetapkan tindakan karyawan.

termasuk teknologi. Model mekanistik. a. departemen heterogen. dan wewenang yang relatif tersentralisasi b. Desain teknologi dan organisasional 4. dan pilihan strategik. Model organik. Teori desain kontingensi Pendekatan desain organisasi yang menekankan kepentingan mencocokkan desain dengan tuntutan situasi(kontingensi). didasarkan pada asumsi bahwa semakin efektif struktur organisasi dicirikan dengan pekerjaan yang sangat spesialis. 2. rentang kendali yang sempit. 1. dan strategi desain adaptasi 6. DESAIN PEKERJAAN .B. tidak hanya mekanistik ataupun organik diperlukan suatu desain organisasiyg lebih efektif. departemen yang homogen. ketidak pastian lingkungan. rentang kendali yang lebar. desain organisasi yang memaparkan bahwa semakin efektif organisasi tergantung dari pekerjaan yang despesialisasi. pemrosesan informasi. 3. Lingkungan dan desain organisasional 5. Hasil keputusan desain organisasi adalah suatu sistem pekerjaan dan pengelompokan kerja termasuk proses yang melingkarinya. juga dapat menjadi lebih baiktergantung situasi. Kerangka integratif C. Ketidakpastian lingkungan. DESAIN ORGANISASI Desain organisasi dikaitkan dengan pengambilan keputusan manajerial yang menentukan struktur dan proses yang mengkoordinasikan dan mengendalikan pekerjaan organisasi. dan wewenang desentralisasi. Jadi. Model mekanistik dan organik desain organisasi Dua model desain organisasi diterapkan dalam bagian ini merupakan ide penting dalam teori dan praktek manajemen.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->