METODOLOGI STUDI ISLAM

OLEH :

PROF. Dr. H. ABUDDIN NATA, M.A

PENERBI T JAKARTA, : PT.RajaGrafindo Persada 2004 DISUSUN OLEH: NIKMATURROHMAH :D31206017

kultural dan aktual. menjadi bukti yang nyata bahwa agama Islam selaras benar dengan mananya. Terdapat sejumlah argumentasi yang dapat digunakan untuk menyatakan bahwa misi ajaran Islam sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam. Argumentasi tersebut dikemukakan sebagai berikut : Pertama. dapat dihayati dan dirasakan oleh umat manusia. Ketiga. dan kesatuan atau persaudaraan umat manusia. untuk menghilangkan citra negatif dan sebagian Masyarakat terhadap ajaran Islam. untuk menimbulkan kecintaan manusia terhadap ajaran Islam yang didasarkan kepada alasan yang sifatnya bulan hanya normatif . untuk membuktikan kepada umat manusia bahwa Islam baik secara normatif maupun secara kultural dan rasional adalah ajaran yang dapat membawa manusia kepada kehidupan yang lebih baik. Kata Islam makna aslinya masuk dalam perdamaian. artinya berserah diri sepenuhnya kepada kehendak-Nya dan damai dengan manusia bukah saja berarti menyingkiri berbuat jahat dan sewenang-wenang kepada sesamanya. tanpa harus mengganggu keyakinan agama Islam. Dua pengertian ini dinyatakan dalam Alqur’an sebagai inti agama Islam yang sebenar-benarnya. dan bukan pula karena emosional semata-mata karena didukung oleh argumentasi yang bersifat rasional. Kedua. Islam bukan saja dikatakan sebagai agama sekalian Nabi Allah. melainkan pula ia berbuat baik kepada sesamanya. Yitu argumen yang masuk akal. Al-Qur’an menyatakan sebagai berikut : Islam adalah agama perdamaian dan dua ajaran pokoknya. untuk menunjukkan bahwa Islam sebagai pembawa rahmat dapat dilihat dari pengertian Islam itu sendiri. dan oran Muslim ialah orang yang damai dengan Allah dan damai dengan manusia. Damai dengan Allah.BAB I MISI AJARAN ISLAM Studi terhadap misi ajaran Islam secara komprehensif dan mendalam adalah sangat diperlukan karena beberapa sebab sebagai berikut : Pertama. A. yakni karena diperintah oleh Allah. sebagaimana tersebut di . yaitu Keesaan Allah.

R. Dari sejak kelahirannya lima belas abad yang lalu Islam senantiasa hadir memberikan jawaban terhadap permasalahan di atas. Dengan sistem kelas yang demikian. seperti dengan praktik riba. Mereka tenggelam dalam dosadosa maksiat. Islam sebagaimana dikatakan H. ekonomi. Persaingan yang tidak sehat terjadi diantara mereka.A. dan sebagainya. menipu. dan sebagainya. berjudi. Pertama. Dari sejak kelahirannya Islam sudah memiliki komitmen dan respon yang tinggi untuk ikut terlibat dalam memecahkan berbagai masalah tersebut di atas. Dalam bidang sosial. Manusia telah menjadi budah dari harta benda.atas. sosial. kapitalisme. Selanjutnya dalam bidang ekonomi. bahasa. melainkan juga sesuatu yang secara taksadar tunduk sepenuhnya kepada undang-undang Allah. misi ajaran Islam sebagai pembawa rahmat dapat dilihat dari peran yang dimainkan Islam dalam menangani berbagai problematika agama. berzina. harta benda. monopoli. mereka gemar melakukan mabuk-mabukan. Islam bukan hanya mengurusi sosial ibadah dan seluk beluk yang . hukum. pendidikan. ditandai oleh praktik mendapatkan uang dengan menghalalkan segala cara. jenis kelamin. Keadaan yang demikian itu pada gilirannya membawa mereka yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Dalam pada itu pada masa kedatangan Islam di bidang kebudayaan ditandai oleh keadaan masyarakat yang semata-mata mengikuti hawa nafsu syahwat dan nafsu duniawi. maka tidak akan terjadi mobilitas vertikal yang didasarkan pada pretasinya masing-masing. politik. Rakyat dibiarkan bodoh sehingga dengan mudah dapat disesatkan akidahnya dan selanjutnya dengan mudah dapat diperbudak. warna kulit. keadaan masyarakat terbagi-bagi kedalam sosial atau kasta yang dibedakan berdasarkan suku bangsa. dan lain sebagainya. yang kita saksikan pada alam semesta. kebudayaan. Gibb bukan semata-mata ajaran tentang keyakinan saja. melainkan sebagia sebuah sistem kehidupan yang multi dimensial. mengurangi timbangan.foya. ditandai oleh keadaana di mana pendidikan atau ilmu pengetahuan hanya milik kaum elit. dan sebagainya. Selanjutnya dalam bidang pendidikan. foya.

dan sedekah. Ketiga. Kedua. memberikan keamanan dan ketentraman kepada masyarakat. serta melakukannya sepanjang hayat. melainkan juga ikut terlibat memberikan jalan keluar yang terbaik untuk mengatasi berbagai masalah tersebut dengan penuh bijaksana. melindungi dan mengayomi rakyat. Islam memperkenalkan ajaranyang bersifat egaliter atau kesetaraan dan kesederajatan antara manusia dengan manusia lain. Hal ini terlihat dari ajaran Islam yang memberikan kebebasan kepada manusia untuk mendapatkan hak-haknya dalam bidang pendidikan. manusiawi. Keempat. dalam bidang sosial. . Dalam ajaran Islam seseorang diperbolehkan memiliki kekayaan tanpa batas. Penegakan supremasi hukum sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. namun dalam jumlah tertentu dalam hartanya terdapat milik orang lain yagn harus dikeluarkan dalam bentuk zakat. Hal-hal yang demikian itu dapat dikemukakan sebagai berikut : Pertama. Satu dan lainnya sama-sama sebagai makhluk Allah SWT. Pendidikan dalam Islam adalah untuk semua. missi rahmatan lil alamin ajaran Islam dalam bidang hukumhukum terlihat dari perintah Alquran surat An-Nisa’ ayat 58 sebagaimana tersebut di atas.terkait dengannya saja. dan menuntut ilmu mulai dari buaian hingga ke linag lahat. infak. domokratis. misi ajaran Islam rahmatan lil alamin dapat pula dilihat dalam bidang pendidikan. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing. misi Islam sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam dapat dilihat dari ajaran dalam bidan ekonomi yang bersandikan asas keseimbangan dan pemerataan. Kelima. bijaksana terhadap rakyat yang dipimpinnya. dan seterusnya. Ayat tersebut memerintah seorang hakim agar berlaku adil dan bijaksana dalam memutuskan perkara. mendahulukan kepentingan – kepentingan rakyat daripada kepentingan dirinya. Islam menganjurkan belajar sungguhpun dalam keadaan perang. adil. pemerataan dalam pendidikan adalah merupakan misi ajaran Islam. misi ajaran Islam rahmatan lil alamin dalam bidang politik terlihat dari perintah Alquran agar seorang pemerintah bersikap adil.

agama. bijaksana. damai. kederajatan. maka Islam bukanlah agama yang harus ditakuti. . tentram. keturunan dan lainnya yang terkait. apalagi dituduh sebagai sarang teroris. kita dapat mengatakan bahwa misi ajaran Islam adalah untuk melindungi hak-hak asasi manusia baik jiwa. Untuk itu maka Islam sangat nenkankan perlunya menegakkan keadaan duai yang aman. pembuat kekacauan dan sebagainya. toleransi. sejahtera. adil.Berdasarkan fakta dan analisis sebagaimana di atas. dan kemanusiaan. harta. terbuka. Dengan ajran yang demikian. akal. saling tolong-menolong.

dapat dari ciri khas agama islam yang paling menonjol yaitu bahwa Islam menyuruh para pemeluknya agar beriman dan mempercayai bahwa seklian agama besar di dunia yang datang sebelumnya diturunkan dan diwahyukan oleh Allah. telah terdapat sejumlah agama yang dianut oleh umat mansuia. Mengenai posisi Islam terhadap agama-agama yang datang sebelumnya dapat dikemukakan sebagai berikut : Pertama. Dengan demikian orang Islam bukah saja beriman keapda Nabi Muhammad SAW. menurut ajaran Alquran yang terang benderang. Islam adalah agama yang terakhir di antara agama besar di dunia yang semuanya merupakan kekuatan raksasa yang mengeerakkan revolusi dunia. melainkan beriman kepada semua nabi. melainkan seorang juru ingat telah berlalu di kalangan mereka (QS. kelompok agama yang diturunkan oleh Tuhan melalui wahyu-wahyunya sebagaimana termaksud dalam kitab suci Alquran. kelopok agama yang didasarkan pada hasil renungan mendalam dari tokoh yang membawanya sebagaimana terdokumentasikan dalam kitab suci yang disusunnya. 35:24). Kedua. Selain itu. Islam bukan saja agama yang terakhir melainkan agama yang melengkapi segala-galanya dan mencakup sekalian agama yang datang sebelumnya. Pertama. Berdasarkan ayat – ayat tersebut terlihat dengan jelas bahwa posisi Islam di antara agama-agama lainnya dari sudut keyakinan adalah agama yang menyakini dan mempercayai agama-agama yang dibawa oleh para rasul sebelumnya. Dengan demikian orang Islam adalah orang yang beriman kepada para nabi dan Kitab Suci dari semua bangsa. Para ahli Ilmu Perbandingan Agama (The Comparative Study Of Religion ) bida membagi agama secara garis besar ke dala dua bagian. . dan mengubah nasib sekalian bangsa. Faathir. tidak ada satu umat.BAB 2 POSISI ISLAM DI ANTARA AGAMA-AGAMA DI DUNIA Sebelum Islam datang ke dunia ini. bahwa semua bangsa telah kedatangan Nabi. Didalam Alquran dijunpai ayat-ayat yang menyuruh umat Islam mengakui agama-agama yang diturunkan sebelumnya sebaigian dari rukun iman.

Posisi agama Islam terhadap agama-agama lainnya dapat dilihat dari dua sifat yang yang dimiliki oleh ajaran Islam. berhubung keadaan bangsa atau umat pada waktu itu masih dalam tarap permulaan dari tingkat perkembangan mereka dan yang terakhir ialah memenuhi segala kebutuhan moral dan rohani bagi umat manusia yang selalu bergerak maju. Selain menjadi agama yang terakhir dan yang meliput semuanya. Dalam hubungan ini agama Islam memiliki tugas besar. menghimpun segala kebenaran yang termuat dalam agama yang telah ada sebelumnya (3). memperbaiki kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh para penganur agama sebelumnya yang kemudian dimasukkan ke dalam agamanya itu. Kelima. posisi Islam di antara agama-agama besar di dunia dapat pula dilihat dari ciri khas agama Islam yang memberinya kedudukan istimewa diantara sekalian agama. yaitu (1). posisi Islam di antara agama-agama lain dapat pula dilihat dari adanya unsur pembaruan didalamnya.Kedua. mendatangkan perdamaian dunia dengan membentuk persaudaraan diantara sekalian agama di dunia dan (2). (4). Islam adalah pernyataaan kehendak Ilahiyang sempurna. Ketiga. . yaitu akomodatif dan persuasif. posisi Islam diantara agama-agama lainya dapat dilihat dari peran yang dimainkannya. mengerjakan kebenaran abadi yang sebelumnya tak pernah diajarkan. Keempat.

historis. kecuali dalam lingkungan para peneliti tertentu yang masih sangat terbatas. kritis. Sebagai agama. yaitu pradigma analisistis. STUDI ISLAM Dikalangan para ahli masih terdapat perbedaan disekitar permasalahan apakah studi islam (agama) dapat dimasukkan ke dalam bidang ilmu pengetahuan. historis. terutama dalam menelaah teks-teks atau naskah-naskah keagamaan produk sejarah terdahulu kurang begitu ditonjolkan. B. apologis. kritis. dijumpai uraian singkat mengenai metode memahami yang pada intinya Islam harus dilihat dari . karya Ali Syari'ati. dengan demikian secara sederhana dapat dekemukakan jawabannya bahwa dilihat dari segi normatif sebagaimana yang terdapat di dalam Alquran dan hadis.BAB 3 METODOLOGI PEMAHAMAN ISLAM A. medodologis. maka Islam dapat dikatakan sebagai sebuah disiplin ilmu. METODE MEMAHAMI ISLAM Pada bagian ini penulis akan mencoba menelusuri metode memahami Islam sepanjang yang dapat dijumpai dari berbagai literatur keislaman. sehingga kadar muatan analisis. Dalam buku herjudul Tentang Sosiologi Islam. Islam lebih bersifat memihak romantis. romantis. yakni ilmu keislaman atai Islam Studies Perbedaan dalam melihat Islam yag demikian itu dapat menimbulkan perbedaan dalam menjelaskan Islam itu sendiri. dan apologis. dan empiris. Ketika islam dilihat dari sudur normatif. sedangkan jika dilihat dari segi historisnya yakni islam dalam arti yang dipraktikkan oleh manusia serta tumbuh dan berkembang dalam sejarah kehidupan manusia. mengingat sifat dan karakteristik antara ilme pengetahuan dan agama berbeda. metodologis. dan subjektif. maka Islam lebih merupakan agama yang tidak dapat diberlakukan kepadanya pradigma ilmu pengetahuan. Islam merupakan agama yang di dalamnya berisi ajaran Tuhan dengan urusan akidah dan muamalah sedangkan ketika Islam dilihat dari sudut historis atau sebagaimana yang tampak dalam Islam tampil sebagai sebuah disiplin ilmu (Islamic Studies). Pada dataran normativitas studi Islam agaknya masih banyak terbebani oleh misi kagamaan yang bersifat memihak. empiris.

yakni telah tercampur dengan hal-hal yang tidak Islami. Nasruddin Razak mengajukan empat cara. yaitu Alquran dan Al-Sunnah Rasulullah. : Pertama. maka yang akan terlihat ha-nya satu dimensi saja dari gejalanya yang bersegi banyak. Namun yang dimaksudkan dengan ilmu sejarah di sini tidaklah identik dengan data historis ataupun bukubuku sejarah yang tergolong dalam buku-buku tertua yang pernah ada. atau melalui pengenalan dari sumber – sumber kitab fiqih dan tasawuf yang semangatnya sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Islam harus dipelajari dari sumbernya yang asli. hidup penuh bid’ah dan khurafat. dan psikologis. . Untuk memahami islam secara benar ini. sebagiannya telah dipelajari oleh sarjana-sarjana besar sepanjang sejarah. bimbang dan penuh keraguan. Buktinya ialah Alquran sendiri. sebagian saja. tidak dengan cara parsial. Dimensi ini belum banyak dikenal. Islam perlu dipelajar dari kepustakaan yang ditulis oleh para ulama besar. mengandung aspek-aspek linguistik dan sastra Alquran. Kitab ini memiliki banyak dimensi. misalnya. Mempelajari Islam dengan cara demikian akan menjadikan orang tersebut sebagai pemeluk Islam yang sinkretisme. Apalagi ilmu sejarah yang merupakan ilmu termuda di dunia. karena orang hanya megenalnya dari sebagian ulama dan pemeluknya yang telah jauh dari bimbingan Alquran dan Al-Sunnah. Kedua. menimbulkan skeptis. Para sarjana sastra telah mempelajarinya secara terperinci. dari ajaran Islam yang murni. Satu dimensi. Ketiga. sosiofogis. Islam harus dipelajari secara integral. Dimensi lain terdiri atas tema-tema filosofis dan keimanan Alquran yang menjadi bahan pemikiran hagi para filosof serta para teolog hari ini. karena sosiologi. psikologi ilmuilmu manusia memang jauh lebih muda dibandingkan ilmu-ilmu alam. Mungkin kita berhasil melihatnya secara tepat. Dalam hubungan ini. artinya dipelajari secara menyeluruh sebagai satu kesatuan yang bulat tidak secara. Memahami Islam secara parsial akan membahayakan. Kekeliruan memahami Islam. Dimensi alquran lainnya lagi yang belum dikenal ialah dimensi manusiawinya. namun tidak cukup bila kita ingin memahaminya secara keseluruhan. ia mengatakan jika kita meninjau Islam dari satu sudut pandangan saja.berbagai dimensi. yang mengandung persoalan historis.

Melalui metode teologis normatif ini seseorang memulainya dari meyakini Islam sebagai agama yang mutlak benar. dar sosiologis. Hal ini didasarkan pada alasan. kokoh. Metode ilmiah digunakar. vaitu suatu cara memahami Islam yang memadukan antara metode ilmiah dengan segala cirinya yang rasional. dengar. sosiologis. dan seterusnya dengan metode teologis normatif. Islam hendaknya dipelajari dari ketentuan normatif teologis yang ada dalam Alquran. sedangkan dengan metode ilmiah yang dinilai sebagai tergolong Muda usianya ini dapat dihasilkan kemampuan menerapkan Islam yang diyakini dan dicintainya itu dalam kenyataan hidup serta memberi jawaban terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi manusia. . dan militan pada Islam. akhir-akhir ini sangat diperlukan dalam upaya menjunjukkan peran sosial dan kemanusiaan dari ajaran Islam itu sendiri. objektif. metode sintesis. untuk memahami Islam secara garis besar ada dua macam. Dengan cara demikian dapat diketahui tingkat kesesuaian atau kesenjangan antara Islam yang berada pada dataran normatif teologis yang ada dalam Alquran dengan Islam yang ada pada dataran historis. dan sosiologis yang ada di masyarakat. baru kemudia dihubungkan dengan kenyataan historis. cara demikian akan dihasilkan pemahaman Islam yang objektif dan utuh Kedua. Melalui metode teologis normatif yang tergolong tua usianya ini dapat dihasilkan keyakinan dan kecintaan yang kuat. dan empiris Memahami Islam dengan cara keempat sebagaimana disebutkan di atas. sedangkan metode teologis normatif digunakan untuk memaham: Islam yang terkandung dalam kitab suci.Keempat. kritis. karena agama berasal dari Tuhan dari apa yang berasal dari Tuhan mutlak benar. metode komparasi. empiris. empiris. Pertama. maka agamapun mutlak benar Setelah itu dilanjutkan dengan melihat agama sebagaimana norma ajaran yang berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan manusia yang secara keseluruhan diyakini amat ideal. Dari uraian tersebut kita melihat bahwa metode yang dapat digunakan. untuk memahami Islam yang tampak dalam kenyataan historis. yaitu suatu cara memahami agama dengan membandingkan seluruh aspek yang ada dalam agama Islam tersebut dengan agama lainnya.

asas-asas atau hukum – hukum mengenai sesuatu yang antara suatu dan lainnya saling berkaitan. kita dapat memperroleh suatu kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan Ksnstruksi teori adalah susunan atau bangunan dari suatu pendapat.J. Sedangkan teori berarti pendapat yang dikemukakan sebagai suatu keterangan mengenai suatu peristiwa (kejadian). Selain itu. dan aturan-aturan untuk melakukan sesuatu. dan dapat pula berarti penyelidikan. misalnya kita ingin meneliti gejala bunuh diri. pemeriksaan yang dilakukan secara saksama dan teliti. penelitian mengandung arti upaya menemukan jawaban atas sejumlah masalah berdasarkan data-data yang terkumpul. Adapun penelitian berasal dari kata teliti yang artinya cermat. PENGERTIAN "KONSTRUKSI TEORI" PENELITIAN AGAMA Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia. Dengan demikian. cara-cara.BAB 4 TELAAH “ KONSTRUKSI TEORI” PENELITIAN AGAMA A. yang mengatakan adanya hubungan positif antara lemah dan kuatnya integrasi sosial dan gejala bunuh diri dari pengertian – pengertian tersebut. W. Poerwadarminta Mengartikan konstruksi adalah cara membuat (menyusun) bangunan – bangunan (jembatan dan sebagainya). Selanjutnya. dalam ilmu penelitian teori-teori itu pada hakikatnya merupakan pernyataan mengenai sebab akibat atau mengenai adanya suatu hubungan positif antara gejala yang diteliti dari satu atau beberapa faktor tertentu dalam masyarakat. perkembangan atau perbaikan dalam masalah-masalah teoritis dan praktis bidang-bidang pengetahuan yang bersangkutan. dan dapat pula berarti susunan dan hubungan kata di kalimat atau di kelompok kata. seksama. tujuan pokok dari kegiatan penelitian ini adalah mencari kebenarankebenaran objektif yang disimpulkan melalui data-data yang terkumpul. teori dapat pula berarti pendapat. sudah mengetahui tentang teori integrasi atau kohesi sosial dari Emile Durkheim (seorang ahli sosiologi Perancis kenamaan). .S. dan berarti pula asas-asas dan hukum-hukum umum yang dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan. Kebenaran – kebenaran objektif yang diperoleh tersebut kemudian digunakan sebagai dasar atau landasan untuk pembaruan. sehuingga membentuk suatu banunan.

Maret salah seorang ahli antropologi Inggris.Barikutnya.Harun Nasution menyebutkan adanya empat unsur penting yang terdapat dalam agama. menyatakan bahwa agama adalah yang paling sulit dari semua perkataan untuk didefinisikan karena agama adalah menyangkut lebih daripada hanya pikiran. 2) unsur keyakinan manusia bahwa kesejahterahannya di dunia ini dan hidupnya di akhirat nanti amat tergantung kepada adanya hubungan baik dengan kekuatan gaib yang dimaksud. cinta. psikologi. Dari definisi-definisi tersebut. yaitu :1) unsur kekuatan gaib yang dapat mengambil bentuk Dewa. sosiologi. Harun Nasution selannjutnya menyebutkan adanya empat unsur penting yang terdapat dalam agama. Telah banyak ahliahli ilmu pengetahuan seperti antropologi. dan sebagainya. dan dapat memanifestasikan dari menurut segi-segi emosionalnya walaupun idenya kabur. dan sebagainya. dan sebagainya: 2) Unsur keyakinan manusia bahwa kesejahteraannya di dunia ini dan hidupnya di akhirat nanti amat bergantung kepada adanya hubungan baik dengan kekuatan gaib yang dimaksud : 3) Unsur respons yang bersifat emosional dari manusia yang dapat mengambil bentuk perasaan takut. yaitu: 1) Unsur kekuatan gaib yang dapat rnengambil bentuk dewa. cinta dan sebagainya dan 4) Unsur paham adanya yang kudus (Sacred) dan suci yang dapat mengambil bentuk kekuatan gaib.R. Tuhan. yaitu perasaan dan kemauan juga. dan 4) unsur pahan adanya yang kudus (sacred) dan suci yang dapat mengambil bentuk kekuatan gaib. R. sampailah kita kepada pengertian agama. dan lain-lain yang mengcoba mendefinikan agama. kitab yang mengandung ajaran-ajaran agama yang bersangkutan. 3) unsur respond yang bersifat emosional dari manusia yang dapat mengambil bentuk perasaan takut. dan dalam bentuk tempat-tempat tertentu. . atau Tuhan.

Kalau segi-segi tertentu agama. Teori itu (1) menyimpulkan generalisasi fakta-fakta. Adapun terhadap segi-segi lain yang berpangkal pada postulat – postulat yang lebih bersifat normatif dan dogmatis. Masalah dan pemikiran yang diedit oleh Mulyanto Sumradi telah pula mengkaji secara seksama tentang penggunaan teori dalam penelitian agama. Tentu saja kebenaran agama dalam norma dan dogma mendambakan kebenaran mutlak sedangkan kebenaran ilmiah hanyalah kebenaran nisbi. Ilmu-ilmu agama pada segi-seginya yang menyangkut masalah sosial. Jelasnya untuk mengenal Islam. kita tidak memilih satu pendekatan saja. Untuk mengenal dimensi tertentu ini kita harus beralih kepada metode filsafat. termasuk bagian yang dapat diteliti. telah membahas penggunaan teori dalam melakukan penelitian terhadap bidang studi agama Islam. Karena itu hakikat pengetahuan yang diperoleh melalui metode ilmu pengetahuan tidak mutlak sifatnya. sesuai dengan ajaran metode ilmiah yang harus mempertahankan objektivitas berdasarkan konsep-konsep pemikiran logis dan bukti-bukti empiris.BAB 5 TEORI-TEORI PENELITIAN AGAMA Teori adalah alat terpenting suatu ilmu pengetahuan. . Metodologi ilmiah ditentukan oleh objek yang dikaji. katakanlah Islam itu berada pafa fenomena sosial. (2) memberi kerangka orientasi untuk analisis dan klasifikasi fakta-fakta. karena Islam bukanlah berdimensi satu. dimatai dengan menggunakan piranti ilmiah atau metodologi ilmiah yang didalamnya mengandung teori yang akan digunakan. karena hubungan antara manusia dan Tuhan merupakan bagian dari bidan pemikiran (filsafat). Martin dalam bukunya berjudul Approaches to Islam in religious studies. niscaya metode pengakajian terhadap fenomena itu adalah ilmu-ilmu sosial. Tanpa teori berarti hanya ada serangkian fakta atau data saja dan tidak ada ilmu pengetahuan. Penggunan teori dalam kajian studi islam telah banyak dibahas para ahli Ricard C. berdasarkan pada logika dan ketetapan ilmu pengetahuan. (3) memberikan kerangka baru. Ini hanya dimensi dari akidah Islam. (4) mengisi kekosingan pengetahuan tentang gejala – gejala yang telah ada atau sedang terjadi. Demikian pula buku yang berjudul Penelitian Agama. Islam bukanlah agama yang didasarkan semata-mata pada perasaan-perasaan mistik manusia atau hanya terbatas kepada hubungan antara Tuhan dan manusia.

Sedangkan pada masyarakat secara umum seperti yang terjadi di kalangan pesantren. bahkan menolaknya. melainkan hanya semata-mata sebagai hafalan. Dengan demikian. pendekatan kawasan dan tokoh. melainkan sebab-sebab lain yang belum jelas. Sedangkan bagi mereka yang bersifat tradisional yakni berpegangan kepada doktrin ajaran Alquran dan Al-Hadis secara tekstual. metede. Kajian filsafat Islam. yaitu penelitian yang menggunakan bahan-bahan kepustakaan. Sedangkan dengan pendekatan kawasan ia mencoba membagi tokoh-tokoh filosif menurut tempat tinggal meraka dan dengan pendekatan tokoh. sedangkan pendekatannya adalah pendekatan yang bersifat campuran. Dari kedua kelompok : tersebut nampak bahwa kelompok terakhir masih cukup kuat pengaruhnya di masyarakat dibandingkan dengan kelompok pertama. karena dapat melemahkan iman. . Anggapan ini selanjutnya telah pula dibantah oleh pendapat lain yang mengatakan bahwa penyebabnya bulanlah Al-Ghozali. yaitu pendekatan historis. penelitian yang ditempuh Ahmad Fual Al-Ahwani adalah penelitian kepustakaan. Kalaupun di pesantren diajarkan logika. Mulai pendekatan historis. ia mencoba menjelaskan latar belakang timbunya pemikiran filsafah daalam Islam. Berbagai analisis tentang penyebab kurang diterimanya filsafat di kalangan masyarakat Islam Indonesia pada umumnya adalah karena pengaruh pikiran Al-Ghozali yang dianggapnya sebagai pembunuh pemikiran filsafat. pemikiran filsafat masih dianggap terlarang. Sebagian mereka yang berpikiran maju dan bersifat liberal cenderung mau menerima pemikiran filsafat Islam.BAB 6 MODEL PENELITIAN FISLASAT ISLAM Filsafat Islam merupakan salah satu bidang studi Islam yang keberadaannya telah menimbulkan pro dan kontra. yang pada hakekatnya merupakan ilmu yang mengajarkan cara berpikir filosofis. dilakukan sebagian mahasiswa pada jurusan tertentu di akhir abad ke 20. namun ini tidak diterapkan. ia mencoba mengemukakan berbagai pemikiran filsafat yang sesuai dengan tokoh yang mengemukakannya. cenderung kurang mau menerima filsafat. Sifat dan coraknya adalah penelitian deskriptif kualitatif.

Disadari atau tidak. juga belum didukung oleh keahlian di bidang penelitian yang memadai serta dana dan dukungan politik dari pemeintah yang kondusif. karen abanyak manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian tersebut. akan menyadarkan umat Islam untuk memperbaiki keadaan dirinya dan tampil untuk berjuang mencapai kemajuan. karena selain masyarakat Barat memiliki etos kemauan yang tinggi juga didukung oleh dana dan kemauan politik yang kuat dari para pemimpinnya. mempelajari sejarah Islam selain akan memberikan kebanggaan juga sekaligus peringatas agar berhati-hati. penjajahan dan keterbelakangan.dari kalangan para peneliti Muslim tampak di samping etos keilmuannya rendah. akan memberikan rasa bangga dan percaya diri menjadi orang muslim. mempelajari sejarah Islam selain diajukan untuk pengembangan ilmu. Sementara itu. Bagi umat Islam. Penelitian tersebut dapat dikategorikan sebagai penelitian literatur yang didukung oleh survei. Sementara . Hasil penelitian tersebut nampaknya berguna sebagai informasi awal untuk melakukan penelitian sejarah yang mengambil pendekadan kawasan. Hal ini terjadi.BAB 7 MODEL PENELITIAN SEJARAH ISLAM Sejarah Islma meruapakan salah satu bidang studi Islam yang banyak menarik perhatian para penelitia baik dari kalangan sarjana muslim maupun non muslim. Dengan mengetahui bahwa umat islam dalam sejarah pernah mengalami kemajuan dalam segala bidang selama beratus-ratus tahun misalnya. bagi para peneliti Barat. selama ini informasi mengenai sejarah Islam banyak berasal dari hasil penelitian para sarjana Barat. Demikian pula dengan mengetahui bahwa umat Islam juga mengalami kemunduran. juga terkadang dimaksudkan untuk mencari-cari kelemahan dan kekurangan umat Islam agar dapat dijajah dan sebagainya sebagainya. dan dianalisis dengan pendekatan sejarah dan perbandingan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful