Perpindahan Kalor Perpindahan Kalor dengan cara Konduksi Jika kita perhatikan pengendara sepeda motor di jalan raya

, biasanya kebanyakan dari antara mereka menggunakan jaket atau sweater. Kayanya bukan cuma mereka… Kita juga biasa menggunakan jaket jika hendak kebut2an di jalan, terutama perjalanan yang ditempuh cukup jauh. Tuh tujuannya untuk apa ya? Omong soal jaket, ketika udara cukup dingin kita juga biasa menggunakan jaket, kaki harus dibungkus dengan kaos kaki segala, tidur pun harus ditemani selimut yang bisa bikin sesak napas… mengapa harusdemikiankah ? Btw, katanya kalau kita tidur di lantai ubin atau lantai keramik tanpa menggunakan kasur atau selimut, katanya bisa cepat sakit. Apa hubungannya ya… Dirimu bingungkah ? biasa saja tuh… ;) Met belajar ya…. Baca saja sampai selesai maka dirimu akan mendapat pencerahan Orang bilang banyak jalan menuju roma, banyak jalan juga si kalor berpindah. Untuk mengungsi dari satu tempat ke tempat lain, kalor biasanya menggunakan 3 cara, antara lain : merayap, berlari dan terbang ;) Cuma canda… Terdapat 3 jenis perpindahan kalor, yakni konduksi, konveksi dan radiasi. Istilah apa lagi ini… ;) Kali ini kita akan membahas perpindahan kalor dengan cara konduksi. Perpindahan kalor secara konveksi dan radiasi akan dibahas pada episode berikut… Sebelum melangkah lebih dekat, mari kita lakukan percobaan kecil2an. Siapkan sebuah lilin dan sepotong kawat. Tarik napas 100 kali lalu nyalakan lilin tersebut. Pegang salah satu ujung logam lalu sentuhkan ujung logam yang lain ke nyala api. Tunggu selama beberapa saat. Tanganmu kepanasankah ? hiks2… mengapa tangan bisa terasa panas ? Ketika salah satu bagian logam bersentuhan dengan nyala lilin atau nyala api, secara otomatis kalor mengalir dari nyala lilin (suhu tinggi) menuju bagian logam tersebut (suhu rendah). Karena mendapat tambahan kalor maka bagian logam yang bersentuhan dengan nyala lilin memiliki suhu yang lebih tinggi. Adanya perbedaan suhu antara bagian logam yang bersentuhan dengan nyala lilin dengan bagian logam yang lain, maka semua bagian logam pun mendapat jatah kalor. Tanganmu bisa terasa panas, karena

kalor mengalir dari logam (suhu tinggi) menuju tanganmu (suhu rendah). Kalor tuh energi yang berpindah. Kita bisa mengatakan bahwa ketika salah satu bagian benda yang bersuhu tinggi bersentuhan dengan benda yang bersuhu rendah, energi berpindah dari benda yang bersuhu tinggi menuju bagian benda yang bersuhu rendah. Nah, karena mendapat tambahan energi maka molekul2 penyusun benda bergerak semakin cepat. Molekul lain yang berada di sebelahnya bergerak lebih lambat karena molekul tersebut tidak bersentuhan langsung dengan benda yang bersuhu tinggi. Ketika bergerak, molekul tersebut memiliki energi kinetik (EK = ½ mv2). Molekul2 yang bergerak lebih cepat (energi kinetiknya lebih besar) menumbuk temannya yang ada di sebelah. Karena ditumbuk alias ditabrak oleh temannya, maka molekul2 yang pada mulanya bergerak lambat ikut2an bergerak lebih cepat. Ingat ya, pada mulanya si molekul bergerak lambat (v kecil) sehingga energinya juga kecil (EK = ½ mv2). Setelah bergerak lebih cepat (v besar), energi kinetiknya bertambah. Si molekul tadi menumbuk lagi temannya yang ada di sebelah… temannya yang lagi pacaran pun ikut2an bergerak lebih cepat. Karena v besar, energinya pun bertambah. Demikian seterusnya… mereka saling tumbuk menumbuk, sambil berbagi energi. Perpindahan kalor dengan cara demikian dinamakan konduksi. Ketika benda yang memiliki perbedaan suhu saling bersentuhan, terdapat sejumlah kalor yang mengalir dari benda atau tempat yang bersuhu tinggi menuju benda atau tempat yang bersuhu rendah. Ketika mengalir, kalor juga membutuhkan selang waktu tertentu. Perlu diketahui bahwa setiap benda (khususnya benda padat) yang dilewati kalor pasti mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda. Ada benda padat yang panjang, ada juga benda padat yang pendek. Ada yang gemuk (luas penampangnya besar), ada juga yang kurus (luas penampangnya kecil). Untuk mengetahui secara pasti hubungan antara jumlah kalor yang mengalir melalui suatu benda selama selang waktu tertentu akibat adanya perbedaan

. jumlah kalor yang mengalir selama selang waktu tertentu (Q/t) berbanding lurus dengan perbedaan suhu (T1 – T2). Berdasarkan hasil percobaan.suhu.. 1 J/s = 1 watt ) A = Luas penampang benda (Satuannya meter kuadrat (m2) ) T1 – T2 = Perbedaan suhu (Satuannya Kelvin (K) atau derajat celcius (oC) ) T1 = Suhu alias Temperatur tinggi (Satuannya Kelvin (K) atau derajat celcius (oC) ) T2 = Suhu alias Temperatur rendah (Satuannya Kelvin (K) atau derajat celcius (oC) ) l = Panjang benda (satuannya meter (m) ) T1 ‐ T2 / l = Gradien suhu (satuannya Kelvin per meter (K/m) atau derajat celcius per meter (oC/m) ) k = Konduktivitas termal benda . luas penampang (A).) Amati gambar di bawah. rumus lagi . kalor mengalir dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah (arah aliran kalor ke kanan). Karena adanya perbedaan suhu (T1 – T2). Rumus lagi. Benda yang terletak di sebelah kiri memiliki suhu yang lebih tinggi (T1) sedangkan benda yang terletak di sebelah kanan memiliki suhu yang lebih rendah (T2). Secara matematis bisa ditulis sebegai berikut : l kA T T t Q()12− ∝ → − = l TT kA t Q 1 2 Persamaan laju aliran kalor dengan cara konduksi Keterangan : Q = Kalor (satuannya kilokalori (k) atau Joule (J) ) t = Waktu (satuannya sekon (s) ) Q/t = Laju aliran kalor (satuannya kilokalori per sekon (kkal/s) atau Joule/sekon (J/s). maka kita perlu menurunkan persamaan. Benda yang dilewati kalor memiliki luas penampang (A) dan panjang (l)... sifat suatu benda (k = konduktivitas termal) dan berbanding terbalik dengan panjang benda.

.Persamaan konduktivitas termal Kita oprek persamaan laju aliran kalor di atas untuk memperoleh persamaan konduktivitas termal. l TT kA t Q12− = → − = ( ) 1 2 At T T k Ql Persamaan konduktivitas termal Satuan konduktivitas termal Kita bisa menurunkan satuan konduktivitas termal dengan mengoprek persamaan konduktivitas termal : ( ) 1 2 At T T k Ql − = ( )( )( ) ( )( ) SatuanLuasPenampang SatuanWaktu SatuanSuhu k = SatuanKalor SatuanPanjang ( )( )( ) ( )( ) ( )( )( ) ( )( ) 2 o m2 s Co atau J m msC k = Kkal m o m s Co atau J msC k Kkal ... skala celcius dan skala Kelvin mempunyai interval yang sama. Karenanya selain menggunakan . = Catatan : Pertama...

06 x 10‐4 Udara 0.1 x 10‐4 Busa 0.023 0. Mengenai hal ini sudah gurumuda jelaskan pada pokok bahasan Termometer dan Skala suhu (bagian terakhir).2 0.055 x 10‐4 Benda yang memiliki konduktivitas termal (k) besar merupakan penghantar kalor yang baik (konduktor termal yang baik). Tahanan termal merupakan perbandingan .4 x 10‐4 Tubuh manusia 0. benda yang memiliki konduktivitas termal yang kecil merupakan merupakan penghantar kalor yang buruk (konduktor termal yang buruk). Jenis benda Konduktivitas Termal (k) J/m.s.2 x 10‐4 – 0. Tahanan Termal (R) Para insinyur biasanya menggunakan konsep tahanan termal (R = resistansi termal) untuk menyatakan kemampuan suatu bahan dalam menghambat aliran kalor.024 0. kita juga bisa menggunakan K.5 x 10‐4 Kayu 0.040 0.16 0. Sebaliknya.84 2 x 10‐4 Bata 0. Kalor Jenis dan Kalor laten). kkal bisa diubah menjadi Joule menggunakan tara kalor mekanik (sudah dijelaskan pada pokok bahasan Kalor. Ketiga.Co Kkal/m.4 x 10‐4 Gabus 0.84 2 x 10‐4 Air 0.s.Co Perak 420 1000 x 10‐4 Tembaga 380 920 x 10‐4 Aluminium 200 500 x 10‐4 Baja 40 110 x 10‐4 Es 2 5 x 10‐4 Kaca (biasa) 0. satuan konduktivitas termal (k) bisa juga ditulis seperti ini : o mCo Watt msC J= Joule/sekon = J/s = Watt (satuan Energi per waktu alias satuan Daya) Berikut ini nilai konduktivitas termal beberapa benda yang diperoleh melalui percobaan.042 0. Kedua.1 x 10‐4 Wol 0.Co.56 1.08 – 0.

Penerapan Konduksi dalam kehidupan sehari‐hari Mengapa ubin terasa lebih sejuk daripada karpet ? Ubin memiliki konduktivitas termal yang lebih besar daripada karpet. Kaki mu pun ikut2an terasa hangat… Ketika kita menginjak ubin atau keramik. sedangkan zat cair dan zat gas merupakan konduktor termal yang buruk. . Karena si karpet merupakan penghantar kalor yang buruk maka kalor alias panas yang mengalir dari kaki kita menumpuk di permukaan karpet. Sebaliknya. sedangkan temannya si karpet merupakan penghantar kalor yang buruk. Akibatnya permukaan karpet menjadi lebih hangat. Isolator termal = penghambat panas alias kalor. Karenanya ubin merupakan penghantar kalor yang bagus. Ketika kita menginjak karpet. Secara matematis bisa dirumuskan sebagai berikut : k R=l Keterangan : R = tahanan alias hambatan termal l = ketebalan bahan k = konduktivitas termal Tambahan : Pada umumnya zat padat merupakan konduktor termal yang baik. sebaiknya jangan alasi lantai kamarmu dengan karpet… Bukan kesejukan yang dirimu rasakan. tapi malah bikin bete. Hal ini terjadi karena suhu tubuh kita lebih tinggi dari suhu karpet. yogya. kalau rumahmu ada di jakarta. Karena si ubin merupakan penghantar kalor yang baik maka kalor alias panas yang mengalir dari kaki kita tidak tertahan di permukaan ubin. Kalor mengalir dengan lancar sehingga kaki kita terasa dingin… Kalau rumahmu ada di malang atau bandung (daerah dingin). kalor mengalir dari kaki menuju si ubin atau keramik. Konduktor termal = penghantar panas alias kalor. Zat cair dan zat gas bisa disebut juga sebagai isolator termal terbaik. dkk (daerah panas). kalor mengalir dari kaki menuju karpet. sebaiknya alasi lantai kamarmu dengan karpet biar kakimu tidak kedinginan. surabaya.antara ketebalan suatu bahan dengan konduktivitas termal bahan tersebut.

Sebenarnya hal itu disebabkan karena banyak kalor alias panas dari tubuhmu yang mengalir menuju ubin. Mending pakai saja untuk pacaran . Karenanya. Adanya perbedaan suhu udara ini bisa menyebabkan kalor kabur keluar rumah. semakin sulit si kalor mengungsi melalui benda tersebut. Biar paham. Biasanya pintu atau jendela terbuat dari kayu.) Fungsi jendela dan pintu apa sich ? Pada malam hari. Fungsi lain dari jendela atau pintu adalah menahan udara. Konduktivitas termal kayu cukup kecil sehingga bisa berperan sebagai isolator. Pada malam hari yang dingin sebaiknya jangan suka buka pintu atau jendela kamar. maka kalor akan kabur dari dalam tubuhmu menuju udara. kalau kita tidur di atas ubin (tanpa alas). Siangnya sudah makan yang enak2 dan bergizi. Karena terdapat perbedaan suhu antara udara dalam kamar dengan tubuhmu. Kalau pintu rumahmu tidak ditutup. Semakin kecil konduktivitas termal suatu benda. Selain bertujuan menghalau maling yang mau menggarap harta kekayaan pemilik rumah.Ada orang yang bilang. Ingat ya. . suhu udara dalam kamar menjadi rendah. Konduktivitas termal udara sangat kecil. biasanya pada malam hari kita menutup pintu atau jendela. perhatikan tabel di atas. nanti kalor mengalir semaunya menuju luar rumah yang memiliki suhu yang lebih rendah. Kalor tuh energi yang berpindah. salah satu fungsi jendela atau pintu adalah menahan kalor agar tidak kabur dari dalam rumah. malamnya dirimu membuang percuma si energi yang diperoleh dari makanan. Semakin banyak kalor yang kabur dari dalam rumah atau kamar. kita bisa sakit. suhu udara di luar rumah lebih rendah daripada suhu udara dalam rumah. maka energi dalam tubuhmu berkurang… Ini yang bikin dirimu cepat sakit. tanpa diperintah si kalor dengan sendirinya kabur dari benda (atau tempat) yang bersuhu tinggi menuju benda (atau tempat) yang bersuhu rendah. Udara yang terperangkap pada sisi dalam jendela atau pintu berfungsi sebagai isolator yang baik (penghambat kalor yang hendak kabur). Ketika tubuhmu kehilangan banyak kalor.

Karena mendapat sumbangan kalor dari tubuh. Udara terperangkap di antara kulit dan jaket/selimut. Semakin banyak kalor yang kabur maka tubuh bisa kehilangan banyak energi… Mengapa kebanyakan orang yang mengendarai sepeda motor biasanya menggunakan jaket ? Tujuannya cuma satu : mencegah agar kalor tidak kabur dari dalam tubuh. Karena terdapat perbedaan suhu antara tubuh kita dan udara yang terperangkap... Udara juga ikut2an bergerak (udara yang bergerak = angin). kalor tidak bisa kabur keluar dari tubuh. suhu udara yang terperangkap meningkat (udara menjadi lebih hangat). Akibatnya akan ada perbedaan suhu antara tubuh (suhu lebih tinggi) dengan udara (suhu lebih rendah). Kecuali kalau dirimu pakai jaket. pakaian juga berfungsi untuk menjaga suhu tubuh kita agar tetap stabil. pakaian yang kita gunakan lebih tebal. tubuh kita bergerak. Pasti . maka kalor dengan seenaknya kabur dari tubuh… Kasusnya mirip dengan penjelasan sebelumnya… Perpindahan Kalor dengan cara Konveksi Dirimu pernah bermain ke pantaikah ? Sayang kalau belum. semakin banyak energi yang terbuang percuma. maka kalor mengalir dari tubuh menuju udara tersebut. Ketika kita mengendarai sepeda motor. Nanti dirimu bisa sakit karena tubuh kekurangan energi. kalor bisa seenaknya kabur dari tubuh kita. Jika kita tidak menggunakan jaket. Coba sekali ‐sekali main ke pantai. Nilai konduktivitas termal (kemampuan menghantar kalor) udara sangat kecil. selimut dkk….Semakin banyak kalor yang kabur. Perhatikan tabel konduktivitas termal di atas…. Selimut atau pakaian yang tebal (jaket dkk) membuat udara tidak bisa bergerak dengan lancar. Fungsi pakaian tuh apa sich ? Selain mempertahankan status kita sebagai manusia normal. Suhu tubuh kita pun tetap terjaga… Apabila kita tidak menggunakan jaket pada saat udara cukup dingin. Adanya angin membuat udara yang panas digantikan oleh udara yang lebih dingin. Ketika suhu udara cukup rendah.. Karenanya. Pakaian yang kita gunakan biasanya disesuaikan dengan suhu udara.

Udaranya sudah panas. biar kalau ada tsunami bisa stress…. kalor juga bisa mengungsi dari satu tempat ke tempat lain dengan cara konveksi. Contoh zat gas adalah udara… Untuk membantumu memahami perpindahan kalor dengan cara konveksi. hembusan angin sepoi‐sepoi bikin tubuh terasa segar. zat cair dan zat gas bisa memindahkan kalor dengan cepat menggunakan cara konveksi. Maunya bikin rumah saja di tepi pantai.dirimu akan kerasan. jika terdapat perbedaan suhu maka molekul2 yang memiliki suhu yang lebih tinggi mengungsi ke tempat yang bersuhu rendah. Walaupun merupakan penghantar kalor (konduktor termal) yang buruk. asyik sekali. Salah satunya adalah hembusan angin laut di siang hari dan angin darat di malam hari. Hidup serasa milik berdua :) Banyak sekali konsep fisika yang bisa dipelajari ketika kita berada di tepi pantai. mengapa selalu ada angin di tepi pantai ya ? Selain berpindah tempat dengan cara konduksi. Demikian seterusnya… Perlu diketahui bahwa benda yang dimaksudkan di sini adalah zat cair atau zat gas. suara bising lagi bikin kuping juga ikut2an bising . minyak goreng. Btw. Ingat ya. hiks2…. Posisi molekul tersebut digantikan oleh molekul lain yang bersuhu rendah. Posisinya digantikan oleh temannya yang bersuhu rendah. gurumuda menggunakan . apalagi tiap hari sumpek dengan kehidupan di kota yang hiruk pikuk dan bikin sebel. biasanya kalor berpindah dari tempat yang bersuhu tinggi menuju tempat yang bersuhu rendah. Jika suhu molekul ini meningkat.) Sambil memandang gulungan gelombang laut yang bergerak perlahan ‐lahan menuju ke tepi pantai. oli dkk. Belum lagi pemandangan sunset di sore hari… Apalagi sedang berduaan sama pacar kesayangan… wah. Konveksi tuh proses berpindahnya kalor akibat adanya perpindahan molekulmolekul suatu benda. Hembusan angin laut di siang hari yang cukup panas membuat kita merasa sangat nyaman. maka ia pun ikut2an mengungsi ke tempat yang bersuhu rendah. asap kendaraan bertebaran di manamana. Nah. Contoh zat cair adalah air.

yang berubah hanya volumeya saja. kalor mengalir dari nyala api (suhu lebih tinggi) menuju dasar wadah (suhu lebih rendah). volume air bertambah. Karena volume air bertambah. Suhu bagian dalam dasar wadah pun meningkat. Karena air yang berada di permukaan wadah memiliki suhu yang lebih kecil. Gabus atau kayu kering bisa terapung karena massa jenisnya lebih kecil dari massa jenis air. maka kalor mengalir dari dasar wadah (suhu lebih tinggi) menuju air (suhu lebih rendah). ingat lagi persamaan massa jenis alias kerapatan (massa jenis = massa / volume). Karena terdapat perbedaan suhu. Adanya tambahan kalor membuat air yang menempel dengan dasar wadah mengalami peningkatan suhu. maka massa jenisnya berkurang. Kalau bingung. Perlu diketahui bahwa perpindahan kalor pada wadah terjadi secara konduksi. Karena volume air bertambah maka massa jenis air berkurang. Mirip seperti gabus atau kayu kering yang terapung jika dimasukan ke dalam air. Karena mendapat tambahan kalor. Akibatnya air tersebut memuai. Perpindahan kalor dari dasar wadah menuju air yang berada di permukaannya juga terjadi secara konduksi. Air yang berada di dalam wadah dipanaskan dengan nyala api yang berasal dari kompor. maka kalor . yang bersentuhan dengan nyala api adalah bagian luar dasar wadah. maka suhu dasar wadah meningkat. Ingat ya. Ketika memuai. maka kalor mengalir dari bagian luar dasar wadah (yang bersentuhan dengan nyala api) menuju bagian dalam dasar wadah (yang bersentuhan dengan air). Ketika kita memanaskan air menggunakan kompor. Karena bergerak ke atas maka posisi air tadi digantikan oleh temannya yang berada di sebelah atas. Kali ini temannya yang menempel dengan dasar wadah. Massa air yang memuai tidak berubah. Karena terdapat perbedaan suhu.contoh saja… Proses pemanasan air Tataplah gambar di bawah dengan penuh kelembutan. Berkurangnya massa jenis air menyebabkan si air bergerak ke atas (kita bisa mengatakan air tersebut mengapung).

maka kalor mengalir dari nyala api (suhu lebih tinggi) menuju wadah (suhu lebih rendah) dengan cara konduksi. Sebaliknya. maka kalor mengalir dari elemen pemanas menuju air yang menempel dengannya.mengalir dari dasar wadah menuju temannya. proses perpindahan kalor dengan cara konveksi hanya terjadi dalam air. Perpindahan kalor bisa terjadi dengan cara konduksi (apabila nyala api bersentuhan dengan dinding wadah) atau perpindahan kalor bisa terjadi dengan cara radiasi (apabila nyala api tidak bersentuhan dengan dinding wadah). Catatan : Pertama. Jika nyala api cukup besar maka kalor tidak hanya mengalir dari nyala api menuju dasar wadah tetapi juga menuju dinding wadah. Mengenai radiasi akan dibahas kemudian. air yang memiliki suhu yang tinggi tidak langsung meluncur tegak lurus ke atas tetapi berputar seperti yang ditunjukkan pada gambar. Karena terdapat perbedaan suhu. jika nyala api tidak bersentuhan dengan wadah maka kalor mengalir dari nyala api menuju wadah dengan cara radiasi. Karena massa jenisnya berkurang maka ia bergerak ke atas. Sebaliknya. . proses pemanasan air menggunakan pemanas listrik juga mirip dengan kasus di atas. seandainya nyala api bersentuhan dengan wadah. Perpindahan kalor dari elemen pemanas menuju air terjadi secara konduksi. Posisinya digantikan oleh temannya yang berada di sebelah atas. Perpindahan kalor dari dasar wadah menuju air terjadi secara konduksi. Ketiga. Elemen pemanas memiliki suhu yang lebih tinggi sedangkan air yang berada di sekitarnya memiliki suhu yang lebih rendah. Kedua. Temannya ikut2an kepanasan juga (suhu meningkat) sehingga massa jenisnya berkurang. Demikian seterusnya sampai semua air yang berada dalam wadah mendapat jatah kalor. Hal ini disebabkan karena temannya yang berada tepat di atasnya memiliki massa jenis yang lebih besar. proses perpindahan kalor dalam air terjadi secara konveksi. Ingat ya. Keempat. Perpindahan kalor pada proses pemanasan air merupakan salah satu contoh perpindahan kalor secara konveksi.

daratan lebih cepat panas (suhu lebih tinggi) daripada air laut (suhu air laut lebih rendah). maka udara tersebut bergerak ke atas (1). Kalau bingung baca lagi pembahasan gurumuda mengenai kalor. ketika suhu udara menurun. Angin darat . Akibatnya ketika dipanaskan oleh cahaya matahari pada siang hari. Karena mengalami peningkatan suhu maka udara memuai. Hal ini disebabkan karena massa jenis udara yang berada di atas permukaan laut lebih besar. Dirimu menyebutnya dengan julukan angin laut. Posisi udara yang bergerak ke atas tadi digantikan oleh udara yang berada di atas permukaan laut. udara yang sudah mendingin tadi meluncur ke bawah untuk menggantikan posisi udara yang kabur dari permukaan laut (3). Proses ini terjadi terus menerus sehingga terbentuk arus konveksi udara sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar di atas. Akibatnya. udara panas yang bergerak ke atas mengalami penurunan suhu. kenaikan suhu daratan lebih besar daripada kenaikan suhu air laut. kalor jenis dan kalor laten. Ingat ya. Akibatnya massa jenis udara berkurang. Jadi walaupun mendapat jatah kalor yang sama dari matahari. volume udara juga berkurang.Contoh lain dari perpindahan kalor secara konveksi adalah proses terjadinya angin laut dan angin darat Angin laut Kalor jenis daratan (zat padat) lebih kecil daripada kalor jenis air laut (zat cair). Ketika memuai. Angin laut hanya terjadi pada siang hari… Kalau malam hari kasusnya sudah berbeda. Berkurangnya volume udara menyebabkan massa jenis udara bertambah. Karena massa jenis udara berkurang. posisi udara tadi digantikan oleh temannya yang berada tepat di atasnya (2) Sampai pada ketinggian tertentu. Daratan yang sudah kepanasan tadi memanaskan udara yang berada tepat di atasnya sehingga suhu udara pun meningkat. volumenya bertambah. Di sebut angin laut karena udara yang berada di atas permukaan air laut melakukan pengungsian massal menuju darat. Ketika bergerak ke darat.

meningkatnya suhu daratan dan lautan yang terjadi pada siang hari merupakan korban dari perpindahan kalor secara radiasi (Daratan dan air laut mendapat sumbangan kalor dari matahari). Hal ini disebabkan karena kalor jenis daratan (zat padat) lebih kecil daripada kalor jenis air laut (zat cair).Ketika malam tiba. Dengan kata lain. Walaupun jumlah kalor yang dilepaskan oleh daratan dan air laut sama. . Jika bingung berlanjut silahkan pelajari kembali pokok bahasan kalor. menggantikan posisi udara yang meluncur ke laut tadi (3). Si udara pun meluncur ke bawah. Dirimu menyebutnya dengan julukan angin darat. kalor jenis dan kalor laten. Air laut yang memiliki suhu lebih tinggi menghangatkan udara yang berada di atasnya. Ingat saja rumus Q = (m)(c)(deltaT).… Catatan : Pertama. Mengenai radiasi akan dibahas kemudian.. tetapi karena kalor jenis daratan lebih kecil daripada kalor jenis air laut. Akibatnya suhu udara yang berada di atas permukaan laut meningkat. Proses ini terjadi terus menerus sehingga terbentuk arus konveksi udara sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar di atas. Penurunan suhu menyebabkan massa jenis udara bertambah. Peningkatan suhu udara menyebabkan massa jenis udara berkurang sehingga udara bergerak ke atas (1) Daratan yang memiliki suhu lebih rendah mendinginkan udara yang berada di atasnya. Di sebut angin darat karena udara yang berada di daratan melakukan pengungsian massal menuju laut. pada malam hari. Udara yang berada di atas daratan segera meluncur ke laut (2) Sampai pada ketinggian tertentu. suhu daratan lebih rendah daripada suhu air laut. Penurunan suhu udara menyebabkan massa jenis udara bertambah. maka penurunan suhu yang dialami oleh daratan lebih besar daripada air laut. daratan lebih cepat dingin daripada air laut. Angin darat hanya terjadi pada malam hari. Akibatnya suhu udara yang berada di atas daratan menurun. udara yang bergerak ke atas mendingin (suhunya menurun).

. mmm.. kalau punya persoalan berkaitan dengan perpindahan kalor secara konveksi. kita bisa menyimpulkan bahwa terjadinya angin disebabkan karena adanya perbedaan suhu udara.. yee..) Asap hasil pembakaran memiliki suhu tinggi. Btw.. Ketiga.. Nanti baru gurumuda bahas. Akibatnya si asap pun meluncur ke atas. Ada juga konveksi yang dipaksakan. Perpindahan kalor secara konveksi hanya terjadi pada udara saja. perpindahan kalor dari daratan atau air laut menuju udara yang berada di atasnya terjadi secara konduksi.. apa yang terjadi jika perbedaan suhu udara sangat tinggi ? Badai pun datang melanda. silahkan masukan melalui kolom komentar.. pinjam saja punya tetangga . Berdasarkan kasus angin darat dan angin laut di atas.. Karena suhunya tinggi. Coba bayangkan. angin adalah udara yang bergerak. membuat atap rumah ikut2an kabur bersama angin.) Bilang saja buat ....) dari proses perpindahan kalor secara konveksi.) Perpindahan Kalor dengan cara Radiasi Pernah mengenakan pakaian berwarna hitam di siang hari yang panas ? Kalau belum.. Bertambahnya volume asap membuat massa jenisnya berkurang. Jadi angin sebenarnya merupakan korban ... baik yang terjadi secara alami maupun dipaksakan. Contoh yang lain dipikirkan sendiri ya. Oya.. maka asap tersebut memuai.. silahkan mencoba… Kalau tidak punya pakaian berwarna hitam. Dah ngantuk. mengapa asap bisa bergerak naik melalui cerobong ? emang dari sono‐nya dah begitu kok.. yang berubah hanya volumenya saja).Kedua. Cerobong Asap Pernah lihat cerobong asap ? yang tinggal di kota pasti pernah lihat cerobong asap pabrik. Mengapa asap hasil pembakaran cenderung bergerak ke atas ? Kasusnya mirip dengan asap pabrik yang meluncur melalui cerobong asap.. volume asap bertambah (massa asap tidak berubah. Ketika memuai. contoh yang telah gurumuda ulas di atas merupakan proses perpindahan kalor dengan cara konveksi yang terjadi secara alami.. pingin tidur . Jalan ceritanya sama saja seperti yang telah gurumuda jelaskan panjang lebar di atas. anak SD juga bisa jawab kayak gini . apa ya.

musim banjir. perpindahan kalor dengan cara radiasi tidak menggunakan penghantar. Ada musim kemarau. siang hari kok lebih panas daripada pagi hari atau sore hari… Terus Amerika. Penghantar kalor yang baik menggunakan cara konduksi adalah zat padat. biar semuanya pada kedinginan. perpindahan kalor dengan cara konduksi dan konveksi membutuhkan medium. mau mati saja rasanya… Sudah bikin gerah. nyaris lupa… Mengapa di kutub utara dan selatan suhunya sangat dingin sampai semuanya pada membeku ? Selain berpindah dari tempat yang memiliki suhu lebih tinggi menuju tempat yang memiliki suhu lebih rendah dengan cara konduksi dan konveksi. dkk tuh katanya punya 4 musim. hehe… Biar keren. musim duren. musim gugur. kalor juga bisa berpindah tempat dengan cara radiasi. Apa hubungannya ya… Btw. Sedangkan penghantar kalor yang baik menggunakan cara konveksi adalah zat cair dan zat gas. musim hujan. masa cuma pakai pakaian berwarna hitam tubuh bisa kepanasan. seperti . Kalau di Indonesia malah banyak musim. Bedanya. musim demam berdarah. waktu eyang butut masih hidup memang sudah begitu… Esok kalau harga bbm naik lagi mungkin berubah kali . musim semi. Yang dimaksudkan dengan medium adalah benda ‐benda yang berfungsi sebagai penghantar kalor. Nah. Sebaliknya. musim mangga dkk. Ada musim panas. pasti tidak diberi. eropa. Seharusnya Indonesia juga punya musim dingin. Oya. perpindahan kalor dengan cara radiasi tidak membutuhkan medium. Rasanya bagaimanakah ? wah. dikirain penampakan lagi. Dirimu jangan pake bingung dengan istilah medium. Mengapa orang bule punya musim panas.) Mengapa ya. Tapi kalau siang hari rasanya panas sekali… Kata ibu.percobaan fisika. Hiks2… Aneh ya. kali ini dirimu tampil penuh percaya diri dengan setelan hitam‐hitam. biasanya pagi hari atau sore hari rasanya tidak terlalu panas.… yupz Radiasi sebenarnya merupakan perpindahan kalor dalam bentuk gelombang elektromagnetik. musim karet. Kok bisa ya ?. musim dingin segala… Kayanya tidak adil ya. musim dingin.

Jika tidak ada sumbangan kalor dari matahari. Seperti yang telah gurumuda jelaskan pada pokok bahasan konveksi. ungu dll). Kita bisa merasa hangat atau kepanasan ketika berada di dekat nyala api karena kalor berpindah dengan cara radiasi dari nyala api (suhu lebih tinggi) menuju tubuh kita (suhu lebih rendah). maka kehidupan di bumi tidak akan pernah ada. kalor tuh energi yang berpindah. Akibatnya. nila. infra merah dan ultraviolet alias ultra ungu. maka secara otomatis kalor mengungsi dari matahari (suhu lebih tinggi) menuju bumi (suhu lebih rendah). Karena terdapat perbedaan suhu antara matahari dan bumi. Ingat ya. hijau. udara yang massa jenisnya berkurang tadi meluncur ke atas. Salah satu contoh perpindahan kalor dengan cara radiasi adalah perpindahan kalor dari matahari menuju bumi. Mirip seperti asap yang keluar lewat cerobong. Persoalannya si kalor harus melewati ruang hampa (atau hampir hampa alias kosong melompong). tidak meluncur ke arah kita. biru. Dengan kata lain.cahaya tampak (merah. Mengenai gelombang elektromagnetik akan kita kupas tuntas dalam pokok bahasan tersendiri. kuning. jingga. kita bisa merasa hangat atau kepanasan karena adanya energi yang berpindah dengan cara radiasi dari nyala api menuju tubuh. maka kalor tidak mungkin tiba di bumi. Kehidupan kita di planet bumi sangat bergantung pada energi yang disumbangkan oleh matahari. sedangkan bumi memiliki suhu yang lebih rendah. Nah. energi bisa berpindah dari matahari ke bumi dalam bentuk kalor alias panas. Matahari memiliki suhu lebih tinggi (sekitar 6000 K). biasanya udara yang kepanasan memuai sehingga massa jenisnya berkurang. Perpindahan kalor dengan cara radiasi sedikit berbeda dibandingkan dengan perpindahan kalor dengan . Contoh lain dari perpindahan kalor dengan cara radiasi adalah panas yang dirasakan ketika kita berada di dekat nyala api. Panas yang kita rasakan bukan disebabkan oleh udara yang kepanasan akibat adanya nyala api. Seandainya perpindahan kalor dari matahari menuju bumi memerlukan perantara alias medium.

Perpindahan kalor dengan cara konduksi dan konveksi terjadi ketika bendabenda yang memiliki perbedaan suhu saling bersentuhan. Benda yang memiliki luas permukaan yang lebih besar memiliki laju perpindahan kalor yang lebih besar dibandingkan dengan benda yang memiliki luas permukaan yang lebih kecil.cara konduksi dan konveksi.K4 (Konstanta universal. Catatan : Pertama. memiliki laju perpindahan kalor sebesar 24 = 16 kali lebih besar dibandingkan dengan benda yang bersuhu 1000 Kelvin. Laju perpindahan kalor dengan cara radiasi Laju perpindahan kalor dengan cara radiasi ditemukan sebanding dengan luas benda dan pangkat empat suhu mutlak (Skala Kelvin) benda tersebut. tetapi kalor bisa mengungsi dari matahari menuju bumi. kalor merupakan energi yang berpindah. perpindahan kalor dengan cara radiasi bisa terjadi tanpa adanya sentuhan. Sebaliknya. Lebih tepatnya kalor merupakan energi yang berpindah akibat adanya perbedaan suhu. Demikian juga nyala api dan tubuh kita tidak saling bersentuhan. . tetapi tubuh bisa kepanasan kalau kita berdiri di dekat nyala api. Matahari dan bumi tidak saling bersentuhan. Demikian juga. benda yang bersuhu 2000 Kelvin.67 x 10‐8 W/m2. Hasil ini ditemukan oleh om Josef Stefan pada tahun 1879 dan diturunkan secara teoritis oleh om Ludwig Boltzmann sekitar 5 tahun kemudian. misalnya. Disebut juga sebagai konstanta Stefan‐Boltzmann) A = Luas permukaan benda (m2) T = Suhu mutlak benda (K) e = Emisivitas (angka tak berdimensi yang besarnya berkisar antara 0 sampai 1). Secara matematis bisa ditulis sebagai berikut : = e AT 4 → t Q σ Persamaan Stefan‐Boltzmann Keterangan : Q = Kalor alias energi yang berpindah t = waktu = t Q Laju perpindahan kalor dengan cara radiasi = laju radiasi energi σ = 5.

Kita bisa mengatakan bahwa benda yang berwarna gelap (warna hitam dkk) biasanya memancarkan kalor yang lebih banyak dibandingkan dengan benda yang berwarna terang (warna putih dkk). Kelima. Sebaliknya. semakin kecil emisivitas suatu benda (e mendekati 0). kata radiasi bisa berarti pancaran. semakin besar laju kalor yang dipancarkan benda tersebut. Kalau memancarkan. Benda jenis ini dikenal dengan julukan benda hitam. Benda yang menyerap semua kalor yang dipancarkan padanya memiliki emisivitas = 1. Hanya sebagian kecil saja yang dipantulkan. laju perpindahan kalor = jumlah kalor yang berpindah tempat selama selang waktu tertentu. kadang pake istilah radiasi energi. kata memancarkan dan menyerap tuh artinya berbeda. Besarnya emisivitas tidak hanya menentukan kemampuan suatu benda dalam memancarkan kalor tetapi juga kemampuan suatu benda dalam menyerap kalor yang dipancarkan oleh benda lain. seperti arang) memiliki emisivitas mendekati 1. kadang gurumuda pakai istilah perpindahan kalor. Tapi kalau menyerap. Dinamakan benda hitam bukan berarti benda tersebut berwarna . sedangkan benda yang berwarna terang memiliki emisivitas mendekati 0.Kedua. Semakin besar emisivitas suatu benda (e mendekati 1). Ketiga. Si kalor bisa berpindah tempat dengan cara radiasi. Karenanya. Jangan pake bingung… Lanjut ya Benda yang permukaannya berwarna gelap (hitam pekat. Sebaliknya. berarti kalor disedot habis2an. berarti kalor ditendang keluar. semakin kecil laju kalor yang dipancarkan. Sebagian besar kalor dipantulkan oleh benda tersebut. demikian juga kata meradiasikan bisa berarti memancarkan. Benda yang memiliki emisivitas mendekati 1 (benda yang berwarna gelap) menyerap hampir semua kalor yang dipancarkan padanya. benda yang memiliki emisivitas mendekati 0 (benda yang berwarna terang) menyerap sedikit kalor yang dipancarkan padanya. Kita menggunakan kata memancarkan karena kalor berpindah tempat menggunakan gelombang elektromagnetik (tidak pake perantara). Kalor tuh energi yang berpindah. Keempat. kita juga bisa menggunakan istilah radiasi energi.

Benda hitam sebenarnya merupakan sebuah benda ideal saja. emisivitas e dan luas permukaan A. Karenanya untuk menghitung laju total perpindahan kalor yang dipancarkan oleh benda 1 atau benda 2. Secara matematis ditulis sebagai berikut : 4 e AT1 . Persamaan di atas hanya bisa digunakan untuk menentukan laju perpindahan kalor yang dipancarkan oleh sebuah benda (dengan anggapan tidak ada benda lain yang berada di sekitar benda tersebut). bisa disimpulkan bahwa benda yang memiliki emisivitas mendekati 1 (benda yang nyaris hitam pekat) merupakan pemancar sekaligus sebagai penyerap kalor yang baik. Sebaliknya. juga bisa menyerap kalor yang dipancarkan oleh benda lain. Demikian juga sebaliknya.hitam. benda 2 juga memancarkan kalor. Misalnya benda 1 memiliki emisivitas e. benda yang memiliki emisivitas mendekati 0 (benda yang berwarna terang) merupakan pemancar dan penyerap kalor yang buruk. kita tidak bisa menggunakan persamaan om Stefan ‐ Boltzmann di atas. Btw. setiap benda. Nah. konsep benda hitam ideal ini penting karena laju radiasi benda ini secara teoritis bisa dihitung. Benda 1 memancarkan kalor. Jadi kita perlu mengoprek persamaan di atas untuk memperoleh persamaan yang sesuai dengan kondisi ini. sebut saja benda 1 dan benda 2. suhu T1 dan luas permukaannya A. selain memancarkan kalor. Berdasarkan ulasan panjang pendek di atas. benda 2 pasti menyerap kalor yang dipancarkan oleh benda 1. gurumuda tetap menggunakan ilustrasi benda 1 dan benda 2. apapun itu. Seperti yang telah dibahas sebelumnya. selain memancarkan kalor. benda 1 pasti menyerap kalor yang dipancarkan benda 2. Benda 1 berada di dekat benda 2. Laju perpindahan kalor yang dipancarkan oleh benda 1 sebanding dengan pangkat empat suhu mutlak T1. Mengenai benda hitam akan kita oprek dalam pokok bahasan tersendiri. Untuk menurunkan persamaan yang dimaksud. Misalnya terdapat dua benda. selain memancarkan kalor.

Benda 2 memiliki suhu T2. Apabila kalor yang dipancarkan benda 1 lebih banyak daripada kalor yang diserapnya. Sebaliknya.15 K (suhu benda harus diubah ke dalam skala Kelvin) . maka laju total kalor yang dipancarkan oleh benda 1 adalah : (4) 2 4 1eATT t Q=σ− Ini persamaan yang kita cari. Suhu benda 2 meningkat karena benda 2 menyerap kalor yang dipancarkan benda 1. Karena terdapat kalor yang dipancarkan dan kalor yang diserap oleh benda 1. Suhu benda = 100 oC dan emisivitas benda = 0.2. Persamaan ini digunakan untuk menentukan laju total kalor yang dipancarkan oleh sebuah benda. maka Q/t = 0. maka suhu benda 1 menurun sedangkan suhu benda 2 meningkat. Karena kalor yang dipancarkan benda 2 diserap oleh benda 1.t Q=σ Agar perpindahan kalor bisa terjadi maka harus terdapat perbedaan suhu. Contoh soal 1 : Sebuah benda berbentuk kubus dengan panjang salah satu sisi kubus = 2 meter. jika kalor yang diserap benda 1 lebih banyak daripada kalor yang dipancarkannya maka suhu benda 1 meningkat sedangkan suhu benda 2 menurun. Laju kalor yang dipancarkan benda 2 sebanding dengan pangkat empat suhu T2.15 = 373. Karenanya suhu benda 1 berbeda dengan suhu benda 2. Yang dimaksudkan dengan laju total kalor adalah selisih antara laju kalor yang pancarkan dan laju kalor yang diserap. Tentukan laju kalor yang dipancarkan benda setiap detik… Panduan Jawaban : Suhu benda (T) = 100 oC + 273. Jadi apabila T1 = T2. Pemancaran dan penyerapan kalor dengan cara radiasi akan terhenti jika kedua benda tersebut berada dalam keseimbangan termal (suhu kedua benda sama). maka laju kalor yang diserap benda 1 juga sebanding dengan pangkat empat suhu T2.

5 Watt Watt = Joule/sekon = J/s (satuan Energi per waktu alias satuan Daya) SERI EBOOK GURUMUDA Alexander San Lohat | http://www.2 (emisivitas tidak punya satuan) Luas benda (A) = sisi x sisi = 2 m x 2 m = 4 m2 Konstanta Stefan‐Boltzmann (σ ) = 5.gurumuda. suhu kulitnya = 30 oC dan emisivitasnya = 0.Emisivitas (e) = 0.8.2)( 5. tancap gas….5 Watt = 879.67 x 10‐8 W/m2.15 K Suhu kamar (T2) = 20 oC + 273.67 x 10‐8 W/m2.9) = t Q 879.2)( 5.K4)(4 m2)(193. Jika suhu kamar = 20 oC.K4 Ok.5 Joule per detik. berapakah laju kalor yang hilang setiap detik dari tubuh si anak ? Panduan Jawaban : Suhu anak (T1) = 30 oC + 273.67 W)(4)(193.15 K Emisivitas (e) = 0.15 = 293.K4)(4 m2)(373.2)( 5.15 K)4 = t Q (0. (4) 2 .15 = 303.9 x 108 K4) = t Q (0.8 Luas tubuh (A) = 2 m2 Konstanta Stefan‐Boltzmann (σ ) = 5. Contoh soal 2 : Seorang anak yang lagi bugil alias tidak berpakaian sedang berada dalam sebuah kamar. Luas permukaan tubuh anak tersebut = 2 m2.5 Joule/sekon Benda memancarkan 879.67 x 10‐8 W/m2.K4 Sekarang kita oprek laju aliran kalor yang dipancarkan benda 4 e AT1 t Q=σ = t Q (0.67 x 10‐8 W/m2.com © 2008 ‐ 2009 22 1 Watt = 1 Joule/sekon 879.

Wah.16 Watt = 96.K 4 )(2m2 )((303.16 Joule per detik.67x10 8W / m2 . Apalagi orang yang kulitnya agak hitam seperti gurumuda. SERI EBOOK GURUMUDA Alexander San Lohat | http://www.4 1eATT t Q=σ− (0. rumus lagi….67x10 8W / m2 .67W)(2)(10. tentu saja kita membutuhkan bantuan rumus. Saking baik hatinya matahari. kalor yang disumbangkan kepada kita kadang overdosis sehingga tubuh kita kepanasan.K 4 )(2m2 )(10. kita selalu kebanjiran kalor dari matahari. Rakus juga ya si atmosfir… Jadi hanya .16 Joule/sekon Laju kalor yang lenyap dari tubuh si anak adalah 96. Pada hari yang tidak cerah (banyak awannya). kalau siang rasanya dingin sekali… Ok. pusink dah . sekitar 70 % kalor diserap oleh atmosfir bumi.8)(5.6x108 K 4 ) t Q=− (0. Rumus lagi. Pada hari yang cerah (tidak ada awan). ditemukan bahwa terdapat kalor sebesar 1350 Joule per sekon per meter persegi yang mengungsi dari matahari menuju planet bumi di mana dirimu dan diriku berada.8)(5.16 96.gurumuda.15K)4 (293.8)(5. terdapat kalor sebesar 1000 Joule per sekon per meter persegi yang tiba dengan selamat di permukaan bumi. Seperti biasa.com © 2008 ‐ 2009 23 Laju kalor yang dipancarkan matahari (Laju radiasi matahari) Sejak pagi sampai sore. untuk menghitung laju perpindahan kalor dari matahari. kembali ke laptop.15K)4 ) t Q=−− (0.) Berdasarkan hasil perhitungan (sesuai dengan kenyataan).6) t Q= W t Q = 96.

maka laju penyerapan kalor adalah : = (1000W / m2 )eAcos 0 → t Q cos 0 = 1 (1000W / m2 )eA(1) t Q= . maka kita bisa menulis kembali konstanta matahari menjadi 1350 Watt per meter persegi = 1350 W/m2 Ketika kalor yang dipancarkan oleh matahari tiba di permukaan bumi. Amati gambar di bawah… Karena sudut yang dibentuk = 0o. Untuk memudahkan pemahamanmu.30 % kalor yang tiba dengan selamat di permukaan bumi. Karena Joule per sekon (J/s) = Watt. Jumlah kalor sebesar 1350 Joule per sekon per meter persegi dikenal dengan julukan konstanta matahari.) dan benda mati yang berada di permukaan bumi. Secara matematis. tataplah gambar di bawah dengan penuh kelembutan. Besarnya kalor yang lenyap di atmosfir bumi tergantung pada banyak atau sedikitnya awan yang menggelayut manja di langit. laju penyerapan kalor bisa ditulis sebagai berikut : (1000W / m2 )eAcosθ t Q= Keterangan : = t Q Laju penyerapan kalor (= laju kalor yang tiba dengan selamat di permukaan bumi) 1000W / m2 = Konstanta matahari e = Emisivitas benda A = Luas permukaan benda θ = Sudut yang dibentuk oleh sinar matahari dengan garis yang tegak lurus permukaan benda Acosθ = Daerah efektif (komponen luas permukaan benda yang tegak lurus sinar matahari) Pada siang hari. luas permukaan benda dan sudut yang dibentuk oleh sinar matahari dengan garis yang tegak lurus permukaan benda. Laju penyerapan kalor bergantung pada emisivitas (e) benda tersebut. kalor tersebut diserap oleh benda hidup . sinar matahari sejajar atau berhimpit dengan garis yang tegak lurus permukaan bumi (Sudut yang dibentuk = 0).

Seandainya sudut yang terbentuk adalah 80o. Semakin kecil cos teta.com © 2008 ‐ 2009 26 (1000W / m2 )eA(0) t . sudut yang terbentuk sekitar 80o (Ini cuma perkiraan kasar saja).gurumuda. 85o dll. Jadi tidak perlu heran kalau siang hari rasanya panas sekali. 75o. 80o. sudut yang terbentuk = 90o. Amati gambar di bawah… Besar sudut yang mendekati 90o bisa saja 70o. Biasanya ini terjadi pada siang hari. Hal ini yang menjadi alasan mengapa pada pagi hari atau sore hari kita tidak merasa panas.W m eA t Q = (1000 / 2 ) Laju penyerapan kalor (Q/t) bernilai maksimum jika sudut yang dibentuk sinar matahari dengan garis yang tegak lurus permukaan bumi = 0o (cos 0 = 1). Amati gambar di bawah… Karena sudut yang dibentuk = 90o. Pada saat matahari terbenam di ufuk barat atau hendak terbit di ufuk timur. di mana matahari kesayangan kita tepat berada di atas kepala.gurumuda. SERI EBOOK GURUMUDA Alexander San Lohat | http://www. sudut yang terbentuk mendekati 90o.17 (1000W / m2 )(e)(A)(0.17) t Q= Laju kalor (Q/t) pada pagi hari dan sore hari bernilai minimum karena cos teta mendekati nol. maka laju penyerapan kalor adalah : = W m eA o → t Q (1000 / 2 ) cos80 cos 80 = 0. maka laju penyerapan kalor adalah : = W m eA o → t Q (1000 / 2 ) cos 90 cos 90o = 0 SERI EBOOK GURUMUDA Alexander San Lohat | http://www.com © 2008 ‐ 2009 25 Pada pagi hari dan sore hari. semakin kecil laju penyerapan kalor (Q/t). Berdasarkan gambar di atas.

. Alatnya dinamakan termograf. Fisika Jilid I. tugas si termograf adalah menscan alias mengukur besarnya kalor yang diradiasikan oleh semua bagian tubuh. Fisika Universitas (terjemahan). Bagian tubuh yang memancarkan kalor paling banyak tentu saja pantas dicurigai. kanker dkk.) Kayanya perlu dikasih pelajaran tuh Penerapan radiasi Salah satu penerapan perpindahan kalor dengan cara radiasi adalah termografi. Selanjutnya harus dimata ‐matai. sinar matahari saja tidak ada. Fisika untuk Sains dan Teknik–Jilid I (terjemahan).. Jadi tidak ada kalor yang disedot. jika sangat membahayakan sebaiknya dipotong .. P. Keanehan yang diulas pada bagian pengantar dijawab sendiri ya.com. 1991. Roger A. Jakarta : Penerbit Erlangga Tipler.. SERI EBOOK GURUMUDA Alexander San Lohat | http://www.. Termograf biasa digunakan untuk mendeteksi tumor. Karenanya suhu bagian tubuh tersebut lebih tinggi. Mau disedot apanya. Hugh D... Ingat ya.. Biasanya proses metabolisme pada bagian tubuh yang ada tumor atau kanker cukup tinggi. Jakarta : Penerbit Erlangga .. Pada siang hari matahari baik hati sekali ya. 2002.. semakin tinggi suhu..1998..A. Jalan ceritanya seperti ini. & Freedman. Jakarta : Penebit Erlangga Young. Nah.gurumuda. Terjemahan. Ya iyalah. Jakarta : Penerbit Erlangga Halliday dan Resnick.. Douglas C.) Konsep2nya sudah gurumuda jelaskan.Q= =0 t Q Laju penyerapan kalor (Q/t) pada saat matahari terbenam di ufuk barat atau hendak terbit di ufuk timur = 0. semakin banyak kalor yang dipancarkan alias diradiasikan.. maen saja ke gurumuda. biar kita ngobrol bareng di sana. 2001. tapi kalau menjelang malam matahari berubah menjadi sangat pelit . Fisika Jilid I (terjemahan).com © 2008 ‐ 2009 27 Referensi : Giancoli.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful