P. 1
Laporan Kimia Fisika - Viskositas

Laporan Kimia Fisika - Viskositas

|Views: 421|Likes:
Published by Dika Virga Saputra
Laporan Kimia Fisika - Viskositas
Laporan Kimia Fisika - Viskositas

More info:

Published by: Dika Virga Saputra on May 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2014

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA I

VISKOSITAS CAIRAN BERBAGAI LARUTAN



















Oleh :

Nama : I Gede Dika Virga Saputra
NIM : 1108105034
Kelompok : IV.B













JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2013

Laporan Praktikum Kimia Fisika 1
Viskositas Cairan Berbagai Larutan

Oleh :
I Gede Dika Virga Saputra (1108105034)
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana
2013


Abstrak

Tujuan dari percobaan ini untuk untuk menentukan viskositas cairan dengan metode Ostwald,
mengetahui hubungan antara viskositas dengan fluiditas waktu alir dari cairan atau berbagai larutan
dan mengetahui hubungan antara koefisien viskositas, massa jenis, dan waktu antara suatu cairan
tertentu dengan cairan pembandingnya. Penentuan nilai viskositas dilakukan dengan mengukur
aquades sebagai standar pengukuran dengan menggunakan viskometer Ostwald. Setelah diketahui
besar viskositas aquades kemudian dilakukan pengukuran pada larutan etanol, aseton, dan CCl
4
.
Kemudian penentuan densitas dengan menggunakan piknometer. Hasil dari pengamatan dan
pengukuran menunjukkan viskositas dan fluiditas yang berbeda-beda. Adapun urutan viskositas
dari yang memiliki nilai viskositas tertinggi yaitu etanol > aquades > aseton > CCl4 sedangkan
urutan fluiditas dari yang memiliki nilai fluiditas terbesar yaitu CCl4 > aseton > aquades > etanol.
Besarnya viskositas dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suhu, gaya tarik antar molekul,
konsentrasi dan tekanan.

Kata kunci : metode ostwald, viskositas ostwald, viskositas, fluiditas,, faktor pengaruh.


Pendahuluan

Setiap zat cair mempunyai karakteristik
yang khas, berbeda satu zat cair dengan zat
cair yang lain. Oli mobil sebagai salah satu
contoh zat cair dapat kita lihat lebih kental
daripada minyak kelapa. Kekentalan atau
viskositas dapat dibayangkan sebagai
peristiwa gesekan antara satu bagian dan
bagian yang lain dalam fluida. Dalam fluida
yang kental kita perlu gaya untuk menggeser
satu bagian fluida terhadap yang lain.
Kekentalan suatu sifat cairan yang
berhubungan erat dengan hambatan untuk
mengalir, dimana makin tinggi kekentalan
maka makin besar hambatannya. Kekentalan
didefenisikan sebagai gaya yang diperlukan
untuk menggerakkan secara
berkesinambungan suatu permukaan datar
melewati permukaan datar lain dalam kondisi
mapan tertentu bila ruang diantara permukaan
tersebut diisi dengan cairan yang akan
ditentukan kekentalannya
Viskositas merupakan pengukuran dari
ketahanan fluida yang diubah baik dengan
tekanan maupun tegangan. Pada masalah
sehari-hari (hanya untuk fluida), viskositas
adalah ketebalan atau pergesekan internal.
Oleh karena itu, air memiliki viskositas lebih
rendah, sedangkan madu atau minyak
memiliki viskositas yang lebih tinggi.
Sederhananya, semakin rendah viskositas
suatu fluida, semakin besar juga pergerakan
dari fluida tersebut.
Viskositas menentukan kemudahan
suatu moleku bergerak karena adanya
gesekan antar lapisan material. Karenanya
viskositas menunjukan tingkat ketahanan
suatu cairan untuk mengalir. semakin besar
viskositas maka aliran akan semakin lambat.
Besarnya viskositas dipengaruhi oleh
beberapa faktor seperti suhu, gaya tarik antar
molekul, konsentrasi dan tekanan. Suhu dan
viskositas umumnya berbanding terbalik,
semakin tinggi suhu maka viskositasnya
semakin rendah. Fluida, baik cair maupun gas
yang jenisnya berbeda memiliki tingkat
kekentalan yang berbeda. Pada zat cair,
viskositas disebabkan karena adanya gaya
kohesi atau gaya tarik menarik antara molekul
sejenis. Sedangkan pada zat gas, viskositas
disebabkan oleh tumbukan antara molekul.
Fluida yang lebih cair biasanya lebih
mudah mengalir contohnya air. Sebaliknya
fluida yang lebih kental lebih sulit mengalir
contohnya minyak goreng, oli, madu dll.
Tingkat kekentalan fluida dinyatakan dengan
koefisien viskositas (μ). Kebalikan dari
viskositas disebut fluiditas yang merupakan
ukuran kemudahan mengalir suatu fluida.
Viskometer adalah suatu cara untuk
menyatakan berapa daya tahan dari aliran
yang diberikan oleh suatu cairan.
Kebanyakan viskometer mengukur kecepatan
dari suatu cairan mengalir melalui pipa
kapiler, bila cairan itu mengalir cepat maka
viskositas cairan itu rendah misalnya air dan
bila cairan itu mengalir lambat maka
dikatakan viskositasnya tinggi misalnya
madu. Viskositas dapat diukur dengan
mengukur laju aliran cairan yang melalui
tabung berbentuk silinder. Ini merupakan
salah satu cara yang paling mudah dan dapat
digunakan baik untuk cairan maupun gas
Ada beberapa viskometer yang sering
digunakan untuk menentukan viskositas
suatu larutan, yaitu Viskositas Ostwald untuk
menentukan laju aliran kuat kapiler,
Viskositas Hoppler : laju bola dalam cairan
dan Viskositas VT-03E/VT-04E : gaya yang
diperlukan untuk memutar silinder yang
konsentris pada kecepatan sudut tertentu.
Pada viskositas ostwald yang diukur
adalah waktu yang diperlukan oleh sejumlah
cairan tertentu untuk mengalir melalui pipa
kapiler dengan gaya yang disebabkan oleh
berat cairan itu sendiri.














Bahan dan Metode Percobaan

Pada percobaan kali ini menggunakan
metode viskositas oswald untuk menentukan
laju aliran kuat kapiler degan menggunakan
alat-alat diantaranya Viskometer Oswald,
termostat, stopwatch, pipet ukur 25 mL,
gelas beaker, pompa karet, piknometer dan
neraca digital. Bahan-bahan yang digunakan
seperti aquades (air suling), CCl
4,
aseton dan
etanol.

a. Cara Pengerjaan
Percobaan ini dilakukan dengan
meletakkan viskometer dalam thermostat
pada posisi vertical kemudian 5 ml cairan
dimasukkan ke dalam reservoir A sehingga
kalau cairan ini dibawa ke reservoir B dan
permukaannya melewati garis m, reservoir A
kira-kira masih terisi setengahnya. Lalu
dengan pengisap atau meniup bawa cairan B
sampai sedikit diatas garis m. Kemudian
cairan tersebut dibiarkan mengalir secara
bebas. Waktu yang diperlukan cairan untuk
mengalir dari m ke n dicatat. Pengerjaan ini
dilakukan sebanyak 3 kali. Rapat massa
cairan pada suhu cairan ditentukan dengan
piknometer. Viskometer yang digunakan
sama dengan viskometer sebelumnya yang
telah digunakan.

Data Pengamatan

Pengukuran Viskositas
Percobaan
Waktu (s)

I II III
Aquades 22,60 25,45 25,65
CCl
4
17,02 19,28 17,25
Aseton 18,72 19,18 17,21
Etanol 51,39 51,70 49,87
V cairan = 5 mL

Pengukuran Densitas dengan
Piknometer
Percobaan
Berat (gram)
I II III
Aquades 22,50 22,50 22,50
CCl
4
28,03 28,03 28,03
Aseton 20,32 20,32 20,32
Etanol 22,42 22,42 22,42
Berat kosong piknometer 10 mL = 12,59 g

Hasil Perhitungan
Standar = Aquades (Air Suling)
Massa Air = (m piknometer+air) – m
piknometer kosong
= 22,50 – 12,59
= 9,91 gram
Volume air = 10 mL

air
η


̅
air =

Etanol
Aseton
CCl
4










t etanol(s)
etanol µ
(g/ml)
air
η
(cp)
etanol q
(cp)
51,39 0,992 1,005 2,0852
51,70 0,992 1,005 2,0977
49,87 0,992 1,005 2,0235

q
etanol = 2,0688 cp
t aseton(s) aseton µ
air
η
(cp)
aseton q
18,72 0,780 1,005 0,5972
19,18 0,780 1,005 0,6119
17,21 0,780 1,005 0,5491

q
aseton = 0,5861 cp
t CCl
4
(s) µ CCl
4
(g/ml)
air
η
(cp)
q CCl
4
(cp)
17,02 1,558 1,005 1,0846
19,28 1,558 1,005 1,2286
17,25 1,558 1,005 1,0993

q
CCl
4
= 1,1375 cp
Hasil dan Pembahasan
Dalam percobaan yang berjudul
“Viskositas cairan berbagai larutan”
bertujuan untuk menentukan viskositas
cairan dengan metode Ostwald, mengetahui
hubungan antara viskositas dengan fluiditas
waktu alir dari cairan atau berbagai larutan
dan mengetahui hubungan antara koefisien
viskositas, massa jenis, dan waktu antara
suatu cairan tertentu dengan cairan
pembandingnya. Viskositas merupakan
kekentalan zat cair, dapat didefinisikan
sebagai sifat dari zat cair untuk melawan
tegangan geser (t) pada waktu bergerak atau
mengalir dan disebabkan juga oleh kohesi
antar partikelnya. Pada percobaan kali ini
metode yang digunakan yaitu metode Oswald
dengan Viskometer Oswald. Prinsip kerja
dengan menggunakan viskometer Oswald
yaitu pertama – tama cairan yang akan
dimasukkan ke dalam reservoir A di ambil 5
mL. Kemudian viskometer diletakkan dalam
termostat pada posisi vertikal, kemudian
dimasukkan cairan melewati garis m dan
reservoir A masih terisi setengahnya. Dengan
penghisap, cairan B dibawa sampai sedikit
melewati garis m dan dibiarkan mengalir
secara bebas ke n. Waktu yang diperlukan
cairan untuk mengalir dari garis m ke garis n
diukur dengan menggunakan stopwatch lalu
dicatat dalam data pengamatan. Percobaan
diulangi sebanyak dua kali lagi untuk tiap –
tiap cairan. Dalam percoban ini, tidak hanya
nilai viskositas yang diukur, melainkan nilai
dari fluiditas juga diukur. Fluiditas
merupakan kebalikan dari koefisien
viskositas, selain itu fluiditas juga merupakan
ukuran kemudahan mengalir suatu fluida.
Fluida, baik zat cair maupun zat gas yang
jenisnya berbeda memiliki tingkat kekentalan
yang berbeda. Semakin kecil fluiditas suatu
cairan maka semakin lama waktu yang
diperlukan cairan untuk mengalir. Dan
sebaliknya, semakin besar fluiditasnya maka
semakin sedikit waktu yang diperlukan
cairan untuk mengalir. Pada percobaan kali
ini cairan yang ditentukan viskositasnya yaitu
aquades (air suling), aseton, etanol dan CCl4.
Setiap cairan ini, memiliki viskositas yang
berbeda-beda
Dari hasil pengamatan, didapatkan
bahwa masing-masing cairan mempunyai
waktu yang berbeda untuk mengalir dalam
viskometer, untuk etanol dibutuhkan waktu
(51,39 ; 51,70 ; 49,87) detik, aseton
membutuhkan waktu (19,72 ; 19,18 ; 17,21)
detik dan CCl4 membutuhkan waktu (17,02 ;
19,18 ; 17,25) detik. Dari data tersebut dapat
dilihat bahwa cairan yang memerlukan waktu
paling banyak untuk mengalir dalam
viskometer adalah etanol dan yang
memerlukan waktu paling sedikit adalah
CCl
4
, sedangkan air suling yang digunakan
sebagai cairan pembanding memerlukan
waktu yang lebih banyak dari aseton dan
CCl4 yaitu (22,60 ; 25,45 ; 25,65) detik. Hal
ini menunjukkan bahwa tingkat kekentalan
CCl
4
lebih kecil daripada tingkat kekentalan
larutan lainnya, sedangkan etanol memiliki
kekentalan yang lebih besar dibandingkan
aseton, CCl
4
dan aquades. Besarnya
viskositas dipengaruhi oleh beberapa faktor
seperti suhu, gaya tarik antar molekul,
konsentrasi dan tekanan.
Hasil ini sesuai dengan teori yang ada
dimana makin kental suatu cairan, maka
besar gaya yang dibutuhkan untuk mengalir
dari garis m ke n sehingga memerlukan
waktu yang cukup lama. Nilai viskositas
dapat dilihat dari waktu yang diperlukan
cairan untuk mengalir. Etanol memiliki nilai
viskositas paling besar karena adanya ikatan
OH pada strukturnya dan bekerjanya dua
macam gaya, salah satunya adalah gaya
dipol-dipol yang dapat mempertahankan
ikatan antar molekul tetap kuat.
Dalam percobaan ini, menunjukkan
bahwa etanol memiliki viskositas yang tinggi
dibandingkan dengan aquades, aseton, dan
CCl
4.
Adapun urutan viskositas dari yang
memiliki nilai viskositas tertinggi yaitu
etanol > aquades > aseton > CCl
4
. Viskositas
yang diukur dengan menggunakan
viskometer Oswald maka viskositas cairan
dapat ditentukan dengan membandingkan
hasil pengukuran waktu. Jika waktu yang
diperlukan sedikit, maka viskositas larutan
tersebut tinggi, demikian pula sebaliknya jika
waktu yang diperlukan oleh suatu larutan
untuk mengalir dari garis m ke n maka
larutan tersebut memiliki nilai viskositas
yang rendah. Sedangkan etanol memiliki
nilai fluiditas (ukuran kemudahan mengalir
suatu fluida) yang paling kecil, sementara
CCl
4
memiliki nilai fluiditas paling besar.
Adapun urutan fluiditas dari yang memiliki
nilai fluiditas terbesar yaitu CCl
4
> aseton >
aquades > etanol.
Untuk mengetahui kebenaran
praktikum yang dilakukan maka dilakukan
ralat untuk perhitungan. Berdasarkan ralat
keraguan dimana nilai kebenaran praktikum
yang diperoleh sebagian besar mendekati 100
%. Untuk pengukuran viskositas aseton,
kebenaran praktikum yang diperoleh sebesar
96,219%, untuk etanol diperoleh sebesar
98,907 %, dan untuk CCl
4
diperoleh sebesar
95,977%. Hal ini menunjukkan bahwa dalam
melakukan percobaan cukup teliti, namun
terjadi sedikit kesalahan yang dilakukan
praktikan pada saat percobaan seperti pada
saat pengukuran yang tidak teliti sehingga
mempengaruhi nilai kebenaran praktikum
yang tidak mencapai angka 100%.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan yang telah
dilakukan dapat disimpulkan viskositas atau
derajat kekentalan merupakan tahanan yang
dilakukan oleh suatu lapisan fluida terhadap
suatu lapisan lainnya. Metode yang
dipergunakan dalam percobaan ini yaitu
metode Oswald dengan menggunakan
Viskometer Oswald, yang memiliki prinsip
dasar yaitu aliran cairan dan pipa kapiler.
Viskositas suatu cairan dapat ditentukan
dengan membandingkan hasil pengukuran
waktu. Semakin besar viskositas suatu cairan,
maka semakin lama waktu yang diperlukan
cairan untuk mengalir dari garis m ke n.
Demikian pula sebaliknya, semakin kecil
viskositas suatu cairan, maka semakin cepat
waktu yang diperlukan cairan untuk mengalir
dari garis m ke n. Besarnya viskositas
dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suhu,
gaya tarik antar molekul, konsentrasi dan
tekanan. Adapun urutan viskositas dari yang
memiliki nilai viskositas tertinggi yaitu etanol
> aquades > aseton > CCl
4
sedangkan urutan
fluiditas dari yang memiliki nilai fluiditas
terbesar yaitu CCl
4
> aseton > aquades >
etanol.
Daftar Pustaka
Arto. 2009. Fluida dan viskositas. Dapat
diakses di http://arto-
maryanto.blogspot/2009/11/fluida-dan-
viskositas.html. Diakses pada tanggal 1
mei 2013.
Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar
Konsep-konsep Inti. Erlangga : Jakarta
Bird, Tony. 1993. Kimia Fisik untuk
Universitas. Alih Bahasa: Kwee Ie
Tjen. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama
Dogra,S.K.1990. Kimia Fisik dan Soal-Soal.
UI-Press : Jakarta
Nindia. 2010. Viskositas. Jurusan Fisika,
Fakultas MIPA, Universitas Padjadjaran
Reid, C. Rober, dkk. 1991.Sifat Gas dan Zat
Cair, Edisi Ketiga. PT Gramedia
Pustaka : Jakarta.
Tim Laboratorium Kimia Fisika. Penuntun
Praktikum Kimia Fisika II. 2013.
Jurusan Kimia, Fakultas MIPA,
Universitas Udayana : Bukit Jimbaran
LAMPIRAN

Jawaban Pertanyaan
1. Bilangan Reynold adalah rasio antara gaya inersia (vsρ) terhadap gaya viskos (μ/L) yang
mengkuantifikasikan hubungan kedua gaya tersebut dengan suatu kondisi aliran tertentu.
Bilangan ini digunakan untuk mengidentikasikan jenis aliran yang berbeda, misalnya
laminar dan turbulen. Bilangan Reynold merupakan salah satu bilangan tak berdimensi yang
paling penting dalam mekanika fluida dan digunakan, seperti halnya dengan bilangan tak
berdimensi lain, untuk memberikan kriteria untuk menentukan dynamic similitude. Untuk
memberikan kriteria untuk menentukan dynamic similitude. Jika dua pola aliran yang mirip
secara geometris, mungkin pada fluida yang berbeda dan laju alir yang berbeda pula,
memiliki nilai bilangan tak berdimensi yang relevan, keduanya disebut memiliki kemiripan
dinamis. Bilangan Reynold (Re) merupakan bilangan tak berdimensi yang dipakai untuk
menentukan distribusi kecepatan suatu aliran sehingga dapat menentukan sifat suatu aliran (
Re <2100 : Laminer , Re >2100 : Turbulen ). Dimana nilai bilangan reynold dapat
ditentukan dengan persamaan :


Keterangan :
D = diameter
v = laju alir
ρ = densitas
µ = viskositas
2. Cara lain yang dapat digunakan untuk menentukan viskositas cairan adalah dengan metode
bola jatuh. Metode ini menyangkut gaya gravitasi yang seimbang dengan gerak alirannya
pekat. Dimana benda yang jatuh mempunyai kecepatan yang semakin besar, namun juga
diimbangi dengan besarnya gaya gesek, saat setimbang kecepatan benda jatuh tetap.
η =
gv
g d dh rb ) ( 2
2
÷

dimana : b adalah bola jatuh
g adalah gaya gravitasi
v adalah volumen
µ
µ D v. .
Re =
η adalah viskositas
dengan perbandingan digunakan rumus :

2
1
q
q
=
2 2
1 1
) (
) (
t d ab
t d ab
÷
÷


LAMPIRAN

Perhitungan Data
A. Perhitungan Massa Jenis dan Viskositas
- Air (Aquadest)
Standar = Air Suling
Massa Air = ( massa Piknometer + Air ) – Massa Piknometer kosong
= 22,50 – 12,59
= 9,91 gram
Volume air = 10 mL

air
η

̅
air =

- Etanol
Diketahui :
Massa piknometer kosong = 12,59 g
Massa piknometer + etanol = 22,42 g
Massa etanol = 9,83 g
µ air = 1 g/mL
Massa air = 9,91 g
air t = 24,57 s
Ditanya : a. µ etanol …. ?
b. etanol q …. ?
Jawab :







g/mL

etanol q

̅

̅


air q


= 2,0852 cp
Dengan cara yang sama didapat perhitungan untuk 2x pengulangan berikutnya:
t etanol
(detik)
t air
(detik)
µ air
(g/ml)
etanol µ
(g/ml)
air
η
(cp)
etanol q
(cp)
51,70 24,57 1 0,992 1,005 2,0977
49,87 24,57 1 0,992 1,005 2,0235
q etanol = 2,0688 cp

- Aseton
Diketahui :
Massa piknometer kosong = 12,59 g
Massa piknometer + Aseton = 20,32 g
Massa Aseton = 7,73 g
µ air = 1 g/ml
Massa air = 9,91 g
air t = 24,57 dtk
Ditanya : a. µ aseton …. ?
b. aseton q …. ?
Jawab :







g/mL

aseton q

̅

̅


air q


= 0,5972 cp

Dengan cara yang sama didapat perhitungan untuk 2x pengulangan berikutnya:

t aseton
(detik)
t air
(detik)
µ air
(g/ml)
aseton µ
(g/ml)
air
η
(cp)
aseton q
(cp)
19,18 24,57 1 0,780 1,005 0,6119
17,21 24,57 1 0,780 1,005 0,5491
q aseton = 0,5861 cp


- CCl
4

Diketahui :
Massa piknometer kosong = 12,59 g
Massa piknometer + CCl
4
= 28,03 g
Massa CCl
4
= 15,44 g
µ air = 1 g/ml
Massa air = 9,91 g
air t = 24,57 dtk
Ditanya : a. µ CCl
4
…. ?
b. q CCl
4

Jawab :

g/mL

q

̅

̅

air q


= 1,0846 cp

Dengan cara yang sama didapat perhitungan untuk 2x pengulangan berikutnya:
t CCl
4

(detik)
t air
(detik)
µ air
(g/ml)
CCl4 µ
(g/ml)
air
η
(cp)
CCl4 q
(cp)
19,28 24,57 1 1,558 1,005 1,2286
17,25 24,57 1 1,558 1,005 1,0993
q CCl
4
= 1,1375 cp

B. Perhitungan Fluiditas
- Fluiditas CCl
4

cp 0846 , 1 CCl
4 1
= q
0,9219 CCl
cp 1,0846
1
CCl
CCl
1
CCl
4
4
4 1
4
=
=
=
|
|
q
|

Dengan cara yang sama diperoleh data sebagai berikut:
Percobaan q

4
CCl |

I 1,0846 0,9219
II 1,2286 0,8139
III 1,0993 0,9097
4
CCl | = 0,8818

- Fluiditas Etanol
1
q
Etanol =
2,0852 cp
0,4796 Etanol
2,0852cp
1
Etanol
Etanol
1
Etanol
1
=
=
=
|
|
q
|

Dengan cara yang sama diperoleh data sebagai berikut:
Percobaan
Etanol q

Etanol |

I 2,0852 0,4796
II 2,0977 0,4767
III 2,0235 0,4942
Etanol | = 0,4835

- Fluiditas Aseton
= Aseton
1
q
1,6745 Aseton
cp 0,5972
1
Aseton
Aseton
1
Aseton
1
=
=
=
|
|
q
|

Dengan cara yang sama diperoleh data sebagai berikut:
Percobaan
Aseton q

Aseton |

I 0,5972 1,6745
II 0,6119 1,6342
III 0,5491 1,8212
Aseton | = 1,7099

I. RALAT KERAGUAN
ETANOL
Viskositas etanol
Percobaan q(cP) q (cP) ) ( q q ÷ (cP)
2
) ( q q ÷ (cP)
1. 2,0852
2,0688
0,0134

1,7956 x 10
-4
2. 2,0977 0,0289

8,3521 x 10
-4

3. 2,0235 -0,0453

20,5209 x 10
-4

¿
2
) ( q q ÷ 30,6686 x 10
-4


% 907 , 98 % 093 , 1 % 100
% 093 , 1 % 100
0688 , 2
10 2608 , 2
% 100
) 10 2608 , 2 0688 , 2 ( ) (
10 2608 , 2
) 1 3 ( 3
10 x 30,6686
) 1 (
) (
2
2
2
4 -
2
= ÷ =
= =
A
=
± = A ±
× =
÷
=
÷
÷
= A
÷
÷
÷
¿
Kebenaran
x
x
x nisbi Ralat
cP x
cP
n n
q
q
q q
q q
q


ASETON
Viskositas aseton
Percobaan q(cP) q (cP) ) ( q q ÷ (cP)
2
) ( q q ÷ (cP)
1. 0,5972
0,5861
0,0111
1,2321 x
10
-4

2.
0,6119
0,0258
6,6564 x
10
-4

3. 0,5491 -0,037 13,6900 x 10
-4
¿
2
) ( q q ÷ 29,467 x
10
-4


% 219 , 96 % 781 , 3 % 100
% 781 , 3 % 100
5861 , 0
10 2161 , 2
% 100
) 10 2161 , 2 5861 , 0 ( ) (
10 x 2161 , 2
) 1 3 ( 3
10 467 , 29
) 1 (
) (
2
2
2
4
2
= ÷ =
=
×
=
A
=
× ± = A ±
=
÷
=
÷
÷
= A
÷
÷
÷
÷
¿
Kebenaran
x x nisbi Ralat
cP
cP
x
n n
q
q
q q
q q
q



CCl
4

Viskositas CCl
4

Percobaan q(cP) q (cP) ) ( q q ÷ (cP)
2
) ( q q ÷ (cP)
1. 1,0846
1,1375
-0,0529 27,9841 x 10
-4

2. 1,2286 0,0911 82,9921 x 10
-4

3. 1,0993 -0,0382 14,5924 x 10
-4

¿
2
) ( q q ÷ 125,5686 x 10
-4


% 977 , 95 % 023 , 4 % 100
% 023 , 4 % 100
1375 , 1
10 5747 , 4
% 100
) 10 5747 , 4 1375 , 1 ( ) (
10 5747 , 4
) 1 3 ( 3
10 5686 , 125
) 1 (
) (
2
2
2
4
2
= ÷ =
=
×
=
A
=
× ± = A ±
× =
÷
×
=
÷
÷
= A
÷
÷
÷
÷
¿
Kebenaran
x x nisbi Ralat
cP
cP
n n
q
q
q q
q q
q


You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->