P. 1
..Pekerjaan Jalan..

..Pekerjaan Jalan..

|Views: 59|Likes:
Published by Erlyn Rhieriey
Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan penghamparan bahan aspal pada
permukaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk pemasangan lapisan beraspal
berikutnya. Lapis Resap Pengikat harus dihampar di atas permukaan yang bukan beraspal
(misalnya Lapis Pondasi Agregat), sedangkan Lapis Perekat harus dihampar di atas
permukaan yang beraspal (seperti Lapis Penetrasi Macadam, Laston, Lataston dll).
Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan penghamparan bahan aspal pada
permukaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk pemasangan lapisan beraspal
berikutnya. Lapis Resap Pengikat harus dihampar di atas permukaan yang bukan beraspal
(misalnya Lapis Pondasi Agregat), sedangkan Lapis Perekat harus dihampar di atas
permukaan yang beraspal (seperti Lapis Penetrasi Macadam, Laston, Lataston dll).

More info:

Published by: Erlyn Rhieriey on May 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/03/2013

$4.99

USD

pdf

text

original

BAB II Pembahasan A. Umum 1.

Uraian Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan penghamparan bahan aspal pada permukaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk pemasangan lapisan beraspal berikutnya. Lapis Resap Pengikat harus dihampar di atas permukaan yang bukan beraspal (misalnya Lapis Pondasi Agregat), sedangkan Lapis Perekat harus dihampar di atas permukaan yang beraspal (seperti Lapis Penetrasi Macadam, Laston, Lataston dll). 2. Standar Rujukan Standar Nasional Indonesia (SNI): Pd S-02-1995-03 Pd S-01-1995-03 AASHTO: AASHTO M20 – 70 AASHTO M140 – 88 AASHTO M226 – 80 Brirish Standards: BS 3403 3. : Industrial Tachometers : Penetration Graded Asphalt Cement : Emulsified Asphalt : Viscosity Graded Asphalt Cement : Spesifikasi Aspal Cair Penguapan Sedang (AASHTO M82 75) : Spesifikasi Aspal Emulsi Kationik (MSHTO M208 - 87)

Kondisi Cuaca Yang Diijinkan Untuk Bekerja Lapisan Resap Pengikat harus disemprot hanya pada permukaan yang kering atau mendekati kering, dan Lapis Perekat harus disemprot hanya pada permukaan yang benarbenar kering. Penyemprotan Lapis Resap Pengikat atau Lapis Perekat tidak boleh dilaksanakan waktu angin kencang, hujan atau akan turun hujan. Mutu Pekerja dan Perbaikan dari Pekerjaan Yang Tidak Memenuhi Ketentuan Lapisan yang telah selesal harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapisi dan tampak merata, tanpa adanya bagian-bagian yang beralur atau kelebihan aspaI. Untuk Lapis Perekat, harus melekat dengan cukup kuat di atas permukaan yang disemprot. Untuk penampilan yang kelihatan berbintik-bintik, sebagal akibat dan bahan aspal yang didistribusikan sebagai butir-butir tersencliri dapat diterima asalkan penampilannya kelihatan rata dan keseluruhan takaran pemakaiannya memenuhi ketentuan. Untuk Lapis Resap Pengikat, setelah proses pengeringan, bahan aspal harus sudah meresap ke dalam lapis pondasi, meninggalkan sebagian bahan aspal yang dapat

4.

1

• Catatan kalibrasi dan semua instrumen dan meteran pengukur dan tongkat celup ukur untuk distributor aspal. Tongkat celup ukur. Setiap kerusakan kecil pada Lapis Resap Pengikat harus segera diperbaiki menurut Seksi 8.ditunjukkan dengan permukaan berwarna hitam yang merata dan tidak berongga (porous). Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan agar lubang yang besar atau kerusakan lain yang terjadi dibongkar dan dipadatkan kembali atau penggantian lapisan pondasi dilkuti oleh pengerjaan kembali Lapis Resap Pengikat.) harus dilindungi agar tidak menjadi kotor karena percikan aspal. Sertifikat tersebut harus menjelas-kan bahwa bahan aspal tersebut memenuhi ketentuan dan Spesifikasi dan jenis yang sesuai untuk bahan Lapis Resap Pengikat atau Lapis Perekat. 3) Bahan aspal tidak boleh dibuang sembarangan kecuali ke tempat yang disetujul oleh Direksi Pekerjaan. 2 . yang harus diserahkan paling lambat 30 hari sebelum pelaksanaan dimulai. diserahkan sebelum pelaksanaan dimulai. Pengajuan Kesiapan Kerja Kontraktor harus mengajukan hal-hal berikut ml kepada Direksi Pekerjaan: • Lima liter contoh dan setiap bahan aspal yang diusulkan oleh Kontraktor untuk digunakan dalam pekerjaaan dilengkapi sertifikat dan pabrik pembuatnya dan hasil pengujian seperti yang disyaratkan. alat instrumen dan meteran pengukur harus dikalibrasi sampai memenuhi akurasi. • Contoh-contoh bahan yang dipakai pada setiap hari kerja harus dilaksanakan. Kondisi Tempat Kerja 1) Pekerjaan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga masih memungkinkan lalu lintas satu lajur tanpa merusak pekerjaan yang sedang dilaksanakan dan hanya menimbulkan gangguan yang minimal bagi lalu lintas.1 dan Seksi 8. penggunaan bahan penyerap (blotter material). • Grafik penyemprotan harus memenuhi dan Spesifikasi ini dan diserahkan sebelum pelaksanaan dimulai. termasuk pembuangan bahan yang berlebihan. pepohonan dll. 5. Tekstur untuk permukaan lapis pondasi agregat harus rapi dan tidak boleh ada genangan atau lapisan tipis aspal atau aspal tercampur agregat halus yang cukup tebal sehingga mudah dikupas dengan pisau. 2) Bangunan-bangunan dan benda-benda lain di samping tempat kerja (struktur. atau penyemprotan tambahan seperlunya. toleransi ketelitian dan ketentuan dan Spesifikasi mi dan tanggal pelaksanaan kalibrasi harus tidak melebihi satu tahun sebelum pelaksanaan dimulai. Perbaikan dan Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat yang tidak memenuhi ketentuan harus seperti yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.2 dan Spesifikasi ml. Laporan harian untuk pekerjaan pelaburan yang telah dilakukan dan takaran pemakaian bahan. 6.

(2). 2) Aspal semen Pen. Peralatan 1. Direksi Pekerjaan dapat mengijinkan penggunaan aspal emulsi yang diencerkan dengan perbandingan 1 bagian air bersih dan 1 bagian aspal emulsi. Kecuali diperintah lain oleh Direksi Pekerjaan. Aspal emuisi harus mengandung residu basil penyulingan minyak bumi (aspal dan pelarut) tidak kurang dan 50 % dan mempunyai penetrasi aspal tidak kurang dan 80/100.80/100 atau Pen. 2) Bilamana lalu lintas diijinkan lewat di atas Lapis Resap Pengikat maka harus digunakan bahan penyerap (blotter material) dan hasil pengayakan kerikil atau batu pecah.5 mm) dan tidak Iebih dan 2 persen harus lolos ayakan ASTM No. Pengendalian Lalulintas Kontraktor harus bertanggung jawab terhadap dampak yang terjadi bila lalu lintas yang dijinkan lewat di atas Lapis Resap Pengikat atau Lapis Perekat yang baru ciikerjakan. C. bahan kohesif atau bahan organik. 3 . Tidak kurang dan 98 persen harus lobs ayakan ASTM 3/8” (9.60/70 atau Pen. Bahan Lapis Perekat 1) Aspal emulsi jenis Rapid Setting yang memenuhi ketentuan AASHTO M140 atau Pd 501-1995-03 (AASHTO M208). Ketentuan Umum 2. setelah percobaan di atas lapis pondasi atas yang telah selesai sesuai dengan Pasal 6. terbebas dan butiran-butiran berminyak atau lunak. Proporsi minyak tanah yang digunakan sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. • Aspal semen Pen. diencerkan dengan minyak tanah (kerosen). Aspal emulsi untuk Lapis Resap pengikat ini tidak boleh diencerkan di lapangan.60/70. diencerkan dengan 25 sampai 30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal. juga pengaciaan dan sarana pertolongan pertama. Umumnya hanya aspal emulsi yang dapat menun-jukkan peresapan yang balk pada lapis pondasi tanpa pengikat yang disetujui.4. memenuhi AASHTO M20.8 (2.4) Kontraktor harus melengkapi tempat pemanasan dengan fasilitas pencegahan dan pengendalian kebakaran yang memadai.80/100 yang memenuhi ketentuan AASHTO M20. Bahan Lapisan Resap Pengikat 1) Bahan aspal untuk Lapis Resap Pengikat haruslah salah satu dan berikut ini: • Aspal emulsi reaksi sedang (medium setting) atau reaksi lambat (slow setting) yang memenuhi MSHTO M140 atau Pd S-01-1995-03 (AASHTO M208). B. perbandingan pemakalan minyak tanah pada percobaan pertama harus dan 80 bagian minyak per 100 bagian aspal semen (80 pph kurang lebih ekivalen dengan viskositas aspal cair hash kilang jenis MC-30). Bahan 1.1.36 mm). 7.

5 persen dan skala putaran penuh sesuai kecepatan putaran ketentuan BS 3403 pompa : ± 5 0C.5 persen dan skala putaran penuh sesuai kecepatan kendaraan ketentuan BS 3403 : ± 1. 4. Distributor aspal juga harus dilengkapi pipa semprot tangan.Kontraktor harus melengkapi peralatannya terdiri dan penyapu mekanis dan atau kompresor. pemompaan dan penyemprotari harus sesuai dengan ketentuan pengamanan dan Institute of Petroleum. 3) Alat penyemprot. Batang semprot harus terpasang dengan jumlah minimum 24 nosel. minimum garis tengah arloji 70 mm : ± 2 persen dan total volume tangki. dipelihara dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga bahan aspal dengan panas yang sudah merata dapat disemprotkan secara merata dengan berbagai variasi lebar permukaan.3. 2. 3. nilai tongkat celup maksimum garis skala Tongkat Celup 50 liter. memenuhi peraturan keamanan jalan.(4) dan Spesifikasi ini. dipasang pada jarak yang sama yaltu 10 ± 1 cm. tongkat celup yang telah dikalibrasi. Distributor Aspal – Batang Semprot 1) Distributor aspal harus berupa kendaraan beroda ban angin yang bermesin penggerak sendiri. Seluruh perlengkapan pengukur pada distributor harus dikalibrasi untuk memenuhi toleransi yang ditentukan dalam Pasal 6. Bilamana dimuati penuh maka tekanan ban pada pengoperasian dengan kecepatan penuh tidak boleh meampaui tekanan yang direkomendasi pabrik pembuatnya. peralatan untuk memanaskan bahan aspal dan peralatan yang sesuai untuk menyebarkan kelebihan bahan aspal. Toleransi Peralatan Distributor Aspal Toleransi ketelitian dan ketentuan jarum baca yang dipasang pada distributor aspal dengan batang semprot harus memenuhi ketentuan berikut ini: Ketentuan dan Toeransi Yang Dijinkan : ± 1. diperlengkapi. harus dirancang. Inggris. rentang 0 . 4) Distributor aspal harus dilengkapi dengan batang semprot sehingga dapat mensirkulasikan aspal secara penuh yang dapat diatur ke arah horisontal dan vertikal. 2) Sistem tangki aspal. Tachometer pengukur Tachometer pengukur Pengukur suhu Pengukur volume atau 4 . meteran tekanan. distributor aspal. sebuah termometer untuk mengukur temperatur isi tangki. Selanjutnya catatan kalibrasi yang teliti dan memenuhi ketentuan tersebut harus diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. pada takaran yang ditentukan dalam rentang 0. Perlengkapan Perlengkapan distributor aspal harus meliputi sebuah tachometer (pengukur kecepatan putaran).250 °C.15 sampai 2.1. dan peralatan untuk mengukur kecepatan lambat. pemanasan.4 liter per meter persegi.

Lintasan penyemprotan minimum sepanjang 200 meter harus dilaksanakan dan kendaraan harus dijalankan dengan kecepatan tetap sehingga dapat mencapal takaran sasaran pemakalan yang telah ditentukan Iebih dahulu oleh Direksi Pekerjaan.5. beserta tekanan penyemprotanya harus diplot pada grafik penyemprotan.5 meter dan tepi bidang yang disemprot atau dalam jarak 10 m dan titik awal penyemprotan. Setiap modifikasi atau penggantian distributor aspal harus diuji terlebih dahulu sebelum digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. Grafik Penyemprotan harus memperlihatkan hubungan antara kecepatan dan jumlah takaran pemakaian aspal yang digunakan serta hubungan antara kecepatan pompa dan jumlah nosel yang digunakan. Takaran pemakalan. yang diambil sebagai harga rata-rata dan semua kertas resap tidak boleh berbeda Iebih dan 5 persen 5 6. berdasarkan pada keluaran aspal dan nosel. perbedaan berat harus dipakai dalam menentukan takaran aktual pada tiap lembar dan perbedaan tiap lembar terhadap takaran rata-rata yang diukur melintang pada lebar penuh yang telah disemprot tidak boleh melampaui 15 persen takaran rata-rata. 2) Penyemprotan dalam arah melintang dan takaran pemakaian aspal yang dihasilkan oleh distributor aspal harus diuji dengan cara melintaskan batang semprot di atas bidang pengujian selebar 25 cm x 25 cm yang terbuat dan lembaran nesap yang bagian bawahnya kedap. yang benatriya harus ditimbang sebelum dan sesudah disemprot. maka peralatan tersebut tidak diperkenankan untuk dioperasikan dalam pekerjaan. dalam keadaan baik. setiap saat. 3) Ketelitian yang dapat dicapal distributor aspal terhadap suatu takaran sasaran pemakalan alat semprot harus diuji dengan cara yang sama dengan pengujian distribusi melintang pada butir (b) di atas. . Dengan minimum 5 penampang melintang yang berjarak sama harus dipasang 3 kertas resap yang berjarak sama. untuk menjamin adanya tumpang tindih (overlap) semprotan yang keluar dan tiga nosel (yaitu setiap lebar permukaan disemprot oleh semburan tiga nosel). Grafik Penyemprotan juga harus memperlihatkan tinggi batang semprot dan permukaan jalan dan kedudukan sudut horisontal dan nosel semprot. kertas tidak boleh dipasang dalam jarak kurang dan 0. Kinerja Distributor Aspal 1) Kontraktor harus menyiapkan distributor lengkap dengan perlengkapan dan operatornya untuk pengujian lapangan dan harus menyediakan tenaga-tenaga pembantu yang dibutuhkan untuk tujuan tersebut sesuai perintah Direksi Pekerjaan. Grafik Penyemprotan dan Buku Petunjuk Pelaksanaan Distributor aspal harus dilengkapi dengan Grafik Penyemprotan dan Buku Petunjuk Pelaksanaan yang harus disertakan pada alat semprot. Buku petunjuk pelaksanaan harus menunjukkan diagram aliran pipa dan semua petunjuk untuk cara kerja alat distributor. Keluaran aspal pada nosel (liter per menit) dalam keadaan konstan. Setiap distributor yang menurut pendapat Direksi Pekerjaan kinerjanya tidak dapat diterima bila dioperasikan sesuai dengan Grafik Takaran Penyemprotan dan Buku Petunjuk Pelaksanaan atau tidak memenuhi ketentuan dalam Spesifikasi dalam segala seginya.

2. 6) Pembersihan harus dilaksanakan melebihi 20 cm dan tepi bidang yang akan disemprot. • Batang semprot yang dilengkapi dengan lubang pengatur keluarnya aspal (nosel).1 dan Seksi 8.6 dari Spesiflkasi ini yang sesuai dengan lokasi dan jenis permukaan yang baru tersebut. menurut Seksi 4.dan takaran sasaran. Agar diperoleh hasil penyemprotan yang merata maka Kontraktor harus menyediakan tenaga operator yang terampil dan diuji coba dahulu kemampuannya sebelum disetujui oleh Direksi Pekerjaan.(3). 3) 6.1. perkerasan atau bahu itu harus telah selesai dikerjakan sepenuhnya. Perengkapan utama peralatan penyemprot aspal tangan harus selalu dijaga dalam kondisi baik.1. Sebagal alternatif. 4) Permukaan yang akan disemprot itu harus dipelihara menurut standar butir (a) dan butir (b) di atas sebelum pekerjaan pelaburan dilaksanakan. D. Untuk tujuan pengujian ini minimum 70 persen dan kapasitas distributor aspal harus disemprotkan. takaran pemakalan rata-rata dapat dihitung dan pembacaan tongkat ukur yang telah dikalibrasi. 5. Bilamana peralatan ini belum dapat memberikan permukaan yang benar-benar bersih. seperti yang ditentukan dalam Pasal 6. Penyiapan Permukaan Yang Disemprot Aspal 1) Apabila pekerjaan Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat akan dilaksanakan pada permukaan perkerasan jalan yang ada atau bahu jalan yang ada. 5. 7. 5) Sebelum penyemprotan aspal dimulai.3.4. semua kerusakan perkerasan maupun bahu jalan harus diperbaiki menurut Seksi 8. 7) Tonjolan yang disebabkan oleh benda-benda asing lainnya harus disingkirkan dan permukaan dengan memakai penggaru baja atau dengan cara Iainnya yang telah disetujui atau sesuai dengan perintah Direksi Pekerjaan dan bagian yang telah digaru tersebut harus dicuci dengan air dan disapu. permukaan harus dibersihkan dengan memakai sikat mekanis atau kompresor atau kombinasi keduanya. terdiri dari: • Tangki aspa dengan alat pemanas. • Pompa yang memberikan tekanan ke dalam tangki aspal sehingga aspa dapat tersemprot keluar.4. penyapuan tambahan harus dikerjakan manual dengan sikat yang kaku.1. 6 .2 dan Spesifikasi ini.4. 6. atau 6. 2) Apabila pekerjaan Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat akan dilaksanakan pada perkerasan jalan baru atau bahu jalan baru. 4. Pelaksanaan Pekerjaan 1. Peralatan Penyemprot Aspal Tangan (Hand Sprayer) Bilamana diijinkan oleh Direksi Pekerjaan maka penggunaan perlatan penyemprot aspal tangan dapat dipakal sebagai pengganti distributor aspal.(g) dan Spesifikasi ini.

4 sampai 1. Takaran dan Temperatur Pemakaian Bahan Aspal 1) Kontraktor harus melakukan percobaan lapangan di bawah pengawasan Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan tingkat takaran yang tepat (liter per meter persegi) dan percobaan tersebut akan diulangi. sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.8) 9) Untuk pelaksanaan Lapis Resap Pengikat di atas Lapis Pondasi Agregat Kelas A.1. bila jenis dan permukaan yang akan disemprot atau jenis dan bahan aspal berubah. kecuali diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan.2 sampai 1. 2) Suhu penyemprotan harus sesuai dengan Tabel 6.3 liter per meter persegi untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas A 0. 2. 7 . permukaan yang hanya mengandung agregat halus tidak akan diterima.4. bermosaik agregat kasar dan halus. Lihat Tabel 6.0 liter per meter persegi untuk Lapis Pondasi Semen Tanah. rapat.(1) untuk jenis takaran pemakaian lapis aspal.1. Biasanya takaran pemakaian yang didapatkan akan berada dalam batas-batas sebagai berikut: Lapis Resap Pengikat : 0. temperaturnya dapat diperoleh dengan cara interpolasi. permukaan akhir yang telah disapu harus rata. Pekerjaan penyemprotan aspal tidak boleh dimulal sebelum perkerasan telah disiapkan dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan. Lapis Perekat : Sesuai dengan jenis permukaan yang akan menerima pelaburan dan jenis bahan aspal yang akan dipakai.(1).4. Suhu penyemprotan untuk aspal cair yang kandungan minyak tanahnya berbeda dari yang ditentukan dalam daftar ini.

dengan demikian seluruh nosel bekerja dengan benar pada sepanjang bidang jalan yang akan disemprot. Pelaksanaan Penyemprotan 1) Batas permukaan yang akan disemprot oleh setiap lintasan penyemprotan harus diukur dan ditandai. Demikian pula lebar yang telah disemprot harus lebih besar dan pada lebar yang ditetapkan. 3) Alat penyemprot aspal harus dioperasikan sesuai grafik penyemprotan yang telah disetujui. bahwa lintasan penyemprotan bahan aspal harus satu lajur atau setengah lebar jalan dan harus ada bagian yang tumpang tindih (overlap) selebar 20 cm sepanjang sisi-sisi lajur yang bersebelahan. 3. Sambungan memanjang selebar 20 cm ini harus dibiarkan terbuka dan tidak boleh ditutup oleh lapisan berikutnya sampai lintasan penyemprotan di lajur yang bersebelahan telah selesai dilaksanakan. Direksi Pekerjaan dapat menyetujui pemakaian penyemprot aspal tangan (hand sprayer). 8 . 5) Lokasi awal dan akhir penyemprotan harus dilindungi dengan bahan yang cukup kedap. agar batang semprot mencapal bahan pelindung tersebut dan kecepatan ini harus tetap dipertahankan sampai melalui titik akhir. Penyemprotan harus dimulai dan dihentikan sampai seluruh batas bahan pelindung tersemprot. telah rusak akibat pemanasan berlebihan harus ditolak dan harus diganti atas biaya Kontraktor. 4) Bila diperintahkan. ketinggian batang semprot dan penempatan nosel harus disetel sesual ketentuan grafik tersebut sebelum dan selama pelaksanaan penyemprotan. Setiap bahan yang menurut pendapat Direksi Pekerjaan. batas-batas lokasi yang disemprot harus ditandai dengan cat atau benang.3) Frekuensi pemanasan yang berlebihan atau pemanasan yang berulang-ulang pada temperatur tinggi haruslah dihindari. kecepatan kendaraan. Khususnya untuk Lapis Resap Pengikat. 6) Distributor aspal harus mulai bergerak kira-kira 5 meter sebelum daerah yang akan disemprot dengan demikian kecepatan lajunya dapat dijaga konstan sesuai ketentuan. hal ini dimaksudkan agar tepi permukaan yang ditetapkan tetap mendapat semprotan dan tiga nosel. Kecepatan pompa. sama seperti permukaan yang lain. 2) Agar bahan aspal dapat merata pada setiap titik maka bahan aspal harus disemprotkan dengan batang penyemprot dengan kadar aspal yang diperintahkan. kecuali jika penyemprotan dengan distributor tidaklah praktis untuk lokasi yang sempit.

Lapisan berikutnya hanya dapat dihampar setelah bahan resap pengikat telah meresap sepenuhnya ke dalam lapis pondasi dan telah mengeras. 11) Setelah pelaksanaan penyemprotan.1. E. Bahan penyerap (blotter material) hanya boleh dihampar 4 jam setelah penyemprotan Lapis Resap Pengikat. khususnya untuk Lapis Perekat. Pemeliharaan dan Pembukaan Bagi Lalu Lintas 1.4. Takaran pemakalan rata-rata bahan aspaf pacla setiap lintasan penyemprotan.2.(b) dan Spesifikasi ini sebelum penghamparan lapis berikutnya. Untuk Lapis Resap Pengikat yang akan dilapisi Burtu atau Burda. Pemeliharaan Lapisan Pesap Pengikat 1) Kontraktor harus tetap memelihara permukaan yang telah diberi Lapis Resap Pengikat atau Lapis Perekat sampal lapisan berikutnya dihampar. 10) Penyemprotan harus segera dihentikan jika ternyata ada ketidaksempurnaan peralatan semprot pada saat beroperasi.(2). Takaran pemakaian rata-rata yang dicapai harus sesuai dengan yang diperintahkan Direksi Pekerjaan menurut Pasal 6. dalam toleransi berikut ini: Takaran pemakaian yang dicapai harus telah dihitung sebelum lintasan penyemprotan berikutnya dilaksanakan dan bila perlu diadakan penyesuaian untuk penyemprotan berikutnya.1. bahan aspal yang berlebihan dan tergenang di atas permukaan yang telah disemprot harus diratakan dengan menggunakan alat pemadat roda karet. 12) Tempat-tempat yang disemprot dengan Lapis Resap Pengikat yang menunjukkan adanya bahan aspal berlebihan harus ditutup dengan bahan penyerap (blotter material) yang memenuhi Pasal 6. Luas lintasan penyemprotan didefinisikan sebagal hasH kali panjang lintasan penyemprotan dengan jumlah nosel yang digunakan dan jarak antara nosel. Jumlah pemakaian bahan aspal pada setiap kali lintasan penyemprotan harus segera diukur dan volume sisa dalam tangki dengan meteran tongkat celup.(1). 13) Tempat-tempat bekas kertas resap untuk pengujiari kadar bahan aspal harus dilabur kembali dengan bahan aspal yang sejenis secara manual dengan kadar yang hampir sama dengan kadar di sekitarnya. waktu penundaan harus sebagaimana yang diperintahkan Direksi Pekerjaan minimum dua han dan tak 9 .7) 8) 9) Sisa aspal dalam tangki distributor harus dijaga tidak boleh kurang dan 10 persen dan kapasitas tangki untuk mencegah udara yang terperangkap (masuk angin) dalam sistem penyemprotan. harus dihitung sebagai volume bahan aspal yang telah dipakai dibagi luas bidang yang disemprot. sikat ijuk atau atat penyapu dan karet.(a) dan Spesifikasi mi.

Pengendalian Mutu dan Pengujian di Lapangan 1) Contoh aspal dan sertifikatnya. dipilih yang lebih dulu tercapai. tergantung dan lalu lintas.000 liter. harus disediakan pada setiap pengangkutan aspal ke lapangan pekeijaan. sebagal berikut: • Sebelum pelaksanaan pekerjaan penyemprotan pada Kontrak tersebut. lalu lintas dapat diijinkan lewat sebelum waktu tersebut. • Apabila distributor mengalami kerusakan atau modifikasi. 4) Gradasi agregat penutup (blotter material) harus diajukan kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan sebelum agregat tersebut digunakan.2) boleh lebih dan empat belas han.10 seperti terdapat pada Gambar. masing-masing pada saat awal penyemprotan dan pada saat menjelang akhir penyemprotan. termasuk pemakaian bahan aspal pada setiap lintasan penyemprotan dan takaran pemakaian yang dicapai. oksidasi. 2) Dua liter contoh bahan aspal yang akan dihampar harus diambil dan distributor aspal. Agregat penutup (blotter material) yang bersih. 10 . Bila penghamparan agregat penutup pada lajur yang sedang dikerjakan yang bersebelahan dengan lajur yang belum dikerjakan. 2. Pemakaian agregat penutup harus dilaksanakan seminimum mungkin. F. • Setiap 6 bulan atau setiap penyemprotan bahan aspal sebanyak 150. Dalam keadaan khusus. 5) Catatan harian yang terinci menqenai pelaksanaan penyemprotan permukaan. cuaca. perlu dilakukan pemeriksaan ulang terhadap distributor tersebut. harus dihampar sebelum lalu lintas diijinkan lewat. Sewaktu lapis aspal dalam keadaan tidak tertutup. sebuah alur (strip) yang lebarnya paling sedikit 20 cm sepanjang tepi sambungan harus dibiarkan tanpa tertutup agregat. harus dibuat dalam formulir standar Lembar 1. atau jika sampal tertutup harus dibuat tidak tertutup agregat bila lajur kedua sedang dipersiapkan untuk ditangani. Pelapisan lapisan beraspal berikut tersebut harus dihampar sebelum lapis aspal hilang kelengketannya melalui pengeringan yang berlebihan. 3) Distributor aspal harus diperiksa dan diuji. Pemeliharaan dari Lapis Perekat Lapis Perekat harus disemprotkan hanya sebentar sebelum penghamparan lapis aspal berikut di atasnya untuk memperoleh kondisi kelengketan yang tepat. bahan aspal dan bahan lapis pondasi yang digunakan. Agregat penutup harus disebar dan truk sedemikian rupa sehingga roda tidak melindas bahan aspal yang belum tertutup agregat. debu yang tertiup atau lainnya. agar memungkinkan tumpang tindih (overlap) bahan aspal. Lalu lintas tidak diijinkan lewat sampai bahan aspal telah meresap dan mengering serta tidak akan terkelupas akibat dilewati roda lalu lintas. tetapi tidak boleh kurang dan empat jam setelah penghamparan Lapis Resap Pengikat tersebut.

3. tidak akan diukur atau dibayar di bawah Seksi ini. termasuk bahan penyerap (blotter material).Pengukuran dan Pembayaran 1. 3) Pekerjaan untuk penyiapan dan pemeliharaan formasi yang di atasnya diberi Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat. 4) Pembersihan dan persiapan akhir pada permukaan jalan dan pemeliharaan permukaan Lapis Resap Pengikat atau Lapis Perekat yang telah selesai harus dianggap merupakan satu kesatuan dengan pekerjaan Lapis Resap Pengikat atau Lapis Perekat yang memenuhi ketentuan dan tidak boleh diukur atau dibayar secara terpisah. Pengukuran Untuk Pekerjaan Yang Diperbaiki Bila perbaikan pekerjaan Lapis Resap Pengikat atau Lapis Perekat yang tidak memenuhi ketentuan. tetapi harus diukur dan dibayar sesuai dengan Seksi yang relevan yang disyaratkan untuk pelaksanaan dan rehabilitasi. 11 . penyemprotan ulang. atau jumlah liter aktual pada 15 °C yang terhampar dan diterima. maka kuantitas yang diukur untuk pembayaran haruslah merupakan pekerjaan yang seharusnya dibayar jika pekerjaan yang semula diterima. Pengukuran volume harus diambil saat bahan berada pada temperatur keseluruhan yang merata dan bebas dan gelembung udara. 2. peralatan. kuantitas maupun pengujian yang diperiukan oleh perbaikan ini. Tidak ada pembayaran tambahan yang akan dilakukan untuk pekerjaan tambahan. 2) Setiap agregat penutup (blotter material) yang digunakan harus dianggap termasuk pekerjaan sementara untuk memperoleh Lapis Resap Pengikat yang memenuhi ketentuan dan tidak akan diukur atau dibayar secara terpisah. termasuk seluruh pekerja. dan setiap kegiatan yang diperlukan untuk menyelesaikan dan memelihara pekerjaan yang diuraikan dalam Seksi ini.G. Kuantitas dan aspal yang digunakan harus diukur setelah setiap lintasan penyemprotan. Pengukuran Untuk Pembayaran 1) Kuantitas dan bahan aspal yang diukur untuk pembayaran adalah nilai terkecil di antara berikut ini : jumlah liter pada 15 °C menurut takaran yang diperlukan sesuai dengan Spesifikasi dan ketentuan Direksi Pekerjaan. Dasar Pembayaran Kuantitas yang sebagaimana ditetapkan di atas harus dibayar menurut Harga Satuan Kontrak per satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang tercantum di bawah ini dan dalam Daftar Kuantitas dan Harga. perlengkapan. dimana pembayaran tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk pengadaan dan penyemprotan seluruh bahan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->