SPESIFIKASI TEKNIS DAN METODE PELAKSANAAN

A. URAIAN TEKNIS UMUM I. LINGKUP PEKERJAAN

I.1. Nama kegiatan : Pembangunan/Rehabilitasi Fasilitas Gedung Pemerintahan
I.2. Nama pekerjaan : Renovasi Gedung Kantor Kelurahan Sememi II. JENIS DAN MUTU BAHAN II.1. Kecuali ditetapkan lain secara khusus, maka semua bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus menggunakan bahan yang baru. II.2. Tanda pengenal. 1. Apabila pabrik/produsen bahan mengeluarkan tanda pengenal untuk produk/bahan yang dihasilkannya, baik berupa cap merk dagang atau sebagai pengenal kualitas/kelas/kapasitas maka semua bahan dari pabrik/produsen bersangkutan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus mengandung tanda pengenal tersebut. 2. Khusus untuk bahan pekerjaan instalasi (daya, penerangan, komunikasi, alarm, plumbing dan lain-lain) kecuali ditetapkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, bahan sejenis dengan fungsi yang berbeda harus diberi tanda pengenal yang berbeda pula. Tanda pengenal ini dapat berupa warna atau tanda lain yang harus sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku. Dalam hal ini harus dilaksanakan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. II.3. Merk Dagang Dan Kesetaraan. 1. Secara umum penggunaan Bahan/Produk harus mempunyai kualitas penampilan yang setara dengan bahan/produk yang memakai Merk Dagang yang disebutkan dan dapat diterima apabila sebelumnya telah diperoleh persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan atas ijin dari Pemberi Tugas tentang kesetaraan tersebut. 2. Penggunaan Bahan/Produk yang disetujui harus sesuai dengan salah satu merk yang disebutkan dalam spesifikasi bahan atau merk lain yang telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan tidak dianggap sebagai perubahan Pekerjaan dan karenanya tidak akan ada perubahan harga. II.4. Penggantian (Substitusi). 1. Atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, Kontraktor dapat menggantikan sesuatu bahan/produk dengan sesuatu Bahan/Produk lain yang berbeda dari produk yang disyaratkan dan setaranya. 2. Apabila akibat penggantian bahan/produk terjadi perhitungan harga kurang/lebih maka akan diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah/kurang. II.5. Persetujuan Bahan. 1. Untuk menghindarkan penolakan bahan dilapangan dianjurkan dengan sangat agar sebelum sesuatu Bahan/Produk yang akan dibeli/dipesan/diprodusir, terlebih dulu dimintakan Persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan atas kesesuaian dari Bahan/Produk tersebut dengan Persyaratan Teknis, Guna diberikan persetujuan dalam bentuk tertulis yang dilampirkan pada contoh/Brosur dari Bahan/Produk yang bersangkutan untuk diserahkan pada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dilapangan.

2. Penolakan bahan dilapangan karena diabaikannya prosedur diatas sepenuhnya merupakan tanggung jawab Kontraktor tanpa pertimbangan keringanan apapun. 3. Adanya persetujuan tertulis dengan disertai Contoh/Brosur seperti tersebut diatas tidak melepaskan tanggung jawab Kontraktor dari kewajibannya untuk mengadakan Bahan/Produk yang sesuai dengan persyaratannya, serta tidak merupakan jaminan akan diterima/disetujuinya seluruh Bahan/Produk tersebut dilapangan, sejauh tidak dapat dibuktikan bahwa seluruh Bahan/Produk tersebut adalah sesuai dengan Contoh/Brosur yang telah disetujui. II.6. Contoh Pada waktu memintakan persetujuan atas Bahan/Produk kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus diserahkan Contoh dari Bahan/Produk tersebut, dengan ketentuan sebagai berikut 1. Jumlah Contoh : a. Untuk Bahan/Produk yang tidak dapat diberikan sesuatu Sertifikat Pengujian yang dapat disetujui/diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sehingga perlu untuk diadakan Pengujian, maka kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus diserahkan sejumlah Bahan/Produk sesuai persyaratan yang ditetapkan dalam Standar Prosedur Pengujian, untuk dijadikan Benda Uji guna diserahkan kepada lembaga Penguji yang ditunjuk oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. b. Untuk Bahan/Produk yang mempunyai Sertifikat Pengujian, maka harus diserahkan 2 (dua) buah contoh, yang masing-masing disertai dengan salinan Sertifikat Pengujian yang bersangkutan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Contoh yang disetujui : a. Contoh yang diserahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan telah memperoleh persetujuan, harus dibuat suatu keterangan tertulis mengenai persetujuannya serta dipasang tanda pengenal persetujuannya pada 2 (dua) buah contoh, yang semuanya akan dipegang oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bila dikehendaki Kontraktor dapat memintakan sejumlah set tambahan dari contoh berikut Tanda Pengenal Persetujuan dan surat keterangan persetujuan untuk kepentingan dokumentasi Kontraktor. b. Pada waktu Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sudah tidak lagi membutuhkan contoh yang disetujui tersebut untuk pemeriksaan Bahan/Produk bagi pekerjaan, maka Kontraktor berhak meminta kembali Contoh tersebut untuk dipasang pada pekerjaan. 3. Waktu Persetujuan Contoh a. Merupakan tanggung jawab dari Kontraktor untuk mengajukan Contoh pada waktunya, sehingga Pemberian persetujuan atas Contoh tersebut tidak akan menyebabkan keterlambatan pada Jadwal Pengadaan Bahan (paling akhir 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum mendapat persetujuan bahan). b. Untuk Bahan/Produk yang persyaratannya tidak dikaitkan dengan kesetaraan pada sesuatu Merk Dagang tertentu, keputusan atas Contoh akan diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam waktu tidak lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja. Persetujuan yang akan melibatkan keputusan tambahan diluar Persyaratan Teknis (seperti penentuan Model, warna dll), maka keseluruhan keputusan akan diberikan dalam waktu tidak lebih dari 21 (dua puluh satu) hari kerja. c. Untuk Bahan/Produk yang masih harus dibuktikan kesetaraannya dengan sesuatu Merk Dagang yang disebutkan, keputusan atas Contoh akan diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam waktu 21 (dua puluh satu) hari kerja sejak dilengkapinya pembuktian kesetaraan.

d. Untuk bahan/Produk yang bersifat Pengganti (substitusi), keputusan Persetujuan akan diberikan oleh Direksi Pekerjaan dalam jangka waktu 21 (dua puluh satu) hari sejak diterimanya seluruh bahan-bahan pertimbangan secara lengkap. e. Untuk Bahan/Produk yang bersifat Peralatan/Perlengkapan ataupun Produk lain yang karena sifat/jumlah/harga pengadaannya tidak memungkinkan untuk diberikan Contoh dalam bentuk Bahan/Produk jadi, maka permintaan Persetujuan bisa diajukan berdasarkan Brosur dari Produk tersebut, dengan dilengkapi :   Spesifikasi Teknis lengkap yang dikeluarkan oleh Pabrik/Produsen. Surat-surat seperlunya dari Agen/Importir sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan antara lain Surat keagenan Surat Jaminan Suku Cadang dan Jasa Purna Penjualan (After Sales service) dan lain-lain. Katalog untuk warna, Pekerjaan Penyelesaian (Finishing) dan lain-lain.

 

Sertifikat-sertifikat Pengujian/Penetapan Kelas serta dokumen-dokumen lain sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. f. Apabila setelah melewati waktu yang ditetapkan diatas, keputusan atas contoh dari Bahan/Produk yang diajukan belum diperoleh tanpa Pemberitahuan tertulis apapun dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, maka dianggap bahwa contoh yang diajukan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. g. Penyimpanan Bahan.  Persetujuan atas sesuatu Bahan/Produk harus dimengerti sebagai perijinan untuk memasukkan Bahan/Produk tersebut ke dalam lapangan serta pemeriksaan keadaannya pada saat persetujuan diberikan. Bahan/produk yang telah dimasukkan ke lapangan harus segera disimpan dengan cara yang betul dan baik, sesuai ketentuan untuk masing-masing Bahan/Produk yang telah ditetapkan serta sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan apabila tidak diisyaratkan pabrik. Kontraktor yang akan memakai Bahan/Produk tersebut harus bertanggung jawab selama dalam penyimpanan, Bahan/Produk tersebut tetap berada dalam kondisi layak untuk dipakai. Apabila selama waktu itu ternyata bahwa Bahan/Produk menjadi tidak layak untuk dipakai dalam pekerjaan, maka Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak untuk memerintahkan agar Bahan/Produk tersebut harus segera dikeluarkan dari lapangan untuk diganti dengan yang memenuhi persyaratan.

III.

URAIAN PEKERJAAN III.1. Informasi Site 1. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor harus benar-benar memahami kondisi/pelaksanaan pekerjaan dan harus sudah memperhitungkan segala permasalahan yang dihadapi. 2. Kontraktor harus memperhatikan secara khusus mengenai pengaturan lokasi tempat bekerja, penempatan material, pengamanan dan kelangsungan operasi selama pekerjaan berlangsung. 3. Kontraktor harus mempelajari dengan seksama seluruh bagian gambar, persyaratan teknis dan agenda-agenda dalam dokumen lelang, guna penyesuaian dengan kondisi lapangan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan benar. III.2. Penyediaan Pemborong harus menyediakan semua keperluan guna pelaksanaan pekerjaan yang sempurna dan efisien dengan urutan yang teratur, termasuk sarana bantu seperti alat-alat penarik dan pengangkat, andang-andang dan sebagainya.

3. 3. 12. Bak Ukur 6. 7 8. Disamping alat-alat yang diperlukan seperti tersebut diatas. 1.1. 9. DAFTAR ALAT KERJA LAPANGAN NO. 5. .5 HP 0. Theodolith / Waterpass c. Kuantitas dan kualitas pekerjaan yang termasuk pada harga kontrak harus dianggap seperti yang tertera di gambar-gambar kontrak atau tercantum di uraian dan syarat-syarat.5 .5" & 1. Kontraktor harus menyiapkan tendatenda untuk para pekerja waktu hujan. Yang melalui jalan umum agar tidak mengganggu lalu lintas. 11. Lampu-lampu penerangan pekerja lembur Stamper/Compactor Pemotong Besi Mesin Las Pompa Air Jaring Pengaman Mesin potong granit / keramik Bor listrik Setaraf Top Con Setaraf Top Con 80 w – 500 w 0. 2. apa yang tertera dalam uraian dan syarat-syarat atau gambar dalam kontrak itu bagaimanapun tidak boleh ditolak. Kontraktor diwajibkan untuk segera menyingkirkan alat-alat tersebut dan memperbaiki semua kerusakan yang diakibatkannya serta membersihkan bekasbekasnya. NAMA ALAT Perancah (scafolding) Molen Beton Vibrator Kereta angkut beton Pesawat ukur a. 10. 5.5 1/det Listrik Listrik 1 buah 2 buah secukupnya 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit SPESIFIKASI TEKNIS Baja Kap 1/8 m3. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak memerintahkan untuk menambah peralatan yang tidak sesuai/tidak memenuhi persyaratan.04 m3 JUMLAH 400 m2 1 buah 2 buah 4 unit III. Bila pekerjaan sudah selesai.80 t Listrik 3 . 6.0. 4. atau dipengaruhi penerapan atau interprestasi dari apa yang tercantum dalam syarat-syarat ini. Kuantitas dan Kualitas Pekerjaan.5" kap 0. Kontraktor harus menjaga ketertiban dan kelancaran perjalanan alat-alat berat. 2.1 sebagai persyaratan untuk pelaksana.1/4/m3 2. 4. 1. Tetapi kecuali yang disebut di atas. Peralatan yang digunakan harus baik dan bisa beroperasi dengan lancar.3.03-0. 13. Dalam daftar dibawah ini tercantum peralatan yang dimaksud dalam ayat 3. Semua peralatan yang rusak harus diperbaiki di luar lokasi proyek atau dikoordinasikan dengan Pengguna Jasa. diubah.

2. atau digunakan untuk maksud-maksud lain. Semua kekeliruan baik mengenai hitungan atau bukan perhitungan harga kontrak harus dianggap telah diterima oleh kedua belah pihak yang bersangkutan. Kekeliruan pada uraian pekerjaan atau kuantitas atau pengurangan bagian-bagian dari gambar. gambar-gambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap tiga dan semua biaya pembuatannya ditanggung Pemborong. Kontraktor harus membuat “as built drawing” yang jelas. IV. Pemborong harus membuat gambar detail penjelasan (shop drawings) yang diperiksa/disahkan oleh Konsultan Pengawas. 2.4. GAMBAR-GAMBAR PEKERJAAN IV. . rekanan harus menawarkan harga-harga tersebut sesuai RKS dan Berita Acara Aanwijzing. Contoh Barang.4. IV. IV. Rekanan tidak boleh mengubah/menambah tanpa ijin tertulis dari Konsultan Pengawas. Gambar-gambar Tambahan. dan harus tersedia bila Pemberi tugas atau wakilnya sewaktu-waktu memerlukan. Semua gambar tersebut tidak boleh diberikan kepada pihak lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan ini.5. uraian dan syarat-syarat tidak boleh membatalkan kontrak ini tetapi hendaknya diperbaiki dan dianggap suatu perubahan yang dikehendaki Pemberi tugas. Gambar-gambar di Tempat Pekerjaan. Untuk semua gambar yang belum ada pada gambar kerja dan gambar perubahan di lapangan baik penyimpangan atas perintah Konsultan Pengawas atau tidak. dan taat kepada pasal-pasal dari syaratsyarat ini. Petunjuk dan Instruksi. Selama pembangunan. III.2. Contoh barang/bahan yang ditawarkan tidak bisa dipergunakan bila belum mendapat persetujuan Konsultan Pengawas secara tertulis. As Built Drawing (Gambar sebagaimana dilaksanakan). situasi dan sebagainya yang telah dibuat perancang telah disampaikan kepada rekanan bersama dokumen lainnya. 3. 1. detail konstruksi. Barang/bahan yang ditawarkan dalam harga satuan pekerjaan dan harga satuan bahan/upah adalah mengikat.1. IV. Harga kontrak tidak boleh disesuaikan atau diubah secara bagaimanapun selain menuruti ketetapan-ketetapan yang tepat dari syarat-syarat ini. Semua petunjuk dan instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi Tugas yang dikeluarkan secara tertulis harus dilaksanakan secara baik oleh Kontraktor. Dan apabila dalam jangka waktu tersebut Kontraktor tidak mengajukan keberatan maka dianggap telah menyetujui dan menerima perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi Tugas untuk dilaksanakan. Bila Konsultan Pengawas menganggap perlu. semua bahan/barang bagi pelaksanaan harus sesuai dengan RKS dan Berita Acara Aanwijzing. Gambar-gambar rencana pekerjaan yang meliputi bestek.3. harus mengajukan keberatan secara tertulis dalam waktu 3 (tiga) kali 24 (dua puluh empat) jam. 3. Gambar-gambar tersebut menjadi milik Pemimpin Proyek. Rekanan harus menyimpan di lokasi pekerjaan satu set gambar kontrak lengkap termasuk rencana kerja dan syarat-syarat. Apabila Kontraktor tidak dapat menerima atau menyetujui pendapat atau perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi tugas. IV. berita acara aanwijzing dan time schedule dalam keadaan baik selama masa pelaksanaan pekerjaan.

yang berisi tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan.V.1. Kontraktor harus memasukkan kembali perbaikan atas ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve apabila Direksi Pekerjaan meminta diadakannya perbaikan / penyempurnaan atas ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve tersebut. VI. VI. Untuk bagian-bagian pekerjaan. 3. „Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve tersebut harus selalu berada di lokasi pekerjaan agar perkembangan hasil pekerjaan di lapangan bisa diikuti dan diberi tanda garis tinta merah. dimana gambar belum cukup memberikan petunjuk mengenai cara untuk mencapai keadaan terlaksana. Rencana Mingguan dan Bulanan 1. V. PELAKSANAAN VI. 1. Bila pada gambar terdapat perbedaan antara skala dan ukuran maka ukuran dengan angka dalam gambar yang diikuti. V. Bila terdapat perbedaan ukuran. 2. Gambar Kerja harus diajukan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya dalam rangkap 3 (tiga) yaitu untuk Direksi. Format dari Gambar Kerja harus sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Bila terdapat/terlihat ada hambatan. atau setelah menerima SPK dari Pemimpin Proyek. jumlah serta bahan-bahan yang diperlukan.1.2. Pada saat akan dimulai pelaksanaan di lapangan. 3. baik tentang mutu bahan maupun konstruksi.2. 4. semua pihak harus segera mengadakan langkah-langkah penanggulangannya. maka rekanan wajib bertanya kepada Konsultan Pengawas secara tertulis. Selambat-lambatnya pada setiap hari Sabtu selama proses pelaksanaan pekerjaan berlangsung.5. Kekeliruan pelaksanaan akibat kelalaian hal-hal diatas menjadi tanggung jawab Kontraktor. Kontraktor wajib menyerahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan suatu Rencana Mingguan yang berisi Rencana Pelaksanaan dari berbagai Bagian Pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam Mingguan berikutnya. paling lambat 4 (empat) hari sebelum dimulainya waktu pelaksanaan.6. . PENJELASAN RKS DAN GAMBAR V. V. rekanan harus segera mengadakan persiapan termasuk pembuatan jadwal pelaksanaan berupa ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atua setidaknya berupa “S” Curve selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkan SPK. V.3. rekanan harus meneliti kembali semua dokumen yang ada untuk disesuaikan dengan Berita Acara Rapat Penjelasan (Aanwijzing). Rencana Pelaksanaan 1. Bila rekanan meragukan perbedaan antara gambar-gambar yang ada dengan RKS. VI.3. Kontraktor wajib untuk mempersiapkan Gambar Kerja yang terperinci yang akan memperlihatkan Cara Pelaksanaan tsb. dan harus disahkan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan Pimpinan Proyek. maka RKS atau RAB yang diikuti.4. V. konsultan pengawas dan kontraktor sendiri. Bila terdapat perbedaan antara gambar rencana dan gambar detail maka gambar detail yang diikuti. Sebelum melaksanakan pekerjaan. Kontraktor tidak dibenarkan memulai sesuatu pelaksanaan pekerjaan sebelum adanya persetujuan dari Direksi Pekerjaan atas Rencana kerja tersebut. Gambar Kerja. waktu yang direncanakan yang disesuaikan dengan jangka waktu yang ditetapkan dalam kontrak.

kolom. Pemborong harus mengawasi dan memimpin pekerjaan dengan menggunakan kecakapan dan perhatian penuh. 1.1. Untuk memulai suatu Bagian Pekerjaan yang baru Kontraktor diwajibkan untuk menyampaikan Pemberitahuan kepada Direksi Pekerjaan mengenai hal tersebut paling lambat 2 x 24 jam sebelumnya. balok dan plat) . 4. Sebagai pemimpin sehari-hari pelaksanaan pekerjaan.Sebelum pekerjaan dimulai.Pada saat pengerjaan poer .Pada saat pemasangan dan selesainya pekerjaan plafon. VII.Pada saat penulangan dan pengecoran beton (pondasi. penuh tanggung jawab. Jam kerja Kontraktor adalah jam kerja menurut kebiasaan setempat (6 hari seminggu) 2.Pada saat pengurugan lahan . urutan dan prosedur koordinasi semua bagian yang ada di bawah kontrak.Pelaksanaan pekerjaan pondasi. . KUASA PEMBORONG DI LAPANGAN VII. 2. . Kontraktor wajib menyerahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan suatu Rencana Bulanan yang menggambarkan dalam garis besarnya. . atau sebelum matahari terbit. atau setelah matahari terbenam.2.Pemasangan instalasi Mekanikal Elektrikal . VII. VI. Ia harus bertanggung jawab sepenuhnya bagi semua alat konstruksi. 3. atau pada hari-hari libur nasional. Pengawasan dan Prosedur Pelaksanaan. cakap diberi kuasa. VI. dan selalu berada di tempat pekerjaan. Kelalaian Kontraktor untuk menyusun dan menyerahkan Rencana Mingguan maupun Bulanan dinilai sama dengan kelalaian dalam melaksanakan Perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam Melaksanakan Pekerjaan. berbagai Rencana Pelaksanaan dari berbagai Bagian Pekerjaan yang direncanakan untuk dilaksanakan dalam bulan berikutnya.Setelah dinding dan kusen terpasang. Selambat-lambatnya pada minggu terakhir dari setiap bulan. Ketentuan jam kerja. di samping itu Pemborong harus membuat susunan organisasi kerja di lapangan sesuai dengan bidang keahlian serta pekerjaan yang ada.4. Kontraktor harus memperhitungkan biaya pembuatan dokumentasi serta pengirimannya ke pihak Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan ke pihak lain yang memerlukan.2. . Yang dimaksud dokumentasi dalam pekerjaan ini adalah : Foto-foto hasil pekerjaan berwarna ukuran post card dimasukkan dalam album. 1. maka Kontraktor diharuskan mengajukan ijin sebelumnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan secara tertulis dalam waktu sekurang-kurangnya 24 jam. diluar ketentuan waktu jam kerja menurut kebiasaan setempat.Pada saat pelaksanaan konstruksi atap (erection) dan pemasangan atap. Pemborong harus dapat menyerahkan kepada seorang Pelaksana yang ahli pada bidangnya. Jika Kontraktor menghendaki. Foto-foto tersebut menggambarkan kemajuan proyek dan dibuat minimal peristiwa sebagai berikut : . cara-cara teknik. Dokumentasi 1. . Pegawai pemborong yang melaksanakan. sloof. .5.Bangunan telah selesai 100% Setelah pekerjaan seluruhnya selesai dan siap untuk diserahkan pada penyerahan pertama.Pada saat pemasangan dan selesainya pekerjaan lantai .

air minum. Pemborong harus membatasi daerah operasinya di sekitar tapak dan harus mencegah para pekerjanya melanggar wilayah orang lain yang berdekatan. listrik. IX. sub kontraktor. dan hak pemakai jalan bersih dari bahan bangunan dan sebagainya dan memelihara kelancaran lalu lintas. jalan kecil.1. Ia harus menjaga perlengkapan dan bahan-bahan dari semua kemungkinan kerusakan. Perubahan konstruksi maupun bahan-bahan bangunan dapat dilaksanakan bila ada ijin tertulis dari Pimpinan Proyek berdasarkan rapat Direksi. dan penengah (arbirator) dan dimanapun pekerjaan atau bagian pekerjaan atau bagian pekerjaan berada.2. IX. Sebagai penanggung jawab di lapangan pekerjaan. Pemborong harus menjaga agar jalanan umum. rekanan wajib memberikan alamat tetap yang jelas dengan nomor telepon kepada Pimpinan Proyek. tingkah laku. Pemborong bertanggung jawab penuh atas semua kerusakan utilitas. Dalam hal ini Pemborong harus segera menempatkan Pelaksana lain dengan persetujuan Pengawas. atau menimba seperti apa yang dikehendaki atau yang diinstruksikan. pengalaman. perlengkapan instalasi yang ada hingga kontrak selesai dan diterima baik oleh Pemimpin proyek. untuk memudahkan komunikasi demi kelancaran jalannya pelaksanaan pekerjaan.5. IX. TEMPAT TINGGAL (DOMISILI) Apapun kebangsaan kontraktor. Rekanan juga wajib memenuhi semua persyaratan. IX. ordonasi Pemerintah pusat dan lokal.3. Itu semua diperbaiki Pemborong hingga dapat diterima oleh Pemimpin Proyek. Keamanan terhadap Pekerjaan. baik bagi kendaraan maupun pejalan kaki selama kontrak berlangsung. .2. dan kecakapan. sanitasi. leveransir. Terhadap Wilayah Orang Lain. 3. termasuk bahan-bahan bangunan. dan sebagainya bagi seluruh pekerjaan termasuk bahan-bahan yang dilaksanakan oleh pekerja-pekerja dan menjaga agar pekerjaan bebas dari air hujan dengan melindungi memakai tutup yang layak. Semua biaya pemasangan kembali dan perbaikan kerusakan menjadi tanggung jawab Pemborong. Rekanan juga bertanggung jawab atas gangguan.4. Selama pelaksanaan pekerjaan. bestek dan Berita Acara Aanwijzing sehingga tidak terjadi kesalahan-kesalahan baik konstruksi maupun kualitas bahan yang harus dilaksanakan. saluran pembuangan dan sebagainya dan kerusakan-kerusakan sejenis yang disebabkan operasi Pemborong dalam arti yang luas. tata tertib. jalan. Selama masa pelaksanaan kontrak. 4. Pemborong wajib mengadakan semua yang diperlukan bagi para pekerja dan tamu seperti pertolongan pertama. Terhadap Bangunan yang Ada. kerusakan dan pemindahan yang terjadi atas fasilitas umum seperti saluran air. Terhadap Milik Umum. Pengawas berhak menolak penunjukan Pelaksana oleh Pemborong didasarkan pendidikan. dan sebagainya yang disebabkan oleh kegiatan Pemborong. VIII. Keamanan dan Kesejahteraan. Pelaksana harus mempelajari dan memahami semua isi gambar. dan fasilitas-fasilitas kesejahteraan. memompa. Pemborong bertanggung jawab atas keamanan seluruh pekerjaan. IX. Menyimpang dari hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemborong untuk membetulkan dan melaksanakan sesuai gambar dan bestek. kehilangan. undang-undang Republik Indonesia adalah undang-undang yang melindungi kontrak ini. PENJAGAAN KEAMANAN LAPANGAN PEKERJAAN IX.

1. IX.Kunjungan semua tamu yang berkaitan dengan proyek. XI. pengaduk beton.Semua bahan/barang perlengkapan yang telah masuk dan diterima di tempat pekerjaan. .Uraian kemajuan pekerjaan pada akhir bulan. SYARAT-SYARAT CARA PEMERIKSAAN BAHAN BANGUNAN XIII. Penentuan semua titik duga letak bangunan. . . Di lokasi pekerjaan harus disediakan kotak obat-obatan untuk pertolongan pertama yang selalu tersedia setiap saat dan berada di Direksi keet.1.8. IX. maka hal itu menjadi beban dan tanggung jawab rekanan.7. . . Air Minum dan Air untuk Pekerjaan.Keadaan cuaca. siku-siku bangunan.Kunjungan tamu-tamu lain. pompa air. XI.4.Pengesahan Pimpinan Proyek.6. Dalam pelaksanaan proyek. dan sebagainya.Foto-foto ukuran kartu post sesuai petunjuk Direksi.Kejadian khusus.3. Warung dan penjual lainnya yang melayani pekerja proyek harus berada di dalam pagar proyek. . X. XI. kantor. XII. maupun datar (water pass) dan tegak lurusnya bangunan harus ditentukan dengan memakai alat ukur instrumen water pass atau theodolit. XI. Bila terjadi kecelakaan pada pekerja Pemborong saat pelaksanaan.Jumlah semua tenaga kerja yang digunakan dalam bulan ini. Kontraktor harus menjamin keselamatan kerja pekerja sesuai dengan yang ditentukan dalam Peraturan Perburuhan atau persyaratan yang diwajibkan untuk setiap bidang pekerjaan. Kontraktor harus segera mengambil tindakan yang perlu untuk keselamatan korban dengan biaya pengobatan dan lainlain menjadi tanggung jawab Pemborong. Pemborong harus menyediakan/menyiapkan alat-alat. LAPORAN MINGGUAN DAN HARIAN Rekanan membuat laporan harian.IX. mingguan dan bulanan tentang kemajuan pekerjaan. . Rekanan harus selalu memegang teguh disiplin kerja. baik untuk sarana pekerjaan maupun yang diperlukan untuk memenuhi kualitas hasil pekerjaan antara lain derek. . ALAT–ALAT PELAKSANAAN PENGUKURAN Selama masa pelaksanaan. dan di kelas yang disebabkan oleh pekerja rekanan. harus diperiksakan pada laboratorium. Bila kondisi air meragukan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. Laporan kemajuan pekerjaan tersebut minimal mengenai semua keterangan yang berhubungan dengan kejadian selama satu bulan yang mencakup mengenai: . Kejadian tersebut harus segera dilaporkan pada Jawatan Perburuan dan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. rekanan berkewajiban menjaga agar tidak mengganggu proses kegiatan di lingkungan sekitar lokasi Surabaya. JAMINAN KESELAMATAN BURUH XI. Pemborong harus senantiasa menyediakan air minum yang cukup bersih ditempat pekerjaan untuk para pekerjanya. . Kecelakaan. Apabila terjadi kehilangan di laboratorium. XIII. Air untuk keperluan bangunan selama masa pelaksanaan bisa menggunakan/menyambung pipa air yang telah ada dengan meteran air tersendiri (guna perhitungan pembayaran) atau air sumur yang bersih/jernih dan tawar. dan tidak memperkerjakan tenaga yang tidak sesuai atau tidak mempunyai keahlian dalam tugas yang diserahkan kepadanya.

4.4. Penutupan hasil Pelaksanaan Pekerjaan. PEKERJAAN TAMBAH DAN KURANG XV. Pemeriksaan dan Persetujuan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan terhadap suatu pekerjaan.3. PEKERJAAN TIDAK BAIK XIV. Semua Biaya Pengujian dalam jumlah seperti yang dipersyaratkan menjadi beban Kontraktor. maka Kontraktor berhak melanjutkan Pelaksanaan Pekerjaan serta menganggap Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan telah menyetujui Bagian Pekerjaan yang ditutup tersebut. Pemborong wajib sesuai dengan pekerjaan yang diterimanya menurut ketentuan pada pasal 2 ayat 3 dan gambar detail yang telah disahkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 3. Dalam pengajuan penawaran. XIII. Kecuali dipersyaratkan lain. Pemborong harus memperhitungkan semua biaya pengujian.2. XIV. pemeriksaan berbagai bahan pekerjaan.1. 4. Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaanj berhak mengeluarkan instruksi agar Pemborong membongkar pekerjaan apa saja yang telah ditutup untuk diperiksa.XIII. 2.2. maka Badan/Lembaga yang akan melakukan Pengujian dipilih atas persetujuan kedua pihak. baik yang sudah maupun yang belum dimasukkan pekerjaan atau yang sudah dilaksanakan. Ongkos untuk pekerjaan dan sebagainya menjadi beban Pemborong untuk disesuaikan kontrak. XIII. atau mengatur untuk mengadakan pengujian bahan-bahan atau barang-barang. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan boleh (tetapi tidak secara tak adil atau menyusahkan) mengeluarkan perintah yang menghendaki pemecatan siapa saja dari pekerjaan. tidak melepaskan Kontraktor dari kewajibannya untuk melaksanakan seluruh pekerjaan sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan atau Kontrak Pekerjaan. Pemborong tetap bertanggung jawab atas biayabiaya pengiriman yang tidak memenuhi syarat-syarat (penolakan bahan) yang dikehendaki. Semua pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar dapat ditolak. sehingga Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berkesempatan secara wajar melakukan pemeriksaan pada bagian yang bersangkutan untuk dapat disetujui kelanjutan pekerjaannya. Pemborong menjamin bahwa semua bahan bangunan dan perlengkapan yang disediakan menurut kontrak dalam keadaan baru dan bahwa semua pekerjaan akan berkualitas baik. 2.1. guna pemeriksaan Pekerjaan yang terdahulu dengan resiko pembongkaran dan pemasangannya kembali menjadi tanggung jawab Kontraktor. sehingga secara visual menghalangi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk memeriksa Bagian Pekerjaan yang terdahulu. Apabila laporan telah disampaikan dan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan tidak mengambil langkah untuk menyelesaikan pemeriksaan tersebut dalam jangka waktu 2 (dua) hari kerja sejak laporan disampaikan. Kelalaian Kontraktor untuk menyampaikan laporan diatas. Kontraktor wajib melaporkan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan mengenai rencananya untuk melaksanakan Bagian Pekerjaan yang pertama tersebut. maka semua pekerjaan akan diuji dengan cara dan Tolok Ukur Pengujian yang dipersyaratkan dan ditetapkan dalam Persyaratan Teknis 3. Kecuali dipersyaratkan lain. melaksanakan secara keseluruhan atau dalam bagian-bagian menurut semua persyaratan teknis XV. . Sebelum menutup suatu Bagian Pekerjaan dengan Bagian Pekerjaan yang lain. 1. memberikan hak kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk memerintahkan pembongkaran kembali Bagian Pekerjaan yang menutupi tersebut. Pengujian Hasil Pekerjaan 1. XIV.

Dokumen Terlaksana dapat disusun berdasarkan :     Dokumen Pelaksanaan. XVI. Pada penyelesaian dari setiap pekerjaan.2. Brosur Teknis yang telah diberi tanda pengenal khusus sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. Untuk peralatan / perlengkapan :  . Terlaksana dari pekerjaan sebagaimana yang telah  Hasil tes material yang telah ditentukan Penyusunan Dokumen Terlaksana dikecualikan untuk pekerjaan tersebut dibawah ini:     Ornamental. 2 (dua) set Dokumen Terlaksana. Pekerjaan Persiapan.2.  Supply bahan. Kontraktor tidak dibenarkan membuat/menyimpan salinan ataupun copy dari Dokumen Terlaksana tanpa izin dari Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. XV. Dokumen Terlaksana. Kontraktor harus membuat Dokumen Terlaksana hanya untuk diserahkan kepada Pemberi Tugas. Pertamanan. Gambar-gambar Perlaksana (as build drawings). XVI. Dokumen Terlaksana ini harus dilengkapi dengan Daftar Instalasi/Peralatan/Perlengkapan yang mengidentifikasikan lokasi dari masing-masing barang tersebut. Selanjutnya perhitungan penambahan pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. Kecuali dengan izin khusus dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan Pemberi Tugas. Perlengkapan dan Peralatan kerja. 3. Kontraktor wajib menyerahkan : 1. Perubahan Spesifikasi Teknis. 1. Finishing Arsitektur.  Khususnya untuk pekerjaan-pekerjaan dengan sistem jaringan bersaluran banyak yang secara operasional membutuhkan identifikasi yang bersifat lokatif.XV. Pemborong selanjutnya wajib pula tanpa tambahan biaya mengerjakan segala sesuatu demi kesempurnaan pekerjaan atau memakai bahan yang tepat. Penyerahan. Kontraktor wajib menyusun Dokumen Terlaksana yang terdiri dari :     2.3. Dokumen Terlaksana ini harus diperiksa dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pekerjaan tambah dan kurang yang dikerjakan tanpa ijin tertulis Konsultan Pengawas adalah tidak sah dan menjadi tanggung jawab Pemborong sepenuhnya. PENYELESAIAN DAN PENYERAHAN XVI. Spesifikasi Teknis dilaksanakannya. 2.1. Pekerjaan tambah dan kurang hanya dapat dikerjakan atas perintah atau persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. jika tidak tercantum dalam daftar harga upah dan satuan pekerjaan. Laporan pelaksanaan Foto-foto dokumentasi dan. walaupun satu dan lain hal tidak dicantumkan dengan jelas dalam gambar dan bestek. Gambar Perubahan Pelaksanaan. untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. 4. Pada waktu Penyerahan Pekerjaan.

5. 2 (dua) set Pedoman Operasi ("Operation Manual") dan Pedoman Pemeliharaan (Maintanance Manual). 6. Dokumen-dokumen Resmi (seperti Surat Izin Tanda Pembayaran Cukai. Surat pernyataan Pelunasan sesuai Petunjuk Direksi Pekerjaan.  Suku Cadang sesuai yang dipersyaratkan.  Dilakukan pewarnaan / penomoran pada kunci 4. Minimum 1 (satu) kunci duplikat. Segala macam Surat Jaminan sesuai yang dipersyaratkan. Untuk berbagai macam kunci :   Semua kunci orsinil. Surat Fiskal Pajak dan lain-lain). 3. .

. letak pohon. dengan ukuran tebal 3 cm. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan tugu patokan dasar termasuk tanggungan Kontraktor. Hasil pengukuran harus dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan agar dapat ditentukan sebagai pedoman atau referensi dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar Rencana dan Persyaratan Teknis. kecuali dikehendaki lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Pengukuran tanah kembali 1. Papan Dasar Pelaksanaan (Bouwplank) 1. Papan dasar pelaksanaan dipasang pada patok kayu semutu Meranti Merah ukuran (5/7 cm).B. yang tertancap dalam tanah sehingga tidak bisa digerak gerakkan atau diubah-ubah. PEKERJAAAN PERSIAPAN PEKERJAAN PENDAHULUAN I. Letak dan jumlah patokan dasar ditentukan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. I.2.1. 3. Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian tanah. Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggungan Kontraktor. 3. 5. Papan dasar pelaksanaan/bouwplank dibuat dari kayu semutu Meranti atau spesies lain yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. lebar 20 cm. I. 5. Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk dimintakan keputusannya. 5. Tugu patokan dasar dibuat permanen. tidak bisa diubah. diberi tanda yang jelas dan dijaga keutuhannya sampai ada instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk membongkarnya. Pada waktu pematokan (penentuan) peil dan setiap sudut-sudut tapak (perpindahan). 6. Kontraktor harus menyediakan Theodolith/waterpas beserta Petugas yang melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan oelh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan selama Pelaksanaan Proyek. Setelah selesai pemasangan papan dasar pelaksanaan Kontraktor harus melaporkan kepada I. lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya (waterpas). Tugu patokan dasar (Bench Mark) 1. 7. 3.3. Tinggi sisi atas papan patok ukur harus sama satu dengan lainnya. 4. letak batas-batas tanah dengan alat-alat yang sudah tertera kebenarannya. 2.50 meter satu sama lain. Kontraktor wajib membuat Shop Drawing dahulu sesuai keadaan lapangan. 2. Tugu patokan dasar dibuat dari beton berpenampang sekurang-kurangnya 20 x 20 cm. 4. berjarak maksimum 1. Papan dasar pelaksanaan dipasang sejauh 100 cm dari sisi luar galian tanah pondasi. tertancap kuat kedalam tanah sedalam 1 meter dengan bagian yang menonjol diatas muka tanah sekurang-kurangnya setinggi 40 cm. Pengukuran sudut siku prisma atau benang secara azas segitiga phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat-alat waterpas/theodolith yang ketepatannya dapat dipertanggung-jawabkan. 4.

kamar mandi/wc atau tempattempat lain yang dianggap perlu. ruang gambar. Keamanan Proyek 1. ruang pelaksana. Kontraktor juga harus menyediakan Sumber Tenaga Listrik untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan. . 3. I. 2. Rekanan harus pula menyediakan ruangan untuk keperluan Pengawas dengan perlengkapan papan tulis. pemborong harus membuat “direksi keet” ukuran 32 m² atau disesuaikan kebutuhan dengan konstruksi yang disetujui oleh Pengawas Lapangan. dan harus melakukan pemeriksaan pengamanan setiap hari setelah selesai pekerjaan. Untuk menjaga ketertiban maka para pekerja diharuskan menggunakan tanda pengenal pada bagian badan yang mudah terlihat oleh petugas keamanan yang sedang bertugas. 2. Untuk perlengkapan Direksi. ruang penjaga. Bangunan Sementara (Bouwkeet) Pemborong harus menyediakan dan mendirikan bangunan sementara untuk gudang penyimpanan dan perlindungan bahan bangunan dengan. I. serta pengadaan dan pemasangan pipa distribusi air tersebut bagi keperluan pelaksanaan pekerjaan termasuk keperluan Kantor Direksi Pekerjaan. kantor pelaksana. Kontraktor harus memperhitungkan biaya penyediaan air bersih guna keperluan air kerja. Pembongkaran bangunan sementara tersebut hanya dengan persetujuan Pimpinan Proyek atau Pengawas. Penyediaan penerangan/Tenaga listrik berlangsung selama 24 jam penuh dalam sehari. dan semua perijinan untuk pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor. I. 4.4. Pemborong harus menyediakan antara lain: 1. Semua „bouwkeet‟ perlengkapan rekanan Pemborong dan sebagainya. buku harian. Pengadaan penerangan dapat diperoleh dari sambungan PLN atau dengan Generator set. milik Pengawas/Direksi Pekerjaan. ruang tamu. dan semua bangunan eksisting yang terganggu harus diperbaiki. air minum untuk pekerja dan air kamar mandi/WC selama berlangsungnya proyek. dapur kecil dan KM/WC. 6. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan termasuk tanggungan Kontraktor. Kontraktor harus bisa menempatkan petugas keamanan selama 24 jam penuh setiap hari yang dibagi dalam 3 gelombang waktu bekerja (shift). serta buku catatan harian pengawasan seperlunya. Direksi Keet Untuk pembangunan proyek ini. baik yang berasal dari PAM atau sumber lain. Peralatan obat-obatan I. kebutuhan kantor Direksi Pekerjaan dan penerangan proyek pada malam hari sebagai keamanan selama proyek berlangsung. Air yang dimaksud adalah air bersih. Kontraktor harus bisa menjamin keamanan proyek baik untuk barang-barang Kontraktor. Bangunan tersebut berfungsi atau digunakan sebagai gudang.6. Untuk kepentingan pelaksanaan pekerjaan selama proyek berlangsung. Semua biaya menjadi beban Pemborong. serta menjaga keutuhan bangunan-bangunan yang ada dari gangguan para pekerja ataupun kerusakan akibat pelaksanaan pekerjaan.5. Sarana Air Kerja dan Penerangan 1.7. 3. pada waktu selesainya pekerjaan harus dibongkar dan harus disingkirkan dari tapak/lokasi. Pengadaan fasilitas penerangan termasuk instalasi dan armateur stop kontak serta sakelar / panel.Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. ruang rapat. meja dan kursi.

diberi pintu untuk kepentingan proyek. Bagian luar pagar ditutup seng gelombang warna BJLS 40 yang dipasang vertikal dengan konstruksi rangka dan paku payung. yang lebarnya disesuaikan kebutuhan Pemborong. Barang-barang tersebut diatas tetap milik Kontraktor dan harus dikeluarkan dari lokasi proyek apabila bangunan telah selesai. serta 1 kendaraan roda empat untuk keperluan transportasi Pengawas. 5. dll. Selama pelaksanaan pekerjaan Kontraktor harus menyiapkan alat pemadam kebakaran yang dapat digunakan untuk memadam api akibat listrik. Jalan masuk ke tempat pekerjaan yang telah ditentukan harus diadakan oleh rekanan bila diperlukan. 4. Untuk memudahkan komunikasi dengan pihak-pihak yang terkait Kontraktor wajib mengadakan alat komunikasi 13. I. minyak dan gas dengan kapasitas 7 kg. dapur kecil. 3. lampu-lampu. Buku direksi untuk mencatat semua instruksi dari Direksi Pekerjaan 11. 3.40 m dari muka tanah. 7. Helm Semua peralatan dalam Direksi Keet harus baru dan layak dipakai. digunakan 3 deret kayu meranti merah 5/7 yang dipasang horisontal sejajar atas. 14. Perabot meja dan kursi gambar. Untuk perangkai tiang satu dengan lainnya. 9. sesuai kebutuhan dan kepentingan proyek. Peralatan meja dan kursi untuk rapat. Pagar kerja ini terbuat dengan konstruksi : 1. I. Sarana penerangan listrik. Untuk melancarkan jalannya proyek maka Kontraktor diwajibkan menyediakan 1 kendaraan roda empat untuk keperluan transportasi Kontraktor dalam pengangkutan barang-barang kantor misalnya pengangkutan benda-benda uji dan lain-lain atau untuk persediaan apabila terjadi keperluan yang sangat mendadak. 6.2. Pada daerah-daerah tertentu sesuai petunjuk Pengawas. Kebutuhan konsumsi sederhana untuk rapat lapangan/Direksi. Sebelum melaksanakan pekerjaan apapun. sepatu. Tiang kayu bulat (dolken) ditanam sedalam 60 cm dan dicor dengan campuran 1 pc : 3 ps pada setiap jarak 3 m.10. jaket. . Peralatan tulis dan papan tulis. 4. dengan biaya dibebankan pada Pemborong. 5. Pemadam Kebakaran 1. Peralatan keselamatan kerja : topi. dll. 8. Alat Komunikasi dan Transportasi 12. 10.8. Dan semua biaya dibebankan pada Pemborong. wastafel.9. Pada tiap lantai bangunan dengan radius 50 m disediakan 1 unit tabung pemadam kebakaran demikian juga untuk Direksi Pekerjaan keet kantor Kontraktor dan gudang penyimpanan. I. Pemborong harus membuat/memasang pagar pengaman sebagai batas antara daerah proyek dan daerah umum. Perlengkapan kebutuhan KM/WC. bawah dan tengah.11. 2. I. Meja/rak untuk menyimpan barang-barang contoh. Kontraktor diwajibkan untuk menyediakan konsumsi dalam pertemuan-pertemuan rutin atau tamu-tamu Pemberi Tugas yang mempunyai kepentingan dengan proyek dan semua biaya dibebankan pada Pemborong. Pagar Pengaman Proyek. Tinggi kayu yang kelihatan minimal 2. 2. dll.

Pemborong harus menyediakan WC untuk pekerja maupun karyawannya. terlindung dari pengaruh panas atau hujan yang dapat menghambat kelancaran pekerjaan. Los kerja merupakan bangunan yang cukup memadai untuk bekerja bagi tukang/pekerja yang mempunyai kondisi cukup baik. air dan transportasi pelaksanaan agar dipersiapkan dengan baik dan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Sambungan listrik.I. maka rekanan (Pemborong) harus menyediakan sendiri. .13. Bila pihak sekolah tidak dapat memenuhi. Pembuatan Los Kerja dan Tempat Istirahat 1. I. I. Kontraktor harus membuat los kerja dan bangunan untuk tempat istirahat dan tempat sholat bagi para pekerja.14. 2.12.

Bila dipandang perlu Kontraktor diwajibkan untuk memeriksa mutu besi beton ke laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor. bahan-bahan. Holcim atau Semen Tiga Roda atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan harus memenuhi NI-8.Ketentuan-ketentuan Umum untuk pelaksanaan Pemborongan Pekerjaan Umum (AV) No. NI-2 . seperti yang ditunjukkan pada gambar. lumpur dan sebagainya. NI-8 .Peraturan-peraturan Beton Bertulang Indonesia 1988. A i r Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. Lingkup Pekerjaan 1.Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat . untuk mencapai hasil yang baik dan sempurna. Menyediakan tenaga kerja. 5. Pengendalian pekerjaan ini harus sesuai dengan : . Besi harus bersih dari lapisan minyak/lemak dan bebas dari cacat seperti serpih-serpih. bermutu baik. Apabila dipandang perlu Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dapat minta kepada Kontraktor supaya air yang dipakai diperiksa di laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor. Penyimpanan semen Portland harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban. Penampang besi harus bulat serta memenuhi persyaratan NI-2 (PBI 1988).9 . Pasir Beton Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-bahan organik. 2. PEKERJAAN BETON NON STRUKTURAL I. Pekerjaan ini meliputi kolom praktis. asam.Peraturan Semen Portland Indonesia 1972. 4.Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961.1. lantai kerja dan semua pekerjaan beton yang bukan struktur.C.alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan seperti dinyatakan dalam gambar. tidak berpori serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat PBI 1988. Semen yang telah mengeras sebagian/seluruhnya tidak dibenarkan untuk digunakan. U-39 untuk Ø > 12 mm.2. 2. . alkali dan bahan-bahan organik/bahan lain yang dapat merusak beton dan harus memenuhi NI-3 pasal 10. bebas dari air dengan lantai terangkat dari tanah dan ditumpukkan sesuai dengan syarat penumpukan semen. PEKERJAAN ARSITEKTUR I. 3. Koral Beton/Split Digunakan koral yang bersih. dan harus memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang dicantumkan dalam PBI 1988. Penyimpanan/ penimbunan pasir dan koral beton harus dipisahkan satu dari yang lain. I. Besi Beton Digunakan mutu U-24 untuk Ø < 12 mm. Persyaratan Bahan 1. rabat beton. hingga kedua bahan tersebut dijamin menghasilkan perbandingan adukan beton yang tepat.Peraturan-peraturan/standard setempat yang biasa dipakai . Semen Portland Memakai Semen Portland Merk Semen Gresik. NI-5. peralatan dan alat. .

American Concrete Institute (ACI) 6. Cara Pengadukan . Kawat pengikat besi beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-2 (PBI tahun 1988). pasir dan koral harus disetujui terlebih dahulu oleh konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan.Beton harus dilindungi dari pengaruh panas.Pemasangan dan penggunaan tulangan beton harus sesuai dengan gambar konstruksi.Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. .Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan pada hari berikutnya. permukaannya licin. dan harus bebas dari papan acuan atau lantai kerja dengan memasang selimut beton sesuai dengan ketentuan dalam SKSNI. . maka tempat perhentian tersebut harus disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Kontraktor diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan dengan membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai jenuh. . sambungan kaitkait dan pembuatan sengkang (ring). pemeriksaan ukuran-ukuran dan ketinggian. . potongan kayu.Takaran perbandingan untuk Semen Portland. Mutu Beton Mutu beton yang dicapai dalam pekerjaan beton bertulang adalah K-250 dan harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam SKSNI. pemeriksaan penulangan dan penempatan penahan jarak. Pekerjaan Bekisting . bebas dari kotoran-kotoran (tahi gergaji). 2.40 mm. diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0.Bekisting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan dan atau diperlukan dalam gambar.Pembuatan tulangan-tulangan untuk batang lurus atau yang dibengkokkan. .Cara pengadukan beton harus menggunakan beton molen.Besi beton yang tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari lapangan kerja dalam waktu 24 jam setelah ada perintah tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Syarat – syarat Pelaksanaan 1.3. harus diperhatikan dan dipersiapkan. . Pengecoran Beton . . Pembesian . 4. hingga tidak terjadi penguapan cepat.Pengecoran harus dilakukan dengan sebaik mungkin dengan menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti keropos dan rongga-rongga koral/split yang dapat memperlemah konstruksi.Bekisting harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan. . 3.tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara No. 1457 . sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan kedudukannya selama pengecoran dilakukan.Bekisting harus rapat (tidak bocor).Tulangan beton harus diikat dengan kuat untuk menjamin agar besi tersebut tidak berubah tempat selama pengecoran.American Society for Testing and Material (ASTM) 9. tanah/lumpur dan sebagainya. . I. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan. sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton. . 5. Kawat Pengikat Kawat pengikat besi beton/rangka adalah dari baja lunak dan tidak disepuh seng. . persyaratannya harus sesuai dengan SKSNI.Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Direksi Pekerjaan. .

baik mengenai hal-hal pembayaran maupun hal teknis dan non teknis lainnya. 8. Pekerjaan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting hanya boleh dilakukan dengan ijin tertulis dari Konsultan Pengawas dan Diieksi Pengawas. 10. .Sebelum dilaksanakan pemasangan. . Setelah bekisting dibuka. Kontraktor harus memberikan contoh-contoh material misalnya: besi. . PC untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/ Direksi Pekerjaan.Sebelum pelaksanaan pekerjaan. . Bila ada kerusakan. Kontraktor wajib menggantinya atas beban Kontraktor. Kontraktor dan Kualifikasi Pelaksanaan/Kontraktor . 7. . .. . . Kontraktor diwajibkan untuk memberikan pada Direksi Pekerjaan "Test Certificate" bahan besi dari produsen/pabrik. koral.Apabila kontraktor tetap menggunakan bahan atau material yang tidak disetujui tersebut. .Tempat penyimpanan harus mencukupi bagi bahan yang ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya. Beberapa bahan tertentu harus masih di dalam kotak/kemasan aslinya yang masih tersegel dan berlabel pabriknya. Pengujian Mutu Pekerjaan . baik yang terdapat pada Uraian dan syaratsyarat maupun yang tercantum dalam gambar-gambar atau peraturan yang berlaku baik didalam negeri maupun luar negeri yang diberlakukan. kering.Mutu beton tersebut harus dibuktikan oleh Kontraktor dengan mengambil benda uji berupa kubus/silinder yang ukurannya sesuai dengan syarat-syarat/ketentuan dalam SKSNI. .mudian dengan pemilik.Pekerjaan harus dilakukan oleh tenaga-tenaga ahli pada bidangnya.Kontraktor harus menempatkan tenaga ahli di lapangan yang setiap saat diperlukan untuk dapat berdiskusi dan dapat membuat keputusan administratif.Setiap pengiriman bahan.Pelaksanaan/Kontraktor bertanggung jawab atas kesempurnaan pekerjaannya sampai dengan saat-saat penyerahan (selesai).Bila tidak ada "Test Certificate".Kontraktor harus mengikuti semua peraturan.6. akan dipakai sebagai standar/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Kontraktor ke.Contoh-contoh bahan yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.tempat pekerjaan.Apabila bahan atau material yang didatangkan tidak mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan Bahan . . maka kontraktor tidak boleh menggunakan bahan tersebut untuk keperluan pekerjaan. . tidak diijinkan mengadakan perubahan apapun pada permukaan beton tanpa persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. . tidak lembab dan bersih sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan pabrik pembuat bahan tersebut. Contoh Bahan .Kontraktor mengikuti kontrak-kontrak yang akan disusun ke. kontraktor harus mendapat persetujuan tertulis berupa Reques bahan dan material dari konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Kontraktor bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan penyimpanan. .Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung dan tertutup. maka Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menyuruh kontraktor untuk membongkar dan mengganti dengan bahan atau material yang telah disetujui. Tenaga pelaksana dari Kontraktor harus yang memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam dokumen lelang. maka Kontraktor harus melakukan pengujian atas besi/kubus beton di laboratorium yang akan ditunjuk kemudian. pasir.Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan tidak cacad. 9.

tebal 5 cm atau sesuai dengan gambar perencanaan dan dilaksanakan pada seluruh lantai kerja pondasi poer dan sloof.Beton dilindungi dari kemungkinan cacad yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain.Kontraktor diwajibkan membuat "Trial Mix" terlebih dahulu.Hasil pengujian dari laboratorium diserahkan kepada Direksi Pekerjaan secepatnya. menjadi tanggung jawab Kontraktor. Semen PC : hasil produksi lokal merk Semen Gresik. Pelaksanaan beton rabat dilaksanakan juga di lantai dasar sebelum pemasangan penutup lantai keramik dengan tebal 5 cm pada seluruh lantai bangunan gedung. . .Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian bahan tersebut.Ruang Lingkup Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan lantai kerja.Bagian beton setelah dicor selama dalam pengerasan harus selalu dibasahi dengan air terus menerus selama 1 (satu) minggu atau lebih (sesuai ketentuan dalam PBI-1988). Seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pasir harus bersih. . Air yang digunakan haruslah air bersih yang bebas dari bahan-bahan yang merusak misalnya minyak. c. sebelum memulai pekerjaan beton. dan tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% d. Pekerjaan Beton Rabat Dan Lantai Kerja. Beton rabat adalah campuran 1 pc : 3 ps : 6 kr. 12.Pelaksanaan a.Bahan-bahan a. bebas dari kotoran. . . Semen Holcim atau merk lain sesuai syarat-syarat ini yang telah mendapat persetujuan Pengawas dan tidak boleh memakai semen PC yang telah mengeras. Semen Tiga Roda. b. Kerikil harus kasar dan keras tidak berpori . . Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan . Kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan.Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3 x 24 jam setelah pengecoran. b. .Bila terjadi kerusakan. . Kontraktor harus menyediakan air kerja ini atas biaya sendiri. lantai dasar sebelum pemasangan keramik dan tempat lain yang telah ditunjukkan didalam gambar . 11.Pembuatannya harus disaksikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan yang akan ditunjuk. Jumlah dan frekwensi pembuatan kubus beton serta ketentuan-ketentuan lainnya sesuai SKSNI. asam dan unsur organik lainnya.

Untuk daerah KM/WC. Batu bata/batu merah yang digunakan ukuran 5 x 12 x 22 cm dengan mutu terbaik.1. batu bata harus direndam air dalam bak atau drum hingga jenuh. yakni pada dinding dari atas permukaan sloof sampai elevasi + 0. peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. tidak mengandung lumpur/ minyak/asam basa serta memenuhi PUBI-1982 Pasal 9. 3. PEKERJAAN DINDING II. Dengan mutu besi U . 2. 4. 6. Pekerjaan Dinding Batu Bata II.50 cm di atas permukaan lantai setempat. Semen Portland yang digunakan adalah merk Semen Gresik. Air untuk adukan pasangan. setiap tahap maksimum 24 lapis perharinya.1.1. 3. jarak antara kolom satu dengan yang lain dibuat maksimal 3 (tiga) meter.1. Pasir aduk harus memenuhi NI-3 Pasal 14 ayat 2. produk lokal dan yang disetujui Direksi . bahan-bahan. Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. harus air yang bersih. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. 5. 8. 5. Dinding batu bata yang akan diplester minimal telah berumur 7 hari dan harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar dibersihkan sebelum diplester. Pelubangan akibat pembuatan perancah pada pasangan bata merah sama sekali tidak diperkenankan. Persyaratan Bahan 1. II.1. Urinoir dan Wastafel tinggi dinding trasram adalah 200 cm dari lantai sesuai dengan yang tercantum didalam gambar. Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton harus .24 7. Sebelum digunakan. siku dan sama ukuran. Batu bata yang dipasang adalah dari mutu terbaik. Bahan-bahan yang digunakan sebelum dipasang. dari tulangan pokok 4 diameter 8 mm.dengan aduk campuran 1 Pc : 5 Ps. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Perencana/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. 2. Bidang dinding batu bata tebal 1/2 batu yang luasnya maksimal 12 m2 harus ditambahkan kolom praktis dan balok penguat praktis dengan kolom ukuran 12 x 12 cm. Seluruh dinding dari pasangan batu bata/bata merah. Untuk dinding semen trasram/rapat air dengan adukan campuran 1 Pc : 3 Ps. 4. Syarat-syarat batu bata harus memenuhi ketentuan-ketentuan dalam NI-10. 2. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.3. Lingkup Pekerjaan 1. terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. II. serta diikuti dengan cor kolom praktis.2. sama warna serta disetujui Direksi .II. kecuali pasangan batu bata semen trasram/rapat air. Semen Tiga Roda. Pasangan ini digunakan untuk sekeliling dinding ruang-ruang basah serta pasangan batu bata dibawah permukaan tanah jika ada. beugel diameter 6 mm jarak 15 cm baik untuk tumpuan maupun untuk lapangan.

4. Syarat Penerimaan 1. permukaan rata tidak bergelombang. .5 cm (sebelum diaci/diplester). harus lurus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai yang ada disekitarnya. Pengamanan Pemborong wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan untuk dapat dihindarkan dari kerusakan. Syarat-Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. 2. kecuali bila satu dan lain hal ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. sambungan satu dengan lainnya rapih. Pada ambang atas kusen dipasang balok praktis atau balok latei dengan ukuran 10 x 15 cm dengan tulangan utama 4 diameter 8 dan sengkang dia. Hasil pemasangan pasangan dinding. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat. Pasangan batu bata dapat diterima/diserahkan apabila deviasi bidang pada arah diagonal dinding seluas 9 m2 tidak lebih dari 0. Pelaksanaan pasangan harus cermat. maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. rapi dan benar-benar tegak lurus terhadap lantai serta merupakan bidang rata. 12. 13. sesuai dengan yang tercantum dalam RKS. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Pelaksanaan dinding. 3.9.4. Untuk pasangan setengah batu yang luasnya lebih besar dari 12 meter persegi tanpa adanya pertemuan dinding apabila tidak tegambar harus dipasang kolom praktis dari beton dengan mutu beton K – 175. yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang tertanam dalam pasangan bata sekurang. 2. II. Hasil akhir harus konstruktip yang kokoh. 14. Adapun toleransi terhadap as dinding yang diizinkan maksimal 1cm (sebelum diaci/diplester). Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa hingga tak mengganggu pekerjaan finishing lainnya.5. Penyelesaian hubungan dinding dengan perkerjaan finishing lainnya harus rapih. Pemborong harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan. 10. Pasangan batu bata semen trasram bawah permukaan tanah/lantai harus diberi pen dengan adukan 1 Pc : 3 Ps. Pasangan dinding batu bata tebal 1/2 batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm setelah diplester (lengkap acian) pada kedua belah sisinya. harus rata. 4.1. 3. 11. II. Toleransi kemiringan untuk penerimaan pasangan dinding adalah 1 mm/m2 luas permukaan bidang kerja. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah lebih dari dua atau lebih. 8-200 dengan mutu beton K175. Biaya yang diadakan untuk pengamanan hasil pekerjaan ini menjadi tanggung jawab Pemborong.kurangnya 30 cm. 5. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pelaksanaan.1. diberi penguat stek-stek besi beton diameter 10 mm jarak 75 cm.

2.Campuran (aggregate) untuk plester harus dipilih yang benar-benar bersih dan bebas dari segala macam kotoran. Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10 . Persyaratan Bahan 1. dalam keadaan utuh dan tidak ada cacat. terlindung. Semen Tiga Roda. 6. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan.3. sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. harus bermutu baik dari jenisnya dan di setujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pekerjaan plester dilakukan setelah pasangan bata cukup kuat minimum 7 hari setelah selesai pemasangan. dan bagian-bagian yang ditentukan/disyaratkan dalam detail gambar serta atas petunjuk Direksi).2.2. Pasir pasang yang di gunakan harus di ayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang dipersyaratkan. Kontraktor diharuskan memeriksa site/lapangan yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan. 8. II. dan dilindungi sesuai dengan jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik. 3. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan. Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 dan PUBI 1982.0 mm. 2. lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. Seluruh plesteran dinding batu bata dengan aduk campuran 1 Pc : 5 Ps.II. 4. Semen Portland yang di kirim ke proyek lapangan harus dalam keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih disegel dan berlabel pabriknya.2.1. Lingkup Pekerjaan 1. Pada dinding batu bata trasram/rapat air di plester dengan aduk campuran 1PC : 3 PS (yang dilakukan pada sekeliling kamar mandi.2. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. dan bersih. harus bersih dan melalui ayakan 1. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. berventilasi baik. Semen Portland yang digunakan adalah Semen Gresik. Kontraktor harus segera melaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pekerjaan Plesteran Dinding II. WC. kecuali pada dinding batu bata transram/rapat air.6 .2. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan di atas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. Sebelum memulai pekerjaan. 2. spesifikasi dan lainnya. Tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan. Bahan harus disimpan di tempat yang kering. Semua bahan sebelum di kerjakan harus ditunjukkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. II. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar. bahan-bahan. 10. 5. bertuliskan type dan tingkatannya. 7. . 9. 2. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh plesteran dinding batu bata bagian dalam dan bagian luar bangunan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan pengarahan Konsultan Pengawas dilapangan . Syarat-syarat Pelaksanaan 1. 3. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja.

11. Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran pada bagian yang diijinkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 12. Plesteran halus (acian) digunakan campuran PC dan air sampai mendapatkan campuran yang homogen, acian dapat dikerjakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul). 13. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tibatiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan penutup yang bisa mencegah penyerapan air secara cepat. 14. Kontraktor wajib memperbaiki/mengulang/mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan (dan masa garansi), atas biaya Kontraktor selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemilik/ Pemakai. II.2.4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan: 1. Pemborongan wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat. Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. 2. Kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pelaksanaan, maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Pengamanan Pemborong wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan untuk dapat dihindarkan dari kerusakaan. Biaya yang diadakan untuk pengamanan hasil pekerjaan ini menjadi tanggung jawab pemborong. II.2.5. Syarat Penerimaan 1. Pemborong harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan; sesuai dengan ketentuan perencanaan serta persetujuan dari konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan 2. Hasil pemasangan pasangan, plester dan acian harus lurus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai yang ada disekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang. Toleransi kemiringan untuk penerimaan pasangan dinding : 1 mm/m2 permukaan bidang kerja. 3. Pelaksanaan plesteran harus rata, sambungan satu dengan lainnya rapih, melekat dengan baik pada pasangan bata. 4. Hasil akhir tanpa cacat dan merupakan satu kesatuan konstruktip yang kokoh. Penyelesaian hubungan dinding panel dengan pekerjaan finishing lainnya harus rapih. II.3. Pekerjaan Dinding Keramik II.3.1. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, hingga dapat diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan dinding keramik tile ini dilakukan pada ruangan atau seluruh bidang yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar (bila ada) dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas dan Direksi Pekerjaan.

II.3.2. Persyaratan Bahan 1. Jenis

2.

3. 4. 5. 6.

7. 8. 9.

10. 11.

Keramik Tile Keramik tile buatan dalam negeri yang disetujui Konsultan Pengawas dan atau Direksi. Warna : Warna yang ditentukan harus sesuai dengan ketentuan perencana / sesuai gambar atau setelah diputuskan bersama dalam rapat direksi. Merk : Roman tile, Asia Tile. Mutu : Tingkat I (satu) Bahan pengisi : Grout semen berwarna Bahan perekat : Adukan spesi 1 PC : 3 pasir diberi bahan tambahan penguat berupa bahan perekat untuk meningkatkan kekedapan terhadap air dan menambah daya lekat dengan jumlah pengunaan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat bahan perekat tersebut. Ukuran : 20 x 25 cm atau ditentukan dalam gambar perencana dengan pola pemasangan sesuai detail gambar. Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai peraturan-peraturan ASTM, NI-19, PUBI 1982 pasal 31 dan SII - 0023-81. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8, pasir harus memenuhi PUBI 1982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat- syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Untuk bahan pengisi/grouting dan bahan perekat dilengkapi sertifikat produk dari pabrik sebagai bukti penggunaan produk tersebut pada pelaksanaan dilapangan, dengan campuran sesuai dengan ketentuan pabrik.

:

II.3.3. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor diwajibkan membuat gambar dari pola keramik yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak cacat dan tidak bernoda. 3. Adukan pengikat dengan campuran 1PC : 3 pasir dan di tambah bahan perekat seperti yang telah disyaratkan dan harus terpasang merata di bawah permukaan keramik. 4. Bidang permukaan pasangan dinding keramik, harus benar-benar rata. 5. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar), harus sama lebar maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm, atau sesuai detail gambar serta petunjuk Direksi, yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. 6. Siar-siar di isi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan persyaratan bahan, warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya. 7. Pemotongan unit-unit keramik tiles harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. 8. Keramik yang sudah terpasang harus di bersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik, hingga betul-betul bersih.

9. Diperhatikan adanya pola tali air yang dijumpai pada permukaan pasangan dinding atau hal-hal lain seperti yang ditunjukkan dalam gambar. 10. Sebelum keramik dipasang, terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. 11. Pingulan pasangan keramik harus di lakukan dengan alat gurinda, sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang sempurna. 12. Keramik yang terpasang harus di hindarkan dari pengaruh pekerjaan lain selama 3 x 24 jam dan di lindungi dari kemungkinan cacat pada permukaannya. II.3.4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan dinding keramik yang rusak. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. 2. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan, maka Pemborong Wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Pengamanan 1. Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan terhadap kerusakan-kerusakan. Selama 7 x 24 jam sesudah pekerjaan dinding keramik selesai terpasang, permukaanya dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain dan dilindungi terhadap kemungkinan cacat pada permukannya. 2. Untuk pemeliharaan, Pemborong harus menyediakan bahan keramik yang sama sebanyak 0,1% dari jumlah terpasang untuk diserahkan pada Pemberi Tugas. Biaya pengadaan sudah termasuk dalam penawaran. II.3.5. Standar Penerimaan 1. Pemborong memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan; sesuai dengan pengarahan serta persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Pelaksanaan pekerjaan dinding keramik harus dipasang rata pada seluruh permukaan tidak bergelombang, warnanya seragam serta tidak cacat/tidak bernoda. 3. Tolerasi rata permukaan yang dapat diterima adalah 1 mm/m2. 4. Pemborong wajib menyerahkan keramik tile sejumlah 0,1% dari jumlah yang terpasang kepada Pemberi Tugas, dinyatakan dengan surat Penyerahan material. III. PEKERJAAN LANTAI III.1. Pekerjaan Sub Lantai III.1.1. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan sub lantai ini dilakukan dibawah lapisan lantai pada finishing lantai dengan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan Instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.

pasir beton dan krikil atau split dengan perbandingan 1 Pc : 3 Ps : 6 Kr.1. kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui Direksi. tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian dalam pekerjaan ini. III. Tebal lapisan sub lantai adalah 7 cm untuk daerah lantai bangunan/disyaratkan dan atas petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 3.3. Material lain yang tidak ditentukan dalam persyaratan di atas. SII 0013-81 dan ASTM C 150-78A. Pekerjaan lantai dan plint keramik dari masing-masing jenis dan ukuran ini dilakukan pada ruang yang disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. III.2. Pekerjaan sub lantai merupakan campuran antara PC. 2. Lingkup Pekerjaan 1.2. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan persyaratan : PBI 1971 (NI-2) PUBI 1982 dan (NI.1. 3. 4.2. supaya diperhatikan mengenai kemiringan sesuai yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Permukaan lapisan sub lantai dibuat rata/waterpas.2.2. harus baru. Semen Portland yang digunakan adalah Semen Gresik. Semen Tiga Roda. 6. Persyaratan Bahan 1. 2. Kecuali pada lantai ruanganruangan yang disyaratkan dengan kemiringan tertentu. Jenis : 2. Pekerjaan Lantai (Keramik Tile) III.8). Air harus memenuhi persyaratan yang memenuhi dalam PUBI 82 pasal 9. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Pasir beton yang digunakan harus memenuhi PUBI 82 pasal 11 dan SII 0404-80.III. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini hingga tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 4. bahan-bahan. rata permukaannya dan telah mempunyai daya dukung maksimal. Untuk masing-masing warna harus seragam . 5. Persyaratan Bahan 1. 5. Warna : Keramik Tile Keramik buatan dalam negeri yang sesuai dengan yang termasuk pada daftar material dan disetujui Direksi .1. Bahan-bahan yang dipakai sebelum digunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh-contohnya. III. AFNOR P18-303 dan NZS-3121/1974. untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. 2. a. maka lapisan pasir urug dibawahnya harus sudah dikerjakan dengan sempurna (telah dipadatkan sesuai persyaratan). Untuk pasangan sub lantai yang langsung di atas tanah. Kerikil/split harus memenuhi PUBI 82 pasal 12 dan SII 0079-79/0087-75/ 0075-75.

III. 2. Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. harus sama lebar maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm. 4. 9. Warna yang tidak seragam harus diganti/dibongkar. Asia Tile. Bahan pengisi : Grout/ pengisi semen berwarna Bahan perekat : Adukan spesi 1 PC : 3 pasir diberi bahan tambahan penguat berupa bahan perekat untuk meningkatkan kekedapan terhadap air dan menambah daya lekat dengan jumlah pengunaan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat bahan perekat tersebut. Mutu : Tingkat I (satu) Ukuran/jenis dan pemakaian : 40 x 40 cm untuk lantai gedung dan teras sedang untuk KM Ukuran 30 x 30 cm untuk KM/WC bagian luas dan 20 x 20 cm untuk bagian dalam. Dipasang sebagai finishing lantai pada seluruh detail yang ditunjukan/ disebutkan dalam gambar. atau segala ukuran yang tertera pada gambar / ketentuan Konsultan Perencana. Kontraktor di wajibkan membuat shop drawing dari pola keramik yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pola pemasangan sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Untuk bahan pengisi/grouting dan bahan perekat dilengkapi sertifikat produk dari pabrik sebagai bukti penggunaan produk tersebut pada pelaksanaan dilapangan. Adukan pengikat dengan campuran 1 PC : 3 pasir dan di tambah bahan perekat seperti yang disyaratkan. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. b. 4.3. warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya. tidak retak. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar). Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benarbenar rata. 6. atau sesuai detail gambar serta Direksi. 7. Merk : Roman Tile. Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai dengan peraturan-peraturan ASTM. 5. 10. PUBI 1982 pasal 31 dan SII-0023-81. NI-19. 3. adukan harus terpasang merata di bawah permukaan keramik. 5. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik. tidak cacat dan tidak bernoda. 8.3. pasir harus memenuhi PUBI 982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9. Sebelum pekerjaan dimulai. Siar-siar di isi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan/persyaratan. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. 6. . untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya.2.

sebelum perkerjaan di mulai. Sebelum keramik di pasang. Pelaksanaan pekerjaan lantai keramik harus dipasang rata (water pass) pada permukaan peilnya datar.7. dinyatakan dengan Surat Penyerahan Material. 3. Pemborong harus menyediakan bahan keramik yang sama sebanyak 0. 4. 2. kecuali kemiringan lantai pada permukaan lantai toilet/ruang wudhu yang harus dibuat miring permukaan lantainya ke arah floor drain (sesuai gambar rancangan). Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan terhadap kerusakan-kerusakan Selama 3 x 24 jam sesudah pekerjaan lantai keramik selesai terpasang. Pengamanan 1. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. . Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan 8. Keramik yang sudah terpasang harus di bersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan. 10.2.Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong.1% dari jumlah terpasang untuk diserahkan pada Pemberi Tugas. Standar Penerimaan 1. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. hingga betul-betul bersih.1% dari jumlah yang terpasang kepada Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. Toleransi kemiringan untuk permukaan yang dapat diterima adalah 1 mm/m2. Tepat diatas delatasi sub lantai.4. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pemborong wajib menyerahkan keramik tile sejumlah 0. sesuai dengan pengarahan serta persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.5. Pemborong memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan. 11. III. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. 9. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan lantai keramik yang rusak. 2. terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. permukaannya dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain dan dilindungi terhadap kemungkinan cacat pada permukaannya. Untuk pemeliharaan. III. pasangan ubin harus diberi nat selebar 1 cm. kemudian kedalam nat selebar 1 cm tersebut dimasukkan grouting dari silikon rubber sealant dengan warna yang sama dengan warna grouting nat. Biaya pengadaan sudah termasuk dalam penawaran. warnanya seragam serta tidak cacat/tidak bernoda. maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. tidak bergelombang. 2.

Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.1. sebelum perkerjaan di mulai. 2. bila terdapat kelainan bentuk antara gambar dan gambar detail Pemborong harus melaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. kaca tebal 5 mm. 8.. 7. penyetelan dan pemasangan kusen aluminium harus dilaksanakan oleh ahli dalam bidangnya. 4. Persyaratan bahan 1. IV. siku. Pekerjaan kusen harus dilaksanakan sesuai dengan ukuran-ukuran yang ada dalam gambar 5. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. Sebelum memulai pelaksanaan Kontraktor iwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil lubang dan membuat contoh jadi dengan skala gambar 1 : 1.2 – 1. di-finish silver natural. bahan-bahan. finishing melamine. Syarat-syarat Pelaksanaan 1.3. 5. Bahan : Profil aluminium Merk YKK.5 mm produk YKK. 3. 9.5 mm 3.1.1. Pekerjaan kusen dan daun-daun pintu & jendela harus dilaksanakan dengan halus. PINTU & JENDELA IV.1. Pemasangan kaca pada bingkai aluminium harus menggunakan seal berupa alur karet yang harus terjamin tidak bocor/tembus air.1. 2. Biaya pengadaan mock-up menjadi . Indalex.2 . jendela serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. hingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 4. Semua frame kusen. dengan sistem YF-100 / 70-E. peralatan dan alatalat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan. Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen dan daun pintu. jendela dan pintu dikerjakan dengan teliti sesuai ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. PEKERJAAN KUSEN. Semua kusen pintu dan jendela dibuat dari aluminium ukuran sesuai gambar dan dilapisi seal dari karet mengelilingi kusen pintu dan jendela. Pintu dan jendela dibuat dalam beberapa tipe sesuai dengan gambar rencana. Frame terdiri dari Aluminium tebal 1. dan baik. Daun Jendela dan Daun Pintu IV. 6. atau yang sejenis dan setara. Pekerjaan Kusen Aluminium. Rangka daun pintu dan daun jendela dibuat dari aluminium ukuran-ukuran untuk ambang daun pintu dan jendela sesuai gambar dan harus disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Ketepatan ukuran didasarkan pada hasil pengukuran di tempat pekerjaan. Daun pintu double teakwood dengan rangka kayu kamper.1. produksi dalam negeri produk Asahi Mas.IV. untuk sebagian tipe kusen yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. rapi. Lingkup pekerjaan 1. berdasarkan petunjuk pabrik. Seluruh pekerjaan pembuatan. IV. 2. Tebal profil : 1.2. Indalex.

Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik. IV. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah menyediakan tenaga kerja. Pekerjaan Kaca IV. Biaya yang ditimbulkan untuk pekerjaan perbaikan ini menjadi tanggung jawab Pemborong. Persyaratan Bahan 1.1.2. 2. 2. peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan. Pekerjaan kaca meliputi seluruh detail yang disebutkan dalam gambar dan pekerjaan cermin meliputi pemasangan cermin pada toilet dan daerah lain yang ditentukan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. dapat diperoleh dari proses-proses tarik. dan merupakan satu kesatuan dengan jenis pintu yang telah ditetapkan pada gambar rancangan dan spesifikasi bahan.1. sampai hasil pekerjaan diterima dengan baik (Serah Terima II). Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. mempunyai sifat tembus cahaya. Lingkup Pekerjaan 1. 2. show drawing dan pengarahan yang diterbitkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pengamanan 1. Perbaikan dilaksanakan sesuai pengarahan Direksi.2. Bila kerusakan pekerjaan ini bukan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan maka Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan tersebut sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Kesikuan Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta tepi potongan . dan tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya.tanggungan pemborong. Kaca adalah benda terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mempunyai ketebalan yang sama. Syarat Penerimaan Penerimaan pekerjaan ini dapat dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. IV.4.2.bahan. bahan .1.5. gilas dan pengambangan (Float glass). IV. dapat diperoleh dari prosesproses tarik tembus cahaya. Toleransi lebar dan panjang. Hasil pekerjaan kosen yang dipasang harus tepat pada posisinya rapat satu sama lainnya. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. Semua kegiatan pelaksanaan telah memenuhi persyaratan gambar perancangan. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan kusen yang rusak/cacat/kena noda. terjamin kerapihannya. dan tidak cacat. Bahan-bahan perlindungan dilaksanakan sesuai ketentuan yang ditetapkan pada persyaratan bahan dan persyaratan lain (sesuai ketentuan pabrik). IV.2. 2. Biaya yang diperlukan untuk pengamanan ini menjadi tanggung jawab Pemborong. 3. seperti dinyatakan dalam gambar dengan hasil yang baik dan rapi. Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap permukaan kusen yang sudah terpasang.

uraian dan syaratsyarat pekerjaan dalam buku ini.Kaca harus bebas dari keretakan (garis-garis pecah pada kaca baik sebagian atau seluruh tebal kaca). Pemotongan kaca harus disesuaikan ukuran rangka. . Syarat-Syarat Pelaksanaan 1.2. Tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur. Cara pemasangan dan persiapan persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan pabrik. 4.3 mm. .Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca). 2. .yang rata dan lurus. dan diberi tanda untuk mudah diketahui. 7. Digunakan produksi dalam negeri. 8.5 mm per meter.Harus bebas dari bintik-bintik (spots). 5. . Bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan.Kaca harus bebas dari gumpilan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar kearah luar/masuk).Bahan kaca harus sesuai SII 0189/78 dan PBVI 1982. . diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus.Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok).Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan menggunakan cairan pembersih kaca. harus diisi dengan lem silikon warna transparant. . pintu & jendela menggunakan Clear Float Glass dengan ukuran tebal 5 mm atau sesuai dengan gambar. Hubungan kaca dengan kaca atau kaca dengan material lain tanpa melalui kosen.Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai ketentuan dari pabrik.Untuk ketebalan kaca 5 mm kira-kira 0. 4. . Semua bahan yang akan dipasang harus disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian. IV. Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar.Harus bebas dari cacat benang (string) dan cacat gelombang (wave) benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandangan. Bahan : . 3. . .Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA. . Cacat-cacat . minimal 10 mm masuk kedalam alur kaca pada kusen. . 6. toleransi kesikuan maximum yang diperkenankan adalah 1.3. ASAHIMAS atau yang setara dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. awan (cloud) dan goresan (scratch). Pemotongan kaca harus rapi dan lurus.Bahan kaca untuk interior.Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik. . gelombang adalah permukaan kaca yang berubah dan mengganggu pandangan. Tandatanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan menggunakan lem aci. 5.

3. 8. Semua hardware dalam pekerjaan ini. dari produk yang bermutu baik. sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh . pengamanan dan perawatan dari seluruh alat-alat yang dipasang pada daun pintu dan daun jendela serta seluruh detail yang di sebutkan/ditentukan dalam gambar. Engsel atas di pasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari sisi atas pintu ke bawah. Semua peralatan yang akan di gunakan dalam pekerjaan ini. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda terbuat dari pelat aluminiun yang tertera nomor pengenalnya.4. noda-noda bekas cat atau bahan finish lainnya yang menempel pada kunci harus di bersihkan dan dihilangkan sama sekali. 4. bahan-bahan. V. Posisi pemasangan Lockcase dan Double Cylinder harus rapi dan benar serta di ajukan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. 9. 4. Lingkup Pekerjaan 1. 7. pemasangan. Engsel bawah di pasang tidak lebih dari 32 cm (as) dari permukaan lantai ke atas Engsel tengah dipasang di tengah-tengah antara kedua engsel tersebut. perlengkapan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Pada setiap daun jendela dipasang grendel kecil dan hak angin sikutan. Pada setiap daun jendela dipasang 2 engsel jendela aluminium. 6. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. 5. Pengajuan/penyerahan harus disertai brosur/spesifikasi dari pabrik yang bersangkutan. Meliputi pengadaan.V. PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI V. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. 2. Persyaratan Bahan 1. Seluruh biaya tes laboratorium menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. 3. V. seragam dalam pemilihan warnanya serta dari bahan-bahan yang telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Penarik pintu (handle) dipasang 100 cm (as) dari permukaan lantai setempat. Pemasangan hardware yang tidak rapih dan mengalami cacat atau terkena noda pada permukaannya harus segera diperbaiki dan dibersihkan kembali.3. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dapat meminta mengadakan tes-tes laboratorium yang di lakukan terhadap contoh-contoh bahan yang diajukan sebagai dasar persetujuan. 2. Handel pintu harus terpasang kuat pada rangka daun pintu. 2.contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. . apabila ada pekerjaan finishing yang rusak akibat perbaikan pekerjaan ini maka kerusakan pekerjaan finishing tersebut harus segera diperbaiki atas biaya pemborong Pengamanan V.2. 5. Mekanisme kerja dari semua peralatan harus sesuai dengan ketentuan pabrik. Apabila di anggap perlu.1. Yang termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. Setelah kunci terpasang. 2. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya.

Bidang pengecatan siap di cat setelah diplamir terlebih dahulu. Merk : Dulux.1. Pengeringan : Minimum setelah 2 jam lapis berikutnya dapat dilakukan. 5. Sebelum diplamir. Vinylex.1. sebelum di gunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh Cat untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Catylac. Meliputi pekerjaan langit-langit finishing cat seperti yang disebutkan dan ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 5. bahan-bahan. V. VI. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. 3. VI.Pemborong harus menjaga pekerjaan hardware yang sudah selesai dilaksanakan. Kontraktor harus menyerahkan contoh hasil pengecatan dalam bentuk contoh kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT VI. sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pada permukaan dinding yang telah dicat terkena noda/kotoran. Kontraktor di wajibkan membuat contoh-contoh warna. maka harus segera dibersihkan. Cat Vinyil digunakan sebagai cat finishing langit-langit 2. Standar Penerimaan Hasil pekerjaan pemasangan hardware.5.1. Pengencer : Air bersih 20 %. VI.1. VI. 4.3. 4.1. harus dapat berfungsi dengan sempurna dan tidak cacat. Decolith. Sistem Pengecatan minimal 2 lapis atau sampai benar–benar rata. 3.4. Sebelum pengecatan di lakukan.2. Persyaratan Bahan 1. Warna : Ditentukan. Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan benda-benda dan pengaruh pekerjaan-pekerjaan sekelilingnya selama 2 jam. 2. Bahan-bahan yang di pergunakan. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini sehingga dicapai hasil pekerjaan yang baik. . Pekerjaan Langit-Langit Beton Exposed Finishing Cat VI.1. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga. plesteran harus betul-betul kering. 6. tidak ada retak-retak dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.

tanpa nat dan tidak menggelembung/melengkung. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambargambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil). Pekerjaan penutup plafon ini dikerjakan di bagian bangunan Toilet dan seluruh lantai II sesuai dengan gambar rencana. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini sehingga dicapai hasil pekerjaan yang baik. cara pemasangan. VI. 4.1. fiber semen dan material yang lain . Penutup plafon dipasang dengan ukuran sesuai gambar. Lingkup Pekerjaan 1. VI. 2.2. VI. Sebelum pemasangan. Pekerjaan Langit-Langit (Plafond) VI. Rangka plafon dari metal furing. Plafon harus rata. 5. 9. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. bahan-bahan.2. 3. Kontraktor wajib membuat shop drawing sesuai ukuran/bentuk/mekanisme kerja yang disesuaikan gambar rencana dan telah disesuaikan keadaan di lapangan. 4. Bahan list plafon dari gypsum dengan bentuk profil sesuai yang ditentukan dalam gambar. Kontraktor wajib membuat mock-up sebelum pekerjaan dimulai dan dipasang. shop drawing harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. Seluruh permukaan list plafon di finish dengan bahan cat jenis dari bahan yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Kontraktor harus mengajukan 3 buah contoh untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. termasuk mempelajari bentuk. 3. Persyaratan Bahan 1. 6. 2. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan dinding dan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang). VI.2. hanger menggunakan track stang 4 mm dengan jarak sesuai standar produsen Malcindo. mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. Fiber semen menggunakan Calsiboard tebal 4 mm.3.2. 2. Semua bahan yang digunakan harus baru dan tidak cacat. Bilamana diinginkan. Metal furing. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 5. Sebelum melaksanakan pekerjaan.1. pola lay-out/penempatan.5. hanger menggunakan track stang 4 mm Malcindo. 8. Penutupan plafon dapat dilaksanakan setelah semua pekerjaan yang ada di bagian tersebut selesai dilaksanakan serta telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan tembok/dinding yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada tembok/dinding. Untuk dibawah atap penahan tampias dan diatas dack selasar lantai 2 rangka plafon dari besi hollo 4/4. 7. penirnbunan bahan rangka.

kecuali bila ditentukan lain sesuai gambar. 7. Kontraktor wajib memberikan perlindungan terhadap benturanbenturan.1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. PEKERJAAN PENGECATAN Pekerjaan Pengecatan Dinding VII. sudut-sudut pertemuan dengan bidang lain.6. Pemakaian bahan dan pola pemasangan langit-langit tidak boleh menyimpang dari persyaratan. Warna : Ditentukan. 12. Setelah pemasangan. .2. Bilamana tidak ada kejelasan dalam gambar. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.1. Mowilex. 4.1. 8. Cat Vinyil digunakan sebagai cat finishing dinding dalam dan Weather Shield untuk dinding luar. tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. 14. Semua panil (unit-unitnya) harus terpasang rapi dan kuat sesuai petunjuk-petunjuk gambar. angkerangker dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas-penyetelan. untuk interior dan Dulux. 5. Disain dan produksi dari sistem partisi harus mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan sesuai gambar rencana. 9. 11. semua kerusakan yang timbul adalah tanggung jawab Kontraktor. Semua hubungan terhadap bagian dari pekerjaan lain harus diperhatikan. Pengencer : Air bersih 20 %. ditempat pekerjaan harus diletakkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Meliputi pengecatan dinding/beton bagian luar dan dalam serta seluruh detail yang ditunjukan/disebutkan dalam gambar dan sesuai dengan instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bahan lapisan/coating dasar 2. 13. Vinylex. Sistem Pengecatan : Minimal 3 lapis VII. VII. baut. 3. 7. Lingkup Pekerjaan 1. rata pada permukaan bawahnya dan sesuai peil dalam gambar dan datar (tidak melebihi batas toleransi kemiringan yang diijinkan dari masing-masing bahan yang digunakan). 6. benda-benda lain dan kerusakan akibat kelalaian pekerjaan. VII.1. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. Kontraktor wajib menanyakan hal ini kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 10. Semua rangka harus terpasang siku. Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klos-klos. Persyaratan Bahan 1. kerapihan dan kekuatannya. Pengeringan : Minimum setelah 4 jam lapis berikutnya dapat dilakukan. Perhatikan semua sambungan dengan material lain. Catylac. Bekas lubang-lubang bekas pemasangan dan penguat lain harus tidak terlihat dan semua penguat harus terpasang baik dan dapat menjamin kekuatannya. Merk : Dulux. bahan-bahan. 2.

Kontraktor harus menyerahkan contoh hasil pengecatan dalam bentuk dami/contoh kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan.VII. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan dinding dan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang). Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan tembok/dinding yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada tembok/dinding.3. Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan bendabenda dan pengaruh pekerjaan-pekerjaan sekelilingnya selama 2 jam. Kontraktor di wajibkan membuat contoh-contoh warna. VII. . 3. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan pengecatan tidak diperkenankan dilaksanakan dalam cuaca lembab/hujan atau angin berdebu bertiup. roller. 5. 8. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Meliputi pengecatan permukaan tangga besi atau pada seluruh detail yang di sebut kan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. maka harus segera dibersihkan. Bahan-bahan yang di pergunakan. harus tersedia dari kualitas/mutu terbaik dan jumlahnya cukup untuk melaksanakan pekerjaan ini.5. Persyaratan Bahan 1. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. VII.1.2. Pekerjaan Pengecatan Besi VII.2. Peralatan seperti kuas. 7. sebelum di gunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Digunakan Cat Besi Merk Emco atau bahan cat produk dalam negeri yang bermutu jenis Super gloss dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 6.1. sikat kawat dan sebagainya. VII.4. Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. VII. Sebelum di plamir. Sebelum pengecatan di lakukan.2. bahan-bahan.1. Bidang pengecatan siap di cat setelah di plamuur terlebih dahulu. 2. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 4. tidak ada retak-retak dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.1. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. plesteran harus betul-betul kering. sebelum perkerjaan di mulai. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pada permukaan dinding yang telah dicat terkena noda/kotoran.

Pekerjaan logam yang telah dicat sebelum dikirim ke tempat pekerjaan harus diperiksa terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. untuk mendapatkan persetujuannya. 3900 : 1970/1971.2. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. 4. 8. Ketebalan 2 x 30 micron dengan interval 2 jam. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1.2. 3. Permukaan yang akan dicat harus bersih dari debu. Cat akhir dapat dilakukan bila cat dasar telah kering sempurna serta telah mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bahan sebelum di gunakan harus di serahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. K-41 dan NI. 2. 9.5. . Warna akan ditentukan kemudian. VII. barulah cat akhir di lakukan dengan persyaratan sesuai yang ditentukan dari pabrik yang bersangkutan.4. AS.3. rata dan ber sih dari karat.2. maka harus segera dibersihkan. serta mengikuti ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. Bidang permukaan pengecatan harus siap untuk dimulai pekerjaan pengecatan dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Apabila pada permukaan logam yang telah dicat terkena noda/kotoran. Bahan yang di gunakan harus memenuhi syarat-syarat yang di tentukan dalam PUBI 1982 pasal 53. VII. Bidang pengecatan harus rata dan sama warnanya. semua karat-karat yang terdapat dipermukaan logam harus dibersihkan dengan sikat kawat hingga terlihat permukaan logam yang bersih lalu segera permukaan luarnya diberi cat dasar dengan cara seperti tersebut diatas. Permukaan pengecatan di amplas dengan amplas yang halus untuk memperoleh permukaan yang halus. sampai jenuh. Aduk dengan sempurna sebelum pemakaian. 5. Selanjutnya setelah pengecatan menie besi telah rata dan kering. VII. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang). 7. 5. 2. Bahan untuk cat dasar di gunakan dari bahan sesuai yang di syaratkan oleh pabrik yang bersangkutan. minyak/lemak dan "karat" serta dalam keadaan kering. 6. 4.2.4. 3. BS No. dan kalau tidak memenuhi syarat pekerjaan tersebut harus diperbaiki dengan cara seluruh catnya dibuang dengan digosok. Ulaskan satu atau dua lapis Metal Primer Red (menie besi) dari produk seperti jenis yang disyaratkan di atas atau sesuai persyaratan yang ditentukan oleh pabrik yang bersangkutan. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan logam yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada logam.

. perbaikan segera dilakukan tanpa tambahan biaya. Seluruh pekerjaan harus dilaksanakan dibengkel dan merupakan pekerjaan yang berkualitas tinggi. 2. 3.1. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. VIII. harus baik. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. VIII. Lingkup Pekerjaan 1. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. Lapis finishing dari seluruh permukaan railing besi harus dilakukan pengecatan dasar/zinkcromate.3. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. Pekerjan ini meliputi menyediakan tenaga kerja. merata dan tidak terjadi cacat/noda akibat pemasangan. merupakan lapisan cat yang bermutu baik produk Emco. atas biaya Pemborong. Bentuk/ukuran sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Persyaratan Bahan 1. seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan ketepatan sedemikian rupa sehingga semua komponen dapat dipasang dengan tepat dilapangan. Syarat-syarat Pelaksanaan 1.VIII. 3. hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.1.1.1. Syarat Penerimaan Hasil pemasangan railing harus merupakan suatu hasil pekerjaan yang kuat. Railing Tangga dan Pagar Selasar. Pekerjaan Railing Besi VIII. Bila terjadi kerusakan. tanpa cacat. VIII. Pengelasan konstruksi harus dilakukan sesuai gambar konstruksi dan harus mengikuti prosedur/persyaratan-persyaratan dalam AWS dan AISC Spesification. 2.4.1. bahan-bahan. 4. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan railing besi yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan dan tanpa cacat. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pemasangan railing kurang rapi harus segera diperbaiki.2. Pengecatan dilakukan minimal 2 (dua) lapis. sebelum perkerjaan di mulai.1. PEKERJAAN RAILING BESI VIII. kokoh dan sempurna. Meliputi pekerjaan railing besi dilakukan pada tangga dan pagar selasar atau seluruh detail yang ditunjukkan/disebutkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Direksi. Warna cat akan ditentukan kemudian. VIII.1.5. Hasil pengecatan dan warna yang dihasilkan. 2.

Modulus of Elasticity 200.XI. Penutup Atap Menggunakan Atap Genteng karang pilang atau setara Pemasangan Sesuai dengan Gambar Bestek ( Gambar Perencanaan ) XI. Plat Plendes & sambungan T 12 mm 10.000 Mpa 4.Ultimate tensile Strength 550 Mpa . Besi siku L 75 x 75 x 7 untuk dudukan gording 5. 7. PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP XI. Ex Krakatau stell Atau setara 2. Pasangan Jarum Keras Ø 16 11. 6. 3.Minimum Yield Strength 550 Mpa .8 mm). Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Atap dengan Penutup atap Genteng karang pilang 1. 15. Angkur Ø 18 12. 2. Bahan Rangka atap (reng/usuk) Menggunakan Rangka atap galvalum.2. Gording Canal C Sesuai dalam gamber perencanaan. Kuda – kuda WF 200 x 100 x 5. . Pekerjaan meliputi pemasangan rangka atap galvalume.5 x 8. .1. Persyaratan ketebalan serta bentuk profilnya adalah sebagai berikut : .Bahan terbuat dari baja mutu tinggi G 550 yang telah diproses dengan lapisan anti karat (galvanized coating-hot dip zinc) galvalume. Reng dan Usuk Menggunakan Galvallum 13. Bracingbesi beton Ø 16 8. Perusahaan fabrikasi galvalume yang dipilih harus memiliki standart internasional ISO 9001 versi 2000. Lingkup Pekerjaan. Bahan-bahan 1. Ex Krakatau steel Atau setara 3.5 mm).Untuk usuk menggunakan Web Hot-dipped galvanized steel 65 x 26 C 08 (tebal 0. Rangka atap (reng/usuk) baja ringan/galvalume yang digunakan adalah produk Smartruss atau Pryda. Terkstangbesi beton Ø 12 7. Plat & Mur baut dipergunakan untuk memenuhi pekerjaan sambungan – sambungan pada Rangka Atap Baja. 5.000 Mpa . Penutup Nok dipakai bubungan model Karangpilang KW I Merk Good Year atau Wisma. List Plank Mengunakan GRC Board 12 mm / Kalsiplank 4.5 mm) atau 45 x 27 B 50 (tebal 0. Jarum Keras Ø 12 & Ø 16 9. Pipa pembuluh PVC Ø 4” Type D 14.Shear Modulus 80.Batten (reng) menggunakan Web Hot-dipped galvanized steel 35 x 25 B 05 (tebal 0. . Adapun persyaratan bahab rangka atap galvalume yang digunakan adalah : . penutup atap dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan ini. Besi siku L 50 x 50 x 5 untuk rangka list plank 6. Penutup atap genteng yang digunakan adalah model genteng karang pilang KW I merk Good Year atau Wisma dan Sebelum dipasang kontraktor diwajibkan mengajukan contoh genteng kepada Konsultan Pengawas Direksi untuk mendapatkan persetujuan.

Pelaksanaan 1. Teknik pemasangan dan penyelesaian detail-detail yang belum jelas dalam gambar. Penutup atap genteng karang pilang yang dipasang rapat sedemikian rupa sehingga betul-betul tersusun rapi dalam segala arah. Penutup Nok dipasang lurus.3. harus diikuti ketentuan dari pabrik penutup tersebut dan harus sesuai dengan gambar rencana . 5. kaitan dan saling menutupnya harus cocok dan rapat sehingga tidak terjadi kebocoran apabila terkena hujan. 4. kontraktor harus menyerahkan hasil tes laboratorium bahan rangka atap tersebut dari pihak perusahaan galvalume kepada Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan untuk mendapat persetujuan dengan biaya ditanggung oleh pihak kontraktor. 3. 2. 6.XI. pada sambungan diberi spesi campuran 1 Pc : 2 Ps rapat dan rapih. Pihak perusahaan galvalume harus menyediakan tenaga pemasangan/fabricator yang terlatih serta tenaga supervise lapangan yang bertugas mengarahkan proses pemasangan. Sebelum pemasangan. Perusahaan pabrikasi galvalume yang dipilih/ditunjuk harus memberikan garansi penuh atas kekuatan material dan kekokohan serta dapat memberikan garansi minimal 10 tahun.

Tata cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1726-2002) c.SNI 03-2458-1991.beserta seluruh acuan yang dirujuknya seperti: .Dan lainnya. 3. Ringbalk. Balok. . Standard Rujukan I. Tata cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1729-2002). Ketentuan Umum 1. I. ring praktis. Apabila terjadi perbedaan antara RKS dan gambar kerja.1. d. Segala perubahan gambar yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan berdampak kepada besarnya pembiayaan. Kolom.2.SNI 03-1974-1990.2. Methode pengujian pengambilan contoh untuk campuran beton segar.3.1. Kesalahan pelaksanaan yang berakibat pada penambahan biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan. Struktur sekunder : kolom praktis. Ruang Lingkup Pekerjaan SIPIL meliputi : 1. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung (PPIUG) 1987 b. I. Tata cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI 03-28472002). misalnya dengan pengajuan proposal tertulis tentang alternatif yang diusulkan.Methode pembuatan dan perawatan benda ujidi laboratorium .Methode pembuatan dan perawatan benda uji di lapangan. .Tata cara pembuatan rencana campuran untuk beton normal. KETENTUAN UMUM I. sebelum pekerjaan dimulai harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 3. maka pelaksana segera melaporkannya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat penyelesaian. . 5. balok latai.SNI 03-2834-1992.D. listplank beton dsb. .SNI 03-4810-1998. Proses mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus melalui mekanisme yang disepakati kedua belah pihak. sesuai kebutuhan. maka seluruh biaya tersebut sepenuhnya menjadi tanggungan pelaksana. 4. Apabila terjadi perubahan gambar sehubungan dengan pelaksanaan. PEKERJAAN STRUKTUR I. Acuan tambahan : Apabila ada hal-hal yang tidak termuat dalam SNI tetapi harus dikerjakan maka dapat dipakai Standard/Peraturan/ Pedoman yang sebelum lahirnya SNI tersebut seperti SK SNI T-15-1991- . Pekerjaan atap. Plat Lantai dan Plat Atap. Struktur utama : Pour. Rujukan utama : a. harus diperhitungkan atas pekerjaan tambah kurang. Methode pengujian kuat tekan beton. Apabila terjadi perbedaan ukuran dalam gambar maka pelaksana harus menanyakan terlebih dahulu kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan ukuran yang tertulis menjadi acuan dibanding ukuran dalam skala. Strouss. 6.3. Catatan Pada dasarnya pekerjaan struktur terdiri:struktur beton dan struktur baja. 2.3. 2. I.SNI 03-2492-1991.

Untuk mendapat persetujuan.4. Semen 1 Semen yang dipakai adalah semen Portland Type Satu. Semen Tiga Roda atau Semen Holcim dan harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.  Semen harus disimpan sedemikian rupa. dan mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan 4 Laporan lengkap pengujian bahan dan pengujian beton harus selalu tersedia di lapangan (on site) untuk pemeriksaan selama pekerjaan berlangsung.1.UBC 1977.1.sesuai SNI 03-2847-2002 2 Merek semen yang akan dipakai adalah semen Gresik. bahkan bisa dari PBBI 1971 NI -2 selama tidak bertentangan dengan SNI atau standard lain yang banyak digunakan masyarakat konstruksi asal tidak bertentangan dengan SNI tersebut diatas. II.atas persetujuan Pengawas. atau agregat yang berasal dari batu pecah.1.5 Mpa (K 250). dengan tambahan ketentuan bahwa semua unsur struktur yang berhubungan dengan air. Mutu beton Semua beton untuk struktur bemutu fc‟ = 22. 2 Pengujian bahan dan beton harus dilakukan sesuai SNI 03-2847-2002 3 Tempat pengujian bahan dan beton harus dilakukan di Laboratorium independent yang memenuhi syarat.1. II.  Pemakaian semen lebih dari satu merek tidak diijinkan.  Semen yang mempunyai gejala membatu /terkontaminasi bahan yang dapat merusak tidak boleh digunakan. kecuali ada alasan khusus dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas II.AISC 1994 dsb .3. 3 Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menolak semen yang dikirim ke Proyek.2. dsb. dan tersimpan selama 2(dua) tahun setelah selesainnya pekerjaan pembangunan. II. sehingga semen yang datang/diproduksi lebih dulu terpakai lebih awal. pelat atap. PEKERJAAN STRUKTUR BETON II.1.1.3. Agregat 1 Agregat untuk beton harus memenuhi syarat ASTM C 33 2 Agregat kasar dapat berasal langsung dari alam (agregat alam). jika atas dasar pemeriksaan tidak memenuhi persyaratan. Sertifikat ini bisa diproleh dari pabrik semen yang bersangkutan atau dari laboratorium yang mempunyai kewenangan. campuran betonnya harus kedap air seperti pelat untuk kamar mandi dan wc. kontraktor harus dapat menunjukan sertifikat tentang semen yang diusulkan untuk dipakai.misal seperti ACI318-99 . Ketentuan Bahan II. 4 Penyimpanan Semen harus memenuhi syarat:  Terlindung dari pengaruh iklim dan kelembaban. . Pengujian 1 Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan lapangan berhak memerintahkan diadakan pengujian pada setiap bahan yang digunakan pada pelaksanaan konstruksi beton ini untuk menentukan apakah bahan yang dipakai mempunyai mutu sesuai dengan mutu yang telah ditetapkan.

bahan organik .7. Pengecoran. asam.1. garam. dengan mutu fy = 400 MPa 4 Baja polos dipakai hanya untuk elemen non structural dengan mutu fy=240 MPa 5 Sambungan las baja tulangan tulangan tidak diijinkan.6. seperti yang ditentukan dalam SNI 03-2847-2002 PASAL 5. Toleransi 3. 2.  Sepertiga (1/3) ketebalan pelat lantai . 2 Untuk keseluruhan pekerjaan. 5. Pelindung beton.5. Barang yang telah terkontaminasi bahan yang merusak tidak dapat digunakan 4 5 II. maka sebelum dipakai harus diuji kelayakannya. Air 1 Air pencampur beton harus bersih dan bebas dari bahan-bahan yang dapat beton. Bahan Tambahan 1 Penggunaan bahan tambahan untuk pembuatan beton harus mendapat persetujuan tertulis dari konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan. 3 Baja ulir dipakai untuk seluruh elemen strutur. Penulangan. Perawatan. dan mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan II. Ketentuan Teknik Pelaksanaan Pekerjaan Beton Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan-pekerjaan yang menunjang terealisasinya pekerjaan struktur beton yaitu: 1. bahan tambahan yang digunakan harus mampu secara konsisten menghasilkan komposisi dan kinerja yang sama dengan yang dihasilkan oleh produk yang digunakan dalam menentukan komposisi beton diawal penentuan campuran II.2.3 Ukuran maximum nominal agregat kasar harus tidak melebihi:  Seperlima(1/5) jarak terkecil sisi-sisi cetakan. 4.5. 8. alkali.kecuali ada pertimbangan khusus dan harus mendapat persetujuan tertulis Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.1. Penyimpanan agregat kasar dan halus harus terpisah agar memudahkan tugas Pengawasan. Baja Tulangan 1 Semua baja tulangan yang dipakai harus baru. 2 Kecuali air yang berasal dari PDAM.tidak terintrusi bahan yang dapat merusak/menggangu. 5 Kontraktor harus melakukan pengujian Tarik sedikitnya 1 sample tiap pengiriman 50 lonjor terhadap baja tulangan yang didatangkan Laboratorium independent yang memenuhi syarat. Cetakan.bebas dari karat 2 Semua tulangan dari jenis baja ulir (BJTD) dan polos harus memenuhi ketentuan SNI 032487-2002 pasal 5. 6.pipa tertanam. Evaluasi dan penerimaan mutu beton . seperti oli. 9. Campuran beton 7.4 II. Persiapan.1.dan siar pelaksanaan.

Dimensi Untuk panjang sampai dengan 10 meter ± 10 mm Untuk panjang keseluruhan lebih 10 meter ± 15 mm 2.dan siar pelaksanaan 1. Pemasangan cetakan tidak boleh merusak struktur yang sudah terpasang sebelumnya. Dan lain-lain Apabila ada toleransi yang belum disebutkan akan ditetapkan kemudian atas persetujuan Pengawas. Cetakan harus mantap.3. 4.pipa tertanam.2.2.sesuai ketentuan ketenaga kerjaan yang berlaku. Perlu dipersiapkan atas kemungkinan adanya gangguan cuaca. c. e. Penutup/selimut beton Selimut beton tebal sampai dengan 30 mm ± 5 mm 5. Perencanaan cetakan harus mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: . kaku dan kuat untuk mencegah kebocoran mortar. Pengajuan rencana pelaksanaan Untuk mendapat persetujuan pelaksanaan suatu pekerjaan.2.Kemudahan dan kecepatan pembongkaran. Alinement vertical listplang/sirip ±10 mm 4.2. perubahan posisi dan perubahan bentuk elemen struktur. yang dapat mengganggu mutu beton. b. pemakaian sabuk pengaman dsb .Beban selama konstruksi . 2.lingkungan terhadap bahan. 3. Dimensi balok Ukuran sampai dengan 500 mm ± 5 mm Ukuran lebih besar 500 mm ± 10 mm 6. daftar personel. Cetakan. . Toleransi 1. Kedudukan (dari titik patokan) Kedudukan permukaan horizontal ± 10 mm Kedudukan permukaan vertical ± 10 mm 3. Pekerjaan Persiapan 1. garis.dan dimensi komponen struktur seperti yang disyaratkan seperti dalam gambar. Keamanan Proyek Pelaksana harus melengkapi Proyek dengan system pengamanan yang semestinya. kelengkapan peralatan beserta kondisinya. Cetakan harus mampu menghasilkan struktur akhir yang memenuhi bentuk. Perlindungan cuaca.1. pelaksana harus mnyampaikan usulannya terlebih dahulu mencakup gambar-gambar pelaksanaan.II. Cetakan a.Kecepatan dan methode pengecoran . Penentuan titik –titik tetap (uitset) Untuk pelaksanaan pekerjaan ini Pelaksana harus mendapat persetujuan tertulis Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. II. II. Waktu pembongkaran cetakan harus berdasarkan analisa bahwa akibat pembongkaran ini tidak mengakibatkan kerusakan pada elemen struktur atau dapat mengurangi kemampuanya. d. harus atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.

dengan pertimbangan tidak mengurangi kekuatan struktur. dibasahi sampai jenuh dan dibebaskan dari kemungkinan air yang menggenang. minyak. Tulangan yang sudah tertanam dalam beton tidak boleh dibengkokkan dilapangan. Bahan saluran dan pipa yang ditanam tidak boleh membahayakan beton dalam waktu umur struktur. untuk mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Semua tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin. permukaan beton harus dibersihkan dari serpihan dan kotoran.2. Sebelum dimulainya pekerjaan konstruksi pelaksana harus membuat prosedur dan jadwal pelaksanaan pemasangan. dinding. Tulangan ditempatkan sedemikian rupa agar tetap terjamin ditempatnya. Pemasangannya tidak boleh berjarak sumbu ke sumbu kurang dari 3 (tiga) diameter/lebar. d. Saluran dan pipa yang dipasang tidak boleh menurukan kekuatan struktur. Permukaan tulangan. Siar pelaksanaan. Saluran dan pipa yang ditanam dalam beton. pembongkaran cetakan.seperti didaerah kamar mandi dan kamar kecil (KM/WC) atau pada pelat atap II. keadaan permukaan tulangan harus bersih. . 2. Dimensi maksimum pipa/saluran tidak boleh lebih besar dari 1/3 (sepertiga) tebal pelat. Keberadaan saluran atau pipa tidak boleh dianggap mempunyai kekuatan secara structural. Pada saat beton di cor. 3. balok ataupun kolom. Siar pelaksanaan pada system pelat lantai harus ditempatkan dalam daerah sepertiga bentang tengah pelat dan balok. 2. kecuali disetujui dengan cara lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. a. Semua tulangan harus ditempatkan/disetel sesuai gambar. misal seperti aluminium kecuali diambil tindakan pengamannya. Siar pelaksanaan balok induk harus diletakan pada jarak minimum sebesar dua kali lebar balok yang memotongnya dari posisi muka perpotongan tsb.4. atau segala jenis zat / benda pelapis bukan logam yang dapat mengurangi lekatan beton terhadap tulangan. c. 4. Perangkat untuk menyalurkan geser atau gaya lain melalui siar pelaksanaan harus melalui analisa sebagai mana mestinya. 3. Siar pelaksanaan tidak boleh ditempatkan pada struktur yang harus kedap air. Sebelum pengecoran. tidak mudah tergeser akibat adanya pekerjaan pengecoran. Pembengkokan tulangan. Penempatan tulangan. b. 5.Pipa atau saluran yang ditanam dalam kolom tidak boleh melebibihi 4% luas penampang yang diperlukan untuk kekuatan atau untuk perlindungan terhadap korosi atau kebakaran.f. b. Pengiriman tulangan Semua tulangan saat pengiriman tidak boleh ditekuk kecuali untuk tulangan berdiameter lebih kecil 19 mm. bebas dari lumpur. c. Pemotongan tulangan Semua pemotongan tulangan tidak diperkenankan memakai mesin las atau yang sejenis. a. Penulangan 1. Penempatan siar pelaksanaan harus dirancang sebelum pekerjaan pengecoran dilaksanakan.

Pengecoran 1. paling lambat 24 jam sebelum waktu pelaksanaan Pengecoran tidak dapat dilaksanakan apabila tidak dihadiri oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 3 Cara mencampur Beton harus dicampur dengan menuangkan seluruh unsur pembentuknya kedalam satu wadah pengaduk.2. 2. untuk mendapatkan beton dengan kelecakan dan konsistensi yang menjadikan beton mudah untuk dicor tanpa terjadi segregasi. Jarak bersih antara dua tulangan sejajar dalam lapis yang sama tidak kurang dari diameter tulangan yang besangkutan dengan minimal 25 mm. Sambungan lewatan tulangan yang menerus dan pengangkuran tulangan yang berakhir pada pertemuan kolom balok harus dilindungi dengan sengkang pengikat. Rencana Campuran (Mix design) harus telah mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dengan disertai Rencana campuran/mix design harus dilakukan dengan methoda yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sebelum keputusan komposisi ditetapkan. # Poer = 50 mm # Pelat = 20 mm # Sloof = 50 mm # Dinding = 20 mm # Kolom = 50 mm # Balok = 50 mm II.dengan proses pengadukan secara terus menerus selama sekurangkurangnya 1.7.2.5. Campuran beton 1 Rencana campuran (mix design) Mengingat jalan menuju lokasi pekerjaan yang sangat sempit dan padat.6.5 menit. 7. Tebal pelindung beton secara umum ditetapkan sebagai berikut. setelah seluruh bahan dimasukan. Tahu beton Tahu-tahu beton yang dipakai sebagai penahan tulangan sementara untuk mendapatkan tebal pelindung beton yang disyaratkan harus mempunyai mutu sama dengan betonnya sendiri. 2 Komposisi campuran Komposisi campuran harus berdasarkan atas perbandingan berat. Apabila Kontraktor Pelaksana hendak memulai pekerjaan pengecoran beton. maka sebisa mungkin kontraktor bersama-sama dengan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan mengadakan sosialisasi kepada pemilik proyek dan masyarakat sekitar supaya mendapat ijin untuk menggunakan campuran Ready Mix agar mutu dan proses pengecoran dapat lebih terjamin kualitasnya. Dan apabila memang tidak bisa menggunakan ready Mix. Sambungan /pengangkuran tulangan.6. Pelindung beton 1. dengan spasi bersih minimal 25 mm.2. Batasan spasi tulangan. maka Kontraktor harus memberitahukan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan kapan pengecoran dilaksanakan. . 4 Penambahan air. Sengkang ini dapat berupa sengkang pengikat tertutup internal atau spiral tertutup II. Bila tulangan sejajar tersebut diletakan dalam dua lapis atau lebih. Penambahan air pada beton yang sudah selesai proses pengadukannya tidak diijinkan II. tulangan pada lapis bawah harus tepat dibawah tulangan diatasnya.

3. dan persiapan tenaga serta dinyatakan dalam daftar bahan alat dan tenaga kerja. - - 5. maka rasio benda uji akan ditetapkan oleh Konsultan Pengawas / Direksi). vibrator tidak boleh disentuhkan tulangan dan bekisting. Kontraktor dapat melaksanakan pengecoran. dan d di atas telah mendapatkan pembenaran dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bila Kontraktor bertindak menyimpang dari ketentuan-ketentuan di atas.c. kubus beton atau silinder beton dengan rasio sesuai yang diatur di dalam PBI-1971. Seluruh persiapan pekerjaan yang berkaitan dengan komponen yang di cor terutama pemasangan angker untuk peralatan. dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Setelah mencapai umur yang cukup.b. Pengecoran hanya boleh dilaksanakan bila : Kontraktor telah menyelesaikan pekerjaan penulangan dan bekisting serta pemasangan beton decking secara sempurna dan bersih serta telah mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan . Kontraktor harus selalu menjaga ketepatan titik-titik pemasangan angker supaya tidak bergeser dari posisi yang telah ditentukan sampai beton benar-benar kering. Pembuatan benda-benda uji.2. demikian juga penarikan vibrator. Kontraktor Pelaksana harus menyediakan sedikitnya 3 (tiga) buah vibrator cadangan selama pekerjan pengecoran berlangsung. Sebelum pengecoran dimulai. Selama pengecoran. Dan harus sesuai dengan Rekomendasi Laboratorium yang membuat mix design. Stek-stek untuk tahapan pekerjaan berikutnya telah dipersiapkan dan dibuat. Pemadatan beton dengan menggunakan vibrator. pelaksanaan floor hardener dan lain-lain telah dipersiapkan dengan pihak lain yang melaksanakannya. Angka kekentalan yang diperoleh harus sesuai dengan yang disyaratkan PB1-1971. Pelaksanaannya harus dilakukan secara semestinya yakni pencelupan vibrator harus diusahakan tegak lurus. Bila test-test di lapangan inipun masih mendapatkan hasil mutu beton dibawah K-300 maka Kontraktor berkewajiban membongkar pekerjaan ini dan melaksanakan kembali tanpa mendapatkan ganti rugi apapun. apabila telah disetujui Direksi berdasarkan pemeriksaan dan penilaian di lapangan pekerjaan. Kontraktor telah menyediakan bahan peralatan. maka harus mematuhi "retention time" yang telah ditentukan. Dalam hal menggunakan ready mix. Selama pekerjaan pengecoran Kontraktor harus melaksanakan hal-hal sebagai berikut : Melakukan slump test Pengujian kekuatan setiap kali penuangan campuran beton dari beton molen. butir a. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menghentikan pekerjaan ini dan semua resiko sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor Pelaksana. - 4. cetakan harus dibasahi air atau bahan bahan lain untuk menghindari hilangnya air dalam campuran dan sekaligus untuk mengantisipasi kemudahan pembukaan cetakan dan untuk memproleh kwalitas permukaan beton yang disyaratkan. benda-benda uji ini harus diteskan ke Laboratorium dengan biaya Kontraktor. Seluruh persiapan di atas. Kontraktor telah membuat schedule rencana pengecoran dan strategi pengecoran berupa gambar tata letak bahan serta arah pengecoran. Bila hasil Laboratorium ternyata mutu beton yang telah dilaksanakan tidak memenuhi syarat maka dilakukan test-test selanjutnya di lapangan sesuai prosedur yang telah diatur di dalam PBI 1971. . secara perlahan-lahan. Seluruh persiapan pengecoran yang tersebut di dalam sub.

baik kekuatan dalam jangka pendek. Beton harus berada dalam kondisi lembab terus menerus sekurang-kurangnya selama 7 hari setelah pengecoran selesai. atas persetujuan tertulis Pengawas. jangka panjang.Pengujian di Laboratorium harus dilakukan oleh tenaga Teknisi yang memenuhi persyaratan atas persetujuan Pengawas. harus melakukan pengujian beton segar di lokasi konstruksi. Proses perawatan khusus dengan mengganti kehadiran air dengan material tertentu (misal seperti curring compound).  . maupun yang menyangkut tingkat keawetannya.2.II. serta penangan pengecoran.6 : Evaluasi dan Penerimaan Mutu Beton). Perlindungan yang merupakan bagian dari perawatan harus dapat mencegah temperature beton melebihi yang seharusnya.seperti perlindungan terhadap bahan dasar . Perawatan (curing) 1 Perawatan biasa.6. sehingga dapat memberi pengaruh negative pada mutu beton yang dihasilkan atau kemampuan layan komponen struktur. Semua benda uji harus dites sesuai persyaratan di Laboratorium Independen yang memenuhi kwalifikasi baik personel maupun peralatannya. 2 Perawatan dipercepat/khusus. harus tetap juga memenuhi syarat seperti pada perawatan yang dipercepat diatas yaitu beton yang dihasilkan minimum mutunya tidak lebih rendah Pengawas dapat menambah jumlah benda uji dari jumlah yang disyaratkan untuk evaluasi mutu beton. Perawatan dipercepat (missal dengan uap bertekanan tinggi) dapat dilaksanakan asal dengan perawatan ini beton yang dihasilkan sekurang-kurangnya mempunyai mutu sama dengan yang disyaratkan.untuk menjamin bahwa proses perawatan yang dilakukan memenuhi persyaratan. Hal-hal lain perlu diperhatikan:  Tenaga Tenaga pengujian/Teknisi lapangan yang memenuhi syarat kualifikasi.beton harus dilindungi terhadap pengeringan dini.2. kecuali menggunakan perawatan dipercepat. kecuali pasal 7. Saat pengujian harus disaksikan oleh Pengawas. Evaluasi dan Penerimaan Mutu Beton Evaluasi dan penerimaan Mutu Beton sesuai dengan SNI 03-2487.    II.2002 (butir 7.cara produksi. Laboratorium. Selama pelaksanaan mutu beton harus diperiksa secara kontinyu dari hasil pemeriksaan benda uji. 2.dan gangguan mekanis.9.   Metode perawatan ini harus mendapat persetujuan tertulis pihak Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. menyiapkan contoh uji silinder yang diperlukan dan mencatat segala sesuatunya yang diperlukan seperti suhu beton segar pada saat menyiapkan contoh uji untuk pengujian tekan.8. Segera setelah pengecoran . Frekwensi pengambilan benda uji.2) butir (1) diganti menjadi (diambilkan dari Peraturan Beton Indonesia 1971 /PBI 71 NI-2) yaitu: 1. Selama cuaca panas maka perhatian harus lebih diberikan sejak dimulainya proses . temperature terlalu panas.Untuk masing-masing mutu beton harus dibuat 3 (tiga) benda uji setiap 1 truk mixer beton dengan volume  6 (enam) m3.

jenis/type : diameter. Sebelum penempatan rangkaian besi plat.2. Dibagian bawah pondasi sebelum rangkaian besi plat di pasang lantai kerja dari beton rabat/beton tanpa tulangan dengan campuran 1 pc : 3 ps : 5 krl.1. kesiapan peralatan beserta kelengkapannya harus bisa diyakini berfungsi sebagaimana mestinya. Kolom 5. Sloof 4. Pekerjaan Pour Pembesian. maka selama pemancagan harus diikuti dengan pesawat ukur. lebar. Melampaui batasan toleransi ini harus diperhitungkan terhadap dampak strukturnya. Pengawas berhak memerintahkan Pelaksana untuk melakukan pengujian tambahan apabila ada hal-hal yang ketentuan yang berlaku. . Tangga 8. IV. panjang. Identifikasi Sebelum dipindahkan dari tempat pembuatannya/fabrikasi. Urutan Pemancangan Sebelum pemancangan dilaksanakan. Pondasi Mini Pile I.3. Toleransi Posisi Kepala Tiang Toleransi kesalahan pemancangan setiap tiang maksimum 100 mm. dari dua arah . Pour Pondasi 2. Kemiringan Tiang Penyimpangan arah vertikal atau kemiringan tiang yang disyaratkan tidak boleh lebih besar dari 2 mm dalam 100 mm (1:50). Sebelum dipancang tiang harus diperiksa terlebih dahulu untuk medapat persetujuan untuk dipancang. tebal tiang serta jumlah tulanganlengkap dengan diameternya untuk masing-masing tiang. Balok 6. Untuk menjaga kedudukan tiang selalu sesuai rencana. Pelat 7. Ketentuan Tambahan pada Masing-masing Bagian Pekerjaan Beton Pekerjaan ini meliputi : 1. Pelaksana harus mendiskusikan terlebih dahulu urutan III.3. lubang galian harus bersih dari kotoran – kotoran tanah bekas galian. Pengujian tambahan. Agar memudahkan untuk mengetahui masuknya tiang kedalam tanah maka setiap tiang harus diberi tanda pada setiap meternya. Persiapan Pemancangan Kondisi peralatan Sebelum memulai pekerjaan pemancangan. dengan batasan kesalahan titik berat tiang untuk satu poer masih lebih kecil atau sama dengan 100 mm.dan penambahan biaya sebagai akibatnya ditanggung Pelaksana. Siar Dilatasi dan Siar Pelaksanaan II. II.3. II. mini pile harus diberi tanda-tanda identifikasi : tanggal pembuatan. tebal pondasi serta kedalaman harus sesuai dengan gambar rencana.tegak lurus satu terhadap yang lain. II. Pondasi Mini Pile 3.dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas.

2. Masuknya tiang kedalam poer. Mengingat ukuran kolom yang ada. serta mendapat persetujuan tertulis Pengawas. kecuali ada pertimbangan khusus atas jalannya pemancangan dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas.2. Jenis/tipe Tiang Tiang pancang yang dipakai adalah tiang pancang dari jenis tiang pancang Pra tekan pracetak. Urutan pengecoran. Pelindung beton. VIII. pemberhentian pengecorannya. V. Penggunaan cara ini harus tetap menjamin bahwa mutu beton yang didapat tidak lebih rendah dari yang dipersyaratkan. Khusus untuk balok-balok sloof yang menyatu secara keseluruhan dengan bangunan diatasnya. Setiap tiang harus masuk kedalam poer seperti ukuran pada gambar. Apabila balok sloof dicor dengan menggunakan acuan permanent misal dari pasangan batubata/batako.untuk itu diperlukan Persetujuan tertulis Pengawas. sarat pengecoran berikutnya harus sedemikian rupa (sesuai ketentuan SNI) agar tidak menjadi titik lemah bagian struktur. Sambungan tulangan. permukaan beton tidak dapat dikontrol. Pemotongan Kepala Tiang Untuk keperluan hubungan tiang pancang dengan poer. dengan mutu beton fc‟= 50 MPa (600 kg/cm2 benda uji kubus) memenuhi ketentuan JIS A 5335-1985 dan „modified to suit‟ ACI-1979. pemotongan tiang harus dilakukan sedemikian rupa (misal dengan gerinda) agar tidak menimbulkan kerusakan pada tiang (retak memanjang kearah tiang tidak boleh terjadi). Kemampuan memikul beban tiang (P ijin = kemampuan dibagi angka keamanan) dari hasil perhitungan sesaat dilaksanakannya kalendering harus mencapai kemampuan minimum sebesar 80% dari P ijin rencana (friction belum bekerja). Besaran kalendering untuk penetapan kemampuan tiang disesuaikan dengan jenis/tipe mesin pancang yang dipakai.1. Pergeseran kepala tiang akibat urutan pemancangan harus dapat diprediksi sebelumnya sehingga perlu antisipasi. Pengecoran. pengecoran dengan menggunakan bantuan tremi dapat menjadi salah satu pilihan. Apabila dipandang perlu oleh Pengawas.pemancangan yang akan dilakukan. Kolom 1. Pemakaian jenis tiang pancang jenis/type lain dapat dilakukan asal mempunyai kemampuan setara secara teknis dan ekonomis. VII. VI. Sloof 1. sifat permukaan beton. IX. JSCE. Penghentian pemancangan sementara Pada dasarnya pemberhentian pemancangan sebelum mencapai kedalaman yang direncanakan tidak diijinkan. IX. .1. maka penutup betonnya harus dirubah menjadi 75 mm.5 meter. Tinggi jatuh pengecoran tidak boleh melampaui 1.pelaksana harus bisa menunjukan sertifikat/hasil tes produk tiang pancangnya dari Institusi Independen. IX. 2.1. Kedalaman Tiang Penetapan kedalaman tiang pancang sesuai gambar dan dikontrol dengan hasil “kalendering‟. setelah mendapat persetujuan tertulis Pengawas.

para pekerja pengecoran sering / sulit menghindar untuk tidak menginjak tulangan pelat.antisipasi terhadap terjadinya lendutan harus pengecoran dilaksanakan.maka permukaan itu harus dikepras minimum setebal 50 mm. 4. Permukaan beton pada siar pelaksanaan.misalnya tidak dalam satu potongan. balok – balok. sehingga letak/kelurusan tulangan terganggu. Untuk menghindari menurunnya kemampuan pikul pelat khususnya diatas tumpuan.3. para pekerja pengecoran sering/sulit menghindar untuk tidak menginjak tulangan pelat.4.penyambungan tulangan perlu dirancang sedemikian rupa. balok induk. 2.1. Pelat 1. Untuk menghindari terjadinya sarang tawon pada bagian bawah kolom antisipasi untuk mencegahnya harus ditetapkan terlebih dahulu.1. Siar pelaksanaan pada balok induk harus diletakan pada jarak minimum sebesar dua kali lebar balok yang memotongnya dari posisi muka perpotongan tersebut. 3. IX. Tangga Antisipasi akan terjadinya lendutan balok tangga oleh beban yang bekerja. IX. dan jika ada air yang tergenang harus dibersihkan. IX.antisipasi kearah itu harus ditetapkan sebelum pelaksanaan pengecoran. Pemberhentian pengecoran Pada bagian atas pemberhentian pengecoran kolom sering terjadi penurunan kwalitas beton ditandai adanya retak dibawah sengkang.Untuk menghindari kesulitan dalam pengecoran. Posisi tulangan. . Balok. antisipasi kearah itu harus ditetapkan sebelum pelaksanaan pengecoran. Sesaat sebelum beton baru di cor. Pengalaman menunjukan bahwa saat pengecoran pelat. Siar pelaksanaan pada sistim pelat harus ditempatkan dalam daerah sepertiga bentang tengah pelat. Seperti pada balok. Sarang tawon. Kontrol lendutan. IX. 4. atau pelat yang ditumpu oleh kolom atau dinding tidak boleh di cor atau dipasang hingga beton pada komponen struktur vertikal penumpu tidak lagi bersifat plastis. Balok Antisipasi akan terjadinya lendutan balok oleh beban yang bekerja maka perlu adanya langkah antisipasi pada waktu memasang kerangka acuan/bekisting berupa kontra lendutan. harus dibersihkan dari serpihan dan kotoran lainnya. sehingga letak / kelurusan tulangan terganggu. diantisipasi sebelum 2.1. maka perlu adanya langkah antisipasi pada waktu memasang kerangka acuan/bekisting berupa kontra lendutan.6. semua siar pelaksanaan harus dibasahi. Pengalaman menunjukan bahwa saat pengecoran pelat tangga. karena kurang perawatan. balok induk.Untuk menghindari menurunnya kemampuan pikul pelat khususnya diatas tumpuan.5. Antisipasi terhadap terjadinya lendutan harus dilakukan sebelum pengecoran dilaksanakan. 3. Siar Pelaksanaan Siar pelaksanaan adalah siar yang terpaksa diadakan atas dasar alasan keterbatasan pengecoran (pemberhentian pengecoran sementara) : harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1.1. adanya phenomena konsolidasi pada pengecoran beton yang relative tebal.

1. Untuk menyelesaikan masalah ini harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan Penyelesaian dengan cara mechanical grouting dengan menggunakan produk sejenis Embeco Grout. Baja yang dipergunakan untuk pekerjaan ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : Batang-batang baja yang dipergunakan harus lurus dengan maksimum bengkok 1/4000 panjang batang. puntiran dan lubang-lubang serta cacat lainnya. Baut-baut untuk konstruksi tumpuan harus menggunakan baut hitam dengan jenis HTB. Kegagalan Pengecoran Yang dimaksud dengan kegagalan pengecoran disini antara lain : 1.1. X. Macam-macam Bahan Bahan-bahan yang digunakan pada proyek ini harus memenuhi mutu sebagai berikut : a. Bahan-bahan baja yang sudah ada cacatnya dan tidak dapat diperbaiki harus diganti / tidak dipergunakan. Semua bagian baja yang digunakan harus dari jenis yang sama kualitasnya. Bahan X. maka penyelesaiannya merujuk pada pasal 7. Baut-baut digunakan jenis HTB c. Materfloow Grout.1. bebas dari tekukan-tekukan. X. PEKERJAAN STRUKTUR BAJA X. Seluruh bahan-bahan baja ini harus lurus dan tanpa cacat sebelum dikerjakan. bebas dari puntiran dan lubang-lubang serta cacat-cacat lainnya.2. Angker-angker baut dari baja lunak d. Elektroda-elektroda las harus diambil dari gradea best heavy coated type. . Batang tarik baja polos fy = 240 Mpa e. Kuat tekan hasil grouting harus mencapai mutu minimal sama dengan mutu beton yang dipersyaratkan. 2.butir 5 (Penyelidikan untuk hasil uji kuat tekan beton renda ). Sebelum mulai dengan mendatangkan bahan-bahan.7.5. Diperoleh mutu beton lebih rendah dari yang dipersyaratkan.6. Terjadi keropos (sarang tawon). kontraktor diwajibkan untuk memberikan keterangan detail-detail seperlunya mengenai bahan-bahan baja yang akan dipakai kepada Pengawas untuk mendapat persetujuan. Apabila hal semacam ini terjadi. Plat baja yang dipergunakan sebagai plat simpul harus benar-benar datar.1. Ikatan angin baja polos fy = 240 Mpa f. Sika dan yang sejenisnya harus dilakukan. IX. Gording baja kanal BJ–37 Persyaratan Bahan Yang Dipergunakan Seluruh baja yang dipergunakan harus memenuhi SNI atau standar lainya yang sederajat atau lebih tinggi (lengkap). balok induk dan kepala kolom harus dicor monolit sebagai bagian sistem pelat lantai. Baja profil WF mutu BJ–37 b. Balok.1. Batang-batang elektroda harus berdiameter minimal 6 mm.

Bila dilaksanakan di luar lapangan pekerjaan. 5. X. . Kontraktor harus meminta ijin secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan menunjukkan bengkel tempat dikerjakannya konstruksi untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi sebelum pekerjaan ini dilaksanakan. tidak pada saat hari hujan atau baja dalam keadaan basah.1. Pemotongan harus dilaksanakan dengan mesin standard. 2. Trek stang ( ikatan angin ) harus menggunakan besi beton 16 mm dan dilengkapi dengan ulir penegang ( turn buckle ). 7. . Metode Pemasangan (erection): 1. . Test tarik dilaboratorium menjadi tanggungan kontraktor. dengan mutu las minimal sama dengan mutu baja yang dilas. Bentuk dan dimensi kuda-kuda serta dimensi batang-batang dan plat simpulnya harus dilaksanakan sesuai gambar rancangan pelaksanaan serta sesuai dengan keadaan bentang kedudukannya di lapangan pekerjaan.Las yang dipakai adalah las sudut (Fillet Weld). cat dll.Hasil dari pengelasan hendaknya dilakukan tes pengelasan dengan menggunakan colour tes. 10. 6. Pengelasan harus menggunakan mesin las listrik. minyak. 4.3.Permukaan yang akan dilas harus bebas dari kotoran. Tepian yang tajam akibat pemotongan maupun pemboran harus ditumpulkan dengan gerenda. Syarat Pelaksanaan 1. dengan hasil tebal las yang rata serta harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : . Untuk itu Kontraktor Pelaksana harus membuat "gambar-gambar pelaksanaan" lebih dahulu. . Pelubangan harus menggunakan bor.Pengelasan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga baja tidak termakan oleh las yang dapat mengakibatkan berkurangnya luas efektif penampang baja. 3. Untuk itu sebelum diangkat batang-batang penjepit sebagai klem pengaku bidang kuda-kuda harus dipasang lebih dahulu dan tidak boleh dilepas sebelum trek stang dipasang serta konstruksi kudakuda telah benar-benar dalam keadaan diam. Pekerjaan kuda-kuda baja ini tidak diperkenankan dilaksanakan sebelum "gambar pelaksanaan" disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 9. jadwal pekerjaan kepada Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. Erection harus dilakukan oleh crew yang ahli dan berpengalaman serta menggunakan keran-keran yang memadai bila diperlukan. Kontraktor harus mengajukan uraian lengkap mengenai metode erection. Seluruh pekerjaan mendirikan baja harus dilaksanakan menurut standar JIS atau yang setara dan berdasarkan pada gambar-gambar kerja. . Pemasangan kuda-kuda hanya boleh dilaksanakan bila kolom-kolom dan balok beton penumpunya telah berumur paling sedikit 14 (empat belas) hari dan baut-baut pengikatnya telah terpasang dengan benar.Pengelasan di atas hanya boleh dilaksanakan bila konstruksi dalam keadaan benar-benar diam. 3.4.X. 2. 8. Pembuatan kudakuda baja harus dilaksanakan di tempat yang datar dengan lantai kerja yang keras. Pengangkatan kudakuda harus dilaksanakan secara hati-hati hingga tidak menimbulkan puntiran-puntiran pada bidang kudakuda.1.

Pemakaian bau-baut montage selama pelaksanaan harus seefisien mungkin dan cukup untuk membuat struktur terpasang erat satu sama lain. . 13. 14. Sambungan-sambungan baut sebelumnya harus dikontrol oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. dan 100% dari gaya yang disyaratkan sesuai gambar. Kontraktor boleh membuat patokan-patokan garis-garis ketinggian dari konstruksi yang akan didirikan. seperti lantai beton. Dalam pelaksanaan pendirian tidak diijinkan menggunakan palu besi untuk memukul elemen-elemen baja kecuali seijin Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bila perkerjaan montage sudah selesai dan disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 17. Kontraktor harus mematuhi segala petunjuk direksi yang berhubungan dengan pelaksanaan/pendirian segala bagian struktur. Gaya pratarik diberikan pada tiap-tiap kabel bertahap dari 50%. Sebaiknya dipakai pemukul kayu bila memang harus digunakan. seluruh batang-batang penguat sementara dan hubungan-hubungannya harus dilepaskan. 10. 15.4. dinding bata dan lain-lainya yang mana dibangun setelah struktur baja didirikan. maka penguat sementara harus tetap dipasang ditemapat sampai seluruh elemen-elemen tersebut lengkap didirikan dan juga setelah mendapat ijin Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Jika stabilitas dari struktur lengkap tergantung juga pada elemen-elemen lainya. 8. Baja tidak boleh ditempatkan atau dipasang diatas pondasi beton atau lantai sampai beton mempunyai kekuatan minimum 50% dari kekuatan beton umur 28 hari. 16. Kontraktor harus menyimpan dan menjaga semua bahan-bahan menurut lazimnya dan melindungi terhadap kontak langsung dengan tanah ataupun terhadap gangguan lainya. Pekerjaan baut dan las harus selalu diawasi selama pelaksanaan dan bilamana Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan menganggap adanya kesalahan dalam pekerjaan harus segera diganti atau diperbaiki dengan biaya kontraktor. 9. untuk menjamin bahwa struktur tetap aman karena angin atau beban-beban yang ada selama pelaksanaan pendirian. Bila diinginkan kontraktor harus membuat perancah-perancah tambahan untuk memungkinkan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan menginspeksi setiap unit sambungan dan biaya ini dianggap sudah dimasukan dalam harga tender. 6. 18. 5. Kontraktor harus mengajukan usulan pada direksi mengenai urut-urutan kabel yang harus ditarik dengan tidak membahayakan stabilitas konstruksi secara keseluruhan. 11. Bila Pengelasan dilapangan boleh dilaksanakan setelah struktur dengan perancahnya lurus dan menurut bentuk yang diinginkan dan sebelumnya harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 12. 7. mendirikan perancah sementara dan cara-cara pembebanan tertentu pada struktur asalkan tidak melewati tegangan kerja baja yang diijinkan sesuai standar JIS yang berlaku. Kontraktor bertanggung jawab sepenuhnya dalam merencanakan prosedur pelaksanaan termasuk pemasangan batang-batang penguat sementara dan lain-lain. lubang-lubang pada batang baja karena baut-baut montage dan cat yang rusak karena pekerjaan sementara harus diperbaiki.

maka harus diganti yang baru. Pengerasan Baut-baut 1. Penyambungan dengan baut harus dilakukan dengan cara terbaik yang sesuai dengan maksudnya. 2.1.5.  Baut-baut yang tidak boleh dipakai diberi tanda/dicat dan dikumpulkan menjadi satu untuk segera dibawa keluar site. Bila baut.  Bila baut HTB akan digunakan maka permukaan bidang kontak tidak boleh dicat/coating dan harus bersih. Sambungan Baut 1. Sebelum pemasangan baut HTB permukaan bidang kontak harus dalam keadaan bersih dari kotoran.  Untuk pemasangan HTB harus digunakan kunci momen sesuai dengan proof load yang dianjurkan pabrik. Metode Kunci Kalibrasi ( Calibrated Wrench Method ) 1. Baut yang dipakai dibedakan sebagai berikut :  Untuk semua pekerjaan baut menggunakan baut baut mutu tinggi ( HTB ) dengan mutu A490-x-ASTM. Kalibrasi dilakukan dengan mengeraskan sesuatu alat yang dapat menunjukan tegangan aktual baut. Alat pengeras harus dikalibrasi terlebih dahulu sebelum dipakai. Bila permukaan antara baut atau mur dan bentuk permukaan baja mempunyai kemiringan 1 : 20 atau lebih. termasuk perlengkapan-perlengkapanya. 2. Untuk itu kontraktor harus menyerahkan brosur-brosur yang diperlukan kepada Pengawas.  Baut-baut HTB yang sudah pernah dipakai (dalam keadaan kencang/bertegangan ) tidak boleh dipakai lagi. Kalibrasi ini harus disaksikan oleh Pengawas 4. maka dipakai ring khusus (tappered washer) untuk menjamin ikatan yang kuat. . mur dan ring (washer) dalam keadaan basah sebelum dikeraskan. c. 3. 4.X. cat dan meni. Baut-baut ditempat sambungan dikeraskan secara sistematis dan dimulai dari yang pusat sambungan kearah ujung-ujung bebas. b. Semua baut-baut pada sambungan harus dikeraskan pada tahap awal dengan kunci manual atau kunci elektrik 50% sampai 70% dari tegangan minimum untuk ukuran dan mutu baut-baut yang digunakan. badan baut harus terdiri dari bagian yang berulir dan bagian yang tidak berulir dan panjang badan yang tidak berulir disesuaikan dengan tebal baja yang disambung. 2. a. Untuk mengeraskan baut-baut dikerjakan dengan memutar mur. 3. Penyambungan Penyambungan tidak diperkenankan kecuali dicantumkan dalam gambar yang telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. dua tipikal baut pada tiap diameter dari baut-baut yang dipasang.

b. Sifat-sifat kimia. Cara-cara produksi sehubungan metode pengelasan yang dipakai. Kontraktor yang melakukan pengelasan pada dasarnya harus memperhatikan sifat mampu las ( weldability ) material baja dengan berdasarkan 3 aspek pokok : 1. Untuk profil-profil buatan harus dipakai metode las tandem (submerged arc welding). Metoda kontrol kualitas hasil las 8. Tenaga Ahli Tenaga yang melakukan pekerjaan ini harus mempunyai sertifikat keahlian yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga pemerintah atau yang sederajat dan yang telah terbukti keahliannya. X. 2. Jenis arus. Urutan pengelasan. Penyambungan Las. Jenis barang elektroda. Posisi pengelasan 4. assembling struktur utama dan lain-lain yang ditunjukkan dalam gambar. maka pertama-tama harus ada cukup baut yang dalam keadaan “Snug Tight“ ( Keras dan Rapi ) untuk meyakinkan bagian-bagian daerah sambungan dalam keadaan hubungan yang baik satu sama lain.6. Pada dasarnya metode pengelasan yang dipakai adalah las listrik (arc welding). Keamanan hasil las sesuai tujuan desain konstruksi. kutub elektroda dan voltage. AWS atau DIN. Semua pekerjaan yang berhubungan dengan las harus memenuhi standar JIS. ada setiap pekerjaan sambungan las. Pekerjaan Las a. 9. Metode Pemutaran Mur 1. 7. 2. Bila metoda pemutaran mur dipakai untuk mendapatkan tegangan baut yang dispesifikasi. Personil-personil yang mengerjakan. d. 3. Penyambungan las digunakan untuk pembuatan sambungan buhul. Bagian konstruksi yang disambung dan dimensi. Instalasi Kontraktor harus mempunyai instalasi yang memenuhi syarat untuk pekerjaan las diantaranya : 1. 3. Bentuk alur. kecuali bila penggunaan las tandem tidak mungkin dikerjakan. atau bagian-bagian yang dihubungkan kestruktur utama.1. 6. . g. f. Bengkel beratap dengan miliu kering untuk penyimpanan barang-barang elektroda. Pemutaran mur dari kondisi “ Snug Tight “ dapat dilakukan dengan pedoman yang tersebut dalam SNI.d. 3. Metode pengelasan 5. 2. metalurgi dan fisik material. Batang elektroda yang dipakai harus sesuai dengan standar AWS : E70xx e. “Snug Tight“ didefinisikan sebagai pengerasan yang di dapat dari beberapa impact pada sebuah kunci impact atau usaha penuh seseorang menggunakan ordinary spud wrench. kontraktor harus membuat tabel yang berisi informasi : 1. c.

sehingga mempunyai kekuatan paling tidak sama dengan elemen yang disambung. .8. Setelah HTB dipasang. karat. 5. Pada las tumpul.1. Mesin-mesin dan alat kerja. 4. Semua permukaan baja harus diblasted sebelum dicat anti korosi. permukaan luar elemen struktur harus segera dicat. dan BK untuk las sudut. Untuk las lapangan dan tempat yang diragukan kwalitas hasil pengelasannya. Perkerjaan blasting harus dikerjakan diworkshop khusus. tumpuan pylon. Mutu hasil pengelasan harus sesuai dengan standar. 3. gantungan kabel dan sambungan pada blok angker harus diadakan uji mutu non-destruktif. tebal sambungan las harus diambil sebagaimana berikut: 1. 4. Segera sesudah blasting selesai harus dilakukan pengecatan. 3. 2. Persiapan Alur pada material yang akan dilas harus bebas dari kotoran. Pengecatan 1. Sesudah blasting dan pembersihan. X.  t max Tebal maksimum  0. Kontrol Mutu Hasil Pengelasan 1. Minyak dan gemuk harus dibersihkan dengan solvent. 3mm. j. takikan dan mempunyai bentuk gelombang ( beat ) yang baik 2. Tebal minimum : . pengelasan harus menghasilkan las dengan penetrasi penuh. kecuali pada bagian-bagian yang disambung dengan HTB. Alat-alat perangkai dan transport.2. 3. Pengawas dapat meminta diadakan uji non-destruktif minimum tiga tempat untuk satu macam sambungan. air. retak. Tebal Las Tebal las sudut yang tertera pada gambar adalah tebal efektif. Preparat untuk mengelas dan memotong. 2.7. Instalasi untuk hasil uji las. Blasting 1. Pada sambungan balok ke pylon. h. 2. i. Secara visual hasil pengelasan harus bebas dari pori-pori.1.7 tebal material yang dilas. Jika tidak disyaratkan lain dalam gambar bestek. Semua permukaan baja di difinish dengan meni (sincronit). X. cat dan nat-nat lain yang dapat mengurangi mutu las. minimum termasuk kelas BS untuk las tumpul. Sesudah blasting selesai harus dilakukan pengecatan-pengecatan dasar. Misal bila digunakan standar DIN 8563 bagian 3. bukan ukuran kaki las. dipilih yang terbesar. 3. semua debu-debu dipermukaan harus ditiup dengan air blower dan semua imperfeksi permukaan baja harus dihilangkan dengan gerenda.

I. 6. Sebelum melaksanakan pekerjaan instalasi Pemborong harus membuat gambar kerja yang telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. dan memenuhi syarat keamanan kerja. R. Tapak dari kayu harus dicat meni. 9. Menurut peraturan-peraturan listrik yang masih berlaku di Indonesia pada waktu ini (PUIL th. Penjelasan tentang Bahan-bahan 1. Dengan min. Saluran/pipa yang menghubungkan saklar atau stopkontak hanya diperbolehkan dengan arah vertical terhubung dengan salauran horizontal di atas dengan dilengkapi T Dos. Pipa–pipa yang ditanam di dalam dinding partisi pada arah horizontal harus berada pada bagian atas partisi dibawah langit-langit/plafon.2. Jumlah penarikan kawat di dalam pipa harus sesuai dengan tabel sebagai pedoman yang berlaku di Indonesia. Penanaman pipa dilaksanakan sebelum tembok diplester. 4. 2. I. 2. Pemborong tetap bertanggung jawab atas pekerjaan instalasi listrik tersebut. agar mudah dalam pemeliharaan dan perbaikan. 1. I. 3. Barang-barang yang sudah diafkir. dalam waktu 2 x 24 jam harus sudah dikeluarkan dari lokasi pekerjaan.15. 20 mm merk Clipsal atau Ega.1. Pada tiap pasangan pipa jarak 8 m harus diberi T Dos. Menurut semua petunjuk-petunjuk dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 1976). harus diikat kuat-kuat dengan klem-klem dan pipa yang digunakan ialah Conduit Pipe uk. Pekerjaan Pemasangan Pipa.E. INSTALASI LISTRIK Untuk keperluan ini Pemborong bisa menugaskan pihak ketiga (instalatur) yang mempunyai sertifikat dari PLN setempat dengan mendapat persetujuan lebih dulu dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan secara tertulis. 5. bangunan lain tidak akan menonjol keluar. . Pelaksanaan Pekerjaan Instalasi : 1. Sebelum semua bahan tersebut dipasang agar diperlihatkan dulu kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk diperiksa kualitasnya dan mendapat persetujuan. PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL I.3. 7. Menurut penjelasan-penjelasan dan peraturan-peraturan dalam uraian ini dengan tegangan/voltage 220 V. Pekerjaan harus diserahkan rekanan kepada Pengawas dalam keadaan selesai tepat pada waktu yang telah ditetapkan. Pemasangan pipa yang diletakkan di atas kayu atau rangka partisi harus diberi tapak (kolos) yang jarak pemasangan satu sama lain minimal satu meter. 4. Pipa yang digunakan ialah pipa Conduit Pipe. Semua bahan harus barang baru yang tak ada cacatnya. 2. Bila Pemborong tidak mengindahkan. Pengawas berhak menyelenggarakan atas biaya Pemborong. berkualitas baik. Pada pasangan pipa yang mempunyai kemungkinan air dapat berkumpul supaya dipasang inspektube. Pemasangan pipa-pipa seluruhnya ditanam di dalam tembok sedemikian sehingga bila ditutup (diplester) oleh Pemborong. 8. 3.

4. Panel distribusi utama dilengkapi dengan copper rel atau disesuaikan dengan kebutuhan menurut Direksi. Kabel NYM yang berada di tembok atau di atas plafon harus memakai klem yang ukurannya sesuai.I.6. Pada tiap penyambungan kabel menggunakan terminal. dilengkapi frame yang kuat. 3.3 ohm. Pemborong harus memasang seluruh instalasi lengkap termasuk jaringan instalasi antar gedung sehingga siap menyala dengan syarat menyerahkan jaminan instalasi yang disahkan Pemborong utama dan/atau Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 250V stop kontak 15 Amp dari ebonit warna merk. dilengkapi dengan kotak dengan papan jati yang dipelitur dengan pintu dan kunci. I. 5. Brocco atau National Panasonic dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Osram dan telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. 1. 4. stop kontak menurut petunjuk PLN setempat (menurut ketentuan AVE) atau 1 ½ m dari lantai. 2. Semua kabel yang dimasukkan ke dalam pipa tidak boleh ada sambungan. Ukuran Isolasi. 2. dan lain-lain.7. Tarikan kabel di atas harus cukup tegang dan kencang tetapi isolasi tidak boleh rusak karenanya. 3. Ukuran isolasi ditentukan antara ½ ohm sampai 0.8. Panel-panel tersebut setelah dipasang dengan baik. Pada tempat-tempat persilangan dan penyeberangan di atas tembok muka kawat itu dimasukkan ke dalam pipa sebagai pengaman. 6. Seluruh penerangan harus dilengkapi dengan lampu sesuai gambar. 3. Pemasangan papan-papan sekering/panel: Wall Mounted terpasang kuat dan rapi pada lokasi yang tidak mengganggu lalu lintas dan memudahkan operasi dan pemeliharaan. Stop Kontak. Pemasangan saklar kapasitas 6A atau lebih sesuai beban. 1. plat baja ukuran sesuai dengan rancangan. 3. semua pasangan dalam (inbouwmounting). Lampu yang digunakan adalah lampu jenis Spot light hemat energy 20 Watt dan 10 Watt sesuai dengan gambar rencana dengan merk Phillip. I. Pemasangan Saklar. sedangkan pada posisi kabel yang lain tidak diperbolehkan menyambung (banyak sambungan karena menggunakan sisa kabel). I. I. dipasang sampai menyala. Pemasangan/jenis/posisi lampu disesuaikan dengan gambar rencana. Untuk pembagian grup diatur sedemikian sehingga bila salah satu grup putus penerangan dan atap stop kontak pada ruangan itu tidak padam seluruhnya. Jenis Lampu yang Digunakan. 2. Kabel yang digunakan adalah kabel jenis NYA untuk posisi kabel yang terdapat dalam pipa dan untuk kabel yang berada di atas plafon menggunakan jenis NYM dengan merk Supreme atau Kabelindo disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. ‘Sekringkast’. untuk mencegah lampu padam semua bila ada kerusakan. 4. Semua lampu dipasang menempel pada langit-langit. untuk itu supaya disediakan penggantung langit-langit khusus. Penyambungan kabel hanya diperbolehkan di persimpangan atau perubahan jenis ukuran kabel.5. Papan-papan Sekring (Panel) 1. Tinggi „Lichtverdoelkast‟ saklar. 4. Papan sekring tersebut dari metal clad. Pemasangan Kabel 1. . Bagi saklar lampu ruang minimum 2 saluran. 2.

Penangkal Petir 1.5 m dengan diameter minimum 1" dipasang pada ujung bawah pipa Galvani dengan diameter ukuran minimal 1 1/2 inch. dengan Q 300 lt/menit. 6.1. Pada pintu panel harus ditempelkan gambar/diagram serta nomor saluran. INSTALASI MEKANIKAL II. dan tidak diperkenankan memakai ikatan.5. merk Arester. Semua sambungan harus memakai alat penghubung atau baut-baut.9. 2 atau lebih). Motor pompa dilengkapi dengan overloop relay. I. Seluruh instalasi setelah selesai harus diuji untuk menentukan apakah sudah bisa bekerja sempurna. Electrode pentanahan yang dipantek dalam tanah disesuaikan kondisi setempat (1. batang-batang yang ditanam harus dari jenis kuningan/tembaga minimum  25 mm dan panjang tidak kurang dari 3 m ditanam lurus ke bawah. 7. Ground elektroda tergantung tahanan dan tidak boleh lebih dari 5 ohm. II. Untuk spit (penangkal petir) digunakan sistem early streamer dengan radius perlindungan min 100 m dan dipasang pada ketinggian 5 m dari titik tertinggi bangunan sesuai gambar. 5. 8. 3. II. 4. Pengujian. Dalam semua hal harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan-peraturan PLN setempat. Untuk penghantar penurun petir digunakan kabel Coaxial dengan luas penampang 2 x 35 mm2. Sambungan pengaman ke tanah harus dilaksanakan sesuai peraturan-peraturan yang berlaku. Ujung pipa pada tandon harus dilengkapi dengan klep kaki . Dalam semua hal harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dan mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan .11.2. head 22 pipa 2”. Pekerjaan ini termasuk pemasangan mekanik pengatur pengisian tandon mekanik atau elektronik (yang mengatur mati dan hidup sewaktu pompa penuh dan pompa kosong). 2.3 Pengujian. Pipa pengisi dari kedua pompa tersebut dihubungkan persialangan dan dilengkapi dengan stopkran sesuai gambar. elektroda-elektroda yang ditanam harus disambungkan dengan kabel BC dan dihubungkan ke semua panel. sebelum dipasang harus dizinc-chromat terlebih dahulu dan kemudian dicat besi anti karat sebanyak dua kali. Penangkal petir menggunakan tipe Faraday sebanyak 6 buah. Ujung pipa hisap pada tandon dilengkapi dengan foot klep. Seluruh rangkaian lisrtik bisa dimatikan dengan saklar wesel 10 Amp. Pompa air bersih menggunakan merk Ebara multi state pump 2. II. Seluruh instalasi setelah selesai harus diuji untuk menentukan apakah sudah bisa bekerja sempurna.10. I. Sambungan Pengaman ke Tanah. Kepala penangkal petir dihubungkan ke tanah dengan kabel sesuai spesifikasi dengan gambar tersebut. I. Untuk electrode pentanahan dipergunakan Copper Rod copper rod yang dibuat runcing sepanjang 0. Pemasangan pipa pada pompa harus memakai wartel Moor baik untuk pipa supply maupun pipa hisap. Penangkal petir tersebut diletakkan pada pipa air dengan ketebalan minimum 3 mm sesuai gambar.2 KW. Nilai tahanan pentanahan maximum 5 ohm diukur setelah minimal 3 hari tidak turun hujan. Selanjutbnya dari panel disambung dengan kabel sesuai dengan kabel saluran yang dipakai disambung dengan groundklip pada stopkontak. Klem penyangga harus dibuat dari bahan besi siku.

KONDISI CUACA/LINGKUNGAN III. Semua jenis panel dilengkapi dengan lampu indikator. 2.2. Kecerahan matahari : 95% III. Pada bagian depan dilengkapi dengan tanda/peringatan/sign sesuai dengan kebutuhan. Berupa modul-modul tunggal atau yang dapat diintegrasikan dan mempunyai pentanahan yang terintegrasi antarpanel. Bagian tersebut merupakan bagian yang terpisah dari pintu panel dan kedudukannya mentap (fixed). VI. Untuk panel PP mempunyai tutup bagian dalam dan pintu bagian luar.2. Disediakan tempat untuk pemasangan lampu indikator. 4. 2.1. harus tahan api. Apabila peralatan yang hendak disediakan/dipasang oleh Rekanan ternyata tidak dapat beroperasi pada kondisi cuaca di atas. Disediakan sarana pendukung kabel yang diketanahkan (grounding) dan busbar pentanahan. 8. 3. 6. Busbar dan terminal penyambungan harus disusun dan dipegang isolator dengan baik. 4 kawat dan mempunyai 3 busbar phasa dan 1 busbar netral. yang berfungsi untuk dudukan ujung kabel pentanahan. 9. anti korosi. Busbar dan Terminal Penyambungan 1. Panel harus sesuai untuk sistem 3 phasa. Breaking capacity dan rating CB yang digunakan harus sebesar yang tercantum dalam spesifikasi peralatan. 2. tahan gores dan cat warna krem. Kelembaban nisbi : 95% maks d. plat besi tekuk ketebalan 3 mm untuk LVMDP dan 2mm untuk LVDP dan LVSDP dengan finishing powser coating.3. 4. Suhu dalam ruang non-AC : 40º C-grade maks c. PERSYARATAN PEKERJAAN PANEL TEGANGAN RENDAH VI. fuse dan alat-alat ukur unruk panel LVMDP di bagian atas (dari ambang atas sampai dengan 12cm di bawah ambang atas panel atau disesuaikan dengan kebutuhan). Ukuran busbar sesuai dengan spesifikasi pada setiap panel. Pintu dilengkapi dengan kunci dan handle. 7. Rangka metal. IV. harus dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan untuk mendapat penjelasan. Seluruh peralatan yang disediakan dan dipasang oleh Kontraktor harus dapat beroperasi dengan kondisi cuaca sebagai berikut: a. Handle pintu dipasang baik untuk tutup bagian dalam panel maupun pintu bagian luar panel. 5. Circuit Breaker 1. Suhu di udara terbuka : 55º C-grade maks b.III. Komponen selain metal yang harus digunakan. sehingga mampu menahan elektro mechanical force akibat arus hubung singkat terbesar yang mungkin terjadi. heatstone dan synchromate. Pada bagian kiri atas diberi nomor panel sesuai gambar perencanaan. Circuit breaker yang digunakan dari jenis MCCB dan MCB merk Merlin Gemlin (MG) yang sesuai dengan standar IEC 60947-2. . Busbar terbuat dari bahan tembaga. Konstruksi Box Panel 1. Kontraktor harus mengganti peralatan tersebut dengan yang sesuai dan seperlunya. khususnya penyangga /support bagian yang bertegangan. 3.1. VI. 10.

VI. 3. rating ampere serta ampere trip dari circuit breaker tersebut. 2. Pemasangan MCB harus menggunakan Omega Rail sedangkan pemasangan MCCB harus menggunakan dudukan plat. urinal. wastafel.5. 4.1. urinal. 1. Indikator/Electrical Auxilliaries Lampu indikator yang digunakan adalah : 1. wastafel. Tipe Panel 1. F. 1.1.1. VI. floor drain dan lain-lain. Semua circuit breaker harus diberi label/signplate berupa kode nomor yang merupakan kelompok beban yang dicatu daya listriknya. . F. 2. Pekerjaan Air Kotor. 2.4. 4. Pemasangan komponen-komponen tersebut harus rapi dan kokoh sehingga mampu menahan elektro mechanical force akibat arus singkat hubung singkat terbesar yang mungkin terjadi. Pemasangan panel pada dinding harus diperkuat dengan baut tanam (anchor bolt) sehingga tidak akan rusak oleh gangguan mekanis. Warna hijau untuk phasa R 2. Identifikasi ini meliputi breaking capacity. 3. VI. dan lain-lain. Warna kuning untuk phasa S 3. Pemasangan pemipaan pada peralatan sanitary seperti closet. Gambar Skema Rangkaian Listrik Panel harus dilengkapi dengan gambar single line diagram beserta kode label untuk incoming dan out going-nya.3. F. Pengadaan dan pemasangan sistem pemipaan beserta perlengkapan yang meliputi pemipaan reservoir pemipaan pada instalasi pompa dan pemipaan distribusi pada setiap titik pengeluaran. Pemasangan pipa distribusi ke setiap peralatan sanitary seperti closet. Label terbuat dari plat aluminium sesuai standar DIN 4070.1. URAIAN TEKNIS PLUMBING F. Semua circuit breaker harus diidentifikasi dengan jelas. Untuk tipe indoor dengan IP 20. Pengadaan dan pemasangan perlengkapan yang diperlukan dalam sistem pembuangan air kotor. juga keterangan dari kode label ukuran A4 pada bagian dalam pintu panel dan harus dilaminasi. PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan Air Bersih Pengadaan dan pemasangan secara sempurna unit-unit peralatan utama yang diperlukan dalam sistem penyediaan air bersih berupa pompa-pompa beserta perlengkapannya. Warna merah untuk phasa T Lampu-lampu indikator harus diproteksi dengan mini fuse. Berdasarkan cara pemasangannya panel-panel tegangan rendah diklasifikasikan sebagai free standing dan wall mounting. 5.2. Box panel dan semua material yang bersifat konduktif yang berada di sekitar panel listrik harus dihubungkan ke sistem pembumian pengaman.6. Panel jenis wall mounting dipasang flush mounting pada dinding tembok dengan lokasi sesuai dengan gambar perencanaan.

2. Gambar-gambar Kerja. dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perancangan atau spesifikasi perancangan saja. F. dalam waktu 3 hari.7. F.2.9. fitting. selama pekerjaan instalasi ini. Gambar-gambar dan spesifikasi perancangan ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. F. Kontraktor wajib memiliki pas instalatur yang masih berlaku. katup-katup. dan pemeliharaan diselaraskan dengan tahaptahap pembangunan sesuai jadwal yang telah ditentukan. F. atau penambahan pada instalasi tersebut. Pelaksanaan pemasangan harus memenuhi syarat-syarat yang umum berlaku di Indonesia. bila diperlukan agar instalasi ini lengkap dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan pelaksanaan yang wajar.1. Gambar dibuat dari kertas kalkir. Gambar Pelaksanaan. penghapusan. dan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang setempat sesuai dengan domisili Pemborong tersebut. Tenaga Pelaksana. serta fixtures secara terperinci. Contoh-contoh Bahan. PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS UMUM Waktu Pelaksanaan. dalam waktu tidak lebih dari satu minggu setelah ditanda tangani berita acara penerimaan barang.2. pemasangan. barang tersebut harus sudah diangkut ke luar lapangan oleh Pemborong. Pemborong harus membuat gambar inslatasi detail (shop drawings) untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. F. Pemborong harus menyerahkan gambar-gambar pelaksanaan (as built drawings) yang meliputi denah instalasi terpasang.2. Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh tenaga terampil di bidangnya agar dapat memberi hasil yang terbaik dan rapi. Bila Pengawas mengatakan tidak baik.6. serta kualitas barang sesuai dengan spesifikasi. Gambar-gambar perancangan ini tidak dimaksudkan untuk menunjukkan semua pipa.F. Bahan dan peralatan yang hilang atau rusak harus F. Material. Pemborong harus memberikan surat pernyataan yang membuktikan bahwa semua tukang yang melaksanakan pekerjaan telah memiliki pengalaman dan kecakapan yang diperlukan. Bila kualitasnya diragukan barang-barang itu akan dikirim ke kantor penyelidikan yang berwewenang atas biaya Pemborong. Untuk pelaksanaan khusus.3. F. Seluruh biaya yang timbul akibat penggantian material dan peralatan tersebut di atas menjadi tanggungan Pemborong. Lamanya waktu pelaksanaan pengadaan. Pengamanan. Bila ada suatu bagian pekerjaan atau peralatan yang diperlukan agar instalasi bisa bekerja dengan baik. Gambar-gambar Perancangan. F.2. Gambar-gambar kerja untuk seluruh pekerjaan harus selalu berada di lapangan termasuk semua perubahan serta usulan dan lain sebagainya. detail pemasangan seluruh instalasi di atas.4. Pemborong harus tetap melaksanakan tanpa ada biaya tambahan.2. Pemborong harus memberi tanda-tanda dengan pensil/tinta merah pada set gambar atau semua perubahan. .5.8.2.2.2. Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi harus diganti dengan yang sesuai. F. Gambar-gambar dan Spesifikasi. Pemborong harus menjamin seluruh unit peralatan yang didatangkan adalah baru bebas dari unsurunsur rusak dan tidak layak. Pemborong bertanggung jawab atas pencegahan/pengamanan semua bahan dan peralatan untuk pekerjaan instalasi ini dari pencurian atau kerusakan. Pemborong wajib mengirimkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan atau brosur-brosurnya kepada Pengawas.2. Semua bagian tersebut di atas walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara spesifik harus disesuaikan dan dipasang oleh Pemborong. dan mengikuti Pedoman Plumbing Indonesia 1979.2.

50 – 5. PBI-NO-2/1971 dan dengan Peraturan-peraturan Beton yang berlaku saat ini. d. b. dan 12 kg/cm². air bangunan. NI-3 1963. b. maka Kontraktor harus melakukannya tanpa tambahan biaya. a. Direktorat Jenderal Cipta Karya. Pipa PVC yang dipakai berkategori kelas AZ (8 kg/cm²) JIS K 6742. Peraturan-peraturan/Persyaratan Selama pelaksanaan pekerjaan ini. bulanan.10. mingguan. Pemeriksaan Umum untuk Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan NI-3 (PUBB) 1956. Pedoman Peraturan Plumbing Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Teknik Penyehatan. e. Pengujian a.2. Peraturan Perubahan Indonesia tentang penggunaan tenaga kerja harian. Untuk pipa air kotor. Penjelasan persyaratan teknis khusus untuk pekerjaan instalasi air bersih dan air kotor. Seluruh sistem harus mempunyai lubang-lubang yang dapat ditutup plug agar dapat diisi air sampai dengan lubang vent tertinggi. dan selama waktu itu airnya tidak boleh turun lebih dari 10 cm. 1. Departemen Pekerjaan Umum. elektrikal. biaya pengetesan serta alat-alat yang diperlukan menjadi tanggung jawab Pemborong.40 mm 6. Peraturan Perusahaan Air Minum Negara tentang Instalasi Air. 2. Sebelum dipasang fixtures seluruh jaringan harus diuji dengan tekanan 8 kg/cm² untuk pipa sanitary. dan borongan. Tebal dindingnya tidak boleh kurang dari ukuran berikut : TYPE D Diameter dalam  50 s/d 75 mm  100 s/d 125 mm  150 mm  200 mm  250 mm Tebal dinding minimum 3. Peraturan Beton Indonesia PBI-NI-1/1955.F.05 mm 4.30 mm 10. .30 mm 3. Peraturan-peraturan yang dimaksud adalah : a.40 mm 8. dan PUBB 1969. Material/Bahan-bahan yang Dipakai. Sistem ini harus dapat menahan air isian tersebut minimum satu jam. interior. Sistem Air Bersih. b.11. tata cara pelaksanaan dan petunjuk-petunjuk lain yang berkenaan dengan semua peraturan pembangunan yang sah di Indonesia harus betul-betul ditaati. yang berita acaranya akan dibuat setelah hasilnya diterima dan memenuhi syarat. c. Jaringan air bersih menggunakan pipa PVC Type AW dengan diameter ¾” merk Wavin atau Maspion dan harus memenuhi persyaratan BS 1387-1967 atau standar-standar lain yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. Pembuangan Air Kotor. Koordinasi. dan sebagainya sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan pada pemasangan dapat diperkecil atau dihilangkan. atau dengan pengujian hidrostatik 4 kg/cm² untuk pipa cabang dan 6 kg/cm² untuk pipa induk. Kontraktor dianggap telah cukup mengetahui akan isi dan maksud semua peraturan dan syarat-syarat tersebut di atas. Bila Pemilik menginginkan pengujian lain di samping cara di atas.15 – 4. F. Pengetesan pipa harus disaksikan Pengawas. Pemborong instalasi ini diwajibkan mengadakan koordinasi dengan pemborong-pemborong pekerjaan struktur. diganti oleh Pemborong tanpa tambahan biaya.2. Dalam pelaksanaan pekerjaannya. dan „vent stack‟ digunakan PVC merk Wavin. maspion.

wastafel. atau dengan bahan yang ditentukan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. Kran di bak mandi. dan setelah diperiksa oleh Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan yang ditunjuk. a. Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata hingga seluruh panjang pipa tertumpu dengan baik.  Setelah pipa pada lubang galian. Pelaksanaan pekerjaan harus rapi. sehingga tidak mengganggu dinding porselin dan sebagainya. e. semua kotoran harus dibuang dari lubang galian yang kemudian ditimbun kembali baik-baik dengan pasir urug. fitting dan sebagainya juga harus kuat. aer. Sistem Pemipaan. d. . b. dengan tanah bekas galian.  Kedalaman galian pipa dalam tanah  4” ke bawah harus dibuat 60 cm. urinoir. Wasser. atau digunakan ketentuan-ketentuan persyaratan minimal menurut buku petunjuk dalamnya galian. Sistem Penyambungan Pipa. Sambungan dari bahan yang sama dan diikat dengan lem/selvent cement bagi penyambungan pipa induk juga bisa digunakan pengelasan bila diperlukan pada kondisi-kondisi tertentu. dan 80 – 100 cm untuk  5” ke atas. urinoir. kedudukan komponen seperti fixtures.4. Kontraktor bertanggung jawab melengkapi semua komponen yang diperlukan untuk seluruh jaringan instalasi disini.  Ukuran dalamnya galian adalah jarak yang dihitung dari as pipa sampai permukaan jalan/tanah asli. Wastafel. menggunakan produk San-ei. Onda. closet jongkok menggunakan produk Toto. Wasser atau American Standard. Pipa-pipa dalam Tanah. warna ditentukan kemudian. Untuk pipa PVC sambungan lem harus memakai lem berkualitas tinggi merk Wavin. Pipa air bersih tidak boleh diletakkan pada lubang yang sama dengan dengan pipa air buangan. c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful