SPESIFIKASI TEKNIS DAN METODE PELAKSANAAN

A. URAIAN TEKNIS UMUM I. LINGKUP PEKERJAAN

I.1. Nama kegiatan : Pembangunan/Rehabilitasi Fasilitas Gedung Pemerintahan
I.2. Nama pekerjaan : Renovasi Gedung Kantor Kelurahan Sememi II. JENIS DAN MUTU BAHAN II.1. Kecuali ditetapkan lain secara khusus, maka semua bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus menggunakan bahan yang baru. II.2. Tanda pengenal. 1. Apabila pabrik/produsen bahan mengeluarkan tanda pengenal untuk produk/bahan yang dihasilkannya, baik berupa cap merk dagang atau sebagai pengenal kualitas/kelas/kapasitas maka semua bahan dari pabrik/produsen bersangkutan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus mengandung tanda pengenal tersebut. 2. Khusus untuk bahan pekerjaan instalasi (daya, penerangan, komunikasi, alarm, plumbing dan lain-lain) kecuali ditetapkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, bahan sejenis dengan fungsi yang berbeda harus diberi tanda pengenal yang berbeda pula. Tanda pengenal ini dapat berupa warna atau tanda lain yang harus sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku. Dalam hal ini harus dilaksanakan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. II.3. Merk Dagang Dan Kesetaraan. 1. Secara umum penggunaan Bahan/Produk harus mempunyai kualitas penampilan yang setara dengan bahan/produk yang memakai Merk Dagang yang disebutkan dan dapat diterima apabila sebelumnya telah diperoleh persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan atas ijin dari Pemberi Tugas tentang kesetaraan tersebut. 2. Penggunaan Bahan/Produk yang disetujui harus sesuai dengan salah satu merk yang disebutkan dalam spesifikasi bahan atau merk lain yang telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan tidak dianggap sebagai perubahan Pekerjaan dan karenanya tidak akan ada perubahan harga. II.4. Penggantian (Substitusi). 1. Atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, Kontraktor dapat menggantikan sesuatu bahan/produk dengan sesuatu Bahan/Produk lain yang berbeda dari produk yang disyaratkan dan setaranya. 2. Apabila akibat penggantian bahan/produk terjadi perhitungan harga kurang/lebih maka akan diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah/kurang. II.5. Persetujuan Bahan. 1. Untuk menghindarkan penolakan bahan dilapangan dianjurkan dengan sangat agar sebelum sesuatu Bahan/Produk yang akan dibeli/dipesan/diprodusir, terlebih dulu dimintakan Persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan atas kesesuaian dari Bahan/Produk tersebut dengan Persyaratan Teknis, Guna diberikan persetujuan dalam bentuk tertulis yang dilampirkan pada contoh/Brosur dari Bahan/Produk yang bersangkutan untuk diserahkan pada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dilapangan.

2. Penolakan bahan dilapangan karena diabaikannya prosedur diatas sepenuhnya merupakan tanggung jawab Kontraktor tanpa pertimbangan keringanan apapun. 3. Adanya persetujuan tertulis dengan disertai Contoh/Brosur seperti tersebut diatas tidak melepaskan tanggung jawab Kontraktor dari kewajibannya untuk mengadakan Bahan/Produk yang sesuai dengan persyaratannya, serta tidak merupakan jaminan akan diterima/disetujuinya seluruh Bahan/Produk tersebut dilapangan, sejauh tidak dapat dibuktikan bahwa seluruh Bahan/Produk tersebut adalah sesuai dengan Contoh/Brosur yang telah disetujui. II.6. Contoh Pada waktu memintakan persetujuan atas Bahan/Produk kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus diserahkan Contoh dari Bahan/Produk tersebut, dengan ketentuan sebagai berikut 1. Jumlah Contoh : a. Untuk Bahan/Produk yang tidak dapat diberikan sesuatu Sertifikat Pengujian yang dapat disetujui/diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sehingga perlu untuk diadakan Pengujian, maka kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus diserahkan sejumlah Bahan/Produk sesuai persyaratan yang ditetapkan dalam Standar Prosedur Pengujian, untuk dijadikan Benda Uji guna diserahkan kepada lembaga Penguji yang ditunjuk oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. b. Untuk Bahan/Produk yang mempunyai Sertifikat Pengujian, maka harus diserahkan 2 (dua) buah contoh, yang masing-masing disertai dengan salinan Sertifikat Pengujian yang bersangkutan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Contoh yang disetujui : a. Contoh yang diserahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan telah memperoleh persetujuan, harus dibuat suatu keterangan tertulis mengenai persetujuannya serta dipasang tanda pengenal persetujuannya pada 2 (dua) buah contoh, yang semuanya akan dipegang oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bila dikehendaki Kontraktor dapat memintakan sejumlah set tambahan dari contoh berikut Tanda Pengenal Persetujuan dan surat keterangan persetujuan untuk kepentingan dokumentasi Kontraktor. b. Pada waktu Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sudah tidak lagi membutuhkan contoh yang disetujui tersebut untuk pemeriksaan Bahan/Produk bagi pekerjaan, maka Kontraktor berhak meminta kembali Contoh tersebut untuk dipasang pada pekerjaan. 3. Waktu Persetujuan Contoh a. Merupakan tanggung jawab dari Kontraktor untuk mengajukan Contoh pada waktunya, sehingga Pemberian persetujuan atas Contoh tersebut tidak akan menyebabkan keterlambatan pada Jadwal Pengadaan Bahan (paling akhir 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum mendapat persetujuan bahan). b. Untuk Bahan/Produk yang persyaratannya tidak dikaitkan dengan kesetaraan pada sesuatu Merk Dagang tertentu, keputusan atas Contoh akan diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam waktu tidak lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja. Persetujuan yang akan melibatkan keputusan tambahan diluar Persyaratan Teknis (seperti penentuan Model, warna dll), maka keseluruhan keputusan akan diberikan dalam waktu tidak lebih dari 21 (dua puluh satu) hari kerja. c. Untuk Bahan/Produk yang masih harus dibuktikan kesetaraannya dengan sesuatu Merk Dagang yang disebutkan, keputusan atas Contoh akan diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam waktu 21 (dua puluh satu) hari kerja sejak dilengkapinya pembuktian kesetaraan.

d. Untuk bahan/Produk yang bersifat Pengganti (substitusi), keputusan Persetujuan akan diberikan oleh Direksi Pekerjaan dalam jangka waktu 21 (dua puluh satu) hari sejak diterimanya seluruh bahan-bahan pertimbangan secara lengkap. e. Untuk Bahan/Produk yang bersifat Peralatan/Perlengkapan ataupun Produk lain yang karena sifat/jumlah/harga pengadaannya tidak memungkinkan untuk diberikan Contoh dalam bentuk Bahan/Produk jadi, maka permintaan Persetujuan bisa diajukan berdasarkan Brosur dari Produk tersebut, dengan dilengkapi :   Spesifikasi Teknis lengkap yang dikeluarkan oleh Pabrik/Produsen. Surat-surat seperlunya dari Agen/Importir sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan antara lain Surat keagenan Surat Jaminan Suku Cadang dan Jasa Purna Penjualan (After Sales service) dan lain-lain. Katalog untuk warna, Pekerjaan Penyelesaian (Finishing) dan lain-lain.

 

Sertifikat-sertifikat Pengujian/Penetapan Kelas serta dokumen-dokumen lain sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. f. Apabila setelah melewati waktu yang ditetapkan diatas, keputusan atas contoh dari Bahan/Produk yang diajukan belum diperoleh tanpa Pemberitahuan tertulis apapun dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, maka dianggap bahwa contoh yang diajukan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. g. Penyimpanan Bahan.  Persetujuan atas sesuatu Bahan/Produk harus dimengerti sebagai perijinan untuk memasukkan Bahan/Produk tersebut ke dalam lapangan serta pemeriksaan keadaannya pada saat persetujuan diberikan. Bahan/produk yang telah dimasukkan ke lapangan harus segera disimpan dengan cara yang betul dan baik, sesuai ketentuan untuk masing-masing Bahan/Produk yang telah ditetapkan serta sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan apabila tidak diisyaratkan pabrik. Kontraktor yang akan memakai Bahan/Produk tersebut harus bertanggung jawab selama dalam penyimpanan, Bahan/Produk tersebut tetap berada dalam kondisi layak untuk dipakai. Apabila selama waktu itu ternyata bahwa Bahan/Produk menjadi tidak layak untuk dipakai dalam pekerjaan, maka Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak untuk memerintahkan agar Bahan/Produk tersebut harus segera dikeluarkan dari lapangan untuk diganti dengan yang memenuhi persyaratan.

III.

URAIAN PEKERJAAN III.1. Informasi Site 1. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor harus benar-benar memahami kondisi/pelaksanaan pekerjaan dan harus sudah memperhitungkan segala permasalahan yang dihadapi. 2. Kontraktor harus memperhatikan secara khusus mengenai pengaturan lokasi tempat bekerja, penempatan material, pengamanan dan kelangsungan operasi selama pekerjaan berlangsung. 3. Kontraktor harus mempelajari dengan seksama seluruh bagian gambar, persyaratan teknis dan agenda-agenda dalam dokumen lelang, guna penyesuaian dengan kondisi lapangan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan benar. III.2. Penyediaan Pemborong harus menyediakan semua keperluan guna pelaksanaan pekerjaan yang sempurna dan efisien dengan urutan yang teratur, termasuk sarana bantu seperti alat-alat penarik dan pengangkat, andang-andang dan sebagainya.

03-0.5 . Kontraktor harus menjaga ketertiban dan kelancaran perjalanan alat-alat berat. 10. Peralatan yang digunakan harus baik dan bisa beroperasi dengan lancar. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak memerintahkan untuk menambah peralatan yang tidak sesuai/tidak memenuhi persyaratan. 13.5" kap 0. NAMA ALAT Perancah (scafolding) Molen Beton Vibrator Kereta angkut beton Pesawat ukur a. Disamping alat-alat yang diperlukan seperti tersebut diatas.5 HP 0. 5. Bila pekerjaan sudah selesai. . Kontraktor diwajibkan untuk segera menyingkirkan alat-alat tersebut dan memperbaiki semua kerusakan yang diakibatkannya serta membersihkan bekasbekasnya. DAFTAR ALAT KERJA LAPANGAN NO.1 sebagai persyaratan untuk pelaksana. Kuantitas dan Kualitas Pekerjaan. 3. Lampu-lampu penerangan pekerja lembur Stamper/Compactor Pemotong Besi Mesin Las Pompa Air Jaring Pengaman Mesin potong granit / keramik Bor listrik Setaraf Top Con Setaraf Top Con 80 w – 500 w 0. Tetapi kecuali yang disebut di atas. 2.0.5" & 1. diubah. Semua peralatan yang rusak harus diperbaiki di luar lokasi proyek atau dikoordinasikan dengan Pengguna Jasa. Theodolith / Waterpass c. 4. Dalam daftar dibawah ini tercantum peralatan yang dimaksud dalam ayat 3. 11. 1. 3.5 1/det Listrik Listrik 1 buah 2 buah secukupnya 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit SPESIFIKASI TEKNIS Baja Kap 1/8 m3. 5. Kontraktor harus menyiapkan tendatenda untuk para pekerja waktu hujan. 9.04 m3 JUMLAH 400 m2 1 buah 2 buah 4 unit III.1. 1.80 t Listrik 3 . 2.1/4/m3 2. apa yang tertera dalam uraian dan syarat-syarat atau gambar dalam kontrak itu bagaimanapun tidak boleh ditolak. 12. Bak Ukur 6.3. Kuantitas dan kualitas pekerjaan yang termasuk pada harga kontrak harus dianggap seperti yang tertera di gambar-gambar kontrak atau tercantum di uraian dan syarat-syarat. Yang melalui jalan umum agar tidak mengganggu lalu lintas. atau dipengaruhi penerapan atau interprestasi dari apa yang tercantum dalam syarat-syarat ini. 6. 4. 7 8.

Apabila Kontraktor tidak dapat menerima atau menyetujui pendapat atau perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi tugas. Kontraktor harus membuat “as built drawing” yang jelas. uraian dan syarat-syarat tidak boleh membatalkan kontrak ini tetapi hendaknya diperbaiki dan dianggap suatu perubahan yang dikehendaki Pemberi tugas.1. Kekeliruan pada uraian pekerjaan atau kuantitas atau pengurangan bagian-bagian dari gambar. harus mengajukan keberatan secara tertulis dalam waktu 3 (tiga) kali 24 (dua puluh empat) jam. semua bahan/barang bagi pelaksanaan harus sesuai dengan RKS dan Berita Acara Aanwijzing. IV. 2. GAMBAR-GAMBAR PEKERJAAN IV. rekanan harus menawarkan harga-harga tersebut sesuai RKS dan Berita Acara Aanwijzing.4. 3. Pemborong harus membuat gambar detail penjelasan (shop drawings) yang diperiksa/disahkan oleh Konsultan Pengawas.3. IV. Selama pembangunan. Bila Konsultan Pengawas menganggap perlu. detail konstruksi. Rekanan harus menyimpan di lokasi pekerjaan satu set gambar kontrak lengkap termasuk rencana kerja dan syarat-syarat. 1. IV. IV.5. atau digunakan untuk maksud-maksud lain. Semua gambar tersebut tidak boleh diberikan kepada pihak lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan ini. Gambar-gambar Tambahan. Gambar-gambar rencana pekerjaan yang meliputi bestek. Rekanan tidak boleh mengubah/menambah tanpa ijin tertulis dari Konsultan Pengawas.2. dan harus tersedia bila Pemberi tugas atau wakilnya sewaktu-waktu memerlukan. Harga kontrak tidak boleh disesuaikan atau diubah secara bagaimanapun selain menuruti ketetapan-ketetapan yang tepat dari syarat-syarat ini. Petunjuk dan Instruksi. Dan apabila dalam jangka waktu tersebut Kontraktor tidak mengajukan keberatan maka dianggap telah menyetujui dan menerima perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi Tugas untuk dilaksanakan.4. . 3. Semua kekeliruan baik mengenai hitungan atau bukan perhitungan harga kontrak harus dianggap telah diterima oleh kedua belah pihak yang bersangkutan. situasi dan sebagainya yang telah dibuat perancang telah disampaikan kepada rekanan bersama dokumen lainnya. IV. Barang/bahan yang ditawarkan dalam harga satuan pekerjaan dan harga satuan bahan/upah adalah mengikat. Semua petunjuk dan instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi Tugas yang dikeluarkan secara tertulis harus dilaksanakan secara baik oleh Kontraktor. Untuk semua gambar yang belum ada pada gambar kerja dan gambar perubahan di lapangan baik penyimpangan atas perintah Konsultan Pengawas atau tidak. Gambar-gambar tersebut menjadi milik Pemimpin Proyek. berita acara aanwijzing dan time schedule dalam keadaan baik selama masa pelaksanaan pekerjaan. Gambar-gambar di Tempat Pekerjaan. Contoh Barang. As Built Drawing (Gambar sebagaimana dilaksanakan).2. gambar-gambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap tiga dan semua biaya pembuatannya ditanggung Pemborong. Contoh barang/bahan yang ditawarkan tidak bisa dipergunakan bila belum mendapat persetujuan Konsultan Pengawas secara tertulis. dan taat kepada pasal-pasal dari syaratsyarat ini. III.

semua pihak harus segera mengadakan langkah-langkah penanggulangannya. Kontraktor tidak dibenarkan memulai sesuatu pelaksanaan pekerjaan sebelum adanya persetujuan dari Direksi Pekerjaan atas Rencana kerja tersebut. maka rekanan wajib bertanya kepada Konsultan Pengawas secara tertulis. „Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve tersebut harus selalu berada di lokasi pekerjaan agar perkembangan hasil pekerjaan di lapangan bisa diikuti dan diberi tanda garis tinta merah. Gambar Kerja harus diajukan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya dalam rangkap 3 (tiga) yaitu untuk Direksi. Bila terdapat/terlihat ada hambatan. dan harus disahkan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan Pimpinan Proyek. Pada saat akan dimulai pelaksanaan di lapangan. maka RKS atau RAB yang diikuti. waktu yang direncanakan yang disesuaikan dengan jangka waktu yang ditetapkan dalam kontrak. Kontraktor harus memasukkan kembali perbaikan atas ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve apabila Direksi Pekerjaan meminta diadakannya perbaikan / penyempurnaan atas ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve tersebut. PELAKSANAAN VI. Bila terdapat perbedaan antara gambar rencana dan gambar detail maka gambar detail yang diikuti. Bila pada gambar terdapat perbedaan antara skala dan ukuran maka ukuran dengan angka dalam gambar yang diikuti. 3. rekanan harus meneliti kembali semua dokumen yang ada untuk disesuaikan dengan Berita Acara Rapat Penjelasan (Aanwijzing).3. Format dari Gambar Kerja harus sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bila rekanan meragukan perbedaan antara gambar-gambar yang ada dengan RKS. jumlah serta bahan-bahan yang diperlukan. PENJELASAN RKS DAN GAMBAR V.4. Gambar Kerja. V. . V.1. atau setelah menerima SPK dari Pemimpin Proyek. rekanan harus segera mengadakan persiapan termasuk pembuatan jadwal pelaksanaan berupa ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atua setidaknya berupa “S” Curve selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkan SPK. Untuk bagian-bagian pekerjaan. Kontraktor wajib menyerahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan suatu Rencana Mingguan yang berisi Rencana Pelaksanaan dari berbagai Bagian Pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam Mingguan berikutnya. 3. 1. V. paling lambat 4 (empat) hari sebelum dimulainya waktu pelaksanaan. 2. VI. Sebelum melaksanakan pekerjaan.6.5.V. yang berisi tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan. Rencana Pelaksanaan 1.1. VI. Bila terdapat perbedaan ukuran. Kontraktor wajib untuk mempersiapkan Gambar Kerja yang terperinci yang akan memperlihatkan Cara Pelaksanaan tsb. Selambat-lambatnya pada setiap hari Sabtu selama proses pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Kekeliruan pelaksanaan akibat kelalaian hal-hal diatas menjadi tanggung jawab Kontraktor. V.2. 2. 4. Rencana Mingguan dan Bulanan 1.3.2. VI. dimana gambar belum cukup memberikan petunjuk mengenai cara untuk mencapai keadaan terlaksana. baik tentang mutu bahan maupun konstruksi. konsultan pengawas dan kontraktor sendiri. V.

di samping itu Pemborong harus membuat susunan organisasi kerja di lapangan sesuai dengan bidang keahlian serta pekerjaan yang ada. Jika Kontraktor menghendaki. penuh tanggung jawab.2.Pelaksanaan pekerjaan pondasi. . Pemborong harus mengawasi dan memimpin pekerjaan dengan menggunakan kecakapan dan perhatian penuh. 3. Pemborong harus dapat menyerahkan kepada seorang Pelaksana yang ahli pada bidangnya.1. 4.Pada saat pengurugan lahan . cara-cara teknik. Kelalaian Kontraktor untuk menyusun dan menyerahkan Rencana Mingguan maupun Bulanan dinilai sama dengan kelalaian dalam melaksanakan Perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam Melaksanakan Pekerjaan. .Pada saat pengerjaan poer .2. Kontraktor harus memperhitungkan biaya pembuatan dokumentasi serta pengirimannya ke pihak Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan ke pihak lain yang memerlukan.Sebelum pekerjaan dimulai. sloof. Jam kerja Kontraktor adalah jam kerja menurut kebiasaan setempat (6 hari seminggu) 2.Pada saat penulangan dan pengecoran beton (pondasi. 2. dan selalu berada di tempat pekerjaan. balok dan plat) .Setelah dinding dan kusen terpasang. 1. atau pada hari-hari libur nasional. KUASA PEMBORONG DI LAPANGAN VII. Ia harus bertanggung jawab sepenuhnya bagi semua alat konstruksi. Pengawasan dan Prosedur Pelaksanaan. VI. . cakap diberi kuasa. Untuk memulai suatu Bagian Pekerjaan yang baru Kontraktor diwajibkan untuk menyampaikan Pemberitahuan kepada Direksi Pekerjaan mengenai hal tersebut paling lambat 2 x 24 jam sebelumnya. Ketentuan jam kerja.5. Selambat-lambatnya pada minggu terakhir dari setiap bulan.Pada saat pemasangan dan selesainya pekerjaan plafon. VII.4. atau setelah matahari terbenam. .Pemasangan instalasi Mekanikal Elektrikal . 1. VI. berbagai Rencana Pelaksanaan dari berbagai Bagian Pekerjaan yang direncanakan untuk dilaksanakan dalam bulan berikutnya. maka Kontraktor diharuskan mengajukan ijin sebelumnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan secara tertulis dalam waktu sekurang-kurangnya 24 jam.Pada saat pemasangan dan selesainya pekerjaan lantai . Kontraktor wajib menyerahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan suatu Rencana Bulanan yang menggambarkan dalam garis besarnya. .Bangunan telah selesai 100% Setelah pekerjaan seluruhnya selesai dan siap untuk diserahkan pada penyerahan pertama. urutan dan prosedur koordinasi semua bagian yang ada di bawah kontrak. atau sebelum matahari terbit. Sebagai pemimpin sehari-hari pelaksanaan pekerjaan. kolom. Yang dimaksud dokumentasi dalam pekerjaan ini adalah : Foto-foto hasil pekerjaan berwarna ukuran post card dimasukkan dalam album.Pada saat pelaksanaan konstruksi atap (erection) dan pemasangan atap. Dokumentasi 1. . diluar ketentuan waktu jam kerja menurut kebiasaan setempat. Foto-foto tersebut menggambarkan kemajuan proyek dan dibuat minimal peristiwa sebagai berikut : . VII. Pegawai pemborong yang melaksanakan.

jalan. IX. Pemborong wajib mengadakan semua yang diperlukan bagi para pekerja dan tamu seperti pertolongan pertama. Pelaksana harus mempelajari dan memahami semua isi gambar. Pengawas berhak menolak penunjukan Pelaksana oleh Pemborong didasarkan pendidikan. kerusakan dan pemindahan yang terjadi atas fasilitas umum seperti saluran air. saluran pembuangan dan sebagainya dan kerusakan-kerusakan sejenis yang disebabkan operasi Pemborong dalam arti yang luas. memompa. .2.4. VIII. Pemborong harus membatasi daerah operasinya di sekitar tapak dan harus mencegah para pekerjanya melanggar wilayah orang lain yang berdekatan. Dalam hal ini Pemborong harus segera menempatkan Pelaksana lain dengan persetujuan Pengawas. dan sebagainya bagi seluruh pekerjaan termasuk bahan-bahan yang dilaksanakan oleh pekerja-pekerja dan menjaga agar pekerjaan bebas dari air hujan dengan melindungi memakai tutup yang layak. Semua biaya pemasangan kembali dan perbaikan kerusakan menjadi tanggung jawab Pemborong. 4. bestek dan Berita Acara Aanwijzing sehingga tidak terjadi kesalahan-kesalahan baik konstruksi maupun kualitas bahan yang harus dilaksanakan. Menyimpang dari hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemborong untuk membetulkan dan melaksanakan sesuai gambar dan bestek. perlengkapan instalasi yang ada hingga kontrak selesai dan diterima baik oleh Pemimpin proyek. Terhadap Milik Umum. Pemborong bertanggung jawab penuh atas semua kerusakan utilitas. dan sebagainya yang disebabkan oleh kegiatan Pemborong. dan penengah (arbirator) dan dimanapun pekerjaan atau bagian pekerjaan atau bagian pekerjaan berada. untuk memudahkan komunikasi demi kelancaran jalannya pelaksanaan pekerjaan.5. listrik. jalan kecil. sanitasi. Pemborong harus menjaga agar jalanan umum. Perubahan konstruksi maupun bahan-bahan bangunan dapat dilaksanakan bila ada ijin tertulis dari Pimpinan Proyek berdasarkan rapat Direksi. PENJAGAAN KEAMANAN LAPANGAN PEKERJAAN IX. Rekanan juga wajib memenuhi semua persyaratan. leveransir. ordonasi Pemerintah pusat dan lokal.1. air minum. Terhadap Bangunan yang Ada. IX.2. tingkah laku. Selama pelaksanaan pekerjaan. sub kontraktor. Sebagai penanggung jawab di lapangan pekerjaan. Rekanan juga bertanggung jawab atas gangguan. tata tertib. IX. kehilangan. dan fasilitas-fasilitas kesejahteraan. baik bagi kendaraan maupun pejalan kaki selama kontrak berlangsung. IX. Selama masa pelaksanaan kontrak. dan kecakapan. 3. atau menimba seperti apa yang dikehendaki atau yang diinstruksikan.3. Pemborong bertanggung jawab atas keamanan seluruh pekerjaan. dan hak pemakai jalan bersih dari bahan bangunan dan sebagainya dan memelihara kelancaran lalu lintas. rekanan wajib memberikan alamat tetap yang jelas dengan nomor telepon kepada Pimpinan Proyek. pengalaman. termasuk bahan-bahan bangunan. IX. Itu semua diperbaiki Pemborong hingga dapat diterima oleh Pemimpin Proyek. TEMPAT TINGGAL (DOMISILI) Apapun kebangsaan kontraktor. Ia harus menjaga perlengkapan dan bahan-bahan dari semua kemungkinan kerusakan. undang-undang Republik Indonesia adalah undang-undang yang melindungi kontrak ini. Terhadap Wilayah Orang Lain. Keamanan terhadap Pekerjaan. Keamanan dan Kesejahteraan.

Kunjungan semua tamu yang berkaitan dengan proyek. Apabila terjadi kehilangan di laboratorium. pengaduk beton. Air untuk keperluan bangunan selama masa pelaksanaan bisa menggunakan/menyambung pipa air yang telah ada dengan meteran air tersendiri (guna perhitungan pembayaran) atau air sumur yang bersih/jernih dan tawar. Bila kondisi air meragukan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. Pemborong harus menyediakan/menyiapkan alat-alat.7.Keadaan cuaca. Kontraktor harus segera mengambil tindakan yang perlu untuk keselamatan korban dengan biaya pengobatan dan lainlain menjadi tanggung jawab Pemborong. Dalam pelaksanaan proyek. Warung dan penjual lainnya yang melayani pekerja proyek harus berada di dalam pagar proyek. .IX. XII. Penentuan semua titik duga letak bangunan.Pengesahan Pimpinan Proyek.Foto-foto ukuran kartu post sesuai petunjuk Direksi. . Kecelakaan. Di lokasi pekerjaan harus disediakan kotak obat-obatan untuk pertolongan pertama yang selalu tersedia setiap saat dan berada di Direksi keet. . .2.1. mingguan dan bulanan tentang kemajuan pekerjaan. X. . Kontraktor harus menjamin keselamatan kerja pekerja sesuai dengan yang ditentukan dalam Peraturan Perburuhan atau persyaratan yang diwajibkan untuk setiap bidang pekerjaan.8. . pompa air. XIII. Pemborong harus senantiasa menyediakan air minum yang cukup bersih ditempat pekerjaan untuk para pekerjanya. baik untuk sarana pekerjaan maupun yang diperlukan untuk memenuhi kualitas hasil pekerjaan antara lain derek. XI.Kunjungan tamu-tamu lain. harus diperiksakan pada laboratorium. maupun datar (water pass) dan tegak lurusnya bangunan harus ditentukan dengan memakai alat ukur instrumen water pass atau theodolit. Air Minum dan Air untuk Pekerjaan. .6. . Rekanan harus selalu memegang teguh disiplin kerja. ALAT–ALAT PELAKSANAAN PENGUKURAN Selama masa pelaksanaan. LAPORAN MINGGUAN DAN HARIAN Rekanan membuat laporan harian. dan sebagainya.3. kantor. IX. XI. rekanan berkewajiban menjaga agar tidak mengganggu proses kegiatan di lingkungan sekitar lokasi Surabaya. dan tidak memperkerjakan tenaga yang tidak sesuai atau tidak mempunyai keahlian dalam tugas yang diserahkan kepadanya. JAMINAN KESELAMATAN BURUH XI. Bila terjadi kecelakaan pada pekerja Pemborong saat pelaksanaan.Uraian kemajuan pekerjaan pada akhir bulan. maka hal itu menjadi beban dan tanggung jawab rekanan.Jumlah semua tenaga kerja yang digunakan dalam bulan ini. XI. Kejadian tersebut harus segera dilaporkan pada Jawatan Perburuan dan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Kejadian khusus. Laporan kemajuan pekerjaan tersebut minimal mengenai semua keterangan yang berhubungan dengan kejadian selama satu bulan yang mencakup mengenai: . siku-siku bangunan. .4. dan di kelas yang disebabkan oleh pekerja rekanan.1.Semua bahan/barang perlengkapan yang telah masuk dan diterima di tempat pekerjaan. SYARAT-SYARAT CARA PEMERIKSAAN BAHAN BANGUNAN XIII. XI. IX.

Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan boleh (tetapi tidak secara tak adil atau menyusahkan) mengeluarkan perintah yang menghendaki pemecatan siapa saja dari pekerjaan.2. Kecuali dipersyaratkan lain. Dalam pengajuan penawaran. 3.1. PEKERJAAN TAMBAH DAN KURANG XV. maka semua pekerjaan akan diuji dengan cara dan Tolok Ukur Pengujian yang dipersyaratkan dan ditetapkan dalam Persyaratan Teknis 3. Pemeriksaan dan Persetujuan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan terhadap suatu pekerjaan.2. . XIII. XIV. Pengujian Hasil Pekerjaan 1. tidak melepaskan Kontraktor dari kewajibannya untuk melaksanakan seluruh pekerjaan sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan atau Kontrak Pekerjaan. Kontraktor wajib melaporkan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan mengenai rencananya untuk melaksanakan Bagian Pekerjaan yang pertama tersebut. sehingga secara visual menghalangi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk memeriksa Bagian Pekerjaan yang terdahulu. XIII.1.4. maka Kontraktor berhak melanjutkan Pelaksanaan Pekerjaan serta menganggap Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan telah menyetujui Bagian Pekerjaan yang ditutup tersebut. Pemborong tetap bertanggung jawab atas biayabiaya pengiriman yang tidak memenuhi syarat-syarat (penolakan bahan) yang dikehendaki. memberikan hak kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk memerintahkan pembongkaran kembali Bagian Pekerjaan yang menutupi tersebut. 1. 4. guna pemeriksaan Pekerjaan yang terdahulu dengan resiko pembongkaran dan pemasangannya kembali menjadi tanggung jawab Kontraktor. pemeriksaan berbagai bahan pekerjaan. 2. 2. Pemborong harus memperhitungkan semua biaya pengujian. XIV. PEKERJAAN TIDAK BAIK XIV. baik yang sudah maupun yang belum dimasukkan pekerjaan atau yang sudah dilaksanakan. Apabila laporan telah disampaikan dan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan tidak mengambil langkah untuk menyelesaikan pemeriksaan tersebut dalam jangka waktu 2 (dua) hari kerja sejak laporan disampaikan. Kecuali dipersyaratkan lain. Ongkos untuk pekerjaan dan sebagainya menjadi beban Pemborong untuk disesuaikan kontrak. Pemborong wajib sesuai dengan pekerjaan yang diterimanya menurut ketentuan pada pasal 2 ayat 3 dan gambar detail yang telah disahkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. maka Badan/Lembaga yang akan melakukan Pengujian dipilih atas persetujuan kedua pihak.XIII. Sebelum menutup suatu Bagian Pekerjaan dengan Bagian Pekerjaan yang lain. Kelalaian Kontraktor untuk menyampaikan laporan diatas.3. atau mengatur untuk mengadakan pengujian bahan-bahan atau barang-barang. 4. Semua Biaya Pengujian dalam jumlah seperti yang dipersyaratkan menjadi beban Kontraktor. Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaanj berhak mengeluarkan instruksi agar Pemborong membongkar pekerjaan apa saja yang telah ditutup untuk diperiksa. Penutupan hasil Pelaksanaan Pekerjaan. Semua pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar dapat ditolak. Pemborong menjamin bahwa semua bahan bangunan dan perlengkapan yang disediakan menurut kontrak dalam keadaan baru dan bahwa semua pekerjaan akan berkualitas baik. melaksanakan secara keseluruhan atau dalam bagian-bagian menurut semua persyaratan teknis XV. sehingga Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berkesempatan secara wajar melakukan pemeriksaan pada bagian yang bersangkutan untuk dapat disetujui kelanjutan pekerjaannya.

 Khususnya untuk pekerjaan-pekerjaan dengan sistem jaringan bersaluran banyak yang secara operasional membutuhkan identifikasi yang bersifat lokatif. untuk mendapatkan pekerjaan yang baik.2. Finishing Arsitektur. Penyerahan. jika tidak tercantum dalam daftar harga upah dan satuan pekerjaan.  Supply bahan. Selanjutnya perhitungan penambahan pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. Kecuali dengan izin khusus dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan Pemberi Tugas. Pada waktu Penyerahan Pekerjaan. 2.XV. Gambar-gambar Perlaksana (as build drawings). Untuk peralatan / perlengkapan :  . XVI. Spesifikasi Teknis dilaksanakannya.1. PENYELESAIAN DAN PENYERAHAN XVI. Dokumen Terlaksana dapat disusun berdasarkan :     Dokumen Pelaksanaan. Dokumen Terlaksana ini harus dilengkapi dengan Daftar Instalasi/Peralatan/Perlengkapan yang mengidentifikasikan lokasi dari masing-masing barang tersebut. walaupun satu dan lain hal tidak dicantumkan dengan jelas dalam gambar dan bestek. XVI. Dokumen Terlaksana ini harus diperiksa dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pemborong selanjutnya wajib pula tanpa tambahan biaya mengerjakan segala sesuatu demi kesempurnaan pekerjaan atau memakai bahan yang tepat.2. Kontraktor wajib menyusun Dokumen Terlaksana yang terdiri dari :     2. 1. 2 (dua) set Dokumen Terlaksana. 4. Laporan pelaksanaan Foto-foto dokumentasi dan. Kontraktor tidak dibenarkan membuat/menyimpan salinan ataupun copy dari Dokumen Terlaksana tanpa izin dari Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. Pertamanan. Perubahan Spesifikasi Teknis. Pekerjaan tambah dan kurang yang dikerjakan tanpa ijin tertulis Konsultan Pengawas adalah tidak sah dan menjadi tanggung jawab Pemborong sepenuhnya. Kontraktor wajib menyerahkan : 1. Dokumen Terlaksana. Terlaksana dari pekerjaan sebagaimana yang telah  Hasil tes material yang telah ditentukan Penyusunan Dokumen Terlaksana dikecualikan untuk pekerjaan tersebut dibawah ini:     Ornamental. Pekerjaan tambah dan kurang hanya dapat dikerjakan atas perintah atau persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pada penyelesaian dari setiap pekerjaan. Kontraktor harus membuat Dokumen Terlaksana hanya untuk diserahkan kepada Pemberi Tugas. Gambar Perubahan Pelaksanaan. Pekerjaan Persiapan. XV. 3.3. Brosur Teknis yang telah diberi tanda pengenal khusus sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. Perlengkapan dan Peralatan kerja.

Minimum 1 (satu) kunci duplikat. Surat pernyataan Pelunasan sesuai Petunjuk Direksi Pekerjaan. Segala macam Surat Jaminan sesuai yang dipersyaratkan. 6. Surat Fiskal Pajak dan lain-lain). 3. 2 (dua) set Pedoman Operasi ("Operation Manual") dan Pedoman Pemeliharaan (Maintanance Manual). Untuk berbagai macam kunci :   Semua kunci orsinil. 5. Dokumen-dokumen Resmi (seperti Surat Izin Tanda Pembayaran Cukai.  Suku Cadang sesuai yang dipersyaratkan.  Dilakukan pewarnaan / penomoran pada kunci 4. .

PEKERJAAAN PERSIAPAN PEKERJAAN PENDAHULUAN I. Pengukuran tanah kembali 1. 3. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan tugu patokan dasar termasuk tanggungan Kontraktor. Tugu patokan dasar (Bench Mark) 1. Hasil pengukuran harus dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan agar dapat ditentukan sebagai pedoman atau referensi dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar Rencana dan Persyaratan Teknis. 3. Tugu patokan dasar dibuat dari beton berpenampang sekurang-kurangnya 20 x 20 cm. yang tertancap dalam tanah sehingga tidak bisa digerak gerakkan atau diubah-ubah. 5. berjarak maksimum 1. Kontraktor harus menyediakan Theodolith/waterpas beserta Petugas yang melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan oelh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan selama Pelaksanaan Proyek. 3. Tugu patokan dasar dibuat permanen. Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk dimintakan keputusannya. tidak bisa diubah.1. Pengukuran sudut siku prisma atau benang secara azas segitiga phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. letak batas-batas tanah dengan alat-alat yang sudah tertera kebenarannya. 5. Setelah selesai pemasangan papan dasar pelaksanaan Kontraktor harus melaporkan kepada I. I.2. 2. 2. tertancap kuat kedalam tanah sedalam 1 meter dengan bagian yang menonjol diatas muka tanah sekurang-kurangnya setinggi 40 cm. diberi tanda yang jelas dan dijaga keutuhannya sampai ada instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk membongkarnya. 5. Pada waktu pematokan (penentuan) peil dan setiap sudut-sudut tapak (perpindahan). Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggungan Kontraktor. 2. 4. 7.3.50 meter satu sama lain. kecuali dikehendaki lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Letak dan jumlah patokan dasar ditentukan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya (waterpas). Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat-alat waterpas/theodolith yang ketepatannya dapat dipertanggung-jawabkan. Papan dasar pelaksanaan dipasang pada patok kayu semutu Meranti Merah ukuran (5/7 cm). Kontraktor wajib membuat Shop Drawing dahulu sesuai keadaan lapangan. lebar 20 cm. . Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian tanah. 6. letak pohon. Papan dasar pelaksanaan dipasang sejauh 100 cm dari sisi luar galian tanah pondasi. Papan dasar pelaksanaan/bouwplank dibuat dari kayu semutu Meranti atau spesies lain yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 4. 4. dengan ukuran tebal 3 cm. I.B. Papan Dasar Pelaksanaan (Bouwplank) 1. Tinggi sisi atas papan patok ukur harus sama satu dengan lainnya.

Untuk menjaga ketertiban maka para pekerja diharuskan menggunakan tanda pengenal pada bagian badan yang mudah terlihat oleh petugas keamanan yang sedang bertugas. milik Pengawas/Direksi Pekerjaan. I. Semua „bouwkeet‟ perlengkapan rekanan Pemborong dan sebagainya. 4. buku harian. Untuk kepentingan pelaksanaan pekerjaan selama proyek berlangsung. ruang rapat. Keamanan Proyek 1. 2. ruang penjaga.6. dan semua perijinan untuk pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor. Kontraktor harus bisa menempatkan petugas keamanan selama 24 jam penuh setiap hari yang dibagi dalam 3 gelombang waktu bekerja (shift). ruang pelaksana. Pemborong harus menyediakan antara lain: 1. Bangunan tersebut berfungsi atau digunakan sebagai gudang. dan harus melakukan pemeriksaan pengamanan setiap hari setelah selesai pekerjaan. Rekanan harus pula menyediakan ruangan untuk keperluan Pengawas dengan perlengkapan papan tulis. serta buku catatan harian pengawasan seperlunya. 6. Untuk perlengkapan Direksi. meja dan kursi. dapur kecil dan KM/WC. . 3. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan termasuk tanggungan Kontraktor. Pengadaan fasilitas penerangan termasuk instalasi dan armateur stop kontak serta sakelar / panel. serta pengadaan dan pemasangan pipa distribusi air tersebut bagi keperluan pelaksanaan pekerjaan termasuk keperluan Kantor Direksi Pekerjaan. Semua biaya menjadi beban Pemborong. Kontraktor harus bisa menjamin keamanan proyek baik untuk barang-barang Kontraktor. 2. 3. kamar mandi/wc atau tempattempat lain yang dianggap perlu. Pengadaan penerangan dapat diperoleh dari sambungan PLN atau dengan Generator set. serta menjaga keutuhan bangunan-bangunan yang ada dari gangguan para pekerja ataupun kerusakan akibat pelaksanaan pekerjaan. I. Sarana Air Kerja dan Penerangan 1. pada waktu selesainya pekerjaan harus dibongkar dan harus disingkirkan dari tapak/lokasi. pemborong harus membuat “direksi keet” ukuran 32 m² atau disesuaikan kebutuhan dengan konstruksi yang disetujui oleh Pengawas Lapangan. Direksi Keet Untuk pembangunan proyek ini. baik yang berasal dari PAM atau sumber lain. Peralatan obat-obatan I. air minum untuk pekerja dan air kamar mandi/WC selama berlangsungnya proyek. Kontraktor harus memperhitungkan biaya penyediaan air bersih guna keperluan air kerja. ruang tamu.7. Air yang dimaksud adalah air bersih. I. Kontraktor juga harus menyediakan Sumber Tenaga Listrik untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan.Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. ruang gambar. Penyediaan penerangan/Tenaga listrik berlangsung selama 24 jam penuh dalam sehari. kantor pelaksana. Pembongkaran bangunan sementara tersebut hanya dengan persetujuan Pimpinan Proyek atau Pengawas. kebutuhan kantor Direksi Pekerjaan dan penerangan proyek pada malam hari sebagai keamanan selama proyek berlangsung.5. dan semua bangunan eksisting yang terganggu harus diperbaiki. Bangunan Sementara (Bouwkeet) Pemborong harus menyediakan dan mendirikan bangunan sementara untuk gudang penyimpanan dan perlindungan bahan bangunan dengan.4.

I. dll. Buku direksi untuk mencatat semua instruksi dari Direksi Pekerjaan 11. lampu-lampu. Barang-barang tersebut diatas tetap milik Kontraktor dan harus dikeluarkan dari lokasi proyek apabila bangunan telah selesai. I. Dan semua biaya dibebankan pada Pemborong. Alat Komunikasi dan Transportasi 12. yang lebarnya disesuaikan kebutuhan Pemborong. Kontraktor diwajibkan untuk menyediakan konsumsi dalam pertemuan-pertemuan rutin atau tamu-tamu Pemberi Tugas yang mempunyai kepentingan dengan proyek dan semua biaya dibebankan pada Pemborong. Pemadam Kebakaran 1.10. Kebutuhan konsumsi sederhana untuk rapat lapangan/Direksi. 2. dapur kecil. 9. serta 1 kendaraan roda empat untuk keperluan transportasi Pengawas. Pada tiap lantai bangunan dengan radius 50 m disediakan 1 unit tabung pemadam kebakaran demikian juga untuk Direksi Pekerjaan keet kantor Kontraktor dan gudang penyimpanan. 6. Pada daerah-daerah tertentu sesuai petunjuk Pengawas. Untuk melancarkan jalannya proyek maka Kontraktor diwajibkan menyediakan 1 kendaraan roda empat untuk keperluan transportasi Kontraktor dalam pengangkutan barang-barang kantor misalnya pengangkutan benda-benda uji dan lain-lain atau untuk persediaan apabila terjadi keperluan yang sangat mendadak. Pagar kerja ini terbuat dengan konstruksi : 1. sesuai kebutuhan dan kepentingan proyek. Sebelum melaksanakan pekerjaan apapun. Bagian luar pagar ditutup seng gelombang warna BJLS 40 yang dipasang vertikal dengan konstruksi rangka dan paku payung.9. Perlengkapan kebutuhan KM/WC. 4.2. Tinggi kayu yang kelihatan minimal 2. 7. Helm Semua peralatan dalam Direksi Keet harus baru dan layak dipakai.11. Untuk memudahkan komunikasi dengan pihak-pihak yang terkait Kontraktor wajib mengadakan alat komunikasi 13. 3. jaket. Pagar Pengaman Proyek. Selama pelaksanaan pekerjaan Kontraktor harus menyiapkan alat pemadam kebakaran yang dapat digunakan untuk memadam api akibat listrik. . 8. Untuk perangkai tiang satu dengan lainnya. 2. Sarana penerangan listrik. Peralatan meja dan kursi untuk rapat. 5. Tiang kayu bulat (dolken) ditanam sedalam 60 cm dan dicor dengan campuran 1 pc : 3 ps pada setiap jarak 3 m. Pemborong harus membuat/memasang pagar pengaman sebagai batas antara daerah proyek dan daerah umum. dengan biaya dibebankan pada Pemborong. bawah dan tengah. I. Peralatan keselamatan kerja : topi.8. 5. Perabot meja dan kursi gambar. 3. digunakan 3 deret kayu meranti merah 5/7 yang dipasang horisontal sejajar atas. 14. 10. minyak dan gas dengan kapasitas 7 kg. dll. sepatu. Meja/rak untuk menyimpan barang-barang contoh.40 m dari muka tanah. Jalan masuk ke tempat pekerjaan yang telah ditentukan harus diadakan oleh rekanan bila diperlukan. 4. wastafel. I. dll. Peralatan tulis dan papan tulis. diberi pintu untuk kepentingan proyek.

Kontraktor harus membuat los kerja dan bangunan untuk tempat istirahat dan tempat sholat bagi para pekerja.I. maka rekanan (Pemborong) harus menyediakan sendiri. .14.13.12. I. terlindung dari pengaruh panas atau hujan yang dapat menghambat kelancaran pekerjaan. Los kerja merupakan bangunan yang cukup memadai untuk bekerja bagi tukang/pekerja yang mempunyai kondisi cukup baik. 2. air dan transportasi pelaksanaan agar dipersiapkan dengan baik dan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Pembuatan Los Kerja dan Tempat Istirahat 1. I. Bila pihak sekolah tidak dapat memenuhi. Sambungan listrik. Pemborong harus menyediakan WC untuk pekerja maupun karyawannya.

. Koral Beton/Split Digunakan koral yang bersih.Peraturan-peraturan/standard setempat yang biasa dipakai .C. Semen Portland Memakai Semen Portland Merk Semen Gresik. PEKERJAAN ARSITEKTUR I. asam. tidak berpori serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat PBI 1988. rabat beton. NI-5. Holcim atau Semen Tiga Roda atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan harus memenuhi NI-8. 5. Penyimpanan semen Portland harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban. 4. NI-2 . NI-8 .Peraturan Semen Portland Indonesia 1972. 3. Pengendalian pekerjaan ini harus sesuai dengan : . peralatan dan alat.Ketentuan-ketentuan Umum untuk pelaksanaan Pemborongan Pekerjaan Umum (AV) No. U-39 untuk Ø > 12 mm. untuk mencapai hasil yang baik dan sempurna. I. 2.2.Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961. . bermutu baik.9 . Penampang besi harus bulat serta memenuhi persyaratan NI-2 (PBI 1988). A i r Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak.alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan seperti dinyatakan dalam gambar.1. dan harus memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang dicantumkan dalam PBI 1988. Besi harus bersih dari lapisan minyak/lemak dan bebas dari cacat seperti serpih-serpih. 2. Bila dipandang perlu Kontraktor diwajibkan untuk memeriksa mutu besi beton ke laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor.Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat . bahan-bahan. Menyediakan tenaga kerja. lantai kerja dan semua pekerjaan beton yang bukan struktur. hingga kedua bahan tersebut dijamin menghasilkan perbandingan adukan beton yang tepat. lumpur dan sebagainya.Peraturan-peraturan Beton Bertulang Indonesia 1988. alkali dan bahan-bahan organik/bahan lain yang dapat merusak beton dan harus memenuhi NI-3 pasal 10. Pasir Beton Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-bahan organik. Besi Beton Digunakan mutu U-24 untuk Ø < 12 mm. PEKERJAAN BETON NON STRUKTURAL I. bebas dari air dengan lantai terangkat dari tanah dan ditumpukkan sesuai dengan syarat penumpukan semen. Lingkup Pekerjaan 1. Semen yang telah mengeras sebagian/seluruhnya tidak dibenarkan untuk digunakan. Apabila dipandang perlu Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dapat minta kepada Kontraktor supaya air yang dipakai diperiksa di laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor. seperti yang ditunjukkan pada gambar. Pekerjaan ini meliputi kolom praktis. Penyimpanan/ penimbunan pasir dan koral beton harus dipisahkan satu dari yang lain. Persyaratan Bahan 1.

3.Cara pengadukan beton harus menggunakan beton molen.Tulangan beton harus diikat dengan kuat untuk menjamin agar besi tersebut tidak berubah tempat selama pengecoran. maka tempat perhentian tersebut harus disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Beton harus dilindungi dari pengaruh panas. . Pekerjaan Bekisting . Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan. 1457 . Cara Pengadukan . Kawat pengikat besi beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-2 (PBI tahun 1988).Bekisting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan dan atau diperlukan dalam gambar.Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Direksi Pekerjaan. potongan kayu. . sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton.American Society for Testing and Material (ASTM) 9. pemeriksaan ukuran-ukuran dan ketinggian.Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan pada hari berikutnya. . Pembesian . . sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan kedudukannya selama pengecoran dilakukan. .Pembuatan tulangan-tulangan untuk batang lurus atau yang dibengkokkan. sambungan kaitkait dan pembuatan sengkang (ring).Kontraktor diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan dengan membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai jenuh. permukaannya licin. pasir dan koral harus disetujui terlebih dahulu oleh konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan. .Takaran perbandingan untuk Semen Portland. Mutu Beton Mutu beton yang dicapai dalam pekerjaan beton bertulang adalah K-250 dan harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam SKSNI.3.Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 5. tanah/lumpur dan sebagainya. diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0.Pengecoran harus dilakukan dengan sebaik mungkin dengan menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti keropos dan rongga-rongga koral/split yang dapat memperlemah konstruksi. dan harus bebas dari papan acuan atau lantai kerja dengan memasang selimut beton sesuai dengan ketentuan dalam SKSNI. persyaratannya harus sesuai dengan SKSNI. I. American Concrete Institute (ACI) 6. Kawat Pengikat Kawat pengikat besi beton/rangka adalah dari baja lunak dan tidak disepuh seng. . pemeriksaan penulangan dan penempatan penahan jarak. . 4. Syarat – syarat Pelaksanaan 1. hingga tidak terjadi penguapan cepat. .Besi beton yang tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari lapangan kerja dalam waktu 24 jam setelah ada perintah tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Bekisting harus rapat (tidak bocor). . bebas dari kotoran-kotoran (tahi gergaji). 2. Pengecoran Beton .40 mm.Bekisting harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan. harus diperhatikan dan dipersiapkan.tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara No. .Pemasangan dan penggunaan tulangan beton harus sesuai dengan gambar konstruksi. .

Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan Bahan . . Tenaga pelaksana dari Kontraktor harus yang memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam dokumen lelang. akan dipakai sebagai standar/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Kontraktor ke.Mutu beton tersebut harus dibuktikan oleh Kontraktor dengan mengambil benda uji berupa kubus/silinder yang ukurannya sesuai dengan syarat-syarat/ketentuan dalam SKSNI. 10.Sebelum dilaksanakan pemasangan. PC untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/ Direksi Pekerjaan. 9.Kontraktor harus menempatkan tenaga ahli di lapangan yang setiap saat diperlukan untuk dapat berdiskusi dan dapat membuat keputusan administratif. . Pekerjaan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting hanya boleh dilakukan dengan ijin tertulis dari Konsultan Pengawas dan Diieksi Pengawas.Kontraktor mengikuti kontrak-kontrak yang akan disusun ke. baik mengenai hal-hal pembayaran maupun hal teknis dan non teknis lainnya.Pelaksanaan/Kontraktor bertanggung jawab atas kesempurnaan pekerjaannya sampai dengan saat-saat penyerahan (selesai). kering. Kontraktor harus memberikan contoh-contoh material misalnya: besi. tidak lembab dan bersih sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan pabrik pembuat bahan tersebut.Setiap pengiriman bahan. . . maka Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menyuruh kontraktor untuk membongkar dan mengganti dengan bahan atau material yang telah disetujui. 7.Kontraktor harus mengikuti semua peraturan. .mudian dengan pemilik. Contoh Bahan . Setelah bekisting dibuka.Sebelum pelaksanaan pekerjaan.Apabila bahan atau material yang didatangkan tidak mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.. . maka kontraktor tidak boleh menggunakan bahan tersebut untuk keperluan pekerjaan. .Pekerjaan harus dilakukan oleh tenaga-tenaga ahli pada bidangnya. Kontraktor diwajibkan untuk memberikan pada Direksi Pekerjaan "Test Certificate" bahan besi dari produsen/pabrik. .Kontraktor bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan penyimpanan. Pengujian Mutu Pekerjaan . .6.Apabila kontraktor tetap menggunakan bahan atau material yang tidak disetujui tersebut. . maka Kontraktor harus melakukan pengujian atas besi/kubus beton di laboratorium yang akan ditunjuk kemudian. . pasir.Contoh-contoh bahan yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. . 8. Kontraktor dan Kualifikasi Pelaksanaan/Kontraktor . baik yang terdapat pada Uraian dan syaratsyarat maupun yang tercantum dalam gambar-gambar atau peraturan yang berlaku baik didalam negeri maupun luar negeri yang diberlakukan.Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan tidak cacad. Kontraktor wajib menggantinya atas beban Kontraktor.Bila tidak ada "Test Certificate". Beberapa bahan tertentu harus masih di dalam kotak/kemasan aslinya yang masih tersegel dan berlabel pabriknya.tempat pekerjaan. Bila ada kerusakan. kontraktor harus mendapat persetujuan tertulis berupa Reques bahan dan material dari konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. tidak diijinkan mengadakan perubahan apapun pada permukaan beton tanpa persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung dan tertutup. koral.Tempat penyimpanan harus mencukupi bagi bahan yang ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya. . .

menjadi tanggung jawab Kontraktor. sebelum memulai pekerjaan beton. Pasir harus bersih.Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3 x 24 jam setelah pengecoran. Semen PC : hasil produksi lokal merk Semen Gresik.Beton dilindungi dari kemungkinan cacad yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain. Pelaksanaan beton rabat dilaksanakan juga di lantai dasar sebelum pemasangan penutup lantai keramik dengan tebal 5 cm pada seluruh lantai bangunan gedung. Jumlah dan frekwensi pembuatan kubus beton serta ketentuan-ketentuan lainnya sesuai SKSNI. Air yang digunakan haruslah air bersih yang bebas dari bahan-bahan yang merusak misalnya minyak.Bahan-bahan a. . dan tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% d. .Pelaksanaan a. c. . Semen Holcim atau merk lain sesuai syarat-syarat ini yang telah mendapat persetujuan Pengawas dan tidak boleh memakai semen PC yang telah mengeras. tebal 5 cm atau sesuai dengan gambar perencanaan dan dilaksanakan pada seluruh lantai kerja pondasi poer dan sloof. . Kontraktor harus menyediakan air kerja ini atas biaya sendiri. 11. bebas dari kotoran. b. Kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan.Ruang Lingkup Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan lantai kerja.Bagian beton setelah dicor selama dalam pengerasan harus selalu dibasahi dengan air terus menerus selama 1 (satu) minggu atau lebih (sesuai ketentuan dalam PBI-1988). Kerikil harus kasar dan keras tidak berpori .Pembuatannya harus disaksikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan yang akan ditunjuk.Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian bahan tersebut. Seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor. .Kontraktor diwajibkan membuat "Trial Mix" terlebih dahulu. . asam dan unsur organik lainnya.Bila terjadi kerusakan. b. Pekerjaan Beton Rabat Dan Lantai Kerja. 12. . Beton rabat adalah campuran 1 pc : 3 ps : 6 kr. Semen Tiga Roda. lantai dasar sebelum pemasangan keramik dan tempat lain yang telah ditunjukkan didalam gambar .Hasil pengujian dari laboratorium diserahkan kepada Direksi Pekerjaan secepatnya. Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan . .

II. Batu bata/batu merah yang digunakan ukuran 5 x 12 x 22 cm dengan mutu terbaik. Semen Tiga Roda. kecuali pasangan batu bata semen trasram/rapat air.II. Seluruh dinding dari pasangan batu bata/bata merah. terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Dinding batu bata yang akan diplester minimal telah berumur 7 hari dan harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar dibersihkan sebelum diplester. jarak antara kolom satu dengan yang lain dibuat maksimal 3 (tiga) meter. setiap tahap maksimum 24 lapis perharinya. 6.24 7. 5. Bidang dinding batu bata tebal 1/2 batu yang luasnya maksimal 12 m2 harus ditambahkan kolom praktis dan balok penguat praktis dengan kolom ukuran 12 x 12 cm. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap. Pasangan ini digunakan untuk sekeliling dinding ruang-ruang basah serta pasangan batu bata dibawah permukaan tanah jika ada. 2. 8. Untuk dinding semen trasram/rapat air dengan adukan campuran 1 Pc : 3 Ps. yakni pada dinding dari atas permukaan sloof sampai elevasi + 0.1. 4. bahan-bahan. PEKERJAAN DINDING II. dari tulangan pokok 4 diameter 8 mm. beugel diameter 6 mm jarak 15 cm baik untuk tumpuan maupun untuk lapangan. 2. Batu bata yang dipasang adalah dari mutu terbaik. Dengan mutu besi U . Persyaratan Bahan 1.3. Pekerjaan Dinding Batu Bata II. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. sama warna serta disetujui Direksi . Bahan-bahan yang digunakan sebelum dipasang.dengan aduk campuran 1 Pc : 5 Ps.1. Pelubangan akibat pembuatan perancah pada pasangan bata merah sama sekali tidak diperkenankan.2. Syarat-syarat batu bata harus memenuhi ketentuan-ketentuan dalam NI-10. siku dan sama ukuran. II. Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton harus . Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Perencana/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8.50 cm di atas permukaan lantai setempat. tidak mengandung lumpur/ minyak/asam basa serta memenuhi PUBI-1982 Pasal 9. Syarat-syarat Pelaksanaan 1.1.1. Semen Portland yang digunakan adalah merk Semen Gresik. Urinoir dan Wastafel tinggi dinding trasram adalah 200 cm dari lantai sesuai dengan yang tercantum didalam gambar. Untuk daerah KM/WC. 5. 2. serta diikuti dengan cor kolom praktis. peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Pasir aduk harus memenuhi NI-3 Pasal 14 ayat 2.1. 3. 3. Sebelum digunakan. Air untuk adukan pasangan. harus air yang bersih. batu bata harus direndam air dalam bak atau drum hingga jenuh. produk lokal dan yang disetujui Direksi . Lingkup Pekerjaan 1. 4.

5. Untuk pasangan setengah batu yang luasnya lebih besar dari 12 meter persegi tanpa adanya pertemuan dinding apabila tidak tegambar harus dipasang kolom praktis dari beton dengan mutu beton K – 175. Pelaksanaan pasangan harus cermat.4. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pelaksanaan. 4.5 cm (sebelum diaci/diplester). Syarat-Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. .1. 4. Pemborong harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan. 13. 10. 2. sambungan satu dengan lainnya rapih. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah lebih dari dua atau lebih. sesuai dengan yang tercantum dalam RKS. Hasil pemasangan pasangan dinding. Pelaksanaan dinding. kecuali bila satu dan lain hal ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. harus rata. Pasangan dinding batu bata tebal 1/2 batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm setelah diplester (lengkap acian) pada kedua belah sisinya. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. harus lurus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai yang ada disekitarnya. Pasangan batu bata semen trasram bawah permukaan tanah/lantai harus diberi pen dengan adukan 1 Pc : 3 Ps. permukaan rata tidak bergelombang. Adapun toleransi terhadap as dinding yang diizinkan maksimal 1cm (sebelum diaci/diplester). II. diberi penguat stek-stek besi beton diameter 10 mm jarak 75 cm. 11.kurangnya 30 cm. Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa hingga tak mengganggu pekerjaan finishing lainnya.1. Syarat Penerimaan 1. yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang tertanam dalam pasangan bata sekurang.9. 3. 14. II. Hasil akhir harus konstruktip yang kokoh. rapi dan benar-benar tegak lurus terhadap lantai serta merupakan bidang rata. Pada ambang atas kusen dipasang balok praktis atau balok latei dengan ukuran 10 x 15 cm dengan tulangan utama 4 diameter 8 dan sengkang dia. Penyelesaian hubungan dinding dengan perkerjaan finishing lainnya harus rapih. 2. 8-200 dengan mutu beton K175. Biaya yang diadakan untuk pengamanan hasil pekerjaan ini menjadi tanggung jawab Pemborong. 12. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat. 5. Pasangan batu bata dapat diterima/diserahkan apabila deviasi bidang pada arah diagonal dinding seluas 9 m2 tidak lebih dari 0. Pengamanan Pemborong wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan untuk dapat dihindarkan dari kerusakan. 3. Toleransi kemiringan untuk penerimaan pasangan dinding adalah 1 mm/m2 luas permukaan bidang kerja.

Kontraktor harus segera melaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 3. bahan-bahan. 2. Pekerjaan plester dilakukan setelah pasangan bata cukup kuat minimum 7 hari setelah selesai pemasangan. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan.2. Sebelum memulai pekerjaan. harus bermutu baik dari jenisnya dan di setujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh plesteran dinding batu bata bagian dalam dan bagian luar bangunan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan pengarahan Konsultan Pengawas dilapangan . 7.2. Semen Tiga Roda. Semua bahan sebelum di kerjakan harus ditunjukkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan.2. Semen Portland yang di kirim ke proyek lapangan harus dalam keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih disegel dan berlabel pabriknya. Tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan. kecuali pada dinding batu bata transram/rapat air. dan bersih. Seluruh plesteran dinding batu bata dengan aduk campuran 1 Pc : 5 Ps. Persyaratan Bahan 1. Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 dan PUBI 1982.2. Pekerjaan Plesteran Dinding II. 5. 9. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Bahan harus disimpan di tempat yang kering. II. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar. dalam keadaan utuh dan tidak ada cacat.0 mm. Pasir pasang yang di gunakan harus di ayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang dipersyaratkan. 10. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja. Semen Portland yang digunakan adalah Semen Gresik.Campuran (aggregate) untuk plester harus dipilih yang benar-benar bersih dan bebas dari segala macam kotoran.1. harus bersih dan melalui ayakan 1. berventilasi baik. Pada dinding batu bata trasram/rapat air di plester dengan aduk campuran 1PC : 3 PS (yang dilakukan pada sekeliling kamar mandi. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan di atas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini.2. Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10 . lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. 2. terlindung. 8. 4. spesifikasi dan lainnya.6 . Material yang tidak disetujui harus diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan. II. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. dan dilindungi sesuai dengan jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik. 3. dan bagian-bagian yang ditentukan/disyaratkan dalam detail gambar serta atas petunjuk Direksi).3. Lingkup Pekerjaan 1. WC. 6.2. Kontraktor diharuskan memeriksa site/lapangan yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan. bertuliskan type dan tingkatannya. sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2.II. .

11. Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran pada bagian yang diijinkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 12. Plesteran halus (acian) digunakan campuran PC dan air sampai mendapatkan campuran yang homogen, acian dapat dikerjakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul). 13. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tibatiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan penutup yang bisa mencegah penyerapan air secara cepat. 14. Kontraktor wajib memperbaiki/mengulang/mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan (dan masa garansi), atas biaya Kontraktor selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemilik/ Pemakai. II.2.4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan: 1. Pemborongan wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat. Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. 2. Kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pelaksanaan, maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Pengamanan Pemborong wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan untuk dapat dihindarkan dari kerusakaan. Biaya yang diadakan untuk pengamanan hasil pekerjaan ini menjadi tanggung jawab pemborong. II.2.5. Syarat Penerimaan 1. Pemborong harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan; sesuai dengan ketentuan perencanaan serta persetujuan dari konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan 2. Hasil pemasangan pasangan, plester dan acian harus lurus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai yang ada disekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang. Toleransi kemiringan untuk penerimaan pasangan dinding : 1 mm/m2 permukaan bidang kerja. 3. Pelaksanaan plesteran harus rata, sambungan satu dengan lainnya rapih, melekat dengan baik pada pasangan bata. 4. Hasil akhir tanpa cacat dan merupakan satu kesatuan konstruktip yang kokoh. Penyelesaian hubungan dinding panel dengan pekerjaan finishing lainnya harus rapih. II.3. Pekerjaan Dinding Keramik II.3.1. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, hingga dapat diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan dinding keramik tile ini dilakukan pada ruangan atau seluruh bidang yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar (bila ada) dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas dan Direksi Pekerjaan.

II.3.2. Persyaratan Bahan 1. Jenis

2.

3. 4. 5. 6.

7. 8. 9.

10. 11.

Keramik Tile Keramik tile buatan dalam negeri yang disetujui Konsultan Pengawas dan atau Direksi. Warna : Warna yang ditentukan harus sesuai dengan ketentuan perencana / sesuai gambar atau setelah diputuskan bersama dalam rapat direksi. Merk : Roman tile, Asia Tile. Mutu : Tingkat I (satu) Bahan pengisi : Grout semen berwarna Bahan perekat : Adukan spesi 1 PC : 3 pasir diberi bahan tambahan penguat berupa bahan perekat untuk meningkatkan kekedapan terhadap air dan menambah daya lekat dengan jumlah pengunaan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat bahan perekat tersebut. Ukuran : 20 x 25 cm atau ditentukan dalam gambar perencana dengan pola pemasangan sesuai detail gambar. Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai peraturan-peraturan ASTM, NI-19, PUBI 1982 pasal 31 dan SII - 0023-81. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8, pasir harus memenuhi PUBI 1982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat- syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Untuk bahan pengisi/grouting dan bahan perekat dilengkapi sertifikat produk dari pabrik sebagai bukti penggunaan produk tersebut pada pelaksanaan dilapangan, dengan campuran sesuai dengan ketentuan pabrik.

:

II.3.3. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor diwajibkan membuat gambar dari pola keramik yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak cacat dan tidak bernoda. 3. Adukan pengikat dengan campuran 1PC : 3 pasir dan di tambah bahan perekat seperti yang telah disyaratkan dan harus terpasang merata di bawah permukaan keramik. 4. Bidang permukaan pasangan dinding keramik, harus benar-benar rata. 5. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar), harus sama lebar maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm, atau sesuai detail gambar serta petunjuk Direksi, yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. 6. Siar-siar di isi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan persyaratan bahan, warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya. 7. Pemotongan unit-unit keramik tiles harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. 8. Keramik yang sudah terpasang harus di bersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik, hingga betul-betul bersih.

9. Diperhatikan adanya pola tali air yang dijumpai pada permukaan pasangan dinding atau hal-hal lain seperti yang ditunjukkan dalam gambar. 10. Sebelum keramik dipasang, terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. 11. Pingulan pasangan keramik harus di lakukan dengan alat gurinda, sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang sempurna. 12. Keramik yang terpasang harus di hindarkan dari pengaruh pekerjaan lain selama 3 x 24 jam dan di lindungi dari kemungkinan cacat pada permukaannya. II.3.4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan dinding keramik yang rusak. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. 2. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan, maka Pemborong Wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Pengamanan 1. Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan terhadap kerusakan-kerusakan. Selama 7 x 24 jam sesudah pekerjaan dinding keramik selesai terpasang, permukaanya dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain dan dilindungi terhadap kemungkinan cacat pada permukannya. 2. Untuk pemeliharaan, Pemborong harus menyediakan bahan keramik yang sama sebanyak 0,1% dari jumlah terpasang untuk diserahkan pada Pemberi Tugas. Biaya pengadaan sudah termasuk dalam penawaran. II.3.5. Standar Penerimaan 1. Pemborong memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan; sesuai dengan pengarahan serta persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Pelaksanaan pekerjaan dinding keramik harus dipasang rata pada seluruh permukaan tidak bergelombang, warnanya seragam serta tidak cacat/tidak bernoda. 3. Tolerasi rata permukaan yang dapat diterima adalah 1 mm/m2. 4. Pemborong wajib menyerahkan keramik tile sejumlah 0,1% dari jumlah yang terpasang kepada Pemberi Tugas, dinyatakan dengan surat Penyerahan material. III. PEKERJAAN LANTAI III.1. Pekerjaan Sub Lantai III.1.1. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan sub lantai ini dilakukan dibawah lapisan lantai pada finishing lantai dengan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan Instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.

III. bahan-bahan. supaya diperhatikan mengenai kemiringan sesuai yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 6. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Kecuali pada lantai ruanganruangan yang disyaratkan dengan kemiringan tertentu.1. maka lapisan pasir urug dibawahnya harus sudah dikerjakan dengan sempurna (telah dipadatkan sesuai persyaratan).2. 2.1.8). Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan persyaratan : PBI 1971 (NI-2) PUBI 1982 dan (NI. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. SII 0013-81 dan ASTM C 150-78A. 3. a. Pasir beton yang digunakan harus memenuhi PUBI 82 pasal 11 dan SII 0404-80.III. 5. Bahan-bahan yang dipakai sebelum digunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh-contohnya. Semen Portland yang digunakan adalah Semen Gresik. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini hingga tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 4.2. 3. pasir beton dan krikil atau split dengan perbandingan 1 Pc : 3 Ps : 6 Kr. Semen Tiga Roda. Untuk pasangan sub lantai yang langsung di atas tanah. tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian dalam pekerjaan ini. AFNOR P18-303 dan NZS-3121/1974. Jenis : 2. 2. Warna : Keramik Tile Keramik buatan dalam negeri yang sesuai dengan yang termasuk pada daftar material dan disetujui Direksi .2. harus baru. 2. 5.2. Kerikil/split harus memenuhi PUBI 82 pasal 12 dan SII 0079-79/0087-75/ 0075-75. kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui Direksi. 4. Tebal lapisan sub lantai adalah 7 cm untuk daerah lantai bangunan/disyaratkan dan atas petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Permukaan lapisan sub lantai dibuat rata/waterpas. Lingkup Pekerjaan 1. Persyaratan Bahan 1. rata permukaannya dan telah mempunyai daya dukung maksimal. III. untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. Material lain yang tidak ditentukan dalam persyaratan di atas.3.1. Pekerjaan Lantai (Keramik Tile) III. Pekerjaan sub lantai merupakan campuran antara PC. Air harus memenuhi persyaratan yang memenuhi dalam PUBI 82 pasal 9. Pekerjaan lantai dan plint keramik dari masing-masing jenis dan ukuran ini dilakukan pada ruang yang disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Persyaratan Bahan 1. Untuk masing-masing warna harus seragam . III. Syarat-syarat Pelaksanaan 1.

yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya. atau segala ukuran yang tertera pada gambar / ketentuan Konsultan Perencana. 5. adukan harus terpasang merata di bawah permukaan keramik. 10. Kontraktor di wajibkan membuat shop drawing dari pola keramik yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Untuk bahan pengisi/grouting dan bahan perekat dilengkapi sertifikat produk dari pabrik sebagai bukti penggunaan produk tersebut pada pelaksanaan dilapangan. pasir harus memenuhi PUBI 982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9. . 9. tidak cacat dan tidak bernoda. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik. 2.2. NI-19. 3. Siar-siar di isi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan/persyaratan. Bahan pengisi : Grout/ pengisi semen berwarna Bahan perekat : Adukan spesi 1 PC : 3 pasir diberi bahan tambahan penguat berupa bahan perekat untuk meningkatkan kekedapan terhadap air dan menambah daya lekat dengan jumlah pengunaan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat bahan perekat tersebut. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benarbenar rata. harus sama lebar maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm. III. Warna yang tidak seragam harus diganti/dibongkar. atau sesuai detail gambar serta Direksi.3. Pola pemasangan sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar). tidak retak. 4. untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. 4. 7. warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya. Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. Dipasang sebagai finishing lantai pada seluruh detail yang ditunjukan/ disebutkan dalam gambar. 6. PUBI 1982 pasal 31 dan SII-0023-81. Merk : Roman Tile. Adukan pengikat dengan campuran 1 PC : 3 pasir dan di tambah bahan perekat seperti yang disyaratkan. Sebelum pekerjaan dimulai. Asia Tile. 5. 6. Mutu : Tingkat I (satu) Ukuran/jenis dan pemakaian : 40 x 40 cm untuk lantai gedung dan teras sedang untuk KM Ukuran 30 x 30 cm untuk KM/WC bagian luas dan 20 x 20 cm untuk bagian dalam. b. 8.3. Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai dengan peraturan-peraturan ASTM.

11.2. 4. dinyatakan dengan Surat Penyerahan Material. Keramik yang sudah terpasang harus di bersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. kecuali kemiringan lantai pada permukaan lantai toilet/ruang wudhu yang harus dibuat miring permukaan lantainya ke arah floor drain (sesuai gambar rancangan). 10. Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan terhadap kerusakan-kerusakan Selama 3 x 24 jam sesudah pekerjaan lantai keramik selesai terpasang. Untuk pemeliharaan. kemudian kedalam nat selebar 1 cm tersebut dimasukkan grouting dari silikon rubber sealant dengan warna yang sama dengan warna grouting nat. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. 2. 3. sebelum perkerjaan di mulai. warnanya seragam serta tidak cacat/tidak bernoda. 2. permukaannya dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain dan dilindungi terhadap kemungkinan cacat pada permukaannya. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan.5. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Standar Penerimaan 1. sesuai dengan pengarahan serta persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Biaya pengadaan sudah termasuk dalam penawaran. pasangan ubin harus diberi nat selebar 1 cm. Pelaksanaan pekerjaan lantai keramik harus dipasang rata (water pass) pada permukaan peilnya datar.7. III. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan lantai keramik yang rusak. terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. Pemborong wajib menyerahkan keramik tile sejumlah 0. Sebelum keramik di pasang.1% dari jumlah yang terpasang kepada Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. tidak bergelombang.4. hingga betul-betul bersih.2. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. 2. . maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 9. Pemborong harus menyediakan bahan keramik yang sama sebanyak 0. Pemborong memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan 8.1% dari jumlah terpasang untuk diserahkan pada Pemberi Tugas. Toleransi kemiringan untuk permukaan yang dapat diterima adalah 1 mm/m2. III. Pengamanan 1.Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Tepat diatas delatasi sub lantai.

Pekerjaan kusen harus dilaksanakan sesuai dengan ukuran-ukuran yang ada dalam gambar 5. atau yang sejenis dan setara.1. 4. siku. 5. Pekerjaan Kusen Aluminium. Biaya pengadaan mock-up menjadi .2. 7. Daun Jendela dan Daun Pintu IV. dan baik. Pekerjaan kusen dan daun-daun pintu & jendela harus dilaksanakan dengan halus. dengan sistem YF-100 / 70-E. Semua frame kusen. Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen dan daun pintu. Pintu dan jendela dibuat dalam beberapa tipe sesuai dengan gambar rencana. 6.2 – 1.1..1. di-finish silver natural. Bahan : Profil aluminium Merk YKK. bila terdapat kelainan bentuk antara gambar dan gambar detail Pemborong harus melaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. bahan-bahan. untuk sebagian tipe kusen yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. berdasarkan petunjuk pabrik.1.1. PEKERJAAN KUSEN.3.1. jendela serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 9. produksi dalam negeri produk Asahi Mas. sebelum perkerjaan di mulai. Rangka daun pintu dan daun jendela dibuat dari aluminium ukuran-ukuran untuk ambang daun pintu dan jendela sesuai gambar dan harus disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. rapi. penyetelan dan pemasangan kusen aluminium harus dilaksanakan oleh ahli dalam bidangnya. finishing melamine. 2. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. Persyaratan bahan 1. Pemasangan kaca pada bingkai aluminium harus menggunakan seal berupa alur karet yang harus terjamin tidak bocor/tembus air. peralatan dan alatalat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan. 2. IV. 2. Sebelum memulai pelaksanaan Kontraktor iwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil lubang dan membuat contoh jadi dengan skala gambar 1 : 1. Semua kusen pintu dan jendela dibuat dari aluminium ukuran sesuai gambar dan dilapisi seal dari karet mengelilingi kusen pintu dan jendela.2 . Ketepatan ukuran didasarkan pada hasil pengukuran di tempat pekerjaan. Frame terdiri dari Aluminium tebal 1. kaca tebal 5 mm.IV.5 mm 3. hingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. IV. Indalex. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Daun pintu double teakwood dengan rangka kayu kamper. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Tebal profil : 1. jendela dan pintu dikerjakan dengan teliti sesuai ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan.5 mm produk YKK. 8. Indalex. 3. Seluruh pekerjaan pembuatan. 4. Lingkup pekerjaan 1. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. PINTU & JENDELA IV.

tanggungan pemborong. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini.2. gilas dan pengambangan (Float glass). Syarat Penerimaan Penerimaan pekerjaan ini dapat dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1.1. Perbaikan dilaksanakan sesuai pengarahan Direksi. Toleransi lebar dan panjang.bahan.2. dan merupakan satu kesatuan dengan jenis pintu yang telah ditetapkan pada gambar rancangan dan spesifikasi bahan. Kesikuan Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta tepi potongan .1. Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik.4. sampai hasil pekerjaan diterima dengan baik (Serah Terima II). Hasil pekerjaan kosen yang dipasang harus tepat pada posisinya rapat satu sama lainnya. Bahan-bahan perlindungan dilaksanakan sesuai ketentuan yang ditetapkan pada persyaratan bahan dan persyaratan lain (sesuai ketentuan pabrik). Pengamanan 1. dan tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Bila kerusakan pekerjaan ini bukan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan maka Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan tersebut sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2.5. bahan . Kaca adalah benda terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mempunyai ketebalan yang sama. Semua kegiatan pelaksanaan telah memenuhi persyaratan gambar perancangan. 3. Lingkup Pekerjaan 1. IV. show drawing dan pengarahan yang diterbitkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. mempunyai sifat tembus cahaya. dapat diperoleh dari prosesproses tarik tembus cahaya. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan kusen yang rusak/cacat/kena noda. IV. 2. Biaya yang ditimbulkan untuk pekerjaan perbaikan ini menjadi tanggung jawab Pemborong. 2. Pekerjaan kaca meliputi seluruh detail yang disebutkan dalam gambar dan pekerjaan cermin meliputi pemasangan cermin pada toilet dan daerah lain yang ditentukan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pekerjaan Kaca IV. 2. Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap permukaan kusen yang sudah terpasang.2. 2. IV. seperti dinyatakan dalam gambar dengan hasil yang baik dan rapi. 2. dan tidak cacat. Persyaratan Bahan 1. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah menyediakan tenaga kerja. terjamin kerapihannya. IV.1. dapat diperoleh dari proses-proses tarik. peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan. Biaya yang diperlukan untuk pengamanan ini menjadi tanggung jawab Pemborong.

Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. Bahan : . .3 mm. Tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur.Harus bebas dari cacat benang (string) dan cacat gelombang (wave) benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandangan. . . Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan menggunakan cairan pembersih kaca. .2. 4. Hubungan kaca dengan kaca atau kaca dengan material lain tanpa melalui kosen.Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA. awan (cloud) dan goresan (scratch). 4. . . toleransi kesikuan maximum yang diperkenankan adalah 1.Harus bebas dari bintik-bintik (spots).Kaca harus bebas dari keretakan (garis-garis pecah pada kaca baik sebagian atau seluruh tebal kaca). 5. harus diisi dengan lem silikon warna transparant. Semua bahan yang akan dipasang harus disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Bahan kaca untuk interior. Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian. pintu & jendela menggunakan Clear Float Glass dengan ukuran tebal 5 mm atau sesuai dengan gambar.Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar.Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok).Bahan kaca harus sesuai SII 0189/78 dan PBVI 1982. Pemotongan kaca harus rapi dan lurus. Bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan. diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus. uraian dan syaratsyarat pekerjaan dalam buku ini.yang rata dan lurus. Cacat-cacat . Digunakan produksi dalam negeri. . .3.Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca).Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai ketentuan dari pabrik. 3. .Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik. Cara pemasangan dan persiapan persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan pabrik.Kaca harus bebas dari gumpilan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar kearah luar/masuk). dan diberi tanda untuk mudah diketahui.5 mm per meter. . IV. 7.Untuk ketebalan kaca 5 mm kira-kira 0. 2. 6. Pemotongan kaca harus disesuaikan ukuran rangka. minimal 10 mm masuk kedalam alur kaca pada kusen. ASAHIMAS atau yang setara dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. . 5. Tandatanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan menggunakan lem aci. gelombang adalah permukaan kaca yang berubah dan mengganggu pandangan. 8. .

Engsel atas di pasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari sisi atas pintu ke bawah. 2. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Pengajuan/penyerahan harus disertai brosur/spesifikasi dari pabrik yang bersangkutan. Meliputi pengadaan. pemasangan. Lingkup Pekerjaan 1. Yang termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. bahan-bahan. 5. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dapat meminta mengadakan tes-tes laboratorium yang di lakukan terhadap contoh-contoh bahan yang diajukan sebagai dasar persetujuan. Pemasangan hardware yang tidak rapih dan mengalami cacat atau terkena noda pada permukaannya harus segera diperbaiki dan dibersihkan kembali.2. perlengkapan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda terbuat dari pelat aluminiun yang tertera nomor pengenalnya. Setelah kunci terpasang. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Pada setiap daun jendela dipasang 2 engsel jendela aluminium. 6. 2.3. Semua hardware dalam pekerjaan ini.V. PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI V. 2. 3. 9. Penarik pintu (handle) dipasang 100 cm (as) dari permukaan lantai setempat. 4. Engsel bawah di pasang tidak lebih dari 32 cm (as) dari permukaan lantai ke atas Engsel tengah dipasang di tengah-tengah antara kedua engsel tersebut. Handel pintu harus terpasang kuat pada rangka daun pintu. 2. pengamanan dan perawatan dari seluruh alat-alat yang dipasang pada daun pintu dan daun jendela serta seluruh detail yang di sebutkan/ditentukan dalam gambar. apabila ada pekerjaan finishing yang rusak akibat perbaikan pekerjaan ini maka kerusakan pekerjaan finishing tersebut harus segera diperbaiki atas biaya pemborong Pengamanan V. 4. 5. dari produk yang bermutu baik. . V. Pada setiap daun jendela dipasang grendel kecil dan hak angin sikutan. noda-noda bekas cat atau bahan finish lainnya yang menempel pada kunci harus di bersihkan dan dihilangkan sama sekali. 8. Seluruh biaya tes laboratorium menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. V. sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh .1. Mekanisme kerja dari semua peralatan harus sesuai dengan ketentuan pabrik.4. 7. seragam dalam pemilihan warnanya serta dari bahan-bahan yang telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. Semua peralatan yang akan di gunakan dalam pekerjaan ini. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Posisi pemasangan Lockcase dan Double Cylinder harus rapi dan benar serta di ajukan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Persyaratan Bahan 1. 3. Apabila di anggap perlu.

VI. Vinylex.5. Pengencer : Air bersih 20 %. tidak ada retak-retak dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 5.1.4. 5.1. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT VI. bahan-bahan. harus dapat berfungsi dengan sempurna dan tidak cacat. . Bidang pengecatan siap di cat setelah diplamir terlebih dahulu. Merk : Dulux. Persyaratan Bahan 1. plesteran harus betul-betul kering. Bahan-bahan yang di pergunakan. Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan benda-benda dan pengaruh pekerjaan-pekerjaan sekelilingnya selama 2 jam.2. 3.3. 2. Decolith. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga. Sebelum pengecatan di lakukan. sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan. VI. V. Sistem Pengecatan minimal 2 lapis atau sampai benar–benar rata. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini sehingga dicapai hasil pekerjaan yang baik. Kontraktor harus menyerahkan contoh hasil pengecatan dalam bentuk contoh kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan. VI. 3. Cat Vinyil digunakan sebagai cat finishing langit-langit 2. 4. sebelum di gunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh Cat untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Warna : Ditentukan. Pekerjaan Langit-Langit Beton Exposed Finishing Cat VI.1. Meliputi pekerjaan langit-langit finishing cat seperti yang disebutkan dan ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 6. Kontraktor di wajibkan membuat contoh-contoh warna. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pada permukaan dinding yang telah dicat terkena noda/kotoran.Pemborong harus menjaga pekerjaan hardware yang sudah selesai dilaksanakan. Syarat-syarat Pelaksanaan 1.1. maka harus segera dibersihkan.1.1. Catylac. 4. VI. Sebelum diplamir. Standar Penerimaan Hasil pekerjaan pemasangan hardware. untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pengeringan : Minimum setelah 2 jam lapis berikutnya dapat dilakukan.

2. VI. Bilamana diinginkan. pola lay-out/penempatan.2. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan penutup plafon ini dikerjakan di bagian bangunan Toilet dan seluruh lantai II sesuai dengan gambar rencana. 6. Kontraktor wajib membuat mock-up sebelum pekerjaan dimulai dan dipasang. Bahan list plafon dari gypsum dengan bentuk profil sesuai yang ditentukan dalam gambar. 9. 4.5. bahan-bahan. Fiber semen menggunakan Calsiboard tebal 4 mm. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini sehingga dicapai hasil pekerjaan yang baik.1. Penutupan plafon dapat dilaksanakan setelah semua pekerjaan yang ada di bagian tersebut selesai dilaksanakan serta telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Plafon harus rata. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambargambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil). Seluruh permukaan list plafon di finish dengan bahan cat jenis dari bahan yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan tembok/dinding yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada tembok/dinding. Sebelum pemasangan. Semua bahan yang digunakan harus baru dan tidak cacat. hanger menggunakan track stang 4 mm Malcindo.2. hanger menggunakan track stang 4 mm dengan jarak sesuai standar produsen Malcindo. shop drawing harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Kontraktor wajib membuat shop drawing sesuai ukuran/bentuk/mekanisme kerja yang disesuaikan gambar rencana dan telah disesuaikan keadaan di lapangan. 8. 5. Kontraktor harus mengajukan 3 buah contoh untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. VI. Penutup plafon dipasang dengan ukuran sesuai gambar. termasuk mempelajari bentuk. 7. Untuk dibawah atap penahan tampias dan diatas dack selasar lantai 2 rangka plafon dari besi hollo 4/4. 3. VI. Sebelum melaksanakan pekerjaan. 2.1. VI.2. 5. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan dinding dan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang). Pekerjaan Langit-Langit (Plafond) VI. Persyaratan Bahan 1. mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. 2. penirnbunan bahan rangka. 3. fiber semen dan material yang lain .3. 4. tanpa nat dan tidak menggelembung/melengkung. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Rangka plafon dari metal furing. 2.2. cara pemasangan. Metal furing.

Kontraktor wajib menanyakan hal ini kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Lingkup Pekerjaan 1. Bahan lapisan/coating dasar 2. Persyaratan Bahan 1. Setelah pemasangan. rata pada permukaan bawahnya dan sesuai peil dalam gambar dan datar (tidak melebihi batas toleransi kemiringan yang diijinkan dari masing-masing bahan yang digunakan). tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. 9. 11. Semua rangka harus terpasang siku. Warna : Ditentukan. Disain dan produksi dari sistem partisi harus mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan sesuai gambar rencana. 3. Kontraktor wajib memberikan perlindungan terhadap benturanbenturan.2. 2.1. Perhatikan semua sambungan dengan material lain. Vinylex. 4. Catylac. Sistem Pengecatan : Minimal 3 lapis VII. 14. Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klos-klos. 6. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. 8. untuk interior dan Dulux. baut. sudut-sudut pertemuan dengan bidang lain. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja.1. Semua hubungan terhadap bagian dari pekerjaan lain harus diperhatikan. Meliputi pengecatan dinding/beton bagian luar dan dalam serta seluruh detail yang ditunjukan/disebutkan dalam gambar dan sesuai dengan instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. angkerangker dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas-penyetelan. VII. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.1. 5. Pemakaian bahan dan pola pemasangan langit-langit tidak boleh menyimpang dari persyaratan. 13. . bahan-bahan. 7. 7. kecuali bila ditentukan lain sesuai gambar. PEKERJAAN PENGECATAN Pekerjaan Pengecatan Dinding VII. Cat Vinyil digunakan sebagai cat finishing dinding dalam dan Weather Shield untuk dinding luar. VII. Semua panil (unit-unitnya) harus terpasang rapi dan kuat sesuai petunjuk-petunjuk gambar. ditempat pekerjaan harus diletakkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Merk : Dulux. semua kerusakan yang timbul adalah tanggung jawab Kontraktor. 12.6. Bekas lubang-lubang bekas pemasangan dan penguat lain harus tidak terlihat dan semua penguat harus terpasang baik dan dapat menjamin kekuatannya. Pengeringan : Minimum setelah 4 jam lapis berikutnya dapat dilakukan. benda-benda lain dan kerusakan akibat kelalaian pekerjaan. Pengencer : Air bersih 20 %. Bilamana tidak ada kejelasan dalam gambar.1. kerapihan dan kekuatannya. 10. Mowilex.

untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Meliputi pengecatan permukaan tangga besi atau pada seluruh detail yang di sebut kan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. harus tersedia dari kualitas/mutu terbaik dan jumlahnya cukup untuk melaksanakan pekerjaan ini. 8. roller. 2. Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja.4. 6. Sebelum pengecatan di lakukan. tidak ada retak-retak dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Kontraktor di wajibkan membuat contoh-contoh warna. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan tembok/dinding yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada tembok/dinding. Digunakan Cat Besi Merk Emco atau bahan cat produk dalam negeri yang bermutu jenis Super gloss dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini.2. sebelum perkerjaan di mulai. VII. 2. 5. Bidang pengecatan siap di cat setelah di plamuur terlebih dahulu. bahan-bahan. 7. 4. sikat kawat dan sebagainya. maka harus segera dibersihkan. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan dinding dan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang).VII. Persyaratan Bahan 1.1. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. VII. Sebelum di plamir. Pekerjaan Pengecatan Besi VII. Peralatan seperti kuas. VII. Kontraktor harus menyerahkan contoh hasil pengecatan dalam bentuk dami/contoh kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan.2.2.1. 3. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Bahan-bahan yang di pergunakan.1. Lingkup Pekerjaan 1. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. sebelum di gunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.5.1. . plesteran harus betul-betul kering. Pekerjaan pengecatan tidak diperkenankan dilaksanakan dalam cuaca lembab/hujan atau angin berdebu bertiup.2. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pada permukaan dinding yang telah dicat terkena noda/kotoran. VII. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini.3. Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan bendabenda dan pengaruh pekerjaan-pekerjaan sekelilingnya selama 2 jam.

Warna akan ditentukan kemudian. barulah cat akhir di lakukan dengan persyaratan sesuai yang ditentukan dari pabrik yang bersangkutan. . Ketebalan 2 x 30 micron dengan interval 2 jam.4. 5. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang).5.4. 3. semua karat-karat yang terdapat dipermukaan logam harus dibersihkan dengan sikat kawat hingga terlihat permukaan logam yang bersih lalu segera permukaan luarnya diberi cat dasar dengan cara seperti tersebut diatas. AS. rata dan ber sih dari karat. VII. Bahan untuk cat dasar di gunakan dari bahan sesuai yang di syaratkan oleh pabrik yang bersangkutan. Bidang pengecatan harus rata dan sama warnanya. Permukaan pengecatan di amplas dengan amplas yang halus untuk memperoleh permukaan yang halus. Bidang permukaan pengecatan harus siap untuk dimulai pekerjaan pengecatan dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Aduk dengan sempurna sebelum pemakaian. Ulaskan satu atau dua lapis Metal Primer Red (menie besi) dari produk seperti jenis yang disyaratkan di atas atau sesuai persyaratan yang ditentukan oleh pabrik yang bersangkutan.2. maka harus segera dibersihkan. 3. 3900 : 1970/1971. Bahan sebelum di gunakan harus di serahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan logam yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada logam. serta mengikuti ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. Pekerjaan logam yang telah dicat sebelum dikirim ke tempat pekerjaan harus diperiksa terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2.2. untuk mendapatkan persetujuannya. 5. 6. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Permukaan yang akan dicat harus bersih dari debu. 7.2. BS No. minyak/lemak dan "karat" serta dalam keadaan kering. 9.2. 4. VII. Selanjutnya setelah pengecatan menie besi telah rata dan kering.3. Bahan yang di gunakan harus memenuhi syarat-syarat yang di tentukan dalam PUBI 1982 pasal 53. 2. K-41 dan NI. Apabila pada permukaan logam yang telah dicat terkena noda/kotoran. VII. dan kalau tidak memenuhi syarat pekerjaan tersebut harus diperbaiki dengan cara seluruh catnya dibuang dengan digosok. 4. Cat akhir dapat dilakukan bila cat dasar telah kering sempurna serta telah mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. sampai jenuh. 8.

harus baik.1. Pekerjaan Railing Besi VIII.1. 2. merupakan lapisan cat yang bermutu baik produk Emco. VIII. Lingkup Pekerjaan 1. Railing Tangga dan Pagar Selasar. perbaikan segera dilakukan tanpa tambahan biaya. 4. kokoh dan sempurna. Lapis finishing dari seluruh permukaan railing besi harus dilakukan pengecatan dasar/zinkcromate. Pengecatan dilakukan minimal 2 (dua) lapis.1. merata dan tidak terjadi cacat/noda akibat pemasangan. PEKERJAAN RAILING BESI VIII. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Hasil pengecatan dan warna yang dihasilkan. 3. Bentuk/ukuran sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. tanpa cacat. 2.3.1. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan.5. Warna cat akan ditentukan kemudian. Bila terjadi kerusakan. Meliputi pekerjaan railing besi dilakukan pada tangga dan pagar selasar atau seluruh detail yang ditunjukkan/disebutkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Direksi. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pemasangan railing kurang rapi harus segera diperbaiki. Pengelasan konstruksi harus dilakukan sesuai gambar konstruksi dan harus mengikuti prosedur/persyaratan-persyaratan dalam AWS dan AISC Spesification. bahan-bahan. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. Seluruh pekerjaan harus dilaksanakan dibengkel dan merupakan pekerjaan yang berkualitas tinggi.2. atas biaya Pemborong. 2. seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan ketepatan sedemikian rupa sehingga semua komponen dapat dipasang dengan tepat dilapangan. Syarat Penerimaan Hasil pemasangan railing harus merupakan suatu hasil pekerjaan yang kuat. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini.1.4. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan railing besi yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan dan tanpa cacat. Persyaratan Bahan 1. VIII. VIII. 3. . Pekerjan ini meliputi menyediakan tenaga kerja.1. sebelum perkerjaan di mulai.1.VIII. hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. VIII.

. Penutup Nok dipakai bubungan model Karangpilang KW I Merk Good Year atau Wisma.Shear Modulus 80.Untuk usuk menggunakan Web Hot-dipped galvanized steel 65 x 26 C 08 (tebal 0. Besi siku L 75 x 75 x 7 untuk dudukan gording 5. Persyaratan ketebalan serta bentuk profilnya adalah sebagai berikut : . 5. penutup atap dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan ini. Bracingbesi beton Ø 16 8.2.8 mm).000 Mpa 4. Bahan-bahan 1. Pipa pembuluh PVC Ø 4” Type D 14. List Plank Mengunakan GRC Board 12 mm / Kalsiplank 4. Pekerjaan meliputi pemasangan rangka atap galvalume. Angkur Ø 18 12. Jarum Keras Ø 12 & Ø 16 9.Ultimate tensile Strength 550 Mpa . Plat & Mur baut dipergunakan untuk memenuhi pekerjaan sambungan – sambungan pada Rangka Atap Baja. 7. 3. Bahan Rangka atap (reng/usuk) Menggunakan Rangka atap galvalum. Penutup atap genteng yang digunakan adalah model genteng karang pilang KW I merk Good Year atau Wisma dan Sebelum dipasang kontraktor diwajibkan mengajukan contoh genteng kepada Konsultan Pengawas Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Lingkup Pekerjaan. Reng dan Usuk Menggunakan Galvallum 13. PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP XI. Pasangan Jarum Keras Ø 16 11. Terkstangbesi beton Ø 12 7.Bahan terbuat dari baja mutu tinggi G 550 yang telah diproses dengan lapisan anti karat (galvanized coating-hot dip zinc) galvalume.000 Mpa . Adapun persyaratan bahab rangka atap galvalume yang digunakan adalah : . Gording Canal C Sesuai dalam gamber perencanaan. Ex Krakatau steel Atau setara 3. 2. Rangka atap (reng/usuk) baja ringan/galvalume yang digunakan adalah produk Smartruss atau Pryda.1.5 mm) atau 45 x 27 B 50 (tebal 0. Ex Krakatau stell Atau setara 2.Batten (reng) menggunakan Web Hot-dipped galvanized steel 35 x 25 B 05 (tebal 0. . Besi siku L 50 x 50 x 5 untuk rangka list plank 6. 6. Kuda – kuda WF 200 x 100 x 5.Modulus of Elasticity 200.5 x 8. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Atap dengan Penutup atap Genteng karang pilang 1. Penutup Atap Menggunakan Atap Genteng karang pilang atau setara Pemasangan Sesuai dengan Gambar Bestek ( Gambar Perencanaan ) XI. Plat Plendes & sambungan T 12 mm 10.5 mm).XI.Minimum Yield Strength 550 Mpa . . Perusahaan fabrikasi galvalume yang dipilih harus memiliki standart internasional ISO 9001 versi 2000. 15.

XI. Perusahaan pabrikasi galvalume yang dipilih/ditunjuk harus memberikan garansi penuh atas kekuatan material dan kekokohan serta dapat memberikan garansi minimal 10 tahun. harus diikuti ketentuan dari pabrik penutup tersebut dan harus sesuai dengan gambar rencana . 2.3. Pihak perusahaan galvalume harus menyediakan tenaga pemasangan/fabricator yang terlatih serta tenaga supervise lapangan yang bertugas mengarahkan proses pemasangan. kontraktor harus menyerahkan hasil tes laboratorium bahan rangka atap tersebut dari pihak perusahaan galvalume kepada Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan untuk mendapat persetujuan dengan biaya ditanggung oleh pihak kontraktor. 6. 4. Penutup Nok dipasang lurus. Penutup atap genteng karang pilang yang dipasang rapat sedemikian rupa sehingga betul-betul tersusun rapi dalam segala arah. Sebelum pemasangan. 5. Pelaksanaan 1. pada sambungan diberi spesi campuran 1 Pc : 2 Ps rapat dan rapih. kaitan dan saling menutupnya harus cocok dan rapat sehingga tidak terjadi kebocoran apabila terkena hujan. Teknik pemasangan dan penyelesaian detail-detail yang belum jelas dalam gambar. 3.

Apabila terjadi perbedaan antara RKS dan gambar kerja. harus diperhitungkan atas pekerjaan tambah kurang. Kolom.SNI 03-2492-1991. 3.1.beserta seluruh acuan yang dirujuknya seperti: .D. d. 2. 6. Methode pengujian kuat tekan beton. listplank beton dsb. . balok latai.SNI 03-1974-1990.Methode pembuatan dan perawatan benda ujidi laboratorium . Apabila terjadi perbedaan ukuran dalam gambar maka pelaksana harus menanyakan terlebih dahulu kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan ukuran yang tertulis menjadi acuan dibanding ukuran dalam skala.3. maka seluruh biaya tersebut sepenuhnya menjadi tanggungan pelaksana.Methode pembuatan dan perawatan benda uji di lapangan.SNI 03-2458-1991. PEKERJAAN STRUKTUR I. Apabila terjadi perubahan gambar sehubungan dengan pelaksanaan.Dan lainnya. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung (PPIUG) 1987 b. KETENTUAN UMUM I.1. Struktur utama : Pour. Kesalahan pelaksanaan yang berakibat pada penambahan biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan. Ruang Lingkup Pekerjaan SIPIL meliputi : 1. 3.SNI 03-4810-1998. Plat Lantai dan Plat Atap. 4. .2. . Tata cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI 03-28472002). misalnya dengan pengajuan proposal tertulis tentang alternatif yang diusulkan. 5. 2. Ketentuan Umum 1.3. Balok. Strouss. ring praktis. . I. I. Proses mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus melalui mekanisme yang disepakati kedua belah pihak. I. Standard Rujukan I. Acuan tambahan : Apabila ada hal-hal yang tidak termuat dalam SNI tetapi harus dikerjakan maka dapat dipakai Standard/Peraturan/ Pedoman yang sebelum lahirnya SNI tersebut seperti SK SNI T-15-1991- .3. Segala perubahan gambar yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan berdampak kepada besarnya pembiayaan.2. Tata cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1726-2002) c. Methode pengujian pengambilan contoh untuk campuran beton segar. Catatan Pada dasarnya pekerjaan struktur terdiri:struktur beton dan struktur baja. maka pelaksana segera melaporkannya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat penyelesaian. sesuai kebutuhan.Tata cara pembuatan rencana campuran untuk beton normal. sebelum pekerjaan dimulai harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Struktur sekunder : kolom praktis. Rujukan utama : a. Tata cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1729-2002).SNI 03-2834-1992. Ringbalk. Pekerjaan atap.

kontraktor harus dapat menunjukan sertifikat tentang semen yang diusulkan untuk dipakai. dan tersimpan selama 2(dua) tahun setelah selesainnya pekerjaan pembangunan.1. Sertifikat ini bisa diproleh dari pabrik semen yang bersangkutan atau dari laboratorium yang mempunyai kewenangan. campuran betonnya harus kedap air seperti pelat untuk kamar mandi dan wc. II. Pengujian 1 Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan lapangan berhak memerintahkan diadakan pengujian pada setiap bahan yang digunakan pada pelaksanaan konstruksi beton ini untuk menentukan apakah bahan yang dipakai mempunyai mutu sesuai dengan mutu yang telah ditetapkan. Agregat 1 Agregat untuk beton harus memenuhi syarat ASTM C 33 2 Agregat kasar dapat berasal langsung dari alam (agregat alam).4. Mutu beton Semua beton untuk struktur bemutu fc‟ = 22.2.1.1. Semen Tiga Roda atau Semen Holcim dan harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.1. dengan tambahan ketentuan bahwa semua unsur struktur yang berhubungan dengan air. Semen 1 Semen yang dipakai adalah semen Portland Type Satu. bahkan bisa dari PBBI 1971 NI -2 selama tidak bertentangan dengan SNI atau standard lain yang banyak digunakan masyarakat konstruksi asal tidak bertentangan dengan SNI tersebut diatas.UBC 1977.  Semen yang mempunyai gejala membatu /terkontaminasi bahan yang dapat merusak tidak boleh digunakan. 2 Pengujian bahan dan beton harus dilakukan sesuai SNI 03-2847-2002 3 Tempat pengujian bahan dan beton harus dilakukan di Laboratorium independent yang memenuhi syarat. dan mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan 4 Laporan lengkap pengujian bahan dan pengujian beton harus selalu tersedia di lapangan (on site) untuk pemeriksaan selama pekerjaan berlangsung.  Semen harus disimpan sedemikian rupa. atau agregat yang berasal dari batu pecah.1. Ketentuan Bahan II.1. Untuk mendapat persetujuan. II.sesuai SNI 03-2847-2002 2 Merek semen yang akan dipakai adalah semen Gresik.3.  Pemakaian semen lebih dari satu merek tidak diijinkan. pelat atap. II. 3 Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menolak semen yang dikirim ke Proyek.5 Mpa (K 250).atas persetujuan Pengawas. jika atas dasar pemeriksaan tidak memenuhi persyaratan. 4 Penyimpanan Semen harus memenuhi syarat:  Terlindung dari pengaruh iklim dan kelembaban. PEKERJAAN STRUKTUR BETON II. sehingga semen yang datang/diproduksi lebih dulu terpakai lebih awal.AISC 1994 dsb . kecuali ada alasan khusus dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas II. . dsb.misal seperti ACI318-99 .3.

 Sepertiga (1/3) ketebalan pelat lantai . Barang yang telah terkontaminasi bahan yang merusak tidak dapat digunakan 4 5 II. Air 1 Air pencampur beton harus bersih dan bebas dari bahan-bahan yang dapat beton.1. asam.4 II. dengan mutu fy = 400 MPa 4 Baja polos dipakai hanya untuk elemen non structural dengan mutu fy=240 MPa 5 Sambungan las baja tulangan tulangan tidak diijinkan. Baja Tulangan 1 Semua baja tulangan yang dipakai harus baru. 3 Baja ulir dipakai untuk seluruh elemen strutur. 6. Penyimpanan agregat kasar dan halus harus terpisah agar memudahkan tugas Pengawasan. Pelindung beton. dan mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan II. Pengecoran. 8. Ketentuan Teknik Pelaksanaan Pekerjaan Beton Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan-pekerjaan yang menunjang terealisasinya pekerjaan struktur beton yaitu: 1.3 Ukuran maximum nominal agregat kasar harus tidak melebihi:  Seperlima(1/5) jarak terkecil sisi-sisi cetakan.dan siar pelaksanaan.1.5. Campuran beton 7. garam. seperti yang ditentukan dalam SNI 03-2847-2002 PASAL 5.kecuali ada pertimbangan khusus dan harus mendapat persetujuan tertulis Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bahan Tambahan 1 Penggunaan bahan tambahan untuk pembuatan beton harus mendapat persetujuan tertulis dari konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan. bahan organik . 5. Persiapan. Perawatan.2. bahan tambahan yang digunakan harus mampu secara konsisten menghasilkan komposisi dan kinerja yang sama dengan yang dihasilkan oleh produk yang digunakan dalam menentukan komposisi beton diawal penentuan campuran II.pipa tertanam.1. 4. 2 Kecuali air yang berasal dari PDAM. 2 Untuk keseluruhan pekerjaan. 5 Kontraktor harus melakukan pengujian Tarik sedikitnya 1 sample tiap pengiriman 50 lonjor terhadap baja tulangan yang didatangkan Laboratorium independent yang memenuhi syarat. Cetakan. 9.7.tidak terintrusi bahan yang dapat merusak/menggangu. alkali.bebas dari karat 2 Semua tulangan dari jenis baja ulir (BJTD) dan polos harus memenuhi ketentuan SNI 032487-2002 pasal 5. Penulangan. maka sebelum dipakai harus diuji kelayakannya.6. Evaluasi dan penerimaan mutu beton . 2. Toleransi 3.5. seperti oli.

Kedudukan (dari titik patokan) Kedudukan permukaan horizontal ± 10 mm Kedudukan permukaan vertical ± 10 mm 3. pemakaian sabuk pengaman dsb . Cetakan harus mantap. garis. II. II. Dimensi balok Ukuran sampai dengan 500 mm ± 5 mm Ukuran lebih besar 500 mm ± 10 mm 6. Perencanaan cetakan harus mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: .2. 2.3.2. 3. pelaksana harus mnyampaikan usulannya terlebih dahulu mencakup gambar-gambar pelaksanaan. Toleransi 1. Cetakan harus mampu menghasilkan struktur akhir yang memenuhi bentuk. harus atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.dan dimensi komponen struktur seperti yang disyaratkan seperti dalam gambar. daftar personel. b.lingkungan terhadap bahan. Dan lain-lain Apabila ada toleransi yang belum disebutkan akan ditetapkan kemudian atas persetujuan Pengawas. Perlindungan cuaca. e.pipa tertanam.II.sesuai ketentuan ketenaga kerjaan yang berlaku. Dimensi Untuk panjang sampai dengan 10 meter ± 10 mm Untuk panjang keseluruhan lebih 10 meter ± 15 mm 2. kelengkapan peralatan beserta kondisinya. Penutup/selimut beton Selimut beton tebal sampai dengan 30 mm ± 5 mm 5. Pemasangan cetakan tidak boleh merusak struktur yang sudah terpasang sebelumnya. 4.Kemudahan dan kecepatan pembongkaran.2. c. Waktu pembongkaran cetakan harus berdasarkan analisa bahwa akibat pembongkaran ini tidak mengakibatkan kerusakan pada elemen struktur atau dapat mengurangi kemampuanya. d.Beban selama konstruksi . Alinement vertical listplang/sirip ±10 mm 4. . Pekerjaan Persiapan 1. Perlu dipersiapkan atas kemungkinan adanya gangguan cuaca. yang dapat mengganggu mutu beton. Pengajuan rencana pelaksanaan Untuk mendapat persetujuan pelaksanaan suatu pekerjaan. Keamanan Proyek Pelaksana harus melengkapi Proyek dengan system pengamanan yang semestinya. kaku dan kuat untuk mencegah kebocoran mortar. Cetakan. Penentuan titik –titik tetap (uitset) Untuk pelaksanaan pekerjaan ini Pelaksana harus mendapat persetujuan tertulis Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2.1.Kecepatan dan methode pengecoran .dan siar pelaksanaan 1. Cetakan a. perubahan posisi dan perubahan bentuk elemen struktur.

dibasahi sampai jenuh dan dibebaskan dari kemungkinan air yang menggenang. Siar pelaksanaan pada system pelat lantai harus ditempatkan dalam daerah sepertiga bentang tengah pelat dan balok. permukaan beton harus dibersihkan dari serpihan dan kotoran. Permukaan tulangan. kecuali disetujui dengan cara lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. Semua tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin. tidak mudah tergeser akibat adanya pekerjaan pengecoran. Siar pelaksanaan tidak boleh ditempatkan pada struktur yang harus kedap air. Penulangan 1. Sebelum dimulainya pekerjaan konstruksi pelaksana harus membuat prosedur dan jadwal pelaksanaan pemasangan. Bahan saluran dan pipa yang ditanam tidak boleh membahayakan beton dalam waktu umur struktur. Saluran dan pipa yang ditanam dalam beton. untuk mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Siar pelaksanaan balok induk harus diletakan pada jarak minimum sebesar dua kali lebar balok yang memotongnya dari posisi muka perpotongan tsb. balok ataupun kolom. keadaan permukaan tulangan harus bersih.Pipa atau saluran yang ditanam dalam kolom tidak boleh melebibihi 4% luas penampang yang diperlukan untuk kekuatan atau untuk perlindungan terhadap korosi atau kebakaran. Semua tulangan harus ditempatkan/disetel sesuai gambar. Sebelum pengecoran. Pemotongan tulangan Semua pemotongan tulangan tidak diperkenankan memakai mesin las atau yang sejenis. 3. 2. 5. Saluran dan pipa yang dipasang tidak boleh menurukan kekuatan struktur. atau segala jenis zat / benda pelapis bukan logam yang dapat mengurangi lekatan beton terhadap tulangan.f. 2. c. dinding.seperti didaerah kamar mandi dan kamar kecil (KM/WC) atau pada pelat atap II. . 4. Tulangan yang sudah tertanam dalam beton tidak boleh dibengkokkan dilapangan. bebas dari lumpur. pembongkaran cetakan. Dimensi maksimum pipa/saluran tidak boleh lebih besar dari 1/3 (sepertiga) tebal pelat. Penempatan tulangan. Keberadaan saluran atau pipa tidak boleh dianggap mempunyai kekuatan secara structural. 3. Siar pelaksanaan. dengan pertimbangan tidak mengurangi kekuatan struktur. Pemasangannya tidak boleh berjarak sumbu ke sumbu kurang dari 3 (tiga) diameter/lebar. b. Penempatan siar pelaksanaan harus dirancang sebelum pekerjaan pengecoran dilaksanakan.4. misal seperti aluminium kecuali diambil tindakan pengamannya. b. Pengiriman tulangan Semua tulangan saat pengiriman tidak boleh ditekuk kecuali untuk tulangan berdiameter lebih kecil 19 mm. Pada saat beton di cor. c. d. Perangkat untuk menyalurkan geser atau gaya lain melalui siar pelaksanaan harus melalui analisa sebagai mana mestinya. a. minyak. a. Pembengkokan tulangan. Tulangan ditempatkan sedemikian rupa agar tetap terjamin ditempatnya.

3 Cara mencampur Beton harus dicampur dengan menuangkan seluruh unsur pembentuknya kedalam satu wadah pengaduk. Pengecoran 1.2.5 menit. tulangan pada lapis bawah harus tepat dibawah tulangan diatasnya. 2. Apabila Kontraktor Pelaksana hendak memulai pekerjaan pengecoran beton. maka Kontraktor harus memberitahukan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan kapan pengecoran dilaksanakan. Jarak bersih antara dua tulangan sejajar dalam lapis yang sama tidak kurang dari diameter tulangan yang besangkutan dengan minimal 25 mm. Rencana Campuran (Mix design) harus telah mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dengan disertai Rencana campuran/mix design harus dilakukan dengan methoda yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sebelum keputusan komposisi ditetapkan. Pelindung beton 1.6. untuk mendapatkan beton dengan kelecakan dan konsistensi yang menjadikan beton mudah untuk dicor tanpa terjadi segregasi.2. Penambahan air pada beton yang sudah selesai proses pengadukannya tidak diijinkan II. Campuran beton 1 Rencana campuran (mix design) Mengingat jalan menuju lokasi pekerjaan yang sangat sempit dan padat. Bila tulangan sejajar tersebut diletakan dalam dua lapis atau lebih. setelah seluruh bahan dimasukan. Tahu beton Tahu-tahu beton yang dipakai sebagai penahan tulangan sementara untuk mendapatkan tebal pelindung beton yang disyaratkan harus mempunyai mutu sama dengan betonnya sendiri. 2 Komposisi campuran Komposisi campuran harus berdasarkan atas perbandingan berat. Tebal pelindung beton secara umum ditetapkan sebagai berikut. # Poer = 50 mm # Pelat = 20 mm # Sloof = 50 mm # Dinding = 20 mm # Kolom = 50 mm # Balok = 50 mm II. maka sebisa mungkin kontraktor bersama-sama dengan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan mengadakan sosialisasi kepada pemilik proyek dan masyarakat sekitar supaya mendapat ijin untuk menggunakan campuran Ready Mix agar mutu dan proses pengecoran dapat lebih terjamin kualitasnya.5. dengan spasi bersih minimal 25 mm. 4 Penambahan air.6.7. Sengkang ini dapat berupa sengkang pengikat tertutup internal atau spiral tertutup II.2. Sambungan /pengangkuran tulangan. Batasan spasi tulangan. 7. paling lambat 24 jam sebelum waktu pelaksanaan Pengecoran tidak dapat dilaksanakan apabila tidak dihadiri oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Sambungan lewatan tulangan yang menerus dan pengangkuran tulangan yang berakhir pada pertemuan kolom balok harus dilindungi dengan sengkang pengikat. . Dan apabila memang tidak bisa menggunakan ready Mix.dengan proses pengadukan secara terus menerus selama sekurangkurangnya 1.

Sebelum pengecoran dimulai. Selama pekerjaan pengecoran Kontraktor harus melaksanakan hal-hal sebagai berikut : Melakukan slump test Pengujian kekuatan setiap kali penuangan campuran beton dari beton molen. Seluruh persiapan pengecoran yang tersebut di dalam sub. Pemadatan beton dengan menggunakan vibrator. Dalam hal menggunakan ready mix. Bila Kontraktor bertindak menyimpang dari ketentuan-ketentuan di atas. Selama pengecoran. demikian juga penarikan vibrator. 3. Pelaksanaannya harus dilakukan secara semestinya yakni pencelupan vibrator harus diusahakan tegak lurus. Dan harus sesuai dengan Rekomendasi Laboratorium yang membuat mix design. Kontraktor harus selalu menjaga ketepatan titik-titik pemasangan angker supaya tidak bergeser dari posisi yang telah ditentukan sampai beton benar-benar kering. maka harus mematuhi "retention time" yang telah ditentukan. . apabila telah disetujui Direksi berdasarkan pemeriksaan dan penilaian di lapangan pekerjaan.b. Kontraktor telah menyediakan bahan peralatan. Kontraktor dapat melaksanakan pengecoran. cetakan harus dibasahi air atau bahan bahan lain untuk menghindari hilangnya air dalam campuran dan sekaligus untuk mengantisipasi kemudahan pembukaan cetakan dan untuk memproleh kwalitas permukaan beton yang disyaratkan. Stek-stek untuk tahapan pekerjaan berikutnya telah dipersiapkan dan dibuat. Seluruh persiapan di atas. - 4. butir a. pelaksanaan floor hardener dan lain-lain telah dipersiapkan dengan pihak lain yang melaksanakannya. Setelah mencapai umur yang cukup. kubus beton atau silinder beton dengan rasio sesuai yang diatur di dalam PBI-1971. Angka kekentalan yang diperoleh harus sesuai dengan yang disyaratkan PB1-1971. Bila hasil Laboratorium ternyata mutu beton yang telah dilaksanakan tidak memenuhi syarat maka dilakukan test-test selanjutnya di lapangan sesuai prosedur yang telah diatur di dalam PBI 1971. maka rasio benda uji akan ditetapkan oleh Konsultan Pengawas / Direksi). Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menghentikan pekerjaan ini dan semua resiko sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor Pelaksana. Bila test-test di lapangan inipun masih mendapatkan hasil mutu beton dibawah K-300 maka Kontraktor berkewajiban membongkar pekerjaan ini dan melaksanakan kembali tanpa mendapatkan ganti rugi apapun. benda-benda uji ini harus diteskan ke Laboratorium dengan biaya Kontraktor.2. dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. - - 5. Pembuatan benda-benda uji. Pengecoran hanya boleh dilaksanakan bila : Kontraktor telah menyelesaikan pekerjaan penulangan dan bekisting serta pemasangan beton decking secara sempurna dan bersih serta telah mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan . Seluruh persiapan pekerjaan yang berkaitan dengan komponen yang di cor terutama pemasangan angker untuk peralatan.c. dan persiapan tenaga serta dinyatakan dalam daftar bahan alat dan tenaga kerja. Kontraktor Pelaksana harus menyediakan sedikitnya 3 (tiga) buah vibrator cadangan selama pekerjan pengecoran berlangsung. Kontraktor telah membuat schedule rencana pengecoran dan strategi pengecoran berupa gambar tata letak bahan serta arah pengecoran. vibrator tidak boleh disentuhkan tulangan dan bekisting. secara perlahan-lahan. dan d di atas telah mendapatkan pembenaran dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.

temperature terlalu panas. 2. Perlindungan yang merupakan bagian dari perawatan harus dapat mencegah temperature beton melebihi yang seharusnya.    II. Evaluasi dan Penerimaan Mutu Beton Evaluasi dan penerimaan Mutu Beton sesuai dengan SNI 03-2487. jangka panjang.   Metode perawatan ini harus mendapat persetujuan tertulis pihak Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. serta penangan pengecoran. Hal-hal lain perlu diperhatikan:  Tenaga Tenaga pengujian/Teknisi lapangan yang memenuhi syarat kualifikasi. Selama pelaksanaan mutu beton harus diperiksa secara kontinyu dari hasil pemeriksaan benda uji. kecuali pasal 7.Untuk masing-masing mutu beton harus dibuat 3 (tiga) benda uji setiap 1 truk mixer beton dengan volume  6 (enam) m3. Frekwensi pengambilan benda uji.2002 (butir 7. Selama cuaca panas maka perhatian harus lebih diberikan sejak dimulainya proses . Beton harus berada dalam kondisi lembab terus menerus sekurang-kurangnya selama 7 hari setelah pengecoran selesai. Perawatan dipercepat (missal dengan uap bertekanan tinggi) dapat dilaksanakan asal dengan perawatan ini beton yang dihasilkan sekurang-kurangnya mempunyai mutu sama dengan yang disyaratkan. sehingga dapat memberi pengaruh negative pada mutu beton yang dihasilkan atau kemampuan layan komponen struktur.beton harus dilindungi terhadap pengeringan dini.  . menyiapkan contoh uji silinder yang diperlukan dan mencatat segala sesuatunya yang diperlukan seperti suhu beton segar pada saat menyiapkan contoh uji untuk pengujian tekan. atas persetujuan tertulis Pengawas.2. 2 Perawatan dipercepat/khusus.Pengujian di Laboratorium harus dilakukan oleh tenaga Teknisi yang memenuhi persyaratan atas persetujuan Pengawas.cara produksi. harus tetap juga memenuhi syarat seperti pada perawatan yang dipercepat diatas yaitu beton yang dihasilkan minimum mutunya tidak lebih rendah Pengawas dapat menambah jumlah benda uji dari jumlah yang disyaratkan untuk evaluasi mutu beton. Perawatan (curing) 1 Perawatan biasa. Laboratorium.2) butir (1) diganti menjadi (diambilkan dari Peraturan Beton Indonesia 1971 /PBI 71 NI-2) yaitu: 1.8. kecuali menggunakan perawatan dipercepat. maupun yang menyangkut tingkat keawetannya.6 : Evaluasi dan Penerimaan Mutu Beton).seperti perlindungan terhadap bahan dasar . Semua benda uji harus dites sesuai persyaratan di Laboratorium Independen yang memenuhi kwalifikasi baik personel maupun peralatannya.6. Saat pengujian harus disaksikan oleh Pengawas. Proses perawatan khusus dengan mengganti kehadiran air dengan material tertentu (misal seperti curring compound). Segera setelah pengecoran . harus melakukan pengujian beton segar di lokasi konstruksi.2.II.dan gangguan mekanis.9.untuk menjamin bahwa proses perawatan yang dilakukan memenuhi persyaratan. baik kekuatan dalam jangka pendek.

Identifikasi Sebelum dipindahkan dari tempat pembuatannya/fabrikasi. lubang galian harus bersih dari kotoran – kotoran tanah bekas galian. Sebelum penempatan rangkaian besi plat. lebar. Agar memudahkan untuk mengetahui masuknya tiang kedalam tanah maka setiap tiang harus diberi tanda pada setiap meternya. Sebelum dipancang tiang harus diperiksa terlebih dahulu untuk medapat persetujuan untuk dipancang. tebal pondasi serta kedalaman harus sesuai dengan gambar rencana. jenis/type : diameter.3.3. . Pekerjaan Pour Pembesian. tebal tiang serta jumlah tulanganlengkap dengan diameternya untuk masing-masing tiang. dengan batasan kesalahan titik berat tiang untuk satu poer masih lebih kecil atau sama dengan 100 mm. Balok 6. Pengawas berhak memerintahkan Pelaksana untuk melakukan pengujian tambahan apabila ada hal-hal yang ketentuan yang berlaku. Dibagian bawah pondasi sebelum rangkaian besi plat di pasang lantai kerja dari beton rabat/beton tanpa tulangan dengan campuran 1 pc : 3 ps : 5 krl. Untuk menjaga kedudukan tiang selalu sesuai rencana. Melampaui batasan toleransi ini harus diperhitungkan terhadap dampak strukturnya. Pelat 7. Pondasi Mini Pile I. panjang. IV.1. Persiapan Pemancangan Kondisi peralatan Sebelum memulai pekerjaan pemancangan. Pengujian tambahan. Kolom 5. kesiapan peralatan beserta kelengkapannya harus bisa diyakini berfungsi sebagaimana mestinya.dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas. Sloof 4. Pour Pondasi 2. Toleransi Posisi Kepala Tiang Toleransi kesalahan pemancangan setiap tiang maksimum 100 mm.tegak lurus satu terhadap yang lain. Siar Dilatasi dan Siar Pelaksanaan II.3. Kemiringan Tiang Penyimpangan arah vertikal atau kemiringan tiang yang disyaratkan tidak boleh lebih besar dari 2 mm dalam 100 mm (1:50). maka selama pemancagan harus diikuti dengan pesawat ukur. II. II.dan penambahan biaya sebagai akibatnya ditanggung Pelaksana. dari dua arah . Urutan Pemancangan Sebelum pemancangan dilaksanakan. Ketentuan Tambahan pada Masing-masing Bagian Pekerjaan Beton Pekerjaan ini meliputi : 1.2. mini pile harus diberi tanda-tanda identifikasi : tanggal pembuatan. II. Pondasi Mini Pile 3. Tangga 8. Pelaksana harus mendiskusikan terlebih dahulu urutan III.

VIII. IX. VI. Pelindung beton.untuk itu diperlukan Persetujuan tertulis Pengawas.2. V. serta mendapat persetujuan tertulis Pengawas. maka penutup betonnya harus dirubah menjadi 75 mm. Setiap tiang harus masuk kedalam poer seperti ukuran pada gambar. Penggunaan cara ini harus tetap menjamin bahwa mutu beton yang didapat tidak lebih rendah dari yang dipersyaratkan. Pengecoran.5 meter. Urutan pengecoran. Besaran kalendering untuk penetapan kemampuan tiang disesuaikan dengan jenis/tipe mesin pancang yang dipakai. IX. sifat permukaan beton. Kemampuan memikul beban tiang (P ijin = kemampuan dibagi angka keamanan) dari hasil perhitungan sesaat dilaksanakannya kalendering harus mencapai kemampuan minimum sebesar 80% dari P ijin rencana (friction belum bekerja). . Pemakaian jenis tiang pancang jenis/type lain dapat dilakukan asal mempunyai kemampuan setara secara teknis dan ekonomis. 2.1. pemotongan tiang harus dilakukan sedemikian rupa (misal dengan gerinda) agar tidak menimbulkan kerusakan pada tiang (retak memanjang kearah tiang tidak boleh terjadi). kecuali ada pertimbangan khusus atas jalannya pemancangan dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas. Sloof 1. IX. Jenis/tipe Tiang Tiang pancang yang dipakai adalah tiang pancang dari jenis tiang pancang Pra tekan pracetak. Apabila dipandang perlu oleh Pengawas.pemancangan yang akan dilakukan. Kolom 1. Khusus untuk balok-balok sloof yang menyatu secara keseluruhan dengan bangunan diatasnya. Pergeseran kepala tiang akibat urutan pemancangan harus dapat diprediksi sebelumnya sehingga perlu antisipasi. sarat pengecoran berikutnya harus sedemikian rupa (sesuai ketentuan SNI) agar tidak menjadi titik lemah bagian struktur. Sambungan tulangan. dengan mutu beton fc‟= 50 MPa (600 kg/cm2 benda uji kubus) memenuhi ketentuan JIS A 5335-1985 dan „modified to suit‟ ACI-1979. Apabila balok sloof dicor dengan menggunakan acuan permanent misal dari pasangan batubata/batako. 2.1. VII. Pemotongan Kepala Tiang Untuk keperluan hubungan tiang pancang dengan poer. pengecoran dengan menggunakan bantuan tremi dapat menjadi salah satu pilihan. JSCE.pelaksana harus bisa menunjukan sertifikat/hasil tes produk tiang pancangnya dari Institusi Independen. Masuknya tiang kedalam poer. Tinggi jatuh pengecoran tidak boleh melampaui 1. Penghentian pemancangan sementara Pada dasarnya pemberhentian pemancangan sebelum mencapai kedalaman yang direncanakan tidak diijinkan. Kedalaman Tiang Penetapan kedalaman tiang pancang sesuai gambar dan dikontrol dengan hasil “kalendering‟. setelah mendapat persetujuan tertulis Pengawas. pemberhentian pengecorannya. permukaan beton tidak dapat dikontrol. Mengingat ukuran kolom yang ada.1.

4. sehingga letak / kelurusan tulangan terganggu. Antisipasi terhadap terjadinya lendutan harus dilakukan sebelum pengecoran dilaksanakan. diantisipasi sebelum 2. Seperti pada balok. para pekerja pengecoran sering/sulit menghindar untuk tidak menginjak tulangan pelat. sehingga letak/kelurusan tulangan terganggu. .6. Siar pelaksanaan pada balok induk harus diletakan pada jarak minimum sebesar dua kali lebar balok yang memotongnya dari posisi muka perpotongan tersebut. maka perlu adanya langkah antisipasi pada waktu memasang kerangka acuan/bekisting berupa kontra lendutan. Permukaan beton pada siar pelaksanaan. Tangga Antisipasi akan terjadinya lendutan balok tangga oleh beban yang bekerja.antisipasi terhadap terjadinya lendutan harus pengecoran dilaksanakan. 2. Siar Pelaksanaan Siar pelaksanaan adalah siar yang terpaksa diadakan atas dasar alasan keterbatasan pengecoran (pemberhentian pengecoran sementara) : harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1.maka permukaan itu harus dikepras minimum setebal 50 mm. Balok. adanya phenomena konsolidasi pada pengecoran beton yang relative tebal.5.Untuk menghindari menurunnya kemampuan pikul pelat khususnya diatas tumpuan. Pemberhentian pengecoran Pada bagian atas pemberhentian pengecoran kolom sering terjadi penurunan kwalitas beton ditandai adanya retak dibawah sengkang. karena kurang perawatan. Sarang tawon. Pelat 1. Siar pelaksanaan pada sistim pelat harus ditempatkan dalam daerah sepertiga bentang tengah pelat. antisipasi kearah itu harus ditetapkan sebelum pelaksanaan pengecoran.misalnya tidak dalam satu potongan.3. 4. 4. 3. dan jika ada air yang tergenang harus dibersihkan. IX. IX. Pengalaman menunjukan bahwa saat pengecoran pelat tangga. Untuk menghindari menurunnya kemampuan pikul pelat khususnya diatas tumpuan.1.Untuk menghindari kesulitan dalam pengecoran. balok – balok. 3. atau pelat yang ditumpu oleh kolom atau dinding tidak boleh di cor atau dipasang hingga beton pada komponen struktur vertikal penumpu tidak lagi bersifat plastis. balok induk. IX.1. Kontrol lendutan.1. Untuk menghindari terjadinya sarang tawon pada bagian bawah kolom antisipasi untuk mencegahnya harus ditetapkan terlebih dahulu. Sesaat sebelum beton baru di cor.penyambungan tulangan perlu dirancang sedemikian rupa. semua siar pelaksanaan harus dibasahi. Pengalaman menunjukan bahwa saat pengecoran pelat. para pekerja pengecoran sering / sulit menghindar untuk tidak menginjak tulangan pelat.antisipasi kearah itu harus ditetapkan sebelum pelaksanaan pengecoran. IX. balok induk. harus dibersihkan dari serpihan dan kotoran lainnya. Posisi tulangan. Balok Antisipasi akan terjadinya lendutan balok oleh beban yang bekerja maka perlu adanya langkah antisipasi pada waktu memasang kerangka acuan/bekisting berupa kontra lendutan.1.

Elektroda-elektroda las harus diambil dari gradea best heavy coated type. X.1. Kegagalan Pengecoran Yang dimaksud dengan kegagalan pengecoran disini antara lain : 1. Baut-baut digunakan jenis HTB c. Batang tarik baja polos fy = 240 Mpa e.1. Untuk menyelesaikan masalah ini harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan Penyelesaian dengan cara mechanical grouting dengan menggunakan produk sejenis Embeco Grout. Semua bagian baja yang digunakan harus dari jenis yang sama kualitasnya. Seluruh bahan-bahan baja ini harus lurus dan tanpa cacat sebelum dikerjakan. bebas dari puntiran dan lubang-lubang serta cacat-cacat lainnya. Baja profil WF mutu BJ–37 b. Kuat tekan hasil grouting harus mencapai mutu minimal sama dengan mutu beton yang dipersyaratkan. Sebelum mulai dengan mendatangkan bahan-bahan.1. Terjadi keropos (sarang tawon). .1. Angker-angker baut dari baja lunak d. 2. balok induk dan kepala kolom harus dicor monolit sebagai bagian sistem pelat lantai. Baja yang dipergunakan untuk pekerjaan ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : Batang-batang baja yang dipergunakan harus lurus dengan maksimum bengkok 1/4000 panjang batang. X. Bahan X. Macam-macam Bahan Bahan-bahan yang digunakan pada proyek ini harus memenuhi mutu sebagai berikut : a. Bahan-bahan baja yang sudah ada cacatnya dan tidak dapat diperbaiki harus diganti / tidak dipergunakan.7. Ikatan angin baja polos fy = 240 Mpa f. Sika dan yang sejenisnya harus dilakukan. Batang-batang elektroda harus berdiameter minimal 6 mm.6. maka penyelesaiannya merujuk pada pasal 7. Diperoleh mutu beton lebih rendah dari yang dipersyaratkan.1. Plat baja yang dipergunakan sebagai plat simpul harus benar-benar datar. IX. PEKERJAAN STRUKTUR BAJA X.5. Materfloow Grout. Apabila hal semacam ini terjadi.butir 5 (Penyelidikan untuk hasil uji kuat tekan beton renda ). Baut-baut untuk konstruksi tumpuan harus menggunakan baut hitam dengan jenis HTB. bebas dari tekukan-tekukan. kontraktor diwajibkan untuk memberikan keterangan detail-detail seperlunya mengenai bahan-bahan baja yang akan dipakai kepada Pengawas untuk mendapat persetujuan. Gording baja kanal BJ–37 Persyaratan Bahan Yang Dipergunakan Seluruh baja yang dipergunakan harus memenuhi SNI atau standar lainya yang sederajat atau lebih tinggi (lengkap). puntiran dan lubang-lubang serta cacat lainnya. Balok.2.

Pengelasan di atas hanya boleh dilaksanakan bila konstruksi dalam keadaan benar-benar diam. Kontraktor harus mengajukan uraian lengkap mengenai metode erection. Untuk itu sebelum diangkat batang-batang penjepit sebagai klem pengaku bidang kuda-kuda harus dipasang lebih dahulu dan tidak boleh dilepas sebelum trek stang dipasang serta konstruksi kudakuda telah benar-benar dalam keadaan diam.Las yang dipakai adalah las sudut (Fillet Weld). Pemotongan harus dilaksanakan dengan mesin standard. 7. . 9. jadwal pekerjaan kepada Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. Pengelasan harus menggunakan mesin las listrik.1.Pengelasan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga baja tidak termakan oleh las yang dapat mengakibatkan berkurangnya luas efektif penampang baja. Tepian yang tajam akibat pemotongan maupun pemboran harus ditumpulkan dengan gerenda. . dengan mutu las minimal sama dengan mutu baja yang dilas. Bila dilaksanakan di luar lapangan pekerjaan.4. Test tarik dilaboratorium menjadi tanggungan kontraktor.3.Permukaan yang akan dilas harus bebas dari kotoran. 4. 2. . 5. Pelubangan harus menggunakan bor. minyak. Kontraktor harus meminta ijin secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan menunjukkan bengkel tempat dikerjakannya konstruksi untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi sebelum pekerjaan ini dilaksanakan. Pemasangan kuda-kuda hanya boleh dilaksanakan bila kolom-kolom dan balok beton penumpunya telah berumur paling sedikit 14 (empat belas) hari dan baut-baut pengikatnya telah terpasang dengan benar. Pekerjaan kuda-kuda baja ini tidak diperkenankan dilaksanakan sebelum "gambar pelaksanaan" disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 6. dengan hasil tebal las yang rata serta harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : . Syarat Pelaksanaan 1. Seluruh pekerjaan mendirikan baja harus dilaksanakan menurut standar JIS atau yang setara dan berdasarkan pada gambar-gambar kerja. Untuk itu Kontraktor Pelaksana harus membuat "gambar-gambar pelaksanaan" lebih dahulu. tidak pada saat hari hujan atau baja dalam keadaan basah. Trek stang ( ikatan angin ) harus menggunakan besi beton 16 mm dan dilengkapi dengan ulir penegang ( turn buckle ). 3. . Erection harus dilakukan oleh crew yang ahli dan berpengalaman serta menggunakan keran-keran yang memadai bila diperlukan. 10.Hasil dari pengelasan hendaknya dilakukan tes pengelasan dengan menggunakan colour tes. 3. Bentuk dan dimensi kuda-kuda serta dimensi batang-batang dan plat simpulnya harus dilaksanakan sesuai gambar rancangan pelaksanaan serta sesuai dengan keadaan bentang kedudukannya di lapangan pekerjaan.1. Pembuatan kudakuda baja harus dilaksanakan di tempat yang datar dengan lantai kerja yang keras. Metode Pemasangan (erection): 1.X. Pengangkatan kudakuda harus dilaksanakan secara hati-hati hingga tidak menimbulkan puntiran-puntiran pada bidang kudakuda. 8. cat dll. . 2. X.

16. Kontraktor harus mematuhi segala petunjuk direksi yang berhubungan dengan pelaksanaan/pendirian segala bagian struktur.4. lubang-lubang pada batang baja karena baut-baut montage dan cat yang rusak karena pekerjaan sementara harus diperbaiki. 9. Pekerjaan baut dan las harus selalu diawasi selama pelaksanaan dan bilamana Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan menganggap adanya kesalahan dalam pekerjaan harus segera diganti atau diperbaiki dengan biaya kontraktor. Bila diinginkan kontraktor harus membuat perancah-perancah tambahan untuk memungkinkan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan menginspeksi setiap unit sambungan dan biaya ini dianggap sudah dimasukan dalam harga tender. Bila perkerjaan montage sudah selesai dan disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 12. dinding bata dan lain-lainya yang mana dibangun setelah struktur baja didirikan. 11. 17. Sambungan-sambungan baut sebelumnya harus dikontrol oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 6. mendirikan perancah sementara dan cara-cara pembebanan tertentu pada struktur asalkan tidak melewati tegangan kerja baja yang diijinkan sesuai standar JIS yang berlaku. untuk menjamin bahwa struktur tetap aman karena angin atau beban-beban yang ada selama pelaksanaan pendirian. seluruh batang-batang penguat sementara dan hubungan-hubungannya harus dilepaskan. Kontraktor bertanggung jawab sepenuhnya dalam merencanakan prosedur pelaksanaan termasuk pemasangan batang-batang penguat sementara dan lain-lain. . 15. 14. Gaya pratarik diberikan pada tiap-tiap kabel bertahap dari 50%. 5. Kontraktor harus mengajukan usulan pada direksi mengenai urut-urutan kabel yang harus ditarik dengan tidak membahayakan stabilitas konstruksi secara keseluruhan. 13. Kontraktor harus menyimpan dan menjaga semua bahan-bahan menurut lazimnya dan melindungi terhadap kontak langsung dengan tanah ataupun terhadap gangguan lainya. Sebaiknya dipakai pemukul kayu bila memang harus digunakan. Jika stabilitas dari struktur lengkap tergantung juga pada elemen-elemen lainya. Kontraktor boleh membuat patokan-patokan garis-garis ketinggian dari konstruksi yang akan didirikan. Pemakaian bau-baut montage selama pelaksanaan harus seefisien mungkin dan cukup untuk membuat struktur terpasang erat satu sama lain. dan 100% dari gaya yang disyaratkan sesuai gambar. 10. Baja tidak boleh ditempatkan atau dipasang diatas pondasi beton atau lantai sampai beton mempunyai kekuatan minimum 50% dari kekuatan beton umur 28 hari. 18. 7. Bila Pengelasan dilapangan boleh dilaksanakan setelah struktur dengan perancahnya lurus dan menurut bentuk yang diinginkan dan sebelumnya harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. maka penguat sementara harus tetap dipasang ditemapat sampai seluruh elemen-elemen tersebut lengkap didirikan dan juga setelah mendapat ijin Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Dalam pelaksanaan pendirian tidak diijinkan menggunakan palu besi untuk memukul elemen-elemen baja kecuali seijin Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. seperti lantai beton. 8.

b. Untuk mengeraskan baut-baut dikerjakan dengan memutar mur. maka dipakai ring khusus (tappered washer) untuk menjamin ikatan yang kuat. a.  Baut-baut yang tidak boleh dipakai diberi tanda/dicat dan dikumpulkan menjadi satu untuk segera dibawa keluar site. Baut-baut ditempat sambungan dikeraskan secara sistematis dan dimulai dari yang pusat sambungan kearah ujung-ujung bebas. Penyambungan Penyambungan tidak diperkenankan kecuali dicantumkan dalam gambar yang telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 3. 3.1. Alat pengeras harus dikalibrasi terlebih dahulu sebelum dipakai. . mur dan ring (washer) dalam keadaan basah sebelum dikeraskan.5. Metode Kunci Kalibrasi ( Calibrated Wrench Method ) 1.  Baut-baut HTB yang sudah pernah dipakai (dalam keadaan kencang/bertegangan ) tidak boleh dipakai lagi. 4. Penyambungan dengan baut harus dilakukan dengan cara terbaik yang sesuai dengan maksudnya. 2. Baut yang dipakai dibedakan sebagai berikut :  Untuk semua pekerjaan baut menggunakan baut baut mutu tinggi ( HTB ) dengan mutu A490-x-ASTM. Bila permukaan antara baut atau mur dan bentuk permukaan baja mempunyai kemiringan 1 : 20 atau lebih. Kalibrasi dilakukan dengan mengeraskan sesuatu alat yang dapat menunjukan tegangan aktual baut. Untuk itu kontraktor harus menyerahkan brosur-brosur yang diperlukan kepada Pengawas. dua tipikal baut pada tiap diameter dari baut-baut yang dipasang. Bila baut.  Bila baut HTB akan digunakan maka permukaan bidang kontak tidak boleh dicat/coating dan harus bersih. cat dan meni. badan baut harus terdiri dari bagian yang berulir dan bagian yang tidak berulir dan panjang badan yang tidak berulir disesuaikan dengan tebal baja yang disambung.  Untuk pemasangan HTB harus digunakan kunci momen sesuai dengan proof load yang dianjurkan pabrik. c. termasuk perlengkapan-perlengkapanya. 2. Semua baut-baut pada sambungan harus dikeraskan pada tahap awal dengan kunci manual atau kunci elektrik 50% sampai 70% dari tegangan minimum untuk ukuran dan mutu baut-baut yang digunakan. 2. Pengerasan Baut-baut 1. Sambungan Baut 1. Sebelum pemasangan baut HTB permukaan bidang kontak harus dalam keadaan bersih dari kotoran. Kalibrasi ini harus disaksikan oleh Pengawas 4. maka harus diganti yang baru.X.

kontraktor harus membuat tabel yang berisi informasi : 1.d.6. f.1. Pekerjaan Las a. Tenaga Ahli Tenaga yang melakukan pekerjaan ini harus mempunyai sertifikat keahlian yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga pemerintah atau yang sederajat dan yang telah terbukti keahliannya. Sifat-sifat kimia. ada setiap pekerjaan sambungan las. 9. Metoda kontrol kualitas hasil las 8. 6. Pada dasarnya metode pengelasan yang dipakai adalah las listrik (arc welding). Urutan pengelasan. Semua pekerjaan yang berhubungan dengan las harus memenuhi standar JIS. Metode pengelasan 5. “Snug Tight“ didefinisikan sebagai pengerasan yang di dapat dari beberapa impact pada sebuah kunci impact atau usaha penuh seseorang menggunakan ordinary spud wrench. Metode Pemutaran Mur 1. metalurgi dan fisik material. g. maka pertama-tama harus ada cukup baut yang dalam keadaan “Snug Tight“ ( Keras dan Rapi ) untuk meyakinkan bagian-bagian daerah sambungan dalam keadaan hubungan yang baik satu sama lain. . 2. Pemutaran mur dari kondisi “ Snug Tight “ dapat dilakukan dengan pedoman yang tersebut dalam SNI. Penyambungan las digunakan untuk pembuatan sambungan buhul. atau bagian-bagian yang dihubungkan kestruktur utama. 2. Jenis barang elektroda. b. Personil-personil yang mengerjakan. 3. Untuk profil-profil buatan harus dipakai metode las tandem (submerged arc welding). Jenis arus. Cara-cara produksi sehubungan metode pengelasan yang dipakai. Keamanan hasil las sesuai tujuan desain konstruksi. 3. Instalasi Kontraktor harus mempunyai instalasi yang memenuhi syarat untuk pekerjaan las diantaranya : 1. Penyambungan Las. Posisi pengelasan 4. 7. d. X. Bentuk alur. Kontraktor yang melakukan pengelasan pada dasarnya harus memperhatikan sifat mampu las ( weldability ) material baja dengan berdasarkan 3 aspek pokok : 1. kutub elektroda dan voltage. Bengkel beratap dengan miliu kering untuk penyimpanan barang-barang elektroda. Bila metoda pemutaran mur dipakai untuk mendapatkan tegangan baut yang dispesifikasi. Bagian konstruksi yang disambung dan dimensi. 2. Batang elektroda yang dipakai harus sesuai dengan standar AWS : E70xx e. assembling struktur utama dan lain-lain yang ditunjukkan dalam gambar. kecuali bila penggunaan las tandem tidak mungkin dikerjakan. c. AWS atau DIN. 3.

j. permukaan luar elemen struktur harus segera dicat.  t max Tebal maksimum  0. karat.1. tebal sambungan las harus diambil sebagaimana berikut: 1. Segera sesudah blasting selesai harus dilakukan pengecatan. sehingga mempunyai kekuatan paling tidak sama dengan elemen yang disambung. 2. 3. cat dan nat-nat lain yang dapat mengurangi mutu las.7 tebal material yang dilas. Mutu hasil pengelasan harus sesuai dengan standar. semua debu-debu dipermukaan harus ditiup dengan air blower dan semua imperfeksi permukaan baja harus dihilangkan dengan gerenda. 3. X. Pengecatan 1. Alat-alat perangkai dan transport. Blasting 1. Tebal Las Tebal las sudut yang tertera pada gambar adalah tebal efektif. dan BK untuk las sudut. Semua permukaan baja harus diblasted sebelum dicat anti korosi. 2. Preparat untuk mengelas dan memotong. 3. air. bukan ukuran kaki las. pengelasan harus menghasilkan las dengan penetrasi penuh. Jika tidak disyaratkan lain dalam gambar bestek. 3. Persiapan Alur pada material yang akan dilas harus bebas dari kotoran. Perkerjaan blasting harus dikerjakan diworkshop khusus. Setelah HTB dipasang. Mesin-mesin dan alat kerja. X. Pengawas dapat meminta diadakan uji non-destruktif minimum tiga tempat untuk satu macam sambungan. Pada sambungan balok ke pylon.1. Secara visual hasil pengelasan harus bebas dari pori-pori. takikan dan mempunyai bentuk gelombang ( beat ) yang baik 2.7. 4. 4. minimum termasuk kelas BS untuk las tumpul. kecuali pada bagian-bagian yang disambung dengan HTB. i. Kontrol Mutu Hasil Pengelasan 1. 2. tumpuan pylon. Tebal minimum : . h. Untuk las lapangan dan tempat yang diragukan kwalitas hasil pengelasannya.2. Minyak dan gemuk harus dibersihkan dengan solvent. Misal bila digunakan standar DIN 8563 bagian 3. retak. Instalasi untuk hasil uji las. 5. . Semua permukaan baja di difinish dengan meni (sincronit). Sesudah blasting selesai harus dilakukan pengecatan-pengecatan dasar. Sesudah blasting dan pembersihan. gantungan kabel dan sambungan pada blok angker harus diadakan uji mutu non-destruktif. dipilih yang terbesar.8. 3mm. Pada las tumpul.

4. 3. 8. PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL I. berkualitas baik.15. 20 mm merk Clipsal atau Ega. Pekerjaan Pemasangan Pipa.E.1. Penjelasan tentang Bahan-bahan 1. Pipa–pipa yang ditanam di dalam dinding partisi pada arah horizontal harus berada pada bagian atas partisi dibawah langit-langit/plafon. 2. 2. Barang-barang yang sudah diafkir. 6. Pada tiap pasangan pipa jarak 8 m harus diberi T Dos. Pekerjaan harus diserahkan rekanan kepada Pengawas dalam keadaan selesai tepat pada waktu yang telah ditetapkan. Semua bahan harus barang baru yang tak ada cacatnya. Menurut peraturan-peraturan listrik yang masih berlaku di Indonesia pada waktu ini (PUIL th.2.3. Pada pasangan pipa yang mempunyai kemungkinan air dapat berkumpul supaya dipasang inspektube. Sebelum semua bahan tersebut dipasang agar diperlihatkan dulu kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk diperiksa kualitasnya dan mendapat persetujuan. bangunan lain tidak akan menonjol keluar. Dengan min. I. Pemasangan pipa yang diletakkan di atas kayu atau rangka partisi harus diberi tapak (kolos) yang jarak pemasangan satu sama lain minimal satu meter. 1976). agar mudah dalam pemeliharaan dan perbaikan. Jumlah penarikan kawat di dalam pipa harus sesuai dengan tabel sebagai pedoman yang berlaku di Indonesia. 2. Bila Pemborong tidak mengindahkan. dan memenuhi syarat keamanan kerja. 3. . 4. dalam waktu 2 x 24 jam harus sudah dikeluarkan dari lokasi pekerjaan. Penanaman pipa dilaksanakan sebelum tembok diplester. Tapak dari kayu harus dicat meni. I. Menurut penjelasan-penjelasan dan peraturan-peraturan dalam uraian ini dengan tegangan/voltage 220 V. I. Saluran/pipa yang menghubungkan saklar atau stopkontak hanya diperbolehkan dengan arah vertical terhubung dengan salauran horizontal di atas dengan dilengkapi T Dos. 5. harus diikat kuat-kuat dengan klem-klem dan pipa yang digunakan ialah Conduit Pipe uk. R. INSTALASI LISTRIK Untuk keperluan ini Pemborong bisa menugaskan pihak ketiga (instalatur) yang mempunyai sertifikat dari PLN setempat dengan mendapat persetujuan lebih dulu dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan secara tertulis. Menurut semua petunjuk-petunjuk dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 7. 9. Pelaksanaan Pekerjaan Instalasi : 1. 1. Sebelum melaksanakan pekerjaan instalasi Pemborong harus membuat gambar kerja yang telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pipa yang digunakan ialah pipa Conduit Pipe. Pemborong tetap bertanggung jawab atas pekerjaan instalasi listrik tersebut. Pemasangan pipa-pipa seluruhnya ditanam di dalam tembok sedemikian sehingga bila ditutup (diplester) oleh Pemborong. Pengawas berhak menyelenggarakan atas biaya Pemborong.

4.4. Tarikan kabel di atas harus cukup tegang dan kencang tetapi isolasi tidak boleh rusak karenanya. dan lain-lain. 3. I. Pemasangan/jenis/posisi lampu disesuaikan dengan gambar rencana. Pemasangan Kabel 1.8. Kabel yang digunakan adalah kabel jenis NYA untuk posisi kabel yang terdapat dalam pipa dan untuk kabel yang berada di atas plafon menggunakan jenis NYM dengan merk Supreme atau Kabelindo disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pemasangan saklar kapasitas 6A atau lebih sesuai beban.3 ohm. Penyambungan kabel hanya diperbolehkan di persimpangan atau perubahan jenis ukuran kabel. Papan-papan Sekring (Panel) 1. Pemasangan papan-papan sekering/panel: Wall Mounted terpasang kuat dan rapi pada lokasi yang tidak mengganggu lalu lintas dan memudahkan operasi dan pemeliharaan. 3. Stop Kontak. 2. . dipasang sampai menyala.7. 2. Osram dan telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. Panel distribusi utama dilengkapi dengan copper rel atau disesuaikan dengan kebutuhan menurut Direksi. Pemasangan Saklar. 2. Pada tempat-tempat persilangan dan penyeberangan di atas tembok muka kawat itu dimasukkan ke dalam pipa sebagai pengaman. dilengkapi dengan kotak dengan papan jati yang dipelitur dengan pintu dan kunci. 250V stop kontak 15 Amp dari ebonit warna merk. Semua lampu dipasang menempel pada langit-langit. 1. dilengkapi frame yang kuat. 3.I. 6. Seluruh penerangan harus dilengkapi dengan lampu sesuai gambar. I. I. Jenis Lampu yang Digunakan. Bagi saklar lampu ruang minimum 2 saluran. 3.6. Semua kabel yang dimasukkan ke dalam pipa tidak boleh ada sambungan. Kabel NYM yang berada di tembok atau di atas plafon harus memakai klem yang ukurannya sesuai. Tinggi „Lichtverdoelkast‟ saklar. 4. Ukuran Isolasi. Brocco atau National Panasonic dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 4. untuk mencegah lampu padam semua bila ada kerusakan. Lampu yang digunakan adalah lampu jenis Spot light hemat energy 20 Watt dan 10 Watt sesuai dengan gambar rencana dengan merk Phillip. Ukuran isolasi ditentukan antara ½ ohm sampai 0. Pada tiap penyambungan kabel menggunakan terminal. I. Pemborong harus memasang seluruh instalasi lengkap termasuk jaringan instalasi antar gedung sehingga siap menyala dengan syarat menyerahkan jaminan instalasi yang disahkan Pemborong utama dan/atau Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.5. ‘Sekringkast’. Papan sekring tersebut dari metal clad. sedangkan pada posisi kabel yang lain tidak diperbolehkan menyambung (banyak sambungan karena menggunakan sisa kabel). Untuk pembagian grup diatur sedemikian sehingga bila salah satu grup putus penerangan dan atap stop kontak pada ruangan itu tidak padam seluruhnya. 2. Panel-panel tersebut setelah dipasang dengan baik. stop kontak menurut petunjuk PLN setempat (menurut ketentuan AVE) atau 1 ½ m dari lantai. plat baja ukuran sesuai dengan rancangan. 5. 1. semua pasangan dalam (inbouwmounting). untuk itu supaya disediakan penggantung langit-langit khusus.

dan tidak diperkenankan memakai ikatan. I. 5. merk Arester.11. Penangkal Petir 1. Electrode pentanahan yang dipantek dalam tanah disesuaikan kondisi setempat (1. Penangkal petir tersebut diletakkan pada pipa air dengan ketebalan minimum 3 mm sesuai gambar. elektroda-elektroda yang ditanam harus disambungkan dengan kabel BC dan dihubungkan ke semua panel. Ground elektroda tergantung tahanan dan tidak boleh lebih dari 5 ohm. Ujung pipa pada tandon harus dilengkapi dengan klep kaki .2. 7. 4. Untuk penghantar penurun petir digunakan kabel Coaxial dengan luas penampang 2 x 35 mm2. Kepala penangkal petir dihubungkan ke tanah dengan kabel sesuai spesifikasi dengan gambar tersebut.10. I. Seluruh instalasi setelah selesai harus diuji untuk menentukan apakah sudah bisa bekerja sempurna. Pipa pengisi dari kedua pompa tersebut dihubungkan persialangan dan dilengkapi dengan stopkran sesuai gambar. Dalam semua hal harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan-peraturan PLN setempat. sebelum dipasang harus dizinc-chromat terlebih dahulu dan kemudian dicat besi anti karat sebanyak dua kali. Selanjutbnya dari panel disambung dengan kabel sesuai dengan kabel saluran yang dipakai disambung dengan groundklip pada stopkontak. Semua sambungan harus memakai alat penghubung atau baut-baut. Pengujian. head 22 pipa 2”. 2. Untuk electrode pentanahan dipergunakan Copper Rod copper rod yang dibuat runcing sepanjang 0. Pada pintu panel harus ditempelkan gambar/diagram serta nomor saluran. Pompa air bersih menggunakan merk Ebara multi state pump 2. Pemasangan pipa pada pompa harus memakai wartel Moor baik untuk pipa supply maupun pipa hisap.5.2 KW. Motor pompa dilengkapi dengan overloop relay.3 Pengujian. 3. II. II.5 m dengan diameter minimum 1" dipasang pada ujung bawah pipa Galvani dengan diameter ukuran minimal 1 1/2 inch. I. Ujung pipa hisap pada tandon dilengkapi dengan foot klep. Seluruh instalasi setelah selesai harus diuji untuk menentukan apakah sudah bisa bekerja sempurna. Penangkal petir menggunakan tipe Faraday sebanyak 6 buah. INSTALASI MEKANIKAL II. Sambungan Pengaman ke Tanah. 8. Sambungan pengaman ke tanah harus dilaksanakan sesuai peraturan-peraturan yang berlaku. Pekerjaan ini termasuk pemasangan mekanik pengatur pengisian tandon mekanik atau elektronik (yang mengatur mati dan hidup sewaktu pompa penuh dan pompa kosong). 6. batang-batang yang ditanam harus dari jenis kuningan/tembaga minimum  25 mm dan panjang tidak kurang dari 3 m ditanam lurus ke bawah. Dalam semua hal harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dan mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan . Seluruh rangkaian lisrtik bisa dimatikan dengan saklar wesel 10 Amp.1. II. Untuk spit (penangkal petir) digunakan sistem early streamer dengan radius perlindungan min 100 m dan dipasang pada ketinggian 5 m dari titik tertinggi bangunan sesuai gambar. Klem penyangga harus dibuat dari bahan besi siku.9. dengan Q 300 lt/menit. Nilai tahanan pentanahan maximum 5 ohm diukur setelah minimal 3 hari tidak turun hujan. 2 atau lebih).

2. Kelembaban nisbi : 95% maks d. 3.III. Disediakan sarana pendukung kabel yang diketanahkan (grounding) dan busbar pentanahan. Seluruh peralatan yang disediakan dan dipasang oleh Kontraktor harus dapat beroperasi dengan kondisi cuaca sebagai berikut: a. plat besi tekuk ketebalan 3 mm untuk LVMDP dan 2mm untuk LVDP dan LVSDP dengan finishing powser coating. PERSYARATAN PEKERJAAN PANEL TEGANGAN RENDAH VI. Ukuran busbar sesuai dengan spesifikasi pada setiap panel. Handle pintu dipasang baik untuk tutup bagian dalam panel maupun pintu bagian luar panel. fuse dan alat-alat ukur unruk panel LVMDP di bagian atas (dari ambang atas sampai dengan 12cm di bawah ambang atas panel atau disesuaikan dengan kebutuhan). 9. Berupa modul-modul tunggal atau yang dapat diintegrasikan dan mempunyai pentanahan yang terintegrasi antarpanel. 3. Disediakan tempat untuk pemasangan lampu indikator. harus tahan api. sehingga mampu menahan elektro mechanical force akibat arus hubung singkat terbesar yang mungkin terjadi. 4 kawat dan mempunyai 3 busbar phasa dan 1 busbar netral. Bagian tersebut merupakan bagian yang terpisah dari pintu panel dan kedudukannya mentap (fixed). 2. Kecerahan matahari : 95% III.1. Komponen selain metal yang harus digunakan. 4. Busbar dan Terminal Penyambungan 1.2. IV. Breaking capacity dan rating CB yang digunakan harus sebesar yang tercantum dalam spesifikasi peralatan. Pada bagian depan dilengkapi dengan tanda/peringatan/sign sesuai dengan kebutuhan. 7. Circuit Breaker 1. Rangka metal. KONDISI CUACA/LINGKUNGAN III. heatstone dan synchromate. 5. Pada bagian kiri atas diberi nomor panel sesuai gambar perencanaan. anti korosi.1. 8. Kontraktor harus mengganti peralatan tersebut dengan yang sesuai dan seperlunya.2. Untuk panel PP mempunyai tutup bagian dalam dan pintu bagian luar. . khususnya penyangga /support bagian yang bertegangan. yang berfungsi untuk dudukan ujung kabel pentanahan. Suhu dalam ruang non-AC : 40º C-grade maks c. Semua jenis panel dilengkapi dengan lampu indikator. Apabila peralatan yang hendak disediakan/dipasang oleh Rekanan ternyata tidak dapat beroperasi pada kondisi cuaca di atas. Pintu dilengkapi dengan kunci dan handle. tahan gores dan cat warna krem.3. Suhu di udara terbuka : 55º C-grade maks b. Circuit breaker yang digunakan dari jenis MCCB dan MCB merk Merlin Gemlin (MG) yang sesuai dengan standar IEC 60947-2. Busbar dan terminal penyambungan harus disusun dan dipegang isolator dengan baik. VI. 10. 4. harus dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan untuk mendapat penjelasan. Panel harus sesuai untuk sistem 3 phasa. Konstruksi Box Panel 1. 2. Busbar terbuat dari bahan tembaga. 6. VI.

juga keterangan dari kode label ukuran A4 pada bagian dalam pintu panel dan harus dilaminasi. floor drain dan lain-lain. 1. F.1. Pemasangan pipa distribusi ke setiap peralatan sanitary seperti closet.3. wastafel. Warna kuning untuk phasa S 3. 4.1. Pemasangan komponen-komponen tersebut harus rapi dan kokoh sehingga mampu menahan elektro mechanical force akibat arus singkat hubung singkat terbesar yang mungkin terjadi. Panel jenis wall mounting dipasang flush mounting pada dinding tembok dengan lokasi sesuai dengan gambar perencanaan. 2. Warna hijau untuk phasa R 2. Semua circuit breaker harus diidentifikasi dengan jelas. Gambar Skema Rangkaian Listrik Panel harus dilengkapi dengan gambar single line diagram beserta kode label untuk incoming dan out going-nya. Identifikasi ini meliputi breaking capacity. Box panel dan semua material yang bersifat konduktif yang berada di sekitar panel listrik harus dihubungkan ke sistem pembumian pengaman. urinal. 2. dan lain-lain.6. Pemasangan pemipaan pada peralatan sanitary seperti closet. 3.2.1. VI. Pekerjaan Air Kotor. F. VI. Warna merah untuk phasa T Lampu-lampu indikator harus diproteksi dengan mini fuse. Pengadaan dan pemasangan sistem pemipaan beserta perlengkapan yang meliputi pemipaan reservoir pemipaan pada instalasi pompa dan pemipaan distribusi pada setiap titik pengeluaran. Indikator/Electrical Auxilliaries Lampu indikator yang digunakan adalah : 1. urinal. PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan Air Bersih Pengadaan dan pemasangan secara sempurna unit-unit peralatan utama yang diperlukan dalam sistem penyediaan air bersih berupa pompa-pompa beserta perlengkapannya. Pemasangan MCB harus menggunakan Omega Rail sedangkan pemasangan MCCB harus menggunakan dudukan plat.4. Untuk tipe indoor dengan IP 20. 3. URAIAN TEKNIS PLUMBING F.1. rating ampere serta ampere trip dari circuit breaker tersebut. Label terbuat dari plat aluminium sesuai standar DIN 4070. 2.5. Tipe Panel 1. F. VI. wastafel. . 4. 5. Berdasarkan cara pemasangannya panel-panel tegangan rendah diklasifikasikan sebagai free standing dan wall mounting. Pemasangan panel pada dinding harus diperkuat dengan baut tanam (anchor bolt) sehingga tidak akan rusak oleh gangguan mekanis. 1. Semua circuit breaker harus diberi label/signplate berupa kode nomor yang merupakan kelompok beban yang dicatu daya listriknya. Pengadaan dan pemasangan perlengkapan yang diperlukan dalam sistem pembuangan air kotor.

dan mengikuti Pedoman Plumbing Indonesia 1979. F. Lamanya waktu pelaksanaan pengadaan. Gambar-gambar perancangan ini tidak dimaksudkan untuk menunjukkan semua pipa. Pemborong harus membuat gambar inslatasi detail (shop drawings) untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan.8. Pemborong harus memberikan surat pernyataan yang membuktikan bahwa semua tukang yang melaksanakan pekerjaan telah memiliki pengalaman dan kecakapan yang diperlukan.2. Gambar Pelaksanaan. Bila ada suatu bagian pekerjaan atau peralatan yang diperlukan agar instalasi bisa bekerja dengan baik. serta fixtures secara terperinci. Kontraktor wajib memiliki pas instalatur yang masih berlaku. penghapusan. Pemborong harus menjamin seluruh unit peralatan yang didatangkan adalah baru bebas dari unsurunsur rusak dan tidak layak.2. Bahan dan peralatan yang hilang atau rusak harus F. barang tersebut harus sudah diangkut ke luar lapangan oleh Pemborong.2. F. F. Untuk pelaksanaan khusus. dalam waktu 3 hari. atau penambahan pada instalasi tersebut.6. Pemborong harus tetap melaksanakan tanpa ada biaya tambahan.2. F.9. detail pemasangan seluruh instalasi di atas. Pengamanan.3. Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh tenaga terampil di bidangnya agar dapat memberi hasil yang terbaik dan rapi. Bila Pengawas mengatakan tidak baik. dan pemeliharaan diselaraskan dengan tahaptahap pembangunan sesuai jadwal yang telah ditentukan. F. Pemborong bertanggung jawab atas pencegahan/pengamanan semua bahan dan peralatan untuk pekerjaan instalasi ini dari pencurian atau kerusakan. Contoh-contoh Bahan. F. Pelaksanaan pemasangan harus memenuhi syarat-syarat yang umum berlaku di Indonesia. Gambar-gambar Kerja. Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi harus diganti dengan yang sesuai. dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perancangan atau spesifikasi perancangan saja.F. Gambar-gambar dan Spesifikasi.2. Material. Gambar dibuat dari kertas kalkir. dan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang setempat sesuai dengan domisili Pemborong tersebut.4. selama pekerjaan instalasi ini.2. Pemborong harus memberi tanda-tanda dengan pensil/tinta merah pada set gambar atau semua perubahan. Tenaga Pelaksana.5.2. Semua bagian tersebut di atas walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara spesifik harus disesuaikan dan dipasang oleh Pemborong. Pemborong harus menyerahkan gambar-gambar pelaksanaan (as built drawings) yang meliputi denah instalasi terpasang. Gambar-gambar Perancangan. Gambar-gambar kerja untuk seluruh pekerjaan harus selalu berada di lapangan termasuk semua perubahan serta usulan dan lain sebagainya. .2. pemasangan.1. F. fitting. F.7. Seluruh biaya yang timbul akibat penggantian material dan peralatan tersebut di atas menjadi tanggungan Pemborong.2. serta kualitas barang sesuai dengan spesifikasi.2.2. Gambar-gambar dan spesifikasi perancangan ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. dalam waktu tidak lebih dari satu minggu setelah ditanda tangani berita acara penerimaan barang. Bila kualitasnya diragukan barang-barang itu akan dikirim ke kantor penyelidikan yang berwewenang atas biaya Pemborong. Pemborong wajib mengirimkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan atau brosur-brosurnya kepada Pengawas. katup-katup. bila diperlukan agar instalasi ini lengkap dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan pelaksanaan yang wajar. PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS UMUM Waktu Pelaksanaan.

Untuk pipa air kotor. dan PUBB 1969. bulanan. Pengujian a. NI-3 1963. . yang berita acaranya akan dibuat setelah hasilnya diterima dan memenuhi syarat. atau dengan pengujian hidrostatik 4 kg/cm² untuk pipa cabang dan 6 kg/cm² untuk pipa induk.F. Peraturan Perusahaan Air Minum Negara tentang Instalasi Air. e. Peraturan-peraturan/Persyaratan Selama pelaksanaan pekerjaan ini. Sistem ini harus dapat menahan air isian tersebut minimum satu jam.05 mm 4. 2. Dalam pelaksanaan pekerjaannya. dan „vent stack‟ digunakan PVC merk Wavin. Tebal dindingnya tidak boleh kurang dari ukuran berikut : TYPE D Diameter dalam  50 s/d 75 mm  100 s/d 125 mm  150 mm  200 mm  250 mm Tebal dinding minimum 3. diganti oleh Pemborong tanpa tambahan biaya. Seluruh sistem harus mempunyai lubang-lubang yang dapat ditutup plug agar dapat diisi air sampai dengan lubang vent tertinggi. Peraturan Perubahan Indonesia tentang penggunaan tenaga kerja harian.2.2. Sistem Air Bersih. c. Material/Bahan-bahan yang Dipakai. Bila Pemilik menginginkan pengujian lain di samping cara di atas.10. Sebelum dipasang fixtures seluruh jaringan harus diuji dengan tekanan 8 kg/cm² untuk pipa sanitary.15 – 4. a. 1. dan borongan. d. Pemborong instalasi ini diwajibkan mengadakan koordinasi dengan pemborong-pemborong pekerjaan struktur. Direktorat Jenderal Cipta Karya. Pengetesan pipa harus disaksikan Pengawas. Peraturan Beton Indonesia PBI-NI-1/1955. tata cara pelaksanaan dan petunjuk-petunjuk lain yang berkenaan dengan semua peraturan pembangunan yang sah di Indonesia harus betul-betul ditaati. interior. dan selama waktu itu airnya tidak boleh turun lebih dari 10 cm. dan 12 kg/cm².30 mm 3. Jaringan air bersih menggunakan pipa PVC Type AW dengan diameter ¾” merk Wavin atau Maspion dan harus memenuhi persyaratan BS 1387-1967 atau standar-standar lain yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. mingguan. Koordinasi. b.50 – 5. PBI-NO-2/1971 dan dengan Peraturan-peraturan Beton yang berlaku saat ini.40 mm 6. maspion. elektrikal. b. Departemen Pekerjaan Umum. Kontraktor dianggap telah cukup mengetahui akan isi dan maksud semua peraturan dan syarat-syarat tersebut di atas. Pedoman Peraturan Plumbing Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Teknik Penyehatan. F. Pembuangan Air Kotor. air bangunan. biaya pengetesan serta alat-alat yang diperlukan menjadi tanggung jawab Pemborong.40 mm 8.11. Penjelasan persyaratan teknis khusus untuk pekerjaan instalasi air bersih dan air kotor. dan sebagainya sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan pada pemasangan dapat diperkecil atau dihilangkan. Pemeriksaan Umum untuk Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan NI-3 (PUBB) 1956. maka Kontraktor harus melakukannya tanpa tambahan biaya. Peraturan-peraturan yang dimaksud adalah : a. b. Pipa PVC yang dipakai berkategori kelas AZ (8 kg/cm²) JIS K 6742.30 mm 10.

b. d. . a. fitting dan sebagainya juga harus kuat. atau dengan bahan yang ditentukan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan.  Ukuran dalamnya galian adalah jarak yang dihitung dari as pipa sampai permukaan jalan/tanah asli. Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata hingga seluruh panjang pipa tertumpu dengan baik. Onda. dan setelah diperiksa oleh Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan yang ditunjuk. Wasser atau American Standard. Sistem Penyambungan Pipa. c. Kran di bak mandi. atau digunakan ketentuan-ketentuan persyaratan minimal menurut buku petunjuk dalamnya galian. semua kotoran harus dibuang dari lubang galian yang kemudian ditimbun kembali baik-baik dengan pasir urug. Wasser. Sambungan dari bahan yang sama dan diikat dengan lem/selvent cement bagi penyambungan pipa induk juga bisa digunakan pengelasan bila diperlukan pada kondisi-kondisi tertentu. urinoir. kedudukan komponen seperti fixtures. urinoir. wastafel. aer. e. dengan tanah bekas galian.  Setelah pipa pada lubang galian. warna ditentukan kemudian. Pelaksanaan pekerjaan harus rapi.4. dan 80 – 100 cm untuk  5” ke atas. Pipa air bersih tidak boleh diletakkan pada lubang yang sama dengan dengan pipa air buangan. Wastafel.  Kedalaman galian pipa dalam tanah  4” ke bawah harus dibuat 60 cm. Pipa-pipa dalam Tanah. Sistem Pemipaan. sehingga tidak mengganggu dinding porselin dan sebagainya. menggunakan produk San-ei. Kontraktor bertanggung jawab melengkapi semua komponen yang diperlukan untuk seluruh jaringan instalasi disini. Untuk pipa PVC sambungan lem harus memakai lem berkualitas tinggi merk Wavin. closet jongkok menggunakan produk Toto.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful