SPESIFIKASI TEKNIS DAN METODE PELAKSANAAN

A. URAIAN TEKNIS UMUM I. LINGKUP PEKERJAAN

I.1. Nama kegiatan : Pembangunan/Rehabilitasi Fasilitas Gedung Pemerintahan
I.2. Nama pekerjaan : Renovasi Gedung Kantor Kelurahan Sememi II. JENIS DAN MUTU BAHAN II.1. Kecuali ditetapkan lain secara khusus, maka semua bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus menggunakan bahan yang baru. II.2. Tanda pengenal. 1. Apabila pabrik/produsen bahan mengeluarkan tanda pengenal untuk produk/bahan yang dihasilkannya, baik berupa cap merk dagang atau sebagai pengenal kualitas/kelas/kapasitas maka semua bahan dari pabrik/produsen bersangkutan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus mengandung tanda pengenal tersebut. 2. Khusus untuk bahan pekerjaan instalasi (daya, penerangan, komunikasi, alarm, plumbing dan lain-lain) kecuali ditetapkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, bahan sejenis dengan fungsi yang berbeda harus diberi tanda pengenal yang berbeda pula. Tanda pengenal ini dapat berupa warna atau tanda lain yang harus sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku. Dalam hal ini harus dilaksanakan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. II.3. Merk Dagang Dan Kesetaraan. 1. Secara umum penggunaan Bahan/Produk harus mempunyai kualitas penampilan yang setara dengan bahan/produk yang memakai Merk Dagang yang disebutkan dan dapat diterima apabila sebelumnya telah diperoleh persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan atas ijin dari Pemberi Tugas tentang kesetaraan tersebut. 2. Penggunaan Bahan/Produk yang disetujui harus sesuai dengan salah satu merk yang disebutkan dalam spesifikasi bahan atau merk lain yang telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan tidak dianggap sebagai perubahan Pekerjaan dan karenanya tidak akan ada perubahan harga. II.4. Penggantian (Substitusi). 1. Atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, Kontraktor dapat menggantikan sesuatu bahan/produk dengan sesuatu Bahan/Produk lain yang berbeda dari produk yang disyaratkan dan setaranya. 2. Apabila akibat penggantian bahan/produk terjadi perhitungan harga kurang/lebih maka akan diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah/kurang. II.5. Persetujuan Bahan. 1. Untuk menghindarkan penolakan bahan dilapangan dianjurkan dengan sangat agar sebelum sesuatu Bahan/Produk yang akan dibeli/dipesan/diprodusir, terlebih dulu dimintakan Persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan atas kesesuaian dari Bahan/Produk tersebut dengan Persyaratan Teknis, Guna diberikan persetujuan dalam bentuk tertulis yang dilampirkan pada contoh/Brosur dari Bahan/Produk yang bersangkutan untuk diserahkan pada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dilapangan.

2. Penolakan bahan dilapangan karena diabaikannya prosedur diatas sepenuhnya merupakan tanggung jawab Kontraktor tanpa pertimbangan keringanan apapun. 3. Adanya persetujuan tertulis dengan disertai Contoh/Brosur seperti tersebut diatas tidak melepaskan tanggung jawab Kontraktor dari kewajibannya untuk mengadakan Bahan/Produk yang sesuai dengan persyaratannya, serta tidak merupakan jaminan akan diterima/disetujuinya seluruh Bahan/Produk tersebut dilapangan, sejauh tidak dapat dibuktikan bahwa seluruh Bahan/Produk tersebut adalah sesuai dengan Contoh/Brosur yang telah disetujui. II.6. Contoh Pada waktu memintakan persetujuan atas Bahan/Produk kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus diserahkan Contoh dari Bahan/Produk tersebut, dengan ketentuan sebagai berikut 1. Jumlah Contoh : a. Untuk Bahan/Produk yang tidak dapat diberikan sesuatu Sertifikat Pengujian yang dapat disetujui/diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sehingga perlu untuk diadakan Pengujian, maka kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus diserahkan sejumlah Bahan/Produk sesuai persyaratan yang ditetapkan dalam Standar Prosedur Pengujian, untuk dijadikan Benda Uji guna diserahkan kepada lembaga Penguji yang ditunjuk oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. b. Untuk Bahan/Produk yang mempunyai Sertifikat Pengujian, maka harus diserahkan 2 (dua) buah contoh, yang masing-masing disertai dengan salinan Sertifikat Pengujian yang bersangkutan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Contoh yang disetujui : a. Contoh yang diserahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan telah memperoleh persetujuan, harus dibuat suatu keterangan tertulis mengenai persetujuannya serta dipasang tanda pengenal persetujuannya pada 2 (dua) buah contoh, yang semuanya akan dipegang oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bila dikehendaki Kontraktor dapat memintakan sejumlah set tambahan dari contoh berikut Tanda Pengenal Persetujuan dan surat keterangan persetujuan untuk kepentingan dokumentasi Kontraktor. b. Pada waktu Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sudah tidak lagi membutuhkan contoh yang disetujui tersebut untuk pemeriksaan Bahan/Produk bagi pekerjaan, maka Kontraktor berhak meminta kembali Contoh tersebut untuk dipasang pada pekerjaan. 3. Waktu Persetujuan Contoh a. Merupakan tanggung jawab dari Kontraktor untuk mengajukan Contoh pada waktunya, sehingga Pemberian persetujuan atas Contoh tersebut tidak akan menyebabkan keterlambatan pada Jadwal Pengadaan Bahan (paling akhir 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum mendapat persetujuan bahan). b. Untuk Bahan/Produk yang persyaratannya tidak dikaitkan dengan kesetaraan pada sesuatu Merk Dagang tertentu, keputusan atas Contoh akan diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam waktu tidak lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja. Persetujuan yang akan melibatkan keputusan tambahan diluar Persyaratan Teknis (seperti penentuan Model, warna dll), maka keseluruhan keputusan akan diberikan dalam waktu tidak lebih dari 21 (dua puluh satu) hari kerja. c. Untuk Bahan/Produk yang masih harus dibuktikan kesetaraannya dengan sesuatu Merk Dagang yang disebutkan, keputusan atas Contoh akan diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam waktu 21 (dua puluh satu) hari kerja sejak dilengkapinya pembuktian kesetaraan.

d. Untuk bahan/Produk yang bersifat Pengganti (substitusi), keputusan Persetujuan akan diberikan oleh Direksi Pekerjaan dalam jangka waktu 21 (dua puluh satu) hari sejak diterimanya seluruh bahan-bahan pertimbangan secara lengkap. e. Untuk Bahan/Produk yang bersifat Peralatan/Perlengkapan ataupun Produk lain yang karena sifat/jumlah/harga pengadaannya tidak memungkinkan untuk diberikan Contoh dalam bentuk Bahan/Produk jadi, maka permintaan Persetujuan bisa diajukan berdasarkan Brosur dari Produk tersebut, dengan dilengkapi :   Spesifikasi Teknis lengkap yang dikeluarkan oleh Pabrik/Produsen. Surat-surat seperlunya dari Agen/Importir sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan antara lain Surat keagenan Surat Jaminan Suku Cadang dan Jasa Purna Penjualan (After Sales service) dan lain-lain. Katalog untuk warna, Pekerjaan Penyelesaian (Finishing) dan lain-lain.

 

Sertifikat-sertifikat Pengujian/Penetapan Kelas serta dokumen-dokumen lain sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. f. Apabila setelah melewati waktu yang ditetapkan diatas, keputusan atas contoh dari Bahan/Produk yang diajukan belum diperoleh tanpa Pemberitahuan tertulis apapun dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, maka dianggap bahwa contoh yang diajukan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. g. Penyimpanan Bahan.  Persetujuan atas sesuatu Bahan/Produk harus dimengerti sebagai perijinan untuk memasukkan Bahan/Produk tersebut ke dalam lapangan serta pemeriksaan keadaannya pada saat persetujuan diberikan. Bahan/produk yang telah dimasukkan ke lapangan harus segera disimpan dengan cara yang betul dan baik, sesuai ketentuan untuk masing-masing Bahan/Produk yang telah ditetapkan serta sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan apabila tidak diisyaratkan pabrik. Kontraktor yang akan memakai Bahan/Produk tersebut harus bertanggung jawab selama dalam penyimpanan, Bahan/Produk tersebut tetap berada dalam kondisi layak untuk dipakai. Apabila selama waktu itu ternyata bahwa Bahan/Produk menjadi tidak layak untuk dipakai dalam pekerjaan, maka Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak untuk memerintahkan agar Bahan/Produk tersebut harus segera dikeluarkan dari lapangan untuk diganti dengan yang memenuhi persyaratan.

III.

URAIAN PEKERJAAN III.1. Informasi Site 1. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor harus benar-benar memahami kondisi/pelaksanaan pekerjaan dan harus sudah memperhitungkan segala permasalahan yang dihadapi. 2. Kontraktor harus memperhatikan secara khusus mengenai pengaturan lokasi tempat bekerja, penempatan material, pengamanan dan kelangsungan operasi selama pekerjaan berlangsung. 3. Kontraktor harus mempelajari dengan seksama seluruh bagian gambar, persyaratan teknis dan agenda-agenda dalam dokumen lelang, guna penyesuaian dengan kondisi lapangan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan benar. III.2. Penyediaan Pemborong harus menyediakan semua keperluan guna pelaksanaan pekerjaan yang sempurna dan efisien dengan urutan yang teratur, termasuk sarana bantu seperti alat-alat penarik dan pengangkat, andang-andang dan sebagainya.

2. 5.5" & 1. Lampu-lampu penerangan pekerja lembur Stamper/Compactor Pemotong Besi Mesin Las Pompa Air Jaring Pengaman Mesin potong granit / keramik Bor listrik Setaraf Top Con Setaraf Top Con 80 w – 500 w 0. DAFTAR ALAT KERJA LAPANGAN NO.1 sebagai persyaratan untuk pelaksana. 2. Semua peralatan yang rusak harus diperbaiki di luar lokasi proyek atau dikoordinasikan dengan Pengguna Jasa. 5. Kontraktor diwajibkan untuk segera menyingkirkan alat-alat tersebut dan memperbaiki semua kerusakan yang diakibatkannya serta membersihkan bekasbekasnya. 1. 1. 4. 10. 12. 7 8. Disamping alat-alat yang diperlukan seperti tersebut diatas.5 . Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak memerintahkan untuk menambah peralatan yang tidak sesuai/tidak memenuhi persyaratan. Kontraktor harus menyiapkan tendatenda untuk para pekerja waktu hujan. Peralatan yang digunakan harus baik dan bisa beroperasi dengan lancar.1.5 1/det Listrik Listrik 1 buah 2 buah secukupnya 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit SPESIFIKASI TEKNIS Baja Kap 1/8 m3. Tetapi kecuali yang disebut di atas. Kuantitas dan Kualitas Pekerjaan. 9. diubah. 11. .1/4/m3 2.3. 3. 13. NAMA ALAT Perancah (scafolding) Molen Beton Vibrator Kereta angkut beton Pesawat ukur a. 3. Dalam daftar dibawah ini tercantum peralatan yang dimaksud dalam ayat 3. Kuantitas dan kualitas pekerjaan yang termasuk pada harga kontrak harus dianggap seperti yang tertera di gambar-gambar kontrak atau tercantum di uraian dan syarat-syarat. 6. atau dipengaruhi penerapan atau interprestasi dari apa yang tercantum dalam syarat-syarat ini. Yang melalui jalan umum agar tidak mengganggu lalu lintas.5" kap 0.0.80 t Listrik 3 .5 HP 0.03-0. Theodolith / Waterpass c.04 m3 JUMLAH 400 m2 1 buah 2 buah 4 unit III. apa yang tertera dalam uraian dan syarat-syarat atau gambar dalam kontrak itu bagaimanapun tidak boleh ditolak. Kontraktor harus menjaga ketertiban dan kelancaran perjalanan alat-alat berat. Bak Ukur 6. 4. Bila pekerjaan sudah selesai.

Harga kontrak tidak boleh disesuaikan atau diubah secara bagaimanapun selain menuruti ketetapan-ketetapan yang tepat dari syarat-syarat ini. III. . 3. 1. Barang/bahan yang ditawarkan dalam harga satuan pekerjaan dan harga satuan bahan/upah adalah mengikat. harus mengajukan keberatan secara tertulis dalam waktu 3 (tiga) kali 24 (dua puluh empat) jam.5. IV. situasi dan sebagainya yang telah dibuat perancang telah disampaikan kepada rekanan bersama dokumen lainnya. Semua kekeliruan baik mengenai hitungan atau bukan perhitungan harga kontrak harus dianggap telah diterima oleh kedua belah pihak yang bersangkutan. Selama pembangunan. atau digunakan untuk maksud-maksud lain. IV. Petunjuk dan Instruksi. Gambar-gambar Tambahan. 3. uraian dan syarat-syarat tidak boleh membatalkan kontrak ini tetapi hendaknya diperbaiki dan dianggap suatu perubahan yang dikehendaki Pemberi tugas. IV. Gambar-gambar tersebut menjadi milik Pemimpin Proyek. berita acara aanwijzing dan time schedule dalam keadaan baik selama masa pelaksanaan pekerjaan.4. IV. Kontraktor harus membuat “as built drawing” yang jelas. dan taat kepada pasal-pasal dari syaratsyarat ini. Rekanan tidak boleh mengubah/menambah tanpa ijin tertulis dari Konsultan Pengawas.4. Untuk semua gambar yang belum ada pada gambar kerja dan gambar perubahan di lapangan baik penyimpangan atas perintah Konsultan Pengawas atau tidak. Apabila Kontraktor tidak dapat menerima atau menyetujui pendapat atau perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi tugas. GAMBAR-GAMBAR PEKERJAAN IV. Semua petunjuk dan instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi Tugas yang dikeluarkan secara tertulis harus dilaksanakan secara baik oleh Kontraktor. Contoh barang/bahan yang ditawarkan tidak bisa dipergunakan bila belum mendapat persetujuan Konsultan Pengawas secara tertulis. Semua gambar tersebut tidak boleh diberikan kepada pihak lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan ini. Pemborong harus membuat gambar detail penjelasan (shop drawings) yang diperiksa/disahkan oleh Konsultan Pengawas.1. Rekanan harus menyimpan di lokasi pekerjaan satu set gambar kontrak lengkap termasuk rencana kerja dan syarat-syarat. 2. Contoh Barang. gambar-gambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap tiga dan semua biaya pembuatannya ditanggung Pemborong. Gambar-gambar rencana pekerjaan yang meliputi bestek. As Built Drawing (Gambar sebagaimana dilaksanakan). dan harus tersedia bila Pemberi tugas atau wakilnya sewaktu-waktu memerlukan. detail konstruksi.3.2. IV. Gambar-gambar di Tempat Pekerjaan. semua bahan/barang bagi pelaksanaan harus sesuai dengan RKS dan Berita Acara Aanwijzing. rekanan harus menawarkan harga-harga tersebut sesuai RKS dan Berita Acara Aanwijzing. Dan apabila dalam jangka waktu tersebut Kontraktor tidak mengajukan keberatan maka dianggap telah menyetujui dan menerima perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi Tugas untuk dilaksanakan. Bila Konsultan Pengawas menganggap perlu. Kekeliruan pada uraian pekerjaan atau kuantitas atau pengurangan bagian-bagian dari gambar.2.

3. 1. 2. „Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve tersebut harus selalu berada di lokasi pekerjaan agar perkembangan hasil pekerjaan di lapangan bisa diikuti dan diberi tanda garis tinta merah. Bila terdapat perbedaan ukuran. dan harus disahkan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan Pimpinan Proyek. Bila rekanan meragukan perbedaan antara gambar-gambar yang ada dengan RKS. V. Kontraktor harus memasukkan kembali perbaikan atas ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve apabila Direksi Pekerjaan meminta diadakannya perbaikan / penyempurnaan atas ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve tersebut. Kontraktor wajib menyerahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan suatu Rencana Mingguan yang berisi Rencana Pelaksanaan dari berbagai Bagian Pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam Mingguan berikutnya.3. 3. atau setelah menerima SPK dari Pemimpin Proyek.6. Rencana Pelaksanaan 1. konsultan pengawas dan kontraktor sendiri. Bila terdapat/terlihat ada hambatan.1. yang berisi tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan. Untuk bagian-bagian pekerjaan.4. rekanan harus segera mengadakan persiapan termasuk pembuatan jadwal pelaksanaan berupa ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atua setidaknya berupa “S” Curve selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkan SPK. VI.5. V. 2. Gambar Kerja. Bila pada gambar terdapat perbedaan antara skala dan ukuran maka ukuran dengan angka dalam gambar yang diikuti. maka RKS atau RAB yang diikuti. Format dari Gambar Kerja harus sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Kontraktor tidak dibenarkan memulai sesuatu pelaksanaan pekerjaan sebelum adanya persetujuan dari Direksi Pekerjaan atas Rencana kerja tersebut. waktu yang direncanakan yang disesuaikan dengan jangka waktu yang ditetapkan dalam kontrak. Gambar Kerja harus diajukan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya dalam rangkap 3 (tiga) yaitu untuk Direksi. dimana gambar belum cukup memberikan petunjuk mengenai cara untuk mencapai keadaan terlaksana. V. Bila terdapat perbedaan antara gambar rencana dan gambar detail maka gambar detail yang diikuti. VI. VI. 3.V. Kekeliruan pelaksanaan akibat kelalaian hal-hal diatas menjadi tanggung jawab Kontraktor. maka rekanan wajib bertanya kepada Konsultan Pengawas secara tertulis. V. jumlah serta bahan-bahan yang diperlukan. Sebelum melaksanakan pekerjaan. V. Pada saat akan dimulai pelaksanaan di lapangan. Rencana Mingguan dan Bulanan 1. paling lambat 4 (empat) hari sebelum dimulainya waktu pelaksanaan. rekanan harus meneliti kembali semua dokumen yang ada untuk disesuaikan dengan Berita Acara Rapat Penjelasan (Aanwijzing). PENJELASAN RKS DAN GAMBAR V. semua pihak harus segera mengadakan langkah-langkah penanggulangannya.2.2. 4. baik tentang mutu bahan maupun konstruksi. Selambat-lambatnya pada setiap hari Sabtu selama proses pelaksanaan pekerjaan berlangsung.1. Kontraktor wajib untuk mempersiapkan Gambar Kerja yang terperinci yang akan memperlihatkan Cara Pelaksanaan tsb. . PELAKSANAAN VI.

Jam kerja Kontraktor adalah jam kerja menurut kebiasaan setempat (6 hari seminggu) 2.Pelaksanaan pekerjaan pondasi. 4. KUASA PEMBORONG DI LAPANGAN VII. Pegawai pemborong yang melaksanakan. Foto-foto tersebut menggambarkan kemajuan proyek dan dibuat minimal peristiwa sebagai berikut : . Untuk memulai suatu Bagian Pekerjaan yang baru Kontraktor diwajibkan untuk menyampaikan Pemberitahuan kepada Direksi Pekerjaan mengenai hal tersebut paling lambat 2 x 24 jam sebelumnya.Pada saat pengurugan lahan . Kontraktor wajib menyerahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan suatu Rencana Bulanan yang menggambarkan dalam garis besarnya.4. atau setelah matahari terbenam.Sebelum pekerjaan dimulai. VI.1. Kelalaian Kontraktor untuk menyusun dan menyerahkan Rencana Mingguan maupun Bulanan dinilai sama dengan kelalaian dalam melaksanakan Perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam Melaksanakan Pekerjaan. Yang dimaksud dokumentasi dalam pekerjaan ini adalah : Foto-foto hasil pekerjaan berwarna ukuran post card dimasukkan dalam album. berbagai Rencana Pelaksanaan dari berbagai Bagian Pekerjaan yang direncanakan untuk dilaksanakan dalam bulan berikutnya. urutan dan prosedur koordinasi semua bagian yang ada di bawah kontrak. Jika Kontraktor menghendaki. VI.Pada saat pengerjaan poer . Ketentuan jam kerja. Dokumentasi 1. atau pada hari-hari libur nasional. maka Kontraktor diharuskan mengajukan ijin sebelumnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan secara tertulis dalam waktu sekurang-kurangnya 24 jam. balok dan plat) . VII. Pemborong harus dapat menyerahkan kepada seorang Pelaksana yang ahli pada bidangnya. atau sebelum matahari terbit. . .Pada saat penulangan dan pengecoran beton (pondasi.5.Bangunan telah selesai 100% Setelah pekerjaan seluruhnya selesai dan siap untuk diserahkan pada penyerahan pertama. . . 1. Pemborong harus mengawasi dan memimpin pekerjaan dengan menggunakan kecakapan dan perhatian penuh. 3. Sebagai pemimpin sehari-hari pelaksanaan pekerjaan. 1. Ia harus bertanggung jawab sepenuhnya bagi semua alat konstruksi. penuh tanggung jawab. VII. .2. . diluar ketentuan waktu jam kerja menurut kebiasaan setempat. cakap diberi kuasa. Selambat-lambatnya pada minggu terakhir dari setiap bulan. Pengawasan dan Prosedur Pelaksanaan. kolom. Kontraktor harus memperhitungkan biaya pembuatan dokumentasi serta pengirimannya ke pihak Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan ke pihak lain yang memerlukan.Setelah dinding dan kusen terpasang.Pada saat pemasangan dan selesainya pekerjaan lantai .Pada saat pelaksanaan konstruksi atap (erection) dan pemasangan atap.Pada saat pemasangan dan selesainya pekerjaan plafon. sloof. cara-cara teknik. dan selalu berada di tempat pekerjaan.Pemasangan instalasi Mekanikal Elektrikal . 2.2. di samping itu Pemborong harus membuat susunan organisasi kerja di lapangan sesuai dengan bidang keahlian serta pekerjaan yang ada.

dan penengah (arbirator) dan dimanapun pekerjaan atau bagian pekerjaan atau bagian pekerjaan berada.1. pengalaman. dan sebagainya bagi seluruh pekerjaan termasuk bahan-bahan yang dilaksanakan oleh pekerja-pekerja dan menjaga agar pekerjaan bebas dari air hujan dengan melindungi memakai tutup yang layak. listrik. ordonasi Pemerintah pusat dan lokal. Pengawas berhak menolak penunjukan Pelaksana oleh Pemborong didasarkan pendidikan. Semua biaya pemasangan kembali dan perbaikan kerusakan menjadi tanggung jawab Pemborong. tata tertib. bestek dan Berita Acara Aanwijzing sehingga tidak terjadi kesalahan-kesalahan baik konstruksi maupun kualitas bahan yang harus dilaksanakan. Pelaksana harus mempelajari dan memahami semua isi gambar. saluran pembuangan dan sebagainya dan kerusakan-kerusakan sejenis yang disebabkan operasi Pemborong dalam arti yang luas. baik bagi kendaraan maupun pejalan kaki selama kontrak berlangsung. 4. IX. . sanitasi. undang-undang Republik Indonesia adalah undang-undang yang melindungi kontrak ini. Perubahan konstruksi maupun bahan-bahan bangunan dapat dilaksanakan bila ada ijin tertulis dari Pimpinan Proyek berdasarkan rapat Direksi. rekanan wajib memberikan alamat tetap yang jelas dengan nomor telepon kepada Pimpinan Proyek. VIII. jalan kecil. air minum. Selama masa pelaksanaan kontrak.2. Ia harus menjaga perlengkapan dan bahan-bahan dari semua kemungkinan kerusakan. dan hak pemakai jalan bersih dari bahan bangunan dan sebagainya dan memelihara kelancaran lalu lintas.3. dan kecakapan. Pemborong harus membatasi daerah operasinya di sekitar tapak dan harus mencegah para pekerjanya melanggar wilayah orang lain yang berdekatan. Pemborong wajib mengadakan semua yang diperlukan bagi para pekerja dan tamu seperti pertolongan pertama. 3. untuk memudahkan komunikasi demi kelancaran jalannya pelaksanaan pekerjaan. Terhadap Milik Umum. Pemborong bertanggung jawab atas keamanan seluruh pekerjaan. Sebagai penanggung jawab di lapangan pekerjaan. dan fasilitas-fasilitas kesejahteraan. jalan. IX.2. Terhadap Bangunan yang Ada. Rekanan juga bertanggung jawab atas gangguan. Rekanan juga wajib memenuhi semua persyaratan. Selama pelaksanaan pekerjaan. Pemborong harus menjaga agar jalanan umum. Itu semua diperbaiki Pemborong hingga dapat diterima oleh Pemimpin Proyek. atau menimba seperti apa yang dikehendaki atau yang diinstruksikan. dan sebagainya yang disebabkan oleh kegiatan Pemborong. IX. Pemborong bertanggung jawab penuh atas semua kerusakan utilitas. termasuk bahan-bahan bangunan. sub kontraktor.4. TEMPAT TINGGAL (DOMISILI) Apapun kebangsaan kontraktor. Dalam hal ini Pemborong harus segera menempatkan Pelaksana lain dengan persetujuan Pengawas. kerusakan dan pemindahan yang terjadi atas fasilitas umum seperti saluran air. tingkah laku. Keamanan dan Kesejahteraan. kehilangan. IX. memompa. Terhadap Wilayah Orang Lain. PENJAGAAN KEAMANAN LAPANGAN PEKERJAAN IX.5. leveransir. Menyimpang dari hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemborong untuk membetulkan dan melaksanakan sesuai gambar dan bestek. Keamanan terhadap Pekerjaan. IX. perlengkapan instalasi yang ada hingga kontrak selesai dan diterima baik oleh Pemimpin proyek.

Bila kondisi air meragukan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan.Kejadian khusus.1. . IX. . XII. XI. JAMINAN KESELAMATAN BURUH XI. . XI. XI. Kontraktor harus menjamin keselamatan kerja pekerja sesuai dengan yang ditentukan dalam Peraturan Perburuhan atau persyaratan yang diwajibkan untuk setiap bidang pekerjaan. pengaduk beton. pompa air. . . Di lokasi pekerjaan harus disediakan kotak obat-obatan untuk pertolongan pertama yang selalu tersedia setiap saat dan berada di Direksi keet.Keadaan cuaca. Apabila terjadi kehilangan di laboratorium.Semua bahan/barang perlengkapan yang telah masuk dan diterima di tempat pekerjaan. Pemborong harus senantiasa menyediakan air minum yang cukup bersih ditempat pekerjaan untuk para pekerjanya. dan tidak memperkerjakan tenaga yang tidak sesuai atau tidak mempunyai keahlian dalam tugas yang diserahkan kepadanya.1. Air untuk keperluan bangunan selama masa pelaksanaan bisa menggunakan/menyambung pipa air yang telah ada dengan meteran air tersendiri (guna perhitungan pembayaran) atau air sumur yang bersih/jernih dan tawar.IX.Kunjungan tamu-tamu lain.6. Rekanan harus selalu memegang teguh disiplin kerja. Dalam pelaksanaan proyek. kantor.3.Kunjungan semua tamu yang berkaitan dengan proyek. Kecelakaan.4. . baik untuk sarana pekerjaan maupun yang diperlukan untuk memenuhi kualitas hasil pekerjaan antara lain derek. siku-siku bangunan. . X. SYARAT-SYARAT CARA PEMERIKSAAN BAHAN BANGUNAN XIII. Laporan kemajuan pekerjaan tersebut minimal mengenai semua keterangan yang berhubungan dengan kejadian selama satu bulan yang mencakup mengenai: . mingguan dan bulanan tentang kemajuan pekerjaan.8.Uraian kemajuan pekerjaan pada akhir bulan. rekanan berkewajiban menjaga agar tidak mengganggu proses kegiatan di lingkungan sekitar lokasi Surabaya. maupun datar (water pass) dan tegak lurusnya bangunan harus ditentukan dengan memakai alat ukur instrumen water pass atau theodolit. Kontraktor harus segera mengambil tindakan yang perlu untuk keselamatan korban dengan biaya pengobatan dan lainlain menjadi tanggung jawab Pemborong. Penentuan semua titik duga letak bangunan. Air Minum dan Air untuk Pekerjaan. Pemborong harus menyediakan/menyiapkan alat-alat. LAPORAN MINGGUAN DAN HARIAN Rekanan membuat laporan harian.Pengesahan Pimpinan Proyek.Jumlah semua tenaga kerja yang digunakan dalam bulan ini. Kejadian tersebut harus segera dilaporkan pada Jawatan Perburuan dan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. XI. . dan sebagainya.7. Bila terjadi kecelakaan pada pekerja Pemborong saat pelaksanaan. XIII. dan di kelas yang disebabkan oleh pekerja rekanan. ALAT–ALAT PELAKSANAAN PENGUKURAN Selama masa pelaksanaan.2.Foto-foto ukuran kartu post sesuai petunjuk Direksi. IX. Warung dan penjual lainnya yang melayani pekerja proyek harus berada di dalam pagar proyek. maka hal itu menjadi beban dan tanggung jawab rekanan. . harus diperiksakan pada laboratorium.

Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaanj berhak mengeluarkan instruksi agar Pemborong membongkar pekerjaan apa saja yang telah ditutup untuk diperiksa. Pemborong menjamin bahwa semua bahan bangunan dan perlengkapan yang disediakan menurut kontrak dalam keadaan baru dan bahwa semua pekerjaan akan berkualitas baik. 3. Kecuali dipersyaratkan lain. Sebelum menutup suatu Bagian Pekerjaan dengan Bagian Pekerjaan yang lain.XIII. Ongkos untuk pekerjaan dan sebagainya menjadi beban Pemborong untuk disesuaikan kontrak. guna pemeriksaan Pekerjaan yang terdahulu dengan resiko pembongkaran dan pemasangannya kembali menjadi tanggung jawab Kontraktor.2. baik yang sudah maupun yang belum dimasukkan pekerjaan atau yang sudah dilaksanakan. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan boleh (tetapi tidak secara tak adil atau menyusahkan) mengeluarkan perintah yang menghendaki pemecatan siapa saja dari pekerjaan. Pemeriksaan dan Persetujuan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan terhadap suatu pekerjaan. Kecuali dipersyaratkan lain. Pemborong harus memperhitungkan semua biaya pengujian. 4. XIII. Pengujian Hasil Pekerjaan 1. maka Kontraktor berhak melanjutkan Pelaksanaan Pekerjaan serta menganggap Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan telah menyetujui Bagian Pekerjaan yang ditutup tersebut. Dalam pengajuan penawaran. maka Badan/Lembaga yang akan melakukan Pengujian dipilih atas persetujuan kedua pihak. Semua Biaya Pengujian dalam jumlah seperti yang dipersyaratkan menjadi beban Kontraktor. Pemborong tetap bertanggung jawab atas biayabiaya pengiriman yang tidak memenuhi syarat-syarat (penolakan bahan) yang dikehendaki. XIV.4.3. Penutupan hasil Pelaksanaan Pekerjaan. maka semua pekerjaan akan diuji dengan cara dan Tolok Ukur Pengujian yang dipersyaratkan dan ditetapkan dalam Persyaratan Teknis 3. sehingga secara visual menghalangi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk memeriksa Bagian Pekerjaan yang terdahulu.1. . Kelalaian Kontraktor untuk menyampaikan laporan diatas.1. 1. Kontraktor wajib melaporkan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan mengenai rencananya untuk melaksanakan Bagian Pekerjaan yang pertama tersebut. 2.2. sehingga Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berkesempatan secara wajar melakukan pemeriksaan pada bagian yang bersangkutan untuk dapat disetujui kelanjutan pekerjaannya. 4. memberikan hak kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk memerintahkan pembongkaran kembali Bagian Pekerjaan yang menutupi tersebut. XIV. PEKERJAAN TAMBAH DAN KURANG XV. pemeriksaan berbagai bahan pekerjaan. tidak melepaskan Kontraktor dari kewajibannya untuk melaksanakan seluruh pekerjaan sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan atau Kontrak Pekerjaan. Pemborong wajib sesuai dengan pekerjaan yang diterimanya menurut ketentuan pada pasal 2 ayat 3 dan gambar detail yang telah disahkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. PEKERJAAN TIDAK BAIK XIV. XIII. Apabila laporan telah disampaikan dan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan tidak mengambil langkah untuk menyelesaikan pemeriksaan tersebut dalam jangka waktu 2 (dua) hari kerja sejak laporan disampaikan. Semua pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar dapat ditolak. atau mengatur untuk mengadakan pengujian bahan-bahan atau barang-barang. melaksanakan secara keseluruhan atau dalam bagian-bagian menurut semua persyaratan teknis XV.

Dokumen Terlaksana dapat disusun berdasarkan :     Dokumen Pelaksanaan. walaupun satu dan lain hal tidak dicantumkan dengan jelas dalam gambar dan bestek.3. Pekerjaan tambah dan kurang yang dikerjakan tanpa ijin tertulis Konsultan Pengawas adalah tidak sah dan menjadi tanggung jawab Pemborong sepenuhnya. Pemborong selanjutnya wajib pula tanpa tambahan biaya mengerjakan segala sesuatu demi kesempurnaan pekerjaan atau memakai bahan yang tepat. Pertamanan. 1. untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. Kontraktor harus membuat Dokumen Terlaksana hanya untuk diserahkan kepada Pemberi Tugas. Pada penyelesaian dari setiap pekerjaan.  Supply bahan. XVI. Gambar Perubahan Pelaksanaan. Dokumen Terlaksana ini harus dilengkapi dengan Daftar Instalasi/Peralatan/Perlengkapan yang mengidentifikasikan lokasi dari masing-masing barang tersebut. XVI.1. Gambar-gambar Perlaksana (as build drawings). Perlengkapan dan Peralatan kerja. Brosur Teknis yang telah diberi tanda pengenal khusus sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. Laporan pelaksanaan Foto-foto dokumentasi dan. PENYELESAIAN DAN PENYERAHAN XVI. 4. Kontraktor tidak dibenarkan membuat/menyimpan salinan ataupun copy dari Dokumen Terlaksana tanpa izin dari Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. jika tidak tercantum dalam daftar harga upah dan satuan pekerjaan. Pekerjaan Persiapan. Kontraktor wajib menyusun Dokumen Terlaksana yang terdiri dari :     2. Finishing Arsitektur. Spesifikasi Teknis dilaksanakannya.XV. 2. Penyerahan. 3. Selanjutnya perhitungan penambahan pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak.  Khususnya untuk pekerjaan-pekerjaan dengan sistem jaringan bersaluran banyak yang secara operasional membutuhkan identifikasi yang bersifat lokatif. Terlaksana dari pekerjaan sebagaimana yang telah  Hasil tes material yang telah ditentukan Penyusunan Dokumen Terlaksana dikecualikan untuk pekerjaan tersebut dibawah ini:     Ornamental. Dokumen Terlaksana. Pada waktu Penyerahan Pekerjaan. 2 (dua) set Dokumen Terlaksana. Dokumen Terlaksana ini harus diperiksa dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. Kecuali dengan izin khusus dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan Pemberi Tugas. Untuk peralatan / perlengkapan :  . Pekerjaan tambah dan kurang hanya dapat dikerjakan atas perintah atau persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. Perubahan Spesifikasi Teknis. Kontraktor wajib menyerahkan : 1. XV.

Untuk berbagai macam kunci :   Semua kunci orsinil. .  Dilakukan pewarnaan / penomoran pada kunci 4. Surat Fiskal Pajak dan lain-lain). Surat pernyataan Pelunasan sesuai Petunjuk Direksi Pekerjaan. 5. Minimum 1 (satu) kunci duplikat. 6. Dokumen-dokumen Resmi (seperti Surat Izin Tanda Pembayaran Cukai.  Suku Cadang sesuai yang dipersyaratkan. 3. 2 (dua) set Pedoman Operasi ("Operation Manual") dan Pedoman Pemeliharaan (Maintanance Manual). Segala macam Surat Jaminan sesuai yang dipersyaratkan.

Setelah selesai pemasangan papan dasar pelaksanaan Kontraktor harus melaporkan kepada I. 5. 2. Tugu patokan dasar (Bench Mark) 1. lebar 20 cm. tertancap kuat kedalam tanah sedalam 1 meter dengan bagian yang menonjol diatas muka tanah sekurang-kurangnya setinggi 40 cm. 6. 2. letak pohon. dengan ukuran tebal 3 cm. PEKERJAAAN PERSIAPAN PEKERJAAN PENDAHULUAN I. . 3. yang tertancap dalam tanah sehingga tidak bisa digerak gerakkan atau diubah-ubah. Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian tanah. 5. 3. I. Papan dasar pelaksanaan/bouwplank dibuat dari kayu semutu Meranti atau spesies lain yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. kecuali dikehendaki lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya (waterpas). Kontraktor wajib membuat Shop Drawing dahulu sesuai keadaan lapangan. Papan dasar pelaksanaan dipasang sejauh 100 cm dari sisi luar galian tanah pondasi.B. Tinggi sisi atas papan patok ukur harus sama satu dengan lainnya. Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggungan Kontraktor. Pada waktu pematokan (penentuan) peil dan setiap sudut-sudut tapak (perpindahan). tidak bisa diubah. Pengukuran sudut siku prisma atau benang secara azas segitiga phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. diberi tanda yang jelas dan dijaga keutuhannya sampai ada instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk membongkarnya. 2.1. Letak dan jumlah patokan dasar ditentukan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 4. berjarak maksimum 1. letak batas-batas tanah dengan alat-alat yang sudah tertera kebenarannya. I. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan tugu patokan dasar termasuk tanggungan Kontraktor. 4.2. 5.3.50 meter satu sama lain. Tugu patokan dasar dibuat dari beton berpenampang sekurang-kurangnya 20 x 20 cm. Kontraktor harus menyediakan Theodolith/waterpas beserta Petugas yang melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan oelh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan selama Pelaksanaan Proyek. 7. Pengukuran tanah kembali 1. Papan Dasar Pelaksanaan (Bouwplank) 1. Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk dimintakan keputusannya. 4. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat-alat waterpas/theodolith yang ketepatannya dapat dipertanggung-jawabkan. Papan dasar pelaksanaan dipasang pada patok kayu semutu Meranti Merah ukuran (5/7 cm). Tugu patokan dasar dibuat permanen. Hasil pengukuran harus dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan agar dapat ditentukan sebagai pedoman atau referensi dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar Rencana dan Persyaratan Teknis. 3.

dapur kecil dan KM/WC. ruang tamu. kamar mandi/wc atau tempattempat lain yang dianggap perlu. dan harus melakukan pemeriksaan pengamanan setiap hari setelah selesai pekerjaan. Bangunan Sementara (Bouwkeet) Pemborong harus menyediakan dan mendirikan bangunan sementara untuk gudang penyimpanan dan perlindungan bahan bangunan dengan.4.7. ruang pelaksana. Semua biaya menjadi beban Pemborong. 6. air minum untuk pekerja dan air kamar mandi/WC selama berlangsungnya proyek. serta buku catatan harian pengawasan seperlunya. 4. Pemborong harus menyediakan antara lain: 1.Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Sarana Air Kerja dan Penerangan 1. 3. Untuk menjaga ketertiban maka para pekerja diharuskan menggunakan tanda pengenal pada bagian badan yang mudah terlihat oleh petugas keamanan yang sedang bertugas. serta pengadaan dan pemasangan pipa distribusi air tersebut bagi keperluan pelaksanaan pekerjaan termasuk keperluan Kantor Direksi Pekerjaan. Penyediaan penerangan/Tenaga listrik berlangsung selama 24 jam penuh dalam sehari. I. Direksi Keet Untuk pembangunan proyek ini. dan semua bangunan eksisting yang terganggu harus diperbaiki. Pembongkaran bangunan sementara tersebut hanya dengan persetujuan Pimpinan Proyek atau Pengawas. dan semua perijinan untuk pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor. buku harian. Untuk kepentingan pelaksanaan pekerjaan selama proyek berlangsung. ruang rapat. pemborong harus membuat “direksi keet” ukuran 32 m² atau disesuaikan kebutuhan dengan konstruksi yang disetujui oleh Pengawas Lapangan. Pengadaan penerangan dapat diperoleh dari sambungan PLN atau dengan Generator set. milik Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pengadaan fasilitas penerangan termasuk instalasi dan armateur stop kontak serta sakelar / panel. Keamanan Proyek 1.5. I. Kontraktor harus memperhitungkan biaya penyediaan air bersih guna keperluan air kerja. Semua „bouwkeet‟ perlengkapan rekanan Pemborong dan sebagainya. meja dan kursi. 2. Rekanan harus pula menyediakan ruangan untuk keperluan Pengawas dengan perlengkapan papan tulis. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan termasuk tanggungan Kontraktor. Air yang dimaksud adalah air bersih. Untuk perlengkapan Direksi. Kontraktor harus bisa menjamin keamanan proyek baik untuk barang-barang Kontraktor. . Peralatan obat-obatan I. kantor pelaksana. ruang gambar. ruang penjaga. pada waktu selesainya pekerjaan harus dibongkar dan harus disingkirkan dari tapak/lokasi. 3. serta menjaga keutuhan bangunan-bangunan yang ada dari gangguan para pekerja ataupun kerusakan akibat pelaksanaan pekerjaan. I. 2. Bangunan tersebut berfungsi atau digunakan sebagai gudang.6. baik yang berasal dari PAM atau sumber lain. Kontraktor harus bisa menempatkan petugas keamanan selama 24 jam penuh setiap hari yang dibagi dalam 3 gelombang waktu bekerja (shift). Kontraktor juga harus menyediakan Sumber Tenaga Listrik untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan. kebutuhan kantor Direksi Pekerjaan dan penerangan proyek pada malam hari sebagai keamanan selama proyek berlangsung.

10. Meja/rak untuk menyimpan barang-barang contoh. Untuk memudahkan komunikasi dengan pihak-pihak yang terkait Kontraktor wajib mengadakan alat komunikasi 13. dll. Untuk melancarkan jalannya proyek maka Kontraktor diwajibkan menyediakan 1 kendaraan roda empat untuk keperluan transportasi Kontraktor dalam pengangkutan barang-barang kantor misalnya pengangkutan benda-benda uji dan lain-lain atau untuk persediaan apabila terjadi keperluan yang sangat mendadak. I. Pagar Pengaman Proyek. Perlengkapan kebutuhan KM/WC. 4. Bagian luar pagar ditutup seng gelombang warna BJLS 40 yang dipasang vertikal dengan konstruksi rangka dan paku payung.11. 7. 3. Tinggi kayu yang kelihatan minimal 2.8. Perabot meja dan kursi gambar. Kebutuhan konsumsi sederhana untuk rapat lapangan/Direksi. Alat Komunikasi dan Transportasi 12. Jalan masuk ke tempat pekerjaan yang telah ditentukan harus diadakan oleh rekanan bila diperlukan. Dan semua biaya dibebankan pada Pemborong. Pemadam Kebakaran 1. 9. dengan biaya dibebankan pada Pemborong. sepatu. Tiang kayu bulat (dolken) ditanam sedalam 60 cm dan dicor dengan campuran 1 pc : 3 ps pada setiap jarak 3 m. yang lebarnya disesuaikan kebutuhan Pemborong. . Pada daerah-daerah tertentu sesuai petunjuk Pengawas. dll. I. Buku direksi untuk mencatat semua instruksi dari Direksi Pekerjaan 11. 5.9. Pemborong harus membuat/memasang pagar pengaman sebagai batas antara daerah proyek dan daerah umum. 6. 3. Barang-barang tersebut diatas tetap milik Kontraktor dan harus dikeluarkan dari lokasi proyek apabila bangunan telah selesai. lampu-lampu.2. Selama pelaksanaan pekerjaan Kontraktor harus menyiapkan alat pemadam kebakaran yang dapat digunakan untuk memadam api akibat listrik. 14. wastafel. Pada tiap lantai bangunan dengan radius 50 m disediakan 1 unit tabung pemadam kebakaran demikian juga untuk Direksi Pekerjaan keet kantor Kontraktor dan gudang penyimpanan. Peralatan meja dan kursi untuk rapat. 4. Kontraktor diwajibkan untuk menyediakan konsumsi dalam pertemuan-pertemuan rutin atau tamu-tamu Pemberi Tugas yang mempunyai kepentingan dengan proyek dan semua biaya dibebankan pada Pemborong. I. Sebelum melaksanakan pekerjaan apapun. minyak dan gas dengan kapasitas 7 kg. Helm Semua peralatan dalam Direksi Keet harus baru dan layak dipakai.40 m dari muka tanah. Peralatan tulis dan papan tulis. 2. serta 1 kendaraan roda empat untuk keperluan transportasi Pengawas. dll. I. 10. Sarana penerangan listrik. dapur kecil. bawah dan tengah. diberi pintu untuk kepentingan proyek. Pagar kerja ini terbuat dengan konstruksi : 1. 2. Peralatan keselamatan kerja : topi. sesuai kebutuhan dan kepentingan proyek. digunakan 3 deret kayu meranti merah 5/7 yang dipasang horisontal sejajar atas. jaket. 8. 5. Untuk perangkai tiang satu dengan lainnya.

I. I.13. 2.12. Los kerja merupakan bangunan yang cukup memadai untuk bekerja bagi tukang/pekerja yang mempunyai kondisi cukup baik. maka rekanan (Pemborong) harus menyediakan sendiri. Pembuatan Los Kerja dan Tempat Istirahat 1. terlindung dari pengaruh panas atau hujan yang dapat menghambat kelancaran pekerjaan. Kontraktor harus membuat los kerja dan bangunan untuk tempat istirahat dan tempat sholat bagi para pekerja. air dan transportasi pelaksanaan agar dipersiapkan dengan baik dan berkoordinasi dengan pihak sekolah. .14. Sambungan listrik. Pemborong harus menyediakan WC untuk pekerja maupun karyawannya.I. Bila pihak sekolah tidak dapat memenuhi.

Ketentuan-ketentuan Umum untuk pelaksanaan Pemborongan Pekerjaan Umum (AV) No. Pekerjaan ini meliputi kolom praktis. dan harus memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang dicantumkan dalam PBI 1988. U-39 untuk Ø > 12 mm. lantai kerja dan semua pekerjaan beton yang bukan struktur.2. bebas dari air dengan lantai terangkat dari tanah dan ditumpukkan sesuai dengan syarat penumpukan semen.Peraturan-peraturan Beton Bertulang Indonesia 1988. hingga kedua bahan tersebut dijamin menghasilkan perbandingan adukan beton yang tepat. Persyaratan Bahan 1.C. Pengendalian pekerjaan ini harus sesuai dengan : . Bila dipandang perlu Kontraktor diwajibkan untuk memeriksa mutu besi beton ke laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor.Peraturan Semen Portland Indonesia 1972. untuk mencapai hasil yang baik dan sempurna. Koral Beton/Split Digunakan koral yang bersih. lumpur dan sebagainya. NI-5. rabat beton.Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat . alkali dan bahan-bahan organik/bahan lain yang dapat merusak beton dan harus memenuhi NI-3 pasal 10. NI-8 .alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan seperti dinyatakan dalam gambar. .1. peralatan dan alat. 4. tidak berpori serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat PBI 1988.Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961. Holcim atau Semen Tiga Roda atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan harus memenuhi NI-8. Pasir Beton Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-bahan organik. Lingkup Pekerjaan 1. Apabila dipandang perlu Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dapat minta kepada Kontraktor supaya air yang dipakai diperiksa di laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor. seperti yang ditunjukkan pada gambar. Besi Beton Digunakan mutu U-24 untuk Ø < 12 mm. Penampang besi harus bulat serta memenuhi persyaratan NI-2 (PBI 1988). 2. Menyediakan tenaga kerja. . I. PEKERJAAN BETON NON STRUKTURAL I. bermutu baik. NI-2 . Semen yang telah mengeras sebagian/seluruhnya tidak dibenarkan untuk digunakan. bahan-bahan. PEKERJAAN ARSITEKTUR I. Semen Portland Memakai Semen Portland Merk Semen Gresik. 5. 3. Besi harus bersih dari lapisan minyak/lemak dan bebas dari cacat seperti serpih-serpih. 2. Penyimpanan/ penimbunan pasir dan koral beton harus dipisahkan satu dari yang lain. A i r Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. asam.9 .Peraturan-peraturan/standard setempat yang biasa dipakai . Penyimpanan semen Portland harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban.

. . .Pemasangan dan penggunaan tulangan beton harus sesuai dengan gambar konstruksi.Takaran perbandingan untuk Semen Portland. Pembesian .Bekisting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan dan atau diperlukan dalam gambar. . pemeriksaan penulangan dan penempatan penahan jarak. Pengecoran Beton . . . . . Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan. bebas dari kotoran-kotoran (tahi gergaji). .3. 5.Tulangan beton harus diikat dengan kuat untuk menjamin agar besi tersebut tidak berubah tempat selama pengecoran. tanah/lumpur dan sebagainya. dan harus bebas dari papan acuan atau lantai kerja dengan memasang selimut beton sesuai dengan ketentuan dalam SKSNI. Syarat – syarat Pelaksanaan 1.Besi beton yang tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari lapangan kerja dalam waktu 24 jam setelah ada perintah tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. .Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Direksi Pekerjaan.Pembuatan tulangan-tulangan untuk batang lurus atau yang dibengkokkan.40 mm. Pekerjaan Bekisting . permukaannya licin. sambungan kaitkait dan pembuatan sengkang (ring). American Concrete Institute (ACI) 6. hingga tidak terjadi penguapan cepat. 2. Kawat Pengikat Kawat pengikat besi beton/rangka adalah dari baja lunak dan tidak disepuh seng. sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan kedudukannya selama pengecoran dilakukan. I.Beton harus dilindungi dari pengaruh panas.Cara pengadukan beton harus menggunakan beton molen. maka tempat perhentian tersebut harus disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. . pasir dan koral harus disetujui terlebih dahulu oleh konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan. harus diperhatikan dan dipersiapkan.American Society for Testing and Material (ASTM) 9.Kontraktor diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan dengan membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai jenuh. .Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan pada hari berikutnya. diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0. 4. Cara Pengadukan . persyaratannya harus sesuai dengan SKSNI. sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton. potongan kayu. Kawat pengikat besi beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-2 (PBI tahun 1988). Mutu Beton Mutu beton yang dicapai dalam pekerjaan beton bertulang adalah K-250 dan harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam SKSNI.Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara No. 1457 . pemeriksaan ukuran-ukuran dan ketinggian. 3.Bekisting harus rapat (tidak bocor).Pengecoran harus dilakukan dengan sebaik mungkin dengan menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti keropos dan rongga-rongga koral/split yang dapat memperlemah konstruksi.Bekisting harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan.

Tempat penyimpanan harus mencukupi bagi bahan yang ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya.Pekerjaan harus dilakukan oleh tenaga-tenaga ahli pada bidangnya.Apabila bahan atau material yang didatangkan tidak mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Setiap pengiriman bahan. . .Kontraktor harus mengikuti semua peraturan.Kontraktor mengikuti kontrak-kontrak yang akan disusun ke.tempat pekerjaan. kering. Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan Bahan .Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung dan tertutup. akan dipakai sebagai standar/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Kontraktor ke.Kontraktor bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan penyimpanan. koral. .Kontraktor harus menempatkan tenaga ahli di lapangan yang setiap saat diperlukan untuk dapat berdiskusi dan dapat membuat keputusan administratif. maka Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menyuruh kontraktor untuk membongkar dan mengganti dengan bahan atau material yang telah disetujui. . 9. Beberapa bahan tertentu harus masih di dalam kotak/kemasan aslinya yang masih tersegel dan berlabel pabriknya. baik yang terdapat pada Uraian dan syaratsyarat maupun yang tercantum dalam gambar-gambar atau peraturan yang berlaku baik didalam negeri maupun luar negeri yang diberlakukan. .Sebelum dilaksanakan pemasangan. Kontraktor dan Kualifikasi Pelaksanaan/Kontraktor . baik mengenai hal-hal pembayaran maupun hal teknis dan non teknis lainnya. Setelah bekisting dibuka. tidak lembab dan bersih sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan pabrik pembuat bahan tersebut.Apabila kontraktor tetap menggunakan bahan atau material yang tidak disetujui tersebut. 8.Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan tidak cacad. . Kontraktor wajib menggantinya atas beban Kontraktor.Pelaksanaan/Kontraktor bertanggung jawab atas kesempurnaan pekerjaannya sampai dengan saat-saat penyerahan (selesai). . PC untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/ Direksi Pekerjaan. . Pekerjaan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting hanya boleh dilakukan dengan ijin tertulis dari Konsultan Pengawas dan Diieksi Pengawas.Mutu beton tersebut harus dibuktikan oleh Kontraktor dengan mengambil benda uji berupa kubus/silinder yang ukurannya sesuai dengan syarat-syarat/ketentuan dalam SKSNI. 10. tidak diijinkan mengadakan perubahan apapun pada permukaan beton tanpa persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. . Contoh Bahan . . Tenaga pelaksana dari Kontraktor harus yang memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam dokumen lelang.Bila tidak ada "Test Certificate".6. Bila ada kerusakan. .. Kontraktor harus memberikan contoh-contoh material misalnya: besi. . 7. kontraktor harus mendapat persetujuan tertulis berupa Reques bahan dan material dari konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pengujian Mutu Pekerjaan .mudian dengan pemilik. . maka kontraktor tidak boleh menggunakan bahan tersebut untuk keperluan pekerjaan. Kontraktor diwajibkan untuk memberikan pada Direksi Pekerjaan "Test Certificate" bahan besi dari produsen/pabrik.Contoh-contoh bahan yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. pasir.Sebelum pelaksanaan pekerjaan. . maka Kontraktor harus melakukan pengujian atas besi/kubus beton di laboratorium yang akan ditunjuk kemudian.

Beton dilindungi dari kemungkinan cacad yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain. tebal 5 cm atau sesuai dengan gambar perencanaan dan dilaksanakan pada seluruh lantai kerja pondasi poer dan sloof. Jumlah dan frekwensi pembuatan kubus beton serta ketentuan-ketentuan lainnya sesuai SKSNI. lantai dasar sebelum pemasangan keramik dan tempat lain yang telah ditunjukkan didalam gambar .Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3 x 24 jam setelah pengecoran. . b. Kontraktor harus menyediakan air kerja ini atas biaya sendiri. Kerikil harus kasar dan keras tidak berpori . Beton rabat adalah campuran 1 pc : 3 ps : 6 kr. Semen Tiga Roda. Semen Holcim atau merk lain sesuai syarat-syarat ini yang telah mendapat persetujuan Pengawas dan tidak boleh memakai semen PC yang telah mengeras. Air yang digunakan haruslah air bersih yang bebas dari bahan-bahan yang merusak misalnya minyak. Semen PC : hasil produksi lokal merk Semen Gresik. dan tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% d. .Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian bahan tersebut.Kontraktor diwajibkan membuat "Trial Mix" terlebih dahulu.Pembuatannya harus disaksikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan yang akan ditunjuk. . Pelaksanaan beton rabat dilaksanakan juga di lantai dasar sebelum pemasangan penutup lantai keramik dengan tebal 5 cm pada seluruh lantai bangunan gedung. . c. b.Pelaksanaan a. asam dan unsur organik lainnya. Kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan.Bila terjadi kerusakan.Bagian beton setelah dicor selama dalam pengerasan harus selalu dibasahi dengan air terus menerus selama 1 (satu) minggu atau lebih (sesuai ketentuan dalam PBI-1988). bebas dari kotoran.Bahan-bahan a. Seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor. menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pasir harus bersih. .Hasil pengujian dari laboratorium diserahkan kepada Direksi Pekerjaan secepatnya. Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan . . sebelum memulai pekerjaan beton. . . 11. 12.Ruang Lingkup Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan lantai kerja. Pekerjaan Beton Rabat Dan Lantai Kerja.

3. 2. Lingkup Pekerjaan 1. Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton harus . Pasangan ini digunakan untuk sekeliling dinding ruang-ruang basah serta pasangan batu bata dibawah permukaan tanah jika ada. dari tulangan pokok 4 diameter 8 mm. setiap tahap maksimum 24 lapis perharinya. jarak antara kolom satu dengan yang lain dibuat maksimal 3 (tiga) meter. produk lokal dan yang disetujui Direksi . Dengan mutu besi U .II. 8. batu bata harus direndam air dalam bak atau drum hingga jenuh. 5. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Air untuk adukan pasangan. II. Bahan-bahan yang digunakan sebelum dipasang. II. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. 4. Batu bata/batu merah yang digunakan ukuran 5 x 12 x 22 cm dengan mutu terbaik. Pelubangan akibat pembuatan perancah pada pasangan bata merah sama sekali tidak diperkenankan. Sebelum digunakan.1. Syarat-syarat batu bata harus memenuhi ketentuan-ketentuan dalam NI-10. 5. Bidang dinding batu bata tebal 1/2 batu yang luasnya maksimal 12 m2 harus ditambahkan kolom praktis dan balok penguat praktis dengan kolom ukuran 12 x 12 cm. Dinding batu bata yang akan diplester minimal telah berumur 7 hari dan harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar dibersihkan sebelum diplester. kecuali pasangan batu bata semen trasram/rapat air. 2. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Perencana/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. tidak mengandung lumpur/ minyak/asam basa serta memenuhi PUBI-1982 Pasal 9. 3. Pekerjaan Dinding Batu Bata II. Untuk dinding semen trasram/rapat air dengan adukan campuran 1 Pc : 3 Ps.dengan aduk campuran 1 Pc : 5 Ps. siku dan sama ukuran. Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Urinoir dan Wastafel tinggi dinding trasram adalah 200 cm dari lantai sesuai dengan yang tercantum didalam gambar. bahan-bahan. yakni pada dinding dari atas permukaan sloof sampai elevasi + 0. Batu bata yang dipasang adalah dari mutu terbaik.1. sama warna serta disetujui Direksi . 4. Seluruh dinding dari pasangan batu bata/bata merah.2. terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2.1. serta diikuti dengan cor kolom praktis. Semen Tiga Roda. peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.3.24 7. PEKERJAAN DINDING II. harus air yang bersih.1. Pasir aduk harus memenuhi NI-3 Pasal 14 ayat 2. Semen Portland yang digunakan adalah merk Semen Gresik.1. Persyaratan Bahan 1. Untuk daerah KM/WC.50 cm di atas permukaan lantai setempat. 6. beugel diameter 6 mm jarak 15 cm baik untuk tumpuan maupun untuk lapangan.

1. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pelaksanaan.5 cm (sebelum diaci/diplester). 2. 11. 10. Hasil akhir harus konstruktip yang kokoh. 4.9. Pasangan batu bata dapat diterima/diserahkan apabila deviasi bidang pada arah diagonal dinding seluas 9 m2 tidak lebih dari 0. Pelaksanaan dinding. 14. . 2. Toleransi kemiringan untuk penerimaan pasangan dinding adalah 1 mm/m2 luas permukaan bidang kerja. 3. 5.kurangnya 30 cm. sambungan satu dengan lainnya rapih. Pada ambang atas kusen dipasang balok praktis atau balok latei dengan ukuran 10 x 15 cm dengan tulangan utama 4 diameter 8 dan sengkang dia. Penyelesaian hubungan dinding dengan perkerjaan finishing lainnya harus rapih. II. Adapun toleransi terhadap as dinding yang diizinkan maksimal 1cm (sebelum diaci/diplester). II. Syarat-Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. harus rata.4. 3. harus lurus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai yang ada disekitarnya. Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa hingga tak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. permukaan rata tidak bergelombang. Syarat Penerimaan 1. Pasangan batu bata semen trasram bawah permukaan tanah/lantai harus diberi pen dengan adukan 1 Pc : 3 Ps. 13. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah lebih dari dua atau lebih. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat. diberi penguat stek-stek besi beton diameter 10 mm jarak 75 cm.5. Untuk pasangan setengah batu yang luasnya lebih besar dari 12 meter persegi tanpa adanya pertemuan dinding apabila tidak tegambar harus dipasang kolom praktis dari beton dengan mutu beton K – 175. 8-200 dengan mutu beton K175. Hasil pemasangan pasangan dinding. kecuali bila satu dan lain hal ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 12. yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang tertanam dalam pasangan bata sekurang. sesuai dengan yang tercantum dalam RKS. Biaya yang diadakan untuk pengamanan hasil pekerjaan ini menjadi tanggung jawab Pemborong. Pasangan dinding batu bata tebal 1/2 batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm setelah diplester (lengkap acian) pada kedua belah sisinya. rapi dan benar-benar tegak lurus terhadap lantai serta merupakan bidang rata. Pemborong harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan. 4. maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pelaksanaan pasangan harus cermat.1. Pengamanan Pemborong wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan untuk dapat dihindarkan dari kerusakan.

spesifikasi dan lainnya. dan bagian-bagian yang ditentukan/disyaratkan dalam detail gambar serta atas petunjuk Direksi). 3. lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. harus bersih dan melalui ayakan 1. harus bermutu baik dari jenisnya dan di setujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan. Pekerjaan Plesteran Dinding II. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. 2. dan bersih. sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.2. WC. Pekerjaan plester dilakukan setelah pasangan bata cukup kuat minimum 7 hari setelah selesai pemasangan. kecuali pada dinding batu bata transram/rapat air. Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 dan PUBI 1982. Semen Portland yang di kirim ke proyek lapangan harus dalam keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih disegel dan berlabel pabriknya.0 mm.2.2.3. Semen Portland yang digunakan adalah Semen Gresik. 4. 6.6 . Bahan harus disimpan di tempat yang kering. 8. II. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. berventilasi baik. dan dilindungi sesuai dengan jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik. Kontraktor harus segera melaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Semua bahan sebelum di kerjakan harus ditunjukkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. Lingkup Pekerjaan 1.2. Semen Tiga Roda. 2. terlindung. 3. Pasir pasang yang di gunakan harus di ayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang dipersyaratkan.2. 9. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan. 2. Kontraktor diharuskan memeriksa site/lapangan yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan. bertuliskan type dan tingkatannya. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja.II. 7. II. 5.Campuran (aggregate) untuk plester harus dipilih yang benar-benar bersih dan bebas dari segala macam kotoran.1. Persyaratan Bahan 1. .2. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar. dalam keadaan utuh dan tidak ada cacat. 10. Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10 . Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh plesteran dinding batu bata bagian dalam dan bagian luar bangunan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan pengarahan Konsultan Pengawas dilapangan . Pada dinding batu bata trasram/rapat air di plester dengan aduk campuran 1PC : 3 PS (yang dilakukan pada sekeliling kamar mandi. bahan-bahan. Seluruh plesteran dinding batu bata dengan aduk campuran 1 Pc : 5 Ps. Tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Sebelum memulai pekerjaan. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan di atas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini.

11. Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran pada bagian yang diijinkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 12. Plesteran halus (acian) digunakan campuran PC dan air sampai mendapatkan campuran yang homogen, acian dapat dikerjakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul). 13. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tibatiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan penutup yang bisa mencegah penyerapan air secara cepat. 14. Kontraktor wajib memperbaiki/mengulang/mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan (dan masa garansi), atas biaya Kontraktor selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemilik/ Pemakai. II.2.4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan: 1. Pemborongan wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat. Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. 2. Kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pelaksanaan, maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Pengamanan Pemborong wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan untuk dapat dihindarkan dari kerusakaan. Biaya yang diadakan untuk pengamanan hasil pekerjaan ini menjadi tanggung jawab pemborong. II.2.5. Syarat Penerimaan 1. Pemborong harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan; sesuai dengan ketentuan perencanaan serta persetujuan dari konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan 2. Hasil pemasangan pasangan, plester dan acian harus lurus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai yang ada disekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang. Toleransi kemiringan untuk penerimaan pasangan dinding : 1 mm/m2 permukaan bidang kerja. 3. Pelaksanaan plesteran harus rata, sambungan satu dengan lainnya rapih, melekat dengan baik pada pasangan bata. 4. Hasil akhir tanpa cacat dan merupakan satu kesatuan konstruktip yang kokoh. Penyelesaian hubungan dinding panel dengan pekerjaan finishing lainnya harus rapih. II.3. Pekerjaan Dinding Keramik II.3.1. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, hingga dapat diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan dinding keramik tile ini dilakukan pada ruangan atau seluruh bidang yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar (bila ada) dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas dan Direksi Pekerjaan.

II.3.2. Persyaratan Bahan 1. Jenis

2.

3. 4. 5. 6.

7. 8. 9.

10. 11.

Keramik Tile Keramik tile buatan dalam negeri yang disetujui Konsultan Pengawas dan atau Direksi. Warna : Warna yang ditentukan harus sesuai dengan ketentuan perencana / sesuai gambar atau setelah diputuskan bersama dalam rapat direksi. Merk : Roman tile, Asia Tile. Mutu : Tingkat I (satu) Bahan pengisi : Grout semen berwarna Bahan perekat : Adukan spesi 1 PC : 3 pasir diberi bahan tambahan penguat berupa bahan perekat untuk meningkatkan kekedapan terhadap air dan menambah daya lekat dengan jumlah pengunaan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat bahan perekat tersebut. Ukuran : 20 x 25 cm atau ditentukan dalam gambar perencana dengan pola pemasangan sesuai detail gambar. Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai peraturan-peraturan ASTM, NI-19, PUBI 1982 pasal 31 dan SII - 0023-81. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8, pasir harus memenuhi PUBI 1982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat- syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Untuk bahan pengisi/grouting dan bahan perekat dilengkapi sertifikat produk dari pabrik sebagai bukti penggunaan produk tersebut pada pelaksanaan dilapangan, dengan campuran sesuai dengan ketentuan pabrik.

:

II.3.3. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor diwajibkan membuat gambar dari pola keramik yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak cacat dan tidak bernoda. 3. Adukan pengikat dengan campuran 1PC : 3 pasir dan di tambah bahan perekat seperti yang telah disyaratkan dan harus terpasang merata di bawah permukaan keramik. 4. Bidang permukaan pasangan dinding keramik, harus benar-benar rata. 5. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar), harus sama lebar maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm, atau sesuai detail gambar serta petunjuk Direksi, yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. 6. Siar-siar di isi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan persyaratan bahan, warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya. 7. Pemotongan unit-unit keramik tiles harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. 8. Keramik yang sudah terpasang harus di bersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik, hingga betul-betul bersih.

9. Diperhatikan adanya pola tali air yang dijumpai pada permukaan pasangan dinding atau hal-hal lain seperti yang ditunjukkan dalam gambar. 10. Sebelum keramik dipasang, terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. 11. Pingulan pasangan keramik harus di lakukan dengan alat gurinda, sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang sempurna. 12. Keramik yang terpasang harus di hindarkan dari pengaruh pekerjaan lain selama 3 x 24 jam dan di lindungi dari kemungkinan cacat pada permukaannya. II.3.4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan dinding keramik yang rusak. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. 2. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan, maka Pemborong Wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Pengamanan 1. Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan terhadap kerusakan-kerusakan. Selama 7 x 24 jam sesudah pekerjaan dinding keramik selesai terpasang, permukaanya dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain dan dilindungi terhadap kemungkinan cacat pada permukannya. 2. Untuk pemeliharaan, Pemborong harus menyediakan bahan keramik yang sama sebanyak 0,1% dari jumlah terpasang untuk diserahkan pada Pemberi Tugas. Biaya pengadaan sudah termasuk dalam penawaran. II.3.5. Standar Penerimaan 1. Pemborong memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan; sesuai dengan pengarahan serta persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Pelaksanaan pekerjaan dinding keramik harus dipasang rata pada seluruh permukaan tidak bergelombang, warnanya seragam serta tidak cacat/tidak bernoda. 3. Tolerasi rata permukaan yang dapat diterima adalah 1 mm/m2. 4. Pemborong wajib menyerahkan keramik tile sejumlah 0,1% dari jumlah yang terpasang kepada Pemberi Tugas, dinyatakan dengan surat Penyerahan material. III. PEKERJAAN LANTAI III.1. Pekerjaan Sub Lantai III.1.1. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan sub lantai ini dilakukan dibawah lapisan lantai pada finishing lantai dengan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan Instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.

6. SII 0013-81 dan ASTM C 150-78A. III. Untuk masing-masing warna harus seragam . Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. supaya diperhatikan mengenai kemiringan sesuai yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pekerjaan Lantai (Keramik Tile) III. III. AFNOR P18-303 dan NZS-3121/1974. Air harus memenuhi persyaratan yang memenuhi dalam PUBI 82 pasal 9. Semen Tiga Roda.2. 4. Tebal lapisan sub lantai adalah 7 cm untuk daerah lantai bangunan/disyaratkan dan atas petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.8). Kerikil/split harus memenuhi PUBI 82 pasal 12 dan SII 0079-79/0087-75/ 0075-75. Jenis : 2. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini hingga tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Persyaratan Bahan 1. 4. 2. 2. Pekerjaan lantai dan plint keramik dari masing-masing jenis dan ukuran ini dilakukan pada ruang yang disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.1. Permukaan lapisan sub lantai dibuat rata/waterpas. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan persyaratan : PBI 1971 (NI-2) PUBI 1982 dan (NI. Material lain yang tidak ditentukan dalam persyaratan di atas. harus baru. a. Pekerjaan sub lantai merupakan campuran antara PC.III. Persyaratan Bahan 1. Kecuali pada lantai ruanganruangan yang disyaratkan dengan kemiringan tertentu. rata permukaannya dan telah mempunyai daya dukung maksimal.3. Warna : Keramik Tile Keramik buatan dalam negeri yang sesuai dengan yang termasuk pada daftar material dan disetujui Direksi . 5. 2. Bahan-bahan yang dipakai sebelum digunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh-contohnya.1.2. pasir beton dan krikil atau split dengan perbandingan 1 Pc : 3 Ps : 6 Kr. III.2. Untuk pasangan sub lantai yang langsung di atas tanah. 5. 3.1. maka lapisan pasir urug dibawahnya harus sudah dikerjakan dengan sempurna (telah dipadatkan sesuai persyaratan). kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui Direksi.2. untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Semen Portland yang digunakan adalah Semen Gresik.2. Pasir beton yang digunakan harus memenuhi PUBI 82 pasal 11 dan SII 0404-80. tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian dalam pekerjaan ini. 3. bahan-bahan. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Lingkup Pekerjaan 1.

6. 4. 3. untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Dipasang sebagai finishing lantai pada seluruh detail yang ditunjukan/ disebutkan dalam gambar. . 5. Merk : Roman Tile. Siar-siar di isi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan/persyaratan. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar). harus sama lebar maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm. Adukan pengikat dengan campuran 1 PC : 3 pasir dan di tambah bahan perekat seperti yang disyaratkan. tidak retak. 7.3. atau segala ukuran yang tertera pada gambar / ketentuan Konsultan Perencana. Untuk bahan pengisi/grouting dan bahan perekat dilengkapi sertifikat produk dari pabrik sebagai bukti penggunaan produk tersebut pada pelaksanaan dilapangan. 6. 4. Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai dengan peraturan-peraturan ASTM.2. PUBI 1982 pasal 31 dan SII-0023-81. warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya. NI-19. Mutu : Tingkat I (satu) Ukuran/jenis dan pemakaian : 40 x 40 cm untuk lantai gedung dan teras sedang untuk KM Ukuran 30 x 30 cm untuk KM/WC bagian luas dan 20 x 20 cm untuk bagian dalam. Asia Tile. Pola pemasangan sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. 2. Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benarbenar rata. atau sesuai detail gambar serta Direksi. yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya. 5.3. tidak cacat dan tidak bernoda. Kontraktor di wajibkan membuat shop drawing dari pola keramik yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. adukan harus terpasang merata di bawah permukaan keramik. 8. III. 10. 9. b. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik. Sebelum pekerjaan dimulai. pasir harus memenuhi PUBI 982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9. Bahan pengisi : Grout/ pengisi semen berwarna Bahan perekat : Adukan spesi 1 PC : 3 pasir diberi bahan tambahan penguat berupa bahan perekat untuk meningkatkan kekedapan terhadap air dan menambah daya lekat dengan jumlah pengunaan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat bahan perekat tersebut. Warna yang tidak seragam harus diganti/dibongkar.

9.2. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Tepat diatas delatasi sub lantai. Pengamanan 1. Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan terhadap kerusakan-kerusakan Selama 3 x 24 jam sesudah pekerjaan lantai keramik selesai terpasang. terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. 11. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Keramik yang sudah terpasang harus di bersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. 4.Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. sesuai dengan pengarahan serta persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. warnanya seragam serta tidak cacat/tidak bernoda. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. Toleransi kemiringan untuk permukaan yang dapat diterima adalah 1 mm/m2. 2.2. pasangan ubin harus diberi nat selebar 1 cm. 10.1% dari jumlah yang terpasang kepada Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. Untuk pemeliharaan. hingga betul-betul bersih. Pemborong wajib menyerahkan keramik tile sejumlah 0.7. Pelaksanaan pekerjaan lantai keramik harus dipasang rata (water pass) pada permukaan peilnya datar. tidak bergelombang. Pemborong memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan. Biaya pengadaan sudah termasuk dalam penawaran. Pemborong harus menyediakan bahan keramik yang sama sebanyak 0. III. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan. sebelum perkerjaan di mulai. permukaannya dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain dan dilindungi terhadap kemungkinan cacat pada permukaannya. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. .5. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan lantai keramik yang rusak. dinyatakan dengan Surat Penyerahan Material. III. 2. kemudian kedalam nat selebar 1 cm tersebut dimasukkan grouting dari silikon rubber sealant dengan warna yang sama dengan warna grouting nat.4. 2. Standar Penerimaan 1. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan 8. Sebelum keramik di pasang. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 3. kecuali kemiringan lantai pada permukaan lantai toilet/ruang wudhu yang harus dibuat miring permukaan lantainya ke arah floor drain (sesuai gambar rancangan).1% dari jumlah terpasang untuk diserahkan pada Pemberi Tugas.

. atau yang sejenis dan setara. 4. 9.2. Pekerjaan kusen harus dilaksanakan sesuai dengan ukuran-ukuran yang ada dalam gambar 5. bahan-bahan. bila terdapat kelainan bentuk antara gambar dan gambar detail Pemborong harus melaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. dan baik. berdasarkan petunjuk pabrik. 3. Ketepatan ukuran didasarkan pada hasil pengukuran di tempat pekerjaan. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 4. jendela dan pintu dikerjakan dengan teliti sesuai ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. sebelum perkerjaan di mulai. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen dan daun pintu. Indalex. IV.3. Semua frame kusen. Lingkup pekerjaan 1. Biaya pengadaan mock-up menjadi . 6.2 . 8. produksi dalam negeri produk Asahi Mas. Tebal profil : 1. penyetelan dan pemasangan kusen aluminium harus dilaksanakan oleh ahli dalam bidangnya.IV. Pekerjaan Kusen Aluminium. Bahan : Profil aluminium Merk YKK. finishing melamine. IV. 5. Persyaratan bahan 1. Semua kusen pintu dan jendela dibuat dari aluminium ukuran sesuai gambar dan dilapisi seal dari karet mengelilingi kusen pintu dan jendela.1. Sebelum memulai pelaksanaan Kontraktor iwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil lubang dan membuat contoh jadi dengan skala gambar 1 : 1.1. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. untuk sebagian tipe kusen yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. kaca tebal 5 mm.1. rapi.5 mm produk YKK. Daun pintu double teakwood dengan rangka kayu kamper. Pemasangan kaca pada bingkai aluminium harus menggunakan seal berupa alur karet yang harus terjamin tidak bocor/tembus air. dengan sistem YF-100 / 70-E. Rangka daun pintu dan daun jendela dibuat dari aluminium ukuran-ukuran untuk ambang daun pintu dan jendela sesuai gambar dan harus disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. PEKERJAAN KUSEN. Frame terdiri dari Aluminium tebal 1. hingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.2 – 1. 2. di-finish silver natural. Pekerjaan kusen dan daun-daun pintu & jendela harus dilaksanakan dengan halus. 7. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. siku. 2.5 mm 3.1. Daun Jendela dan Daun Pintu IV. jendela serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pintu dan jendela dibuat dalam beberapa tipe sesuai dengan gambar rencana. Seluruh pekerjaan pembuatan. peralatan dan alatalat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan. PINTU & JENDELA IV.1.1. Indalex.

1. peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan.1. mempunyai sifat tembus cahaya. Biaya yang ditimbulkan untuk pekerjaan perbaikan ini menjadi tanggung jawab Pemborong.1. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. dan merupakan satu kesatuan dengan jenis pintu yang telah ditetapkan pada gambar rancangan dan spesifikasi bahan. Kesikuan Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta tepi potongan . 2. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan kusen yang rusak/cacat/kena noda.2. seperti dinyatakan dalam gambar dengan hasil yang baik dan rapi. show drawing dan pengarahan yang diterbitkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.bahan. Bahan-bahan perlindungan dilaksanakan sesuai ketentuan yang ditetapkan pada persyaratan bahan dan persyaratan lain (sesuai ketentuan pabrik).2. Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap permukaan kusen yang sudah terpasang. Hasil pekerjaan kosen yang dipasang harus tepat pada posisinya rapat satu sama lainnya. Persyaratan Bahan 1. sampai hasil pekerjaan diterima dengan baik (Serah Terima II). 3.2. Pekerjaan kaca meliputi seluruh detail yang disebutkan dalam gambar dan pekerjaan cermin meliputi pemasangan cermin pada toilet dan daerah lain yang ditentukan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.tanggungan pemborong. IV. IV.4. dapat diperoleh dari proses-proses tarik. dapat diperoleh dari prosesproses tarik tembus cahaya. Toleransi lebar dan panjang. dan tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Lingkup Pekerjaan 1. IV.5. Syarat Penerimaan Penerimaan pekerjaan ini dapat dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. Pengamanan 1. 2. Perbaikan dilaksanakan sesuai pengarahan Direksi. Semua kegiatan pelaksanaan telah memenuhi persyaratan gambar perancangan. 2. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah menyediakan tenaga kerja. 2. Kaca adalah benda terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mempunyai ketebalan yang sama. gilas dan pengambangan (Float glass). Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik. bahan . 2. Bila kerusakan pekerjaan ini bukan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan maka Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan tersebut sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. IV. Biaya yang diperlukan untuk pengamanan ini menjadi tanggung jawab Pemborong. dan tidak cacat.2. Pekerjaan Kaca IV. terjamin kerapihannya. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini.

minimal 10 mm masuk kedalam alur kaca pada kusen. 3. 4. .3. dan diberi tanda untuk mudah diketahui. . .Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai ketentuan dari pabrik. ASAHIMAS atau yang setara dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. .yang rata dan lurus.Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA.Bahan kaca untuk interior.Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. 2. 5.Harus bebas dari bintik-bintik (spots). IV. Digunakan produksi dalam negeri. Cara pemasangan dan persiapan persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan pabrik. Tandatanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan menggunakan lem aci. diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus. Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan menggunakan cairan pembersih kaca. awan (cloud) dan goresan (scratch).Kaca harus bebas dari keretakan (garis-garis pecah pada kaca baik sebagian atau seluruh tebal kaca). 8. . Bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan. Pemotongan kaca harus disesuaikan ukuran rangka.Bahan kaca harus sesuai SII 0189/78 dan PBVI 1982. 4. 5. Semua bahan yang akan dipasang harus disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Hubungan kaca dengan kaca atau kaca dengan material lain tanpa melalui kosen.Harus bebas dari cacat benang (string) dan cacat gelombang (wave) benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandangan. . Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian. Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar. .Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok). toleransi kesikuan maximum yang diperkenankan adalah 1. .Kaca harus bebas dari gumpilan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar kearah luar/masuk). uraian dan syaratsyarat pekerjaan dalam buku ini.5 mm per meter. harus diisi dengan lem silikon warna transparant. Pemotongan kaca harus rapi dan lurus. 6. gelombang adalah permukaan kaca yang berubah dan mengganggu pandangan. Bahan : .Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik. . Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. pintu & jendela menggunakan Clear Float Glass dengan ukuran tebal 5 mm atau sesuai dengan gambar.Untuk ketebalan kaca 5 mm kira-kira 0. . . Cacat-cacat .Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca). .3 mm. Tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur.2. 7.

7. Pemasangan hardware yang tidak rapih dan mengalami cacat atau terkena noda pada permukaannya harus segera diperbaiki dan dibersihkan kembali. pemasangan. .1. Semua peralatan yang akan di gunakan dalam pekerjaan ini. pengamanan dan perawatan dari seluruh alat-alat yang dipasang pada daun pintu dan daun jendela serta seluruh detail yang di sebutkan/ditentukan dalam gambar. Seluruh biaya tes laboratorium menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. 9. sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh . 2. PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI V. dari produk yang bermutu baik. Penarik pintu (handle) dipasang 100 cm (as) dari permukaan lantai setempat. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. 5. Posisi pemasangan Lockcase dan Double Cylinder harus rapi dan benar serta di ajukan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Pengajuan/penyerahan harus disertai brosur/spesifikasi dari pabrik yang bersangkutan. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda terbuat dari pelat aluminiun yang tertera nomor pengenalnya. Engsel atas di pasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari sisi atas pintu ke bawah. Setelah kunci terpasang. perlengkapan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Persyaratan Bahan 1. 2. 5. Lingkup Pekerjaan 1. Handel pintu harus terpasang kuat pada rangka daun pintu. Yang termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. 4. Engsel bawah di pasang tidak lebih dari 32 cm (as) dari permukaan lantai ke atas Engsel tengah dipasang di tengah-tengah antara kedua engsel tersebut. V. apabila ada pekerjaan finishing yang rusak akibat perbaikan pekerjaan ini maka kerusakan pekerjaan finishing tersebut harus segera diperbaiki atas biaya pemborong Pengamanan V.V.3. 6. noda-noda bekas cat atau bahan finish lainnya yang menempel pada kunci harus di bersihkan dan dihilangkan sama sekali. Apabila di anggap perlu. Pada setiap daun jendela dipasang grendel kecil dan hak angin sikutan. 2. Mekanisme kerja dari semua peralatan harus sesuai dengan ketentuan pabrik. 3. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. 4. 8. 2.2. bahan-bahan. Pada setiap daun jendela dipasang 2 engsel jendela aluminium. Meliputi pengadaan. Semua hardware dalam pekerjaan ini. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dapat meminta mengadakan tes-tes laboratorium yang di lakukan terhadap contoh-contoh bahan yang diajukan sebagai dasar persetujuan. V. seragam dalam pemilihan warnanya serta dari bahan-bahan yang telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.4. 3.contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan.

1. Warna : Ditentukan. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT VI. Pengeringan : Minimum setelah 2 jam lapis berikutnya dapat dilakukan. sebelum di gunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh Cat untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. VI. Catylac.3. VI.1. 3. sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan.1. 3. 4. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini sehingga dicapai hasil pekerjaan yang baik. . 5.5. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. 6. Sebelum pengecatan di lakukan.1. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pada permukaan dinding yang telah dicat terkena noda/kotoran. Meliputi pekerjaan langit-langit finishing cat seperti yang disebutkan dan ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. VI. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga. V. harus dapat berfungsi dengan sempurna dan tidak cacat. Vinylex. tidak ada retak-retak dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 5. VI. bahan-bahan.1. Persyaratan Bahan 1. plesteran harus betul-betul kering.4. Sistem Pengecatan minimal 2 lapis atau sampai benar–benar rata. untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2.2. Bahan-bahan yang di pergunakan. Kontraktor di wajibkan membuat contoh-contoh warna. maka harus segera dibersihkan. 4. Cat Vinyil digunakan sebagai cat finishing langit-langit 2. Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan benda-benda dan pengaruh pekerjaan-pekerjaan sekelilingnya selama 2 jam.Pemborong harus menjaga pekerjaan hardware yang sudah selesai dilaksanakan. Merk : Dulux.1. Decolith. Standar Penerimaan Hasil pekerjaan pemasangan hardware. Kontraktor harus menyerahkan contoh hasil pengecatan dalam bentuk contoh kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan. Pekerjaan Langit-Langit Beton Exposed Finishing Cat VI. Pengencer : Air bersih 20 %. Bidang pengecatan siap di cat setelah diplamir terlebih dahulu. Sebelum diplamir.

VI. tanpa nat dan tidak menggelembung/melengkung.3. VI. Bilamana diinginkan. fiber semen dan material yang lain . Sebelum pemasangan. cara pemasangan.2. 5. Fiber semen menggunakan Calsiboard tebal 4 mm. hanger menggunakan track stang 4 mm dengan jarak sesuai standar produsen Malcindo. 2. 4. Rangka plafon dari metal furing.2.1. 7. Penutupan plafon dapat dilaksanakan setelah semua pekerjaan yang ada di bagian tersebut selesai dilaksanakan serta telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Sebelum melaksanakan pekerjaan. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan dinding dan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang).5. Seluruh permukaan list plafon di finish dengan bahan cat jenis dari bahan yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. termasuk mempelajari bentuk. Kontraktor wajib membuat shop drawing sesuai ukuran/bentuk/mekanisme kerja yang disesuaikan gambar rencana dan telah disesuaikan keadaan di lapangan. Persyaratan Bahan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 3. 6. Kontraktor harus mengajukan 3 buah contoh untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2.2. Untuk dibawah atap penahan tampias dan diatas dack selasar lantai 2 rangka plafon dari besi hollo 4/4. 8. 9. 2. Bahan list plafon dari gypsum dengan bentuk profil sesuai yang ditentukan dalam gambar. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambargambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil). shop drawing harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. penirnbunan bahan rangka. pola lay-out/penempatan. Plafon harus rata. VI. Semua bahan yang digunakan harus baru dan tidak cacat. hanger menggunakan track stang 4 mm Malcindo. Lingkup Pekerjaan 1. 3. Pekerjaan penutup plafon ini dikerjakan di bagian bangunan Toilet dan seluruh lantai II sesuai dengan gambar rencana.1. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini sehingga dicapai hasil pekerjaan yang baik. Pekerjaan Langit-Langit (Plafond) VI. 4. Kontraktor wajib membuat mock-up sebelum pekerjaan dimulai dan dipasang. Penutup plafon dipasang dengan ukuran sesuai gambar.Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan tembok/dinding yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada tembok/dinding. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. VI. bahan-bahan. Metal furing. 5.

Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klos-klos. 10.1. kecuali bila ditentukan lain sesuai gambar. Bekas lubang-lubang bekas pemasangan dan penguat lain harus tidak terlihat dan semua penguat harus terpasang baik dan dapat menjamin kekuatannya. 4. 13. baut. Mowilex. 5. Lingkup Pekerjaan 1. Persyaratan Bahan 1. PEKERJAAN PENGECATAN Pekerjaan Pengecatan Dinding VII. 8.6. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. Merk : Dulux. untuk interior dan Dulux. Meliputi pengecatan dinding/beton bagian luar dan dalam serta seluruh detail yang ditunjukan/disebutkan dalam gambar dan sesuai dengan instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. . VII. sudut-sudut pertemuan dengan bidang lain. ditempat pekerjaan harus diletakkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Vinylex. kerapihan dan kekuatannya. benda-benda lain dan kerusakan akibat kelalaian pekerjaan. 6. Perhatikan semua sambungan dengan material lain. Pengeringan : Minimum setelah 4 jam lapis berikutnya dapat dilakukan. angkerangker dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas-penyetelan. 3. Sistem Pengecatan : Minimal 3 lapis VII. Catylac. rata pada permukaan bawahnya dan sesuai peil dalam gambar dan datar (tidak melebihi batas toleransi kemiringan yang diijinkan dari masing-masing bahan yang digunakan). Semua hubungan terhadap bagian dari pekerjaan lain harus diperhatikan. 11. Disain dan produksi dari sistem partisi harus mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan sesuai gambar rencana. 9. 7. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. Kontraktor wajib menanyakan hal ini kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pengencer : Air bersih 20 %. tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. Semua rangka harus terpasang siku. Warna : Ditentukan. bahan-bahan.1. 14. 7. Bahan lapisan/coating dasar 2. Kontraktor wajib memberikan perlindungan terhadap benturanbenturan.1. Setelah pemasangan. VII. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Bilamana tidak ada kejelasan dalam gambar. 2. 12. semua kerusakan yang timbul adalah tanggung jawab Kontraktor.2. Cat Vinyil digunakan sebagai cat finishing dinding dalam dan Weather Shield untuk dinding luar.1. Semua panil (unit-unitnya) harus terpasang rapi dan kuat sesuai petunjuk-petunjuk gambar. Pemakaian bahan dan pola pemasangan langit-langit tidak boleh menyimpang dari persyaratan.

Pekerjaan Pengecatan Besi VII. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pada permukaan dinding yang telah dicat terkena noda/kotoran. 4. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan dinding dan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang). Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. sebelum di gunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Lingkup Pekerjaan 1. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. Sebelum pengecatan di lakukan. Syarat-syarat Pelaksanaan 1.1. VII. plesteran harus betul-betul kering. sikat kawat dan sebagainya. 2. Bidang pengecatan siap di cat setelah di plamuur terlebih dahulu. Kontraktor di wajibkan membuat contoh-contoh warna. maka harus segera dibersihkan. Kontraktor harus menyerahkan contoh hasil pengecatan dalam bentuk dami/contoh kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan. Meliputi pengecatan permukaan tangga besi atau pada seluruh detail yang di sebut kan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bahan-bahan yang di pergunakan. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.1. 2. 3. Peralatan seperti kuas.1. VII.3. . 5. 8. VII. Digunakan Cat Besi Merk Emco atau bahan cat produk dalam negeri yang bermutu jenis Super gloss dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.1. Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan bendabenda dan pengaruh pekerjaan-pekerjaan sekelilingnya selama 2 jam. bahan-bahan.5. untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 6. 7. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong.2.VII. roller. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.2. sebelum perkerjaan di mulai.2.4. Persyaratan Bahan 1. Pekerjaan pengecatan tidak diperkenankan dilaksanakan dalam cuaca lembab/hujan atau angin berdebu bertiup. Sebelum di plamir. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan tembok/dinding yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada tembok/dinding. VII. tidak ada retak-retak dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. harus tersedia dari kualitas/mutu terbaik dan jumlahnya cukup untuk melaksanakan pekerjaan ini.2.

maka harus segera dibersihkan. Warna akan ditentukan kemudian. 6.5. VII. K-41 dan NI. 3900 : 1970/1971. semua karat-karat yang terdapat dipermukaan logam harus dibersihkan dengan sikat kawat hingga terlihat permukaan logam yang bersih lalu segera permukaan luarnya diberi cat dasar dengan cara seperti tersebut diatas. Aduk dengan sempurna sebelum pemakaian. 9.2. dan kalau tidak memenuhi syarat pekerjaan tersebut harus diperbaiki dengan cara seluruh catnya dibuang dengan digosok. sampai jenuh. 4. 7. Ketebalan 2 x 30 micron dengan interval 2 jam.4. minyak/lemak dan "karat" serta dalam keadaan kering. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan logam yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada logam. 4. 5. 2. 3. VII. Bidang permukaan pengecatan harus siap untuk dimulai pekerjaan pengecatan dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.4. Permukaan yang akan dicat harus bersih dari debu. rata dan ber sih dari karat. Bahan yang di gunakan harus memenuhi syarat-syarat yang di tentukan dalam PUBI 1982 pasal 53. Permukaan pengecatan di amplas dengan amplas yang halus untuk memperoleh permukaan yang halus. 8. 5. barulah cat akhir di lakukan dengan persyaratan sesuai yang ditentukan dari pabrik yang bersangkutan. 3. Pekerjaan logam yang telah dicat sebelum dikirim ke tempat pekerjaan harus diperiksa terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Selanjutnya setelah pengecatan menie besi telah rata dan kering. BS No.3. Apabila pada permukaan logam yang telah dicat terkena noda/kotoran.2. Bahan sebelum di gunakan harus di serahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. 2.2. Cat akhir dapat dilakukan bila cat dasar telah kering sempurna serta telah mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bahan untuk cat dasar di gunakan dari bahan sesuai yang di syaratkan oleh pabrik yang bersangkutan. Bidang pengecatan harus rata dan sama warnanya. serta mengikuti ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. untuk mendapatkan persetujuannya. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang).2. Ulaskan satu atau dua lapis Metal Primer Red (menie besi) dari produk seperti jenis yang disyaratkan di atas atau sesuai persyaratan yang ditentukan oleh pabrik yang bersangkutan. AS. VII. .

Seluruh pekerjaan harus dilaksanakan dibengkel dan merupakan pekerjaan yang berkualitas tinggi. Bentuk/ukuran sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar.VIII. Railing Tangga dan Pagar Selasar.1. 2.1.3. Pekerjaan Railing Besi VIII. Lapis finishing dari seluruh permukaan railing besi harus dilakukan pengecatan dasar/zinkcromate. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. Persyaratan Bahan 1. VIII. Syarat Penerimaan Hasil pemasangan railing harus merupakan suatu hasil pekerjaan yang kuat.1. 2. merata dan tidak terjadi cacat/noda akibat pemasangan.1. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pemasangan railing kurang rapi harus segera diperbaiki. PEKERJAAN RAILING BESI VIII. sebelum perkerjaan di mulai.1. . tanpa cacat. merupakan lapisan cat yang bermutu baik produk Emco. kokoh dan sempurna. 2. Meliputi pekerjaan railing besi dilakukan pada tangga dan pagar selasar atau seluruh detail yang ditunjukkan/disebutkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Direksi. 3. perbaikan segera dilakukan tanpa tambahan biaya. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. Pekerjan ini meliputi menyediakan tenaga kerja.1. Pengecatan dilakukan minimal 2 (dua) lapis. Bila terjadi kerusakan. Hasil pengecatan dan warna yang dihasilkan.5. 4. Pengelasan konstruksi harus dilakukan sesuai gambar konstruksi dan harus mengikuti prosedur/persyaratan-persyaratan dalam AWS dan AISC Spesification. VIII. 3. harus baik. VIII. Warna cat akan ditentukan kemudian. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan railing besi yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan dan tanpa cacat. hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan ketepatan sedemikian rupa sehingga semua komponen dapat dipasang dengan tepat dilapangan. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. atas biaya Pemborong. Lingkup Pekerjaan 1.1.2. bahan-bahan. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. VIII.4.

Shear Modulus 80. 6.1. 7. Terkstangbesi beton Ø 12 7. Angkur Ø 18 12. Persyaratan ketebalan serta bentuk profilnya adalah sebagai berikut : . Perusahaan fabrikasi galvalume yang dipilih harus memiliki standart internasional ISO 9001 versi 2000. . Gording Canal C Sesuai dalam gamber perencanaan. Penutup atap genteng yang digunakan adalah model genteng karang pilang KW I merk Good Year atau Wisma dan Sebelum dipasang kontraktor diwajibkan mengajukan contoh genteng kepada Konsultan Pengawas Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Penutup Atap Menggunakan Atap Genteng karang pilang atau setara Pemasangan Sesuai dengan Gambar Bestek ( Gambar Perencanaan ) XI. Ex Krakatau steel Atau setara 3. Bahan Rangka atap (reng/usuk) Menggunakan Rangka atap galvalum.8 mm). 3.000 Mpa 4.Ultimate tensile Strength 550 Mpa . Reng dan Usuk Menggunakan Galvallum 13. Penutup Nok dipakai bubungan model Karangpilang KW I Merk Good Year atau Wisma. Besi siku L 50 x 50 x 5 untuk rangka list plank 6.Minimum Yield Strength 550 Mpa . Bahan-bahan 1. PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP XI. Kuda – kuda WF 200 x 100 x 5.000 Mpa . Ex Krakatau stell Atau setara 2.Modulus of Elasticity 200.5 mm) atau 45 x 27 B 50 (tebal 0. Pipa pembuluh PVC Ø 4” Type D 14. Jarum Keras Ø 12 & Ø 16 9. Bracingbesi beton Ø 16 8. List Plank Mengunakan GRC Board 12 mm / Kalsiplank 4.5 x 8. Adapun persyaratan bahab rangka atap galvalume yang digunakan adalah : . 2. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Atap dengan Penutup atap Genteng karang pilang 1. Pekerjaan meliputi pemasangan rangka atap galvalume.XI. . 15.2. Plat & Mur baut dipergunakan untuk memenuhi pekerjaan sambungan – sambungan pada Rangka Atap Baja. .5 mm). Plat Plendes & sambungan T 12 mm 10. Besi siku L 75 x 75 x 7 untuk dudukan gording 5. Lingkup Pekerjaan.Bahan terbuat dari baja mutu tinggi G 550 yang telah diproses dengan lapisan anti karat (galvanized coating-hot dip zinc) galvalume.Batten (reng) menggunakan Web Hot-dipped galvanized steel 35 x 25 B 05 (tebal 0.Untuk usuk menggunakan Web Hot-dipped galvanized steel 65 x 26 C 08 (tebal 0. 5. Rangka atap (reng/usuk) baja ringan/galvalume yang digunakan adalah produk Smartruss atau Pryda. penutup atap dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan ini. Pasangan Jarum Keras Ø 16 11.

2. Pihak perusahaan galvalume harus menyediakan tenaga pemasangan/fabricator yang terlatih serta tenaga supervise lapangan yang bertugas mengarahkan proses pemasangan. 5. pada sambungan diberi spesi campuran 1 Pc : 2 Ps rapat dan rapih. kontraktor harus menyerahkan hasil tes laboratorium bahan rangka atap tersebut dari pihak perusahaan galvalume kepada Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan untuk mendapat persetujuan dengan biaya ditanggung oleh pihak kontraktor. 4. Penutup atap genteng karang pilang yang dipasang rapat sedemikian rupa sehingga betul-betul tersusun rapi dalam segala arah. Penutup Nok dipasang lurus. Perusahaan pabrikasi galvalume yang dipilih/ditunjuk harus memberikan garansi penuh atas kekuatan material dan kekokohan serta dapat memberikan garansi minimal 10 tahun.3. 6. Sebelum pemasangan. kaitan dan saling menutupnya harus cocok dan rapat sehingga tidak terjadi kebocoran apabila terkena hujan. Teknik pemasangan dan penyelesaian detail-detail yang belum jelas dalam gambar.XI. Pelaksanaan 1. 3. harus diikuti ketentuan dari pabrik penutup tersebut dan harus sesuai dengan gambar rencana .

Kolom. Apabila terjadi perbedaan ukuran dalam gambar maka pelaksana harus menanyakan terlebih dahulu kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan ukuran yang tertulis menjadi acuan dibanding ukuran dalam skala. .SNI 03-2492-1991.Methode pembuatan dan perawatan benda ujidi laboratorium . Ringbalk. KETENTUAN UMUM I.D. maka pelaksana segera melaporkannya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat penyelesaian. maka seluruh biaya tersebut sepenuhnya menjadi tanggungan pelaksana.3.2. misalnya dengan pengajuan proposal tertulis tentang alternatif yang diusulkan. 2. Catatan Pada dasarnya pekerjaan struktur terdiri:struktur beton dan struktur baja. Methode pengujian pengambilan contoh untuk campuran beton segar. 6. 4. Ruang Lingkup Pekerjaan SIPIL meliputi : 1. Ketentuan Umum 1. Apabila terjadi perubahan gambar sehubungan dengan pelaksanaan. Kesalahan pelaksanaan yang berakibat pada penambahan biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan. harus diperhitungkan atas pekerjaan tambah kurang.SNI 03-2834-1992.3. . Pekerjaan atap. Struktur utama : Pour.1. Strouss. .SNI 03-2458-1991.Methode pembuatan dan perawatan benda uji di lapangan. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung (PPIUG) 1987 b. 2.3. 3. Struktur sekunder : kolom praktis. sesuai kebutuhan.2. I. Tata cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1726-2002) c.1. Balok. . I. Apabila terjadi perbedaan antara RKS dan gambar kerja.beserta seluruh acuan yang dirujuknya seperti: .Dan lainnya. listplank beton dsb. sebelum pekerjaan dimulai harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.SNI 03-1974-1990. Acuan tambahan : Apabila ada hal-hal yang tidak termuat dalam SNI tetapi harus dikerjakan maka dapat dipakai Standard/Peraturan/ Pedoman yang sebelum lahirnya SNI tersebut seperti SK SNI T-15-1991- . ring praktis. I. 5. balok latai. Standard Rujukan I. Segala perubahan gambar yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan berdampak kepada besarnya pembiayaan. d. 3. Tata cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI 03-28472002).Tata cara pembuatan rencana campuran untuk beton normal. Tata cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1729-2002). Rujukan utama : a. Methode pengujian kuat tekan beton. Plat Lantai dan Plat Atap. PEKERJAAN STRUKTUR I. Proses mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus melalui mekanisme yang disepakati kedua belah pihak.SNI 03-4810-1998.

pelat atap. dan mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan 4 Laporan lengkap pengujian bahan dan pengujian beton harus selalu tersedia di lapangan (on site) untuk pemeriksaan selama pekerjaan berlangsung. Pengujian 1 Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan lapangan berhak memerintahkan diadakan pengujian pada setiap bahan yang digunakan pada pelaksanaan konstruksi beton ini untuk menentukan apakah bahan yang dipakai mempunyai mutu sesuai dengan mutu yang telah ditetapkan. dan tersimpan selama 2(dua) tahun setelah selesainnya pekerjaan pembangunan. II.2.atas persetujuan Pengawas. II. sehingga semen yang datang/diproduksi lebih dulu terpakai lebih awal. dengan tambahan ketentuan bahwa semua unsur struktur yang berhubungan dengan air. kontraktor harus dapat menunjukan sertifikat tentang semen yang diusulkan untuk dipakai.1.  Pemakaian semen lebih dari satu merek tidak diijinkan. Sertifikat ini bisa diproleh dari pabrik semen yang bersangkutan atau dari laboratorium yang mempunyai kewenangan.1. kecuali ada alasan khusus dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas II. Mutu beton Semua beton untuk struktur bemutu fc‟ = 22.  Semen harus disimpan sedemikian rupa. Semen 1 Semen yang dipakai adalah semen Portland Type Satu. Ketentuan Bahan II. II.4.AISC 1994 dsb . dsb.1.3. atau agregat yang berasal dari batu pecah.UBC 1977. PEKERJAAN STRUKTUR BETON II. 2 Pengujian bahan dan beton harus dilakukan sesuai SNI 03-2847-2002 3 Tempat pengujian bahan dan beton harus dilakukan di Laboratorium independent yang memenuhi syarat.1. Semen Tiga Roda atau Semen Holcim dan harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.1. Untuk mendapat persetujuan. campuran betonnya harus kedap air seperti pelat untuk kamar mandi dan wc.sesuai SNI 03-2847-2002 2 Merek semen yang akan dipakai adalah semen Gresik.misal seperti ACI318-99 . .3. jika atas dasar pemeriksaan tidak memenuhi persyaratan. 3 Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menolak semen yang dikirim ke Proyek. Agregat 1 Agregat untuk beton harus memenuhi syarat ASTM C 33 2 Agregat kasar dapat berasal langsung dari alam (agregat alam). 4 Penyimpanan Semen harus memenuhi syarat:  Terlindung dari pengaruh iklim dan kelembaban.  Semen yang mempunyai gejala membatu /terkontaminasi bahan yang dapat merusak tidak boleh digunakan.5 Mpa (K 250). bahkan bisa dari PBBI 1971 NI -2 selama tidak bertentangan dengan SNI atau standard lain yang banyak digunakan masyarakat konstruksi asal tidak bertentangan dengan SNI tersebut diatas.1.

Pengecoran. Ketentuan Teknik Pelaksanaan Pekerjaan Beton Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan-pekerjaan yang menunjang terealisasinya pekerjaan struktur beton yaitu: 1.7. 6. asam. Evaluasi dan penerimaan mutu beton .5. alkali.dan siar pelaksanaan. seperti yang ditentukan dalam SNI 03-2847-2002 PASAL 5. Bahan Tambahan 1 Penggunaan bahan tambahan untuk pembuatan beton harus mendapat persetujuan tertulis dari konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan.1. maka sebelum dipakai harus diuji kelayakannya. Barang yang telah terkontaminasi bahan yang merusak tidak dapat digunakan 4 5 II. 5. Baja Tulangan 1 Semua baja tulangan yang dipakai harus baru. 9.pipa tertanam.1. Penulangan.kecuali ada pertimbangan khusus dan harus mendapat persetujuan tertulis Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.tidak terintrusi bahan yang dapat merusak/menggangu. 8. Campuran beton 7. Penyimpanan agregat kasar dan halus harus terpisah agar memudahkan tugas Pengawasan.bebas dari karat 2 Semua tulangan dari jenis baja ulir (BJTD) dan polos harus memenuhi ketentuan SNI 032487-2002 pasal 5.4 II. Toleransi 3. Cetakan. 2 Kecuali air yang berasal dari PDAM. Air 1 Air pencampur beton harus bersih dan bebas dari bahan-bahan yang dapat beton. bahan organik . bahan tambahan yang digunakan harus mampu secara konsisten menghasilkan komposisi dan kinerja yang sama dengan yang dihasilkan oleh produk yang digunakan dalam menentukan komposisi beton diawal penentuan campuran II. Pelindung beton. Persiapan.3 Ukuran maximum nominal agregat kasar harus tidak melebihi:  Seperlima(1/5) jarak terkecil sisi-sisi cetakan.2. garam.6. dan mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan II. 2. 5 Kontraktor harus melakukan pengujian Tarik sedikitnya 1 sample tiap pengiriman 50 lonjor terhadap baja tulangan yang didatangkan Laboratorium independent yang memenuhi syarat. dengan mutu fy = 400 MPa 4 Baja polos dipakai hanya untuk elemen non structural dengan mutu fy=240 MPa 5 Sambungan las baja tulangan tulangan tidak diijinkan. 4.5.1. 3 Baja ulir dipakai untuk seluruh elemen strutur. Perawatan. seperti oli.  Sepertiga (1/3) ketebalan pelat lantai . 2 Untuk keseluruhan pekerjaan.

Perlindungan cuaca. c.2.1. 2. 4.Kecepatan dan methode pengecoran . pemakaian sabuk pengaman dsb .II.2. Dimensi balok Ukuran sampai dengan 500 mm ± 5 mm Ukuran lebih besar 500 mm ± 10 mm 6. Dimensi Untuk panjang sampai dengan 10 meter ± 10 mm Untuk panjang keseluruhan lebih 10 meter ± 15 mm 2. Cetakan harus mampu menghasilkan struktur akhir yang memenuhi bentuk. Perlu dipersiapkan atas kemungkinan adanya gangguan cuaca. pelaksana harus mnyampaikan usulannya terlebih dahulu mencakup gambar-gambar pelaksanaan.lingkungan terhadap bahan. harus atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. . yang dapat mengganggu mutu beton.3. perubahan posisi dan perubahan bentuk elemen struktur. kelengkapan peralatan beserta kondisinya. garis. d. Perencanaan cetakan harus mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: . b. Waktu pembongkaran cetakan harus berdasarkan analisa bahwa akibat pembongkaran ini tidak mengakibatkan kerusakan pada elemen struktur atau dapat mengurangi kemampuanya. Dan lain-lain Apabila ada toleransi yang belum disebutkan akan ditetapkan kemudian atas persetujuan Pengawas.sesuai ketentuan ketenaga kerjaan yang berlaku.2. e. Penutup/selimut beton Selimut beton tebal sampai dengan 30 mm ± 5 mm 5.dan siar pelaksanaan 1. Toleransi 1.Beban selama konstruksi . Kedudukan (dari titik patokan) Kedudukan permukaan horizontal ± 10 mm Kedudukan permukaan vertical ± 10 mm 3. daftar personel. Pekerjaan Persiapan 1. Penentuan titik –titik tetap (uitset) Untuk pelaksanaan pekerjaan ini Pelaksana harus mendapat persetujuan tertulis Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 3. kaku dan kuat untuk mencegah kebocoran mortar. II.dan dimensi komponen struktur seperti yang disyaratkan seperti dalam gambar.pipa tertanam. Keamanan Proyek Pelaksana harus melengkapi Proyek dengan system pengamanan yang semestinya. Cetakan a.Kemudahan dan kecepatan pembongkaran. Cetakan harus mantap.2. Pemasangan cetakan tidak boleh merusak struktur yang sudah terpasang sebelumnya. Alinement vertical listplang/sirip ±10 mm 4. Cetakan. Pengajuan rencana pelaksanaan Untuk mendapat persetujuan pelaksanaan suatu pekerjaan. II.

Semua tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin. untuk mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. c. Tulangan ditempatkan sedemikian rupa agar tetap terjamin ditempatnya. Keberadaan saluran atau pipa tidak boleh dianggap mempunyai kekuatan secara structural. Tulangan yang sudah tertanam dalam beton tidak boleh dibengkokkan dilapangan. c. Pada saat beton di cor.2. Pengiriman tulangan Semua tulangan saat pengiriman tidak boleh ditekuk kecuali untuk tulangan berdiameter lebih kecil 19 mm. permukaan beton harus dibersihkan dari serpihan dan kotoran. Penempatan tulangan. Permukaan tulangan. 5. a. dibasahi sampai jenuh dan dibebaskan dari kemungkinan air yang menggenang. Saluran dan pipa yang dipasang tidak boleh menurukan kekuatan struktur. Perangkat untuk menyalurkan geser atau gaya lain melalui siar pelaksanaan harus melalui analisa sebagai mana mestinya.4. Siar pelaksanaan balok induk harus diletakan pada jarak minimum sebesar dua kali lebar balok yang memotongnya dari posisi muka perpotongan tsb. b. Bahan saluran dan pipa yang ditanam tidak boleh membahayakan beton dalam waktu umur struktur. 2. dengan pertimbangan tidak mengurangi kekuatan struktur. Pemasangannya tidak boleh berjarak sumbu ke sumbu kurang dari 3 (tiga) diameter/lebar.Pipa atau saluran yang ditanam dalam kolom tidak boleh melebibihi 4% luas penampang yang diperlukan untuk kekuatan atau untuk perlindungan terhadap korosi atau kebakaran. Sebelum dimulainya pekerjaan konstruksi pelaksana harus membuat prosedur dan jadwal pelaksanaan pemasangan. kecuali disetujui dengan cara lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Sebelum pengecoran. Saluran dan pipa yang ditanam dalam beton. d. bebas dari lumpur. Semua tulangan harus ditempatkan/disetel sesuai gambar. minyak. b. 3. Siar pelaksanaan tidak boleh ditempatkan pada struktur yang harus kedap air. Penempatan siar pelaksanaan harus dirancang sebelum pekerjaan pengecoran dilaksanakan. Penulangan 1. pembongkaran cetakan. Siar pelaksanaan. 3. Siar pelaksanaan pada system pelat lantai harus ditempatkan dalam daerah sepertiga bentang tengah pelat dan balok. 2. dinding. a. keadaan permukaan tulangan harus bersih. balok ataupun kolom. Dimensi maksimum pipa/saluran tidak boleh lebih besar dari 1/3 (sepertiga) tebal pelat. atau segala jenis zat / benda pelapis bukan logam yang dapat mengurangi lekatan beton terhadap tulangan.seperti didaerah kamar mandi dan kamar kecil (KM/WC) atau pada pelat atap II. Pembengkokan tulangan. Pemotongan tulangan Semua pemotongan tulangan tidak diperkenankan memakai mesin las atau yang sejenis. . 4.f. misal seperti aluminium kecuali diambil tindakan pengamannya. tidak mudah tergeser akibat adanya pekerjaan pengecoran.

Apabila Kontraktor Pelaksana hendak memulai pekerjaan pengecoran beton. Sengkang ini dapat berupa sengkang pengikat tertutup internal atau spiral tertutup II. Tahu beton Tahu-tahu beton yang dipakai sebagai penahan tulangan sementara untuk mendapatkan tebal pelindung beton yang disyaratkan harus mempunyai mutu sama dengan betonnya sendiri. setelah seluruh bahan dimasukan.6.2. 7. Pelindung beton 1.5. 2. Sambungan lewatan tulangan yang menerus dan pengangkuran tulangan yang berakhir pada pertemuan kolom balok harus dilindungi dengan sengkang pengikat. Rencana Campuran (Mix design) harus telah mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dengan disertai Rencana campuran/mix design harus dilakukan dengan methoda yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sebelum keputusan komposisi ditetapkan. Campuran beton 1 Rencana campuran (mix design) Mengingat jalan menuju lokasi pekerjaan yang sangat sempit dan padat. dengan spasi bersih minimal 25 mm. Penambahan air pada beton yang sudah selesai proses pengadukannya tidak diijinkan II. tulangan pada lapis bawah harus tepat dibawah tulangan diatasnya. untuk mendapatkan beton dengan kelecakan dan konsistensi yang menjadikan beton mudah untuk dicor tanpa terjadi segregasi.6. paling lambat 24 jam sebelum waktu pelaksanaan Pengecoran tidak dapat dilaksanakan apabila tidak dihadiri oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2 Komposisi campuran Komposisi campuran harus berdasarkan atas perbandingan berat. Sambungan /pengangkuran tulangan. Batasan spasi tulangan.5 menit.2. Bila tulangan sejajar tersebut diletakan dalam dua lapis atau lebih. Jarak bersih antara dua tulangan sejajar dalam lapis yang sama tidak kurang dari diameter tulangan yang besangkutan dengan minimal 25 mm. maka sebisa mungkin kontraktor bersama-sama dengan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan mengadakan sosialisasi kepada pemilik proyek dan masyarakat sekitar supaya mendapat ijin untuk menggunakan campuran Ready Mix agar mutu dan proses pengecoran dapat lebih terjamin kualitasnya.7. 3 Cara mencampur Beton harus dicampur dengan menuangkan seluruh unsur pembentuknya kedalam satu wadah pengaduk. maka Kontraktor harus memberitahukan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan kapan pengecoran dilaksanakan. . # Poer = 50 mm # Pelat = 20 mm # Sloof = 50 mm # Dinding = 20 mm # Kolom = 50 mm # Balok = 50 mm II. 4 Penambahan air. Pengecoran 1. Dan apabila memang tidak bisa menggunakan ready Mix.dengan proses pengadukan secara terus menerus selama sekurangkurangnya 1. Tebal pelindung beton secara umum ditetapkan sebagai berikut.2.

dan persiapan tenaga serta dinyatakan dalam daftar bahan alat dan tenaga kerja. Pemadatan beton dengan menggunakan vibrator. Selama pekerjaan pengecoran Kontraktor harus melaksanakan hal-hal sebagai berikut : Melakukan slump test Pengujian kekuatan setiap kali penuangan campuran beton dari beton molen. Dan harus sesuai dengan Rekomendasi Laboratorium yang membuat mix design. Selama pengecoran. secara perlahan-lahan. Kontraktor telah menyediakan bahan peralatan. Kontraktor dapat melaksanakan pengecoran. apabila telah disetujui Direksi berdasarkan pemeriksaan dan penilaian di lapangan pekerjaan. Kontraktor harus selalu menjaga ketepatan titik-titik pemasangan angker supaya tidak bergeser dari posisi yang telah ditentukan sampai beton benar-benar kering. Dalam hal menggunakan ready mix. . Stek-stek untuk tahapan pekerjaan berikutnya telah dipersiapkan dan dibuat. Angka kekentalan yang diperoleh harus sesuai dengan yang disyaratkan PB1-1971. Kontraktor Pelaksana harus menyediakan sedikitnya 3 (tiga) buah vibrator cadangan selama pekerjan pengecoran berlangsung. Bila hasil Laboratorium ternyata mutu beton yang telah dilaksanakan tidak memenuhi syarat maka dilakukan test-test selanjutnya di lapangan sesuai prosedur yang telah diatur di dalam PBI 1971. - 4. Pembuatan benda-benda uji. Sebelum pengecoran dimulai. pelaksanaan floor hardener dan lain-lain telah dipersiapkan dengan pihak lain yang melaksanakannya.2. maka rasio benda uji akan ditetapkan oleh Konsultan Pengawas / Direksi).b. - - 5.c. dan d di atas telah mendapatkan pembenaran dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Seluruh persiapan di atas. Setelah mencapai umur yang cukup. Bila test-test di lapangan inipun masih mendapatkan hasil mutu beton dibawah K-300 maka Kontraktor berkewajiban membongkar pekerjaan ini dan melaksanakan kembali tanpa mendapatkan ganti rugi apapun. Bila Kontraktor bertindak menyimpang dari ketentuan-ketentuan di atas. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menghentikan pekerjaan ini dan semua resiko sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor Pelaksana. butir a. Kontraktor telah membuat schedule rencana pengecoran dan strategi pengecoran berupa gambar tata letak bahan serta arah pengecoran. Seluruh persiapan pekerjaan yang berkaitan dengan komponen yang di cor terutama pemasangan angker untuk peralatan. 3. dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. maka harus mematuhi "retention time" yang telah ditentukan. demikian juga penarikan vibrator. Pelaksanaannya harus dilakukan secara semestinya yakni pencelupan vibrator harus diusahakan tegak lurus. Pengecoran hanya boleh dilaksanakan bila : Kontraktor telah menyelesaikan pekerjaan penulangan dan bekisting serta pemasangan beton decking secara sempurna dan bersih serta telah mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan . kubus beton atau silinder beton dengan rasio sesuai yang diatur di dalam PBI-1971. Seluruh persiapan pengecoran yang tersebut di dalam sub. cetakan harus dibasahi air atau bahan bahan lain untuk menghindari hilangnya air dalam campuran dan sekaligus untuk mengantisipasi kemudahan pembukaan cetakan dan untuk memproleh kwalitas permukaan beton yang disyaratkan. vibrator tidak boleh disentuhkan tulangan dan bekisting. benda-benda uji ini harus diteskan ke Laboratorium dengan biaya Kontraktor.

kecuali pasal 7.beton harus dilindungi terhadap pengeringan dini. Frekwensi pengambilan benda uji. Perawatan dipercepat (missal dengan uap bertekanan tinggi) dapat dilaksanakan asal dengan perawatan ini beton yang dihasilkan sekurang-kurangnya mempunyai mutu sama dengan yang disyaratkan. Evaluasi dan Penerimaan Mutu Beton Evaluasi dan penerimaan Mutu Beton sesuai dengan SNI 03-2487. jangka panjang. Proses perawatan khusus dengan mengganti kehadiran air dengan material tertentu (misal seperti curring compound). Selama pelaksanaan mutu beton harus diperiksa secara kontinyu dari hasil pemeriksaan benda uji. Semua benda uji harus dites sesuai persyaratan di Laboratorium Independen yang memenuhi kwalifikasi baik personel maupun peralatannya.2) butir (1) diganti menjadi (diambilkan dari Peraturan Beton Indonesia 1971 /PBI 71 NI-2) yaitu: 1.  . 2 Perawatan dipercepat/khusus. Beton harus berada dalam kondisi lembab terus menerus sekurang-kurangnya selama 7 hari setelah pengecoran selesai. Segera setelah pengecoran .seperti perlindungan terhadap bahan dasar .2002 (butir 7.6 : Evaluasi dan Penerimaan Mutu Beton). Laboratorium. Selama cuaca panas maka perhatian harus lebih diberikan sejak dimulainya proses . serta penangan pengecoran. Saat pengujian harus disaksikan oleh Pengawas. kecuali menggunakan perawatan dipercepat.untuk menjamin bahwa proses perawatan yang dilakukan memenuhi persyaratan. sehingga dapat memberi pengaruh negative pada mutu beton yang dihasilkan atau kemampuan layan komponen struktur.2.    II.6.8. menyiapkan contoh uji silinder yang diperlukan dan mencatat segala sesuatunya yang diperlukan seperti suhu beton segar pada saat menyiapkan contoh uji untuk pengujian tekan. 2.dan gangguan mekanis. harus tetap juga memenuhi syarat seperti pada perawatan yang dipercepat diatas yaitu beton yang dihasilkan minimum mutunya tidak lebih rendah Pengawas dapat menambah jumlah benda uji dari jumlah yang disyaratkan untuk evaluasi mutu beton.9. baik kekuatan dalam jangka pendek.   Metode perawatan ini harus mendapat persetujuan tertulis pihak Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Pengujian di Laboratorium harus dilakukan oleh tenaga Teknisi yang memenuhi persyaratan atas persetujuan Pengawas. Perlindungan yang merupakan bagian dari perawatan harus dapat mencegah temperature beton melebihi yang seharusnya. Hal-hal lain perlu diperhatikan:  Tenaga Tenaga pengujian/Teknisi lapangan yang memenuhi syarat kualifikasi.II.Untuk masing-masing mutu beton harus dibuat 3 (tiga) benda uji setiap 1 truk mixer beton dengan volume  6 (enam) m3.cara produksi. atas persetujuan tertulis Pengawas. maupun yang menyangkut tingkat keawetannya. harus melakukan pengujian beton segar di lokasi konstruksi.2. Perawatan (curing) 1 Perawatan biasa. temperature terlalu panas.

3. panjang.tegak lurus satu terhadap yang lain. Toleransi Posisi Kepala Tiang Toleransi kesalahan pemancangan setiap tiang maksimum 100 mm. Sloof 4.3. Pengujian tambahan. Tangga 8. . Identifikasi Sebelum dipindahkan dari tempat pembuatannya/fabrikasi.2. lubang galian harus bersih dari kotoran – kotoran tanah bekas galian. dari dua arah .1. Urutan Pemancangan Sebelum pemancangan dilaksanakan.dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas. Pondasi Mini Pile 3. Pondasi Mini Pile I. maka selama pemancagan harus diikuti dengan pesawat ukur. Ketentuan Tambahan pada Masing-masing Bagian Pekerjaan Beton Pekerjaan ini meliputi : 1. Agar memudahkan untuk mengetahui masuknya tiang kedalam tanah maka setiap tiang harus diberi tanda pada setiap meternya. Siar Dilatasi dan Siar Pelaksanaan II. kesiapan peralatan beserta kelengkapannya harus bisa diyakini berfungsi sebagaimana mestinya.dan penambahan biaya sebagai akibatnya ditanggung Pelaksana. Kemiringan Tiang Penyimpangan arah vertikal atau kemiringan tiang yang disyaratkan tidak boleh lebih besar dari 2 mm dalam 100 mm (1:50). II. Sebelum dipancang tiang harus diperiksa terlebih dahulu untuk medapat persetujuan untuk dipancang. Balok 6. lebar. tebal tiang serta jumlah tulanganlengkap dengan diameternya untuk masing-masing tiang. Pekerjaan Pour Pembesian. jenis/type : diameter. IV. II. Untuk menjaga kedudukan tiang selalu sesuai rencana. Dibagian bawah pondasi sebelum rangkaian besi plat di pasang lantai kerja dari beton rabat/beton tanpa tulangan dengan campuran 1 pc : 3 ps : 5 krl. Pour Pondasi 2. II. Pelat 7. tebal pondasi serta kedalaman harus sesuai dengan gambar rencana. mini pile harus diberi tanda-tanda identifikasi : tanggal pembuatan. Persiapan Pemancangan Kondisi peralatan Sebelum memulai pekerjaan pemancangan. Melampaui batasan toleransi ini harus diperhitungkan terhadap dampak strukturnya.3. Pelaksana harus mendiskusikan terlebih dahulu urutan III. Pengawas berhak memerintahkan Pelaksana untuk melakukan pengujian tambahan apabila ada hal-hal yang ketentuan yang berlaku. Kolom 5. dengan batasan kesalahan titik berat tiang untuk satu poer masih lebih kecil atau sama dengan 100 mm. Sebelum penempatan rangkaian besi plat.

Kedalaman Tiang Penetapan kedalaman tiang pancang sesuai gambar dan dikontrol dengan hasil “kalendering‟. pengecoran dengan menggunakan bantuan tremi dapat menjadi salah satu pilihan. setelah mendapat persetujuan tertulis Pengawas. 2. Setiap tiang harus masuk kedalam poer seperti ukuran pada gambar. Pelindung beton. maka penutup betonnya harus dirubah menjadi 75 mm. Jenis/tipe Tiang Tiang pancang yang dipakai adalah tiang pancang dari jenis tiang pancang Pra tekan pracetak. permukaan beton tidak dapat dikontrol. Mengingat ukuran kolom yang ada. IX. 2.1. serta mendapat persetujuan tertulis Pengawas. VI.5 meter. sifat permukaan beton. Masuknya tiang kedalam poer.1. Pemakaian jenis tiang pancang jenis/type lain dapat dilakukan asal mempunyai kemampuan setara secara teknis dan ekonomis. Kolom 1. VII. Kemampuan memikul beban tiang (P ijin = kemampuan dibagi angka keamanan) dari hasil perhitungan sesaat dilaksanakannya kalendering harus mencapai kemampuan minimum sebesar 80% dari P ijin rencana (friction belum bekerja). sarat pengecoran berikutnya harus sedemikian rupa (sesuai ketentuan SNI) agar tidak menjadi titik lemah bagian struktur. Pergeseran kepala tiang akibat urutan pemancangan harus dapat diprediksi sebelumnya sehingga perlu antisipasi. Pemotongan Kepala Tiang Untuk keperluan hubungan tiang pancang dengan poer. IX. JSCE. kecuali ada pertimbangan khusus atas jalannya pemancangan dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas.pelaksana harus bisa menunjukan sertifikat/hasil tes produk tiang pancangnya dari Institusi Independen. Besaran kalendering untuk penetapan kemampuan tiang disesuaikan dengan jenis/tipe mesin pancang yang dipakai. Khusus untuk balok-balok sloof yang menyatu secara keseluruhan dengan bangunan diatasnya. Urutan pengecoran. Apabila dipandang perlu oleh Pengawas. Tinggi jatuh pengecoran tidak boleh melampaui 1. VIII. pemberhentian pengecorannya. dengan mutu beton fc‟= 50 MPa (600 kg/cm2 benda uji kubus) memenuhi ketentuan JIS A 5335-1985 dan „modified to suit‟ ACI-1979. Sloof 1. Pengecoran. Penggunaan cara ini harus tetap menjamin bahwa mutu beton yang didapat tidak lebih rendah dari yang dipersyaratkan. Penghentian pemancangan sementara Pada dasarnya pemberhentian pemancangan sebelum mencapai kedalaman yang direncanakan tidak diijinkan.untuk itu diperlukan Persetujuan tertulis Pengawas. . V. Apabila balok sloof dicor dengan menggunakan acuan permanent misal dari pasangan batubata/batako.2.1. Sambungan tulangan. IX.pemancangan yang akan dilakukan. pemotongan tiang harus dilakukan sedemikian rupa (misal dengan gerinda) agar tidak menimbulkan kerusakan pada tiang (retak memanjang kearah tiang tidak boleh terjadi).

IX. Pengalaman menunjukan bahwa saat pengecoran pelat. dan jika ada air yang tergenang harus dibersihkan. Untuk menghindari menurunnya kemampuan pikul pelat khususnya diatas tumpuan. para pekerja pengecoran sering / sulit menghindar untuk tidak menginjak tulangan pelat.antisipasi kearah itu harus ditetapkan sebelum pelaksanaan pengecoran. 3. antisipasi kearah itu harus ditetapkan sebelum pelaksanaan pengecoran. balok induk.penyambungan tulangan perlu dirancang sedemikian rupa. Untuk menghindari terjadinya sarang tawon pada bagian bawah kolom antisipasi untuk mencegahnya harus ditetapkan terlebih dahulu. para pekerja pengecoran sering/sulit menghindar untuk tidak menginjak tulangan pelat. 4.1. Sesaat sebelum beton baru di cor. Balok Antisipasi akan terjadinya lendutan balok oleh beban yang bekerja maka perlu adanya langkah antisipasi pada waktu memasang kerangka acuan/bekisting berupa kontra lendutan.maka permukaan itu harus dikepras minimum setebal 50 mm. Pelat 1. harus dibersihkan dari serpihan dan kotoran lainnya. IX. diantisipasi sebelum 2. Siar pelaksanaan pada balok induk harus diletakan pada jarak minimum sebesar dua kali lebar balok yang memotongnya dari posisi muka perpotongan tersebut. semua siar pelaksanaan harus dibasahi.Untuk menghindari kesulitan dalam pengecoran.4. 4. balok – balok. Posisi tulangan. sehingga letak/kelurusan tulangan terganggu. Siar Pelaksanaan Siar pelaksanaan adalah siar yang terpaksa diadakan atas dasar alasan keterbatasan pengecoran (pemberhentian pengecoran sementara) : harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. Pengalaman menunjukan bahwa saat pengecoran pelat tangga.1. Seperti pada balok. Tangga Antisipasi akan terjadinya lendutan balok tangga oleh beban yang bekerja.Untuk menghindari menurunnya kemampuan pikul pelat khususnya diatas tumpuan.antisipasi terhadap terjadinya lendutan harus pengecoran dilaksanakan.3.6. 2. Kontrol lendutan.1. sehingga letak / kelurusan tulangan terganggu. .misalnya tidak dalam satu potongan.5. Balok. Permukaan beton pada siar pelaksanaan. Sarang tawon. adanya phenomena konsolidasi pada pengecoran beton yang relative tebal. IX. IX. balok induk. 3. Antisipasi terhadap terjadinya lendutan harus dilakukan sebelum pengecoran dilaksanakan. karena kurang perawatan. atau pelat yang ditumpu oleh kolom atau dinding tidak boleh di cor atau dipasang hingga beton pada komponen struktur vertikal penumpu tidak lagi bersifat plastis. Pemberhentian pengecoran Pada bagian atas pemberhentian pengecoran kolom sering terjadi penurunan kwalitas beton ditandai adanya retak dibawah sengkang.1. maka perlu adanya langkah antisipasi pada waktu memasang kerangka acuan/bekisting berupa kontra lendutan. Siar pelaksanaan pada sistim pelat harus ditempatkan dalam daerah sepertiga bentang tengah pelat.

Batang-batang elektroda harus berdiameter minimal 6 mm. Kuat tekan hasil grouting harus mencapai mutu minimal sama dengan mutu beton yang dipersyaratkan. balok induk dan kepala kolom harus dicor monolit sebagai bagian sistem pelat lantai. Untuk menyelesaikan masalah ini harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan Penyelesaian dengan cara mechanical grouting dengan menggunakan produk sejenis Embeco Grout. Apabila hal semacam ini terjadi.1.5. Baut-baut untuk konstruksi tumpuan harus menggunakan baut hitam dengan jenis HTB. X.1. Baut-baut digunakan jenis HTB c. puntiran dan lubang-lubang serta cacat lainnya. Terjadi keropos (sarang tawon). Bahan X. kontraktor diwajibkan untuk memberikan keterangan detail-detail seperlunya mengenai bahan-bahan baja yang akan dipakai kepada Pengawas untuk mendapat persetujuan. Gording baja kanal BJ–37 Persyaratan Bahan Yang Dipergunakan Seluruh baja yang dipergunakan harus memenuhi SNI atau standar lainya yang sederajat atau lebih tinggi (lengkap). maka penyelesaiannya merujuk pada pasal 7.1. Balok.7. .butir 5 (Penyelidikan untuk hasil uji kuat tekan beton renda ). Semua bagian baja yang digunakan harus dari jenis yang sama kualitasnya. bebas dari tekukan-tekukan. Baja profil WF mutu BJ–37 b. Materfloow Grout. Kegagalan Pengecoran Yang dimaksud dengan kegagalan pengecoran disini antara lain : 1. Ikatan angin baja polos fy = 240 Mpa f. X. Bahan-bahan baja yang sudah ada cacatnya dan tidak dapat diperbaiki harus diganti / tidak dipergunakan. Macam-macam Bahan Bahan-bahan yang digunakan pada proyek ini harus memenuhi mutu sebagai berikut : a. Baja yang dipergunakan untuk pekerjaan ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : Batang-batang baja yang dipergunakan harus lurus dengan maksimum bengkok 1/4000 panjang batang. PEKERJAAN STRUKTUR BAJA X.2. IX. bebas dari puntiran dan lubang-lubang serta cacat-cacat lainnya. 2. Plat baja yang dipergunakan sebagai plat simpul harus benar-benar datar. Batang tarik baja polos fy = 240 Mpa e. Sebelum mulai dengan mendatangkan bahan-bahan. Elektroda-elektroda las harus diambil dari gradea best heavy coated type. Seluruh bahan-bahan baja ini harus lurus dan tanpa cacat sebelum dikerjakan. Diperoleh mutu beton lebih rendah dari yang dipersyaratkan. Angker-angker baut dari baja lunak d.1. Sika dan yang sejenisnya harus dilakukan.1.6.

Tepian yang tajam akibat pemotongan maupun pemboran harus ditumpulkan dengan gerenda. Pelubangan harus menggunakan bor.Las yang dipakai adalah las sudut (Fillet Weld). Pengelasan harus menggunakan mesin las listrik. Bila dilaksanakan di luar lapangan pekerjaan. 2. 7.Permukaan yang akan dilas harus bebas dari kotoran. Syarat Pelaksanaan 1.4. 6. Kontraktor harus meminta ijin secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan menunjukkan bengkel tempat dikerjakannya konstruksi untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi sebelum pekerjaan ini dilaksanakan. Pekerjaan kuda-kuda baja ini tidak diperkenankan dilaksanakan sebelum "gambar pelaksanaan" disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Kontraktor harus mengajukan uraian lengkap mengenai metode erection. Pengangkatan kudakuda harus dilaksanakan secara hati-hati hingga tidak menimbulkan puntiran-puntiran pada bidang kudakuda. Untuk itu sebelum diangkat batang-batang penjepit sebagai klem pengaku bidang kuda-kuda harus dipasang lebih dahulu dan tidak boleh dilepas sebelum trek stang dipasang serta konstruksi kudakuda telah benar-benar dalam keadaan diam.1. tidak pada saat hari hujan atau baja dalam keadaan basah. 3. Bentuk dan dimensi kuda-kuda serta dimensi batang-batang dan plat simpulnya harus dilaksanakan sesuai gambar rancangan pelaksanaan serta sesuai dengan keadaan bentang kedudukannya di lapangan pekerjaan. 4. minyak. 9. jadwal pekerjaan kepada Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. 2.3. Test tarik dilaboratorium menjadi tanggungan kontraktor. Seluruh pekerjaan mendirikan baja harus dilaksanakan menurut standar JIS atau yang setara dan berdasarkan pada gambar-gambar kerja. . X. .Hasil dari pengelasan hendaknya dilakukan tes pengelasan dengan menggunakan colour tes. Untuk itu Kontraktor Pelaksana harus membuat "gambar-gambar pelaksanaan" lebih dahulu.X. . Erection harus dilakukan oleh crew yang ahli dan berpengalaman serta menggunakan keran-keran yang memadai bila diperlukan. Pembuatan kudakuda baja harus dilaksanakan di tempat yang datar dengan lantai kerja yang keras. dengan hasil tebal las yang rata serta harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : . cat dll. Metode Pemasangan (erection): 1. . Pemasangan kuda-kuda hanya boleh dilaksanakan bila kolom-kolom dan balok beton penumpunya telah berumur paling sedikit 14 (empat belas) hari dan baut-baut pengikatnya telah terpasang dengan benar. dengan mutu las minimal sama dengan mutu baja yang dilas. .1.Pengelasan di atas hanya boleh dilaksanakan bila konstruksi dalam keadaan benar-benar diam. 10. 5. 3.Pengelasan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga baja tidak termakan oleh las yang dapat mengakibatkan berkurangnya luas efektif penampang baja. Pemotongan harus dilaksanakan dengan mesin standard. 8. Trek stang ( ikatan angin ) harus menggunakan besi beton 16 mm dan dilengkapi dengan ulir penegang ( turn buckle ).

seperti lantai beton. 9. seluruh batang-batang penguat sementara dan hubungan-hubungannya harus dilepaskan. 11. 17. Bila Pengelasan dilapangan boleh dilaksanakan setelah struktur dengan perancahnya lurus dan menurut bentuk yang diinginkan dan sebelumnya harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Sebaiknya dipakai pemukul kayu bila memang harus digunakan. Sambungan-sambungan baut sebelumnya harus dikontrol oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 5. Pemakaian bau-baut montage selama pelaksanaan harus seefisien mungkin dan cukup untuk membuat struktur terpasang erat satu sama lain. 12. dan 100% dari gaya yang disyaratkan sesuai gambar. 6. 18. 8. 15. maka penguat sementara harus tetap dipasang ditemapat sampai seluruh elemen-elemen tersebut lengkap didirikan dan juga setelah mendapat ijin Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. mendirikan perancah sementara dan cara-cara pembebanan tertentu pada struktur asalkan tidak melewati tegangan kerja baja yang diijinkan sesuai standar JIS yang berlaku. . Kontraktor harus menyimpan dan menjaga semua bahan-bahan menurut lazimnya dan melindungi terhadap kontak langsung dengan tanah ataupun terhadap gangguan lainya. Baja tidak boleh ditempatkan atau dipasang diatas pondasi beton atau lantai sampai beton mempunyai kekuatan minimum 50% dari kekuatan beton umur 28 hari. 7. Jika stabilitas dari struktur lengkap tergantung juga pada elemen-elemen lainya. 13. Kontraktor boleh membuat patokan-patokan garis-garis ketinggian dari konstruksi yang akan didirikan. lubang-lubang pada batang baja karena baut-baut montage dan cat yang rusak karena pekerjaan sementara harus diperbaiki. Kontraktor harus mengajukan usulan pada direksi mengenai urut-urutan kabel yang harus ditarik dengan tidak membahayakan stabilitas konstruksi secara keseluruhan. Pekerjaan baut dan las harus selalu diawasi selama pelaksanaan dan bilamana Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan menganggap adanya kesalahan dalam pekerjaan harus segera diganti atau diperbaiki dengan biaya kontraktor. 10. Bila diinginkan kontraktor harus membuat perancah-perancah tambahan untuk memungkinkan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan menginspeksi setiap unit sambungan dan biaya ini dianggap sudah dimasukan dalam harga tender. Kontraktor harus mematuhi segala petunjuk direksi yang berhubungan dengan pelaksanaan/pendirian segala bagian struktur. 16. dinding bata dan lain-lainya yang mana dibangun setelah struktur baja didirikan. 14. untuk menjamin bahwa struktur tetap aman karena angin atau beban-beban yang ada selama pelaksanaan pendirian. Kontraktor bertanggung jawab sepenuhnya dalam merencanakan prosedur pelaksanaan termasuk pemasangan batang-batang penguat sementara dan lain-lain. Bila perkerjaan montage sudah selesai dan disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Gaya pratarik diberikan pada tiap-tiap kabel bertahap dari 50%. Dalam pelaksanaan pendirian tidak diijinkan menggunakan palu besi untuk memukul elemen-elemen baja kecuali seijin Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.4.

Penyambungan Penyambungan tidak diperkenankan kecuali dicantumkan dalam gambar yang telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. cat dan meni. .  Bila baut HTB akan digunakan maka permukaan bidang kontak tidak boleh dicat/coating dan harus bersih. Untuk itu kontraktor harus menyerahkan brosur-brosur yang diperlukan kepada Pengawas.  Untuk pemasangan HTB harus digunakan kunci momen sesuai dengan proof load yang dianjurkan pabrik. Baut-baut ditempat sambungan dikeraskan secara sistematis dan dimulai dari yang pusat sambungan kearah ujung-ujung bebas. Kalibrasi dilakukan dengan mengeraskan sesuatu alat yang dapat menunjukan tegangan aktual baut. 2. Bila baut. dua tipikal baut pada tiap diameter dari baut-baut yang dipasang. termasuk perlengkapan-perlengkapanya. 2. maka harus diganti yang baru. Sambungan Baut 1. Baut yang dipakai dibedakan sebagai berikut :  Untuk semua pekerjaan baut menggunakan baut baut mutu tinggi ( HTB ) dengan mutu A490-x-ASTM.  Baut-baut yang tidak boleh dipakai diberi tanda/dicat dan dikumpulkan menjadi satu untuk segera dibawa keluar site. Alat pengeras harus dikalibrasi terlebih dahulu sebelum dipakai.  Baut-baut HTB yang sudah pernah dipakai (dalam keadaan kencang/bertegangan ) tidak boleh dipakai lagi. b. Penyambungan dengan baut harus dilakukan dengan cara terbaik yang sesuai dengan maksudnya. Sebelum pemasangan baut HTB permukaan bidang kontak harus dalam keadaan bersih dari kotoran. maka dipakai ring khusus (tappered washer) untuk menjamin ikatan yang kuat. Kalibrasi ini harus disaksikan oleh Pengawas 4. Semua baut-baut pada sambungan harus dikeraskan pada tahap awal dengan kunci manual atau kunci elektrik 50% sampai 70% dari tegangan minimum untuk ukuran dan mutu baut-baut yang digunakan. 4. Untuk mengeraskan baut-baut dikerjakan dengan memutar mur.1. c. 3. Bila permukaan antara baut atau mur dan bentuk permukaan baja mempunyai kemiringan 1 : 20 atau lebih.X.5. 2. 3. Pengerasan Baut-baut 1. mur dan ring (washer) dalam keadaan basah sebelum dikeraskan. a. badan baut harus terdiri dari bagian yang berulir dan bagian yang tidak berulir dan panjang badan yang tidak berulir disesuaikan dengan tebal baja yang disambung. Metode Kunci Kalibrasi ( Calibrated Wrench Method ) 1.

d.6. Posisi pengelasan 4. Metode pengelasan 5. Urutan pengelasan. Jenis barang elektroda. Pekerjaan Las a. kutub elektroda dan voltage. kecuali bila penggunaan las tandem tidak mungkin dikerjakan. Pemutaran mur dari kondisi “ Snug Tight “ dapat dilakukan dengan pedoman yang tersebut dalam SNI. Sifat-sifat kimia. Jenis arus. Bagian konstruksi yang disambung dan dimensi. Batang elektroda yang dipakai harus sesuai dengan standar AWS : E70xx e. Instalasi Kontraktor harus mempunyai instalasi yang memenuhi syarat untuk pekerjaan las diantaranya : 1. 9. Metoda kontrol kualitas hasil las 8. 3. 3. 2. 3. Personil-personil yang mengerjakan. metalurgi dan fisik material. Penyambungan las digunakan untuk pembuatan sambungan buhul. Kontraktor yang melakukan pengelasan pada dasarnya harus memperhatikan sifat mampu las ( weldability ) material baja dengan berdasarkan 3 aspek pokok : 1. 6. . Tenaga Ahli Tenaga yang melakukan pekerjaan ini harus mempunyai sertifikat keahlian yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga pemerintah atau yang sederajat dan yang telah terbukti keahliannya. 2. maka pertama-tama harus ada cukup baut yang dalam keadaan “Snug Tight“ ( Keras dan Rapi ) untuk meyakinkan bagian-bagian daerah sambungan dalam keadaan hubungan yang baik satu sama lain. “Snug Tight“ didefinisikan sebagai pengerasan yang di dapat dari beberapa impact pada sebuah kunci impact atau usaha penuh seseorang menggunakan ordinary spud wrench. c. Semua pekerjaan yang berhubungan dengan las harus memenuhi standar JIS. 2. Metode Pemutaran Mur 1. AWS atau DIN. kontraktor harus membuat tabel yang berisi informasi : 1. Keamanan hasil las sesuai tujuan desain konstruksi.1. X. Bila metoda pemutaran mur dipakai untuk mendapatkan tegangan baut yang dispesifikasi. Cara-cara produksi sehubungan metode pengelasan yang dipakai. Untuk profil-profil buatan harus dipakai metode las tandem (submerged arc welding). Bengkel beratap dengan miliu kering untuk penyimpanan barang-barang elektroda. b. atau bagian-bagian yang dihubungkan kestruktur utama.d. assembling struktur utama dan lain-lain yang ditunjukkan dalam gambar. g. f. 7. Bentuk alur. Pada dasarnya metode pengelasan yang dipakai adalah las listrik (arc welding). Penyambungan Las. ada setiap pekerjaan sambungan las.

Instalasi untuk hasil uji las. Mesin-mesin dan alat kerja. bukan ukuran kaki las. Kontrol Mutu Hasil Pengelasan 1. Blasting 1. retak. cat dan nat-nat lain yang dapat mengurangi mutu las. 2. minimum termasuk kelas BS untuk las tumpul.1. dipilih yang terbesar. 4. 5. Semua permukaan baja harus diblasted sebelum dicat anti korosi. tumpuan pylon. Jika tidak disyaratkan lain dalam gambar bestek. Pada las tumpul. Untuk las lapangan dan tempat yang diragukan kwalitas hasil pengelasannya. Sesudah blasting dan pembersihan. 3. Pengecatan 1.7 tebal material yang dilas. dan BK untuk las sudut. permukaan luar elemen struktur harus segera dicat.2. 2. j. sehingga mempunyai kekuatan paling tidak sama dengan elemen yang disambung.8. Pengawas dapat meminta diadakan uji non-destruktif minimum tiga tempat untuk satu macam sambungan. Secara visual hasil pengelasan harus bebas dari pori-pori. air. X. Sesudah blasting selesai harus dilakukan pengecatan-pengecatan dasar. h. pengelasan harus menghasilkan las dengan penetrasi penuh.7.  t max Tebal maksimum  0. Perkerjaan blasting harus dikerjakan diworkshop khusus. Alat-alat perangkai dan transport. Pada sambungan balok ke pylon. 3mm. 3. X. Preparat untuk mengelas dan memotong. Tebal Las Tebal las sudut yang tertera pada gambar adalah tebal efektif. Tebal minimum : . Semua permukaan baja di difinish dengan meni (sincronit). Misal bila digunakan standar DIN 8563 bagian 3. takikan dan mempunyai bentuk gelombang ( beat ) yang baik 2. 3. 4. i. 2. Persiapan Alur pada material yang akan dilas harus bebas dari kotoran.1. Minyak dan gemuk harus dibersihkan dengan solvent. . karat. semua debu-debu dipermukaan harus ditiup dengan air blower dan semua imperfeksi permukaan baja harus dihilangkan dengan gerenda. Mutu hasil pengelasan harus sesuai dengan standar. gantungan kabel dan sambungan pada blok angker harus diadakan uji mutu non-destruktif. 3. kecuali pada bagian-bagian yang disambung dengan HTB. Setelah HTB dipasang. Segera sesudah blasting selesai harus dilakukan pengecatan. tebal sambungan las harus diambil sebagaimana berikut: 1.

dalam waktu 2 x 24 jam harus sudah dikeluarkan dari lokasi pekerjaan. Sebelum semua bahan tersebut dipasang agar diperlihatkan dulu kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk diperiksa kualitasnya dan mendapat persetujuan. 1976). Pekerjaan Pemasangan Pipa. 4.E. 8. Pemasangan pipa-pipa seluruhnya ditanam di dalam tembok sedemikian sehingga bila ditutup (diplester) oleh Pemborong. 1. Tapak dari kayu harus dicat meni.15. Pada tiap pasangan pipa jarak 8 m harus diberi T Dos.3. Pengawas berhak menyelenggarakan atas biaya Pemborong. Pipa yang digunakan ialah pipa Conduit Pipe. Pelaksanaan Pekerjaan Instalasi : 1.1. 20 mm merk Clipsal atau Ega. 5.2. 2. Penanaman pipa dilaksanakan sebelum tembok diplester. Jumlah penarikan kawat di dalam pipa harus sesuai dengan tabel sebagai pedoman yang berlaku di Indonesia. Menurut peraturan-peraturan listrik yang masih berlaku di Indonesia pada waktu ini (PUIL th. Semua bahan harus barang baru yang tak ada cacatnya. Menurut penjelasan-penjelasan dan peraturan-peraturan dalam uraian ini dengan tegangan/voltage 220 V. Barang-barang yang sudah diafkir. 6. Menurut semua petunjuk-petunjuk dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. berkualitas baik. Pemborong tetap bertanggung jawab atas pekerjaan instalasi listrik tersebut. I. R. 3. . PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL I. I. 4. Pemasangan pipa yang diletakkan di atas kayu atau rangka partisi harus diberi tapak (kolos) yang jarak pemasangan satu sama lain minimal satu meter. Pekerjaan harus diserahkan rekanan kepada Pengawas dalam keadaan selesai tepat pada waktu yang telah ditetapkan. bangunan lain tidak akan menonjol keluar. Sebelum melaksanakan pekerjaan instalasi Pemborong harus membuat gambar kerja yang telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. harus diikat kuat-kuat dengan klem-klem dan pipa yang digunakan ialah Conduit Pipe uk. 7. Saluran/pipa yang menghubungkan saklar atau stopkontak hanya diperbolehkan dengan arah vertical terhubung dengan salauran horizontal di atas dengan dilengkapi T Dos. 9. 3. Dengan min. Pada pasangan pipa yang mempunyai kemungkinan air dapat berkumpul supaya dipasang inspektube. Penjelasan tentang Bahan-bahan 1. I. Bila Pemborong tidak mengindahkan. Pipa–pipa yang ditanam di dalam dinding partisi pada arah horizontal harus berada pada bagian atas partisi dibawah langit-langit/plafon. INSTALASI LISTRIK Untuk keperluan ini Pemborong bisa menugaskan pihak ketiga (instalatur) yang mempunyai sertifikat dari PLN setempat dengan mendapat persetujuan lebih dulu dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan secara tertulis. dan memenuhi syarat keamanan kerja. 2. agar mudah dalam pemeliharaan dan perbaikan. 2.

Pada tempat-tempat persilangan dan penyeberangan di atas tembok muka kawat itu dimasukkan ke dalam pipa sebagai pengaman. ‘Sekringkast’. Ukuran isolasi ditentukan antara ½ ohm sampai 0. Pemasangan Kabel 1. 2. Seluruh penerangan harus dilengkapi dengan lampu sesuai gambar. 3. 3. Tinggi „Lichtverdoelkast‟ saklar. Panel distribusi utama dilengkapi dengan copper rel atau disesuaikan dengan kebutuhan menurut Direksi. Pada tiap penyambungan kabel menggunakan terminal. Brocco atau National Panasonic dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. . Osram dan telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. 4. Tarikan kabel di atas harus cukup tegang dan kencang tetapi isolasi tidak boleh rusak karenanya. Pemasangan papan-papan sekering/panel: Wall Mounted terpasang kuat dan rapi pada lokasi yang tidak mengganggu lalu lintas dan memudahkan operasi dan pemeliharaan.5. 4. Jenis Lampu yang Digunakan.6. I. 1. semua pasangan dalam (inbouwmounting). stop kontak menurut petunjuk PLN setempat (menurut ketentuan AVE) atau 1 ½ m dari lantai. Bagi saklar lampu ruang minimum 2 saluran. 2. Pemborong harus memasang seluruh instalasi lengkap termasuk jaringan instalasi antar gedung sehingga siap menyala dengan syarat menyerahkan jaminan instalasi yang disahkan Pemborong utama dan/atau Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pemasangan Saklar. 1.8. Panel-panel tersebut setelah dipasang dengan baik. dilengkapi frame yang kuat. dilengkapi dengan kotak dengan papan jati yang dipelitur dengan pintu dan kunci. Lampu yang digunakan adalah lampu jenis Spot light hemat energy 20 Watt dan 10 Watt sesuai dengan gambar rencana dengan merk Phillip. dan lain-lain. 2. Stop Kontak. Kabel yang digunakan adalah kabel jenis NYA untuk posisi kabel yang terdapat dalam pipa dan untuk kabel yang berada di atas plafon menggunakan jenis NYM dengan merk Supreme atau Kabelindo disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. dipasang sampai menyala. Papan sekring tersebut dari metal clad. plat baja ukuran sesuai dengan rancangan. 3. I. Untuk pembagian grup diatur sedemikian sehingga bila salah satu grup putus penerangan dan atap stop kontak pada ruangan itu tidak padam seluruhnya. untuk mencegah lampu padam semua bila ada kerusakan. 250V stop kontak 15 Amp dari ebonit warna merk. Semua kabel yang dimasukkan ke dalam pipa tidak boleh ada sambungan. 2. Ukuran Isolasi.I. I. Kabel NYM yang berada di tembok atau di atas plafon harus memakai klem yang ukurannya sesuai. 5. sedangkan pada posisi kabel yang lain tidak diperbolehkan menyambung (banyak sambungan karena menggunakan sisa kabel).7. untuk itu supaya disediakan penggantung langit-langit khusus. Pemasangan/jenis/posisi lampu disesuaikan dengan gambar rencana. 3. Papan-papan Sekring (Panel) 1. I. 6. Semua lampu dipasang menempel pada langit-langit. 4.3 ohm. Penyambungan kabel hanya diperbolehkan di persimpangan atau perubahan jenis ukuran kabel. Pemasangan saklar kapasitas 6A atau lebih sesuai beban.4.

Pada pintu panel harus ditempelkan gambar/diagram serta nomor saluran. Ujung pipa hisap pada tandon dilengkapi dengan foot klep. Penangkal petir tersebut diletakkan pada pipa air dengan ketebalan minimum 3 mm sesuai gambar. Untuk spit (penangkal petir) digunakan sistem early streamer dengan radius perlindungan min 100 m dan dipasang pada ketinggian 5 m dari titik tertinggi bangunan sesuai gambar.1.3 Pengujian.2 KW. 6.10. Klem penyangga harus dibuat dari bahan besi siku. 8. II. Kepala penangkal petir dihubungkan ke tanah dengan kabel sesuai spesifikasi dengan gambar tersebut. Untuk electrode pentanahan dipergunakan Copper Rod copper rod yang dibuat runcing sepanjang 0. 7. Sambungan Pengaman ke Tanah.2. head 22 pipa 2”. dan tidak diperkenankan memakai ikatan. 4. 2. Ujung pipa pada tandon harus dilengkapi dengan klep kaki . batang-batang yang ditanam harus dari jenis kuningan/tembaga minimum  25 mm dan panjang tidak kurang dari 3 m ditanam lurus ke bawah. Nilai tahanan pentanahan maximum 5 ohm diukur setelah minimal 3 hari tidak turun hujan. Seluruh instalasi setelah selesai harus diuji untuk menentukan apakah sudah bisa bekerja sempurna. Selanjutbnya dari panel disambung dengan kabel sesuai dengan kabel saluran yang dipakai disambung dengan groundklip pada stopkontak. Pompa air bersih menggunakan merk Ebara multi state pump 2. I. Penangkal petir menggunakan tipe Faraday sebanyak 6 buah. Pemasangan pipa pada pompa harus memakai wartel Moor baik untuk pipa supply maupun pipa hisap. Penangkal Petir 1. Dalam semua hal harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dan mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan . merk Arester. 5. elektroda-elektroda yang ditanam harus disambungkan dengan kabel BC dan dihubungkan ke semua panel. II.9. dengan Q 300 lt/menit. 2 atau lebih). Pipa pengisi dari kedua pompa tersebut dihubungkan persialangan dan dilengkapi dengan stopkran sesuai gambar. Pengujian.5. Sambungan pengaman ke tanah harus dilaksanakan sesuai peraturan-peraturan yang berlaku. Dalam semua hal harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan-peraturan PLN setempat. Motor pompa dilengkapi dengan overloop relay.5 m dengan diameter minimum 1" dipasang pada ujung bawah pipa Galvani dengan diameter ukuran minimal 1 1/2 inch. Seluruh instalasi setelah selesai harus diuji untuk menentukan apakah sudah bisa bekerja sempurna. Electrode pentanahan yang dipantek dalam tanah disesuaikan kondisi setempat (1. I. sebelum dipasang harus dizinc-chromat terlebih dahulu dan kemudian dicat besi anti karat sebanyak dua kali. I. Semua sambungan harus memakai alat penghubung atau baut-baut.11. Untuk penghantar penurun petir digunakan kabel Coaxial dengan luas penampang 2 x 35 mm2. INSTALASI MEKANIKAL II. 3. Seluruh rangkaian lisrtik bisa dimatikan dengan saklar wesel 10 Amp. Pekerjaan ini termasuk pemasangan mekanik pengatur pengisian tandon mekanik atau elektronik (yang mengatur mati dan hidup sewaktu pompa penuh dan pompa kosong). Ground elektroda tergantung tahanan dan tidak boleh lebih dari 5 ohm. II.

7. Busbar terbuat dari bahan tembaga. 4. Busbar dan terminal penyambungan harus disusun dan dipegang isolator dengan baik. Handle pintu dipasang baik untuk tutup bagian dalam panel maupun pintu bagian luar panel. 2. Suhu dalam ruang non-AC : 40º C-grade maks c. PERSYARATAN PEKERJAAN PANEL TEGANGAN RENDAH VI. Suhu di udara terbuka : 55º C-grade maks b. anti korosi. Kontraktor harus mengganti peralatan tersebut dengan yang sesuai dan seperlunya. fuse dan alat-alat ukur unruk panel LVMDP di bagian atas (dari ambang atas sampai dengan 12cm di bawah ambang atas panel atau disesuaikan dengan kebutuhan). 3. 10. Seluruh peralatan yang disediakan dan dipasang oleh Kontraktor harus dapat beroperasi dengan kondisi cuaca sebagai berikut: a. 6. IV. Pintu dilengkapi dengan kunci dan handle. KONDISI CUACA/LINGKUNGAN III. Disediakan sarana pendukung kabel yang diketanahkan (grounding) dan busbar pentanahan. 2. Komponen selain metal yang harus digunakan. Breaking capacity dan rating CB yang digunakan harus sebesar yang tercantum dalam spesifikasi peralatan. Panel harus sesuai untuk sistem 3 phasa. Rangka metal. Circuit breaker yang digunakan dari jenis MCCB dan MCB merk Merlin Gemlin (MG) yang sesuai dengan standar IEC 60947-2. khususnya penyangga /support bagian yang bertegangan.2.2.3. Konstruksi Box Panel 1. plat besi tekuk ketebalan 3 mm untuk LVMDP dan 2mm untuk LVDP dan LVSDP dengan finishing powser coating. 8. VI. Pada bagian kiri atas diberi nomor panel sesuai gambar perencanaan. 4. Pada bagian depan dilengkapi dengan tanda/peringatan/sign sesuai dengan kebutuhan. 3. Apabila peralatan yang hendak disediakan/dipasang oleh Rekanan ternyata tidak dapat beroperasi pada kondisi cuaca di atas. yang berfungsi untuk dudukan ujung kabel pentanahan. harus tahan api. 5. . Circuit Breaker 1. 9. Semua jenis panel dilengkapi dengan lampu indikator.1. VI. harus dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan untuk mendapat penjelasan. Untuk panel PP mempunyai tutup bagian dalam dan pintu bagian luar. Ukuran busbar sesuai dengan spesifikasi pada setiap panel. Kelembaban nisbi : 95% maks d. heatstone dan synchromate. tahan gores dan cat warna krem. Berupa modul-modul tunggal atau yang dapat diintegrasikan dan mempunyai pentanahan yang terintegrasi antarpanel. Kecerahan matahari : 95% III. sehingga mampu menahan elektro mechanical force akibat arus hubung singkat terbesar yang mungkin terjadi. 2.III. Bagian tersebut merupakan bagian yang terpisah dari pintu panel dan kedudukannya mentap (fixed). Busbar dan Terminal Penyambungan 1.1. Disediakan tempat untuk pemasangan lampu indikator. 4 kawat dan mempunyai 3 busbar phasa dan 1 busbar netral.

3. Warna merah untuk phasa T Lampu-lampu indikator harus diproteksi dengan mini fuse.1.1. F. Pekerjaan Air Kotor. wastafel. 4. Gambar Skema Rangkaian Listrik Panel harus dilengkapi dengan gambar single line diagram beserta kode label untuk incoming dan out going-nya. Tipe Panel 1. VI. Label terbuat dari plat aluminium sesuai standar DIN 4070. Pemasangan MCB harus menggunakan Omega Rail sedangkan pemasangan MCCB harus menggunakan dudukan plat. VI. Box panel dan semua material yang bersifat konduktif yang berada di sekitar panel listrik harus dihubungkan ke sistem pembumian pengaman. Identifikasi ini meliputi breaking capacity. Pemasangan pemipaan pada peralatan sanitary seperti closet. rating ampere serta ampere trip dari circuit breaker tersebut. Pengadaan dan pemasangan perlengkapan yang diperlukan dalam sistem pembuangan air kotor. Semua circuit breaker harus diidentifikasi dengan jelas.5.6. 1. 3. URAIAN TEKNIS PLUMBING F. Panel jenis wall mounting dipasang flush mounting pada dinding tembok dengan lokasi sesuai dengan gambar perencanaan. 2. urinal. 5.2. . wastafel.1. Untuk tipe indoor dengan IP 20. Pemasangan pipa distribusi ke setiap peralatan sanitary seperti closet. floor drain dan lain-lain. F. F. urinal. Indikator/Electrical Auxilliaries Lampu indikator yang digunakan adalah : 1. Pemasangan panel pada dinding harus diperkuat dengan baut tanam (anchor bolt) sehingga tidak akan rusak oleh gangguan mekanis. VI. 4. PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan Air Bersih Pengadaan dan pemasangan secara sempurna unit-unit peralatan utama yang diperlukan dalam sistem penyediaan air bersih berupa pompa-pompa beserta perlengkapannya. Pemasangan komponen-komponen tersebut harus rapi dan kokoh sehingga mampu menahan elektro mechanical force akibat arus singkat hubung singkat terbesar yang mungkin terjadi. juga keterangan dari kode label ukuran A4 pada bagian dalam pintu panel dan harus dilaminasi. Warna kuning untuk phasa S 3. Warna hijau untuk phasa R 2.1. dan lain-lain.4. 1.3. Semua circuit breaker harus diberi label/signplate berupa kode nomor yang merupakan kelompok beban yang dicatu daya listriknya. Pengadaan dan pemasangan sistem pemipaan beserta perlengkapan yang meliputi pemipaan reservoir pemipaan pada instalasi pompa dan pemipaan distribusi pada setiap titik pengeluaran. Berdasarkan cara pemasangannya panel-panel tegangan rendah diklasifikasikan sebagai free standing dan wall mounting. 2. 2.

F. katup-katup. Pemborong wajib mengirimkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan atau brosur-brosurnya kepada Pengawas. dalam waktu 3 hari. F.2.8. Pemborong harus menyerahkan gambar-gambar pelaksanaan (as built drawings) yang meliputi denah instalasi terpasang. F. Gambar Pelaksanaan.2. F. PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS UMUM Waktu Pelaksanaan. dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perancangan atau spesifikasi perancangan saja. Gambar-gambar kerja untuk seluruh pekerjaan harus selalu berada di lapangan termasuk semua perubahan serta usulan dan lain sebagainya. Gambar-gambar Kerja. Gambar-gambar dan Spesifikasi.2. Gambar-gambar perancangan ini tidak dimaksudkan untuk menunjukkan semua pipa. Tenaga Pelaksana. atau penambahan pada instalasi tersebut. bila diperlukan agar instalasi ini lengkap dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan pelaksanaan yang wajar. F. Gambar-gambar dan spesifikasi perancangan ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.2.7.5. detail pemasangan seluruh instalasi di atas. Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh tenaga terampil di bidangnya agar dapat memberi hasil yang terbaik dan rapi. . Untuk pelaksanaan khusus.3. F. Contoh-contoh Bahan.1. pemasangan. Pemborong harus memberikan surat pernyataan yang membuktikan bahwa semua tukang yang melaksanakan pekerjaan telah memiliki pengalaman dan kecakapan yang diperlukan.2. Lamanya waktu pelaksanaan pengadaan. dan mengikuti Pedoman Plumbing Indonesia 1979.4.2. Bila kualitasnya diragukan barang-barang itu akan dikirim ke kantor penyelidikan yang berwewenang atas biaya Pemborong. barang tersebut harus sudah diangkut ke luar lapangan oleh Pemborong. Gambar-gambar Perancangan. Pemborong harus tetap melaksanakan tanpa ada biaya tambahan.6. Pemborong harus memberi tanda-tanda dengan pensil/tinta merah pada set gambar atau semua perubahan.2.2. F. fitting. Pemborong harus menjamin seluruh unit peralatan yang didatangkan adalah baru bebas dari unsurunsur rusak dan tidak layak. serta kualitas barang sesuai dengan spesifikasi. Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi harus diganti dengan yang sesuai. Seluruh biaya yang timbul akibat penggantian material dan peralatan tersebut di atas menjadi tanggungan Pemborong.2. dan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang setempat sesuai dengan domisili Pemborong tersebut. Pengamanan. selama pekerjaan instalasi ini.2. Bahan dan peralatan yang hilang atau rusak harus F. Gambar dibuat dari kertas kalkir. dalam waktu tidak lebih dari satu minggu setelah ditanda tangani berita acara penerimaan barang. Semua bagian tersebut di atas walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara spesifik harus disesuaikan dan dipasang oleh Pemborong.2. serta fixtures secara terperinci.F. Pemborong bertanggung jawab atas pencegahan/pengamanan semua bahan dan peralatan untuk pekerjaan instalasi ini dari pencurian atau kerusakan. Pemborong harus membuat gambar inslatasi detail (shop drawings) untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. dan pemeliharaan diselaraskan dengan tahaptahap pembangunan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Bila ada suatu bagian pekerjaan atau peralatan yang diperlukan agar instalasi bisa bekerja dengan baik. Kontraktor wajib memiliki pas instalatur yang masih berlaku. Bila Pengawas mengatakan tidak baik. Material. Pelaksanaan pemasangan harus memenuhi syarat-syarat yang umum berlaku di Indonesia.9. F. penghapusan.

dan selama waktu itu airnya tidak boleh turun lebih dari 10 cm. dan 12 kg/cm². c. maspion. Jaringan air bersih menggunakan pipa PVC Type AW dengan diameter ¾” merk Wavin atau Maspion dan harus memenuhi persyaratan BS 1387-1967 atau standar-standar lain yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan.2. bulanan. Tebal dindingnya tidak boleh kurang dari ukuran berikut : TYPE D Diameter dalam  50 s/d 75 mm  100 s/d 125 mm  150 mm  200 mm  250 mm Tebal dinding minimum 3. atau dengan pengujian hidrostatik 4 kg/cm² untuk pipa cabang dan 6 kg/cm² untuk pipa induk. Seluruh sistem harus mempunyai lubang-lubang yang dapat ditutup plug agar dapat diisi air sampai dengan lubang vent tertinggi. b. Penjelasan persyaratan teknis khusus untuk pekerjaan instalasi air bersih dan air kotor. Peraturan-peraturan yang dimaksud adalah : a. diganti oleh Pemborong tanpa tambahan biaya. NI-3 1963. Departemen Pekerjaan Umum. dan sebagainya sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan pada pemasangan dapat diperkecil atau dihilangkan. Bila Pemilik menginginkan pengujian lain di samping cara di atas. d. air bangunan. mingguan. Pembuangan Air Kotor. b. Sistem Air Bersih. Pedoman Peraturan Plumbing Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Teknik Penyehatan. dan PUBB 1969. Peraturan-peraturan/Persyaratan Selama pelaksanaan pekerjaan ini. 1. .F. dan borongan. Pemborong instalasi ini diwajibkan mengadakan koordinasi dengan pemborong-pemborong pekerjaan struktur.11.15 – 4. yang berita acaranya akan dibuat setelah hasilnya diterima dan memenuhi syarat. Pengetesan pipa harus disaksikan Pengawas. tata cara pelaksanaan dan petunjuk-petunjuk lain yang berkenaan dengan semua peraturan pembangunan yang sah di Indonesia harus betul-betul ditaati.30 mm 10. maka Kontraktor harus melakukannya tanpa tambahan biaya. Peraturan Beton Indonesia PBI-NI-1/1955. Dalam pelaksanaan pekerjaannya. Peraturan Perusahaan Air Minum Negara tentang Instalasi Air. Pemeriksaan Umum untuk Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan NI-3 (PUBB) 1956. Pipa PVC yang dipakai berkategori kelas AZ (8 kg/cm²) JIS K 6742. 2. Direktorat Jenderal Cipta Karya. Pengujian a. interior. biaya pengetesan serta alat-alat yang diperlukan menjadi tanggung jawab Pemborong.10. Kontraktor dianggap telah cukup mengetahui akan isi dan maksud semua peraturan dan syarat-syarat tersebut di atas. PBI-NO-2/1971 dan dengan Peraturan-peraturan Beton yang berlaku saat ini. F.2.50 – 5.30 mm 3. Sistem ini harus dapat menahan air isian tersebut minimum satu jam. Peraturan Perubahan Indonesia tentang penggunaan tenaga kerja harian. a. b.40 mm 6. dan „vent stack‟ digunakan PVC merk Wavin.05 mm 4.40 mm 8. e. Material/Bahan-bahan yang Dipakai. elektrikal. Untuk pipa air kotor. Koordinasi. Sebelum dipasang fixtures seluruh jaringan harus diuji dengan tekanan 8 kg/cm² untuk pipa sanitary.

4. Sambungan dari bahan yang sama dan diikat dengan lem/selvent cement bagi penyambungan pipa induk juga bisa digunakan pengelasan bila diperlukan pada kondisi-kondisi tertentu.  Ukuran dalamnya galian adalah jarak yang dihitung dari as pipa sampai permukaan jalan/tanah asli. closet jongkok menggunakan produk Toto. dan 80 – 100 cm untuk  5” ke atas.  Setelah pipa pada lubang galian. sehingga tidak mengganggu dinding porselin dan sebagainya. b. Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata hingga seluruh panjang pipa tertumpu dengan baik. . Sistem Pemipaan. Sistem Penyambungan Pipa. kedudukan komponen seperti fixtures.  Kedalaman galian pipa dalam tanah  4” ke bawah harus dibuat 60 cm. fitting dan sebagainya juga harus kuat. wastafel. warna ditentukan kemudian. Onda. d. semua kotoran harus dibuang dari lubang galian yang kemudian ditimbun kembali baik-baik dengan pasir urug. Kran di bak mandi. c. aer. atau digunakan ketentuan-ketentuan persyaratan minimal menurut buku petunjuk dalamnya galian. Pelaksanaan pekerjaan harus rapi. e. urinoir. urinoir. Wasser. atau dengan bahan yang ditentukan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. menggunakan produk San-ei. Kontraktor bertanggung jawab melengkapi semua komponen yang diperlukan untuk seluruh jaringan instalasi disini. a. Untuk pipa PVC sambungan lem harus memakai lem berkualitas tinggi merk Wavin. Pipa air bersih tidak boleh diletakkan pada lubang yang sama dengan dengan pipa air buangan. Wastafel. Pipa-pipa dalam Tanah. dengan tanah bekas galian. Wasser atau American Standard. dan setelah diperiksa oleh Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan yang ditunjuk.