SPESIFIKASI TEKNIS DAN METODE PELAKSANAAN

A. URAIAN TEKNIS UMUM I. LINGKUP PEKERJAAN

I.1. Nama kegiatan : Pembangunan/Rehabilitasi Fasilitas Gedung Pemerintahan
I.2. Nama pekerjaan : Renovasi Gedung Kantor Kelurahan Sememi II. JENIS DAN MUTU BAHAN II.1. Kecuali ditetapkan lain secara khusus, maka semua bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus menggunakan bahan yang baru. II.2. Tanda pengenal. 1. Apabila pabrik/produsen bahan mengeluarkan tanda pengenal untuk produk/bahan yang dihasilkannya, baik berupa cap merk dagang atau sebagai pengenal kualitas/kelas/kapasitas maka semua bahan dari pabrik/produsen bersangkutan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus mengandung tanda pengenal tersebut. 2. Khusus untuk bahan pekerjaan instalasi (daya, penerangan, komunikasi, alarm, plumbing dan lain-lain) kecuali ditetapkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, bahan sejenis dengan fungsi yang berbeda harus diberi tanda pengenal yang berbeda pula. Tanda pengenal ini dapat berupa warna atau tanda lain yang harus sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku. Dalam hal ini harus dilaksanakan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. II.3. Merk Dagang Dan Kesetaraan. 1. Secara umum penggunaan Bahan/Produk harus mempunyai kualitas penampilan yang setara dengan bahan/produk yang memakai Merk Dagang yang disebutkan dan dapat diterima apabila sebelumnya telah diperoleh persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan atas ijin dari Pemberi Tugas tentang kesetaraan tersebut. 2. Penggunaan Bahan/Produk yang disetujui harus sesuai dengan salah satu merk yang disebutkan dalam spesifikasi bahan atau merk lain yang telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan tidak dianggap sebagai perubahan Pekerjaan dan karenanya tidak akan ada perubahan harga. II.4. Penggantian (Substitusi). 1. Atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, Kontraktor dapat menggantikan sesuatu bahan/produk dengan sesuatu Bahan/Produk lain yang berbeda dari produk yang disyaratkan dan setaranya. 2. Apabila akibat penggantian bahan/produk terjadi perhitungan harga kurang/lebih maka akan diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah/kurang. II.5. Persetujuan Bahan. 1. Untuk menghindarkan penolakan bahan dilapangan dianjurkan dengan sangat agar sebelum sesuatu Bahan/Produk yang akan dibeli/dipesan/diprodusir, terlebih dulu dimintakan Persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan atas kesesuaian dari Bahan/Produk tersebut dengan Persyaratan Teknis, Guna diberikan persetujuan dalam bentuk tertulis yang dilampirkan pada contoh/Brosur dari Bahan/Produk yang bersangkutan untuk diserahkan pada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dilapangan.

2. Penolakan bahan dilapangan karena diabaikannya prosedur diatas sepenuhnya merupakan tanggung jawab Kontraktor tanpa pertimbangan keringanan apapun. 3. Adanya persetujuan tertulis dengan disertai Contoh/Brosur seperti tersebut diatas tidak melepaskan tanggung jawab Kontraktor dari kewajibannya untuk mengadakan Bahan/Produk yang sesuai dengan persyaratannya, serta tidak merupakan jaminan akan diterima/disetujuinya seluruh Bahan/Produk tersebut dilapangan, sejauh tidak dapat dibuktikan bahwa seluruh Bahan/Produk tersebut adalah sesuai dengan Contoh/Brosur yang telah disetujui. II.6. Contoh Pada waktu memintakan persetujuan atas Bahan/Produk kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus diserahkan Contoh dari Bahan/Produk tersebut, dengan ketentuan sebagai berikut 1. Jumlah Contoh : a. Untuk Bahan/Produk yang tidak dapat diberikan sesuatu Sertifikat Pengujian yang dapat disetujui/diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sehingga perlu untuk diadakan Pengujian, maka kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus diserahkan sejumlah Bahan/Produk sesuai persyaratan yang ditetapkan dalam Standar Prosedur Pengujian, untuk dijadikan Benda Uji guna diserahkan kepada lembaga Penguji yang ditunjuk oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. b. Untuk Bahan/Produk yang mempunyai Sertifikat Pengujian, maka harus diserahkan 2 (dua) buah contoh, yang masing-masing disertai dengan salinan Sertifikat Pengujian yang bersangkutan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Contoh yang disetujui : a. Contoh yang diserahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan telah memperoleh persetujuan, harus dibuat suatu keterangan tertulis mengenai persetujuannya serta dipasang tanda pengenal persetujuannya pada 2 (dua) buah contoh, yang semuanya akan dipegang oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bila dikehendaki Kontraktor dapat memintakan sejumlah set tambahan dari contoh berikut Tanda Pengenal Persetujuan dan surat keterangan persetujuan untuk kepentingan dokumentasi Kontraktor. b. Pada waktu Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sudah tidak lagi membutuhkan contoh yang disetujui tersebut untuk pemeriksaan Bahan/Produk bagi pekerjaan, maka Kontraktor berhak meminta kembali Contoh tersebut untuk dipasang pada pekerjaan. 3. Waktu Persetujuan Contoh a. Merupakan tanggung jawab dari Kontraktor untuk mengajukan Contoh pada waktunya, sehingga Pemberian persetujuan atas Contoh tersebut tidak akan menyebabkan keterlambatan pada Jadwal Pengadaan Bahan (paling akhir 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum mendapat persetujuan bahan). b. Untuk Bahan/Produk yang persyaratannya tidak dikaitkan dengan kesetaraan pada sesuatu Merk Dagang tertentu, keputusan atas Contoh akan diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam waktu tidak lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja. Persetujuan yang akan melibatkan keputusan tambahan diluar Persyaratan Teknis (seperti penentuan Model, warna dll), maka keseluruhan keputusan akan diberikan dalam waktu tidak lebih dari 21 (dua puluh satu) hari kerja. c. Untuk Bahan/Produk yang masih harus dibuktikan kesetaraannya dengan sesuatu Merk Dagang yang disebutkan, keputusan atas Contoh akan diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam waktu 21 (dua puluh satu) hari kerja sejak dilengkapinya pembuktian kesetaraan.

d. Untuk bahan/Produk yang bersifat Pengganti (substitusi), keputusan Persetujuan akan diberikan oleh Direksi Pekerjaan dalam jangka waktu 21 (dua puluh satu) hari sejak diterimanya seluruh bahan-bahan pertimbangan secara lengkap. e. Untuk Bahan/Produk yang bersifat Peralatan/Perlengkapan ataupun Produk lain yang karena sifat/jumlah/harga pengadaannya tidak memungkinkan untuk diberikan Contoh dalam bentuk Bahan/Produk jadi, maka permintaan Persetujuan bisa diajukan berdasarkan Brosur dari Produk tersebut, dengan dilengkapi :   Spesifikasi Teknis lengkap yang dikeluarkan oleh Pabrik/Produsen. Surat-surat seperlunya dari Agen/Importir sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan antara lain Surat keagenan Surat Jaminan Suku Cadang dan Jasa Purna Penjualan (After Sales service) dan lain-lain. Katalog untuk warna, Pekerjaan Penyelesaian (Finishing) dan lain-lain.

 

Sertifikat-sertifikat Pengujian/Penetapan Kelas serta dokumen-dokumen lain sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. f. Apabila setelah melewati waktu yang ditetapkan diatas, keputusan atas contoh dari Bahan/Produk yang diajukan belum diperoleh tanpa Pemberitahuan tertulis apapun dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, maka dianggap bahwa contoh yang diajukan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. g. Penyimpanan Bahan.  Persetujuan atas sesuatu Bahan/Produk harus dimengerti sebagai perijinan untuk memasukkan Bahan/Produk tersebut ke dalam lapangan serta pemeriksaan keadaannya pada saat persetujuan diberikan. Bahan/produk yang telah dimasukkan ke lapangan harus segera disimpan dengan cara yang betul dan baik, sesuai ketentuan untuk masing-masing Bahan/Produk yang telah ditetapkan serta sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan apabila tidak diisyaratkan pabrik. Kontraktor yang akan memakai Bahan/Produk tersebut harus bertanggung jawab selama dalam penyimpanan, Bahan/Produk tersebut tetap berada dalam kondisi layak untuk dipakai. Apabila selama waktu itu ternyata bahwa Bahan/Produk menjadi tidak layak untuk dipakai dalam pekerjaan, maka Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak untuk memerintahkan agar Bahan/Produk tersebut harus segera dikeluarkan dari lapangan untuk diganti dengan yang memenuhi persyaratan.

III.

URAIAN PEKERJAAN III.1. Informasi Site 1. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor harus benar-benar memahami kondisi/pelaksanaan pekerjaan dan harus sudah memperhitungkan segala permasalahan yang dihadapi. 2. Kontraktor harus memperhatikan secara khusus mengenai pengaturan lokasi tempat bekerja, penempatan material, pengamanan dan kelangsungan operasi selama pekerjaan berlangsung. 3. Kontraktor harus mempelajari dengan seksama seluruh bagian gambar, persyaratan teknis dan agenda-agenda dalam dokumen lelang, guna penyesuaian dengan kondisi lapangan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan benar. III.2. Penyediaan Pemborong harus menyediakan semua keperluan guna pelaksanaan pekerjaan yang sempurna dan efisien dengan urutan yang teratur, termasuk sarana bantu seperti alat-alat penarik dan pengangkat, andang-andang dan sebagainya.

Theodolith / Waterpass c. 3. Kuantitas dan kualitas pekerjaan yang termasuk pada harga kontrak harus dianggap seperti yang tertera di gambar-gambar kontrak atau tercantum di uraian dan syarat-syarat. apa yang tertera dalam uraian dan syarat-syarat atau gambar dalam kontrak itu bagaimanapun tidak boleh ditolak. 1. 11.3. Semua peralatan yang rusak harus diperbaiki di luar lokasi proyek atau dikoordinasikan dengan Pengguna Jasa.5 . 2. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak memerintahkan untuk menambah peralatan yang tidak sesuai/tidak memenuhi persyaratan.1 sebagai persyaratan untuk pelaksana. 4. 7 8. 9. 3. Kontraktor harus menjaga ketertiban dan kelancaran perjalanan alat-alat berat. 4. . Lampu-lampu penerangan pekerja lembur Stamper/Compactor Pemotong Besi Mesin Las Pompa Air Jaring Pengaman Mesin potong granit / keramik Bor listrik Setaraf Top Con Setaraf Top Con 80 w – 500 w 0. Bila pekerjaan sudah selesai. 6.5 HP 0. Kontraktor harus menyiapkan tendatenda untuk para pekerja waktu hujan.04 m3 JUMLAH 400 m2 1 buah 2 buah 4 unit III. Kontraktor diwajibkan untuk segera menyingkirkan alat-alat tersebut dan memperbaiki semua kerusakan yang diakibatkannya serta membersihkan bekasbekasnya. Kuantitas dan Kualitas Pekerjaan.03-0.1/4/m3 2. DAFTAR ALAT KERJA LAPANGAN NO.5 1/det Listrik Listrik 1 buah 2 buah secukupnya 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit SPESIFIKASI TEKNIS Baja Kap 1/8 m3. 5.5" & 1. Bak Ukur 6. NAMA ALAT Perancah (scafolding) Molen Beton Vibrator Kereta angkut beton Pesawat ukur a. Yang melalui jalan umum agar tidak mengganggu lalu lintas. Disamping alat-alat yang diperlukan seperti tersebut diatas.5" kap 0. 5. Tetapi kecuali yang disebut di atas. Dalam daftar dibawah ini tercantum peralatan yang dimaksud dalam ayat 3. 10.0.80 t Listrik 3 . 2.1. 12. diubah. Peralatan yang digunakan harus baik dan bisa beroperasi dengan lancar. 13. 1. atau dipengaruhi penerapan atau interprestasi dari apa yang tercantum dalam syarat-syarat ini.

Petunjuk dan Instruksi. Harga kontrak tidak boleh disesuaikan atau diubah secara bagaimanapun selain menuruti ketetapan-ketetapan yang tepat dari syarat-syarat ini. Dan apabila dalam jangka waktu tersebut Kontraktor tidak mengajukan keberatan maka dianggap telah menyetujui dan menerima perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi Tugas untuk dilaksanakan. Rekanan tidak boleh mengubah/menambah tanpa ijin tertulis dari Konsultan Pengawas. Semua gambar tersebut tidak boleh diberikan kepada pihak lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan ini. Kontraktor harus membuat “as built drawing” yang jelas.5. atau digunakan untuk maksud-maksud lain.2. Rekanan harus menyimpan di lokasi pekerjaan satu set gambar kontrak lengkap termasuk rencana kerja dan syarat-syarat. GAMBAR-GAMBAR PEKERJAAN IV. 3. 1. gambar-gambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap tiga dan semua biaya pembuatannya ditanggung Pemborong. Contoh barang/bahan yang ditawarkan tidak bisa dipergunakan bila belum mendapat persetujuan Konsultan Pengawas secara tertulis. Semua kekeliruan baik mengenai hitungan atau bukan perhitungan harga kontrak harus dianggap telah diterima oleh kedua belah pihak yang bersangkutan. berita acara aanwijzing dan time schedule dalam keadaan baik selama masa pelaksanaan pekerjaan.2. uraian dan syarat-syarat tidak boleh membatalkan kontrak ini tetapi hendaknya diperbaiki dan dianggap suatu perubahan yang dikehendaki Pemberi tugas. Barang/bahan yang ditawarkan dalam harga satuan pekerjaan dan harga satuan bahan/upah adalah mengikat. Pemborong harus membuat gambar detail penjelasan (shop drawings) yang diperiksa/disahkan oleh Konsultan Pengawas. semua bahan/barang bagi pelaksanaan harus sesuai dengan RKS dan Berita Acara Aanwijzing. 3.1.4. Kekeliruan pada uraian pekerjaan atau kuantitas atau pengurangan bagian-bagian dari gambar. As Built Drawing (Gambar sebagaimana dilaksanakan). Untuk semua gambar yang belum ada pada gambar kerja dan gambar perubahan di lapangan baik penyimpangan atas perintah Konsultan Pengawas atau tidak. rekanan harus menawarkan harga-harga tersebut sesuai RKS dan Berita Acara Aanwijzing. Gambar-gambar di Tempat Pekerjaan. Gambar-gambar tersebut menjadi milik Pemimpin Proyek. 2. IV. Contoh Barang. harus mengajukan keberatan secara tertulis dalam waktu 3 (tiga) kali 24 (dua puluh empat) jam. Gambar-gambar rencana pekerjaan yang meliputi bestek. IV.3. Selama pembangunan. IV. IV. dan harus tersedia bila Pemberi tugas atau wakilnya sewaktu-waktu memerlukan. Gambar-gambar Tambahan. . dan taat kepada pasal-pasal dari syaratsyarat ini. Bila Konsultan Pengawas menganggap perlu. situasi dan sebagainya yang telah dibuat perancang telah disampaikan kepada rekanan bersama dokumen lainnya. detail konstruksi.4. III. IV. Apabila Kontraktor tidak dapat menerima atau menyetujui pendapat atau perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi tugas. Semua petunjuk dan instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi Tugas yang dikeluarkan secara tertulis harus dilaksanakan secara baik oleh Kontraktor.

VI.5. dimana gambar belum cukup memberikan petunjuk mengenai cara untuk mencapai keadaan terlaksana. Rencana Mingguan dan Bulanan 1. Sebelum melaksanakan pekerjaan. VI.1. 3.3. rekanan harus meneliti kembali semua dokumen yang ada untuk disesuaikan dengan Berita Acara Rapat Penjelasan (Aanwijzing). Bila pada gambar terdapat perbedaan antara skala dan ukuran maka ukuran dengan angka dalam gambar yang diikuti. waktu yang direncanakan yang disesuaikan dengan jangka waktu yang ditetapkan dalam kontrak. „Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve tersebut harus selalu berada di lokasi pekerjaan agar perkembangan hasil pekerjaan di lapangan bisa diikuti dan diberi tanda garis tinta merah. atau setelah menerima SPK dari Pemimpin Proyek. Bila rekanan meragukan perbedaan antara gambar-gambar yang ada dengan RKS. yang berisi tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor harus memasukkan kembali perbaikan atas ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve apabila Direksi Pekerjaan meminta diadakannya perbaikan / penyempurnaan atas ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve tersebut. Format dari Gambar Kerja harus sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. konsultan pengawas dan kontraktor sendiri. VI. V. Rencana Pelaksanaan 1. paling lambat 4 (empat) hari sebelum dimulainya waktu pelaksanaan. baik tentang mutu bahan maupun konstruksi. Kontraktor tidak dibenarkan memulai sesuatu pelaksanaan pekerjaan sebelum adanya persetujuan dari Direksi Pekerjaan atas Rencana kerja tersebut. V.V. 2. V. Kontraktor wajib untuk mempersiapkan Gambar Kerja yang terperinci yang akan memperlihatkan Cara Pelaksanaan tsb. Selambat-lambatnya pada setiap hari Sabtu selama proses pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Bila terdapat perbedaan antara gambar rencana dan gambar detail maka gambar detail yang diikuti. 2.4.6. PENJELASAN RKS DAN GAMBAR V. V. semua pihak harus segera mengadakan langkah-langkah penanggulangannya. Bila terdapat perbedaan ukuran. PELAKSANAAN VI. Untuk bagian-bagian pekerjaan. Gambar Kerja. dan harus disahkan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan Pimpinan Proyek. maka rekanan wajib bertanya kepada Konsultan Pengawas secara tertulis. Bila terdapat/terlihat ada hambatan.1. rekanan harus segera mengadakan persiapan termasuk pembuatan jadwal pelaksanaan berupa ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atua setidaknya berupa “S” Curve selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkan SPK. 4. Kontraktor wajib menyerahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan suatu Rencana Mingguan yang berisi Rencana Pelaksanaan dari berbagai Bagian Pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam Mingguan berikutnya. jumlah serta bahan-bahan yang diperlukan. maka RKS atau RAB yang diikuti. 3. . V. Gambar Kerja harus diajukan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya dalam rangkap 3 (tiga) yaitu untuk Direksi.2. Kekeliruan pelaksanaan akibat kelalaian hal-hal diatas menjadi tanggung jawab Kontraktor. 1.2.3. Pada saat akan dimulai pelaksanaan di lapangan.

atau setelah matahari terbenam. Pemborong harus mengawasi dan memimpin pekerjaan dengan menggunakan kecakapan dan perhatian penuh.Pemasangan instalasi Mekanikal Elektrikal . Ia harus bertanggung jawab sepenuhnya bagi semua alat konstruksi. Yang dimaksud dokumentasi dalam pekerjaan ini adalah : Foto-foto hasil pekerjaan berwarna ukuran post card dimasukkan dalam album.Pada saat pengerjaan poer . Kelalaian Kontraktor untuk menyusun dan menyerahkan Rencana Mingguan maupun Bulanan dinilai sama dengan kelalaian dalam melaksanakan Perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam Melaksanakan Pekerjaan. atau sebelum matahari terbit. Pegawai pemborong yang melaksanakan.Setelah dinding dan kusen terpasang.Pada saat pemasangan dan selesainya pekerjaan lantai . 1. Pengawasan dan Prosedur Pelaksanaan. .4. berbagai Rencana Pelaksanaan dari berbagai Bagian Pekerjaan yang direncanakan untuk dilaksanakan dalam bulan berikutnya. Pemborong harus dapat menyerahkan kepada seorang Pelaksana yang ahli pada bidangnya. 4.Pelaksanaan pekerjaan pondasi. VII. Kontraktor harus memperhitungkan biaya pembuatan dokumentasi serta pengirimannya ke pihak Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan ke pihak lain yang memerlukan.Bangunan telah selesai 100% Setelah pekerjaan seluruhnya selesai dan siap untuk diserahkan pada penyerahan pertama. Foto-foto tersebut menggambarkan kemajuan proyek dan dibuat minimal peristiwa sebagai berikut : . cara-cara teknik.1. . Jika Kontraktor menghendaki. diluar ketentuan waktu jam kerja menurut kebiasaan setempat. .Pada saat pelaksanaan konstruksi atap (erection) dan pemasangan atap. VI. 2.Pada saat penulangan dan pengecoran beton (pondasi. . . di samping itu Pemborong harus membuat susunan organisasi kerja di lapangan sesuai dengan bidang keahlian serta pekerjaan yang ada. Dokumentasi 1. urutan dan prosedur koordinasi semua bagian yang ada di bawah kontrak. Jam kerja Kontraktor adalah jam kerja menurut kebiasaan setempat (6 hari seminggu) 2. 3. VI.Pada saat pengurugan lahan . Ketentuan jam kerja. 1.5.2. cakap diberi kuasa. dan selalu berada di tempat pekerjaan. atau pada hari-hari libur nasional. . Selambat-lambatnya pada minggu terakhir dari setiap bulan. Untuk memulai suatu Bagian Pekerjaan yang baru Kontraktor diwajibkan untuk menyampaikan Pemberitahuan kepada Direksi Pekerjaan mengenai hal tersebut paling lambat 2 x 24 jam sebelumnya. sloof. maka Kontraktor diharuskan mengajukan ijin sebelumnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan secara tertulis dalam waktu sekurang-kurangnya 24 jam.Sebelum pekerjaan dimulai. KUASA PEMBORONG DI LAPANGAN VII. kolom. VII.Pada saat pemasangan dan selesainya pekerjaan plafon. penuh tanggung jawab.2. balok dan plat) . Sebagai pemimpin sehari-hari pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor wajib menyerahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan suatu Rencana Bulanan yang menggambarkan dalam garis besarnya.

3. termasuk bahan-bahan bangunan. 4. 3. Perubahan konstruksi maupun bahan-bahan bangunan dapat dilaksanakan bila ada ijin tertulis dari Pimpinan Proyek berdasarkan rapat Direksi. IX. air minum. baik bagi kendaraan maupun pejalan kaki selama kontrak berlangsung. Semua biaya pemasangan kembali dan perbaikan kerusakan menjadi tanggung jawab Pemborong. jalan kecil. kerusakan dan pemindahan yang terjadi atas fasilitas umum seperti saluran air. Pemborong harus menjaga agar jalanan umum.2. sanitasi.5. listrik. Keamanan terhadap Pekerjaan. IX. bestek dan Berita Acara Aanwijzing sehingga tidak terjadi kesalahan-kesalahan baik konstruksi maupun kualitas bahan yang harus dilaksanakan. Terhadap Milik Umum. tingkah laku. .4. Pemborong harus membatasi daerah operasinya di sekitar tapak dan harus mencegah para pekerjanya melanggar wilayah orang lain yang berdekatan. Rekanan juga wajib memenuhi semua persyaratan. Pemborong bertanggung jawab atas keamanan seluruh pekerjaan. dan penengah (arbirator) dan dimanapun pekerjaan atau bagian pekerjaan atau bagian pekerjaan berada. dan fasilitas-fasilitas kesejahteraan. atau menimba seperti apa yang dikehendaki atau yang diinstruksikan. Dalam hal ini Pemborong harus segera menempatkan Pelaksana lain dengan persetujuan Pengawas. Pelaksana harus mempelajari dan memahami semua isi gambar. Rekanan juga bertanggung jawab atas gangguan. dan kecakapan. jalan. Itu semua diperbaiki Pemborong hingga dapat diterima oleh Pemimpin Proyek. dan hak pemakai jalan bersih dari bahan bangunan dan sebagainya dan memelihara kelancaran lalu lintas. Ia harus menjaga perlengkapan dan bahan-bahan dari semua kemungkinan kerusakan. rekanan wajib memberikan alamat tetap yang jelas dengan nomor telepon kepada Pimpinan Proyek. pengalaman. ordonasi Pemerintah pusat dan lokal. Terhadap Bangunan yang Ada.1. Pemborong wajib mengadakan semua yang diperlukan bagi para pekerja dan tamu seperti pertolongan pertama. dan sebagainya yang disebabkan oleh kegiatan Pemborong. PENJAGAAN KEAMANAN LAPANGAN PEKERJAAN IX. Selama pelaksanaan pekerjaan. tata tertib.2. Terhadap Wilayah Orang Lain. perlengkapan instalasi yang ada hingga kontrak selesai dan diterima baik oleh Pemimpin proyek. kehilangan. leveransir. Sebagai penanggung jawab di lapangan pekerjaan. IX. undang-undang Republik Indonesia adalah undang-undang yang melindungi kontrak ini. sub kontraktor. untuk memudahkan komunikasi demi kelancaran jalannya pelaksanaan pekerjaan. Selama masa pelaksanaan kontrak. IX. dan sebagainya bagi seluruh pekerjaan termasuk bahan-bahan yang dilaksanakan oleh pekerja-pekerja dan menjaga agar pekerjaan bebas dari air hujan dengan melindungi memakai tutup yang layak. Keamanan dan Kesejahteraan. IX. Pemborong bertanggung jawab penuh atas semua kerusakan utilitas. memompa. TEMPAT TINGGAL (DOMISILI) Apapun kebangsaan kontraktor. saluran pembuangan dan sebagainya dan kerusakan-kerusakan sejenis yang disebabkan operasi Pemborong dalam arti yang luas. VIII. Menyimpang dari hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemborong untuk membetulkan dan melaksanakan sesuai gambar dan bestek. Pengawas berhak menolak penunjukan Pelaksana oleh Pemborong didasarkan pendidikan.

dan tidak memperkerjakan tenaga yang tidak sesuai atau tidak mempunyai keahlian dalam tugas yang diserahkan kepadanya. Penentuan semua titik duga letak bangunan. Kontraktor harus menjamin keselamatan kerja pekerja sesuai dengan yang ditentukan dalam Peraturan Perburuhan atau persyaratan yang diwajibkan untuk setiap bidang pekerjaan. XI. XI. . dan sebagainya. Laporan kemajuan pekerjaan tersebut minimal mengenai semua keterangan yang berhubungan dengan kejadian selama satu bulan yang mencakup mengenai: . LAPORAN MINGGUAN DAN HARIAN Rekanan membuat laporan harian.8. Kejadian tersebut harus segera dilaporkan pada Jawatan Perburuan dan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. . XIII. . Air Minum dan Air untuk Pekerjaan. maka hal itu menjadi beban dan tanggung jawab rekanan. pengaduk beton. .Kunjungan semua tamu yang berkaitan dengan proyek.IX. kantor. . . Warung dan penjual lainnya yang melayani pekerja proyek harus berada di dalam pagar proyek. . Dalam pelaksanaan proyek.4.Foto-foto ukuran kartu post sesuai petunjuk Direksi.Jumlah semua tenaga kerja yang digunakan dalam bulan ini. Di lokasi pekerjaan harus disediakan kotak obat-obatan untuk pertolongan pertama yang selalu tersedia setiap saat dan berada di Direksi keet.Keadaan cuaca. SYARAT-SYARAT CARA PEMERIKSAAN BAHAN BANGUNAN XIII. X. JAMINAN KESELAMATAN BURUH XI. XI.7. . rekanan berkewajiban menjaga agar tidak mengganggu proses kegiatan di lingkungan sekitar lokasi Surabaya. pompa air.1. XI. IX.3. . Bila kondisi air meragukan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan.Pengesahan Pimpinan Proyek. siku-siku bangunan. harus diperiksakan pada laboratorium. Kontraktor harus segera mengambil tindakan yang perlu untuk keselamatan korban dengan biaya pengobatan dan lainlain menjadi tanggung jawab Pemborong.6. Pemborong harus senantiasa menyediakan air minum yang cukup bersih ditempat pekerjaan untuk para pekerjanya. mingguan dan bulanan tentang kemajuan pekerjaan. Rekanan harus selalu memegang teguh disiplin kerja. Air untuk keperluan bangunan selama masa pelaksanaan bisa menggunakan/menyambung pipa air yang telah ada dengan meteran air tersendiri (guna perhitungan pembayaran) atau air sumur yang bersih/jernih dan tawar. Kecelakaan. baik untuk sarana pekerjaan maupun yang diperlukan untuk memenuhi kualitas hasil pekerjaan antara lain derek. Bila terjadi kecelakaan pada pekerja Pemborong saat pelaksanaan. Pemborong harus menyediakan/menyiapkan alat-alat. ALAT–ALAT PELAKSANAAN PENGUKURAN Selama masa pelaksanaan.Kunjungan tamu-tamu lain. Apabila terjadi kehilangan di laboratorium. IX. dan di kelas yang disebabkan oleh pekerja rekanan. XII. maupun datar (water pass) dan tegak lurusnya bangunan harus ditentukan dengan memakai alat ukur instrumen water pass atau theodolit.Semua bahan/barang perlengkapan yang telah masuk dan diterima di tempat pekerjaan.1.Kejadian khusus.2.Uraian kemajuan pekerjaan pada akhir bulan.

Pengujian Hasil Pekerjaan 1. maka semua pekerjaan akan diuji dengan cara dan Tolok Ukur Pengujian yang dipersyaratkan dan ditetapkan dalam Persyaratan Teknis 3. XIII. Pemborong menjamin bahwa semua bahan bangunan dan perlengkapan yang disediakan menurut kontrak dalam keadaan baru dan bahwa semua pekerjaan akan berkualitas baik. 2. Dalam pengajuan penawaran. Semua pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar dapat ditolak. PEKERJAAN TAMBAH DAN KURANG XV. PEKERJAAN TIDAK BAIK XIV. XIII. XIV. Kelalaian Kontraktor untuk menyampaikan laporan diatas. atau mengatur untuk mengadakan pengujian bahan-bahan atau barang-barang. Pemeriksaan dan Persetujuan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan terhadap suatu pekerjaan. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan boleh (tetapi tidak secara tak adil atau menyusahkan) mengeluarkan perintah yang menghendaki pemecatan siapa saja dari pekerjaan. Penutupan hasil Pelaksanaan Pekerjaan.1. Pemborong harus memperhitungkan semua biaya pengujian. sehingga secara visual menghalangi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk memeriksa Bagian Pekerjaan yang terdahulu. Kontraktor wajib melaporkan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan mengenai rencananya untuk melaksanakan Bagian Pekerjaan yang pertama tersebut. Pemborong tetap bertanggung jawab atas biayabiaya pengiriman yang tidak memenuhi syarat-syarat (penolakan bahan) yang dikehendaki. Apabila laporan telah disampaikan dan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan tidak mengambil langkah untuk menyelesaikan pemeriksaan tersebut dalam jangka waktu 2 (dua) hari kerja sejak laporan disampaikan.3. guna pemeriksaan Pekerjaan yang terdahulu dengan resiko pembongkaran dan pemasangannya kembali menjadi tanggung jawab Kontraktor. tidak melepaskan Kontraktor dari kewajibannya untuk melaksanakan seluruh pekerjaan sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan atau Kontrak Pekerjaan. melaksanakan secara keseluruhan atau dalam bagian-bagian menurut semua persyaratan teknis XV. Sebelum menutup suatu Bagian Pekerjaan dengan Bagian Pekerjaan yang lain. Pemborong wajib sesuai dengan pekerjaan yang diterimanya menurut ketentuan pada pasal 2 ayat 3 dan gambar detail yang telah disahkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. baik yang sudah maupun yang belum dimasukkan pekerjaan atau yang sudah dilaksanakan. 2. maka Badan/Lembaga yang akan melakukan Pengujian dipilih atas persetujuan kedua pihak.4. . Kecuali dipersyaratkan lain. Ongkos untuk pekerjaan dan sebagainya menjadi beban Pemborong untuk disesuaikan kontrak. Semua Biaya Pengujian dalam jumlah seperti yang dipersyaratkan menjadi beban Kontraktor. Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaanj berhak mengeluarkan instruksi agar Pemborong membongkar pekerjaan apa saja yang telah ditutup untuk diperiksa. maka Kontraktor berhak melanjutkan Pelaksanaan Pekerjaan serta menganggap Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan telah menyetujui Bagian Pekerjaan yang ditutup tersebut.XIII. memberikan hak kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk memerintahkan pembongkaran kembali Bagian Pekerjaan yang menutupi tersebut. pemeriksaan berbagai bahan pekerjaan. 3.2. XIV.2. 1. 4. 4. Kecuali dipersyaratkan lain.1. sehingga Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berkesempatan secara wajar melakukan pemeriksaan pada bagian yang bersangkutan untuk dapat disetujui kelanjutan pekerjaannya.

untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. Pada waktu Penyerahan Pekerjaan. Finishing Arsitektur.1. Gambar Perubahan Pelaksanaan.2. Laporan pelaksanaan Foto-foto dokumentasi dan. Kontraktor harus membuat Dokumen Terlaksana hanya untuk diserahkan kepada Pemberi Tugas. Pertamanan. Untuk peralatan / perlengkapan :  . XVI. Kontraktor wajib menyerahkan : 1. Penyerahan. Terlaksana dari pekerjaan sebagaimana yang telah  Hasil tes material yang telah ditentukan Penyusunan Dokumen Terlaksana dikecualikan untuk pekerjaan tersebut dibawah ini:     Ornamental.3. Pekerjaan Persiapan. Kontraktor wajib menyusun Dokumen Terlaksana yang terdiri dari :     2. Dokumen Terlaksana dapat disusun berdasarkan :     Dokumen Pelaksanaan. 4. Brosur Teknis yang telah diberi tanda pengenal khusus sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. jika tidak tercantum dalam daftar harga upah dan satuan pekerjaan. 2 (dua) set Dokumen Terlaksana. Pekerjaan tambah dan kurang hanya dapat dikerjakan atas perintah atau persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Spesifikasi Teknis dilaksanakannya. Dokumen Terlaksana ini harus dilengkapi dengan Daftar Instalasi/Peralatan/Perlengkapan yang mengidentifikasikan lokasi dari masing-masing barang tersebut. Dokumen Terlaksana.  Supply bahan. Kecuali dengan izin khusus dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan Pemberi Tugas. Perubahan Spesifikasi Teknis. Dokumen Terlaksana ini harus diperiksa dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 3. Gambar-gambar Perlaksana (as build drawings). PENYELESAIAN DAN PENYERAHAN XVI. XV. Perlengkapan dan Peralatan kerja.2.  Khususnya untuk pekerjaan-pekerjaan dengan sistem jaringan bersaluran banyak yang secara operasional membutuhkan identifikasi yang bersifat lokatif. Pada penyelesaian dari setiap pekerjaan.XV. Pemborong selanjutnya wajib pula tanpa tambahan biaya mengerjakan segala sesuatu demi kesempurnaan pekerjaan atau memakai bahan yang tepat. Pekerjaan tambah dan kurang yang dikerjakan tanpa ijin tertulis Konsultan Pengawas adalah tidak sah dan menjadi tanggung jawab Pemborong sepenuhnya. Kontraktor tidak dibenarkan membuat/menyimpan salinan ataupun copy dari Dokumen Terlaksana tanpa izin dari Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. 2. walaupun satu dan lain hal tidak dicantumkan dengan jelas dalam gambar dan bestek. Selanjutnya perhitungan penambahan pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. XVI. 1.

Segala macam Surat Jaminan sesuai yang dipersyaratkan. .  Dilakukan pewarnaan / penomoran pada kunci 4. 5. Minimum 1 (satu) kunci duplikat. Dokumen-dokumen Resmi (seperti Surat Izin Tanda Pembayaran Cukai. 2 (dua) set Pedoman Operasi ("Operation Manual") dan Pedoman Pemeliharaan (Maintanance Manual).  Suku Cadang sesuai yang dipersyaratkan. 3. 6. Untuk berbagai macam kunci :   Semua kunci orsinil. Surat Fiskal Pajak dan lain-lain). Surat pernyataan Pelunasan sesuai Petunjuk Direksi Pekerjaan.

Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggungan Kontraktor. 5. Pengukuran sudut siku prisma atau benang secara azas segitiga phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Hasil pengukuran harus dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan agar dapat ditentukan sebagai pedoman atau referensi dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar Rencana dan Persyaratan Teknis. Papan dasar pelaksanaan/bouwplank dibuat dari kayu semutu Meranti atau spesies lain yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.3. Papan dasar pelaksanaan dipasang pada patok kayu semutu Meranti Merah ukuran (5/7 cm). Kontraktor harus menyediakan Theodolith/waterpas beserta Petugas yang melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan oelh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan selama Pelaksanaan Proyek. I. Setelah selesai pemasangan papan dasar pelaksanaan Kontraktor harus melaporkan kepada I. 2. Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian tanah. 3.B. letak pohon. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat-alat waterpas/theodolith yang ketepatannya dapat dipertanggung-jawabkan. Papan dasar pelaksanaan dipasang sejauh 100 cm dari sisi luar galian tanah pondasi. I. lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya (waterpas). 2. 3. 3. Papan Dasar Pelaksanaan (Bouwplank) 1. Letak dan jumlah patokan dasar ditentukan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 7. Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk dimintakan keputusannya. Pengukuran tanah kembali 1.1. dengan ukuran tebal 3 cm. diberi tanda yang jelas dan dijaga keutuhannya sampai ada instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk membongkarnya.50 meter satu sama lain. berjarak maksimum 1. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan tugu patokan dasar termasuk tanggungan Kontraktor. tidak bisa diubah. Tinggi sisi atas papan patok ukur harus sama satu dengan lainnya. letak batas-batas tanah dengan alat-alat yang sudah tertera kebenarannya. Tugu patokan dasar (Bench Mark) 1. yang tertancap dalam tanah sehingga tidak bisa digerak gerakkan atau diubah-ubah. 4. kecuali dikehendaki lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. 4. lebar 20 cm. Tugu patokan dasar dibuat permanen. 4. Pada waktu pematokan (penentuan) peil dan setiap sudut-sudut tapak (perpindahan). Tugu patokan dasar dibuat dari beton berpenampang sekurang-kurangnya 20 x 20 cm. 5. Kontraktor wajib membuat Shop Drawing dahulu sesuai keadaan lapangan. PEKERJAAAN PERSIAPAN PEKERJAAN PENDAHULUAN I. 6. 5. . tertancap kuat kedalam tanah sedalam 1 meter dengan bagian yang menonjol diatas muka tanah sekurang-kurangnya setinggi 40 cm. 2.

I. air minum untuk pekerja dan air kamar mandi/WC selama berlangsungnya proyek. Kontraktor harus memperhitungkan biaya penyediaan air bersih guna keperluan air kerja.5. dapur kecil dan KM/WC. Pembongkaran bangunan sementara tersebut hanya dengan persetujuan Pimpinan Proyek atau Pengawas. Sarana Air Kerja dan Penerangan 1.6. meja dan kursi. I. Kontraktor harus bisa menempatkan petugas keamanan selama 24 jam penuh setiap hari yang dibagi dalam 3 gelombang waktu bekerja (shift). Peralatan obat-obatan I.Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. baik yang berasal dari PAM atau sumber lain. Semua biaya menjadi beban Pemborong. serta buku catatan harian pengawasan seperlunya. ruang rapat. Bangunan Sementara (Bouwkeet) Pemborong harus menyediakan dan mendirikan bangunan sementara untuk gudang penyimpanan dan perlindungan bahan bangunan dengan. I. Pemborong harus menyediakan antara lain: 1. dan harus melakukan pemeriksaan pengamanan setiap hari setelah selesai pekerjaan.4. Pengadaan penerangan dapat diperoleh dari sambungan PLN atau dengan Generator set.7. Rekanan harus pula menyediakan ruangan untuk keperluan Pengawas dengan perlengkapan papan tulis. Untuk perlengkapan Direksi. dan semua perijinan untuk pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor. serta menjaga keutuhan bangunan-bangunan yang ada dari gangguan para pekerja ataupun kerusakan akibat pelaksanaan pekerjaan. pemborong harus membuat “direksi keet” ukuran 32 m² atau disesuaikan kebutuhan dengan konstruksi yang disetujui oleh Pengawas Lapangan. 4. Kontraktor juga harus menyediakan Sumber Tenaga Listrik untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor harus bisa menjamin keamanan proyek baik untuk barang-barang Kontraktor. 3. kantor pelaksana. pada waktu selesainya pekerjaan harus dibongkar dan harus disingkirkan dari tapak/lokasi. 6. serta pengadaan dan pemasangan pipa distribusi air tersebut bagi keperluan pelaksanaan pekerjaan termasuk keperluan Kantor Direksi Pekerjaan. Keamanan Proyek 1. Untuk menjaga ketertiban maka para pekerja diharuskan menggunakan tanda pengenal pada bagian badan yang mudah terlihat oleh petugas keamanan yang sedang bertugas. 2. Direksi Keet Untuk pembangunan proyek ini. Semua „bouwkeet‟ perlengkapan rekanan Pemborong dan sebagainya. . Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan termasuk tanggungan Kontraktor. kamar mandi/wc atau tempattempat lain yang dianggap perlu. kebutuhan kantor Direksi Pekerjaan dan penerangan proyek pada malam hari sebagai keamanan selama proyek berlangsung. Bangunan tersebut berfungsi atau digunakan sebagai gudang. Air yang dimaksud adalah air bersih. milik Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pengadaan fasilitas penerangan termasuk instalasi dan armateur stop kontak serta sakelar / panel. Untuk kepentingan pelaksanaan pekerjaan selama proyek berlangsung. Penyediaan penerangan/Tenaga listrik berlangsung selama 24 jam penuh dalam sehari. dan semua bangunan eksisting yang terganggu harus diperbaiki. buku harian. 3. ruang tamu. 2. ruang gambar. ruang pelaksana. ruang penjaga.

3.9. minyak dan gas dengan kapasitas 7 kg. . diberi pintu untuk kepentingan proyek. Jalan masuk ke tempat pekerjaan yang telah ditentukan harus diadakan oleh rekanan bila diperlukan. Barang-barang tersebut diatas tetap milik Kontraktor dan harus dikeluarkan dari lokasi proyek apabila bangunan telah selesai. Pagar kerja ini terbuat dengan konstruksi : 1. sesuai kebutuhan dan kepentingan proyek. Untuk melancarkan jalannya proyek maka Kontraktor diwajibkan menyediakan 1 kendaraan roda empat untuk keperluan transportasi Kontraktor dalam pengangkutan barang-barang kantor misalnya pengangkutan benda-benda uji dan lain-lain atau untuk persediaan apabila terjadi keperluan yang sangat mendadak. Perlengkapan kebutuhan KM/WC. 10. Peralatan meja dan kursi untuk rapat. 14. Selama pelaksanaan pekerjaan Kontraktor harus menyiapkan alat pemadam kebakaran yang dapat digunakan untuk memadam api akibat listrik. jaket. wastafel. I. Sebelum melaksanakan pekerjaan apapun.2. dapur kecil. 4. 5. Pada tiap lantai bangunan dengan radius 50 m disediakan 1 unit tabung pemadam kebakaran demikian juga untuk Direksi Pekerjaan keet kantor Kontraktor dan gudang penyimpanan. serta 1 kendaraan roda empat untuk keperluan transportasi Pengawas.8. 3. Dan semua biaya dibebankan pada Pemborong. I. Tiang kayu bulat (dolken) ditanam sedalam 60 cm dan dicor dengan campuran 1 pc : 3 ps pada setiap jarak 3 m. digunakan 3 deret kayu meranti merah 5/7 yang dipasang horisontal sejajar atas. Pemborong harus membuat/memasang pagar pengaman sebagai batas antara daerah proyek dan daerah umum. Peralatan tulis dan papan tulis. lampu-lampu. 9. Kontraktor diwajibkan untuk menyediakan konsumsi dalam pertemuan-pertemuan rutin atau tamu-tamu Pemberi Tugas yang mempunyai kepentingan dengan proyek dan semua biaya dibebankan pada Pemborong. 5. I. Peralatan keselamatan kerja : topi. 7. Pagar Pengaman Proyek. Pemadam Kebakaran 1. Tinggi kayu yang kelihatan minimal 2.11. I. 4.40 m dari muka tanah. Buku direksi untuk mencatat semua instruksi dari Direksi Pekerjaan 11. Pada daerah-daerah tertentu sesuai petunjuk Pengawas.10. Alat Komunikasi dan Transportasi 12. Meja/rak untuk menyimpan barang-barang contoh. Sarana penerangan listrik. dll. Bagian luar pagar ditutup seng gelombang warna BJLS 40 yang dipasang vertikal dengan konstruksi rangka dan paku payung. dll. 2. 6. yang lebarnya disesuaikan kebutuhan Pemborong. Untuk memudahkan komunikasi dengan pihak-pihak yang terkait Kontraktor wajib mengadakan alat komunikasi 13. dll. Perabot meja dan kursi gambar. Kebutuhan konsumsi sederhana untuk rapat lapangan/Direksi. bawah dan tengah. dengan biaya dibebankan pada Pemborong. Untuk perangkai tiang satu dengan lainnya. Helm Semua peralatan dalam Direksi Keet harus baru dan layak dipakai. 2. sepatu. 8.

14.13. Kontraktor harus membuat los kerja dan bangunan untuk tempat istirahat dan tempat sholat bagi para pekerja.12. Pembuatan Los Kerja dan Tempat Istirahat 1. maka rekanan (Pemborong) harus menyediakan sendiri. .I. Pemborong harus menyediakan WC untuk pekerja maupun karyawannya. 2. air dan transportasi pelaksanaan agar dipersiapkan dengan baik dan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Los kerja merupakan bangunan yang cukup memadai untuk bekerja bagi tukang/pekerja yang mempunyai kondisi cukup baik. terlindung dari pengaruh panas atau hujan yang dapat menghambat kelancaran pekerjaan. Bila pihak sekolah tidak dapat memenuhi. I. I. Sambungan listrik.

Pekerjaan ini meliputi kolom praktis.2. hingga kedua bahan tersebut dijamin menghasilkan perbandingan adukan beton yang tepat. A i r Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak.alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan seperti dinyatakan dalam gambar. . Persyaratan Bahan 1. rabat beton. dan harus memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang dicantumkan dalam PBI 1988. Besi harus bersih dari lapisan minyak/lemak dan bebas dari cacat seperti serpih-serpih.Peraturan-peraturan/standard setempat yang biasa dipakai . seperti yang ditunjukkan pada gambar.9 . Penampang besi harus bulat serta memenuhi persyaratan NI-2 (PBI 1988). 2. . bahan-bahan. peralatan dan alat. lumpur dan sebagainya. 4. Pasir Beton Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-bahan organik. bebas dari air dengan lantai terangkat dari tanah dan ditumpukkan sesuai dengan syarat penumpukan semen. NI-2 . Penyimpanan semen Portland harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban.Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat . Apabila dipandang perlu Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dapat minta kepada Kontraktor supaya air yang dipakai diperiksa di laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor. Besi Beton Digunakan mutu U-24 untuk Ø < 12 mm. bermutu baik. Holcim atau Semen Tiga Roda atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan harus memenuhi NI-8.Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961. 2. untuk mencapai hasil yang baik dan sempurna. PEKERJAAN BETON NON STRUKTURAL I. Lingkup Pekerjaan 1. 3. tidak berpori serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat PBI 1988. asam. NI-8 . PEKERJAAN ARSITEKTUR I. Pengendalian pekerjaan ini harus sesuai dengan : . Semen yang telah mengeras sebagian/seluruhnya tidak dibenarkan untuk digunakan. lantai kerja dan semua pekerjaan beton yang bukan struktur. Menyediakan tenaga kerja. Semen Portland Memakai Semen Portland Merk Semen Gresik. Penyimpanan/ penimbunan pasir dan koral beton harus dipisahkan satu dari yang lain. 5. NI-5. U-39 untuk Ø > 12 mm. alkali dan bahan-bahan organik/bahan lain yang dapat merusak beton dan harus memenuhi NI-3 pasal 10. Koral Beton/Split Digunakan koral yang bersih. I. Bila dipandang perlu Kontraktor diwajibkan untuk memeriksa mutu besi beton ke laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor.Peraturan Semen Portland Indonesia 1972.Peraturan-peraturan Beton Bertulang Indonesia 1988.1.C.Ketentuan-ketentuan Umum untuk pelaksanaan Pemborongan Pekerjaan Umum (AV) No.

Pekerjaan Bekisting .Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Direksi Pekerjaan.Kontraktor diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan dengan membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai jenuh.Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. harus diperhatikan dan dipersiapkan. . . bebas dari kotoran-kotoran (tahi gergaji). sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan kedudukannya selama pengecoran dilakukan. American Concrete Institute (ACI) 6. hingga tidak terjadi penguapan cepat. Syarat – syarat Pelaksanaan 1.Bekisting harus rapat (tidak bocor). sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton. . persyaratannya harus sesuai dengan SKSNI. . Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan. . pasir dan koral harus disetujui terlebih dahulu oleh konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan.Tulangan beton harus diikat dengan kuat untuk menjamin agar besi tersebut tidak berubah tempat selama pengecoran. I.3. Kawat pengikat besi beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-2 (PBI tahun 1988).Besi beton yang tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari lapangan kerja dalam waktu 24 jam setelah ada perintah tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. permukaannya licin. . . . dan harus bebas dari papan acuan atau lantai kerja dengan memasang selimut beton sesuai dengan ketentuan dalam SKSNI. 3.Pembuatan tulangan-tulangan untuk batang lurus atau yang dibengkokkan. maka tempat perhentian tersebut harus disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Pemasangan dan penggunaan tulangan beton harus sesuai dengan gambar konstruksi. potongan kayu. . . 4.Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan pada hari berikutnya. pemeriksaan ukuran-ukuran dan ketinggian. pemeriksaan penulangan dan penempatan penahan jarak.Bekisting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan dan atau diperlukan dalam gambar. Cara Pengadukan .Cara pengadukan beton harus menggunakan beton molen. diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0. Mutu Beton Mutu beton yang dicapai dalam pekerjaan beton bertulang adalah K-250 dan harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam SKSNI. 2. .tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara No.Beton harus dilindungi dari pengaruh panas. 5.American Society for Testing and Material (ASTM) 9. Kawat Pengikat Kawat pengikat besi beton/rangka adalah dari baja lunak dan tidak disepuh seng. 1457 .Pengecoran harus dilakukan dengan sebaik mungkin dengan menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti keropos dan rongga-rongga koral/split yang dapat memperlemah konstruksi.Takaran perbandingan untuk Semen Portland. . tanah/lumpur dan sebagainya. sambungan kaitkait dan pembuatan sengkang (ring). Pengecoran Beton . Pembesian .40 mm.Bekisting harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan.

. . Bila ada kerusakan. 7.6.Contoh-contoh bahan yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. koral.Sebelum pelaksanaan pekerjaan. . . baik yang terdapat pada Uraian dan syaratsyarat maupun yang tercantum dalam gambar-gambar atau peraturan yang berlaku baik didalam negeri maupun luar negeri yang diberlakukan. Kontraktor harus memberikan contoh-contoh material misalnya: besi. 10. Beberapa bahan tertentu harus masih di dalam kotak/kemasan aslinya yang masih tersegel dan berlabel pabriknya.Kontraktor harus menempatkan tenaga ahli di lapangan yang setiap saat diperlukan untuk dapat berdiskusi dan dapat membuat keputusan administratif. maka kontraktor tidak boleh menggunakan bahan tersebut untuk keperluan pekerjaan. Setelah bekisting dibuka. tidak diijinkan mengadakan perubahan apapun pada permukaan beton tanpa persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Apabila bahan atau material yang didatangkan tidak mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. PC untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/ Direksi Pekerjaan.Sebelum dilaksanakan pemasangan. . Pekerjaan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting hanya boleh dilakukan dengan ijin tertulis dari Konsultan Pengawas dan Diieksi Pengawas.tempat pekerjaan. pasir.Kontraktor bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan penyimpanan.Kontraktor harus mengikuti semua peraturan.Bila tidak ada "Test Certificate". 8. Kontraktor dan Kualifikasi Pelaksanaan/Kontraktor . maka Kontraktor harus melakukan pengujian atas besi/kubus beton di laboratorium yang akan ditunjuk kemudian.Mutu beton tersebut harus dibuktikan oleh Kontraktor dengan mengambil benda uji berupa kubus/silinder yang ukurannya sesuai dengan syarat-syarat/ketentuan dalam SKSNI. Kontraktor diwajibkan untuk memberikan pada Direksi Pekerjaan "Test Certificate" bahan besi dari produsen/pabrik. . akan dipakai sebagai standar/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Kontraktor ke.Tempat penyimpanan harus mencukupi bagi bahan yang ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya. Pengujian Mutu Pekerjaan . Contoh Bahan .Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung dan tertutup. . .mudian dengan pemilik. baik mengenai hal-hal pembayaran maupun hal teknis dan non teknis lainnya. . tidak lembab dan bersih sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan pabrik pembuat bahan tersebut. kontraktor harus mendapat persetujuan tertulis berupa Reques bahan dan material dari konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. maka Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menyuruh kontraktor untuk membongkar dan mengganti dengan bahan atau material yang telah disetujui.Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan tidak cacad.Setiap pengiriman bahan. 9. . .Kontraktor mengikuti kontrak-kontrak yang akan disusun ke.Pekerjaan harus dilakukan oleh tenaga-tenaga ahli pada bidangnya. .Apabila kontraktor tetap menggunakan bahan atau material yang tidak disetujui tersebut.. . . Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan Bahan .Pelaksanaan/Kontraktor bertanggung jawab atas kesempurnaan pekerjaannya sampai dengan saat-saat penyerahan (selesai). Tenaga pelaksana dari Kontraktor harus yang memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam dokumen lelang. Kontraktor wajib menggantinya atas beban Kontraktor. kering.

.Bahan-bahan a. lantai dasar sebelum pemasangan keramik dan tempat lain yang telah ditunjukkan didalam gambar . Pelaksanaan beton rabat dilaksanakan juga di lantai dasar sebelum pemasangan penutup lantai keramik dengan tebal 5 cm pada seluruh lantai bangunan gedung.Bagian beton setelah dicor selama dalam pengerasan harus selalu dibasahi dengan air terus menerus selama 1 (satu) minggu atau lebih (sesuai ketentuan dalam PBI-1988). sebelum memulai pekerjaan beton. Pekerjaan Beton Rabat Dan Lantai Kerja. c. dan tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% d. Semen Holcim atau merk lain sesuai syarat-syarat ini yang telah mendapat persetujuan Pengawas dan tidak boleh memakai semen PC yang telah mengeras. . Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan .Ruang Lingkup Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan lantai kerja.Hasil pengujian dari laboratorium diserahkan kepada Direksi Pekerjaan secepatnya. Kerikil harus kasar dan keras tidak berpori . Pasir harus bersih.Pelaksanaan a. Kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan.Pembuatannya harus disaksikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan yang akan ditunjuk. Kontraktor harus menyediakan air kerja ini atas biaya sendiri. . Semen Tiga Roda. Air yang digunakan haruslah air bersih yang bebas dari bahan-bahan yang merusak misalnya minyak. .Beton dilindungi dari kemungkinan cacad yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain. .Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3 x 24 jam setelah pengecoran. Seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor.Kontraktor diwajibkan membuat "Trial Mix" terlebih dahulu. tebal 5 cm atau sesuai dengan gambar perencanaan dan dilaksanakan pada seluruh lantai kerja pondasi poer dan sloof. b. b. . menjadi tanggung jawab Kontraktor. Semen PC : hasil produksi lokal merk Semen Gresik. Jumlah dan frekwensi pembuatan kubus beton serta ketentuan-ketentuan lainnya sesuai SKSNI. 12.Bila terjadi kerusakan. 11. . asam dan unsur organik lainnya. . Beton rabat adalah campuran 1 pc : 3 ps : 6 kr. bebas dari kotoran.Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian bahan tersebut.

1. sama warna serta disetujui Direksi . Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton harus .1. Sebelum digunakan. siku dan sama ukuran. tidak mengandung lumpur/ minyak/asam basa serta memenuhi PUBI-1982 Pasal 9.1. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Perencana/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Lingkup Pekerjaan 1.II. 8. 3. Air untuk adukan pasangan.24 7. Dinding batu bata yang akan diplester minimal telah berumur 7 hari dan harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar dibersihkan sebelum diplester. PEKERJAAN DINDING II. Batu bata yang dipasang adalah dari mutu terbaik. 2. Bahan-bahan yang digunakan sebelum dipasang. 6.dengan aduk campuran 1 Pc : 5 Ps. Pekerjaan Dinding Batu Bata II.1. serta diikuti dengan cor kolom praktis. 4.1. batu bata harus direndam air dalam bak atau drum hingga jenuh. Dengan mutu besi U . dari tulangan pokok 4 diameter 8 mm. harus air yang bersih. Semen Tiga Roda. 5. 5. produk lokal dan yang disetujui Direksi . II. Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. bahan-bahan.50 cm di atas permukaan lantai setempat. Pasangan ini digunakan untuk sekeliling dinding ruang-ruang basah serta pasangan batu bata dibawah permukaan tanah jika ada. Pasir aduk harus memenuhi NI-3 Pasal 14 ayat 2. peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. kecuali pasangan batu bata semen trasram/rapat air. terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Semen Portland yang digunakan adalah merk Semen Gresik. Pelubangan akibat pembuatan perancah pada pasangan bata merah sama sekali tidak diperkenankan. yakni pada dinding dari atas permukaan sloof sampai elevasi + 0. 4. Untuk dinding semen trasram/rapat air dengan adukan campuran 1 Pc : 3 Ps. beugel diameter 6 mm jarak 15 cm baik untuk tumpuan maupun untuk lapangan. 3.2. 2. Untuk daerah KM/WC. Bidang dinding batu bata tebal 1/2 batu yang luasnya maksimal 12 m2 harus ditambahkan kolom praktis dan balok penguat praktis dengan kolom ukuran 12 x 12 cm. Batu bata/batu merah yang digunakan ukuran 5 x 12 x 22 cm dengan mutu terbaik. Syarat-syarat batu bata harus memenuhi ketentuan-ketentuan dalam NI-10. Seluruh dinding dari pasangan batu bata/bata merah. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap. jarak antara kolom satu dengan yang lain dibuat maksimal 3 (tiga) meter. II.3. Urinoir dan Wastafel tinggi dinding trasram adalah 200 cm dari lantai sesuai dengan yang tercantum didalam gambar. setiap tahap maksimum 24 lapis perharinya. Persyaratan Bahan 1.

Pasangan batu bata semen trasram bawah permukaan tanah/lantai harus diberi pen dengan adukan 1 Pc : 3 Ps. Penyelesaian hubungan dinding dengan perkerjaan finishing lainnya harus rapih. 2.4. Syarat Penerimaan 1. Pasangan batu bata dapat diterima/diserahkan apabila deviasi bidang pada arah diagonal dinding seluas 9 m2 tidak lebih dari 0. 3. harus lurus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai yang ada disekitarnya. maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 14.1. 11. Untuk pasangan setengah batu yang luasnya lebih besar dari 12 meter persegi tanpa adanya pertemuan dinding apabila tidak tegambar harus dipasang kolom praktis dari beton dengan mutu beton K – 175. 8-200 dengan mutu beton K175. . 2. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat. Adapun toleransi terhadap as dinding yang diizinkan maksimal 1cm (sebelum diaci/diplester). Pada ambang atas kusen dipasang balok praktis atau balok latei dengan ukuran 10 x 15 cm dengan tulangan utama 4 diameter 8 dan sengkang dia. Biaya yang diadakan untuk pengamanan hasil pekerjaan ini menjadi tanggung jawab Pemborong. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pelaksanaan. Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa hingga tak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Hasil akhir harus konstruktip yang kokoh. harus rata. II. yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang tertanam dalam pasangan bata sekurang. kecuali bila satu dan lain hal ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pelaksanaan dinding. 12. sesuai dengan yang tercantum dalam RKS. diberi penguat stek-stek besi beton diameter 10 mm jarak 75 cm. sambungan satu dengan lainnya rapih. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah lebih dari dua atau lebih. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. 4.kurangnya 30 cm.5 cm (sebelum diaci/diplester). Toleransi kemiringan untuk penerimaan pasangan dinding adalah 1 mm/m2 luas permukaan bidang kerja. Pengamanan Pemborong wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan untuk dapat dihindarkan dari kerusakan. Syarat-Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Pelaksanaan pasangan harus cermat. 10. 3. rapi dan benar-benar tegak lurus terhadap lantai serta merupakan bidang rata. II. permukaan rata tidak bergelombang. 5. Hasil pemasangan pasangan dinding.9. 4.5. 13. Pasangan dinding batu bata tebal 1/2 batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm setelah diplester (lengkap acian) pada kedua belah sisinya.1. Pemborong harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan.

Bahan harus disimpan di tempat yang kering. Kontraktor harus segera melaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 8. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Pada dinding batu bata trasram/rapat air di plester dengan aduk campuran 1PC : 3 PS (yang dilakukan pada sekeliling kamar mandi. Semua bahan sebelum di kerjakan harus ditunjukkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. dan bagian-bagian yang ditentukan/disyaratkan dalam detail gambar serta atas petunjuk Direksi). 9.2. dan bersih. 10. bertuliskan type dan tingkatannya.2. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh plesteran dinding batu bata bagian dalam dan bagian luar bangunan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan pengarahan Konsultan Pengawas dilapangan . spesifikasi dan lainnya. sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.0 mm. II. berventilasi baik.2. II. Semen Tiga Roda. lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. 7. 2. Pekerjaan Plesteran Dinding II.II. 2. Pasir pasang yang di gunakan harus di ayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang dipersyaratkan. dalam keadaan utuh dan tidak ada cacat. bahan-bahan.3. 3. dan dilindungi sesuai dengan jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik. Pekerjaan plester dilakukan setelah pasangan bata cukup kuat minimum 7 hari setelah selesai pemasangan. 6. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan di atas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini.6 . Persyaratan Bahan 1. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar. Sebelum memulai pekerjaan. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8.2. kecuali pada dinding batu bata transram/rapat air. 5. 3.Campuran (aggregate) untuk plester harus dipilih yang benar-benar bersih dan bebas dari segala macam kotoran. Tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan. Semen Portland yang di kirim ke proyek lapangan harus dalam keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih disegel dan berlabel pabriknya. Lingkup Pekerjaan 1. Kontraktor diharuskan memeriksa site/lapangan yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan. harus bersih dan melalui ayakan 1. 2. . Semen Portland yang digunakan adalah Semen Gresik. Seluruh plesteran dinding batu bata dengan aduk campuran 1 Pc : 5 Ps.1.2. WC. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. harus bermutu baik dari jenisnya dan di setujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10 .2. Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 dan PUBI 1982. 4. terlindung. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan.

11. Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran pada bagian yang diijinkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 12. Plesteran halus (acian) digunakan campuran PC dan air sampai mendapatkan campuran yang homogen, acian dapat dikerjakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul). 13. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tibatiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan penutup yang bisa mencegah penyerapan air secara cepat. 14. Kontraktor wajib memperbaiki/mengulang/mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan (dan masa garansi), atas biaya Kontraktor selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemilik/ Pemakai. II.2.4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan: 1. Pemborongan wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat. Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. 2. Kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pelaksanaan, maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Pengamanan Pemborong wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan untuk dapat dihindarkan dari kerusakaan. Biaya yang diadakan untuk pengamanan hasil pekerjaan ini menjadi tanggung jawab pemborong. II.2.5. Syarat Penerimaan 1. Pemborong harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan; sesuai dengan ketentuan perencanaan serta persetujuan dari konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan 2. Hasil pemasangan pasangan, plester dan acian harus lurus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai yang ada disekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang. Toleransi kemiringan untuk penerimaan pasangan dinding : 1 mm/m2 permukaan bidang kerja. 3. Pelaksanaan plesteran harus rata, sambungan satu dengan lainnya rapih, melekat dengan baik pada pasangan bata. 4. Hasil akhir tanpa cacat dan merupakan satu kesatuan konstruktip yang kokoh. Penyelesaian hubungan dinding panel dengan pekerjaan finishing lainnya harus rapih. II.3. Pekerjaan Dinding Keramik II.3.1. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, hingga dapat diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan dinding keramik tile ini dilakukan pada ruangan atau seluruh bidang yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar (bila ada) dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas dan Direksi Pekerjaan.

II.3.2. Persyaratan Bahan 1. Jenis

2.

3. 4. 5. 6.

7. 8. 9.

10. 11.

Keramik Tile Keramik tile buatan dalam negeri yang disetujui Konsultan Pengawas dan atau Direksi. Warna : Warna yang ditentukan harus sesuai dengan ketentuan perencana / sesuai gambar atau setelah diputuskan bersama dalam rapat direksi. Merk : Roman tile, Asia Tile. Mutu : Tingkat I (satu) Bahan pengisi : Grout semen berwarna Bahan perekat : Adukan spesi 1 PC : 3 pasir diberi bahan tambahan penguat berupa bahan perekat untuk meningkatkan kekedapan terhadap air dan menambah daya lekat dengan jumlah pengunaan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat bahan perekat tersebut. Ukuran : 20 x 25 cm atau ditentukan dalam gambar perencana dengan pola pemasangan sesuai detail gambar. Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai peraturan-peraturan ASTM, NI-19, PUBI 1982 pasal 31 dan SII - 0023-81. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8, pasir harus memenuhi PUBI 1982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat- syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Untuk bahan pengisi/grouting dan bahan perekat dilengkapi sertifikat produk dari pabrik sebagai bukti penggunaan produk tersebut pada pelaksanaan dilapangan, dengan campuran sesuai dengan ketentuan pabrik.

:

II.3.3. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor diwajibkan membuat gambar dari pola keramik yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak cacat dan tidak bernoda. 3. Adukan pengikat dengan campuran 1PC : 3 pasir dan di tambah bahan perekat seperti yang telah disyaratkan dan harus terpasang merata di bawah permukaan keramik. 4. Bidang permukaan pasangan dinding keramik, harus benar-benar rata. 5. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar), harus sama lebar maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm, atau sesuai detail gambar serta petunjuk Direksi, yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. 6. Siar-siar di isi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan persyaratan bahan, warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya. 7. Pemotongan unit-unit keramik tiles harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. 8. Keramik yang sudah terpasang harus di bersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik, hingga betul-betul bersih.

9. Diperhatikan adanya pola tali air yang dijumpai pada permukaan pasangan dinding atau hal-hal lain seperti yang ditunjukkan dalam gambar. 10. Sebelum keramik dipasang, terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. 11. Pingulan pasangan keramik harus di lakukan dengan alat gurinda, sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang sempurna. 12. Keramik yang terpasang harus di hindarkan dari pengaruh pekerjaan lain selama 3 x 24 jam dan di lindungi dari kemungkinan cacat pada permukaannya. II.3.4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan dinding keramik yang rusak. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. 2. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan, maka Pemborong Wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Pengamanan 1. Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan terhadap kerusakan-kerusakan. Selama 7 x 24 jam sesudah pekerjaan dinding keramik selesai terpasang, permukaanya dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain dan dilindungi terhadap kemungkinan cacat pada permukannya. 2. Untuk pemeliharaan, Pemborong harus menyediakan bahan keramik yang sama sebanyak 0,1% dari jumlah terpasang untuk diserahkan pada Pemberi Tugas. Biaya pengadaan sudah termasuk dalam penawaran. II.3.5. Standar Penerimaan 1. Pemborong memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan; sesuai dengan pengarahan serta persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Pelaksanaan pekerjaan dinding keramik harus dipasang rata pada seluruh permukaan tidak bergelombang, warnanya seragam serta tidak cacat/tidak bernoda. 3. Tolerasi rata permukaan yang dapat diterima adalah 1 mm/m2. 4. Pemborong wajib menyerahkan keramik tile sejumlah 0,1% dari jumlah yang terpasang kepada Pemberi Tugas, dinyatakan dengan surat Penyerahan material. III. PEKERJAAN LANTAI III.1. Pekerjaan Sub Lantai III.1.1. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan sub lantai ini dilakukan dibawah lapisan lantai pada finishing lantai dengan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan Instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.

2. 3. Untuk masing-masing warna harus seragam .3.2. rata permukaannya dan telah mempunyai daya dukung maksimal. tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian dalam pekerjaan ini. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan persyaratan : PBI 1971 (NI-2) PUBI 1982 dan (NI. Permukaan lapisan sub lantai dibuat rata/waterpas.2. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. III. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini hingga tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Air harus memenuhi persyaratan yang memenuhi dalam PUBI 82 pasal 9. Semen Tiga Roda. Material lain yang tidak ditentukan dalam persyaratan di atas. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. maka lapisan pasir urug dibawahnya harus sudah dikerjakan dengan sempurna (telah dipadatkan sesuai persyaratan). Warna : Keramik Tile Keramik buatan dalam negeri yang sesuai dengan yang termasuk pada daftar material dan disetujui Direksi . 2. 3. 6. 2. Bahan-bahan yang dipakai sebelum digunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh-contohnya. 2. a. Untuk pasangan sub lantai yang langsung di atas tanah. Pekerjaan sub lantai merupakan campuran antara PC. Lingkup Pekerjaan 1. bahan-bahan. supaya diperhatikan mengenai kemiringan sesuai yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Persyaratan Bahan 1. untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.1. AFNOR P18-303 dan NZS-3121/1974. Persyaratan Bahan 1. 5. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 5. 4. Pekerjaan Lantai (Keramik Tile) III. Kerikil/split harus memenuhi PUBI 82 pasal 12 dan SII 0079-79/0087-75/ 0075-75. Jenis : 2.III. III. III.1.2. SII 0013-81 dan ASTM C 150-78A.1. pasir beton dan krikil atau split dengan perbandingan 1 Pc : 3 Ps : 6 Kr. Pekerjaan lantai dan plint keramik dari masing-masing jenis dan ukuran ini dilakukan pada ruang yang disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.8). Tebal lapisan sub lantai adalah 7 cm untuk daerah lantai bangunan/disyaratkan dan atas petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. Pasir beton yang digunakan harus memenuhi PUBI 82 pasal 11 dan SII 0404-80. Kecuali pada lantai ruanganruangan yang disyaratkan dengan kemiringan tertentu. Semen Portland yang digunakan adalah Semen Gresik. harus baru. 4. kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui Direksi.

tidak cacat dan tidak bernoda. Sebelum pekerjaan dimulai. Dipasang sebagai finishing lantai pada seluruh detail yang ditunjukan/ disebutkan dalam gambar. 5. harus sama lebar maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm. PUBI 1982 pasal 31 dan SII-0023-81. 2. 4. Mutu : Tingkat I (satu) Ukuran/jenis dan pemakaian : 40 x 40 cm untuk lantai gedung dan teras sedang untuk KM Ukuran 30 x 30 cm untuk KM/WC bagian luas dan 20 x 20 cm untuk bagian dalam. Asia Tile. b. Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai dengan peraturan-peraturan ASTM. Merk : Roman Tile. III. tidak retak. Siar-siar di isi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan/persyaratan.3. Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. 6. 6.3. Kontraktor di wajibkan membuat shop drawing dari pola keramik yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. atau sesuai detail gambar serta Direksi. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benarbenar rata. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik.2. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar). 10. warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya. . atau segala ukuran yang tertera pada gambar / ketentuan Konsultan Perencana. 4. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. pasir harus memenuhi PUBI 982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9. 7. Pola pemasangan sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. 3. 8. adukan harus terpasang merata di bawah permukaan keramik. yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya. 5. 9. Warna yang tidak seragam harus diganti/dibongkar. NI-19. untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Untuk bahan pengisi/grouting dan bahan perekat dilengkapi sertifikat produk dari pabrik sebagai bukti penggunaan produk tersebut pada pelaksanaan dilapangan. Bahan pengisi : Grout/ pengisi semen berwarna Bahan perekat : Adukan spesi 1 PC : 3 pasir diberi bahan tambahan penguat berupa bahan perekat untuk meningkatkan kekedapan terhadap air dan menambah daya lekat dengan jumlah pengunaan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat bahan perekat tersebut. Adukan pengikat dengan campuran 1 PC : 3 pasir dan di tambah bahan perekat seperti yang disyaratkan.

Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. warnanya seragam serta tidak cacat/tidak bernoda. 2. pasangan ubin harus diberi nat selebar 1 cm. Sebelum keramik di pasang. Untuk pemeliharaan.2. . dinyatakan dengan Surat Penyerahan Material. Pengamanan 1. maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. 11. permukaannya dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain dan dilindungi terhadap kemungkinan cacat pada permukaannya.7.Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Pemborong memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. tidak bergelombang.5.1% dari jumlah terpasang untuk diserahkan pada Pemberi Tugas.4. Pelaksanaan pekerjaan lantai keramik harus dipasang rata (water pass) pada permukaan peilnya datar. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1.1% dari jumlah yang terpasang kepada Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. III. Standar Penerimaan 1. Pemborong harus menyediakan bahan keramik yang sama sebanyak 0. 2. kecuali kemiringan lantai pada permukaan lantai toilet/ruang wudhu yang harus dibuat miring permukaan lantainya ke arah floor drain (sesuai gambar rancangan). Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan terhadap kerusakan-kerusakan Selama 3 x 24 jam sesudah pekerjaan lantai keramik selesai terpasang. 4. sebelum perkerjaan di mulai. 3.2. hingga betul-betul bersih. III. Biaya pengadaan sudah termasuk dalam penawaran. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan 8. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. sesuai dengan pengarahan serta persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 10. Keramik yang sudah terpasang harus di bersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. 9. Toleransi kemiringan untuk permukaan yang dapat diterima adalah 1 mm/m2. Tepat diatas delatasi sub lantai. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan. Pemborong wajib menyerahkan keramik tile sejumlah 0. terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan lantai keramik yang rusak. kemudian kedalam nat selebar 1 cm tersebut dimasukkan grouting dari silikon rubber sealant dengan warna yang sama dengan warna grouting nat.

5 mm produk YKK.1. berdasarkan petunjuk pabrik. Indalex. dengan sistem YF-100 / 70-E. Semua kusen pintu dan jendela dibuat dari aluminium ukuran sesuai gambar dan dilapisi seal dari karet mengelilingi kusen pintu dan jendela. Pekerjaan kusen dan daun-daun pintu & jendela harus dilaksanakan dengan halus. Tebal profil : 1. Pekerjaan kusen harus dilaksanakan sesuai dengan ukuran-ukuran yang ada dalam gambar 5. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. 6. rapi. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. di-finish silver natural. finishing melamine. siku. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 9. kaca tebal 5 mm. Lingkup pekerjaan 1. Biaya pengadaan mock-up menjadi .2 – 1. Ketepatan ukuran didasarkan pada hasil pengukuran di tempat pekerjaan. 7. jendela serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. untuk sebagian tipe kusen yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. produksi dalam negeri produk Asahi Mas. IV. Daun pintu double teakwood dengan rangka kayu kamper. jendela dan pintu dikerjakan dengan teliti sesuai ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. 8..1. Sebelum memulai pelaksanaan Kontraktor iwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil lubang dan membuat contoh jadi dengan skala gambar 1 : 1. Persyaratan bahan 1.3.1. 2. sebelum perkerjaan di mulai.2 . Pekerjaan Kusen Aluminium. Rangka daun pintu dan daun jendela dibuat dari aluminium ukuran-ukuran untuk ambang daun pintu dan jendela sesuai gambar dan harus disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. bahan-bahan. Seluruh pekerjaan pembuatan. 4.1. penyetelan dan pemasangan kusen aluminium harus dilaksanakan oleh ahli dalam bidangnya. 3. 5. Pemasangan kaca pada bingkai aluminium harus menggunakan seal berupa alur karet yang harus terjamin tidak bocor/tembus air. 2. peralatan dan alatalat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan. IV. Daun Jendela dan Daun Pintu IV. Bahan : Profil aluminium Merk YKK. hingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Frame terdiri dari Aluminium tebal 1. 4. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. PEKERJAAN KUSEN. atau yang sejenis dan setara. Indalex. 2.1.1.IV.5 mm 3.2. PINTU & JENDELA IV. dan baik. Semua frame kusen. bila terdapat kelainan bentuk antara gambar dan gambar detail Pemborong harus melaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen dan daun pintu. Pintu dan jendela dibuat dalam beberapa tipe sesuai dengan gambar rencana.

Pekerjaan Kaca IV. 2. Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap permukaan kusen yang sudah terpasang. IV. Persyaratan Bahan 1.1.1. Toleransi lebar dan panjang. mempunyai sifat tembus cahaya. peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan. 3. Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik. Pekerjaan kaca meliputi seluruh detail yang disebutkan dalam gambar dan pekerjaan cermin meliputi pemasangan cermin pada toilet dan daerah lain yang ditentukan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. seperti dinyatakan dalam gambar dengan hasil yang baik dan rapi.2. Bahan-bahan perlindungan dilaksanakan sesuai ketentuan yang ditetapkan pada persyaratan bahan dan persyaratan lain (sesuai ketentuan pabrik). IV. sampai hasil pekerjaan diterima dengan baik (Serah Terima II). Hasil pekerjaan kosen yang dipasang harus tepat pada posisinya rapat satu sama lainnya. Bila kerusakan pekerjaan ini bukan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan maka Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan tersebut sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. bahan . Perbaikan dilaksanakan sesuai pengarahan Direksi. show drawing dan pengarahan yang diterbitkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Lingkup Pekerjaan 1. Semua kegiatan pelaksanaan telah memenuhi persyaratan gambar perancangan. terjamin kerapihannya.4. dan tidak cacat. Kesikuan Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta tepi potongan . 2. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. 2. Syarat Penerimaan Penerimaan pekerjaan ini dapat dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. dan tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. IV. gilas dan pengambangan (Float glass). dan merupakan satu kesatuan dengan jenis pintu yang telah ditetapkan pada gambar rancangan dan spesifikasi bahan.5. 2. Biaya yang ditimbulkan untuk pekerjaan perbaikan ini menjadi tanggung jawab Pemborong. Kaca adalah benda terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mempunyai ketebalan yang sama. 2. IV. Biaya yang diperlukan untuk pengamanan ini menjadi tanggung jawab Pemborong.2. Pengamanan 1. dapat diperoleh dari proses-proses tarik.1. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan kusen yang rusak/cacat/kena noda. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini.tanggungan pemborong.bahan. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah menyediakan tenaga kerja.2. dapat diperoleh dari prosesproses tarik tembus cahaya.

diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus. gelombang adalah permukaan kaca yang berubah dan mengganggu pandangan.Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. 5.2. 4. . awan (cloud) dan goresan (scratch). toleransi kesikuan maximum yang diperkenankan adalah 1. Cacat-cacat .3 mm. . Cara pemasangan dan persiapan persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan pabrik. 6. Bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan. 8.Kaca harus bebas dari gumpilan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar kearah luar/masuk). minimal 10 mm masuk kedalam alur kaca pada kusen.5 mm per meter. . ASAHIMAS atau yang setara dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. dan diberi tanda untuk mudah diketahui.Kaca harus bebas dari keretakan (garis-garis pecah pada kaca baik sebagian atau seluruh tebal kaca).Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai ketentuan dari pabrik. . IV.Untuk ketebalan kaca 5 mm kira-kira 0. . Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan menggunakan cairan pembersih kaca. 3.Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik.Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA. Digunakan produksi dalam negeri. Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian.3. . . Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. pintu & jendela menggunakan Clear Float Glass dengan ukuran tebal 5 mm atau sesuai dengan gambar. .Bahan kaca untuk interior. Tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur. 2.Bahan kaca harus sesuai SII 0189/78 dan PBVI 1982. Semua bahan yang akan dipasang harus disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. . 4.Harus bebas dari cacat benang (string) dan cacat gelombang (wave) benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandangan. uraian dan syaratsyarat pekerjaan dalam buku ini. 5. Pemotongan kaca harus rapi dan lurus.yang rata dan lurus. . Hubungan kaca dengan kaca atau kaca dengan material lain tanpa melalui kosen.Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca). Tandatanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan menggunakan lem aci. Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar.Harus bebas dari bintik-bintik (spots). . Bahan : . 7.Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok). . harus diisi dengan lem silikon warna transparant. Pemotongan kaca harus disesuaikan ukuran rangka.

apabila ada pekerjaan finishing yang rusak akibat perbaikan pekerjaan ini maka kerusakan pekerjaan finishing tersebut harus segera diperbaiki atas biaya pemborong Pengamanan V. pengamanan dan perawatan dari seluruh alat-alat yang dipasang pada daun pintu dan daun jendela serta seluruh detail yang di sebutkan/ditentukan dalam gambar. dari produk yang bermutu baik. 2. 2. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. noda-noda bekas cat atau bahan finish lainnya yang menempel pada kunci harus di bersihkan dan dihilangkan sama sekali. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda terbuat dari pelat aluminiun yang tertera nomor pengenalnya. Mekanisme kerja dari semua peralatan harus sesuai dengan ketentuan pabrik. V. 2. 6. Pengajuan/penyerahan harus disertai brosur/spesifikasi dari pabrik yang bersangkutan. Yang termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI V. Persyaratan Bahan 1. Pada setiap daun jendela dipasang grendel kecil dan hak angin sikutan. 8. . 3. Engsel bawah di pasang tidak lebih dari 32 cm (as) dari permukaan lantai ke atas Engsel tengah dipasang di tengah-tengah antara kedua engsel tersebut. 9. V. sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh . Penarik pintu (handle) dipasang 100 cm (as) dari permukaan lantai setempat. Semua peralatan yang akan di gunakan dalam pekerjaan ini.4.V. Pada setiap daun jendela dipasang 2 engsel jendela aluminium. Lingkup Pekerjaan 1.2. Semua hardware dalam pekerjaan ini. 5. Posisi pemasangan Lockcase dan Double Cylinder harus rapi dan benar serta di ajukan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Seluruh biaya tes laboratorium menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. Pemasangan hardware yang tidak rapih dan mengalami cacat atau terkena noda pada permukaannya harus segera diperbaiki dan dibersihkan kembali. pemasangan. perlengkapan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dapat meminta mengadakan tes-tes laboratorium yang di lakukan terhadap contoh-contoh bahan yang diajukan sebagai dasar persetujuan.3. Apabila di anggap perlu. Syarat-syarat Pelaksanaan 1.1. 4. Setelah kunci terpasang. 5. bahan-bahan. Engsel atas di pasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari sisi atas pintu ke bawah. 7. 4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1.contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. seragam dalam pemilihan warnanya serta dari bahan-bahan yang telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Handel pintu harus terpasang kuat pada rangka daun pintu. 2. Meliputi pengadaan. 3.

Pengeringan : Minimum setelah 2 jam lapis berikutnya dapat dilakukan. untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bahan-bahan yang di pergunakan. Pekerjaan Langit-Langit Beton Exposed Finishing Cat VI. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT VI. Merk : Dulux. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga.1.Pemborong harus menjaga pekerjaan hardware yang sudah selesai dilaksanakan.2. 6. Pengencer : Air bersih 20 %. Meliputi pekerjaan langit-langit finishing cat seperti yang disebutkan dan ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. plesteran harus betul-betul kering. Sebelum diplamir. Syarat-syarat Pelaksanaan 1.1. 4.1. VI. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini sehingga dicapai hasil pekerjaan yang baik. harus dapat berfungsi dengan sempurna dan tidak cacat. Persyaratan Bahan 1. Vinylex.4.5.1. . Cat Vinyil digunakan sebagai cat finishing langit-langit 2. Standar Penerimaan Hasil pekerjaan pemasangan hardware. V. Warna : Ditentukan. bahan-bahan. 3.1. VI. Bidang pengecatan siap di cat setelah diplamir terlebih dahulu. 4. Catylac. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pada permukaan dinding yang telah dicat terkena noda/kotoran. maka harus segera dibersihkan. Sistem Pengecatan minimal 2 lapis atau sampai benar–benar rata. Sebelum pengecatan di lakukan. 3. tidak ada retak-retak dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan benda-benda dan pengaruh pekerjaan-pekerjaan sekelilingnya selama 2 jam. 2. sebelum di gunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh Cat untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 5. 5.1. VI. sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan. Decolith.3. VI. Kontraktor harus menyerahkan contoh hasil pengecatan dalam bentuk contoh kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan. Kontraktor di wajibkan membuat contoh-contoh warna.

3. Lingkup Pekerjaan 1. 3. VI. VI.1. Plafon harus rata. VI. Persyaratan Bahan 1. Kontraktor wajib membuat mock-up sebelum pekerjaan dimulai dan dipasang.2. Pekerjaan Langit-Langit (Plafond) VI. 4. Kontraktor wajib membuat shop drawing sesuai ukuran/bentuk/mekanisme kerja yang disesuaikan gambar rencana dan telah disesuaikan keadaan di lapangan. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. VI. Bilamana diinginkan. pola lay-out/penempatan. Semua bahan yang digunakan harus baru dan tidak cacat. 8. Kontraktor harus mengajukan 3 buah contoh untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 3. 5. Pekerjaan penutup plafon ini dikerjakan di bagian bangunan Toilet dan seluruh lantai II sesuai dengan gambar rencana. cara pemasangan. 2.1. 2. 6. Untuk dibawah atap penahan tampias dan diatas dack selasar lantai 2 rangka plafon dari besi hollo 4/4. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambargambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil). fiber semen dan material yang lain . mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. Sebelum melaksanakan pekerjaan. Penutup plafon dipasang dengan ukuran sesuai gambar. Metal furing. 2. 9. 7. bahan-bahan. Seluruh permukaan list plafon di finish dengan bahan cat jenis dari bahan yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. shop drawing harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Rangka plafon dari metal furing. penirnbunan bahan rangka. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.2. Sebelum pemasangan. Bahan list plafon dari gypsum dengan bentuk profil sesuai yang ditentukan dalam gambar.5. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan dinding dan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang). 5. Fiber semen menggunakan Calsiboard tebal 4 mm. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini sehingga dicapai hasil pekerjaan yang baik. termasuk mempelajari bentuk. Penutupan plafon dapat dilaksanakan setelah semua pekerjaan yang ada di bagian tersebut selesai dilaksanakan serta telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2.2. tanpa nat dan tidak menggelembung/melengkung. hanger menggunakan track stang 4 mm Malcindo.Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan tembok/dinding yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada tembok/dinding. hanger menggunakan track stang 4 mm dengan jarak sesuai standar produsen Malcindo. 4.2.

Perhatikan semua sambungan dengan material lain. kerapihan dan kekuatannya. Disain dan produksi dari sistem partisi harus mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan sesuai gambar rencana. untuk interior dan Dulux. Vinylex. 6.1. semua kerusakan yang timbul adalah tanggung jawab Kontraktor. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. Semua hubungan terhadap bagian dari pekerjaan lain harus diperhatikan. Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klos-klos. VII. Kontraktor wajib menanyakan hal ini kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 9. rata pada permukaan bawahnya dan sesuai peil dalam gambar dan datar (tidak melebihi batas toleransi kemiringan yang diijinkan dari masing-masing bahan yang digunakan). Semua panil (unit-unitnya) harus terpasang rapi dan kuat sesuai petunjuk-petunjuk gambar. Bilamana tidak ada kejelasan dalam gambar. Lingkup Pekerjaan 1. baut. Catylac. 4. 14. 5. 12.2. 2. 11.6. bahan-bahan. kecuali bila ditentukan lain sesuai gambar. Pemakaian bahan dan pola pemasangan langit-langit tidak boleh menyimpang dari persyaratan. Semua rangka harus terpasang siku.1. Persyaratan Bahan 1. Warna : Ditentukan. . sudut-sudut pertemuan dengan bidang lain. Bekas lubang-lubang bekas pemasangan dan penguat lain harus tidak terlihat dan semua penguat harus terpasang baik dan dapat menjamin kekuatannya. Bahan lapisan/coating dasar 2. 8. benda-benda lain dan kerusakan akibat kelalaian pekerjaan. 7. Meliputi pengecatan dinding/beton bagian luar dan dalam serta seluruh detail yang ditunjukan/disebutkan dalam gambar dan sesuai dengan instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.1.1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. PEKERJAAN PENGECATAN Pekerjaan Pengecatan Dinding VII. Merk : Dulux. Mowilex. Setelah pemasangan. ditempat pekerjaan harus diletakkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Pengencer : Air bersih 20 %. 10. tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Pengeringan : Minimum setelah 4 jam lapis berikutnya dapat dilakukan. Kontraktor wajib memberikan perlindungan terhadap benturanbenturan. 7. VII. Cat Vinyil digunakan sebagai cat finishing dinding dalam dan Weather Shield untuk dinding luar. 13. Sistem Pengecatan : Minimal 3 lapis VII. angkerangker dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas-penyetelan. 3.

sebelum di gunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pekerjaan Pengecatan Besi VII. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. tidak ada retak-retak dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 4. Lingkup Pekerjaan 1. bahan-bahan. Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan tembok/dinding yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada tembok/dinding.4. sikat kawat dan sebagainya. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.1. Sebelum di plamir. Peralatan seperti kuas. 2. Bidang pengecatan siap di cat setelah di plamuur terlebih dahulu. harus tersedia dari kualitas/mutu terbaik dan jumlahnya cukup untuk melaksanakan pekerjaan ini. Pekerjaan pengecatan tidak diperkenankan dilaksanakan dalam cuaca lembab/hujan atau angin berdebu bertiup. 3. 7.5.1. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. sebelum perkerjaan di mulai. 2. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. . untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Digunakan Cat Besi Merk Emco atau bahan cat produk dalam negeri yang bermutu jenis Super gloss dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 8. 6. plesteran harus betul-betul kering. VII.VII. 5.1. VII. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Sebelum pengecatan di lakukan.1. Kontraktor harus menyerahkan contoh hasil pengecatan dalam bentuk dami/contoh kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Bahan-bahan yang di pergunakan. VII. Kontraktor di wajibkan membuat contoh-contoh warna. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan dinding dan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang).3. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pada permukaan dinding yang telah dicat terkena noda/kotoran. Meliputi pengecatan permukaan tangga besi atau pada seluruh detail yang di sebut kan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. Persyaratan Bahan 1.2.2. maka harus segera dibersihkan.2. roller. VII. Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan bendabenda dan pengaruh pekerjaan-pekerjaan sekelilingnya selama 2 jam.

4. barulah cat akhir di lakukan dengan persyaratan sesuai yang ditentukan dari pabrik yang bersangkutan. Bahan yang di gunakan harus memenuhi syarat-syarat yang di tentukan dalam PUBI 1982 pasal 53. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang).2. VII. 9. 4. VII.5. K-41 dan NI. semua karat-karat yang terdapat dipermukaan logam harus dibersihkan dengan sikat kawat hingga terlihat permukaan logam yang bersih lalu segera permukaan luarnya diberi cat dasar dengan cara seperti tersebut diatas. 8. Permukaan yang akan dicat harus bersih dari debu. Selanjutnya setelah pengecatan menie besi telah rata dan kering. Ulaskan satu atau dua lapis Metal Primer Red (menie besi) dari produk seperti jenis yang disyaratkan di atas atau sesuai persyaratan yang ditentukan oleh pabrik yang bersangkutan. sampai jenuh. BS No. Pekerjaan logam yang telah dicat sebelum dikirim ke tempat pekerjaan harus diperiksa terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bidang permukaan pengecatan harus siap untuk dimulai pekerjaan pengecatan dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bahan untuk cat dasar di gunakan dari bahan sesuai yang di syaratkan oleh pabrik yang bersangkutan. untuk mendapatkan persetujuannya. rata dan ber sih dari karat. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. 3. Bidang pengecatan harus rata dan sama warnanya. 7. 4. Ketebalan 2 x 30 micron dengan interval 2 jam. Permukaan pengecatan di amplas dengan amplas yang halus untuk memperoleh permukaan yang halus. serta mengikuti ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.3. 3900 : 1970/1971. Apabila pada permukaan logam yang telah dicat terkena noda/kotoran. 5. maka harus segera dibersihkan. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan logam yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada logam. Aduk dengan sempurna sebelum pemakaian. VII. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1.4. 5.2. 2. Warna akan ditentukan kemudian. 3. 2. Cat akhir dapat dilakukan bila cat dasar telah kering sempurna serta telah mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. AS. dan kalau tidak memenuhi syarat pekerjaan tersebut harus diperbaiki dengan cara seluruh catnya dibuang dengan digosok. minyak/lemak dan "karat" serta dalam keadaan kering. .2. 6. Bahan sebelum di gunakan harus di serahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2.

VIII. VIII. tanpa cacat. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan railing besi yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan dan tanpa cacat.4. Meliputi pekerjaan railing besi dilakukan pada tangga dan pagar selasar atau seluruh detail yang ditunjukkan/disebutkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Direksi. merupakan lapisan cat yang bermutu baik produk Emco. Bentuk/ukuran sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. VIII. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.1. Pekerjan ini meliputi menyediakan tenaga kerja. Warna cat akan ditentukan kemudian. sebelum perkerjaan di mulai. atas biaya Pemborong. merata dan tidak terjadi cacat/noda akibat pemasangan. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Pengecatan dilakukan minimal 2 (dua) lapis. Hasil pengecatan dan warna yang dihasilkan. Syarat Penerimaan Hasil pemasangan railing harus merupakan suatu hasil pekerjaan yang kuat. Railing Tangga dan Pagar Selasar. seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan ketepatan sedemikian rupa sehingga semua komponen dapat dipasang dengan tepat dilapangan. Persyaratan Bahan 1. perbaikan segera dilakukan tanpa tambahan biaya. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. PEKERJAAN RAILING BESI VIII. Pengelasan konstruksi harus dilakukan sesuai gambar konstruksi dan harus mengikuti prosedur/persyaratan-persyaratan dalam AWS dan AISC Spesification. Lingkup Pekerjaan 1. 2. harus baik.2.1. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. bahan-bahan.1.1.3. 2. Lapis finishing dari seluruh permukaan railing besi harus dilakukan pengecatan dasar/zinkcromate. 3. 2. 4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pemasangan railing kurang rapi harus segera diperbaiki. 3.VIII. . Bila terjadi kerusakan. kokoh dan sempurna. Pekerjaan Railing Besi VIII. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan.1.1. Seluruh pekerjaan harus dilaksanakan dibengkel dan merupakan pekerjaan yang berkualitas tinggi.1.5. VIII.

Bracingbesi beton Ø 16 8.5 x 8.2. . Penutup Atap Menggunakan Atap Genteng karang pilang atau setara Pemasangan Sesuai dengan Gambar Bestek ( Gambar Perencanaan ) XI.Untuk usuk menggunakan Web Hot-dipped galvanized steel 65 x 26 C 08 (tebal 0.5 mm).000 Mpa 4.Batten (reng) menggunakan Web Hot-dipped galvanized steel 35 x 25 B 05 (tebal 0. Pipa pembuluh PVC Ø 4” Type D 14.Shear Modulus 80. 5. Jarum Keras Ø 12 & Ø 16 9.000 Mpa .XI.5 mm) atau 45 x 27 B 50 (tebal 0.Modulus of Elasticity 200. Reng dan Usuk Menggunakan Galvallum 13. penutup atap dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan ini. Pasangan Jarum Keras Ø 16 11. Pekerjaan meliputi pemasangan rangka atap galvalume. Persyaratan ketebalan serta bentuk profilnya adalah sebagai berikut : . 3. 15. PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP XI.8 mm). Kuda – kuda WF 200 x 100 x 5. Besi siku L 50 x 50 x 5 untuk rangka list plank 6. Terkstangbesi beton Ø 12 7. Angkur Ø 18 12. Plat & Mur baut dipergunakan untuk memenuhi pekerjaan sambungan – sambungan pada Rangka Atap Baja. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Atap dengan Penutup atap Genteng karang pilang 1. 7.Bahan terbuat dari baja mutu tinggi G 550 yang telah diproses dengan lapisan anti karat (galvanized coating-hot dip zinc) galvalume. 2. . Bahan Rangka atap (reng/usuk) Menggunakan Rangka atap galvalum. Ex Krakatau steel Atau setara 3. Bahan-bahan 1. Penutup atap genteng yang digunakan adalah model genteng karang pilang KW I merk Good Year atau Wisma dan Sebelum dipasang kontraktor diwajibkan mengajukan contoh genteng kepada Konsultan Pengawas Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Ex Krakatau stell Atau setara 2. Plat Plendes & sambungan T 12 mm 10.Ultimate tensile Strength 550 Mpa . Lingkup Pekerjaan.Minimum Yield Strength 550 Mpa . Adapun persyaratan bahab rangka atap galvalume yang digunakan adalah : . Gording Canal C Sesuai dalam gamber perencanaan. Penutup Nok dipakai bubungan model Karangpilang KW I Merk Good Year atau Wisma. Rangka atap (reng/usuk) baja ringan/galvalume yang digunakan adalah produk Smartruss atau Pryda. . List Plank Mengunakan GRC Board 12 mm / Kalsiplank 4.1. Perusahaan fabrikasi galvalume yang dipilih harus memiliki standart internasional ISO 9001 versi 2000. Besi siku L 75 x 75 x 7 untuk dudukan gording 5. 6.

Sebelum pemasangan.3. Pihak perusahaan galvalume harus menyediakan tenaga pemasangan/fabricator yang terlatih serta tenaga supervise lapangan yang bertugas mengarahkan proses pemasangan. 5. kaitan dan saling menutupnya harus cocok dan rapat sehingga tidak terjadi kebocoran apabila terkena hujan.XI. Penutup Nok dipasang lurus. harus diikuti ketentuan dari pabrik penutup tersebut dan harus sesuai dengan gambar rencana . Perusahaan pabrikasi galvalume yang dipilih/ditunjuk harus memberikan garansi penuh atas kekuatan material dan kekokohan serta dapat memberikan garansi minimal 10 tahun. 6. Pelaksanaan 1. kontraktor harus menyerahkan hasil tes laboratorium bahan rangka atap tersebut dari pihak perusahaan galvalume kepada Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan untuk mendapat persetujuan dengan biaya ditanggung oleh pihak kontraktor. 2. 4. pada sambungan diberi spesi campuran 1 Pc : 2 Ps rapat dan rapih. Penutup atap genteng karang pilang yang dipasang rapat sedemikian rupa sehingga betul-betul tersusun rapi dalam segala arah. Teknik pemasangan dan penyelesaian detail-detail yang belum jelas dalam gambar. 3.

Catatan Pada dasarnya pekerjaan struktur terdiri:struktur beton dan struktur baja.3. Apabila terjadi perbedaan ukuran dalam gambar maka pelaksana harus menanyakan terlebih dahulu kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan ukuran yang tertulis menjadi acuan dibanding ukuran dalam skala. Tata cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1726-2002) c.beserta seluruh acuan yang dirujuknya seperti: . Standard Rujukan I. misalnya dengan pengajuan proposal tertulis tentang alternatif yang diusulkan.2. Pekerjaan atap. d. balok latai. 4.SNI 03-1974-1990.Methode pembuatan dan perawatan benda ujidi laboratorium . Methode pengujian kuat tekan beton. PEKERJAAN STRUKTUR I. harus diperhitungkan atas pekerjaan tambah kurang.Methode pembuatan dan perawatan benda uji di lapangan. Segala perubahan gambar yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan berdampak kepada besarnya pembiayaan. maka pelaksana segera melaporkannya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat penyelesaian. Kesalahan pelaksanaan yang berakibat pada penambahan biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan. .SNI 03-2492-1991. Balok. Tata cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI 03-28472002). maka seluruh biaya tersebut sepenuhnya menjadi tanggungan pelaksana. sebelum pekerjaan dimulai harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Proses mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus melalui mekanisme yang disepakati kedua belah pihak.SNI 03-2834-1992. 2.3. Ringbalk. Rujukan utama : a. listplank beton dsb. Tata cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1729-2002). Ruang Lingkup Pekerjaan SIPIL meliputi : 1. Strouss. I. KETENTUAN UMUM I. I. Struktur sekunder : kolom praktis. 3. Methode pengujian pengambilan contoh untuk campuran beton segar. Plat Lantai dan Plat Atap. 6.2.Tata cara pembuatan rencana campuran untuk beton normal. ring praktis. Acuan tambahan : Apabila ada hal-hal yang tidak termuat dalam SNI tetapi harus dikerjakan maka dapat dipakai Standard/Peraturan/ Pedoman yang sebelum lahirnya SNI tersebut seperti SK SNI T-15-1991- . .1. sesuai kebutuhan. 2.SNI 03-2458-1991.SNI 03-4810-1998. Kolom. Struktur utama : Pour. 3. Ketentuan Umum 1.D. .Dan lainnya.3. Apabila terjadi perubahan gambar sehubungan dengan pelaksanaan.1. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung (PPIUG) 1987 b. Apabila terjadi perbedaan antara RKS dan gambar kerja. 5. I. .

dan mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan 4 Laporan lengkap pengujian bahan dan pengujian beton harus selalu tersedia di lapangan (on site) untuk pemeriksaan selama pekerjaan berlangsung.AISC 1994 dsb . II. II.1. dan tersimpan selama 2(dua) tahun setelah selesainnya pekerjaan pembangunan. pelat atap. kecuali ada alasan khusus dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas II. 3 Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menolak semen yang dikirim ke Proyek. Agregat 1 Agregat untuk beton harus memenuhi syarat ASTM C 33 2 Agregat kasar dapat berasal langsung dari alam (agregat alam). campuran betonnya harus kedap air seperti pelat untuk kamar mandi dan wc.  Semen yang mempunyai gejala membatu /terkontaminasi bahan yang dapat merusak tidak boleh digunakan. II. sehingga semen yang datang/diproduksi lebih dulu terpakai lebih awal. Sertifikat ini bisa diproleh dari pabrik semen yang bersangkutan atau dari laboratorium yang mempunyai kewenangan. kontraktor harus dapat menunjukan sertifikat tentang semen yang diusulkan untuk dipakai.4. Untuk mendapat persetujuan.3. Pengujian 1 Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan lapangan berhak memerintahkan diadakan pengujian pada setiap bahan yang digunakan pada pelaksanaan konstruksi beton ini untuk menentukan apakah bahan yang dipakai mempunyai mutu sesuai dengan mutu yang telah ditetapkan.1. bahkan bisa dari PBBI 1971 NI -2 selama tidak bertentangan dengan SNI atau standard lain yang banyak digunakan masyarakat konstruksi asal tidak bertentangan dengan SNI tersebut diatas.5 Mpa (K 250). .2.UBC 1977. Semen 1 Semen yang dipakai adalah semen Portland Type Satu. dsb. 4 Penyimpanan Semen harus memenuhi syarat:  Terlindung dari pengaruh iklim dan kelembaban. dengan tambahan ketentuan bahwa semua unsur struktur yang berhubungan dengan air.atas persetujuan Pengawas. 2 Pengujian bahan dan beton harus dilakukan sesuai SNI 03-2847-2002 3 Tempat pengujian bahan dan beton harus dilakukan di Laboratorium independent yang memenuhi syarat.1. PEKERJAAN STRUKTUR BETON II.  Semen harus disimpan sedemikian rupa. Mutu beton Semua beton untuk struktur bemutu fc‟ = 22.1.  Pemakaian semen lebih dari satu merek tidak diijinkan. Ketentuan Bahan II. Semen Tiga Roda atau Semen Holcim dan harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.1.1. atau agregat yang berasal dari batu pecah.misal seperti ACI318-99 .sesuai SNI 03-2847-2002 2 Merek semen yang akan dipakai adalah semen Gresik. jika atas dasar pemeriksaan tidak memenuhi persyaratan.3.

Evaluasi dan penerimaan mutu beton .1. 5 Kontraktor harus melakukan pengujian Tarik sedikitnya 1 sample tiap pengiriman 50 lonjor terhadap baja tulangan yang didatangkan Laboratorium independent yang memenuhi syarat.2. Baja Tulangan 1 Semua baja tulangan yang dipakai harus baru. Toleransi 3. Ketentuan Teknik Pelaksanaan Pekerjaan Beton Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan-pekerjaan yang menunjang terealisasinya pekerjaan struktur beton yaitu: 1. 2 Untuk keseluruhan pekerjaan. Campuran beton 7.bebas dari karat 2 Semua tulangan dari jenis baja ulir (BJTD) dan polos harus memenuhi ketentuan SNI 032487-2002 pasal 5. asam. alkali. 3 Baja ulir dipakai untuk seluruh elemen strutur. seperti yang ditentukan dalam SNI 03-2847-2002 PASAL 5.4 II.kecuali ada pertimbangan khusus dan harus mendapat persetujuan tertulis Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Cetakan.1. 6. 9. Pengecoran. dengan mutu fy = 400 MPa 4 Baja polos dipakai hanya untuk elemen non structural dengan mutu fy=240 MPa 5 Sambungan las baja tulangan tulangan tidak diijinkan.5. 2 Kecuali air yang berasal dari PDAM. seperti oli.7. Penulangan. Pelindung beton. maka sebelum dipakai harus diuji kelayakannya.tidak terintrusi bahan yang dapat merusak/menggangu.6. Air 1 Air pencampur beton harus bersih dan bebas dari bahan-bahan yang dapat beton. dan mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan II.5. garam. 5. Persiapan. Bahan Tambahan 1 Penggunaan bahan tambahan untuk pembuatan beton harus mendapat persetujuan tertulis dari konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan. Penyimpanan agregat kasar dan halus harus terpisah agar memudahkan tugas Pengawasan. Barang yang telah terkontaminasi bahan yang merusak tidak dapat digunakan 4 5 II.dan siar pelaksanaan.pipa tertanam.3 Ukuran maximum nominal agregat kasar harus tidak melebihi:  Seperlima(1/5) jarak terkecil sisi-sisi cetakan. 8. bahan organik .  Sepertiga (1/3) ketebalan pelat lantai . Perawatan. bahan tambahan yang digunakan harus mampu secara konsisten menghasilkan komposisi dan kinerja yang sama dengan yang dihasilkan oleh produk yang digunakan dalam menentukan komposisi beton diawal penentuan campuran II. 4.1. 2.

II.II.3.1. harus atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2.pipa tertanam. daftar personel.sesuai ketentuan ketenaga kerjaan yang berlaku. Cetakan harus mantap. e. Dimensi balok Ukuran sampai dengan 500 mm ± 5 mm Ukuran lebih besar 500 mm ± 10 mm 6. Penentuan titik –titik tetap (uitset) Untuk pelaksanaan pekerjaan ini Pelaksana harus mendapat persetujuan tertulis Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Alinement vertical listplang/sirip ±10 mm 4.lingkungan terhadap bahan.Kemudahan dan kecepatan pembongkaran. Toleransi 1.Beban selama konstruksi . Cetakan. 2. kaku dan kuat untuk mencegah kebocoran mortar. Kedudukan (dari titik patokan) Kedudukan permukaan horizontal ± 10 mm Kedudukan permukaan vertical ± 10 mm 3. Waktu pembongkaran cetakan harus berdasarkan analisa bahwa akibat pembongkaran ini tidak mengakibatkan kerusakan pada elemen struktur atau dapat mengurangi kemampuanya. Pekerjaan Persiapan 1. kelengkapan peralatan beserta kondisinya. garis. Keamanan Proyek Pelaksana harus melengkapi Proyek dengan system pengamanan yang semestinya. pemakaian sabuk pengaman dsb . Dan lain-lain Apabila ada toleransi yang belum disebutkan akan ditetapkan kemudian atas persetujuan Pengawas.2. Pemasangan cetakan tidak boleh merusak struktur yang sudah terpasang sebelumnya.dan siar pelaksanaan 1. . Penutup/selimut beton Selimut beton tebal sampai dengan 30 mm ± 5 mm 5. yang dapat mengganggu mutu beton. c. Pengajuan rencana pelaksanaan Untuk mendapat persetujuan pelaksanaan suatu pekerjaan. 3. perubahan posisi dan perubahan bentuk elemen struktur. Dimensi Untuk panjang sampai dengan 10 meter ± 10 mm Untuk panjang keseluruhan lebih 10 meter ± 15 mm 2. Perlu dipersiapkan atas kemungkinan adanya gangguan cuaca. pelaksana harus mnyampaikan usulannya terlebih dahulu mencakup gambar-gambar pelaksanaan. II. 4. Cetakan harus mampu menghasilkan struktur akhir yang memenuhi bentuk. Perlindungan cuaca. Perencanaan cetakan harus mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: . d.dan dimensi komponen struktur seperti yang disyaratkan seperti dalam gambar. Cetakan a.2.2.Kecepatan dan methode pengecoran . b.

Tulangan ditempatkan sedemikian rupa agar tetap terjamin ditempatnya.Pipa atau saluran yang ditanam dalam kolom tidak boleh melebibihi 4% luas penampang yang diperlukan untuk kekuatan atau untuk perlindungan terhadap korosi atau kebakaran. Pada saat beton di cor. tidak mudah tergeser akibat adanya pekerjaan pengecoran. Siar pelaksanaan balok induk harus diletakan pada jarak minimum sebesar dua kali lebar balok yang memotongnya dari posisi muka perpotongan tsb. Pembengkokan tulangan. Siar pelaksanaan pada system pelat lantai harus ditempatkan dalam daerah sepertiga bentang tengah pelat dan balok. c. 5. Permukaan tulangan. b. dinding.4. Siar pelaksanaan. Penempatan tulangan. a. dibasahi sampai jenuh dan dibebaskan dari kemungkinan air yang menggenang. a. b. 2.seperti didaerah kamar mandi dan kamar kecil (KM/WC) atau pada pelat atap II. bebas dari lumpur. minyak. Semua tulangan harus ditempatkan/disetel sesuai gambar. Penulangan 1. Sebelum pengecoran. atau segala jenis zat / benda pelapis bukan logam yang dapat mengurangi lekatan beton terhadap tulangan. dengan pertimbangan tidak mengurangi kekuatan struktur. Bahan saluran dan pipa yang ditanam tidak boleh membahayakan beton dalam waktu umur struktur. 3. pembongkaran cetakan. Keberadaan saluran atau pipa tidak boleh dianggap mempunyai kekuatan secara structural. Pemasangannya tidak boleh berjarak sumbu ke sumbu kurang dari 3 (tiga) diameter/lebar. c. Pemotongan tulangan Semua pemotongan tulangan tidak diperkenankan memakai mesin las atau yang sejenis. Sebelum dimulainya pekerjaan konstruksi pelaksana harus membuat prosedur dan jadwal pelaksanaan pemasangan. misal seperti aluminium kecuali diambil tindakan pengamannya. Siar pelaksanaan tidak boleh ditempatkan pada struktur yang harus kedap air. 3. Tulangan yang sudah tertanam dalam beton tidak boleh dibengkokkan dilapangan. . permukaan beton harus dibersihkan dari serpihan dan kotoran. Penempatan siar pelaksanaan harus dirancang sebelum pekerjaan pengecoran dilaksanakan. untuk mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. Saluran dan pipa yang ditanam dalam beton. 2. keadaan permukaan tulangan harus bersih. kecuali disetujui dengan cara lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Dimensi maksimum pipa/saluran tidak boleh lebih besar dari 1/3 (sepertiga) tebal pelat. balok ataupun kolom. Pengiriman tulangan Semua tulangan saat pengiriman tidak boleh ditekuk kecuali untuk tulangan berdiameter lebih kecil 19 mm. d. 4. Semua tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin. Saluran dan pipa yang dipasang tidak boleh menurukan kekuatan struktur. Perangkat untuk menyalurkan geser atau gaya lain melalui siar pelaksanaan harus melalui analisa sebagai mana mestinya.f.

Bila tulangan sejajar tersebut diletakan dalam dua lapis atau lebih. 2 Komposisi campuran Komposisi campuran harus berdasarkan atas perbandingan berat.6.7. 7. Jarak bersih antara dua tulangan sejajar dalam lapis yang sama tidak kurang dari diameter tulangan yang besangkutan dengan minimal 25 mm. Sengkang ini dapat berupa sengkang pengikat tertutup internal atau spiral tertutup II. 2.2. Pelindung beton 1. Tebal pelindung beton secara umum ditetapkan sebagai berikut. dengan spasi bersih minimal 25 mm.5. maka sebisa mungkin kontraktor bersama-sama dengan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan mengadakan sosialisasi kepada pemilik proyek dan masyarakat sekitar supaya mendapat ijin untuk menggunakan campuran Ready Mix agar mutu dan proses pengecoran dapat lebih terjamin kualitasnya. untuk mendapatkan beton dengan kelecakan dan konsistensi yang menjadikan beton mudah untuk dicor tanpa terjadi segregasi. # Poer = 50 mm # Pelat = 20 mm # Sloof = 50 mm # Dinding = 20 mm # Kolom = 50 mm # Balok = 50 mm II. setelah seluruh bahan dimasukan.6. Dan apabila memang tidak bisa menggunakan ready Mix. Penambahan air pada beton yang sudah selesai proses pengadukannya tidak diijinkan II. Sambungan lewatan tulangan yang menerus dan pengangkuran tulangan yang berakhir pada pertemuan kolom balok harus dilindungi dengan sengkang pengikat. Apabila Kontraktor Pelaksana hendak memulai pekerjaan pengecoran beton. Tahu beton Tahu-tahu beton yang dipakai sebagai penahan tulangan sementara untuk mendapatkan tebal pelindung beton yang disyaratkan harus mempunyai mutu sama dengan betonnya sendiri. Rencana Campuran (Mix design) harus telah mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dengan disertai Rencana campuran/mix design harus dilakukan dengan methoda yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sebelum keputusan komposisi ditetapkan. maka Kontraktor harus memberitahukan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan kapan pengecoran dilaksanakan. Campuran beton 1 Rencana campuran (mix design) Mengingat jalan menuju lokasi pekerjaan yang sangat sempit dan padat. Sambungan /pengangkuran tulangan. tulangan pada lapis bawah harus tepat dibawah tulangan diatasnya. . paling lambat 24 jam sebelum waktu pelaksanaan Pengecoran tidak dapat dilaksanakan apabila tidak dihadiri oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pengecoran 1.2. 3 Cara mencampur Beton harus dicampur dengan menuangkan seluruh unsur pembentuknya kedalam satu wadah pengaduk.dengan proses pengadukan secara terus menerus selama sekurangkurangnya 1. Batasan spasi tulangan.2. 4 Penambahan air.5 menit.

Selama pekerjaan pengecoran Kontraktor harus melaksanakan hal-hal sebagai berikut : Melakukan slump test Pengujian kekuatan setiap kali penuangan campuran beton dari beton molen. dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pemadatan beton dengan menggunakan vibrator. Sebelum pengecoran dimulai. Seluruh persiapan di atas. maka rasio benda uji akan ditetapkan oleh Konsultan Pengawas / Direksi). pelaksanaan floor hardener dan lain-lain telah dipersiapkan dengan pihak lain yang melaksanakannya. - 4. kubus beton atau silinder beton dengan rasio sesuai yang diatur di dalam PBI-1971. apabila telah disetujui Direksi berdasarkan pemeriksaan dan penilaian di lapangan pekerjaan. dan persiapan tenaga serta dinyatakan dalam daftar bahan alat dan tenaga kerja. Kontraktor dapat melaksanakan pengecoran. Bila hasil Laboratorium ternyata mutu beton yang telah dilaksanakan tidak memenuhi syarat maka dilakukan test-test selanjutnya di lapangan sesuai prosedur yang telah diatur di dalam PBI 1971. - - 5. Bila test-test di lapangan inipun masih mendapatkan hasil mutu beton dibawah K-300 maka Kontraktor berkewajiban membongkar pekerjaan ini dan melaksanakan kembali tanpa mendapatkan ganti rugi apapun. butir a. dan d di atas telah mendapatkan pembenaran dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Kontraktor harus selalu menjaga ketepatan titik-titik pemasangan angker supaya tidak bergeser dari posisi yang telah ditentukan sampai beton benar-benar kering. Angka kekentalan yang diperoleh harus sesuai dengan yang disyaratkan PB1-1971. Kontraktor telah menyediakan bahan peralatan. Selama pengecoran. Bila Kontraktor bertindak menyimpang dari ketentuan-ketentuan di atas. demikian juga penarikan vibrator. Seluruh persiapan pengecoran yang tersebut di dalam sub. Dalam hal menggunakan ready mix. Setelah mencapai umur yang cukup. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menghentikan pekerjaan ini dan semua resiko sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor Pelaksana. cetakan harus dibasahi air atau bahan bahan lain untuk menghindari hilangnya air dalam campuran dan sekaligus untuk mengantisipasi kemudahan pembukaan cetakan dan untuk memproleh kwalitas permukaan beton yang disyaratkan. Pelaksanaannya harus dilakukan secara semestinya yakni pencelupan vibrator harus diusahakan tegak lurus. Stek-stek untuk tahapan pekerjaan berikutnya telah dipersiapkan dan dibuat. Pembuatan benda-benda uji.c. Kontraktor Pelaksana harus menyediakan sedikitnya 3 (tiga) buah vibrator cadangan selama pekerjan pengecoran berlangsung. 3. Dan harus sesuai dengan Rekomendasi Laboratorium yang membuat mix design. Pengecoran hanya boleh dilaksanakan bila : Kontraktor telah menyelesaikan pekerjaan penulangan dan bekisting serta pemasangan beton decking secara sempurna dan bersih serta telah mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan .2. benda-benda uji ini harus diteskan ke Laboratorium dengan biaya Kontraktor. Seluruh persiapan pekerjaan yang berkaitan dengan komponen yang di cor terutama pemasangan angker untuk peralatan. secara perlahan-lahan. maka harus mematuhi "retention time" yang telah ditentukan. Kontraktor telah membuat schedule rencana pengecoran dan strategi pengecoran berupa gambar tata letak bahan serta arah pengecoran. vibrator tidak boleh disentuhkan tulangan dan bekisting.b. .

8. kecuali pasal 7. atas persetujuan tertulis Pengawas.Untuk masing-masing mutu beton harus dibuat 3 (tiga) benda uji setiap 1 truk mixer beton dengan volume  6 (enam) m3. Perlindungan yang merupakan bagian dari perawatan harus dapat mencegah temperature beton melebihi yang seharusnya. Proses perawatan khusus dengan mengganti kehadiran air dengan material tertentu (misal seperti curring compound).2.2) butir (1) diganti menjadi (diambilkan dari Peraturan Beton Indonesia 1971 /PBI 71 NI-2) yaitu: 1.2.6. Beton harus berada dalam kondisi lembab terus menerus sekurang-kurangnya selama 7 hari setelah pengecoran selesai. kecuali menggunakan perawatan dipercepat.  . maupun yang menyangkut tingkat keawetannya. Evaluasi dan Penerimaan Mutu Beton Evaluasi dan penerimaan Mutu Beton sesuai dengan SNI 03-2487.dan gangguan mekanis. Hal-hal lain perlu diperhatikan:  Tenaga Tenaga pengujian/Teknisi lapangan yang memenuhi syarat kualifikasi. sehingga dapat memberi pengaruh negative pada mutu beton yang dihasilkan atau kemampuan layan komponen struktur. Laboratorium. 2. harus melakukan pengujian beton segar di lokasi konstruksi. temperature terlalu panas.untuk menjamin bahwa proses perawatan yang dilakukan memenuhi persyaratan. jangka panjang.cara produksi.   Metode perawatan ini harus mendapat persetujuan tertulis pihak Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Segera setelah pengecoran .2002 (butir 7. Semua benda uji harus dites sesuai persyaratan di Laboratorium Independen yang memenuhi kwalifikasi baik personel maupun peralatannya. menyiapkan contoh uji silinder yang diperlukan dan mencatat segala sesuatunya yang diperlukan seperti suhu beton segar pada saat menyiapkan contoh uji untuk pengujian tekan. baik kekuatan dalam jangka pendek.seperti perlindungan terhadap bahan dasar . Frekwensi pengambilan benda uji. Perawatan (curing) 1 Perawatan biasa.9.beton harus dilindungi terhadap pengeringan dini. serta penangan pengecoran.    II. Selama pelaksanaan mutu beton harus diperiksa secara kontinyu dari hasil pemeriksaan benda uji. 2 Perawatan dipercepat/khusus. Saat pengujian harus disaksikan oleh Pengawas.6 : Evaluasi dan Penerimaan Mutu Beton).II.Pengujian di Laboratorium harus dilakukan oleh tenaga Teknisi yang memenuhi persyaratan atas persetujuan Pengawas. Perawatan dipercepat (missal dengan uap bertekanan tinggi) dapat dilaksanakan asal dengan perawatan ini beton yang dihasilkan sekurang-kurangnya mempunyai mutu sama dengan yang disyaratkan. Selama cuaca panas maka perhatian harus lebih diberikan sejak dimulainya proses . harus tetap juga memenuhi syarat seperti pada perawatan yang dipercepat diatas yaitu beton yang dihasilkan minimum mutunya tidak lebih rendah Pengawas dapat menambah jumlah benda uji dari jumlah yang disyaratkan untuk evaluasi mutu beton.

Sebelum penempatan rangkaian besi plat.dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas. Melampaui batasan toleransi ini harus diperhitungkan terhadap dampak strukturnya.3.2. tebal tiang serta jumlah tulanganlengkap dengan diameternya untuk masing-masing tiang. II.1. Urutan Pemancangan Sebelum pemancangan dilaksanakan. tebal pondasi serta kedalaman harus sesuai dengan gambar rencana. Pelat 7. Siar Dilatasi dan Siar Pelaksanaan II. jenis/type : diameter.3. IV. Toleransi Posisi Kepala Tiang Toleransi kesalahan pemancangan setiap tiang maksimum 100 mm. Untuk menjaga kedudukan tiang selalu sesuai rencana. lebar. Identifikasi Sebelum dipindahkan dari tempat pembuatannya/fabrikasi. II. kesiapan peralatan beserta kelengkapannya harus bisa diyakini berfungsi sebagaimana mestinya. Balok 6. Dibagian bawah pondasi sebelum rangkaian besi plat di pasang lantai kerja dari beton rabat/beton tanpa tulangan dengan campuran 1 pc : 3 ps : 5 krl. Tangga 8. Pengujian tambahan. Ketentuan Tambahan pada Masing-masing Bagian Pekerjaan Beton Pekerjaan ini meliputi : 1. Pour Pondasi 2. II. Pelaksana harus mendiskusikan terlebih dahulu urutan III. Pekerjaan Pour Pembesian. mini pile harus diberi tanda-tanda identifikasi : tanggal pembuatan. Kemiringan Tiang Penyimpangan arah vertikal atau kemiringan tiang yang disyaratkan tidak boleh lebih besar dari 2 mm dalam 100 mm (1:50). Pondasi Mini Pile 3. Kolom 5. maka selama pemancagan harus diikuti dengan pesawat ukur.3. dengan batasan kesalahan titik berat tiang untuk satu poer masih lebih kecil atau sama dengan 100 mm. dari dua arah . lubang galian harus bersih dari kotoran – kotoran tanah bekas galian. .dan penambahan biaya sebagai akibatnya ditanggung Pelaksana. Sebelum dipancang tiang harus diperiksa terlebih dahulu untuk medapat persetujuan untuk dipancang. Pondasi Mini Pile I. Agar memudahkan untuk mengetahui masuknya tiang kedalam tanah maka setiap tiang harus diberi tanda pada setiap meternya. Persiapan Pemancangan Kondisi peralatan Sebelum memulai pekerjaan pemancangan.tegak lurus satu terhadap yang lain. panjang. Sloof 4. Pengawas berhak memerintahkan Pelaksana untuk melakukan pengujian tambahan apabila ada hal-hal yang ketentuan yang berlaku.

Sambungan tulangan. Apabila dipandang perlu oleh Pengawas.5 meter. Pengecoran. pemotongan tiang harus dilakukan sedemikian rupa (misal dengan gerinda) agar tidak menimbulkan kerusakan pada tiang (retak memanjang kearah tiang tidak boleh terjadi). Pergeseran kepala tiang akibat urutan pemancangan harus dapat diprediksi sebelumnya sehingga perlu antisipasi. kecuali ada pertimbangan khusus atas jalannya pemancangan dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas. Kedalaman Tiang Penetapan kedalaman tiang pancang sesuai gambar dan dikontrol dengan hasil “kalendering‟. Kolom 1.1.2. maka penutup betonnya harus dirubah menjadi 75 mm. Tinggi jatuh pengecoran tidak boleh melampaui 1. IX. Khusus untuk balok-balok sloof yang menyatu secara keseluruhan dengan bangunan diatasnya. pengecoran dengan menggunakan bantuan tremi dapat menjadi salah satu pilihan.pemancangan yang akan dilakukan. Apabila balok sloof dicor dengan menggunakan acuan permanent misal dari pasangan batubata/batako.pelaksana harus bisa menunjukan sertifikat/hasil tes produk tiang pancangnya dari Institusi Independen. Penggunaan cara ini harus tetap menjamin bahwa mutu beton yang didapat tidak lebih rendah dari yang dipersyaratkan. serta mendapat persetujuan tertulis Pengawas. setelah mendapat persetujuan tertulis Pengawas. permukaan beton tidak dapat dikontrol. Kemampuan memikul beban tiang (P ijin = kemampuan dibagi angka keamanan) dari hasil perhitungan sesaat dilaksanakannya kalendering harus mencapai kemampuan minimum sebesar 80% dari P ijin rencana (friction belum bekerja). VII. V.1. Setiap tiang harus masuk kedalam poer seperti ukuran pada gambar. JSCE. 2. VIII. Masuknya tiang kedalam poer. Jenis/tipe Tiang Tiang pancang yang dipakai adalah tiang pancang dari jenis tiang pancang Pra tekan pracetak. Pelindung beton. VI.untuk itu diperlukan Persetujuan tertulis Pengawas. IX. 2. Urutan pengecoran. sifat permukaan beton.1. Sloof 1. sarat pengecoran berikutnya harus sedemikian rupa (sesuai ketentuan SNI) agar tidak menjadi titik lemah bagian struktur. Mengingat ukuran kolom yang ada. Pemotongan Kepala Tiang Untuk keperluan hubungan tiang pancang dengan poer. Penghentian pemancangan sementara Pada dasarnya pemberhentian pemancangan sebelum mencapai kedalaman yang direncanakan tidak diijinkan. . dengan mutu beton fc‟= 50 MPa (600 kg/cm2 benda uji kubus) memenuhi ketentuan JIS A 5335-1985 dan „modified to suit‟ ACI-1979. Besaran kalendering untuk penetapan kemampuan tiang disesuaikan dengan jenis/tipe mesin pancang yang dipakai. IX. Pemakaian jenis tiang pancang jenis/type lain dapat dilakukan asal mempunyai kemampuan setara secara teknis dan ekonomis. pemberhentian pengecorannya.

karena kurang perawatan.Untuk menghindari kesulitan dalam pengecoran. balok – balok. Permukaan beton pada siar pelaksanaan. Pemberhentian pengecoran Pada bagian atas pemberhentian pengecoran kolom sering terjadi penurunan kwalitas beton ditandai adanya retak dibawah sengkang. para pekerja pengecoran sering / sulit menghindar untuk tidak menginjak tulangan pelat. 3.antisipasi kearah itu harus ditetapkan sebelum pelaksanaan pengecoran. Seperti pada balok. IX. harus dibersihkan dari serpihan dan kotoran lainnya. Antisipasi terhadap terjadinya lendutan harus dilakukan sebelum pengecoran dilaksanakan. maka perlu adanya langkah antisipasi pada waktu memasang kerangka acuan/bekisting berupa kontra lendutan. Sesaat sebelum beton baru di cor.antisipasi terhadap terjadinya lendutan harus pengecoran dilaksanakan. atau pelat yang ditumpu oleh kolom atau dinding tidak boleh di cor atau dipasang hingga beton pada komponen struktur vertikal penumpu tidak lagi bersifat plastis.5.1.Untuk menghindari menurunnya kemampuan pikul pelat khususnya diatas tumpuan.3. .1. Pelat 1. Untuk menghindari menurunnya kemampuan pikul pelat khususnya diatas tumpuan. Pengalaman menunjukan bahwa saat pengecoran pelat tangga. 4.1. Pengalaman menunjukan bahwa saat pengecoran pelat. Sarang tawon.misalnya tidak dalam satu potongan. Tangga Antisipasi akan terjadinya lendutan balok tangga oleh beban yang bekerja. Balok Antisipasi akan terjadinya lendutan balok oleh beban yang bekerja maka perlu adanya langkah antisipasi pada waktu memasang kerangka acuan/bekisting berupa kontra lendutan. semua siar pelaksanaan harus dibasahi.4. IX.6. balok induk.maka permukaan itu harus dikepras minimum setebal 50 mm. Kontrol lendutan. 4. sehingga letak/kelurusan tulangan terganggu. Posisi tulangan.penyambungan tulangan perlu dirancang sedemikian rupa. Untuk menghindari terjadinya sarang tawon pada bagian bawah kolom antisipasi untuk mencegahnya harus ditetapkan terlebih dahulu. IX. IX. diantisipasi sebelum 2. dan jika ada air yang tergenang harus dibersihkan. Siar pelaksanaan pada balok induk harus diletakan pada jarak minimum sebesar dua kali lebar balok yang memotongnya dari posisi muka perpotongan tersebut. Siar pelaksanaan pada sistim pelat harus ditempatkan dalam daerah sepertiga bentang tengah pelat. adanya phenomena konsolidasi pada pengecoran beton yang relative tebal.1. Siar Pelaksanaan Siar pelaksanaan adalah siar yang terpaksa diadakan atas dasar alasan keterbatasan pengecoran (pemberhentian pengecoran sementara) : harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. 2. sehingga letak / kelurusan tulangan terganggu. Balok. para pekerja pengecoran sering/sulit menghindar untuk tidak menginjak tulangan pelat. antisipasi kearah itu harus ditetapkan sebelum pelaksanaan pengecoran. 3. balok induk.

Diperoleh mutu beton lebih rendah dari yang dipersyaratkan. kontraktor diwajibkan untuk memberikan keterangan detail-detail seperlunya mengenai bahan-bahan baja yang akan dipakai kepada Pengawas untuk mendapat persetujuan. Sika dan yang sejenisnya harus dilakukan.butir 5 (Penyelidikan untuk hasil uji kuat tekan beton renda ). Elektroda-elektroda las harus diambil dari gradea best heavy coated type. IX. Kegagalan Pengecoran Yang dimaksud dengan kegagalan pengecoran disini antara lain : 1. Baut-baut digunakan jenis HTB c. Bahan X. Bahan-bahan baja yang sudah ada cacatnya dan tidak dapat diperbaiki harus diganti / tidak dipergunakan.1.1. X. Gording baja kanal BJ–37 Persyaratan Bahan Yang Dipergunakan Seluruh baja yang dipergunakan harus memenuhi SNI atau standar lainya yang sederajat atau lebih tinggi (lengkap). Balok. . Batang-batang elektroda harus berdiameter minimal 6 mm. Materfloow Grout. balok induk dan kepala kolom harus dicor monolit sebagai bagian sistem pelat lantai. Semua bagian baja yang digunakan harus dari jenis yang sama kualitasnya. Apabila hal semacam ini terjadi. maka penyelesaiannya merujuk pada pasal 7. puntiran dan lubang-lubang serta cacat lainnya. Baut-baut untuk konstruksi tumpuan harus menggunakan baut hitam dengan jenis HTB. Untuk menyelesaikan masalah ini harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan Penyelesaian dengan cara mechanical grouting dengan menggunakan produk sejenis Embeco Grout. Plat baja yang dipergunakan sebagai plat simpul harus benar-benar datar. X. Ikatan angin baja polos fy = 240 Mpa f. Sebelum mulai dengan mendatangkan bahan-bahan. bebas dari puntiran dan lubang-lubang serta cacat-cacat lainnya.1. Baja profil WF mutu BJ–37 b. Macam-macam Bahan Bahan-bahan yang digunakan pada proyek ini harus memenuhi mutu sebagai berikut : a. Seluruh bahan-bahan baja ini harus lurus dan tanpa cacat sebelum dikerjakan.7.6. Angker-angker baut dari baja lunak d. 2. Terjadi keropos (sarang tawon).2. PEKERJAAN STRUKTUR BAJA X. bebas dari tekukan-tekukan. Batang tarik baja polos fy = 240 Mpa e.1.1. Baja yang dipergunakan untuk pekerjaan ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : Batang-batang baja yang dipergunakan harus lurus dengan maksimum bengkok 1/4000 panjang batang.5. Kuat tekan hasil grouting harus mencapai mutu minimal sama dengan mutu beton yang dipersyaratkan.

dengan hasil tebal las yang rata serta harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : . 4.Hasil dari pengelasan hendaknya dilakukan tes pengelasan dengan menggunakan colour tes. Tepian yang tajam akibat pemotongan maupun pemboran harus ditumpulkan dengan gerenda.Las yang dipakai adalah las sudut (Fillet Weld). 9. . cat dll. . Pelubangan harus menggunakan bor.1. 7.Pengelasan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga baja tidak termakan oleh las yang dapat mengakibatkan berkurangnya luas efektif penampang baja. Pemasangan kuda-kuda hanya boleh dilaksanakan bila kolom-kolom dan balok beton penumpunya telah berumur paling sedikit 14 (empat belas) hari dan baut-baut pengikatnya telah terpasang dengan benar.Permukaan yang akan dilas harus bebas dari kotoran. Syarat Pelaksanaan 1. Seluruh pekerjaan mendirikan baja harus dilaksanakan menurut standar JIS atau yang setara dan berdasarkan pada gambar-gambar kerja. Bila dilaksanakan di luar lapangan pekerjaan. Kontraktor harus meminta ijin secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan menunjukkan bengkel tempat dikerjakannya konstruksi untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi sebelum pekerjaan ini dilaksanakan.1. Pekerjaan kuda-kuda baja ini tidak diperkenankan dilaksanakan sebelum "gambar pelaksanaan" disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2.Pengelasan di atas hanya boleh dilaksanakan bila konstruksi dalam keadaan benar-benar diam.3. Kontraktor harus mengajukan uraian lengkap mengenai metode erection. Erection harus dilakukan oleh crew yang ahli dan berpengalaman serta menggunakan keran-keran yang memadai bila diperlukan. Trek stang ( ikatan angin ) harus menggunakan besi beton 16 mm dan dilengkapi dengan ulir penegang ( turn buckle ). Untuk itu Kontraktor Pelaksana harus membuat "gambar-gambar pelaksanaan" lebih dahulu.4. 2. 3. Untuk itu sebelum diangkat batang-batang penjepit sebagai klem pengaku bidang kuda-kuda harus dipasang lebih dahulu dan tidak boleh dilepas sebelum trek stang dipasang serta konstruksi kudakuda telah benar-benar dalam keadaan diam. X. 8. Pengangkatan kudakuda harus dilaksanakan secara hati-hati hingga tidak menimbulkan puntiran-puntiran pada bidang kudakuda. Metode Pemasangan (erection): 1. . minyak.X. Pemotongan harus dilaksanakan dengan mesin standard. 6. Pembuatan kudakuda baja harus dilaksanakan di tempat yang datar dengan lantai kerja yang keras. dengan mutu las minimal sama dengan mutu baja yang dilas. Test tarik dilaboratorium menjadi tanggungan kontraktor. 5. jadwal pekerjaan kepada Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. 3. Bentuk dan dimensi kuda-kuda serta dimensi batang-batang dan plat simpulnya harus dilaksanakan sesuai gambar rancangan pelaksanaan serta sesuai dengan keadaan bentang kedudukannya di lapangan pekerjaan. tidak pada saat hari hujan atau baja dalam keadaan basah. Pengelasan harus menggunakan mesin las listrik. 10. . .

Kontraktor bertanggung jawab sepenuhnya dalam merencanakan prosedur pelaksanaan termasuk pemasangan batang-batang penguat sementara dan lain-lain. 18. Kontraktor harus mengajukan usulan pada direksi mengenai urut-urutan kabel yang harus ditarik dengan tidak membahayakan stabilitas konstruksi secara keseluruhan. 14. 11. Sambungan-sambungan baut sebelumnya harus dikontrol oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bila diinginkan kontraktor harus membuat perancah-perancah tambahan untuk memungkinkan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan menginspeksi setiap unit sambungan dan biaya ini dianggap sudah dimasukan dalam harga tender. . mendirikan perancah sementara dan cara-cara pembebanan tertentu pada struktur asalkan tidak melewati tegangan kerja baja yang diijinkan sesuai standar JIS yang berlaku. 13. 12. 8. Gaya pratarik diberikan pada tiap-tiap kabel bertahap dari 50%. 7. Kontraktor harus menyimpan dan menjaga semua bahan-bahan menurut lazimnya dan melindungi terhadap kontak langsung dengan tanah ataupun terhadap gangguan lainya. Pemakaian bau-baut montage selama pelaksanaan harus seefisien mungkin dan cukup untuk membuat struktur terpasang erat satu sama lain. Dalam pelaksanaan pendirian tidak diijinkan menggunakan palu besi untuk memukul elemen-elemen baja kecuali seijin Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bila perkerjaan montage sudah selesai dan disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Kontraktor harus mematuhi segala petunjuk direksi yang berhubungan dengan pelaksanaan/pendirian segala bagian struktur. untuk menjamin bahwa struktur tetap aman karena angin atau beban-beban yang ada selama pelaksanaan pendirian. 6. Jika stabilitas dari struktur lengkap tergantung juga pada elemen-elemen lainya. lubang-lubang pada batang baja karena baut-baut montage dan cat yang rusak karena pekerjaan sementara harus diperbaiki. maka penguat sementara harus tetap dipasang ditemapat sampai seluruh elemen-elemen tersebut lengkap didirikan dan juga setelah mendapat ijin Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 10. 16. Pekerjaan baut dan las harus selalu diawasi selama pelaksanaan dan bilamana Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan menganggap adanya kesalahan dalam pekerjaan harus segera diganti atau diperbaiki dengan biaya kontraktor. dan 100% dari gaya yang disyaratkan sesuai gambar. 9. dinding bata dan lain-lainya yang mana dibangun setelah struktur baja didirikan. seluruh batang-batang penguat sementara dan hubungan-hubungannya harus dilepaskan. Baja tidak boleh ditempatkan atau dipasang diatas pondasi beton atau lantai sampai beton mempunyai kekuatan minimum 50% dari kekuatan beton umur 28 hari. Kontraktor boleh membuat patokan-patokan garis-garis ketinggian dari konstruksi yang akan didirikan.4. 17. 5. 15. Sebaiknya dipakai pemukul kayu bila memang harus digunakan. seperti lantai beton. Bila Pengelasan dilapangan boleh dilaksanakan setelah struktur dengan perancahnya lurus dan menurut bentuk yang diinginkan dan sebelumnya harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.

cat dan meni. b. Bila baut. Penyambungan Penyambungan tidak diperkenankan kecuali dicantumkan dalam gambar yang telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bila permukaan antara baut atau mur dan bentuk permukaan baja mempunyai kemiringan 1 : 20 atau lebih. Kalibrasi dilakukan dengan mengeraskan sesuatu alat yang dapat menunjukan tegangan aktual baut. Untuk itu kontraktor harus menyerahkan brosur-brosur yang diperlukan kepada Pengawas. .X. 2. Pengerasan Baut-baut 1. Penyambungan dengan baut harus dilakukan dengan cara terbaik yang sesuai dengan maksudnya.  Untuk pemasangan HTB harus digunakan kunci momen sesuai dengan proof load yang dianjurkan pabrik. Alat pengeras harus dikalibrasi terlebih dahulu sebelum dipakai. Metode Kunci Kalibrasi ( Calibrated Wrench Method ) 1.1. 2. badan baut harus terdiri dari bagian yang berulir dan bagian yang tidak berulir dan panjang badan yang tidak berulir disesuaikan dengan tebal baja yang disambung. termasuk perlengkapan-perlengkapanya. Sebelum pemasangan baut HTB permukaan bidang kontak harus dalam keadaan bersih dari kotoran. Semua baut-baut pada sambungan harus dikeraskan pada tahap awal dengan kunci manual atau kunci elektrik 50% sampai 70% dari tegangan minimum untuk ukuran dan mutu baut-baut yang digunakan. Untuk mengeraskan baut-baut dikerjakan dengan memutar mur. mur dan ring (washer) dalam keadaan basah sebelum dikeraskan. 3.  Bila baut HTB akan digunakan maka permukaan bidang kontak tidak boleh dicat/coating dan harus bersih. maka dipakai ring khusus (tappered washer) untuk menjamin ikatan yang kuat.  Baut-baut HTB yang sudah pernah dipakai (dalam keadaan kencang/bertegangan ) tidak boleh dipakai lagi. 2. 4. maka harus diganti yang baru.5. dua tipikal baut pada tiap diameter dari baut-baut yang dipasang. Baut-baut ditempat sambungan dikeraskan secara sistematis dan dimulai dari yang pusat sambungan kearah ujung-ujung bebas. Kalibrasi ini harus disaksikan oleh Pengawas 4. Sambungan Baut 1. Baut yang dipakai dibedakan sebagai berikut :  Untuk semua pekerjaan baut menggunakan baut baut mutu tinggi ( HTB ) dengan mutu A490-x-ASTM. 3. a. c.  Baut-baut yang tidak boleh dipakai diberi tanda/dicat dan dikumpulkan menjadi satu untuk segera dibawa keluar site.

“Snug Tight“ didefinisikan sebagai pengerasan yang di dapat dari beberapa impact pada sebuah kunci impact atau usaha penuh seseorang menggunakan ordinary spud wrench. AWS atau DIN. Batang elektroda yang dipakai harus sesuai dengan standar AWS : E70xx e. assembling struktur utama dan lain-lain yang ditunjukkan dalam gambar. 7. Bentuk alur. Personil-personil yang mengerjakan. 3. Sifat-sifat kimia. 3. g. Cara-cara produksi sehubungan metode pengelasan yang dipakai.d. Penyambungan Las.6. Jenis arus. Kontraktor yang melakukan pengelasan pada dasarnya harus memperhatikan sifat mampu las ( weldability ) material baja dengan berdasarkan 3 aspek pokok : 1. 2. b. 3. kecuali bila penggunaan las tandem tidak mungkin dikerjakan. Tenaga Ahli Tenaga yang melakukan pekerjaan ini harus mempunyai sertifikat keahlian yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga pemerintah atau yang sederajat dan yang telah terbukti keahliannya. Jenis barang elektroda. f. atau bagian-bagian yang dihubungkan kestruktur utama. 2. metalurgi dan fisik material. maka pertama-tama harus ada cukup baut yang dalam keadaan “Snug Tight“ ( Keras dan Rapi ) untuk meyakinkan bagian-bagian daerah sambungan dalam keadaan hubungan yang baik satu sama lain. .1. Pekerjaan Las a. Penyambungan las digunakan untuk pembuatan sambungan buhul. 2. Bagian konstruksi yang disambung dan dimensi. Keamanan hasil las sesuai tujuan desain konstruksi. 9. Posisi pengelasan 4. Metode pengelasan 5. Pemutaran mur dari kondisi “ Snug Tight “ dapat dilakukan dengan pedoman yang tersebut dalam SNI. ada setiap pekerjaan sambungan las. Untuk profil-profil buatan harus dipakai metode las tandem (submerged arc welding). Urutan pengelasan. kontraktor harus membuat tabel yang berisi informasi : 1. Bengkel beratap dengan miliu kering untuk penyimpanan barang-barang elektroda. Pada dasarnya metode pengelasan yang dipakai adalah las listrik (arc welding). X. c. Bila metoda pemutaran mur dipakai untuk mendapatkan tegangan baut yang dispesifikasi. Semua pekerjaan yang berhubungan dengan las harus memenuhi standar JIS. Metoda kontrol kualitas hasil las 8. Instalasi Kontraktor harus mempunyai instalasi yang memenuhi syarat untuk pekerjaan las diantaranya : 1. d. Metode Pemutaran Mur 1. 6. kutub elektroda dan voltage.

2. Persiapan Alur pada material yang akan dilas harus bebas dari kotoran. Misal bila digunakan standar DIN 8563 bagian 3. Pengawas dapat meminta diadakan uji non-destruktif minimum tiga tempat untuk satu macam sambungan. dan BK untuk las sudut.7. i. permukaan luar elemen struktur harus segera dicat. Instalasi untuk hasil uji las. 2. minimum termasuk kelas BS untuk las tumpul. Minyak dan gemuk harus dibersihkan dengan solvent. 3. Setelah HTB dipasang.8. Secara visual hasil pengelasan harus bebas dari pori-pori. tebal sambungan las harus diambil sebagaimana berikut: 1.1.  t max Tebal maksimum  0. Pengecatan 1. 5. 3mm. Segera sesudah blasting selesai harus dilakukan pengecatan. . tumpuan pylon.7 tebal material yang dilas. cat dan nat-nat lain yang dapat mengurangi mutu las. semua debu-debu dipermukaan harus ditiup dengan air blower dan semua imperfeksi permukaan baja harus dihilangkan dengan gerenda. Semua permukaan baja harus diblasted sebelum dicat anti korosi. Untuk las lapangan dan tempat yang diragukan kwalitas hasil pengelasannya. Kontrol Mutu Hasil Pengelasan 1. dipilih yang terbesar. Sesudah blasting selesai harus dilakukan pengecatan-pengecatan dasar. 3. karat. 2. Tebal minimum : . Mesin-mesin dan alat kerja. Pada sambungan balok ke pylon. 4. pengelasan harus menghasilkan las dengan penetrasi penuh. air. h. bukan ukuran kaki las.2. takikan dan mempunyai bentuk gelombang ( beat ) yang baik 2. 3. X. Preparat untuk mengelas dan memotong. Blasting 1.1. Sesudah blasting dan pembersihan. Tebal Las Tebal las sudut yang tertera pada gambar adalah tebal efektif. gantungan kabel dan sambungan pada blok angker harus diadakan uji mutu non-destruktif. Pada las tumpul. kecuali pada bagian-bagian yang disambung dengan HTB. Perkerjaan blasting harus dikerjakan diworkshop khusus. 3. X. Jika tidak disyaratkan lain dalam gambar bestek. j. Semua permukaan baja di difinish dengan meni (sincronit). 4. sehingga mempunyai kekuatan paling tidak sama dengan elemen yang disambung. Mutu hasil pengelasan harus sesuai dengan standar. retak. Alat-alat perangkai dan transport.

3. Pemasangan pipa-pipa seluruhnya ditanam di dalam tembok sedemikian sehingga bila ditutup (diplester) oleh Pemborong. 2. Semua bahan harus barang baru yang tak ada cacatnya. 2. dalam waktu 2 x 24 jam harus sudah dikeluarkan dari lokasi pekerjaan. Bila Pemborong tidak mengindahkan. agar mudah dalam pemeliharaan dan perbaikan. harus diikat kuat-kuat dengan klem-klem dan pipa yang digunakan ialah Conduit Pipe uk. Pada tiap pasangan pipa jarak 8 m harus diberi T Dos. Barang-barang yang sudah diafkir. Sebelum melaksanakan pekerjaan instalasi Pemborong harus membuat gambar kerja yang telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pipa–pipa yang ditanam di dalam dinding partisi pada arah horizontal harus berada pada bagian atas partisi dibawah langit-langit/plafon. Penanaman pipa dilaksanakan sebelum tembok diplester.2. R. 3.E. Pemasangan pipa yang diletakkan di atas kayu atau rangka partisi harus diberi tapak (kolos) yang jarak pemasangan satu sama lain minimal satu meter. Saluran/pipa yang menghubungkan saklar atau stopkontak hanya diperbolehkan dengan arah vertical terhubung dengan salauran horizontal di atas dengan dilengkapi T Dos.1. Pengawas berhak menyelenggarakan atas biaya Pemborong. 20 mm merk Clipsal atau Ega. I. 1976).15. Tapak dari kayu harus dicat meni. 4. Jumlah penarikan kawat di dalam pipa harus sesuai dengan tabel sebagai pedoman yang berlaku di Indonesia. Sebelum semua bahan tersebut dipasang agar diperlihatkan dulu kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk diperiksa kualitasnya dan mendapat persetujuan. 1. I. 9. berkualitas baik. 8. I. 6.3. Menurut semua petunjuk-petunjuk dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 7. Menurut peraturan-peraturan listrik yang masih berlaku di Indonesia pada waktu ini (PUIL th. 4. PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL I. INSTALASI LISTRIK Untuk keperluan ini Pemborong bisa menugaskan pihak ketiga (instalatur) yang mempunyai sertifikat dari PLN setempat dengan mendapat persetujuan lebih dulu dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan secara tertulis. Penjelasan tentang Bahan-bahan 1. . 2. Pada pasangan pipa yang mempunyai kemungkinan air dapat berkumpul supaya dipasang inspektube. Pekerjaan harus diserahkan rekanan kepada Pengawas dalam keadaan selesai tepat pada waktu yang telah ditetapkan. Dengan min. Pekerjaan Pemasangan Pipa. dan memenuhi syarat keamanan kerja. Pipa yang digunakan ialah pipa Conduit Pipe. 5. bangunan lain tidak akan menonjol keluar. Menurut penjelasan-penjelasan dan peraturan-peraturan dalam uraian ini dengan tegangan/voltage 220 V. Pemborong tetap bertanggung jawab atas pekerjaan instalasi listrik tersebut. Pelaksanaan Pekerjaan Instalasi : 1.

Ukuran Isolasi.I.3 ohm. 250V stop kontak 15 Amp dari ebonit warna merk. 4.8. I. Kabel yang digunakan adalah kabel jenis NYA untuk posisi kabel yang terdapat dalam pipa dan untuk kabel yang berada di atas plafon menggunakan jenis NYM dengan merk Supreme atau Kabelindo disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 1. 6.4. Tarikan kabel di atas harus cukup tegang dan kencang tetapi isolasi tidak boleh rusak karenanya. Kabel NYM yang berada di tembok atau di atas plafon harus memakai klem yang ukurannya sesuai. plat baja ukuran sesuai dengan rancangan. dipasang sampai menyala. 3. 2.6. sedangkan pada posisi kabel yang lain tidak diperbolehkan menyambung (banyak sambungan karena menggunakan sisa kabel). 4. 2. Osram dan telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. dilengkapi frame yang kuat. stop kontak menurut petunjuk PLN setempat (menurut ketentuan AVE) atau 1 ½ m dari lantai. Seluruh penerangan harus dilengkapi dengan lampu sesuai gambar. untuk itu supaya disediakan penggantung langit-langit khusus. Brocco atau National Panasonic dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Untuk pembagian grup diatur sedemikian sehingga bila salah satu grup putus penerangan dan atap stop kontak pada ruangan itu tidak padam seluruhnya. 3. Pemasangan papan-papan sekering/panel: Wall Mounted terpasang kuat dan rapi pada lokasi yang tidak mengganggu lalu lintas dan memudahkan operasi dan pemeliharaan. Penyambungan kabel hanya diperbolehkan di persimpangan atau perubahan jenis ukuran kabel. Tinggi „Lichtverdoelkast‟ saklar. 1. I. semua pasangan dalam (inbouwmounting). 2. Pada tiap penyambungan kabel menggunakan terminal. ‘Sekringkast’. Pemasangan saklar kapasitas 6A atau lebih sesuai beban. I. Jenis Lampu yang Digunakan. Pemborong harus memasang seluruh instalasi lengkap termasuk jaringan instalasi antar gedung sehingga siap menyala dengan syarat menyerahkan jaminan instalasi yang disahkan Pemborong utama dan/atau Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Semua kabel yang dimasukkan ke dalam pipa tidak boleh ada sambungan. Ukuran isolasi ditentukan antara ½ ohm sampai 0. Semua lampu dipasang menempel pada langit-langit. . dan lain-lain.5.7. Pemasangan Kabel 1. 3. Pemasangan/jenis/posisi lampu disesuaikan dengan gambar rencana. Panel-panel tersebut setelah dipasang dengan baik. Papan sekring tersebut dari metal clad. 3. I. Pada tempat-tempat persilangan dan penyeberangan di atas tembok muka kawat itu dimasukkan ke dalam pipa sebagai pengaman. Panel distribusi utama dilengkapi dengan copper rel atau disesuaikan dengan kebutuhan menurut Direksi. Papan-papan Sekring (Panel) 1. untuk mencegah lampu padam semua bila ada kerusakan. Lampu yang digunakan adalah lampu jenis Spot light hemat energy 20 Watt dan 10 Watt sesuai dengan gambar rencana dengan merk Phillip. 2. Bagi saklar lampu ruang minimum 2 saluran. Stop Kontak. 4. Pemasangan Saklar. dilengkapi dengan kotak dengan papan jati yang dipelitur dengan pintu dan kunci. 5.

5. 5. 6. 8. I. Sambungan pengaman ke tanah harus dilaksanakan sesuai peraturan-peraturan yang berlaku. 2 atau lebih). Motor pompa dilengkapi dengan overloop relay.2. Ground elektroda tergantung tahanan dan tidak boleh lebih dari 5 ohm. Untuk spit (penangkal petir) digunakan sistem early streamer dengan radius perlindungan min 100 m dan dipasang pada ketinggian 5 m dari titik tertinggi bangunan sesuai gambar. II. batang-batang yang ditanam harus dari jenis kuningan/tembaga minimum  25 mm dan panjang tidak kurang dari 3 m ditanam lurus ke bawah. Penangkal Petir 1. Pengujian. Sambungan Pengaman ke Tanah. Untuk electrode pentanahan dipergunakan Copper Rod copper rod yang dibuat runcing sepanjang 0. Ujung pipa hisap pada tandon dilengkapi dengan foot klep. Selanjutbnya dari panel disambung dengan kabel sesuai dengan kabel saluran yang dipakai disambung dengan groundklip pada stopkontak. elektroda-elektroda yang ditanam harus disambungkan dengan kabel BC dan dihubungkan ke semua panel.5 m dengan diameter minimum 1" dipasang pada ujung bawah pipa Galvani dengan diameter ukuran minimal 1 1/2 inch. Seluruh rangkaian lisrtik bisa dimatikan dengan saklar wesel 10 Amp. 3. head 22 pipa 2”. I. II. Nilai tahanan pentanahan maximum 5 ohm diukur setelah minimal 3 hari tidak turun hujan. INSTALASI MEKANIKAL II. 2.2 KW. Klem penyangga harus dibuat dari bahan besi siku. Ujung pipa pada tandon harus dilengkapi dengan klep kaki . Kepala penangkal petir dihubungkan ke tanah dengan kabel sesuai spesifikasi dengan gambar tersebut. merk Arester. Penangkal petir tersebut diletakkan pada pipa air dengan ketebalan minimum 3 mm sesuai gambar. Untuk penghantar penurun petir digunakan kabel Coaxial dengan luas penampang 2 x 35 mm2. 4.11. 7.10.9. Dalam semua hal harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan-peraturan PLN setempat. I. dengan Q 300 lt/menit. Seluruh instalasi setelah selesai harus diuji untuk menentukan apakah sudah bisa bekerja sempurna.3 Pengujian. Pekerjaan ini termasuk pemasangan mekanik pengatur pengisian tandon mekanik atau elektronik (yang mengatur mati dan hidup sewaktu pompa penuh dan pompa kosong). Semua sambungan harus memakai alat penghubung atau baut-baut. dan tidak diperkenankan memakai ikatan.1. II. Penangkal petir menggunakan tipe Faraday sebanyak 6 buah. Seluruh instalasi setelah selesai harus diuji untuk menentukan apakah sudah bisa bekerja sempurna. Electrode pentanahan yang dipantek dalam tanah disesuaikan kondisi setempat (1. Pompa air bersih menggunakan merk Ebara multi state pump 2. sebelum dipasang harus dizinc-chromat terlebih dahulu dan kemudian dicat besi anti karat sebanyak dua kali. Dalam semua hal harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dan mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan . Pada pintu panel harus ditempelkan gambar/diagram serta nomor saluran. Pemasangan pipa pada pompa harus memakai wartel Moor baik untuk pipa supply maupun pipa hisap. Pipa pengisi dari kedua pompa tersebut dihubungkan persialangan dan dilengkapi dengan stopkran sesuai gambar.

2. 2. KONDISI CUACA/LINGKUNGAN III. Pada bagian depan dilengkapi dengan tanda/peringatan/sign sesuai dengan kebutuhan. Busbar dan terminal penyambungan harus disusun dan dipegang isolator dengan baik. Disediakan sarana pendukung kabel yang diketanahkan (grounding) dan busbar pentanahan.1. 5. 8. Suhu dalam ruang non-AC : 40º C-grade maks c. 4 kawat dan mempunyai 3 busbar phasa dan 1 busbar netral. Busbar dan Terminal Penyambungan 1. Apabila peralatan yang hendak disediakan/dipasang oleh Rekanan ternyata tidak dapat beroperasi pada kondisi cuaca di atas. Disediakan tempat untuk pemasangan lampu indikator. Konstruksi Box Panel 1. IV. Seluruh peralatan yang disediakan dan dipasang oleh Kontraktor harus dapat beroperasi dengan kondisi cuaca sebagai berikut: a. 10. Pintu dilengkapi dengan kunci dan handle. Busbar terbuat dari bahan tembaga.2. heatstone dan synchromate.3. 3. 2. Breaking capacity dan rating CB yang digunakan harus sebesar yang tercantum dalam spesifikasi peralatan. Kelembaban nisbi : 95% maks d. 4.1. Kontraktor harus mengganti peralatan tersebut dengan yang sesuai dan seperlunya. . 4. Handle pintu dipasang baik untuk tutup bagian dalam panel maupun pintu bagian luar panel. VI. Rangka metal.2. VI. Semua jenis panel dilengkapi dengan lampu indikator. tahan gores dan cat warna krem. Untuk panel PP mempunyai tutup bagian dalam dan pintu bagian luar. PERSYARATAN PEKERJAAN PANEL TEGANGAN RENDAH VI. anti korosi. Ukuran busbar sesuai dengan spesifikasi pada setiap panel. 3. Kecerahan matahari : 95% III. yang berfungsi untuk dudukan ujung kabel pentanahan. Berupa modul-modul tunggal atau yang dapat diintegrasikan dan mempunyai pentanahan yang terintegrasi antarpanel. harus dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan untuk mendapat penjelasan. Circuit Breaker 1. sehingga mampu menahan elektro mechanical force akibat arus hubung singkat terbesar yang mungkin terjadi. khususnya penyangga /support bagian yang bertegangan. Pada bagian kiri atas diberi nomor panel sesuai gambar perencanaan. harus tahan api. 6. Suhu di udara terbuka : 55º C-grade maks b. Komponen selain metal yang harus digunakan. Circuit breaker yang digunakan dari jenis MCCB dan MCB merk Merlin Gemlin (MG) yang sesuai dengan standar IEC 60947-2. fuse dan alat-alat ukur unruk panel LVMDP di bagian atas (dari ambang atas sampai dengan 12cm di bawah ambang atas panel atau disesuaikan dengan kebutuhan). Bagian tersebut merupakan bagian yang terpisah dari pintu panel dan kedudukannya mentap (fixed). 9.III. plat besi tekuk ketebalan 3 mm untuk LVMDP dan 2mm untuk LVDP dan LVSDP dengan finishing powser coating. Panel harus sesuai untuk sistem 3 phasa. 7.

2. wastafel. VI. urinal. Pemasangan panel pada dinding harus diperkuat dengan baut tanam (anchor bolt) sehingga tidak akan rusak oleh gangguan mekanis. F. Berdasarkan cara pemasangannya panel-panel tegangan rendah diklasifikasikan sebagai free standing dan wall mounting. Semua circuit breaker harus diberi label/signplate berupa kode nomor yang merupakan kelompok beban yang dicatu daya listriknya. 1. Warna hijau untuk phasa R 2. 1.5.1. Warna kuning untuk phasa S 3.1. Pemasangan MCB harus menggunakan Omega Rail sedangkan pemasangan MCCB harus menggunakan dudukan plat. 2. urinal.4. Untuk tipe indoor dengan IP 20. Pekerjaan Air Kotor. 5. VI. 2. Panel jenis wall mounting dipasang flush mounting pada dinding tembok dengan lokasi sesuai dengan gambar perencanaan. dan lain-lain.3. 3.2. Pemasangan pemipaan pada peralatan sanitary seperti closet. F.1. floor drain dan lain-lain. Pengadaan dan pemasangan sistem pemipaan beserta perlengkapan yang meliputi pemipaan reservoir pemipaan pada instalasi pompa dan pemipaan distribusi pada setiap titik pengeluaran. wastafel. juga keterangan dari kode label ukuran A4 pada bagian dalam pintu panel dan harus dilaminasi. Pemasangan pipa distribusi ke setiap peralatan sanitary seperti closet.6. URAIAN TEKNIS PLUMBING F. Box panel dan semua material yang bersifat konduktif yang berada di sekitar panel listrik harus dihubungkan ke sistem pembumian pengaman. Tipe Panel 1. F. Label terbuat dari plat aluminium sesuai standar DIN 4070. Identifikasi ini meliputi breaking capacity. Gambar Skema Rangkaian Listrik Panel harus dilengkapi dengan gambar single line diagram beserta kode label untuk incoming dan out going-nya. PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan Air Bersih Pengadaan dan pemasangan secara sempurna unit-unit peralatan utama yang diperlukan dalam sistem penyediaan air bersih berupa pompa-pompa beserta perlengkapannya. rating ampere serta ampere trip dari circuit breaker tersebut.1. 3. 4. Pengadaan dan pemasangan perlengkapan yang diperlukan dalam sistem pembuangan air kotor. . Warna merah untuk phasa T Lampu-lampu indikator harus diproteksi dengan mini fuse. Pemasangan komponen-komponen tersebut harus rapi dan kokoh sehingga mampu menahan elektro mechanical force akibat arus singkat hubung singkat terbesar yang mungkin terjadi. Indikator/Electrical Auxilliaries Lampu indikator yang digunakan adalah : 1. Semua circuit breaker harus diidentifikasi dengan jelas. 4. VI.

8. Bila Pengawas mengatakan tidak baik. Bila kualitasnya diragukan barang-barang itu akan dikirim ke kantor penyelidikan yang berwewenang atas biaya Pemborong. dan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang setempat sesuai dengan domisili Pemborong tersebut. Kontraktor wajib memiliki pas instalatur yang masih berlaku. pemasangan.2. . Pemborong harus menyerahkan gambar-gambar pelaksanaan (as built drawings) yang meliputi denah instalasi terpasang. F. Pemborong wajib mengirimkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan atau brosur-brosurnya kepada Pengawas. Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh tenaga terampil di bidangnya agar dapat memberi hasil yang terbaik dan rapi. serta kualitas barang sesuai dengan spesifikasi. Gambar-gambar Kerja. Gambar dibuat dari kertas kalkir. Pemborong harus memberi tanda-tanda dengan pensil/tinta merah pada set gambar atau semua perubahan.1. dalam waktu 3 hari. selama pekerjaan instalasi ini. Gambar-gambar kerja untuk seluruh pekerjaan harus selalu berada di lapangan termasuk semua perubahan serta usulan dan lain sebagainya.9. PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS UMUM Waktu Pelaksanaan.2. Seluruh biaya yang timbul akibat penggantian material dan peralatan tersebut di atas menjadi tanggungan Pemborong. Semua bagian tersebut di atas walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara spesifik harus disesuaikan dan dipasang oleh Pemborong. Material. F. F. dalam waktu tidak lebih dari satu minggu setelah ditanda tangani berita acara penerimaan barang. Pemborong harus memberikan surat pernyataan yang membuktikan bahwa semua tukang yang melaksanakan pekerjaan telah memiliki pengalaman dan kecakapan yang diperlukan. Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi harus diganti dengan yang sesuai.3. atau penambahan pada instalasi tersebut. Pengamanan.2. dan pemeliharaan diselaraskan dengan tahaptahap pembangunan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Gambar-gambar Perancangan. penghapusan. F. Gambar-gambar perancangan ini tidak dimaksudkan untuk menunjukkan semua pipa. Untuk pelaksanaan khusus. Pemborong harus menjamin seluruh unit peralatan yang didatangkan adalah baru bebas dari unsurunsur rusak dan tidak layak. Tenaga Pelaksana.4.2. Bila ada suatu bagian pekerjaan atau peralatan yang diperlukan agar instalasi bisa bekerja dengan baik. Bahan dan peralatan yang hilang atau rusak harus F. F. dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perancangan atau spesifikasi perancangan saja. Pemborong harus tetap melaksanakan tanpa ada biaya tambahan. Gambar-gambar dan spesifikasi perancangan ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. barang tersebut harus sudah diangkut ke luar lapangan oleh Pemborong. Lamanya waktu pelaksanaan pengadaan. bila diperlukan agar instalasi ini lengkap dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan pelaksanaan yang wajar. Gambar Pelaksanaan.2. F.2.F. F. dan mengikuti Pedoman Plumbing Indonesia 1979. Pelaksanaan pemasangan harus memenuhi syarat-syarat yang umum berlaku di Indonesia.2.5. Pemborong harus membuat gambar inslatasi detail (shop drawings) untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan.2.2.6. detail pemasangan seluruh instalasi di atas.2. fitting. Gambar-gambar dan Spesifikasi. Pemborong bertanggung jawab atas pencegahan/pengamanan semua bahan dan peralatan untuk pekerjaan instalasi ini dari pencurian atau kerusakan.7. Contoh-contoh Bahan. F.2. katup-katup. serta fixtures secara terperinci.

biaya pengetesan serta alat-alat yang diperlukan menjadi tanggung jawab Pemborong. a. F.05 mm 4. Jaringan air bersih menggunakan pipa PVC Type AW dengan diameter ¾” merk Wavin atau Maspion dan harus memenuhi persyaratan BS 1387-1967 atau standar-standar lain yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. Peraturan-peraturan/Persyaratan Selama pelaksanaan pekerjaan ini.30 mm 10. Sistem Air Bersih. 2. dan PUBB 1969. Pengujian a. mingguan.30 mm 3. Bila Pemilik menginginkan pengujian lain di samping cara di atas. b. b. PBI-NO-2/1971 dan dengan Peraturan-peraturan Beton yang berlaku saat ini.15 – 4. Pembuangan Air Kotor.2. b. Peraturan-peraturan yang dimaksud adalah : a. e. Koordinasi. maka Kontraktor harus melakukannya tanpa tambahan biaya.11.F. interior. maspion. Peraturan Beton Indonesia PBI-NI-1/1955. c. Peraturan Perubahan Indonesia tentang penggunaan tenaga kerja harian.10. Penjelasan persyaratan teknis khusus untuk pekerjaan instalasi air bersih dan air kotor. Pedoman Peraturan Plumbing Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Teknik Penyehatan. Sebelum dipasang fixtures seluruh jaringan harus diuji dengan tekanan 8 kg/cm² untuk pipa sanitary. d. 1. diganti oleh Pemborong tanpa tambahan biaya. Sistem ini harus dapat menahan air isian tersebut minimum satu jam. tata cara pelaksanaan dan petunjuk-petunjuk lain yang berkenaan dengan semua peraturan pembangunan yang sah di Indonesia harus betul-betul ditaati. dan 12 kg/cm². dan borongan. dan „vent stack‟ digunakan PVC merk Wavin. elektrikal. . dan sebagainya sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan pada pemasangan dapat diperkecil atau dihilangkan. Peraturan Perusahaan Air Minum Negara tentang Instalasi Air. yang berita acaranya akan dibuat setelah hasilnya diterima dan memenuhi syarat.40 mm 8. Pipa PVC yang dipakai berkategori kelas AZ (8 kg/cm²) JIS K 6742. Dalam pelaksanaan pekerjaannya.2. Untuk pipa air kotor. Seluruh sistem harus mempunyai lubang-lubang yang dapat ditutup plug agar dapat diisi air sampai dengan lubang vent tertinggi. Pemeriksaan Umum untuk Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan NI-3 (PUBB) 1956. air bangunan. Departemen Pekerjaan Umum. NI-3 1963. Material/Bahan-bahan yang Dipakai. atau dengan pengujian hidrostatik 4 kg/cm² untuk pipa cabang dan 6 kg/cm² untuk pipa induk. Direktorat Jenderal Cipta Karya. Pemborong instalasi ini diwajibkan mengadakan koordinasi dengan pemborong-pemborong pekerjaan struktur. Kontraktor dianggap telah cukup mengetahui akan isi dan maksud semua peraturan dan syarat-syarat tersebut di atas. Pengetesan pipa harus disaksikan Pengawas.50 – 5. bulanan. dan selama waktu itu airnya tidak boleh turun lebih dari 10 cm.40 mm 6. Tebal dindingnya tidak boleh kurang dari ukuran berikut : TYPE D Diameter dalam  50 s/d 75 mm  100 s/d 125 mm  150 mm  200 mm  250 mm Tebal dinding minimum 3.

 Kedalaman galian pipa dalam tanah  4” ke bawah harus dibuat 60 cm. Pelaksanaan pekerjaan harus rapi. a. closet jongkok menggunakan produk Toto. e. warna ditentukan kemudian. kedudukan komponen seperti fixtures. dengan tanah bekas galian. semua kotoran harus dibuang dari lubang galian yang kemudian ditimbun kembali baik-baik dengan pasir urug. Sambungan dari bahan yang sama dan diikat dengan lem/selvent cement bagi penyambungan pipa induk juga bisa digunakan pengelasan bila diperlukan pada kondisi-kondisi tertentu. dan 80 – 100 cm untuk  5” ke atas.4. Wasser atau American Standard. Pipa-pipa dalam Tanah. c. aer. dan setelah diperiksa oleh Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan yang ditunjuk. menggunakan produk San-ei. . d. Kontraktor bertanggung jawab melengkapi semua komponen yang diperlukan untuk seluruh jaringan instalasi disini. Wasser. atau dengan bahan yang ditentukan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata hingga seluruh panjang pipa tertumpu dengan baik.  Setelah pipa pada lubang galian. sehingga tidak mengganggu dinding porselin dan sebagainya. Onda. atau digunakan ketentuan-ketentuan persyaratan minimal menurut buku petunjuk dalamnya galian. Pipa air bersih tidak boleh diletakkan pada lubang yang sama dengan dengan pipa air buangan. Wastafel.  Ukuran dalamnya galian adalah jarak yang dihitung dari as pipa sampai permukaan jalan/tanah asli. Sistem Penyambungan Pipa. b. Sistem Pemipaan. Kran di bak mandi. Untuk pipa PVC sambungan lem harus memakai lem berkualitas tinggi merk Wavin. urinoir. urinoir. wastafel. fitting dan sebagainya juga harus kuat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful