SPESIFIKASI TEKNIS DAN METODE PELAKSANAAN

A. URAIAN TEKNIS UMUM I. LINGKUP PEKERJAAN

I.1. Nama kegiatan : Pembangunan/Rehabilitasi Fasilitas Gedung Pemerintahan
I.2. Nama pekerjaan : Renovasi Gedung Kantor Kelurahan Sememi II. JENIS DAN MUTU BAHAN II.1. Kecuali ditetapkan lain secara khusus, maka semua bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus menggunakan bahan yang baru. II.2. Tanda pengenal. 1. Apabila pabrik/produsen bahan mengeluarkan tanda pengenal untuk produk/bahan yang dihasilkannya, baik berupa cap merk dagang atau sebagai pengenal kualitas/kelas/kapasitas maka semua bahan dari pabrik/produsen bersangkutan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus mengandung tanda pengenal tersebut. 2. Khusus untuk bahan pekerjaan instalasi (daya, penerangan, komunikasi, alarm, plumbing dan lain-lain) kecuali ditetapkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, bahan sejenis dengan fungsi yang berbeda harus diberi tanda pengenal yang berbeda pula. Tanda pengenal ini dapat berupa warna atau tanda lain yang harus sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku. Dalam hal ini harus dilaksanakan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. II.3. Merk Dagang Dan Kesetaraan. 1. Secara umum penggunaan Bahan/Produk harus mempunyai kualitas penampilan yang setara dengan bahan/produk yang memakai Merk Dagang yang disebutkan dan dapat diterima apabila sebelumnya telah diperoleh persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan atas ijin dari Pemberi Tugas tentang kesetaraan tersebut. 2. Penggunaan Bahan/Produk yang disetujui harus sesuai dengan salah satu merk yang disebutkan dalam spesifikasi bahan atau merk lain yang telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan tidak dianggap sebagai perubahan Pekerjaan dan karenanya tidak akan ada perubahan harga. II.4. Penggantian (Substitusi). 1. Atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, Kontraktor dapat menggantikan sesuatu bahan/produk dengan sesuatu Bahan/Produk lain yang berbeda dari produk yang disyaratkan dan setaranya. 2. Apabila akibat penggantian bahan/produk terjadi perhitungan harga kurang/lebih maka akan diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah/kurang. II.5. Persetujuan Bahan. 1. Untuk menghindarkan penolakan bahan dilapangan dianjurkan dengan sangat agar sebelum sesuatu Bahan/Produk yang akan dibeli/dipesan/diprodusir, terlebih dulu dimintakan Persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan atas kesesuaian dari Bahan/Produk tersebut dengan Persyaratan Teknis, Guna diberikan persetujuan dalam bentuk tertulis yang dilampirkan pada contoh/Brosur dari Bahan/Produk yang bersangkutan untuk diserahkan pada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dilapangan.

2. Penolakan bahan dilapangan karena diabaikannya prosedur diatas sepenuhnya merupakan tanggung jawab Kontraktor tanpa pertimbangan keringanan apapun. 3. Adanya persetujuan tertulis dengan disertai Contoh/Brosur seperti tersebut diatas tidak melepaskan tanggung jawab Kontraktor dari kewajibannya untuk mengadakan Bahan/Produk yang sesuai dengan persyaratannya, serta tidak merupakan jaminan akan diterima/disetujuinya seluruh Bahan/Produk tersebut dilapangan, sejauh tidak dapat dibuktikan bahwa seluruh Bahan/Produk tersebut adalah sesuai dengan Contoh/Brosur yang telah disetujui. II.6. Contoh Pada waktu memintakan persetujuan atas Bahan/Produk kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus diserahkan Contoh dari Bahan/Produk tersebut, dengan ketentuan sebagai berikut 1. Jumlah Contoh : a. Untuk Bahan/Produk yang tidak dapat diberikan sesuatu Sertifikat Pengujian yang dapat disetujui/diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sehingga perlu untuk diadakan Pengujian, maka kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus diserahkan sejumlah Bahan/Produk sesuai persyaratan yang ditetapkan dalam Standar Prosedur Pengujian, untuk dijadikan Benda Uji guna diserahkan kepada lembaga Penguji yang ditunjuk oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. b. Untuk Bahan/Produk yang mempunyai Sertifikat Pengujian, maka harus diserahkan 2 (dua) buah contoh, yang masing-masing disertai dengan salinan Sertifikat Pengujian yang bersangkutan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Contoh yang disetujui : a. Contoh yang diserahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan telah memperoleh persetujuan, harus dibuat suatu keterangan tertulis mengenai persetujuannya serta dipasang tanda pengenal persetujuannya pada 2 (dua) buah contoh, yang semuanya akan dipegang oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bila dikehendaki Kontraktor dapat memintakan sejumlah set tambahan dari contoh berikut Tanda Pengenal Persetujuan dan surat keterangan persetujuan untuk kepentingan dokumentasi Kontraktor. b. Pada waktu Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sudah tidak lagi membutuhkan contoh yang disetujui tersebut untuk pemeriksaan Bahan/Produk bagi pekerjaan, maka Kontraktor berhak meminta kembali Contoh tersebut untuk dipasang pada pekerjaan. 3. Waktu Persetujuan Contoh a. Merupakan tanggung jawab dari Kontraktor untuk mengajukan Contoh pada waktunya, sehingga Pemberian persetujuan atas Contoh tersebut tidak akan menyebabkan keterlambatan pada Jadwal Pengadaan Bahan (paling akhir 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum mendapat persetujuan bahan). b. Untuk Bahan/Produk yang persyaratannya tidak dikaitkan dengan kesetaraan pada sesuatu Merk Dagang tertentu, keputusan atas Contoh akan diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam waktu tidak lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja. Persetujuan yang akan melibatkan keputusan tambahan diluar Persyaratan Teknis (seperti penentuan Model, warna dll), maka keseluruhan keputusan akan diberikan dalam waktu tidak lebih dari 21 (dua puluh satu) hari kerja. c. Untuk Bahan/Produk yang masih harus dibuktikan kesetaraannya dengan sesuatu Merk Dagang yang disebutkan, keputusan atas Contoh akan diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam waktu 21 (dua puluh satu) hari kerja sejak dilengkapinya pembuktian kesetaraan.

d. Untuk bahan/Produk yang bersifat Pengganti (substitusi), keputusan Persetujuan akan diberikan oleh Direksi Pekerjaan dalam jangka waktu 21 (dua puluh satu) hari sejak diterimanya seluruh bahan-bahan pertimbangan secara lengkap. e. Untuk Bahan/Produk yang bersifat Peralatan/Perlengkapan ataupun Produk lain yang karena sifat/jumlah/harga pengadaannya tidak memungkinkan untuk diberikan Contoh dalam bentuk Bahan/Produk jadi, maka permintaan Persetujuan bisa diajukan berdasarkan Brosur dari Produk tersebut, dengan dilengkapi :   Spesifikasi Teknis lengkap yang dikeluarkan oleh Pabrik/Produsen. Surat-surat seperlunya dari Agen/Importir sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan antara lain Surat keagenan Surat Jaminan Suku Cadang dan Jasa Purna Penjualan (After Sales service) dan lain-lain. Katalog untuk warna, Pekerjaan Penyelesaian (Finishing) dan lain-lain.

 

Sertifikat-sertifikat Pengujian/Penetapan Kelas serta dokumen-dokumen lain sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. f. Apabila setelah melewati waktu yang ditetapkan diatas, keputusan atas contoh dari Bahan/Produk yang diajukan belum diperoleh tanpa Pemberitahuan tertulis apapun dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, maka dianggap bahwa contoh yang diajukan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. g. Penyimpanan Bahan.  Persetujuan atas sesuatu Bahan/Produk harus dimengerti sebagai perijinan untuk memasukkan Bahan/Produk tersebut ke dalam lapangan serta pemeriksaan keadaannya pada saat persetujuan diberikan. Bahan/produk yang telah dimasukkan ke lapangan harus segera disimpan dengan cara yang betul dan baik, sesuai ketentuan untuk masing-masing Bahan/Produk yang telah ditetapkan serta sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan apabila tidak diisyaratkan pabrik. Kontraktor yang akan memakai Bahan/Produk tersebut harus bertanggung jawab selama dalam penyimpanan, Bahan/Produk tersebut tetap berada dalam kondisi layak untuk dipakai. Apabila selama waktu itu ternyata bahwa Bahan/Produk menjadi tidak layak untuk dipakai dalam pekerjaan, maka Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak untuk memerintahkan agar Bahan/Produk tersebut harus segera dikeluarkan dari lapangan untuk diganti dengan yang memenuhi persyaratan.

III.

URAIAN PEKERJAAN III.1. Informasi Site 1. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor harus benar-benar memahami kondisi/pelaksanaan pekerjaan dan harus sudah memperhitungkan segala permasalahan yang dihadapi. 2. Kontraktor harus memperhatikan secara khusus mengenai pengaturan lokasi tempat bekerja, penempatan material, pengamanan dan kelangsungan operasi selama pekerjaan berlangsung. 3. Kontraktor harus mempelajari dengan seksama seluruh bagian gambar, persyaratan teknis dan agenda-agenda dalam dokumen lelang, guna penyesuaian dengan kondisi lapangan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan benar. III.2. Penyediaan Pemborong harus menyediakan semua keperluan guna pelaksanaan pekerjaan yang sempurna dan efisien dengan urutan yang teratur, termasuk sarana bantu seperti alat-alat penarik dan pengangkat, andang-andang dan sebagainya.

80 t Listrik 3 . 13. diubah. Kuantitas dan Kualitas Pekerjaan.1 sebagai persyaratan untuk pelaksana. Dalam daftar dibawah ini tercantum peralatan yang dimaksud dalam ayat 3. 4.04 m3 JUMLAH 400 m2 1 buah 2 buah 4 unit III.1/4/m3 2. Semua peralatan yang rusak harus diperbaiki di luar lokasi proyek atau dikoordinasikan dengan Pengguna Jasa. 2. Disamping alat-alat yang diperlukan seperti tersebut diatas.5 . Bila pekerjaan sudah selesai. apa yang tertera dalam uraian dan syarat-syarat atau gambar dalam kontrak itu bagaimanapun tidak boleh ditolak. 5. 11.0. Peralatan yang digunakan harus baik dan bisa beroperasi dengan lancar. 1. 10. 7 8. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak memerintahkan untuk menambah peralatan yang tidak sesuai/tidak memenuhi persyaratan. 9. 4. Kontraktor harus menjaga ketertiban dan kelancaran perjalanan alat-alat berat.3. 3. 5. Kuantitas dan kualitas pekerjaan yang termasuk pada harga kontrak harus dianggap seperti yang tertera di gambar-gambar kontrak atau tercantum di uraian dan syarat-syarat. DAFTAR ALAT KERJA LAPANGAN NO.5 HP 0. 6. Kontraktor diwajibkan untuk segera menyingkirkan alat-alat tersebut dan memperbaiki semua kerusakan yang diakibatkannya serta membersihkan bekasbekasnya.5" & 1. 12.03-0. . Kontraktor harus menyiapkan tendatenda untuk para pekerja waktu hujan. NAMA ALAT Perancah (scafolding) Molen Beton Vibrator Kereta angkut beton Pesawat ukur a. Bak Ukur 6.5 1/det Listrik Listrik 1 buah 2 buah secukupnya 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit SPESIFIKASI TEKNIS Baja Kap 1/8 m3. atau dipengaruhi penerapan atau interprestasi dari apa yang tercantum dalam syarat-syarat ini. Theodolith / Waterpass c. 3. Tetapi kecuali yang disebut di atas. Yang melalui jalan umum agar tidak mengganggu lalu lintas. 1.1.5" kap 0. Lampu-lampu penerangan pekerja lembur Stamper/Compactor Pemotong Besi Mesin Las Pompa Air Jaring Pengaman Mesin potong granit / keramik Bor listrik Setaraf Top Con Setaraf Top Con 80 w – 500 w 0. 2.

semua bahan/barang bagi pelaksanaan harus sesuai dengan RKS dan Berita Acara Aanwijzing. dan harus tersedia bila Pemberi tugas atau wakilnya sewaktu-waktu memerlukan. Kekeliruan pada uraian pekerjaan atau kuantitas atau pengurangan bagian-bagian dari gambar. IV. Rekanan tidak boleh mengubah/menambah tanpa ijin tertulis dari Konsultan Pengawas. Dan apabila dalam jangka waktu tersebut Kontraktor tidak mengajukan keberatan maka dianggap telah menyetujui dan menerima perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi Tugas untuk dilaksanakan. IV. atau digunakan untuk maksud-maksud lain. Petunjuk dan Instruksi.4. 2. Harga kontrak tidak boleh disesuaikan atau diubah secara bagaimanapun selain menuruti ketetapan-ketetapan yang tepat dari syarat-syarat ini. Gambar-gambar Tambahan.1. Barang/bahan yang ditawarkan dalam harga satuan pekerjaan dan harga satuan bahan/upah adalah mengikat. berita acara aanwijzing dan time schedule dalam keadaan baik selama masa pelaksanaan pekerjaan. Untuk semua gambar yang belum ada pada gambar kerja dan gambar perubahan di lapangan baik penyimpangan atas perintah Konsultan Pengawas atau tidak. .2. uraian dan syarat-syarat tidak boleh membatalkan kontrak ini tetapi hendaknya diperbaiki dan dianggap suatu perubahan yang dikehendaki Pemberi tugas. detail konstruksi. Gambar-gambar di Tempat Pekerjaan.5. 3. As Built Drawing (Gambar sebagaimana dilaksanakan). Semua petunjuk dan instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi Tugas yang dikeluarkan secara tertulis harus dilaksanakan secara baik oleh Kontraktor. Selama pembangunan. gambar-gambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap tiga dan semua biaya pembuatannya ditanggung Pemborong. rekanan harus menawarkan harga-harga tersebut sesuai RKS dan Berita Acara Aanwijzing. Rekanan harus menyimpan di lokasi pekerjaan satu set gambar kontrak lengkap termasuk rencana kerja dan syarat-syarat. IV. 3. IV. GAMBAR-GAMBAR PEKERJAAN IV. Pemborong harus membuat gambar detail penjelasan (shop drawings) yang diperiksa/disahkan oleh Konsultan Pengawas. 1. Apabila Kontraktor tidak dapat menerima atau menyetujui pendapat atau perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi tugas. Semua gambar tersebut tidak boleh diberikan kepada pihak lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan ini. dan taat kepada pasal-pasal dari syaratsyarat ini. Contoh Barang. harus mengajukan keberatan secara tertulis dalam waktu 3 (tiga) kali 24 (dua puluh empat) jam. Kontraktor harus membuat “as built drawing” yang jelas. Gambar-gambar tersebut menjadi milik Pemimpin Proyek.2. Contoh barang/bahan yang ditawarkan tidak bisa dipergunakan bila belum mendapat persetujuan Konsultan Pengawas secara tertulis. Bila Konsultan Pengawas menganggap perlu.3.4. III. Semua kekeliruan baik mengenai hitungan atau bukan perhitungan harga kontrak harus dianggap telah diterima oleh kedua belah pihak yang bersangkutan. Gambar-gambar rencana pekerjaan yang meliputi bestek. situasi dan sebagainya yang telah dibuat perancang telah disampaikan kepada rekanan bersama dokumen lainnya. IV.

5. Kontraktor harus memasukkan kembali perbaikan atas ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve apabila Direksi Pekerjaan meminta diadakannya perbaikan / penyempurnaan atas ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve tersebut. semua pihak harus segera mengadakan langkah-langkah penanggulangannya. maka RKS atau RAB yang diikuti. Kontraktor wajib menyerahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan suatu Rencana Mingguan yang berisi Rencana Pelaksanaan dari berbagai Bagian Pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam Mingguan berikutnya. VI.3. maka rekanan wajib bertanya kepada Konsultan Pengawas secara tertulis.2. VI.1. Bila pada gambar terdapat perbedaan antara skala dan ukuran maka ukuran dengan angka dalam gambar yang diikuti. Rencana Mingguan dan Bulanan 1. dan harus disahkan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan Pimpinan Proyek. jumlah serta bahan-bahan yang diperlukan.2. waktu yang direncanakan yang disesuaikan dengan jangka waktu yang ditetapkan dalam kontrak. dimana gambar belum cukup memberikan petunjuk mengenai cara untuk mencapai keadaan terlaksana. Pada saat akan dimulai pelaksanaan di lapangan. Kontraktor wajib untuk mempersiapkan Gambar Kerja yang terperinci yang akan memperlihatkan Cara Pelaksanaan tsb. Rencana Pelaksanaan 1. Kontraktor tidak dibenarkan memulai sesuatu pelaksanaan pekerjaan sebelum adanya persetujuan dari Direksi Pekerjaan atas Rencana kerja tersebut. VI. Bila rekanan meragukan perbedaan antara gambar-gambar yang ada dengan RKS. V. Gambar Kerja harus diajukan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya dalam rangkap 3 (tiga) yaitu untuk Direksi. baik tentang mutu bahan maupun konstruksi.V. rekanan harus meneliti kembali semua dokumen yang ada untuk disesuaikan dengan Berita Acara Rapat Penjelasan (Aanwijzing).3. V.1. V. PELAKSANAAN VI. konsultan pengawas dan kontraktor sendiri. 3. Bila terdapat perbedaan antara gambar rencana dan gambar detail maka gambar detail yang diikuti. 2. Format dari Gambar Kerja harus sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.6. Bila terdapat perbedaan ukuran.4. paling lambat 4 (empat) hari sebelum dimulainya waktu pelaksanaan. Sebelum melaksanakan pekerjaan. PENJELASAN RKS DAN GAMBAR V. Bila terdapat/terlihat ada hambatan. 1. 3. Untuk bagian-bagian pekerjaan. Selambat-lambatnya pada setiap hari Sabtu selama proses pelaksanaan pekerjaan berlangsung. „Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve tersebut harus selalu berada di lokasi pekerjaan agar perkembangan hasil pekerjaan di lapangan bisa diikuti dan diberi tanda garis tinta merah. . atau setelah menerima SPK dari Pemimpin Proyek. V. yang berisi tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan. Kekeliruan pelaksanaan akibat kelalaian hal-hal diatas menjadi tanggung jawab Kontraktor. 2. V. 4. Gambar Kerja. rekanan harus segera mengadakan persiapan termasuk pembuatan jadwal pelaksanaan berupa ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atua setidaknya berupa “S” Curve selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkan SPK.

. Selambat-lambatnya pada minggu terakhir dari setiap bulan. Kontraktor harus memperhitungkan biaya pembuatan dokumentasi serta pengirimannya ke pihak Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan ke pihak lain yang memerlukan. balok dan plat) .Pada saat pemasangan dan selesainya pekerjaan lantai . . atau pada hari-hari libur nasional. KUASA PEMBORONG DI LAPANGAN VII. cakap diberi kuasa. kolom. sloof. 1. VII.2. dan selalu berada di tempat pekerjaan.Sebelum pekerjaan dimulai. penuh tanggung jawab. . 1.Pada saat pelaksanaan konstruksi atap (erection) dan pemasangan atap. di samping itu Pemborong harus membuat susunan organisasi kerja di lapangan sesuai dengan bidang keahlian serta pekerjaan yang ada. Pengawasan dan Prosedur Pelaksanaan. Untuk memulai suatu Bagian Pekerjaan yang baru Kontraktor diwajibkan untuk menyampaikan Pemberitahuan kepada Direksi Pekerjaan mengenai hal tersebut paling lambat 2 x 24 jam sebelumnya. Kelalaian Kontraktor untuk menyusun dan menyerahkan Rencana Mingguan maupun Bulanan dinilai sama dengan kelalaian dalam melaksanakan Perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam Melaksanakan Pekerjaan. Ia harus bertanggung jawab sepenuhnya bagi semua alat konstruksi. VII. . Ketentuan jam kerja.4. Pemborong harus mengawasi dan memimpin pekerjaan dengan menggunakan kecakapan dan perhatian penuh. Jika Kontraktor menghendaki. Sebagai pemimpin sehari-hari pelaksanaan pekerjaan. maka Kontraktor diharuskan mengajukan ijin sebelumnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan secara tertulis dalam waktu sekurang-kurangnya 24 jam. VI. Yang dimaksud dokumentasi dalam pekerjaan ini adalah : Foto-foto hasil pekerjaan berwarna ukuran post card dimasukkan dalam album. urutan dan prosedur koordinasi semua bagian yang ada di bawah kontrak. Dokumentasi 1. 3. VI. Foto-foto tersebut menggambarkan kemajuan proyek dan dibuat minimal peristiwa sebagai berikut : . 2. atau sebelum matahari terbit.1. Pegawai pemborong yang melaksanakan.Setelah dinding dan kusen terpasang.Pemasangan instalasi Mekanikal Elektrikal .Bangunan telah selesai 100% Setelah pekerjaan seluruhnya selesai dan siap untuk diserahkan pada penyerahan pertama. 4.5. cara-cara teknik.Pelaksanaan pekerjaan pondasi. Kontraktor wajib menyerahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan suatu Rencana Bulanan yang menggambarkan dalam garis besarnya. Pemborong harus dapat menyerahkan kepada seorang Pelaksana yang ahli pada bidangnya. Jam kerja Kontraktor adalah jam kerja menurut kebiasaan setempat (6 hari seminggu) 2. . atau setelah matahari terbenam.2.Pada saat pengurugan lahan . . diluar ketentuan waktu jam kerja menurut kebiasaan setempat.Pada saat penulangan dan pengecoran beton (pondasi.Pada saat pengerjaan poer .Pada saat pemasangan dan selesainya pekerjaan plafon. berbagai Rencana Pelaksanaan dari berbagai Bagian Pekerjaan yang direncanakan untuk dilaksanakan dalam bulan berikutnya.

Semua biaya pemasangan kembali dan perbaikan kerusakan menjadi tanggung jawab Pemborong. 3. jalan kecil. . Rekanan juga bertanggung jawab atas gangguan. Terhadap Milik Umum.2. dan sebagainya bagi seluruh pekerjaan termasuk bahan-bahan yang dilaksanakan oleh pekerja-pekerja dan menjaga agar pekerjaan bebas dari air hujan dengan melindungi memakai tutup yang layak. air minum. ordonasi Pemerintah pusat dan lokal.3. dan hak pemakai jalan bersih dari bahan bangunan dan sebagainya dan memelihara kelancaran lalu lintas.4. IX. baik bagi kendaraan maupun pejalan kaki selama kontrak berlangsung. Pemborong harus membatasi daerah operasinya di sekitar tapak dan harus mencegah para pekerjanya melanggar wilayah orang lain yang berdekatan. Pelaksana harus mempelajari dan memahami semua isi gambar. Ia harus menjaga perlengkapan dan bahan-bahan dari semua kemungkinan kerusakan. IX. Menyimpang dari hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemborong untuk membetulkan dan melaksanakan sesuai gambar dan bestek. rekanan wajib memberikan alamat tetap yang jelas dengan nomor telepon kepada Pimpinan Proyek. Perubahan konstruksi maupun bahan-bahan bangunan dapat dilaksanakan bila ada ijin tertulis dari Pimpinan Proyek berdasarkan rapat Direksi. IX. dan fasilitas-fasilitas kesejahteraan. Terhadap Bangunan yang Ada. untuk memudahkan komunikasi demi kelancaran jalannya pelaksanaan pekerjaan. Selama pelaksanaan pekerjaan. dan sebagainya yang disebabkan oleh kegiatan Pemborong. tata tertib. Pemborong harus menjaga agar jalanan umum.5. perlengkapan instalasi yang ada hingga kontrak selesai dan diterima baik oleh Pemimpin proyek. kehilangan. Pemborong bertanggung jawab penuh atas semua kerusakan utilitas. 4. Keamanan dan Kesejahteraan. Rekanan juga wajib memenuhi semua persyaratan. Sebagai penanggung jawab di lapangan pekerjaan. jalan. dan penengah (arbirator) dan dimanapun pekerjaan atau bagian pekerjaan atau bagian pekerjaan berada. TEMPAT TINGGAL (DOMISILI) Apapun kebangsaan kontraktor. atau menimba seperti apa yang dikehendaki atau yang diinstruksikan. IX. Terhadap Wilayah Orang Lain. bestek dan Berita Acara Aanwijzing sehingga tidak terjadi kesalahan-kesalahan baik konstruksi maupun kualitas bahan yang harus dilaksanakan. pengalaman.2.1. Pengawas berhak menolak penunjukan Pelaksana oleh Pemborong didasarkan pendidikan. undang-undang Republik Indonesia adalah undang-undang yang melindungi kontrak ini. saluran pembuangan dan sebagainya dan kerusakan-kerusakan sejenis yang disebabkan operasi Pemborong dalam arti yang luas. dan kecakapan. sub kontraktor. PENJAGAAN KEAMANAN LAPANGAN PEKERJAAN IX. listrik. IX. Dalam hal ini Pemborong harus segera menempatkan Pelaksana lain dengan persetujuan Pengawas. termasuk bahan-bahan bangunan. memompa. Pemborong bertanggung jawab atas keamanan seluruh pekerjaan. tingkah laku. kerusakan dan pemindahan yang terjadi atas fasilitas umum seperti saluran air. Keamanan terhadap Pekerjaan. sanitasi. Itu semua diperbaiki Pemborong hingga dapat diterima oleh Pemimpin Proyek. Pemborong wajib mengadakan semua yang diperlukan bagi para pekerja dan tamu seperti pertolongan pertama. VIII. leveransir. Selama masa pelaksanaan kontrak.

dan sebagainya.8. XI. XII.Pengesahan Pimpinan Proyek. .4.Kunjungan semua tamu yang berkaitan dengan proyek.2. Kejadian tersebut harus segera dilaporkan pada Jawatan Perburuan dan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Semua bahan/barang perlengkapan yang telah masuk dan diterima di tempat pekerjaan. Pemborong harus menyediakan/menyiapkan alat-alat. IX.Uraian kemajuan pekerjaan pada akhir bulan. Laporan kemajuan pekerjaan tersebut minimal mengenai semua keterangan yang berhubungan dengan kejadian selama satu bulan yang mencakup mengenai: . pengaduk beton. . pompa air.Kunjungan tamu-tamu lain.IX. XIII. . dan tidak memperkerjakan tenaga yang tidak sesuai atau tidak mempunyai keahlian dalam tugas yang diserahkan kepadanya. XI. IX.Keadaan cuaca. JAMINAN KESELAMATAN BURUH XI.7. . Dalam pelaksanaan proyek. Penentuan semua titik duga letak bangunan. . SYARAT-SYARAT CARA PEMERIKSAAN BAHAN BANGUNAN XIII. Air Minum dan Air untuk Pekerjaan.1. Di lokasi pekerjaan harus disediakan kotak obat-obatan untuk pertolongan pertama yang selalu tersedia setiap saat dan berada di Direksi keet. Rekanan harus selalu memegang teguh disiplin kerja.1. XI. .Jumlah semua tenaga kerja yang digunakan dalam bulan ini. Air untuk keperluan bangunan selama masa pelaksanaan bisa menggunakan/menyambung pipa air yang telah ada dengan meteran air tersendiri (guna perhitungan pembayaran) atau air sumur yang bersih/jernih dan tawar. Pemborong harus senantiasa menyediakan air minum yang cukup bersih ditempat pekerjaan untuk para pekerjanya. maupun datar (water pass) dan tegak lurusnya bangunan harus ditentukan dengan memakai alat ukur instrumen water pass atau theodolit. Kontraktor harus menjamin keselamatan kerja pekerja sesuai dengan yang ditentukan dalam Peraturan Perburuhan atau persyaratan yang diwajibkan untuk setiap bidang pekerjaan. mingguan dan bulanan tentang kemajuan pekerjaan. ALAT–ALAT PELAKSANAAN PENGUKURAN Selama masa pelaksanaan. XI. baik untuk sarana pekerjaan maupun yang diperlukan untuk memenuhi kualitas hasil pekerjaan antara lain derek.Kejadian khusus. X. Bila terjadi kecelakaan pada pekerja Pemborong saat pelaksanaan. dan di kelas yang disebabkan oleh pekerja rekanan. Kecelakaan. . Warung dan penjual lainnya yang melayani pekerja proyek harus berada di dalam pagar proyek.3.6. Bila kondisi air meragukan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. .Foto-foto ukuran kartu post sesuai petunjuk Direksi. harus diperiksakan pada laboratorium. Kontraktor harus segera mengambil tindakan yang perlu untuk keselamatan korban dengan biaya pengobatan dan lainlain menjadi tanggung jawab Pemborong. Apabila terjadi kehilangan di laboratorium. LAPORAN MINGGUAN DAN HARIAN Rekanan membuat laporan harian. kantor. maka hal itu menjadi beban dan tanggung jawab rekanan. . siku-siku bangunan. rekanan berkewajiban menjaga agar tidak mengganggu proses kegiatan di lingkungan sekitar lokasi Surabaya.

3. pemeriksaan berbagai bahan pekerjaan. melaksanakan secara keseluruhan atau dalam bagian-bagian menurut semua persyaratan teknis XV. maka semua pekerjaan akan diuji dengan cara dan Tolok Ukur Pengujian yang dipersyaratkan dan ditetapkan dalam Persyaratan Teknis 3. Apabila laporan telah disampaikan dan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan tidak mengambil langkah untuk menyelesaikan pemeriksaan tersebut dalam jangka waktu 2 (dua) hari kerja sejak laporan disampaikan. baik yang sudah maupun yang belum dimasukkan pekerjaan atau yang sudah dilaksanakan. Pengujian Hasil Pekerjaan 1. memberikan hak kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk memerintahkan pembongkaran kembali Bagian Pekerjaan yang menutupi tersebut. Semua Biaya Pengujian dalam jumlah seperti yang dipersyaratkan menjadi beban Kontraktor. sehingga secara visual menghalangi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk memeriksa Bagian Pekerjaan yang terdahulu. Dalam pengajuan penawaran. .1.2. Pemborong wajib sesuai dengan pekerjaan yang diterimanya menurut ketentuan pada pasal 2 ayat 3 dan gambar detail yang telah disahkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. atau mengatur untuk mengadakan pengujian bahan-bahan atau barang-barang. 2. 4. Pemborong tetap bertanggung jawab atas biayabiaya pengiriman yang tidak memenuhi syarat-syarat (penolakan bahan) yang dikehendaki. tidak melepaskan Kontraktor dari kewajibannya untuk melaksanakan seluruh pekerjaan sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan atau Kontrak Pekerjaan. sehingga Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berkesempatan secara wajar melakukan pemeriksaan pada bagian yang bersangkutan untuk dapat disetujui kelanjutan pekerjaannya. Kecuali dipersyaratkan lain. 2. Ongkos untuk pekerjaan dan sebagainya menjadi beban Pemborong untuk disesuaikan kontrak. Pemborong harus memperhitungkan semua biaya pengujian. XIII. XIV. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan boleh (tetapi tidak secara tak adil atau menyusahkan) mengeluarkan perintah yang menghendaki pemecatan siapa saja dari pekerjaan. PEKERJAAN TAMBAH DAN KURANG XV.XIII. Kelalaian Kontraktor untuk menyampaikan laporan diatas.3. Pemborong menjamin bahwa semua bahan bangunan dan perlengkapan yang disediakan menurut kontrak dalam keadaan baru dan bahwa semua pekerjaan akan berkualitas baik. Pemeriksaan dan Persetujuan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan terhadap suatu pekerjaan. 4. XIV. maka Kontraktor berhak melanjutkan Pelaksanaan Pekerjaan serta menganggap Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan telah menyetujui Bagian Pekerjaan yang ditutup tersebut. PEKERJAAN TIDAK BAIK XIV. 1. Semua pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar dapat ditolak. Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaanj berhak mengeluarkan instruksi agar Pemborong membongkar pekerjaan apa saja yang telah ditutup untuk diperiksa.4. Kecuali dipersyaratkan lain. maka Badan/Lembaga yang akan melakukan Pengujian dipilih atas persetujuan kedua pihak. Kontraktor wajib melaporkan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan mengenai rencananya untuk melaksanakan Bagian Pekerjaan yang pertama tersebut. Penutupan hasil Pelaksanaan Pekerjaan.2. XIII. guna pemeriksaan Pekerjaan yang terdahulu dengan resiko pembongkaran dan pemasangannya kembali menjadi tanggung jawab Kontraktor.1. Sebelum menutup suatu Bagian Pekerjaan dengan Bagian Pekerjaan yang lain.

2 (dua) set Dokumen Terlaksana. Dokumen Terlaksana.XV. Untuk peralatan / perlengkapan :  . Kontraktor wajib menyusun Dokumen Terlaksana yang terdiri dari :     2. Kontraktor wajib menyerahkan : 1. Spesifikasi Teknis dilaksanakannya. Perubahan Spesifikasi Teknis. XVI.2. PENYELESAIAN DAN PENYERAHAN XVI. XVI. walaupun satu dan lain hal tidak dicantumkan dengan jelas dalam gambar dan bestek. 3. Kontraktor tidak dibenarkan membuat/menyimpan salinan ataupun copy dari Dokumen Terlaksana tanpa izin dari Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. Kecuali dengan izin khusus dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan Pemberi Tugas. Dokumen Terlaksana ini harus diperiksa dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pada waktu Penyerahan Pekerjaan.3. Pekerjaan tambah dan kurang hanya dapat dikerjakan atas perintah atau persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pemborong selanjutnya wajib pula tanpa tambahan biaya mengerjakan segala sesuatu demi kesempurnaan pekerjaan atau memakai bahan yang tepat.2. jika tidak tercantum dalam daftar harga upah dan satuan pekerjaan. Terlaksana dari pekerjaan sebagaimana yang telah  Hasil tes material yang telah ditentukan Penyusunan Dokumen Terlaksana dikecualikan untuk pekerjaan tersebut dibawah ini:     Ornamental.1. Finishing Arsitektur. Dokumen Terlaksana ini harus dilengkapi dengan Daftar Instalasi/Peralatan/Perlengkapan yang mengidentifikasikan lokasi dari masing-masing barang tersebut. Pekerjaan Persiapan. 1. Laporan pelaksanaan Foto-foto dokumentasi dan. Selanjutnya perhitungan penambahan pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. Kontraktor harus membuat Dokumen Terlaksana hanya untuk diserahkan kepada Pemberi Tugas. Gambar-gambar Perlaksana (as build drawings). Pekerjaan tambah dan kurang yang dikerjakan tanpa ijin tertulis Konsultan Pengawas adalah tidak sah dan menjadi tanggung jawab Pemborong sepenuhnya. Pertamanan. Penyerahan. 2. Dokumen Terlaksana dapat disusun berdasarkan :     Dokumen Pelaksanaan. Perlengkapan dan Peralatan kerja. 4.  Khususnya untuk pekerjaan-pekerjaan dengan sistem jaringan bersaluran banyak yang secara operasional membutuhkan identifikasi yang bersifat lokatif. XV. untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. Pada penyelesaian dari setiap pekerjaan. Gambar Perubahan Pelaksanaan. Brosur Teknis yang telah diberi tanda pengenal khusus sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan.  Supply bahan.

Minimum 1 (satu) kunci duplikat. 6. Segala macam Surat Jaminan sesuai yang dipersyaratkan. 2 (dua) set Pedoman Operasi ("Operation Manual") dan Pedoman Pemeliharaan (Maintanance Manual). . Untuk berbagai macam kunci :   Semua kunci orsinil. Surat Fiskal Pajak dan lain-lain). 3. Surat pernyataan Pelunasan sesuai Petunjuk Direksi Pekerjaan. Dokumen-dokumen Resmi (seperti Surat Izin Tanda Pembayaran Cukai. 5.  Suku Cadang sesuai yang dipersyaratkan.  Dilakukan pewarnaan / penomoran pada kunci 4.

3. Hasil pengukuran harus dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan agar dapat ditentukan sebagai pedoman atau referensi dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar Rencana dan Persyaratan Teknis. 4.B. 2. Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk dimintakan keputusannya. 5. Letak dan jumlah patokan dasar ditentukan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. .1. 3. lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya (waterpas). 2. PEKERJAAAN PERSIAPAN PEKERJAAN PENDAHULUAN I. Tugu patokan dasar dibuat dari beton berpenampang sekurang-kurangnya 20 x 20 cm. Pengukuran sudut siku prisma atau benang secara azas segitiga phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. lebar 20 cm. Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggungan Kontraktor. dengan ukuran tebal 3 cm. Papan dasar pelaksanaan dipasang sejauh 100 cm dari sisi luar galian tanah pondasi. tidak bisa diubah. 2. letak pohon. 5. Kontraktor wajib membuat Shop Drawing dahulu sesuai keadaan lapangan. 4. Papan dasar pelaksanaan dipasang pada patok kayu semutu Meranti Merah ukuran (5/7 cm). 3. Kontraktor harus menyediakan Theodolith/waterpas beserta Petugas yang melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan oelh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan selama Pelaksanaan Proyek. 6. yang tertancap dalam tanah sehingga tidak bisa digerak gerakkan atau diubah-ubah. I. Papan dasar pelaksanaan/bouwplank dibuat dari kayu semutu Meranti atau spesies lain yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Papan Dasar Pelaksanaan (Bouwplank) 1. 7. Pengukuran tanah kembali 1. kecuali dikehendaki lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. diberi tanda yang jelas dan dijaga keutuhannya sampai ada instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk membongkarnya. 3. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat-alat waterpas/theodolith yang ketepatannya dapat dipertanggung-jawabkan. tertancap kuat kedalam tanah sedalam 1 meter dengan bagian yang menonjol diatas muka tanah sekurang-kurangnya setinggi 40 cm. I. Pada waktu pematokan (penentuan) peil dan setiap sudut-sudut tapak (perpindahan). Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian tanah. 5. 4. berjarak maksimum 1. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan tugu patokan dasar termasuk tanggungan Kontraktor.2.50 meter satu sama lain. Tinggi sisi atas papan patok ukur harus sama satu dengan lainnya. Tugu patokan dasar (Bench Mark) 1. Setelah selesai pemasangan papan dasar pelaksanaan Kontraktor harus melaporkan kepada I. Tugu patokan dasar dibuat permanen. letak batas-batas tanah dengan alat-alat yang sudah tertera kebenarannya.

Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan termasuk tanggungan Kontraktor. dan semua bangunan eksisting yang terganggu harus diperbaiki. ruang gambar. buku harian. I. Rekanan harus pula menyediakan ruangan untuk keperluan Pengawas dengan perlengkapan papan tulis. pemborong harus membuat “direksi keet” ukuran 32 m² atau disesuaikan kebutuhan dengan konstruksi yang disetujui oleh Pengawas Lapangan. 2. Kontraktor harus memperhitungkan biaya penyediaan air bersih guna keperluan air kerja. Penyediaan penerangan/Tenaga listrik berlangsung selama 24 jam penuh dalam sehari.5. ruang tamu. 6. kamar mandi/wc atau tempattempat lain yang dianggap perlu. Untuk kepentingan pelaksanaan pekerjaan selama proyek berlangsung. Direksi Keet Untuk pembangunan proyek ini. kebutuhan kantor Direksi Pekerjaan dan penerangan proyek pada malam hari sebagai keamanan selama proyek berlangsung.Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Kontraktor juga harus menyediakan Sumber Tenaga Listrik untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor harus bisa menempatkan petugas keamanan selama 24 jam penuh setiap hari yang dibagi dalam 3 gelombang waktu bekerja (shift). dapur kecil dan KM/WC. Semua „bouwkeet‟ perlengkapan rekanan Pemborong dan sebagainya. baik yang berasal dari PAM atau sumber lain. milik Pengawas/Direksi Pekerjaan. Sarana Air Kerja dan Penerangan 1.4. Pengadaan fasilitas penerangan termasuk instalasi dan armateur stop kontak serta sakelar / panel. Bangunan Sementara (Bouwkeet) Pemborong harus menyediakan dan mendirikan bangunan sementara untuk gudang penyimpanan dan perlindungan bahan bangunan dengan. Kontraktor harus bisa menjamin keamanan proyek baik untuk barang-barang Kontraktor. serta buku catatan harian pengawasan seperlunya. Keamanan Proyek 1.7. Untuk menjaga ketertiban maka para pekerja diharuskan menggunakan tanda pengenal pada bagian badan yang mudah terlihat oleh petugas keamanan yang sedang bertugas. dan harus melakukan pemeriksaan pengamanan setiap hari setelah selesai pekerjaan. pada waktu selesainya pekerjaan harus dibongkar dan harus disingkirkan dari tapak/lokasi. dan semua perijinan untuk pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor. Peralatan obat-obatan I. 4. air minum untuk pekerja dan air kamar mandi/WC selama berlangsungnya proyek. Bangunan tersebut berfungsi atau digunakan sebagai gudang. Pembongkaran bangunan sementara tersebut hanya dengan persetujuan Pimpinan Proyek atau Pengawas. Untuk perlengkapan Direksi. . 3. ruang rapat. Air yang dimaksud adalah air bersih. kantor pelaksana. Pengadaan penerangan dapat diperoleh dari sambungan PLN atau dengan Generator set. serta pengadaan dan pemasangan pipa distribusi air tersebut bagi keperluan pelaksanaan pekerjaan termasuk keperluan Kantor Direksi Pekerjaan. serta menjaga keutuhan bangunan-bangunan yang ada dari gangguan para pekerja ataupun kerusakan akibat pelaksanaan pekerjaan. 2. ruang pelaksana. ruang penjaga. Semua biaya menjadi beban Pemborong. meja dan kursi. I. 3. I. Pemborong harus menyediakan antara lain: 1.6.

sesuai kebutuhan dan kepentingan proyek.2. 2. Untuk melancarkan jalannya proyek maka Kontraktor diwajibkan menyediakan 1 kendaraan roda empat untuk keperluan transportasi Kontraktor dalam pengangkutan barang-barang kantor misalnya pengangkutan benda-benda uji dan lain-lain atau untuk persediaan apabila terjadi keperluan yang sangat mendadak. Alat Komunikasi dan Transportasi 12. yang lebarnya disesuaikan kebutuhan Pemborong.40 m dari muka tanah. Bagian luar pagar ditutup seng gelombang warna BJLS 40 yang dipasang vertikal dengan konstruksi rangka dan paku payung. Buku direksi untuk mencatat semua instruksi dari Direksi Pekerjaan 11. . Jalan masuk ke tempat pekerjaan yang telah ditentukan harus diadakan oleh rekanan bila diperlukan. 3. Pada daerah-daerah tertentu sesuai petunjuk Pengawas. diberi pintu untuk kepentingan proyek. Untuk perangkai tiang satu dengan lainnya. dengan biaya dibebankan pada Pemborong. Pemborong harus membuat/memasang pagar pengaman sebagai batas antara daerah proyek dan daerah umum. I.9. Perlengkapan kebutuhan KM/WC. 8. Tinggi kayu yang kelihatan minimal 2. 5. I. 4. I. wastafel. 2. sepatu. Peralatan keselamatan kerja : topi. Pagar kerja ini terbuat dengan konstruksi : 1. 3.11. 4. Barang-barang tersebut diatas tetap milik Kontraktor dan harus dikeluarkan dari lokasi proyek apabila bangunan telah selesai. 5. serta 1 kendaraan roda empat untuk keperluan transportasi Pengawas. Perabot meja dan kursi gambar. Sebelum melaksanakan pekerjaan apapun. Meja/rak untuk menyimpan barang-barang contoh. Pada tiap lantai bangunan dengan radius 50 m disediakan 1 unit tabung pemadam kebakaran demikian juga untuk Direksi Pekerjaan keet kantor Kontraktor dan gudang penyimpanan. 6. lampu-lampu. Helm Semua peralatan dalam Direksi Keet harus baru dan layak dipakai. dll. Sarana penerangan listrik. minyak dan gas dengan kapasitas 7 kg. Tiang kayu bulat (dolken) ditanam sedalam 60 cm dan dicor dengan campuran 1 pc : 3 ps pada setiap jarak 3 m. Pagar Pengaman Proyek. dapur kecil. digunakan 3 deret kayu meranti merah 5/7 yang dipasang horisontal sejajar atas. dll.10. Peralatan meja dan kursi untuk rapat. I. dll. Kebutuhan konsumsi sederhana untuk rapat lapangan/Direksi. 10. Untuk memudahkan komunikasi dengan pihak-pihak yang terkait Kontraktor wajib mengadakan alat komunikasi 13. Dan semua biaya dibebankan pada Pemborong. jaket.8. 7. Peralatan tulis dan papan tulis. Pemadam Kebakaran 1. bawah dan tengah. 14. Kontraktor diwajibkan untuk menyediakan konsumsi dalam pertemuan-pertemuan rutin atau tamu-tamu Pemberi Tugas yang mempunyai kepentingan dengan proyek dan semua biaya dibebankan pada Pemborong. Selama pelaksanaan pekerjaan Kontraktor harus menyiapkan alat pemadam kebakaran yang dapat digunakan untuk memadam api akibat listrik. 9.

12. air dan transportasi pelaksanaan agar dipersiapkan dengan baik dan berkoordinasi dengan pihak sekolah.13. terlindung dari pengaruh panas atau hujan yang dapat menghambat kelancaran pekerjaan. Sambungan listrik. I. I. . Kontraktor harus membuat los kerja dan bangunan untuk tempat istirahat dan tempat sholat bagi para pekerja.I.14. Los kerja merupakan bangunan yang cukup memadai untuk bekerja bagi tukang/pekerja yang mempunyai kondisi cukup baik. 2. maka rekanan (Pemborong) harus menyediakan sendiri. Bila pihak sekolah tidak dapat memenuhi. Pembuatan Los Kerja dan Tempat Istirahat 1. Pemborong harus menyediakan WC untuk pekerja maupun karyawannya.

Holcim atau Semen Tiga Roda atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan harus memenuhi NI-8. Pekerjaan ini meliputi kolom praktis. PEKERJAAN ARSITEKTUR I. lantai kerja dan semua pekerjaan beton yang bukan struktur. hingga kedua bahan tersebut dijamin menghasilkan perbandingan adukan beton yang tepat.2. U-39 untuk Ø > 12 mm. lumpur dan sebagainya. NI-5. Penyimpanan semen Portland harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban. Menyediakan tenaga kerja. Penampang besi harus bulat serta memenuhi persyaratan NI-2 (PBI 1988). A i r Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. 5. tidak berpori serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat PBI 1988. Pasir Beton Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-bahan organik. bebas dari air dengan lantai terangkat dari tanah dan ditumpukkan sesuai dengan syarat penumpukan semen. rabat beton.Peraturan-peraturan Beton Bertulang Indonesia 1988. 3. dan harus memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang dicantumkan dalam PBI 1988. 2.Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat . NI-8 .Peraturan-peraturan/standard setempat yang biasa dipakai . 2.alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan seperti dinyatakan dalam gambar. Bila dipandang perlu Kontraktor diwajibkan untuk memeriksa mutu besi beton ke laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor. bermutu baik.Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961.9 . asam. Semen Portland Memakai Semen Portland Merk Semen Gresik. bahan-bahan. I. seperti yang ditunjukkan pada gambar. Lingkup Pekerjaan 1. alkali dan bahan-bahan organik/bahan lain yang dapat merusak beton dan harus memenuhi NI-3 pasal 10. PEKERJAAN BETON NON STRUKTURAL I. Apabila dipandang perlu Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dapat minta kepada Kontraktor supaya air yang dipakai diperiksa di laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor. 4.1. peralatan dan alat. Persyaratan Bahan 1. Semen yang telah mengeras sebagian/seluruhnya tidak dibenarkan untuk digunakan. . Besi Beton Digunakan mutu U-24 untuk Ø < 12 mm. Pengendalian pekerjaan ini harus sesuai dengan : . untuk mencapai hasil yang baik dan sempurna. . NI-2 . Besi harus bersih dari lapisan minyak/lemak dan bebas dari cacat seperti serpih-serpih. Koral Beton/Split Digunakan koral yang bersih. Penyimpanan/ penimbunan pasir dan koral beton harus dipisahkan satu dari yang lain.Ketentuan-ketentuan Umum untuk pelaksanaan Pemborongan Pekerjaan Umum (AV) No.Peraturan Semen Portland Indonesia 1972.C.

4.Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan pada hari berikutnya. bebas dari kotoran-kotoran (tahi gergaji). tanah/lumpur dan sebagainya.Kontraktor diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan dengan membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai jenuh. . Pembesian .Beton harus dilindungi dari pengaruh panas. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan.Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Direksi Pekerjaan. 1457 . .Pembuatan tulangan-tulangan untuk batang lurus atau yang dibengkokkan. I. .Bekisting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan dan atau diperlukan dalam gambar. pasir dan koral harus disetujui terlebih dahulu oleh konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan.Takaran perbandingan untuk Semen Portland.3.40 mm.Bekisting harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan. . maka tempat perhentian tersebut harus disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pengecoran Beton . . .Pemasangan dan penggunaan tulangan beton harus sesuai dengan gambar konstruksi. . American Concrete Institute (ACI) 6.Besi beton yang tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari lapangan kerja dalam waktu 24 jam setelah ada perintah tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Mutu Beton Mutu beton yang dicapai dalam pekerjaan beton bertulang adalah K-250 dan harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam SKSNI. permukaannya licin. diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0.Cara pengadukan beton harus menggunakan beton molen. Kawat pengikat besi beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-2 (PBI tahun 1988). sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan kedudukannya selama pengecoran dilakukan. persyaratannya harus sesuai dengan SKSNI. dan harus bebas dari papan acuan atau lantai kerja dengan memasang selimut beton sesuai dengan ketentuan dalam SKSNI.Tulangan beton harus diikat dengan kuat untuk menjamin agar besi tersebut tidak berubah tempat selama pengecoran.tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara No. Kawat Pengikat Kawat pengikat besi beton/rangka adalah dari baja lunak dan tidak disepuh seng. . Cara Pengadukan . 3. .Bekisting harus rapat (tidak bocor). sambungan kaitkait dan pembuatan sengkang (ring). Pekerjaan Bekisting . 2.Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. pemeriksaan ukuran-ukuran dan ketinggian.American Society for Testing and Material (ASTM) 9. harus diperhatikan dan dipersiapkan. . hingga tidak terjadi penguapan cepat. Syarat – syarat Pelaksanaan 1. . sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton. 5. . pemeriksaan penulangan dan penempatan penahan jarak.Pengecoran harus dilakukan dengan sebaik mungkin dengan menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti keropos dan rongga-rongga koral/split yang dapat memperlemah konstruksi. potongan kayu.

tidak diijinkan mengadakan perubahan apapun pada permukaan beton tanpa persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Sebelum pelaksanaan pekerjaan. baik mengenai hal-hal pembayaran maupun hal teknis dan non teknis lainnya. . . kering.Kontraktor bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan penyimpanan. . Beberapa bahan tertentu harus masih di dalam kotak/kemasan aslinya yang masih tersegel dan berlabel pabriknya. akan dipakai sebagai standar/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Kontraktor ke. .Kontraktor harus mengikuti semua peraturan.Bila tidak ada "Test Certificate". .6. Kontraktor harus memberikan contoh-contoh material misalnya: besi. . . . maka Kontraktor harus melakukan pengujian atas besi/kubus beton di laboratorium yang akan ditunjuk kemudian.Contoh-contoh bahan yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.Sebelum dilaksanakan pemasangan.Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung dan tertutup.Mutu beton tersebut harus dibuktikan oleh Kontraktor dengan mengambil benda uji berupa kubus/silinder yang ukurannya sesuai dengan syarat-syarat/ketentuan dalam SKSNI.Apabila kontraktor tetap menggunakan bahan atau material yang tidak disetujui tersebut.Kontraktor mengikuti kontrak-kontrak yang akan disusun ke. Tenaga pelaksana dari Kontraktor harus yang memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam dokumen lelang. pasir. Bila ada kerusakan. koral. 8.Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan tidak cacad. 10.Pelaksanaan/Kontraktor bertanggung jawab atas kesempurnaan pekerjaannya sampai dengan saat-saat penyerahan (selesai). Kontraktor diwajibkan untuk memberikan pada Direksi Pekerjaan "Test Certificate" bahan besi dari produsen/pabrik. maka kontraktor tidak boleh menggunakan bahan tersebut untuk keperluan pekerjaan.Apabila bahan atau material yang didatangkan tidak mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. PC untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/ Direksi Pekerjaan.Kontraktor harus menempatkan tenaga ahli di lapangan yang setiap saat diperlukan untuk dapat berdiskusi dan dapat membuat keputusan administratif. Kontraktor wajib menggantinya atas beban Kontraktor.tempat pekerjaan. .Tempat penyimpanan harus mencukupi bagi bahan yang ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya. Contoh Bahan .mudian dengan pemilik. 9. . 7. maka Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menyuruh kontraktor untuk membongkar dan mengganti dengan bahan atau material yang telah disetujui. Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan Bahan .. Pekerjaan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting hanya boleh dilakukan dengan ijin tertulis dari Konsultan Pengawas dan Diieksi Pengawas. baik yang terdapat pada Uraian dan syaratsyarat maupun yang tercantum dalam gambar-gambar atau peraturan yang berlaku baik didalam negeri maupun luar negeri yang diberlakukan. . . tidak lembab dan bersih sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan pabrik pembuat bahan tersebut. .Pekerjaan harus dilakukan oleh tenaga-tenaga ahli pada bidangnya. . kontraktor harus mendapat persetujuan tertulis berupa Reques bahan dan material dari konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Setelah bekisting dibuka. Pengujian Mutu Pekerjaan .Setiap pengiriman bahan. Kontraktor dan Kualifikasi Pelaksanaan/Kontraktor .

bebas dari kotoran. Jumlah dan frekwensi pembuatan kubus beton serta ketentuan-ketentuan lainnya sesuai SKSNI. dan tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% d. 12. Semen Tiga Roda. Beton rabat adalah campuran 1 pc : 3 ps : 6 kr. Kerikil harus kasar dan keras tidak berpori . Seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor. c.Hasil pengujian dari laboratorium diserahkan kepada Direksi Pekerjaan secepatnya. 11. Air yang digunakan haruslah air bersih yang bebas dari bahan-bahan yang merusak misalnya minyak. .Bahan-bahan a. sebelum memulai pekerjaan beton. Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan .Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian bahan tersebut.Pelaksanaan a.Bila terjadi kerusakan.Bagian beton setelah dicor selama dalam pengerasan harus selalu dibasahi dengan air terus menerus selama 1 (satu) minggu atau lebih (sesuai ketentuan dalam PBI-1988). Pasir harus bersih. Pelaksanaan beton rabat dilaksanakan juga di lantai dasar sebelum pemasangan penutup lantai keramik dengan tebal 5 cm pada seluruh lantai bangunan gedung.Ruang Lingkup Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan lantai kerja. lantai dasar sebelum pemasangan keramik dan tempat lain yang telah ditunjukkan didalam gambar . Semen Holcim atau merk lain sesuai syarat-syarat ini yang telah mendapat persetujuan Pengawas dan tidak boleh memakai semen PC yang telah mengeras. . Kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan.Kontraktor diwajibkan membuat "Trial Mix" terlebih dahulu. . asam dan unsur organik lainnya. b. menjadi tanggung jawab Kontraktor.Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3 x 24 jam setelah pengecoran. . . b.Pembuatannya harus disaksikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan yang akan ditunjuk.Beton dilindungi dari kemungkinan cacad yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain. Pekerjaan Beton Rabat Dan Lantai Kerja. tebal 5 cm atau sesuai dengan gambar perencanaan dan dilaksanakan pada seluruh lantai kerja pondasi poer dan sloof. . Kontraktor harus menyediakan air kerja ini atas biaya sendiri. . Semen PC : hasil produksi lokal merk Semen Gresik. .

siku dan sama ukuran.24 7. Sebelum digunakan. Pasangan ini digunakan untuk sekeliling dinding ruang-ruang basah serta pasangan batu bata dibawah permukaan tanah jika ada. Semen Tiga Roda. Lingkup Pekerjaan 1. harus air yang bersih. Untuk daerah KM/WC.1. Batu bata/batu merah yang digunakan ukuran 5 x 12 x 22 cm dengan mutu terbaik. terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. produk lokal dan yang disetujui Direksi . Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap. Air untuk adukan pasangan. jarak antara kolom satu dengan yang lain dibuat maksimal 3 (tiga) meter. yakni pada dinding dari atas permukaan sloof sampai elevasi + 0. kecuali pasangan batu bata semen trasram/rapat air. Seluruh dinding dari pasangan batu bata/bata merah. dari tulangan pokok 4 diameter 8 mm. Pasir aduk harus memenuhi NI-3 Pasal 14 ayat 2. tidak mengandung lumpur/ minyak/asam basa serta memenuhi PUBI-1982 Pasal 9. Bidang dinding batu bata tebal 1/2 batu yang luasnya maksimal 12 m2 harus ditambahkan kolom praktis dan balok penguat praktis dengan kolom ukuran 12 x 12 cm. 8. 4. 6. beugel diameter 6 mm jarak 15 cm baik untuk tumpuan maupun untuk lapangan. 3. Dengan mutu besi U . 3. Dinding batu bata yang akan diplester minimal telah berumur 7 hari dan harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar dibersihkan sebelum diplester. PEKERJAAN DINDING II. 2. 2. serta diikuti dengan cor kolom praktis. Batu bata yang dipasang adalah dari mutu terbaik. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. II.1. 5. Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton harus . Persyaratan Bahan 1. 4. Pekerjaan Dinding Batu Bata II. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 5.2. bahan-bahan. Untuk dinding semen trasram/rapat air dengan adukan campuran 1 Pc : 3 Ps.dengan aduk campuran 1 Pc : 5 Ps. II.1. Semen Portland yang digunakan adalah merk Semen Gresik.1. Syarat-syarat batu bata harus memenuhi ketentuan-ketentuan dalam NI-10. Urinoir dan Wastafel tinggi dinding trasram adalah 200 cm dari lantai sesuai dengan yang tercantum didalam gambar.3. sama warna serta disetujui Direksi . Pelubangan akibat pembuatan perancah pada pasangan bata merah sama sekali tidak diperkenankan. peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Perencana/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8.II. Bahan-bahan yang digunakan sebelum dipasang. setiap tahap maksimum 24 lapis perharinya. batu bata harus direndam air dalam bak atau drum hingga jenuh. 2.1.50 cm di atas permukaan lantai setempat.

kecuali bila satu dan lain hal ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. harus rata. Toleransi kemiringan untuk penerimaan pasangan dinding adalah 1 mm/m2 luas permukaan bidang kerja. 4. 11. permukaan rata tidak bergelombang. diberi penguat stek-stek besi beton diameter 10 mm jarak 75 cm. 12. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pelaksanaan. II.kurangnya 30 cm. 3. Adapun toleransi terhadap as dinding yang diizinkan maksimal 1cm (sebelum diaci/diplester). harus lurus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai yang ada disekitarnya. Pasangan dinding batu bata tebal 1/2 batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm setelah diplester (lengkap acian) pada kedua belah sisinya. Biaya yang diadakan untuk pengamanan hasil pekerjaan ini menjadi tanggung jawab Pemborong. 2. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong.9. yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang tertanam dalam pasangan bata sekurang.1. Pasangan batu bata dapat diterima/diserahkan apabila deviasi bidang pada arah diagonal dinding seluas 9 m2 tidak lebih dari 0. 14. sesuai dengan yang tercantum dalam RKS. 8-200 dengan mutu beton K175. 4. Syarat-Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Pasangan batu bata semen trasram bawah permukaan tanah/lantai harus diberi pen dengan adukan 1 Pc : 3 Ps. Pengamanan Pemborong wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan untuk dapat dihindarkan dari kerusakan.4. Penyelesaian hubungan dinding dengan perkerjaan finishing lainnya harus rapih. Hasil akhir harus konstruktip yang kokoh. sambungan satu dengan lainnya rapih. maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. rapi dan benar-benar tegak lurus terhadap lantai serta merupakan bidang rata. Hasil pemasangan pasangan dinding.1. Untuk pasangan setengah batu yang luasnya lebih besar dari 12 meter persegi tanpa adanya pertemuan dinding apabila tidak tegambar harus dipasang kolom praktis dari beton dengan mutu beton K – 175. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat. Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa hingga tak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Pada ambang atas kusen dipasang balok praktis atau balok latei dengan ukuran 10 x 15 cm dengan tulangan utama 4 diameter 8 dan sengkang dia. 3. 13. Pelaksanaan pasangan harus cermat. 10. 5. . II. Pemborong harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan. Syarat Penerimaan 1. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah lebih dari dua atau lebih. Pelaksanaan dinding.5.5 cm (sebelum diaci/diplester). 2.

Semua bahan sebelum di kerjakan harus ditunjukkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. harus bersih dan melalui ayakan 1.Campuran (aggregate) untuk plester harus dipilih yang benar-benar bersih dan bebas dari segala macam kotoran. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. dalam keadaan utuh dan tidak ada cacat. kecuali pada dinding batu bata transram/rapat air. 2. dan bersih.2. Pada dinding batu bata trasram/rapat air di plester dengan aduk campuran 1PC : 3 PS (yang dilakukan pada sekeliling kamar mandi. Pekerjaan plester dilakukan setelah pasangan bata cukup kuat minimum 7 hari setelah selesai pemasangan. 10.3. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. II. 4.2. II. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan di atas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini.2. Kontraktor harus segera melaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja. spesifikasi dan lainnya. Bahan harus disimpan di tempat yang kering. dan bagian-bagian yang ditentukan/disyaratkan dalam detail gambar serta atas petunjuk Direksi). dan dilindungi sesuai dengan jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik. 3. Tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan. 5. WC.1. Pekerjaan Plesteran Dinding II. terlindung. Semen Portland yang di kirim ke proyek lapangan harus dalam keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih disegel dan berlabel pabriknya. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh plesteran dinding batu bata bagian dalam dan bagian luar bangunan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan pengarahan Konsultan Pengawas dilapangan . 8.0 mm. harus bermutu baik dari jenisnya dan di setujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10 . sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan. bertuliskan type dan tingkatannya. Semen Portland yang digunakan adalah Semen Gresik. 9. Seluruh plesteran dinding batu bata dengan aduk campuran 1 Pc : 5 Ps. Lingkup Pekerjaan 1.2.6 . bahan-bahan. Persyaratan Bahan 1. Kontraktor diharuskan memeriksa site/lapangan yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan.II. berventilasi baik. 7. 2. 6. 3.2. lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar. Sebelum memulai pekerjaan.2. Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 dan PUBI 1982. 2. . Semen Tiga Roda. Pasir pasang yang di gunakan harus di ayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang dipersyaratkan.

11. Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran pada bagian yang diijinkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 12. Plesteran halus (acian) digunakan campuran PC dan air sampai mendapatkan campuran yang homogen, acian dapat dikerjakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul). 13. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tibatiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan penutup yang bisa mencegah penyerapan air secara cepat. 14. Kontraktor wajib memperbaiki/mengulang/mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan (dan masa garansi), atas biaya Kontraktor selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemilik/ Pemakai. II.2.4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan: 1. Pemborongan wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat. Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. 2. Kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pelaksanaan, maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Pengamanan Pemborong wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan untuk dapat dihindarkan dari kerusakaan. Biaya yang diadakan untuk pengamanan hasil pekerjaan ini menjadi tanggung jawab pemborong. II.2.5. Syarat Penerimaan 1. Pemborong harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan; sesuai dengan ketentuan perencanaan serta persetujuan dari konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan 2. Hasil pemasangan pasangan, plester dan acian harus lurus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai yang ada disekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang. Toleransi kemiringan untuk penerimaan pasangan dinding : 1 mm/m2 permukaan bidang kerja. 3. Pelaksanaan plesteran harus rata, sambungan satu dengan lainnya rapih, melekat dengan baik pada pasangan bata. 4. Hasil akhir tanpa cacat dan merupakan satu kesatuan konstruktip yang kokoh. Penyelesaian hubungan dinding panel dengan pekerjaan finishing lainnya harus rapih. II.3. Pekerjaan Dinding Keramik II.3.1. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, hingga dapat diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan dinding keramik tile ini dilakukan pada ruangan atau seluruh bidang yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar (bila ada) dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas dan Direksi Pekerjaan.

II.3.2. Persyaratan Bahan 1. Jenis

2.

3. 4. 5. 6.

7. 8. 9.

10. 11.

Keramik Tile Keramik tile buatan dalam negeri yang disetujui Konsultan Pengawas dan atau Direksi. Warna : Warna yang ditentukan harus sesuai dengan ketentuan perencana / sesuai gambar atau setelah diputuskan bersama dalam rapat direksi. Merk : Roman tile, Asia Tile. Mutu : Tingkat I (satu) Bahan pengisi : Grout semen berwarna Bahan perekat : Adukan spesi 1 PC : 3 pasir diberi bahan tambahan penguat berupa bahan perekat untuk meningkatkan kekedapan terhadap air dan menambah daya lekat dengan jumlah pengunaan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat bahan perekat tersebut. Ukuran : 20 x 25 cm atau ditentukan dalam gambar perencana dengan pola pemasangan sesuai detail gambar. Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai peraturan-peraturan ASTM, NI-19, PUBI 1982 pasal 31 dan SII - 0023-81. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8, pasir harus memenuhi PUBI 1982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat- syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Untuk bahan pengisi/grouting dan bahan perekat dilengkapi sertifikat produk dari pabrik sebagai bukti penggunaan produk tersebut pada pelaksanaan dilapangan, dengan campuran sesuai dengan ketentuan pabrik.

:

II.3.3. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor diwajibkan membuat gambar dari pola keramik yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak cacat dan tidak bernoda. 3. Adukan pengikat dengan campuran 1PC : 3 pasir dan di tambah bahan perekat seperti yang telah disyaratkan dan harus terpasang merata di bawah permukaan keramik. 4. Bidang permukaan pasangan dinding keramik, harus benar-benar rata. 5. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar), harus sama lebar maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm, atau sesuai detail gambar serta petunjuk Direksi, yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. 6. Siar-siar di isi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan persyaratan bahan, warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya. 7. Pemotongan unit-unit keramik tiles harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. 8. Keramik yang sudah terpasang harus di bersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik, hingga betul-betul bersih.

9. Diperhatikan adanya pola tali air yang dijumpai pada permukaan pasangan dinding atau hal-hal lain seperti yang ditunjukkan dalam gambar. 10. Sebelum keramik dipasang, terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. 11. Pingulan pasangan keramik harus di lakukan dengan alat gurinda, sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang sempurna. 12. Keramik yang terpasang harus di hindarkan dari pengaruh pekerjaan lain selama 3 x 24 jam dan di lindungi dari kemungkinan cacat pada permukaannya. II.3.4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan dinding keramik yang rusak. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. 2. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan, maka Pemborong Wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Pengamanan 1. Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan terhadap kerusakan-kerusakan. Selama 7 x 24 jam sesudah pekerjaan dinding keramik selesai terpasang, permukaanya dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain dan dilindungi terhadap kemungkinan cacat pada permukannya. 2. Untuk pemeliharaan, Pemborong harus menyediakan bahan keramik yang sama sebanyak 0,1% dari jumlah terpasang untuk diserahkan pada Pemberi Tugas. Biaya pengadaan sudah termasuk dalam penawaran. II.3.5. Standar Penerimaan 1. Pemborong memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan; sesuai dengan pengarahan serta persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Pelaksanaan pekerjaan dinding keramik harus dipasang rata pada seluruh permukaan tidak bergelombang, warnanya seragam serta tidak cacat/tidak bernoda. 3. Tolerasi rata permukaan yang dapat diterima adalah 1 mm/m2. 4. Pemborong wajib menyerahkan keramik tile sejumlah 0,1% dari jumlah yang terpasang kepada Pemberi Tugas, dinyatakan dengan surat Penyerahan material. III. PEKERJAAN LANTAI III.1. Pekerjaan Sub Lantai III.1.1. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan sub lantai ini dilakukan dibawah lapisan lantai pada finishing lantai dengan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan Instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.

Jenis : 2. Air harus memenuhi persyaratan yang memenuhi dalam PUBI 82 pasal 9. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Tebal lapisan sub lantai adalah 7 cm untuk daerah lantai bangunan/disyaratkan dan atas petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. supaya diperhatikan mengenai kemiringan sesuai yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 4. 2. 4. a.8). bahan-bahan. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan persyaratan : PBI 1971 (NI-2) PUBI 1982 dan (NI. SII 0013-81 dan ASTM C 150-78A. kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui Direksi. rata permukaannya dan telah mempunyai daya dukung maksimal. AFNOR P18-303 dan NZS-3121/1974. Pekerjaan sub lantai merupakan campuran antara PC. Pekerjaan lantai dan plint keramik dari masing-masing jenis dan ukuran ini dilakukan pada ruang yang disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 5. Semen Tiga Roda. 3.1.2. Warna : Keramik Tile Keramik buatan dalam negeri yang sesuai dengan yang termasuk pada daftar material dan disetujui Direksi . Semen Portland yang digunakan adalah Semen Gresik.2. III. III. Bahan-bahan yang dipakai sebelum digunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh-contohnya. Untuk pasangan sub lantai yang langsung di atas tanah.3. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. 2. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. pasir beton dan krikil atau split dengan perbandingan 1 Pc : 3 Ps : 6 Kr. Persyaratan Bahan 1. Pekerjaan Lantai (Keramik Tile) III. untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2.1. Pasir beton yang digunakan harus memenuhi PUBI 82 pasal 11 dan SII 0404-80. Persyaratan Bahan 1. 6.1. Material lain yang tidak ditentukan dalam persyaratan di atas.III. Kecuali pada lantai ruanganruangan yang disyaratkan dengan kemiringan tertentu. Permukaan lapisan sub lantai dibuat rata/waterpas. III. Lingkup Pekerjaan 1.2. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini hingga tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Untuk masing-masing warna harus seragam .2. harus baru. 5. Kerikil/split harus memenuhi PUBI 82 pasal 12 dan SII 0079-79/0087-75/ 0075-75. tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian dalam pekerjaan ini. 3. maka lapisan pasir urug dibawahnya harus sudah dikerjakan dengan sempurna (telah dipadatkan sesuai persyaratan). 2.

Siar-siar di isi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan/persyaratan. Asia Tile. Kontraktor di wajibkan membuat shop drawing dari pola keramik yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik. 4. Mutu : Tingkat I (satu) Ukuran/jenis dan pemakaian : 40 x 40 cm untuk lantai gedung dan teras sedang untuk KM Ukuran 30 x 30 cm untuk KM/WC bagian luas dan 20 x 20 cm untuk bagian dalam. 8. III. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. harus sama lebar maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar). untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. 6. 6. 9. 2. PUBI 1982 pasal 31 dan SII-0023-81. tidak cacat dan tidak bernoda. Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benarbenar rata. 7. 5. Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. pasir harus memenuhi PUBI 982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9. adukan harus terpasang merata di bawah permukaan keramik. Warna yang tidak seragam harus diganti/dibongkar. atau segala ukuran yang tertera pada gambar / ketentuan Konsultan Perencana.2. atau sesuai detail gambar serta Direksi. 5. yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya. Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai dengan peraturan-peraturan ASTM. NI-19. Untuk bahan pengisi/grouting dan bahan perekat dilengkapi sertifikat produk dari pabrik sebagai bukti penggunaan produk tersebut pada pelaksanaan dilapangan. 4. warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya. Dipasang sebagai finishing lantai pada seluruh detail yang ditunjukan/ disebutkan dalam gambar. Bahan pengisi : Grout/ pengisi semen berwarna Bahan perekat : Adukan spesi 1 PC : 3 pasir diberi bahan tambahan penguat berupa bahan perekat untuk meningkatkan kekedapan terhadap air dan menambah daya lekat dengan jumlah pengunaan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat bahan perekat tersebut. tidak retak. Adukan pengikat dengan campuran 1 PC : 3 pasir dan di tambah bahan perekat seperti yang disyaratkan.3. b.3. . Merk : Roman Tile. Pola pemasangan sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. 3. 10. Sebelum pekerjaan dimulai.

hingga betul-betul bersih. sebelum perkerjaan di mulai. Toleransi kemiringan untuk permukaan yang dapat diterima adalah 1 mm/m2. 4. III. dinyatakan dengan Surat Penyerahan Material. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan 8.2. 11. kecuali kemiringan lantai pada permukaan lantai toilet/ruang wudhu yang harus dibuat miring permukaan lantainya ke arah floor drain (sesuai gambar rancangan). tidak bergelombang. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. Sebelum keramik di pasang. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. 3.1% dari jumlah yang terpasang kepada Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan. 2. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Tepat diatas delatasi sub lantai. Pemborong memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. 9. Pemborong harus menyediakan bahan keramik yang sama sebanyak 0. 2. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan lantai keramik yang rusak. sesuai dengan pengarahan serta persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Untuk pemeliharaan. kemudian kedalam nat selebar 1 cm tersebut dimasukkan grouting dari silikon rubber sealant dengan warna yang sama dengan warna grouting nat. Pemborong wajib menyerahkan keramik tile sejumlah 0. permukaannya dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain dan dilindungi terhadap kemungkinan cacat pada permukaannya. III.5. 2. terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. pasangan ubin harus diberi nat selebar 1 cm. Biaya pengadaan sudah termasuk dalam penawaran. warnanya seragam serta tidak cacat/tidak bernoda.2.4. Standar Penerimaan 1. Pelaksanaan pekerjaan lantai keramik harus dipasang rata (water pass) pada permukaan peilnya datar. Keramik yang sudah terpasang harus di bersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik.1% dari jumlah terpasang untuk diserahkan pada Pemberi Tugas.7. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan terhadap kerusakan-kerusakan Selama 3 x 24 jam sesudah pekerjaan lantai keramik selesai terpasang. Pengamanan 1. 10. maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. .Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong.

Lingkup pekerjaan 1. Ketepatan ukuran didasarkan pada hasil pengukuran di tempat pekerjaan. Indalex. produksi dalam negeri produk Asahi Mas.5 mm produk YKK. PINTU & JENDELA IV.1. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. finishing melamine. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. dengan sistem YF-100 / 70-E. 5. jendela dan pintu dikerjakan dengan teliti sesuai ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. Biaya pengadaan mock-up menjadi . 4.1.IV. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. siku. sebelum perkerjaan di mulai. 2. atau yang sejenis dan setara. 9. Pemasangan kaca pada bingkai aluminium harus menggunakan seal berupa alur karet yang harus terjamin tidak bocor/tembus air. Daun pintu double teakwood dengan rangka kayu kamper.1. Pekerjaan kusen dan daun-daun pintu & jendela harus dilaksanakan dengan halus. Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen dan daun pintu.1. 6. Sebelum memulai pelaksanaan Kontraktor iwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil lubang dan membuat contoh jadi dengan skala gambar 1 : 1. bila terdapat kelainan bentuk antara gambar dan gambar detail Pemborong harus melaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Persyaratan bahan 1. bahan-bahan. rapi. 2.3. Semua frame kusen. 7. di-finish silver natural. kaca tebal 5 mm. dan baik. untuk sebagian tipe kusen yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2 – 1. jendela serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. IV.5 mm 3. Tebal profil : 1. 4.1. 3. hingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Pekerjaan Kusen Aluminium. Semua kusen pintu dan jendela dibuat dari aluminium ukuran sesuai gambar dan dilapisi seal dari karet mengelilingi kusen pintu dan jendela. 8. peralatan dan alatalat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan.2. Rangka daun pintu dan daun jendela dibuat dari aluminium ukuran-ukuran untuk ambang daun pintu dan jendela sesuai gambar dan harus disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2 . 2. Seluruh pekerjaan pembuatan. Pintu dan jendela dibuat dalam beberapa tipe sesuai dengan gambar rencana. Pekerjaan kusen harus dilaksanakan sesuai dengan ukuran-ukuran yang ada dalam gambar 5. Bahan : Profil aluminium Merk YKK.. berdasarkan petunjuk pabrik. PEKERJAAN KUSEN. Frame terdiri dari Aluminium tebal 1. penyetelan dan pemasangan kusen aluminium harus dilaksanakan oleh ahli dalam bidangnya. Daun Jendela dan Daun Pintu IV. Indalex.1. IV.

Pekerjaan Kaca IV. Biaya yang diperlukan untuk pengamanan ini menjadi tanggung jawab Pemborong.1. 2.1. 3. dapat diperoleh dari proses-proses tarik. dan tidak cacat. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini.1. Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap permukaan kusen yang sudah terpasang. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan kusen yang rusak/cacat/kena noda. Pekerjaan kaca meliputi seluruh detail yang disebutkan dalam gambar dan pekerjaan cermin meliputi pemasangan cermin pada toilet dan daerah lain yang ditentukan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. sampai hasil pekerjaan diterima dengan baik (Serah Terima II). Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Bila kerusakan pekerjaan ini bukan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan maka Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan tersebut sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Syarat Penerimaan Penerimaan pekerjaan ini dapat dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. dapat diperoleh dari prosesproses tarik tembus cahaya. 2. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah menyediakan tenaga kerja. Pengamanan 1. Lingkup Pekerjaan 1.bahan. Persyaratan Bahan 1. Toleransi lebar dan panjang. seperti dinyatakan dalam gambar dengan hasil yang baik dan rapi. Bahan-bahan perlindungan dilaksanakan sesuai ketentuan yang ditetapkan pada persyaratan bahan dan persyaratan lain (sesuai ketentuan pabrik). Kaca adalah benda terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mempunyai ketebalan yang sama. IV. IV. Kesikuan Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta tepi potongan . 2. gilas dan pengambangan (Float glass). show drawing dan pengarahan yang diterbitkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2.2. dan merupakan satu kesatuan dengan jenis pintu yang telah ditetapkan pada gambar rancangan dan spesifikasi bahan. 2. mempunyai sifat tembus cahaya. Biaya yang ditimbulkan untuk pekerjaan perbaikan ini menjadi tanggung jawab Pemborong.tanggungan pemborong. Perbaikan dilaksanakan sesuai pengarahan Direksi.2. 2.2.4. Hasil pekerjaan kosen yang dipasang harus tepat pada posisinya rapat satu sama lainnya.5. dan tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. bahan . peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan. Semua kegiatan pelaksanaan telah memenuhi persyaratan gambar perancangan. IV. terjamin kerapihannya. IV.

Pemotongan kaca harus rapi dan lurus. . 5. Semua bahan yang akan dipasang harus disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Digunakan produksi dalam negeri. 3. 5. Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. . gelombang adalah permukaan kaca yang berubah dan mengganggu pandangan. . harus diisi dengan lem silikon warna transparant.3. Pemotongan kaca harus disesuaikan ukuran rangka. pintu & jendela menggunakan Clear Float Glass dengan ukuran tebal 5 mm atau sesuai dengan gambar. 6. Cacat-cacat .3 mm. uraian dan syaratsyarat pekerjaan dalam buku ini.Kaca harus bebas dari gumpilan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar kearah luar/masuk).Bahan kaca untuk interior. Bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan. Cara pemasangan dan persiapan persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan pabrik.2. toleransi kesikuan maximum yang diperkenankan adalah 1. Bahan : .Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok).Kaca harus bebas dari keretakan (garis-garis pecah pada kaca baik sebagian atau seluruh tebal kaca). 4.Untuk ketebalan kaca 5 mm kira-kira 0. .5 mm per meter.Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA. Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan menggunakan cairan pembersih kaca.Harus bebas dari bintik-bintik (spots). minimal 10 mm masuk kedalam alur kaca pada kusen. . diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus. . .Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai ketentuan dari pabrik. Tandatanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan menggunakan lem aci.yang rata dan lurus. . Hubungan kaca dengan kaca atau kaca dengan material lain tanpa melalui kosen.Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik. ASAHIMAS atau yang setara dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar. dan diberi tanda untuk mudah diketahui.Bahan kaca harus sesuai SII 0189/78 dan PBVI 1982. Tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur. 8. . 7. 4. . 2. IV. .Harus bebas dari cacat benang (string) dan cacat gelombang (wave) benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandangan.Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. awan (cloud) dan goresan (scratch). Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian. .Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca).

Mekanisme kerja dari semua peralatan harus sesuai dengan ketentuan pabrik. 9. bahan-bahan.4. Semua hardware dalam pekerjaan ini. Engsel bawah di pasang tidak lebih dari 32 cm (as) dari permukaan lantai ke atas Engsel tengah dipasang di tengah-tengah antara kedua engsel tersebut. Setelah kunci terpasang. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. 2. 2. Pada setiap daun jendela dipasang 2 engsel jendela aluminium. 4.V. Syarat-syarat Pelaksanaan 1.contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan.1. perlengkapan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Handel pintu harus terpasang kuat pada rangka daun pintu. pemasangan. 3.2. Penarik pintu (handle) dipasang 100 cm (as) dari permukaan lantai setempat. Posisi pemasangan Lockcase dan Double Cylinder harus rapi dan benar serta di ajukan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. seragam dalam pemilihan warnanya serta dari bahan-bahan yang telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Meliputi pengadaan. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. 8. Seluruh biaya tes laboratorium menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. . Apabila di anggap perlu. Engsel atas di pasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari sisi atas pintu ke bawah. 6. apabila ada pekerjaan finishing yang rusak akibat perbaikan pekerjaan ini maka kerusakan pekerjaan finishing tersebut harus segera diperbaiki atas biaya pemborong Pengamanan V. 7.3. 2. 5. Semua peralatan yang akan di gunakan dalam pekerjaan ini. Pengajuan/penyerahan harus disertai brosur/spesifikasi dari pabrik yang bersangkutan. V. Pemasangan hardware yang tidak rapih dan mengalami cacat atau terkena noda pada permukaannya harus segera diperbaiki dan dibersihkan kembali. Pada setiap daun jendela dipasang grendel kecil dan hak angin sikutan. noda-noda bekas cat atau bahan finish lainnya yang menempel pada kunci harus di bersihkan dan dihilangkan sama sekali. V. Lingkup Pekerjaan 1. dari produk yang bermutu baik. pengamanan dan perawatan dari seluruh alat-alat yang dipasang pada daun pintu dan daun jendela serta seluruh detail yang di sebutkan/ditentukan dalam gambar. 4. PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI V. 2. Yang termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. 3. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda terbuat dari pelat aluminiun yang tertera nomor pengenalnya. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dapat meminta mengadakan tes-tes laboratorium yang di lakukan terhadap contoh-contoh bahan yang diajukan sebagai dasar persetujuan. 5. sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh . Persyaratan Bahan 1.

Persyaratan Bahan 1. VI.4. Decolith.3. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT VI.2. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini sehingga dicapai hasil pekerjaan yang baik.1.1. Meliputi pekerjaan langit-langit finishing cat seperti yang disebutkan dan ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bidang pengecatan siap di cat setelah diplamir terlebih dahulu. 2. Standar Penerimaan Hasil pekerjaan pemasangan hardware. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pada permukaan dinding yang telah dicat terkena noda/kotoran. 5.5. plesteran harus betul-betul kering. maka harus segera dibersihkan. Merk : Dulux. Cat Vinyil digunakan sebagai cat finishing langit-langit 2. Pengeringan : Minimum setelah 2 jam lapis berikutnya dapat dilakukan. 3. 3. VI. Kontraktor di wajibkan membuat contoh-contoh warna. 4.1. 4. VI. Catylac. Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan benda-benda dan pengaruh pekerjaan-pekerjaan sekelilingnya selama 2 jam. Warna : Ditentukan. 5. Pengencer : Air bersih 20 %. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. .1. Sebelum pengecatan di lakukan. VI. Sebelum diplamir. Vinylex.1. sebelum di gunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh Cat untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 6. untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pekerjaan Langit-Langit Beton Exposed Finishing Cat VI. Sistem Pengecatan minimal 2 lapis atau sampai benar–benar rata.1. sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan. tidak ada retak-retak dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bahan-bahan yang di pergunakan. V. bahan-bahan. harus dapat berfungsi dengan sempurna dan tidak cacat.Pemborong harus menjaga pekerjaan hardware yang sudah selesai dilaksanakan. Kontraktor harus menyerahkan contoh hasil pengecatan dalam bentuk contoh kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan.

3.5. Sebelum melaksanakan pekerjaan.1. 2. Kontraktor wajib membuat mock-up sebelum pekerjaan dimulai dan dipasang. Seluruh permukaan list plafon di finish dengan bahan cat jenis dari bahan yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Sebelum pemasangan. bahan-bahan. Bahan list plafon dari gypsum dengan bentuk profil sesuai yang ditentukan dalam gambar. Metal furing. fiber semen dan material yang lain . tanpa nat dan tidak menggelembung/melengkung. penirnbunan bahan rangka. cara pemasangan. shop drawing harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Penutupan plafon dapat dilaksanakan setelah semua pekerjaan yang ada di bagian tersebut selesai dilaksanakan serta telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini sehingga dicapai hasil pekerjaan yang baik. Bilamana diinginkan. 5. 8. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. Rangka plafon dari metal furing. Pekerjaan Langit-Langit (Plafond) VI. VI. Penutup plafon dipasang dengan ukuran sesuai gambar. 9. Kontraktor wajib membuat shop drawing sesuai ukuran/bentuk/mekanisme kerja yang disesuaikan gambar rencana dan telah disesuaikan keadaan di lapangan. 4. 6. VI. Untuk dibawah atap penahan tampias dan diatas dack selasar lantai 2 rangka plafon dari besi hollo 4/4. Fiber semen menggunakan Calsiboard tebal 4 mm. 2.1. 2.2. termasuk mempelajari bentuk. pola lay-out/penempatan.2. Lingkup Pekerjaan 1. hanger menggunakan track stang 4 mm Malcindo. Persyaratan Bahan 1. VI. Semua bahan yang digunakan harus baru dan tidak cacat.2. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan dinding dan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang). Pekerjaan penutup plafon ini dikerjakan di bagian bangunan Toilet dan seluruh lantai II sesuai dengan gambar rencana. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambargambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil). 3. VI. 5. Plafon harus rata.2.2. 4.Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan tembok/dinding yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada tembok/dinding. Kontraktor harus mengajukan 3 buah contoh untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 7.3. hanger menggunakan track stang 4 mm dengan jarak sesuai standar produsen Malcindo. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.

Bahan lapisan/coating dasar 2. 6. 8. Perhatikan semua sambungan dengan material lain. angkerangker dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas-penyetelan.1. Merk : Dulux. 7. Warna : Ditentukan. tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. Kontraktor wajib menanyakan hal ini kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. semua kerusakan yang timbul adalah tanggung jawab Kontraktor. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. VII. Mowilex. Lingkup Pekerjaan 1. Bekas lubang-lubang bekas pemasangan dan penguat lain harus tidak terlihat dan semua penguat harus terpasang baik dan dapat menjamin kekuatannya. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. Vinylex. 2. Semua rangka harus terpasang siku. 5. Persyaratan Bahan 1. Pengeringan : Minimum setelah 4 jam lapis berikutnya dapat dilakukan. Sistem Pengecatan : Minimal 3 lapis VII. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Disain dan produksi dari sistem partisi harus mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan sesuai gambar rencana.1. VII. ditempat pekerjaan harus diletakkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. 10.2.6. kerapihan dan kekuatannya. 12. Semua hubungan terhadap bagian dari pekerjaan lain harus diperhatikan. untuk interior dan Dulux. 3. Bilamana tidak ada kejelasan dalam gambar.1. Pemakaian bahan dan pola pemasangan langit-langit tidak boleh menyimpang dari persyaratan. Catylac. rata pada permukaan bawahnya dan sesuai peil dalam gambar dan datar (tidak melebihi batas toleransi kemiringan yang diijinkan dari masing-masing bahan yang digunakan). 14. 4. PEKERJAAN PENGECATAN Pekerjaan Pengecatan Dinding VII. Setelah pemasangan. .1. 13. Kontraktor wajib memberikan perlindungan terhadap benturanbenturan. kecuali bila ditentukan lain sesuai gambar. Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klos-klos. 7. Pengencer : Air bersih 20 %. Cat Vinyil digunakan sebagai cat finishing dinding dalam dan Weather Shield untuk dinding luar. sudut-sudut pertemuan dengan bidang lain. 9. bahan-bahan. 11. benda-benda lain dan kerusakan akibat kelalaian pekerjaan. Semua panil (unit-unitnya) harus terpasang rapi dan kuat sesuai petunjuk-petunjuk gambar. baut. Meliputi pengecatan dinding/beton bagian luar dan dalam serta seluruh detail yang ditunjukan/disebutkan dalam gambar dan sesuai dengan instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.

Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. bahan-bahan. harus tersedia dari kualitas/mutu terbaik dan jumlahnya cukup untuk melaksanakan pekerjaan ini. sebelum perkerjaan di mulai. Syarat-syarat Pelaksanaan 1.VII. 5. Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan bendabenda dan pengaruh pekerjaan-pekerjaan sekelilingnya selama 2 jam. 7.1. tidak ada retak-retak dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.1. VII. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. VII. maka harus segera dibersihkan. 8. Kontraktor di wajibkan membuat contoh-contoh warna. VII. plesteran harus betul-betul kering. Lingkup Pekerjaan 1. 2. Persyaratan Bahan 1. Meliputi pengecatan permukaan tangga besi atau pada seluruh detail yang di sebut kan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.1. roller. Digunakan Cat Besi Merk Emco atau bahan cat produk dalam negeri yang bermutu jenis Super gloss dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.4. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. 2. sikat kawat dan sebagainya. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan tembok/dinding yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada tembok/dinding. 6.2. Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pada permukaan dinding yang telah dicat terkena noda/kotoran. Bidang pengecatan siap di cat setelah di plamuur terlebih dahulu. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan dinding dan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang). sebelum di gunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 3.2.5. VII. Sebelum di plamir. Pekerjaan pengecatan tidak diperkenankan dilaksanakan dalam cuaca lembab/hujan atau angin berdebu bertiup. . hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Kontraktor harus menyerahkan contoh hasil pengecatan dalam bentuk dami/contoh kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan. Bahan-bahan yang di pergunakan.1.2.2. 4.3. Pekerjaan Pengecatan Besi VII. Sebelum pengecatan di lakukan. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. Peralatan seperti kuas.

2. Ketebalan 2 x 30 micron dengan interval 2 jam. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. 6. K-41 dan NI. Pekerjaan logam yang telah dicat sebelum dikirim ke tempat pekerjaan harus diperiksa terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. VII. Ulaskan satu atau dua lapis Metal Primer Red (menie besi) dari produk seperti jenis yang disyaratkan di atas atau sesuai persyaratan yang ditentukan oleh pabrik yang bersangkutan.3. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan logam yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada logam. 3900 : 1970/1971.2. Bahan yang di gunakan harus memenuhi syarat-syarat yang di tentukan dalam PUBI 1982 pasal 53. 3. untuk mendapatkan persetujuannya. 2. AS. VII. barulah cat akhir di lakukan dengan persyaratan sesuai yang ditentukan dari pabrik yang bersangkutan. Permukaan yang akan dicat harus bersih dari debu. 5. BS No. Permukaan pengecatan di amplas dengan amplas yang halus untuk memperoleh permukaan yang halus. serta mengikuti ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang). 4. rata dan ber sih dari karat. Bidang permukaan pengecatan harus siap untuk dimulai pekerjaan pengecatan dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.2. Apabila pada permukaan logam yang telah dicat terkena noda/kotoran. 4. 2.5. Selanjutnya setelah pengecatan menie besi telah rata dan kering. . Bahan untuk cat dasar di gunakan dari bahan sesuai yang di syaratkan oleh pabrik yang bersangkutan. sampai jenuh. 8. dan kalau tidak memenuhi syarat pekerjaan tersebut harus diperbaiki dengan cara seluruh catnya dibuang dengan digosok. VII. Bahan sebelum di gunakan harus di serahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Cat akhir dapat dilakukan bila cat dasar telah kering sempurna serta telah mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Warna akan ditentukan kemudian. 3. maka harus segera dibersihkan.4. minyak/lemak dan "karat" serta dalam keadaan kering. 7. Bidang pengecatan harus rata dan sama warnanya.4. Aduk dengan sempurna sebelum pemakaian. 5. 9. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1.2. semua karat-karat yang terdapat dipermukaan logam harus dibersihkan dengan sikat kawat hingga terlihat permukaan logam yang bersih lalu segera permukaan luarnya diberi cat dasar dengan cara seperti tersebut diatas.

Hasil pengecatan dan warna yang dihasilkan. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan railing besi yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan dan tanpa cacat. merupakan lapisan cat yang bermutu baik produk Emco. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini.5. Warna cat akan ditentukan kemudian. 2. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. VIII.1. Seluruh pekerjaan harus dilaksanakan dibengkel dan merupakan pekerjaan yang berkualitas tinggi.2. Lingkup Pekerjaan 1. merata dan tidak terjadi cacat/noda akibat pemasangan.4. 2. Railing Tangga dan Pagar Selasar. perbaikan segera dilakukan tanpa tambahan biaya. Meliputi pekerjaan railing besi dilakukan pada tangga dan pagar selasar atau seluruh detail yang ditunjukkan/disebutkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Direksi.1. Pekerjaan Railing Besi VIII. tanpa cacat. Pengecatan dilakukan minimal 2 (dua) lapis. Pengelasan konstruksi harus dilakukan sesuai gambar konstruksi dan harus mengikuti prosedur/persyaratan-persyaratan dalam AWS dan AISC Spesification. bahan-bahan. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong.1.1. . Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pemasangan railing kurang rapi harus segera diperbaiki. hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. atas biaya Pemborong. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 3.1. VIII. VIII. harus baik. 3. Syarat Penerimaan Hasil pemasangan railing harus merupakan suatu hasil pekerjaan yang kuat. sebelum perkerjaan di mulai. 2. 4.VIII. PEKERJAAN RAILING BESI VIII.1. seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan ketepatan sedemikian rupa sehingga semua komponen dapat dipasang dengan tepat dilapangan.3. Bila terjadi kerusakan. Persyaratan Bahan 1. kokoh dan sempurna. Bentuk/ukuran sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Pekerjan ini meliputi menyediakan tenaga kerja. VIII.1. Lapis finishing dari seluruh permukaan railing besi harus dilakukan pengecatan dasar/zinkcromate.

PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP XI.5 mm) atau 45 x 27 B 50 (tebal 0.1. Ex Krakatau steel Atau setara 3. Besi siku L 50 x 50 x 5 untuk rangka list plank 6. .000 Mpa 4. Angkur Ø 18 12.Untuk usuk menggunakan Web Hot-dipped galvanized steel 65 x 26 C 08 (tebal 0.000 Mpa .Minimum Yield Strength 550 Mpa .Bahan terbuat dari baja mutu tinggi G 550 yang telah diproses dengan lapisan anti karat (galvanized coating-hot dip zinc) galvalume.5 mm).Ultimate tensile Strength 550 Mpa . Lingkup Pekerjaan. Reng dan Usuk Menggunakan Galvallum 13. 5.XI. 3. Bahan Rangka atap (reng/usuk) Menggunakan Rangka atap galvalum. Pasangan Jarum Keras Ø 16 11.Shear Modulus 80. Penutup Atap Menggunakan Atap Genteng karang pilang atau setara Pemasangan Sesuai dengan Gambar Bestek ( Gambar Perencanaan ) XI.2. 15. Adapun persyaratan bahab rangka atap galvalume yang digunakan adalah : . Penutup Nok dipakai bubungan model Karangpilang KW I Merk Good Year atau Wisma. Plat Plendes & sambungan T 12 mm 10. Perusahaan fabrikasi galvalume yang dipilih harus memiliki standart internasional ISO 9001 versi 2000. Besi siku L 75 x 75 x 7 untuk dudukan gording 5. . 2. 7.Modulus of Elasticity 200. Pipa pembuluh PVC Ø 4” Type D 14. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Atap dengan Penutup atap Genteng karang pilang 1. Terkstangbesi beton Ø 12 7. Rangka atap (reng/usuk) baja ringan/galvalume yang digunakan adalah produk Smartruss atau Pryda. Bracingbesi beton Ø 16 8. Plat & Mur baut dipergunakan untuk memenuhi pekerjaan sambungan – sambungan pada Rangka Atap Baja. Jarum Keras Ø 12 & Ø 16 9. Gording Canal C Sesuai dalam gamber perencanaan.5 x 8. Persyaratan ketebalan serta bentuk profilnya adalah sebagai berikut : . Penutup atap genteng yang digunakan adalah model genteng karang pilang KW I merk Good Year atau Wisma dan Sebelum dipasang kontraktor diwajibkan mengajukan contoh genteng kepada Konsultan Pengawas Direksi untuk mendapatkan persetujuan.Batten (reng) menggunakan Web Hot-dipped galvanized steel 35 x 25 B 05 (tebal 0. Bahan-bahan 1. 6. Pekerjaan meliputi pemasangan rangka atap galvalume. penutup atap dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan ini. List Plank Mengunakan GRC Board 12 mm / Kalsiplank 4.8 mm). . Kuda – kuda WF 200 x 100 x 5. Ex Krakatau stell Atau setara 2.

Perusahaan pabrikasi galvalume yang dipilih/ditunjuk harus memberikan garansi penuh atas kekuatan material dan kekokohan serta dapat memberikan garansi minimal 10 tahun. 5. harus diikuti ketentuan dari pabrik penutup tersebut dan harus sesuai dengan gambar rencana . Teknik pemasangan dan penyelesaian detail-detail yang belum jelas dalam gambar. kontraktor harus menyerahkan hasil tes laboratorium bahan rangka atap tersebut dari pihak perusahaan galvalume kepada Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan untuk mendapat persetujuan dengan biaya ditanggung oleh pihak kontraktor. Sebelum pemasangan. kaitan dan saling menutupnya harus cocok dan rapat sehingga tidak terjadi kebocoran apabila terkena hujan. pada sambungan diberi spesi campuran 1 Pc : 2 Ps rapat dan rapih. 6. Pelaksanaan 1. 4. Penutup Nok dipasang lurus. 2. 3.XI. Pihak perusahaan galvalume harus menyediakan tenaga pemasangan/fabricator yang terlatih serta tenaga supervise lapangan yang bertugas mengarahkan proses pemasangan.3. Penutup atap genteng karang pilang yang dipasang rapat sedemikian rupa sehingga betul-betul tersusun rapi dalam segala arah.

Segala perubahan gambar yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan berdampak kepada besarnya pembiayaan.SNI 03-2458-1991. Methode pengujian kuat tekan beton. maka pelaksana segera melaporkannya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat penyelesaian. Tata cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1726-2002) c. . Apabila terjadi perubahan gambar sehubungan dengan pelaksanaan. 4.beserta seluruh acuan yang dirujuknya seperti: . misalnya dengan pengajuan proposal tertulis tentang alternatif yang diusulkan. Struktur utama : Pour. Balok.SNI 03-2834-1992. Methode pengujian pengambilan contoh untuk campuran beton segar. KETENTUAN UMUM I. 3. Kolom.Dan lainnya.Tata cara pembuatan rencana campuran untuk beton normal. . 3.1.3. Plat Lantai dan Plat Atap. I.SNI 03-4810-1998. I.D. 5. . I. ring praktis. Acuan tambahan : Apabila ada hal-hal yang tidak termuat dalam SNI tetapi harus dikerjakan maka dapat dipakai Standard/Peraturan/ Pedoman yang sebelum lahirnya SNI tersebut seperti SK SNI T-15-1991- . Catatan Pada dasarnya pekerjaan struktur terdiri:struktur beton dan struktur baja. Ketentuan Umum 1. listplank beton dsb.Methode pembuatan dan perawatan benda ujidi laboratorium . maka seluruh biaya tersebut sepenuhnya menjadi tanggungan pelaksana. . Proses mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus melalui mekanisme yang disepakati kedua belah pihak.2. Strouss.SNI 03-2492-1991.2. Pekerjaan atap.3. Kesalahan pelaksanaan yang berakibat pada penambahan biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan. Apabila terjadi perbedaan antara RKS dan gambar kerja. harus diperhitungkan atas pekerjaan tambah kurang. 2. Struktur sekunder : kolom praktis. 6. Rujukan utama : a.1. Ruang Lingkup Pekerjaan SIPIL meliputi : 1. Tata cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1729-2002).SNI 03-1974-1990. sebelum pekerjaan dimulai harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. PEKERJAAN STRUKTUR I. balok latai. d. 2. Standard Rujukan I. Apabila terjadi perbedaan ukuran dalam gambar maka pelaksana harus menanyakan terlebih dahulu kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan ukuran yang tertulis menjadi acuan dibanding ukuran dalam skala. sesuai kebutuhan. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung (PPIUG) 1987 b.Methode pembuatan dan perawatan benda uji di lapangan. Tata cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI 03-28472002). Ringbalk.3.

dsb.sesuai SNI 03-2847-2002 2 Merek semen yang akan dipakai adalah semen Gresik. PEKERJAAN STRUKTUR BETON II. jika atas dasar pemeriksaan tidak memenuhi persyaratan. kontraktor harus dapat menunjukan sertifikat tentang semen yang diusulkan untuk dipakai.atas persetujuan Pengawas. dan tersimpan selama 2(dua) tahun setelah selesainnya pekerjaan pembangunan. Untuk mendapat persetujuan.1. 4 Penyimpanan Semen harus memenuhi syarat:  Terlindung dari pengaruh iklim dan kelembaban. Pengujian 1 Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan lapangan berhak memerintahkan diadakan pengujian pada setiap bahan yang digunakan pada pelaksanaan konstruksi beton ini untuk menentukan apakah bahan yang dipakai mempunyai mutu sesuai dengan mutu yang telah ditetapkan.AISC 1994 dsb .5 Mpa (K 250). II.  Pemakaian semen lebih dari satu merek tidak diijinkan. Ketentuan Bahan II. 2 Pengujian bahan dan beton harus dilakukan sesuai SNI 03-2847-2002 3 Tempat pengujian bahan dan beton harus dilakukan di Laboratorium independent yang memenuhi syarat. dan mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan 4 Laporan lengkap pengujian bahan dan pengujian beton harus selalu tersedia di lapangan (on site) untuk pemeriksaan selama pekerjaan berlangsung. Semen Tiga Roda atau Semen Holcim dan harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Agregat 1 Agregat untuk beton harus memenuhi syarat ASTM C 33 2 Agregat kasar dapat berasal langsung dari alam (agregat alam).2. Semen 1 Semen yang dipakai adalah semen Portland Type Satu. Sertifikat ini bisa diproleh dari pabrik semen yang bersangkutan atau dari laboratorium yang mempunyai kewenangan.1. dengan tambahan ketentuan bahwa semua unsur struktur yang berhubungan dengan air.UBC 1977. II.3. kecuali ada alasan khusus dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas II.  Semen harus disimpan sedemikian rupa.1. . campuran betonnya harus kedap air seperti pelat untuk kamar mandi dan wc.1.1. Mutu beton Semua beton untuk struktur bemutu fc‟ = 22.3. bahkan bisa dari PBBI 1971 NI -2 selama tidak bertentangan dengan SNI atau standard lain yang banyak digunakan masyarakat konstruksi asal tidak bertentangan dengan SNI tersebut diatas.1. sehingga semen yang datang/diproduksi lebih dulu terpakai lebih awal.misal seperti ACI318-99 . II.4. pelat atap. atau agregat yang berasal dari batu pecah.  Semen yang mempunyai gejala membatu /terkontaminasi bahan yang dapat merusak tidak boleh digunakan. 3 Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menolak semen yang dikirim ke Proyek.

Barang yang telah terkontaminasi bahan yang merusak tidak dapat digunakan 4 5 II.2.6.3 Ukuran maximum nominal agregat kasar harus tidak melebihi:  Seperlima(1/5) jarak terkecil sisi-sisi cetakan.pipa tertanam. 8. maka sebelum dipakai harus diuji kelayakannya. Pelindung beton. dengan mutu fy = 400 MPa 4 Baja polos dipakai hanya untuk elemen non structural dengan mutu fy=240 MPa 5 Sambungan las baja tulangan tulangan tidak diijinkan. Campuran beton 7. 6.kecuali ada pertimbangan khusus dan harus mendapat persetujuan tertulis Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. dan mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan II. bahan tambahan yang digunakan harus mampu secara konsisten menghasilkan komposisi dan kinerja yang sama dengan yang dihasilkan oleh produk yang digunakan dalam menentukan komposisi beton diawal penentuan campuran II. bahan organik . 9. Ketentuan Teknik Pelaksanaan Pekerjaan Beton Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan-pekerjaan yang menunjang terealisasinya pekerjaan struktur beton yaitu: 1. Bahan Tambahan 1 Penggunaan bahan tambahan untuk pembuatan beton harus mendapat persetujuan tertulis dari konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan.1. Persiapan. 2. Baja Tulangan 1 Semua baja tulangan yang dipakai harus baru. Air 1 Air pencampur beton harus bersih dan bebas dari bahan-bahan yang dapat beton.4 II. asam.1.tidak terintrusi bahan yang dapat merusak/menggangu. Penyimpanan agregat kasar dan halus harus terpisah agar memudahkan tugas Pengawasan. 3 Baja ulir dipakai untuk seluruh elemen strutur.  Sepertiga (1/3) ketebalan pelat lantai . garam. 2 Untuk keseluruhan pekerjaan.5. Pengecoran.7.1. seperti yang ditentukan dalam SNI 03-2847-2002 PASAL 5. Toleransi 3. Evaluasi dan penerimaan mutu beton . 2 Kecuali air yang berasal dari PDAM. alkali. 5 Kontraktor harus melakukan pengujian Tarik sedikitnya 1 sample tiap pengiriman 50 lonjor terhadap baja tulangan yang didatangkan Laboratorium independent yang memenuhi syarat. Perawatan. Cetakan. 5.dan siar pelaksanaan.bebas dari karat 2 Semua tulangan dari jenis baja ulir (BJTD) dan polos harus memenuhi ketentuan SNI 032487-2002 pasal 5. Penulangan.5. seperti oli. 4.

2. Perlindungan cuaca. Waktu pembongkaran cetakan harus berdasarkan analisa bahwa akibat pembongkaran ini tidak mengakibatkan kerusakan pada elemen struktur atau dapat mengurangi kemampuanya. Penentuan titik –titik tetap (uitset) Untuk pelaksanaan pekerjaan ini Pelaksana harus mendapat persetujuan tertulis Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Keamanan Proyek Pelaksana harus melengkapi Proyek dengan system pengamanan yang semestinya. Cetakan. II.Kemudahan dan kecepatan pembongkaran.dan siar pelaksanaan 1. b. Kedudukan (dari titik patokan) Kedudukan permukaan horizontal ± 10 mm Kedudukan permukaan vertical ± 10 mm 3. 4. kelengkapan peralatan beserta kondisinya. Alinement vertical listplang/sirip ±10 mm 4. yang dapat mengganggu mutu beton. . Cetakan harus mampu menghasilkan struktur akhir yang memenuhi bentuk.II. Dan lain-lain Apabila ada toleransi yang belum disebutkan akan ditetapkan kemudian atas persetujuan Pengawas. II. pelaksana harus mnyampaikan usulannya terlebih dahulu mencakup gambar-gambar pelaksanaan.Kecepatan dan methode pengecoran . daftar personel. e. pemakaian sabuk pengaman dsb . Cetakan a. Pengajuan rencana pelaksanaan Untuk mendapat persetujuan pelaksanaan suatu pekerjaan.2. Perencanaan cetakan harus mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: . d.3. Toleransi 1.dan dimensi komponen struktur seperti yang disyaratkan seperti dalam gambar.sesuai ketentuan ketenaga kerjaan yang berlaku. c.lingkungan terhadap bahan. garis. 2.pipa tertanam.2.1. kaku dan kuat untuk mencegah kebocoran mortar. Perlu dipersiapkan atas kemungkinan adanya gangguan cuaca. Pemasangan cetakan tidak boleh merusak struktur yang sudah terpasang sebelumnya.Beban selama konstruksi . harus atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Dimensi balok Ukuran sampai dengan 500 mm ± 5 mm Ukuran lebih besar 500 mm ± 10 mm 6. Penutup/selimut beton Selimut beton tebal sampai dengan 30 mm ± 5 mm 5.2. Pekerjaan Persiapan 1. 3. Cetakan harus mantap. Dimensi Untuk panjang sampai dengan 10 meter ± 10 mm Untuk panjang keseluruhan lebih 10 meter ± 15 mm 2. perubahan posisi dan perubahan bentuk elemen struktur.

Pipa atau saluran yang ditanam dalam kolom tidak boleh melebibihi 4% luas penampang yang diperlukan untuk kekuatan atau untuk perlindungan terhadap korosi atau kebakaran. c. 2. 3. pembongkaran cetakan. Semua tulangan harus ditempatkan/disetel sesuai gambar. 4. Pemasangannya tidak boleh berjarak sumbu ke sumbu kurang dari 3 (tiga) diameter/lebar. Pembengkokan tulangan. Siar pelaksanaan balok induk harus diletakan pada jarak minimum sebesar dua kali lebar balok yang memotongnya dari posisi muka perpotongan tsb. Saluran dan pipa yang dipasang tidak boleh menurukan kekuatan struktur. tidak mudah tergeser akibat adanya pekerjaan pengecoran. 3. Sebelum dimulainya pekerjaan konstruksi pelaksana harus membuat prosedur dan jadwal pelaksanaan pemasangan. a.2. Siar pelaksanaan pada system pelat lantai harus ditempatkan dalam daerah sepertiga bentang tengah pelat dan balok. bebas dari lumpur. dibasahi sampai jenuh dan dibebaskan dari kemungkinan air yang menggenang.seperti didaerah kamar mandi dan kamar kecil (KM/WC) atau pada pelat atap II. Dimensi maksimum pipa/saluran tidak boleh lebih besar dari 1/3 (sepertiga) tebal pelat. Bahan saluran dan pipa yang ditanam tidak boleh membahayakan beton dalam waktu umur struktur. Tulangan ditempatkan sedemikian rupa agar tetap terjamin ditempatnya. Siar pelaksanaan tidak boleh ditempatkan pada struktur yang harus kedap air. Keberadaan saluran atau pipa tidak boleh dianggap mempunyai kekuatan secara structural. Penempatan siar pelaksanaan harus dirancang sebelum pekerjaan pengecoran dilaksanakan. d. 2. a. Permukaan tulangan. atau segala jenis zat / benda pelapis bukan logam yang dapat mengurangi lekatan beton terhadap tulangan. Saluran dan pipa yang ditanam dalam beton. balok ataupun kolom. kecuali disetujui dengan cara lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. dinding. Tulangan yang sudah tertanam dalam beton tidak boleh dibengkokkan dilapangan. Pengiriman tulangan Semua tulangan saat pengiriman tidak boleh ditekuk kecuali untuk tulangan berdiameter lebih kecil 19 mm. . b. Siar pelaksanaan. Perangkat untuk menyalurkan geser atau gaya lain melalui siar pelaksanaan harus melalui analisa sebagai mana mestinya. Pada saat beton di cor. Sebelum pengecoran. misal seperti aluminium kecuali diambil tindakan pengamannya. keadaan permukaan tulangan harus bersih.4. Penempatan tulangan. Semua tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin. minyak. b. Penulangan 1. dengan pertimbangan tidak mengurangi kekuatan struktur. permukaan beton harus dibersihkan dari serpihan dan kotoran. c.f. untuk mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pemotongan tulangan Semua pemotongan tulangan tidak diperkenankan memakai mesin las atau yang sejenis. 5.

Penambahan air pada beton yang sudah selesai proses pengadukannya tidak diijinkan II. maka Kontraktor harus memberitahukan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan kapan pengecoran dilaksanakan. Sengkang ini dapat berupa sengkang pengikat tertutup internal atau spiral tertutup II. Tahu beton Tahu-tahu beton yang dipakai sebagai penahan tulangan sementara untuk mendapatkan tebal pelindung beton yang disyaratkan harus mempunyai mutu sama dengan betonnya sendiri. Sambungan lewatan tulangan yang menerus dan pengangkuran tulangan yang berakhir pada pertemuan kolom balok harus dilindungi dengan sengkang pengikat. Dan apabila memang tidak bisa menggunakan ready Mix. tulangan pada lapis bawah harus tepat dibawah tulangan diatasnya. dengan spasi bersih minimal 25 mm.5.2. setelah seluruh bahan dimasukan.dengan proses pengadukan secara terus menerus selama sekurangkurangnya 1.2. Bila tulangan sejajar tersebut diletakan dalam dua lapis atau lebih.6. 3 Cara mencampur Beton harus dicampur dengan menuangkan seluruh unsur pembentuknya kedalam satu wadah pengaduk. # Poer = 50 mm # Pelat = 20 mm # Sloof = 50 mm # Dinding = 20 mm # Kolom = 50 mm # Balok = 50 mm II. 2 Komposisi campuran Komposisi campuran harus berdasarkan atas perbandingan berat. 7. Rencana Campuran (Mix design) harus telah mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dengan disertai Rencana campuran/mix design harus dilakukan dengan methoda yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sebelum keputusan komposisi ditetapkan. Batasan spasi tulangan. Apabila Kontraktor Pelaksana hendak memulai pekerjaan pengecoran beton.5 menit. . untuk mendapatkan beton dengan kelecakan dan konsistensi yang menjadikan beton mudah untuk dicor tanpa terjadi segregasi. Campuran beton 1 Rencana campuran (mix design) Mengingat jalan menuju lokasi pekerjaan yang sangat sempit dan padat. maka sebisa mungkin kontraktor bersama-sama dengan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan mengadakan sosialisasi kepada pemilik proyek dan masyarakat sekitar supaya mendapat ijin untuk menggunakan campuran Ready Mix agar mutu dan proses pengecoran dapat lebih terjamin kualitasnya. Jarak bersih antara dua tulangan sejajar dalam lapis yang sama tidak kurang dari diameter tulangan yang besangkutan dengan minimal 25 mm. paling lambat 24 jam sebelum waktu pelaksanaan Pengecoran tidak dapat dilaksanakan apabila tidak dihadiri oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Sambungan /pengangkuran tulangan.2.6. Pelindung beton 1. 2. Pengecoran 1. Tebal pelindung beton secara umum ditetapkan sebagai berikut.7. 4 Penambahan air.

3. butir a. Seluruh persiapan pengecoran yang tersebut di dalam sub. maka harus mematuhi "retention time" yang telah ditentukan. Kontraktor dapat melaksanakan pengecoran. vibrator tidak boleh disentuhkan tulangan dan bekisting. Bila hasil Laboratorium ternyata mutu beton yang telah dilaksanakan tidak memenuhi syarat maka dilakukan test-test selanjutnya di lapangan sesuai prosedur yang telah diatur di dalam PBI 1971. kubus beton atau silinder beton dengan rasio sesuai yang diatur di dalam PBI-1971. Selama pengecoran. secara perlahan-lahan. dan d di atas telah mendapatkan pembenaran dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menghentikan pekerjaan ini dan semua resiko sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor Pelaksana. Pengecoran hanya boleh dilaksanakan bila : Kontraktor telah menyelesaikan pekerjaan penulangan dan bekisting serta pemasangan beton decking secara sempurna dan bersih serta telah mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan . maka rasio benda uji akan ditetapkan oleh Konsultan Pengawas / Direksi).b.2. Stek-stek untuk tahapan pekerjaan berikutnya telah dipersiapkan dan dibuat. pelaksanaan floor hardener dan lain-lain telah dipersiapkan dengan pihak lain yang melaksanakannya. - - 5. Bila Kontraktor bertindak menyimpang dari ketentuan-ketentuan di atas. cetakan harus dibasahi air atau bahan bahan lain untuk menghindari hilangnya air dalam campuran dan sekaligus untuk mengantisipasi kemudahan pembukaan cetakan dan untuk memproleh kwalitas permukaan beton yang disyaratkan. Kontraktor telah menyediakan bahan peralatan. Kontraktor harus selalu menjaga ketepatan titik-titik pemasangan angker supaya tidak bergeser dari posisi yang telah ditentukan sampai beton benar-benar kering. Setelah mencapai umur yang cukup. . Pemadatan beton dengan menggunakan vibrator. apabila telah disetujui Direksi berdasarkan pemeriksaan dan penilaian di lapangan pekerjaan. Pembuatan benda-benda uji. Kontraktor Pelaksana harus menyediakan sedikitnya 3 (tiga) buah vibrator cadangan selama pekerjan pengecoran berlangsung. Kontraktor telah membuat schedule rencana pengecoran dan strategi pengecoran berupa gambar tata letak bahan serta arah pengecoran. Selama pekerjaan pengecoran Kontraktor harus melaksanakan hal-hal sebagai berikut : Melakukan slump test Pengujian kekuatan setiap kali penuangan campuran beton dari beton molen. dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Dan harus sesuai dengan Rekomendasi Laboratorium yang membuat mix design. demikian juga penarikan vibrator. Angka kekentalan yang diperoleh harus sesuai dengan yang disyaratkan PB1-1971. - 4. Dalam hal menggunakan ready mix. Seluruh persiapan di atas.c. Seluruh persiapan pekerjaan yang berkaitan dengan komponen yang di cor terutama pemasangan angker untuk peralatan. Pelaksanaannya harus dilakukan secara semestinya yakni pencelupan vibrator harus diusahakan tegak lurus. Sebelum pengecoran dimulai. Bila test-test di lapangan inipun masih mendapatkan hasil mutu beton dibawah K-300 maka Kontraktor berkewajiban membongkar pekerjaan ini dan melaksanakan kembali tanpa mendapatkan ganti rugi apapun. dan persiapan tenaga serta dinyatakan dalam daftar bahan alat dan tenaga kerja. benda-benda uji ini harus diteskan ke Laboratorium dengan biaya Kontraktor.

8.9. Beton harus berada dalam kondisi lembab terus menerus sekurang-kurangnya selama 7 hari setelah pengecoran selesai. atas persetujuan tertulis Pengawas. Segera setelah pengecoran .dan gangguan mekanis. Perawatan dipercepat (missal dengan uap bertekanan tinggi) dapat dilaksanakan asal dengan perawatan ini beton yang dihasilkan sekurang-kurangnya mempunyai mutu sama dengan yang disyaratkan. menyiapkan contoh uji silinder yang diperlukan dan mencatat segala sesuatunya yang diperlukan seperti suhu beton segar pada saat menyiapkan contoh uji untuk pengujian tekan. sehingga dapat memberi pengaruh negative pada mutu beton yang dihasilkan atau kemampuan layan komponen struktur.6. 2 Perawatan dipercepat/khusus. temperature terlalu panas. Semua benda uji harus dites sesuai persyaratan di Laboratorium Independen yang memenuhi kwalifikasi baik personel maupun peralatannya.6 : Evaluasi dan Penerimaan Mutu Beton). Selama pelaksanaan mutu beton harus diperiksa secara kontinyu dari hasil pemeriksaan benda uji.2) butir (1) diganti menjadi (diambilkan dari Peraturan Beton Indonesia 1971 /PBI 71 NI-2) yaitu: 1.beton harus dilindungi terhadap pengeringan dini.  . kecuali menggunakan perawatan dipercepat. Frekwensi pengambilan benda uji. harus tetap juga memenuhi syarat seperti pada perawatan yang dipercepat diatas yaitu beton yang dihasilkan minimum mutunya tidak lebih rendah Pengawas dapat menambah jumlah benda uji dari jumlah yang disyaratkan untuk evaluasi mutu beton.II.Untuk masing-masing mutu beton harus dibuat 3 (tiga) benda uji setiap 1 truk mixer beton dengan volume  6 (enam) m3. Hal-hal lain perlu diperhatikan:  Tenaga Tenaga pengujian/Teknisi lapangan yang memenuhi syarat kualifikasi.    II.cara produksi.2. kecuali pasal 7. Perawatan (curing) 1 Perawatan biasa. Evaluasi dan Penerimaan Mutu Beton Evaluasi dan penerimaan Mutu Beton sesuai dengan SNI 03-2487. Saat pengujian harus disaksikan oleh Pengawas. harus melakukan pengujian beton segar di lokasi konstruksi. baik kekuatan dalam jangka pendek.Pengujian di Laboratorium harus dilakukan oleh tenaga Teknisi yang memenuhi persyaratan atas persetujuan Pengawas. Proses perawatan khusus dengan mengganti kehadiran air dengan material tertentu (misal seperti curring compound). 2. jangka panjang. serta penangan pengecoran.   Metode perawatan ini harus mendapat persetujuan tertulis pihak Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. maupun yang menyangkut tingkat keawetannya.2002 (butir 7. Laboratorium.seperti perlindungan terhadap bahan dasar .2. Selama cuaca panas maka perhatian harus lebih diberikan sejak dimulainya proses .untuk menjamin bahwa proses perawatan yang dilakukan memenuhi persyaratan. Perlindungan yang merupakan bagian dari perawatan harus dapat mencegah temperature beton melebihi yang seharusnya.

2. lubang galian harus bersih dari kotoran – kotoran tanah bekas galian. Melampaui batasan toleransi ini harus diperhitungkan terhadap dampak strukturnya. IV. kesiapan peralatan beserta kelengkapannya harus bisa diyakini berfungsi sebagaimana mestinya. Urutan Pemancangan Sebelum pemancangan dilaksanakan. Dibagian bawah pondasi sebelum rangkaian besi plat di pasang lantai kerja dari beton rabat/beton tanpa tulangan dengan campuran 1 pc : 3 ps : 5 krl. Kolom 5. Pekerjaan Pour Pembesian. Persiapan Pemancangan Kondisi peralatan Sebelum memulai pekerjaan pemancangan. II. Tangga 8.3. Kemiringan Tiang Penyimpangan arah vertikal atau kemiringan tiang yang disyaratkan tidak boleh lebih besar dari 2 mm dalam 100 mm (1:50). .dan penambahan biaya sebagai akibatnya ditanggung Pelaksana. II. panjang. Identifikasi Sebelum dipindahkan dari tempat pembuatannya/fabrikasi. Ketentuan Tambahan pada Masing-masing Bagian Pekerjaan Beton Pekerjaan ini meliputi : 1. tebal pondasi serta kedalaman harus sesuai dengan gambar rencana. Sebelum dipancang tiang harus diperiksa terlebih dahulu untuk medapat persetujuan untuk dipancang. Toleransi Posisi Kepala Tiang Toleransi kesalahan pemancangan setiap tiang maksimum 100 mm. Sebelum penempatan rangkaian besi plat. lebar. Pondasi Mini Pile 3.dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas. mini pile harus diberi tanda-tanda identifikasi : tanggal pembuatan. tebal tiang serta jumlah tulanganlengkap dengan diameternya untuk masing-masing tiang. Untuk menjaga kedudukan tiang selalu sesuai rencana. dari dua arah . maka selama pemancagan harus diikuti dengan pesawat ukur. Pelaksana harus mendiskusikan terlebih dahulu urutan III. Pelat 7. Balok 6. Agar memudahkan untuk mengetahui masuknya tiang kedalam tanah maka setiap tiang harus diberi tanda pada setiap meternya. Pour Pondasi 2. jenis/type : diameter. Siar Dilatasi dan Siar Pelaksanaan II. Pengawas berhak memerintahkan Pelaksana untuk melakukan pengujian tambahan apabila ada hal-hal yang ketentuan yang berlaku.1. dengan batasan kesalahan titik berat tiang untuk satu poer masih lebih kecil atau sama dengan 100 mm. Sloof 4. II.tegak lurus satu terhadap yang lain. Pondasi Mini Pile I. Pengujian tambahan.3.3.

Apabila balok sloof dicor dengan menggunakan acuan permanent misal dari pasangan batubata/batako. Setiap tiang harus masuk kedalam poer seperti ukuran pada gambar. VIII. 2. sarat pengecoran berikutnya harus sedemikian rupa (sesuai ketentuan SNI) agar tidak menjadi titik lemah bagian struktur. Besaran kalendering untuk penetapan kemampuan tiang disesuaikan dengan jenis/tipe mesin pancang yang dipakai. Tinggi jatuh pengecoran tidak boleh melampaui 1. maka penutup betonnya harus dirubah menjadi 75 mm. pengecoran dengan menggunakan bantuan tremi dapat menjadi salah satu pilihan. serta mendapat persetujuan tertulis Pengawas. Pemakaian jenis tiang pancang jenis/type lain dapat dilakukan asal mempunyai kemampuan setara secara teknis dan ekonomis. permukaan beton tidak dapat dikontrol. VII. pemberhentian pengecorannya. .untuk itu diperlukan Persetujuan tertulis Pengawas. dengan mutu beton fc‟= 50 MPa (600 kg/cm2 benda uji kubus) memenuhi ketentuan JIS A 5335-1985 dan „modified to suit‟ ACI-1979. Jenis/tipe Tiang Tiang pancang yang dipakai adalah tiang pancang dari jenis tiang pancang Pra tekan pracetak. Pelindung beton. Khusus untuk balok-balok sloof yang menyatu secara keseluruhan dengan bangunan diatasnya. Sloof 1. pemotongan tiang harus dilakukan sedemikian rupa (misal dengan gerinda) agar tidak menimbulkan kerusakan pada tiang (retak memanjang kearah tiang tidak boleh terjadi). sifat permukaan beton.pelaksana harus bisa menunjukan sertifikat/hasil tes produk tiang pancangnya dari Institusi Independen. IX. setelah mendapat persetujuan tertulis Pengawas. Pemotongan Kepala Tiang Untuk keperluan hubungan tiang pancang dengan poer. V.1.2. Mengingat ukuran kolom yang ada. JSCE. Sambungan tulangan. IX. kecuali ada pertimbangan khusus atas jalannya pemancangan dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas. Kolom 1.1. Masuknya tiang kedalam poer. VI. 2. Kemampuan memikul beban tiang (P ijin = kemampuan dibagi angka keamanan) dari hasil perhitungan sesaat dilaksanakannya kalendering harus mencapai kemampuan minimum sebesar 80% dari P ijin rencana (friction belum bekerja).1.pemancangan yang akan dilakukan. Penggunaan cara ini harus tetap menjamin bahwa mutu beton yang didapat tidak lebih rendah dari yang dipersyaratkan. Pengecoran. Pergeseran kepala tiang akibat urutan pemancangan harus dapat diprediksi sebelumnya sehingga perlu antisipasi.5 meter. Urutan pengecoran. Kedalaman Tiang Penetapan kedalaman tiang pancang sesuai gambar dan dikontrol dengan hasil “kalendering‟. Penghentian pemancangan sementara Pada dasarnya pemberhentian pemancangan sebelum mencapai kedalaman yang direncanakan tidak diijinkan. Apabila dipandang perlu oleh Pengawas. IX.

Seperti pada balok. balok – balok.Untuk menghindari menurunnya kemampuan pikul pelat khususnya diatas tumpuan. Posisi tulangan. Untuk menghindari menurunnya kemampuan pikul pelat khususnya diatas tumpuan. balok induk.1. Tangga Antisipasi akan terjadinya lendutan balok tangga oleh beban yang bekerja. adanya phenomena konsolidasi pada pengecoran beton yang relative tebal.3. para pekerja pengecoran sering/sulit menghindar untuk tidak menginjak tulangan pelat. atau pelat yang ditumpu oleh kolom atau dinding tidak boleh di cor atau dipasang hingga beton pada komponen struktur vertikal penumpu tidak lagi bersifat plastis. sehingga letak/kelurusan tulangan terganggu. Pemberhentian pengecoran Pada bagian atas pemberhentian pengecoran kolom sering terjadi penurunan kwalitas beton ditandai adanya retak dibawah sengkang.1. Siar pelaksanaan pada sistim pelat harus ditempatkan dalam daerah sepertiga bentang tengah pelat.5.penyambungan tulangan perlu dirancang sedemikian rupa. 3. IX. Kontrol lendutan. Permukaan beton pada siar pelaksanaan. semua siar pelaksanaan harus dibasahi. antisipasi kearah itu harus ditetapkan sebelum pelaksanaan pengecoran.maka permukaan itu harus dikepras minimum setebal 50 mm. Siar pelaksanaan pada balok induk harus diletakan pada jarak minimum sebesar dua kali lebar balok yang memotongnya dari posisi muka perpotongan tersebut.antisipasi kearah itu harus ditetapkan sebelum pelaksanaan pengecoran. Pengalaman menunjukan bahwa saat pengecoran pelat. IX. Antisipasi terhadap terjadinya lendutan harus dilakukan sebelum pengecoran dilaksanakan. sehingga letak / kelurusan tulangan terganggu. 2. Untuk menghindari terjadinya sarang tawon pada bagian bawah kolom antisipasi untuk mencegahnya harus ditetapkan terlebih dahulu. Sarang tawon. dan jika ada air yang tergenang harus dibersihkan. karena kurang perawatan.misalnya tidak dalam satu potongan.antisipasi terhadap terjadinya lendutan harus pengecoran dilaksanakan. 4.1. diantisipasi sebelum 2. . 4. Balok. 3. Sesaat sebelum beton baru di cor. Pengalaman menunjukan bahwa saat pengecoran pelat tangga. Balok Antisipasi akan terjadinya lendutan balok oleh beban yang bekerja maka perlu adanya langkah antisipasi pada waktu memasang kerangka acuan/bekisting berupa kontra lendutan. maka perlu adanya langkah antisipasi pada waktu memasang kerangka acuan/bekisting berupa kontra lendutan.4. para pekerja pengecoran sering / sulit menghindar untuk tidak menginjak tulangan pelat.6.Untuk menghindari kesulitan dalam pengecoran. harus dibersihkan dari serpihan dan kotoran lainnya. IX. Pelat 1. balok induk. Siar Pelaksanaan Siar pelaksanaan adalah siar yang terpaksa diadakan atas dasar alasan keterbatasan pengecoran (pemberhentian pengecoran sementara) : harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1.1. IX.

Untuk menyelesaikan masalah ini harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan Penyelesaian dengan cara mechanical grouting dengan menggunakan produk sejenis Embeco Grout. Balok. Baut-baut untuk konstruksi tumpuan harus menggunakan baut hitam dengan jenis HTB. Materfloow Grout. Baja profil WF mutu BJ–37 b. Sebelum mulai dengan mendatangkan bahan-bahan. Sika dan yang sejenisnya harus dilakukan. Semua bagian baja yang digunakan harus dari jenis yang sama kualitasnya. Bahan X. Seluruh bahan-bahan baja ini harus lurus dan tanpa cacat sebelum dikerjakan.2. bebas dari tekukan-tekukan. Kegagalan Pengecoran Yang dimaksud dengan kegagalan pengecoran disini antara lain : 1.butir 5 (Penyelidikan untuk hasil uji kuat tekan beton renda ). Apabila hal semacam ini terjadi.5.7. 2.1. X.1. Bahan-bahan baja yang sudah ada cacatnya dan tidak dapat diperbaiki harus diganti / tidak dipergunakan. Kuat tekan hasil grouting harus mencapai mutu minimal sama dengan mutu beton yang dipersyaratkan. X.1.1. puntiran dan lubang-lubang serta cacat lainnya. kontraktor diwajibkan untuk memberikan keterangan detail-detail seperlunya mengenai bahan-bahan baja yang akan dipakai kepada Pengawas untuk mendapat persetujuan.6. Diperoleh mutu beton lebih rendah dari yang dipersyaratkan. Ikatan angin baja polos fy = 240 Mpa f. balok induk dan kepala kolom harus dicor monolit sebagai bagian sistem pelat lantai. Angker-angker baut dari baja lunak d. maka penyelesaiannya merujuk pada pasal 7. Baja yang dipergunakan untuk pekerjaan ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : Batang-batang baja yang dipergunakan harus lurus dengan maksimum bengkok 1/4000 panjang batang. Elektroda-elektroda las harus diambil dari gradea best heavy coated type. Gording baja kanal BJ–37 Persyaratan Bahan Yang Dipergunakan Seluruh baja yang dipergunakan harus memenuhi SNI atau standar lainya yang sederajat atau lebih tinggi (lengkap). bebas dari puntiran dan lubang-lubang serta cacat-cacat lainnya. . Plat baja yang dipergunakan sebagai plat simpul harus benar-benar datar. PEKERJAAN STRUKTUR BAJA X.1. Macam-macam Bahan Bahan-bahan yang digunakan pada proyek ini harus memenuhi mutu sebagai berikut : a. Batang-batang elektroda harus berdiameter minimal 6 mm. IX. Terjadi keropos (sarang tawon). Baut-baut digunakan jenis HTB c. Batang tarik baja polos fy = 240 Mpa e.

Kontraktor harus meminta ijin secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan menunjukkan bengkel tempat dikerjakannya konstruksi untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi sebelum pekerjaan ini dilaksanakan. . Tepian yang tajam akibat pemotongan maupun pemboran harus ditumpulkan dengan gerenda. 10.Las yang dipakai adalah las sudut (Fillet Weld). cat dll. Untuk itu Kontraktor Pelaksana harus membuat "gambar-gambar pelaksanaan" lebih dahulu.3. Syarat Pelaksanaan 1. tidak pada saat hari hujan atau baja dalam keadaan basah.Permukaan yang akan dilas harus bebas dari kotoran. Pengangkatan kudakuda harus dilaksanakan secara hati-hati hingga tidak menimbulkan puntiran-puntiran pada bidang kudakuda. Pekerjaan kuda-kuda baja ini tidak diperkenankan dilaksanakan sebelum "gambar pelaksanaan" disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 7. 3.X. Seluruh pekerjaan mendirikan baja harus dilaksanakan menurut standar JIS atau yang setara dan berdasarkan pada gambar-gambar kerja. Untuk itu sebelum diangkat batang-batang penjepit sebagai klem pengaku bidang kuda-kuda harus dipasang lebih dahulu dan tidak boleh dilepas sebelum trek stang dipasang serta konstruksi kudakuda telah benar-benar dalam keadaan diam. X. minyak.Pengelasan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga baja tidak termakan oleh las yang dapat mengakibatkan berkurangnya luas efektif penampang baja. . Pemotongan harus dilaksanakan dengan mesin standard. Pembuatan kudakuda baja harus dilaksanakan di tempat yang datar dengan lantai kerja yang keras. Pemasangan kuda-kuda hanya boleh dilaksanakan bila kolom-kolom dan balok beton penumpunya telah berumur paling sedikit 14 (empat belas) hari dan baut-baut pengikatnya telah terpasang dengan benar.1. . Erection harus dilakukan oleh crew yang ahli dan berpengalaman serta menggunakan keran-keran yang memadai bila diperlukan. 4. . . Metode Pemasangan (erection): 1. 3. 2. Trek stang ( ikatan angin ) harus menggunakan besi beton 16 mm dan dilengkapi dengan ulir penegang ( turn buckle ). jadwal pekerjaan kepada Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. 6. Pelubangan harus menggunakan bor. Test tarik dilaboratorium menjadi tanggungan kontraktor. 9. Bila dilaksanakan di luar lapangan pekerjaan.Pengelasan di atas hanya boleh dilaksanakan bila konstruksi dalam keadaan benar-benar diam.1.4. 2. dengan mutu las minimal sama dengan mutu baja yang dilas. Pengelasan harus menggunakan mesin las listrik. 8. Kontraktor harus mengajukan uraian lengkap mengenai metode erection. dengan hasil tebal las yang rata serta harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : . Bentuk dan dimensi kuda-kuda serta dimensi batang-batang dan plat simpulnya harus dilaksanakan sesuai gambar rancangan pelaksanaan serta sesuai dengan keadaan bentang kedudukannya di lapangan pekerjaan. 5.Hasil dari pengelasan hendaknya dilakukan tes pengelasan dengan menggunakan colour tes.

11. 10. dinding bata dan lain-lainya yang mana dibangun setelah struktur baja didirikan. 6. Pekerjaan baut dan las harus selalu diawasi selama pelaksanaan dan bilamana Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan menganggap adanya kesalahan dalam pekerjaan harus segera diganti atau diperbaiki dengan biaya kontraktor. 14. 17. 9. 12. 18. Kontraktor harus menyimpan dan menjaga semua bahan-bahan menurut lazimnya dan melindungi terhadap kontak langsung dengan tanah ataupun terhadap gangguan lainya. Jika stabilitas dari struktur lengkap tergantung juga pada elemen-elemen lainya. Bila diinginkan kontraktor harus membuat perancah-perancah tambahan untuk memungkinkan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan menginspeksi setiap unit sambungan dan biaya ini dianggap sudah dimasukan dalam harga tender. 13. Dalam pelaksanaan pendirian tidak diijinkan menggunakan palu besi untuk memukul elemen-elemen baja kecuali seijin Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. seperti lantai beton. 16. . Kontraktor bertanggung jawab sepenuhnya dalam merencanakan prosedur pelaksanaan termasuk pemasangan batang-batang penguat sementara dan lain-lain.4. Bila perkerjaan montage sudah selesai dan disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Kontraktor harus mengajukan usulan pada direksi mengenai urut-urutan kabel yang harus ditarik dengan tidak membahayakan stabilitas konstruksi secara keseluruhan. Pemakaian bau-baut montage selama pelaksanaan harus seefisien mungkin dan cukup untuk membuat struktur terpasang erat satu sama lain. Sebaiknya dipakai pemukul kayu bila memang harus digunakan. seluruh batang-batang penguat sementara dan hubungan-hubungannya harus dilepaskan. dan 100% dari gaya yang disyaratkan sesuai gambar. Bila Pengelasan dilapangan boleh dilaksanakan setelah struktur dengan perancahnya lurus dan menurut bentuk yang diinginkan dan sebelumnya harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 15. 7. lubang-lubang pada batang baja karena baut-baut montage dan cat yang rusak karena pekerjaan sementara harus diperbaiki. Kontraktor boleh membuat patokan-patokan garis-garis ketinggian dari konstruksi yang akan didirikan. 8. Baja tidak boleh ditempatkan atau dipasang diatas pondasi beton atau lantai sampai beton mempunyai kekuatan minimum 50% dari kekuatan beton umur 28 hari. 5. Gaya pratarik diberikan pada tiap-tiap kabel bertahap dari 50%. Kontraktor harus mematuhi segala petunjuk direksi yang berhubungan dengan pelaksanaan/pendirian segala bagian struktur. maka penguat sementara harus tetap dipasang ditemapat sampai seluruh elemen-elemen tersebut lengkap didirikan dan juga setelah mendapat ijin Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. mendirikan perancah sementara dan cara-cara pembebanan tertentu pada struktur asalkan tidak melewati tegangan kerja baja yang diijinkan sesuai standar JIS yang berlaku. untuk menjamin bahwa struktur tetap aman karena angin atau beban-beban yang ada selama pelaksanaan pendirian. Sambungan-sambungan baut sebelumnya harus dikontrol oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.

4. Bila baut. Sambungan Baut 1. c. Metode Kunci Kalibrasi ( Calibrated Wrench Method ) 1. dua tipikal baut pada tiap diameter dari baut-baut yang dipasang. Baut-baut ditempat sambungan dikeraskan secara sistematis dan dimulai dari yang pusat sambungan kearah ujung-ujung bebas. . 2. Kalibrasi dilakukan dengan mengeraskan sesuatu alat yang dapat menunjukan tegangan aktual baut. Bila permukaan antara baut atau mur dan bentuk permukaan baja mempunyai kemiringan 1 : 20 atau lebih.  Untuk pemasangan HTB harus digunakan kunci momen sesuai dengan proof load yang dianjurkan pabrik. Penyambungan Penyambungan tidak diperkenankan kecuali dicantumkan dalam gambar yang telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.  Baut-baut yang tidak boleh dipakai diberi tanda/dicat dan dikumpulkan menjadi satu untuk segera dibawa keluar site. Sebelum pemasangan baut HTB permukaan bidang kontak harus dalam keadaan bersih dari kotoran. mur dan ring (washer) dalam keadaan basah sebelum dikeraskan. Untuk mengeraskan baut-baut dikerjakan dengan memutar mur. termasuk perlengkapan-perlengkapanya. 3. Penyambungan dengan baut harus dilakukan dengan cara terbaik yang sesuai dengan maksudnya.X. Baut yang dipakai dibedakan sebagai berikut :  Untuk semua pekerjaan baut menggunakan baut baut mutu tinggi ( HTB ) dengan mutu A490-x-ASTM.1. badan baut harus terdiri dari bagian yang berulir dan bagian yang tidak berulir dan panjang badan yang tidak berulir disesuaikan dengan tebal baja yang disambung. Alat pengeras harus dikalibrasi terlebih dahulu sebelum dipakai. Kalibrasi ini harus disaksikan oleh Pengawas 4. b. maka dipakai ring khusus (tappered washer) untuk menjamin ikatan yang kuat. Untuk itu kontraktor harus menyerahkan brosur-brosur yang diperlukan kepada Pengawas. Semua baut-baut pada sambungan harus dikeraskan pada tahap awal dengan kunci manual atau kunci elektrik 50% sampai 70% dari tegangan minimum untuk ukuran dan mutu baut-baut yang digunakan. 2.5. cat dan meni. 3. a. maka harus diganti yang baru.  Baut-baut HTB yang sudah pernah dipakai (dalam keadaan kencang/bertegangan ) tidak boleh dipakai lagi. 2.  Bila baut HTB akan digunakan maka permukaan bidang kontak tidak boleh dicat/coating dan harus bersih. Pengerasan Baut-baut 1.

Penyambungan Las. 2. kutub elektroda dan voltage. assembling struktur utama dan lain-lain yang ditunjukkan dalam gambar. 3. kontraktor harus membuat tabel yang berisi informasi : 1. Instalasi Kontraktor harus mempunyai instalasi yang memenuhi syarat untuk pekerjaan las diantaranya : 1. c. Metode Pemutaran Mur 1. d. f. Cara-cara produksi sehubungan metode pengelasan yang dipakai. atau bagian-bagian yang dihubungkan kestruktur utama. Bila metoda pemutaran mur dipakai untuk mendapatkan tegangan baut yang dispesifikasi. Bentuk alur. b. AWS atau DIN. Batang elektroda yang dipakai harus sesuai dengan standar AWS : E70xx e. 2. Tenaga Ahli Tenaga yang melakukan pekerjaan ini harus mempunyai sertifikat keahlian yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga pemerintah atau yang sederajat dan yang telah terbukti keahliannya. 7. Personil-personil yang mengerjakan.1. Pada dasarnya metode pengelasan yang dipakai adalah las listrik (arc welding).d. Semua pekerjaan yang berhubungan dengan las harus memenuhi standar JIS. X. Bengkel beratap dengan miliu kering untuk penyimpanan barang-barang elektroda.6. Keamanan hasil las sesuai tujuan desain konstruksi. Untuk profil-profil buatan harus dipakai metode las tandem (submerged arc welding). Jenis barang elektroda. Jenis arus. Penyambungan las digunakan untuk pembuatan sambungan buhul. . ada setiap pekerjaan sambungan las. 6. Metode pengelasan 5. kecuali bila penggunaan las tandem tidak mungkin dikerjakan. Kontraktor yang melakukan pengelasan pada dasarnya harus memperhatikan sifat mampu las ( weldability ) material baja dengan berdasarkan 3 aspek pokok : 1. Pekerjaan Las a. metalurgi dan fisik material. Posisi pengelasan 4. Sifat-sifat kimia. “Snug Tight“ didefinisikan sebagai pengerasan yang di dapat dari beberapa impact pada sebuah kunci impact atau usaha penuh seseorang menggunakan ordinary spud wrench. 2. Urutan pengelasan. Metoda kontrol kualitas hasil las 8. 9. maka pertama-tama harus ada cukup baut yang dalam keadaan “Snug Tight“ ( Keras dan Rapi ) untuk meyakinkan bagian-bagian daerah sambungan dalam keadaan hubungan yang baik satu sama lain. 3. 3. g. Bagian konstruksi yang disambung dan dimensi. Pemutaran mur dari kondisi “ Snug Tight “ dapat dilakukan dengan pedoman yang tersebut dalam SNI.

3. bukan ukuran kaki las. 4. 2. 5. Blasting 1. dipilih yang terbesar. i. Persiapan Alur pada material yang akan dilas harus bebas dari kotoran.7 tebal material yang dilas. . Perkerjaan blasting harus dikerjakan diworkshop khusus. Minyak dan gemuk harus dibersihkan dengan solvent. sehingga mempunyai kekuatan paling tidak sama dengan elemen yang disambung. 2. retak. Secara visual hasil pengelasan harus bebas dari pori-pori.  t max Tebal maksimum  0.1. dan BK untuk las sudut. Kontrol Mutu Hasil Pengelasan 1. Sesudah blasting dan pembersihan.1.2. 3mm. Semua permukaan baja di difinish dengan meni (sincronit). Instalasi untuk hasil uji las. Pada sambungan balok ke pylon. Semua permukaan baja harus diblasted sebelum dicat anti korosi. cat dan nat-nat lain yang dapat mengurangi mutu las. Alat-alat perangkai dan transport. Sesudah blasting selesai harus dilakukan pengecatan-pengecatan dasar. Pengawas dapat meminta diadakan uji non-destruktif minimum tiga tempat untuk satu macam sambungan. 4. j. Jika tidak disyaratkan lain dalam gambar bestek. kecuali pada bagian-bagian yang disambung dengan HTB. permukaan luar elemen struktur harus segera dicat. Mesin-mesin dan alat kerja. Pada las tumpul.7. 3. gantungan kabel dan sambungan pada blok angker harus diadakan uji mutu non-destruktif. h. Segera sesudah blasting selesai harus dilakukan pengecatan. 2. Tebal minimum : . X. minimum termasuk kelas BS untuk las tumpul. Pengecatan 1. karat.8. takikan dan mempunyai bentuk gelombang ( beat ) yang baik 2. Mutu hasil pengelasan harus sesuai dengan standar. X. air. Tebal Las Tebal las sudut yang tertera pada gambar adalah tebal efektif. pengelasan harus menghasilkan las dengan penetrasi penuh. 3. 3. semua debu-debu dipermukaan harus ditiup dengan air blower dan semua imperfeksi permukaan baja harus dihilangkan dengan gerenda. Misal bila digunakan standar DIN 8563 bagian 3. Preparat untuk mengelas dan memotong. tebal sambungan las harus diambil sebagaimana berikut: 1. tumpuan pylon. Setelah HTB dipasang. Untuk las lapangan dan tempat yang diragukan kwalitas hasil pengelasannya.

harus diikat kuat-kuat dengan klem-klem dan pipa yang digunakan ialah Conduit Pipe uk. Saluran/pipa yang menghubungkan saklar atau stopkontak hanya diperbolehkan dengan arah vertical terhubung dengan salauran horizontal di atas dengan dilengkapi T Dos. 3.E.3. dan memenuhi syarat keamanan kerja. Pemasangan pipa yang diletakkan di atas kayu atau rangka partisi harus diberi tapak (kolos) yang jarak pemasangan satu sama lain minimal satu meter. R. I. I. 2. 2. 20 mm merk Clipsal atau Ega. 5. Pemasangan pipa-pipa seluruhnya ditanam di dalam tembok sedemikian sehingga bila ditutup (diplester) oleh Pemborong. Menurut penjelasan-penjelasan dan peraturan-peraturan dalam uraian ini dengan tegangan/voltage 220 V. 1. bangunan lain tidak akan menonjol keluar. berkualitas baik. 7. Pipa yang digunakan ialah pipa Conduit Pipe. Pengawas berhak menyelenggarakan atas biaya Pemborong. Sebelum semua bahan tersebut dipasang agar diperlihatkan dulu kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk diperiksa kualitasnya dan mendapat persetujuan. PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL I. 2. Bila Pemborong tidak mengindahkan. Penjelasan tentang Bahan-bahan 1.1. 4.2. 9.15. Sebelum melaksanakan pekerjaan instalasi Pemborong harus membuat gambar kerja yang telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pada tiap pasangan pipa jarak 8 m harus diberi T Dos. Penanaman pipa dilaksanakan sebelum tembok diplester. 3. dalam waktu 2 x 24 jam harus sudah dikeluarkan dari lokasi pekerjaan. Jumlah penarikan kawat di dalam pipa harus sesuai dengan tabel sebagai pedoman yang berlaku di Indonesia. Barang-barang yang sudah diafkir. Semua bahan harus barang baru yang tak ada cacatnya. Pada pasangan pipa yang mempunyai kemungkinan air dapat berkumpul supaya dipasang inspektube. Pelaksanaan Pekerjaan Instalasi : 1. I. 4. 1976). INSTALASI LISTRIK Untuk keperluan ini Pemborong bisa menugaskan pihak ketiga (instalatur) yang mempunyai sertifikat dari PLN setempat dengan mendapat persetujuan lebih dulu dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan secara tertulis. Dengan min. Tapak dari kayu harus dicat meni. agar mudah dalam pemeliharaan dan perbaikan. . Menurut semua petunjuk-petunjuk dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pipa–pipa yang ditanam di dalam dinding partisi pada arah horizontal harus berada pada bagian atas partisi dibawah langit-langit/plafon. 8. Pemborong tetap bertanggung jawab atas pekerjaan instalasi listrik tersebut. Pekerjaan harus diserahkan rekanan kepada Pengawas dalam keadaan selesai tepat pada waktu yang telah ditetapkan. 6. Pekerjaan Pemasangan Pipa. Menurut peraturan-peraturan listrik yang masih berlaku di Indonesia pada waktu ini (PUIL th.

Lampu yang digunakan adalah lampu jenis Spot light hemat energy 20 Watt dan 10 Watt sesuai dengan gambar rencana dengan merk Phillip. plat baja ukuran sesuai dengan rancangan. ‘Sekringkast’. Semua lampu dipasang menempel pada langit-langit. Pada tiap penyambungan kabel menggunakan terminal. dipasang sampai menyala. 1. Pemasangan saklar kapasitas 6A atau lebih sesuai beban. 2. 2. I. Ukuran Isolasi.6. Pemborong harus memasang seluruh instalasi lengkap termasuk jaringan instalasi antar gedung sehingga siap menyala dengan syarat menyerahkan jaminan instalasi yang disahkan Pemborong utama dan/atau Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.7. 3. Panel-panel tersebut setelah dipasang dengan baik. Stop Kontak. dilengkapi frame yang kuat. Kabel NYM yang berada di tembok atau di atas plafon harus memakai klem yang ukurannya sesuai. 4.8. Ukuran isolasi ditentukan antara ½ ohm sampai 0. dan lain-lain. sedangkan pada posisi kabel yang lain tidak diperbolehkan menyambung (banyak sambungan karena menggunakan sisa kabel). 6.5. Tinggi „Lichtverdoelkast‟ saklar. Brocco atau National Panasonic dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.4. untuk mencegah lampu padam semua bila ada kerusakan. I. Semua kabel yang dimasukkan ke dalam pipa tidak boleh ada sambungan. 250V stop kontak 15 Amp dari ebonit warna merk. dilengkapi dengan kotak dengan papan jati yang dipelitur dengan pintu dan kunci. Pemasangan papan-papan sekering/panel: Wall Mounted terpasang kuat dan rapi pada lokasi yang tidak mengganggu lalu lintas dan memudahkan operasi dan pemeliharaan. I. Pemasangan/jenis/posisi lampu disesuaikan dengan gambar rencana. . I.I. Penyambungan kabel hanya diperbolehkan di persimpangan atau perubahan jenis ukuran kabel. Seluruh penerangan harus dilengkapi dengan lampu sesuai gambar. 5. stop kontak menurut petunjuk PLN setempat (menurut ketentuan AVE) atau 1 ½ m dari lantai. 4. 3. 4. semua pasangan dalam (inbouwmounting). Osram dan telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. 3. Untuk pembagian grup diatur sedemikian sehingga bila salah satu grup putus penerangan dan atap stop kontak pada ruangan itu tidak padam seluruhnya. Kabel yang digunakan adalah kabel jenis NYA untuk posisi kabel yang terdapat dalam pipa dan untuk kabel yang berada di atas plafon menggunakan jenis NYM dengan merk Supreme atau Kabelindo disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.3 ohm. Pemasangan Saklar. Bagi saklar lampu ruang minimum 2 saluran. 2. Pemasangan Kabel 1. Pada tempat-tempat persilangan dan penyeberangan di atas tembok muka kawat itu dimasukkan ke dalam pipa sebagai pengaman. Panel distribusi utama dilengkapi dengan copper rel atau disesuaikan dengan kebutuhan menurut Direksi. untuk itu supaya disediakan penggantung langit-langit khusus. 2. 1. Papan-papan Sekring (Panel) 1. 3. Papan sekring tersebut dari metal clad. Tarikan kabel di atas harus cukup tegang dan kencang tetapi isolasi tidak boleh rusak karenanya. Jenis Lampu yang Digunakan.

Klem penyangga harus dibuat dari bahan besi siku. Untuk electrode pentanahan dipergunakan Copper Rod copper rod yang dibuat runcing sepanjang 0. Untuk penghantar penurun petir digunakan kabel Coaxial dengan luas penampang 2 x 35 mm2. Dalam semua hal harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan-peraturan PLN setempat.2. elektroda-elektroda yang ditanam harus disambungkan dengan kabel BC dan dihubungkan ke semua panel. Selanjutbnya dari panel disambung dengan kabel sesuai dengan kabel saluran yang dipakai disambung dengan groundklip pada stopkontak. Seluruh rangkaian lisrtik bisa dimatikan dengan saklar wesel 10 Amp. I. Pada pintu panel harus ditempelkan gambar/diagram serta nomor saluran.5 m dengan diameter minimum 1" dipasang pada ujung bawah pipa Galvani dengan diameter ukuran minimal 1 1/2 inch. dengan Q 300 lt/menit. head 22 pipa 2”. Ujung pipa hisap pada tandon dilengkapi dengan foot klep.2 KW. sebelum dipasang harus dizinc-chromat terlebih dahulu dan kemudian dicat besi anti karat sebanyak dua kali. Ground elektroda tergantung tahanan dan tidak boleh lebih dari 5 ohm. Motor pompa dilengkapi dengan overloop relay. Pipa pengisi dari kedua pompa tersebut dihubungkan persialangan dan dilengkapi dengan stopkran sesuai gambar. 7. Seluruh instalasi setelah selesai harus diuji untuk menentukan apakah sudah bisa bekerja sempurna. INSTALASI MEKANIKAL II. Nilai tahanan pentanahan maximum 5 ohm diukur setelah minimal 3 hari tidak turun hujan. Dalam semua hal harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dan mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan . Ujung pipa pada tandon harus dilengkapi dengan klep kaki . Sambungan pengaman ke tanah harus dilaksanakan sesuai peraturan-peraturan yang berlaku. I. Pengujian. Kepala penangkal petir dihubungkan ke tanah dengan kabel sesuai spesifikasi dengan gambar tersebut. Electrode pentanahan yang dipantek dalam tanah disesuaikan kondisi setempat (1.10. Pemasangan pipa pada pompa harus memakai wartel Moor baik untuk pipa supply maupun pipa hisap. dan tidak diperkenankan memakai ikatan.1. 3. Pekerjaan ini termasuk pemasangan mekanik pengatur pengisian tandon mekanik atau elektronik (yang mengatur mati dan hidup sewaktu pompa penuh dan pompa kosong). II. 5.11. Seluruh instalasi setelah selesai harus diuji untuk menentukan apakah sudah bisa bekerja sempurna. Sambungan Pengaman ke Tanah. II. Penangkal petir menggunakan tipe Faraday sebanyak 6 buah. 2 atau lebih). I. 6.5. 2. 8.9. II. Untuk spit (penangkal petir) digunakan sistem early streamer dengan radius perlindungan min 100 m dan dipasang pada ketinggian 5 m dari titik tertinggi bangunan sesuai gambar. 4.3 Pengujian. batang-batang yang ditanam harus dari jenis kuningan/tembaga minimum  25 mm dan panjang tidak kurang dari 3 m ditanam lurus ke bawah. Semua sambungan harus memakai alat penghubung atau baut-baut. merk Arester. Pompa air bersih menggunakan merk Ebara multi state pump 2. Penangkal Petir 1. Penangkal petir tersebut diletakkan pada pipa air dengan ketebalan minimum 3 mm sesuai gambar.

3. Bagian tersebut merupakan bagian yang terpisah dari pintu panel dan kedudukannya mentap (fixed). Untuk panel PP mempunyai tutup bagian dalam dan pintu bagian luar. Apabila peralatan yang hendak disediakan/dipasang oleh Rekanan ternyata tidak dapat beroperasi pada kondisi cuaca di atas. Busbar terbuat dari bahan tembaga. 4. Busbar dan Terminal Penyambungan 1. KONDISI CUACA/LINGKUNGAN III.III. Berupa modul-modul tunggal atau yang dapat diintegrasikan dan mempunyai pentanahan yang terintegrasi antarpanel. 2. Komponen selain metal yang harus digunakan. Handle pintu dipasang baik untuk tutup bagian dalam panel maupun pintu bagian luar panel. 10. VI. heatstone dan synchromate. PERSYARATAN PEKERJAAN PANEL TEGANGAN RENDAH VI. . Disediakan sarana pendukung kabel yang diketanahkan (grounding) dan busbar pentanahan.2. Kelembaban nisbi : 95% maks d. anti korosi. Circuit Breaker 1. Disediakan tempat untuk pemasangan lampu indikator. Circuit breaker yang digunakan dari jenis MCCB dan MCB merk Merlin Gemlin (MG) yang sesuai dengan standar IEC 60947-2. Suhu dalam ruang non-AC : 40º C-grade maks c. Konstruksi Box Panel 1. 5. khususnya penyangga /support bagian yang bertegangan. Ukuran busbar sesuai dengan spesifikasi pada setiap panel. plat besi tekuk ketebalan 3 mm untuk LVMDP dan 2mm untuk LVDP dan LVSDP dengan finishing powser coating. 2.3. 9. harus tahan api. Seluruh peralatan yang disediakan dan dipasang oleh Kontraktor harus dapat beroperasi dengan kondisi cuaca sebagai berikut: a. 8. IV. 6. Suhu di udara terbuka : 55º C-grade maks b.1. 4. Rangka metal. Busbar dan terminal penyambungan harus disusun dan dipegang isolator dengan baik. yang berfungsi untuk dudukan ujung kabel pentanahan. VI. fuse dan alat-alat ukur unruk panel LVMDP di bagian atas (dari ambang atas sampai dengan 12cm di bawah ambang atas panel atau disesuaikan dengan kebutuhan). Semua jenis panel dilengkapi dengan lampu indikator. sehingga mampu menahan elektro mechanical force akibat arus hubung singkat terbesar yang mungkin terjadi. Pada bagian kiri atas diberi nomor panel sesuai gambar perencanaan. Kontraktor harus mengganti peralatan tersebut dengan yang sesuai dan seperlunya. Panel harus sesuai untuk sistem 3 phasa. Kecerahan matahari : 95% III. Pada bagian depan dilengkapi dengan tanda/peringatan/sign sesuai dengan kebutuhan. 4 kawat dan mempunyai 3 busbar phasa dan 1 busbar netral. 7. Pintu dilengkapi dengan kunci dan handle. tahan gores dan cat warna krem.1. 3.2. harus dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan untuk mendapat penjelasan. Breaking capacity dan rating CB yang digunakan harus sebesar yang tercantum dalam spesifikasi peralatan. 2.

1. PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan Air Bersih Pengadaan dan pemasangan secara sempurna unit-unit peralatan utama yang diperlukan dalam sistem penyediaan air bersih berupa pompa-pompa beserta perlengkapannya. 1. Semua circuit breaker harus diidentifikasi dengan jelas. Warna hijau untuk phasa R 2. Indikator/Electrical Auxilliaries Lampu indikator yang digunakan adalah : 1. 4. Warna merah untuk phasa T Lampu-lampu indikator harus diproteksi dengan mini fuse. Pekerjaan Air Kotor. F. dan lain-lain.6. Pengadaan dan pemasangan perlengkapan yang diperlukan dalam sistem pembuangan air kotor. Pemasangan pemipaan pada peralatan sanitary seperti closet. F. 2.3. Warna kuning untuk phasa S 3.1. 3. Label terbuat dari plat aluminium sesuai standar DIN 4070. Pemasangan MCB harus menggunakan Omega Rail sedangkan pemasangan MCCB harus menggunakan dudukan plat. Panel jenis wall mounting dipasang flush mounting pada dinding tembok dengan lokasi sesuai dengan gambar perencanaan. 1. Berdasarkan cara pemasangannya panel-panel tegangan rendah diklasifikasikan sebagai free standing dan wall mounting. Pengadaan dan pemasangan sistem pemipaan beserta perlengkapan yang meliputi pemipaan reservoir pemipaan pada instalasi pompa dan pemipaan distribusi pada setiap titik pengeluaran. juga keterangan dari kode label ukuran A4 pada bagian dalam pintu panel dan harus dilaminasi. . Pemasangan panel pada dinding harus diperkuat dengan baut tanam (anchor bolt) sehingga tidak akan rusak oleh gangguan mekanis. VI. Tipe Panel 1. rating ampere serta ampere trip dari circuit breaker tersebut. 3. VI. 5. floor drain dan lain-lain.4. Pemasangan komponen-komponen tersebut harus rapi dan kokoh sehingga mampu menahan elektro mechanical force akibat arus singkat hubung singkat terbesar yang mungkin terjadi. Gambar Skema Rangkaian Listrik Panel harus dilengkapi dengan gambar single line diagram beserta kode label untuk incoming dan out going-nya. urinal. 4. URAIAN TEKNIS PLUMBING F.1. F. wastafel. wastafel. Identifikasi ini meliputi breaking capacity. urinal. Pemasangan pipa distribusi ke setiap peralatan sanitary seperti closet. Box panel dan semua material yang bersifat konduktif yang berada di sekitar panel listrik harus dihubungkan ke sistem pembumian pengaman.1. VI.5.2. 2. 2. Untuk tipe indoor dengan IP 20. Semua circuit breaker harus diberi label/signplate berupa kode nomor yang merupakan kelompok beban yang dicatu daya listriknya.

Gambar-gambar perancangan ini tidak dimaksudkan untuk menunjukkan semua pipa. F. Seluruh biaya yang timbul akibat penggantian material dan peralatan tersebut di atas menjadi tanggungan Pemborong. serta fixtures secara terperinci. .2.2. PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS UMUM Waktu Pelaksanaan.8. atau penambahan pada instalasi tersebut. dalam waktu 3 hari. Gambar Pelaksanaan. Gambar-gambar Perancangan. F. selama pekerjaan instalasi ini. Material.2. Gambar dibuat dari kertas kalkir. Pemborong harus memberi tanda-tanda dengan pensil/tinta merah pada set gambar atau semua perubahan. Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh tenaga terampil di bidangnya agar dapat memberi hasil yang terbaik dan rapi. Pemborong harus membuat gambar inslatasi detail (shop drawings) untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. Tenaga Pelaksana. fitting.7. Pemborong harus tetap melaksanakan tanpa ada biaya tambahan. Bila ada suatu bagian pekerjaan atau peralatan yang diperlukan agar instalasi bisa bekerja dengan baik. Contoh-contoh Bahan.9. katup-katup. Pemborong harus memberikan surat pernyataan yang membuktikan bahwa semua tukang yang melaksanakan pekerjaan telah memiliki pengalaman dan kecakapan yang diperlukan. Pemborong harus menjamin seluruh unit peralatan yang didatangkan adalah baru bebas dari unsurunsur rusak dan tidak layak.5.2.3.2. Pemborong harus menyerahkan gambar-gambar pelaksanaan (as built drawings) yang meliputi denah instalasi terpasang.2. Gambar-gambar dan Spesifikasi.1. serta kualitas barang sesuai dengan spesifikasi. Pemborong wajib mengirimkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan atau brosur-brosurnya kepada Pengawas. Kontraktor wajib memiliki pas instalatur yang masih berlaku. F. Untuk pelaksanaan khusus. Bila Pengawas mengatakan tidak baik. F. Gambar-gambar kerja untuk seluruh pekerjaan harus selalu berada di lapangan termasuk semua perubahan serta usulan dan lain sebagainya. dalam waktu tidak lebih dari satu minggu setelah ditanda tangani berita acara penerimaan barang. F. barang tersebut harus sudah diangkut ke luar lapangan oleh Pemborong.F.2. Pengamanan. Bahan dan peralatan yang hilang atau rusak harus F. dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perancangan atau spesifikasi perancangan saja.2. F. Gambar-gambar Kerja. Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi harus diganti dengan yang sesuai. dan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang setempat sesuai dengan domisili Pemborong tersebut.2. pemasangan. detail pemasangan seluruh instalasi di atas. F. dan pemeliharaan diselaraskan dengan tahaptahap pembangunan sesuai jadwal yang telah ditentukan.2. bila diperlukan agar instalasi ini lengkap dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan pelaksanaan yang wajar.2. Semua bagian tersebut di atas walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara spesifik harus disesuaikan dan dipasang oleh Pemborong. Lamanya waktu pelaksanaan pengadaan. Bila kualitasnya diragukan barang-barang itu akan dikirim ke kantor penyelidikan yang berwewenang atas biaya Pemborong. F. dan mengikuti Pedoman Plumbing Indonesia 1979. Pemborong bertanggung jawab atas pencegahan/pengamanan semua bahan dan peralatan untuk pekerjaan instalasi ini dari pencurian atau kerusakan. Gambar-gambar dan spesifikasi perancangan ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.4. penghapusan.6. Pelaksanaan pemasangan harus memenuhi syarat-syarat yang umum berlaku di Indonesia.

diganti oleh Pemborong tanpa tambahan biaya. Peraturan Perubahan Indonesia tentang penggunaan tenaga kerja harian.30 mm 3. 1. PBI-NO-2/1971 dan dengan Peraturan-peraturan Beton yang berlaku saat ini. Peraturan-peraturan/Persyaratan Selama pelaksanaan pekerjaan ini. Direktorat Jenderal Cipta Karya. NI-3 1963. Pipa PVC yang dipakai berkategori kelas AZ (8 kg/cm²) JIS K 6742. Peraturan Beton Indonesia PBI-NI-1/1955. Pemborong instalasi ini diwajibkan mengadakan koordinasi dengan pemborong-pemborong pekerjaan struktur.2. Material/Bahan-bahan yang Dipakai. a. atau dengan pengujian hidrostatik 4 kg/cm² untuk pipa cabang dan 6 kg/cm² untuk pipa induk.2. bulanan. b. mingguan.40 mm 8.15 – 4. air bangunan. Kontraktor dianggap telah cukup mengetahui akan isi dan maksud semua peraturan dan syarat-syarat tersebut di atas. dan selama waktu itu airnya tidak boleh turun lebih dari 10 cm. F. Pemeriksaan Umum untuk Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan NI-3 (PUBB) 1956. . d. biaya pengetesan serta alat-alat yang diperlukan menjadi tanggung jawab Pemborong. Bila Pemilik menginginkan pengujian lain di samping cara di atas. interior. Untuk pipa air kotor.F. Koordinasi. Peraturan Perusahaan Air Minum Negara tentang Instalasi Air. tata cara pelaksanaan dan petunjuk-petunjuk lain yang berkenaan dengan semua peraturan pembangunan yang sah di Indonesia harus betul-betul ditaati. Departemen Pekerjaan Umum.40 mm 6. dan borongan. elektrikal.10.11. Pedoman Peraturan Plumbing Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Teknik Penyehatan. maka Kontraktor harus melakukannya tanpa tambahan biaya. Seluruh sistem harus mempunyai lubang-lubang yang dapat ditutup plug agar dapat diisi air sampai dengan lubang vent tertinggi. Penjelasan persyaratan teknis khusus untuk pekerjaan instalasi air bersih dan air kotor. b. Dalam pelaksanaan pekerjaannya.50 – 5. maspion.30 mm 10. Sistem ini harus dapat menahan air isian tersebut minimum satu jam. dan PUBB 1969. yang berita acaranya akan dibuat setelah hasilnya diterima dan memenuhi syarat. dan 12 kg/cm². Jaringan air bersih menggunakan pipa PVC Type AW dengan diameter ¾” merk Wavin atau Maspion dan harus memenuhi persyaratan BS 1387-1967 atau standar-standar lain yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. Pengujian a. Tebal dindingnya tidak boleh kurang dari ukuran berikut : TYPE D Diameter dalam  50 s/d 75 mm  100 s/d 125 mm  150 mm  200 mm  250 mm Tebal dinding minimum 3.05 mm 4. Sebelum dipasang fixtures seluruh jaringan harus diuji dengan tekanan 8 kg/cm² untuk pipa sanitary. dan „vent stack‟ digunakan PVC merk Wavin. Sistem Air Bersih. e. Peraturan-peraturan yang dimaksud adalah : a. dan sebagainya sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan pada pemasangan dapat diperkecil atau dihilangkan. c. b. 2. Pengetesan pipa harus disaksikan Pengawas. Pembuangan Air Kotor.

urinoir. aer. Sambungan dari bahan yang sama dan diikat dengan lem/selvent cement bagi penyambungan pipa induk juga bisa digunakan pengelasan bila diperlukan pada kondisi-kondisi tertentu.4. c. Kontraktor bertanggung jawab melengkapi semua komponen yang diperlukan untuk seluruh jaringan instalasi disini. dan setelah diperiksa oleh Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan yang ditunjuk. e. warna ditentukan kemudian. Wasser.  Setelah pipa pada lubang galian. Onda. menggunakan produk San-ei. atau digunakan ketentuan-ketentuan persyaratan minimal menurut buku petunjuk dalamnya galian. fitting dan sebagainya juga harus kuat. Wastafel. atau dengan bahan yang ditentukan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. Kran di bak mandi.  Kedalaman galian pipa dalam tanah  4” ke bawah harus dibuat 60 cm. Pipa-pipa dalam Tanah. a. d. Wasser atau American Standard. kedudukan komponen seperti fixtures. Sistem Penyambungan Pipa.  Ukuran dalamnya galian adalah jarak yang dihitung dari as pipa sampai permukaan jalan/tanah asli. Untuk pipa PVC sambungan lem harus memakai lem berkualitas tinggi merk Wavin. Pelaksanaan pekerjaan harus rapi. Pipa air bersih tidak boleh diletakkan pada lubang yang sama dengan dengan pipa air buangan. urinoir. . sehingga tidak mengganggu dinding porselin dan sebagainya. Sistem Pemipaan. closet jongkok menggunakan produk Toto. dan 80 – 100 cm untuk  5” ke atas. dengan tanah bekas galian. wastafel. Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata hingga seluruh panjang pipa tertumpu dengan baik. semua kotoran harus dibuang dari lubang galian yang kemudian ditimbun kembali baik-baik dengan pasir urug. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful