P. 1
RKS Teknis

RKS Teknis

|Views: 62|Likes:
Published by Awi Oke

More info:

Published by: Awi Oke on May 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2013

pdf

text

original

SPESIFIKASI TEKNIS DAN METODE PELAKSANAAN

A. URAIAN TEKNIS UMUM I. LINGKUP PEKERJAAN

I.1. Nama kegiatan : Pembangunan/Rehabilitasi Fasilitas Gedung Pemerintahan
I.2. Nama pekerjaan : Renovasi Gedung Kantor Kelurahan Sememi II. JENIS DAN MUTU BAHAN II.1. Kecuali ditetapkan lain secara khusus, maka semua bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus menggunakan bahan yang baru. II.2. Tanda pengenal. 1. Apabila pabrik/produsen bahan mengeluarkan tanda pengenal untuk produk/bahan yang dihasilkannya, baik berupa cap merk dagang atau sebagai pengenal kualitas/kelas/kapasitas maka semua bahan dari pabrik/produsen bersangkutan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus mengandung tanda pengenal tersebut. 2. Khusus untuk bahan pekerjaan instalasi (daya, penerangan, komunikasi, alarm, plumbing dan lain-lain) kecuali ditetapkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, bahan sejenis dengan fungsi yang berbeda harus diberi tanda pengenal yang berbeda pula. Tanda pengenal ini dapat berupa warna atau tanda lain yang harus sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku. Dalam hal ini harus dilaksanakan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. II.3. Merk Dagang Dan Kesetaraan. 1. Secara umum penggunaan Bahan/Produk harus mempunyai kualitas penampilan yang setara dengan bahan/produk yang memakai Merk Dagang yang disebutkan dan dapat diterima apabila sebelumnya telah diperoleh persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan atas ijin dari Pemberi Tugas tentang kesetaraan tersebut. 2. Penggunaan Bahan/Produk yang disetujui harus sesuai dengan salah satu merk yang disebutkan dalam spesifikasi bahan atau merk lain yang telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan tidak dianggap sebagai perubahan Pekerjaan dan karenanya tidak akan ada perubahan harga. II.4. Penggantian (Substitusi). 1. Atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, Kontraktor dapat menggantikan sesuatu bahan/produk dengan sesuatu Bahan/Produk lain yang berbeda dari produk yang disyaratkan dan setaranya. 2. Apabila akibat penggantian bahan/produk terjadi perhitungan harga kurang/lebih maka akan diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah/kurang. II.5. Persetujuan Bahan. 1. Untuk menghindarkan penolakan bahan dilapangan dianjurkan dengan sangat agar sebelum sesuatu Bahan/Produk yang akan dibeli/dipesan/diprodusir, terlebih dulu dimintakan Persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan atas kesesuaian dari Bahan/Produk tersebut dengan Persyaratan Teknis, Guna diberikan persetujuan dalam bentuk tertulis yang dilampirkan pada contoh/Brosur dari Bahan/Produk yang bersangkutan untuk diserahkan pada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dilapangan.

2. Penolakan bahan dilapangan karena diabaikannya prosedur diatas sepenuhnya merupakan tanggung jawab Kontraktor tanpa pertimbangan keringanan apapun. 3. Adanya persetujuan tertulis dengan disertai Contoh/Brosur seperti tersebut diatas tidak melepaskan tanggung jawab Kontraktor dari kewajibannya untuk mengadakan Bahan/Produk yang sesuai dengan persyaratannya, serta tidak merupakan jaminan akan diterima/disetujuinya seluruh Bahan/Produk tersebut dilapangan, sejauh tidak dapat dibuktikan bahwa seluruh Bahan/Produk tersebut adalah sesuai dengan Contoh/Brosur yang telah disetujui. II.6. Contoh Pada waktu memintakan persetujuan atas Bahan/Produk kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus diserahkan Contoh dari Bahan/Produk tersebut, dengan ketentuan sebagai berikut 1. Jumlah Contoh : a. Untuk Bahan/Produk yang tidak dapat diberikan sesuatu Sertifikat Pengujian yang dapat disetujui/diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sehingga perlu untuk diadakan Pengujian, maka kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus diserahkan sejumlah Bahan/Produk sesuai persyaratan yang ditetapkan dalam Standar Prosedur Pengujian, untuk dijadikan Benda Uji guna diserahkan kepada lembaga Penguji yang ditunjuk oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. b. Untuk Bahan/Produk yang mempunyai Sertifikat Pengujian, maka harus diserahkan 2 (dua) buah contoh, yang masing-masing disertai dengan salinan Sertifikat Pengujian yang bersangkutan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Contoh yang disetujui : a. Contoh yang diserahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan telah memperoleh persetujuan, harus dibuat suatu keterangan tertulis mengenai persetujuannya serta dipasang tanda pengenal persetujuannya pada 2 (dua) buah contoh, yang semuanya akan dipegang oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bila dikehendaki Kontraktor dapat memintakan sejumlah set tambahan dari contoh berikut Tanda Pengenal Persetujuan dan surat keterangan persetujuan untuk kepentingan dokumentasi Kontraktor. b. Pada waktu Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sudah tidak lagi membutuhkan contoh yang disetujui tersebut untuk pemeriksaan Bahan/Produk bagi pekerjaan, maka Kontraktor berhak meminta kembali Contoh tersebut untuk dipasang pada pekerjaan. 3. Waktu Persetujuan Contoh a. Merupakan tanggung jawab dari Kontraktor untuk mengajukan Contoh pada waktunya, sehingga Pemberian persetujuan atas Contoh tersebut tidak akan menyebabkan keterlambatan pada Jadwal Pengadaan Bahan (paling akhir 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum mendapat persetujuan bahan). b. Untuk Bahan/Produk yang persyaratannya tidak dikaitkan dengan kesetaraan pada sesuatu Merk Dagang tertentu, keputusan atas Contoh akan diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam waktu tidak lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja. Persetujuan yang akan melibatkan keputusan tambahan diluar Persyaratan Teknis (seperti penentuan Model, warna dll), maka keseluruhan keputusan akan diberikan dalam waktu tidak lebih dari 21 (dua puluh satu) hari kerja. c. Untuk Bahan/Produk yang masih harus dibuktikan kesetaraannya dengan sesuatu Merk Dagang yang disebutkan, keputusan atas Contoh akan diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam waktu 21 (dua puluh satu) hari kerja sejak dilengkapinya pembuktian kesetaraan.

d. Untuk bahan/Produk yang bersifat Pengganti (substitusi), keputusan Persetujuan akan diberikan oleh Direksi Pekerjaan dalam jangka waktu 21 (dua puluh satu) hari sejak diterimanya seluruh bahan-bahan pertimbangan secara lengkap. e. Untuk Bahan/Produk yang bersifat Peralatan/Perlengkapan ataupun Produk lain yang karena sifat/jumlah/harga pengadaannya tidak memungkinkan untuk diberikan Contoh dalam bentuk Bahan/Produk jadi, maka permintaan Persetujuan bisa diajukan berdasarkan Brosur dari Produk tersebut, dengan dilengkapi :   Spesifikasi Teknis lengkap yang dikeluarkan oleh Pabrik/Produsen. Surat-surat seperlunya dari Agen/Importir sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan antara lain Surat keagenan Surat Jaminan Suku Cadang dan Jasa Purna Penjualan (After Sales service) dan lain-lain. Katalog untuk warna, Pekerjaan Penyelesaian (Finishing) dan lain-lain.

 

Sertifikat-sertifikat Pengujian/Penetapan Kelas serta dokumen-dokumen lain sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. f. Apabila setelah melewati waktu yang ditetapkan diatas, keputusan atas contoh dari Bahan/Produk yang diajukan belum diperoleh tanpa Pemberitahuan tertulis apapun dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan, maka dianggap bahwa contoh yang diajukan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. g. Penyimpanan Bahan.  Persetujuan atas sesuatu Bahan/Produk harus dimengerti sebagai perijinan untuk memasukkan Bahan/Produk tersebut ke dalam lapangan serta pemeriksaan keadaannya pada saat persetujuan diberikan. Bahan/produk yang telah dimasukkan ke lapangan harus segera disimpan dengan cara yang betul dan baik, sesuai ketentuan untuk masing-masing Bahan/Produk yang telah ditetapkan serta sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan apabila tidak diisyaratkan pabrik. Kontraktor yang akan memakai Bahan/Produk tersebut harus bertanggung jawab selama dalam penyimpanan, Bahan/Produk tersebut tetap berada dalam kondisi layak untuk dipakai. Apabila selama waktu itu ternyata bahwa Bahan/Produk menjadi tidak layak untuk dipakai dalam pekerjaan, maka Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak untuk memerintahkan agar Bahan/Produk tersebut harus segera dikeluarkan dari lapangan untuk diganti dengan yang memenuhi persyaratan.

III.

URAIAN PEKERJAAN III.1. Informasi Site 1. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor harus benar-benar memahami kondisi/pelaksanaan pekerjaan dan harus sudah memperhitungkan segala permasalahan yang dihadapi. 2. Kontraktor harus memperhatikan secara khusus mengenai pengaturan lokasi tempat bekerja, penempatan material, pengamanan dan kelangsungan operasi selama pekerjaan berlangsung. 3. Kontraktor harus mempelajari dengan seksama seluruh bagian gambar, persyaratan teknis dan agenda-agenda dalam dokumen lelang, guna penyesuaian dengan kondisi lapangan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan benar. III.2. Penyediaan Pemborong harus menyediakan semua keperluan guna pelaksanaan pekerjaan yang sempurna dan efisien dengan urutan yang teratur, termasuk sarana bantu seperti alat-alat penarik dan pengangkat, andang-andang dan sebagainya.

Yang melalui jalan umum agar tidak mengganggu lalu lintas. 12. apa yang tertera dalam uraian dan syarat-syarat atau gambar dalam kontrak itu bagaimanapun tidak boleh ditolak. Disamping alat-alat yang diperlukan seperti tersebut diatas.5 1/det Listrik Listrik 1 buah 2 buah secukupnya 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit SPESIFIKASI TEKNIS Baja Kap 1/8 m3. 2.80 t Listrik 3 . Kontraktor harus menyiapkan tendatenda untuk para pekerja waktu hujan. 6. 3. 1. Bak Ukur 6. 4. Bila pekerjaan sudah selesai. Kontraktor diwajibkan untuk segera menyingkirkan alat-alat tersebut dan memperbaiki semua kerusakan yang diakibatkannya serta membersihkan bekasbekasnya.03-0. NAMA ALAT Perancah (scafolding) Molen Beton Vibrator Kereta angkut beton Pesawat ukur a. Semua peralatan yang rusak harus diperbaiki di luar lokasi proyek atau dikoordinasikan dengan Pengguna Jasa. 7 8. diubah. DAFTAR ALAT KERJA LAPANGAN NO.5 HP 0. Peralatan yang digunakan harus baik dan bisa beroperasi dengan lancar.0. Kuantitas dan Kualitas Pekerjaan. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak memerintahkan untuk menambah peralatan yang tidak sesuai/tidak memenuhi persyaratan. 9. 13.1/4/m3 2.5" kap 0. Kontraktor harus menjaga ketertiban dan kelancaran perjalanan alat-alat berat.3. Lampu-lampu penerangan pekerja lembur Stamper/Compactor Pemotong Besi Mesin Las Pompa Air Jaring Pengaman Mesin potong granit / keramik Bor listrik Setaraf Top Con Setaraf Top Con 80 w – 500 w 0. Kuantitas dan kualitas pekerjaan yang termasuk pada harga kontrak harus dianggap seperti yang tertera di gambar-gambar kontrak atau tercantum di uraian dan syarat-syarat.5" & 1.1. 2.5 . 10. 4. Dalam daftar dibawah ini tercantum peralatan yang dimaksud dalam ayat 3.04 m3 JUMLAH 400 m2 1 buah 2 buah 4 unit III. . 5. atau dipengaruhi penerapan atau interprestasi dari apa yang tercantum dalam syarat-syarat ini. 3. 5.1 sebagai persyaratan untuk pelaksana. Tetapi kecuali yang disebut di atas. Theodolith / Waterpass c. 1. 11.

dan harus tersedia bila Pemberi tugas atau wakilnya sewaktu-waktu memerlukan.5. IV. As Built Drawing (Gambar sebagaimana dilaksanakan). Contoh barang/bahan yang ditawarkan tidak bisa dipergunakan bila belum mendapat persetujuan Konsultan Pengawas secara tertulis. Kontraktor harus membuat “as built drawing” yang jelas.4.4. 3. harus mengajukan keberatan secara tertulis dalam waktu 3 (tiga) kali 24 (dua puluh empat) jam. berita acara aanwijzing dan time schedule dalam keadaan baik selama masa pelaksanaan pekerjaan. atau digunakan untuk maksud-maksud lain. Gambar-gambar di Tempat Pekerjaan. dan taat kepada pasal-pasal dari syaratsyarat ini. Bila Konsultan Pengawas menganggap perlu. 1. Rekanan harus menyimpan di lokasi pekerjaan satu set gambar kontrak lengkap termasuk rencana kerja dan syarat-syarat. Semua kekeliruan baik mengenai hitungan atau bukan perhitungan harga kontrak harus dianggap telah diterima oleh kedua belah pihak yang bersangkutan. GAMBAR-GAMBAR PEKERJAAN IV. III. Selama pembangunan. detail konstruksi. Apabila Kontraktor tidak dapat menerima atau menyetujui pendapat atau perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi tugas. IV.3. Kekeliruan pada uraian pekerjaan atau kuantitas atau pengurangan bagian-bagian dari gambar. Contoh Barang. Pemborong harus membuat gambar detail penjelasan (shop drawings) yang diperiksa/disahkan oleh Konsultan Pengawas.2. Gambar-gambar tersebut menjadi milik Pemimpin Proyek. Gambar-gambar Tambahan. Harga kontrak tidak boleh disesuaikan atau diubah secara bagaimanapun selain menuruti ketetapan-ketetapan yang tepat dari syarat-syarat ini. Rekanan tidak boleh mengubah/menambah tanpa ijin tertulis dari Konsultan Pengawas.2. IV. IV.1. Semua gambar tersebut tidak boleh diberikan kepada pihak lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan ini. situasi dan sebagainya yang telah dibuat perancang telah disampaikan kepada rekanan bersama dokumen lainnya. Petunjuk dan Instruksi. Barang/bahan yang ditawarkan dalam harga satuan pekerjaan dan harga satuan bahan/upah adalah mengikat. 3. Untuk semua gambar yang belum ada pada gambar kerja dan gambar perubahan di lapangan baik penyimpangan atas perintah Konsultan Pengawas atau tidak. Gambar-gambar rencana pekerjaan yang meliputi bestek. IV. uraian dan syarat-syarat tidak boleh membatalkan kontrak ini tetapi hendaknya diperbaiki dan dianggap suatu perubahan yang dikehendaki Pemberi tugas. 2. Semua petunjuk dan instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi Tugas yang dikeluarkan secara tertulis harus dilaksanakan secara baik oleh Kontraktor. . semua bahan/barang bagi pelaksanaan harus sesuai dengan RKS dan Berita Acara Aanwijzing. Dan apabila dalam jangka waktu tersebut Kontraktor tidak mengajukan keberatan maka dianggap telah menyetujui dan menerima perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan/Pemberi Tugas untuk dilaksanakan. rekanan harus menawarkan harga-harga tersebut sesuai RKS dan Berita Acara Aanwijzing. gambar-gambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap tiga dan semua biaya pembuatannya ditanggung Pemborong.

paling lambat 4 (empat) hari sebelum dimulainya waktu pelaksanaan.1. Kontraktor harus memasukkan kembali perbaikan atas ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve apabila Direksi Pekerjaan meminta diadakannya perbaikan / penyempurnaan atas ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve tersebut. Gambar Kerja. dan harus disahkan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan Pimpinan Proyek. jumlah serta bahan-bahan yang diperlukan. Rencana Mingguan dan Bulanan 1. PELAKSANAAN VI. yang berisi tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan. baik tentang mutu bahan maupun konstruksi. V. Selambat-lambatnya pada setiap hari Sabtu selama proses pelaksanaan pekerjaan berlangsung. dimana gambar belum cukup memberikan petunjuk mengenai cara untuk mencapai keadaan terlaksana. Kekeliruan pelaksanaan akibat kelalaian hal-hal diatas menjadi tanggung jawab Kontraktor. „Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atau “S” Curve tersebut harus selalu berada di lokasi pekerjaan agar perkembangan hasil pekerjaan di lapangan bisa diikuti dan diberi tanda garis tinta merah. V. Bila terdapat perbedaan ukuran. maka rekanan wajib bertanya kepada Konsultan Pengawas secara tertulis.3. V. 2. 1. PENJELASAN RKS DAN GAMBAR V. Bila terdapat perbedaan antara gambar rencana dan gambar detail maka gambar detail yang diikuti. VI. 3. waktu yang direncanakan yang disesuaikan dengan jangka waktu yang ditetapkan dalam kontrak.2. Untuk bagian-bagian pekerjaan. Kontraktor wajib menyerahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan suatu Rencana Mingguan yang berisi Rencana Pelaksanaan dari berbagai Bagian Pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam Mingguan berikutnya. maka RKS atau RAB yang diikuti. VI. Pada saat akan dimulai pelaksanaan di lapangan.V. Format dari Gambar Kerja harus sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.5. Bila rekanan meragukan perbedaan antara gambar-gambar yang ada dengan RKS. konsultan pengawas dan kontraktor sendiri.3. Kontraktor tidak dibenarkan memulai sesuatu pelaksanaan pekerjaan sebelum adanya persetujuan dari Direksi Pekerjaan atas Rencana kerja tersebut. . Kontraktor wajib untuk mempersiapkan Gambar Kerja yang terperinci yang akan memperlihatkan Cara Pelaksanaan tsb.4. Rencana Pelaksanaan 1. 2. semua pihak harus segera mengadakan langkah-langkah penanggulangannya. Gambar Kerja harus diajukan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya dalam rangkap 3 (tiga) yaitu untuk Direksi. 3. atau setelah menerima SPK dari Pemimpin Proyek.1. Sebelum melaksanakan pekerjaan.6. Bila terdapat/terlihat ada hambatan. rekanan harus meneliti kembali semua dokumen yang ada untuk disesuaikan dengan Berita Acara Rapat Penjelasan (Aanwijzing). Bila pada gambar terdapat perbedaan antara skala dan ukuran maka ukuran dengan angka dalam gambar yang diikuti. V. V.2. 4. VI. rekanan harus segera mengadakan persiapan termasuk pembuatan jadwal pelaksanaan berupa ‟Bar Chart‟ dan „Network Planning‟ atua setidaknya berupa “S” Curve selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkan SPK.

.Pada saat pengerjaan poer . Foto-foto tersebut menggambarkan kemajuan proyek dan dibuat minimal peristiwa sebagai berikut : . VII. Kontraktor harus memperhitungkan biaya pembuatan dokumentasi serta pengirimannya ke pihak Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan ke pihak lain yang memerlukan.2. VII. Kontraktor wajib menyerahkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan suatu Rencana Bulanan yang menggambarkan dalam garis besarnya.Pada saat penulangan dan pengecoran beton (pondasi. kolom.Pada saat pelaksanaan konstruksi atap (erection) dan pemasangan atap. Untuk memulai suatu Bagian Pekerjaan yang baru Kontraktor diwajibkan untuk menyampaikan Pemberitahuan kepada Direksi Pekerjaan mengenai hal tersebut paling lambat 2 x 24 jam sebelumnya. atau sebelum matahari terbit. Ketentuan jam kerja. penuh tanggung jawab. KUASA PEMBORONG DI LAPANGAN VII.Pada saat pemasangan dan selesainya pekerjaan plafon. atau setelah matahari terbenam. Dokumentasi 1. . Selambat-lambatnya pada minggu terakhir dari setiap bulan.1. . Jam kerja Kontraktor adalah jam kerja menurut kebiasaan setempat (6 hari seminggu) 2. urutan dan prosedur koordinasi semua bagian yang ada di bawah kontrak. Ia harus bertanggung jawab sepenuhnya bagi semua alat konstruksi.Pada saat pemasangan dan selesainya pekerjaan lantai . . Pemborong harus dapat menyerahkan kepada seorang Pelaksana yang ahli pada bidangnya. dan selalu berada di tempat pekerjaan. Sebagai pemimpin sehari-hari pelaksanaan pekerjaan.4. 1. atau pada hari-hari libur nasional. VI.Bangunan telah selesai 100% Setelah pekerjaan seluruhnya selesai dan siap untuk diserahkan pada penyerahan pertama. .2. di samping itu Pemborong harus membuat susunan organisasi kerja di lapangan sesuai dengan bidang keahlian serta pekerjaan yang ada. cara-cara teknik. diluar ketentuan waktu jam kerja menurut kebiasaan setempat. 3. 4. maka Kontraktor diharuskan mengajukan ijin sebelumnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan secara tertulis dalam waktu sekurang-kurangnya 24 jam. Kelalaian Kontraktor untuk menyusun dan menyerahkan Rencana Mingguan maupun Bulanan dinilai sama dengan kelalaian dalam melaksanakan Perintah Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dalam Melaksanakan Pekerjaan. balok dan plat) . VI. Pegawai pemborong yang melaksanakan. .5. sloof. Pengawasan dan Prosedur Pelaksanaan.Sebelum pekerjaan dimulai.Pemasangan instalasi Mekanikal Elektrikal . cakap diberi kuasa.Setelah dinding dan kusen terpasang. berbagai Rencana Pelaksanaan dari berbagai Bagian Pekerjaan yang direncanakan untuk dilaksanakan dalam bulan berikutnya. 1. Pemborong harus mengawasi dan memimpin pekerjaan dengan menggunakan kecakapan dan perhatian penuh. Yang dimaksud dokumentasi dalam pekerjaan ini adalah : Foto-foto hasil pekerjaan berwarna ukuran post card dimasukkan dalam album. 2.Pada saat pengurugan lahan . Jika Kontraktor menghendaki.Pelaksanaan pekerjaan pondasi.

3. Selama pelaksanaan pekerjaan. sub kontraktor. Pemborong harus membatasi daerah operasinya di sekitar tapak dan harus mencegah para pekerjanya melanggar wilayah orang lain yang berdekatan. dan hak pemakai jalan bersih dari bahan bangunan dan sebagainya dan memelihara kelancaran lalu lintas. . rekanan wajib memberikan alamat tetap yang jelas dengan nomor telepon kepada Pimpinan Proyek. Sebagai penanggung jawab di lapangan pekerjaan. Itu semua diperbaiki Pemborong hingga dapat diterima oleh Pemimpin Proyek. Selama masa pelaksanaan kontrak. baik bagi kendaraan maupun pejalan kaki selama kontrak berlangsung. Pemborong harus menjaga agar jalanan umum. VIII. Terhadap Bangunan yang Ada. Pemborong bertanggung jawab atas keamanan seluruh pekerjaan. dan fasilitas-fasilitas kesejahteraan. Menyimpang dari hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemborong untuk membetulkan dan melaksanakan sesuai gambar dan bestek. 3. IX. atau menimba seperti apa yang dikehendaki atau yang diinstruksikan. PENJAGAAN KEAMANAN LAPANGAN PEKERJAAN IX. jalan kecil. dan sebagainya yang disebabkan oleh kegiatan Pemborong. Keamanan terhadap Pekerjaan. Perubahan konstruksi maupun bahan-bahan bangunan dapat dilaksanakan bila ada ijin tertulis dari Pimpinan Proyek berdasarkan rapat Direksi. Ia harus menjaga perlengkapan dan bahan-bahan dari semua kemungkinan kerusakan. tata tertib. kehilangan. IX. 4. dan kecakapan. TEMPAT TINGGAL (DOMISILI) Apapun kebangsaan kontraktor.2. IX. Dalam hal ini Pemborong harus segera menempatkan Pelaksana lain dengan persetujuan Pengawas. Pengawas berhak menolak penunjukan Pelaksana oleh Pemborong didasarkan pendidikan. ordonasi Pemerintah pusat dan lokal. Terhadap Wilayah Orang Lain.5. leveransir. Rekanan juga wajib memenuhi semua persyaratan. IX. saluran pembuangan dan sebagainya dan kerusakan-kerusakan sejenis yang disebabkan operasi Pemborong dalam arti yang luas. tingkah laku. untuk memudahkan komunikasi demi kelancaran jalannya pelaksanaan pekerjaan. jalan.2. Pemborong wajib mengadakan semua yang diperlukan bagi para pekerja dan tamu seperti pertolongan pertama. Pelaksana harus mempelajari dan memahami semua isi gambar. Semua biaya pemasangan kembali dan perbaikan kerusakan menjadi tanggung jawab Pemborong. bestek dan Berita Acara Aanwijzing sehingga tidak terjadi kesalahan-kesalahan baik konstruksi maupun kualitas bahan yang harus dilaksanakan. Keamanan dan Kesejahteraan. termasuk bahan-bahan bangunan. kerusakan dan pemindahan yang terjadi atas fasilitas umum seperti saluran air.1. pengalaman.4. memompa. sanitasi. Pemborong bertanggung jawab penuh atas semua kerusakan utilitas. dan sebagainya bagi seluruh pekerjaan termasuk bahan-bahan yang dilaksanakan oleh pekerja-pekerja dan menjaga agar pekerjaan bebas dari air hujan dengan melindungi memakai tutup yang layak. IX. Terhadap Milik Umum. listrik. air minum. undang-undang Republik Indonesia adalah undang-undang yang melindungi kontrak ini. Rekanan juga bertanggung jawab atas gangguan. dan penengah (arbirator) dan dimanapun pekerjaan atau bagian pekerjaan atau bagian pekerjaan berada. perlengkapan instalasi yang ada hingga kontrak selesai dan diterima baik oleh Pemimpin proyek.

IX.7. kantor. Penentuan semua titik duga letak bangunan. maupun datar (water pass) dan tegak lurusnya bangunan harus ditentukan dengan memakai alat ukur instrumen water pass atau theodolit. Air Minum dan Air untuk Pekerjaan.Uraian kemajuan pekerjaan pada akhir bulan. Warung dan penjual lainnya yang melayani pekerja proyek harus berada di dalam pagar proyek. dan di kelas yang disebabkan oleh pekerja rekanan. . maka hal itu menjadi beban dan tanggung jawab rekanan. dan tidak memperkerjakan tenaga yang tidak sesuai atau tidak mempunyai keahlian dalam tugas yang diserahkan kepadanya. Pemborong harus senantiasa menyediakan air minum yang cukup bersih ditempat pekerjaan untuk para pekerjanya.Kunjungan tamu-tamu lain. . siku-siku bangunan. . Bila kondisi air meragukan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan.Foto-foto ukuran kartu post sesuai petunjuk Direksi.Pengesahan Pimpinan Proyek. ALAT–ALAT PELAKSANAAN PENGUKURAN Selama masa pelaksanaan. XIII. pengaduk beton. dan sebagainya. Apabila terjadi kehilangan di laboratorium. pompa air.3. . baik untuk sarana pekerjaan maupun yang diperlukan untuk memenuhi kualitas hasil pekerjaan antara lain derek.4.Semua bahan/barang perlengkapan yang telah masuk dan diterima di tempat pekerjaan.Kejadian khusus. rekanan berkewajiban menjaga agar tidak mengganggu proses kegiatan di lingkungan sekitar lokasi Surabaya.1. XI. XI. SYARAT-SYARAT CARA PEMERIKSAAN BAHAN BANGUNAN XIII.6. Kejadian tersebut harus segera dilaporkan pada Jawatan Perburuan dan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. harus diperiksakan pada laboratorium. . Pemborong harus menyediakan/menyiapkan alat-alat. . Laporan kemajuan pekerjaan tersebut minimal mengenai semua keterangan yang berhubungan dengan kejadian selama satu bulan yang mencakup mengenai: .Jumlah semua tenaga kerja yang digunakan dalam bulan ini. Kontraktor harus menjamin keselamatan kerja pekerja sesuai dengan yang ditentukan dalam Peraturan Perburuhan atau persyaratan yang diwajibkan untuk setiap bidang pekerjaan. XI. Di lokasi pekerjaan harus disediakan kotak obat-obatan untuk pertolongan pertama yang selalu tersedia setiap saat dan berada di Direksi keet.8. Air untuk keperluan bangunan selama masa pelaksanaan bisa menggunakan/menyambung pipa air yang telah ada dengan meteran air tersendiri (guna perhitungan pembayaran) atau air sumur yang bersih/jernih dan tawar. Kecelakaan.IX.1. . LAPORAN MINGGUAN DAN HARIAN Rekanan membuat laporan harian. .Kunjungan semua tamu yang berkaitan dengan proyek. IX. Kontraktor harus segera mengambil tindakan yang perlu untuk keselamatan korban dengan biaya pengobatan dan lainlain menjadi tanggung jawab Pemborong. . XII.2. Bila terjadi kecelakaan pada pekerja Pemborong saat pelaksanaan.Keadaan cuaca. Dalam pelaksanaan proyek. Rekanan harus selalu memegang teguh disiplin kerja. X. mingguan dan bulanan tentang kemajuan pekerjaan. JAMINAN KESELAMATAN BURUH XI. XI.

Pemeriksaan dan Persetujuan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan terhadap suatu pekerjaan.XIII. atau mengatur untuk mengadakan pengujian bahan-bahan atau barang-barang. XIV. XIV. maka Badan/Lembaga yang akan melakukan Pengujian dipilih atas persetujuan kedua pihak. maka Kontraktor berhak melanjutkan Pelaksanaan Pekerjaan serta menganggap Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan telah menyetujui Bagian Pekerjaan yang ditutup tersebut. . Pemborong harus memperhitungkan semua biaya pengujian.2. Pemborong wajib sesuai dengan pekerjaan yang diterimanya menurut ketentuan pada pasal 2 ayat 3 dan gambar detail yang telah disahkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Penutupan hasil Pelaksanaan Pekerjaan. Kelalaian Kontraktor untuk menyampaikan laporan diatas. sehingga secara visual menghalangi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk memeriksa Bagian Pekerjaan yang terdahulu. 4. guna pemeriksaan Pekerjaan yang terdahulu dengan resiko pembongkaran dan pemasangannya kembali menjadi tanggung jawab Kontraktor. sehingga Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berkesempatan secara wajar melakukan pemeriksaan pada bagian yang bersangkutan untuk dapat disetujui kelanjutan pekerjaannya. 4. tidak melepaskan Kontraktor dari kewajibannya untuk melaksanakan seluruh pekerjaan sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan atau Kontrak Pekerjaan.1. melaksanakan secara keseluruhan atau dalam bagian-bagian menurut semua persyaratan teknis XV. 3. baik yang sudah maupun yang belum dimasukkan pekerjaan atau yang sudah dilaksanakan. Apabila laporan telah disampaikan dan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan tidak mengambil langkah untuk menyelesaikan pemeriksaan tersebut dalam jangka waktu 2 (dua) hari kerja sejak laporan disampaikan.2. Sebelum menutup suatu Bagian Pekerjaan dengan Bagian Pekerjaan yang lain. Pemborong menjamin bahwa semua bahan bangunan dan perlengkapan yang disediakan menurut kontrak dalam keadaan baru dan bahwa semua pekerjaan akan berkualitas baik. Kontraktor wajib melaporkan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan mengenai rencananya untuk melaksanakan Bagian Pekerjaan yang pertama tersebut. XIII. PEKERJAAN TIDAK BAIK XIV. 2. 2. Semua Biaya Pengujian dalam jumlah seperti yang dipersyaratkan menjadi beban Kontraktor. Kecuali dipersyaratkan lain. Pemborong tetap bertanggung jawab atas biayabiaya pengiriman yang tidak memenuhi syarat-syarat (penolakan bahan) yang dikehendaki. maka semua pekerjaan akan diuji dengan cara dan Tolok Ukur Pengujian yang dipersyaratkan dan ditetapkan dalam Persyaratan Teknis 3.4. Kecuali dipersyaratkan lain. Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaanj berhak mengeluarkan instruksi agar Pemborong membongkar pekerjaan apa saja yang telah ditutup untuk diperiksa. Pengujian Hasil Pekerjaan 1. pemeriksaan berbagai bahan pekerjaan. 1. memberikan hak kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk memerintahkan pembongkaran kembali Bagian Pekerjaan yang menutupi tersebut. Dalam pengajuan penawaran. Ongkos untuk pekerjaan dan sebagainya menjadi beban Pemborong untuk disesuaikan kontrak. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan boleh (tetapi tidak secara tak adil atau menyusahkan) mengeluarkan perintah yang menghendaki pemecatan siapa saja dari pekerjaan. Semua pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar dapat ditolak. PEKERJAAN TAMBAH DAN KURANG XV.1. XIII.3.

XV.1. PENYELESAIAN DAN PENYERAHAN XVI. Penyerahan. Terlaksana dari pekerjaan sebagaimana yang telah  Hasil tes material yang telah ditentukan Penyusunan Dokumen Terlaksana dikecualikan untuk pekerjaan tersebut dibawah ini:     Ornamental.  Supply bahan. Brosur Teknis yang telah diberi tanda pengenal khusus sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan.  Khususnya untuk pekerjaan-pekerjaan dengan sistem jaringan bersaluran banyak yang secara operasional membutuhkan identifikasi yang bersifat lokatif. Pekerjaan tambah dan kurang yang dikerjakan tanpa ijin tertulis Konsultan Pengawas adalah tidak sah dan menjadi tanggung jawab Pemborong sepenuhnya. Pekerjaan Persiapan. Kontraktor wajib menyusun Dokumen Terlaksana yang terdiri dari :     2. Spesifikasi Teknis dilaksanakannya. Dokumen Terlaksana dapat disusun berdasarkan :     Dokumen Pelaksanaan. Pada waktu Penyerahan Pekerjaan. walaupun satu dan lain hal tidak dicantumkan dengan jelas dalam gambar dan bestek.2. Kontraktor tidak dibenarkan membuat/menyimpan salinan ataupun copy dari Dokumen Terlaksana tanpa izin dari Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. Gambar Perubahan Pelaksanaan. 3. Finishing Arsitektur. Gambar-gambar Perlaksana (as build drawings). Dokumen Terlaksana ini harus dilengkapi dengan Daftar Instalasi/Peralatan/Perlengkapan yang mengidentifikasikan lokasi dari masing-masing barang tersebut.3. XVI. Pemborong selanjutnya wajib pula tanpa tambahan biaya mengerjakan segala sesuatu demi kesempurnaan pekerjaan atau memakai bahan yang tepat. jika tidak tercantum dalam daftar harga upah dan satuan pekerjaan. Perlengkapan dan Peralatan kerja. XVI. Laporan pelaksanaan Foto-foto dokumentasi dan.XV. Dokumen Terlaksana ini harus diperiksa dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Untuk peralatan / perlengkapan :  . Selanjutnya perhitungan penambahan pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. Perubahan Spesifikasi Teknis. Pertamanan. 1. Kontraktor harus membuat Dokumen Terlaksana hanya untuk diserahkan kepada Pemberi Tugas. Dokumen Terlaksana. untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. Kecuali dengan izin khusus dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan Pemberi Tugas. Pada penyelesaian dari setiap pekerjaan. 4. 2. Pekerjaan tambah dan kurang hanya dapat dikerjakan atas perintah atau persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2 (dua) set Dokumen Terlaksana.2. Kontraktor wajib menyerahkan : 1.

Untuk berbagai macam kunci :   Semua kunci orsinil. Surat Fiskal Pajak dan lain-lain). Surat pernyataan Pelunasan sesuai Petunjuk Direksi Pekerjaan. . 2 (dua) set Pedoman Operasi ("Operation Manual") dan Pedoman Pemeliharaan (Maintanance Manual). 5. Dokumen-dokumen Resmi (seperti Surat Izin Tanda Pembayaran Cukai. 3.  Suku Cadang sesuai yang dipersyaratkan. 6.  Dilakukan pewarnaan / penomoran pada kunci 4. Minimum 1 (satu) kunci duplikat. Segala macam Surat Jaminan sesuai yang dipersyaratkan.

Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian tanah.3. letak batas-batas tanah dengan alat-alat yang sudah tertera kebenarannya.2. Pengukuran tanah kembali 1. 6. 2. letak pohon. I.B. Tugu patokan dasar (Bench Mark) 1. . 7.1. 2. Tugu patokan dasar dibuat dari beton berpenampang sekurang-kurangnya 20 x 20 cm. I. 3. Tugu patokan dasar dibuat permanen. Pengukuran sudut siku prisma atau benang secara azas segitiga phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Papan Dasar Pelaksanaan (Bouwplank) 1. 5. Letak dan jumlah patokan dasar ditentukan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Tinggi sisi atas papan patok ukur harus sama satu dengan lainnya. 5. 5. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan tugu patokan dasar termasuk tanggungan Kontraktor. berjarak maksimum 1. Papan dasar pelaksanaan/bouwplank dibuat dari kayu semutu Meranti atau spesies lain yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. PEKERJAAAN PERSIAPAN PEKERJAAN PENDAHULUAN I. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat-alat waterpas/theodolith yang ketepatannya dapat dipertanggung-jawabkan. yang tertancap dalam tanah sehingga tidak bisa digerak gerakkan atau diubah-ubah. Kontraktor harus menyediakan Theodolith/waterpas beserta Petugas yang melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan oelh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan selama Pelaksanaan Proyek. Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk dimintakan keputusannya. diberi tanda yang jelas dan dijaga keutuhannya sampai ada instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk membongkarnya. 4. Setelah selesai pemasangan papan dasar pelaksanaan Kontraktor harus melaporkan kepada I. tidak bisa diubah. lebar 20 cm. 3. 2. kecuali dikehendaki lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pada waktu pematokan (penentuan) peil dan setiap sudut-sudut tapak (perpindahan). Kontraktor wajib membuat Shop Drawing dahulu sesuai keadaan lapangan. tertancap kuat kedalam tanah sedalam 1 meter dengan bagian yang menonjol diatas muka tanah sekurang-kurangnya setinggi 40 cm. lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya (waterpas). 4. Papan dasar pelaksanaan dipasang sejauh 100 cm dari sisi luar galian tanah pondasi. Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggungan Kontraktor.50 meter satu sama lain. 4. Hasil pengukuran harus dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan agar dapat ditentukan sebagai pedoman atau referensi dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar Rencana dan Persyaratan Teknis. Papan dasar pelaksanaan dipasang pada patok kayu semutu Meranti Merah ukuran (5/7 cm). 3. dengan ukuran tebal 3 cm.

ruang pelaksana. pemborong harus membuat “direksi keet” ukuran 32 m² atau disesuaikan kebutuhan dengan konstruksi yang disetujui oleh Pengawas Lapangan. Direksi Keet Untuk pembangunan proyek ini. milik Pengawas/Direksi Pekerjaan. Untuk kepentingan pelaksanaan pekerjaan selama proyek berlangsung. 3.6. I. Kontraktor harus bisa menempatkan petugas keamanan selama 24 jam penuh setiap hari yang dibagi dalam 3 gelombang waktu bekerja (shift). air minum untuk pekerja dan air kamar mandi/WC selama berlangsungnya proyek. Kontraktor harus memperhitungkan biaya penyediaan air bersih guna keperluan air kerja. .4. serta menjaga keutuhan bangunan-bangunan yang ada dari gangguan para pekerja ataupun kerusakan akibat pelaksanaan pekerjaan. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan termasuk tanggungan Kontraktor. dapur kecil dan KM/WC.7. meja dan kursi. 4. Pengadaan penerangan dapat diperoleh dari sambungan PLN atau dengan Generator set. Sarana Air Kerja dan Penerangan 1. I. Peralatan obat-obatan I.5. ruang penjaga. kamar mandi/wc atau tempattempat lain yang dianggap perlu. Kontraktor juga harus menyediakan Sumber Tenaga Listrik untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan. kantor pelaksana. Kontraktor harus bisa menjamin keamanan proyek baik untuk barang-barang Kontraktor. 6. dan semua bangunan eksisting yang terganggu harus diperbaiki. dan semua perijinan untuk pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pengadaan fasilitas penerangan termasuk instalasi dan armateur stop kontak serta sakelar / panel. Pemborong harus menyediakan antara lain: 1. Untuk menjaga ketertiban maka para pekerja diharuskan menggunakan tanda pengenal pada bagian badan yang mudah terlihat oleh petugas keamanan yang sedang bertugas. ruang gambar. Semua biaya menjadi beban Pemborong. ruang rapat. Air yang dimaksud adalah air bersih. kebutuhan kantor Direksi Pekerjaan dan penerangan proyek pada malam hari sebagai keamanan selama proyek berlangsung. Untuk perlengkapan Direksi. 2. Keamanan Proyek 1. 2. dan harus melakukan pemeriksaan pengamanan setiap hari setelah selesai pekerjaan. serta pengadaan dan pemasangan pipa distribusi air tersebut bagi keperluan pelaksanaan pekerjaan termasuk keperluan Kantor Direksi Pekerjaan. Bangunan tersebut berfungsi atau digunakan sebagai gudang. Pembongkaran bangunan sementara tersebut hanya dengan persetujuan Pimpinan Proyek atau Pengawas.Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Penyediaan penerangan/Tenaga listrik berlangsung selama 24 jam penuh dalam sehari. I. buku harian. 3. ruang tamu. Rekanan harus pula menyediakan ruangan untuk keperluan Pengawas dengan perlengkapan papan tulis. baik yang berasal dari PAM atau sumber lain. Bangunan Sementara (Bouwkeet) Pemborong harus menyediakan dan mendirikan bangunan sementara untuk gudang penyimpanan dan perlindungan bahan bangunan dengan. Semua „bouwkeet‟ perlengkapan rekanan Pemborong dan sebagainya. pada waktu selesainya pekerjaan harus dibongkar dan harus disingkirkan dari tapak/lokasi. serta buku catatan harian pengawasan seperlunya.

6. 4. Kebutuhan konsumsi sederhana untuk rapat lapangan/Direksi. bawah dan tengah. Tinggi kayu yang kelihatan minimal 2. Peralatan keselamatan kerja : topi. 3. dapur kecil. Barang-barang tersebut diatas tetap milik Kontraktor dan harus dikeluarkan dari lokasi proyek apabila bangunan telah selesai. Selama pelaksanaan pekerjaan Kontraktor harus menyiapkan alat pemadam kebakaran yang dapat digunakan untuk memadam api akibat listrik. Perabot meja dan kursi gambar. Bagian luar pagar ditutup seng gelombang warna BJLS 40 yang dipasang vertikal dengan konstruksi rangka dan paku payung. Pagar kerja ini terbuat dengan konstruksi : 1. minyak dan gas dengan kapasitas 7 kg.8. dll. 9. dengan biaya dibebankan pada Pemborong. Untuk memudahkan komunikasi dengan pihak-pihak yang terkait Kontraktor wajib mengadakan alat komunikasi 13.10. 10. Pada daerah-daerah tertentu sesuai petunjuk Pengawas. Perlengkapan kebutuhan KM/WC. sepatu.11. 2. Helm Semua peralatan dalam Direksi Keet harus baru dan layak dipakai. Pemborong harus membuat/memasang pagar pengaman sebagai batas antara daerah proyek dan daerah umum. Peralatan tulis dan papan tulis. 5. Untuk melancarkan jalannya proyek maka Kontraktor diwajibkan menyediakan 1 kendaraan roda empat untuk keperluan transportasi Kontraktor dalam pengangkutan barang-barang kantor misalnya pengangkutan benda-benda uji dan lain-lain atau untuk persediaan apabila terjadi keperluan yang sangat mendadak. sesuai kebutuhan dan kepentingan proyek. Pada tiap lantai bangunan dengan radius 50 m disediakan 1 unit tabung pemadam kebakaran demikian juga untuk Direksi Pekerjaan keet kantor Kontraktor dan gudang penyimpanan. Meja/rak untuk menyimpan barang-barang contoh. 2. 14. I. serta 1 kendaraan roda empat untuk keperluan transportasi Pengawas. Peralatan meja dan kursi untuk rapat. Sarana penerangan listrik. I.9. 7. 8. Dan semua biaya dibebankan pada Pemborong. Buku direksi untuk mencatat semua instruksi dari Direksi Pekerjaan 11. diberi pintu untuk kepentingan proyek. 3. Jalan masuk ke tempat pekerjaan yang telah ditentukan harus diadakan oleh rekanan bila diperlukan. Kontraktor diwajibkan untuk menyediakan konsumsi dalam pertemuan-pertemuan rutin atau tamu-tamu Pemberi Tugas yang mempunyai kepentingan dengan proyek dan semua biaya dibebankan pada Pemborong. . Untuk perangkai tiang satu dengan lainnya. dll. Pemadam Kebakaran 1. Sebelum melaksanakan pekerjaan apapun. dll. Tiang kayu bulat (dolken) ditanam sedalam 60 cm dan dicor dengan campuran 1 pc : 3 ps pada setiap jarak 3 m. Pagar Pengaman Proyek. Alat Komunikasi dan Transportasi 12.40 m dari muka tanah. lampu-lampu. I. wastafel.2. jaket. 4. 5. digunakan 3 deret kayu meranti merah 5/7 yang dipasang horisontal sejajar atas. yang lebarnya disesuaikan kebutuhan Pemborong. I.

air dan transportasi pelaksanaan agar dipersiapkan dengan baik dan berkoordinasi dengan pihak sekolah. .14. terlindung dari pengaruh panas atau hujan yang dapat menghambat kelancaran pekerjaan.13. 2. Bila pihak sekolah tidak dapat memenuhi. Pemborong harus menyediakan WC untuk pekerja maupun karyawannya. Kontraktor harus membuat los kerja dan bangunan untuk tempat istirahat dan tempat sholat bagi para pekerja. Los kerja merupakan bangunan yang cukup memadai untuk bekerja bagi tukang/pekerja yang mempunyai kondisi cukup baik.12.I. I. Pembuatan Los Kerja dan Tempat Istirahat 1. maka rekanan (Pemborong) harus menyediakan sendiri. I. Sambungan listrik.

A i r Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. rabat beton. Menyediakan tenaga kerja. Persyaratan Bahan 1. Pasir Beton Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-bahan organik. Apabila dipandang perlu Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dapat minta kepada Kontraktor supaya air yang dipakai diperiksa di laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor. Semen Portland Memakai Semen Portland Merk Semen Gresik. 3.Peraturan-peraturan/standard setempat yang biasa dipakai .Peraturan-peraturan Beton Bertulang Indonesia 1988. Penyimpanan semen Portland harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban. bebas dari air dengan lantai terangkat dari tanah dan ditumpukkan sesuai dengan syarat penumpukan semen.1. . Semen yang telah mengeras sebagian/seluruhnya tidak dibenarkan untuk digunakan. I. NI-8 . Pengendalian pekerjaan ini harus sesuai dengan : . Besi Beton Digunakan mutu U-24 untuk Ø < 12 mm. peralatan dan alat.9 . bahan-bahan. Besi harus bersih dari lapisan minyak/lemak dan bebas dari cacat seperti serpih-serpih.Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat . Koral Beton/Split Digunakan koral yang bersih. NI-5. tidak berpori serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat PBI 1988. hingga kedua bahan tersebut dijamin menghasilkan perbandingan adukan beton yang tepat. Pekerjaan ini meliputi kolom praktis. dan harus memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang dicantumkan dalam PBI 1988.alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan seperti dinyatakan dalam gambar. bermutu baik. . Holcim atau Semen Tiga Roda atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan harus memenuhi NI-8. 2.Peraturan Semen Portland Indonesia 1972.2. 4. lantai kerja dan semua pekerjaan beton yang bukan struktur. alkali dan bahan-bahan organik/bahan lain yang dapat merusak beton dan harus memenuhi NI-3 pasal 10. lumpur dan sebagainya. seperti yang ditunjukkan pada gambar. PEKERJAAN ARSITEKTUR I. U-39 untuk Ø > 12 mm. untuk mencapai hasil yang baik dan sempurna. 5. PEKERJAAN BETON NON STRUKTURAL I.Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961. 2.C.Ketentuan-ketentuan Umum untuk pelaksanaan Pemborongan Pekerjaan Umum (AV) No. asam. Penampang besi harus bulat serta memenuhi persyaratan NI-2 (PBI 1988). NI-2 . Penyimpanan/ penimbunan pasir dan koral beton harus dipisahkan satu dari yang lain. Bila dipandang perlu Kontraktor diwajibkan untuk memeriksa mutu besi beton ke laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor. Lingkup Pekerjaan 1.

. .Cara pengadukan beton harus menggunakan beton molen.Pengecoran harus dilakukan dengan sebaik mungkin dengan menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti keropos dan rongga-rongga koral/split yang dapat memperlemah konstruksi.Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan pada hari berikutnya. Pengecoran Beton .Beton harus dilindungi dari pengaruh panas. tanah/lumpur dan sebagainya. dan harus bebas dari papan acuan atau lantai kerja dengan memasang selimut beton sesuai dengan ketentuan dalam SKSNI.Bekisting harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan. . pasir dan koral harus disetujui terlebih dahulu oleh konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan. Mutu Beton Mutu beton yang dicapai dalam pekerjaan beton bertulang adalah K-250 dan harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam SKSNI. .Kontraktor diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan dengan membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai jenuh. . Cara Pengadukan . 2. pemeriksaan penulangan dan penempatan penahan jarak. Syarat – syarat Pelaksanaan 1. 5. sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton. . I. .Bekisting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan dan atau diperlukan dalam gambar. harus diperhatikan dan dipersiapkan.3.American Society for Testing and Material (ASTM) 9.Takaran perbandingan untuk Semen Portland. .Pembuatan tulangan-tulangan untuk batang lurus atau yang dibengkokkan.Tulangan beton harus diikat dengan kuat untuk menjamin agar besi tersebut tidak berubah tempat selama pengecoran. maka tempat perhentian tersebut harus disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. American Concrete Institute (ACI) 6. .40 mm. sambungan kaitkait dan pembuatan sengkang (ring).Besi beton yang tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari lapangan kerja dalam waktu 24 jam setelah ada perintah tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. permukaannya licin. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan. potongan kayu.Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Kawat Pengikat Kawat pengikat besi beton/rangka adalah dari baja lunak dan tidak disepuh seng. sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan kedudukannya selama pengecoran dilakukan. diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0. hingga tidak terjadi penguapan cepat.Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Direksi Pekerjaan. .Bekisting harus rapat (tidak bocor). pemeriksaan ukuran-ukuran dan ketinggian. 3. 4. bebas dari kotoran-kotoran (tahi gergaji). 1457 . Pembesian . .tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara No. . Kawat pengikat besi beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-2 (PBI tahun 1988). persyaratannya harus sesuai dengan SKSNI. Pekerjaan Bekisting .Pemasangan dan penggunaan tulangan beton harus sesuai dengan gambar konstruksi.

. . kering. . 7. . 10.Apabila kontraktor tetap menggunakan bahan atau material yang tidak disetujui tersebut.Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan tidak cacad. . koral.Pekerjaan harus dilakukan oleh tenaga-tenaga ahli pada bidangnya. . Pekerjaan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting hanya boleh dilakukan dengan ijin tertulis dari Konsultan Pengawas dan Diieksi Pengawas. tidak diijinkan mengadakan perubahan apapun pada permukaan beton tanpa persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. . Kontraktor diwajibkan untuk memberikan pada Direksi Pekerjaan "Test Certificate" bahan besi dari produsen/pabrik. Contoh Bahan .Kontraktor harus menempatkan tenaga ahli di lapangan yang setiap saat diperlukan untuk dapat berdiskusi dan dapat membuat keputusan administratif. baik mengenai hal-hal pembayaran maupun hal teknis dan non teknis lainnya.Mutu beton tersebut harus dibuktikan oleh Kontraktor dengan mengambil benda uji berupa kubus/silinder yang ukurannya sesuai dengan syarat-syarat/ketentuan dalam SKSNI. pasir.Kontraktor bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan penyimpanan.Sebelum pelaksanaan pekerjaan. Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan Bahan . Kontraktor harus memberikan contoh-contoh material misalnya: besi.tempat pekerjaan.Bila tidak ada "Test Certificate".Pelaksanaan/Kontraktor bertanggung jawab atas kesempurnaan pekerjaannya sampai dengan saat-saat penyerahan (selesai). . tidak lembab dan bersih sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan pabrik pembuat bahan tersebut. . Pengujian Mutu Pekerjaan .Sebelum dilaksanakan pemasangan. .Kontraktor harus mengikuti semua peraturan. Kontraktor dan Kualifikasi Pelaksanaan/Kontraktor . kontraktor harus mendapat persetujuan tertulis berupa Reques bahan dan material dari konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Beberapa bahan tertentu harus masih di dalam kotak/kemasan aslinya yang masih tersegel dan berlabel pabriknya. Setelah bekisting dibuka. 9. Bila ada kerusakan. maka Kontraktor harus melakukan pengujian atas besi/kubus beton di laboratorium yang akan ditunjuk kemudian.Kontraktor mengikuti kontrak-kontrak yang akan disusun ke. Tenaga pelaksana dari Kontraktor harus yang memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam dokumen lelang. .Tempat penyimpanan harus mencukupi bagi bahan yang ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya.mudian dengan pemilik.Setiap pengiriman bahan.Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung dan tertutup.Contoh-contoh bahan yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. . baik yang terdapat pada Uraian dan syaratsyarat maupun yang tercantum dalam gambar-gambar atau peraturan yang berlaku baik didalam negeri maupun luar negeri yang diberlakukan.. .6. 8. maka Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menyuruh kontraktor untuk membongkar dan mengganti dengan bahan atau material yang telah disetujui.Apabila bahan atau material yang didatangkan tidak mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. akan dipakai sebagai standar/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Kontraktor ke. maka kontraktor tidak boleh menggunakan bahan tersebut untuk keperluan pekerjaan. . Kontraktor wajib menggantinya atas beban Kontraktor. PC untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/ Direksi Pekerjaan.

b.Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3 x 24 jam setelah pengecoran. lantai dasar sebelum pemasangan keramik dan tempat lain yang telah ditunjukkan didalam gambar . Jumlah dan frekwensi pembuatan kubus beton serta ketentuan-ketentuan lainnya sesuai SKSNI. .Beton dilindungi dari kemungkinan cacad yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain.Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian bahan tersebut.Pembuatannya harus disaksikan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan yang akan ditunjuk. Air yang digunakan haruslah air bersih yang bebas dari bahan-bahan yang merusak misalnya minyak.Kontraktor diwajibkan membuat "Trial Mix" terlebih dahulu.Hasil pengujian dari laboratorium diserahkan kepada Direksi Pekerjaan secepatnya. . Pekerjaan Beton Rabat Dan Lantai Kerja. asam dan unsur organik lainnya. Kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan.Bila terjadi kerusakan. . . 11. Semen PC : hasil produksi lokal merk Semen Gresik. bebas dari kotoran.Bagian beton setelah dicor selama dalam pengerasan harus selalu dibasahi dengan air terus menerus selama 1 (satu) minggu atau lebih (sesuai ketentuan dalam PBI-1988). Pasir harus bersih. . Beton rabat adalah campuran 1 pc : 3 ps : 6 kr. dan tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% d.Ruang Lingkup Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan lantai kerja. .Pelaksanaan a. b. Kerikil harus kasar dan keras tidak berpori . sebelum memulai pekerjaan beton. . Semen Tiga Roda.Bahan-bahan a. tebal 5 cm atau sesuai dengan gambar perencanaan dan dilaksanakan pada seluruh lantai kerja pondasi poer dan sloof. menjadi tanggung jawab Kontraktor. 12. Pelaksanaan beton rabat dilaksanakan juga di lantai dasar sebelum pemasangan penutup lantai keramik dengan tebal 5 cm pada seluruh lantai bangunan gedung. Kontraktor harus menyediakan air kerja ini atas biaya sendiri. c. . Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan . Seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Semen Holcim atau merk lain sesuai syarat-syarat ini yang telah mendapat persetujuan Pengawas dan tidak boleh memakai semen PC yang telah mengeras.

II. Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap. Seluruh dinding dari pasangan batu bata/bata merah. Persyaratan Bahan 1. 8. produk lokal dan yang disetujui Direksi . setiap tahap maksimum 24 lapis perharinya. Dengan mutu besi U . Urinoir dan Wastafel tinggi dinding trasram adalah 200 cm dari lantai sesuai dengan yang tercantum didalam gambar. 2. batu bata harus direndam air dalam bak atau drum hingga jenuh. Bahan-bahan yang digunakan sebelum dipasang. 5. Sebelum digunakan. Batu bata/batu merah yang digunakan ukuran 5 x 12 x 22 cm dengan mutu terbaik. jarak antara kolom satu dengan yang lain dibuat maksimal 3 (tiga) meter. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan Dinding Batu Bata II. serta diikuti dengan cor kolom praktis. Semen Tiga Roda.1. 2. II. PEKERJAAN DINDING II. Dinding batu bata yang akan diplester minimal telah berumur 7 hari dan harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar dibersihkan sebelum diplester. Untuk daerah KM/WC. 4. Pelubangan akibat pembuatan perancah pada pasangan bata merah sama sekali tidak diperkenankan. 5.2. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Perencana/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. bahan-bahan. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. sama warna serta disetujui Direksi . Semen Portland yang digunakan adalah merk Semen Gresik. beugel diameter 6 mm jarak 15 cm baik untuk tumpuan maupun untuk lapangan.3. Bidang dinding batu bata tebal 1/2 batu yang luasnya maksimal 12 m2 harus ditambahkan kolom praktis dan balok penguat praktis dengan kolom ukuran 12 x 12 cm.dengan aduk campuran 1 Pc : 5 Ps. 4. Untuk dinding semen trasram/rapat air dengan adukan campuran 1 Pc : 3 Ps. Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton harus . Batu bata yang dipasang adalah dari mutu terbaik. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. harus air yang bersih.24 7.50 cm di atas permukaan lantai setempat. tidak mengandung lumpur/ minyak/asam basa serta memenuhi PUBI-1982 Pasal 9.II.1. kecuali pasangan batu bata semen trasram/rapat air. Pasir aduk harus memenuhi NI-3 Pasal 14 ayat 2. Air untuk adukan pasangan. dari tulangan pokok 4 diameter 8 mm.1. peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. yakni pada dinding dari atas permukaan sloof sampai elevasi + 0. 3. siku dan sama ukuran. 2. 6.1. Syarat-syarat batu bata harus memenuhi ketentuan-ketentuan dalam NI-10. 3. Pasangan ini digunakan untuk sekeliling dinding ruang-ruang basah serta pasangan batu bata dibawah permukaan tanah jika ada.1.

4. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Pelaksanaan pasangan harus cermat. Adapun toleransi terhadap as dinding yang diizinkan maksimal 1cm (sebelum diaci/diplester).9. Syarat Penerimaan 1. 13. 2. . II. Penyelesaian hubungan dinding dengan perkerjaan finishing lainnya harus rapih.kurangnya 30 cm.1.1. diberi penguat stek-stek besi beton diameter 10 mm jarak 75 cm. sambungan satu dengan lainnya rapih. maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 3. 14. Pada ambang atas kusen dipasang balok praktis atau balok latei dengan ukuran 10 x 15 cm dengan tulangan utama 4 diameter 8 dan sengkang dia. 2.4. 4. Toleransi kemiringan untuk penerimaan pasangan dinding adalah 1 mm/m2 luas permukaan bidang kerja. rapi dan benar-benar tegak lurus terhadap lantai serta merupakan bidang rata. Pasangan batu bata semen trasram bawah permukaan tanah/lantai harus diberi pen dengan adukan 1 Pc : 3 Ps. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat. 8-200 dengan mutu beton K175. Hasil akhir harus konstruktip yang kokoh. 11. 12. Pemborong harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan. Pasangan dinding batu bata tebal 1/2 batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm setelah diplester (lengkap acian) pada kedua belah sisinya. yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang tertanam dalam pasangan bata sekurang. permukaan rata tidak bergelombang. kecuali bila satu dan lain hal ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. harus lurus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai yang ada disekitarnya. 10. 5. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah lebih dari dua atau lebih. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pelaksanaan. 3. Hasil pemasangan pasangan dinding. Pengamanan Pemborong wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan untuk dapat dihindarkan dari kerusakan. Biaya yang diadakan untuk pengamanan hasil pekerjaan ini menjadi tanggung jawab Pemborong.5. harus rata. Syarat-Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. sesuai dengan yang tercantum dalam RKS.5 cm (sebelum diaci/diplester). Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa hingga tak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Pelaksanaan dinding. II. Pasangan batu bata dapat diterima/diserahkan apabila deviasi bidang pada arah diagonal dinding seluas 9 m2 tidak lebih dari 0. Untuk pasangan setengah batu yang luasnya lebih besar dari 12 meter persegi tanpa adanya pertemuan dinding apabila tidak tegambar harus dipasang kolom praktis dari beton dengan mutu beton K – 175.

9. 5. berventilasi baik. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini.Campuran (aggregate) untuk plester harus dipilih yang benar-benar bersih dan bebas dari segala macam kotoran. 3. 2. bahan-bahan.0 mm. 2. Tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan. lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan.2. Pekerjaan plester dilakukan setelah pasangan bata cukup kuat minimum 7 hari setelah selesai pemasangan. dan dilindungi sesuai dengan jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan.3. Semua bahan sebelum di kerjakan harus ditunjukkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Semen Tiga Roda.6 .2.II. dan bagian-bagian yang ditentukan/disyaratkan dalam detail gambar serta atas petunjuk Direksi). II. 7. Persyaratan Bahan 1. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan. Sebelum memulai pekerjaan.2. spesifikasi dan lainnya. II. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh plesteran dinding batu bata bagian dalam dan bagian luar bangunan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan pengarahan Konsultan Pengawas dilapangan . 4.2. kecuali pada dinding batu bata transram/rapat air. Kontraktor harus segera melaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Lingkup Pekerjaan 1. Pada dinding batu bata trasram/rapat air di plester dengan aduk campuran 1PC : 3 PS (yang dilakukan pada sekeliling kamar mandi. Bahan harus disimpan di tempat yang kering. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja. dalam keadaan utuh dan tidak ada cacat. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. harus bersih dan melalui ayakan 1. Semen Portland yang digunakan adalah Semen Gresik.2. bertuliskan type dan tingkatannya.1. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. harus bermutu baik dari jenisnya dan di setujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. dan bersih. . 8. Seluruh plesteran dinding batu bata dengan aduk campuran 1 Pc : 5 Ps. 6. 3. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan di atas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. Semen Portland yang di kirim ke proyek lapangan harus dalam keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih disegel dan berlabel pabriknya.2. 10. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar. terlindung. Pekerjaan Plesteran Dinding II. 2. Kontraktor diharuskan memeriksa site/lapangan yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan. Pasir pasang yang di gunakan harus di ayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang dipersyaratkan. Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10 . Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 dan PUBI 1982. WC.

11. Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran pada bagian yang diijinkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 12. Plesteran halus (acian) digunakan campuran PC dan air sampai mendapatkan campuran yang homogen, acian dapat dikerjakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul). 13. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tibatiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan penutup yang bisa mencegah penyerapan air secara cepat. 14. Kontraktor wajib memperbaiki/mengulang/mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan (dan masa garansi), atas biaya Kontraktor selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemilik/ Pemakai. II.2.4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan: 1. Pemborongan wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat. Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. 2. Kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pelaksanaan, maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Pengamanan Pemborong wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan untuk dapat dihindarkan dari kerusakaan. Biaya yang diadakan untuk pengamanan hasil pekerjaan ini menjadi tanggung jawab pemborong. II.2.5. Syarat Penerimaan 1. Pemborong harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan; sesuai dengan ketentuan perencanaan serta persetujuan dari konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan 2. Hasil pemasangan pasangan, plester dan acian harus lurus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai yang ada disekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang. Toleransi kemiringan untuk penerimaan pasangan dinding : 1 mm/m2 permukaan bidang kerja. 3. Pelaksanaan plesteran harus rata, sambungan satu dengan lainnya rapih, melekat dengan baik pada pasangan bata. 4. Hasil akhir tanpa cacat dan merupakan satu kesatuan konstruktip yang kokoh. Penyelesaian hubungan dinding panel dengan pekerjaan finishing lainnya harus rapih. II.3. Pekerjaan Dinding Keramik II.3.1. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, hingga dapat diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan dinding keramik tile ini dilakukan pada ruangan atau seluruh bidang yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar (bila ada) dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas dan Direksi Pekerjaan.

II.3.2. Persyaratan Bahan 1. Jenis

2.

3. 4. 5. 6.

7. 8. 9.

10. 11.

Keramik Tile Keramik tile buatan dalam negeri yang disetujui Konsultan Pengawas dan atau Direksi. Warna : Warna yang ditentukan harus sesuai dengan ketentuan perencana / sesuai gambar atau setelah diputuskan bersama dalam rapat direksi. Merk : Roman tile, Asia Tile. Mutu : Tingkat I (satu) Bahan pengisi : Grout semen berwarna Bahan perekat : Adukan spesi 1 PC : 3 pasir diberi bahan tambahan penguat berupa bahan perekat untuk meningkatkan kekedapan terhadap air dan menambah daya lekat dengan jumlah pengunaan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat bahan perekat tersebut. Ukuran : 20 x 25 cm atau ditentukan dalam gambar perencana dengan pola pemasangan sesuai detail gambar. Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai peraturan-peraturan ASTM, NI-19, PUBI 1982 pasal 31 dan SII - 0023-81. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8, pasir harus memenuhi PUBI 1982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat- syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Untuk bahan pengisi/grouting dan bahan perekat dilengkapi sertifikat produk dari pabrik sebagai bukti penggunaan produk tersebut pada pelaksanaan dilapangan, dengan campuran sesuai dengan ketentuan pabrik.

:

II.3.3. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor diwajibkan membuat gambar dari pola keramik yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak cacat dan tidak bernoda. 3. Adukan pengikat dengan campuran 1PC : 3 pasir dan di tambah bahan perekat seperti yang telah disyaratkan dan harus terpasang merata di bawah permukaan keramik. 4. Bidang permukaan pasangan dinding keramik, harus benar-benar rata. 5. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar), harus sama lebar maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm, atau sesuai detail gambar serta petunjuk Direksi, yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. 6. Siar-siar di isi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan persyaratan bahan, warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya. 7. Pemotongan unit-unit keramik tiles harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. 8. Keramik yang sudah terpasang harus di bersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik, hingga betul-betul bersih.

9. Diperhatikan adanya pola tali air yang dijumpai pada permukaan pasangan dinding atau hal-hal lain seperti yang ditunjukkan dalam gambar. 10. Sebelum keramik dipasang, terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. 11. Pingulan pasangan keramik harus di lakukan dengan alat gurinda, sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang sempurna. 12. Keramik yang terpasang harus di hindarkan dari pengaruh pekerjaan lain selama 3 x 24 jam dan di lindungi dari kemungkinan cacat pada permukaannya. II.3.4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan dinding keramik yang rusak. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. 2. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan, maka Pemborong Wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong. Pengamanan 1. Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan terhadap kerusakan-kerusakan. Selama 7 x 24 jam sesudah pekerjaan dinding keramik selesai terpasang, permukaanya dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain dan dilindungi terhadap kemungkinan cacat pada permukannya. 2. Untuk pemeliharaan, Pemborong harus menyediakan bahan keramik yang sama sebanyak 0,1% dari jumlah terpasang untuk diserahkan pada Pemberi Tugas. Biaya pengadaan sudah termasuk dalam penawaran. II.3.5. Standar Penerimaan 1. Pemborong memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan; sesuai dengan pengarahan serta persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. Pelaksanaan pekerjaan dinding keramik harus dipasang rata pada seluruh permukaan tidak bergelombang, warnanya seragam serta tidak cacat/tidak bernoda. 3. Tolerasi rata permukaan yang dapat diterima adalah 1 mm/m2. 4. Pemborong wajib menyerahkan keramik tile sejumlah 0,1% dari jumlah yang terpasang kepada Pemberi Tugas, dinyatakan dengan surat Penyerahan material. III. PEKERJAAN LANTAI III.1. Pekerjaan Sub Lantai III.1.1. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 2. Pekerjaan sub lantai ini dilakukan dibawah lapisan lantai pada finishing lantai dengan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan Instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.

6. SII 0013-81 dan ASTM C 150-78A. kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui Direksi. Semen Portland yang digunakan adalah Semen Gresik. maka lapisan pasir urug dibawahnya harus sudah dikerjakan dengan sempurna (telah dipadatkan sesuai persyaratan).1. 2.2. Bahan-bahan yang dipakai sebelum digunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh-contohnya. III. Permukaan lapisan sub lantai dibuat rata/waterpas. Jenis : 2. Untuk pasangan sub lantai yang langsung di atas tanah.2. 4.2. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Untuk masing-masing warna harus seragam . harus baru. Air harus memenuhi persyaratan yang memenuhi dalam PUBI 82 pasal 9.III. Pekerjaan lantai dan plint keramik dari masing-masing jenis dan ukuran ini dilakukan pada ruang yang disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan persyaratan : PBI 1971 (NI-2) PUBI 1982 dan (NI. rata permukaannya dan telah mempunyai daya dukung maksimal. Semen Tiga Roda. pasir beton dan krikil atau split dengan perbandingan 1 Pc : 3 Ps : 6 Kr. 4. 3. a. Pekerjaan sub lantai merupakan campuran antara PC. AFNOR P18-303 dan NZS-3121/1974. 2. Tebal lapisan sub lantai adalah 7 cm untuk daerah lantai bangunan/disyaratkan dan atas petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. III. Kerikil/split harus memenuhi PUBI 82 pasal 12 dan SII 0079-79/0087-75/ 0075-75. supaya diperhatikan mengenai kemiringan sesuai yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 5. 3. Material lain yang tidak ditentukan dalam persyaratan di atas. Lingkup Pekerjaan 1. Warna : Keramik Tile Keramik buatan dalam negeri yang sesuai dengan yang termasuk pada daftar material dan disetujui Direksi . Pasir beton yang digunakan harus memenuhi PUBI 82 pasal 11 dan SII 0404-80. Kecuali pada lantai ruanganruangan yang disyaratkan dengan kemiringan tertentu. 2. III.8). bahan-bahan. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. 5.3. Persyaratan Bahan 1.2. tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian dalam pekerjaan ini.1. Semen Holcim atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini hingga tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.1. Pekerjaan Lantai (Keramik Tile) III. Persyaratan Bahan 1.2.

adukan harus terpasang merata di bawah permukaan keramik. Asia Tile. atau segala ukuran yang tertera pada gambar / ketentuan Konsultan Perencana. 5. 4.3. 4.3. tidak retak. warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya. untuk siar-siar yang berpotongan harus membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus sesamanya. yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya. tidak cacat dan tidak bernoda. Sebelum pekerjaan dimulai. 2. Siar-siar di isi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan/persyaratan. Pola pemasangan sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Adukan pengikat dengan campuran 1 PC : 3 pasir dan di tambah bahan perekat seperti yang disyaratkan. Merk : Roman Tile. Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai dengan peraturan-peraturan ASTM. 6. Bahan pengisi : Grout/ pengisi semen berwarna Bahan perekat : Adukan spesi 1 PC : 3 pasir diberi bahan tambahan penguat berupa bahan perekat untuk meningkatkan kekedapan terhadap air dan menambah daya lekat dengan jumlah pengunaan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat bahan perekat tersebut. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar). III. Kontraktor di wajibkan membuat shop drawing dari pola keramik yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 7. 3. 8. pasir harus memenuhi PUBI 982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9. 5. 6. b. Mutu : Tingkat I (satu) Ukuran/jenis dan pemakaian : 40 x 40 cm untuk lantai gedung dan teras sedang untuk KM Ukuran 30 x 30 cm untuk KM/WC bagian luas dan 20 x 20 cm untuk bagian dalam. 10. Dipasang sebagai finishing lantai pada seluruh detail yang ditunjukan/ disebutkan dalam gambar. PUBI 1982 pasal 31 dan SII-0023-81. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. NI-19. Untuk bahan pengisi/grouting dan bahan perekat dilengkapi sertifikat produk dari pabrik sebagai bukti penggunaan produk tersebut pada pelaksanaan dilapangan. Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benarbenar rata. . Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. Warna yang tidak seragam harus diganti/dibongkar. 9. harus sama lebar maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm. atau sesuai detail gambar serta Direksi. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik.2.

Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. 11. 4. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Toleransi kemiringan untuk permukaan yang dapat diterima adalah 1 mm/m2.5. dinyatakan dengan Surat Penyerahan Material. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. sebelum perkerjaan di mulai. Keramik yang sudah terpasang harus di bersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan terhadap kerusakan-kerusakan Selama 3 x 24 jam sesudah pekerjaan lantai keramik selesai terpasang. III. Tepat diatas delatasi sub lantai.2. 9. Pemborong harus menyediakan bahan keramik yang sama sebanyak 0. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan 8. Biaya pengadaan sudah termasuk dalam penawaran. 2.2. . Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan. Sebelum keramik di pasang.4. Pemborong memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan pelaksanaan. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan lantai keramik yang rusak. III. warnanya seragam serta tidak cacat/tidak bernoda. pasangan ubin harus diberi nat selebar 1 cm. 2. Pengamanan 1. kecuali kemiringan lantai pada permukaan lantai toilet/ruang wudhu yang harus dibuat miring permukaan lantainya ke arah floor drain (sesuai gambar rancangan).7. maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. sesuai dengan pengarahan serta persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. hingga betul-betul bersih.1% dari jumlah yang terpasang kepada Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. 2. permukaannya dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain dan dilindungi terhadap kemungkinan cacat pada permukaannya. terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. 3. 10. kemudian kedalam nat selebar 1 cm tersebut dimasukkan grouting dari silikon rubber sealant dengan warna yang sama dengan warna grouting nat. Pemborong wajib menyerahkan keramik tile sejumlah 0.Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab pemborong.1% dari jumlah terpasang untuk diserahkan pada Pemberi Tugas. Untuk pemeliharaan. Pelaksanaan pekerjaan lantai keramik harus dipasang rata (water pass) pada permukaan peilnya datar. Standar Penerimaan 1. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. tidak bergelombang.

. 8. penyetelan dan pemasangan kusen aluminium harus dilaksanakan oleh ahli dalam bidangnya. 4. Pintu dan jendela dibuat dalam beberapa tipe sesuai dengan gambar rencana. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. sebelum perkerjaan di mulai. Indalex. 2. di-finish silver natural. Biaya pengadaan mock-up menjadi . bila terdapat kelainan bentuk antara gambar dan gambar detail Pemborong harus melaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. IV. PEKERJAAN KUSEN. PINTU & JENDELA IV. IV. atau yang sejenis dan setara. Semua frame kusen. 4. Semua kusen pintu dan jendela dibuat dari aluminium ukuran sesuai gambar dan dilapisi seal dari karet mengelilingi kusen pintu dan jendela. bahan-bahan. 7. dengan sistem YF-100 / 70-E. produksi dalam negeri produk Asahi Mas. 5. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. Rangka daun pintu dan daun jendela dibuat dari aluminium ukuran-ukuran untuk ambang daun pintu dan jendela sesuai gambar dan harus disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. jendela dan pintu dikerjakan dengan teliti sesuai ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. jendela serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pemasangan kaca pada bingkai aluminium harus menggunakan seal berupa alur karet yang harus terjamin tidak bocor/tembus air. Daun Jendela dan Daun Pintu IV. Sebelum memulai pelaksanaan Kontraktor iwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil lubang dan membuat contoh jadi dengan skala gambar 1 : 1. Daun pintu double teakwood dengan rangka kayu kamper.1. Pekerjaan Kusen Aluminium. 6. Lingkup pekerjaan 1.1. hingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas.1. Persyaratan bahan 1. Tebal profil : 1.2 . untuk sebagian tipe kusen yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. finishing melamine. siku.IV.3.2 – 1. 3. Indalex.5 mm produk YKK. Pekerjaan kusen dan daun-daun pintu & jendela harus dilaksanakan dengan halus.1. 9. Ketepatan ukuran didasarkan pada hasil pengukuran di tempat pekerjaan. Bahan : Profil aluminium Merk YKK.1.5 mm 3. rapi. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. dan baik.1. Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen dan daun pintu. berdasarkan petunjuk pabrik. Seluruh pekerjaan pembuatan. Pekerjaan kusen harus dilaksanakan sesuai dengan ukuran-ukuran yang ada dalam gambar 5.2. 2. peralatan dan alatalat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan. 2. kaca tebal 5 mm. Frame terdiri dari Aluminium tebal 1.

Pemborong wajib mengadakan perlindungan terhadap permukaan kusen yang sudah terpasang. Syarat Penerimaan Penerimaan pekerjaan ini dapat dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan. sampai hasil pekerjaan diterima dengan baik (Serah Terima II).2. dan tidak cacat. 2.1. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. show drawing dan pengarahan yang diterbitkan oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.1. Toleransi lebar dan panjang. 2. dapat diperoleh dari proses-proses tarik.1. IV. 2. IV.bahan.4. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan kusen yang rusak/cacat/kena noda. gilas dan pengambangan (Float glass). Pekerjaan kaca meliputi seluruh detail yang disebutkan dalam gambar dan pekerjaan cermin meliputi pemasangan cermin pada toilet dan daerah lain yang ditentukan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Hasil pekerjaan kosen yang dipasang harus tepat pada posisinya rapat satu sama lainnya.tanggungan pemborong.2. IV. IV. Bahan-bahan perlindungan dilaksanakan sesuai ketentuan yang ditetapkan pada persyaratan bahan dan persyaratan lain (sesuai ketentuan pabrik). Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik. dan tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. mempunyai sifat tembus cahaya.2. 2.2. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. dan merupakan satu kesatuan dengan jenis pintu yang telah ditetapkan pada gambar rancangan dan spesifikasi bahan. Semua kegiatan pelaksanaan telah memenuhi persyaratan gambar perancangan. terjamin kerapihannya.5. Pengamanan 1. 2. seperti dinyatakan dalam gambar dengan hasil yang baik dan rapi. Perbaikan dilaksanakan sesuai pengarahan Direksi. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah menyediakan tenaga kerja. Kesikuan Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta tepi potongan . Biaya yang ditimbulkan untuk pekerjaan perbaikan ini menjadi tanggung jawab Pemborong. 3. Bila kerusakan pekerjaan ini bukan oleh tindakan pemilik pada waktu pekerjaan dilaksanakan maka Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan tersebut sampai dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pekerjaan Kaca IV. Biaya yang diperlukan untuk pengamanan ini menjadi tanggung jawab Pemborong. dapat diperoleh dari prosesproses tarik tembus cahaya. Kaca adalah benda terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mempunyai ketebalan yang sama. bahan . Lingkup Pekerjaan 1. Persyaratan Bahan 1.

Bahan kaca harus sesuai SII 0189/78 dan PBVI 1982. 7.Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. . 4. .2. .Harus bebas dari bintik-bintik (spots). Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar. Digunakan produksi dalam negeri.Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA. minimal 10 mm masuk kedalam alur kaca pada kusen. Bahan : . 5.Kaca harus bebas dari gumpilan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar kearah luar/masuk).Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik. 2. . Pemotongan kaca harus rapi dan lurus. Hubungan kaca dengan kaca atau kaca dengan material lain tanpa melalui kosen. 8.3 mm. awan (cloud) dan goresan (scratch).Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai ketentuan dari pabrik. . Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. Cara pemasangan dan persiapan persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan pabrik. gelombang adalah permukaan kaca yang berubah dan mengganggu pandangan.Kaca harus bebas dari keretakan (garis-garis pecah pada kaca baik sebagian atau seluruh tebal kaca). Semua bahan yang akan dipasang harus disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan menggunakan cairan pembersih kaca. Cacat-cacat .Harus bebas dari cacat benang (string) dan cacat gelombang (wave) benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandangan. IV. harus diisi dengan lem silikon warna transparant. 4.Untuk ketebalan kaca 5 mm kira-kira 0. 3. . . Tandatanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan menggunakan lem aci. Bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan.5 mm per meter. . diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus.Bahan kaca untuk interior. 5. dan diberi tanda untuk mudah diketahui.3. ASAHIMAS atau yang setara dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. .Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok). pintu & jendela menggunakan Clear Float Glass dengan ukuran tebal 5 mm atau sesuai dengan gambar. Tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur. uraian dan syaratsyarat pekerjaan dalam buku ini. toleransi kesikuan maximum yang diperkenankan adalah 1. . .yang rata dan lurus.Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca). . 6. Pemotongan kaca harus disesuaikan ukuran rangka. Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian.

Seluruh biaya tes laboratorium menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. noda-noda bekas cat atau bahan finish lainnya yang menempel pada kunci harus di bersihkan dan dihilangkan sama sekali. 8. Semua hardware dalam pekerjaan ini. pengamanan dan perawatan dari seluruh alat-alat yang dipasang pada daun pintu dan daun jendela serta seluruh detail yang di sebutkan/ditentukan dalam gambar. apabila ada pekerjaan finishing yang rusak akibat perbaikan pekerjaan ini maka kerusakan pekerjaan finishing tersebut harus segera diperbaiki atas biaya pemborong Pengamanan V. Persyaratan Bahan 1. perlengkapan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Mekanisme kerja dari semua peralatan harus sesuai dengan ketentuan pabrik.V. 2. 3. Posisi pemasangan Lockcase dan Double Cylinder harus rapi dan benar serta di ajukan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Pemasangan hardware yang tidak rapih dan mengalami cacat atau terkena noda pada permukaannya harus segera diperbaiki dan dibersihkan kembali. seragam dalam pemilihan warnanya serta dari bahan-bahan yang telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Apabila di anggap perlu. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. bahan-bahan. Pada setiap daun jendela dipasang 2 engsel jendela aluminium.3. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dapat meminta mengadakan tes-tes laboratorium yang di lakukan terhadap contoh-contoh bahan yang diajukan sebagai dasar persetujuan. pemasangan. 5. Meliputi pengadaan. 5.2.4. sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh . Lingkup Pekerjaan 1. V. 4. 2. 2. Yang termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda terbuat dari pelat aluminiun yang tertera nomor pengenalnya. 3. V. 2. 4. Penarik pintu (handle) dipasang 100 cm (as) dari permukaan lantai setempat. Engsel atas di pasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari sisi atas pintu ke bawah. Setelah kunci terpasang.1. Engsel bawah di pasang tidak lebih dari 32 cm (as) dari permukaan lantai ke atas Engsel tengah dipasang di tengah-tengah antara kedua engsel tersebut.contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. Pada setiap daun jendela dipasang grendel kecil dan hak angin sikutan. 9. PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI V. Pengajuan/penyerahan harus disertai brosur/spesifikasi dari pabrik yang bersangkutan. Handel pintu harus terpasang kuat pada rangka daun pintu. 6. Semua peralatan yang akan di gunakan dalam pekerjaan ini. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. . 7. dari produk yang bermutu baik.

Standar Penerimaan Hasil pekerjaan pemasangan hardware. Pengencer : Air bersih 20 %. Merk : Dulux.3. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pada permukaan dinding yang telah dicat terkena noda/kotoran. sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan. Kontraktor di wajibkan membuat contoh-contoh warna. Sebelum diplamir. sebelum di gunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh Cat untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.5. Catylac.1.Pemborong harus menjaga pekerjaan hardware yang sudah selesai dilaksanakan. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini sehingga dicapai hasil pekerjaan yang baik.1.1.1. 2. VI. Cat Vinyil digunakan sebagai cat finishing langit-langit 2.4. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga. . 5. Warna : Ditentukan. 6. Pekerjaan Langit-Langit Beton Exposed Finishing Cat VI. 5. Pengeringan : Minimum setelah 2 jam lapis berikutnya dapat dilakukan. VI. 3. 3. bahan-bahan. VI.2. Bahan-bahan yang di pergunakan. Persyaratan Bahan 1. Kontraktor harus menyerahkan contoh hasil pengecatan dalam bentuk contoh kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan. V. untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Decolith.1. Sebelum pengecatan di lakukan. Bidang pengecatan siap di cat setelah diplamir terlebih dahulu. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. plesteran harus betul-betul kering. Vinylex. Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan benda-benda dan pengaruh pekerjaan-pekerjaan sekelilingnya selama 2 jam. Meliputi pekerjaan langit-langit finishing cat seperti yang disebutkan dan ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. VI. Sistem Pengecatan minimal 2 lapis atau sampai benar–benar rata. 4. harus dapat berfungsi dengan sempurna dan tidak cacat. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT VI. maka harus segera dibersihkan.1. tidak ada retak-retak dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 4.

bahan-bahan. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambargambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil). pola lay-out/penempatan. 5. Plafon harus rata. VI.2.2.1. 2. Bilamana diinginkan. Semua bahan yang digunakan harus baru dan tidak cacat.2. Untuk dibawah atap penahan tampias dan diatas dack selasar lantai 2 rangka plafon dari besi hollo 4/4. 4. Lingkup Pekerjaan 1. cara pemasangan. Metal furing.Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan tembok/dinding yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada tembok/dinding. shop drawing harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Penutup plafon dipasang dengan ukuran sesuai gambar. Pekerjaan penutup plafon ini dikerjakan di bagian bangunan Toilet dan seluruh lantai II sesuai dengan gambar rencana. VI. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan dinding dan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang). Kontraktor wajib membuat mock-up sebelum pekerjaan dimulai dan dipasang. Fiber semen menggunakan Calsiboard tebal 4 mm. 2. hanger menggunakan track stang 4 mm dengan jarak sesuai standar produsen Malcindo. 5. Sebelum pemasangan. 2. Sebelum melaksanakan pekerjaan. 7. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini sehingga dicapai hasil pekerjaan yang baik. 3. Kontraktor harus mengajukan 3 buah contoh untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 6.3. mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. Pekerjaan Langit-Langit (Plafond) VI.1. Penutupan plafon dapat dilaksanakan setelah semua pekerjaan yang ada di bagian tersebut selesai dilaksanakan serta telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Bahan list plafon dari gypsum dengan bentuk profil sesuai yang ditentukan dalam gambar.2. Seluruh permukaan list plafon di finish dengan bahan cat jenis dari bahan yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 4. fiber semen dan material yang lain . Syarat-syarat Pelaksanaan 1. hanger menggunakan track stang 4 mm Malcindo. penirnbunan bahan rangka. Persyaratan Bahan 1. tanpa nat dan tidak menggelembung/melengkung. 3. Rangka plafon dari metal furing. 9.2. Kontraktor wajib membuat shop drawing sesuai ukuran/bentuk/mekanisme kerja yang disesuaikan gambar rencana dan telah disesuaikan keadaan di lapangan.5. 8. VI. VI. termasuk mempelajari bentuk.

. Warna : Ditentukan. Lingkup Pekerjaan 1.6. Pengencer : Air bersih 20 %. 11. ditempat pekerjaan harus diletakkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. Setelah pemasangan. Semua rangka harus terpasang siku. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. VII. 12. Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klos-klos. 7. Kontraktor wajib menanyakan hal ini kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. kecuali bila ditentukan lain sesuai gambar. 8. angkerangker dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas-penyetelan. sudut-sudut pertemuan dengan bidang lain. Catylac. Pengeringan : Minimum setelah 4 jam lapis berikutnya dapat dilakukan.1. Perhatikan semua sambungan dengan material lain. Persyaratan Bahan 1. Bilamana tidak ada kejelasan dalam gambar. 10. Disain dan produksi dari sistem partisi harus mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan sesuai gambar rencana. PEKERJAAN PENGECATAN Pekerjaan Pengecatan Dinding VII. Vinylex. baut. 2. Sistem Pengecatan : Minimal 3 lapis VII. 3. Merk : Dulux. untuk interior dan Dulux. 14. benda-benda lain dan kerusakan akibat kelalaian pekerjaan. Cat Vinyil digunakan sebagai cat finishing dinding dalam dan Weather Shield untuk dinding luar. bahan-bahan. kerapihan dan kekuatannya.1.1. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. 13. 9. VII. Bekas lubang-lubang bekas pemasangan dan penguat lain harus tidak terlihat dan semua penguat harus terpasang baik dan dapat menjamin kekuatannya. Bahan lapisan/coating dasar 2. Meliputi pengecatan dinding/beton bagian luar dan dalam serta seluruh detail yang ditunjukan/disebutkan dalam gambar dan sesuai dengan instruksi Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Kontraktor wajib memberikan perlindungan terhadap benturanbenturan.2. 7. Pemakaian bahan dan pola pemasangan langit-langit tidak boleh menyimpang dari persyaratan. 6.1. semua kerusakan yang timbul adalah tanggung jawab Kontraktor. 5. Semua hubungan terhadap bagian dari pekerjaan lain harus diperhatikan. rata pada permukaan bawahnya dan sesuai peil dalam gambar dan datar (tidak melebihi batas toleransi kemiringan yang diijinkan dari masing-masing bahan yang digunakan). Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. 4. Mowilex. Semua panil (unit-unitnya) harus terpasang rapi dan kuat sesuai petunjuk-petunjuk gambar.

VII. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan bendabenda dan pengaruh pekerjaan-pekerjaan sekelilingnya selama 2 jam. Sebelum di plamir. VII. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pada permukaan dinding yang telah dicat terkena noda/kotoran. 2. Digunakan Cat Besi Merk Emco atau bahan cat produk dalam negeri yang bermutu jenis Super gloss dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. sikat kawat dan sebagainya. 8. roller. Lingkup Pekerjaan 1.1. Bahan-bahan yang di pergunakan.VII. Syarat-syarat Pelaksanaan 1.2.4. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.2. VII. Peralatan seperti kuas. Kontraktor harus menyerahkan contoh hasil pengecatan dalam bentuk dami/contoh kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan.2. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan tembok/dinding yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada tembok/dinding. sebelum di gunakan terlebih dahulu harus di serahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan dinding dan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang).1. Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. 2. plesteran harus betul-betul kering. untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Meliputi pengecatan permukaan tangga besi atau pada seluruh detail yang di sebut kan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. . 4.3. 6.1. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Sebelum pengecatan di lakukan. 3. VII. Bidang pengecatan siap di cat setelah di plamuur terlebih dahulu.2. 7.5. Persyaratan Bahan 1. bahan-bahan. 5. Pekerjaan Pengecatan Besi VII. Kontraktor di wajibkan membuat contoh-contoh warna. Pekerjaan pengecatan tidak diperkenankan dilaksanakan dalam cuaca lembab/hujan atau angin berdebu bertiup. sebelum perkerjaan di mulai.1. tidak ada retak-retak dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. harus tersedia dari kualitas/mutu terbaik dan jumlahnya cukup untuk melaksanakan pekerjaan ini. maka harus segera dibersihkan.

Pekerjaan logam yang telah dicat sebelum dikirim ke tempat pekerjaan harus diperiksa terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. semua karat-karat yang terdapat dipermukaan logam harus dibersihkan dengan sikat kawat hingga terlihat permukaan logam yang bersih lalu segera permukaan luarnya diberi cat dasar dengan cara seperti tersebut diatas. Permukaan pengecatan di amplas dengan amplas yang halus untuk memperoleh permukaan yang halus. 4. . 3.2. AS. 2. 5. 3. barulah cat akhir di lakukan dengan persyaratan sesuai yang ditentukan dari pabrik yang bersangkutan. sampai jenuh. untuk mendapatkan persetujuannya. Bahan untuk cat dasar di gunakan dari bahan sesuai yang di syaratkan oleh pabrik yang bersangkutan.2. Cat akhir dapat dilakukan bila cat dasar telah kering sempurna serta telah mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Ulaskan satu atau dua lapis Metal Primer Red (menie besi) dari produk seperti jenis yang disyaratkan di atas atau sesuai persyaratan yang ditentukan oleh pabrik yang bersangkutan. 4. 6. VII. Bahan sebelum di gunakan harus di serahkan contoh-contohnya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.4. Aduk dengan sempurna sebelum pemakaian. 9. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan pengecatan logam yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan pengotoran pada logam. BS No.4. 8. Bahan yang di gunakan harus memenuhi syarat-syarat yang di tentukan dalam PUBI 1982 pasal 53. Ketebalan 2 x 30 micron dengan interval 2 jam. rata dan ber sih dari karat. 3900 : 1970/1971. Permukaan yang akan dicat harus bersih dari debu. Selanjutnya setelah pengecatan menie besi telah rata dan kering.3.2. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. 5. Syarat Pemeliharaan Perbaikan 1. maka harus segera dibersihkan. Bidang pengecatan harus rata dan sama warnanya. Apabila pada permukaan logam yang telah dicat terkena noda/kotoran. Syarat Penerimaan Hasil pengecatan pada setiap permukaan logam harus rapi dan rata (tidak belang-belang). dan kalau tidak memenuhi syarat pekerjaan tersebut harus diperbaiki dengan cara seluruh catnya dibuang dengan digosok.5. Bidang permukaan pengecatan harus siap untuk dimulai pekerjaan pengecatan dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. K-41 dan NI. 7. VII. 2. serta mengikuti ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.2. minyak/lemak dan "karat" serta dalam keadaan kering. VII. Warna akan ditentukan kemudian.

merata dan tidak terjadi cacat/noda akibat pemasangan. Pengecatan dilakukan minimal 2 (dua) lapis. PEKERJAAN RAILING BESI VIII. 3. seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan ketepatan sedemikian rupa sehingga semua komponen dapat dipasang dengan tepat dilapangan.5. 2.1. Kontraktor wajib mengadakan pembuatan mock-up untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. harus baik. VIII. VIII.1. 4. Pekerjan ini meliputi menyediakan tenaga kerja.1.4. tanpa cacat.1.2. perbaikan segera dilakukan tanpa tambahan biaya. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. VIII. Meliputi pekerjaan railing besi dilakukan pada tangga dan pagar selasar atau seluruh detail yang ditunjukkan/disebutkan dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Direksi. bahan-bahan.1. Pengelasan konstruksi harus dilakukan sesuai gambar konstruksi dan harus mengikuti prosedur/persyaratan-persyaratan dalam AWS dan AISC Spesification. Bila terjadi kerusakan. . Lingkup Pekerjaan 1. hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Pekerjaan Railing Besi VIII.1. VIII. Warna cat akan ditentukan kemudian. Seluruh pekerjaan harus dilaksanakan dibengkel dan merupakan pekerjaan yang berkualitas tinggi. Railing Tangga dan Pagar Selasar.VIII. Syarat Pemeliharaan Perbaikan Apabila pemasangan railing kurang rapi harus segera diperbaiki.1. atas biaya Pemborong. 3. Bentuk/ukuran sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Pengamanan Pemborong harus menjaga pekerjaan railing besi yang sudah selesai dilaksanakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan dan tanpa cacat. 2. 2. Hasil pengecatan dan warna yang dihasilkan. sebelum perkerjaan di mulai.3. Biaya pengadaan mock-up menjadi tanggungan pemborong. Syarat Penerimaan Hasil pemasangan railing harus merupakan suatu hasil pekerjaan yang kuat. kokoh dan sempurna. Mock-up yang disetujui akan dipakai sebagai bahan patokan pemeriksaan dan penerimaan hasil perkerjaan ini. Lapis finishing dari seluruh permukaan railing besi harus dilakukan pengecatan dasar/zinkcromate. merupakan lapisan cat yang bermutu baik produk Emco. Persyaratan Bahan 1.

Modulus of Elasticity 200. Adapun persyaratan bahab rangka atap galvalume yang digunakan adalah : .1. Kuda – kuda WF 200 x 100 x 5. Plat & Mur baut dipergunakan untuk memenuhi pekerjaan sambungan – sambungan pada Rangka Atap Baja. . Rangka atap (reng/usuk) baja ringan/galvalume yang digunakan adalah produk Smartruss atau Pryda. 7.Ultimate tensile Strength 550 Mpa . Bahan Rangka atap (reng/usuk) Menggunakan Rangka atap galvalum. Terkstangbesi beton Ø 12 7. List Plank Mengunakan GRC Board 12 mm / Kalsiplank 4. Plat Plendes & sambungan T 12 mm 10. 2. Pasangan Jarum Keras Ø 16 11. 5. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Atap dengan Penutup atap Genteng karang pilang 1.8 mm).Batten (reng) menggunakan Web Hot-dipped galvanized steel 35 x 25 B 05 (tebal 0. penutup atap dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan ini. 15. Bahan-bahan 1. 3. Jarum Keras Ø 12 & Ø 16 9. PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP XI. Bracingbesi beton Ø 16 8.XI. Ex Krakatau steel Atau setara 3. Penutup Nok dipakai bubungan model Karangpilang KW I Merk Good Year atau Wisma.Shear Modulus 80. Gording Canal C Sesuai dalam gamber perencanaan. Besi siku L 50 x 50 x 5 untuk rangka list plank 6.000 Mpa 4.Bahan terbuat dari baja mutu tinggi G 550 yang telah diproses dengan lapisan anti karat (galvanized coating-hot dip zinc) galvalume. Penutup Atap Menggunakan Atap Genteng karang pilang atau setara Pemasangan Sesuai dengan Gambar Bestek ( Gambar Perencanaan ) XI.5 mm) atau 45 x 27 B 50 (tebal 0. Penutup atap genteng yang digunakan adalah model genteng karang pilang KW I merk Good Year atau Wisma dan Sebelum dipasang kontraktor diwajibkan mengajukan contoh genteng kepada Konsultan Pengawas Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Besi siku L 75 x 75 x 7 untuk dudukan gording 5.2.Untuk usuk menggunakan Web Hot-dipped galvanized steel 65 x 26 C 08 (tebal 0. Pekerjaan meliputi pemasangan rangka atap galvalume. . Persyaratan ketebalan serta bentuk profilnya adalah sebagai berikut : . Angkur Ø 18 12.5 mm).5 x 8. . Perusahaan fabrikasi galvalume yang dipilih harus memiliki standart internasional ISO 9001 versi 2000. Lingkup Pekerjaan.Minimum Yield Strength 550 Mpa . Ex Krakatau stell Atau setara 2. Reng dan Usuk Menggunakan Galvallum 13. 6. Pipa pembuluh PVC Ø 4” Type D 14.000 Mpa .

pada sambungan diberi spesi campuran 1 Pc : 2 Ps rapat dan rapih. Penutup atap genteng karang pilang yang dipasang rapat sedemikian rupa sehingga betul-betul tersusun rapi dalam segala arah. 2. 3. Sebelum pemasangan. 6. Perusahaan pabrikasi galvalume yang dipilih/ditunjuk harus memberikan garansi penuh atas kekuatan material dan kekokohan serta dapat memberikan garansi minimal 10 tahun. kontraktor harus menyerahkan hasil tes laboratorium bahan rangka atap tersebut dari pihak perusahaan galvalume kepada Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan untuk mendapat persetujuan dengan biaya ditanggung oleh pihak kontraktor. Teknik pemasangan dan penyelesaian detail-detail yang belum jelas dalam gambar. kaitan dan saling menutupnya harus cocok dan rapat sehingga tidak terjadi kebocoran apabila terkena hujan. 5. Penutup Nok dipasang lurus. 4. Pelaksanaan 1. harus diikuti ketentuan dari pabrik penutup tersebut dan harus sesuai dengan gambar rencana . Pihak perusahaan galvalume harus menyediakan tenaga pemasangan/fabricator yang terlatih serta tenaga supervise lapangan yang bertugas mengarahkan proses pemasangan.3.XI.

Methode pengujian kuat tekan beton. Ruang Lingkup Pekerjaan SIPIL meliputi : 1. Rujukan utama : a. Methode pengujian pengambilan contoh untuk campuran beton segar. 2. ring praktis. Tata cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1726-2002) c. 4. Plat Lantai dan Plat Atap. I.3. maka seluruh biaya tersebut sepenuhnya menjadi tanggungan pelaksana.2. Pekerjaan atap. misalnya dengan pengajuan proposal tertulis tentang alternatif yang diusulkan.SNI 03-1974-1990.1. Standard Rujukan I. harus diperhitungkan atas pekerjaan tambah kurang.D.Methode pembuatan dan perawatan benda ujidi laboratorium . Acuan tambahan : Apabila ada hal-hal yang tidak termuat dalam SNI tetapi harus dikerjakan maka dapat dipakai Standard/Peraturan/ Pedoman yang sebelum lahirnya SNI tersebut seperti SK SNI T-15-1991- .3. Tata cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1729-2002).Dan lainnya. d. I.beserta seluruh acuan yang dirujuknya seperti: . KETENTUAN UMUM I. Apabila terjadi perubahan gambar sehubungan dengan pelaksanaan. Catatan Pada dasarnya pekerjaan struktur terdiri:struktur beton dan struktur baja. .2. maka pelaksana segera melaporkannya kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk mendapat penyelesaian. .3.SNI 03-2492-1991. listplank beton dsb. .SNI 03-4810-1998. Balok. Struktur sekunder : kolom praktis. Apabila terjadi perbedaan antara RKS dan gambar kerja. Kesalahan pelaksanaan yang berakibat pada penambahan biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan. Ringbalk. Segala perubahan gambar yang disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan berdampak kepada besarnya pembiayaan. balok latai. sebelum pekerjaan dimulai harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.1. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung (PPIUG) 1987 b.Methode pembuatan dan perawatan benda uji di lapangan.SNI 03-2834-1992. 3. 5.SNI 03-2458-1991. Tata cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI 03-28472002). Strouss. 6. Struktur utama : Pour. sesuai kebutuhan. 3. PEKERJAAN STRUKTUR I. Apabila terjadi perbedaan ukuran dalam gambar maka pelaksana harus menanyakan terlebih dahulu kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan ukuran yang tertulis menjadi acuan dibanding ukuran dalam skala. . 2. Ketentuan Umum 1. I.Tata cara pembuatan rencana campuran untuk beton normal. Kolom. Proses mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan harus melalui mekanisme yang disepakati kedua belah pihak.

Agregat 1 Agregat untuk beton harus memenuhi syarat ASTM C 33 2 Agregat kasar dapat berasal langsung dari alam (agregat alam).2. II.1.1.4. kecuali ada alasan khusus dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas II.1.5 Mpa (K 250). jika atas dasar pemeriksaan tidak memenuhi persyaratan.  Pemakaian semen lebih dari satu merek tidak diijinkan. dan tersimpan selama 2(dua) tahun setelah selesainnya pekerjaan pembangunan. dengan tambahan ketentuan bahwa semua unsur struktur yang berhubungan dengan air. Semen 1 Semen yang dipakai adalah semen Portland Type Satu. dsb.  Semen yang mempunyai gejala membatu /terkontaminasi bahan yang dapat merusak tidak boleh digunakan.3.1. II.AISC 1994 dsb . 3 Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menolak semen yang dikirim ke Proyek. dan mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan 4 Laporan lengkap pengujian bahan dan pengujian beton harus selalu tersedia di lapangan (on site) untuk pemeriksaan selama pekerjaan berlangsung. Sertifikat ini bisa diproleh dari pabrik semen yang bersangkutan atau dari laboratorium yang mempunyai kewenangan. atau agregat yang berasal dari batu pecah. Ketentuan Bahan II.1. Untuk mendapat persetujuan. bahkan bisa dari PBBI 1971 NI -2 selama tidak bertentangan dengan SNI atau standard lain yang banyak digunakan masyarakat konstruksi asal tidak bertentangan dengan SNI tersebut diatas. kontraktor harus dapat menunjukan sertifikat tentang semen yang diusulkan untuk dipakai. 4 Penyimpanan Semen harus memenuhi syarat:  Terlindung dari pengaruh iklim dan kelembaban.1. II.  Semen harus disimpan sedemikian rupa. PEKERJAAN STRUKTUR BETON II.3. campuran betonnya harus kedap air seperti pelat untuk kamar mandi dan wc. . sehingga semen yang datang/diproduksi lebih dulu terpakai lebih awal. 2 Pengujian bahan dan beton harus dilakukan sesuai SNI 03-2847-2002 3 Tempat pengujian bahan dan beton harus dilakukan di Laboratorium independent yang memenuhi syarat. Pengujian 1 Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan lapangan berhak memerintahkan diadakan pengujian pada setiap bahan yang digunakan pada pelaksanaan konstruksi beton ini untuk menentukan apakah bahan yang dipakai mempunyai mutu sesuai dengan mutu yang telah ditetapkan. pelat atap.UBC 1977.misal seperti ACI318-99 . Mutu beton Semua beton untuk struktur bemutu fc‟ = 22.sesuai SNI 03-2847-2002 2 Merek semen yang akan dipakai adalah semen Gresik. Semen Tiga Roda atau Semen Holcim dan harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.atas persetujuan Pengawas.

6.7. Toleransi 3.kecuali ada pertimbangan khusus dan harus mendapat persetujuan tertulis Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Cetakan. seperti oli.tidak terintrusi bahan yang dapat merusak/menggangu. garam. 9. asam. Bahan Tambahan 1 Penggunaan bahan tambahan untuk pembuatan beton harus mendapat persetujuan tertulis dari konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan. seperti yang ditentukan dalam SNI 03-2847-2002 PASAL 5. dan mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan pengawas/Direksi Pekerjaan II.bebas dari karat 2 Semua tulangan dari jenis baja ulir (BJTD) dan polos harus memenuhi ketentuan SNI 032487-2002 pasal 5. 3 Baja ulir dipakai untuk seluruh elemen strutur.pipa tertanam. 2 Kecuali air yang berasal dari PDAM. 8. Ketentuan Teknik Pelaksanaan Pekerjaan Beton Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan-pekerjaan yang menunjang terealisasinya pekerjaan struktur beton yaitu: 1.5.dan siar pelaksanaan. 5.1. Persiapan. 6. Pelindung beton. 4. bahan organik . bahan tambahan yang digunakan harus mampu secara konsisten menghasilkan komposisi dan kinerja yang sama dengan yang dihasilkan oleh produk yang digunakan dalam menentukan komposisi beton diawal penentuan campuran II.2.3 Ukuran maximum nominal agregat kasar harus tidak melebihi:  Seperlima(1/5) jarak terkecil sisi-sisi cetakan. Air 1 Air pencampur beton harus bersih dan bebas dari bahan-bahan yang dapat beton. Penulangan. Perawatan. 2. Penyimpanan agregat kasar dan halus harus terpisah agar memudahkan tugas Pengawasan. Barang yang telah terkontaminasi bahan yang merusak tidak dapat digunakan 4 5 II. 5 Kontraktor harus melakukan pengujian Tarik sedikitnya 1 sample tiap pengiriman 50 lonjor terhadap baja tulangan yang didatangkan Laboratorium independent yang memenuhi syarat. Campuran beton 7. Baja Tulangan 1 Semua baja tulangan yang dipakai harus baru. Pengecoran.5.1. alkali.  Sepertiga (1/3) ketebalan pelat lantai . Evaluasi dan penerimaan mutu beton .1.4 II. maka sebelum dipakai harus diuji kelayakannya. 2 Untuk keseluruhan pekerjaan. dengan mutu fy = 400 MPa 4 Baja polos dipakai hanya untuk elemen non structural dengan mutu fy=240 MPa 5 Sambungan las baja tulangan tulangan tidak diijinkan.

Kedudukan (dari titik patokan) Kedudukan permukaan horizontal ± 10 mm Kedudukan permukaan vertical ± 10 mm 3.dan dimensi komponen struktur seperti yang disyaratkan seperti dalam gambar. Pemasangan cetakan tidak boleh merusak struktur yang sudah terpasang sebelumnya.3. II. e.Kecepatan dan methode pengecoran . c.1. 3.Kemudahan dan kecepatan pembongkaran. b. perubahan posisi dan perubahan bentuk elemen struktur.2. . daftar personel. Penutup/selimut beton Selimut beton tebal sampai dengan 30 mm ± 5 mm 5. II. Pengajuan rencana pelaksanaan Untuk mendapat persetujuan pelaksanaan suatu pekerjaan. kelengkapan peralatan beserta kondisinya. Dimensi Untuk panjang sampai dengan 10 meter ± 10 mm Untuk panjang keseluruhan lebih 10 meter ± 15 mm 2.2. pelaksana harus mnyampaikan usulannya terlebih dahulu mencakup gambar-gambar pelaksanaan. Dimensi balok Ukuran sampai dengan 500 mm ± 5 mm Ukuran lebih besar 500 mm ± 10 mm 6. pemakaian sabuk pengaman dsb .Beban selama konstruksi .2. Cetakan a.dan siar pelaksanaan 1. Cetakan harus mampu menghasilkan struktur akhir yang memenuhi bentuk. Perlindungan cuaca. Cetakan harus mantap. Toleransi 1. d. Keamanan Proyek Pelaksana harus melengkapi Proyek dengan system pengamanan yang semestinya.lingkungan terhadap bahan. harus atas persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 4.II.pipa tertanam. Dan lain-lain Apabila ada toleransi yang belum disebutkan akan ditetapkan kemudian atas persetujuan Pengawas. kaku dan kuat untuk mencegah kebocoran mortar. Perlu dipersiapkan atas kemungkinan adanya gangguan cuaca.2. 2. Cetakan. Penentuan titik –titik tetap (uitset) Untuk pelaksanaan pekerjaan ini Pelaksana harus mendapat persetujuan tertulis Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Alinement vertical listplang/sirip ±10 mm 4. Pekerjaan Persiapan 1. garis. Waktu pembongkaran cetakan harus berdasarkan analisa bahwa akibat pembongkaran ini tidak mengakibatkan kerusakan pada elemen struktur atau dapat mengurangi kemampuanya.sesuai ketentuan ketenaga kerjaan yang berlaku. yang dapat mengganggu mutu beton. Perencanaan cetakan harus mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: .

b. kecuali disetujui dengan cara lain oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. dinding. atau segala jenis zat / benda pelapis bukan logam yang dapat mengurangi lekatan beton terhadap tulangan. Saluran dan pipa yang dipasang tidak boleh menurukan kekuatan struktur. Dimensi maksimum pipa/saluran tidak boleh lebih besar dari 1/3 (sepertiga) tebal pelat. Penulangan 1. . d. permukaan beton harus dibersihkan dari serpihan dan kotoran. dengan pertimbangan tidak mengurangi kekuatan struktur. Tulangan yang sudah tertanam dalam beton tidak boleh dibengkokkan dilapangan. Siar pelaksanaan tidak boleh ditempatkan pada struktur yang harus kedap air. untuk mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 2. a. b. Siar pelaksanaan pada system pelat lantai harus ditempatkan dalam daerah sepertiga bentang tengah pelat dan balok. misal seperti aluminium kecuali diambil tindakan pengamannya.f. 3. c. a. c. Pemotongan tulangan Semua pemotongan tulangan tidak diperkenankan memakai mesin las atau yang sejenis. 5. keadaan permukaan tulangan harus bersih.seperti didaerah kamar mandi dan kamar kecil (KM/WC) atau pada pelat atap II. Saluran dan pipa yang ditanam dalam beton. Penempatan siar pelaksanaan harus dirancang sebelum pekerjaan pengecoran dilaksanakan. Sebelum pengecoran. balok ataupun kolom.2. Pemasangannya tidak boleh berjarak sumbu ke sumbu kurang dari 3 (tiga) diameter/lebar. Tulangan ditempatkan sedemikian rupa agar tetap terjamin ditempatnya. Semua tulangan harus ditempatkan/disetel sesuai gambar. Pengiriman tulangan Semua tulangan saat pengiriman tidak boleh ditekuk kecuali untuk tulangan berdiameter lebih kecil 19 mm.4. Penempatan tulangan. Pembengkokan tulangan. Siar pelaksanaan. 4. tidak mudah tergeser akibat adanya pekerjaan pengecoran. minyak. Perangkat untuk menyalurkan geser atau gaya lain melalui siar pelaksanaan harus melalui analisa sebagai mana mestinya. Permukaan tulangan. Bahan saluran dan pipa yang ditanam tidak boleh membahayakan beton dalam waktu umur struktur. 2. Pada saat beton di cor. bebas dari lumpur. dibasahi sampai jenuh dan dibebaskan dari kemungkinan air yang menggenang. pembongkaran cetakan. Semua tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin. 3. Sebelum dimulainya pekerjaan konstruksi pelaksana harus membuat prosedur dan jadwal pelaksanaan pemasangan. Keberadaan saluran atau pipa tidak boleh dianggap mempunyai kekuatan secara structural. Siar pelaksanaan balok induk harus diletakan pada jarak minimum sebesar dua kali lebar balok yang memotongnya dari posisi muka perpotongan tsb.Pipa atau saluran yang ditanam dalam kolom tidak boleh melebibihi 4% luas penampang yang diperlukan untuk kekuatan atau untuk perlindungan terhadap korosi atau kebakaran.

Pelindung beton 1.2. Campuran beton 1 Rencana campuran (mix design) Mengingat jalan menuju lokasi pekerjaan yang sangat sempit dan padat. Rencana Campuran (Mix design) harus telah mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dengan disertai Rencana campuran/mix design harus dilakukan dengan methoda yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan sebelum keputusan komposisi ditetapkan. Sengkang ini dapat berupa sengkang pengikat tertutup internal atau spiral tertutup II. maka Kontraktor harus memberitahukan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan kapan pengecoran dilaksanakan. Tebal pelindung beton secara umum ditetapkan sebagai berikut. maka sebisa mungkin kontraktor bersama-sama dengan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan mengadakan sosialisasi kepada pemilik proyek dan masyarakat sekitar supaya mendapat ijin untuk menggunakan campuran Ready Mix agar mutu dan proses pengecoran dapat lebih terjamin kualitasnya. tulangan pada lapis bawah harus tepat dibawah tulangan diatasnya. dengan spasi bersih minimal 25 mm.6.dengan proses pengadukan secara terus menerus selama sekurangkurangnya 1.5. # Poer = 50 mm # Pelat = 20 mm # Sloof = 50 mm # Dinding = 20 mm # Kolom = 50 mm # Balok = 50 mm II. Dan apabila memang tidak bisa menggunakan ready Mix. 2 Komposisi campuran Komposisi campuran harus berdasarkan atas perbandingan berat. Jarak bersih antara dua tulangan sejajar dalam lapis yang sama tidak kurang dari diameter tulangan yang besangkutan dengan minimal 25 mm. 4 Penambahan air. Pengecoran 1.2. 2. . 7. Tahu beton Tahu-tahu beton yang dipakai sebagai penahan tulangan sementara untuk mendapatkan tebal pelindung beton yang disyaratkan harus mempunyai mutu sama dengan betonnya sendiri.7. Batasan spasi tulangan. Bila tulangan sejajar tersebut diletakan dalam dua lapis atau lebih. setelah seluruh bahan dimasukan. untuk mendapatkan beton dengan kelecakan dan konsistensi yang menjadikan beton mudah untuk dicor tanpa terjadi segregasi. 3 Cara mencampur Beton harus dicampur dengan menuangkan seluruh unsur pembentuknya kedalam satu wadah pengaduk.6. paling lambat 24 jam sebelum waktu pelaksanaan Pengecoran tidak dapat dilaksanakan apabila tidak dihadiri oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Apabila Kontraktor Pelaksana hendak memulai pekerjaan pengecoran beton. Penambahan air pada beton yang sudah selesai proses pengadukannya tidak diijinkan II.5 menit. Sambungan /pengangkuran tulangan.2. Sambungan lewatan tulangan yang menerus dan pengangkuran tulangan yang berakhir pada pertemuan kolom balok harus dilindungi dengan sengkang pengikat.

b. Kontraktor dapat melaksanakan pengecoran. Bila test-test di lapangan inipun masih mendapatkan hasil mutu beton dibawah K-300 maka Kontraktor berkewajiban membongkar pekerjaan ini dan melaksanakan kembali tanpa mendapatkan ganti rugi apapun. Pelaksanaannya harus dilakukan secara semestinya yakni pencelupan vibrator harus diusahakan tegak lurus.c. maka harus mematuhi "retention time" yang telah ditentukan. maka rasio benda uji akan ditetapkan oleh Konsultan Pengawas / Direksi). benda-benda uji ini harus diteskan ke Laboratorium dengan biaya Kontraktor. Kontraktor telah menyediakan bahan peralatan. Setelah mencapai umur yang cukup. - 4. Bila Kontraktor bertindak menyimpang dari ketentuan-ketentuan di atas. Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan berhak menghentikan pekerjaan ini dan semua resiko sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor Pelaksana. cetakan harus dibasahi air atau bahan bahan lain untuk menghindari hilangnya air dalam campuran dan sekaligus untuk mengantisipasi kemudahan pembukaan cetakan dan untuk memproleh kwalitas permukaan beton yang disyaratkan. Seluruh persiapan pengecoran yang tersebut di dalam sub. vibrator tidak boleh disentuhkan tulangan dan bekisting. dan d di atas telah mendapatkan pembenaran dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pembuatan benda-benda uji. dan persiapan tenaga serta dinyatakan dalam daftar bahan alat dan tenaga kerja. Bila hasil Laboratorium ternyata mutu beton yang telah dilaksanakan tidak memenuhi syarat maka dilakukan test-test selanjutnya di lapangan sesuai prosedur yang telah diatur di dalam PBI 1971.2. Angka kekentalan yang diperoleh harus sesuai dengan yang disyaratkan PB1-1971. 3. Pengecoran hanya boleh dilaksanakan bila : Kontraktor telah menyelesaikan pekerjaan penulangan dan bekisting serta pemasangan beton decking secara sempurna dan bersih serta telah mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan . secara perlahan-lahan. Dan harus sesuai dengan Rekomendasi Laboratorium yang membuat mix design. Seluruh persiapan pekerjaan yang berkaitan dengan komponen yang di cor terutama pemasangan angker untuk peralatan. apabila telah disetujui Direksi berdasarkan pemeriksaan dan penilaian di lapangan pekerjaan. . butir a. Kontraktor telah membuat schedule rencana pengecoran dan strategi pengecoran berupa gambar tata letak bahan serta arah pengecoran. demikian juga penarikan vibrator. Selama pengecoran. Selama pekerjaan pengecoran Kontraktor harus melaksanakan hal-hal sebagai berikut : Melakukan slump test Pengujian kekuatan setiap kali penuangan campuran beton dari beton molen. Sebelum pengecoran dimulai. Dalam hal menggunakan ready mix. kubus beton atau silinder beton dengan rasio sesuai yang diatur di dalam PBI-1971. Kontraktor harus selalu menjaga ketepatan titik-titik pemasangan angker supaya tidak bergeser dari posisi yang telah ditentukan sampai beton benar-benar kering. dan telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. - - 5. Stek-stek untuk tahapan pekerjaan berikutnya telah dipersiapkan dan dibuat. Seluruh persiapan di atas. Pemadatan beton dengan menggunakan vibrator. pelaksanaan floor hardener dan lain-lain telah dipersiapkan dengan pihak lain yang melaksanakannya. Kontraktor Pelaksana harus menyediakan sedikitnya 3 (tiga) buah vibrator cadangan selama pekerjan pengecoran berlangsung.

2002 (butir 7. Perawatan (curing) 1 Perawatan biasa.   Metode perawatan ini harus mendapat persetujuan tertulis pihak Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan.dan gangguan mekanis. harus tetap juga memenuhi syarat seperti pada perawatan yang dipercepat diatas yaitu beton yang dihasilkan minimum mutunya tidak lebih rendah Pengawas dapat menambah jumlah benda uji dari jumlah yang disyaratkan untuk evaluasi mutu beton. Perawatan dipercepat (missal dengan uap bertekanan tinggi) dapat dilaksanakan asal dengan perawatan ini beton yang dihasilkan sekurang-kurangnya mempunyai mutu sama dengan yang disyaratkan.2. Proses perawatan khusus dengan mengganti kehadiran air dengan material tertentu (misal seperti curring compound). kecuali menggunakan perawatan dipercepat.seperti perlindungan terhadap bahan dasar . jangka panjang. Evaluasi dan Penerimaan Mutu Beton Evaluasi dan penerimaan Mutu Beton sesuai dengan SNI 03-2487. Frekwensi pengambilan benda uji. harus melakukan pengujian beton segar di lokasi konstruksi.2.    II.6.Pengujian di Laboratorium harus dilakukan oleh tenaga Teknisi yang memenuhi persyaratan atas persetujuan Pengawas. Selama cuaca panas maka perhatian harus lebih diberikan sejak dimulainya proses . Perlindungan yang merupakan bagian dari perawatan harus dapat mencegah temperature beton melebihi yang seharusnya. kecuali pasal 7. sehingga dapat memberi pengaruh negative pada mutu beton yang dihasilkan atau kemampuan layan komponen struktur. temperature terlalu panas. Semua benda uji harus dites sesuai persyaratan di Laboratorium Independen yang memenuhi kwalifikasi baik personel maupun peralatannya. menyiapkan contoh uji silinder yang diperlukan dan mencatat segala sesuatunya yang diperlukan seperti suhu beton segar pada saat menyiapkan contoh uji untuk pengujian tekan. Hal-hal lain perlu diperhatikan:  Tenaga Tenaga pengujian/Teknisi lapangan yang memenuhi syarat kualifikasi.2) butir (1) diganti menjadi (diambilkan dari Peraturan Beton Indonesia 1971 /PBI 71 NI-2) yaitu: 1. Laboratorium.6 : Evaluasi dan Penerimaan Mutu Beton). Saat pengujian harus disaksikan oleh Pengawas.Untuk masing-masing mutu beton harus dibuat 3 (tiga) benda uji setiap 1 truk mixer beton dengan volume  6 (enam) m3.beton harus dilindungi terhadap pengeringan dini.untuk menjamin bahwa proses perawatan yang dilakukan memenuhi persyaratan. Beton harus berada dalam kondisi lembab terus menerus sekurang-kurangnya selama 7 hari setelah pengecoran selesai. Selama pelaksanaan mutu beton harus diperiksa secara kontinyu dari hasil pemeriksaan benda uji. baik kekuatan dalam jangka pendek.8. 2 Perawatan dipercepat/khusus. maupun yang menyangkut tingkat keawetannya. 2.  .cara produksi.II. Segera setelah pengecoran .9. atas persetujuan tertulis Pengawas. serta penangan pengecoran.

Persiapan Pemancangan Kondisi peralatan Sebelum memulai pekerjaan pemancangan. Sebelum penempatan rangkaian besi plat. Pelaksana harus mendiskusikan terlebih dahulu urutan III. lebar. Pondasi Mini Pile I. tebal tiang serta jumlah tulanganlengkap dengan diameternya untuk masing-masing tiang. mini pile harus diberi tanda-tanda identifikasi : tanggal pembuatan. Balok 6. Pekerjaan Pour Pembesian.tegak lurus satu terhadap yang lain. Tangga 8. maka selama pemancagan harus diikuti dengan pesawat ukur. Untuk menjaga kedudukan tiang selalu sesuai rencana. Pondasi Mini Pile 3. dari dua arah . panjang. II. Kemiringan Tiang Penyimpangan arah vertikal atau kemiringan tiang yang disyaratkan tidak boleh lebih besar dari 2 mm dalam 100 mm (1:50). Urutan Pemancangan Sebelum pemancangan dilaksanakan.3.2. Identifikasi Sebelum dipindahkan dari tempat pembuatannya/fabrikasi. Melampaui batasan toleransi ini harus diperhitungkan terhadap dampak strukturnya. Toleransi Posisi Kepala Tiang Toleransi kesalahan pemancangan setiap tiang maksimum 100 mm.1.dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas. jenis/type : diameter. Pengujian tambahan. Pour Pondasi 2. Pengawas berhak memerintahkan Pelaksana untuk melakukan pengujian tambahan apabila ada hal-hal yang ketentuan yang berlaku. kesiapan peralatan beserta kelengkapannya harus bisa diyakini berfungsi sebagaimana mestinya. IV.3. Agar memudahkan untuk mengetahui masuknya tiang kedalam tanah maka setiap tiang harus diberi tanda pada setiap meternya. Sloof 4. Sebelum dipancang tiang harus diperiksa terlebih dahulu untuk medapat persetujuan untuk dipancang.3. Kolom 5. Pelat 7. tebal pondasi serta kedalaman harus sesuai dengan gambar rencana. .dan penambahan biaya sebagai akibatnya ditanggung Pelaksana. Ketentuan Tambahan pada Masing-masing Bagian Pekerjaan Beton Pekerjaan ini meliputi : 1. dengan batasan kesalahan titik berat tiang untuk satu poer masih lebih kecil atau sama dengan 100 mm. Dibagian bawah pondasi sebelum rangkaian besi plat di pasang lantai kerja dari beton rabat/beton tanpa tulangan dengan campuran 1 pc : 3 ps : 5 krl. II. II. Siar Dilatasi dan Siar Pelaksanaan II. lubang galian harus bersih dari kotoran – kotoran tanah bekas galian.

kecuali ada pertimbangan khusus atas jalannya pemancangan dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas. Apabila balok sloof dicor dengan menggunakan acuan permanent misal dari pasangan batubata/batako. serta mendapat persetujuan tertulis Pengawas. Khusus untuk balok-balok sloof yang menyatu secara keseluruhan dengan bangunan diatasnya.2. JSCE. Kedalaman Tiang Penetapan kedalaman tiang pancang sesuai gambar dan dikontrol dengan hasil “kalendering‟. 2. VIII. Mengingat ukuran kolom yang ada. Sloof 1. . permukaan beton tidak dapat dikontrol. Pelindung beton.1. 2. Sambungan tulangan. Masuknya tiang kedalam poer.untuk itu diperlukan Persetujuan tertulis Pengawas. pengecoran dengan menggunakan bantuan tremi dapat menjadi salah satu pilihan. sarat pengecoran berikutnya harus sedemikian rupa (sesuai ketentuan SNI) agar tidak menjadi titik lemah bagian struktur. IX. Setiap tiang harus masuk kedalam poer seperti ukuran pada gambar.pemancangan yang akan dilakukan. Penghentian pemancangan sementara Pada dasarnya pemberhentian pemancangan sebelum mencapai kedalaman yang direncanakan tidak diijinkan. pemberhentian pengecorannya.pelaksana harus bisa menunjukan sertifikat/hasil tes produk tiang pancangnya dari Institusi Independen.1. sifat permukaan beton. Jenis/tipe Tiang Tiang pancang yang dipakai adalah tiang pancang dari jenis tiang pancang Pra tekan pracetak.1. IX. Kolom 1. Tinggi jatuh pengecoran tidak boleh melampaui 1. Pemotongan Kepala Tiang Untuk keperluan hubungan tiang pancang dengan poer. Urutan pengecoran. VII. Besaran kalendering untuk penetapan kemampuan tiang disesuaikan dengan jenis/tipe mesin pancang yang dipakai. Pergeseran kepala tiang akibat urutan pemancangan harus dapat diprediksi sebelumnya sehingga perlu antisipasi. Penggunaan cara ini harus tetap menjamin bahwa mutu beton yang didapat tidak lebih rendah dari yang dipersyaratkan. setelah mendapat persetujuan tertulis Pengawas. Kemampuan memikul beban tiang (P ijin = kemampuan dibagi angka keamanan) dari hasil perhitungan sesaat dilaksanakannya kalendering harus mencapai kemampuan minimum sebesar 80% dari P ijin rencana (friction belum bekerja). Pengecoran. pemotongan tiang harus dilakukan sedemikian rupa (misal dengan gerinda) agar tidak menimbulkan kerusakan pada tiang (retak memanjang kearah tiang tidak boleh terjadi). Pemakaian jenis tiang pancang jenis/type lain dapat dilakukan asal mempunyai kemampuan setara secara teknis dan ekonomis. VI. dengan mutu beton fc‟= 50 MPa (600 kg/cm2 benda uji kubus) memenuhi ketentuan JIS A 5335-1985 dan „modified to suit‟ ACI-1979.5 meter. maka penutup betonnya harus dirubah menjadi 75 mm. IX. Apabila dipandang perlu oleh Pengawas. V.

maka permukaan itu harus dikepras minimum setebal 50 mm. Antisipasi terhadap terjadinya lendutan harus dilakukan sebelum pengecoran dilaksanakan. Pelat 1. 4. atau pelat yang ditumpu oleh kolom atau dinding tidak boleh di cor atau dipasang hingga beton pada komponen struktur vertikal penumpu tidak lagi bersifat plastis.3. Untuk menghindari terjadinya sarang tawon pada bagian bawah kolom antisipasi untuk mencegahnya harus ditetapkan terlebih dahulu. Pengalaman menunjukan bahwa saat pengecoran pelat tangga. 3. balok – balok. Kontrol lendutan. para pekerja pengecoran sering/sulit menghindar untuk tidak menginjak tulangan pelat. maka perlu adanya langkah antisipasi pada waktu memasang kerangka acuan/bekisting berupa kontra lendutan. para pekerja pengecoran sering / sulit menghindar untuk tidak menginjak tulangan pelat. Untuk menghindari menurunnya kemampuan pikul pelat khususnya diatas tumpuan. Permukaan beton pada siar pelaksanaan.penyambungan tulangan perlu dirancang sedemikian rupa.5. 4. IX. balok induk. Pemberhentian pengecoran Pada bagian atas pemberhentian pengecoran kolom sering terjadi penurunan kwalitas beton ditandai adanya retak dibawah sengkang.1. balok induk. adanya phenomena konsolidasi pada pengecoran beton yang relative tebal. Sesaat sebelum beton baru di cor. . 2. Balok Antisipasi akan terjadinya lendutan balok oleh beban yang bekerja maka perlu adanya langkah antisipasi pada waktu memasang kerangka acuan/bekisting berupa kontra lendutan. IX. Sarang tawon. Posisi tulangan. Siar pelaksanaan pada sistim pelat harus ditempatkan dalam daerah sepertiga bentang tengah pelat.antisipasi kearah itu harus ditetapkan sebelum pelaksanaan pengecoran. Siar Pelaksanaan Siar pelaksanaan adalah siar yang terpaksa diadakan atas dasar alasan keterbatasan pengecoran (pemberhentian pengecoran sementara) : harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. IX. IX. harus dibersihkan dari serpihan dan kotoran lainnya. Pengalaman menunjukan bahwa saat pengecoran pelat. dan jika ada air yang tergenang harus dibersihkan. 3.Untuk menghindari menurunnya kemampuan pikul pelat khususnya diatas tumpuan. sehingga letak / kelurusan tulangan terganggu. karena kurang perawatan. sehingga letak/kelurusan tulangan terganggu.1.antisipasi terhadap terjadinya lendutan harus pengecoran dilaksanakan. Seperti pada balok. diantisipasi sebelum 2.1. Siar pelaksanaan pada balok induk harus diletakan pada jarak minimum sebesar dua kali lebar balok yang memotongnya dari posisi muka perpotongan tersebut.misalnya tidak dalam satu potongan. Balok.1. Tangga Antisipasi akan terjadinya lendutan balok tangga oleh beban yang bekerja.4.6. semua siar pelaksanaan harus dibasahi.Untuk menghindari kesulitan dalam pengecoran. antisipasi kearah itu harus ditetapkan sebelum pelaksanaan pengecoran.

kontraktor diwajibkan untuk memberikan keterangan detail-detail seperlunya mengenai bahan-bahan baja yang akan dipakai kepada Pengawas untuk mendapat persetujuan. Plat baja yang dipergunakan sebagai plat simpul harus benar-benar datar. Semua bagian baja yang digunakan harus dari jenis yang sama kualitasnya.6. Apabila hal semacam ini terjadi.1. Angker-angker baut dari baja lunak d.2. Untuk menyelesaikan masalah ini harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan Penyelesaian dengan cara mechanical grouting dengan menggunakan produk sejenis Embeco Grout. bebas dari puntiran dan lubang-lubang serta cacat-cacat lainnya. X. Gording baja kanal BJ–37 Persyaratan Bahan Yang Dipergunakan Seluruh baja yang dipergunakan harus memenuhi SNI atau standar lainya yang sederajat atau lebih tinggi (lengkap). IX.5. Batang tarik baja polos fy = 240 Mpa e. . Elektroda-elektroda las harus diambil dari gradea best heavy coated type. Ikatan angin baja polos fy = 240 Mpa f. Baja yang dipergunakan untuk pekerjaan ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : Batang-batang baja yang dipergunakan harus lurus dengan maksimum bengkok 1/4000 panjang batang. balok induk dan kepala kolom harus dicor monolit sebagai bagian sistem pelat lantai. Balok.butir 5 (Penyelidikan untuk hasil uji kuat tekan beton renda ).1. bebas dari tekukan-tekukan. maka penyelesaiannya merujuk pada pasal 7. puntiran dan lubang-lubang serta cacat lainnya. Kuat tekan hasil grouting harus mencapai mutu minimal sama dengan mutu beton yang dipersyaratkan. Batang-batang elektroda harus berdiameter minimal 6 mm. Kegagalan Pengecoran Yang dimaksud dengan kegagalan pengecoran disini antara lain : 1. Baut-baut digunakan jenis HTB c. Baja profil WF mutu BJ–37 b.1. Bahan-bahan baja yang sudah ada cacatnya dan tidak dapat diperbaiki harus diganti / tidak dipergunakan.7. Materfloow Grout. X.1. PEKERJAAN STRUKTUR BAJA X. Sika dan yang sejenisnya harus dilakukan. Sebelum mulai dengan mendatangkan bahan-bahan. Terjadi keropos (sarang tawon). Diperoleh mutu beton lebih rendah dari yang dipersyaratkan. 2. Macam-macam Bahan Bahan-bahan yang digunakan pada proyek ini harus memenuhi mutu sebagai berikut : a.1. Baut-baut untuk konstruksi tumpuan harus menggunakan baut hitam dengan jenis HTB. Bahan X. Seluruh bahan-bahan baja ini harus lurus dan tanpa cacat sebelum dikerjakan.

7. . Pengelasan harus menggunakan mesin las listrik. 2. jadwal pekerjaan kepada Pengawas untuk mendapatkan persetujuan.Pengelasan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga baja tidak termakan oleh las yang dapat mengakibatkan berkurangnya luas efektif penampang baja. dengan mutu las minimal sama dengan mutu baja yang dilas.Pengelasan di atas hanya boleh dilaksanakan bila konstruksi dalam keadaan benar-benar diam.X. Trek stang ( ikatan angin ) harus menggunakan besi beton 16 mm dan dilengkapi dengan ulir penegang ( turn buckle ). minyak.4. 4. Metode Pemasangan (erection): 1. 10. 5. Kontraktor harus meminta ijin secara tertulis kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan dan menunjukkan bengkel tempat dikerjakannya konstruksi untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi sebelum pekerjaan ini dilaksanakan. 3.3. Kontraktor harus mengajukan uraian lengkap mengenai metode erection. . Tepian yang tajam akibat pemotongan maupun pemboran harus ditumpulkan dengan gerenda. Pekerjaan kuda-kuda baja ini tidak diperkenankan dilaksanakan sebelum "gambar pelaksanaan" disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 6. Untuk itu sebelum diangkat batang-batang penjepit sebagai klem pengaku bidang kuda-kuda harus dipasang lebih dahulu dan tidak boleh dilepas sebelum trek stang dipasang serta konstruksi kudakuda telah benar-benar dalam keadaan diam. Bentuk dan dimensi kuda-kuda serta dimensi batang-batang dan plat simpulnya harus dilaksanakan sesuai gambar rancangan pelaksanaan serta sesuai dengan keadaan bentang kedudukannya di lapangan pekerjaan. . . 9. Test tarik dilaboratorium menjadi tanggungan kontraktor. Seluruh pekerjaan mendirikan baja harus dilaksanakan menurut standar JIS atau yang setara dan berdasarkan pada gambar-gambar kerja. Erection harus dilakukan oleh crew yang ahli dan berpengalaman serta menggunakan keran-keran yang memadai bila diperlukan. Pengangkatan kudakuda harus dilaksanakan secara hati-hati hingga tidak menimbulkan puntiran-puntiran pada bidang kudakuda. dengan hasil tebal las yang rata serta harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : . Untuk itu Kontraktor Pelaksana harus membuat "gambar-gambar pelaksanaan" lebih dahulu. Bila dilaksanakan di luar lapangan pekerjaan. X. Pembuatan kudakuda baja harus dilaksanakan di tempat yang datar dengan lantai kerja yang keras.Las yang dipakai adalah las sudut (Fillet Weld). Pelubangan harus menggunakan bor. 2. 3.1. Pemotongan harus dilaksanakan dengan mesin standard. 8. Pemasangan kuda-kuda hanya boleh dilaksanakan bila kolom-kolom dan balok beton penumpunya telah berumur paling sedikit 14 (empat belas) hari dan baut-baut pengikatnya telah terpasang dengan benar.Hasil dari pengelasan hendaknya dilakukan tes pengelasan dengan menggunakan colour tes. Syarat Pelaksanaan 1. cat dll. tidak pada saat hari hujan atau baja dalam keadaan basah. .1.Permukaan yang akan dilas harus bebas dari kotoran.

4. Bila perkerjaan montage sudah selesai dan disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Sambungan-sambungan baut sebelumnya harus dikontrol oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 11. Bila diinginkan kontraktor harus membuat perancah-perancah tambahan untuk memungkinkan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan menginspeksi setiap unit sambungan dan biaya ini dianggap sudah dimasukan dalam harga tender. 14. 16. 10. Sebaiknya dipakai pemukul kayu bila memang harus digunakan. seperti lantai beton. seluruh batang-batang penguat sementara dan hubungan-hubungannya harus dilepaskan. 9. mendirikan perancah sementara dan cara-cara pembebanan tertentu pada struktur asalkan tidak melewati tegangan kerja baja yang diijinkan sesuai standar JIS yang berlaku. dan 100% dari gaya yang disyaratkan sesuai gambar. 17. 5. Kontraktor boleh membuat patokan-patokan garis-garis ketinggian dari konstruksi yang akan didirikan. Baja tidak boleh ditempatkan atau dipasang diatas pondasi beton atau lantai sampai beton mempunyai kekuatan minimum 50% dari kekuatan beton umur 28 hari. Kontraktor harus menyimpan dan menjaga semua bahan-bahan menurut lazimnya dan melindungi terhadap kontak langsung dengan tanah ataupun terhadap gangguan lainya. Jika stabilitas dari struktur lengkap tergantung juga pada elemen-elemen lainya. Pemakaian bau-baut montage selama pelaksanaan harus seefisien mungkin dan cukup untuk membuat struktur terpasang erat satu sama lain. lubang-lubang pada batang baja karena baut-baut montage dan cat yang rusak karena pekerjaan sementara harus diperbaiki. Bila Pengelasan dilapangan boleh dilaksanakan setelah struktur dengan perancahnya lurus dan menurut bentuk yang diinginkan dan sebelumnya harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pekerjaan baut dan las harus selalu diawasi selama pelaksanaan dan bilamana Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan menganggap adanya kesalahan dalam pekerjaan harus segera diganti atau diperbaiki dengan biaya kontraktor. dinding bata dan lain-lainya yang mana dibangun setelah struktur baja didirikan. Kontraktor bertanggung jawab sepenuhnya dalam merencanakan prosedur pelaksanaan termasuk pemasangan batang-batang penguat sementara dan lain-lain. untuk menjamin bahwa struktur tetap aman karena angin atau beban-beban yang ada selama pelaksanaan pendirian. 12. 8. Gaya pratarik diberikan pada tiap-tiap kabel bertahap dari 50%. 7. Dalam pelaksanaan pendirian tidak diijinkan menggunakan palu besi untuk memukul elemen-elemen baja kecuali seijin Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 6. Kontraktor harus mematuhi segala petunjuk direksi yang berhubungan dengan pelaksanaan/pendirian segala bagian struktur. maka penguat sementara harus tetap dipasang ditemapat sampai seluruh elemen-elemen tersebut lengkap didirikan dan juga setelah mendapat ijin Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. . 13. 15. 18. Kontraktor harus mengajukan usulan pada direksi mengenai urut-urutan kabel yang harus ditarik dengan tidak membahayakan stabilitas konstruksi secara keseluruhan.

Bila baut. 3. c.5.1. Untuk mengeraskan baut-baut dikerjakan dengan memutar mur. Baut yang dipakai dibedakan sebagai berikut :  Untuk semua pekerjaan baut menggunakan baut baut mutu tinggi ( HTB ) dengan mutu A490-x-ASTM. 2. badan baut harus terdiri dari bagian yang berulir dan bagian yang tidak berulir dan panjang badan yang tidak berulir disesuaikan dengan tebal baja yang disambung. a. Alat pengeras harus dikalibrasi terlebih dahulu sebelum dipakai. maka harus diganti yang baru.  Baut-baut HTB yang sudah pernah dipakai (dalam keadaan kencang/bertegangan ) tidak boleh dipakai lagi. cat dan meni. Untuk itu kontraktor harus menyerahkan brosur-brosur yang diperlukan kepada Pengawas. Sebelum pemasangan baut HTB permukaan bidang kontak harus dalam keadaan bersih dari kotoran. 3.X. dua tipikal baut pada tiap diameter dari baut-baut yang dipasang. maka dipakai ring khusus (tappered washer) untuk menjamin ikatan yang kuat.  Untuk pemasangan HTB harus digunakan kunci momen sesuai dengan proof load yang dianjurkan pabrik. 4.  Bila baut HTB akan digunakan maka permukaan bidang kontak tidak boleh dicat/coating dan harus bersih. Semua baut-baut pada sambungan harus dikeraskan pada tahap awal dengan kunci manual atau kunci elektrik 50% sampai 70% dari tegangan minimum untuk ukuran dan mutu baut-baut yang digunakan. Baut-baut ditempat sambungan dikeraskan secara sistematis dan dimulai dari yang pusat sambungan kearah ujung-ujung bebas. Metode Kunci Kalibrasi ( Calibrated Wrench Method ) 1. Sambungan Baut 1.  Baut-baut yang tidak boleh dipakai diberi tanda/dicat dan dikumpulkan menjadi satu untuk segera dibawa keluar site. . Kalibrasi ini harus disaksikan oleh Pengawas 4. termasuk perlengkapan-perlengkapanya. Pengerasan Baut-baut 1. Kalibrasi dilakukan dengan mengeraskan sesuatu alat yang dapat menunjukan tegangan aktual baut. Penyambungan dengan baut harus dilakukan dengan cara terbaik yang sesuai dengan maksudnya. 2. Bila permukaan antara baut atau mur dan bentuk permukaan baja mempunyai kemiringan 1 : 20 atau lebih. mur dan ring (washer) dalam keadaan basah sebelum dikeraskan. Penyambungan Penyambungan tidak diperkenankan kecuali dicantumkan dalam gambar yang telah disetujui Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. b. 2.

assembling struktur utama dan lain-lain yang ditunjukkan dalam gambar. X. Kontraktor yang melakukan pengelasan pada dasarnya harus memperhatikan sifat mampu las ( weldability ) material baja dengan berdasarkan 3 aspek pokok : 1. Sifat-sifat kimia. 3. f. kontraktor harus membuat tabel yang berisi informasi : 1. b. 2. Personil-personil yang mengerjakan. Instalasi Kontraktor harus mempunyai instalasi yang memenuhi syarat untuk pekerjaan las diantaranya : 1. Semua pekerjaan yang berhubungan dengan las harus memenuhi standar JIS. atau bagian-bagian yang dihubungkan kestruktur utama. “Snug Tight“ didefinisikan sebagai pengerasan yang di dapat dari beberapa impact pada sebuah kunci impact atau usaha penuh seseorang menggunakan ordinary spud wrench. Bagian konstruksi yang disambung dan dimensi. 3. Bengkel beratap dengan miliu kering untuk penyimpanan barang-barang elektroda. metalurgi dan fisik material. . Posisi pengelasan 4. c. Penyambungan las digunakan untuk pembuatan sambungan buhul. d. maka pertama-tama harus ada cukup baut yang dalam keadaan “Snug Tight“ ( Keras dan Rapi ) untuk meyakinkan bagian-bagian daerah sambungan dalam keadaan hubungan yang baik satu sama lain. Metoda kontrol kualitas hasil las 8. Urutan pengelasan. Pemutaran mur dari kondisi “ Snug Tight “ dapat dilakukan dengan pedoman yang tersebut dalam SNI. Tenaga Ahli Tenaga yang melakukan pekerjaan ini harus mempunyai sertifikat keahlian yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga pemerintah atau yang sederajat dan yang telah terbukti keahliannya.6. 7. Bentuk alur. Cara-cara produksi sehubungan metode pengelasan yang dipakai. Untuk profil-profil buatan harus dipakai metode las tandem (submerged arc welding).1. 6. g.d. ada setiap pekerjaan sambungan las. Penyambungan Las. 2. kecuali bila penggunaan las tandem tidak mungkin dikerjakan. Pada dasarnya metode pengelasan yang dipakai adalah las listrik (arc welding). 9. Pekerjaan Las a. Keamanan hasil las sesuai tujuan desain konstruksi. Batang elektroda yang dipakai harus sesuai dengan standar AWS : E70xx e. 3. Bila metoda pemutaran mur dipakai untuk mendapatkan tegangan baut yang dispesifikasi. 2. Jenis barang elektroda. Jenis arus. kutub elektroda dan voltage. Metode Pemutaran Mur 1. Metode pengelasan 5. AWS atau DIN.

 3mm.1. Minyak dan gemuk harus dibersihkan dengan solvent.8. retak. karat.2. Perkerjaan blasting harus dikerjakan diworkshop khusus. 4. X. 2. 3. Pada sambungan balok ke pylon. Misal bila digunakan standar DIN 8563 bagian 3. Preparat untuk mengelas dan memotong. Alat-alat perangkai dan transport. dipilih yang terbesar. tebal sambungan las harus diambil sebagaimana berikut: 1. 3. air. kecuali pada bagian-bagian yang disambung dengan HTB. Mutu hasil pengelasan harus sesuai dengan standar.  t max Tebal maksimum  0. Pada las tumpul. Semua permukaan baja harus diblasted sebelum dicat anti korosi. Jika tidak disyaratkan lain dalam gambar bestek. 3.1. 5. permukaan luar elemen struktur harus segera dicat. Sesudah blasting dan pembersihan. Pengecatan 1. Semua permukaan baja di difinish dengan meni (sincronit). i. gantungan kabel dan sambungan pada blok angker harus diadakan uji mutu non-destruktif. 3. Untuk las lapangan dan tempat yang diragukan kwalitas hasil pengelasannya. sehingga mempunyai kekuatan paling tidak sama dengan elemen yang disambung. 2. X. Segera sesudah blasting selesai harus dilakukan pengecatan. Mesin-mesin dan alat kerja. j. tumpuan pylon. takikan dan mempunyai bentuk gelombang ( beat ) yang baik 2. Setelah HTB dipasang. semua debu-debu dipermukaan harus ditiup dengan air blower dan semua imperfeksi permukaan baja harus dihilangkan dengan gerenda. bukan ukuran kaki las. 2. Instalasi untuk hasil uji las. dan BK untuk las sudut. Tebal minimum : . 4.7. Kontrol Mutu Hasil Pengelasan 1. minimum termasuk kelas BS untuk las tumpul. cat dan nat-nat lain yang dapat mengurangi mutu las. Sesudah blasting selesai harus dilakukan pengecatan-pengecatan dasar. . Secara visual hasil pengelasan harus bebas dari pori-pori. pengelasan harus menghasilkan las dengan penetrasi penuh. Blasting 1. Pengawas dapat meminta diadakan uji non-destruktif minimum tiga tempat untuk satu macam sambungan. Persiapan Alur pada material yang akan dilas harus bebas dari kotoran. Tebal Las Tebal las sudut yang tertera pada gambar adalah tebal efektif. h.7 tebal material yang dilas.

Pengawas berhak menyelenggarakan atas biaya Pemborong. I. Sebelum semua bahan tersebut dipasang agar diperlihatkan dulu kepada Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan untuk diperiksa kualitasnya dan mendapat persetujuan. Pada pasangan pipa yang mempunyai kemungkinan air dapat berkumpul supaya dipasang inspektube. I. Pemasangan pipa yang diletakkan di atas kayu atau rangka partisi harus diberi tapak (kolos) yang jarak pemasangan satu sama lain minimal satu meter. 7.3. Semua bahan harus barang baru yang tak ada cacatnya. 1976). 2. Barang-barang yang sudah diafkir. Menurut semua petunjuk-petunjuk dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Tapak dari kayu harus dicat meni.1. Saluran/pipa yang menghubungkan saklar atau stopkontak hanya diperbolehkan dengan arah vertical terhubung dengan salauran horizontal di atas dengan dilengkapi T Dos. . 4. 3. Pipa yang digunakan ialah pipa Conduit Pipe. bangunan lain tidak akan menonjol keluar. dan memenuhi syarat keamanan kerja. Bila Pemborong tidak mengindahkan. Pada tiap pasangan pipa jarak 8 m harus diberi T Dos. Pemasangan pipa-pipa seluruhnya ditanam di dalam tembok sedemikian sehingga bila ditutup (diplester) oleh Pemborong. 8. Pelaksanaan Pekerjaan Instalasi : 1. agar mudah dalam pemeliharaan dan perbaikan. Pemborong tetap bertanggung jawab atas pekerjaan instalasi listrik tersebut. Sebelum melaksanakan pekerjaan instalasi Pemborong harus membuat gambar kerja yang telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. Pipa–pipa yang ditanam di dalam dinding partisi pada arah horizontal harus berada pada bagian atas partisi dibawah langit-langit/plafon.2. R. Pekerjaan harus diserahkan rekanan kepada Pengawas dalam keadaan selesai tepat pada waktu yang telah ditetapkan. berkualitas baik. 9. INSTALASI LISTRIK Untuk keperluan ini Pemborong bisa menugaskan pihak ketiga (instalatur) yang mempunyai sertifikat dari PLN setempat dengan mendapat persetujuan lebih dulu dari Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan secara tertulis. Penjelasan tentang Bahan-bahan 1. 2. dalam waktu 2 x 24 jam harus sudah dikeluarkan dari lokasi pekerjaan. 5. Dengan min. I. 3. Penanaman pipa dilaksanakan sebelum tembok diplester. Menurut peraturan-peraturan listrik yang masih berlaku di Indonesia pada waktu ini (PUIL th.E. 6. PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL I. 2. harus diikat kuat-kuat dengan klem-klem dan pipa yang digunakan ialah Conduit Pipe uk. 20 mm merk Clipsal atau Ega. 4. Menurut penjelasan-penjelasan dan peraturan-peraturan dalam uraian ini dengan tegangan/voltage 220 V. Pekerjaan Pemasangan Pipa. Jumlah penarikan kawat di dalam pipa harus sesuai dengan tabel sebagai pedoman yang berlaku di Indonesia.15. 1.

semua pasangan dalam (inbouwmounting).6. 3. 4. I. Panel-panel tersebut setelah dipasang dengan baik. I. I. 4. Penyambungan kabel hanya diperbolehkan di persimpangan atau perubahan jenis ukuran kabel. ‘Sekringkast’. Tinggi „Lichtverdoelkast‟ saklar. untuk itu supaya disediakan penggantung langit-langit khusus. 6. sedangkan pada posisi kabel yang lain tidak diperbolehkan menyambung (banyak sambungan karena menggunakan sisa kabel). 250V stop kontak 15 Amp dari ebonit warna merk. Ukuran isolasi ditentukan antara ½ ohm sampai 0. dan lain-lain. Lampu yang digunakan adalah lampu jenis Spot light hemat energy 20 Watt dan 10 Watt sesuai dengan gambar rencana dengan merk Phillip. Ukuran Isolasi. Semua lampu dipasang menempel pada langit-langit. 2. Untuk pembagian grup diatur sedemikian sehingga bila salah satu grup putus penerangan dan atap stop kontak pada ruangan itu tidak padam seluruhnya. Pemasangan Saklar. 2. 1.4. plat baja ukuran sesuai dengan rancangan. 4.3 ohm. dilengkapi frame yang kuat. Pemasangan saklar kapasitas 6A atau lebih sesuai beban. Tarikan kabel di atas harus cukup tegang dan kencang tetapi isolasi tidak boleh rusak karenanya. 3. Pemasangan Kabel 1. 5.I. Pemborong harus memasang seluruh instalasi lengkap termasuk jaringan instalasi antar gedung sehingga siap menyala dengan syarat menyerahkan jaminan instalasi yang disahkan Pemborong utama dan/atau Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 1. Osram dan telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan.5. . Seluruh penerangan harus dilengkapi dengan lampu sesuai gambar. Pemasangan/jenis/posisi lampu disesuaikan dengan gambar rencana. Pada tempat-tempat persilangan dan penyeberangan di atas tembok muka kawat itu dimasukkan ke dalam pipa sebagai pengaman. dilengkapi dengan kotak dengan papan jati yang dipelitur dengan pintu dan kunci. 2. untuk mencegah lampu padam semua bila ada kerusakan. Papan sekring tersebut dari metal clad. Stop Kontak. Pada tiap penyambungan kabel menggunakan terminal. Panel distribusi utama dilengkapi dengan copper rel atau disesuaikan dengan kebutuhan menurut Direksi. Papan-papan Sekring (Panel) 1.7. Kabel NYM yang berada di tembok atau di atas plafon harus memakai klem yang ukurannya sesuai. Semua kabel yang dimasukkan ke dalam pipa tidak boleh ada sambungan. Pemasangan papan-papan sekering/panel: Wall Mounted terpasang kuat dan rapi pada lokasi yang tidak mengganggu lalu lintas dan memudahkan operasi dan pemeliharaan. Bagi saklar lampu ruang minimum 2 saluran. 3. I. stop kontak menurut petunjuk PLN setempat (menurut ketentuan AVE) atau 1 ½ m dari lantai. Kabel yang digunakan adalah kabel jenis NYA untuk posisi kabel yang terdapat dalam pipa dan untuk kabel yang berada di atas plafon menggunakan jenis NYM dengan merk Supreme atau Kabelindo disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. dipasang sampai menyala.8. Brocco atau National Panasonic dan disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi Pekerjaan. 3. Jenis Lampu yang Digunakan. 2.

Ujung pipa pada tandon harus dilengkapi dengan klep kaki . Semua sambungan harus memakai alat penghubung atau baut-baut. Dalam semua hal harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan-peraturan PLN setempat. Sambungan Pengaman ke Tanah. I. Pemasangan pipa pada pompa harus memakai wartel Moor baik untuk pipa supply maupun pipa hisap. Kepala penangkal petir dihubungkan ke tanah dengan kabel sesuai spesifikasi dengan gambar tersebut. 8.5 m dengan diameter minimum 1" dipasang pada ujung bawah pipa Galvani dengan diameter ukuran minimal 1 1/2 inch. elektroda-elektroda yang ditanam harus disambungkan dengan kabel BC dan dihubungkan ke semua panel. 3. Pada pintu panel harus ditempelkan gambar/diagram serta nomor saluran. Untuk electrode pentanahan dipergunakan Copper Rod copper rod yang dibuat runcing sepanjang 0. 2. merk Arester. Seluruh instalasi setelah selesai harus diuji untuk menentukan apakah sudah bisa bekerja sempurna. Seluruh rangkaian lisrtik bisa dimatikan dengan saklar wesel 10 Amp. Selanjutbnya dari panel disambung dengan kabel sesuai dengan kabel saluran yang dipakai disambung dengan groundklip pada stopkontak. Ground elektroda tergantung tahanan dan tidak boleh lebih dari 5 ohm. I. 5. II.3 Pengujian. Penangkal Petir 1. Penangkal petir menggunakan tipe Faraday sebanyak 6 buah. Motor pompa dilengkapi dengan overloop relay. head 22 pipa 2”. Pekerjaan ini termasuk pemasangan mekanik pengatur pengisian tandon mekanik atau elektronik (yang mengatur mati dan hidup sewaktu pompa penuh dan pompa kosong).10.2 KW. Sambungan pengaman ke tanah harus dilaksanakan sesuai peraturan-peraturan yang berlaku. 6.9. INSTALASI MEKANIKAL II.1.5. Ujung pipa hisap pada tandon dilengkapi dengan foot klep. sebelum dipasang harus dizinc-chromat terlebih dahulu dan kemudian dicat besi anti karat sebanyak dua kali. Dalam semua hal harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dan mendapat persetujuan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan . 2 atau lebih). Klem penyangga harus dibuat dari bahan besi siku. dengan Q 300 lt/menit. I. batang-batang yang ditanam harus dari jenis kuningan/tembaga minimum  25 mm dan panjang tidak kurang dari 3 m ditanam lurus ke bawah. Electrode pentanahan yang dipantek dalam tanah disesuaikan kondisi setempat (1. 4. Seluruh instalasi setelah selesai harus diuji untuk menentukan apakah sudah bisa bekerja sempurna. Pipa pengisi dari kedua pompa tersebut dihubungkan persialangan dan dilengkapi dengan stopkran sesuai gambar. II. Untuk penghantar penurun petir digunakan kabel Coaxial dengan luas penampang 2 x 35 mm2. Penangkal petir tersebut diletakkan pada pipa air dengan ketebalan minimum 3 mm sesuai gambar. Untuk spit (penangkal petir) digunakan sistem early streamer dengan radius perlindungan min 100 m dan dipasang pada ketinggian 5 m dari titik tertinggi bangunan sesuai gambar. Pompa air bersih menggunakan merk Ebara multi state pump 2. Nilai tahanan pentanahan maximum 5 ohm diukur setelah minimal 3 hari tidak turun hujan.2.11. II. Pengujian. 7. dan tidak diperkenankan memakai ikatan.

Semua jenis panel dilengkapi dengan lampu indikator. Komponen selain metal yang harus digunakan. harus dilaporkan kepada Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan untuk mendapat penjelasan. sehingga mampu menahan elektro mechanical force akibat arus hubung singkat terbesar yang mungkin terjadi. 3. Panel harus sesuai untuk sistem 3 phasa. 5. 6.III. Kecerahan matahari : 95% III. khususnya penyangga /support bagian yang bertegangan. Apabila peralatan yang hendak disediakan/dipasang oleh Rekanan ternyata tidak dapat beroperasi pada kondisi cuaca di atas. 4. Kontraktor harus mengganti peralatan tersebut dengan yang sesuai dan seperlunya. tahan gores dan cat warna krem. KONDISI CUACA/LINGKUNGAN III. Handle pintu dipasang baik untuk tutup bagian dalam panel maupun pintu bagian luar panel.2. 3. Busbar dan terminal penyambungan harus disusun dan dipegang isolator dengan baik. 7. Rangka metal. Pada bagian kiri atas diberi nomor panel sesuai gambar perencanaan.3. heatstone dan synchromate. VI. plat besi tekuk ketebalan 3 mm untuk LVMDP dan 2mm untuk LVDP dan LVSDP dengan finishing powser coating. PERSYARATAN PEKERJAAN PANEL TEGANGAN RENDAH VI.2. 9. Breaking capacity dan rating CB yang digunakan harus sebesar yang tercantum dalam spesifikasi peralatan. Suhu dalam ruang non-AC : 40º C-grade maks c. Kelembaban nisbi : 95% maks d. VI. Suhu di udara terbuka : 55º C-grade maks b. 10. Bagian tersebut merupakan bagian yang terpisah dari pintu panel dan kedudukannya mentap (fixed). Untuk panel PP mempunyai tutup bagian dalam dan pintu bagian luar. 2. Circuit breaker yang digunakan dari jenis MCCB dan MCB merk Merlin Gemlin (MG) yang sesuai dengan standar IEC 60947-2. Busbar terbuat dari bahan tembaga.1. Pada bagian depan dilengkapi dengan tanda/peringatan/sign sesuai dengan kebutuhan. 2. Berupa modul-modul tunggal atau yang dapat diintegrasikan dan mempunyai pentanahan yang terintegrasi antarpanel. Konstruksi Box Panel 1. 4 kawat dan mempunyai 3 busbar phasa dan 1 busbar netral. anti korosi. Disediakan sarana pendukung kabel yang diketanahkan (grounding) dan busbar pentanahan. Seluruh peralatan yang disediakan dan dipasang oleh Kontraktor harus dapat beroperasi dengan kondisi cuaca sebagai berikut: a. Pintu dilengkapi dengan kunci dan handle.1. fuse dan alat-alat ukur unruk panel LVMDP di bagian atas (dari ambang atas sampai dengan 12cm di bawah ambang atas panel atau disesuaikan dengan kebutuhan). Busbar dan Terminal Penyambungan 1. IV. Disediakan tempat untuk pemasangan lampu indikator. harus tahan api. 4. Ukuran busbar sesuai dengan spesifikasi pada setiap panel. yang berfungsi untuk dudukan ujung kabel pentanahan. 2. Circuit Breaker 1. 8. .

Pemasangan MCB harus menggunakan Omega Rail sedangkan pemasangan MCCB harus menggunakan dudukan plat. wastafel. Untuk tipe indoor dengan IP 20.2. Identifikasi ini meliputi breaking capacity. VI. 4. PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan Air Bersih Pengadaan dan pemasangan secara sempurna unit-unit peralatan utama yang diperlukan dalam sistem penyediaan air bersih berupa pompa-pompa beserta perlengkapannya. F. Label terbuat dari plat aluminium sesuai standar DIN 4070. Pemasangan pipa distribusi ke setiap peralatan sanitary seperti closet. URAIAN TEKNIS PLUMBING F. Pekerjaan Air Kotor. Tipe Panel 1.1. 2. Pemasangan panel pada dinding harus diperkuat dengan baut tanam (anchor bolt) sehingga tidak akan rusak oleh gangguan mekanis. F.6.3. 4. 1. Panel jenis wall mounting dipasang flush mounting pada dinding tembok dengan lokasi sesuai dengan gambar perencanaan. Semua circuit breaker harus diberi label/signplate berupa kode nomor yang merupakan kelompok beban yang dicatu daya listriknya. wastafel.1. urinal. F. VI. Pemasangan pemipaan pada peralatan sanitary seperti closet. Pemasangan komponen-komponen tersebut harus rapi dan kokoh sehingga mampu menahan elektro mechanical force akibat arus singkat hubung singkat terbesar yang mungkin terjadi. Indikator/Electrical Auxilliaries Lampu indikator yang digunakan adalah : 1. Box panel dan semua material yang bersifat konduktif yang berada di sekitar panel listrik harus dihubungkan ke sistem pembumian pengaman. 2. 2.1. 5. Gambar Skema Rangkaian Listrik Panel harus dilengkapi dengan gambar single line diagram beserta kode label untuk incoming dan out going-nya. 3. . 1. Warna kuning untuk phasa S 3. Pengadaan dan pemasangan perlengkapan yang diperlukan dalam sistem pembuangan air kotor. floor drain dan lain-lain. Warna merah untuk phasa T Lampu-lampu indikator harus diproteksi dengan mini fuse. VI. Berdasarkan cara pemasangannya panel-panel tegangan rendah diklasifikasikan sebagai free standing dan wall mounting. urinal. Warna hijau untuk phasa R 2. Semua circuit breaker harus diidentifikasi dengan jelas. dan lain-lain.1. Pengadaan dan pemasangan sistem pemipaan beserta perlengkapan yang meliputi pemipaan reservoir pemipaan pada instalasi pompa dan pemipaan distribusi pada setiap titik pengeluaran.4. rating ampere serta ampere trip dari circuit breaker tersebut. juga keterangan dari kode label ukuran A4 pada bagian dalam pintu panel dan harus dilaminasi. 3.5.

Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh tenaga terampil di bidangnya agar dapat memberi hasil yang terbaik dan rapi. PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS UMUM Waktu Pelaksanaan.2. Gambar-gambar Kerja.2. dalam waktu 3 hari. dan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang setempat sesuai dengan domisili Pemborong tersebut. F. dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perancangan atau spesifikasi perancangan saja. F.2.6. . Gambar-gambar kerja untuk seluruh pekerjaan harus selalu berada di lapangan termasuk semua perubahan serta usulan dan lain sebagainya.8.9. Pemborong bertanggung jawab atas pencegahan/pengamanan semua bahan dan peralatan untuk pekerjaan instalasi ini dari pencurian atau kerusakan.7.F. Gambar-gambar Perancangan. Kontraktor wajib memiliki pas instalatur yang masih berlaku. Pemborong harus menjamin seluruh unit peralatan yang didatangkan adalah baru bebas dari unsurunsur rusak dan tidak layak.2. penghapusan. Pemborong wajib mengirimkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan atau brosur-brosurnya kepada Pengawas.4.1. Gambar-gambar dan Spesifikasi. fitting. Bila kualitasnya diragukan barang-barang itu akan dikirim ke kantor penyelidikan yang berwewenang atas biaya Pemborong. F. Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi harus diganti dengan yang sesuai. Lamanya waktu pelaksanaan pengadaan. katup-katup. pemasangan.2. Bila Pengawas mengatakan tidak baik. Untuk pelaksanaan khusus. F. selama pekerjaan instalasi ini. dan pemeliharaan diselaraskan dengan tahaptahap pembangunan sesuai jadwal yang telah ditentukan. dan mengikuti Pedoman Plumbing Indonesia 1979.2. barang tersebut harus sudah diangkut ke luar lapangan oleh Pemborong. Gambar-gambar perancangan ini tidak dimaksudkan untuk menunjukkan semua pipa. Pemborong harus memberikan surat pernyataan yang membuktikan bahwa semua tukang yang melaksanakan pekerjaan telah memiliki pengalaman dan kecakapan yang diperlukan. F.2. atau penambahan pada instalasi tersebut.2.2. Pemborong harus membuat gambar inslatasi detail (shop drawings) untuk disetujui Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. F. dalam waktu tidak lebih dari satu minggu setelah ditanda tangani berita acara penerimaan barang.5. Gambar-gambar dan spesifikasi perancangan ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Material. Seluruh biaya yang timbul akibat penggantian material dan peralatan tersebut di atas menjadi tanggungan Pemborong. Bila ada suatu bagian pekerjaan atau peralatan yang diperlukan agar instalasi bisa bekerja dengan baik. serta kualitas barang sesuai dengan spesifikasi. Bahan dan peralatan yang hilang atau rusak harus F. serta fixtures secara terperinci. F. Contoh-contoh Bahan. Pengamanan. Gambar Pelaksanaan.3. Gambar dibuat dari kertas kalkir.2.2. F. Semua bagian tersebut di atas walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara spesifik harus disesuaikan dan dipasang oleh Pemborong. Pemborong harus tetap melaksanakan tanpa ada biaya tambahan. Tenaga Pelaksana. Pemborong harus memberi tanda-tanda dengan pensil/tinta merah pada set gambar atau semua perubahan. detail pemasangan seluruh instalasi di atas. bila diperlukan agar instalasi ini lengkap dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan pelaksanaan yang wajar. Pelaksanaan pemasangan harus memenuhi syarat-syarat yang umum berlaku di Indonesia. Pemborong harus menyerahkan gambar-gambar pelaksanaan (as built drawings) yang meliputi denah instalasi terpasang.

Pembuangan Air Kotor. Sistem ini harus dapat menahan air isian tersebut minimum satu jam. Pemborong instalasi ini diwajibkan mengadakan koordinasi dengan pemborong-pemborong pekerjaan struktur.2. Peraturan-peraturan yang dimaksud adalah : a. 1. Tebal dindingnya tidak boleh kurang dari ukuran berikut : TYPE D Diameter dalam  50 s/d 75 mm  100 s/d 125 mm  150 mm  200 mm  250 mm Tebal dinding minimum 3. Kontraktor dianggap telah cukup mengetahui akan isi dan maksud semua peraturan dan syarat-syarat tersebut di atas. . Bila Pemilik menginginkan pengujian lain di samping cara di atas.10. Material/Bahan-bahan yang Dipakai. maspion. elektrikal. atau dengan pengujian hidrostatik 4 kg/cm² untuk pipa cabang dan 6 kg/cm² untuk pipa induk. Penjelasan persyaratan teknis khusus untuk pekerjaan instalasi air bersih dan air kotor. Pengetesan pipa harus disaksikan Pengawas. Untuk pipa air kotor. Sistem Air Bersih. PBI-NO-2/1971 dan dengan Peraturan-peraturan Beton yang berlaku saat ini. Seluruh sistem harus mempunyai lubang-lubang yang dapat ditutup plug agar dapat diisi air sampai dengan lubang vent tertinggi. Peraturan Beton Indonesia PBI-NI-1/1955. NI-3 1963. F. Pemeriksaan Umum untuk Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan NI-3 (PUBB) 1956.05 mm 4. dan 12 kg/cm². a. b.F. mingguan.40 mm 6. dan selama waktu itu airnya tidak boleh turun lebih dari 10 cm. 2. d. maka Kontraktor harus melakukannya tanpa tambahan biaya. Direktorat Jenderal Cipta Karya. Pipa PVC yang dipakai berkategori kelas AZ (8 kg/cm²) JIS K 6742.30 mm 3. dan sebagainya sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan pada pemasangan dapat diperkecil atau dihilangkan. yang berita acaranya akan dibuat setelah hasilnya diterima dan memenuhi syarat. Peraturan-peraturan/Persyaratan Selama pelaksanaan pekerjaan ini. bulanan. Dalam pelaksanaan pekerjaannya. Koordinasi. dan „vent stack‟ digunakan PVC merk Wavin. b. dan borongan. e.15 – 4. Pedoman Peraturan Plumbing Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Teknik Penyehatan. Sebelum dipasang fixtures seluruh jaringan harus diuji dengan tekanan 8 kg/cm² untuk pipa sanitary. Pengujian a.40 mm 8. air bangunan. Jaringan air bersih menggunakan pipa PVC Type AW dengan diameter ¾” merk Wavin atau Maspion dan harus memenuhi persyaratan BS 1387-1967 atau standar-standar lain yang disetujui oleh Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. Departemen Pekerjaan Umum. Peraturan Perusahaan Air Minum Negara tentang Instalasi Air. interior. c. dan PUBB 1969. diganti oleh Pemborong tanpa tambahan biaya.30 mm 10. biaya pengetesan serta alat-alat yang diperlukan menjadi tanggung jawab Pemborong. b. tata cara pelaksanaan dan petunjuk-petunjuk lain yang berkenaan dengan semua peraturan pembangunan yang sah di Indonesia harus betul-betul ditaati.11.2. Peraturan Perubahan Indonesia tentang penggunaan tenaga kerja harian.50 – 5.

kedudukan komponen seperti fixtures. Pipa air bersih tidak boleh diletakkan pada lubang yang sama dengan dengan pipa air buangan. Pelaksanaan pekerjaan harus rapi. aer. dan setelah diperiksa oleh Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan yang ditunjuk.  Kedalaman galian pipa dalam tanah  4” ke bawah harus dibuat 60 cm. fitting dan sebagainya juga harus kuat. Wasser.4. Wasser atau American Standard. semua kotoran harus dibuang dari lubang galian yang kemudian ditimbun kembali baik-baik dengan pasir urug. . Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata hingga seluruh panjang pipa tertumpu dengan baik.  Setelah pipa pada lubang galian. Kran di bak mandi. urinoir. Kontraktor bertanggung jawab melengkapi semua komponen yang diperlukan untuk seluruh jaringan instalasi disini. e. sehingga tidak mengganggu dinding porselin dan sebagainya. warna ditentukan kemudian. Sistem Penyambungan Pipa. wastafel. a. atau digunakan ketentuan-ketentuan persyaratan minimal menurut buku petunjuk dalamnya galian. urinoir. Sambungan dari bahan yang sama dan diikat dengan lem/selvent cement bagi penyambungan pipa induk juga bisa digunakan pengelasan bila diperlukan pada kondisi-kondisi tertentu. atau dengan bahan yang ditentukan Konsultan Pengawas/Direksi pekerjaan. d. Untuk pipa PVC sambungan lem harus memakai lem berkualitas tinggi merk Wavin. dengan tanah bekas galian. closet jongkok menggunakan produk Toto. b. Wastafel.  Ukuran dalamnya galian adalah jarak yang dihitung dari as pipa sampai permukaan jalan/tanah asli. dan 80 – 100 cm untuk  5” ke atas. Sistem Pemipaan. Onda. menggunakan produk San-ei. Pipa-pipa dalam Tanah. c.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->