MAKALAH DASAR BUDIDAYA TANAMAN “MEDIA TANAM”

Oleh : Kelompok 5 :
1. 2. 3. 4. 5. 6. Tomy Sofiyanto Maria Ulma H.F Lia Ni’matul Ulya Elok Fikri Hanim Ni Made Dwi Hastuti Dehangga Surya Legika (105040200111210) (105040200111212) (105040200111216) (105040200111217) (105040201111001) (105040201111002)

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS PERTANIAN AGROEKOTEKNOLOGI MALANG 2011

Makalah ini disusun berdasarkan tinjauan pustaka baik dari buku-buku literature yang ada maupun dari internet. Malang.KATA PENGANTAR Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa . 2 Maret 2011 Penyusun . Kami memohon kritik dan saran dari para dosen pengajar agar makalah ini lebih sempurna. Kami berterima kasih atas bantuan dari segala pihak yang telah membantu terselesainya makalah ini. Penyusunan makalah ini sengaja dibuat untuk memudahkan para mahasiswa lain dalam memahami materi yang diajarkan. Dengan membaca makalah ini mahasiswa dapat mendapatkan pengetahuan lain selain dari materi yang disampaikan oleh dosen pengajar. Kami menyadari walaupun masih banyak kekurangan yang terdapat dalam makalah yang kami buat. Bahasanya pun sederhana agar mahasiswa lain dapat memahami betul materi ini. akhirnya terselesailah penyusunan Makalah Tugas Dasar Budidaya Tanaman “ Media Tanam”.

...................………………………………………………………………….................................3 Bab I : Pendahuluan............7 Bab IV : Penutup ..................................................................................DAFTAR ISI Kata Pengantar ...............................13 ..................4 Bab II : Tinjauan Pustaka ………………………………………………………………..................................................................................12 Daftar Pustaka………………………………………………………………………......................................5 Bab III : Pembahasan........2 Daftar Isi ........................... …………………………………………………………….........................................

BAB 1 PENDAHULUAN Media tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam. 2. Menentukan media tanam yang tepat dan standar untuk jenis tanaman yang berbeda habitat asalnya merupakan hal yang sulit. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki kelembapan dan kecepatan angin yang berbeda. media tanam harus dapat menjaga kelembapan daerah sekitar akar. 8erdasarkan jenis bahan penyusunnya. Media tanam yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. 4. 2. 4. Rumusan Masalah 1. Mengetahui pengertian media tanam Mengetahui berbagai macam media tanam Mengetahui cara dalam memilih media tanam yang ideal Mampu Mengetahui fakto pendukung tanaman. 3. Untuk mendapatkan media tanam yang baik dan sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam. 3. Manfaat 1. menyediakan cukup udara. media tanam dibedakan menjadi bahan organik dan anorganik. Secara umum. Apa yang di maksud dengan media tanam? Apa saja ragam media tanam itu? Cara yang bisa di gunakan dalam memilih media tanam yang ideal? Apa saja faktor pendukung berfungsinya media tanam? . seseorang harus memiliki pemahaman mengenai karakteristik media tanam yang mungkin berbeda-beda dari setiap jenisnya. Jenis media tanam yang digunakan pada setiap daerah tidak selalu sama. dan dapat menahan ketersediaan unsur hara.

pasir. yaitu kerikil atau batu-batuan (berukuran lebih dari 2 mm).2011) . yaitu pelapukan secara fisik. Proses pelapukan tersebut diakibatkan o/eh berbagai hal. pasir (berukuran 50 /-1. Bahan Anorganik Bahan anorganik adalah bahan dengan kandungan unsur mineral tinggi yang berasal dari proses pelapukan batuan induk di dalam bumi. Kekurangan oksigan pada tanaman dapat menyebabkan kematian akar. dan kimiawi. untuk pertumbuhan akar tanaman yang sempurna. dan tanah liat (berukuran kurang dari 2ju. 2011) B. mineral yang berasal dari pelapukan batuan induk dapat digolongkan menjadi 4 bentuk. tanah liat. Sementara aerasi yang memadai sangat di butuhkan oleh akar untuk bernafas sehinnga asupan oksigen dapat tercukupi.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. kerikil. media tanam harus dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Namun. vermikulit. Selain itu. pecahan batu bata. dan perlit. Beberapa media anorganik yang sering dijadikan sebagai media tanam yaitu gel. spons. Pengertian Media Tanam Media tanam dapat diartikan sebagai wadah atau tempat tinggal tanaman. Berdasarkan bentuk dan ukurannya.2 mm). biologi-mekanik. debu (berukuran 2-50u). Media tanam di katakan berfungsi sebagai tempat berpijak jika tanaman dapat melekatkan akarnya dengan baik. Sebagai tempat tinggal yang baik. (Anonymous. media tanam harus di dukung oleh drainase dan aerasi yang memadai. (Anonymous. bahan anorganik juga bisa berasal dari bahan-bahan sintetis atau kimia yang dibuat di pabrik. Drainase yang lancar menjadikan akar-akar tanaman lebih leluasa bernafas sehingga lebih optimal dalam menyerap unsur-unsur hara yang di butuhkan.

Ukuran peeahan arang ini sangat bergantung pada wadah yang digunakan untuk menanam serta jenis tanaman yang akan ditanam. Selain itu. Oleh karenanya. Media tanam di katakan berfungsi sebagai tempat berpijak jika tanaman dapat melekatkan akarnya dengan baik. Arang Arang bisa berasal dari kayu atau batok kelapa. D. Kekurangan oksigan pada tanaman dapat menyebabkan kematian akar. media tanam harus di dukung oleh drainase dan aerasi yang memadai. Pengertian Media Tanam Media tanam dapat diartikan sebagai wadah atau tempat tinggal tanaman. Drainase yang lancar menjadikan akar-akar tanaman lebih leluasa bernafas sehingga lebih optimal dalam menyerap unsur-unsur hara yang di butuhkan. ke dalam media tanam ini perlu disuplai unsur hara berupa aplikasi pemupukan. umumnya digunakan peeahan arang yang berukuran panjang 3 em. Untuk wadah (pot) yang lebih . idealnya arang dipeeah menjadi potongan-potongan keeil terlebih dahulu sehingga memudahkan dalam penempatan di dalam pot. media tanam harus dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Namun. media arang eenderung miskin akan unsur hara. Sementara aerasi yang memadai sangat di butuhkan oleh akar untuk bernafas sehinnga asupan oksigen dapat tercukupi. Keunikan dari media jenis arang adalah sifatnya yang bufer (penyangga). Ragam Media Tanam 1. lebar 2-3 em.BAB III PEMBAHASAN C. Sebelum digunakan sebagai media tanam. bahan media ini juga tidak mudah lapuk sehingga sulit ditumbuhi jamur atau eendawan yang dapat merugikan tanaman. Dengan demikian. dengan ketebalan 2-3 em. Hal itu dikarenakan arang kurang mampu mengikat air dalam )umlah banyak. jika terjadi kekeliruan dalam pemberian unsur hara yang terkandung di dalam pupuk bisa segera dinetralisir dan diadaptasikan. Namun. Untuk mengisi wadah yang memiliki diameter 15 em atau lebih. untuk pertumbuhan akar tanaman yang sempurna. Media tanam ini sangat cocok digunakan untuk tanaman anggrek di daerah dengan kelembapan tinggi. Sebagai tempat tinggal yang baik.

Kompos yang baik untuk digunakan sebagai media tanam yaitu Ydng telah mengalami pelapukan secara sempurna. yaitu batang pakis hitam dan batang pakis coklat. Kompos Kompos merupakan media tanam organik yang bahan dasarnya berasal dari proses fermentasi tanaman atau limbah organik. batang pakis dibedakan menjadi 2. Dari kedua jenis tersebut. Selain dalam bentuk cacahan. daun. dan sampah kota. 3. bentuk lempengan pakis digunakan sebagai media tanam anggrek. Kandungan bahan organik yang tinggi dalam kompos sangat penting untuk memperbaiki kondisi tanah. Kelemahan dari lempengan batang pakis ini adalah sering dihuni oleh semut atau binatang-binatang kecillainnya. Umumnya. ditandai dengan I IL. maupun biologis. batang pakis juga banyak dijual sebagai media tanam siap pakai dalam bentuk lempengan persegi empat. . ukuran peeahan arang juga harus lebih kecil. memiliki aerasi dan drainase yang baik. rumput. batang pakis hitam lebih umum digunakan sebagai media tanam. batang pakis ini pun mudah dibentuk menjadi potongan kecil dan dikenal sebagai cacahan pakis. Selain itu. Batang Pakis Berdasarkan warnanya. Kelebihan dari penggunaan kompos sebagai media tanam adalah sifatnya yang mampu mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat-sifat tanah. Soil ( ondotioner yaitu peranan kompos dalam memperbaiki struktur tanah. Karakteristik yang menjadi keunggulan media batang pakis lebih dikarenakan sifat-sifatnya yang mudah mengikat air.rubahan warna dari bahan pembentuknya (hitam kecokelatan). Selain itu. kompos juga menjadi fasilitator dalam penyerapan unsur nitrogen (N) yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Berdasarkan hal tersebut dikenal 2 peranan kompos yakni soil conditioner dan soil ameliorator. dan memiliki suhu ruang. seperti jerami. tidak berbau. Batang pakis hitam berasal dari tanaman pakis yang sudah tua sehingga lebih kering.keeil. terutama tanah kering. sedangkan soil ameliorator berfungsi dalam Il1emperbaiki kemampuan tukar kation pada tanah. sekam. kimiawi. 2. serta bertekstur lunak sehingga mudah ditembus oleh akar tanaman. baik fisik. memiliki kadar air yang rendah.

Pemilihan pupuk kandang yang sudah matang bertujuan untuk mencegah munculnya bakteri atau cendawan yang dapat merusak tanaman. Selain itu. Komposisi kandungan unsur hara pupuk kandang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. antara lain jenis hewan. Menurut sifatnya. Hal itu ditandai dengan warna pupuk yang hitam pekat. Moss Moss yang dijadikan sebagai media tanam berasal dari akar paku-pakuan. Penggunaan sabut kelapa sebagai media tanam sebaiknya dilakukan di daerah yang bercurah hujan rendah. umur hewan. seperti kulit kayu. media moss mampu mengikat air dengan baik serta memiliki sistem drainase dan aerasi yang lancar. pupuk kandang memiliki kandungan mikroorganisme yang diyakini mampu merombak bahan organik yang sulit dicerna tanaman menjadi komponen yang lebih mudah untuk diserap oleh tanaman. Media ini mempunyai banyak rongga sehingga memungkinkan akar tanaman tumbuh dan berkembang dengan leluasa. Air hujan yang berlebihan dapat menyebabkan media tanam ini mudah lapuk. Selain itu. serta penyimpanan sebelum diaplikasikan sebagai media tanam. atau kadaka yang banyak dijumpai di hutan-hutan. Pupuk kandang yang akan digunakan sebagai media tanam harus yang sudah matang dan steril. Untuk . perlakuan. jenis makanan. Untuk hasil tanaman yang optimal.4. Unsur-unsur tersebut penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. atau daun-daunan kering.I 'iJdiknya berasal dari buah kelapa tua karena memiliki serat yang kuat. S. Sabut kelapa (coco peat) Sabut kelapa atau coco peat merupakan bahan organik alternatif yang dapat digunakan sebagai media tanam. 6. tanaman pun menjadi cepat membusuk sehingga bisa menjadi sumber penyakit. Moss sering digunakan sebagai media tanam untuk masa penyemaian sampai dengan masa pembungaan. sebaiknya moss dikombinasikan dengan media tanam organik lainnya. keadaan hewan. Sabut kelapa untuk media tanam . bahan hamparan yang dipakai. fosfor (P). dan kalium (K) membuat pupuk kandang cocok untuk dijadikan sebagai media tanam. tanah gambut. Kandungan unsur haranya yang lengkap seperti natrium (N). Pupuk kandang Pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan disebut sebagai pupuk kandang.

sabut kelapa perlu direndam terlebih dahulu di dalam larutan fungisida. Biasanya. sesuai untuk daerah panas. merupakan sumber kalium (K) yang dibutuhkan tanaman. Namun. Humus Humus adalah segala macam hasil pelapukan bahan organik oleh Jasad mikro dan merupakan sumber energi jasad mikro tersebut. Sekam padi yang biasa digunakan bisa berupa sekam bakar atau sekam mentah (tidak dibakar). Selain itu. magnesium (Mg). pemberian fungisida pada media sabut kelapa harus lebih sering dilakukan karena sifatya yang cepat lapuk sehingga mudah ditumbuhi jamur. Sementara kelebihan sekam mentah sebagai media tanam yaitu mudah mengikat air. 8. Sekam padi Sekam padi adalah kulit biji padi (Oryza sativa) yang sudah digiling. seperti kalsium (Ca). keduanya berperan penting dalam perbaikan struktur tanah sehingga sistem aerasi dan drainase di media tanam menjadi lebih baik. sekam padi mentah cenderung miskin akan unsur hara. media tanam ini mudah ditumbuhi jamur. Namun. dan memiliki kemampuan daya tukar ion yang tinggi sehingga bisa menyimpan unsur hara. sekam bakar cenderung mudah lapuk. dan tidak mudah menggumpal atau memadat sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan sempurna. dan fosfor (P). Namun. sekam bakar juga memiliki kandungan karbon (C) yang tinggi sehingga membuat media tanam ini menjadi gembur. 7. dan mengandung unsur-unsur hara esensial. kalium (K). Oleh karenanya. Kelebihan sabut kelapa sebagai media tanam lebih dikarenakan karakteristiknya yang mampu mengikat dan menyimpan air dengan kuat.mengatasi pembusukan. Jika dibandingkan dengan media lain. humus berwarna gelap dan ciijumpai terutama pada lapisan atas tanah (top soil) Humus sangat membantu dalam proses penggemburan tanah. Sebagai media tanam. dapat menunjang kesuburan tanah. Sekam bakar dan sekam mentah memiliki tingkat porositas yang sama. Penggunaan sekam bakar untuk media tanam tidak perlu disterilisasi lagi karena mikroba patogen telah mati selama proses pembakaran. tidak mudah lapuk. terlebih ketika . Bahanbahan organik tersebut bisa berupa jaringan asli tubuh tumbuhan atau binatang mati yang belum lapuk. natrium (N).

debu (berukuran 2-50u). Selain itu. Hampir semua jenis tanaman hias indoor bisa ditanam dalam media ini. yaitu pelapukan secara fisik. Selain itu. dan perlit. media tanam ini juga memiliki keanekaragaman warna sehingga pemilihannya dapat disesuaikan dengan selera dan warna tanaman. Bahan Anorganik Bahan anorganik adalah bahan dengan kandungan unsur mineral tinggi yang berasal dari proses pelapukan batuan induk di dalam bumi. pecahan batu bata. Oleh karenanya. Berdasarkan bentuk dan ukurannya. yaitu kerikil atau batu-batuan (berukuran lebih dari 2 mm). pasir. Tujuannya agar kelembapan tanaman tetap terjaga. 1. Keunggulan lain dari gel yaitu tetap cantik meskipun bersanding dengan media lain. kelembapan. Proses pelapukan tersebut diakibatkan o/eh berbagai hal. pasir (berukuran 50 /-1. Dengan demikian. biologi-mekanik. misalnya tanah dan pasir. Beberapa media anorganik yang sering dijadikan sebagai media tanam yaitu gel.2 mm).2011) B. hal tersebut akan menciptakan keindahan dan keasrian tanaman hias yang diletakkan di ruang tamu atau ruang kerja. bahan anorganik juga bisa berasal dari bahanbahan sintetis atau kimia yang dibuat di pabrik. tanah liat. dan aerasi yang ekstrim. dan kimiawi. spons. kerikil. seperti adenium atau tanaman hias bonsai.tl'rjadi perubahan suhu. Penggunaan media jenis ini sangat praktis dan efisien karena tidak perlu repot-repot untuk mengganti dengan yang baru. Namun. Humus Juga memiliki tingkat porousitas yang rendah sehingga akar tanaman tidak mampu menyerap air. . tetapi lebih dikarenakan pertumbuhan akar tanaman yang mengeras sehingga bisa membuat vas pecah. (Anonymous. Hal itu bukan dikarenakan ketidakmampuan gel dalam memasok kebutuhan air. Gel Gel atau hidrogel adalah kristal-kristal polimer yang sering digunakan sebagai media tanam bagi tanaman hidroponik. dan tanah liat (berukuran kurang dari 2ju. mineral yang berasal dari pelapukan batuan induk dapat digolongkan menjadi 4 bentuk. sebaiknya penggunaan humus sebagai media tanam perlu ditambahkan media lain yang memiliki porousitas tinggi. menyiram. atau memupuk. Sebagian besar nursery lebih memilih gel sebagai pengganti tanah untuk pengangkutan tanaman dalam jarak jauh. vermikulit. gel tidak eaeak untuk tanaman hias berakar keras. misalnya philodendron dan anthurium.

Pasir malang dan pasir bangunan merupakan Jenis pasir yang sering digunakan sebagai media tanam.enyebabkan tanaman menjadi merana. Hanya saja. Penggunaan pasir seoagai media tanam sering dikombinasikan dengan campuran bahan anorganik lain. Sifatnya yang cepat kering akan memudahkan proses pengangkatan bibit tanaman yang dianggap sudah cukup umur untuk dipindahkan ke media lain. Sejauh ini. pasir dianggap memadai dan sesuai jika digunakan sebagai media untuk penyemaian benih. Kerikil Pada dasarnya. Dengan demikian. 3. Kohesi dan konsistensi (ketahanan terhadap proses :o::misahan) pasir sangat kecil sehingga mudah terkikis oleh air atau ~'lgin. kerikil memiliki kemampuan mengikat air yang relatif rendah sehingga mudah basah dan cepat kering jika penyiraman tidak dilakukan secara rutin. keunggulan media tanam pasir adalah kemudahan dalam penggunaan dan dapat meningkatkan sistem aerasi serta drainase media tanam. Kerikil sering digunakan sebagai media untuk budi daya tanaman secara hidroponik. Selain itu. pertumbuhan bibit tanaman. Pasir pantai atau semua pasir yang berasal dari daerah yang bersersalinitas tinggi merupakan jenis pasir yang harus dihindari untuk :gunakan sebagai media tanam. Selain itu. kendati pasir tersebut sudah dicuci :erlebih dahulu. 2. penggunaaan kerikil sebagai media tanam memang :idakjauh berbeda dengan pasir. Gel yang berwarna-warni dapat memberi kesan hidup pada taman miniatur tersebut.Di Jepang gel digunakan sebagai komponen terarium bersama dengan pasir. atau bahan organik yang disesuaikan dengan jenis tanaman. kerikil memiliki pori-pori makro lebih banyak daripada pasir. dan perakaran setek batang tanaman. Pasir Pasir sering digunakan sebagai media tanam alternatif untuk menggantikan fungsi tanah. Sementara bobot pasir yang cukup berat akan mempermudah tegaknya setek batang. Hal tersebut yang menyebabkan pasir jarang digunakan sebagai media tanam secara tunggal. Kadar garam yang tinggi pada media tanam dapat . Oleh karena memiliki pori-pori berukuran besar (pori-pori makro) maka pasir menjadi mudah basah dan cepat kering oleh proses penguapan. juga memperlihatkan gejala terbakar yang selanjutnya mengakibatkan kematian jaringan (nekrosis). media pasir lebih membutuhkan pengairan dan ::emupukan yang lebih intensif. organ-organ tanaman. Namun. seperti kerikil. seperti akar dan daun. Penggunaan media ini akan membantu peredaran larutan unsur hara dan udara serta pada prinsipnya tidak menekan pertumbuhan akar. . batu-batuan.

media jenis ini tidak membutuhkan pemberat karena setelah direndam atau disiram air akan menjadi berat dengan sendirinya sehingga dapat menegakkan tanaman. pecahan batu bata cocok digunakan sebagai media tanam di dasar pot karena memiliki kemampuan drainase dan aerasi yang baik. Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan media tanam ini adalah kondisinya yang miskin hara. Selain itu. Kelebihan lain dari media tanam spans adalah tingginya daya serap terhadap air dan unsur hara esensial yang biasanya diberikan dalam bentuk larutan. media jenis ini juga berfungsi untuk melekatkan akar. Pecahan batu bata Pecahan batu bata juga dapat dijadikan alternatif sebagai media tanam. Walaupun miskin unsur hara. ukuran batu-bata yang akan digunakan sebagai media tanam dibuat keeil. seperti kerikil. Sifat kerikil sintesis cenderung menyerupai batu apung. Selain itu. sebaiknya segera diganti dengan yang baru. yakni memiliki rongga-rongga udara sehingga memiliki bobot yang ringan. ukuran yang semakin keeil juga akan membuat sirkulasi udara dan kelembapan di sekitar akar tanaman berlangsung lebih baik. kemampuan daya serap batu bata terhadap air maupun unsur hara akan semakin balk. Dilihat dari sifatnya. Dengan demikian. Walaupun ringan. dengan ukuran sekitar 2-3 em. Seperti halnya bahan anorganik lainnya. saat ini banyak dijumpai kerikil sintesis. Spons (floralfoam) Para hobiis yang berkecimpung dalam budi daya tanaman hias sudah sering memanfaatkan spans sebagai media tanam anorganik. 4. Tanaman yang sering menggunakan pecahan batu bata sebagai media dasar pot adalah anggrek. Namun. spans sangat ringan sehingga mudah dipindah-pindahkan dan ditempatkan di mana saja. Oleh karena itu. Kelebihan kerikil sintesis dibandingkan dengan kerikil biasa adalah kemampuannya yang cukup baik dalam menyerap air. penggunaan media ini perlu ditambahkan dengan pupuk kandang yang komposisi haranya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. jika spans sudah terlihat tidak layak pakai (mudah hancur ketika dipegang). penggunaannya tidak tahan lama karena bahannya mudah hancur. kebersihan dan kesterilan pecahan batu bata yang belum tentu terjamin. Berdasarkan kelebihan dan . Semakin keeil ukurannya. sistem drainase yang dihasilkan juga baik sehingga tetap dapat mempertahankan kelembapan dan sirkulasi udara dalam media tanam.Seiring kemajuan teknologi. Selain itu. Sebaiknya. 5. Oleh karena itu. media pecahan batu bata tidak mudah melapuk.

vermikulit dapat menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya absorpsi air sehingga bisa dengan mudah diserap oleh akar tanaman.kekurangannya tersebut. dan bonsai. Vermikulit dapat menurunkan berat jenis. Penggunaan vermikulit dan perlit sebagai media tanam sebaiknya dikombinasikan dengan bahan organik untuk mengoptimalkan tanaman dalam menyerap unsur-unsur hara. Pori-pori mikro adalah pori-pori halus yang berisi air kapiler atau udara. perlit merupakan produk mineral berbobot ringan serta memiliki kapasitas tukar kation dan daya serap air yang rendah. Jika digunakan sebagai campuran media tanam. dan meningkatkan daya serap air jika digunakan sebagai campuran media tanaman. Berbeda dengan vermikulit. Sebagai campuran media tanam. yakni menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya serap air. eangkok. Sementara pori-pori makro adalah pori-pori kasar yang berisi udara atau air gravitasi yang mudah hilang. Penggunaan tanah liat yang dikombinasikan dengan bahan-bahan lain seperti pasir dan humus sangat cocok dijadikan sebagai media penyemaian. 7. Mulanya. fungsi perlit sama dengan Vermikulit. spans sering digunakan sebagai media tanam untuk tanaman hias bunga potong (cutting flower) yang penggunaannya eenderung hanya sementara waktu saja. Ruang dari setiap pori-pori mikro berukuran sangat sempit sehingga menyebabkan sirkulasi air atau udara menjadi lamban. Pada dasarnya. Vermikulit dan perlit Vermikulit adalah media anorganik steril yang dihasilkan dari pemananasan kepingan-kepingan mika serta mengandung potasium dan H'. tanah liat bersifat miskin unsur hara sehingga perlu dikombinasikan dengan bahan-bahan lain yang kaya akan unsur hara. 8. styrofoam . Karakteristik dari tanah liat adalah memiliki poripori berukuran keeil (pori-pori mikro) yang lebih banyak daripada pori-pori yang berukuran besar (poripori makro) sehingga memiliki kemampuan mengikat air yang eukup kuat. Tanah liat Tanah liat merupakan jenis tanah yang bertekstur paling halus dan lengket atau berlumpur. terutama dalam keadaan padat dan pada saat basah. Gabus (styrofoam) Styrofoam merupakan bahan anorganik yang terbuat dari kopolimer styren yang dapat dijadikan sebagai alternatif media tanam. 6.lum. Berdasarkan sifatnya. vermikulit merupakan media tanam yang memiliki kemampuan kapasitas tukar kation yang tinggi.

bisa dilakukan dengan memasukkan pupuk kandang ke dalam ramuan media tanam atau dengan menambahkan pupuk kimia yang umumnya berbentuk butiran. sehingga mampu menggalirkan kelebihan air yang tidak di butuhkan. Hal ini di butuhkan untuk mencegah media tanam menjadi becek dan lembab secara berlebihan. virus. Bersifat steril. maka harus di pilih media tanam yang tidak mudah lapuk dan biasa bertahan dalam jangka waktu lama. . udara. Cara memilih media tanam yang ideal 1. media tanam sering dijadikan sarang oleh semut. Bersifat porous. Namun. Styrofoam yang digunakan berbentuk kubus jengan ukuran (1 x 1 x 1) cm. Mampu menompang tanaman secara kokoh. 2. Peranan dan pengaruh dari faktorfaktor tersebut terhadap media tanam dan tanaman berbeda-beda. Untuk memenuhi syarat ini. 3. jamur. cahaya. Untuk memenuhi syarat ini. lalu membungkusnya ke dalam wadah plastik yang tetutup rapat. baik itu unsur hara makro maupun mikro. kelembapan. Untuk itu harus di pilih media tanam yang tidak bersifat padat dan mampu menciptakan rongga di dalam wadah media tanam. Jntuk keperluan ini. Proses aklimatisasi tersebut hanya bersifat sementara. sehingga kebutuhan tanaman akan zat-zat makanan selalu terpenuhi. dan pH. sehingga tanaman mampu berdiri tegak dan tidak mudah goyah. Cara ini efektif apabila media tanam yang di pakai sedikit. dan mikroorganisme lainnya. berukuran sebesar biji kedelai. bebas dari serangan serangga. Sekarang. F. Mampu menyediakan unsur hara yang di butuhkan tanaman. sehinnga proses drainase dan aerasi berjalan dengan baik. unsur hara. yang berakibat pada resiko kebusukan atau serangan jamur pada tanaman.2011) E. beberapa nursery menggunakan styrofoam sebagai campuran media tanam untuk meningkatkan porousitas media tanam. 4. (Anonymous. Apabila media tanam yang di gunakan dalam jumlah banyak maka media tanam bisa di jemur di bawah terik sinar matahari selama kurang lebih 2 hari. Penambahan styrofoam ke dalam media tanam membuatnya mennjadi riangan. Faktor Pendukung Berfungsinya Media Tanam Kualitas media tanam di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : air. styrofoam yang digunakan dalam bentuk yang sudah dihancurkan sehingga menjadi bola-bola kecil. Hal yang biasa dilakukan dalam mensterilisasi media tanam adalah dengan mengukus media tanam.hanya digunakan sebagai media aklimatisasi (penyesuaian diri) bagi tanaman sebelum ditanam di lahan. suhu.

Artinya jika media tanam banyak mengandung air maka kandungan udaranya sedikit. tergantung pada jenis tanaman dan habitat asal tanaman. Kisaran suhu optimal tersebut bebrbeda pada setiap tanaman. Unsur Hara Selain air. Suhu berkorelasi positif dengan sinar matahari. media tanam harus juga mampu menyediakan pasokan makanan bagi tanaman yang lebih di kenal dengan unsur hara. Untuk menunjang tanaman yang optimal maka kandungan air dalam media tanam juga harus tersedia bagi tanaman secara optimal. Sebaliknya kelembaban yang rendah akan akan menyebabkan media tanam menjadi kering. Rata-rata kelembaban optimal yang sesuai bagi tanaman sekitar 40% 4. Tinggi rendahnya suhu di sekitar tanaman sangat ditentukan oleh sinar matahari. Unsur hara merupakan faktor yang mutlak di butuhkan oleh tanaman untuk melengkapi daut hidupnya. Air dan Udara Keberadaan air dan udara di dalam tanam sangat diperlukan oleh tanaman. mulai dari vase vegetatif sampai generatif. Namun. Cahaya . tingkat kelembaban yang dibutuhkan tiap tanaman akan berbedabeda. 3. Oleh karena itu. Selain itu. suhu juga dipengaruhi oleh kerapatan tanaman dan distribusi cahaya dalam tajuk tanaman. Dengan demikian perlu adanya upaya untuk mencegah kekuranggan atau kelebihan air dalam media tanam. 2. Suhu Suhu merupakan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kisaran suhu yang optimal untuk pertumbuhan sebagian besar tanaman yaitu 535ºC. Kelembaban disekitar media tanam yang tinggi akan memicu pertumbuhan jamur. keberadaan air dalam media tanam belum tentu menjamin pertumbuhan tanaman menjadi baik.1. karenanya disebut sebagai unsur hara esensial. Kelembaban Media tanam yang baik adalah media yang mampu mempertahankan kelembaban disekitar tanaman secara optimal. tergantung pada jenis tanamannya 5. Unsur-unsur tersebut menjadi bagian dari pertumbuhan tanaman yang penting. keberadaan dua komponen tersebut dalam media tanam hanya bersifat komplemen. Semantara jika tanah menjadi kering maka hampir semua pori-pori tanah di tempati ole udara. Jumlah air pada media tanam sebaiknya dalam keadaan seimbang.

6. terutama peoses fotosintesis. Suatu zat atau larutan bersifat basa bila pH-nya diatas 7 dan bersifat asam bial pH-nya dibawah 7. unsur – unsur hara yang mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal pada kisaran pH 5. Besar kecilnya pH akan mempengaruhi ketersediaan unsur – unsur hara yang dibutuhkan tanaman. tanaman dibedakan menjadi 3 jenis. cahya juga menjadi faktor yang esensial bagi pertumbuhan dan perkemmbangan tanaman. (Anonymous . dan tanaman yang menyukai sedikit cahaya. Intensitas cahaya yang diterima harus merata keseluruh bagian tanaman agar haasil akhir yang diperoleh dari proses fotosintesis bisa maksimal.5-7. Kebutuhan intensitas cahaya bergantung pada jenis tanamannya. yakni tanaman yang menyukai cahaya penuh.Seperti halnya suhu.2011) . pH dikatakan normal atau netral bila memiliki nilai 7 dengan tingkat keasaman tertinggi 0 dan kebasaan tertinggi 14. dan transpirasi. pH merupakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki suatu zat atau larutan sebagai akibat dari aktifitas ion hidrogen. Berdasarkan kebutuhan akan cahaya. pH (derajat keasaman) faktor penting lainya yang harus di perhatikan dari media tanam adalah derajat keasaman (pH). cahaya berperan penting dalam beberapa proses fisiologi tanaman. respirasi. tanaman yang menyukai cahaya sedang. Secara langsung. Sebagian besar.

pH(drajat keasaman) . Media tanam dapat diartikan sebagai wadah atau tempat tinggal tanaman. Pada dasarnya tanaman tumbuh di media tanah akan tetapi tanaman juga bisa tumbuh di media lain seperti: Gel. Faktor yang mendukung berfugsinya media tanam diantaranya. Pecahan batu kerikil dll. cahaya. unsur hara. Pasir.BAB IV PENUTUP Kesimpulan 1. Kerikil. 3. kelembaban. Sebagai tempat tinggal yang baik. air dan udara. media tanam harus dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman 2.

DAFTAR PUSTAKA Anonymous a 2011.com/panduan-dan-tip-rubrik35/259. diakses pada tanggal 7 maret 2011 .scribd.kebonkembang.http://www.http://www. diakses pada tanggal 7 maret 2011 Anonymous b 2011.html sriwuryaningsih.com/doc/47167362/Media-Tanam.