ISTEM BAHAN BAKAR BENSIN Fungsi Untuk mensuplai campuran bensin dan udara yang tepat ke ruang bakar

sesuai dengan kondisi kerja mesin, yang meliputi beban, putaran dan temperatur mesin. Komponen 1. Tangki bensin (Fuel Tank) Berfungsi untuk menampung bensin dalam kendaraan. 2. Saluran bensin (Fuel line) Berfungsi sebagai saluran untuk mengalirkan bensin dari tangki ke karburator. Selain itu terdapat pula saluran balik (fuel return line) yang mengalirkan sisa bensin dari karburator ke tangki bensin 3. Saringan bensin (Fuel filter) Berfungsi untuk menyaring kotoran dan air yang terdapat dalam bensin. 4. Pompa Bensin (Fuel Pump) Berfungsi untuk mengalirkan bensin dari tangki bensin ke karburator Ada dua tipe pompa bensin, yaitu tipe mekanik dan elektrik Syarat Pembakaran Yang Sempurna: 1. Tekanan Kompresi yang cukup 2. Percikan bunga api yang kuat 3. Campuran udara dan bahan bakar yang tepat Teori Perbandingan Udara dan bahan bakar Untuk dapat menghasilkan pembakaran yang sempurna, perbandingan bensin dan udara yang ideal adalah 1:14,7 yaitu satu bagian bensin dicampur 14,7 bagian udara. Namun, karena mesin bekerja dalam kondisi yang berbeda, maka diperlukan campuran yang

berbeda pula pada setiap kondisi. Karburator Berfungsi untuk mencampur bensin dan udara dalam bentuk kabut dan dalam jumlah yang tepat sesuai dengan kebutuhan mesin. Sistem-Sistem yang ada di Karburator: 1. Sistem Pelampung (Float System) Berfungsi untuk menjaga agar permukaan bahan bakar dalam ruang pelampung selalu konstan (tetap) 2. Sistem stasioner dan kecepatan rendah (Stationary and low speed system) Berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar yang tepat pada saat throttle valve terbuka sedikit yaitu ketika mesin berputar stasioner dan rendah Fuel Cut Solenoid Berfungsi untuk mencegah terjadinya dieseling, yaitu terbakarnya bahan bakar bukan oleh busi namun karena panasnya ruang bakar pada saat kunci kontak Off Idle Mixture Adjusting Screw (IMAS) Berfungsi untuk mengatur perbandingan jumlah udara dan bensin pada saat mesin berputar stationer 3. Sistem kecepatan tinggi primer (Primary High Speed System) Berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakar yang tepat ketika throttle valve primer sudah terbuka lebar 4. Sistem kecepatan tinggi sekunder (Secondary High Speed System) Berfungsi untuk mensuplai bahan bakar pada saat mesin membutuhkan tenaga yang besar dan kecepatan tinggi

Hot Idle Compensator Berfungsi mencegah campuran bahan bakar terlalu gemuk pada saat mesin berputar lambat dan temperatur di sekeliling mesin sedang panas. Sistem Percepatan (Acceleration System) Berfungsi untuk menyuplai campuran bahan bakar pada saat throttle valve terbuka secara tibatiba 7. Mekanisme Fast Idle Berfungsi untuk menaikkan putaran idle pada saat mesin masih dingin dan katup cuk tertutup agar mesin cepat mencapai suhu kerja 9. Sistem Cuk (Choke System) Berfungsi untuk memudahkan mesin hidup saat pagi hari dengan cara memperkaya campuran bahan bakar Ada dua tipe sistem cuk. Deceleration fuel cut off system Menutup aliran bahan bakar dari slow port pada saat deselerasi agar emisi gas buang dapat dikurangi. Sistem Tenaga (Power System) Berfungsi untuk menyuplai campuran bahan bakar ketika mesin bekerja pada beban berat 6. dengan cara memasukkan udara segar langsung ke intake manifold 10. Dashpot Berfungsi untuk memperlambat penutupan throttle valve pada saat deselerasi (penurunan kecepatan putaran mesin) sehingga dapat mengurangi emisi gas buang 11. yaitu manual dan otomatis 8.5. .

Hal ini dikarenakan bensin dan minyak solar merupakan bahan bakar yang efektif dalam penggunaannya. peran karburator yang terdapat pada sistem bahan bakar konvensional diganti oleh injektor yang proses kerjanya dikontrol oleh unit pengontrol elektronik atau dikenal ECU (electronic control unit) atau kadangkala ECM (electronic/engine control module).SISTEM BAHAN BAKAR KONVENSIONAL PENDAHULUAN 1. Sistem Bahan Bakar Secara umum sistem bahan bakar pada sepeda motor berfungsi untuk menyediakan bahan bakar. kemudian menyalurkan campuran tersebut ke dalam silinder dalam jumlah volume yang tepat sesuai kebutuhan putaran mesin. yaitu nilai kalor (calorific value) yang merupakan sejumlah energi panas yang bisa digunakan untuk menghasilkan kerja/usaha dan volatility yang mengukur seberapa mudah bensin akan menguap pada suhu rendah. padahal volatility yang rendah dapat menyebabkan bensin susah terbakar. Pada sistem ini tidak diperlukan pompa bahan bakar dan penempatan tangki bahan bakar biasanya lebih tinggi dari karburator. Dua hal tadi perlu dipertimbangkan karena semakin naik nilai kalor. yaitu sistem penyaluran bahan bakar dengan sendirinya (karena berat gravitasi) dan sistem penyaluran bahan bakar dengan tekanan. Bahan bakar yang umum digunakan pada sepeda mesin adalah bensin. kayu ►Bahan bakar cair : bensin. minyak solar. Bahan Bakar Jenis bahan bakar menurut bentuknya dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu : ►Bahan bakar padat : batu bara. umumnya mempergunakan bahan bakar cair yaitu bensin atau minyak solar. karena mempunyai beberapa kelebihan antara lain : ►Relatif ringan ►Effisien untuk menghasilkan panas ►Sisa pembakaran sedikit dan tidak merusak mesin ►Cara penyimpanannya mudah (susai kondisi tempat) Bahan bakar bensin merupakan persenyawaan Hidro-karbon yang diolah dari minyak bumi. melakukan proses pencampuran bahan bakar dan udara dengan perbandingan yang tepat. minyak tanah ►Bahan bakar gas : elpiji Pada kendaraan – kendaraan yang sering dilihat di jalan. Sistem penyaluran bahan bakar dengan sendiri diterapkan pada sepeda motor yang masih menggunakan karburator (sistem bahan bakar konvensional). Untuk mesin bensin dipakai bensin dan untuk mesin diesel disebut minyak diesel. SISTEM BAHAN BAKAR KONVENSIONAL (KARBURATOR) . Premium adalah bensin dengan mutu yang diperbaiki. Unsur utama bensin adalah carbon (C) dan hydrogen (H). Pemilihan bensin sebagai bahan bakar berdasarkan pertimbangan dua kualitas. Dalam sistem ini. Bensin terdiri dari octane (C8H18) dan nepthane (C7H16). volatility-nya akan turun. 2. arang. Sedangkan sistem penyaluran bahan bakar dengan tekanan terdapat pada sepeda motor yang menggunakan sistem bahan bakar injeksi atau EFI (electronic fuel injection). Cara untuk melakukan penyaluran bahan bakarnya dapat dibedakan menjadi dua.

Pada tangki bensin dilengkapi dengan pengukur tinggi bensin. Karburator a. Saringan bensin. suatu kondisi vacum (tekanan dibawah atmosfir) terjadi di (b). maka semakin cepat aliran udara (a) mengakibatkan semakin besar vacum yang terjadi pada (b). Sebagai akibat dari derasnya tiupan angin di (a). Prinsip kerja karburator Karburator memproses bahan bakar cair menjadi partikel kecil dan dicampur dengan udara sehingga memudahkan penguapan.1. untuk tipe ini pada karburator dilengkapi kran bensin . dan semakin banyak gasoline yang disemprotkan / disemburkan . Apabila keran bensin dibuka maka secara alamiah bensin akan mengalir menuju ke karburator. 2. Perbedaan tekanan antara vacum dan atmosfir udara di (c) mengakibatkan semburan terjadi pada gasoline (b). Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor Sistem bahan bakar sepeda motor pada umumnya terdiri dari beberapa komponen antara lain yaitu : Tangki bensin . Komponenkomponen sistem bahan bakar dapat dilihat seperti gambar dibawah ini. selang bensin dan karburator. Berdasarkan proses ini. Agar bensin yang masuk ke karburator bersih dari kotoran terlebih dahulu disaring oleh saringan bensin. Pada gambar dibawah ini diterangkan prinsip dari penyemburan. Prosesnya serupa dengan penyemburan ( spray).

Partikel bahan bakar yang terbentuk pada proses ini mengalir melalui pipa pemasukan (intake pipe) dan sebelum sampai ke silinder telah berubah menjadi uap dan secara sempurna membentuk campuran bahan bakar dan udara. terpancar membentuk partikel–partikel kecil dan disemburkan. Biasanya. Pada dasarnya karburator digunakan untuk membedakan langkah ini dalam beberapa tingkatan dalam mekanisme yang komplek. saat proses peralihan dari cairan bahan bakar menjadi partikel . Pada bagian dari aliran ini. ► Merubah bensin menjadi partikel-partikel bercampur dengan udara sehingga mudah disemburkan atau dikabutkan. tekanan didalam silinder lebih rendah dari atmosfir. ► Menciptakan campuran udara dan bahan bakar sedemikian rupa tepat sesuai kecepatan mesin. Bahan bakar dan udara dibutuhkan motor bensin untuk berjalan. Pada titik tersebut dipasang saluran dimana bahan bakar disemprotkan. ada bagian yang menyempit yang disebut dengan Venturi. Dengan adanya venturi tersebut maka aliran menjadi lebih deras dan menciptakan Kevacuman pada bagian venturi tersebut. Bahan bakar berupa bensin dicampur dengan udara oleh karburator supaya mudah terbakar dan di alirkan keruang bakar. 3. Bahan bakar masuk. Campuran Bahan Bakar dan Udara Saat langkah isap pada mesin. Aturan Kerja Karburator. karburator bekerja sesuai aturan sebagai Berikut : ► Volume campuran udara dan bahan bakar sesuai kebutuhan mesin.b. Dengan kata lain. maka aliran udara tercipta yang mengalir melalui karburator kedalam saluran pemasukan kesilinder.

ternyata bahwa pembakaran terjadi banyak sekali. Konsekuensinya. dengan aliran udara mencapai kecepatan maksimum.( disemburkan ) katup gas terbuka secara penuh dan putaran mesin pada putaran tinggi. maka pada saat ini merupakan titik optimum kerja proses penyemburan. aliran angin juga turun maka tidak seluruh bahan bakar berubah menjadi partikel dan partikel-partikel bahan bakar yang besar tertinggal. 4. beberapa kali pembakaran terjadi saat mesin berputar pada kecepatan rendah adalah sedikit dan bila putaran mesin tinggi maka akan banyak. kecepatan mesin akan naik dan turun dan kemampuan akan naik atau turun. Ketika katup gas tertutup berarti kecepatan mesin perlahan. Bila ditentukan sejumlah campuran udara dan bahan bakar dibutuhkan untuk terjadinya pembakaran suatu saat. dengan meningkatkan atau menurunkan jumlah campuran bahan bakar yang disalurkan oleh karburator ke mesin. tidak tersemburkan. dengan demikian pada putaran rendah konsentrasi perbandingan udara dan bahan bakar menjadi jenuh. Dalam kenyataannya. bila tuas gas diputar dan kabel ditarik sejauh gerakan kabel tersebut. berindikasi bahwa volume campuran udara dan bahan bakar juga tinggi. Menentukan Jumlah Campuran Udara dan Bahan Bakar Diantara periode waktu tertentu. .

Campuran bahan bakar dan udara yang dapat terbakar bagaimanapun juga terbatas pada jangkauan tertentu. . Sebaiknya dengan menutup tuas gas. 5.Kebanyakan udara pada karburator memungkinkan lebih banyak campuran bahan bakar dan udara mengalir masuk dan meningkatkan cepat putaran mesin. Perbandingan Campuran Udara dan Bensin Campuran bahan bakar dan udara yang dimasukan dari karburator ke silinder dimampatkan dan dinyalakan oleh busi sehingga terbakar. tertutup juga katup gas dan menurunkan laju putaran mesin. bila batasan dilampaui campuran tersebut tidak akan terbakar.

Suatu perbandingan campuran udara dan bahan bakar 15 : 1 berarti bahwa 1 gram bahan bakar dicampur dengan 15 gram udara. b) Batasan dimana pembakaran terjadi .Dengan kata lain bila terlalu banyak udara dalam campuran atau tidak cukup udara. campuran tidak akan terbakar. ia berubah menjadi gas karbon dioksid dan air. a) Perbandingan campuran secara teori Saat bahan bakar dibakar seluruhnya. Bila campuran bahan bakar dan udara pada kondisi itu dihitung dalam visi teori terdapat 1 gram bahan bakar untuk 15 gram dan proporsi ini 15 : 1 ini disebut perbandingan teori campuran. Dalam banyak masalah proporsi antara udara terhadap bahan bakar yang dinyatakan dalam perbandingan berat.

tapi karburator yang dipergunakan saat ini dikatakan mempunyai ketangguhan yang sama. jumlah tabung (pipa saluran udara) dan cara berfungsinya. Biasanya karburator dengan mudah dapat dibedakan sesuai dengan jenisnya. Jenis-jenis Karburator Pada dasarnya karburator dibedakan oleh arah jalannya udara yang dimasukkan. Ada dua tipe. 6.c) Perbandingan campuran saat pengendapan ►Saat mesin di start ( dingin ) 2-3 : 1 (choke dipergunakan) ►Hangat 7 – 8 : 1 ►Pada putaran stasioner ( idling ) 8 – 12 : 1 ►Berjalan normal dengan beban ringan 15 – 17 : 1 ►Beban berat 11 – 13 :1 ►Saat percepatan ( tarikan ) : berfariasi tergantung dari cara percepatan. pertama terpasang secara horisontal (horizontal draft) dan tipe lainya adalah terpasang secara menurun (down draft). . Sebab setiap pembuatan mempergunakan konstruksi yang jelas dan cara kerja. Karburator dapat dibedakan melalui arah aliran udara ketika berfungsi pencampuran bahan bakar dan udara. sehingga sulit dibedakan. tapi pasti tambah jenuh. sistem katup gas. a) Pengelompokan berdasarkan arah aliran Karburator terpasang pada mesin melalui pipa saluran pemasukan (intake pipe) dan menghasilkan campuran bahan bakar dan udara mengalirkannya ke silinder.

Piston valve karburator secara langsung berfungsi merubah diameter ventury. Katup gas dibedakan menjadi dua.Biasanya tipe horisontal dipakai pada sepeda motor. Untuk mobil dibutuhkan semburan dan pemanfaatan grafitasi. yang lain tipe kupukupu (butterfly throttle valve) yang berbentuk piringan yang bergerak membuka dan menutup sebagai penyesuaian banyaknya campuran bahan bakar dan udara. katup gas berupa ventury variabel yang otomatis berubah karena pengaruh dari kondisi volume pada saluran pemasukan. Bagian venturi adalah saluran venturi tetap dengan diameter tidak berubah. Karburator tipe Bs dipergunakan Suzuki adalah karburator dengan katup gas batterfly . b) Pengelompokan Berdasarkan Sistem Katup Gas Karburator dibutuhkan untuk menambah atau mengurangi volume campuran bahan bakar dan udara yang dialirkan ke silinder. Sekarang pemanfaatan type down draft pada sepeda motor mulai populer. pertama adalah katup tipe piston (piston type) dengan posisi tegak lurus. Katup yang mengatur volume campuran tersebut disebut katup gas (throttle valve). Tipe kupukupu dilengkapi venturi yang terpisah dari katup gas. untuk itu type down draft dipergunakan dan ini sangat tinggi efisiensinya. Suzuki mempergunakan VM karburator yang dilengkapi dengan throttle valve.

VM karburator menggunakan katup piston dengan rancangan posisi yang tegak lurus sesuai dengan pergerakannya. Konstruksi Karburator Seperti penjelasan sebelumnya. Dengan derasnya aliran . Pada tipe VM. Di Suzuki. ada beberapa macam karburator. salah satunya dipakai sesuai kegunaan dan baik untuk kandisi musim. c) Pengelompokan berdasarkan jumlah saluran Ada dua macam karburator. menghasilkan volume yang sesuai campuran bahan bakar dan udara dengan kerja kendaraan. Sedangkan karburator tipe BS dengan katup tipe butterfly digunakan pada mesin 4 (empat) langkah. karburator tipe VM dengan katup piston terutama dipakai pada mesin 2 (dua) langkah. yang pertama dengan tabung tunggal pada tubuh (body) karburator tersebut tabung tunggal (single barrel) atau karburator satu tingkat (single stage) dan yang lainnya dengan dua tabung bekerja berbarengan disebut karburator dua tabung satu tingkat 7.dilengkapi variabel venturi. saluran bahan bakar dan udara berubah tergantung sejauh mana katup gas terbuka.

kondisi vakum pada saluran pemasukan berpengaruh pada bagian fuel injection port. jumlah bahan bakar yang lebih banyak dibutuhkan untuk menutupi kebutuhan tersebut. campuran yang konstan dapat diperoleh dan penyalakan mesin dapat dilakukan dengan mudah. mengalir melalui fuel injection port ke mesin dalam bentuk uap / kabut. dengan demikian pengabutan terjadi sangat sedikit. . starter pipe. silinder ke bagian lain hingga terbakar. Sistem choke dilengkapi oleh sebuah starter jet. karena kesulitan pengabutan dilengkapi sistem choke untuk mengatasi situasi tersebut. starter plunger terbuka sepenuhnya dan saat mesin dihidupkan melalui elektrik atau starter kaki. Ketika katup gas tertutup. Jumlah bahan bakar diatur oleh starter jet dan mengalir melalui starter pipe dimana terdapat air blood hole (lubang udara) dan udara awal bercampur dengan bahan bakar mengalir melalui lubang udara tersebut menghasilkan campuran yang jenuh masuk ke ruang plunger (katup choke). membentuk campuran yang lebih optimum untuk menyalakan mesin. Selanjutnya udara kedua bercampur dengan bahan bakar yang berasal dari starter jet. pengabutan pada saluran pemasukan. Sistem Choke Normalnya bahan bakar disemburkan oleh karburator.campuran bahan bakar dan udara tergantung dari sudut yang diciptakan oleh terbukanya katup gas Gambar Konstruksi Karburator Tipe VM 8. konsekuensinya bila menghidupkan mesin pada kondisi mesin dingin. Dengan sistem choke percampuran bahan bakar dan udara diatur oleh jet. starter pluger (katup choke) dan komponen lain yang menunjang fungsi. saat mesin masih dingin.

Dengan catatan saat choke dioperasikan katup gas tidak berfungsi. Panas yang terjadi membuat thermowox mengembang dan . Gambar Saat Sistem Chuke Bekerja Choke biasa berfungsi setelah tuas digerakan untuk menarik dan membuka starter plunger (katup choke) tapi ada satu sistem mekanis yang berfungsi secara otomatis. PTC (Positive Temperature Cocflicient) adalah mekanisme choke tipe pemanas aliran listrik yang dihasilkan oleh putaran magnit dialirkan ke bagian pemanas pada PTC yang terbuat dari keramik. choke otomatis dapat dipakai dibeberapa bentuk kegunaan. Disini kita akan melihat PTC tipe pemanas yang dipakai oleh SUZUKI.

Akibatnya terjadi suatu aliran penyemburan yang bervariasi.mengaktifkan starter plunger. Gambar Sistem Chuke Positive Temperature Cocflicient .

maka pegas berfungsi untuk membuka katup choke (strater plunger).. katup choke terdorong kebawah.Ketika mesin dingin thermowax mengkerut sebagai respon dari naik/turunnya temperatur. . Proses ini digunakan untuk mengatur berapa derajat besarnya yang mengakibatkan saluran choke terbuka. PTC terus menghasilkan panas. PTC berfungsi. magnit berfungsi sebagai pembangkit listrik. .Mesin hidup.

maka akan menghasilkan campuran udara dan bahan bakar yang optimum sesuai kondisi kerja mesin . penggunaan satu atau dua lainnya tergantung pada karakter mesin. menghasilkan campuiran yang jenuh disemburkan melalui pilot dengan out let. menggunakan satu atau dua lubang. bahan bakar ditakar oleh pilot jet dan diatur oleh pilot air srew dan dicampur dengan udara. katup gas terbuka sedikit maka celah antara jet needle (jarum) dan needle jet (saluran) kecil. saluran choke tertutup sepenuhnya. kemudian dialirkan kesilinder. Kemudian dicampur dengan sedikit udara dari saluran utama. 9. Juga karena putaran rendah.thermowax mengembang sepenuhnya starter plunger tertekan kebawah. Ada dua macam pilot sistem. vacum yang terjadi sangat lemah/terbatas sehingga tidak terjadi aliran pada celah tersebut. Yang membedakan antara keduanya adalah satu atau dua saluran masuk (injection port) . Jenuh atau kurusnya campuran yang dialirkan ke mesin tergantung dan banyaknya putaran . Kerja Karburator Putaran Langsam Dari putaran langsam kekecepatan rendah. a) Tipe Lubang Tunggal Dari mesin hidup sampai kendaraan jalan perlahan. Pilot out let dengan satu saluran injection terletak dimanan saluran bypass berada sebagai lubang / saluran kedua ( two-hole-type ). Pada saat ini aliran bahan bakar dilakukan oleh pilot sistem. Sebagian besar yang menggunakan tipe single hole adalah karburator yang berdiameter terkecil.

Pada bagian bypass udara dan bahan bakar dicampur untuk menguruskan campuran. Pada saat yang sama campuran juga terjadi dan dialirkan melalui pilot outet let.pada pilot air screw pada karburator. Pada gambar (2) katup katup gas terbuka lebar. campuran yang dialirkan hanya melalui pilot out let menjadi kurang memadai. udara yang diatur yang diatur 0leh pilot air srew bercampur dengan bahan bakar yang diatur oleh pilot jet. Gambar Karburator Pilot Sistem Tipe Lubang Tunggal b) Tipe dua lubang Saluran pilot out let terletak lebih kearah mesin dari pada katup gas bypass terletak pilot out let Hampir ditengah antara dan needle jet seperti terlihat pada gambar (1) saat mesin berputar stasioner katup gas terbuka sangat sedikit. dan tambahan kebutuhan bahan bakar dapat .

dialirkan. .

Kerja Karburator Putaran Cepat Sistem utama mengalirkan bahan bakar pada kecepatan menengah sampai tinggi. aliran udara melalui venturi makin cepat dan bahan bakar terhisap melalui jet needle. Main system ada dua cara : pertama bleed type dan yang lain premary type. Saat katup gas tebuka lebih lebar. Tipe VM karburator dilengkapi dengan pilot system dan main system yang berdiri sendiri-sendiri. a) Bleed Type Sebuah saluran udara ditempatkan ditengah diantara needle jet dan udara dialirkan .Gambar Karburator Pilot Sistem Tipe Dua Lubang 10.

Gambar Bleed Type b) Primary Type Tidak terdapat lubang saluran udara pada needle jet.melalui air jet bleed hole. Udara dari primary air diatur oleh celah yang terbentuk antara jet needle dan needle jet premary choke dirancang untuk . memenuhi kebutuhan saat kecepatan menengah sampai tinggi.

sehingga aliran udara menjadi lebih cepat. Akan tetapi karena bahan bakar lebih berat dibanding udar. Sistem Percepatan Pada waktu mesin mengalami percepatan (mesin di gas dengan tiba-tiba). maka pada waktu percepatan. Dengan demikian jumlah bahan bakar yang keluar melalui pengabut utama (main jet) akan lebih banyak. Salah satu bentuk mekanisme sistem percepatan pada karburator sepeda motor adalah seperti terlihat pada gambar di bawah. Untuk lebih jelasnya cara kerjanya adalah sebagai berikut: Pada saat handle gas di putar dengan tiba-tiba. maka bahan bakar akan datang terlambat masuk ke intake manifold. karburator dilengkapi dengan “pompa percepatan”. throttle valve (untuk karburator tipe venturi tetap maupun tipe CV) atau throttle piston atau skep (untuk karburator tipe variable venturi) akan membuka secar tiba-tiba pula. Pergerakan throttle lever tadi akan mendorong pump rod (batang pendorong) .menghindarkan keluarnya bahan bakar keluar saat terjadi semburan pada mesin. Mekanis pompa ini dihubungkan dengan pedal gas (throttle) sehingga jika throttel dibuka dengan tiba-tiba maka plunyer pompa menekan bahan bakar yang dibawahnya. throttle lever (tuas gas) akan berputar ke arah kiri (lihat tanda panah). Untuk mendapatkan campuran yang gemuk. Akibatnya campuran tiba-tiba menjadi kurus sedangkan mesin berputar dengan tambahan beban untuk keperluan percepatan tersebut. Gambar Primary Type 11.

pump lever akan kembali ke posisi semula dengan adanya dorongan pegas di atas diapragma. Gambar Konstruksi Sistem Percepatan 12. Selanjutnya bahan bakar tersebut akan bercampur dengan udara pada venturi.ke arah bawah.Yang Terjadi Sesuai Posisi Katup Gas a) Lebar terbukanya katup gas (⅛ – ¼) . Demikian beberapa sistem dengan car kerja yang umumnya dipakai pada karburator. membuat bahan bakar kembali masuk ke pump chamber dan sistem percepatan siap untuk dipakai kembali. Dengan membukanya katup masuk tersebut. maka pada saat diapragma ke bawah katup masuk terbuka sedangkan katup keluar menutup. Jika semua sistem tersebut digabungkan pada sebuah karburator maka jadilah ia sebuah karburator yang kelihatannya sangat kompleks. Karena ujung pump rod dihubungkan ke pump lever (tuas pompa). Akibatnya ruang pompa (pump chamber) di atas diapragma menyempit dan medorong atau menekan sejumlah bahan bakar mengalir melalui check valve ke lubang pengeluaran bahan bakar (discharge hole). maka pump lever akan mengungkit diapragma ke atas melawan tekanan pegas (spring). Pergerakan diapragma ke bawah membuat pump chamber membesar lagi. Setelah melakukan penekanan tersebut. Karena desain/rancangan valve (katup) yang ada di pum chamber dibuat berlawanan arah antara katup masuk dan katup keluar.

. dengan demikian ia naik dan turun sesuai gerakan katup gas. efektifitas cutaway sangat sedikit aliran bahan bakar tergantung dari ukuran main jet dan celah yang terjadi antara jet needle dan needle jet. celah antara jet needle dan needle jet dan faktor kombinasi keseluruhannya. mesin membutuhkan out put yang maksimum.Bahan bakar ditakar oleh main jet dan disalurkan ke dalam melalui celah antara needle jet dan jet needle yang dibentuk bulat. Suatu potongan (cutaway) pada katup gas mengarah pada air cleaner. mengatur kondisi vakum yang berpengaruh pada needle jet dan mengontrol derasnya bahan bakar yang ditarik untuk dikabutkan saat katup gas terbuka pada lebar (⅛ – ¼) jumlah bahan bakar sangat tergantung pada besarnya potongan (derajat) katup gas. begitu juga celah yang terjadi yang berfungsi sebagai saluran bahan bakar. hampir sepenuhnya terbuka. Kebutuhan bahan bakar ditentukan oleh jet needle dan needle jet tapi yang pokok adalah oleh besarnya main jet. c) Terbukanya katup gas ¾ – terbuka penuh Bila katup gasterbuka sejauh ini. Jarum berbentuk meruncing menjadi lebih kurus dibagian ujungnya melekat pada katup gas. Gambar Katup Gas Terbuka ⅛ – ¼ b) Terbukanya katup gas ( ¼ – ¾ ) Pada posisi katup gas seperti ini.

Ketika sejumlah bahan bakar mengalir dan masuk ruang pelampung membuat pelampung ngambang.Posisi katup gas dan sistem yang aktif 13. Gambar Bekerjanya Pelampung Karburator Bila bahan bakar telah mencapai batas tertentu maka proses ini (pelampung naik. maka didalam karburator . jarum terdorong keatas. bahan bakar berhenti dan seterusnya) terjadi selama kendaraan berjalan.Mekanisme pelampung Kerja pelampung adalah mempertahankan tinggi bahan bakar pada ruang pelampung ketika mesin berjalan. Ruang pelampung pada karburator tipe VM terletak tepat dibawah ruang percampuran. mengakibatkan jarum katup pelampung (needle valve) melekat rapat pada posisinya (valve seat) dan menghentikan aliran bahan bakar. dan mengusahakan gangguan sekecil mungkin pada kemampuan kerja mesin saat kendaraan miring atau saat ekselerasi. melalui pergerakan katup jarum. Saat mesin berjalan dan bahan bakar terpakai mengakibatkan terjadinya celah antara ujung katup jarum dengan dudukannya (valve seat) maka bahan bakar dapat mengalir lagi melalui celah tersebut. pelampung dan fungsi bagian lainnya. Untuk mempertahankan tinggi permukaan bahan bakar.

terdapat sistem pelampung yang seperti telihat pada gambar dibawah ini. Yang lain terdiri dari pelampung tunggal yang . kedua pelampung yang berdiri sendirisendiri / terpisah dari pegangannya. Ada dua macam tipe pelampung : Pertama rangkaian dari dua pelampung.

mana pelampungnya terpisah. . sehingga bahan bakar dapat terus mengalir sesuai kebutuhan saat kendaraan berjalan. Ruang pelampung dihubungkan dengan udara luar. katup jarum dilengkapi dengan jarum didalamnya untuk mempertahankan tinggi permukaan bensin agar tetap stabil.

wordpress.http://blkimojokerto.com/2009/07/01/sistem-bahan-bakar-konvensional/ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful