FONOLOGI

Fonologi adalah subdisiplin ilmu linguistik yang mempelajari bunyi bahasa secara umum, baik bunyi bahasa yang memperdulikan arti (fonetik) maupun tidak (fonemik). Setiap penutur mempunyai kesadaran fonologis terhadap bunyi – bunyi dalam bahasanya. Penutur Bahasa Indonesia melafalkan secara tidak sama bunyi [r] dalam kata krupuk dan gratis. [r] pada kata pertama tak bersuara sedangkan pada kata kedua bersuara. Demikian pula halnya dengan dua macam [l] dalam kata bahasa inggris staple dan table ; atau dalam kata bahasa perancis peuple ‘rakyat’ dan lutte ‘perjuangan’. Meskipun demikian, para penutur ketiga bahasa tersebut menyadari bahwa kedua macam bunyi itu mewakili realitas yang sama dan fungsi yang sama pula. Hal ini disebut intuisi fonologis. Intuisi fonologis sudah teridentifikasi sejak dahulu. Robins dalam Suryo Baskoro menggambarkan bahwa pada sebuah teks bahasa islandia abad keduabelas, V panjang dibedakan dengan yang pendek, demikian pula dibedakan antara K panjang dengan K pendek. Kasus ini menunjukan adanya masalah pada penyesuaian sistem ortografi ke dalam sistem fonologi. Keterhubungan antara realitas fonologis dan simbol grafis antara fonem dan grafem membuat ortografi diperlukan dalam penerapan analisis fonologi. A. Sejarah Fonologi dan aliran - alirannya Sejarah fonologi dapat dilacak melalui riwayat pemakaian istilah fonem dari waktu ke waktu. Pada sidang Masyarakat Linguistik Paris, 24 mei 1873, Dufriche Desgenettes mengusulkan nama fonem, sebagai padanan kata Bjm Sprachault. Ferdinand De Saussure dalam bukunya “ Memorie Sur Le Systeme Primitif Des Voyelles Dan Les Langues Indo-Europeennes” ‘memoir tentang sistem awal vokal bahasa – bahasa Indo eropa ‘ yang terbit pada tahun 1878, mendefinisikan fonem sebagai prototip unik dan hipotetik yang berasal dari bermacam bunyi dalam bahasa – bahasa anggotanya. Sejarah fonologi dalam makalah ini akan lebih mengkhususkan membahas mengenai istilah fonem. Gambaran mengenai perkembangan fonologi dari waktu ke waktu dapat dilihat lewat berbagai aliran dalam fonologi. B. Perkembangan Fonologi Tahun 1960-an sampai 1970-an menandai dimulainya kajian – kajian empiris tentang bahasa Indonesia maupun bahasa – bahasa lain. Contoh karya – karya yang muncul antara lain : 1. Artikel tentang fonologi bahasa jawa dan sistem fonem dan ejaan (1960) oleh samsuri. Ciri – ciri penelitian pada saat itu adalah dipengaruhi oleh gerakan deskriptivisme, menganut aliran neo Bloomfieldian dan bersifat behaviouristik, ketat dalam metodologi dan bahasa lisan menjadi objek utama. 2. Lalu pada tahun 1970an masuk konsep fonem dan wawasan tentang unsur suprasegmental oleh amran halim, dan Hans Lapoliwa dengan fonologi generatifnya. Namun, untuk mengetahui perkembangan mutakhir linguistic Indonesia saat ini diperlukan survey lagi yang lebih mendalam.

Terdapat persamaan dan perbedaan antara morfologi dengan leksikologi. serta bersepeda. disamping bidangnya yang utama menyelidiki seluk beluk bentuk kata. dan tentu saja juga tidak trmasuk dalam bidang morfologi. juga bisa dilihat dari sepeda dan bersepeda dengan diberi imbuhan maka kata sepeda dan bersepeda pun menjadi beda. yaitu . misalnya kata masak. klausa. Jos Daniel Perera meberi batasan morfologis (proses). dan morfem lebih khusus. yang berarti sepeda. hanya perlu ditambahkan bahwa yang diselidiki oleh morfologi hanyalah peristiwa – peristiwa umum. misalnya sepeda menjadi bersepeda arti (sanksekerta) hanya untuk kata dasar (sepeda). Jadi arti kata hanya mengartikan kata tesebut. Perbedaan golongan arti kata – kata tidak lain disebabkan oleh perubahan bentuk kata. Dari penelitian ternyata bahwa peristiwa perubahan dari kena menjadi kenan pada kata berkenaan bisa dikatakan hanya terjadi pada kata – kata tersebut. ialah mempelajari perbendaharaan kata dalam suatu bahasa.bagiannya. yaitu Morfemis adalah proses perubahan dari golongan kata yang satu lalu berubah menjadi golongan kata yang lain akan tetapi dengan kata dasar yang sama. mempelajari pemakaian kata serta artinya seperti dipakai oleh masyarakat pemakai bahasa. Tentu saja peristiwa tersebut tak dapat disebut sebagai peristiwa umum.MORFOLOGI 1. karena itu. artinya kegiatan menggunakan sepeda. Etimologi adalah ilmu yang mempelajari seluk – beluk asal sesuatu kata secara khusus. Perbedaannya adalah morfologi mempelajari arti dari imbuhan atau disebut peristiwa gramatik (granatical learning) contoh bersepeda?.Pengertian Morfologi Menurut Ramlan pengertian morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari seluk beluk bentuk kata serta perubahan bentuk kata serta perubahan bentuk kata terhadap arti dan golongan kata.1 Hubungan Morfologi Dengan Leksikologi Leksikologi mempelajari seluk beluk kata. artinya benda yang mmilki roda dua yang dijalankan dengan cara dikayuh. Pendek kata Leksikologi adalah ilmu yang mempelajari arti kata. Persamaannya yaitu sama . terdapat juga persamaan dan perbedaan antara morfologi dengan sintaksis. Perbedaannya adalah sintaksis mempelajari wacana. juga menyelidiki kemungkinan adanya perubahan golongan arti kata yang timbul sebagai akibat perubahan bentuk kata. Arti kata ini misalnya. contoh kursi? Hubungan Morfologi Dengan Sintaksis Sintaksis adalah ilmu yang mempelajari kalimat serta bagian .sama mempelajari arti kata. Hubungan Morfologi Dengan Etimologi Morfologi mempelajari seluk beluk bentuk kata. bersepeda dan sepeda. melainkan termasuk dalam bidang ilmu lain yang isa disebut etimologi. maka morfologi. yaitu persamaannya yaitu sama – sama berdasar pada kata. kata ini mempunyai berbagai arti dalam pemakaiannya. makna (arab). contohnya bersepeda dll. pendek kata ilmu yang . kalimat. Karena itu. dan kelompokkata ( frase) sedangkan morfologi mempelajari kata. untuk menunjukan arti – arti imbuhan gramatikal. sedangkan Leksikologi mempelajari arti kata dasar atau kata dasar (Lecical Meaning). 1.

dengan pengembangan ilmu bahasa perbandingan sejarah. lihat karya monumental oleh Graffi (2001). bahasa formal buatan.syn-. pertama dijelaskan tahun 160 oleh Antoine Arnauld dalam buku dengan nama yang sama. "pengaturan") adalah ilmu mengenai prinsip dan peraturan untuk membuat kalimat dalam bahasa alami. pandangan ini diadopsi oleh pakar bahasa perbandingan awal seperti Franz Bopp. sintaksis (dari Bahasa Yunani Kuno συν. Sistem ini mengambil dasar pikirnya berupa anggapan bahwa bahasa adalah refleksi langsung dari proses pemikiran dan karena itu ada sebuah cara yang alami untuk mengekspresikan pikiran. Selama berabad-abad. kata sintaksis juga digunakan untuk merujuk langsung pada peraturan dan prinsip yang mencakup struktur kalimat dalam bahasa apapun. Selain aturan ini. adalah cara yang sama yang diekspresikan dalam bahasa Perancis. dan semua kalimat diteliti dalam struktur "Subyek Penghubung .mempelajari kalimat serta bagian – bagiannya. "bersama". penggunaan pikiran yang kemudian dikenal sebagai "tata bahasa tradisional" berawal dari karya Dionysius Thrax." Penelitian modern dalam sintaks bertujuan untuk menjelaskan bahasa dalam aturan ini. Kata sintaksis juga kadang digunakan untuk merujuk pada aturan yang mengatur sistem matematika. dan logika tak bisa lagi dijadikan sebagai dasar untuk mempelajari struktur bahasa. Mulai jelas bahwa tidak ada cara yang paling alami untuk mengekspresikan pikiran. Banyak pakar sintaksis berusaha menemukan aturan umum yang diterapkan di setiap bahasa alami. karya mengenai sintaksis didominasi oleh suatu kerangka kerja yang dikenal sebagai grammaire générale. dalam abad ke-19. . dan mempertanyakan anggapan dasar mengenai hubungan antara bahasa dan logika. Tata bahasa Port-Royal membuat pembelajaran sintaksis terhadap logika (memang. sebagaimana "sintaksis Irlandia Modern. Cara itu.Predikat". Karya mengenai tata bahasa telah ditulis jauh sebelum sintaksis modern datang. Untuk survei yang lebih mendetil dan jelas mengenai sejarah sintaksis dalam dua abad terakhir. dan τάξις táxis. Sintaksis Dalam linguistik. Kategori sintaksis diidentifikasikan dengan kategori logika. sehingga dijuluki "abad teori sintaksis" karena ilmu bahasa juga dilibatkan. para pakar bahasa mulai menyadari keragaman bahasa manusia. dan bahasa pemrograman komputer. seperti logika. sebagian besar Port-Royal Logic disalin atau diadaptasi dari Grammaire générale[2]). Awalnya.[1] Di Barat. Peran penting sintaksis dalam ilmu bahasa teoritis menjadi lebih jelas pada abad ke-20. secara kebetulan. Tetapi. Aṣṭādhyāyī dari Pāṇini sering disebut sebagai contoh karya pra-modern yang menyebutkan teori sintaksis modern.

dari kata sema. 5. Makna konotasi ialah makna tambahan atau makna tersirat kepada makna denotasi. Dalam bahasa. 2. Dalam kajian bahasa. tanda) adalah cabang linguistik yang mempelajari makna yang terkandung pada suatu bahasa. Makna denotasi ialah makna kata yang tersurat. pembentukan simbol kompleks dari simbol yang lebih sederhana. pendapat. 3. Kata merupakan unit ujaran yang bebas dan mempunyai makna. memberikan tanda. kata dapat mengungkapkan fikiran. Perbendaharaan kata penting untuk menjalin komunikasi yang sempurna. Kajian tentang makna kata boleh dibahagikan kepada aspek-aspek yang berikut : (a) (b) (c) (d) (e) makna denotasi dan makna konotasi makna dalam konteks hubungan makna dengan kebudayaan perubahan makna bentuk-bentuk makna daripada hubungan semantik 3. atau jenis representasi lain. emosi. penting. perasaan. Makna Kata 1. bidang yang mengkaji dan menganalisis makna kata dalam ayat dikenal sebagai semantik. serta pragmatika. . dan makna rujukan.SEMANTIK Semantik (Bahasa Yunani: semantikos. perlakuan dan keperibadian manusia. Semakin banyak kata dikuasai oleh seseorang. semakin banyak idea atau gagasan yang mampu diungkapkannya. Istilah lain untuk makna denotasi ialah makna kamus. kode. 4. Semantik biasanya dikontraskan dengan dua aspek lain dari ekspresi makna: sintaksis. 1. Contoh : ibu ayam : ayam betina yang mempunyai anak Kaki ayam : kaki pada ayam. 2. penggunaan praktis simbol oleh agen atau komunitas pada suatu kondisi atau konteks tertentu.

Kaki ayam : kaki yang tidak berkasut. .Contoh : ibu ayam : orang yang kerjanya mencari pelanggan untuk pelacur-pelacur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful