BAB I Pendahuluan

1.1.

Latar Belakang

Parpol adalah salah satu komponen atau organisasi yang berorientasi pada kekuasaan. Karena itu, parpol memiliki peran penting dalam hal perpolitikan. Tanpa adanya partai politik di Indonesia, maka sistem politik tidak dapat berjalan. Baik buruknya sistem politik dapat ditentukan dari kinerja partai politik itu sendiri. Sistem politik sendiri dapat diartikan sebagai suatu mekanisme dari seperangkat fungsi, dimana fungsi-fungsi tadi melekat pada suatu struktur-struktur politik, dalam rangka pelaksanaan dan pembuatan kebijakan yang mengikat masyarakat. Mendirikan parpol merupakan salah satu hak warga negara Indonesia. Dewasa ini, Indonesia diwarnai akan masalah-masalah dalam bidang politik, terutama yang berkaitan dengan partai politik. Banyaknya masalah-masalah tersebut membuat kami tertarik untuk mengkaji lebih jauh mengenai parpol. Indonesia merupakan negara yang menganut sistem kepartaian “Multipartai”, yang berarti bahwa ada lebih dari 2 partai di Indonesia. Ada banyak sekali partai politik di Indonesia, sama seperti di negara-negara berkembang pada umumnya. Bahkan, menurut http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_partai_politik_di_Indonesia#Pemilu_2014,

1

jumlah partai politik yang ikut serta dalam Pemilihan Umum 2014 adalah 15 parpol. 12 Partai Nasional dan 3 Partai Daerah. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah dengan banyaknya partai di Indonesia membuat aspirasi masyarakat sampai secara menyeluruh ke telinga pemerintah, atau justru membuat semua itu makin menghambat aspirasi masyarakat sampai ke pemerintah? Apakah partai politik di Indonesia sudah menjalankan tujuan dan fungsinya dengan baik dan benar? Milyaran pertanyaan pasti muncul di benak tiap insan. Setiap kebijakan pastii memiliki sisi positif dan sisi negatif. Semua hal tersebut akan kami rangkum dalam makalah yang sederhana ini. Semoga dengan dibuatnya makalah ini, pelajar SMA lebih peduli lagi dengan masa depan partai politik dan dapat mencanangkan semangat agar masa depan politik Indonesia jauh lebih baik dari sekarang.

1.2.

Identifikasi Masalah
a. Apa pengertian partai politik? b. Apa saja fungsi dari partai politik? c. Bagaimana sejarah terbentuknya partai politik? d. Bagaimana sistem kepartaian di Indonesia? e. Apa saja macam partai politik di Indonesia? f. Bagaimana syarat pembuatan partai politik di Indonesia? g. Apa saja kelemahan partai politik di Indonesia?

2

macam parpol. seharusnya. kami merangkum hal-hal pokok mengenai Parpol dengan 8 pertanyaan. parpol tidak hanya mementingkan kekuasaan tersebut. fungsi parpol. 3 . sejarah parpol. sistem kepartaian. syarat pembuatan parpol. namun lebih kepada kekuasaan yang merakyat. dan juga agar dapat membentuk parpol yang lebih bertanggung jawab dan tidak kehilangan fungsinya sebagai parpol. 1.3. serta pelajar SMA lebih peduli lagi dengan masa depan partai politik dan dapat mencanangkan semangat agar masa depan politik Indonesia jauh lebih baik dari sekarang. tujuan parpol. parpol di Indonesia telah kehilangan tujuan dan fungsi aslinya. dan masalah parpol di Indonesia. yang berkaitan dengan definisi parpol. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian mengenai parpol ini adalah agar dapat mengenal lebih jauh mengenai parpol.1. Walaupun parpol adalah organisasi yang berorientasi kepada kekuasaan.4. Rumusan Masalah Untuk mengetahui lebih banyak mengenai Parpol. Pertanyaan terakhir yaitu mengenai masalah parpol di Indonesia kami sajikan karena dewasa ini.

nilai-nilai. dengan cara konstitusional guna melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka. 2) Carl J. dan cita-cita yang sama dengan tujuan memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik (biasanya). Soltou: partai Politik adalah sekelompok warga negara yang sedikit banyaknya terorganisir.BAB II Pembahasan 2. yang bertindak sebagai satu kesatuan politik. yang dengan 4 .1.H. 3) R. Friedrich: partai Politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasan pemerintah bagi pemimpin partainya. parpol atau partai politik adalah organisasi yang berorientasi untuk kekuasaan. dan berdasarkan penguasan ini memberikan kepada anggota partainya kemanfaatan yang bersifat ideal maupun materil. Definisi Partai Politik Secara singkat. Definisi parpol menurut beberapa ahli: 1) Miriam Budiardjo: partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi.

rakyat menginginkan agar aspirasi rakyat lebih di dengar. Sejarah Partai Politik Awalnya. 4) Sigmund Neumann : Partai politik adalah organisasi dari aktivis-aktivis Politik yang berusaha untuk menguasai kekuasan pemerintah serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan melawan golongan-golongan lain yang tidak sepaham. 5 . Komunikasi  Menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah c. bertujuan menguasai pemerintah dan melaksanakan kebijakan umum mereka. Intinya. Fungsi Partai Politik a.3. Partai Politik lahir di negara-negara di Eropa Barat karena munculnya gagasan bahwa rakyat seharusnya ikut berperan dan menentukan dalam proses politik. pada saat itu. sehingga kekuasaan pemerintah di dunia politik tidak terlalu dominan dan tidak mementingkan kepentingan rakyat.2. Sarana sosialisasi politik  Memberikan pendidikan politik b. Sarana pengatur konflik/Pengawas  Dapat memecahkan solusi/sebagai mediasi di antara anggota parpol apabila ada konflik e. Sarana Rekruitmen  Mengajak orang untuk berpartisipasi dalam politik d. 2. Agregasi kepentingan  Penyampai kepentingan politik 2.memanfaatkan kekuasan memilih.

gerakan ini oleh beberapa partai diteruskan di dalam badan ini. yaitu: Masa penjajahan Belanda Masa ini disebut sebagai periode pertama lahirnya partai politik di Indoneisa (waktu itu Hindia Belanda). PPBB (Perhimpunan Pegawai Bestuur Bumi Putera) di bawah pimpinan Prawoto dan Indonesische Nationale Groep di bawah pimpinan Muhammad Yamin. Pada tahun 1939 dibentuk KRI (Komite Rakyat Indoneisa) yang terdiri dari GAPI (Gabungan Politik Indonesia) yang merupakan gabungan dari partai-partai yang beraliran nasional. karena pengaruh globalisasi. Kehadiran partai politik pada masa permulaan merupakan menifestasi kesadaran nasional untuk mencapai kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Di luar dewan rakyat ada usaha untuk mengadakan gabungan partai politik dan menjadikannya semacam dewan perwakilan rakyat. Setelah didirikan Dewan Rakyat . Pada tahun 1939 terdapat beberapa fraksi di dalam Dewan Rakat. ataupun yang berazaskan politik agama dan sekuler seperti Serikat Islam. MIAI yang merupakan gabungan partai-partai yang beraliran Islam yang terbentuk tahun 1937. ikut memainkan peranan dalam pergerakan nasional untuk Indonesia merdeka. yaitu Fraksi Nasional di bawah pimpinan M. Lahirnya partai menandai adanya kesadaran nasional. dan MRI (Majelis Rakyat Indonesia) yang merupakan gabungan organisasi buruh. Husni Thamin. Pada masa itu semua organisasi baik yang bertujuan sosial seperti Budi Utomo dan Muhammadiyah. Sejarah partai politik di Indonesia terbagi dalam 3 periode. akhirnya Indonesia pun juga mendirikan parpol. 6 . PNI dan Partai Katolik.Selanjutnya.

R. Sistem banyak partai ternyata tidak dapat berjalan baik. Perhimpunan Pegawai Bestuur Bumi-Putera. Partai politik tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Sebagai akibatnya 7 . Pemilu 1955 memunculkan 4 partai politik besar. Majelisul Islami A'laa Indonesia (MIAI) dan Majelis Rakyat Indonesia (MRI).Pada tahun 1939 di Hindia Belanda telah terdapat beberapa fraksi dalam volksraad yaitu Fraksi Nasional. karena partai politik memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara melalui sistem parlementer. Di dalam K. sehingga kabinet jatuh bangun dan tidak dapat melaksanakan program kerjanya. PNI.R. hanya golongan Islam diberi kebebasan untuk membentuk partai Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Partai Masyumi). semua kegiatan partai politik dilarang. terbuka kesempatan yang besar untuk mendirikan partai politik.partai politik yang pertama kali terbentuk di Indonesia. Masa pasca proklamasi kemerdekaan Beberapa bulan setelah proklamsi kemerdekaan.I terdapat Gabungan Politik Indonesia (GAPI). yaitu : Masyumi. yang lebih banyak bergerak di bidang sosial. Sedangkan di luar volksraad ada usaha untuk mengadakan gabungan dari Partai-Partai Politik dan menjadikannya semacam dewan perwakilan nasional yang disebut Komite Rakyat Indonesia (K.I). Masa tahun 1950 sampai 1959 ini sering disebut sebagai masa kejayaan partai politik. Dengan demikian kita kembali kepada pola sistem banyak partai. NU dan PKI. Fraksi-fraksi tersebut di atas adalah merupakan partai politik . sehingga bermunculanlah parti-partai politik Indonesia. dan Indonesische Nationale Groep. Masa pendudukan Jepang Pada masa ini.

Parmusi. yaitu : NU. Golkar munculsebagai pemenang partai diikuti oleh 3 partai politik besar yaitu NU. Parmusi (Persatuan Muslim Indonesia) serta PNI. sedangkan di pihak lain. Pada masa demokrasi terpimpin ini peranan partai politik mulai dikurangi. Pada pemilihan umum thun 1971. Partai Sarikat Islam dan Perti bergabung menjadi Partai Persatu Pembangunan (PPP). Pada masa Demokrasi Terpimpin ini nampak sekali bahwa PKI memainkan peranan bertambah kuat. 8 . Setelah gelombang reformasi terjadi di Indonesia yang ditandai dengan tumbangnya rezim Suharto. Pada tahun 1973 terjadi penyederhanaan partai melalui fusi partai politik. Partai Kristen Indonesia. PNI dan PKI. Partai politik pada saat ini dikenal dengan NASAKOM (Nasional. maka pemilu dengan sistem multi partai kembali terjadi di Indonesia. Setelah itu Indonesia memasuki masa Orde Baru dan partai-partai dapat bergerak lebih leluasa dibanding dengan msa Demokrasi terpimpin. Empat partai politik Islam. Maka pada tahun 1977 hanya terdapat 3 organisasi keuatan politik Indonesia dan terus berlangsung hinga pada pemilu 1997. Parati Katolik. peranan presiden sangat kuat.pembangunan tidak dapat berjaan dengan baik pula. yang mewakili masa masa demokrasi terpimpin. Dan terus berlanjut hingga pemilu 2014 nanti. Lima partai lain yaitu PNI. terutama memalui G 30 S/PKI akhir September 1965). Suatu catatan pada masa ini adalah munculnya organisasi kekuatan politik bar yaitu Golongan Karya (Golkar). Masa demokrasi parlementer diakhiri dengan Dekrit 5 Juli 1959. Partai Murba dan Partai IPKI (ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia) bergabung menjadi Partai Demokrasi Indonesia. Agama dan Komunis) yang diwakili oleh NU.

Indonesia menganut sistem Multi Partai sehingga terbentuk banyak sekali Partai Politik. Monopartai Di negara yang menganut sistem ini. Biasanya terdapat di negara komunis/otoriter. Indonesia kembali menganut sistem multi partai. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) melakukan revisi atas UndangUndang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik.4. Memasuki masa Orde Baru (1965 .1998).Setelah merdeka. Dwipartai Di negara yang menganut sistem ini. Pada 2012. 2. Partai Politik di Indonesia hanya berjumlah 3 partai yaitu Partai Persatuan Pembangunan. Contoh: Kuba. Golongan Karya. Korea Selatan b. China. Di masa Reformasi. hanya ada satu partai dalam suatu negara. dan Partai Demokrasi Indonesia. ada 2 partai dalam suatu negara Contoh: Amerika Republik Demokrat Pemerintah Oposisi 9 . Sistem Kepartaian di Indonesia Berikut ini adalah sistem kepartaian di Indonesia: a.

c. Contoh: Indonesia Indonesia memiliki banyak partai politik. Biasanya terdapat di negara-negara yang baru paham tentang “Demokrasi”. di negara Berkembang. ada 15 partai politik yang ikut serta. Multipartai Ada banyak partai politik dalam satu negara. di Pemilu 2014. Terdiri adari 13 Partai Politik Nasional dan 2 Partai Daerah 10 .

Ada 2 ideologi: 11 . maka partai tersebut pun akan hilang pula dari peredaran. keterikatannya kuat. Contoh: Partai sebelum PDIP b. Berdasarkan dasar pembentuk a. Partai ideologi Partai yang terbentuk atas dasar kesamaan ideologi (militansi).2. kita figur/tokoh hilang.5. Partai asas Partai asas adalah partai yang dibentuk atas dasar figur/tokoh. Kelemahan dari partai ini adalah. Klasifikasi/Macam Partai Politik di Indonesia Pembagian macam partai politik di Indonesia: 1.

 Agama Contoh: Masyumi. Nasionalis Contoh: Demokrat. maka partai tersebut dengan mudahnya akan bubar. cepat. Nadhatul Ulama. Contohnya adalah saat masa reformasi. PKS. dan menyeluruh terhadap sistem politik. Partai Bulan Bintang. bila kepentingan/goal sudah tercapai. dll. Progresif Partai Progresif adalah partai politik yang ingin mencanangkan perubahan namun secara perlahan. mendasar. PPP. PAN. Contoh: Partai Komunis Indonesia (PKI) b. PDIP. Pantai Kepentingan Yaitu apabila adanya kesamaan kepentingan/tujuan. 2. dll. Berdasarkan sikap anggota partai a. Partai Nasdem. c. Golkar. dan tidak menyeluruh. Kelemahan dari partai ini. 12 . Radikal Yaitu Partai Politik yang ingin melakukan perubahan secara total.

d. dll. Massa Yaitu partai politik yang merekrut anggotanya dengan melihat segi kuantitas. 13 . Konservatif Partai politik yang tidak ingin melakukan perubahan. tapi dengan cara kembali ke sistem politik yang ada di masa lalu. Partai Nasdem. e. alasannya karena sudah merasa nyaman dengan Penguasa.c. Reaksioner Yaitu partai politik yang ingin melakukan perubahan. Kader Yaitu partai politik yang merekrut anggota politik berdasarkan kualitas. Contoh: Partai Demokrat. Berdasarkan fungsi a. untuk jangka panjang. sudah merasa nyaman dengan sistem politik yang ada. 3. b. Status Quo Partai politik yang juga tidak ingin melakukan perubahan.

organisasi. Pasal 2-4 Pasal 2 (1). g. e. nama. asas dan ciri Partai Politik. b. c. (1a). f. dan tanda gambar Partai Politik. mekanisme rekrutmen keanggotaan Partai Politik dan jabatan politik.6. d. Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didaftarkan oleh paling sedikit 50 (lima puluh) orang pendiri yang mewakili seluruh pendiri Partai Politik dengan akta notaris. Syarat Pembentukan Partai Politik di Indonesia UU No 2 Tahun 2011. 14 . Partai Politik didirikan dan dibentuk oleh paling sedikit 30 (tiga puluh) orang warga negara Indonesia yang telah berusia 21 (dua puluh satu) tahun atau sudah menikah dari setiap provinsi.2. tujuan dan fungsi Partai Politik. (4). Akta notaris sebagaimana dimaksud pada ayat (1a) harus memuat AD dan ART serta kepengurusan Partai Politik tingkat pusat. lambang. Pendiri dan pengurus Partai Politik dilarang merangkap sebagai anggota Partai Politik lain. kepengurusan Partai Politik. AD sebagaimana dimaksud pada ayat (3) memuat paling sedikit: a. (3). Pendirian dan pembentukan Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyertakan 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan. tempat kedudukan. visi dan misi Partai Politik. (2). (1b). dan pengambilan keputusan.

lambang. (2). Untuk menjadi badan hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Partai Politik harus didaftarkan ke Kementerian untuk menjadi badan hukum. 15 . Kepengurusan Partai Politik tingkat pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disusun dengan menyertakan paling sedikit 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan. l. Pasal 3 (1). dan m. mekanisme pemberhentian anggota Partai Politik. kepengurusan pada setiap provinsi dan paling sedikit 75% (tujuh puluh lima perseratus) dari jumlah kabupaten/kota pada provinsi yang bersangkutan dan paling sedikit 50% (lima puluh perseratus) dari jumlah kecamatan pada kabupaten/kota yang bersangkutan. Partai Politik harus mempunyai: f. akta notaris pendirian Partai Politik. nama. (5). mekanisme penyelesaian perselisihan internal Partai Politik. h. j.h. sistem kaderisasi. keuangan Partai Politik. peraturan dan keputusan Partai Politik. atau tanda gambar yang tidak mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan nama. k. atau tanda gambar yang telah dipakai secara sah oleh Partai Politik lain sesuai dengan peraturan perundangundangan. i. lambang. g. pendidikan politik.

yang berfungsi sebagai 'pemihak' dan atau membantu tugas dan 16 . Pengesahan Partai Politik menjadi badan hukum dilakukan dengan Keputusan Menteri paling lama 15 (lima belas) hari sejak berakhirnya proses penelitian dan/atau verifikasi. sehingga kader menjadi bagus. dan j. dan kabupaten/kota sampai tahapan terakhir pemilihan umum. seharusnya kualifikasi setiap kader itu sama. (4) Keputusan Menteri mengenai pengesahan Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia. Pasal 4 (1) Kementerian menerima pendaftaran dan melakukan penelitian dan/atau verifikasi kelengkapan dan kebenaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3 ayat (2). rekening atas nama Partai Politik. Kelemahan Partai Politik di Indonesia Menurut kami. partai politik di Indonesia setidaknya masih memiliki beberapa kekurangan. kantor tetap pada tingkatan pusat. provinsi. (3). Kader adalah orang atau kumpulan orang yang dibina oleh suatu lembaga kepengurusan dalam sebuah organisasi. baik sipil maupun militer. 2. (2) Penelitian dan/atau verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama 45 (empat puluhlima) hari sejak diterimanya dokumen persyaratan secara lengkap.i. yaitu: 1) Kaderisasi dari partai politik masih lemah.7.

17 . Menurut beliau. tanpa mengelola uang partai dengan baik. konsep hukum rimba pun terjadi disini. Mengapa demikian? Karena partai politik dewasa ini lebih berorientasi terhadap uang dan kekuasaan yang tidak bertanggung jawab. 2) Rekruitmen untuk menjabat di Partai Politik harus memiliki banyak uang. Sedangkan kaderisasi merupakan usaha pembentukan seorang kader secara terstruktur dalam organisasi yang biasanya mengikuti suatu silabus tertentu. akan ditemukan orang-orang yang jauh lebih kompeten namun tidak memiliki banyak uang. hal ini membuktikan bahwa kompetisi sudah tidak sehat lagi. dan tidak memiliki tujuan yang sama. Buktinya. Sehingga. sering pula terjadi konflik di dalam partai itu sendiri. Hal ini dinyatakan oleh salah seorang Anggota DPR yang mungkin lebih baik namanya tidak perlu disebutkan. Tidak beda jauh dengan yang kaya yang berkuasa. 3) Tidak adanya loyalitas. Padahal. Bendahara hanya tahu menahu soal membayar. ini berarti tim anggota partai politik tidak kompak. 4) Pengelolaan keuangan partai yang caruk maruk. amburadul. hanya menambah masalah-masalah baru.fungsi pokok organisasi tersebut. bila dapat diikuti oleh rakyat secara luas. Sehingga. Selain itu. yaitu yang kuat yang berkuasa. partai-partai yang berkuasa di Indonesia tidak terlalu membuat perubahan yang begitu signifikan terhadap dunia politik. Malahan.

beliau akan lebih fokus kepada kepentingan Partai Demokrat. Sebenarnya. 7) Tidak efektif dikarenakan karena seorang tokoh masyarakat yang memiliki lebih dari satu status. namun suaranya banyak. dll. Bahkan pernah pula didapati bahwa suatu partai politik menyumbangkan Televisi ke sebuah pos satpam demi mendapatkan suara yang banyak. Selanjutnya konflik tersebut dibeberkan ke media sehingga seluruh masyarakat tahu. mereka dapat “menyogok” rakyat. melainkan semacam balas budi karena diberikan berbagai hadia dan souvenir oleh pihak partai politik. juga berstatus sebagai ketua umum partai Demokrat. Karena. pemilihan tersebut bukan datang dari hati nurani para pemilih. Yaitu. kalender. ketika terjadi gejolak pada Partai Demokrat. Sehingga. sehingga urusan pemerintahan terlupakan. terutama rakyat kecil dengan menjanjikan kebijakan-kebijakan yang menggiurkan.5) Manajemen konflik internal sangat buruk. Hal ini sebenarnya tidak baik karena pandangan masyarakat ke partai politik itu sendiri akan menjadi buruk. di suatu kasus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selain menjadi Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia. hal ini tidak boleh dilakukan karena hasil Pemilu yang ada nanti tidak sesuai. 6) Kecurangan dan ketidakadilan. Hal ini karena mereka memiliki sumber dana yang besar. sticker. 18 . Hal ini dapat dibuktikan dengan sering adanya konflik dalam suatu partai politik. Sehingga. sebagai contoh. juga memberikan souvenir-souvenir seperti kaos. Hal ini dapat dibuktikan dari partai politik yang kualitasnya buruk.

BAB III Penutup 3. baik dari kalangan guru. Seharusnya kaderisasi dilihat dari segi kualitas. Menjamurnya partai politik di Indonesia ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin dengan berbagai macam dobrakan dan dengan satu tujan. untuk membangun sebuah partai politik pun. terutama masalah kaderisasi. dll.2. Saran Kualitas harus lebih ditingkatkan lagi. Dan semoga. Namun. juga sudah diatur dengan persyaratan-persyaratan yang bertujuan agar sebuah partai politik dapat berjalan dengan efektif dan baik. dengan dibuatnya makalah ini dapat membangkitkan semangat dan menambah pengetahuan lebih mengenai Partai Politik bagi para pembacanya. Karena bila dilihat dar 19 . Mendirikan sebuah partai politik pun adalah hak politik rakyat yang berarti pemerintah tidak dapat menghalangi/membatasi tumbuh kembang dan berdirinya suatu partai politik. yaitu. mensejahterakan Indonesia. 3. murid. Kesimpulan Partai Politik sudah diatur dan sudah direncanakan sedemikian rupa oleh undang-undang.1.

Persaingan juga tidak boleh terlalu berorientasi terhadap uang. hal tersebut tidak akan berguna karena yang paling diperlukan adalah skill atau kemampuan. bila tidak. dan hal tersebut tentunya tidak diinginkan oleh rakyat.segi kuantitas. 20 . Selain itu. Fungsi partai politik yang tadinya sebagai mediasi malah menjadi pemicu konflik. sehingga tidak ada kecurangan dan murni. atau hal materiil. bisa jadi terjadi hal anarkis antar partai politik. harus sehat. partai politik tidak boleh berorientasi terhadap kekuasaan secara berlebihan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful