BAB I Pendahuluan

1.1.

Latar Belakang

Parpol adalah salah satu komponen atau organisasi yang berorientasi pada kekuasaan. Karena itu, parpol memiliki peran penting dalam hal perpolitikan. Tanpa adanya partai politik di Indonesia, maka sistem politik tidak dapat berjalan. Baik buruknya sistem politik dapat ditentukan dari kinerja partai politik itu sendiri. Sistem politik sendiri dapat diartikan sebagai suatu mekanisme dari seperangkat fungsi, dimana fungsi-fungsi tadi melekat pada suatu struktur-struktur politik, dalam rangka pelaksanaan dan pembuatan kebijakan yang mengikat masyarakat. Mendirikan parpol merupakan salah satu hak warga negara Indonesia. Dewasa ini, Indonesia diwarnai akan masalah-masalah dalam bidang politik, terutama yang berkaitan dengan partai politik. Banyaknya masalah-masalah tersebut membuat kami tertarik untuk mengkaji lebih jauh mengenai parpol. Indonesia merupakan negara yang menganut sistem kepartaian “Multipartai”, yang berarti bahwa ada lebih dari 2 partai di Indonesia. Ada banyak sekali partai politik di Indonesia, sama seperti di negara-negara berkembang pada umumnya. Bahkan, menurut http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_partai_politik_di_Indonesia#Pemilu_2014,

1

jumlah partai politik yang ikut serta dalam Pemilihan Umum 2014 adalah 15 parpol. 12 Partai Nasional dan 3 Partai Daerah. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah dengan banyaknya partai di Indonesia membuat aspirasi masyarakat sampai secara menyeluruh ke telinga pemerintah, atau justru membuat semua itu makin menghambat aspirasi masyarakat sampai ke pemerintah? Apakah partai politik di Indonesia sudah menjalankan tujuan dan fungsinya dengan baik dan benar? Milyaran pertanyaan pasti muncul di benak tiap insan. Setiap kebijakan pastii memiliki sisi positif dan sisi negatif. Semua hal tersebut akan kami rangkum dalam makalah yang sederhana ini. Semoga dengan dibuatnya makalah ini, pelajar SMA lebih peduli lagi dengan masa depan partai politik dan dapat mencanangkan semangat agar masa depan politik Indonesia jauh lebih baik dari sekarang.

1.2.

Identifikasi Masalah
a. Apa pengertian partai politik? b. Apa saja fungsi dari partai politik? c. Bagaimana sejarah terbentuknya partai politik? d. Bagaimana sistem kepartaian di Indonesia? e. Apa saja macam partai politik di Indonesia? f. Bagaimana syarat pembuatan partai politik di Indonesia? g. Apa saja kelemahan partai politik di Indonesia?

2

parpol tidak hanya mementingkan kekuasaan tersebut. kami merangkum hal-hal pokok mengenai Parpol dengan 8 pertanyaan. serta pelajar SMA lebih peduli lagi dengan masa depan partai politik dan dapat mencanangkan semangat agar masa depan politik Indonesia jauh lebih baik dari sekarang.4. sistem kepartaian. 3 . macam parpol. parpol di Indonesia telah kehilangan tujuan dan fungsi aslinya. syarat pembuatan parpol.3. 1. tujuan parpol. seharusnya. Pertanyaan terakhir yaitu mengenai masalah parpol di Indonesia kami sajikan karena dewasa ini. Walaupun parpol adalah organisasi yang berorientasi kepada kekuasaan. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian mengenai parpol ini adalah agar dapat mengenal lebih jauh mengenai parpol. fungsi parpol. yang berkaitan dengan definisi parpol.1. dan juga agar dapat membentuk parpol yang lebih bertanggung jawab dan tidak kehilangan fungsinya sebagai parpol. Rumusan Masalah Untuk mengetahui lebih banyak mengenai Parpol. sejarah parpol. namun lebih kepada kekuasaan yang merakyat. dan masalah parpol di Indonesia.

Definisi Partai Politik Secara singkat. Definisi parpol menurut beberapa ahli: 1) Miriam Budiardjo: partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi. yang bertindak sebagai satu kesatuan politik.BAB II Pembahasan 2. dengan cara konstitusional guna melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka. dan cita-cita yang sama dengan tujuan memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik (biasanya).1.H. yang dengan 4 . Soltou: partai Politik adalah sekelompok warga negara yang sedikit banyaknya terorganisir. parpol atau partai politik adalah organisasi yang berorientasi untuk kekuasaan. 2) Carl J. 3) R. dan berdasarkan penguasan ini memberikan kepada anggota partainya kemanfaatan yang bersifat ideal maupun materil. Friedrich: partai Politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasan pemerintah bagi pemimpin partainya. nilai-nilai.

sehingga kekuasaan pemerintah di dunia politik tidak terlalu dominan dan tidak mementingkan kepentingan rakyat. Agregasi kepentingan  Penyampai kepentingan politik 2. 2.memanfaatkan kekuasan memilih. Sarana sosialisasi politik  Memberikan pendidikan politik b. Sejarah Partai Politik Awalnya.3. Fungsi Partai Politik a.2. pada saat itu. Sarana pengatur konflik/Pengawas  Dapat memecahkan solusi/sebagai mediasi di antara anggota parpol apabila ada konflik e. 4) Sigmund Neumann : Partai politik adalah organisasi dari aktivis-aktivis Politik yang berusaha untuk menguasai kekuasan pemerintah serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan melawan golongan-golongan lain yang tidak sepaham. Partai Politik lahir di negara-negara di Eropa Barat karena munculnya gagasan bahwa rakyat seharusnya ikut berperan dan menentukan dalam proses politik. 5 . Komunikasi  Menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah c. Sarana Rekruitmen  Mengajak orang untuk berpartisipasi dalam politik d. bertujuan menguasai pemerintah dan melaksanakan kebijakan umum mereka. rakyat menginginkan agar aspirasi rakyat lebih di dengar. Intinya.

Sejarah partai politik di Indonesia terbagi dalam 3 periode. Lahirnya partai menandai adanya kesadaran nasional. PPBB (Perhimpunan Pegawai Bestuur Bumi Putera) di bawah pimpinan Prawoto dan Indonesische Nationale Groep di bawah pimpinan Muhammad Yamin. PNI dan Partai Katolik. Pada tahun 1939 terdapat beberapa fraksi di dalam Dewan Rakat. dan MRI (Majelis Rakyat Indonesia) yang merupakan gabungan organisasi buruh. 6 . Husni Thamin.Selanjutnya. akhirnya Indonesia pun juga mendirikan parpol. Di luar dewan rakyat ada usaha untuk mengadakan gabungan partai politik dan menjadikannya semacam dewan perwakilan rakyat. ikut memainkan peranan dalam pergerakan nasional untuk Indonesia merdeka. yaitu: Masa penjajahan Belanda Masa ini disebut sebagai periode pertama lahirnya partai politik di Indoneisa (waktu itu Hindia Belanda). MIAI yang merupakan gabungan partai-partai yang beraliran Islam yang terbentuk tahun 1937. ataupun yang berazaskan politik agama dan sekuler seperti Serikat Islam. Kehadiran partai politik pada masa permulaan merupakan menifestasi kesadaran nasional untuk mencapai kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. yaitu Fraksi Nasional di bawah pimpinan M. karena pengaruh globalisasi. Setelah didirikan Dewan Rakyat . gerakan ini oleh beberapa partai diteruskan di dalam badan ini. Pada masa itu semua organisasi baik yang bertujuan sosial seperti Budi Utomo dan Muhammadiyah. Pada tahun 1939 dibentuk KRI (Komite Rakyat Indoneisa) yang terdiri dari GAPI (Gabungan Politik Indonesia) yang merupakan gabungan dari partai-partai yang beraliran nasional.

NU dan PKI. Masa pendudukan Jepang Pada masa ini. Sistem banyak partai ternyata tidak dapat berjalan baik.R. PNI. Fraksi-fraksi tersebut di atas adalah merupakan partai politik . Partai politik tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. karena partai politik memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara melalui sistem parlementer. Majelisul Islami A'laa Indonesia (MIAI) dan Majelis Rakyat Indonesia (MRI). Masa pasca proklamasi kemerdekaan Beberapa bulan setelah proklamsi kemerdekaan. semua kegiatan partai politik dilarang. sehingga kabinet jatuh bangun dan tidak dapat melaksanakan program kerjanya. hanya golongan Islam diberi kebebasan untuk membentuk partai Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Partai Masyumi).I terdapat Gabungan Politik Indonesia (GAPI).Pada tahun 1939 di Hindia Belanda telah terdapat beberapa fraksi dalam volksraad yaitu Fraksi Nasional. terbuka kesempatan yang besar untuk mendirikan partai politik. yaitu : Masyumi. Sebagai akibatnya 7 . Masa tahun 1950 sampai 1959 ini sering disebut sebagai masa kejayaan partai politik.partai politik yang pertama kali terbentuk di Indonesia. Dengan demikian kita kembali kepada pola sistem banyak partai. dan Indonesische Nationale Groep. sehingga bermunculanlah parti-partai politik Indonesia. Perhimpunan Pegawai Bestuur Bumi-Putera. Sedangkan di luar volksraad ada usaha untuk mengadakan gabungan dari Partai-Partai Politik dan menjadikannya semacam dewan perwakilan nasional yang disebut Komite Rakyat Indonesia (K. Di dalam K.R. yang lebih banyak bergerak di bidang sosial.I). Pemilu 1955 memunculkan 4 partai politik besar.

Suatu catatan pada masa ini adalah munculnya organisasi kekuatan politik bar yaitu Golongan Karya (Golkar). Pada masa demokrasi terpimpin ini peranan partai politik mulai dikurangi. yang mewakili masa masa demokrasi terpimpin. Partai Kristen Indonesia. sedangkan di pihak lain. Empat partai politik Islam. Partai Murba dan Partai IPKI (ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia) bergabung menjadi Partai Demokrasi Indonesia. Partai politik pada saat ini dikenal dengan NASAKOM (Nasional. peranan presiden sangat kuat. Parati Katolik. Lima partai lain yaitu PNI. terutama memalui G 30 S/PKI akhir September 1965). Golkar munculsebagai pemenang partai diikuti oleh 3 partai politik besar yaitu NU. Pada masa Demokrasi Terpimpin ini nampak sekali bahwa PKI memainkan peranan bertambah kuat. Pada tahun 1973 terjadi penyederhanaan partai melalui fusi partai politik. Partai Sarikat Islam dan Perti bergabung menjadi Partai Persatu Pembangunan (PPP). Parmusi. Masa demokrasi parlementer diakhiri dengan Dekrit 5 Juli 1959. Pada pemilihan umum thun 1971. Setelah gelombang reformasi terjadi di Indonesia yang ditandai dengan tumbangnya rezim Suharto. 8 . maka pemilu dengan sistem multi partai kembali terjadi di Indonesia.pembangunan tidak dapat berjaan dengan baik pula. Setelah itu Indonesia memasuki masa Orde Baru dan partai-partai dapat bergerak lebih leluasa dibanding dengan msa Demokrasi terpimpin. yaitu : NU. PNI dan PKI. Agama dan Komunis) yang diwakili oleh NU. Maka pada tahun 1977 hanya terdapat 3 organisasi keuatan politik Indonesia dan terus berlangsung hinga pada pemilu 1997. Parmusi (Persatuan Muslim Indonesia) serta PNI. Dan terus berlanjut hingga pemilu 2014 nanti.

Di masa Reformasi. Indonesia menganut sistem Multi Partai sehingga terbentuk banyak sekali Partai Politik. dan Partai Demokrasi Indonesia. ada 2 partai dalam suatu negara Contoh: Amerika Republik Demokrat Pemerintah Oposisi 9 . Sistem Kepartaian di Indonesia Berikut ini adalah sistem kepartaian di Indonesia: a. Pada 2012. Dwipartai Di negara yang menganut sistem ini. Memasuki masa Orde Baru (1965 .1998).Setelah merdeka. Contoh: Kuba. Partai Politik di Indonesia hanya berjumlah 3 partai yaitu Partai Persatuan Pembangunan.4. hanya ada satu partai dalam suatu negara. Golongan Karya. Indonesia kembali menganut sistem multi partai. Biasanya terdapat di negara komunis/otoriter. China. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) melakukan revisi atas UndangUndang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. 2. Monopartai Di negara yang menganut sistem ini. Korea Selatan b.

di negara Berkembang. ada 15 partai politik yang ikut serta. di Pemilu 2014.c. Biasanya terdapat di negara-negara yang baru paham tentang “Demokrasi”. Terdiri adari 13 Partai Politik Nasional dan 2 Partai Daerah 10 . Multipartai Ada banyak partai politik dalam satu negara. Contoh: Indonesia Indonesia memiliki banyak partai politik.

Klasifikasi/Macam Partai Politik di Indonesia Pembagian macam partai politik di Indonesia: 1.2. Kelemahan dari partai ini adalah. Partai asas Partai asas adalah partai yang dibentuk atas dasar figur/tokoh. Contoh: Partai sebelum PDIP b. Ada 2 ideologi: 11 . Partai ideologi Partai yang terbentuk atas dasar kesamaan ideologi (militansi). keterikatannya kuat.5. kita figur/tokoh hilang. Berdasarkan dasar pembentuk a. maka partai tersebut pun akan hilang pula dari peredaran.

PPP. mendasar. Pantai Kepentingan Yaitu apabila adanya kesamaan kepentingan/tujuan. PKS. dan tidak menyeluruh. c. 2. Partai Nasdem. 12 . dan menyeluruh terhadap sistem politik. Berdasarkan sikap anggota partai a. Golkar. Partai Bulan Bintang. maka partai tersebut dengan mudahnya akan bubar. dll. Radikal Yaitu Partai Politik yang ingin melakukan perubahan secara total. Kelemahan dari partai ini. dll. PAN.  Agama Contoh: Masyumi. Contohnya adalah saat masa reformasi. Nadhatul Ulama. Nasionalis Contoh: Demokrat. bila kepentingan/goal sudah tercapai. cepat. Contoh: Partai Komunis Indonesia (PKI) b. PDIP. Progresif Partai Progresif adalah partai politik yang ingin mencanangkan perubahan namun secara perlahan.

Reaksioner Yaitu partai politik yang ingin melakukan perubahan. Kader Yaitu partai politik yang merekrut anggota politik berdasarkan kualitas. Partai Nasdem. tapi dengan cara kembali ke sistem politik yang ada di masa lalu. Konservatif Partai politik yang tidak ingin melakukan perubahan.c. b. Massa Yaitu partai politik yang merekrut anggotanya dengan melihat segi kuantitas. alasannya karena sudah merasa nyaman dengan Penguasa. dll. untuk jangka panjang. Contoh: Partai Demokrat. Berdasarkan fungsi a. d. e. sudah merasa nyaman dengan sistem politik yang ada. 3. Status Quo Partai politik yang juga tidak ingin melakukan perubahan. 13 .

Pendiri dan pengurus Partai Politik dilarang merangkap sebagai anggota Partai Politik lain.2. tempat kedudukan. g. organisasi. asas dan ciri Partai Politik. Pasal 2-4 Pasal 2 (1). AD sebagaimana dimaksud pada ayat (3) memuat paling sedikit: a. Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didaftarkan oleh paling sedikit 50 (lima puluh) orang pendiri yang mewakili seluruh pendiri Partai Politik dengan akta notaris. (3). c. (4). tujuan dan fungsi Partai Politik. e.6. Partai Politik didirikan dan dibentuk oleh paling sedikit 30 (tiga puluh) orang warga negara Indonesia yang telah berusia 21 (dua puluh satu) tahun atau sudah menikah dari setiap provinsi. dan pengambilan keputusan. (2). f. dan tanda gambar Partai Politik. lambang. d. mekanisme rekrutmen keanggotaan Partai Politik dan jabatan politik. 14 . Syarat Pembentukan Partai Politik di Indonesia UU No 2 Tahun 2011. Pendirian dan pembentukan Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyertakan 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan. (1a). visi dan misi Partai Politik. Akta notaris sebagaimana dimaksud pada ayat (1a) harus memuat AD dan ART serta kepengurusan Partai Politik tingkat pusat. nama. b. (1b). kepengurusan Partai Politik.

(2). lambang. akta notaris pendirian Partai Politik. mekanisme pemberhentian anggota Partai Politik. i. 15 . k. kepengurusan pada setiap provinsi dan paling sedikit 75% (tujuh puluh lima perseratus) dari jumlah kabupaten/kota pada provinsi yang bersangkutan dan paling sedikit 50% (lima puluh perseratus) dari jumlah kecamatan pada kabupaten/kota yang bersangkutan. dan m. l. pendidikan politik. peraturan dan keputusan Partai Politik. sistem kaderisasi. Pasal 3 (1). mekanisme penyelesaian perselisihan internal Partai Politik. Untuk menjadi badan hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (1). nama. (5). h. Partai Politik harus mempunyai: f. Partai Politik harus didaftarkan ke Kementerian untuk menjadi badan hukum. j. Kepengurusan Partai Politik tingkat pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disusun dengan menyertakan paling sedikit 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan. lambang. g. keuangan Partai Politik. atau tanda gambar yang telah dipakai secara sah oleh Partai Politik lain sesuai dengan peraturan perundangundangan. atau tanda gambar yang tidak mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan nama.h.

Pasal 4 (1) Kementerian menerima pendaftaran dan melakukan penelitian dan/atau verifikasi kelengkapan dan kebenaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3 ayat (2).7. (4) Keputusan Menteri mengenai pengesahan Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia. 2. sehingga kader menjadi bagus. Kelemahan Partai Politik di Indonesia Menurut kami. (3). partai politik di Indonesia setidaknya masih memiliki beberapa kekurangan. (2) Penelitian dan/atau verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama 45 (empat puluhlima) hari sejak diterimanya dokumen persyaratan secara lengkap. baik sipil maupun militer. provinsi. Kader adalah orang atau kumpulan orang yang dibina oleh suatu lembaga kepengurusan dalam sebuah organisasi. yang berfungsi sebagai 'pemihak' dan atau membantu tugas dan 16 . dan kabupaten/kota sampai tahapan terakhir pemilihan umum. Pengesahan Partai Politik menjadi badan hukum dilakukan dengan Keputusan Menteri paling lama 15 (lima belas) hari sejak berakhirnya proses penelitian dan/atau verifikasi. rekening atas nama Partai Politik. yaitu: 1) Kaderisasi dari partai politik masih lemah.i. dan j. kantor tetap pada tingkatan pusat. seharusnya kualifikasi setiap kader itu sama.

Tidak beda jauh dengan yang kaya yang berkuasa. konsep hukum rimba pun terjadi disini. bila dapat diikuti oleh rakyat secara luas. Bendahara hanya tahu menahu soal membayar. Selain itu. 4) Pengelolaan keuangan partai yang caruk maruk. ini berarti tim anggota partai politik tidak kompak. Malahan. dan tidak memiliki tujuan yang sama. Sehingga. Menurut beliau. 3) Tidak adanya loyalitas. Padahal. 17 . hanya menambah masalah-masalah baru. tanpa mengelola uang partai dengan baik. hal ini membuktikan bahwa kompetisi sudah tidak sehat lagi. Sedangkan kaderisasi merupakan usaha pembentukan seorang kader secara terstruktur dalam organisasi yang biasanya mengikuti suatu silabus tertentu. Hal ini dinyatakan oleh salah seorang Anggota DPR yang mungkin lebih baik namanya tidak perlu disebutkan. akan ditemukan orang-orang yang jauh lebih kompeten namun tidak memiliki banyak uang. Mengapa demikian? Karena partai politik dewasa ini lebih berorientasi terhadap uang dan kekuasaan yang tidak bertanggung jawab. amburadul. sering pula terjadi konflik di dalam partai itu sendiri. partai-partai yang berkuasa di Indonesia tidak terlalu membuat perubahan yang begitu signifikan terhadap dunia politik. Sehingga. Buktinya. yaitu yang kuat yang berkuasa. 2) Rekruitmen untuk menjabat di Partai Politik harus memiliki banyak uang.fungsi pokok organisasi tersebut.

Bahkan pernah pula didapati bahwa suatu partai politik menyumbangkan Televisi ke sebuah pos satpam demi mendapatkan suara yang banyak. juga berstatus sebagai ketua umum partai Demokrat. hal ini tidak boleh dilakukan karena hasil Pemilu yang ada nanti tidak sesuai. Hal ini sebenarnya tidak baik karena pandangan masyarakat ke partai politik itu sendiri akan menjadi buruk. 7) Tidak efektif dikarenakan karena seorang tokoh masyarakat yang memiliki lebih dari satu status. ketika terjadi gejolak pada Partai Demokrat. sebagai contoh. Hal ini dapat dibuktikan dari partai politik yang kualitasnya buruk. Sehingga. pemilihan tersebut bukan datang dari hati nurani para pemilih.5) Manajemen konflik internal sangat buruk. juga memberikan souvenir-souvenir seperti kaos. terutama rakyat kecil dengan menjanjikan kebijakan-kebijakan yang menggiurkan. namun suaranya banyak. kalender. beliau akan lebih fokus kepada kepentingan Partai Demokrat. melainkan semacam balas budi karena diberikan berbagai hadia dan souvenir oleh pihak partai politik. Karena. 6) Kecurangan dan ketidakadilan. 18 . Yaitu. Selanjutnya konflik tersebut dibeberkan ke media sehingga seluruh masyarakat tahu. mereka dapat “menyogok” rakyat. Hal ini karena mereka memiliki sumber dana yang besar. sehingga urusan pemerintahan terlupakan. dll. Hal ini dapat dibuktikan dengan sering adanya konflik dalam suatu partai politik. Sebenarnya. sticker. Sehingga. di suatu kasus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selain menjadi Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dan semoga. dengan dibuatnya makalah ini dapat membangkitkan semangat dan menambah pengetahuan lebih mengenai Partai Politik bagi para pembacanya.1.2. mensejahterakan Indonesia. untuk membangun sebuah partai politik pun. dll. 3. murid. baik dari kalangan guru.BAB III Penutup 3. juga sudah diatur dengan persyaratan-persyaratan yang bertujuan agar sebuah partai politik dapat berjalan dengan efektif dan baik. Karena bila dilihat dar 19 . Saran Kualitas harus lebih ditingkatkan lagi. Namun. Menjamurnya partai politik di Indonesia ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin dengan berbagai macam dobrakan dan dengan satu tujan. Seharusnya kaderisasi dilihat dari segi kualitas. Kesimpulan Partai Politik sudah diatur dan sudah direncanakan sedemikian rupa oleh undang-undang. Mendirikan sebuah partai politik pun adalah hak politik rakyat yang berarti pemerintah tidak dapat menghalangi/membatasi tumbuh kembang dan berdirinya suatu partai politik. terutama masalah kaderisasi. yaitu.

segi kuantitas. 20 . bisa jadi terjadi hal anarkis antar partai politik. Fungsi partai politik yang tadinya sebagai mediasi malah menjadi pemicu konflik. Selain itu. Persaingan juga tidak boleh terlalu berorientasi terhadap uang. sehingga tidak ada kecurangan dan murni. dan hal tersebut tentunya tidak diinginkan oleh rakyat. partai politik tidak boleh berorientasi terhadap kekuasaan secara berlebihan. harus sehat. bila tidak. hal tersebut tidak akan berguna karena yang paling diperlukan adalah skill atau kemampuan. atau hal materiil.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful