BAB I Pendahuluan

1.1.

Latar Belakang

Parpol adalah salah satu komponen atau organisasi yang berorientasi pada kekuasaan. Karena itu, parpol memiliki peran penting dalam hal perpolitikan. Tanpa adanya partai politik di Indonesia, maka sistem politik tidak dapat berjalan. Baik buruknya sistem politik dapat ditentukan dari kinerja partai politik itu sendiri. Sistem politik sendiri dapat diartikan sebagai suatu mekanisme dari seperangkat fungsi, dimana fungsi-fungsi tadi melekat pada suatu struktur-struktur politik, dalam rangka pelaksanaan dan pembuatan kebijakan yang mengikat masyarakat. Mendirikan parpol merupakan salah satu hak warga negara Indonesia. Dewasa ini, Indonesia diwarnai akan masalah-masalah dalam bidang politik, terutama yang berkaitan dengan partai politik. Banyaknya masalah-masalah tersebut membuat kami tertarik untuk mengkaji lebih jauh mengenai parpol. Indonesia merupakan negara yang menganut sistem kepartaian “Multipartai”, yang berarti bahwa ada lebih dari 2 partai di Indonesia. Ada banyak sekali partai politik di Indonesia, sama seperti di negara-negara berkembang pada umumnya. Bahkan, menurut http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_partai_politik_di_Indonesia#Pemilu_2014,

1

jumlah partai politik yang ikut serta dalam Pemilihan Umum 2014 adalah 15 parpol. 12 Partai Nasional dan 3 Partai Daerah. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah dengan banyaknya partai di Indonesia membuat aspirasi masyarakat sampai secara menyeluruh ke telinga pemerintah, atau justru membuat semua itu makin menghambat aspirasi masyarakat sampai ke pemerintah? Apakah partai politik di Indonesia sudah menjalankan tujuan dan fungsinya dengan baik dan benar? Milyaran pertanyaan pasti muncul di benak tiap insan. Setiap kebijakan pastii memiliki sisi positif dan sisi negatif. Semua hal tersebut akan kami rangkum dalam makalah yang sederhana ini. Semoga dengan dibuatnya makalah ini, pelajar SMA lebih peduli lagi dengan masa depan partai politik dan dapat mencanangkan semangat agar masa depan politik Indonesia jauh lebih baik dari sekarang.

1.2.

Identifikasi Masalah
a. Apa pengertian partai politik? b. Apa saja fungsi dari partai politik? c. Bagaimana sejarah terbentuknya partai politik? d. Bagaimana sistem kepartaian di Indonesia? e. Apa saja macam partai politik di Indonesia? f. Bagaimana syarat pembuatan partai politik di Indonesia? g. Apa saja kelemahan partai politik di Indonesia?

2

serta pelajar SMA lebih peduli lagi dengan masa depan partai politik dan dapat mencanangkan semangat agar masa depan politik Indonesia jauh lebih baik dari sekarang. parpol tidak hanya mementingkan kekuasaan tersebut. macam parpol. parpol di Indonesia telah kehilangan tujuan dan fungsi aslinya. Rumusan Masalah Untuk mengetahui lebih banyak mengenai Parpol. kami merangkum hal-hal pokok mengenai Parpol dengan 8 pertanyaan. yang berkaitan dengan definisi parpol. namun lebih kepada kekuasaan yang merakyat. Walaupun parpol adalah organisasi yang berorientasi kepada kekuasaan. sistem kepartaian. 3 . seharusnya. syarat pembuatan parpol.4. 1. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian mengenai parpol ini adalah agar dapat mengenal lebih jauh mengenai parpol. fungsi parpol.3.1. sejarah parpol. Pertanyaan terakhir yaitu mengenai masalah parpol di Indonesia kami sajikan karena dewasa ini. dan juga agar dapat membentuk parpol yang lebih bertanggung jawab dan tidak kehilangan fungsinya sebagai parpol. tujuan parpol. dan masalah parpol di Indonesia.

dan cita-cita yang sama dengan tujuan memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik (biasanya).BAB II Pembahasan 2. yang bertindak sebagai satu kesatuan politik. Definisi Partai Politik Secara singkat. nilai-nilai.1. Friedrich: partai Politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasan pemerintah bagi pemimpin partainya. Soltou: partai Politik adalah sekelompok warga negara yang sedikit banyaknya terorganisir. dan berdasarkan penguasan ini memberikan kepada anggota partainya kemanfaatan yang bersifat ideal maupun materil. 2) Carl J. Definisi parpol menurut beberapa ahli: 1) Miriam Budiardjo: partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi. yang dengan 4 . dengan cara konstitusional guna melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka. 3) R. parpol atau partai politik adalah organisasi yang berorientasi untuk kekuasaan.H.

Sarana pengatur konflik/Pengawas  Dapat memecahkan solusi/sebagai mediasi di antara anggota parpol apabila ada konflik e. Intinya. Fungsi Partai Politik a.2. 4) Sigmund Neumann : Partai politik adalah organisasi dari aktivis-aktivis Politik yang berusaha untuk menguasai kekuasan pemerintah serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan melawan golongan-golongan lain yang tidak sepaham. pada saat itu. Komunikasi  Menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah c. Sejarah Partai Politik Awalnya.memanfaatkan kekuasan memilih. 5 . sehingga kekuasaan pemerintah di dunia politik tidak terlalu dominan dan tidak mementingkan kepentingan rakyat. 2. rakyat menginginkan agar aspirasi rakyat lebih di dengar. Sarana Rekruitmen  Mengajak orang untuk berpartisipasi dalam politik d.3. bertujuan menguasai pemerintah dan melaksanakan kebijakan umum mereka. Agregasi kepentingan  Penyampai kepentingan politik 2. Partai Politik lahir di negara-negara di Eropa Barat karena munculnya gagasan bahwa rakyat seharusnya ikut berperan dan menentukan dalam proses politik. Sarana sosialisasi politik  Memberikan pendidikan politik b.

akhirnya Indonesia pun juga mendirikan parpol.Selanjutnya. karena pengaruh globalisasi. PNI dan Partai Katolik. dan MRI (Majelis Rakyat Indonesia) yang merupakan gabungan organisasi buruh. Husni Thamin. Lahirnya partai menandai adanya kesadaran nasional. gerakan ini oleh beberapa partai diteruskan di dalam badan ini. Kehadiran partai politik pada masa permulaan merupakan menifestasi kesadaran nasional untuk mencapai kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Pada tahun 1939 terdapat beberapa fraksi di dalam Dewan Rakat. ataupun yang berazaskan politik agama dan sekuler seperti Serikat Islam. PPBB (Perhimpunan Pegawai Bestuur Bumi Putera) di bawah pimpinan Prawoto dan Indonesische Nationale Groep di bawah pimpinan Muhammad Yamin. MIAI yang merupakan gabungan partai-partai yang beraliran Islam yang terbentuk tahun 1937. Setelah didirikan Dewan Rakyat . Pada tahun 1939 dibentuk KRI (Komite Rakyat Indoneisa) yang terdiri dari GAPI (Gabungan Politik Indonesia) yang merupakan gabungan dari partai-partai yang beraliran nasional. yaitu Fraksi Nasional di bawah pimpinan M. Pada masa itu semua organisasi baik yang bertujuan sosial seperti Budi Utomo dan Muhammadiyah. Sejarah partai politik di Indonesia terbagi dalam 3 periode. ikut memainkan peranan dalam pergerakan nasional untuk Indonesia merdeka. Di luar dewan rakyat ada usaha untuk mengadakan gabungan partai politik dan menjadikannya semacam dewan perwakilan rakyat. yaitu: Masa penjajahan Belanda Masa ini disebut sebagai periode pertama lahirnya partai politik di Indoneisa (waktu itu Hindia Belanda). 6 .

yaitu : Masyumi. Masa tahun 1950 sampai 1959 ini sering disebut sebagai masa kejayaan partai politik. Sedangkan di luar volksraad ada usaha untuk mengadakan gabungan dari Partai-Partai Politik dan menjadikannya semacam dewan perwakilan nasional yang disebut Komite Rakyat Indonesia (K. karena partai politik memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara melalui sistem parlementer. Partai politik tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. NU dan PKI. Fraksi-fraksi tersebut di atas adalah merupakan partai politik .I terdapat Gabungan Politik Indonesia (GAPI).Pada tahun 1939 di Hindia Belanda telah terdapat beberapa fraksi dalam volksraad yaitu Fraksi Nasional. semua kegiatan partai politik dilarang.R. PNI. Perhimpunan Pegawai Bestuur Bumi-Putera.I). Sistem banyak partai ternyata tidak dapat berjalan baik. Masa pasca proklamasi kemerdekaan Beberapa bulan setelah proklamsi kemerdekaan. Sebagai akibatnya 7 . sehingga bermunculanlah parti-partai politik Indonesia. Masa pendudukan Jepang Pada masa ini. Dengan demikian kita kembali kepada pola sistem banyak partai. Pemilu 1955 memunculkan 4 partai politik besar.R. yang lebih banyak bergerak di bidang sosial.partai politik yang pertama kali terbentuk di Indonesia. terbuka kesempatan yang besar untuk mendirikan partai politik. Majelisul Islami A'laa Indonesia (MIAI) dan Majelis Rakyat Indonesia (MRI). dan Indonesische Nationale Groep. hanya golongan Islam diberi kebebasan untuk membentuk partai Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Partai Masyumi). Di dalam K. sehingga kabinet jatuh bangun dan tidak dapat melaksanakan program kerjanya.

Partai Sarikat Islam dan Perti bergabung menjadi Partai Persatu Pembangunan (PPP). Golkar munculsebagai pemenang partai diikuti oleh 3 partai politik besar yaitu NU. Parati Katolik. yang mewakili masa masa demokrasi terpimpin. Partai politik pada saat ini dikenal dengan NASAKOM (Nasional. Parmusi. Suatu catatan pada masa ini adalah munculnya organisasi kekuatan politik bar yaitu Golongan Karya (Golkar). Pada tahun 1973 terjadi penyederhanaan partai melalui fusi partai politik. Setelah gelombang reformasi terjadi di Indonesia yang ditandai dengan tumbangnya rezim Suharto. Partai Kristen Indonesia. Empat partai politik Islam. Pada masa demokrasi terpimpin ini peranan partai politik mulai dikurangi. Partai Murba dan Partai IPKI (ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia) bergabung menjadi Partai Demokrasi Indonesia.pembangunan tidak dapat berjaan dengan baik pula. sedangkan di pihak lain. Masa demokrasi parlementer diakhiri dengan Dekrit 5 Juli 1959. Pada masa Demokrasi Terpimpin ini nampak sekali bahwa PKI memainkan peranan bertambah kuat. PNI dan PKI. Lima partai lain yaitu PNI. Setelah itu Indonesia memasuki masa Orde Baru dan partai-partai dapat bergerak lebih leluasa dibanding dengan msa Demokrasi terpimpin. peranan presiden sangat kuat. terutama memalui G 30 S/PKI akhir September 1965). Parmusi (Persatuan Muslim Indonesia) serta PNI. Pada pemilihan umum thun 1971. maka pemilu dengan sistem multi partai kembali terjadi di Indonesia. 8 . Maka pada tahun 1977 hanya terdapat 3 organisasi keuatan politik Indonesia dan terus berlangsung hinga pada pemilu 1997. Agama dan Komunis) yang diwakili oleh NU. Dan terus berlanjut hingga pemilu 2014 nanti. yaitu : NU.

dan Partai Demokrasi Indonesia. China. Indonesia menganut sistem Multi Partai sehingga terbentuk banyak sekali Partai Politik. Contoh: Kuba. Partai Politik di Indonesia hanya berjumlah 3 partai yaitu Partai Persatuan Pembangunan.1998). 2. Golongan Karya. Korea Selatan b. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) melakukan revisi atas UndangUndang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik.4. Indonesia kembali menganut sistem multi partai. Sistem Kepartaian di Indonesia Berikut ini adalah sistem kepartaian di Indonesia: a. Biasanya terdapat di negara komunis/otoriter. Di masa Reformasi. Memasuki masa Orde Baru (1965 . ada 2 partai dalam suatu negara Contoh: Amerika Republik Demokrat Pemerintah Oposisi 9 . hanya ada satu partai dalam suatu negara. Pada 2012.Setelah merdeka. Dwipartai Di negara yang menganut sistem ini. Monopartai Di negara yang menganut sistem ini.

c. Contoh: Indonesia Indonesia memiliki banyak partai politik. di negara Berkembang. Terdiri adari 13 Partai Politik Nasional dan 2 Partai Daerah 10 . Multipartai Ada banyak partai politik dalam satu negara. ada 15 partai politik yang ikut serta. Biasanya terdapat di negara-negara yang baru paham tentang “Demokrasi”. di Pemilu 2014.

maka partai tersebut pun akan hilang pula dari peredaran. Klasifikasi/Macam Partai Politik di Indonesia Pembagian macam partai politik di Indonesia: 1. Berdasarkan dasar pembentuk a. Partai asas Partai asas adalah partai yang dibentuk atas dasar figur/tokoh. Contoh: Partai sebelum PDIP b. Ada 2 ideologi: 11 . Partai ideologi Partai yang terbentuk atas dasar kesamaan ideologi (militansi).5. keterikatannya kuat. Kelemahan dari partai ini adalah. kita figur/tokoh hilang.2.

c. Contoh: Partai Komunis Indonesia (PKI) b. Nasionalis Contoh: Demokrat. 12 . PKS. mendasar. bila kepentingan/goal sudah tercapai. Pantai Kepentingan Yaitu apabila adanya kesamaan kepentingan/tujuan. Progresif Partai Progresif adalah partai politik yang ingin mencanangkan perubahan namun secara perlahan. dll. 2. Partai Nasdem. Partai Bulan Bintang. dll. PAN. cepat. Berdasarkan sikap anggota partai a. dan tidak menyeluruh. Nadhatul Ulama. maka partai tersebut dengan mudahnya akan bubar.  Agama Contoh: Masyumi. Golkar. Radikal Yaitu Partai Politik yang ingin melakukan perubahan secara total. Contohnya adalah saat masa reformasi. dan menyeluruh terhadap sistem politik. PPP. PDIP. Kelemahan dari partai ini.

d. 13 . Status Quo Partai politik yang juga tidak ingin melakukan perubahan. Contoh: Partai Demokrat. Berdasarkan fungsi a. Kader Yaitu partai politik yang merekrut anggota politik berdasarkan kualitas. Konservatif Partai politik yang tidak ingin melakukan perubahan. sudah merasa nyaman dengan sistem politik yang ada. b. Reaksioner Yaitu partai politik yang ingin melakukan perubahan.c. tapi dengan cara kembali ke sistem politik yang ada di masa lalu. dll. 3. alasannya karena sudah merasa nyaman dengan Penguasa. e. untuk jangka panjang. Massa Yaitu partai politik yang merekrut anggotanya dengan melihat segi kuantitas. Partai Nasdem.

2. tujuan dan fungsi Partai Politik. lambang. kepengurusan Partai Politik. b. nama. tempat kedudukan. e. visi dan misi Partai Politik. c. 14 . (2). mekanisme rekrutmen keanggotaan Partai Politik dan jabatan politik. Partai Politik didirikan dan dibentuk oleh paling sedikit 30 (tiga puluh) orang warga negara Indonesia yang telah berusia 21 (dua puluh satu) tahun atau sudah menikah dari setiap provinsi. Pendiri dan pengurus Partai Politik dilarang merangkap sebagai anggota Partai Politik lain. asas dan ciri Partai Politik. AD sebagaimana dimaksud pada ayat (3) memuat paling sedikit: a. (4). dan tanda gambar Partai Politik. (1b). dan pengambilan keputusan. Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didaftarkan oleh paling sedikit 50 (lima puluh) orang pendiri yang mewakili seluruh pendiri Partai Politik dengan akta notaris. Pendirian dan pembentukan Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyertakan 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan. (3). organisasi. Syarat Pembentukan Partai Politik di Indonesia UU No 2 Tahun 2011. Pasal 2-4 Pasal 2 (1). g. Akta notaris sebagaimana dimaksud pada ayat (1a) harus memuat AD dan ART serta kepengurusan Partai Politik tingkat pusat. f. d. (1a).6.

akta notaris pendirian Partai Politik. (2). keuangan Partai Politik. Pasal 3 (1). mekanisme pemberhentian anggota Partai Politik. l. j. h. Partai Politik harus mempunyai: f. atau tanda gambar yang tidak mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan nama. atau tanda gambar yang telah dipakai secara sah oleh Partai Politik lain sesuai dengan peraturan perundangundangan. i. peraturan dan keputusan Partai Politik. 15 . mekanisme penyelesaian perselisihan internal Partai Politik. g. kepengurusan pada setiap provinsi dan paling sedikit 75% (tujuh puluh lima perseratus) dari jumlah kabupaten/kota pada provinsi yang bersangkutan dan paling sedikit 50% (lima puluh perseratus) dari jumlah kecamatan pada kabupaten/kota yang bersangkutan. lambang. (5). dan m.h. pendidikan politik. sistem kaderisasi. Untuk menjadi badan hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (1). lambang. Partai Politik harus didaftarkan ke Kementerian untuk menjadi badan hukum. Kepengurusan Partai Politik tingkat pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disusun dengan menyertakan paling sedikit 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan. nama. k.

seharusnya kualifikasi setiap kader itu sama. provinsi. dan j. dan kabupaten/kota sampai tahapan terakhir pemilihan umum. 2.i. kantor tetap pada tingkatan pusat. Pasal 4 (1) Kementerian menerima pendaftaran dan melakukan penelitian dan/atau verifikasi kelengkapan dan kebenaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3 ayat (2). rekening atas nama Partai Politik. yang berfungsi sebagai 'pemihak' dan atau membantu tugas dan 16 . baik sipil maupun militer.7. Pengesahan Partai Politik menjadi badan hukum dilakukan dengan Keputusan Menteri paling lama 15 (lima belas) hari sejak berakhirnya proses penelitian dan/atau verifikasi. (3). (2) Penelitian dan/atau verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama 45 (empat puluhlima) hari sejak diterimanya dokumen persyaratan secara lengkap. partai politik di Indonesia setidaknya masih memiliki beberapa kekurangan. Kader adalah orang atau kumpulan orang yang dibina oleh suatu lembaga kepengurusan dalam sebuah organisasi. Kelemahan Partai Politik di Indonesia Menurut kami. sehingga kader menjadi bagus. yaitu: 1) Kaderisasi dari partai politik masih lemah. (4) Keputusan Menteri mengenai pengesahan Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Sehingga. hanya menambah masalah-masalah baru. bila dapat diikuti oleh rakyat secara luas. 2) Rekruitmen untuk menjabat di Partai Politik harus memiliki banyak uang. Menurut beliau. dan tidak memiliki tujuan yang sama.fungsi pokok organisasi tersebut. Mengapa demikian? Karena partai politik dewasa ini lebih berorientasi terhadap uang dan kekuasaan yang tidak bertanggung jawab. Selain itu. ini berarti tim anggota partai politik tidak kompak. Padahal. Buktinya. 4) Pengelolaan keuangan partai yang caruk maruk. Tidak beda jauh dengan yang kaya yang berkuasa. Malahan. yaitu yang kuat yang berkuasa. 17 . Sedangkan kaderisasi merupakan usaha pembentukan seorang kader secara terstruktur dalam organisasi yang biasanya mengikuti suatu silabus tertentu. partai-partai yang berkuasa di Indonesia tidak terlalu membuat perubahan yang begitu signifikan terhadap dunia politik. hal ini membuktikan bahwa kompetisi sudah tidak sehat lagi. tanpa mengelola uang partai dengan baik. akan ditemukan orang-orang yang jauh lebih kompeten namun tidak memiliki banyak uang. Sehingga. amburadul. sering pula terjadi konflik di dalam partai itu sendiri. 3) Tidak adanya loyalitas. konsep hukum rimba pun terjadi disini. Bendahara hanya tahu menahu soal membayar. Hal ini dinyatakan oleh salah seorang Anggota DPR yang mungkin lebih baik namanya tidak perlu disebutkan.

Karena. di suatu kasus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selain menjadi Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia. hal ini tidak boleh dilakukan karena hasil Pemilu yang ada nanti tidak sesuai. sticker. Selanjutnya konflik tersebut dibeberkan ke media sehingga seluruh masyarakat tahu. namun suaranya banyak. Hal ini sebenarnya tidak baik karena pandangan masyarakat ke partai politik itu sendiri akan menjadi buruk. pemilihan tersebut bukan datang dari hati nurani para pemilih. juga memberikan souvenir-souvenir seperti kaos. ketika terjadi gejolak pada Partai Demokrat. beliau akan lebih fokus kepada kepentingan Partai Demokrat. kalender. sebagai contoh.5) Manajemen konflik internal sangat buruk. melainkan semacam balas budi karena diberikan berbagai hadia dan souvenir oleh pihak partai politik. Yaitu. juga berstatus sebagai ketua umum partai Demokrat. mereka dapat “menyogok” rakyat. dll. Hal ini dapat dibuktikan dari partai politik yang kualitasnya buruk. Hal ini dapat dibuktikan dengan sering adanya konflik dalam suatu partai politik. Sehingga. Sehingga. 6) Kecurangan dan ketidakadilan. 18 . terutama rakyat kecil dengan menjanjikan kebijakan-kebijakan yang menggiurkan. 7) Tidak efektif dikarenakan karena seorang tokoh masyarakat yang memiliki lebih dari satu status. Sebenarnya. sehingga urusan pemerintahan terlupakan. Hal ini karena mereka memiliki sumber dana yang besar. Bahkan pernah pula didapati bahwa suatu partai politik menyumbangkan Televisi ke sebuah pos satpam demi mendapatkan suara yang banyak.

juga sudah diatur dengan persyaratan-persyaratan yang bertujuan agar sebuah partai politik dapat berjalan dengan efektif dan baik.BAB III Penutup 3. baik dari kalangan guru.1. Kesimpulan Partai Politik sudah diatur dan sudah direncanakan sedemikian rupa oleh undang-undang. Saran Kualitas harus lebih ditingkatkan lagi. Seharusnya kaderisasi dilihat dari segi kualitas. dengan dibuatnya makalah ini dapat membangkitkan semangat dan menambah pengetahuan lebih mengenai Partai Politik bagi para pembacanya. Menjamurnya partai politik di Indonesia ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin dengan berbagai macam dobrakan dan dengan satu tujan. yaitu. Mendirikan sebuah partai politik pun adalah hak politik rakyat yang berarti pemerintah tidak dapat menghalangi/membatasi tumbuh kembang dan berdirinya suatu partai politik. mensejahterakan Indonesia. 3. murid. terutama masalah kaderisasi. dll. untuk membangun sebuah partai politik pun. Dan semoga. Namun.2. Karena bila dilihat dar 19 .

harus sehat. Selain itu. Fungsi partai politik yang tadinya sebagai mediasi malah menjadi pemicu konflik. bila tidak.segi kuantitas. bisa jadi terjadi hal anarkis antar partai politik. dan hal tersebut tentunya tidak diinginkan oleh rakyat. Persaingan juga tidak boleh terlalu berorientasi terhadap uang. hal tersebut tidak akan berguna karena yang paling diperlukan adalah skill atau kemampuan. partai politik tidak boleh berorientasi terhadap kekuasaan secara berlebihan. sehingga tidak ada kecurangan dan murni. 20 . atau hal materiil.