P. 1
Parpol

Parpol

|Views: 79|Likes:
partai politik
partai politik

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: Asyifa Rizki Aprilia Harahap on May 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2013

pdf

text

original

BAB I Pendahuluan

1.1.

Latar Belakang

Parpol adalah salah satu komponen atau organisasi yang berorientasi pada kekuasaan. Karena itu, parpol memiliki peran penting dalam hal perpolitikan. Tanpa adanya partai politik di Indonesia, maka sistem politik tidak dapat berjalan. Baik buruknya sistem politik dapat ditentukan dari kinerja partai politik itu sendiri. Sistem politik sendiri dapat diartikan sebagai suatu mekanisme dari seperangkat fungsi, dimana fungsi-fungsi tadi melekat pada suatu struktur-struktur politik, dalam rangka pelaksanaan dan pembuatan kebijakan yang mengikat masyarakat. Mendirikan parpol merupakan salah satu hak warga negara Indonesia. Dewasa ini, Indonesia diwarnai akan masalah-masalah dalam bidang politik, terutama yang berkaitan dengan partai politik. Banyaknya masalah-masalah tersebut membuat kami tertarik untuk mengkaji lebih jauh mengenai parpol. Indonesia merupakan negara yang menganut sistem kepartaian “Multipartai”, yang berarti bahwa ada lebih dari 2 partai di Indonesia. Ada banyak sekali partai politik di Indonesia, sama seperti di negara-negara berkembang pada umumnya. Bahkan, menurut http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_partai_politik_di_Indonesia#Pemilu_2014,

1

jumlah partai politik yang ikut serta dalam Pemilihan Umum 2014 adalah 15 parpol. 12 Partai Nasional dan 3 Partai Daerah. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah dengan banyaknya partai di Indonesia membuat aspirasi masyarakat sampai secara menyeluruh ke telinga pemerintah, atau justru membuat semua itu makin menghambat aspirasi masyarakat sampai ke pemerintah? Apakah partai politik di Indonesia sudah menjalankan tujuan dan fungsinya dengan baik dan benar? Milyaran pertanyaan pasti muncul di benak tiap insan. Setiap kebijakan pastii memiliki sisi positif dan sisi negatif. Semua hal tersebut akan kami rangkum dalam makalah yang sederhana ini. Semoga dengan dibuatnya makalah ini, pelajar SMA lebih peduli lagi dengan masa depan partai politik dan dapat mencanangkan semangat agar masa depan politik Indonesia jauh lebih baik dari sekarang.

1.2.

Identifikasi Masalah
a. Apa pengertian partai politik? b. Apa saja fungsi dari partai politik? c. Bagaimana sejarah terbentuknya partai politik? d. Bagaimana sistem kepartaian di Indonesia? e. Apa saja macam partai politik di Indonesia? f. Bagaimana syarat pembuatan partai politik di Indonesia? g. Apa saja kelemahan partai politik di Indonesia?

2

namun lebih kepada kekuasaan yang merakyat. serta pelajar SMA lebih peduli lagi dengan masa depan partai politik dan dapat mencanangkan semangat agar masa depan politik Indonesia jauh lebih baik dari sekarang. macam parpol. Pertanyaan terakhir yaitu mengenai masalah parpol di Indonesia kami sajikan karena dewasa ini. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian mengenai parpol ini adalah agar dapat mengenal lebih jauh mengenai parpol.1. dan masalah parpol di Indonesia. seharusnya. Walaupun parpol adalah organisasi yang berorientasi kepada kekuasaan. parpol di Indonesia telah kehilangan tujuan dan fungsi aslinya.4. syarat pembuatan parpol. dan juga agar dapat membentuk parpol yang lebih bertanggung jawab dan tidak kehilangan fungsinya sebagai parpol. tujuan parpol. yang berkaitan dengan definisi parpol. Rumusan Masalah Untuk mengetahui lebih banyak mengenai Parpol. 1. sejarah parpol. parpol tidak hanya mementingkan kekuasaan tersebut. kami merangkum hal-hal pokok mengenai Parpol dengan 8 pertanyaan. sistem kepartaian. 3 . fungsi parpol.3.

parpol atau partai politik adalah organisasi yang berorientasi untuk kekuasaan. yang bertindak sebagai satu kesatuan politik. 2) Carl J.1. dan cita-cita yang sama dengan tujuan memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik (biasanya). yang dengan 4 . dengan cara konstitusional guna melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka.BAB II Pembahasan 2. nilai-nilai. Definisi parpol menurut beberapa ahli: 1) Miriam Budiardjo: partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi. Friedrich: partai Politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasan pemerintah bagi pemimpin partainya. dan berdasarkan penguasan ini memberikan kepada anggota partainya kemanfaatan yang bersifat ideal maupun materil. Definisi Partai Politik Secara singkat. Soltou: partai Politik adalah sekelompok warga negara yang sedikit banyaknya terorganisir. 3) R.H.

Komunikasi  Menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah c. Fungsi Partai Politik a. Sejarah Partai Politik Awalnya. bertujuan menguasai pemerintah dan melaksanakan kebijakan umum mereka. Partai Politik lahir di negara-negara di Eropa Barat karena munculnya gagasan bahwa rakyat seharusnya ikut berperan dan menentukan dalam proses politik.2. 2. Sarana Rekruitmen  Mengajak orang untuk berpartisipasi dalam politik d. sehingga kekuasaan pemerintah di dunia politik tidak terlalu dominan dan tidak mementingkan kepentingan rakyat. Intinya. Sarana sosialisasi politik  Memberikan pendidikan politik b. pada saat itu.3.memanfaatkan kekuasan memilih. Sarana pengatur konflik/Pengawas  Dapat memecahkan solusi/sebagai mediasi di antara anggota parpol apabila ada konflik e. rakyat menginginkan agar aspirasi rakyat lebih di dengar. 5 . 4) Sigmund Neumann : Partai politik adalah organisasi dari aktivis-aktivis Politik yang berusaha untuk menguasai kekuasan pemerintah serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan melawan golongan-golongan lain yang tidak sepaham. Agregasi kepentingan  Penyampai kepentingan politik 2.

PPBB (Perhimpunan Pegawai Bestuur Bumi Putera) di bawah pimpinan Prawoto dan Indonesische Nationale Groep di bawah pimpinan Muhammad Yamin. yaitu Fraksi Nasional di bawah pimpinan M. Kehadiran partai politik pada masa permulaan merupakan menifestasi kesadaran nasional untuk mencapai kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Sejarah partai politik di Indonesia terbagi dalam 3 periode. Pada tahun 1939 terdapat beberapa fraksi di dalam Dewan Rakat. Setelah didirikan Dewan Rakyat .Selanjutnya. 6 . yaitu: Masa penjajahan Belanda Masa ini disebut sebagai periode pertama lahirnya partai politik di Indoneisa (waktu itu Hindia Belanda). karena pengaruh globalisasi. dan MRI (Majelis Rakyat Indonesia) yang merupakan gabungan organisasi buruh. gerakan ini oleh beberapa partai diteruskan di dalam badan ini. Di luar dewan rakyat ada usaha untuk mengadakan gabungan partai politik dan menjadikannya semacam dewan perwakilan rakyat. ikut memainkan peranan dalam pergerakan nasional untuk Indonesia merdeka. Pada tahun 1939 dibentuk KRI (Komite Rakyat Indoneisa) yang terdiri dari GAPI (Gabungan Politik Indonesia) yang merupakan gabungan dari partai-partai yang beraliran nasional. Husni Thamin. akhirnya Indonesia pun juga mendirikan parpol. ataupun yang berazaskan politik agama dan sekuler seperti Serikat Islam. PNI dan Partai Katolik. MIAI yang merupakan gabungan partai-partai yang beraliran Islam yang terbentuk tahun 1937. Lahirnya partai menandai adanya kesadaran nasional. Pada masa itu semua organisasi baik yang bertujuan sosial seperti Budi Utomo dan Muhammadiyah.

Masa tahun 1950 sampai 1959 ini sering disebut sebagai masa kejayaan partai politik. hanya golongan Islam diberi kebebasan untuk membentuk partai Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Partai Masyumi). Masa pasca proklamasi kemerdekaan Beberapa bulan setelah proklamsi kemerdekaan.R.R.I terdapat Gabungan Politik Indonesia (GAPI). Di dalam K. NU dan PKI. Fraksi-fraksi tersebut di atas adalah merupakan partai politik . Sebagai akibatnya 7 . sehingga kabinet jatuh bangun dan tidak dapat melaksanakan program kerjanya. Perhimpunan Pegawai Bestuur Bumi-Putera. yang lebih banyak bergerak di bidang sosial. Masa pendudukan Jepang Pada masa ini. yaitu : Masyumi. Majelisul Islami A'laa Indonesia (MIAI) dan Majelis Rakyat Indonesia (MRI). terbuka kesempatan yang besar untuk mendirikan partai politik.I). dan Indonesische Nationale Groep.partai politik yang pertama kali terbentuk di Indonesia. semua kegiatan partai politik dilarang.Pada tahun 1939 di Hindia Belanda telah terdapat beberapa fraksi dalam volksraad yaitu Fraksi Nasional. Sedangkan di luar volksraad ada usaha untuk mengadakan gabungan dari Partai-Partai Politik dan menjadikannya semacam dewan perwakilan nasional yang disebut Komite Rakyat Indonesia (K. Dengan demikian kita kembali kepada pola sistem banyak partai. Pemilu 1955 memunculkan 4 partai politik besar. Sistem banyak partai ternyata tidak dapat berjalan baik. PNI. Partai politik tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. sehingga bermunculanlah parti-partai politik Indonesia. karena partai politik memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara melalui sistem parlementer.

Golkar munculsebagai pemenang partai diikuti oleh 3 partai politik besar yaitu NU. 8 . Pada masa Demokrasi Terpimpin ini nampak sekali bahwa PKI memainkan peranan bertambah kuat. Agama dan Komunis) yang diwakili oleh NU. Parmusi. Setelah gelombang reformasi terjadi di Indonesia yang ditandai dengan tumbangnya rezim Suharto. Partai Kristen Indonesia. Empat partai politik Islam. yang mewakili masa masa demokrasi terpimpin. Pada masa demokrasi terpimpin ini peranan partai politik mulai dikurangi. terutama memalui G 30 S/PKI akhir September 1965). PNI dan PKI. Parati Katolik. Pada tahun 1973 terjadi penyederhanaan partai melalui fusi partai politik. maka pemilu dengan sistem multi partai kembali terjadi di Indonesia. Masa demokrasi parlementer diakhiri dengan Dekrit 5 Juli 1959. Partai politik pada saat ini dikenal dengan NASAKOM (Nasional. Maka pada tahun 1977 hanya terdapat 3 organisasi keuatan politik Indonesia dan terus berlangsung hinga pada pemilu 1997. Partai Murba dan Partai IPKI (ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia) bergabung menjadi Partai Demokrasi Indonesia. Setelah itu Indonesia memasuki masa Orde Baru dan partai-partai dapat bergerak lebih leluasa dibanding dengan msa Demokrasi terpimpin. Dan terus berlanjut hingga pemilu 2014 nanti.pembangunan tidak dapat berjaan dengan baik pula. peranan presiden sangat kuat. yaitu : NU. Lima partai lain yaitu PNI. Parmusi (Persatuan Muslim Indonesia) serta PNI. sedangkan di pihak lain. Partai Sarikat Islam dan Perti bergabung menjadi Partai Persatu Pembangunan (PPP). Pada pemilihan umum thun 1971. Suatu catatan pada masa ini adalah munculnya organisasi kekuatan politik bar yaitu Golongan Karya (Golkar).

China. Korea Selatan b. Biasanya terdapat di negara komunis/otoriter. Sistem Kepartaian di Indonesia Berikut ini adalah sistem kepartaian di Indonesia: a.Setelah merdeka. 2. Partai Politik di Indonesia hanya berjumlah 3 partai yaitu Partai Persatuan Pembangunan. Di masa Reformasi. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) melakukan revisi atas UndangUndang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Contoh: Kuba.1998). Indonesia menganut sistem Multi Partai sehingga terbentuk banyak sekali Partai Politik. Golongan Karya. ada 2 partai dalam suatu negara Contoh: Amerika Republik Demokrat Pemerintah Oposisi 9 . Memasuki masa Orde Baru (1965 .4. Monopartai Di negara yang menganut sistem ini. Pada 2012. dan Partai Demokrasi Indonesia. hanya ada satu partai dalam suatu negara. Dwipartai Di negara yang menganut sistem ini. Indonesia kembali menganut sistem multi partai.

di negara Berkembang. ada 15 partai politik yang ikut serta. Terdiri adari 13 Partai Politik Nasional dan 2 Partai Daerah 10 . Multipartai Ada banyak partai politik dalam satu negara. Biasanya terdapat di negara-negara yang baru paham tentang “Demokrasi”. Contoh: Indonesia Indonesia memiliki banyak partai politik. di Pemilu 2014.c.

Partai ideologi Partai yang terbentuk atas dasar kesamaan ideologi (militansi). keterikatannya kuat.5. kita figur/tokoh hilang. Klasifikasi/Macam Partai Politik di Indonesia Pembagian macam partai politik di Indonesia: 1.2. Ada 2 ideologi: 11 . Contoh: Partai sebelum PDIP b. maka partai tersebut pun akan hilang pula dari peredaran. Partai asas Partai asas adalah partai yang dibentuk atas dasar figur/tokoh. Kelemahan dari partai ini adalah. Berdasarkan dasar pembentuk a.

PPP. Pantai Kepentingan Yaitu apabila adanya kesamaan kepentingan/tujuan. Nasionalis Contoh: Demokrat. c. Radikal Yaitu Partai Politik yang ingin melakukan perubahan secara total. dll. mendasar. Kelemahan dari partai ini. PDIP. PKS. Golkar. dan menyeluruh terhadap sistem politik. dan tidak menyeluruh. cepat. Contoh: Partai Komunis Indonesia (PKI) b. Berdasarkan sikap anggota partai a. maka partai tersebut dengan mudahnya akan bubar. PAN. dll. Progresif Partai Progresif adalah partai politik yang ingin mencanangkan perubahan namun secara perlahan. 2.  Agama Contoh: Masyumi. 12 . bila kepentingan/goal sudah tercapai. Nadhatul Ulama. Contohnya adalah saat masa reformasi. Partai Nasdem. Partai Bulan Bintang.

b. 3. e. alasannya karena sudah merasa nyaman dengan Penguasa. Status Quo Partai politik yang juga tidak ingin melakukan perubahan. Contoh: Partai Demokrat.c. sudah merasa nyaman dengan sistem politik yang ada. Reaksioner Yaitu partai politik yang ingin melakukan perubahan. Massa Yaitu partai politik yang merekrut anggotanya dengan melihat segi kuantitas. d. dll. untuk jangka panjang. Kader Yaitu partai politik yang merekrut anggota politik berdasarkan kualitas. tapi dengan cara kembali ke sistem politik yang ada di masa lalu. 13 . Berdasarkan fungsi a. Konservatif Partai politik yang tidak ingin melakukan perubahan. Partai Nasdem.

(3). (1b). Pasal 2-4 Pasal 2 (1). 14 . Syarat Pembentukan Partai Politik di Indonesia UU No 2 Tahun 2011. Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didaftarkan oleh paling sedikit 50 (lima puluh) orang pendiri yang mewakili seluruh pendiri Partai Politik dengan akta notaris. visi dan misi Partai Politik. asas dan ciri Partai Politik. lambang. organisasi. AD sebagaimana dimaksud pada ayat (3) memuat paling sedikit: a. tujuan dan fungsi Partai Politik. tempat kedudukan. kepengurusan Partai Politik. Akta notaris sebagaimana dimaksud pada ayat (1a) harus memuat AD dan ART serta kepengurusan Partai Politik tingkat pusat. Pendiri dan pengurus Partai Politik dilarang merangkap sebagai anggota Partai Politik lain. dan tanda gambar Partai Politik. c. f. e. (1a). dan pengambilan keputusan.6. Pendirian dan pembentukan Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyertakan 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan. g.2. b. mekanisme rekrutmen keanggotaan Partai Politik dan jabatan politik. d. (4). (2). Partai Politik didirikan dan dibentuk oleh paling sedikit 30 (tiga puluh) orang warga negara Indonesia yang telah berusia 21 (dua puluh satu) tahun atau sudah menikah dari setiap provinsi. nama.

g. nama. atau tanda gambar yang tidak mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan nama. atau tanda gambar yang telah dipakai secara sah oleh Partai Politik lain sesuai dengan peraturan perundangundangan. (5). mekanisme pemberhentian anggota Partai Politik. peraturan dan keputusan Partai Politik. Kepengurusan Partai Politik tingkat pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disusun dengan menyertakan paling sedikit 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan. h.h. kepengurusan pada setiap provinsi dan paling sedikit 75% (tujuh puluh lima perseratus) dari jumlah kabupaten/kota pada provinsi yang bersangkutan dan paling sedikit 50% (lima puluh perseratus) dari jumlah kecamatan pada kabupaten/kota yang bersangkutan. Partai Politik harus didaftarkan ke Kementerian untuk menjadi badan hukum. j. k. keuangan Partai Politik. (2). i. akta notaris pendirian Partai Politik. mekanisme penyelesaian perselisihan internal Partai Politik. Untuk menjadi badan hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 15 . l. lambang. pendidikan politik. lambang. Partai Politik harus mempunyai: f. sistem kaderisasi. Pasal 3 (1). dan m.

(3). partai politik di Indonesia setidaknya masih memiliki beberapa kekurangan. yaitu: 1) Kaderisasi dari partai politik masih lemah. sehingga kader menjadi bagus. baik sipil maupun militer. Kelemahan Partai Politik di Indonesia Menurut kami. provinsi. (4) Keputusan Menteri mengenai pengesahan Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia. dan j. 2. kantor tetap pada tingkatan pusat.7. Kader adalah orang atau kumpulan orang yang dibina oleh suatu lembaga kepengurusan dalam sebuah organisasi. yang berfungsi sebagai 'pemihak' dan atau membantu tugas dan 16 .i. Pengesahan Partai Politik menjadi badan hukum dilakukan dengan Keputusan Menteri paling lama 15 (lima belas) hari sejak berakhirnya proses penelitian dan/atau verifikasi. Pasal 4 (1) Kementerian menerima pendaftaran dan melakukan penelitian dan/atau verifikasi kelengkapan dan kebenaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3 ayat (2). seharusnya kualifikasi setiap kader itu sama. dan kabupaten/kota sampai tahapan terakhir pemilihan umum. (2) Penelitian dan/atau verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama 45 (empat puluhlima) hari sejak diterimanya dokumen persyaratan secara lengkap. rekening atas nama Partai Politik.

yaitu yang kuat yang berkuasa. sering pula terjadi konflik di dalam partai itu sendiri. partai-partai yang berkuasa di Indonesia tidak terlalu membuat perubahan yang begitu signifikan terhadap dunia politik. Bendahara hanya tahu menahu soal membayar. hal ini membuktikan bahwa kompetisi sudah tidak sehat lagi. Sehingga. 3) Tidak adanya loyalitas. konsep hukum rimba pun terjadi disini. bila dapat diikuti oleh rakyat secara luas. Tidak beda jauh dengan yang kaya yang berkuasa. dan tidak memiliki tujuan yang sama. Hal ini dinyatakan oleh salah seorang Anggota DPR yang mungkin lebih baik namanya tidak perlu disebutkan.fungsi pokok organisasi tersebut. Selain itu. Sehingga. Menurut beliau. 4) Pengelolaan keuangan partai yang caruk maruk. 17 . Mengapa demikian? Karena partai politik dewasa ini lebih berorientasi terhadap uang dan kekuasaan yang tidak bertanggung jawab. Malahan. akan ditemukan orang-orang yang jauh lebih kompeten namun tidak memiliki banyak uang. tanpa mengelola uang partai dengan baik. Sedangkan kaderisasi merupakan usaha pembentukan seorang kader secara terstruktur dalam organisasi yang biasanya mengikuti suatu silabus tertentu. Buktinya. Padahal. ini berarti tim anggota partai politik tidak kompak. hanya menambah masalah-masalah baru. 2) Rekruitmen untuk menjabat di Partai Politik harus memiliki banyak uang. amburadul.

Sebenarnya. mereka dapat “menyogok” rakyat. 6) Kecurangan dan ketidakadilan. Selanjutnya konflik tersebut dibeberkan ke media sehingga seluruh masyarakat tahu. dll. sebagai contoh. Hal ini karena mereka memiliki sumber dana yang besar. Hal ini dapat dibuktikan dari partai politik yang kualitasnya buruk. terutama rakyat kecil dengan menjanjikan kebijakan-kebijakan yang menggiurkan. Karena. juga berstatus sebagai ketua umum partai Demokrat. pemilihan tersebut bukan datang dari hati nurani para pemilih. Bahkan pernah pula didapati bahwa suatu partai politik menyumbangkan Televisi ke sebuah pos satpam demi mendapatkan suara yang banyak. juga memberikan souvenir-souvenir seperti kaos. 7) Tidak efektif dikarenakan karena seorang tokoh masyarakat yang memiliki lebih dari satu status. sehingga urusan pemerintahan terlupakan. melainkan semacam balas budi karena diberikan berbagai hadia dan souvenir oleh pihak partai politik. Sehingga. Hal ini dapat dibuktikan dengan sering adanya konflik dalam suatu partai politik.5) Manajemen konflik internal sangat buruk. Sehingga. kalender. di suatu kasus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selain menjadi Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia. namun suaranya banyak. hal ini tidak boleh dilakukan karena hasil Pemilu yang ada nanti tidak sesuai. Yaitu. 18 . sticker. beliau akan lebih fokus kepada kepentingan Partai Demokrat. ketika terjadi gejolak pada Partai Demokrat. Hal ini sebenarnya tidak baik karena pandangan masyarakat ke partai politik itu sendiri akan menjadi buruk.

2. terutama masalah kaderisasi. Menjamurnya partai politik di Indonesia ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin dengan berbagai macam dobrakan dan dengan satu tujan. untuk membangun sebuah partai politik pun. dengan dibuatnya makalah ini dapat membangkitkan semangat dan menambah pengetahuan lebih mengenai Partai Politik bagi para pembacanya. Dan semoga. 3. yaitu. Mendirikan sebuah partai politik pun adalah hak politik rakyat yang berarti pemerintah tidak dapat menghalangi/membatasi tumbuh kembang dan berdirinya suatu partai politik. dll.1. Namun. juga sudah diatur dengan persyaratan-persyaratan yang bertujuan agar sebuah partai politik dapat berjalan dengan efektif dan baik. baik dari kalangan guru.BAB III Penutup 3. Seharusnya kaderisasi dilihat dari segi kualitas. mensejahterakan Indonesia. murid. Kesimpulan Partai Politik sudah diatur dan sudah direncanakan sedemikian rupa oleh undang-undang. Karena bila dilihat dar 19 . Saran Kualitas harus lebih ditingkatkan lagi.

hal tersebut tidak akan berguna karena yang paling diperlukan adalah skill atau kemampuan. partai politik tidak boleh berorientasi terhadap kekuasaan secara berlebihan. bila tidak. bisa jadi terjadi hal anarkis antar partai politik. Selain itu.segi kuantitas. Fungsi partai politik yang tadinya sebagai mediasi malah menjadi pemicu konflik. dan hal tersebut tentunya tidak diinginkan oleh rakyat. Persaingan juga tidak boleh terlalu berorientasi terhadap uang. harus sehat. 20 . sehingga tidak ada kecurangan dan murni. atau hal materiil.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->