Agus Ansori

Sidebar
• • • • • • •

Classic Flipcard Magazine Mosaic Sidebar Snapshot Timeslide

Nov 8

Laporan PKP PAUD

LAPO RAN
PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL (PAUD 4501) Upaya meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak melalui Bermain Puzzle pada Anak Kelompok B di TK Pertiwi 1 Banyurip, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2011/2012

Disusun oleh : Nama NIM Program Pokjar : DWI GINARSIH : 821158079 : S1 PG PAUD : Sambungmacan

FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ SURAKARTA 2011.2
LAPORAN PENGESAHAN LAPORAN PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL (PAUD 4501)

Nama Mahasiswa NIM Program Studi Tempat Mengajar Tanggal Pelaksanaan

: DWI GINARSIH : 821158079 : S1 PG PAUD : TK Pertiwi 1 Banyurip : Siklus I = 17 Oktober – 22 Oktober 2011 Siklus II = 24 Oktober – 29 Oktober 2011

: Upaya meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak melalui Bermain Puzzle pada Anak Kelompok B di TK Pertiwi 1 Banyurip, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2011/2012

Sragen, Oktober 2011 Mengetahui Tutor Pembimbing Mahasiswa

Drs. ANWARUL HADI, M.Pd.

DWI GINARSIH NIM. 821 158 079

MOTTO

    

Hidup adalah sebuah perjuangan. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Jadikan hidupmu suatu pelajaran, janganlah kau anggap sebagai beban. Pendidikan adalah perhiasan diwaktu senang dan tempat berlindung di waktu susah. Tiada kekal kehidupan di dunia ini, perbanyaklah untuk beribadah.

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. S. M. selaku Koordinator Bantuan Belajar dan Layanan BAHAN Ajar UPBJJ UT Surakarta. Drs. Anwarul Hadi. M. Semua pihak kami tidak menyebutkan satu-persatu. Oktober 2011 Penulis . Ir.Si. Sri Indarti. selaku UPBJJ UT Surakarta. selaku Supervisor 2. 2. Drs. Kami menyadari sepenuh hati bahwa laporan ini masih terdapat banyak kekurangan. maka saran yang membangun sangat kami harapkan. Tri Wahyuni. Maka pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ibu serta kakak-kakakku tercinta. Laporan ini dibuat untuk dapat memenuhi salah satu tugas dalam mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PAUD 4501). 4. Kabupaten Sragen. selaku Kepala TK Pertiwi 1 Banyurip. M. Kecamatan Sambungmacan. selaku Tutor Pembimbing. serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas berupa Laporan Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) pada anak Kelompok B di TK Pertiwi 1 Banyurip.Pd. Mulyono. 3. Muhammad Kholis. Sragen. 7. 6. Program S1 PG PAUD ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dari berbagai pihak. Bapak.Pd. Kami berharap semoga semua ibadahnya diterima Allah SWT dan selalu mendapatkan Ridho_Nya. 5.Pd. S. Akhir kata semoga laporan ini bermanfaat dan diterima.Pd.

.................................................................... Implikasi Perkembangan Kognitif dengan Kecerdasan Logika Berhitung C................................................ LEMBAR PENGESAHAN................................................................ Deskripsi Per Siklus........................................................................................................................................ DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN ............. Saran..................... Deskripsi Per Siklus............................................................... Pembahasan dari setiap Siklus................. Prosedur Penelitian.. B........................................................................................ Subyek Penelitian...... Kesimpulan........................................................ Manfaat Perbaikan.......... C............................................................... B............ BAB I PENDAHULUAN A........................................ DAFTAR ISI..................................................................................................... D.................. Tujuan Perbaikan ................................ Rumusan Masalah.........................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...................................................................................................................... KATA PENGANTAR............................. D.... Kemampuan Kognitif..................................................... Kerangka Berpikir................................................................... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A..... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A................................ Puzzle..................... BAB II KAJIAN PUSTAKA A.......................... Bermain........ B.......................................... C................................................................ E........................................ B................................................................................ Latar Belakang Masalah................................................. MOTTO ........................................................................................... B........... BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN A..............................

pengasuh. Tujuan pendidikan Taman Kanak-kanak adalah membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap. Sasaran tugas dan fungsi pendidikan adalah manusia yang senantiasa tumbuh dan berkembang mulai dari periode kandungan ibu sampai meninggal dunia. Oleh karena itu. Masa kanak-kanak merupakan masa golden age (usia emas). keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya (Depdikbud. perlu perhatian khusus terutama pendidikan sejak dini yaitu sebuah pendidikan di taman kanak-kanak yang dapat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan kurikulum yang berlaku agar anak dapat mengembangkan seluruh kemampuan yang dimilikinya sesuai dengan tahap perkembangannya. . 1998 : 2).27 Tahun 1990). tugas utama TK adalah mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai pengetahuan. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses penyesuaian diri secara timbal balik (memberi dan menerima pengetahuan). pengetahuan. keterampilan dan intelektual agar dapat melakukan adaptasi dengan kegiatan belajar yang sesungguhnya di sekolah dasar. guru) dengan anak usia dini secara terencana untuk mencapai suatu tujuan. sikap perilaku. Untuk mencapai tujuan semua itu. Sebagai lembaga pendidikan pra sekolah. Oleh karena itu peran orang tua dan guru sangat penting dalam membantu mengembangkan potensi-potensi yang ada pada diri anak. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan anak akan berkembang secara pesat dan optimal. fungsi pendidikan adalah menyediakan fasilitas yang dapat memungkinkan tugas pendidikan berjalan lancar dan mempersiapkan peserta didik untuk dapat hidup di kelak kemudian hari dan sebagai sumber peraturan yang akan digunakan sebagai pegangan hidup dan pegangan langkah pelaksanaan oleh tenaga pendidik. Pendidikan Taman Kanak-kanak merupakan salah satu bentuk pendidikan pra sekolah yang terdapat di jalur pendidikan sekolah (PP No.BAB I PENDAHULUAN A. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)) merupakan proses interaksi antara pendidik (orang tua.

B. anak cenderung dapat menyebutkan bilangan namun tidak tahu jumlah bendanya. jika guru menjelaskan di depan kelas. e). jika guru sedang menjelaskan. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas. Sesuai dengan prinsip belajar di TK yaitu belajar seraya bermain. d). Pada masa ini anak masih berada pada tahap belajar sambil bermain (learning by doing). Selain itu anak kurang berminat terhadap berhitung karena kemampuan intelegensinya tidak mampu untuk memecahkan soal-soal berhitung. Hal ini disebabkan siswa terlebih dahulu merasa ketakutan terhadap kegiatan berhitung. dari 20 anak hanya ada 5 anak (25%) saja yang mampu menyebutkan nama bilangan sesuai dengan bendanya. maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : . Pada umumnya anak kesulitan dalam memecahkan soal berhitung. Dengan bermain puzzle diharapkan tingkat kemampuan anak akan meningkat dan akhirnya anak akan menyukai pelajaran berhitung. Mengingat masalah di atas. anak masih sering keliru atau terbalik dalam menuliskan angka. dari 20 anak hanya 50% saja yang dapat menyebutkan angka dan menuliskannya dengan benar. Piaget dalam Yuliani Nurani Sujiono (2004 : 3. anak belum terbiasa menggunakan benda di sekolah yang tersedia seperti puzzle untuk sarana atau media berhitung. anak kurang berkonsentrasi. Hal ini ditandai adanya beberapa kondisi yaitu : a). Berdasarkan pengamatan terhadap kegiatan pengembangan kognitif di TK Kelompok B ditemukan masalah yang berkaitan dengan kemampuan anak dalam menghitung angka 1-10 dengan benda-benda/puzzle yang tersedia di sekolah dan di alam sekitar kehidupan anak.4) menyatakan bahwa perkembangan kognitif anak usia dini berada pada tahapan praoperasional yaitu anak menggunakan simbol dan penyusunan tanggapan internal. apabila tidak segera diatasi dan diselesaikan akan berakibat munculnya masalah-masalah baru seperti anak akan semakin kesulitan menerima materi berikutnya dan anak kurang menyenangi pelajaran berhitung. lebih cenderung bersendau gurau sendiri dengan temannya. Sehubungan dengan itu penulis ingin memecahkan permasalahan yang terjadi dengan metode belajar sambil bermain puzzle. Oleh karena itu mereka sering mencari kesibukan sendiri dan suka ramai dengan temannya.Menurut J. c). b).

4. Kecamatan Sambungmacan. Kecamatan Sambungmacan. Manfaat Perbaikan Perbaikan pembelajaran ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Anak TK Kelompok B dapat berhitung 1-10 melalui media bermain puzzle yang menyenangkan dan bermakna. Anak dapat termotivasi dalam belajar di bidang pengembangan kognitif. 5. Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2011/2012?” C. sehingga dapat menumbuhkan minat anak dalam berhitung sambil bermain sesuai dengan kebutuhan anak. . 2. Kemampuan anak dalam berhitung dengan bermain puzzle dapat meningkat. Tujuan Perbaikan Sesuai dengan rumusan masalah di atas. Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2011/2012. maka tujuan perbaikan pembelajaran dalam penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan kognitif anak TK Kelompok B dalam berhitung 1-10 melalui metode bermain puzzle di TK Pertiwi 1 Banyurip. Bagi orang tua agar dapat memfasilitasi dan memotivasi anak dalam berhitung dari 1-10 melalui media bermain puzzle yang bervariatif.“Apakah dengan bermain puzzle dapat meningkatkan kognitif anak dalam berhitung 1-10 pada anak Kelompok B di TK Pertiwi 1 Banyurip. 3. D. Bagi guru dapat menambah wawasan tentang stimulasi yang tepat dalam merangsang perkembangan kognitif anak dan berhitung 1-10 melalui metode bermain puzzle yang bervariatif.

mengurutkan dari yang kecil ke besar dan sebagainya.12) mengatakan bahwa kemampuan seseorang untuk merasakan dan mengingat serta membuat alasan dan berimajinasi.24). Agar perkembangan berjalan optimal maka stimulasi perlu diberikan secara terus menerus dan berkesinambungan. 1986 : 1. bagian yang digunakan untuk bernalar. yaitu faktor gen (pembawaan) dan lingkungan. Piaget dalam Yuliani Nurani Sujiono (2004 : 6. Dalam banyak buku psikologi potensi sering diartikan sebagai pembawaan sejak lahir atau kesanggupan untuk berkembang yang dimiliki seorang manusia sejak lahir (Lubis. B. Beberapa kegiatan yang dapat mengasah logika matematika kepada anak : 1. Ketika seorang manusia sejak lahir ia membawa segudang potensi. berkomunikasi dan membaca mendapatkan lebih banyak pengalaman lainnya. Setiap hari pemikiran anak berkembang ketika mereka belajar tentang orang yang ada di sekitarnya. Apabila kita bicara kemampuan dasar. Kemampuan kognitif dapat berkembang dipengaruhi oleh dua faktor. Kemampuan kognitif senantiasa berkembang dan sering kali kita menyebutkan dengan istilah lebih intelek dan cerdas. maka kita akan menghubungkannya dengan istilah “potensi”. Belajar. Pikiran merupakan bagian dari otak. kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan untuk beradaptasi dan belajar dari pengalaman hidup sehari-hari (Santrock. kognitif dapat diartikan sebagai kemampuan verbal.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. . Mengenai bentuk geometri Pada anak usia 4 tahun pengenalan bentuk bisa dilakukan dengan mengelompokkan berdasar bentuk yang sama dengan ukuran dan warna. Kemampuan Kognitif Kemampuan kognitif merupakan salah satu kemampuan dasar yang dimiliki anak usia 3-4 tahun. berpikir dan memahami sesuatu. 2001 : 2. Implikasi Perkembangan Kognitif dengan Kecerdasan Logika Berhitung Perkembangan kognitif menurut J.29). Perkembangan kognitif merupakan perkembangan dari pikiran. namun potensi tersebut harus didukung oleh orang dewasa yang ada di sekitarnya agar dapat berkembang secara optimal dan maksimal.

b) Bermain berasal dari motivasi yang muncul dari dalam diri anak. 5. Menyelesaikan puzzle Menyusun puzzle adalah salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengasah kemampuan menggunakan logika. menebak penjumlahan dan pengurangan sederhana serta menyajikan lagu-lagu yang berkaitan dengan bilangan dan membantu anak mengenal bilangan. Seperti kemampuan kreativitas. Karakteristik Bermain Ada 5 karakteristik bermain yaitu sebagai berikut : a) Bermain merupakan sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai yang positif bagi anak. Bermain 1. misalnya . memecahkan masalah kemampuan berbahasa. bermain diartikan sebagai melakukan sesuatu untuk bersenang-senang. Anak benar-benar aktif dalam kegiatan tersebut. tanpa ada tujuan atau sasaran yang hendak dicapai. 4. 3. baik secara fisik maupun mental. Eksperimen di alam Dapat dilaksanakan dengan melakukan pengamatan dengan anak di alam terbuka. . Puzzle tidak harus selalu yang sudah tersedia. Jadi seorang anak yang bermain berarti anak itu sedang melakukan aktivitas yang menyenangkan bagi dirinya.2. Pengertian Bermain Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bermain memiliki hubungan sistematik yang khusus dengan sesuatu yang bukan bermain. bukan merupakan kewajiban. kemampuan bersosialisasi dengan teman sebaya. Mengenal bilangan melalui bermain Bermain tebak-tebakan dengan menghitung jumlah mainan. Bermain adalah kegiatan yang dilakukan berulangulang demi kesenangan. mengamati bahwa air mengalir ke tempat yang paling rendah. d) e) Bermain senantiasa melibatkan peran aktif anak. c) Bermain sifatnya spontan dan sukarela. 2. C. air selalu berubah bentuk mengikuti wadah yang ditempatinya dan lain-lain. kita dapat membuat sendiri bersama anak-anak. Pengenalan pola Kemampuan melihat pola dapat dikembangkan dengan mengajak anak melakukan pengamatan. misalnya mengamati jumlah kendaraan yang berlalu lalang di dekat sekolah dan lain-lain.

jigsaw. bahasa dan perilaku. Anak memperoleh kesempatan mengembangkan potensi-potensi yang ada padanya. Puzzle jigsaw pada awalnya digunakan pada tahun 1970-an. kegiatan bermain merangsang anak menggunakan motorik kasar dan halus. Seringkali puzzle merupakan suatu bentuk hiburan. Anak terbiasa menggunakan seluruh aspek panca inderanya sehingga terlatih dengan baik. dan lain-lain. Puzzle Seperti yang disadur dari www. Implementasi Arti Bermain Sudah kita ketahui bersama bahwa prinsip belajar di TK adalah “belajar seraya bermain”. crossword. b) Bermain itu bergerak. Penyelesaian masalah puzzle dapat membutuhkan pola dan membuat susunan tertentu.org/jigsaw-puzzle-histoy. Sesuai dengan yang dikemukakan oleh Montolalu (2005 : 1.3) bahwa pembelajaran menjadi bermakna karena hal berikut ini : a) Bermain itu belajar. intelektual. Secara ilmiah memotivasi anak mengetahui sesuatu lebih mendalam lagi. nilai agama.3. kemampuan bersosialisasi dan disiplin dengan tujuan anak tumbuh menjadi pribadi yang matang dan mandiri. tetapi juga dapat menyelesaikan masalah matematika dan logika. Puzzle adalah permain menyelesaikan masalah dengan mengandung tantangan. dan menumbuhkan ras aingin menyelidiki sesuatu yang akan memperkaya pengetahuannya. Anak akan menemukan dirinya. saat bermain tampak jelas perilaku anak baik moral. Pada saat orang Eropa membuat peta dengan menempelkan peta pada kayu dan memotongnya menjadi kepingan yang . bereksperimen. Arti Bermain bagi Anak Berdasarkan pengamatan dan pengalaman dan hasil penelitian para ahli dalam Montolalu (2005 : 1/3) dikatakan bahwa bermain mempunyai arti sebagai berikut : a) b) c) d) e) 4. Terdapat bermacam-macam puzzle. c) Bermain membentuk perilaku. melalui bermain anak memperoleh kesempatan pengalaman. Memberikan peluang bagi anak untuk berkembang seutuhnya bagi fisik. emosi/perasaan. D. yaitu kekuatan dan kelemahannya serta juga minat dan kebutuhannya. tower of hanoi.html (2007). di antaranya adalah : jigsaw. serta mengembangkan kesadaran anak akan kemampuan tubuhnya ketika ia menggunakannya.

E. Akhir-akhir ini dapat dimainkan pada komputer (Tunner.jpg.kecil. untuk membuat mereka lebih menantang. Potongan-potongan tepi dapat bervariasi lebih dalam kasus ini. Perkembangan selanjutnya pembuatan puzzle jigsaw menggunakan karton atau styrofoam dan berbentuk tiga dimensi.org/wiki/file:jigsaw puzzling at OCP. Kerangka berpikir yang peneliti rencanakan adalah sebagai berikut : . Permainan ini dari triplek yang terdiri dari satu bagian dengan ukuran yang sama. ditambah dengan empat potong sudut jika teka-teki adalah persegi atau persegi panjang. teka-teki lainnya dirancang sehingga bentuk-bentuk keseluruhan teka-teki angka. persegi panjang atau bulat dengan potongan tepi yang memiliki satu sisi yang baik lurus atau melengkung dengan lancar untuk menciptakan bentuk. Cara kerjanya adalah keping-keping diambil kemudian dikembalikan menurut bentuk semula. seperti binatang. tanpa tepi yang halus. 2001 : 159) dalam http:enwikipedia. Beberapa teka-teki jigsaw memiliki potongan-potongan yang dipotong seperti semua sisa potongan interlocking. Kebanyakan jigsaw puzzle persegi. Satu bagian dibuat lukisan sederhana misalnya seekor ayam sedang makan atau gambar lainnya. Puzzle tersebut mulai digunakan sebagai alat pembelajaran geografi. Pada anak usia dini permainan puzzle biasanya berbentuk leg puzzle atau teka-teki. Tujuan permainan ini adalah agar anak mengenal bentuk. melatih daya pengamatan dan daya konsentrasi anak serta melatih keterampilan jari-jari anak. http://enwikipedia. Triplek yang dilukis dipotong menjadi 10-12 keping.org/wiki/whodunit. Kerangka Berpikir Kerangka pemikiran pada dasarnya adalah merupakan uraian penalaran untuk bisa sampai pada pemberi jawaban sementara atas masalah yang dirumuskan.

.

laki-laki 10. Kabupaten Sragen dengan jumlah siswa 21 anak. Prosedur yang akan dilalui adalah observasi awal sebelum diadakannya tindakan dan serta refleksi diri guru terhadap pembelajaran awal yang telah dilakukan. Penelitian ini di TK Pertiwi 1 Banyurip. Hasil observasi awal dianalisis dan diolah bersama-sama antar guru (peneliti) dan rekan sejawat (pengamat) untuk dibuat tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yang timbul pada siswa. Kecamatan Sambungmacan. guru dan pembelajaran.30 – 10. Kecamatan Sambungmacan. Penelitian ini dilaksanakan 2 siklus : a) Siklus pertama dilaksanakan pada tanggal. Kabupaten Sragen. c) Tiap siklus ada 5 kali pertemuan. Dalam proses pembelajaran dilaksanakan observasi baik terhadap guru. d) Subyek pertemuan waktunya pukul 07. siswa. proses dan hasil pembelajaran. dan setiap siklus melalui . perempuan 11 anak. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang akan dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek Penelitian 1.00 Wib. b) Siklus kedua dilaksanakan pada tanggal. Lokasi penelitian Lokasi penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Subyek penelitian Subyek penelitian adalah anak-anak kelompok B TK Pertiwi 1 Banyurip. Waktu penelitian Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian ini dilaksanakan. 2.BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN A. 3. Tindakan dilakukan dengan 2 siklus (tahap). B.

5) Menyiapkan alat peraga (puzzle) Dari lima rencana kegiatan tersebut. Deskripsi Per Siklus 1. hasil karya dan sebagainya. pengamatan/observasi (observing) dan refleksi (reflecting). unjuk kerja. 3) Kegiatan istirahat ± 30 menit Dalam kegiatan istirahat anak terbiasa makan bekal bersama lalu melakukan kegiatan bermain di luar kelas. 2) Kegiatan inti ± 60 menit Kegiatan ini merupakan pokok dari kegiatan yang bisa dilakukan secara observasi. terlebih dahulu penulis menyampaikan keadaan awal tentang kegiatan yang dilaksanakan di TK Pertiwi 1 Banyurip. Sehingga pada tahap penelitian dihasilkan laporan penulisan dan pelaporan hasil penelitian. salam. Siklus pertama Sebelum penelitian dilaksanakan. absen. 3) Membuat Rencana Kegiatan Harian (RKH) selama 5 hari. Kecamatan Sambungmacan. tanya jawab. Pada siklus pertama. atau bercakap-cakap dengan tema yang sedang berlangsung. Hasil observasi pada Siklus I dan II dianalisis dan diolah datanya dan dijadikan bahan laporan hasil penelitian. kemudian dengan kegiatan menyanyi. C. Hasil observasi awal yang dianalisis dan diolah menjadi rencana tindakan Siklus I dianalisis serta direfleksi untuk acuan pelaksanaan pada Siklus II.tahapan-tahapan : perencanaan (planning). Perencanaan tindakan . berdo’a. pelaksanaan (acting). terlebih dahulu guru membuat suatu rencana kegiatan yaitu : 1) Membuat rancangan satu siklus. 4) Kegiatan akhir ± 30 menit a). Kabupaten Sragen. pelaksanaan per RKH ada rincian waktu sebagai berikut : 1) Kegiatan awal ± 30 menit Pada kegiatan awal dilakukan kegiatan secara rutin yaitu berbaris. 2) Membuat Rancangan Kegiatan (RK) siklus ke-1. penugasan. 4) Membuat skenario perbaikan untuk 5 hari.

. Refleksi Refleksi hasil observasi dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran selesai. 2) Guru menjelaskan kegiatan bermain puzzle secara klasikal. 4) Dalam kegiatan bermain puzzle guru membimbing anak yang belum mampu mengerjakan. HASIL JENIS KEGIATAN Membongkar dan memasang puzzle menjadi bentuk yang utuh. 3) Guru memberi contoh cara membongkar dan memasang puzzle. HA RI KE I. bercakap-cakap. Sebelum pulang guru berpesan tentang kegiatan hari esok.Kegiatan akhir diisi dengan mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan seharian yaitu dengan memberi penguatan kepada anak yang lebih berhasil dan memberi bimbingan bagi anak yang kurang berhasil. Hasil observasi dilaksanakan dan dibahas kelebihan dan kekurangannya. Selanjutnya anak-anak bisa diajak bernyanyi. Menyusun kepingan puzzle berdasarkan konsep bilangan o √ • JUMLA H ANAK II. Menghitung potongan gambar puzzle. b). Lalu melanjutkan siklus berikutnya. III. d). Pelaksanaan kegiatan Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan : 1) Guru mengatur tempat duduk 3 kelompok. Observasi kegiatan Cara yang digunakan untuk memperoleh data adalah melalui pengumpulan data sebagai dokumentasi berupa hasil karya anak yang akan dinilai oleh guru sebagai peneliti dan dibantu oleh 2 orang penilai (penilai 1 dan penilai 2). bercerita serta bertepuk tangan. c). Karena tindakan penelitian dilaksanakan 2 siklus.

Hasil evaluasi dari siklus ke-1 disajikan dalam tabel untuk mengetahui seberapa tingkat keberhasilan anak. berbagi cerita. Mencari satu bagian puzzle yang hilang. Dari kelima rencana kegiatan tersebut. JUMLAH Hasil pengumpulan data yang didapat dari refleksi kemudian dianalisis secara deskriptif. kegiatan yang dilakukan kegiatan secara rutin yaitu berbaris. Menyiapkan alat peraga (puzzle). Mencari dan memasang puzzle yang diacak. Membuat skenario perbaikan selama lima hari.1-8. terlebih dahulu guru membuat rencana kegiatan siklus kedua seperti pada siklus pertama yaitu : 1) 2) 3) 4) 5) Membuat rancangan satu siklus. dan lain-lain. 2) Kegiatan inti ± 60 menit . V. IV. Membuat rencana kegiatan harian (RKH) selama 5 hari. pelaksanaan per-RKH ada rincian waktu sebagai berikut : 1) Kegiatan awal ± 30 menit Pada kegiatan awal. Kegiatan tetap mengarah pada tema yang sedang berlangsung. Keterangan : O √ • = kurang = cukup = kurang Siklus Kedua Pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada siklus kedua ini merupakan perbaikan dari 2. a) Perencanaan kegiatan kegiatan pembelajaran di siklus pertama pada siklus kedua. absen. tanya jawab. berdo’a. salam. Kegiatan lain yang bisa dilakukan adalah menyanyi. Membuat rancangan kegiatan (RK) siklus kedua.

3) Kegiatan istirahat ± 30 menit Kegiatan akhir bisa diisi dengan kegiatan seperti sajak. penugasan. Kemudian guru membahas tentang kegiatan yang telah dilakukan dan kegiatan hari esok. Tetapi pelaksanaan siklus dihentikan karena pelaksanaan penelitian sudah dilakukan 2 siklus. unjuk kerja. menyanyi.Kegiatan ini merupakan pokok dari kegiatan yang bisa dilakukan secara observasi. Guru menjelaskan kegiatan bermain puzzle. c) Observasi kegiatan Cara yang digunakan untuk memperoleh data adalah melalui pengumpulan data sebagai dokumentasi berupa hasil karya anak yang akan dinilai oleh guru sebagai peneliti dan dibantu oleh 2 orang penilai (penilai 1 dan penilai 2). o √ • JUMLA H ANAK . HASIL JENIS KEGIATAN Membongkar dan memasang puzzle sesuai dengan pasangannya. Hasil pengumpulan data yang didapat dari refleksi kemudian dianalisis secara deskriptif. Guru memberi contoh cara membongkar dan memasang puzzle. percakapan atau bercerita. Hasil evaluasi dari siklus kesatu dan siklus kedua dibandingkan untuk diketahui seberapa besar peningkatan kemampuan kognitif yang sudah direncanakan yang dalam hal ini disajikan dalam tabel. Dalam kegiatan bermain puzzle guru membimbing anak yang belum mampu mengerjakan. hasil karya dan sebagainya. b) Pelaksanaan kegiatan Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan : 1) 2) 3) 4) Guru mengatur tempat duduk 3 kelompok. Pengamatan juga bisa dilakukan dengan cara menilai keaktifan anak selama melakukan kegiatan pembelajaran tersebut. HA RI KE I. d) Refleksi Refleksi hasil observasi dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran selesai.

Keterangan : O √ • = kurang = cukup = kurang . JUMLAH III. IV. Menjiplak bentuk puzzle pada lembar kegiatan dan mewarnainya. Lomba memasangkan puzzle dengan mencari lambang bilangan 1-8 di belakang gambar puzzle. Mencari dan memasang puzzle yang diacak hingga berbentuk puzzle yang utuh. Memasangkan puzzle dengan mencari 2 bagian yang hilang. V.II.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Tujuan utama pembelajaran ini adalah upaya meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui bermain puzzle. Prasiklus Sebagai dasar pelaksanaan perbaikan pembelajaran ini adalah hasil analisis dan refleksi pada kondisi awal prasiklus pada hari Senin. Hasil kegiatan berhitung pada prasiklus disajikan dalam tabel berikut : . dan refleksi. Kegiatan dalam prasiklus metode yang digunakan untuk mengajar berhitung masih kurang efektif. observasi atau pengamatan. Deskripsi Pra Siklus 1. Sebelum pelaksanaan perbaikan pembelajaran. tanggal 3 Oktober 2011. Perbaikan pembelajaran dilakukan dengan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan langkah-langkah pokok : perencanaan. Kecamatan Sambungmacan. sehingga hasil yang didapat kurang memuaskan. pelaksanaan tindakan. Perbaikan pembelajaran dilakukan dalam dua siklus dengan mengambil lokasi TK Pertiwi 1 Banyurip. Kabupaten Sragen.

Alvin Mustofa L. 14. Masruri A. 12. Rahmat I. Khoirul S. 15. 19.Tabel 4.Candra J. √ Andara Diva A. Iktifa R. Nadia A. 13. 10. Awaludin Ridho U. 20. 11. o √ ● o √ ● o √ ● o √ ● o √ ● Anisa Ahsana N. 16. Ridwan N. M. Tegar G. Rio F. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Dinta Cantika F. Z. Sindi S. √ Fuad Maskuni Friska Dwi A. 17. Della S. Putri A. 21. Bareta Kartika C. 18.1 Tabel Data Hasil Nilai Prasiklus Kelompok B Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip Hasil Prasiklus No Nama Anak I II III IV V Ket. Niansa √ √ √ √ √ .

Jumlah 1 1 1 1 1 2 2 5 2 6 3 5 4 7 4 7 4 2 2 0 Keterangan : o √ • = kurang = cukup = kurang .

. dan yang nilainya kurang 10 anak (45%). Adapun rincian perbaikan kegiatan dalam lima hari tersebut adalah sebagai berikut : 1. Hasil Anak Jenis Kegiatan Prasiklus o 17 14 12 12 10 √ 2 5 6 5 7 • 2 2 3 4 4 Jumla h Anak 21 21 21 21 21 Berhitung dengan jari tangan Berhitung dengan potongan lidi Berhitung dengan kerikil Berhitung dengan kapur tulis Berhitung dengan biji-bijian Dari tabel 4. dan yang kurang ada 17 anak (80%). Kegiatan hari ke-1 dari 21 anak yang nilainya baik ada 2 anak (10%). Kegiatan hari ke-5 dari 21 anak yang nilainya baik 4 anak (20%). 3. yang cukup 2 anak (10%). dan yang nilainya kurang 12 anak (55%). 4. 5.2 dalam kegiatan prasiklus di atas maka dapat disimpulkan tentang ketercapaian indikator yang ditentukan dalam bentuk prosentase.2 Ringkasan Hasil Nilai Pembelajaran Prasiklus Kelompok B Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip Har i ke 1. 5. 4. yang nilainya cukup 7 anak (35%). 2. dan yang nilainya baik 4 anak (20%). 2.Tabel 4. Kegiatan hari ke-2 dari 21 anak yang nilainya baik 2 anak (10%). yang nilainya cukup 5 (25%). Kegiatan hari ke-4 dari 21 anak yang nilainya baik 4 anak (20%). yang nilainya cukup 6 anak (30%). yang nilainya cukup 5 anak (25%) dan yang kurang 14 anak (65%). 3. Kegiatan hari ke-3 dari 21 anak yang nilainya baik 3 anak (15%).

2). Kegiatan hari ke-2 berhitung dengan potongan lidi. 4).1 Grafik Hasil nilai Pembelajaran Prasiklus Kelompok B Ta man Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip Keterangan : 1). Kegiatan hari ke-1 berhitung dengan jari tangan. 3). Kegiatan hari ke-3 berhitung dengan kerikil. Kegiatan hari ke-5 berhitung dengan biji-bijian.Grafik 4. . 5). Kegiatan hari ke-4 berhitung dengan kapur tulis.

Hal ini dapat terlihat pada tabel data hasil pembelajaran siklus I berikut : . Hal tersebut dikarenakan situasi ruangan yang kurang menyenangkan bagi anak. Siklus pertama Dari hasil pelaksanaan siklus pertama ditemukan masih rendahnya minat berhitung anak dengan bermain puzzle. anak belum memanfaatkan puzzle secara maksimal.2. Media pembelajaran yang kurang memadai sehingga tidak mencukupi untuk semua anak. potongan gambar puzzle yang rumit membuat anak malas untuk mengerjakan. serta kurangnya motivasi dari guru terhadap minat anak tidak diperhatikan.

Khoirul S. 21. Della S. 12. 13. Putri A. Dinta Cantika F. 19. Niansa √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ .Candra J.Tabel 4. 14. Masruri A. 20. 18. Nadia A. 16.2 Tabel Data Hasil Nilai Pembelajaran Siklus I Kelompok B Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip Hasil Anak Siklus I No Nama Anak I II III IV V Ket. 17. o √ ● o √ ● o √ ● o √ ● o √ ● Anisa Ahsana N. √ Fuad Maskuni Friska Dwi A. 11. Iktifa R. Tegar G. Ridwan N. √ Andara Diva A. M. Sindi S. Z. Rio F. Awaludin Ridho U. Alvin Mustofa L. 10. Bareta Kartika C. 15. Rahmat I.

Jumlah 1 1 1 5 2 9 8 4 8 9 4 6 5 4 6 4 0 1 Keterangan : o √ • = kurang = cukup = kurang .

yang nilainya cukup 8 anak (40%) dan yang nilainya kurang kurang ada 9 anak (40%). Kegiatan hari ke-5 yang nilainya baik ada 6 anak (30%). Menyusun kepingan puzzle berdasarkan konsep bilangan 1-8. Mencari dan memasang puzzle yang diacak. o 14 9 8 6 4 √ 5 8 9 10 11 • 2 4 4 5 6 Jumla h Anak 21 21 21 21 21 1.4 Ringkasan Hasil Nilai Pembelajaran Siklus I Kelompok B Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip Har i ke Hasil Anak Jenis Kegiatan Prasiklus Membongkar dan memasang puzzle menjadi bentuk yang utuh. Kegiatan hari ke-1 yang nilainya baik ada 2 anak (10%). dan yang nilainya kurang ada 4 anak (15%). . 4. Kegiatan hari ke-4 yang nilainya baik ada 5 anak (25%). 3. Mencari satu bagian puzzle yang hilang. dan yang kurang ada 14 anak (65%). yang nilainya cukup ada 11 anak (55%). Kegiatan hari ke-2 yang nilainya baik ada 4 anak (20%). dan yang nilainya kurang ada 8 anak (40%). 2. Menghitung potonganpotongan gambar puzzle. dan yang nilainya kurang ada 6 anak (25%). yang nilainya cukup 2 anak (25%). 2.Tabel 4. Dari tabel 4. yang nilainya cukup ada 9 anak (40%). 5. Kegiatan hari ke-3 yang nilainya baik ada 4 anak (20%).4 dalam kegiatan siklus pertama di atas maka dapat disimpulkan tentang ketercapaian indikator yang ditentukan dalam bentuk prosentase. 5. Adapun rincian perbaikan kegiatan dalam lima hari tersebut adalah sebagai berikut : 1. 4. yang nilainya cukup ada 10 anak (50%). 3.

Kegiatan hari ke-1 membongkar dan memasang puzzle menjadi bentuk yang utuh. Kegiatan hari ke-3 menyusun kepingan puzzle berdasarkan konsep bilangan 1-8. Siklus kedua . 3. Kegiatan hari ke-5 mencari dan memasang puzzle yang diacak. 5). 4). 3).Grafik 4.1 Grafik Hasil nilai Pembelajaran Siklus 1 Kelompok B Ta man Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip Keterangan : 1). Kegiatan hari ke-4 mencari satu bagian puzzle yang hilang. Kegiatan hari ke-2 menghitung potongan-potongan gambar puzzle. 2).

Berdasarkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran berhitung dengan bermain puzzle pada anak kelompok B Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip sudah dinyatakan berhasil sesuai dengan indikator yang ditentukan. serta motivasi yang sangat berperan dalam tujuan pembelajaran. Data keberhasilan dapat dilihat pada tabel data hasil pembelajaran Siklus II sebagai berikut : . situasi yang kondusif. Keberhasilan tersebut diupayakan guru dalam persiapannya memilih metode pembelajaran yang tepat. alat peraga yang memadai.

21. Iktifa R. Bareta Kartika C. Awaludin Ridho U. Nadia A. M. Sindi S. Putri A.Tabel 4. Alvin Mustofa L. 14. Ridwan N. Niansa √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ . 12.Candra J. 11. 10. Andara Diva A. 20. Z. o √ ● o √ ● o √ ● o √ ● o √ ● Anisa Ahsana N. Khoirul S. Rio F. 13. Rahmat I. Tegar G. Dinta Cantika F.5 Tabel Data Hasil Nilai Pembelajaran Siklus II Kelompok B Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip Hasil Anak Siklus I No Nama Anak I II III IV V Ket. Masruri A. Della S. Fuad Maskuni Friska Dwi A. 18. 19. 17. 16. 15.

b. B. Anak sudah bisa memusatkan perhatian keinginan guru. 2). 5). Dorongan serta motivasi yang dibutuhkan anak kurang. Pada kenyataannya anak belum bisa memahami harapan dari guru yaitu kreatif dan terampil dalam kegiatan berhitung. Media dan sumber belajar yang digunakan kurang menarik minat anak. Kegiatan hari ke-1 membongkar dan memasang puzzle sesuai dengan pasangannya. . c. Siklus pertama Suasana pembelajaran ada perubahan yang semula anak ramai sendiri sekarang sudah lebih aktif. d. a. 3). Kegiatan hari ke-5 menjiplak bentuk puzzle pada lembar kegiatan dan mewarnainya. Kegiatan hari ke-3 lomba memasangkan puzzle dengan mencari lambang bilangan 1-8 di belakang gambar puzzle. Anak-anak malas dan kurang senang mengerjakan kegiatan berhitung. Anak kurang suka dengan metode dan media yang digunakan oleh guru. Anak masih menggantungkan menyelesaikan tugas berhitung kepada bimbingan guru satu persatu. Anak merasa bosan dengan kegiatan berhitung. 2. Meskipun media yang digunakan untuk kegiatan berhitung masih bersifat sederhana. anak sudah mampu memusatkan perhatian dalam proses pembelajaran.Jumlah 4 1 1 1 1 1 6 4 7 2 9 2 7 1 3 1 0 0 2 7 Keterangan : 1). Pembahasan dari Setiap Siklus Pra Siklus Berdasarkan pelaksanaan prasiklus terlihat bahwa : Suasana pembelajaran khususnya pembelajaran kognitif anak masih terlihat kurang aktif. 4). Kegiatan hari ke-2 memasangkan puzzle dengan mencari 2 bagian yang hilang. 1. a. Kegiatan hari ke-4 mencari dan memasang puzzle yang diacak hingga berbentuk puzzle yang utuh. Hal itu disebabkan karena pembelajaran yang diberikan guru dianggap unik. Anakanak malas dan kurang senang mengerjakan kegiatan berhitung.

Kemampuan menyelesaikan tugas berhitung lebih lancar dan cepat dari waktu yang ditentukan. tetapi masih ada juga anak yang kurang tepat. ada anak yang menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat. b. Mencari dan memasang puzzle yang diacak hingga membentuk puzzle yang utuh. 8 9 4 21 4. Kemampuan menyelesaikan tugas berhitung masih bervariasi. Dalam kegiatan berhitung semua anak aktif bersama-sama menyelesaikan tugas berhitung dengan semampunya. anak-anak dapat berkreasi sesuai keinginan guru. Menjiplak bentuk puzzle pada lembar kegiatan dan mewarnai. Tetapi hasil yang diharapkan belum dapat terpenuhi karena anak belum terbiasa dengan kegiatan berhitung. c. 6 10 5 21 5.b. Dalam kegiatan berhitung mengalami kemajuan. c. a. Memasangkan puzzle dengan mencari 2 bagian yang hilang. 4 11 6 21 . 2. Siklus kedua Suasana pembelajaran pada siklus kedua sudah menyenangkan. Lomba memasangkan puzzle dengan mencari lambang bilangan 1-8 di belakang gambar puzzle. karena ada keseimbangan antara media yang digunakan oleh guru dengan keaktifan anak dalam meningkatkan pembelajaran. 9 8 4 21 3. o 14 √ 5 • 2 Jumla h Anak 21 1. Tabel 4.6 Ringkasan Hasil Nilai Pembelajaran Siklus II Kelompok B Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip Har i ke Hasil Anak Jenis Kegiatan Prasiklus Membongkar dan memasang puzzle sesuai dengan pasangannya. 3.

dan yang nilainya kurang ada 2 anak (5%). 4. Kegiatan hari ke-5 dari 21 anak yang nilainya baik ada 17 anak (80%). 3. yang nilainya cukup ada 3 anak (15%). yang nilanya cukup ada 11 anak (55%). dan yang nilainya kurang ada 1 anak (5%). Kegiatan hari ke-4 dari 21 anak yang nilainya baik ada 12 anak (60%). 5. dan yang nilanya kurang ada 4 anak (15%). Grafik 4.6 dalam kegiatan siklus kedua di atas maka dapat disimpulkan tentang ketercapaian indikator yang ditentukan dalam bentuk prosentase. yang nilainya cukup ada 7 anak (35%). yang nilainya cukup ada 10 anak (50%).3 Grafik Hasil nilai Pembelajaran Siklus II Kelompok B Ta man Kanak-kanak Pertiwi 1 Banyurip . 2. Kegiatan hari ke-2 dari 21 anak yang nilainya baik ada 7 anak (35%).Dari tabel 4. dan yang nilainya kurang ada 2 anak (5%). Kegiatan hari ke-1 dari 21 anak yang nilainya baik ada 6 anak (30%). Kegiatan hari ke-3 dari 21 anak yang nilainya baik ada 9 anak (45%). Adapun rincian perbaikan sebagai berikut : 1. yang nilainya cukup 10 anak (50%) dan yang nilainya kurang ada 4 anak (15%).

.

Saran Berdasarkan kesimpulan dari pelaksanaan observasi kemampuan kognitif anak dengan media bermain puzzle pada anak kelompok B di TK Pertiwi 1 Banyurip. Kegiatan pembelajaran anak akan tidak membosankan bila dilakukan dengan situasi yang menyenangkan atau tidak tertekan dengan keinginan guru untuk pencapaian indikator karena sesuai prinsip belajar di TK yaitu belajar seraya bermain. Penjelasan dan peragaan guru akan mudah dipahami anak bila anak diberi kesempatan langsung berhitung-hitung dengan bendanya dan diberi kesempatan untuk bertanya. 2. Bagi Sekolah Proses kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rancangan kegiatan. maka dikemukakan saran-saran sebagai berikut : 1. Guru hendaknya menggunakan media dan metode pembelajaran yang sesuai dengan minat anak.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. a. Kemampuan kognitif anak dengan bermain puzzle dapat ditingkatkan dengan memberi motivasi dan media yang bervariasi dan langsung dapat disentuh oleh anak. . Pembelajaran dengan media puzzle dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak. Tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal sesuai indikator. Guru hendaknya memberi motivasi belajar dalam setiap kegiatan pembelajaran. a. Kesimpulan Berdasarkan pengamatan yang dilakukan penulis pada kegiatan pembelajaran berhitung dengan media puzzle pada anak Kelompok B di TK Pertiwi 1 Banyurip. 4. maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Kualitas pembelajaran semakin meningkat. c. b. 2. Bagi Guru Guru dalam menjelaskan materi kepada anak hendaknya memberi kesempatan pada anak untuk bertanya. d. c. B. b. Guru jangan membiarkan anak melakukan kegiatan pembelajaran tanpa bimbingan. 3.

1989. Jakarta : Universitas Terbuka. Yuliana Nurani.2011. (http://en. Bermain dan Permainan Anak. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Universitas Terbuka. Jigsawa Puzzles a Brief History from the 17605 to Modern Day Puzzle Markers. Anne D. (http://jigsaw-puzzle.DAFTAR PUSTAKA Depdikbud. Montolalu.2007.wikipedia.html). Penelitian Tindakan Kelas. Puzzle.ocp. 2004. (http://en. Puzzle. 2002. Wardhani.at.. Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini. Gunarti. 2008.org/wiki/file:jigsawpuzzling. Jakarta : Universitas Terbuka.jpg) .org/wiki/whodunit). Winda.org/jigsaw-puzzle-historyy. William. Jakarta : Universitas Terbuka. IGAK. 2007. Jakarta : Balai Pustaka.wikipedia. Wihardit Kuswaya. 2005. Sujiono. Metode Pengembangan Kognitif.

menerangkan bahwa : Nama NIP Tempat mengajar Alamat Sekolah : SRI INDARTI. semoga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.P.d : 19630806 198303 2 006 : TK Pertiwi 1 Banaran : Banaran.SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN BERPERAN SEBAGAI PENILAI DALAM PENYELENGGARAAN PKP Kepada Yth. Sambungmacan. Oktober 2011 Mengetahui Kepala TK Pertiwi 1 Banyurip Penilai 1 . Sambungmacan. Banyurip. Sambungmacan. Sragen Demikian surat pernyataan ini kami buat. S. Sragen Menyatakan bersedia berperan sebagai penilai dalam pelaksanaan PKP atas nama : Nama NIM Tempat mengajar Alamat Sekolah : DWI GINARSIH : 821 158 079 : TK Pertiwi 1 Banyurip : Gondangkalang. Kepala UPBJJ UT 44 Surakarta Di Surakarta Yang bertanda tangan di bawah ini.

S. SRI INDARTI. Harian (RKH) Siklus II yaitu membongkar dan memasang puzzle.19630806 198303 2 006 REFLEKSI HARI PERTAMA Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada kegiatan inti di Rencana Kegiatan . NIP. sehingga hasil belum maksimal. .Pd. S.Pd. Dari hasil refleksi dalam memasang puzzle anak agak kesulitan dalam memasangkan puzzle sesuai pasangannya.TRI WAHYUNI.

REFLEKSI HARI KEDUA Pada kegiatan berhitung dengan bermain puzzle berkat bimbingan. dan motivasi guru mulai ada peningkatan dibanding kegiatan pada Rencana Kegiatan Harian satu. . upaya meningkatkan hasil yang lebih baik perlu adanya pengulangan perbaikan pada siklus ketiga.

Guru hares selalu membimbing anak supaya mencapai hasil yang maksimal sesuai dengan indikator yang ditentukan. maka guru berusaha menambah kegiatan bermain puzzle yang bervariasi yang telah tersedia pada kegiatan pembelajaran hari ketiga ini.REFLEKSI HARI KETIGA Pada kegiatan yang ada di Rencana Kegiatan Harian (RKH) ketiga Siklus II ini sudah menampakkan hasil. .

sehingga tercapai tujuan pembelajaran. Pada rencana kegiatan hari kelima siklus II nanti dilanjutkan kegiatan menjiplak bentuk puzzle pada lembar kegiatan dan mewarnainya. .REFLEKSI HARI KEEMPAT Pada kegiatan yang ada di Rencana Kegiatan Harian (RKH) keempat Siklus II ini semakin ada peningkatan berkat usaha guru yang membimbing dan memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan minat anak.

Dengan demikian perbaikan terhadap upaya peningkatan kognifif anak dalam berhitung dengan menggunakan media puzzle pada anak kelompok B TK Pertiwi 1 Sambungmacan dinyatakan berhasil. Posted 8th November 2011 by Agus Ansori 0 Add a comment Loading Send feedback .REFLEKSI HARI KELIMA Dari berbagai metode dan bimbingan serta usaha keras guru dalam perbaikan pembelajaran pada Rencana Kegiatan Harian (RKH) hari pertama sampai kegiatan hari kelima dalam kegiatan berhitung dengan bermain puzzle memperoleh hasil yang maksimal sesuai indikator yang ditentukan. Keberhasilan dalam pembelajaran tersebut untuk dikembangkan pada kegiatan pembelajaran yang lainnya serta dapat dikembangkan pada kegiatan pembelajaran selanjutnya.