P. 1
Mesin Tempe

Mesin Tempe

|Views: 123|Likes:
Published by Adhi Kusuma
mesin tempe
mesin tempe

More info:

Published by: Adhi Kusuma on May 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/15/2013

pdf

text

original

RANCANGBANGUN MESIN PENGIRIS TEMPE SISTEM PISAU BERPUTAR HORIZONTAL

Rofarsyam
JurusanTeknik Mesin Politeknik Negeri Semarang Jl. Prof. H. Sudarto, SH, Tembalang, Kotak Pos 6199/SMS, Semarang 50329 Telp (024) 7473417, 7466420 (Hunting), Fax. 7472396 Abstrak Rancang bangun ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas irisan tempe sebagai bahan baku kripik tempe. Mesin yang dihasilkan adalah mesin pengiris dengan sistem pisau berputar horizontal. Mesin pengiris digerakkan oleh motor listrik ¼ HP pada putaran 1400 rpm. Metode yang diterapkan meliputi analisis, desain, dan membangun. Analisis terhadap hasil irisan secara manual adalah 3,25 kg/jam dengan ukuran tidak seragam, sedangkan menggunakan mesin semi otomatis 9,75 kg/jam. Mesin pengiris berhasil dibangun dengan kapasitas 15,6 kg/jam dengan yang seragam 100 x 100 x 1 mm. Kata kunci : ” irisan tempe”, “sistem pisau berputar horizontal”

1. Pendahuluan Proses pengirisan tempe pada industri rumah tangga sebagian besar masih dilakukan secara manual, dan sebagian kecil telah menggunakan mesin semi otomatis. Proses pengirisan cara manual, yaitu tempe diiris dengan pisau, seperti tampak pada Gambar 1. Mesin semi otomatis sistem pisau berputar tampak pada Gambar 2, penggerak motor listrik ¼ HP dengan putaran 1450 rpm. Kapasitas pengirisan cara manual hanya mencapai 500 irisan/jam (3,25 kg/jam), dengan tebal irisan yang tidak seragam antara 1 s/d 3,5 mm serta keamanan tangan tidak terjamin. Kapasitas pengirisan dengan mesin semi otomatis baru mencapai 1500 irisan/jam (9,75 kg/jam) pada ketebalan 1 s/d 2,5 mm, hal ini dikarenakan pengumpanan pengirisan masih dilakukan dengan cara manual, yaitu didorong dengan tangan (www.indonetwork.co.id).

Gambar 2. Proses pengirisan tempe semi otomatis (www.indonetwork.co.id). Untuk dapat labih meningkatkan kapasitas produksi pengirisan tempe bagi industri rumah tangga yang bergerak dalam produksi kripik tempe sesuai kemampuan mereka, maka perlu dilakukan rancangbangun mesin pengiris yang sesuai dengan kemampuan investasi dan biaya operasional industri rumah tangga tersebut. Haris Ari Mukti dan kawan-kawan telah berhasil membuat mesin yang dimaksud. Rancang bangun yang dilakukan merupakan tugas akhir untuk memenuhi syarat kelulusan D III Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang tahun 2010 – 2011. Langkah yang mereka lakukan adalah studi ekspolarasi industri rumah tangga produksi kripik tempe di desa Tegal Karang Klaten dan di Kudus. Data yang diakuisisi meliputi alat dan peralatan yang digunakan pada proses pengirisan tempe, kapasitas dan kualitas keseragaman hasil irisan. Selanjutnya data

Gambar 1. Proses pengirisan tempe secara manual

57

Daya motor penggerak dihitung menggunakan rumus P = P1 . e. 4) Kemudian membangun mesin sesuai hasil desain. maka langkah yang dilakukan adalah : 1) Studi ekspolarasi industri rumah tangga produksi pengirisan tempe di desa Tegal Karang Klaten dan di Kudus. b. sehingga waktu proses pengirisan merupakan data utama pengujian. Keamanan operator terjamin karena tempe yang akan diiris hanya diletakkan pada hoper dan secara otomatis tempe dibawa oleh ban berjalan menuju stoper pengirisan. fk faktor koreksi 1. Hasil pengirisan tempe mempunyai tebal yang seragam karena dilengkapi stopper pengatur ketebalan irisan.5 mm sesuai dengan tebal yang diinginkan. 1998). Data yang diambil meliputi alat dan peralatan yang digunakan pada proses pengirisan tempe. n merupakan kecepatan putar pisau. F adalah gaya tangensial yang sama besar dengan gaya iris. sedangkan V merupakan kecepatan pisau. 2) Pengolahan data hasil studi ekspolarasi dan mengkomparasikannya dengan hasil studi literatur. Pembuatan mesin dilakukan di bengkel Sari Agung Semarang. fk (Umar. 5) Pengujian mesin dilakukan dengan menetapkan waktu pengirisan sebagai variabel dependen. 2. Pemasaran dan konsumen produk yang dihasilkan. Diameter pisau D = 300 mm dari bahan Stainless steel. V. sehingga tidak memperhitungkan tenaga sendiri dan keluarga dalam berproduksi. Hanafi (2005) menyimpulkan bahwa industri rumah tangga rata-rata tidak mempunyai kemampuan untuk investasi pada alat dan peralatan yang mahal serta bermodal kecil dalam operasional produksi.5 mm dengan umur 1 hari. Pengukuran gaya iris dilakukan di laboratorium Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang. mampu menyelesaikan masalah-masalah sebagai berikut : a. 6) Tolok ukur keberhasilan adalah kapasitas mesin yang dihasilkan lebih besar dari 9. Anindia (2003) alat dan peralatan pada proses produksi mengolah bahan makanan yang digunakan haruslah higine dari unsur kimia termasuk karat dan 58 . Metode Rancang Bangun Untuk menghasilkan mesin pengiris tempe yang sesuai dengan industri rumah tangga. Tidak mampu membayar tenaga kerja. P1 daya hasil hitung P1 = F . c. f.4 (Umar. Kemudian membangun mesin sesuai hasil desain dan menguji mesin. 3.75 kg/jam dengan hasil irisan seragam pada tebal sesuai pilihan. Haris (2011) rancang bangun mesin pengiris tempe sistem pisau piringan putar horizontal. Spesifikasi tempe sebagai bahan baku mesin pengiris 100 mm x 100 mm x 2. 3) Melakukan pengukuran atau pengujian gaya iris tempe dengan pisau yang lazim digunakan oleh para pengrajin kripik tempe. Penggerak menggunakan motor listrik ¼ HP dengan putaran 1400 rpm yang dapat dioperasikan pada industri rumah tangga yang memiliki daya listrik 450 Watt.6 kg/jam. guna memperoleh hasil desain yang sesuai dengan keadaan/kebutuhan industri rumah tangga. Kapasitas pengirisan mencapai 2400 irisan/jam atau 15.diolah dan dikomparasikan dengan hasil studi literatur.5 mm dengan umur 1 hari. V = π D n . sehingga dapat mendesain mesin yang cocok dengan keadaan industri rumah tangga. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan pertimbangan keamanan alat dan peralatan agar bebas dari karat dan unsur kimia yang berpengaruh pada kesehatan manusia maka bahan utama dipilih plat stainless steel untuk pisau pengiris. kapasitas dan kualitas keseragaman hasil irisan. yaitu antara 1 s/d 2. Pengujian mesin proses pengirisan pada tempe berukuran 100 mm x 100 mm x 2. Tebal irisan dapat diatur antara 1 s/d 2.5 mm. d. 1998).

187 = 19.975 [Nm] F = gaya iris tempe dan r = jari-jari pisau b.25 .58 [rad/det] = 19.kotoran. Fn = 0. maka dinamometer pegas akan menunjukkan angka dalam skala satuan Newton (N). Pisau ditarik dengan tangan melakukan pengirisa pada tempe. yaitu pisau dihubungkan dengan dinamometer pegas. Perhitungan Daya untuk Mekanisme Kotak Tempe Massa keseluruhan dari kotak penempatan tempe didapatkan dari penjumlahan massa tempe (0.975 [Nm] .0905 [Watt] = 2.4 [kg]. Resultan gaya . Daya motor listrik (Ptot) dan putaran (n) Langkah analisis daya motor dan putaran dimulai dari penentuan dimensi pisau yang menyesuaikan kapasitas iris yang diinginkan. Mempertimbangkan gaya iris tempe relatip kecil maka motor listrik yang digunakan ¼ HP puturan 1400 rpm dengan transmis sabuk puli. sehingga massa total dari kotak penempat tempe adalah 5. Gambar 4 menerangkan tentang resultan gaya yang terjadi pada kotak penempat tempe. Torsi pada pisau piringan ( T ) : T = F . sehingga data gaya iris tempe di analisis dan dirata-rata menghasilkan kesimpulan besar gaya iris tempe adalah 6 – 7 N. 150 [mm] = 975 [Nmm] = 0.g = 5.9. 19. 10-2 [Hp] d. Arah pengirisan Tempe Landasan tempe Gambar 4.1. Tebal ukuran hasil irisan tempe 1 mm.974 [N] . dan massa kotak tempe (0. ω = 0.2435 [N] Gambar 3.58 [rad/det] 60 n2 = kecepatan pengirisan yang direncanakan = c.7 grf.81 [m/s2] = 52.5 grf. Sketsa mekanisme pengujian gaya iris tempe 59 .599 .5 kg). Pengirisan dilakukan berulang-ulang.Gaya normal pada kotak tempe : Fn= m.2. Langkah tersebut sabgai berikut : a.5 grf.4 [kg] . Hasil pengujian gaya iris tempe Suhendra (2010) telah melakukan pengujian gaya kupas lada dengan metode yang sama dan melaporkan gaya kupas lada adalah 0. Daya yang dibutuhkan untuk memutar pisau P1 : P1 = T. Yusron (2008) telah berhasil melakukan pengujian gaya belah dan gaya kupas biji kedelai bahan baku tempe menggunakan metode pengukuran dinamometer dengan hasil gaya sebesar 0.5 [N] . Kecepatan sudut pada pisau piringan (ω ) : 2 . Sketsa mekanisme pengujian gaya rajang nata seperti pada Gambar 3.974 [N] = 13. Herman (1996) penggunaan motor listrik dengan unit sabuk puli untuk transmisi putaran cocok untuk transmisi beban ringan. massa penekan (4 kg). Pengujian gaya iris dilakukan berdasarkan gerak pengirisan yang lazim dilakukan oleh pengrajin tempe produksi kripik.. 52. sedangkan untuk beban berat menggunakan transmisi rantai dan sprocket. Rofarsyam (2005) melakukan pengujian gaya rajang pada empon-empon terutama temulawak sebesar 9. r = 6. Pengukuran gaya iris tempe dilakukan pada tempe siap diiris pada ukuran nata yang lazim 100 mm x 100 mm x 2. π .5 mm. 3.9 kg).Gaya gesek pada poros sliding : Fs = µ. Dynamometer gaya pegas Pisau pengiris 3.

4.58 [rad/det] ωe = 60 60 .24 [Nmm] = 3.14 kali proses pengirisan . 300 [mm] = 942.28 [Nm] .3 = 0. Putaran pisau [n2] = 187 [rpm]. 3. Pisau 60 .2435 [N] = 54. Panjang tempe [S2] = 100 [mm] . Jadi.60 [mm] = 3276. 10-2 [Hp] + 8. Fc = (2.28 [Nm].Daya motor yang dibutuhkan untuk menggerakkan mekanisme penggerak kotak tempe adalah : P2 = 3.608 . Berat rata-rata tiap satu irisan tempe yang didapat dari percobaan adalah 6.14 [irisan/putaran] / 3.68. terdapat dua langkah kotak tempe dengan jarak yang sama.Torsi pada kotak penempatan tempe ( TT ) TT = Fr. Proses Pembuatan Mesin Proses pembutan dimulai setelah desain.3600 = 0. 3. gaya searah sumbu y (Fy). maka motor listrik yang digunakan adalah motor listrik dengan daya 0. Fx = Fs = 13.604 [N] Keterangan : Fn = Gaya normal [N]. Fx = Gaya searah sumbu x [N]. Perhitungan Kapasitas Irisan Diameter pisau [D] = 300 [mm]. Gambar 5.5 [mm] / 2 = 471. Fs = Gaya gesek pada poros sliding [N].25 [mm] .4 irisan/irisan.3.Perhitungan satu kali langkah putaran pisau [S3] S3 = π .145 [Hp] -2 Dengan menyesuaikan motor listrik yang ada di pasaran. 187 = 19. Panjang langkah engkol [S1] = 120 [mm].68[ irisan / detik ] .D = π .10-2 [Hp] Daya total (Ptot) = ( P1 + P2 ) . keudian membuat bagian utama mesin dan dilanjutkan dengan perakitan.3600 = 2448 [irisan / jam] Kapasitas pengirisan tiap jam ini menggunakan asumsi bahwa pengirisan terjadi secara terusmenerus dalam satu jam. maka besar gaya searah sumbu x (Fx).Panjang langkah pisau untuk memotong (S4) S4 = S3 / jumlah langkah kotak tempe = 942.604 [N].599 .Kecepatan sudut pada engkol kotak tempe ( ωe ) 2 π n2 = 2 . Langkah tersebut adalah sebagai berikut : a. kapasitas irisan per jam adalah 15.14 Satu kali pisau berputar terjadi 2.Jumlah irisan tiap satu putaran pisau (z) = 2. Fy = Gaya searah sumbu y [N].Kapasitas irisan tiap detik (qp) = 2. maka kapasitas pengirisan tiap detik dapat dihitung.974 [N]. .rr = 54.Putaran pisau tiap detik (Y) Y = n2 / 60 = 187 / 60 = 3.Kapasitas irisan tiap jam (Qp) Qp = qp.Gaya normal pada kotak tempe dan gaya gesek pada poros sliding telah dihitung.5 [mm] Setiap melakukan satu kali pengirisan. Fr = Resultan gaya [N] .19. Pembuatan Pisau Bahan : Stainless steel Ukuran : Diameter Pisau D = 300 mm dari bahan Stainless steel . 10 [Hp] ) .25 [Hp]. 1.58 [rad/det] = 8. dan resultan gaya (Fr) adalah : Fy = Fn = 52. Sehingga panjang langkah pisau yang digunakan untuk memotong dalam satu kali putaran dapat ditentukan.67 [kg/jam]. π .11 [putaran/detik] = 0.11 [putaran/detik] Dari perhitungan jumlah irisan tiap satu putaran pisau dan putaran pisau tiap detik.608.

Pembuatan Tempat Hasil Irisan Tempe Jumlah : 1. Jumlah : 2 Gambar 11. Bahan : Plat galvanis Gambar 6. Tempat hasil irisan tempe g. Pembuatan Rangka Mesin Bahan : Profil L. Poros sliding Gambar 12 Stopper 61 . Pembuatan Kotak Tempe Jumlah : 1.b. Pembuatan Stopper Jumlah : 1. Pembuatan Penempat Pisau Bahan : ST 37. Bahan : Plat galvanis Gambar 7. Ukuran : 500 x 600 x 1050 [mm] Gambar 10. Pembuatan Poros Sliding Bahan : Pipa Stainless steel. Bahan : Plat galvanis Gambar 9.5 mm e. Penempat pisau c. Plat galvanis.5mm x 125. Pembuatan Penutup Pisau Jumlah : 1. Rangka mesin d. Penutup pisau f. Kotak tempat tempe sebagai bahan baku irisan h. Ukuran : Ø 21. Bahan : ST 60 Gambar 8.

f.9 94. Pada saat kotak pengarah tempe bergerak melintang melewati pisau tempe akan teriris dengan ketebalan sesuai jarak pisau dengan stopper. mesin ini masih memerlukan penyempurnaan antara lain : a. Kesimpulan Dari analisis dan pembahasan pada hasil pengujian dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: a.7 92. Pengujian Mesin Pengujian ini digunakan untuk menentukan kapasitas mesin dan kelayakan hasil pengirisan dengan kriteria hasil pengirisan yang layak adalah tebal yang seragam yang dapat dipilih antara 1 s/d 2. Pengujian Jumlah Irisan Pengujian 1 2 3 4 5 Rata-rata Jumlah irisan 41 40 39 39 41 40 Waktu 60 detik 60 detik 60 detik 60 detik 60 detik 60 detik Rusak 5 4 2 2 3 3.5. Memperbaiki sistem stopper dengan melengkapi mistar ukur agar dapat menentukan ketebalan pengirisan secara tepat. Keseragaman tebal dapat terjamin.1 10 5. 3.5 mm.9 90 94. Ketebalan pengirisan tempe ditentukan oleh jarak antara stopper dengan pisau pemotong.5 mm. dengan menekan tombol ON pada saklar maka pisau berputar dan kotak pengarah tempe bergerak melintang secara otomatis dan tempe ditekan oleh pemberat sehingga tempe mengenai stopper.6.3. Untuk memulai pengirisan. Hasil pengujian ditunjukkan pada Tabel 1. b.9 92.2 % rusak 12. relatip kecil sehingga dapat dipindahkan oleh 2 orang. kemudian ditekan oleh pemberat hingga tempe menyentuh stopper.3 7. Kapasitas irisan dipengaruhi oleh jumlah pengirisan tempe dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses pengirisan.92 Layak 36 36 37 37 38 36.8 % layak 97. e. Dengan adanya penutup pisau keamanan mesin dapat ditingkatkan. Kapasitas pengirisan tempe tiap satu menit (qp) qp = 40 [irisan/menit] = 2400 [irisan/jam] = 15. Mesin dapat digunakan pada rumah tangga yang hanya memiliki daya listrik 450 Watt. e. Mesin dapat digunakan untuk mengiris tempe berkapasitas 2400 irisan/jam. teriris dengan bentuk sempurna (untuk satu irisan tebalnya sama disetiap titik). Dari pengujian tersebut maka kapasitas pengirisan tempe tiap satu menit berdasarkan hasil pengujian dapat ditentukan.1 5. c.6 kg/jam 62 . Spedsifikasi mesin yang dibuat memiliki dimensi 500 x 600 x 1050 mm. Perlu pengembangan lebih lanjut untuk memodifikasi mesin agar dapat berproduksi lebih optimal dan efektif.08 4. Pengoperasian dan perawatan mesin relatip mudah Saran Berdasarkan hasil pengujian dan analisa yang telah dibuat. misalnya dengan menambah kapasitas produksi dengan cara menambah satu kotak pengumpan (Hopper) untuk mengiris tempe. demikian pula tebal yang sama disetiap titik pada satu irasan. b.1 7. karena penggerak motor listrik ¼ HP. Tebal irisan dapat diatur sesuai yang diinginkan antara 1 s/d 2. Tabel 1. d. Cara Kerja Mesin Tempe dimasukkan kedalam kotak pengarah.

Bengkel Sari Agung Semarang • Herman. Semarang …. 1998.5. Suhendra.. Laporan Tugas Akhir DIII Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang. Proses pembuatan Natadekoko. Rancangbangun Mesin Pengiris Tempe Menggunakan Pisau Piringan. Muh Zamrud Badai Samudra. Petunjuk Sederhana Merancang dan Membuat Mesin Tepat Guna. Semarang • Rofarsyam. 2011. Laporan Tugas Akhir DIII Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang. Petunjuk Desain Alat Tepat Guna. 2010. 2005. 2008. I No. 4. Modul Pelatihan Lembaga Pelatihan Keterampilan Karya Mandiri Semarang. 1996. Proses Pembuatan Natadekoko Bagi Industri Rumah Tangga. • Hanafi. • Bayu Putranto. Rancang Bangun Dan Pengujian Alat Pengupas Lada (Piper Nigrum L) Tipe Silinder Putaran Vertikal.indonetwork. Program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Umar Sukrisno. Indra Maulana.id. Majalah Trubus. Bagian-Bagian Mesin Dan Merencana. 2003. [diakses Juni 2011] 63 . Laporan Program Pengabdian Kepada • • • • Masyarakat Politeknik Negeri Semarang. 2010. Vol. Pembuatan Alat Perjang Empon-emponManual. Mesin Pengiris Tempe. Daftar Pustaka • Anindia Rahayu. 2002. Ragam Dalam Berkarya Mandiri Peluang Bisnis. Jakarta. http//:www. Yogyakarta • Haris Ari Mukti. Penerbit Erlangga (Anggota IKAPI) Jakarta Yusron Muhammad. 2005.co. Prasetyo Dwi Saputro. Edisi September. Pengujian Gaya Pengupas Kulit Ari dan Gaya Pembelahan Biji Kedelai Bahan Baku Produksi Tempe.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->