P. 1
MENGGAMBAR TEKNIK2

MENGGAMBAR TEKNIK2

|Views: 107|Likes:
Published by Karel Stefano

More info:

Published by: Karel Stefano on May 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2013

pdf

text

original

◊ MENGGAMBAR

TEKNIK ◊
Teknik Industri Universitas Widyatama BANDUNG

Agustinus J. Ndaruhadi, ST, MT

PENGANTAR
Materi Kuliah :
1. 2. 3.

4.
5. 6. 7. 8.

9.
10.

Pendahuluan Proyeksi Gambar Potongan / Irisan Penunjukan Ukuran Toleransi Kekasaran Permukaan Gambar 3 Dimensi Gambar Sambungan Las dan Sheet Metal Elemen Mesin Standard (roda gigi, pegas, bantalan, pasak dll) Gambar Konstruksi.

Referensi :
a. b. c. G. Takeshi Sato, Hartanto Sugiarto, “Menggambar Mesin Menurut Standard ISO”, Prandya Paramita, 2000. Frederick E. Giesecke, “Engineering Graphics”, Macmilan Publishing, 1993. ISO Standard Handbook.

PENDAHULUAN
PERANAN GAMBAR TEKNIK

Gambar merupakan sebuah alat untuk menyatakan maksud dari seorang sarjana teknik. Oleh karena itu gambar disebut sebagai bahasa teknik atau bahasa untuk sarjana teknik.

Dalam bidang keteknikan, gambar mempunyai peranan penting. Dengan bantuan gambar, seseorang dapat menyatakan pendapat dan kehendaknya tentang sesuatu yang ada dalam pikirannya.
Gambar teknik diartikan sebagai aturan / tata cara pembuatan gambar-gambar keteknikan pada teknik menurut standard yang berlaku.

PENDAHULUAN PROSES PEMIKIRAN DAN PERENCANAAN GAMBAR Standarisasi Gambar .

PENDAHULUAN UKURAN KERTAS  Ukuran pokok kertas gambar adalah 1m2 yang perbandingan panjang terhadap lebarnya adalah x:y = 1:V2. Ukuran pokok ini disebut ukuran A0 yang bila dihitung menurut perbandingan diatas diperoleh ukuran : x = 841 dan y = 1189 No. A0 Ukuran Kertas 841 x 1189 Garis Tepi 10 Ukuran Gambar 821 x 1169 A1 A2 A3 A4 A5 594 x 841 420 x 594 297 x 420 210 x 297 148 x 210 10 10 10 5 5 574 x 821 400 x 574 277 x 400 200 x 287 138 x 200 .

Garis tidak tampak (garis gores ipis.PENDAHULUAN GARIS dan HURUF  Jenis Garis Ada 4 jenis garis. Garis sumbu (garis bergores. jenis G) 5. yaitu : o Jarak antara garis-garis : o Macam-macam garis dan penggunaannya (ISO. jenis E) 3. Garis bantu. garis ukur dan garis arsir (garis tipis kontinu. yang dipertebal pada ujung- ujungnya dan tempat-tempat perubahan arah. Jenis H) 4. R128) 1. Garis gambar (garis tebal kontinu. jenis B) . jenis A) 2. Garis potong (garis bergores.

PENDAHULUAN GARIS dan HURUF Contoh penggunaan Garis .

PENDAHULUAN GARIS dan HURUF .

Technische Zeichnungen. pada sebuah atau beberapa bidang proyeksi. Darstellungen . titik-titik sebuah kurva). Referensi : ISO 128 – 1982 DIN 5 – 6 1986 Technical Drawing – General Principles of Presentation. dengan bantuan garis-garis proyeksi.PROYEKSI PENGERTIAN PROYEKSI Proyeksi dalam gambar teknik merupakan suatu metode untuk menggambarkan titik-titik tertentu sebuah obyek (misalnya titik-titik sudut sebuah benda. Begriffe. Projektion. Arah pandangan sesuai dengan aturan tegak lurus bidang proyeksi.

Proyeksi Aksonometri Tegak + Proyeksi Isometri + Proyeksi Dimetri + Proyeksi Trimetri Proyeksi Normal .Proyeksi perspektif dua titik hilang .Proyeksi Sudut Pertama (Metode Eropa).PROYEKSI KLASIFIKASI PROYEKSI PROYEKSI PROYEKSI PERSPEKTIF (Proyeksi Konvergen / sentral) . .Proyeksi Sudut ketiga (Metode Amerika).Proyeksi perspektif satu titik hilang .Proyeksi Aksonometri Miring + Proyeksi Kavalir (Cavilier) + Proyeksi Kabinet + Proyeksi Planometri Proyeksi Paralel Tegak (Proyeksi Ortogonal) .Proyeksi perspektif tiga titik hilang PROYEKSI PARALEL (Proyeksi Sejajar) Proyeksi Paralel Miring . .

tidak memperlihatkan bentuk sesungguhnya dengan ukuran sesungguhnya. Karena proyeksi perspektif memperlihatkan obyek sebagaimana obyek itu tampaknya. . sehingga proyeksi ini tidak cocok untuk digunakan dalam gambar teknik mesin.PROYEKSI PROYEKSI PERSPEKTIF Proyeksi ini disebut pula proyeksi konvergen atau sentral (memusat). Ukuran gambar sangat tergantung pada jarak pengamatan dengan bidang proyeksi dan jarak bidang proyeksi ke obyek.

PROYEKSI PROYEKSI PARALEL Suatu metode proyeksi dimana garis-garis proyeksinya paralel satu dengan yang lain. Jenis Proyeksi Paralel : Proyeksi Paralel Miring Proyeksi Paralel Tegak . Hal ini disebabkan titik-titik pengamatan terletak pada jarak yang tak terhingga terhadap obyek.

Titik pengamatan berada pada jarak yang tak terhingga. Untuk menyeragamkan hasil proyeksi. sehingga garis proyeksinya sejajar. Jenis-jenis proyeksi paralel miring : Proyeksi kavalir Proyeksi Kabinet Proyeksi Plamnometri .PROYEKSI PROYEKSI PARALEL MIRING Jenis Proyeksi ini merupakan proyeksi paralel dimana garis-garis proyeksinya paralel dan miring terhadap bidang proyeksi. maka besarnya sudut kemiringan ditentukan 45o dan 60o.

sehingga obyek pada ketiga arah koordinatnya diproyeksikan dengan panjang sebenarnya .PROYEKSI PROYEKSI PARALEL MIRING (lanjutan) Proyeksi kavalir : merupakan proyeksi paralel miring dimana garis proyeksinya membentuk sudut 45o dengan bidang proyeksi (bidang YZ).

sehingga obyek pada satu arah koordinatnya diproyeksikan dengan panjang setengah dari panjang sebenarnya .PROYEKSI PROYEKSI PARALEL MIRING (lanjutan) Proyeksi kabinet : merupakan proyeksi paralel miring dimana garis proyeksinya membentuk sudut 60o dengan bidang proyeksi (bidang YZ).

sehingga obyek pada ketiga arah koordinatnya diproyeksikan dengan panjang sebenarnya .PROYEKSI PROYEKSI PARALEL MIRING (lanjutan) Proyeksi planometri : merupakan proyeksi paralel miring dimana garis proyeksinya membentuk sudut 45o dengan bidang proyeksi (bidang XY).

Hasil proyeksinya akan berbentuk dan berukuran sama dengan obyek yang diproyeksikan tersebut. gonal = sudut).PROYEKSI PROYEKSI PARALEL TEGAK Proyeksi ini disebut dengan nama proyeksi orthogonal (ortho = tegak. Pada umumnya gambar proyeksi yang dihasilkan pada satu bidang proyeksi belum dapat memperlihatkan bentuk benda secara keseluruhan. Proyeksi paralel tegak merupakan suatu proyeksi paralel dimana garis proyeksinya tegak lurus bidang proyeksi. Jenis-jenis proyeksi paralel tegak : Proyeksi Aksonometri Tegak Proyeksi Normal .

Untuk memudahkan penggambaran. sehingga proyeksi panjang sisi-sisi obyek tersebut memendek dengan skala yang sama (82%) kearah ketiga koordinatnya.PROYEKSI PROYEKSI AKSONOMETRI TEGAK Proyeksi isometri adalah : proyeksi aksonometri suatu obyek yang diletekan sedemikian rupa terhadap bidang proyeksi. sisi-sisi obyek tersebut digambar sesuai dengan panjang sebenarnya. .

PROYEKSI PROYEKSI AKSONOMETRI TEGAK .

PROYEKSI PROYEKSI AKSONOMETRI TEGAK Proyeksi dimetri adalah : proyeksi aksonometri dimana pandangan yang dipilih dari obyek diletakan sedemikian rupa terhadap bidang proyeksi sehingga proyeksi panjang sisisisi obyek tersebut memendek dengan skala yang sama ke arah kedua koordinatnya. .

PROYEKSI PROYEKSI AKSONOMETRI TEGAK .

PROYEKSI PROYEKSI AKSONOMETRI TEGAK .

dan obyek diproyeksikan tegak lurus (normal) ke bidang proyeksinya. Proyeksi Metode Amerika / proyeksi kuadran ketiga / sudut ketiga(third angle projection) : Obyek diletakan pada kuadran ketiga. Dari satu titik pengamatan.PROYEKSI PROYEKSI NORMAL Merupakan proyeksi paralel tegak yang pandangan utamanya terletak paralel terhadap bidang proyeksi. Dua metode proyeksi normal :  Proyeksi Metode Eropa / proyeksi kuadran pertama / sudut pertama (first angle projection) : Obyek diletakan pada kuadran pertama. sehingga diperlukan pengamatan dari sudut (tempat) yang lain.  . mungkin saja tidak dapat langsung dibayangkan bentuk obyek secara keseluruhan.

kemudian diproyeksikan pada bidang belakang . PROYEKSI SUDUT PERTAMA (PROYEKSI EROPA) Benda diletakan di depan bidang proyeksi.PROYEKSI PROYEKSI NORMAL 1.

PROYEKSI PROYEKSI NORMAL 1. PROYEKSI SUDUT PERTAMA (PROYEKSI EROPA) .

.PROYEKSI PROYEKSI NORMAL 1. PROYEKSI SUDUT KETIGA (PROYEKSI AMERIKA) Benda diletakan di depan bidang proyeksi. kemudian diproyeksikan pada bidang depan.

PROYEKSI PROYEKSI NORMAL 1. PROYEKSI SUDUT KETIGA (PROYEKSI AMERIKA) .

PROYEKSI PROYEKSI NORMAL .

dua bentuk yang berbeda dapat tergambarkan dalam gambar pandangan yang sama.PENENTUAN PANDANGAN Dari satu arah pandangan. tetapi tidak berlebihan . Maka diperlukan pandangan lain untuk menjelaskan bentuk-bentuk keseluruhan Gambar kerja digambarkan dalam sejumlah pandangan yang diperlukan.

. dan pandangan-pandangan lain dapat disusun Pandangan depan harus dapat memberikan informasi mengenai bentuk khas atau fungsi benda secara keseluruhan. pandangan depan benda dianggap sebagai gambar pokok.PENENTUAN   PANDANGAN Untuk menggambar pandangan-pandangan sebuah benda.

PENENTUAN PANDANGAN PEMILIHAN PANDANGAN DEPAN .

PENENTUAN PANDANGAN SUSUNAN GAMBAR-GAMBAR PANDANGAN .

PENENTUAN PANDANGAN PANDANGAN SEBAGIAN .

. dan potongannya disebut potongan utama. Tujuan potongan adalah untuk menjelaskan / menggambarkan bentuk bagian dalam suatu benda. Pada umumnya bidang potong dibuat melalui sumbu dasar.GAMBAR POTONGAN    Mengubah pandangan tidak terlihat (garis putus-putus pada gambar menjadi pandangan terlihat agar pandangan atau bentukan menjadi lebih jelas.

atau ada beberapa bidang potong. maka bidang potong harus diterangkan dalam gambar. maka tidak diperlukan penjelasan. diberi tanda dengan huruf besar. Pada gambar proyeksi.     . Garis Potong adalah garis sumbu yang pada ujung-ujungnya dipertebal. dan potongannya disebut potongan utama. Jika letak bidang potong tidak jelas. Jika letak bidang potong sudah tampak jelas. dan anak panah yang menunjukan arah penglihatan. dan pada tempat-tempat dimana garis potongnya berubah arah. Pada ujung-ujung garis potong.GAMBAR POTONGAN Penyajian Potongan  Pada umumnya bidang potong dibuat melalui sumbu dasar. bidang potong dinyatakan oleh sebuah garis potong.

Potongan yang tidak melalui sumbu dasar.   Potongan oleh bidang potong melalui garis sumbu dasar. • • Potongan Meloncat Potongan oleh dua bidang berpotongan . Potongan dalam satu bidang. Potongan lebih dari satu bidang. B.GAMBAR POTONGAN Cara-cara membuat Potongan A.

GAMBAR POTONGAN Cara-cara membuat Potongan C. D. Potongan separuh (setengah). Potongan sebagian / setempat .

. Potongan yang diputar ditempat atau dipindahkan. F.GAMBAR POTONGAN Cara-cara membuat Potongan E. Susunan potongan-potongan berurutan.

maka bagian yang berbatasan dibiarkan putih. baja profil. dll. dapat digambar dengan garis tebal atau seluruhnya dihitamkan. Jika bagianbagian terletak berdampingan. .GAMBAR POTONGAN Penampang Tipis Bagian Benda atau benda yang tidak boleh dipotong Penampang tipis seperti benda terbuat dari plat.

. yaitu hanya pada kelilingnya saja. yaitu garis tipis miring (45o terhadap garis sumbu / garis gambar dengan jarak disesuaikan dengan besarnya gambar) • • • Bagian-bagian yang terpisah. Arsiran dari bagian-bagian yang berdampingan harus dibedakan sudutnya. Penampang-penampang yang luas.GAMBAR POTONGAN ARSIR • Untuk membedakan gambar potongan dari gambar pendangan. diarsir dengan sudut yang sama. maka dipergunakan arsir. dapat diarsir secara terbatas.

diarsir serupa. • .GAMBAR POTONGAN ARSIR • Potongan-potongan sejajar dari benda yang sama yang terdapat pada potongan meloncat. Garis-garis arsir dapat dihilangkan untuk menulis huruf atau angka. tetapi dapat juga digeser jika dipandang perlu.

umumnya mempunyai satuan ukuran “mm” (milimeter) dan bila ada ukuran yang satuannya bukan “mm”. dll) Proses pemesinan Fungsi benda dilihat dari konstruksi (ukuran assembling / susunan). o SATUAN UKURAN  Gambar teknik mekanik. maka satuan tersebut harus dicantumkan dibelakang ukurannya. . lebar. tinggi.PENUNJUKAN UKURAN o FUNGSI  Untuk memudahkan dan mencapai fungsi dalam proses pembuatan (pemesinan) dari suatu benda kerja. o ACUAN DASAR  Pemberian ukuran pada benda kerja mengacu pada :    Ukuran utama (panjang. misalnya “m” (meter).

atau suaian ISO. sehingga diperbolehkan keluar dari batas toleransi yang ada. o UKURAN NON FUNGSI (NF)  Diperlukan untuk membantu proses pengerjaan (pemesinan). dan pencantumannya dalam tanda kurung ( ). o UKURAN PEMBANTU (H)  Ukuran yang diberikan hanya sekedar agar operator tidak perlu menghitung sisa atau jumlah ukuran yang ada. . melainkan hanya untuk membantu pencapaian fungsi benda tersebut.PENUNJUKAN UKURAN Penggolongan Penunjukan ukuran o UKURAN FUNGSI (F)  Ditentukan berdasarkan fungsi kerja dari benda tersebut terhadap konstruksi susunannya terutama bagian yang berhubungan dengan bagian benda lainnya. Ukuran ini tidak dengan toleransi. Biasaynya menggunakan toleransi umum. Biasanya hanya menggunakan toleransi umum. Pengukuran dan pengecekan yang ditinjau tidak secara langsung dari fungsi kerjanya.

PENUNJUKAN UKURAN Penggolongan Penunjukan ukuran KETERANGAN : • No. • • .1 adalah ukuran fungsi yang mempunyai hubungan dengan bagian tertentu pada pasangannya. No. Tanpa Nomor adalah ukuran non fungsi. 2 adalah ukuran pembantu untuk kemudahan operator.

yaitu dengan mengambil satu bidang patokan langsung pada perpanjangan garis penunjukan ukura.PENUNJUKAN UKURAN Sistem Penunjukan Ukuran o Berantai  Digunakan bila lubang lebih (fungsi) jarak antar dipentingkan o Sejajar / Pararel  Digunakan bila semua ukuran mempunyai bidang basic / patokan yang sama. . o Bertahap / Berstep  Metode ini dapat digunakan sebagai pengganti penunjukan ukuran pararel.

penunjukan ukuran pada gambar dapat disederhanakan.PENUNJUKAN UKURAN Sistem Penunjukan Ukuran o Gabungan  Gabungan antara ukuran berantai dengan pararel. Metode ini yang sering diapaki dalam prakteknya. Dengan metode ini. o Koordinat  Cara ini Kadang-kadang dapat membantu memudahkan pembacaan ukuran dalam proses pengerjaan. Penunjukan ukuran untuk bagian luar dan bagian dalam ditunjukan pada tempat yang terpisah . misalnya : kedudukan / posisi dan besarnya lubang dituliskan dalam bentuk tabel.

dibuat sejajar dengan bidang atau bagian yang akan diberi ukuran dan diakhiri oleh tanada panah pada garis yang menyentuh garis proyeksi. b. Dicantumkan di atas garis ukuran dengan jarak (tidak menempel dengan garis). Dapat berpotongan dengan garis proyeksi lain. Tidak boleh bertpotongan dengan garis ukuran lain kecuali garis proyeksi yang harus mengalah. dibuat dengan garis tipis dan sejajar dan diberi kelebihan dari ujung anak panah.PENUNJUKAN UKURAN Prinsip Penunjukan Ukuran Pencantuman Garis Proyeksi Ukuran. Adalah garis peletakan angka ukuran. Garis Ukuran dan Penulisan Angka a. Angka Ukuran  . Garis Proyeksi Ukuran  Adalah garis yang memproyeksikan bagian yang akan diberi ukuran. Garis Ukuran  c.

Ukuran Lubang Tak Penuh  . Ukuran Lubang Dengan Simbol Ø  c. Penunjukan Separuh  Garis proyeksi ukuran tidak dibuat penuh dan pencantuman dengan simbol diameter (Ø) gambar potongan sebagian.PENUNJUKAN UKURAN Prinsip Penunjukan Ukuran Penunjukan Ukuran Lubang (bentuk lingkaran) menggunakan simbol diameter (Ø) a. Ukuran Lubang Tanpa Simbol Ø  d. Diameter lubang dari pandangan yang memperlihatkan bentuk lingkaran dicantumkan tanpa simbol Ø. Simbol Ø dicantumkan pada bentuk lubang dari pandangan yang dipotong. Bentuk lubang tak penuh diberi ukuran dengan pencantuman R. b.

maka garis ukuran dapat diperpendek dengan arah menuju sumbu pusat radius. e. Ukuran Radius Penuh  Dicantumkan langsung dengan garis ukuran menuju pusat radius. Ukuran Radius Tembereng  Jika titik pusat radius relatif besar. f. .PENUNJUKAN UKURAN Prinsip Penunjukan Ukuran Penunjukan Ukuran Bentuk Radius mencantumkan huruf “R” didepan besarannya dengan arah garis ukuran ke pusat radius.

 i. h. Simbol Segi Empat  Penunjukan ukuran bentuk penampang persegi dapat dicantumkan dengan simbol persegi didepan besaran ukuran. k. Garis Proyeksi Ukuran Menyudut. Garis proyeksi ukuran dimulai dari perpanjangan garis pertemuan menyudut. Jika garis proyeksi ukuran memerlukan ruang yang lebih jelas. Bentuk Dasar Menyudut  .PENUNJUKAN UKURAN Prinsip Penunjukan Ukuran Penunjukan Ukuran Bentuk Radius mencantumkan huruf “R” didepan besarannya dengan arah garis ukuran ke pusat radius.  Dilengkapi simbol R (raius) jika bentuknya ≤ setengah bola atau dilengkapi simbol Ø jika bentuknya> setengah bola. Bentuk bola pencantuman ukuran didahului dengan kata “bola”. g.

PENUNJUKAN UKURAN Berdasarkan Proses .

PENUNJUKAN UKURAN Berdasarkan Proses Langkah-langkah pembuatan berdasarkan proses : .

berhubungan dengan pasangannya. tetapi ukuran fungsi belum tentu merupakan ukuran.PENUNJUKAN UKURAN Penunjukan Ukuran Terhadap Fungsi Benda Penunjukan ukuran berdasarkan fungsi benda. dalam hal ini semua ukuran pengerjaan bisa menjadi ukuran fungsi. .

.PENUNJUKAN UKURAN Penunjukan Ukuran Terhadap Fungsi Benda Untuk Benda 1 pada gambar susunan di halaman sebelumnya. yang merupakan ukuran fungsi adalah Ø20x60 dan Ø30x40. Kedua ukuran ini berpasangan dengan bagian benda 2 dan 3.

Yang merupakan ukuran fungsi adalah Ø30x40 dan lubang Ø40. .PENUNJUKAN UKURAN Penunjukan Ukuran Terhadap Fungsi Benda Untuk Benda 2 yang berpasangan harus menyesuaikan dengan ukuran benda 1 dan 3.

. semua ukuran yang berpasangan dengan bagian 1 dan2 merupakan ukuran fungsi.PENUNJUKAN UKURAN Penunjukan Ukuran Terhadap Fungsi Benda Begitu pula dengan benda 3. Ukuran fungsi adalah Ø20x60 dan Ø40x80.

PENUNJUKAN UKURAN Penunjukan Ketirusan Bentuk benda tirus dengan ketirusan beraturan dapat ditunjukan dengan simbol segitiga (lihat gambar samping). Pemberian ukuran benda tirus digunakan dalam kombinasi yang berbeda-beda untuk menentukan bentuk dan posisi dari tirusnya. sesuai dengan fungsi atau pengerjaannya. Letak simbol harus disesuaikan dengan arah ketirusan. .

PENUNJUKAN UKURAN
Penunjukan Ketirusan
Ketirusan ditentukan dengan :  Sudut atau perbandingan .  Diameter ujung terbesar  Diameter ujung terkecil  Diameter pada potongan melintang pada jarak tertentu, potongan melintang ini mungkin untuk tirus dalam atau tirus luar.  Ukuran jarak letak potongan melintang pada diameter tertentu.  Panjanh dari ketirusan. Semua pemberian ukuran ini tidak pernah ditentukan sebagai ukuran fungsi. Sebagian ukuran mungkin hanya diberikan sebagai ukuran “pembantu” saja dan diletakan dalam kurung.

PENUNJUKAN UKURAN
Penunjukan Pendakian
Simbol disamping ditunjukan untuk kemiringan bidang datar yang beraturan dan diletakan sesuai dengan arah pendakian.

Pemberian ukuran bidang miring digunakan dalam kombinasi yang berbeda-beda untuk menentukan bentuk dan posisi dari bidang miringnya sesuai dengan fungsi / pengerjaannya.

PENUNJUKAN UKURAN
Penunjukan Pendakian
Pendakian ditentukan dengan :  Sudut pendakian ß  Ukuran pada ujung yang terbesar  Ukuran pda potongan melintang di tempat tertentu sepanjang pendakian.  Ukuran jarak letak dari potongan melintang pada ukuran penampang tertentu  Panjang pendakian. Semua pemberian ukuran ini tidak pernah ditentukan sebagai ukuran fungsi. Sebagian ukuran mungkin hanya diberikan sebagai ukuran “pembantu” saja dan diletakan dalam kurung

PENUNJUKAN KHUSUS Ulir Luar / Baut Penggambaran Ulir dalam keadaan terpotong .

PENUNJUKAN KHUSUS Ulir Dalam / Mur Ulir yang Tidak Tampak Langsung .

PENUNJUKAN KHUSUS Ulir Gabungan .

PENUNJUKAN KHUSUS Pandangan Khusus .

PENUNJUKAN KHUSUS Pandangan Sebagian Enampang Permukaan Datar .

PENUNJUKAN KHUSUS Gambar Bagian Yang Terdapat di Depan Penampang Potong Proyeksi Langsung dari Suatu Bentukan .

PENUNJUKAN KHUSUS Gambar Benda Yang Diperpendek / Dipotong Sebagian Tempat Lekukan .

PENUNJUKAN KHUSUS Bagian Benda Yang Berdekatan Gambar Detail .

PENUNJUKAN KHUSUS Gambar Pandangan Benda Tekukan / Lipatan .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->