P. 1
gangguan gerak

gangguan gerak

|Views: 35|Likes:
Published by satedaging
parkinson
parkinson

More info:

Published by: satedaging on May 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Penyakit Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang bersifat kronis progresif, merupakan penyakit terbanyak kedua setelah demensia Alzheimer. Penyakit ini memiliki dimensi gejala yang sangat luas sehingga baik langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kualitas hidup penderita maupun keluarga. Pertama kali ditemukan oleh seorang dokter inggris yang bernama James Parkinson pada tahun 1887. Penyakit ini merupakan suatu kondisi ketika seseorang mengalami ganguan pergerakan. Tanda-tanda khas yang ditemukan pada penderita diantaranya resting tremor, rigiditas, bradikinesia, dan instabilitas postural. Tanda-tanda motorik tersebut merupakan akibat dari degenerasi neuron dopaminergik pada system nigrostriatal. Namun, derajat keparahan defisit motorik tersebut beragam. Tanda-tanda motorik pasien sering disertai depresi, disfungsi kognitif, gangguan tidur, dan disfungsi autonom. Penyakit Parkinson terjadi di seluruh dunia, jumlah penderita antara pria dan wanita seimbang. 5 – 10 % orang yang terjangkit penyakit parkinson, gejala awalnya muncul sebelum usia 40 tahun, tapi rata-rata menyerang penderita pada usia 65 tahun. Secara keseluruhan, pengaruh usia pada umumnya mencapai 1 % di seluruh dunia dan 1,6 % di Eropa, meningkat dari 0,6 % pada usia 60 – 64 tahun sampai 3,5 % pada usia 85 – 89 tahun. Penyakit Parkinson dimulai secara samar-samar dan berkembang secara perlahan. Pada banyak penderita, pada mulanya Penyakit Parkinson muncul sebagai tremor (gemetar) tangan ketika sedang beristirahat, tremor akan berkurang jika tangan digerakkan secara sengaja dan menghilang selama tidur. Stres emosional atau kelelahan bisa memperberat tremor. Pada awalnya tremor terjadi pada satu tangan, akhirnya akan mengenai tangan lainnya, lengan dan tungkai. Tremor juga akan mengenai rahang, lidah, kening dan kelopak mata. Penderita Penyakit Parkinson mengalami kesulitan dalam memulai suatu pergerakan dan terjadi kekakuan otot. Jika lengan bawah ditekuk ke belakang atau diluruskan oleh orang lain, maka gerakannya terasa kaku. Kekakuan dan imobilitas bisa menyebabkan sakit otot dan kelelahan. Kekakuan dan kesulitan dalam memulai suatu pergerakan bisa menyebabkan berbagai kesulitan. Otot-otot kecil di tangan seringkali mengalami gangguan, sehingga pekerjaan sehari -hari (misalnya mengancingkan baju dan mengikat tali sepatu) semakin sulit

Kadang berkurangnya ekspresi wajah ini disalah artikan sebagai depresi.dilakukan. tetapi ada juga yang menjadi pikun. BAB II TINJAUAN PUSTAKA . Penderita Penyakit Parkinson seringkali ileran atau tersedak karena kekakuan pada otot wajah dan tenggorokan menyebabkan kesulitan menelan. walaupun memang banyak penderita Penyakit Parkinson yang akhirnya mengalami depresi. Penderita Penyakit Parkinson mengalami kesulitan dalam melangkah dan seringkali berjalan tertatih-tatih dimana lengannya tidak berayun sesuai dengan langkahnya. Sikap tubuhnya menjadi bungkuk dan sulit mempertahankan keseimbangan sehingga cenderung jatuh ke depan atau ke belakang. Langkahnya bertambah cepat sehingga mendorong mereka untuk berlari kecil supaya tidak terjatuh. Jika penderita Penyakit Parkinson sudah mulai berjalan. Sebagian besar penderita memiliki intelektual yang normal. mereka mengalami kesulitan untuk berhenti atau berbalik. Penderita Penyakit Parkinson berbicara sangat pelan dan tanpa aksen (monoton) dan menjadi gagap karena mengalami kesulitan dalam mengartikulasikan fikirannya. Wajah penderita Penyakit Parkinson menjadi kurang ekspresif karena otot-otot wajah untuk membentuk ekspresi tidak bergerak. Pandangan tampak kosong dengan mulut terbuka dan matanya jarang mengedip.

6 % pada usia 60 – 64 tahun sampai 3. meningkat dari 0. Rata-rata usia penderita di atas 50 tahun dengan rentang usiasesuai dengan penelitian yang dilakukan di beberapa rumah sakit di Sumatera dan Jawa. di antaranya ialah : infeksi oleh virus yang non-konvensional (belum diketahui).000400. reaksi abnormal terhadap virus yang sudah umum. baik di luar negeri maupun di dalam negeri. masih belum diketahui. gejala awalnya muncul sebelum usia 40 tahun.1. hipothalamus. ditambah dengan adanya inklusi intraplasma yang terdiri dari protein yang disebut dengan Lewy Bodies. Penyakit Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang berkaitan erat dengan usia. Definisi Penyakit Parkinson (paralysis agitans) atau sindrom Parkinson (Parkinsonismus) merupakan suatu penyakit/sindrom karena gangguan pada ganglia basalis akibat penurunan atau tidak adanya pengiriman dopamine dari substansia nigra ke globus palidus/ neostriatum (striatal dopamine deficiency).18 hingga 85 tahun.000 penderita parkinson. motor nukelus dari saraf kranial. pengaruh usia pada umumnya mencapai 1 % di seluruh dunia dan 1.3 Etiologi Etiologi Parkinson primer belum diketahui. tapi rata-rata menyerang penderita pada usia 65 tahun. Di Indonesia sendiri. lelaki lebih banyak terkena dibanding perempuan (3:2) dengan alasan yang belum diketahui. Terdapat beberapa dugaan. ada sekitar 500.5 % pada usia 85 – 89 tahun. Statistik menunjukkan. jumlah penderita antara pria dan wanita seimbang.000 penderita.2. Secara keseluruhan. raphe nuklei. pemaparan . dengan jumlah penduduk 210 juta orang. Insidensi Penyakit Parkinson terjadi di seluruh dunia. korteks cerebri. Neurodegeneratif pada parkinson juga terjadi pasa daerah otak lain termasuk lokus ceruleus. Penyakit ini mempunyai karakteristik terjadinya degenerasi dari neuron dopaminergik pas substansia nigra pars kompakta. 5 – 10 % orang yang terjangkit penyakit parkinson. sistem saraf otonom. nukleus basalis Meynert. 2.6 % di Eropa. diperkirakan ada sekitar 200. 2.2. Di Amerika Serikat.

3. kekebalan terhadap penyakit dan paparan terhadap faktor lingkungan.Periode : Fluktuasi jumlah penderita penyakit parkinson tiap periode mungkin berhubungan dengan hasil pemaparan lingkungan yang episodik. 1. terjadinya penuaan yang prematur atau dipercepat. Hal ini mungkin karena faktor lingkungan secara relatif kurang berpengaruh terhadap timbulnya penyakit parkinson. Beberapa hal yang diduga bisa menyebabkan parkinson adalah sebagai berikut.Genetik : Penelitian menunjukkan adanya mutasi genetik yang berperan pada penyakit parkinson. Meskipun sangat jarang. industrialisasi ataupn gaya hidup. Data dari Mayo Klinik di Minessota. 4. Di Eropa . tepatnya di substansi nigra. tidak terjadi perubahan besar pada angka morbiditas antara tahun 1935 sampai tahun 1990.terhadap zat toksik yang belum diketahui.000 penduduk pada usia 50 sampai 200 dari 10. Faktor resiko yang mempengaruhi perbedaan angka secara geografis ini termasuk adanya perbedaaan genetik. Suatu kelompok sel yang mengatur gerakan-gerakan yang tidak dikehendaki (involuntary).8 kali pada usia lebih dari 70 tahun. Akibatnya. penderita tidak bisa mengatur/menahan gerakan-gerakan yang tidak disadarinya. Mekanis-me bagaimana kerusakan itu belum jelas benar.Usia : Insiden meningkat dari 10 per 10. Hal ini berkaitan dengan reaksi mikrogilial yang mempengaruhi kerusakan neuronal. gejala parkinsonisme tampak pada usia relatif muda. Parkinson disebabkan oleh rusaknya sel-sel otak. pada penyakit parkinson. Yaitu mutasi pada gen a-sinuklein pada lengan panjang kromosom 4 (PARK1) pada pasien dengan Parkinsonism autosomal dominan.Geografi : Di Libya 31 dari 100. Pada pasien dengan autosomal resesif parkinson. misalnya proses infeksi.000 orang. terutama pada substansia nigra.000 orang. belum ditemukan kasus genetika pada 100 penderita yang diperiksa. di Buinos aires 657 per 100. ditemukan delesi dan mutasi point pada gen parkin (PARK2) di kromosom 6. Kasus-kasus genetika di USA sangat sedikit.000 penduduk pada usia 80 tahun.8 kali pada usia kurang dari 70 tahun dan 2. 2. Selain itu juga ditemukan adanya disfungsi mitokondria. jika disebabkan oleh keturunan. Adanya riwayat penyakit parkinson pada keluarga meningakatkan faktor resiko menderita penyakit parkinson sebesar 8.

d.kopi merupakan neuroprotektif.Trauma kepala Cedera kranio serebral bisa menyebabkan penyakit parkinson.Stress dan depresi Beberapa penelitian menunjukkan depresi dapat mendahului gejala motorik.pun demikian. e.Diet Konsumsi lemak dan kalori tinggi meningkatkan stress oksidatif. b.Faktor Lingkungan a. c. Contoh klasik dari penyebab genetika ditemukan pada keluargakeluarga di Italia karena kasus penyakit itu terjadi pada usia 46 tahun.Xenobiotik Berhubungan erat dengan paparan pestisida yang dapat menmbulkan kerusakan mitokondria. Penelitian pada hewan menunjukkan adanya kerusakan substansia nigra oleh infeksi Nocardia astroides. Sebaliknya.Infeksi Paparan virus influenza intrautero diduga turut menjadi faktor predesposisi penyakit parkinson melalui kerusakan substansia nigra. salah satu mekanisme kerusakan neuronal pada penyakit parkinson. meski peranannya masih belum jelas benar f. Penelitian di Jerman menemukan hasil nol pada 70 penderita. Depresi dan stress dihubungkan dengan penyakit parkinson karena pada stress dan depresi terjadi peningkatan turnover katekolamin yang memacu stress oksidatif. 2.4 Patofisiologi Dua hipotesis yang disebut juga sebagai mekanisme degenerasi neuronal ada penyakit Parkinson ialah: hipotesis radikal bebas dan hipotesis neurotoksin.Hipotesis radikal bebas .Pekerjaan Lebih banyak pada orang dengan paparan metal yang lebih tinggi dan lama. 5. 1.

penyakit atau kelainan sistem motorik dapat dibagi sebagai berikut : 1. pedunkulus pontin. Namun teoritis diduga hal ini berhubungan dengan defisiensi serotonin. nukleus subtalamus) dan batang otak (substansia nigra. dopamin dan noradrenalin. . nukleus rubra. 2. kelumpuhan disertai reflek tendon yang meningkat dan reflek superfisial yang abnormal 2. Ganglia basal tugas primernya adalah mengumpulkan program untuk gerakan. Salah satu gambaran dari gangguan ekstrapiramidal adalah gerakan involunter.Neuromuskuler : kelumpuhan sering disertai atrofi otot dan reflek tendon yang menurun. area ventral tegmental.Piramidal . sedangkan serebelum memonitor dan melakukan pembetulan kesalahan yang terjadi seaktu program gerakan diimplementasikan. lokus seruleus). Dasar patologinya mencakup lesi di ganglia basalis (kaudatus. putamen. nukleus raphe dorsal. nukleus basalis. Patofisiologi depresi pada penyakit Parkinson sampai saat ini belum diketahui pasti. Walaupun ada mekanisme pelindung untuk mencegah kerusakan dari stress oksidatif. palidum. Secara sederhana . Pandangan saat ini menekankan pentingnya ganglia basal dalam menyusun rencana neurofisiologi yang dibutuhkan dalam melakukan gerakan. hipotalamus. dan bagian yang diperankan oleh serebelum ialah mengevaluasi informasi yang didapat sebagai umpan balik mengenai pelaksanaan gerakan. Pada penyakit Parkinson terjadi degenerasi sel-sel neuronyang meliputi berbagai inti subkortikal termasuk di antaranya substansia nigra.Diduga bahwa oksidasi enzimatik dari dopamine dapat merusak neuron nigrotriatal.Hipotesis neurotoksin Diduga satu atau lebih macam zat neurotoksik berpera pada proses neurodegenerasi pada Parkinson.Ekstrapiramidal : didomonasi oleh adanya gerakan-gerakan involunter 3. namun pada usia lanjut mungkin mekanisme ini gagal. karena proses ini menghasilkan hidrogren peroksid dan radikal oksi lainnya.Serebelar : ataksia alaupun sensasi propioseptif normal sering disertai nistagmus 4.

Febiger mengemukakan hipotesis bahwa abnormalitas sistem neurotransmiter pada penyakit Parkinson akan mengurangi keefektifan mekanisme reward dan menyebabkan anhedonia.87 %. serta 50% di ganglia basalis. kehilangan nafsu makan. Pada otopsi didapatkan kehilangan sel substansia nigra dan lokus cereleus bervariasi antara 50% . 2.85%. putamen (berkurang sampai 90%). sehingga disfungsi ini akan mengakibatkan ketergantungan yang berlebihan terhadap lingkungan dengan berkurangnya keinginan melakukan aktivitas. sedangkan pada nukleus raphe dorsal berkisar antara 0% .45%. Norepinefrin berkurang 43% di lokus sereleus. Disfungsi sistem ini akan menyebabkan gangguan pola tidur. Intiinti subkortikal ini merupakan sumber utama neurotransmiter. Sistem serotonergik berperan dalam regulasi suasana perasaan. Ketergantungan terhadap lingkungan dan ketidakmampuan melakukan aktivitas akan menimbulkan perasaan tidak berdaya dan putus asa. Berkurangnya perasaan kemampuan untuk mengontrol diri sendiri dapat bermanifestasi sebagai perasaan tidak berguna dan kehilangan harga diri. mekanisme motivasi. kehilangan motivasi dan apatis. 68% di hipotalamus posterior. 40% di lobus frontalis dan 30% di lobus temporalis. Serotonin berkurang 40% di nukleus kaudatus dan hipokampus. dan respons terhadap stres. 52% di substansia nigra. berkurangnya libido. Perubahan neurotransmiter dan neuropeptid menyebabkan perubahan neurofisiologik yang berhubungan dengan perubahan suasana perasaan.locus cereleus. Sistem dopamin berperan dalam proses reward dan reinforcement. hipotalamus (berkurang sampai 90%).5 Klasifikasi . dan menurunnya kemampuan konsentrasi. Sistem transmiter yang terlibat ini menengahi proses reward. dan pada nukleus ganglia basalis antara 32 % . Terlibatnya struktur ini mengakibatkan berkurangnya dopamin di nukleus kaudatus (berkurang sampai 75%). aktivitas agresi dan seksual. nucleus central pontine dan ganglia otonomik. Penggabungan disfungsi semua unsur yang tersebut di atas merupakan gambaran dari sindrom klasik depresi. leu-enkephalin. Beratnya kerusakan struktur ini bervariasi. substansi P dan bombesin. regulasi bangun tidur. Sedang Taylor menekankan pentingnya peranan sistem dopamin forebrain dalam fungsi-fungsi tingkah laku terhadap pengharapan dan antisipasi. Selain itu juga terjadi pengurangan nuropeptid spesifik seperti metenkephalin. menurunnya perasaan kemampuan untuk mengontrol diri. Sistem ini berperan dalam motivasi dan dorongan untuk berbuat.

dan dianggap sebagai suatu hal yang lumrah terjadi pada orang tua.Pada umumnya diagnosis sindrom Parkinson mudah ditegakkan. 2.Tremor/bergetar Gejala penyakit parkinson sering luput dari pandangan awam. Salah satu ciri khas dari penyakit parkinson adalah tangan tremor (bergetar) jika sedang beristirahat. 2. misalnya golongan fenotiazin. 1. jika orang itu diminta melakukan sesuatu. pasca infeksi lain : tuberkulosis. tetapi harus diusahakan menentukan jenisnya untuk mendapat gambaran tentang etiologi. umumnya penderita parkinson mengalami hal itu. getaran tersebut . tumor serebri. Namun. misalnya perdarahan serebral petekial pasca trauma yang berulang-ulang pada petinju.Sindrom paraparkinson (Parkinson plus) Pada kelompok ini gejalanya hanya merupakan sebagian dari gambaran penyakit keseluruhan. atropi palidal (parkinsonismus juvenilis). hipoparatiroid dan kalsifikasi.Parkinsonismus sekunder atau simtomatik Dapat disebabkan pasca ensefalitis virus.Parkinsonismus primer/ idiopatik/paralysis agitans. reserpin.6 Gejala Klinis Meskipun gejala yang disampaikan di bawah ini bukan hanya milik penderita parkinson. tetapi penyebabnya belum jelas. tetrabenazin dan lain-lain. hidrosefalus normotensif.Gejala Motorik a. infark lakuner. prognosis dan penatalaksanaannya. 3. sifilis meningovaskuler. Jenis ini bisa didapat pada penyakit Wilson (degenerasi hepato-lentikularis). 1. Sering dijumpai dalam praktek sehari-hari dan kronis. Kira-kira 7 dari 8 kasus parkinson termasuk jenis ini. sindrom Shy-drager. iatrogenik atau drug induced. degenerasi striatonigral.

Kesadaran masih tetap baik sehingga penderita bisa menjadi tertekan . sulit mengenakan baju. namun semakin berat penyakit. Adanya hipertoni pada otot fleksor ekstensor dan hipertoni seluruh gerakan. hal ini oleh karena meningkatnya aktifitas motorneuron alfa. Artinya. terasa ada tahanan seperti melewati suatu roda yang bergigi sehingga gerakannya menjadi terpatah-patah/putus-putus. c.tidak terlihat lagi. Tremor terdapat pada jari tangan. Itu yang disebut resting tremor. Jika kepalan tangan yang tremor tersebut digerakkan (oleh orang lain) secara perlahan ke atas bertumpu pada pergelangan tangan. Untuk mempertahankan pusat gravitasinya agar tidak jatuh. Bahkan. Pada sendi tangan fleksi-ekstensi atau pronasisupinasi pada kaki fleksi-ekstensi. kekakuan itu bisa juga terjadi di leher.Rigiditas/kekakuan Tanda yang lain adalah kekakuan (rigiditas). yang hilang juga sewaktu tidur. kadang-kadang tremor seperti menghitung uang logam atau memulung-mulung (pil rolling). kepala penderita bisa bergoyang-goyang jika tidak sedang melakukan aktivitas (tanpa sadar). lidah dan jari tangan (seperti orang menghitung uang). Pada awalnya tremor hanya terjadi pada satu sisi. tetapi bisa juga terjadi pada kelopak mata dan bola mata. b. tremor kasar pada sendi metakarpofalangis. mulut membuka menutup. Gerakan penderita menjadi serba lambat. kepala fleksi-ekstensi atau menggeleng. adanya fenomena roda bergigi (cogwheel phenomenon). langkahnya menjadi cepat tetapi pendek-pendek. tremor tersebut bisa berhenti. jika disadari. Tremor tidak hanya terjadi pada tangan atau kaki. Dalam pekerjaan sehari-hari pun bisa terlihat pada tulisan/tanda tangan yang semakin mengecil.Akinesia/Bradikinesia Kedua gejala di atas biasanya masih kurang mendapat perhatian sehingga tanda akinesia/bradikinesia muncul. Akibat kekakuan itu. Selain di tangan maupun di kaki. langkah menjadi pendek dan diseret. lidah terjulur-tertarik. Tremor ini menghilang waktu istirahat dan menghebat waktu emosi terangsang (resting/ alternating tremor). tremor bisa terjadi pada kedua belah sisi. bibir. gerakannya menjadi tidak halus lagi seperti break-dance. Semua itu terjadi pada saat istirahat/tanpa sadar. Gerakan yang kaku membuat penderita akan berjalan dengan postur yang membungkuk.

Dimensia Adanya perubahan status mental selama perjalanan penyakitnya dengan deficit kognitif. h. e. atau berputar balik. f. misalnya wajah seperti topeng. dan sembelit. lambat mengambil suatu obyek. punggung melengkung bila berjalan. bahu membengkok ke depan. refleks menelan berkurang. kedipan mata berkurang. stadium lanjut kepala difleksikan ke dada. suara menjadi kecil. sehingga sering keluar air liur. i. sehingga bila berbicara atau mengucapkan kata-kata yang monoton dengan volume suara halus ( suara bisikan ) yang lambat. sedang berjalan. yaitu raguragu untuk mulai melangkah.Bicara monoton Hal ini karena bradikinesia dan rigiditas otot pernapasan. Gerakan volunter menjadi lambat sehingga berkurangnya gerak asosiatif.Mikrografia Tulisan tangan secara gradual menjadi kecil dan rapat. berkurangnya gerak menelan ludah sehingga ludah suka keluar dari mulut. misalnya sulit untuk bangun dari kursi. Disamping itu. bila berbicara gerak lidah dan bibir menjadi lambat. Kedipan dan lirikan mata berkurang.Tiba-tiba Berhenti atau Ragu-ragu untuk Melangkah Gejala lain adalah freezing. Penderita menjadi lambat berpikir dan depresi. otot laring. d. Wajah menjadi tanpa ekspresi. sulit memulai berjalan.Langkah dan gaya jalan (sikap Parkinson) Berjalan dengan langkah kecil menggeser dan makin menjadi cepat (marche a petit pas). Bisa juga terjadi sering kencing. 13 Bradikinesia mengakibatkan kurangnya ekspresi muka serta mimic muka. Bradikinesia mengakibatkan berkurangnya ekspresi muka serta mimik dan gerakan spontan yang berkurang.(stres) karena penyakit itu. kulit muka seperti berminyak dan ludah suka keluar dari mulut karena berkurangnya gerak menelan ludah.Gangguan behavioral . yaitu berhenti di tempat saat mau mulai melangkah. pada beberapa kasus hal ini merupakan gejala dini. dan start hesitation. pita suara. g.

Cara berpikir dan respon terhadap pertanyaan lambat (bradifrenia) biasanya masih dapat memberikan jawaban yang betul. . orgasme. umumnya disebabkan oleh hypotension orthostatic. asal diberi waktu yang cukup. gangguan sfingter terutama inkontinensia dan hipotensi ortostatik.kepekaan kontras visuil lemah. . b. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. suatu kegagalan sistemsaraf otonom untuk melakukan penyesuaian tekanan darah sebagai jawaban atas perubahan posisi badan .Ganguan kognitif.berkurangnya atau hilangnya kepekaan indra perasa bau ( microsmia atau anosmia). 2. perilaku.Gangguan tidur. -Kulit berminyak dan infeksi kulit seborrheic -Pengeluaran urin yang banyak -Gangguan seksual yang berubah fungsi.Gejala Lain Kedua mata berkedip-kedip dengan gencar pada pengetukan diatas pangkal hidungnya (tanda Myerson positif) 2.Gangguan suasana hati.Lambat-laun menjadi dependen ( tergantung kepada orang lain ).penderita sering mengalami pingsan.Tekanan darah diukur dalam keadaan berbaring dan berdiri. penderita mengalami kesulitan tidur (insomnia) e.Disfungsi otonom -Keringat berlebihan. pemikiran mengenai ruang. penderita sering mengalami depresi c. depresi. menanggapi rangsangan lambat d. ditandai dengan melemahnya hasrat seksual. sikap kurang tegas. hal ini untuk mendeteksi hipotensi ortostatik.7Diagnosis Diagnosis berdasarkan anamnesis. Pada setiap kunjungan penderita : 1.Gangguan sensasi. pembedaan warna.Gejala non motorik a. j. . mudah takut. air ludah berlebihan.

Perawatan pada penderita penyakit parkinson bertujuan untuk memperlambat dan menghambat perkembangan dari penyakit itu. tetapi pengobatan dan operasi dapat mengatasi gejala yang timbul. Pada saat ini tidak ada terapi untuk menyembuhkan penyakit ini. bila masih ada tremor dan rigiditas yang san gat.8 Pemeriksaan penunjang -EEG (biasanya terjadi perlambatan yang progresif) -CT Scan kepala (biasanya terjadi atropi kortikal difus.9 Tata laksana penyakit Parkinson Penyakit Parkinson merupakan penyakit kronis yang membutuhkan penanganan secara holistik meliputi berbagai bidang.Menilai respons terhadap stress ringan.Mencatat dan mengikuti kemampuan fungsional. obat-obatan yang biasa diberikan adalah untuk pengobatan penyakit atau menggantikan atau meniru dopamin yang akan memperbaiki tremor.Antikolinergik . 3. misalnya berdiri dengan tangan diekstensikan. Perawatan ini dapat dilakukan dengan pemberian obat dan terapi fisik seperti terapi berjalan. 2. menghitung surut dari angka seratus. Pengobatan penyakit parkinson bersifat individual dan simtomatik. terapi suara/berbicara dan pasien diharapkan tetap melakukan kegiatan sehari-hari. 1. dan slowness. berarti belum berespon terhadap medikasi. rigiditas. hidrosefalua eks vakuo). disini penderita disuruh menulis kalimat sederhana dan menggambarkan lingkaran-lingkaran konsentris dengan tangan kanan dan kiri diatas kertas. Terapi Obat-obatan Beberapa obat yang diberikan pada penderita penyakit parkinson: a. sulki melebar.2. 2. kertas ini disimpan untuk perbandingan waktu follow up berikutnya.

Berguna untuk mengendalikan pergerakan. L-dopa akan diubah menjadi dopamine pada neuron dopaminergik oleh L-aromatik asam amino dekarboksilase (dopa dekarboksilase). Di dalam otak levodopa dirubah menjadi dopamine. b. Berkat levodopa. sisanya dimetabolisme di sembarang tempat. Karena mekanisme feedback. muntah. Efek samping levodopa dapat berupa: 1) Neusea. Levodopa dianggap merupakan tulang punggung pengobatan penyakit parkinson. Penderita penyakit parkinson ringan bisa kembali menjalani aktivitasnya secara normal. gejala dari penyakit parkinson. Sejak diperkenalkan akhir tahun 1960an.Benzotropine ( Cogentin). Hal ini mengingat bahwa efektifitas levodopa berkaitan dengan lama waktu pemakaiannya. terutama pada penderita yang berusia lanjut. Banyak dokter menunda pengobatan simtomatis dengan levodopa sampai memang dibutuhkan. trihexyphenidyl ( Artane). Obat ini diberikan bersama carbidopa untuk meningkatkan efektivitasnya & mengurangi efek sampingnya. mengakibatkan efek samping yang luas. distress abdominal 2) Hipotensi postural 3) Sesekali akan didapatkan aritmia jantung. sebaiknya terapi dengan levodopa jangan dilakukan. seorang penderita parkinson dapat kembali beraktivitas secara normal. Efek ini diakibatkan oleh efek beta-adrenergik dopamine pada system konduksi jantung. hanya 1-5% dari L-Dopa memasuki neuron dopaminergik.Levodopa melintasi sawar-darah-otak dan memasuki susunan saraf pusat dan mengalami perubahan ensimatik menjadi dopamin. akan terjadi inhibisi pembentukan L-Dopa endogen. kekakuan otot dan memperbaiki gerakan. Untuk mengaluskan . membantu mencegah metabolisme L-Dopa sebelum mencapai neuron dopaminergik. Bila gejala pasien masih ringan dan tidak mengganggu. Walaupun demikian. Dopamin menghambat aktifitas neuron di ganglia basal. Carbidopa dan benserazide adalah dopa dekarboksilase inhibitor. levodopa dianggap merupakan obat yang paling banyak dipakai sampai saat ini. Levodopa mengurangi tremor. Ini bias diatasi dengan obat beta blocker seperti propanolol.Carbidopa/levodopa Levodopa merupakan pengobatan utama untuk penyakit parkinson.

Respon penderita yang mengkonsumsi levodopa juga semakin lama semakin berkurang. kabergolin. Operasi bukan merupakan pengobatan standar untuk penyakit parkinson juga bukan sebagai terapi pengganti terhadap obat-obatan yang diminum. Obat ini bekerja dengan merangsang reseptor dopamin. pergolid (Permax). 5) Abnormalitas laboratorium. sulit. ropinirol. Jika kombinasi obat-obatan tersebut juga tidak membantu disini dipertimbangkan pengobatan operasi. juga dengan memberikan tambahan obat-obat yang memiliki mekanisme kerja berbeda seperti dopamin agonis. Jadi gerakannya terinterupsi sejenak. tidak menimbulkan penurunan fungsi liver. Efek samping levodopa pada pemakaian bertahun-tahun adalah diskinesia yaitu gerakan motorik tidak terkontrol pada anggota gerak maupun tubuh. akan tetapi obat ini juga menyebabkan penurunan reseptor dopamin secara progresif yang selanjutnya akan menimbulkan peningkatan gejala Parkinson. entacapone. Jenis yang sama. Untuk mengontrol fluktuasi motor pada pasien yang menggunakan obat levodopa.4) Diskinesia. jadwal pemberian diatur dan ditingkatkan dosisnya. Tolcapone adalah penghambat enzim COMT. memperpanjang efek L-Dopa. . Granulositopenia. Tolcapone (Tasmar). fungsi hati abnormal dan ureum darah yang meningkat merupakan komplikasi yang jarang terjadi pada terapi levodopa. d. leher atau muka. Beberapa penderita menunjukkan gejala on-off yang sangat mengganggu karena penderita tidak tahu kapan gerakannya mendadak menjadi terhenti. Tapi karena efek samping yang berlebihan seperti liver toksik.COMT inhibitors Entacapone (Comtan). COMT inhibitor atau MAO-B inhibitor. membeku. Diskinesia yang paling sering ditemukan melibatkan anggota gerak. c. Diskinesia sering terjadi pada penderita yang berespon baik terhadap terapi levodopa.Agonis dopamin Agonis dopamin seperti bromokriptin (Parlodel). apomorfin dan lisurid dianggap cukup efektif untuk mengobati gejala Parkinson. maka jarang digunakan. pramipexol (Mirapex). Untuk menghilangkan efek samping levodopa.

Deep Brain Stimulation (DBS) .Amantadine (Symmetrel) Berguna untuk perawatan akinesia. Rasagaline (Azilect). Kombinasi dengan L-dopa dapat meningkatkan angka kematian. Untuk maksud ini dapat digunakan karbidopa atau benserazide ( madopar ). yang sampai saat ini tidak bisa diterangkan secara jelas. Efek sampingnya umunya hampir sama dengan efek samping yang ditimbulkan oleh levodopa. untuk kemudian dikonversi menjadi dopamine di otak. Dosis rendah yang diberikan setiap hari dapat mengurangi fluktuasi gejala motorik. e. dengan demikian terapi levodopa dapat ditangguhkan selama beberapa waktu. Selegilin dan rasagilin mengurangi gejala dengan dengan menginhibisi monoamine oksidase B (MAO-B).MAO-B inhibitors Selegiline (Eldepryl). gemetaran.Inhibitor dopa dekarboksilasi dan levodopa Untuk mencegah agar levodopa tidak diubah menjadi dopamin di luar otak. Dopamin dan karbidopa tidak dapat menembus sawar-otak-darah. Selegiline dapat pula memperlambat memburuknya sindrom Parkinson. Berguna untuk mengendalikan gejala dari penyakit parkinson.Obat ini dapat berguna untuk mengobati pasien yang pernah mengalami serangan yang berfluktuasi dan diskinesia sebagai akibat dari levodopa dosis tinggi. Inhibitor MAO diduga berguna pada penyakit Parkinson karena neuotransmisi dopamine dapat ditingkatkan dengan mencegah perusakannya. Yaitu untuk mengaluskan pergerakan. Efek lain dari kombinasi ini adalah stomatitis. 2. Apomorfin dapat diinjeksikan subkutan. kekakuan. sehingga menghambat perusakan dopamine yang dikeluarkan oleh neuron dopaminergik. dyskinesia. f. maka levodopa dikombinasikan dengan inhibitor enzim dopa dekarboksilase. Efek sampingnya adalah insomnia. g. Dengan demikian lebih banyak levodopa yang dapat menembus sawar-otak-darah. Metabolitnya mengandung Lamphetamin and L-methamphetamin.

Terapi ini memberikan stimulasi elektrik rendah pada thalamus. Makanan berserat akan membantu mengurangi ganguan pencernaan yang disebabkan kurangnya aktivitas. DBS adalah tindakan minimal invasif yang dioperasikan melalui panduan komputer dengan tingkat kerusakan minimal untuk mencangkokkan alat medis yang disebut neurostimulator untuk menghasilkan stimulasi elektrik pada wilayah target di dalam otak yang terlibat dalam pengendalian gerakan. Pengendalian parkinson dengan terapi DBS menunjukkan keberhasilan 90%. dokter menargetkan wilayah subthalamic nucleus (STN) dan globus pallidus (GP) sebagai wilayah stimulasi elektris. Selain terapi obat yang diberikan. dengan diberikan petunjuk atau latihan contoh diklinik terapi fisik. pemberian makanan harus benar-benar diperhatikan. Program terapi fisik pada penyakit Parkinson merupakan program jangka panjang dan jenis terapi .Pada tahun 1987. 3. sebanyak 8 atau 9 dari 10 orang yang menggunakan terapi DBS mencapai peningkatan kemampuan untuk melakukan akltivitas normal sehari-hari. diperkenalkan pengobatan dengan cara memasukkan elektroda yang memancarkan impuls listrik frekuensi tinggi terus-menerus ke dalam otak. Berdasarkan penelitian. Terapi Fisik Sebagian terbesar penderita Parkinson akan merasa efek baik dari terapi fisik. Stimulasi ini digerakkan oleh alat medis implant yang menekan tremor. karena kekakuan otot bisa menyebabkan penderita mengalami kesulitan untuk menelan sehingga bisa terjadi kekurangan gizi (malnutrisi) pada penderita. cairan dan beberapa obat. Terapi ini memberikan kemungkinan penekanan pada semua gejala dan efek samping. Pasien akan termotifasi sehingga terapi ini bisa dilakukan di rumah. DBS direkomendasikan bagi pasien dengan penyakit parkinson tahap lanjut (stadium 3 atau 4) yang masih memberikan respon terhadap levodopa. DBS kini menawarkan harapan baru bagi hidup yang lebih baik dengan kemajuan pembedahan terkini kepada para pasien dengan penyakit parkinson. Pilihan wilayah target tergantung pada penilaian klinis. Terapi ini disebut deep brain stimulation (DBS).

Suatu studi menemukan bahwa alat elektronik yang menyediakan umpan balik indera pendengar atau frequency auditory feedback (FAF) untuk meningkatkan kejernihan suara. LSVT fokus untuk meningkatkan volume suara. 5. Dengan berbagai reaksi biokimia. tremor dan hambatan lainnya. . 4. Terapi gen Pada saat sekarang ini. termasuk yoga. dan range of motion. keseimbangan. Gen yang digunakan memerintahkan untuk mempoduksi sebuah enzim yang disebut glutamic acid decarboxylase (GAD) yang mempercepat produksi neurotransmitter (GABA). Terapi Suara Perawatan yang paling besar untuk kekacauan suara yang diakibatkan oleh penyakit Parkinson adalah dengan Lee Silverman Voice Treatment ( LSVT ). taichi. dan memindahkan makanan di dalam mulut. GDNF akan merangsang pembentukan L-dopa. Percobaan pertama yang dilakukan adalah randomized double-blind sham-placebo dengan pencangkokan dopaminergik yang gagal menunjukkan peningkatan mutu hidup untuk pasien di bawah umur.disesuaikan dengan perkembangan atau perburukan penyakit. Pencangkokan syaraf Cangkok sel stem secara genetik untuk memproduksi dopamine atau sel stem yang berubah menjadi sel memproduksi dopamine telah mulai dilakukan. misalnya perubahan pada rigiditas. GABA bertindak sebagai penghambat langsung sel yang terlalu aktif di STN. memakai dasi. mengunyah keras. 6. penyelidikan telah dilakukan hingga tahap terapi gen yang melibatkan penggunaan virus yang tidak berbahaya yang dikirim ke bagian otak yang disebut subthalamic nucleus (STN). seperti membawa tas. Infus GDNF (glialderived neurotrophic factor) pada ganglia basal dengan menggunakan implant kathether melalui operasi. ataupun tari dapat bermanfaat dalam menjaga dan meningkatkan mobilitas. Terapi lain yang sedang dikembangkan adalah GDNF. fleksibilitas. Latihan fisik yang teratur. Latihan dasar selalu dianjurkan.

Qigong . Sebagai contoh. Adapun yang sering digunakan di klinik adalah monoamine oxidase inhibitors (selegiline and rasagiline). THFA. 9.60% gejala pada penelitian terhadap 110 pasien. Yang sedang dikembangkan sebagai agen neuroprotektif adalah apoptotic drugs (CEP 1347 and CTCT346). antiglutamatergic agents. dan piridoxin yang merupakan koenzim dan perkusor koenzim dalam biosintesis dopamine menunjukkan efektifitas yang lebih rendah dibanding L-Tyrosin dan zat besi. suatu kofaktor penting dalam biosintesis L-dopa mengurangi 10%. Operasi dilakukan pada pasien dengan Parkinson yang sudah parah di mana terapi dengan obat tidak mencukupi. Vitamin C dan vitamin E dosis tinggi secara teori dapat mengurangi kerusakan sel yang terjadi pada pasien Parkinson. dopamine agonis. Zat besi (Fe). Operasi dilakukan thalatotomi dan stimulasi thalamik. NADH. 8. Koenzim Q10 juga telah digunakan dengan cara kerja yang mirip dengan vitamin A dan E. Terapi neuroprotektif Terapi neuroprotektif dapat melindungi neuron dari kematian sel yang diinduksi progresifitas penyakit. lazaroids. 10. dan dopamine receptors. Belum lama ini. Operasi Operasi untuk penderita Parkinson jarang dilakukan sejak ditemukannya levodopa. dan complek I mitochondrial fortifier coenzyme Q10.7. Kedua vitamin tersebut diperlukan dalam aktifitas enzim superoxide dismutase dan katalase untuk menetralkan anion superoxide yang dapat merusak sel. bioenergetics. LTyrosin yang merupakan suatu perkusor L-dopa mennjukkan efektifitas sekitar 70 % dalam mengurangi gejala penyakit ini. MitoQ adalah suatu zat sintesis baru yang memiliki struktur dan fungsi mirip dengan koenzim Q10. Nutrisi Beberapa nutrient telah diuji dalam studi klinik klinik untuk kemudian digunakan secara luas untuk mengobati pasien Parkinson.

11. Namun demikian studi kedua menunjukkan qigong tak efektif pada penyakit Parkinson. studi terhadap 56 pasien didapatkan peningkatan gejala motorik dan non-motorik di antara pasien yang melakukan latihan qigong terstruktur 1 kalin seminggu selama 8 minggu. Penulis berspekulasi bahwa gambaran aliran energy yang membantu peningkatan dalam movement pasien. kemudian melakukan 20 sesi baik latihan aeronik maupun qigong. dinilai lagi. injeksi Botox sedang diteliti sebagai salah satu pengobatan non-FDA di masa mendatang. Penulis juga menyimpulkan latihan aerobik tak memiliki manfaat terhadap kualitas hidup pasien. Botox Baru-baru ini. ditukar dengan 20 sesi lainnya.Terdapat dua penelitian mengenai qigong pada penyakit bParkinson. . kemudian dinilai lagi. Penulis mendapatkan peningkatan kemampuan motorikdan fungsi kardiorespirator setelah mengikuti latihan aerobic. peneliti menggunakan randomized cross-over trial untuk membandingkan latihan aerobic dengan qigong pada penyakit Parkinson tahap lanjut. tetapi tak mendapatkan manfaat setelah mengikuti qigong.dua kelompok pasien PD dinilai. Dalam studi tersebut. kemudian setelah selang 2 bulan. Dalam percobaan di Bonn.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->