P. 1
Proses Pembentukan Minyak Bumi

Proses Pembentukan Minyak Bumi

|Views: 91|Likes:
Published by Aulia Rahman
proses pembentukan minyak bumi
proses pembentukan minyak bumi

More info:

Published by: Aulia Rahman on May 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2013

pdf

text

original

PROSES PEMBENTUKAN MINYAK BUMI Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin: petrus ), dijuluki juga

sebagai emas hitam adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik lautan, tumbuhan dan hewan yang mati sekitar 150 juta tahun yang lalu. Sisa-sisa organisme tersebut mengendap di dasar lautan, kemudian ditutupi oleh lumpur. Lapisan lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu, dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik tersebut dan mengubahnya menjadi minyak dan gas. Proses pembentukan minyak bumi dan gas ini memakan waktu jutaan tahun. Minyak dan gas yang terbentuk meresap dalam batuan yang berpori seperti air dalam batu karang. Minyak dan gas dapat pula bermigrasi dari suatu daerah ke daerah lain, kemudian terkosentrasi jika terhalang oleh lapisan yang kedap. Walupun minyak bumi dan gas alam terbentuk di dasar lautan, banyak sumber minyak bumi yang terdapat di daratan. Hal ini terjadi karena pergerakan kulit bumi, sehingga sebagian lautan menjadi daratan. Dewasa ini terdapat dua teori utama yang berkembang mengenai asal usul terjadinya minyak bumi, antara lain: 1. Teori Anorganik (Abiogenesis) Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk asitilena. Kemudian Mandeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi. Yang lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan bersamaan dengan proses terbentuknya bumi. Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain. Secara umum dinyatakan seperti dibawah ini: Berdasarkan teori anorganik, pembentukan minyak bumi didasarkan pada proses kimia, yaitu : a. Teori alkalisasi panas dengan CO2 (Berthelot) Reaksi yang terjadi: alkali metal + CO2 karbida + H2O C2H2 C6H6 karbida ocetylena komponen-komponen lain

. Siklus karbon ini terjadi antara atmosfir dengan permukaan bumi. Bila CO2 dari udara bersentuhan dengan alkali panas tadi maka akan terbentuk ocetylena.ini disebabkan oleh adanya kolesterol atau zat lemak yang terdapat dalam darah.Dengan kata lain bahwa didalam minyak bumi terdapat logam alkali dalam keadaan bebas dan bersuhu tinggi. H dan O.Minyak bumi mengandung klorofil seperti tumbuhan. . b. Teori karbida panas dengan air (Mendeleyef) Asumsi yang dipakai adalah ada karbida besi di dalam kerak bumi yang kemudian bersentuhan dengan air membentuk hidrokarbon.Secara praktis lapisan minyak bumi terdapat dalam kambium sampai pleistosan. dimana karbon diangkut dalam bentuk karbon dioksida (CO2).Hidrokarbon terdapat di dalam lapisan sedimen dan merupakan bagian integral sedimentasi.Susunan hidrokarbon yang terdiri dari atom C dan H sangat mirip dengan zat organik.Minyak bumi memiliki sifat dapat memutar bidang polarisasi. yang terdiri dari C. Beberapa argumentasi telah dikemukakan untuk membuktikan bahwa minyak bumi berasal dari zat organik yaitu: . P. karbon dioksida di atmosfir berasimilasi. Walaupun zat organik menggandung oksigen dan nitrogen cukup besar. Pada arah yang kedua CO2 dibebaskan kembali ke atmosfir melalui respirasi makhluk hidup (tumbuhan.G. kelemahannya tidak cukup banyak karbida di alam. . dsb. PROSES PEMBENTUKAN MINYAK BUMI 2. yang digambarkan dengan dua panah dengan arah yang berlawanan. . Ocetylena akan berubah menjadi benzena karena suhu tinggi. hewan dan mikroorganisme).Minyak bumi mengandung porfirin atau zat kompleks yang terdiri dari hidrokarbon dengan unsur vanadium. . artinya CO2 diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik darat dan laut. nikel. Pada arah pertama. minyak bumi terbentuk karena adanya kebocoran kecil yang permanen dalam siklus karbon. Mackuire yang pertama kali mengemukakan pendapatnya bahwa minyak bumi berasal dari tumbuhan. Kelemahan logam ini adalah logam alkali tidak terdapat bebas di kerak bumi. . sedangkan zat organik tidak terdapat dalam darah dan tidak dapat memutar bidang polarisasi.Teori Organik (Biogenesis) Berdasarkan teori Biogenesis.

Proses kimia organik pada umumnya dapat dipecahkan dengan percobaan di laboratorium. namun berbagai faktor geologi mengenai cara terdapatnya minyak bumi serta penyebarannya didalam sedimen harus pula ditinjau. Temperatur reservior rata-rata 107°C dan minyak bumi masih dapat bertahan sampai 200°C. diantaranya: 1. Minyak bumi memeng merupakan campuran kompleks hidrokarbon. Migrasi minyak bumi yang terbentuk dan tersebar di dalam lapisansedimen terperangkap. Proses transformasi zat organik menjadi minyak bumi. Minyak bumi selalu terbentuk dalam keadaan reduksi ditandai adanya forfirin dan belerang. Fakta ini disimpulkan oleh Cox yang kemudian di kenal sebagai pagar Cox diantaranya adalah: Minyak bumi selalu terdapat di dalam batuan sedimen dan umumnya pada sedimen marine.transformasi zat organik menjadi minyak bumi. Ada beberapa hal yang mempengaruhi peristiwa diatas. terdiri dari: . Degradasi thermal Akibat sedimen terkena penimbunan dan pembanaman maka akan timbul perubahan .pengumpulan zat organik dalam sedimen .pengawetan zat organik dalam sedimen . 3. Pembentukan sendiri.Proses pembentukan minyak bumi terdiri dari tiga tingkat. fesies sedimen yang utama untuk minyak bumi yang terdapat di sekitar pantai. 2. Akumulasi tetes minyak yang tersebar dalam lapisan sedimen hingga berkumpil menjadi akumulasi komersial. yaitu: 1. Diatas temperatur ini forfirin sudah tidak bertahan. Minyak bumi dapat tahan pada perubahan tekanan dari 8-10000 psi.

Besi dan Tembaga. . alkana ini memiliki rantai lurus dan bercabang. 3.0 % Struktur hidrokarbon yang ditemukan dalam minyak mentah: 1.1-2. Aktifitas bakteri. beberapa sumur gas juga mengandung helium.0 % Nitrogen : 0. Berdasarkan hasil analisa. 2. yaitu metana. diperoleh data sebagai berikut : • • • • • Karbon : 83.05-6. senyawa lain yang terkandung didalam minyak bumi diantaranya adalah Sulfur. Gas alam terdiri dari alkana suku rendah. Nitrogen dan senyawa-senyawa yang mengandung konstituen logam terutama Nikel. Oksigen. 2. etana. Zat organik sebagai bahan sumber Jenis zat oragink yang dijadikan sumber minyak bumi menurut para ahli dap[at disimpulkan bahwa jenis zat organik yang merupakan zat pembentuk utama minyak bumi adalah lipidzat organik dapat terbentuk dalamkehidupan laut ataupun darat dan dapat dibagi menjadi dua jenis. Ini menunjukan pengaruh radioaktif terhadap zat organik.0 % Hidrogen : 10.0-87. 4. propana. serta menyiapkan kondisi yang memungkinkan terbentuknya minyak bumi. Selain alkana juga terdapat berbagai gas lain seperti karbondioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S). Perbandingan unsur-unsur yang terdapat dalam minyak bumi sangat bervariasi.0 % Oksigen : 0. Radioaktivasi Pengaruh pembombanderan asam lemak oleh partikel alpha dapay membentuk hidrokarbon parafin. Sedangkan hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi terutama adalah alkana dan sikloalkana. Komposisi minyak bumi sangat bervariasi dari satu sumur ke sumur lainnya dan dari daerah ke daerah lainnya. Komponen hidrokarbon adalah komponen yang paling banyak terkandung di dalam minyaak bumi dan gas alam. fraksi ini merupakan yang terbesar di dalam minyak mentah. Bakteri mempunyai potensi besar dalam proses pembentukan hidrokarbon minyak bumi dan memegang peranan dari sejak matinya senyawa organik sampai pada waktu diagnosa. Alkana (parafin) CnH2n + 2 .5 % Sulfur : 0.tekanan dan suhu. Reaksi katalis Adanya katalis dapat mempercepat proses kimia. Sikloalkana ada yang memiliki cincin 5 (lima) yaitu siklopentana ataupun cincin 6 (enam) yaitu sikloheksana.05-1. Sikloalkana (napten) CnH2n . Perubahan suhu adalah faktor yang sangat penting. KOMPOSISI PENYUSUN MINYAK BUMI dan GAS ALAM Minyak bumi dan gas alam adalah campuran kompleks hidrokarbon dan senyawasenyawa organik lain.0-14. yaitu: yang berasal dari nabati dan hewani. dan butana.

Memiliki harga anti knock yang tinggi . Nitrogen mempunyai sifat racun terhadap katalis dan dapat membentuk gum / getah pada fuel oil. 3. Nitrogen klas dasar yang mempunyai berat molekul yang relatif rendah dapat diekstrak dengan asam mineral encer. eter. misalnya dalam gasoline dapat menyebabkan korosi (khususnya dalam keadaan dingin atau berair). sedangkan aromatik selalu merupakan komponen yang paling sedikit. Senyawaan Oksigen Kandungan total oksigen dalam minyak bumi adalah kurang dari 2 % dan menaik dengan naiknya titik didih fraksi. yaitu 0. 2. anhidrida. Kandungan tertinggi terdapat pada tipe Asphalitik. ester. Zat-Zat Pengotor yang sering terdapat dalam minyak bumi: 1. Aromatik sikloheksana CnH2n -6 aromatik memiliki cincin 6 Aromatik hanya terdapat dalam jumlah kecil. Keberadaan Sulfur dalam minyak bumi sering banyak menimbulkan akibat.siklopentana 3. Senyawaan Sulfur Crude oil yang densitynya lebih tinggi mempunyai kandungan Sulfur yang lebih tinggu pula. Senyawaan Nitrogen Umumnya kandungan nitrogen dalam minyak bumi sangat rendah. karena terbentuknya asam yang dihasilkan dari oksida sulfur (sebagai hasil pembakaran gasoline) dan air. Kandungan oksigen bisa menaik apabila produk itu lama berhubungan dengan udara. tetapi sangat diperlukan dalam bensin karena : . keton.Stabilitas penyimpanan yang baik .9 %.Dan kegunaannya yang lain sebagai bahan bakar (fuels) Proporsi dari ketiga tipe hidrokarbon sangat tergantung pada sumber dari minyak bumi. senyawa monosiklo dan disiklo dan phenol. . Kandungan nitrogen terbanyak terdapat pada fraksi titik didih tinggi.1-0. sedangkan yang mempunyai berat molekul yang tinggi tidak dapat diekstrak dengan asam mineral encer. Oksigen dalam minyak bumi berada dalam bentuk ikatan sebagai asam karboksilat. Pada umumnya alkana merupakan hidrokarbon yang terbanyak tetapi kadangkadang (disebut sebagai crude napthenic) mengandung sikloalkana sebagai komponen yang terbesar. Sebagai asam karboksilat berupa asam Naphthenat (asam alisiklik) dan asam alifatik.

misalnya oil-fired gas turbine. Minyak mentah belum dapat digunakan sebagai bahan bakar maupun untuk keperluan lainnya. PROSES PENGOLAHAN MINYAK BUMI Minyak bumi biasanya berada 3-4 km di bawah permukaan laut. Minyak bumi diperoleh dengan membuat sumur bor. pengolahan minyak bumi dilakukan melalui destilasi bertingkat. Minyak mentah (cude oil) berbentuk cairan kental hitam dan berbau kurang sedap. Secara umum Proses Pengolahan Minyak Bumi digambarkan sebagai berikut: . terutama nikel dan vanadium pada proses catalytic cracking mempengaruhi aktifitas katalis. Titik didih hidrokarbon meningkat seiring bertambahnya jumlah atom C yang berada di dalam molekulnya. Oleh karena itu. Abu yang dihasilkan dari pembakaran fuel yang mengandung natrium dan terutama vanadium dapat bereaksi dengan refactory furnace (bata tahan api). dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok-kelompok (fraksi) dengan titik didih yang mirip. Minyak mentah yang diperoleh ditampung dalam kapal tanker atau dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki atau ke kilang minyak. tetapi harus diolah terlebih dahulu. Minyak mentah mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom C-1 sampai 50. menghasilkan banyak gas dan pembentukkan coke. tembaga. Konstituen Metalik Logam-logam seperti besi. Pada power generator temperatur tinggi. sebab dapat menurunkan produk gasoline. adanya konstituen logam terutama vanadium dapat membentuk kerak pada rotor turbine.4. menyebabkan turunnya titik lebur campuran sehingga merusakkan refractory itu.

Dalam hal ini adalah destilasi fraksinasi. Minyak mentah yang sudah dipanaskan tersebut kemudian masuk kedalam kolom fraksinasi pada bagian flash chamber (biasanya berada pada sepertiga bagian bawah kolom fraksinasi). Mula-mula minyak mentah dipanaskan dalam aliran pipa dalam furnace (tanur) sampai dengan suhu ± 370°C. DESTILASI Destilasi adalah pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didihnya.1. . Untuk menjaga suhu dan tekanan dalam kolom maka dibantu pemanasan dengan steam (uap air panas dan bertekanan tinggi).

kemudian dicairkan dan disebut LPG (Liquified Petroleum Gas). Fraksi minyak mentah yang tidak menguap menjadi residu. sedangkan yang titik didihnya lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkup-sungkup yang disebut sungkup gelembung.Menara destilasi Minyak mentah yang menguap pada proses destilasi ini naik ke bagian atas kolom dan selanjutnya terkondensasi pada suhu yang berbeda-beda. Residu minyak bumi meliputi parafin. Gas Rentang rantai karbon : C1 sampai C5 Trayek didih : 0 sampai 50°C 2. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah. sedangkan komponen yang titik didihnya lebih rendah naik ke bagian yang lebih atas lagi. dan aspal. Komponen yang berupa gas ini disebut gas petroleum. Gasolin (Bensin) Rentang rantai karbon : C6 sampai C11 Trayek didih : 50 sampai 85°C 3. lilin. Demikian selanjutnya sehingga komponen yang mencapai puncak adalah komponen yang pada suhu kamar berupa gas. sehingga setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi akan terpisah. Residu-residu ini memiliki rantai karbon sejumlah lebih dari 20. Makin ke atas. suhu yang terdapat dalam kolom fraksionasi tersebut makin rendah. Kerosin (Minyak Tanah) Rentang rantai karbon : C12 sampai C20 Trayek didih : 85 sampai 105°C . Fraksi minyak bumi yang dihasilkan berdasarkan rentang titik didihnya antara lain sebagai berikut : 1.

2. polimerisasi. masing-masing fraksi yang dihasilkan dimurnikan (refinery). CRACKING Setelah melalui tahap destilasi. Minyak Berat Rentang ranai karbon : C31 sampai C40 Trayek didih : 135 sampai 300°C 6. reforming. Solar Rentang rantai karbon : C21 sampai C30 Trayek didih : 105 sampai 135°C 5. dan blending. Residu Rentang rantai karbon : di atas C40 Trayek didih : di atas 300°C Fraksi-fraksi minyak bumi dari proses destilasi bertingkat belum memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.4. seperti terlihat dibawah ini: . sehingga perlu pengolahan lebih lanjut yang meliputi proses cracking. treating.

4trimetil pentana) yang mempunyai sifat anti knocking yang istimewa. dan bilangan oktan 0 diberikan pada n-heptana yang mempunyai sifat anti knock yang buruk. yaitu : a. Cara panas (thermal cracking). yaitu dengan penggunaan suhu tinggi dan tekanan yang rendah. Bilangan oktan dipengaruhi oleh beberapa struktur molekul hidrokarbon.Cracking adalah penguraian molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang besar menjadi molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang kecil. Contoh cracking ini adalah pengolahan minyak solar atau minyak tanah menjadi bensin. .2. Bilangan oktan 100 diberikan pada isooktan (2. Kualitas gasolin sangat ditentukan oleh sifat anti knock (ketukan) yang dinyatakan dalam bilangan oktan. Proses ini terutama ditujukan untuk memperbaiki kualitas dan perolehan fraksi gasolin (bensin). Terdapat 3 cara proses cracking. Gasolin yang diuji akan dibandingkan dengan campuran isooktana dan n-heptana.

3.Contoh reaksinya : 4. Reaksi tersebut dilakukan pada tekanan tinggi. Reforming dilakukan dengan menggunakan katalis dan pemanasan. Katalis yang digunakan biasanya SiO2 atau Al2O3 bauksit. REFORMING Reforming adalah perubahan dari bentuk molekul bensin yang bermutu kurang baik (rantai karbon lurus) menjadi bensin yang bermutu lebih baik (rantai karbon bercabang). Reaksi dari perengkahan katalitik melalui mekanisme perengkahan ion karbonium.Contoh reaksi-reaksi pada proses cracking adalah sebagai berikut : b. Hidrocracking Hidrocracking merupakan kombinasi antara perengkahan dan hidrogenasi untuk menghasilkan senyawa yang jenuh. Oleh karena itu. Mula-mula katalis karena bersifat asam menambahkna proton ke molekul olevin atau menarik ion hidrida dari alkana sehingga menyebabkan terbentuknya ion karbonium : c. yaitu dengan penggunaan katalis. proses ini juga disebut isomerisasi. Pada proses ini digunakan katalis molibdenum oksida dalam Al2O3 atauplatina dalam lempung. Cara katalis (catalytic cracking). Keuntungan lain dari Hidrocracking ini adalah bahwa belerang yang terkandung dalam minyak diubah menjadi hidrogen sulfida yang kemudian dipisahkan. Contoh reforming adalah sebagai berikut : Reforming juga dapat merupakan pengubahan struktur molekul dari hidrokarbon parafin menjadi senyawa aromatik dengan bilangan oktan tinggi. Kedua jenis bensin ini memiliki rumus molekul yang sama bentuk strukturnya yang berbeda. ALKILASI dan POLIMERISASI .

TREATING Treating adalah pemurnian minyak bumi dengan cara menghilangkan pengotorpengotornya. dan lain- . antara lain menggunakan proses oksidasi. Berbagai upaya dilakukan untuk menyingkirkan senyawa sulfur dari minyak bumi. ekstraksi.Alkilasi merupakan penambahan jumlah atom dalam molekul menjadi molekul yang lebih panjang dan bercabang. adsorpsi selektif. Acid treatment. Dalam proses ini menggunakan katalis asam kuat seperti H2SO4. Reaksi secara umum adalah sebagai berikut: RH + CH2=CR’R’’ R-CH2-CHR’R” Polimerisasi adalah proses penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul besar. meracuni katalis dalam proses pengolahan. Cara-cara proses treating adalah sebagai berikut : • • • • • Copper sweetening dan doctor treating. Sulfur merupakan senyawa yang secara alami terkandung dalam minyak bumi atau gas. SO2) dan menimbulkan polusi udara serta hujan asam. termasuk di antaranya korosi pada peralatan proses. HCl. yaitu proses penghilangan pengotor yang dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. Deasphalting yaitu penghilangan aspal dari fraksi yang digunakan untuk minyak pelumas Desulfurizing (desulfurisasi). Reaksi umumnya adalah sebagai berikut : M CnH2n Cm+nH2(m+n) Contoh polimerisasi yaitu penggabungan senyawa isobutena dengan senyawa isobutana menghasilkan bensin berkualitas tinggi. yaitu isooktana. hydrotreating. AlCl3 (suatu asam kuat Lewis). atau produk samping pembakaran berupa gas buang yang beracun (sulfur dioksida. yaitu proses penghilangan unsur belerang. 5. yaitu proses penghilangan lumpur dan perbaikan warna. namun keberadaannya tidak dinginkan karena dapat menyebabkan berbagai masalah. Dewaxing yaitu proses penghilangan wax (n parafin) dengan berat molekul tinggi dari fraksi minyak pelumas untuk menghasillkan minyak pelumas dengan pour point yang rendah. bau yang kurang sedap.

Proses Shell-Paques Untuk Bio-Desulfurisasi Aliran Gas Salah satu lisensi proses bio-desulfurisasi untuk aliran gas adalah Shell Paques dari Shell Global Solutions International dan Paques Bio-Systems. misalnya alkylated dibenzothiophenes. Cairan soda dikembalikan ke absorber.2-9. Reaksi yang terjadi adalah reaksi aerobik. tanpa mengubah senyawa hidrokarbon dalam aliran proses. Dalam proses ini. Bio-desulfurisasi merupakan penyingkiran sulfur secara selektif dari minyak bumi dengan memanfaatkan metabolisme mikroorganisme. sulfida dan disulfida) secara katalitik dengan proses hidrogenasi selektif menjadi hidrogen sulfida (H2S) dan senyawa hidrokarbon asal dari senyawa belerang tersebut. Sulfur hasil reaksi kemudian melalui proses dekantasi untuk memisahkan dengan cairan soda. Senyawa soda mengabsorbi hidrogen sulfida. aliran gas yang mengandung hidrogen sulfida dilewatkan pada absorber dan dikontakkan pada larutan soda yang mengandung mikroorganisme. saat ini ada pula teknik desulfurisasi yang lain yaitu biodesulfurisasi.lain. serta 2. dan saat ini kurang lebih terdapat sekitar 35 unit biodesulfurisasi dengan lisensi Shell-Paques beroperasi di seluruh dunia. Hidrogen sulfida yang dihasilkan dari dekomposisi senyawa sulfur tersebut kemudian dipisahkan dengan cara fraksinasi atau pencucian/pelucutan. dan terlalu banyak untuk disingkirkan menggunakan scavenger. yaitu dengan mengubah hidrogen sulfida menjadi sulfur elementer yang dikatalis oleh enzim hasil metabolisme mikroorganisme sulfur jenis tertentu. Proses ini sudah diterapkan secara komersial sejak tahun 1993. Karena sifatnya yang hidrofilik sehingga mudah diabsorpsi . Ekstraksi menggunakan pelarut. Dekomposisi senyawa sulfur (umumnya terkandung dalam minyak bumi dalam bentuk senyawa merkaptan. namun penelitian lebih lanjut juga dikembangkan untuk penggunaan mikroorganisme dari jenis lain. dan dilakukan dalam kondisi lingkungan teraerasi. Desulfurisasi merupakan proses yang digunakan untuk menyingkirkan senyawa sulfur dari minyak bumi. Keunggulan proses ini adalah dapat menyingkirkan senyawa sulfur yang sulit disingkirkan. dan kemudian dialirkan ke bioreaktor THIOPAQ berupa tangki atmosferik teraerasi dimana mikroorganisme mengubah hidrogen sulfida menjadi sulfur elementer secara biologis dalam kondisi pH 8. menggunakan mikroorganisme Thiobacillus yang sekaligus bertindak sebagai katalis proses biodesulfurisasi. Proses ini mulai dikembangkan dengan adanya kebutuhan untuk menyingkirkan kandungan sulfur dalam jumlah menengah pada aliran gas. yang terlalu sedikit jika disingkirkan menggunakan amine plant. Pada dasarnya terdapat 2 cara desulfurisasi. bio-desulfurisasi juga digunakan untuk menyingkirkan sulfur dari batubara. Selain untuk gas alam dan hidrokarbon. yaitu dengan : 1. Akan tetapi selain 2 cara di atas. Proses ini dapat menyingkirkan sulfur dari aliran gas dan menghasilkan hidrogen sulfida dengan kapasitas mulai dari 100 kg/hari sampai dengan 50 ton/hari. Sulfur yang disingkirkan dari minyak bumi ini kemudian diambil kembali sebagai sulfur elemental. sedangkan sulfur diperoleh sebagai cake atau sebagai sulfur cair murni. Jenis mikroorganisme yang digunakan untuk proses bio-desulfurisasi umumnya berasal dari Rhodococcus sp.

gas buang (flash gas/vent gas) dari proses ini tidak mengandung gas berbahaya. menghilangkan potensi bahaya dari penanganan solvent yang biasa digunakan untuk melarutkan hidrogen sulfida dalam proses ekstraksi sifat sulfur biologis yang hidrofilik menghilangkan resiko penyumbatan (plugging atau blocking) pada pipa Bio-katalis yang digunakan bersifat self-sustaining dan mampu beradaptasi pada berbagai kondisi proses Konfigurasi proses yang sederhana. agar diperoleh kualitas yang baik maka pada proses pengolahan diperlukan penambahan zat . maka sulfur yang dihasilkan dari proses ini dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk.Tahapan reaksi bio-desulfurisasi dapat digambarkan sebagai berikut : • Absorpsi H2S oleh senyawa soda • Pembentukan sulfur elementer oleh mikroorganisme Keunggulan dari proses Shell-Paques adalah : • • • • • • • dapat menyingkirkan sulfur dalam jumlah besar (efisiensi penyingkiran hidrogen sulfida dapat mencapai 99. Untuk memenuhi kualitas bensin yang baik. sehingga sebelum dilepas ke lingkungan tidak perlu dibakar di flare. serta aliran oksigen yang mengandung gas limbah yang tidak dapat diproses dengan pelarut. fuel gas. Diantara bahan-bahan pencampur yang terkenal adalah tetra ethyl lead (TEL). gas buang regenerator amine. Bensin yang memiliki berbagai persyaratan kualitas merupakan contoh hasil minyak bumi yang paling banyak digunakan di barbagai negara dengan berbagai variasi cuaca. terdapat sekitar 22 bahan pencampur yang dapat ditambanhkan pada proses pengolahannya. Hal ini membuat proses ini ideal untuk lokasi-lokasi dimana proses yang memerlukan pembakaran (misalnya flare atau incinerator) tidak dimungkinkan.oleh tanah. handal dan aman (antara lain beroperasi pada suhu dan tekanan rendah) sehingga mudah untuk dioperasikan Proses Shell-Paques ini dapat diterapkan pada gas alam. Demikian pula halnya dengan pelumas.8%) hingga menyisakan kandungan hidrogen sulfida yang sangat rendah dalam aliran gas (kurang dari 4 ppm-volume) pemurnian gas dan pengambilan kembali (recovery) sulfur terintegrasi dalam 1 proses. BLENDING Proses blending adalah penambahan bahan-bahan aditif kedalam fraksi minyak bumi dalam rangka untuk meningkatkan kualitas produk tersebut. synthesis gas. TEL berfungsi menaikkan bilangan oktan bensin.

aditif. sebelumnya . tetapi dapat menimbulkan pencemaran udara. Penambahan TEL dapat meningkatkan bilangan oktan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->