PERILAKU ORGANISASI

OLEH PROF. DR. H. WIRMAN SYAFRI SAILIWA, M.SI

1. PENDAHULUAN
KONSEPTUAL

KETERAMPILAN PIMPINAN

MANUSIAWI TEKNIS

AGAR KOMPETITIF

ASPEK PERILAKU DIPERHATIKAN ( BACON & PUGH, 2003 )

2. DEFINISI
1.

BID ILMU YG MMPELAJARI & MNGAPLIKASIKAN PENGET TTG BGM MANUSIA BPERILAKU ATAU BERTNDAK DLM ORGN (DAVIS & NEWSTROM, 1989).

2.

BID ILMU YG MENYELIDIKI DAMPAK DARI PENGARUH INDIVIDU, KELOMPOK & STRUKTUR DLM ORGN THDP PERILAKU ORANGORANG YG TERLIBAT DI DALAMNYA, BERTUJUAN UTK MENGAPLIKASIKAN PENGETAHUAN TSB DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS ORGANISASI (ROBIN, 2003)

PERILAKU ORGANISASI

MEMBAHAS PERILAKU MANUSIA DLM ORGN UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS ORGANISASI.

3. ELEMEN PERILAKU ORGANISASI
ELEMEN KUNCI : MANUSIA, STRUKTUR, TEKNOLOGI & LINGKNGAN

M
L L

O

S
L
KETERANGAN: O = ORGANISASI M = MANUSIA T = TEKNOLOGI S = STRUKTUR L = LINGKUNGAN

T

 MANUSIA MELAKUKAN INTERAKSI ( HUB SOSIAL ) DALAM ORGANISASI.  STRUKTUR ORGANISASI MENENTUKAN HUBUNGAN FORMAL ANTAR ANGGOTA ORGANISASI. DPT BERUPA KELOMPOK BESAR MAUPUN KECIL. WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB  TEKNOLOGI MERUPAKAN INSTRUMEN YANG BERPENGARUH SIGNIFIKAN DALAM PROSES PENYELESAIAN PEKERJAAN  LINGKUNGAN TIDAK ADA ORGANISASI YANG TERBEBAS DARI PENGARUH LINGKUNGAN KARENA ITU ORGANISASI HRS DAPAT MENYESUAIKAN DIRI DENGAN PERKEMBANGAN LINGKUNGAN. PEMBAGIAN PEKERJAAN. .

: BERSIFAT ETIS/ FILOSOFIS.4. . MENYANGKUT NILAI. KONSEPSI DASAR HAKEKAT MANUSIA a.KPTSN TDK BOLEH DIPISAHKAN DARI NILAI KEMANUSIAAN. PERBEDAAN INDIVIDUAL MANUSIA SEUTUHNYA : MEMERLUKAN PENDEKATAN PERBEDAAN : MAHLUK INDIVIDU & SOSIAL. MEMILIKI FIKIRAN DAN PERASAAN : SETIAP TINDAKAN/ PERILAKU SLALU ADA ALASAN-ALASAN/ MOTIVASI. MARTABAT. . b. PERILAKU YG BERMOTIVASI d.KPTSN TDK HANYA MEMPERHATIKAN KPENTINGAN KITA TTP JUGA KEPENTINGAN ORANG LAIN. KEYAKINAN. TGS PIMP MENDORONG MOTIVASI. c. NILAI-NILAI KEMANUSIAAN (MARTABAT MANUSIA) .

HAKEKAT ORGANISASI a. ORGANISASI SEBAGAI WADAH KEUNTUNGAN BERSAMA ORANG MEMANDANG ORGANISASI SEBAGAI SARANA MENCAPAI KEINGINAN PRIBADI DAN ORGANISASI MEMERLUKAN ORANG UNTUK CAPAI TUJUAN ORGANISASI. KONSEKUENSINYA SEMUA AKTIVITAS DIATUR OLEH HUKUM-HUKUM SOSIAL.5. . b. ORGANISASI SEBAGAI SISTEM SOSIAL POLA INTERAKSI/ HUBUNGAN ANTAR SESAMA ANGGOTA ORGANISASI.

2. MODEL KOLEGIAL . 3.MODEL-MODEL DALAM PERILAKU ORGANISASI ADA 4 MODEL: 1. MODEL OTOKRATIK MODEL KASTODIAL MODEL SUPORTIF 4.

Otokratik Dasar model Kastodial Suportif Kolegial Kemitraan Orientasi manajerial Orientasi karyawan Hasil psikologis pada karyawan Kebutuhan karyawan yg terpenuhi Hasil/ prestasi kerja Kekuasaan/ kekuatan Kewenangan Kepatuhan Sumber-sumber Kepemimpinan Ekonomi Uang Bantuan utk me motivasi Keamanan dan Prestasi kerja keuntungan Kerja tim Perilaku yang bertanggung jawab Disiplin diri Aktualisasi diri Ketergantungan pada atasan Kebutuhan pokok keluarga (nafkah hidup) Minimal Ketergantungan Partisipasi pada organisasi Keamanan Status dan Pengakuan Kooperatif Dorongan kerja yang terpacu Antusiasme sedang Sumber: Makmuri Muchlas (2005:33) .

Model ini memerlukan sumber-sumber ekonomi yang kuat untuk mendukung kesejahteraan pegawai termasuk pembayaran pensiun. Pimpinan membuat aturan. MODEL OTOKRATIK Orang yang duduk dalam posisi pimpinan memiliki kekuasaan untuk memerintah berdasarkan kewenangan formal. yang penting loyal dan prestasi kerja juga minimal. konsep/pemikiran pimpinan tidak sesuai dengan keinginan mereka. 2. Karyawan diperkenankan membuat organisasi buruh/karyawan untuk memperjuangkan aspirasi mereka. karyawan bekerja untuk mendapatkan bonus. MODEL KASTODIAL Model ini mengedepankan program kesejahteraan. kooperasi yang mereka tampilkan bersifat pasif. konsep/pemikiran dan karyawan harus patuh dan melaksanakan tanpa berani membantah meskipun aturan. motivasi kerja lemah. pemberian berbagai bonus sehingga karyawan merasa aman. Model ini menimbulkan ketergantungan karyawan terhadap organisasi. Akibat psikologis model ini adalah ketergantungan karyawan terhadap atasan. .1.

keuanagn atau bonos dalam memotivasi pegawai.3. Model ini menghasilkan disiplin diri dan rasa bertanggungjawab dari pegawai karena pegawai tidak dianggap sebagai alat produksi semata. . Asumsi pimpinan bahwa setiap karyawan tidak akan menentang keinginan organisasi sejauh pimpinan dapat membimbing dan mengarahkan mereka untuk berpartisipasi sesuai kemampuan masingmasing. 4. MODEL SUPORTIF Manajemen tidak mengandalkan sumber-sumber ekonomi. Orientasi manajerial membantu meningkatkan motivasi pegawai melalui kepemimpinan yang memberi kesempatan agar pegawai dapat mengerjakan tugas sesuai kapasitas masing-masing. MODEL KOLEGIAL Model ini mengandalkan pada kemampuan manajemen membangun perasaan kemitraan dengan para pegawai. Pimpinan lebih dianggap sebagai mitra kerja bukan sebagai atasan sehingga hubungan kerja tidak kaku. Dengan cara ini pegawai merasa dibutuhkan dan berguna.

Pengalaman. Kepercayaan. dan lainnya Perilaku Individu dalam Organisasi .PERILAKU INDIVIDU DALAM KELOMPOK Karakteristik Individu Kemampuan . Wewenang. Sistem Reward. Tanggung Jawab. Pengharapan. dan lainnya Karakteristik Organisasi Hirarki Tugas. Sistem Kontrol.Kebutuhan.tugas.

L) KETERANGAN: P = Perilaku F = Fungsi I = Individu L = Lingkungan . P=F(I.Perilaku adalah fungsi dari interaksi antara seseorang individu dengan lingkungannya.

kecuali karena sakit2an (sakit tua). b.DI SAMPING ITU. Umur karyawan Makin tua makin kecil kemungkinan untuk keluar dari pekerjaan. tidak hadir (absen) tanpa alasan semakin berkurang. . Karakteristik biografik a. TERDAPAT KARAKTERISTIK ATAU VARIABEL LAIN DARI INDIVIDU SEPERTI: 1. lebih sedikit absennya karena adanya rasa tanggungjawab utk menghidupi keluarga sehingga peningkatan posisi dalam pekerjaan menjadi sangat penting. karena peluang cari kerja baru semakin sempit. Status perkawinan Pegawai yang telah berkeluarga.

Akan tetapi absen kerja ternyata karyawati lebih banyak.. c. kemampuan analitis. Artinya kemampuan dalam menyelesaikan problem.. Jenis kelamin Secara umum tdk ada perbedaan signifikan dalam hal produktivitas kerja antara antara laki-laki dan perempuan... d.. Terdapat kecenderungan bahwa makin besar anggota keluarga yang menjadi tanggungan. ambisi dan lain-lain relatif sama. karena secara tradisional wanita memiliki tanggung jawab urusan keluarga. Jumlah anggota keluarga .LANJUTAN. kepemimpinan... Namun dalam penyesuaian diri thdp atasan karyawati lebih mampu dari karyawan laki-laki. makin besar peluang untuk sering tidak hadir (absen). motivasi.

2. d. 1985) atau gabungan dari semua cara dimana individu bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain (Robbins. Kepribadian Keperibadian merupakan proses psikologis dan kecenderungan perilaku seseorang (Mitchel. Kemampuan intelektual (IQ) Kemampuan / kecakapan emosional Kemampuan fisik Kesesuaian kemampuan dengan jenis pekerjaan 3. b. Kemampuan kerja a. c. 1985) .

keluarga. Faktor keturunan ini ditransmisikan melalui “gen” yang berada dalam kromosom. • FAKTOR LINGKUNGAN: kultur masyarakat dimana kita dibesarkan. ritme biologi. nilai-nilai yang ada di sekeliling kita. norma-norma. bentuk phisik. dll merupakan ciri-ciri yang dianggap sebagian atau seluruhnya dipengaruhi oleh orang tua kita baik secara biologis.Secara umum keperibadian seseorang dipengaruhi oleh : • FAKTOR KETURUNAN: faktor ini terjadi sejak masa pembuahan. . maupun psikologis. fisiologis. Gen ini menentukan keseimbangan hormon yang menentukan bentuk fisik dan menentukan bentuk kepribadian seseorang. temperamen. teman-teman dan kelompok sosial sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian kita.

 Keperibadian dikelompokkan menjadi ektrovert (terbuka) dan introvert (tertutup). • KONDISI SITUASIONAL.LANJUTAN . teman-teman dan kelompok sosial sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian kita. keluarga. • FAKTOR LINGKUNGAN: kultur masyarakat dimana kita dibesarkan. norma-norma.. Meskipun keperibadian seseorang relatif stabil dan konsisten misalnya.. Faktor keturunan dan lingkungan dapat dipengaruhi oleh kondisi situasional. .. namun dapat berubah pada situasi-situasi berbeda. Tuntutan yang berbeda pada situasi yang berbeda dapat menimbulkan reaksi yang berbeda pula. nilai-nilai yang ada di sekeliling kita..

mudah terpacu. mudah bergaul. hangat. . kalem. mudah bergaul.. dan ketergantungan sosial. dan ketergantungan sosial. mudah adaptasi. kurang stabil... dingin. dan pemalu. dan mudah percaya. percaya diri. mudah pemalu. mudah percaya. Tenang. mudah terpacu. adaptasi. Introvert: Tegang. hangat.LANJUTAN .. percaya diri. dingin. kurang stabil. Kecemasan tinggi Kecemasan rendah Ekstrovert: Tegang. Tenang.

agen perusahaan. musik. dan mendominasi spesialis humas. kekuatan. praktis. Biolog. ahli dan independen matematik. berteman. pemain emosional. Akuntan. guru. ketidakteraturan. ekonom. dan petani Analitis. dan koordinasi Investigasi: menyukai kegiatan yang mengutamakan berpikir. dan penuh konsuler. perusahaan. efisien. mudah Mekanik. dan pengertian Sosial: Menyukai kegiatan yang bersifat membantu dan mengembangkan orang lain Konvensional: menyukai aturan permainan. Pekerjaan sosial. ahli interior. lugu. dan manajer bisnis kecil Imajinatif. dan kegiatan-kegiatan yang tidak meragukan Enterprising: menyukai kegiatan bicara saat ada kesempatan untuk mempengaruhi orang lain dan memperoleh kekuatan Artistik: menyukai kegiatan yang tidak sistematik dan belum terpola yang memungkinkan ekspresi dan kreatif Ciri-ciri Kepribadian Pekerjaan yang Sesuai Pemalu. kooperatif. dan pegawai bank. dan pengarang . dan wartawan berita Mudah bergaul. ingin tahu. enerjik. dan tidak praktis idealistik. dan psikolog klinik pengertian Mudah menyesuaikan. ambisius. keteraturan. stabil. Pengacara. berorganisasi. manajer. dan praktis sistem ban berjalan. Pelukis. pekerjaan pada menyesuaikan diri. dan pegawai tidak fleksibel urusan “files” Percaya diri. tidak imajinatif.TIPOLOGI KEPRIBADIAN DARI HOLLAND DAN PEKERJAAN-PEKERJAAN YANG COCOK/SESUAI Tipe Realistis: Menyukai kegiatan fisik yang memerlukan keterampilan. orisinal.

karena pada dasarnya seseorang itu milik dari berbagai kelompok. . Rasa aman Tidak terisolasi dari orang lain 3. papan 2. Kekuatan dan pencapaian tujuan Kalau sendirian tidak berdaya dan tujuan tidak tercapai. pangan. Status sosial dan harga diri Menimbulkan kebanggaan dan meningkatkan harga diri (terutama bila menjadi anggota kelompok yang bergengsi) 4. Beberapa alasan antara lain: 1. Pemenuhan kebutuhan hidup Memenuhi sandang.DASAR PERILAKU KELOMPOK Tidak ada alasan tunggal mengapa seseorang bergabung dalam kelompok.

DIAGRAM KOMPONEN PERILAKU KELOMPOK YANG MEMENENTUKAN PRESTASI KERJA Sumber Dari Anggota Kelompok Kondisi Eksternal Yang Mempengaruhi Kelompok Tugas Kelompok Proses Kelompok Struktur Kelompok Prestasi Kerja Dan Kepuasan .

Sumber daya organisasi Sumber daya keuangan. 4. Proses seleksi anggota (recruitment) 6. kebijakan.KONDISI EKSTERNAL YG MEMPENGARUHI KELOMPOK 1. Visi dan misi / strategi organisasi Menentukan arah tujuan dan cara mencapai tujuan 2. Kultur organisasi Ketentuan standar perilaku yang boleh dan tidak boleh dikerjakan oleh pegawai . Evaluasi prestasi kerja dan sistem penghargaan 7. Struktur kewenangan Kewenangan pekerjaan yang dimiliki dan bertanggungjawab kepada siapa 3. Regulasi formal Aturan formal yang menjadi dasar pengerjaan pekerjaan. sumber daya manusia baik kuantitas maupun kualitasnya. teknologi. 5. prosedur.

. dan berpeluang besar untuk menjadi pimpinan kelompok. Kemampuan intelektual dan kemampuan yang relevan (teknis) dengan tugas yang diemban memiliki hubungan dengan prestasi kerja kelompok secara keseluruhan. independen/ tidak bergantung orang lain. sebaliknya kepribadian yang negatif cenderung kurang mendukung produktivitas kelompok. Tetapi korelasi tersebut tidak cukup tinggi karena ada faktor lain seperti besar/kecilnya kelompok. Orang yang memiliki kemampuan cenderung memberikan kontribusi lebih banyak pada pencapaian tujuan kelompok. positive thinking) cenderung mendukung produktivitas kelompok. tindakan pimpinan kelompok dan tingkat konflik dalam kelompok dapat mempengaruhi prestasi kerja. Karakteristik kepribadian yang positif (ramah.SUMBER-SUMBER ANGGOTA KELOMPOK Prestasi kerja kelompok sangat tergantung pada kemampuan individu dan karakteristik kepribadian masing-masing anggota kelompok. serta lebih memperlihatkan kepuasan jika bakat kemampuan mereka dimanfaatkan oleh kelompok. percaya diri.

Kepemimpinan formal Menyangkut gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pimpinan (otokratif. bapak. Berperan sbg guru. Norma ini memberi tahu apa yang boleh dan tidak boleh dikerjakan oleh setiap anggota kelompok dalam keadaan-keadaan tertentu. kakak. demokrasi. 1. peran.STRUKTUR KELOMPOK Kelompok-kelompok memiliki struktur yang mewadahi para anggotanya dan memungkinkan untuk menerangkan dan meramalkan perilaku para anggotanya. Norma Norma disini diartikan sebagai standar perilaku yang dapat diterima. ukuran kelompok.variabel struktur kelompok meliputi: kepemimpinan formal. Variabel. . Norma dapat berbentuk aturan. partisifatif) yang akan berpengaruh pada perilaku pegawai. dll yang harus ditaati pegawai. diakui dan dipatuhi oleh kelompok. Peran dapat berubah sesuai posisi yang diduduki. 3. dan komposisi kelompok. prosedur. Peran Peran merupakan corak perilaku yang diharapkan untuk dilakukan oleh seseorang ( mis. pimpinan. norma. 2. dll).

. pendapat. 5.. .. Kelompok besar sering menciptakan suasana saling mengharapkan sehingga sering terjadi social loafing. Ukuran kelompok Menunjuk pada besaran kelompok. 4.LANJUTAN . dan perspektif lebih memiliki peluang untuk menyelesaikan tugas dengan baik dengan kelompok yang hemogen.. Kelompok kecil biasanya lebih cepat menyelesaikan tugas dari kelompok besar. ukuran kelompok dapat mempengaruhi perilaku kelompok. kemampuan. kepura-puraan berpartisifasi. Komposisi kelompok Kelompok yang heterogen dalam kepribadian. keterampilan.

Membantu Proses belajar tentang organisasi dengan lingkungannya. 4. 5. 4. terutama kebutuhan untuk bisa diterima secara sosial dan afilasi. 3. Memberikan kepuasan terpenuhinya kebutuhan pribadi yang penting. Meningkatkan stabilitas organisasi dengan penyampaian nilai-nilai bersama kepada para karyawan. 2. 3. MANFAAT KELOMPOK BAGI EFEKTIVITAS INDIVIDUAL 1. Memperoleh nilai penghargaan yang tidak mudah diperoleh secara perseorangan. Menyelesaikan tugas-tugas yang tidak dapat diselesaikan secara perorangan.MANFAAT KELOMPOK BAGI EFEKTIVITAS ORGANISASI 1. Membawa sejumlah bakat dan keterampilan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang kompleks dan sulit. Membantu proses belajar tentang jati diri masing-masing karyawan. Memberikan bantuan dalam memperoleh keterampilan-keterampilan baru. 2. Memberikan wahana untuk pembuatan keputusan yang memungkinkan berbagai pendapat yang berbeda untuk dipertimbangkan. .

dan sebagainya. e. c. perasaan dihormati. . Kebutuhan yang bersifat fisiologis (physiological needs) seperti sandang. Tingkat kebutuhan menurut Maslow: a. dan papan sampai pada kebutuhan pengembangan kapasitas pribadi (Self Actualization) sebagai kebutuhan yang paling tinggi. Kebutuhan akan prestise (Esteem needs) yaitu kebutuhan akan status yang diduduki seseorang. b. d. Kebutuhan keamanan (Sefty needs) seperti kebutuhan akan jiwa dan harta. pangan. dimulai dari kebutuhan yang paling mendasar yaitu kebutuhan akan sandang. Kebutuhan mempertinggi kapasitas kerja (Self Actualization) yaitu kebutuhan untuk mengembangkan kapasitas mental dan kapasitas karyannya melalui “on the job training”. kebutuhan perasaan maju dan tidak gagal.TEORI MOTIVASI 1. seminar. dan kebutuhan “ikut serta” didalam organisasi. dan papan. Maslow mengasumsikan kebutuhan manusia yang bertingkat-tingkat. “of the job training”. lokakarya. pangan. Kebutuhan sosial (Social needs) seperti kebutuhan perasaan diterima oleh orang lain. Teori Hirarki Kebutuhan dari Maslow (Maslow Needs Hierarchy).

Gibson.. Adanya kebutuhan-kebutuhan diatas.. dan timbulnya kebutuhan ketiga setelah kebutuhan kedua terpenuhi dan seterusnya. Teori dua faktor ini timbul setelah Herzberg mengadakan penelitian atas 200 orang akuntan dan ahli mesin. dinyatakan Maslow sebagai penyebab dan pendorong motivasi seseorang. Teori Dua Faktor dari Herzberg (Herzbergs Two Factors Theory).. dkk (1989 : 95) mengatakan : . Dalam hubungan dengan kepuasan kerja tersebut.. dan ketidak puasan bekerja selalu disebabkan oleh hubungan pekerjaan tersebut dengan aspek-aspek yang berkaitan dengan pekerjaan (job context). Atau faktor yang membuat orang-orang sehat dan faktor yang memotivasi orang (hygen-motivation) atau disebut juga faktor ekstrinsik dan intrinsik. Herzberg menganggap timbulnya motivasi disebabkan oleh faktor yang membuat orang tidak puas dan faktor yang membuat orang puas (dissatisfiers satisfiers). Urutan kebutuhan tersebut diatas adalah sekaligus mencerminkan prioritas pemenuhannya. 2.LANJUTAN . dengan kesimpulan bahwa kepuasan pekerjaan selalu dihubungkan dengan jenis pekerjaan (job content). Artinya. kebutuhan kedua terjadi apabila kebutuhan pertama telah terpenuhi.

faktor hyiegen ini perlu mendapat perhatian. “Hal-hal yang berhubungan dengan ketidakpuasan (hygiene) adalah seperti gaji. honorarium.. Sedang yang berkaitan dengan faktor ketidakpuasan. yang terdiri dari prestasi (Achievement). Menurut Herzberg. Namun demikian. kemajuan (Advancement). kondisi tempat kerja. karena tidak terpenuhinya faktor hyiegen dapat menimbulkan ketidakpuasan”. faktor utama yang menimbulkan motivasi adalah “faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja. “Hal-hal yang berhubungan dengan kepuasan-kepuasan bekerja disebut dengan motivators. pengakuan (Recognition).... bukan faktor hyiegen. upah. .LANJUTAN . tanggung jawab (Responsibility). pekerjaan itu sendiri (the work it self) dan kemungkinan untuk berkembang (the possibility of growth)”. teknik pengawasan antara bawahan dan pengawasnya dan kebijaksanaan administrasi organisasi”.

Kebutuhan ini mewakili kebutuhan sosial dari Maslow atau faktor hygiene dari Herzberg. identik dengan kebutuhan fisiologis dan keamanan. . seperti kebutuhan akan penghargaan dan aktualisasi diri dari Maslow atau faktor motivator dari Herzberg. Sedang Growth (G) adalah kebutuhan untuk mengembangkan diri. Relatedness (R) adalah kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain dalam suatu pergaulan sosial. atau sama dengan faktor hygiene dari Herzberg.3. namun perbedaan pokok antara keduanya adalah bahwa Alderfer tidak melihat teori ERG sebagai hirarki seperti hirarki kebutuhan Maslow. ERG adalah singkatan dari Existence = E (kebutuhan keberadaan). Existence (E) merupakan kebutuhan untuk tetap ada/hidup melalui pemenuhan kebutuhan fisik. Relatedness = R (kebutuhan akan hubungan) dan Growth = G (kebutuhan pertumbuhan). Teori ERG dari Alderfer. Meskipun teori ERG diilhami oleh teori Maslow. Teori ini merupakan penyederhanaan dari teori Maslow. Jika dikaitkan dengan teori Maslow.

(2) kebutuhan untuk berafilasi dan (3) kebutuhan kekuasaan. ia menyebut terdapat tiga jenis kebutuhan manusia yaitu : (1) Kebutuhan untuk berprestasi. Kebutuhan berprestasi ini mendorong orang untuk selalu bekerja keras meningkatkan kualitas dan kuantitas pekerjaannya. Clelland berpendapat bahwa pada dasarnya manusia memiliki kemampuan untuk berprestasi diatas kemampuan orang lain. Teori Motivasi Prestasi Mc. 1984 : 150).4. Kebutuhan akan kekuasaan ini adalah suatu keinginan untuk selalu menjadi “Imam” dalam segala aspek kehidupan masyarakat. (Gallerman. . • Kebutuhan akan kekuasaan (Needa of Power) adalah kebutuhan untuk dapat mempengaruhi dan ditaati orang lain. Ketiga kebutuhan ini terbukti merupakan unsur-unsur yang amat penting dalam menentukan prestasi seseorang dalam bekerja. Semakin kuat dorongan untuk berprestasi. semakin besar kemungkinan baginya menuntut diri berusaha lebih keras lagi. yaitu selalu ingin menyelesaikan suatu pekerjaan dengan kualitas dan kuantitas lebih baik dari apa yang pernah dicapai sebelumnya atau diantara sesama rekan kerja. • Kebutuhan untuk berafiliasi (Need for Afiliation) adalah kebutuhan untuk selalu berada dalam pergaulan sosial dan sebagai pihak yang selalu memberi kontribusi bagi kelanggengan kehidupan sosial. • Kebutuhan berprestasi (Need for Achievement) merupakan suatu kebutuhan. Clelland Mc. Atas dasar pendapat tersebut.

jika dari apa yang mereka perbuat tersebut akan dipeoleh suatu imbalan yang dapat memenuhi harapan mereka. Hal ini berarti bahwa tingkat motivasi seseorang dipengaruhi oleh seberapa besar harapannya akan terpenuhi. Teori Pembentukan Perilaku (Operant Conditioning) Asumsi pokok teori ini adalah bahwa perilaku seseorang (pegawai) dapat dibentuk dan diarahkan pada aktivitas pencapaian tujuan yang dikehendaki. sedang perilaku yang dapat menimbulkan hukuaman tidak akan diulang. Teori Harapan (Expectancy Theory) Asumsi dasar teori yang dicetuskan oleh V. Vroom menyatakan “motivation is product of how much one wants something and one’s estimate of probability that certain action will lead to it. . Pendekatan perilaku berlandaskan atas hukum pengaruh (law of effect) dimana setiap perilaku yang mendatangkan kepuasan cenderung untuk diulang.” 6. H. Vroom ini adalah orang yang akan termotivasi melakukan sesuatu.5.

c.. dan papan. . Dengan asumsi bahwa perilaku itu dapat diubah atau dibentuk . dilakukan dengan peniadaan penguatan. ada empat cara mengubah perilaku yaitu : a.. Pemadaman mengurangi perilaku yang tidak diharapkan. Teori ini sering pula disebut dengan istilah lain seperti positive reinforcement. Penguat positif.. Penguat negatif. Hukuman. mengubah perilaku yang tidak tepat dengan pemberian konsekwensi-konsekwensi negatif. ataupun penguat sekunder seperti penghargaan. skinerian conditionong atau behavioral modification..LANJUTAN . d. bisa penguat primer seperti sandang. Pemadaman. b. pangan. individu akan mempelajari perilaku yang membawa konsekwensi tidak menyenangkan dan kemudian menghindari perilaku tersebut dimasa yang akan datang.

Pengabaian terhadap keadilan akan menyebabkan penyimpangan perilaku yang dapat berdampak pada tidak tercapainya tujuan. Karyawan akan menghindari tanggung jawab. yaitu sifat tidak baik atau negatif (X) dan sifat baik atau positif (Y). Karena karyawan tidak suka kerja.7. diancam untuk dapat mencapai target. malas. tidak ada kreativitas. Teori X dan Y Teori yang dipelopori Douglas McGregor ini berasumsi bahwa manusia memiliki dua sifat. • Asumsi teori X: Karyawan pada dasarnya tidak suka kerja. dan setiap ada kesempatan akan mencoba menghindarinya. seharusnya mereka diawasi. . setiap kesempatan akan mencari petunjuk formal. Artinya. Mengutamakan keamanan di atas segalanya dalam bekerja. 8. dan hanya sedikit memiliki ambisi. seseorang akan termotivasi untuk bekerja lebih giat jika terdapat keadilan baik dalam perlakuan maupun dalam pendapatan/imbalan. Teori Keadilan (Equity Theory) Secara garis besar teori ini menganggap bahwa keadilan akan menentukan tingkat motivasi.

• Asumsi teori Y: Karyawan memandang bekerja sebagai hal yang natural. baik dari diri sendiri maupun dari orang lain (pihak luar). bahwa dorongan untuk berbuat sesuatu ditimbulkan oleh berbagai sebab. Memiliki kreativitas dan didistribusikan kepada karyawan lain.. . Memotivasi berarti mendorong diri sendiri atau orang lain untuk melakukan suatu tindakan guna memenuhi kebutuhan.LANJUTAN .. Manusia dapat mengawasi diri sendiri dan mengendalikan diri guna mencapai tujuan organisasi jika dimotivasi secara tepat. tidak bergantung petunjuk formal Dari uraian diatas disimpulkan.. dan memotivasi ini adalah juga suatu bentuk pembinaan perilaku. kebutuhan seperti istirahat dan bermain. Mampu mengambil keputusan..

Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain (kelompok orang) menuju pencapaian kemajuan kelompok. karena faktor pemimpin inilah yang menentukan kesuksesan atau gagalnya suatu organisasi. Karena posisi manajemen biasanya disertai kewenangan tertentu yang secara resmi diberikan oleh organisasi. Sumber dari pengaruh ini bisa saja formal seperti pengaruh yang diberikan oleh kedudukan tertentu dalam organisasi. . seseorang yang menjalankan peran kepemimpinan tersebut hanya terbatas posisi yang dipegangnya dalam organisasi itu.KEPEMIMPINAN Kepemimpinan merupakan hal penting dalam setiap organisasi. Tetapi harus diingat bahwa tidak semua pimpinan adalah pemimpin. Meskipun dalam suatu organisasi seseorang menduduki suatu pimpinan dengan berbagai hak formal tertentu tidak menjamin mereka dapat memimpin secara efektif.

SELESAI TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful