P. 1
Jenis Dan Macam Vaksin

Jenis Dan Macam Vaksin

|Views: 33|Likes:
Published by Ryan Budi Gunawan
a
a

More info:

Published by: Ryan Budi Gunawan on May 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2013

pdf

text

original

Jenis dan Macam Vaksin

OPINI | 22 August 2012 | 01:38 Dibaca: 11314 Komentar: 1 1 bermanfaat

Sejak ditemukannya vaksin pada abad ke 18, maka tehnologi pembuatan vaksin dan ilmu ppengetahuan tentang vaksin telah maju dengan sangat pesatnya, dan hal positif yang kita lihat dan kita rasakan dari vaksin, adalah bahwa dunia kedokteran saat ini telah berhasil mengeliminasikan beberapa jenis penyakit infeksi yang dahulu kala sangat mematikan, misalnya penyakit cacar air, yang setiap kali terjadi wabah akan membawa korban meninggal yang cukup banyak, penyakit polio dibeberapa bagian dunia ini, dan beberapa penyakit infeksi lain yang bisa diatasi dengan pemberian vaksin yang tepat dan vaksinasi. Dengan kemajuan teknologi pembuatan vaksin, maka kita juga telah mengenal banyak jenis vaksin yang tersedia untuk berbagai macam penyakit infeksi yang bisa dicegah dengan vaksin, saat ini telah tersedia sekitar 23 jenis vaksin, dan masih banyak vaksin baru lain yang sedang dalam proses penelitian dan pengembangan, misalnya vaksin HIV AIDs, vaksin demam berdarah dengue, vaksin malaria, vaksin TBC baru. Kita akan mencoba membahas jenis dan macam vaksin yang tersedia saat ini, dan pada akhir karangan ini, diharapkan pembaca sudah mempunyai gambaran jelas dan ringkas tentang jenis dan macam vaksin dan keperluan/indikasi pemakaiannya. Kita bisa membagi jenis vaksin yang ada berdasarkan hal hal berikut : 1. Pembedaan jenis vaksin dari antigen yang dipergunakan untuk merangsang sistim imunologi/daya pertahanan tubuh membuat zat antobody. 2. Pembedaan vaksin atas dasar cara membuat vaksin tersebut, sehingga kita mengenal adanya vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccine) danvaksin mati (killed Vaccine/ inactivated vaccine). Juga kita Polivalent dikenalkan dengan adanya vaksin Monovalent dan vaksin

3. Pembedaan vaksin untuk imunisasi bayi anak, dan vaksin untuk imunisasi orang dewasa dan orang berusia lanjut 4. Pembedaan vaksin berdasarkan tujuan pemakaiannya, misalnya ada vaksin wisatawan, bagi wisatawan yang akan berkunjung ke suatu

Karena antigen yang diambil itu bisa berasal dari kuman atau juga dari virus penyebab penyakit. dan aman untuk dijadikan bahan vaksin.Vaksin Virus yang berasal dari antigen virus 2. sehingga tidak akan menimbulkan penyakit lagi. untuk membuat zat antibody yang diperlukan untuk melawan dan membasmi bibit penyakit yang invasi masuk dalam tubuh kita.Vaksin Bakteri yang berasal dari antigen bakteri dan . dan antigen ini bertujuan untuk merangsang sistim imunologi tubuh atau sistim pertahanan tubuh. Antigen ini diambil dari (sebagian atau seluruh) bakteri atau virus penyebab penyakit. vaksin untuk kanker Prostate. vaksin untuk tumor otak Glioblastoma. telah diolah sedemikian rupa. Pembedaan jenis vaksin dari antigen yang dipergunakan untuk merangsang sistim imunologi/daya pertahanan tubuh membuat zat antobody. Vaksin masa depan : misalnya vaksin utuk malaria. vaksin wanita hamil untuk mencegah keguguran janin(abortus) dan mencegah janin lahir dengan cacat fisk bawaan (anomali congenital) 5. Antigen adalah (bagian dari) bakteri atau (bagian dari) virus yang dipergunakan sebagai zat aktif yang dikandung didalam vaksin. vaksin untuk demam berdarah dengue. bila disuntikkan kembali ke dalam tubuh kita. ini karena semua antigen sebelum dipergunakan dalam pembuatan vaksin. . namun akan merangsang sistim imunologi tubuh untuk memberi reaksi dan membuat zat antibody yang diperlukan untuk melawan dan mematikan bibit penyakit yang sama bila invasi masuk dalam tubuh kita sehingga kita terhindar dari penyakit dan kitamenjadi kebal / imun terhadap penyakit tersebut. Cara Pengolahan Antigen Bakteri dan Virus Untuk Pembuataan Vaksin Seperti diawal tadi sudah disinggung bahwa antigen penyakit ini sudah tidak berbahaya dan tidak menimbulkan penyakit lagi.daerah dengan endemik penyakit infeksi tertentu. yang sebelumnya telah diolah sedemikan rupa. vaksin untuk diabetes dll Pembahasan : 1. antigen bibit penyakit ini. sehingga sifat keganasanya melemah atau hilang. maka kita akan mendapatkan jenis vaksin : .

pasien ginjal yang melakukan dialisis (cuci) darah. dengan cara penyinaran/radiasi. termasuk untuk wanita hamil. Ini yang dikenal sebagai VAKSIN MATI (Killed Vaccine / Inactivated Vaccine) Atau bisa juga dengan cara mengembang biakkan bakteri atau virus tersebut kedalam medium tertentu yang mirip dengan medium habitat bibit penyakit tersebut. alkohol dan lainlain. tidak ada lagi kemungkinan mutasi genetik dari bibit penyakit kembali menjadi ganas.8 derajat Celsius. dan pengembangbiakan ini diteruskan hingga mencapai tahapan dimana sifat asli bibit penyakit yaitu sifat keganasan hilang. dengan zat kimia/chemical substant misalnya fenol. Kelebihan dan Kelemahan Vaksin Mati : Kelebihannya : Keuntungan vaksin mati adalah bisa dipergunakan untuk semua orang. Karena hanya mengandung bakteri atau virus mati. misalnya penderita penyakit HIV AIDs. Cara menyimpan vaksin mati ini juga lebih mudah daripada vaksin hidup.Bagaimana cara orang mengolah antigen bibit penyakit agar supaya aman untuk dipergunakan dalam vaksin ?   Ini bisa dengan cara mematikan bibit penyakit tersebut dengan carapemanasan/heating. . sehingga aman bagi pemakai vaksin tersebut. namun secara genetik tetap akan dikenali oleh sistim imunologi tubuh kita sebagai bibit penyebab penyakit tertentu dan akan merangsang tubuh membuat zat antibody untuk bibit penyait tersebut. mereka yang mengalami kelainan sistim imunologi/sistim pertahanan tubuh. proses ini disebutInaktivasi / inactivation. sehingga tidak bisa menularkan penyakit yang sama lagi bila dipakai sebagai vaksin. Ini yang dikenal sebagai VAKSIN HIDUP yang Dilemahkan (Lived Attenuated Vaccine) Apa perbedaan antara vaksin hidup yang dilemahkan dan vaksin mati ? Kita bisa membedakan antara vaksin mati dan vaksin hidup yang dilemahkan dengan melihat kelebihan dan kekurangan antara kedua jenis vaksin ini. orang yang dicangkok organ tubuh. artinya vaksin ini mngandung antigen bakteri atau virus yang telah di MATIKAN . atau pasien yang mendapat pengobatan kortiosteroid. cukup disimpan dalam suhu 2 .

Catatan: dalam penelitian vaksin.Kelemahannya : Kelemahannya adalah karena bakteri atau virus penyebab penyakitnya telah dimatikan. yang disebut dosis booster / dosis penguat ulangan. dan reaksi ini bertahan cukup lama bahkan seumur hidup. sehingga kita tidak memerlukan mengulang vaksinasi atau dosis booster. diperlukanpengulangan vaksinasi. ditemukan bahwa vaksin mati lebih baik dipakai untuk mencegah penyakit infeksi karena bakteri daripada penyakit infeksi karena virus Contoh Vaksin Mati (Killed Vaccines / Inactivated Vaccines) : Vaksin Polio Inactivated (IPV) Vaksin DPT Vaksin Hepatitis A dan B Vaksin Pneumonia Vaksin Meningitis Vaaksin Hib dan Vaksin Influenza Vaksin Human Papiloma Virus Vaksin Demam Typhoid Kelebihan dan Kelemahan Vaksin Hidup yang Dilemahkan : Kelebihanannya : Karena mengandung bibit penyakit hidup yang dilemahkan. dan berlangsung lama. maka reaksi perangsangan terhadap sistim imunologi tubuh lebih lemah. sehingga untuk mendapatkan hasil proteksi yang optimal. sehingga menimbulkanreaksi rangsangan yang sangat kuat terhadap sistim imunologi tubuh kita untuk memproduksi zat antibody. Kelemhannya: .

pasienginjal yang melakukan dialisis (cuci) darah dan penderita yang diobati dengankortikosteroid. yaitu adanya vaksin kombinasi yang terdiri beberapa jenis antigen vaksin dalam satu sediaan. yaitu sekali suntikan akan memberikan beberapa jenis vaksin sekaligus. sehingga vaksinasi sekarang menjadi lebih sederhana dan ringkas. Catatan : dalam penelitian vaksin. masih ada kemungkinan terjadi mutasi genetik. ditemukan bahwa vaksin hidup lebih baik dipakai untuk mencegah penyakit infeksi karena virus daripada penyakit infeksi karena bakteri Contoh vaksin hidup yang dilemahkan (Live Attenauted Vaccines) : Vaksin MMR Vaksin Oral Polio (OPV) Vaksin Varicella Vaksin Yellow Fever / Demam Kuning Vaksin Rotavirus Jumlah Antigen dalam Satu Sediaan Vaksin : Vaksin Monovalent dan Vaksin Polyvalent Dalam perkembangan teknologi pembuatan vaksin. orang yang dicangkok organ tubuh. misalnya penderita penyakit HIV AIDs. biasanya adalah suhu minus 20 derajat Celsius. sehinggga menimbulkan penyakit bagi penerima vaksin tersebut. dengan demikian juga . maka dalam penyimpanan vaksin ini diperlukan suhu rendah untuk menyimpannya. dimana bibit penyakit menjadi ganas kembali. sehingga vaksin jenis ini tidak boleh diberikan untuk wanita hamil. mereka yang mengalami kelainan sistim imunologi /sistim pertahanan tubuh. telah terjadi suatu lompatan besar dalam sediaan vaksin. Karena bibit penyakit masih hidup meskipun telah dilemahkan. Juga dikatakan bahwa kemungkinan efek samping lebih banyak ditemukan dengan vaksin hidup yang dilemahkan daripada dengan vaksin mati Karena mengandung bibit penyakit yang masih hidup.Kelemahanya adalah karena ini mengandung bakteri yang hidup meski telah dilemahkan.

ini akan mengurangi sangat bermakna jumlah suntikan yang harus diberikan untuk bayi dan anak. Saat ini vaksin kombinasi yang kita kenal adalah: Vaksin DTwP dan vaksin DTaP –> Vaksin bakteri kombinasi untuk penyakit difteri. vaksin Polio inactivated. vaksin Hepatitis B. Hepatitis B dan Polio (vaksin kombinasi hexavalent) Vaksin DPaT Hib –> Vaksin bakteri kombinasi untuk penyakit DPT dan Hib (vasin kombinasi tetravalent) Pemakaian Vaksin kombinasi dan vaksin monovalent dapat dilakukan berdasarkan usia bayi anak atau untuk vaksinasi orang dewasa dan orang usia lanjut. Vaksin Monovalent ini adalah sedia vaksin yang pertama kali dibuat oleh pabrik vaksin karena keterbatasan teknologi saat itu. Saat ini kita masih mengenal adanya Vaksin Monovalent yang artinya dalam sediaan vaksin hanya mengandung satu jenis antigen saja. pertusis dan tetanus (vaksin kombinasi trivallent) Vaksin DTaP HepB Polio –> Vaksin bakteri dan virus. vaksin Rabies. juga karena indikasi pemakaiannya. sehingga bertujuan mencegah hanya satu jenis penyakit saja. . Haemophilus Influenza dan Polio (vaksin kombinasi pentavalent) Vaksin DPaT HepB Hib Polio –> Vaksin bakteri dan virus. semua contoh vaksin tadi yang dalam satu sediaan vaksin hanya mengandung satu jenis antigen. sehingga vaksin monovalent tetap diperlukan. vaksin influenza. Dalam satu sediaan vaksin polyvalent atau vaksin kombinasi terdapat lebih dari 2 jenis antigen bakteri atau virus yang dipergunakan untuk merangsang sistim imunologi tubuh untuk membuat zat antibody. kombinasi untuk penyakit DPT. hepatitis B dan Polio (vaksin kombinasi pentavalent) Vaksin DTaP Hib Polio –> Vaksin bakteri dan virus. Hib.memberikan proteksi terhadap beberapa penyakit sekali suntik saja. Kemudian kita juga dikenalkan dengan Vaksin Polyvalent atau lebih populer dikenalVaksin Kombinasi. misalnya vaksin Hepatitis A. kombinasi untuk penyakit DPT. kombinasi untuk penyakit DPT.

mulai dibicarakan dan dilakukan uji klinik yang membuktikan bahwa orang dewasa juga orang berusia lanjut memerlukan imunisasi dan vaksinasi guna melindungi dirinya terhadap penyakit infeksi yang sangat berbahaya bagi orang dewasa dan orang berusia lanjut. Vaksin Hepatitis A dan Vaksin Hepatitis B (vaksin virus mati. Vaksin untuk bayi anak dan vaksin orang dewasa juga usia lanjut: Sejak dahulu. orang selalu beranggapan bahwa vaksin dan vaksinasi adalah hanya monopoli untuk bayi dan anak anak saja.meningkatkan kepatuhan jadwal vaksinasi dan imunisasi bayi dan anak juga bagi orang dewasa dan lanjut usia . penderita stroke dan lain lain. baru belakangan ini. penyakit diabetes. Vaksin Orang Dewasa dan Usia Lanjut adalah sebagai berikut : 1. penyakit hati dan ginjal. penyakit paru.efisiensi dan ekonomis bagi orang tua dan juga bagi rumah sakit dan dokter vaksinator . sehingga bisa melindungi diri dan kesehatan mereka terhadap komplikasi penyakit degeneratif yang sudah mereka derita sebelumnya seperti yang disebutkan diatas. monovalent) .Keuntungan vaksin kombinasi atau vaksin polyvalent adalah : . terutama bagi mereka juga sudah menderita beberapa jenis penyakit degeneratifseperti misalnya penyakit jantung dan pembuluh darah. dimana penyakit2 ini akan menjadi lebih serius dan memburuk jika juga terkena penyakit infeksi yang sebetulnya bisa dicegah dengan diberikan vaksinasi sebelumnya untuk menagkal penyakit infeksi demikian. rantai dingin (cold chain vaccine) dan ruang penyimapanan /storage vaksin 3.mengurangi jumlah suntikan yang harus diberikan sejak bayi baru lahir hingga remaja .memudahkan transportasi. Vaksin untuk Orang Dewasa dan Usia Lanjut: Saat ini telah dikenal beberapa jenis vaksin yang sangat dianjurkan untuk orang dewasa dan orang berusia lanjut.

kombinasi pentavalent) 4. Vaksin Varicella (vaksin virus hidup dilemahkan. Vaksin DPaT Hib (vaksin bakteri mati. Vaksin Demam Typhus (vaksin bakteri mati. kombinasi hexavalent) 5. monovalent) Vaksin Bayi Anak : 1. tetravalent) 14. Vaksin Influenza (vaksin virus mati. Vaksin DPaT HepB Hib Polio (vaksin bakteri dan virus mati. monovalent) 8.2. Vaksin Inactivated Polio (vaksin virus mati. monovalent) 7. Vaksin Rabies (vaksin virus hidup dilemahkan. monovalent) 3. monoovalent) 12. kombinasi pentavalent) 3. monovalent) 10. monovalent) 11. monovalent) 13. monovalent) 15. Vaksin Influenza (vaksin virus mati. monovalent) . Vaksin Rotavirus (vaksin virus hidup dilemahkan. kombinasi trivalent) 9. Vaksin Polio Oral (vaksin virus hidup dilemahkan. Vaksin DPaT dan DTwP (vaksin bakteri mati. Vaksin Pneumonia (vaksin bakteri mati. kombinasi tetravalent) 6. Vaksin Varicella (vaksin virus hidup dilemahkan. kombinasi trivalent) 2. Vaksin Human Papiloma Virus/HPV (vaksin virus mati. DPaT Hib Polio (vaksin bakteri dan virus mati. monovalent) 4. Vaksin MMR (vaksin virus hidup dilemahkan. monovalent) 5. Vaksin pneumonia (vaksin bakteri mati. Vaksin DPaT HepB Polio (vaksin bakteri dan virus mati. Vaksin Hepatitis A dan Vaksin Hepatitis B (vaksin virus mati.

Edward Jenner menjadi pioner dalam bidang riset vaksin pada abad ke 18. . Pemakaian Vaksin Berdasarakn Tujuan/ Indikasi Pemakaiannya Dari pembahasan yang lalu dalam website ini.com/traveler-vaccine-vaksinuntuk-wisatawan/) dan untuk Kelomok Khusus. misalnya wanita hamil(http://selukbelukvaksin.com/vaksin-untuk-wanita-hamil-vaccines-forpregnant-woman/). hasil dan sumbangsih vaksin dalam bidang kesehatan umat manusia telah kita sendiri dan anak anak kita rasakan dan alami manfaatnya. kita juga telah menyinggung tentang vaksinasi atau imunisasi untuk kepariwisataan (http://selukbelukvaksin. antara lain adalah demi keamanan. Namun masih banyak yang harus kita lakukan. juga sejahtera sosial. sampai detik ini para ahli bidang kedokteran telah berhasil menemukan sebanyak 23 jenis vaksin yang diperguakan untuk mencegah penyakit infeksi yang dimaksud. juga untuk wisatawan yang akan bepergian kesuatu negara atau daerah dengan penyakit endemis tertentu. 5. misalnya penyakit TBC paru.Tujuan pemakaian vaksin kombinasi . Untuk menjawab tantangan ini. sehingga hidup umat manusia semakin hari semakin sehat. kualitas sumber daya manusia yang semakin baik dan bermutu. silahkan melihat ke website tersebut diatas. karena masih banyak penyakit yang menjadi beban bagi kesehatan umat manusia. Banyak penyakit infeksi yang sebelumnya telah mulai menghilang. sehat jasmani dan rohani. para ilmuwan sedang melakukan penelitian untuk menemukan obat baru juga vaksin baru untuk mengatsi penyakit penyakit tersebut. sehingga pekerjaan untuk menemukan jawaban dan solusi bagi masalah kesehatan ini tidak akan pernah berhenti. Untuk mengetahui jenis vaksin tertentu dan jadwal pemberian vaksinasi atau imunisasi untuk calon ibu dan wanit hamil. Vaksin Masa Depan Sejak Dr. namun karena kondisi alam dan kebiasaan buruk manusia. penyakit lama itu timbul kembali dan menjadi masalah kesehatan dizaman modern ini. atau sudah terkendali penyebarannya. efisiensi dan kepatuhan jadwal program imunisasi 4.

hingga sekarang vaksin anti virus HIV ini masih dalam tahap penelitian yang intensif. vaksin untuk pengobatan kecanduan zat nikotin. Vaksin untuk pengobatan penyakit (Vaccine for Treatmet) Nanti kita akan mempunya vaksin yang dipergunakan untuk mengobati penyakit bukan hanya untuk mencegah penyakit infeksi seperti yang kita kenal dan pergunakan saat ini. vaksin utk diabetes dll 5. namun belum juga berhasil menemukan vaksin yang benar benar memuaskan dan efektif untuk menangkal dan mengobati infeksi virus HIV AIDs ini. dan saat ini telah mulai memberikan harapan dan hasil hasil uji klinik yang menjanjikan 3.kecanduan obat /drugs abuse. vaksin untuk multiplesclerosis. antara lain : 1. Vaksin untuk penyakit non infeksi seperti vaksin untuk tumor otak(Glioblastoma). vaksin untuk alergi. vaksin ini telah diteliti sejak beberapa puluh tahun yang lalu. saat ini uji klinik fase 3 sedang dilakukan secara intensif untuk membuktikan bahwa vaksin ini aman untuk digunakan. . Vaksin HIV AIDs Sejak merebaknya kasus HIV AIDs beberapa decade yang lalu. dan efektif untuk menangkal infeksi virus demam berdarah dengue yang banyak beredar dinegara subtropis dan tropis seperti Indonesia 4. Vaksin Malaria. vaksin utk penyakit Alzheimer (penyakit gangguan daya ingat orang tua). Vaksin demam berdarah dengue. vaksin ini juga telah diteliti sejak beberapa puluh tahun yang lalu. vaksin untuk penyakit Atherosclerosis (penyakit kelainan pembuluh darah). 2.Saat ini ada beberapa jenis vaksin yang sedang dalam proses penelitian dan pengembangan. vaksin kanker Prostate.

comSource: Google Image - .Imunisasi-Keluarga-Andaaftavia.optimasiinternet.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->