Penjelasan Peraturan Bank Indonesia Nomor 2/6/PBI/2000 Yang Ditetapkan Pada Tanggal 21 Februari 2000 Tentang Persyaratan

Dan Tata Cara Pemeriksaan
Pasal 31 Bank Indonesia melakukan pemeriksaan terhadap Bank, baik secara berkala maupun setiap waktu apabila diperlukan. Pasal 31 A Bank Indonesia dapat menugaskan Akuntan Publik untuk dan atas nama Bank Indonesia melaksanakan pemeriksaan terhadap bank sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Pasal 32 Dihapus Pasal 33 1. Laporan pemeriksaan bank sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 dan Pasal 31 A bersifat rahasia. 2. Persyaratan dan tata cara pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 dan Pasal 31 A ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Assalamu’alaikum wr wb.. Kali ini saya akan menjelaskan tentang Pasal 33 ayat 2 UU No 10 Tahun 1998 tentang perbankan yang berbunyi : Pasal 33 “Persyaratan dan tata cara pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 dan Pasal 31 A ditetapkan oleh Bank Indonesia.” Persyaratan dan tata cara pemerikasaan bank telah diatur dalam peraturan Bank Indonesia nomor 2/6/PBI/2000 yang ditetapkan pada tanggal 21 Februari 2000. Dalam peraturan tersebut

Bank Indonesia dapat melakukan pemeriksaan terhadap: a. Bank; dan/atau,

Pemeriksaan terhadap Bank dimaksudkan agar diperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai kondisi Bank. pengurus. termasuk sarana pendukungnya dan hal-hal lain yag berkaitan dengan keuangan Bank. pemeriksaan dapat dilakukan setiap waktu jika dipandang perlu untuk meyakinkan hasil pengawasan tidak langsung dan apabila terdapat indikasi adanya penyimpangan dari praktik perbankan yang sehat. Pemeriksaaan tersebut merupakan bagian dari pemeriksaan terhadap Bank. Kantor Perwakilan Bank Asing.b. termasuk risiko yang mungkin akan mempengaruhi Bank. Kantor Cabang Bank Asing adalah kantor cabang dari bank yang berkedudukan di luar negeri berdasarkan hukum asing atau berkantor pusat di luar negeri. Selain mencakup aspek keuangan. yang secara langsung atau tidak langsung bertanggung jawab kepada kantor pusat bank yang bersangkutan dan mempunyai alamat serta tempat kedudukan di Indonesia. Pada dasarnya pemeriksaan yang dilakukan oleh Bank Indonesia dilaksanakan secara berkala sekurang-kurangnya satu tahun sekali untuk setiap Bank. Bank adalah Bank Umum sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang melakukan kegiatan usaha konvensional. pemeriksaan juga dapat mencakup penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap pemegang saham pengendali. Yang dimaksud dengan sarana pendukung antara lain mencakup jaringan telekomunikasi dan komputer beserta softwarenya. dan pejabat eksekutif Bank. termasuk mendeteksi hal-hal yang dapat . Pemeriksaan terhadap Bank ditujukan untuk : • memperoleh gambaran menyeluruh tentang perkembangan usaha dan keadaan keuangan Bank. yang selanjutnya disebut sebagai Bank Umum Konvensional. termasuk kantor cabang bank asing. Di samping itu. dan Bank Umum Syariah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan terhadap aspek-aspek kegiatan usaha bank.

• mendapatkan keyakinan atas kebenaran laporan yang disampaikan oleh Bank kepada Bank Indonesia. peraturan perundang-undangan lain yang berlaku. c. disamping itu Bank dan Kantor Perwakilan Bank Asing dilarang untuk menghambat proses pemeriksaan serta mempengaruhi pendapat. Bank dan Kantor Perwakilan Bank Asing wajib memberikan bantuan dalam rangka memperoleh kebenaran dari segala keterangan. kesempatan penelitian keberadaan dan penggunaan sarana fisik yang berkaitan dengan kegiatan usaha. segala keterangan dan penjelasan yang berkaitan dengan kegiatan usaha baik lisan maupun tertulis. hal-hal lain yang diperlukan dalam pemeriksaan. buku-buku. Sedangkan Pemeriksaan terhadap Kantor Perwakilan Bank Asing ditujukan untuk memastikan kepatuhan Kantor Perwakilan Bank Asing terhadap Peraturan Bank Indonesia dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku. ketentuan serta prosedur kerja yang ditetapkan Bank. disposisi. memorandum. dan informasi lainnya. laporan yang dipublikasikan kepada masyarakat. dokumen. penilaian atau hasil dari tim pemeriksa. berkas-berkas. .mempengaruhi tingkat kesehatan maupun kelangsungan usaha Bank. catatan. dokumen dan penjelasan yang didapat pemeriksa. dan pedoman. e. termasuk salinan-salinannya. b. Bank dan Kantor Perwakilan Bank Asing wajib segera memperlihatkan dan/atau memberikan kepada pemeriksa: a. d. • memastikan kepatuhan Bank terhadap Peraturan Bank Indonesia. • meneliti kebenaran atas dugaan adanya transaksi yang merupakan tindak pidana di bidang perbankan. data elektronis. warkat.

d. pegawai Bank Indonesia yang ditunjuk untuk melakukan pemeriksaan. bukan Pihak Terafiliasi terhadap obyek yang diperiksa. Pemeriksa wajib memenuhi syarat sebagai berikut : a.PERSYARATAN BAGI PIHAK-PIHAK YANG MELAKUKAN PEMERIKSAAN Pemeriksaan dilakukan oleh tim pemeriksa yang sekurang-kurangnya terdiri dari 2 (dua) orang. berkewajiban merahasiakan keterangan dan data yang diperoleh dalam pemeriksaan. jujur. baik yang dilakukan oleh Bank Indonesia sendiri maupun pihak lain dan atas nama Bank Indonesia bersifat rahasia. f. Pihak Lain yang dapat melakukan pemeriksaan harus berbentuk badan. atau c. e. b. memiliki sikap mental yang baik dan etika serta tanggung jawab profesi yang tinggi. yaitu : a. TATA CARA PEMERIKSAAN Dalam memberikan penugasan kepada Pihak Lain untuk melakukan . Dalam hal Pihak Lain merupakan kantor akuntan publik yang wajib terdaftar di Bank Indonesia. bersikap independen. gabungan antara pegawai Bank Indonesia dan Pihak Lain. secara terus -menerus mengikuti program pendidikan profesi dalam bidangnya masing-masing. Pihak Lain yang ditugaskan Bank Indonesia. b. kompeten dibidangnya dan memahami peraturan perundang-undangan perbankan yang berlaku dan peraturan perundang-undangan lainnya. Segala laporan pemeriksaan terhadap bank. tidak termasuk dalam daftar orang tercela sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. c. dan obyektif. Akuntan Publik yang melaksanakan pemeriksaan terhadap bak.

(3) Sebelum akhir pemeriksaan. c. e. f.pemeriksaan. pemimpin Kantor Perwakilan Bank Asing atas hasil pemeriksaan. (4) Apabila setelah proses konfirmasi masih terdapat perbedaan pendapat. pemimpin Kantor Perwakilan Bank Asing dapat mengajukan pemeriksaan. kertas kerja pemeriksaan. tim pemeriksa wajib melakukan konfirmasi dengan pimpinan Bank. jangka waktu pelaksanaan. Berikut alur pemeriksaan : (1) Tim pemeriksa wajib menyerahkan surat instruksi pemeriksaan dari Bank Indonesia kepada pihak-pihak yang diperiksa. . kerahasiaan pemeriksaan. Pelaksanaan pemeriksaan oleh Pihak Lain tersebut wajib dilaksanakan sesuai dengan surat perintah kerja dan Terms of Reference yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari surat perintah kerja. Terms of Reference memuat antara lain : a. jumlah dan kualifikasi tenaga pemeriksa yang digunakan. g. tujuan dan ruang lingkup pemeriksaan. tim pemeriksa menyusun penjelasan secara tertulis kepada Bank Indonesia selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja setelah berakhirnya proses laporan hasil pemeriksaan. (2) Bank dan Kantor Perwakilan Bank Asing wajib menolak tim pemeriksa yang akan melakukan pemeriksaan tanpa menyerahkan surat instruksi pemeriksaan dari Bank Indonesia. pimpinan Bank. d. b. Bank Indonesia menerbitkan surat perintah kerja. (5) Setelah proses pemeriksaan berakhir. penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan. teknik dan etika pemeriksaan.

dokumen dan penjelasan akan diberi peringatan tertulis sebanyak 2 (dua) kali masing-masing dengan tenggang waktu 7 (tujuh) hari oleh Bank Indonesia. Bank Indonesia dapat mengenakan sanksi administratif berupa: a. SANKSI Anggota dewan komisaris. (8) Penggunaan laporan hasil pemeriksaan oleh pihak-pihak diluar bank harus dikonsultasikan dan memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari Bank Indonesia. (7) Laporan hasil pemeriksaan bersifat rahasia. pemberhentian anggota dewan komisaris dan/atau direksi dan selanjutnya menunjuk dan mengangkat pengganti sementara sampai Rapat Umum Pemegang Saham atau Rapat Anggota Koperasi mengangkat pengganti tetap dengan persetujuan Bank Indonesia. b. (10) Apabila dipandang perlu. Bank Indonesia dapat melakukan pemeriksaan untuk memastikan kebenaran laporan hasil perbaikan. peninjauan kembali persetujuan Bank Indonesia atas pengangkatan sebagai pimpinan Kantor Cabang Bank Asing dan/atau pemimpin Kantor . Laporan hasil pemeriksaan dimaksudkan sebagai alat pembinaan dalam rangka peningkatan kinerja Bank. (9) Bank dan Kantor Perwakilan Bank Asing wajib melakukan langkahlangkah perbaikan dan/atau penyempurnaan atas hal-hal yang ditemukan dalam pemeriksaan serta melaporkan perbaikan yang dilakukan kepada BankIndonesia. Oleh karena itu pengurus dan pegawai Bank tidak diperkenankan untuk menyebarluaskan data dan/atau informasi yang terdapat dalam laporan hasil pemeriksaan. direksi. pimpinan Kantor Cabang Bank Asing.(6) Bank Indonesia menyampaikan laporan hasil pemeriksaan kepada Bank atau Kantor Perwakilan Bank Asing. Apabila setelah diberikan peringatan tertulis tetap tidak memenuhi ketentuan. pemimpin Kantor Perwakilan Bank Asing yang tidak memberikan kebenaran dari segala keterangan.

c. Pihak Lain yang oleh Bank Indonesia dinilai tidak melaksanakan tugasnya sesuai dengan surat perintah kerja dan Terms of Reference akan diberi peringatan tertulis oleh Bank Indonesia. pemutusan hubungan kerja secara sepihak tanpa ganti rugi. dan/atau pemberhentian anggota dewan komisaris dan/atau direksi dan selanjutnya menunjuk dan mengangkat pengganti sementara sampai Rapat Umum . Bank Indonesia dapat mengenakan sanksi berupa: a. teguran tertulis. dan/atau d.Perwakilan Bank Asing. c. c. b. dan/atau d. merekomendasikan pencabutan atau pembatalan izin usaha kepada instansi yang berwenang. denda sebesar biaya yang dikeluarkan dalam rangka penyelesaian tugas oleh Pihak Lain. Setelah diberikan peringatan tertulis sebanyak 2 (dua) kali dalam tenggang waktu 3 (tiga) hari. b. namun Pihak Lain tetap tidak memenuhi. pencantuman dalam daftar orang tercela dibidang perbankan. Bank yang tidak menyampaikan laporan perbaikan dapat dikenakan sanksi administratif antara lain berupa: a. merekomendasikan pencabutan atau pembatalan izin usaha oleh instansi yang berwenang. penurunan tingkat kesehatan Bank. bagi akuntan publik dikeluarkan dari daftar akuntan yang tercatat di Bank Indonesia.

Pemegang Saham atau Rapat Anggota Koperasi mengangkat pengganti tetap dengan persetujuan Bank Indonesia. dikeluarkan dari daftar akuntan yang tercatat di Bank Indonesia. atau b. bagi akuntan publik. Pihak-pihak yang menyebarluaskan data dan/atau informasi yang terdapat dalam laporan hasil pemeriksaan dikenakan sanksi administratif antara lain berupa: a. . merekomendasikan pencabutan atau pembatalan izin usaha kepada instansi yang berwenang.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.