BIOTEKNOLOGI

Pada akhir tahun 1970-an, bioteknologi mulai dikenal sebagai salah satu revolusi teknologi yang sangat menjanjikan di abad ke 20 ini. Pentingnya bioteknologi secara strategis dan potensinya untuk kontribusi dalam bidang pertanian, pangan, kesehatan, sumberdaya alam dan lingkungan mulai menjadi kenyataan yang semakin berkembang. Saat ini walaupun masih dalam taraf pengembangan, industri bioteknologi mulai matang dan menghasilkan produk-produk yang dapat dipasarkan. Dimana keberhasilan-keberhasilan komersial dan terobosanterobosan teknologi yang dramatis telah dan sedang diraih. Walaupun demikian, harapan-harapan mengenai penerapan bioteknologi pada 15-20 tahun yang lalu dapat dikatakan belum seluruhnya menjadi kenyataan Dan bahkan hambatan-hambatan yang muncul kadangkala tidak diantisipasi sebelumnya. Dalam GBHN 1993 khususnya sasaran Bidang Pembangunan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Pelita VI, Bioteknologi juga dimasukkan dalam Kebijaksanaan Nasional sebagai suatu bidang Iptek yang perlu dikembangkan. BEBERAPA DEFINISI BIOTEKNOLOGI : Penggunaan terpadu biokimia, mikrobiology dan ilmu keteknikan untuk mewujudkan aplikasi teknologi dari mikro-organisme, kultur jaringan dan bagian-bagian lainnya. Aplikasi dari organisme, system atau proses untuk industri manufaktur dan pelayanan jasa. Teknologi yang menggunakan fenomena biology untuk mengopi dan menghasilkan bermacam-macam produk yang berguna. Bioteknologi adalah tidak lebih dari sebuah istilah diberikan untuk sekumpulan teknik-teknik dan proses-proses. Bioteknologi adalah penggunaan organisme hidup dan komponennya dalam bidang pertanian, pangan dan proses-proses industri lainnya. Aplikasi berbagai teknik yang menggunakan organisme hidup atau bagiannya serta untuk menghasilkan produk dan/atau jasa.

Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.[1] Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya.[1] Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa. Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan.[2] Di bidang medis, penerapan bioteknologi di masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur.[1] Dengan alat ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal. Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain.[3] Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS.[4] Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sediakala.[4] Di bidang pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan DNA rekombinan, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan.[5] Penerapan bioteknologi di masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru.[2] Kemajuan di bidang bioteknologi tak lepas dari berbagai kontroversi yang melingkupi perkembangan teknologinya. Sebagai contoh, teknologi kloning dan rekayasa genetika terhadap tanaman pangan mendapat kecaman dari bermacam-macam golongan. Bioteknologi secara umum berarti meningkatkan kualitas suatu organisme melalui aplikasi teknologi. Aplikasi teknologi tersebut dapat memodifikasi

fungsi biologis suatu organisme dengan menambahkan gen dari organisme lain atau merekayasa gen pada organisme tersebut.[2] Perubahan sifat Biologis melalui rekayasa genetika tersebut menyebabkan "lahirnya organisme baru" produk bioteknologi dengan sifat - sifat yang menguntungkan bagi manusia. Produk bioteknologi, antara lain[2]:
• • • • • •

Jagung resisten hama serangga Kapas resisten hama serangga Pepaya resisten virus Enzim pemacu produksi susu pada sapi Padi mengandung vitamin A Pisang mengandung vaksin hepatitis

Garis waktu bioteknologi

8000 SM Pengumpulan benih untuk ditanam kembali. Bukti bahwa bangsa Babilonia, Mesir, dan Romawi melakukan praktik pengembangbiakan selektif (seleksi artifisal) untuk meningkatkan kualitas ternak. 6000 SM Pembuatan bir, fermentasi anggur, membuat roti, membuat tempe dengan bantuan ragi. 4000 SM Bangsa Tionghoa membuat yogurt dan keju dengan bakteri asam laktat. 1500 Pengumpulan tumbuhan di seluruh dunia. 1665 Penemuan sel oleh Robert Hooke(Inggris) melalui mikroskop.[6] 1800 Nikolai I. Vavilov menciptakan penelitian komprehensif tentang pengembangbiakan hewan. 1880 Mikroorganisme ditemukan. 1856 Gregor Mendel mengawali genetika tumbuhan rekombinan.[7] 1865 Gregor Mendel menemukan hukum hukum dalam penyampaian sifat induk ke turunannya.[8] 1919 Karl Ereky, insinyur Hongaria, pertama menggunakan kata bioteknologi. 1970 Peneliti di AS berhasil menemukan enzim pembatas yang digunakan untuk memotong gen gen. 1975 Metode produksi antibodi monoklonal dikembangkan oleh Kohler dan Milstein.

• • •

• • •

keju.dll) . Sekitar 5% pengidap diabetes alergi terhadap insulin hewan yang sebelumnya tersedia).roti. Dengan menggunakan teknik DNA rekombinan. hormon pertumbuhan dan zat antivirus yang disebut interferon. Proses penambahann DNA asing pada bakteri merupaka prospek untuk memproduksi hormon atau obatobatan di dunia kedokteran. 1992 FDA menyetujui makanan GM pertama dari Calgene: tomat "flavor saver".[9] 1980 Bioteknologi modern dicirikan oleh teknologi DNA rekombinan. pembuatan vaksin. insulin dapat dipanen dari bakteri. Untuk penejelasan selanjutnya dapat dipelajari pada materi aplikasi bioteknologi bidang pangan 2. terapi gen dan pembuatan antibiotik. Orang yang menderita diabetes melitus membutuhkan suplai insulin dari luar tubuh. vitamin. contohnya pada produksi hormon insulin. Bidang Pangan Bioteknologi memainkan peranan penting dalam bidang pangan yaitu dengan memproduksi makanan dengan bantuan mikroba (tempe.kecap. coli. Bidang Kesehatan Bioteknologi juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya dalam pembuatan antibodi monoklonal. Bidang Lingkungan . dan enzim. E. antara lain: 1. digunakan untuk memproduksi insulin dan obat lain. Selenkapnya dapat dipelajari pada materi aplikasi bioteknologi bidang kesehatan 3. dalam bentuk manusia. 2000 Perampungan Human Genome Project • • • Bioteknologi dapat memberikan manfaat bagi manusia dalam berbagai bidang kehidupan. Model prokariot-nya.yoghurt.• 1978 Para peneliti di AS berhasil membuat insulin dengan menggunakan bakteri yang terdapat pada usus besar.

Selenkapnya dapat dipelajari pada materi aplikasi bioteknologi bidang lingkungan 4. seperti meningkatkan kapasitas mengikat nitrogen dari bacteri Rhizobium. Perkembangan Biologi Molekuler memberikan sumbangan yang besar terhadap kemajuan ilmu pemuliaan ilmu tanaman (plant breeding). Mikroba yang di rekayasa secara genetik dapat meningkatkan hasil panen pertanian. Keturunan bacteri yang telah disempurnakan atau diperbaiki dapat meningkatkan hasil panen kacang kedelai sampai 50%. patogen. Demikian pula terciptanya tanaman yang tahan terhadap tanah gersang.Bioteknologi dapat digunakan untuk perbaikan lingkungan misalnya dalam hal mengurangi pencemaran dengan adanya teknik pengolahan limbah dan dengan memanipulasi mikroorganisme. . Untuk mengatasinya. Dalam bidang pertanian telah dapat dibentuk tanaman dengan memanfaatkan mikroorganisme dalam fiksasi nitogen yang dapat membuat pupuknya sendiri sehingga dapat menguntungkan pada petani. Hama tanaman merupakan salah satu kendala besar dalam budidaya tanaman pertanian. Namun ternyata pestisida banyak menimbulkan berbagai dampak negatif. selama ini digunakan pestisida. demikian juga dalam cara lain. tahan hama. Suatu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa perbaikan genetis melalu pemuliaan tanaman konvemsional telah memberikan kontribusi yng sangat besar dalam penyediaan pangan dunia. dan herbisida. Rekayasa genetik lain sedang mencoba mengembangkan turunan dari bacteri Azotobacter yang melekat pada akar tumbuh bukan tumbuhan kacangkacangan (seperti jagung) dan mengembangbiakan. membebaskan tumbuhan jagung dari ketergantungan pada kebutuhan pupuk amonia (pupuk buatan). antara lain matinya organigme nontarget. Bidang Pertanian Adanya perbaikan sifat tanaman dapat dilakukan dengan teknik modifikasi genetik dengan bioteknologi melalui rekayasa genetika untuk memperoleh varietas unggul. produksi tinggi.

Pada saat ini sudah dikembangkan tanaman transgenik yang resisten terhadap hama.keracunan bagi hewan dan manusia. Kita mengetahui bahwa mikroorganisme yang terdapat di alam sangat banyak. dan dapat dimafaatkan sebagai biopestisida pembasmi hama tanaman. namun tidak menimbulkan penyakit bagi makhluk hidup lain. ( video penerapan bioiteknologi bidang pertanian ) 5. Dari sekian banyak jenis mikroorganisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bacillus thuringiensis mampu menghasilkan suatu protein yang bersifat toksik bagi serangga. thuringiensis dapat diperbanyak dan disisipkan ke dalam sel beberapa tanaman budidaya.meningkatkan efisiensi dan kualitas pakan seperti manipulasi mikroba rumen. terutama setelah masuk ke dalam saluran pencemaan serangga. tersebut dengan cara yang lebih aman. ada suatu kelompok yang bersifat patogenik (dapat menyebabkan penyakit) pada hama tertentu. perlu dicari terobosan untuk mengatasi masalah. dan setiap jenis mikroorganisme tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda. terutama seranggga dari ordo Lepidoptera. Contoh mikroorganisme tersebut adalah bakteri Bacillus thuringiensis. Tanaman transgenik diperoleh dengan cara rekayasa genetika. Gen yang mengkode pembentukan protein toksin yang dimiliki oleh B. Dengan cara ini. Bacillus thuringiensis mudah dikembangbiakkan. Dengan berkembangnya bioteknologi. Protein ini bersifat mudah larut dan aktif menjadi menjadi toksik. serta pencemaran lingkungan. diharapkan tanaman tersebut mampu menghasilkan protein yang bersifat toksis terhadap serangga sehingga pestisida tidak diperlukan lagi. Oleh karena itu. sekarang dapat diperoleh cara yang lebih efektif lagi untuk membasmi hama. menghasilkan embrio yang . Pemakaian biopestisida ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif yang timbul dari pemakaian pestisida kimia. Bidang Peternakan Peningkatan produksi ternak .

serta beberapa spesies ikan yang yang dipelihara secara komersial. Adapun hewan transgenik. DNA fingerprint merupakan satu langkah lebih maju dalam proses pengungkapan kejahatan di Indonesia. Sampel darah atau jaringan lain yang dibutuhkan dalam tes DNA sangat sedikit (kira-kira 1000 sel). darah atau jaringan lain dalam jumlah kecil dapat tertinggal di tempat kejadian perkara.banyak dalam satu kali siklus reproduksi. BGH juga meningkatkan perolehan bobot dalam daging ternak. 6.termasuk ternak penghasil daging dan susu. organisme yang mengandung gen dari spesies lain. Hewan ternak diberi perlakuan dengan produk-produk yang dihasilkan dari metode DNA rekombinan. dapat diidentifikasi pelaku dengan derajat kepastian yang tinggi karena urutan DNA setiap orang itu unik (kecuali untuk kembar identik). Melalui pengujian sidik jari DNA (DNA finngerprint). menciptakan jenis ternak unggul.coli untuk menaikkan produksi susu (vaksin ini dapat meningkatkan hingga 10%). Sejauh ini telah lulus dari semua uji keamanan dan BGH sekarang digunakan secara meluas dalam kelompok pabrik susu. air mani dalam jumlah kecil dapat ditemukan dalam tubuh korban. Misalnya. bovine growth hormone) yang dibuat oleh E. antibodi dan hormon-hormon pertumbuhan. Keakuaratan hasil yang hampir . Jika ada perkosaan. dan dapat memproduksi asam amino tetentu. beberapa sapi perah disuntik dengan hormon pertumbuhan sapi (BGH. Bidang Hukum Dengan teknologi DNA. Pada kriminalitas dengan kekerasan. dihasilkan dengan menyuntikkan DNA asing ke dalam nukleus sel telur atau embrio muda. Produk ini mencakup vaksin-vaksin baru atau yang didesain ulang. menawarkan aplikasi bagi kepentingan forensik.

Teknik fermentasi Fermentasi (peragian) adalah proses penguraian motabolik senyawa organik oleh makrob pada kondisi anaerob yang menghasilkan energi dan gas. Bakteri dan virus yang mematikan dapat digunakan sebagai senjata biologis untuk memusnahkan manusia. Tetapi. Enzim renin yang dihasilkan dari lambung anak sapi bermanfaat untuk menghasilkan dalah susu yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan keju. Peranan dan Produk Bioteknologi 1. Di Amerika Serikat. b. Enzim telah lam digunakan untuk membuat keju. Dengan adanya rekayasa genetika. bahan ini dapat dipakai untuk membuat permen dengan rasa manis sedang. Berikut ini beberapa dampak negatif perkembangan ilmu biologi. dan farmasi ( sintesis asam amino dan antibiotik) . 3. pemanis. Misalnya ada seorang ibu yang hamil dengan teknik bayi tabung yang spermanya berasal dari bank sperma (tidak dari suaminya). termasuk menyisipkan gen jahat yang dapat digunakan untuk membunuh atau meneror manusia. 1. Pada produk makanan minuman. Digunakan untuk senjata biologis. Pelanggaran hukum dan nilai – nilai masyarakat. Teknik dapat digunakan dalam pengelolahan bahan baku untuk . enzim digunakan untuk membuat minuman sari buah. Selain itu. Teknik enzimatis Enzim merupakan katalis dalam reaksi kimia sehingga reaksi tersebut dapat berlangsung lebih cepat Dalam bioteknologi. 4. Mengganggu keseimbangan lingkungan. dan anggur. sirup berkadar gula tinggi dari jagung merupakan produk terbesar yang dibuat menggunakan teknologi enzimatis. Organisme baru hasil rekayasa manusia dikhawatirkan akan dapat memenangkan kompetisi dan menyingkirkan organisme yang telah ada di alam sehingga dapat menimbulkan ketidakseimbangan alam. tidak sedikit pula orang yang menyalahgunakan perkembangan ilmu biologi ini sehingga menimbulkan dampak negatif. anggur dan bir agar tahan terhadap dingin. Pada industri minuman. industri kimia. Peranan Bioteknologi a. Memunculkan organisme strain jahat. sifat – sifat makhluk hidup dapat diubah dengan mudah.mencapai 100% menjadikan metode DNA fingerprint selangkah lebih maju dibandingkan dengan proses biometri yang telah lama digunakan kepolisian untuk identifikasi. Enzim digunakan dalam bahan makanan. 2. bir. Hal ini tentu akan nengaburkan status anak dan menimbulkan permasalahan di lain waktu.

Bioteknologi berasal dari dua kata. keadaan fisik lingkungan yang tepat. dan obat-obatan. dan pengaturan komposisi senyawa makro / mikro. fitoremidiasi adalah pemanfaatan atau fungsi untuk menyisihkan polutan komplek dari buangan limbah industri. Tahap produk akhir Produk akhir merupakan produk yang telah siap di pasarkan. minuman. 3. . Tahap sterlisasi Bahan subtrat disetrilkan agar tidak terkontaminasi oleh mikrob lain yang dapat mengangu proses. Asam lemak tersebut dapat dikomersialisasikan sebagai kompenen utama sabun dan deterjen. nutrien oksigen. yaitu kontak antara mikrob dan subtrat. yaitu suatu tabung tertutup yang dapat diataur mengadukan. Di dalam bioreaktor telah terdapat ragi atau yang dibutuhkan 4.limbah tersebut dapat ditingkatkan dengan menggunakan mikrob yang telah dimodifikasi. Keberhasilan bioremediasi sangat di tentukan oleh beberapa faktor. Tahap pemisahan hasil Pemisahan antara produk dan residu ( hasil sampingan ) dapat dilakukan dengna cara filtrasi (penyaringan ) 5. Bioremediasi adalah proses pengguanan mikrob untuk menyingkirkan atau melenyapkan polutan dari lingkungan. Proses teknik fermentasi adalah sebagai berikut : 1. Tahap fermentasi Proses fermentasi biasanya dilakukan dalam bioeraktor.menghasilkan produk berupa makanan. Produksi asam laurat dari limbah. Tahap Pengelolahan bahan baku Bahan baku yang akam difermentasi lebih dahulu diolah menjadi subtrat dengancara menghauluskan (pada bahan baku padat) atau dengna mengantur pH. Tahap pengelolahan hasil Produk yang sudah dihasilkan diolah lebih lanjut dengan menambahkan zat adiktif untuk menambah aroma atau warna yang lebih menarik 6. suhu optimumnya. yaitu 'bio' yang berarti makhuk hidup dan 'teknologi' yang berarti cara untuk memproduksi barang atau jasa. Bahan-bahan sisa dari minyak bumi dan minyak kelapa tersebut masih mengandung berbagai macam asam lemaka berantai panjang dan pendek yang dapat dimanfaatkan sebagai subtrat penghasil asam laurat. yaitu biodegradsi yang terjadi pada kondisi alami dan bioremendiasi yang direkayasa. pengudaraan (aeransi). Bioremendiasi dibedakan menjadi bioremendiasi intristik. dan keberadaan senyawa toksik bioremediasi meliputi dua tipe. Salah satu mikrob tertsebut adalah Candida sp. 2. penambangan air. yaitu fitoremediasi dan biofiltrasi.

demikian pula enzim-enzim yang dipakai untuk membuat sirop fruktosa hingga pencuci pakaian. sel. oncom. Dalam bidang pertanian. Dimulai dari nenek moyang kita. Gradien Bioteknologi (dimodifikasi dari Doyle & Presley.Dari paduan dua kata tersebut European Federation of Biotechnology (1989) mendefinisikan bioteknologi sebagai perpaduan dari ilmu pengetahuan alam dan ilmu rekayasa yang bertujuan meningkatkan aplikasi organisme hidup. Bioteknologi memiliki gradien perkembangan teknologi. 1996). arak. yang dimulai dari penerapan bioteknologi tradisional yang telah lama dan secara luas dimanfaatkan. Mikroba juga telah dimanfaatkan secara intensif untuk mendekomposisi limbah dan kotoran. Gambar 1. kecap. dan/atau analog molekuler untuk menghasilkan produk dan jasa (Goenadi & Isroi. Perkembangan bioteknologi secara drastis terjadi sejak ditemukannya struktur helik ganda DNA dan teknologi DNA rekombinan di awal tahun 1950-an. hingga teknik-teknik bioteknologi baru dan secara terus menerus berevolusi (Gambar 1). 2003). Mikroba pelarut fosfat telah dimanfaatkan untuk pertanian di negaranegara Eropa Timur sejak tahun 1950-an. dan nata de coco . Hampir semua antibiotik berasal dari mikroba. mikroba penambat nitrogen telah dimanfaatkan sejak abad ke 19. tape. Ilmu pengetahuan telah sampai pada suatu titik yang memungkinkan orang untuk memanipulasi suatu organisme di taraf . pemanfaatkan mikroba telah dilakukan untuk membuat produk-produk berguna seperti tempe. bagian dari organisme hidup. Dengan definisi tersebut bioteknologi bukan merupakan sesuatu yang baru. terasi. yogurt.

dan transfer gen yang tidak diinginkan yang meliputi transfer gen ke tanaman liar sejenis. prinsip ”kehati-hatian” harus dikedepankan dalam aplikasi bioteknologi untuk agribisnis.seluler dan molekuler. pembentukan hama resisten. Bioteknologi molekuler menawarkan cara baru untuk memanipulasi organisme hidup. Bahan tanam dapat ditingkatkan kualitasnya melalui pendekatan bioteknologi. 2003).antara lain efek balik terhadap organisme nontarget. resistensi terhadap hama atau penyakit. identifikasi dan eliminasi penyakit di dalam makanan ternak. Potensi risiko bioteknologi terhadap pertanian dan lingkungan – walaupun masih dalam perdebatan . Keuntungan potensial bioteknologi pertanian antara lain: potensi hasil panen yang lebih tinggi. Seperti halnya teknologi-teknologi yang lain. 2003). kualitas makanan dan gizi yang lebih baik. Produk bahan tanam unggul yang saat ini telah berhasil dipasarkan antara lain adalah bibit kultur . Kelompok pecinta lingkungan mengkritik bahwa organisme trasgenik menyebabkan kerusakan keragaman hayati. Peningkatan kualitas bahan tanam berdasarkan pada empat kategori peningkatan. Pelajaran yang baik dapat kita peroleh dari pengalaman Revolusi Hijau yang semula dianggap aman. pemanfaatan lahan marjinal. Terlepas dari perdebatan keuntungan dan kerugian di atas. (3) biodecomposer. 2003). (2) biofertilizer. Bioteknologi mampu melakukan perbaikan galur dengan cepat dan dapat diprediksi. dan (4) biocontrol. transfer gen penyandi untuk produksi gen toksik. khususnya rekayasa genetika. juga dapat merancang galur dengan bahan genetika tambahan yang tidak pernah ada pada galur asalnya. karena membunuh organisme liar yang berguna. mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida. dan perbaikan defisiensi mikronutrien (Jones. Memanipulasi organisme hidup untuk kepentingan manusia bukan merupakan hal yang baru. toleransi terhadap cekaman lingkungan. Beberapa kritikan menyebutkan bahwa modifikasi DNA rekombinan menyebabkan pangan tidak aman untuk dimakan. dan manajemen budidaya (Huttner. dan transfer gen resisten antibiotik melalui gen penanda ( marker ) antibiotik. namun intensifikasi penggunaan pupuk dan pestisida terbukti berakibat buruk terhadap lingkungan dan baru diketahui setelah beberapa puluh tahun kemudian. Satu pendekatan baru yang sedang mendapatkan banyak perhatian adalah Bio-farming . seperti antibiotika dalam buah pisang. atau membuat organisme invasif yang dapat merusak lingkungan (Conko. yaitu peningkatan kualitas pangan. toleran terhadap cekaman lingkungan. aplikasi bioteknologi untuk pertanian selain menawarkan berbagai keuntungan juga memiliki potensi risiko kerugian. PRODUK BIOTEKNOLOGI PERTANIAN Produk-produk bioteknologi pertanian di Indonesia berdasarkan gradien bioteknologi antara lain : (1) bahan tanam unggul.

Contoh produk-produk biodecomposer antara lain: Orgadec (BPBPI). EM4 . Produk sejenis biofertilizer/ bioconditioner dari luar negeri misalnya: Organic Soil Treatment (OST). Biodecomposer dipergunakan untuk mempercepat proses penguraian limbah-limbah organik segar pertanian menjadi kompos yang siap diaplikasikan ke dalam tanah. Contoh mikroba yang telah banyak dimanfaatkan untuk biokontrol adalah Beauveria bassiana untuk mengendalikan serangga. dilisensi oleh PT Bio Industri Nusantara dan digunakan di berbagai perusahaan perkebunan (BUMN dan BUMS) (Goenadi. Starbio . Metarhizium anisopliae untuk mengendalikan hama boktor tebu ( Dorysthenes sp) dan boktor sengon ( Xyxtrocera festiva ). produksi bibit kelapa kopyor telah berhasil di komersialkan melalui teknik transfer embrio (Paten ID 0 001 957). Produk-produk bahan tanam rekayasa genetika yang ada di pasaran Indonesia umumnya merupakan produk dari negera lain. sebagai contoh : Jagung Bt dan Kapas Bt yang dipasarkan oleh Monsanto. dan lain sebagainya. Kultur jaringan merupakan tingkatan umum penguasaan bioteknologi di Indonesia. bahan tanam unggul yang dihasilkan dari rekayasa genetika yang dilakukan oleh peneliti di Indonesia sampai saat ini belum ada yang dikomersialkan. Salah satu produk biofertilizer bernama Emas ( Enhancing Microbial Activity in the Soils ) telah dirakit oleh BPBPI (Paten ID 0 000 206 S). Peneliti di Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) mengembangkan teknologi pembuatan pupuk superfosfat yang disebut dengan Bio-SP dengan menggunakan bantuan mikroba pelarut fosfat. Mikroba juga telah dimanfaatkan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. dan mengurangi konsumsi pestisida yang tidak ramah lingkungan. Namun. misalnya: bibit jati dan bibit tanaman hortikultura. Keuntungan pemanfaatan biokontrol untuk pertanian antara lain adalah ramah lingkungan. Mikroba juga dimanfaatkan dalam proses pembuatan pupuk anorganik. Bagaimanapun juga. dan Marfu . NirAma . Degra Simba (ITB). dan lain-lain. dan Phytopthora sp).jaringan. Produk-produk tersebut sebagian dikembangkan oleh peneliti di Indonesia maupun di impor dari negara lain. 1998). Aplikasi mikroba untuk biokontrol hama dan penyakit tanaman meliputi mikroba liar yang telah diseleksi maupun mikroba yang telah mengalami rekayasa genetika. Produk biofertilizer merupakan salah satu produk bioteknologi yang banyak beredar di pasaran Indonesia. Bio P Z 2000. SuperDec (BPBPI). Produk biofertilizer lain yang dikembangkan oleh peneliti di Indonesia antara lain: Rhizoplus . dan Trichoderma harzianum untuk mengendalikan penyakit tular tanah ( Gonoderma sp. Produk-produk biodecomposer juga banyak beredar di pasaran Indonesia. . Rhiphosant . Produk-produk baru terus bermunculan sejalan dengan kebutuhan untuk mengatasi masalah limbah padat organik. Triko SP. Produkproduk biokontrol yang telah dikomersialisasikan oleh unit kerja lingkup Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) antara lain : Meteor. GreemiG. Jamur Akar Putih.

Keunggulan dari teknologi ini adalah penggunaan agensia hayati untuk mengurangi konsumsi asam anorganik dan lebih aman lingkungan serta mampu mengurangi biaya produksi. dan sebagainya. penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan sebelum sebuah invensi dapat diwujudkan dalam bentuk produk yang dapat dipasarkan atau proses yang dapat diterapkan dalam produksi komersial. dan kerja kreatif. upaya lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memasarkannya. investasi. Oleh karena itu adalah sangat penting untuk memperoleh perlindungan hukum sebelum mengkomersialkannya. yang juga memerlukan dukungan sumberdaya manusia. sumberdaya manusia. Gambar 2. investasi. Tahapan umum komersialisasi produk bioteknologi (Goenadi.Kualitas dari Bio-SP menyamai kualitas pupuk superfosfat konvensional (SP 36). lingkungan pasar. waktu. Sebuah invensi bioteknologi pada dasarnya merupakan ide atau solusi bagi sebuah masalah teknis. Bahkan setelah produksi dari invensi baru dilaksanakan. waktu. Kegiatan ini merupakan rangkaian yang cukup kompleks dengan melibatkan berbagai aspek yang mencakup kebijakan ekonomi. Dalam beberapa kasus. Tahapan-tahapan komersialisasi sebuah produk bioteknologi umumnya seperti yang terlihat pada Gambar 2. 2004) . KOMERSIALISASI PRODUK BIOTEKNOLOGI Komersialisasi merupakan serangkaian upaya dari pengembangan dan pemasaran sebuah produk atau pengembangan sebuah proses dan penerapan proses ini dalam kegiatan produksi.

Banyak penelitian-penelitian bioteknologi pertanian yang sejak awal memiliki defisiensi. namun komersialisasi invensi bioteknolgi itu sendiri mengandung risiko yang tinggi. atau ada produk baru yang lebih baik muncul setelah invensi bioteknologi sebelumnya dan invensi sebelumnya akan menjadi tidak berharga sebelum sempat dikomersialisasikan. Sangat sering sebuah produk baru atau proses digantikan oleh yang lebih baru dan lebih efisien dalam tempo yang singkat sebelum investornya mampu memperoleh kembali investasinya. Produk-produk rekayasa genetika memerlukan serangkain tahapan pengujian yang lebih rumit lagi sebelum dapat dikomersialkan secara luas (Carpenter & Gianessi. misalnya penelitian yang sudah ada sebelumnya untuk menangani masalah yang sama dan penelitian baru ini tidak memiliki keunggulan ekonomis dan teknis dibandingkan yang telah ada di pasar. dan yang terkait lainnya. Tahapan umumnya adalah seperti yang digambarkan pada Gambar 3. pengalaman penulis menunjukkan bahwa riset pengembangan menentukan keyakinan pihak investor dalam mengkomersialisasikan teknologi yang dihasilkan. Riset pengembangan merupakan tahapan yang sangat penting sebelum sebuah hasil penelitian bioteknologi dapat menjadi sebuah produk atau proses. 2001). investor akan enggan untuk menanamkan modalnya pada komersialisasi invensi yang berisiko. Tanpa adanya preferensi kebijakan keuangan. Manfaat yang besar dapat diperoleh dari penerapan produk bioteknologi baru. pajak. Faktor lain yang penting adalah menyangkut kebijakan keuangan. . Walaupun banyak tahapan yang dapat ditempuh. pajak. dan yang terkait lainnya.

Memasarkan produk pupuk hayati. produk-produk pupuk hayati.Gambar 3. Diperolehnya invensi terobosan dalam menghasilkan tanaman kelapa kopyor yang buahnya dalam satu . yang mampu menghemat penggunaan pupuk kimia pada saat harga pupuk terus meningkat dan subsidi oleh pemerintah dihapus akan sangat efektif. dan tanaman hasil kultur jaringan relatif mudah memperoleh tanggapan positif dari pasar. 2004) PENGALAMAN PEMASARAN INVENSI PRODUK BIOTEKNOLOGI Salah satu kunci keberhasilan komersialisasi produk bioteknologi adalah adanya kebutuhan pasar dan mutu produk yang dihasilkan cukup memadai. Oleh karena itu. Produk-produk berbasis bioteknologi memperoleh apresiasi pasar karena masyarakat lebih sadar terhadap pentingnya produk hayati. Faktor kunci lainnya adalah jenis produk yang dihasilkan harus mampu menawarkan peningkatan efisiensi pada tingkat harga yang layak. Tahapan riset pengembangan produk bioteknologi hingga komersialisasi (Goenadi. pelapuk hayati.

pengenalan terhadap segmen pasar adalah sangat penting artinya agar invensi yang diciptakan mampu secara potensial memiliki pasar utama ( captive market ). yaitu:[10] Bir. . Salah satunya adalah bahwa produsen adalah sekaligus bertindak sebagai konsumen utama.pohon seluruhnya kopyor merupakan nilai jual yang sangat unik dan strategis. enzim-enzim juga organismeorganisme yang lebih baik telah tercipta untuk memudahkan proses produksi dan pengolahan limbah industri.[10] • Bioteknologi hijau (green biotechnology) mempelajari aplikasi bioteknologi di bidang pertanian dan peternakan. Pelindian (bleaching) minyak dan mineral dari tanah untuk meningkakan efisiensi pertambangan. serta terapi gen untuk mengobati penyakit genetik dengan cara menyisipkan atau menggantikan gen abnomal dengan gen yang normal. Contoh penerapannya adalah pemanfaatan organisme untuk menghasilkan obat dan vaksin. [10] Cakupannya meliputi seluruh spektrum pengobatan manusia. bahan pangan dengan kandungan gizi lebih tinggi dan tanaman yang menghasilkan obat atau senyawa yang bermanfaat. Di samping aspek produk tersebut di atas. bioteknoogi telah berperan dalam menghasilkan tanaman tahan hama. Jenis Bioteknologi Bioteknologi memiliki beberapa jenis atau cabang ilmu yang beberapa diantaranya diasosikan dengan warna.[10] Dengan memanipulasi mikroorganisme seperti bakteri dan khamir/ragi. • Bioteknologi merah (red biotechnology) adalah cabang ilmu bioteknologi yang mempelajari aplikasi bioeknologi di bidang medis. dan pembuatan bir dengan khamir. penggunaan sel induk untuk pengobatan regeneratif. diagnosis.[10] • Bioteknologi putih/abu-abu (white/gray biotechnology) adalah bioteknologi yang diaplikasikan dalam industri seperti pengembangan dan produksi senyawa baru serta pembuatan sumber energi terbarukan. dan pengobatan. Untuk itu diperlukan strategi mengamankan pasar produk melalui keterkaitan yang erat antara produsen dan konsumen. mulai dari tahap preventif. salah satu produk bioteknologi putih konvensional.[10] Di bidang pertanian.

[10] Salah satu contoh yang paling tua adalah akuakultura. sapi. No Jenis Mikroorganisme Yang dihasilkan Keterangan 1 Spirulina Protein Ganggang hijau.[11][12] Bioteknologi terbagi atas dua yaitu : 1. tape. pembasmi hama tanaman. anggur Sacharomyces (ragi) Minuman berakohol 2 Kedelai Rhizopus stoloferus Tempe 3 Kedelai Aspergilus wentii Kecap 4 Kacang tanah Neurospora crassa Oncom 5 Air / sari kelapa Acetobacter xylinum Nata de Coco 6 Susu Lactobasillus bulgaricus Sterptococcus thermophillus Yoghurt 2. menggunakan mikroorganisme dan bagian dari mikroorganisme seperti tumbuhan dan hewan. menggunakan prinsip-prinsip ilmiah. tuak.[10] • Bioteknologi biru (blue biotechnology) disebut juga bioteknologi akuatik/perairan yang mengendalikan proses-proses yang terjadi di lingkungan akuatik. berfotosintesis 2 Ganggang Chlorella Makanan suplemen protein tinggi Ganggang biru. di bidang peternakan. pemisahan logam. Contoh : tempe. domba. kecap No Bahan Makanan Mikroorganisme yang dipakai Makanan yang dihasilkan 1 Beras ketan. tidak diproduksi dalam jumlah besar. Contoh : Asam amino. oncom. Perkembangan bioteknologi akuatik termasuk rekayasa genetika untuk menghasilkan tiram tahan penyakit dan vaksin untuk melawan virus yang menyerang salmon dan ikan yang lain. penisilin. diproduksi dalam jumlah besar. dan ayam telah digunakan sebagai penghasil antibodi-protein protektif yang membantu sel tubuh mengenali dan melawan senyawa asing (antigen). Bioteknologi Modern Bioteknologi modern biasanya dilakukan dengan peralatan canggih.Sementara itu. Obat TBC . Bioteknologi Konvensional Bioteknologi konvensional biasanya dilakukan secara sederhana. Contoh lainnya adalah salmon transgenik yang memiliki hormon pertumbuhan secara berlebihan sehingga menghasilkan tingkat pertumbuhan sangat tinggi dalam waktu singkat. obat. (diperkirakan 30% ikan yang dikonsumsi di seluruh dunia dihasilkan oleh akuakultura). 50% x berat kering 3 Saccaromyces cerevicea Protein dengan asam nukleat tinggi 4 Candida utilis Protein dengan asam nukleat tinggi 5 Penicillium notatum Penicillium chrysogenum Antibiotika penisilin Alexander Flemming 6 Streptomyces griserus Streptomisin Jamur kapang. tidak menggunakan prinsip-prinsip ilmiah dan hanya menggunakan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri. binatang-binatang telah digunakan sebagai "bioreaktor" untuk menghasilkan produk penting contohnya kambing. pengolahan limbah. menumbuhkan ikan bersirip atau kerang-kerangan dalam kondisi terkontrol sebagai sumber makanan.

SCP ini mempunyai kadar protein hingga 80% lebih tinggi dibandingkan protein kedelai dan ragi. walaupun dalam skala besar seperti industri. reaksi biokimianya dikontrol oleh enzim yang berarti tidak memerlukan tambahan reaktan dari luar. 2) sel-selnya mengandung protein yang tinggi. obat radang paru paru 8 Corynebacterium glutamicum Asam glutamate Asam amino tinggi 9 Bakteri Pengurai selulose Gas bio Energi 10 Bacilus thuringiensis Patogen ulat hama tanaman Produksi pertanian 11 Rhizobium Azobacter Pengikat nitrogen di udara Produksi pertanian 12 Kemolitorof Pengambil/ pengumpul logam beracun Mencegah pencemaran 13 Thiobacillus ferroxidans Pemisah tembaga dari bijinya Industri tambang Penggunaan Mikroorganisme Dalam Bioteknologi Bioteknologi umumnya menggunakan mikroorganisme. Pemanfaatan mikroorganisme telah digunakan pada bioteknologi tradisional maupun modern. seperti bakteri dan khamir (kapang) dengan alasan sebagai berikut: 1) pertumbuhannya cepat. dan pemisahan logam dari bijih logam. Pemanfaatan Mikroorganisme dalam Bidang Pangan a. antara lain: digunakan dalam bidang pangan. pencemaran. SCP ini biasa digunakan untuk makanan . misalnya dari limbah pertanian. 1. 3) dapat menggunakan produk-produk sisa sebagai substratnya. Protein yang dihasilkan dengan memanfaatkan mikroorganisme disebut SCP (Single Cell Protein) protein sel tunggal. Bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme. pembasmian hama tanaman.7 Cephalosporium acremonium Sefalosporin Jamur kapang. 5) sebagai organisme hidup. obatobatan. Beberapa mikroorganisme yang efektif untuk pembuatan SCP antara lain: Methylophylus methylotropus. 4) menghasilkan produk yang tidak toksik. Pemanfaatan mikroba untuk menghasilkan protein Protein merupakan bahan makanan yang mutlak diperlukan manusia.

Makin lama masa inkubasinya. Fusarium. Bakteri yang dibiarkan pada media keju menyebabkan proses fermentasi yang memberikan suasana asam. 1) Keju Keju bahan utamanya adalah dadih yang dipisahkan dari Whey (air dadih utama). roti. juga memberikan cita rasa khas dan bau harum (aroma) pada produk susu tersebut. SCP yang digunakan untuk nutrisi manusia. Dadih dibuat dari protein kasein yang umumnya terbentuk karena aktivitas enzim renin dan kondisi asam yang ditimbulkan karena aktivitas bakteri asam laktat. Contoh makanan ini ialah keju. mentega. Penggunaan jasa mikroorganisme untuk mengubah makanan Melalui proses fermentasi yang dilakukan mikroorganisme. dan cuka. b. bahan makanan tertentu diubah menjadi bahan bentuk lain sehingga cita rasanya lebih menarik atau mengandung nilai gizi yang lebih tinggi. makin . alkohol. Selain itu.ternak agar hewan ternak mampu menghasilkan susu dan daging berkualitas tinggi.

Spora jamur akan tumbuh dan memfermentasi gula dalam adonan.tinggi keasamannya dan makin tajam cita rasanya. Untuk menjaga cita rasa. seperti ragi banyak digunakan dalam pembuatan roti. asinan. Krim (kepala susu) memiliki rasa masam dan digunakan untuk pembuatan produk lain. minuman anggur. sedangkan untuk meningkatkan cita rasa dan aroma ditanami Lactobacillus bulgaris. aroma. Pada temperatur tersebut Lactobacillus bulgaris masih mungkin tumbuh dan berkembang. dan keasamannya maka perlu dijaga keseimbangan antara kedua jenis mikroorganisme tersebut. seperti yoghurt. Mikroorganisme yang digunakan dalam pembuatan keju ialah jamur Penicillium camemberti. Untuk meningkatkan keasamannya. dan cuka. Fermentasi makanan nonsusu Pemanfaatan mikroorganisme. Yoghurt dibuat dari krim yang ditanami mikroorganisme seperti yang digunakan membuat susu mentega. Yoghurt banyak kamu jumpai di toko. Yoghurt terbuat dari susu dengan lemak kadar rendah yang sebagian airnya telah diuapkan. dan terbentuklah gelembung- . adonan roti akan ditanami ragi yang sebenarnya kultur spora suatu jenis jamur. 2) Mentega Mentega dibuat dengan mengaduk kepala susu (krim) hingga tetesantetesan mentega yang berlemak memisah dari susu mentega. susu kental yang terbentuk ditanami dengan Streptococcus thermophillus. minuman alkohol. Fermentasi Lactobacillus bulgaris berlangsung pada subtrat yang bertemperatur 45° C selama beberapa jam. Dalam pembuatan roti. Susu mentega adalah cairan susu yang tinggal setelah membuat mentega. c.

. seperti vodka.gelembung karbondioksida. menghancurkan campuran gandum. Pada pembuatan minuman keras berkadar alkohol tinggi. d. acar. Pada pembuatan asinan kubis atau sauerkraut. Dalam proses pembuatan minuman ini. misalnya: 1) Rhizopus oligospora untuk membuat tempe dengan substrat kedelai. kentang dan sirup atau tetes gula difermentasi menghasilkan alkohol. malting. Malt ini mengandung enzim amilase yang mampu mengubah amilum menjadi glukosa dan maltosa sehingga dapat difermentasi oleh ragi. Selanjutnya. yaitu biji padi-padian dibiarkan berkecambah. Tepung tersebut diubah terlebih dahulu menjadi glukosa atau maltosa. 4) Acetobacter xulinum untuk membuat nata de coco dengan substrat air kelapa. jamur ini bersama-sama bakteri asam laktat yang tumbuh pada kedelai yang sudah dimasak. selanjutnya digiling menghasilkan malt. karbohidrat dari biji padipadian. Ragi tidak dapat menggunakan tepung secara langsung. dihasilkanlah kecap. Bir dan ale dibuat dari tepung biji padi-padian yang difermentasi oleh ragi. seperti bir. dan rum. Selanjutnya. 3) Saccharomyces cerevisiae untuk membuat tape dengan substrat ketan atau singkong atau ubi kayu. Dalam pembuatan kecap diperlukan jamur Aspergillus oryzae. Fermentasi yang berlangsung dalam kondisi aerob ini akan mendorong produksi CO2. alkohol ini disuling untuk menghasilkan minuman berkadar alkohol tinggi. Setelah melalui fermentasi karbohidrat yang cukup lama. terus dikeringkan. sake yang dibuat dari ketan dan beras. glukosa dan maltosa difermentasi menjadi etanol dan CO2. Jamur ini dibiakkan dalam kulit gandum terlebih dahulu. ale. wiski. Pembuatan alkohol dan asam cuka 1) Proses pembuatan alkohol Hampir semua pembuatan minuman beralkohol. Selanjutnya. 2) Neurospora sitophila untuk membuat oncom dengan substrat kacang tanah. Beberapa jenis mikroba yang digunakan untuk mengubah bahan makanan menjadi bentuk lain. dan olive maupun kecap diperlukan mikroba jamur penghasil enzim yang mampu mengubah zat tepung menjadi gula yang dapat difermentasikan. dan anggur memerlukan jasa mikroorganisme. Prinsip ini juga digunakan dalam pembuatan brem dan minuman khas Jepang.

Masih banyak lagi bahan makanan yang diubah melalui proses fermentasi sehingga dihasilkan variasi makanan atau minuman. etanol akan dioksidasi menjadi asam asetat.Minuman anggur atau wine dapat dibuat dari buah anggur maupun dari buah lain. . Oleh bakteri asam asetat. Karena buah anggur mengandung gula. Jika bahannya selain buah anggur. Tahapan proses pembuatan anggur dapat dilihat seperti pada Gambar 8.10. Proses pembuatan cuka Bahan dasar pada proses pembuatan cuka adalah etanol yang dihasilkan oleh fermentasi anaerob oleh ragi. maka langsung dapat difermentasikan oleh ragi. untuk meningkatkan produksi alkoholnya perlu ditambah gula. seperti Acetobacter dan Gluconobacter. b.

.

Mikroorganisme sebagai Pembasmi Hama Tanaman Banyak bakteri yang hidup sebagai parasit pada jenis organisme saja dan tidak mengganggu atau merugikan organisme jenis lainnya. Pengembangan bakteri memberikan banyak keuntungan. adalah bakteri hasil rekayasa yang disebut bakteri minumes. Cara lain mengatasi hama tanaman adalah dengan menghambat perkembangbiakan hewan hama. Contohnya. Peran Mikroorganisme dalam Mengatasi Pencemaran . merupakan keturunan dari Pseudomonas. Pembasmian ulat hama dengan menggunakan Bacillus thuringensis ternyata tidak menimbulkan dampak negatif kepada lingkungan serta tidak meninggalkan residu. Caranya adalah menyemprotkan feromon insekta pada lahan pertanian. Sifat mikroorganisme semacam ini dapat dimanfaatkan dalam Bioteknologi pembasmian hama atau dikenal dengan biological control. 3. Feromon adalah substansi yang dikeluarkan hewan dan menyebabkan respon pada hewan sejenis seperti respon untuk seksualnya menurun. populasi hewan hama akan berkurang secara perlahan-lahan.2. Contoh lain adalah penggunan bakteri Bacillus thuringensis yang patogen terhadap ulat hama tanaman. Bakteri ini dapat melawan pembentukan es selama musim dingin. Akibatnya.

penanganan limbah oleh mikroorganisme yang mampu menghasilkan gas hidrogen. Pada 1957. Bakteri ini termasuk jenis bakteri khemolitotrop atau bakteri pemakan batuan. Gas ini dapat digunakan sebagai bahan bakar yang tidak menimbulkan polusi. Untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan ini. Bakteri khemolitotrop tumbuh subur pada lingkungan yang miskin senyawa organik. bakteri akan mencerna dan menguraikan gula serta menghasilkan gas hidrogen. maka akan mengancam kelangsungan organisme yang lain. penyulingan minyak atau mineral dan memisahkan tembaga dari bijih yang berkualitas rendah dengan proses leaching atau meluluhkan. Bakteri yang dapat memisahkan tembaga dari bijihnya adalah Thiobacillus ferooxidans yang berasal dari hasil oksidasi senyawa anorganik khususnya senyawa besi dan belerang. berhasil dikembangkan teknik pemisahan tembaga dari bijinya dengan menggunakan jasa bakteri. Namun. 4. senyawa tembaga sulfat (CuSO4) akan ikut terbawa dan lambat laun terkumpul pada kolam berwarna biru cemerlang. Proses pemisahan logam dari bijihnya secara besar-besaran dapat dijelaskan sebagai berikut. khususnya pencemaran limbah beracun. Apabila konsentrasinya berada di atas ambang batas.Salah satu dampak dari peledakan jumlah penduduk dan perkembangan teknologi adalah pencemaran terhadap lingkungan. Selain energi. Mikroorganisme sebagai Pemisah Logam dari Bijihnya Selama ribuan tahun. Mikroba tersebut adalah Clostridium butyrium. Sebenarnya. aktivitas Thiobacillus ferooxidans akan mengubah tembaga sulfida yang tidak larut dalam air menjadi tembaga sulfat yang larut dalam air. Bakteri Thiobacillus ferooxidans mengoksidasi senyawa besi belerang (besi sulfida) di sekelilingnya. mereka menuangkan larutan asam sulfat ke tempat buangan tersebut. Selanjutnya. kalau jumlahnya sudah melebihi kemampuan lingkungan. para pakar telah mencoba merekayasa mikroba untuk mendapatkan strain mikroba yang membantu mengatasi pencemaran. Pada saat air mengalir melalui bebatuan. maka untuk mengatasinya memerlukan keterlibatan manusia. Dalam hal ini. karena mampu mengekstrak karbon langsung dari CO2 di atmosfer. proses oksidasi tersebut juga menghasilkan senyawa asam sulfat dan besi sulfat yang dapat menyerang batuan di sekitarnya serta melepaskan logam tembaga dari bijihnya. Proses ini membebaskan sejumlah energi yang digunakan untuk membentuk senyawa yang diperlukannya. pada batas-batas tertentu lingkungan sekitar kita masih mampu membersihkan dirinya dari segala macam zat pencemar. penambang akan . larutan peluluh akan mengandung tembaga sulfat. Kemudian. Bakteri ini secara alami terdapat di dalam larutan peluluh. Yang dikembangkan saat ini antara lain. Jadi. Saat larutan peluruh mengalir melalui dasar tempat buangan. Proses pemisahan tembaga dari bijihnya berlangsung sebagai berikut. Penambang tembaga akan menggerus batu pengikat logam atau tembaga dan akan menyimpannya ke dalam lubang tempat buangan.

mangan. Adanya pendayagunaan secara teknologi dan industri 3. Saat larutan peluluh mengalir melalui batu pengikat bijih. misalnya CuS. Bijih yang mengandung tembaga dan belerang. Secara umum. bakteri pencuci. dan uranium. bakteri mengoksidasi ion Fe2+ dan mengubahnya menjadi Fe3+. Ciri utama bioteknologi: • • • 1.menambah logam besi ke dalam larutan peluluh. seperti emas. Thiobacillus ferooxidans membebaskan tembaga dari bijih tembaga dengan cara bereaksi dengan besi dan belerang yang melekat pada batuan sehingga batuan mengandung senyawa besi dan belerang. misalnya FeS2. galiu. ion Fe3+ akan mengoksidasi ion Cu+ menjadi tembaga divalen atau Cu2+. bakteri tersebut mampu menghasilkan tembaga kelas tinggi. nikel. bergabung dengan ion sulfat (SO4 2-) yang diberikan oleh asam sulfat untuk membentuk CuSO4. kadmium. tumbuhan atau hewan 2. Selanjutnya. Selain itu. Produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian . Adanya Benda biologi berupa mikroorganisme. Tembaga sulfat akan bereaksi dengan besi membentuk besi sulfat yang mampu memisahkan logam tembaga dari bijinya. Dengan cara tersebut. seperti Thiobacillus juga dapat digunakan untuk memperoleh logam berkualitas tinggi. Unsur belerang yang terdapat dalam senyawa FeS2 dapat bergabung dengan ion H+ dan molekul O2 membentuk asam sulfat (H2SO4).

Penggunaan mikroba masih secara tradisional. Era bioteknologi generasi pertama = bioteknologi sederhana. antibodi monoklonal BIOTEKNOLOGI DALAM PRODUKSI PANGAN Makanan Bahan Susu Prinsipnya adalah memfermentasi susu menghasilkan asam laktat.Keju Mikroba: Propiabacterium (bakteri asam laktat) yang juga berperan memberi rasa dan tekstur keju. Proses dalam kondisi steril. Era bioteknologi generasi ketiga. Era bioteknologi generasi baru = bioteknologi baru. pengolahan air limbah c. 2. • 1. o Contoh: pembuatan tempe. . o Contoh: produksi antibiotik dan hormon • 4. cuka. produksi bahan kimia: aseton. tape. dalam produksi makanan dan tanaman serta pengawetan makanan. asam sitrat b. o Contoh: produksi insulin. interferon. Era bioteknologi generasi kedua. pembuatan kompos • 3. dan lain-lain. Proses berlangsung dalam keadaan tidak steril.Perkembangan Bioteknologi : • 1. o • Contoh: a.

oleh Acetobacter aseti Alkohol difermentasi dalam kondisi aerob BIOTEKNOLOGI DALAM INDUSTRI 1. asinan. Vitamin B1 oleh Assbya gossipii . Asam Sitrat mikroba : Aspergillus niger bahan : tetes gula dan sirup Fs. oleh ragi 2. yang kemudian difermentasi 4.Yoghurt o o Mikroba: 1.B12 oleh Propionibacterium dan Pseudomonas . dan alkohol (bir.Roti.Mentega Mikroba: Leuconostoc cremoris Makanan Non Susu • • • • 1. Streptococcus thermophilus = menambah keasaman • 3. rum). anggur "wine". pengemulsi susu. Lactobacillusbulgaris = pemberi rasa dan aroma 2. dan antioksidan.Nata de Coco. 2. oleh Acetobacter xilinum Prinsipnya adalah pemecahan amilum oleh mikroba menghasilkan gula. oleh Aspergillus oryzae 3. Umumnya asam ini banyak terdapat pada jeruk.Cuka.Kecap.• 2. Asam Sitrat : pemberi citarasa.

o  mikroba = Aspergillus niger Rhizopus spp • d. Asam Amino o o asam glutamat = bahan utama MSG (Monosodium Glutamat) Lisin = asam amino esensial. 2. adalah makanan berkadar protein tinggi.3. Lipase = Antara lain dalam produksi susu dan keju Þ untak meningkatkan cita rasa. Keduanya oleh Corynobacterium glutamicum PROTEIN SEL TUNGGAL Protein Sel Tunggal (Single Cell Protein = SCP). Spirulina dan Chlorella Kelebihan SCP: 1.Kadar protein lebih tinggi dari protein kedelai atau hewan 2. Mikoprotein dari Fusarium Substrat: tepung gandum dan ketan 2. glukosa. berasal dari mikroorganisme Contoh: 1. Glukosa isomerase : mengubah amilum menjadi fruktosa. bir . kanji. Enzim • a. Protease = Digunakan antara lain dalam produksi roti. dibutuhkan dalam jumlah besar oleh ternak. o  mikroba = Aspergillus niger Aspergillus oryzae Bacillus subtilis • b. Amilase = digunakan dalam produksi sirup.protease proteolitik berfungsi sebagai pelunak daging dan campuran deterjen untuk menghilangkan noda protein o  mikroba = Aspergillus oryzae Bacillus subtilis • c. Fruktosa digunakan sebagai pemanis makanan menggantikan sukrosa.Pertumbuhan cepat . 1.

2. Vektor. Antibodi Monoklonal adalah antibodi sejenis yang diproduksi oleh sel plasma klon sel-sel b sejenis. Bakteri. terdiri dari enzim Restriksi (pemotong plasmid/ADN) dan enzim Ligase (penyambung ptongan-potongan ADN) BIOTEKNOLOGI DALAM KEDOKTERAN DAN PRODUKSI OBAT 1. berupa plasmid bakteri atau viral ADN virus. berperan dalam perbanyakan plasmid melalui perbanyakan bakteri. Enzim. penghasil sel b Limpa dan sel mieloma) yang dikultur. Bertindak sebagai . Antibodi ini dibuat oleh sel-sel hibridoma (hasil fusi 2 sel berbeda. 3.REKAYASA GENETIKA / ADN REKOMBIAN 1.

. Secara alami hanya dibuat oleh tubuh manusia. Dengan bioteknologi dilakukan fusi atau transplantasi gen. Cephalosporium = sefalospurin C. 5. • • • • Penicillium chrysogenum = memperbaiki penisilin yang sudah ada. Secara konvensional pelemahan kuman dilakukan dengan pemanasan atau pemberian bahan kimia. Proses pembentukan di dalam. Vaksin Contoh: Vaksin Hepatitis B dan malaria. Dilakukan dengan mutasi secara iradiasi ultra violet dan sinar X. BIOTEKNOLOGI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PENCEMARAN 1. Interferon Adalah antibodi terhadap virus. Rekayasa genetik membentuk bakteri super yangmeogandung empat jenis plasmid pembawa gen untuk konsumsi hidrokarbon. Streptomyces = streptomisin. untuk pengobatan TBC 4. Terapi Gen adalah pengobatan penyakit atau kelainan genetik dengan menyisipkan gen normal 3. Cephalospurium = penisilin N. Fungsi antara lain diagnosis penyakit dan kehamilan 2. tubuh memerlukan waktu cukup lama (dibanding kecepatan replikasi virus). Pencemaran oleh minyak. karena itu dilakukan rekayasa genetika. Strain-strain Pseudomorms = mengkonsumsi hidrokarbon. Antibiotik Dipelopori oleh Alexander Fleming dengan penemuan penisilin dari Penicillium notatum.antigen yang akan menghasilkan anti bodi adalah limpa.

Limbah organik BIOTEKNOLOGI DALAM PEMBERANTASAN HAMA Dalam membatasi pemakaian pestisida.2.. Metabolit sekunder tanaman segera didapat tanpa perlu menunggu tanaman dewasa Pengertian Rekayasa Genetika Rasa ingin tahu manusia dan keinginan untuk selalu mendapatkan yang terbaik dalam memecahkan semua masalah kehidupan membawa manusia untuk berfantasi dan mengembangkan imajinasinya. Kristal (racun Bt) diolah menjadi bentuk yang dapat disemprotkan . Virus disemprotkan ke tanaman. 1. Racun akan merusak saluran pencernaan serangga. serangga akan mati dengan sebelumnya. Transplantasi gen penghasil toksin pada tanaman menghasilkan tanaman yang bersifat resisten hama serangga. Hal inilah yang dialami oleh para .ke tanaman. dilakukan upaya pemberantasan hama secara biologi antara lain penggunaan musuh alami dan menciptakan tanaman resisten hama. 1. menyebarkan virus melalui perkawinan. • Baculovirus sp. • Bacillus thuringiensis = menghasilkan bioinsektisida yang toksin terhadap larva serangga. Dapat diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki 2. Bila termakan. 2. dapat diuraikan oleh bakteri aerob atau anaerob.

Rekayasa genetika merupakan suatu rangkaian metode yang canggih dalam perincian akan tetapi sederhana dalam hal prinsip yang memungkinkan untuk dilakukan pengambilan gen atau sekelompok gen dari sebuah sel dan mencangkokkan gen atau sekelompok gen tersebut pada sel lain dimana gen atau sekelompok gen tersebut mengikat diri mereka dengan gen atau sekelompok gen yang sudah ada dan bersama-sama menanggung reaksi biokimiawi penerima . dan kemajuan biologi molekuler sekarang memungkinkan ilmuwan untuk mengambil DNA suatu spesies dan kemudian menyusun konstruksi molekuler yang dapat disimpan di dalam laboratorium. DNA yang telah mengalami penyusunan molekuler tersebut disebut DNA rekombinan sedangkan gen yang diisolasi dengan metode tersebut dinamakan gen yang diklon. Struktur kimia DNA seperti sebuah rangkaian surat-surat yang berisi pesan-pesan genetika. DNA rekombinan ini dapat dipindahkan ke makhluk hidup lain bahkan yang berbeda jenisnya. yang disebut basa . Pada awalnya. dan Cytosin/C). proses rekayasa genetika ditemukan oleh Crick dan Watson pada tahun 1953. . Surat-surat itu hanya memiliki empat huruf menurut abjad genetik (Adenin/A. Gen-gen tersebut berfungsi memberikan perintah-perintah biologi yang hanya mengeluarkan satu dari ribuan perintah yang diperlukan untuk membangun dan menjaga kelangsungan suatu makhluk hidup serta menentukan penampakan yang dimunculkan dalam bentuk fisik suatu makhluk hidup. Gen-gen tersebut tersusun atas deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat yang lazimnya disingkat menjadi DNA. Hasil dari perpaduan tersebut menghasilkan makhluk hidup rekombinan yang memiliki kemampuan baru dalam melangsungkan proses hidup dan bersaing dengan makhluk hidup lainnya. Secara sederhana. Mereka berimajinasi dan berandai-andai adanya suatu makhluk hidup yang merupakan perpaduan dari sifat-sifat positif makhluk hidup yang sudah ada. Setiap makhluk hidup terdiri atas jutaan sel individu yang masing-masing sel tersebut mengandung satu set gen yang identik. Percobaan-percobaan yang mereka lakukan akhirnya menemukan teknik yang dinamakan rekayasa genetika dimana dapat dihasilkan makhluk hidup seperti apa yang mereka inginkan walaupun masih terbatas hanya pada makhluk hidup tertentu seperti bakteri dan tumbuhan. proses rekayasa genetika tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. DNA mudah diekstraksi dari sel-sel.ilmuwan di bidang biologi ketika mereka dihadapkan pada masalah kesehatan dan biologi. Dengan kata lain makhluk hidup rekombinan memiliki sifat unggul bila dibandingkan dengan makhluk hidup asalnya. DNA merupakan molekul yang mengkode perintah-perintah biologi di dalam struktur kimianya. Guanin/G. Setiap gen mengandung ribuan rantai basa yang tersusun menjadi sebuah rangkaian dimana gen tersebut berada dalam kromosom sebuah sel. Timin/T.

Apakah akan menentang dan menghalangi segala perkembangan bioteknologi dengan akibat tidak juga mendapatkan sisi positifnya atau dicarikan jalan keluar akan akibat negatif yang ditimbulkan dengan tetap menerima perkembangan tersebut. patut diperhatikan pula perkembangan teknologi yang menyertainya. maka pengertian bioteknologi dapat dilihat di Konvensi Keanekaragaman Hayati pada pasal 2. Dimana kemudian tolak ukur kemajuan suatu negara banyak ditentukan dari teknologi yang dimilikinya karena teknologi telah menjadi pendukung sehingga mendorong setiap negara untuk memiliki keunggulan teknologi dari negara lainnya. atau derivatifnya untuk membuat atau memodifikasi produk-produk atau prosesproses penggunaan khusus. tak dapat dihindarkan memiliki potensi untuk mendatangkan kerugian. Bioteknologi tradisional bersifat sederhana dengan menggunakan jasad renik (mikroba) alami yang pada . Perkembangan semua bidang kehidupan saat ini sama sekali tidak terlepas dari perkembangan dunia teknologi. Sebenarnya bioteknologi bukan merupakan hal baru bagi peradaban manusia karena pembuatan tempe. kecap. selain perkembangan perdagangan dunia yang amat pesat dengan tidak dihiraukannya lagi batas-batas wilayah dan kemungkinan mata uang dalam perdagangan bebas. Seperti halnya perkembangan segala sesuatunya dimuka bumi ini dimana akan selalu membawa dua sisi yaitu positif dan negatif.Perkembangan Rekayasa Genetika Sebagai Bagian dari Perkembangan Bioteknologi Secara umum bioteknologi adalah ilmu terapan proses biologi. John Naisbitt dan Patricia Aburdene dalam bukunya “Megatrends 2000” menyebutkan bahwa kehadiran bioteknologi akan berkuasa di kehidupan kita. Akan tetapi pembatasan ini masih terlalu luas yang pada akhirnya membawa pembatasanpembatasan dengan definisi yang berlainan di tiap wilayah dimana disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan alam yang dimiliki. Bioteknologi dinyatakan sebagai penerapan teknologi yang menggunakan sistem-sistem hayati. makhluk hidup. dan tuak telah menunjukkan adanya pemanfaatan mikroba untuk mengubah bahan dasar menjadi bahan yang bernilai ekonomis dalam taraf sederhana atau tradisional. Pertanyaan yang kemudian timbul adalah bagaimana kita sebagai manusia yang berakal dan berbudi menyikapi hal tersebut. Secara khusus. Tidak ada sains lain yang dapat memiliki kekuatan begitu besar untuk mengubah jalannya perkembangan organisme hidup kecuali bioteknologi. Pada dasarnya dapat disimpulkan bahwa bioteknologi merupakan teknologi pemanfaatan organisme (mikroba) atau produk organisme yang bertujuan untuk menghasilkan bahan atau jasa. Pengertian diatas merupakan pengertian dari sudut ilmu alam dimana jika dilihat dari ilmu hukum. Dalam era globalisasi. tape. Begitu pula halnya dengan perkembangan bioteknologi yang walaupun membawa pengaruh sangat besar bagi kehidupan manusia.

Kanada. Bidang-bidang tersebut diatas yang tercakup dalam ruang lingkup bioteknologi menurut ukuran orang awam. sehingga proses pengubahan dapat berlangsung secara lebih efisien dan efektif. yakni pertukaran materi genetik. pada zaman Mendel. bahkan Asia Tenggara. Telah diketahui bersama bahwa segala sesuatu yang bersinggungan dengan sisi personal/pribadi dari kehidupan manusia selalu menimbulkan pro dan kontra apapun itu masalahnya. bila diperhatikan sebagian besar berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. yaitu mengubah tatanan gen yang menentukan sifat spesifik suatu organisme. kapas. mulai dari kedelai. kode genetik belum terungkap. berbagai perusahaan telah menyiapkan 26 produk lainnya. jagung. Dari yang tahan hama. Varietas baru . adalah sama. Selain itu dituntut pula untuk hasil yang lebih komersial.mulanya penggunaannya bersifat untung-untungan belum berdasarkan ilmiah. Tulisan ini selanjutnya akan membahas mengenai inseminasi buatan sebagai bagian dari perkembangan bioteknologi dilihat dari segi hukum perdata Rekayasa Genetika Tanaman Sekira 20 produk pertanian hasil modifikasi genetik telah beredar di pasaran Amerika. Sedangkan bioteknologi modern saat ini menggunakan organisme hasil rekayasa genetik melalui perlakuan yang mengubah landasan penentu kemampuan hidup. Pada awal perkembangannya metode perpindahan gen hanya dapat dilakukan antara satu jenis makhluk hidup. akan tetapi dikemudian hari gen dapat dipindahkan dari satu jenis ke jenis lainnya. Proses pemuliaan dilakukan dengan ”mata tertutup” sehingga sifat-sifat yang tidak diinginkan kembali bermunculan di samping sifat yang diharapkan. baik yang modern melalui penyinaran untuk menghasilkan mutasi maupun pemuliaan tradisional sejak zaman Mendel. Baik seleksi tanaman secara konvensional maupun rekayasa genetika. jamur hingga pematangan yang dapat ditunda. padi hingga stroberi. herbisida. Cara konvensional tidak mempunyai ketelitian pemindahan gen. keduanya memanipulasi struktur genetika tanaman untuk mendapatkan kombinasi sifat keturunan (unggul) yang diinginkan. PADA dasarnya prinsip pemuliaan tanaman. khususnya sekarang dengan dikembangkannya metode-metode DNA rekombinan. Sedangkan pada new biotechnology pemindahan gen dapat dilakukan lebih presisi dengan bantuan bakteri. Dalam enam tahun ke depan. Salah satunya adalah inseminasi buatan (bayi tabung) dimana bidang ini mau tidak mau menyentuh sisi personal/pribadi dari kehidupan manusia. Bedanya.

Pada tahun 1992 sebuah perusahaan penyedia benih memasukkan gen dari kacang Brasil ke kacang kedelai dengan tujuan agar kacang kedelai tersebut lebih sehat dengan mengoreksi defisiensi alami kacang kedelai untuk bahan kimia metionin. sehingga mengundang para pebisnis untuk masuk ke area ini. tunggu sampai infeksi terjadi. sehingga mereka dapat berfungsi. Langkah kedua. memperoleh gen-gen tertentu dalam bentuk murni dan dalam jumlah yang berguna. tetapi tidak sampai menimbulkan ”kecelakaan. Langkah yang pertama bukan lagi menjadi masalah. menciptakan cara-cara untuk memasukkan gen-gen tersebut ke kromosom-kromosom tanaman. Selanjutnya tumbuhan itu akan mewariskan gen baru kepada benih-benihnya.” Tahun 1989 untuk pertama kalinya uji lapangan dilakukan pada kapas transgenik yang tahan terhadap serangga (Bt cotton) dan pada tahun yang sama dimulai proses pemetaan gen pada tanaman (Plant Genome Project). Pertama. Memang. Hal ini akan meliputi dua langkah pokok. Kapas transgenik Tanaman hasil rekayasa genetika atau sering kita sebut sebagai tanaman transgenik melangkah dari eksperimen laboratorium ke uji lapangan dan akhirnya komersialisasi hampir tanpa hambatan yang berarti.Apa yang ingin dilakukan oleh para ahli genetika ialah memasukkan gengen spesifik tunggal ke dalam varietas-varietas tanaman yang bermanfaat. setelah itu tumbuhkan sebuah tumbuhan baru dari sel-sel daun tadi. Meskipun sedikit. kita tidak dapat menumbuhkan seekor tikus dari potongan kepala atau ekornya. Agrobacterium merupakan vektor yang siap pakai. Alasan kedua karena petani merupakan potensi besar bagi varietas-varietas baru yang lebih unggul. Kedua. Tambahkan saja beberapa gen ke plasmid. Hal ini tidak dapat terjadi pada hewan. memasukkan kembali gen-gen klon ke dalam tanaman juga bukan sesuatu yang mudah. oleskan pada sehelai daun. Dengan teknik DNA rekombinan sekarang. ada kemungkinan untuk menumbuhkan setiap segmen dari setiap DNA pada bakteri. Rekayasa genetika pada tanaman tumbuh lebih cepat dibandingkan dunia kedokteran. Khususnya untuk mengidentifikasi segmen tertentu yang bersangkutan di antara koleksi klon. Tidak mudah untuk mengidentifikasi segmen khusus yang bersangkutan di antara koleksi klon. kadang ada eksperimen yang gagal. ada orang . Peneliti menggunakan bakteri Agrobacterium yang dapat menginfeksi tumbuhan dengan lengkungan kecil DNA yang disebut plasmid Ti yang kemudian menempatkan diri sendiri ke dalam kromosom tumbuhan. Alasan pertama karena tumbuhan mempunyai sifat totipotensi (setiap potongan organ tumbuhan dapat menjadi tumbuhan yang sempurna). apalagi untuk mengidentifikasi gen-gen yang berpengaruh pada sifat-sifat seperti hasil produksi tanaman.

Perusahaan tersebut menghentikan projek tersebut padahal ratusan ribu orang dapat diselamatkan dari kekurangan gizi tersebut dibandingkan satu atau dua orang saja yang alergi terhadap kedelai tersebut. dari totipotensi telah menjadi potensi bisnis. bahan bakar untuk alat semprot. Apabila gen introduksi menghasilkan racun. jumlah ini lebih banyak dari jumlah pekerja di bidang makanan. Ya. saat ini enam puluh persen benih yang dijual di Amerika adalah benih hasil rekayasa genetika. sama amannya atau sama bahayanya dengan gen-gen yang direkayasa. dan tidak ada kaleng bekas insektisida menjadikan tanaman transgenik ramah terhadap lingkungan. Bukan hanya itu. Pada tahun 1999. jika sejak 1992 pertumbuhan industri bioteknologi mengalami pertumbuhan lebih dari tiga kali lipat. tidak begitu banyak memerlukan insektisida. keraguan adalah pengkhianatan.000 orang. di Inggris. Dapat menjadi bahan renungan bagi kita. Tanaman yang tahan terhadap serangga tertentu. Kelebihan dari proses rekayasa genetika tanaman transgenik dibandingkan dengan pemuliaan tanaman secara tradisional yaitu dalam tanaman transgenik.yang alergi terhadap kacang Brasil dan kacang kedelai transgenik tersebut menimbulkan efek alaergi pada orang yang sama. Serap tenaga kerja Memang di dalam teknologi rekayasa genetika ada yang aman ada juga yang tidak.6 miliar dolar AS di tahun 2001. industri bioteknologi telah menyediakan lapangan kerja bagi 179. Tak heran. dan jasa. Coba kita cermati apa yang dikatakan William Shakespeare dalam Measure for Measure. tanaman transgenik dengan sendirinya akan menjadi racun.” Produk hasil rekayasa genetika menjadi perkara besar. Bagaimana dengan di Indonesia?*** Proses introduksi gen Beberapa langkah dasar proses introduksi gen adalah[2]: . mainan. dengan badan regulasi keamanan produk pangan yang telah kehilangan kepercayaan setelah epidemi ”sapi gila. padahal di Amerika perkara yang sama telah menjadi biasa pada tiga tahun sebelumnya. gen yang dipindahkan dapat diketahui dengan persis dan dapat diikuti "perjalanannya". Dengan peningkatan pendapatan dari 8 miliar dolar AS di tahun 1992 menjadi 27. Dua tahun kemudian untuk pertama kalinya Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyetujui pangan transgenik (tomat) yang dapat ditunda proses kematangannya (FLARSAVR Tomatoes). membuat kita kehilangan peluang untuk menang karena rasa takut untuk mencoba. Inilah kemajuan bioteknologi yang kita harapkan.

[5] Human Genome Project Human Genome Project adalah usaha international yang dimulai pada tahun 1990 untuk mengidentifikasi semua gen (genom) yang terdapat pada DNA dalam sel manusia dan memetakan lokasinya pada tiap kromosom manusia yang berjumlah 24. Hal ini dipercaya dapat menghilangkan darah yang sudah terjangkit penyakit. Mengkultur jaringan yang sudah mengandung gen yang ditransformasikan Mutagenesis Memodifikasi gen pada organisme tersebut dengan mengganti sekuen basa nitrogen pada DNA yang ada untuk diganti dengan basa nitrogen lain sehingga terjadi perubahan sifat pada organisme tersebut.1. sebagai contoh 100 tahun lalu lintah umum digunakan untuk merawat penyakit dengan cara membiarkan lintah menyedot darah pasien bloodletting| bloodletting. Mentransformasi sekuen gen yang sudah ditandai ke jaringan 3. Membentuk sekuen gen yang diinginkan yang ditandai dengan penanda yang spesifik 2. terdapat banyak aplikasi bioteknologi di bidang medis sebagai berikut. Beberapa contoh mutagen yang umum dipakai adalah sinar gamma (mutagen fisika) dan etil metana sulfonat (mutagen kimia). Aplikasi Terapeutik Sel Stem Embrionik pada Berbagai Penyakit Degeneratif. Sel Punca Sel punca adalah jenis sel khusus dengan kemampuan membentuk ulang dirinya dan dalam saat yang bersamaan membentuk sel yang terspesialisasi.[12] Proyek ini memiliki potensi tak terbatas untuk perkembangan di bidang pendekatan diagnostik untuk mendeteksi penyakit dan pendekatan molekuler untuk menyembuhkan penyakit genetik Aplikasi di Bidang Medis Aplikasi dari bioteknologi medis sudah berlangsung lama. contoh: semula sifatnya tidak tahan hama menjadi tahan hama. stem cell selalu berada dalam keadaan tidak terdiferensiasi sampai ada sinyal tertentu yang mengarahkannya berdiferensiasi menjadi sel jenis tertentu. lintah ditemukan memiliki enzim pada kelenjar salivanya yang dapat menghancurkan gumpalan darah yang bila tidak dihancurkan dapat menyebabkan strok dan serangan jantung. Agen mutagenesis ini biasanya dikenal dengan istilah mutagen. . meskipun kebanyakan sel dalam tubuh seperti jantung maupun hati telah terbentuk khusus untuk memenuhi fungsi tertentu. Selain contoh tersebut. Dalam Cermin Dunia Kedokteran. Pada zaman sekarang.

Kemampuannya untuk berproliferasi bersamaan dengan kemampuannya berdiferensiasi menjadi jenis sel tertentu inilah yang membuatnya unik . Karakteristik biologis dan diferensiasi stem cell fokus pada mesenchymal stem cell. Cermin Dunia Kedokteran Aplikasi dari sel punca diantaranya adalah pengobatan infark jantung yaitu menggunakan sel punca yang berasal dari sumsum tulang untuk mengganti sel-sel pembuluh yang rusak (neovaskularisasi). Aplikasi terapeutik sel stem embrionik pada berbagai penyakit degeneratif. Cermin Dunia Kedokteran . Selain itu, sel punca diduga dapat digunakan untuk pengobatan diabetes tipe I dengan cara mengganti sel pankreas yang sudah rusak dengan sel pankreas hasil diferensiasi sel punca. Hal ini dilakukan untuk menghindari reaksi penolakan yang dapat terjadi seperti pada transplantasi pankreas dari binatang. Sejauh ini percobaan telah berhasil dilakukan pada mencit

Rekayasa Genetika Hewan
DNA mikroinjeksi dan prosedur transfer nukleus merupakan metode yang sukses menghasilkan hewan ternak transgenik. Meskipun sulit, tahap perkembangan model transgenik relatif mengalami kemajuan. Pada DNA mikroinjeksi dan transfer nukleus, sekali gabungan gen terklon dan terkarakterisasi, sejumlah persediaan diisolasi, dimurnikan, dan dites pada kultur sel. Jika ekspresi gen mRNA in vitro dapat teridentifikasi, fragmen yang cocok kemudian diluruskan, dimurnikan, dan disiapkan untuk percobaan transfer gen mamalia. Berbeda dengan transfer nukleus, percobaan DNA mikroinjeksi pertama kali dicoba pada tikus. Karena ekspresi fenotip model tikus transgenik tidak selalu teridentifikasi seperti pada hewan ternak, maka tidak dilakukan pengamatan susunan gen yang akan berfungsi pada hewan ternak karena tidak ada kejadian ekspresi transgene-encoded pada model tikus pilot. Kesuksesan kloning domba diikuti dengan transfer nukleus untuk memproduksi domba dan sapi transgenik, telah memenuhi imajinasi banyak peneliti di seluruh dunia (Wlimut dkk., 1997). Dalam beberapa tahun ke depan, teknologi berikutnya akan memainkan peranan penting dalam perkembangan prosedur baru dalam rekayasa genetika spesies mamalia. Dengan catatan, bahwa transfer nukleus dengan nukleus didapat dari sel stem mamalia atau sel terdiferensiasi dewasa, merupakan perkembangan penting pada spesies non-tikus. Hal ini dikarenakan penghalang teknologi telah terlampaui untuk memungkinkan manipulasi spesifik in vitro yang memungkinkan modifikasi genetik tertarget pada banyak hewan generasi awal (G0). Sebelumnya tidak mungkin melakukan produksi transgenik kompetent germline pada spesies mamalia (selain tikus), menggunakan teknik selain DNA mikroinjeksi (yang memungkinkan integrasi acak dari hewan awal transgenik). Jadi, dengan pengecualian percobaan transfer nukleus pada domba dan sapi, hanya sedikit

kesempatan metode digunakan untuk memproduksi mamalia transgenik, burung, dan ikan selama tahun terakhir. Sayangnya, efisiensi relatif untuk percobaan transfer nukleus di luar batas perbandingan dengan DNA mikroinjeksi konvensional. Namun, transfer nukleus mungkin dipertimbangkan tidak efisien pada bentuk umum, kebanyakan langkah pada penambahan protokol percobaan dalam beberapa tahun ke depan, dapat dibandingkan dengan manfaat awal teknologi DNA mikroinjeksi. Pertimbangan percobaan Dengan menggunakan DNA mikroinjeksi, tipe gen diperkenalkan pada spesies hewan ternak menjadi pertimbangan yang penting. Pada 1993, Pursel dan Rexroad mengungkapkan catatan komprehensif mengenai susunan gen yang digunakan pada produksi sapi, kambing, babi, dan domba transgenik tidak mengalami perubahan materi yang merupakan refleksi dari kepentingan sumber yang sangat besar. Kebanyakan batasan ilmu pengetahuan pada aplikasi teknologi transgenik skala besar untuk meningkatkan hewan ternak yang tidak berubah dasarnya selama dekade terakhir ini. Batasan tersebut antara lain: a) Kekurangan pengetahuan mengenai dasar genetika dari faktor yang membatasi produksi sifat. b) Kekurangan kontrol waktu dan ruang atau sekuen yang dapat diinduksi untuk digunakan dalam mengembangkan susunan gen, vektors ekspresi, dan penargetan gen. c) Penetapan metode novel untuk meningkatkan efisiensi produksi hewan transgenik. Dalam upaya mengoptimalkan usaha rekayasa genetika, pengaturan gen dan ekspresi dapat dievaluasi pada tikus, sebagai pendahuluan percobaan lain dengan tenaga, uang dan waktu yang lebih intensif untuk spesies lain. Pada studi tikus, dibutuhkan waktu kurang dari dua bulan sampai susunan DNA siap untuk mikroinjeksi. Sedangkan pada percobaan babi, dibutuhkan waktu yang lebih lama dari sinkronisasi donor embrio jumlah ovum yang akan dimikroinjeksi, interval generasi, dan waktu untuk mengidentifikasi, berkembang biak dan mengkarakterisasi babi transgenik. Jadi, terlihat jelas manfaat pengkarakterisasi tikus transgenik yaitu untuk percepatan apa yang akan memerlukan waktu yang lama. Sifat yang mempengaruhi produktifitas hewan ternak Ketertarikan dalam memodifikasi sifat yang menentukan produktifitas hewan ternak telah dilakukan oleh percobaan pertama mengenai ukuran tubuh dan tingkat pertumbuhan yang mempengaruhi tikus transgenik dengan transgene hormon pertumbuhan (GH) dan promoter/enhancer metallothionein (MT) (Palmiter dkk., 1982). Dari poin awal tersebut, beberapa perlakuan yang mirip dilakukan pada studi babi dan domba untuk menambah pertumbuhan melalui pengenalan berbagai susunan gen GH di bawah kontrol sejumlah promoter pengatur yang berbeda-beda. Penggunaan susunan ini memungkinkan regulasi yang ketat pada ekspresi transgene individual dengan suplemen makanan. Namun, meskipun menghasilkan fenotip peningkatan komposisi lemak, efisiensi makanan, dan tingkat keuntungan dan pengurangan komposisi lemak tubuh, namun tetap memiliki efek samping yang tidak diinginkan (patologi sendi,

abnormalitas skeetal, peningkatan tingkat metabolisme, ulser gastric dan infertilitas). Masalah lain yaitu ekspresi kronis transgene pertumbuhan dan dapat dikelirukan pada beberapa kasus hewan normal yang ditreatment peningkatan dosis GH. Usaha berikutnya untuk meningkatkan tingkat GH secara genetik telah memproduksi babi dan sapi transgenik yang memiliki ekspresi oncogen asing c-ski atau gen GDF-8 (myostatin), yang memiliki target otot skeletal, dan studi pertumbuhan keturunan tikus dan domba yang terpisah ekspresi transgene encoding hormon releasing factor (GRF) atau insulin-like growth factor-I (IGF-I). Secara keseluruhan, pengetahuan yang lebih banyak tentang biologi pertumbuhan otot dan perkembangan akan dibutuhkan untuk merekayasa keturunan hewan domestik secara genetik dengan karakter pertumbuhan yang diinginkan. Sifat produktifitas lain yang merupakan target utama untuk rekayasa genetika adalah peningkatan kebutuhan kasein, atau lemak susu sapi dan kambing transgenik, peningkatan efisiensi produksi wool, dan peningkatan resistensi terhadap penyakit virus dan bakteri (termasuk perkembangan imunitas atau transmisi gen antibodi spesifik). Hewan ternak sebagai bioreaktor Area kedua ketertarikan signifikan pada rekayasa genetika hewan ternak berhubungan dengan perkembangan hewan bioreaktor untuk mengarahkan ekspresi transgene encoding protein aktif secara biologis (manusia). Pada beberapa strategi, tujuannya adalah secara ekonomi mencukupi jumlah besar protein fungsional, yang memiliki nilai terapi, dari serum atau dari susu betina menyusui. Hingga kini, ekspresi gen asing encoding a1-antitrypsin, aktivator plasminogen jaringan, clotting faktor IX, dan protein C telah diproduksi dengan berbagai efisiensi (sebanyak gram/liter) pada glandula mammaria sejumlah spesies hewan ternak. Terlebih lagi, keturunan hewan ternak transgenik diciptakan untuk memproduksi hemoglobin manusia, atau imunoglobulin sirkulasi spesifik, dengan tujuan utama pemanenan protein serum, untuk digunakan dalam penggantian transfusi darah atau digunakan dalam testing diagnosa.

kloning
Kloning merupakan teknik penggandaan gen yang menghasilkan turunan yang sama sifat baik dari segi hereditas maupun penampakannya. 27 Maret 2007, para ilmuwan Korea Selatan mengumumkan keberhasilannya mengkloning serigala langka. Mereka merupakan tim peneliti yang sebelumnya berhasil mengkloning anjing jenis afgan dan pudel. Tim yang dipimpin Lee Byung-Chun dan Shin Nam-Shik, para profesor ilmu kedokteran hewan dari Universitas Nasional Singapura (SNU), berhasil mengkloning dua ekor serigala betina yang lahir pada 18 dan 26 Oktober 2005. Masing-masing diberi nama Snuwolf dan Snuwolfy, yang merupakan kependekan dari Seoul National University wolf.

coli) untuk diproduksi lebih . Vektor bertindak sebagai wahana yang membawa gen masuk kedalam sel tuan rumah ( host ) yang biasanya berupa bakteri.Pada bulan November 2007. DNA rekombinan yang dihasilkan kemudian ditransformasi ke dalam sel inang (biasanya sel bakteri. Elemen Setelah terjadi sejumlah besar pembelahan sel. baik vektornya sendiri maupun gen yang dibawanya. Penentuan sekuen DNA melalui sekuensing bertujuan untuk memastikan fragmen DNA yang kita isolasi adalah gen target sesuai dengan kehendak kita. Kloning Gen Kita sekarang hidup di era revolusi teknologi. yang sangat potensial untuk penelitian kloning manusia. penentuan sekuen DNA. Melalui Biologi molekuler perkembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang science mengalami revolusi yang sangat pesat. Langkah-langkah dasar kloning gen Ada beberapa langkah dasar dalam Kloning Gen yaitu sebagai berikut: Suatu frakmen DNA yang mengandung gen yang akan diklon diinsersikan pada molekul DNA sirkular yang di sebut sektor untuk menghasilkan chimoera atau molekul DNA rekombiner. dan ekspresi gen target dalam sel inang. dunia dikejutkan oleh para ilmuwan Oregon yang menyatakan. Gen target yang kita peroleh selanjutnya kita klon dalam sebuah vektor (plasmid. para ilmuwan Oregon itu telah mencoba selama beberapa tahun untuk mengkloning embrio kera dan mengekstraksinya menjadi sel induk karena kera dianggap paling mirip dengan manusia. Elemen Didalam sel host. Kesuksesan ini dilaporkan oleh ilmuwan Australia. dari Pusat Penelitian Primata Nasional Oregon di Portland. maka dihasilkan koloni atau klonsel host yang identik. kopi molekul DNA rekombinasi diwariskan pada progeni dan terjadi replikasi vektor selanjutnya. berhasil mengkloning embrio kera dan mengekstraknya dalam sel induk. vektor mengadakan replikasi menghasilkan banyak kopi atau turunan yang identik. misalnya strain E. Kloning gen meliputi serangkaian proses isolasi fragmen DNA spesifik dari genom suatu organisme. phage atau cosmid) melalui teknologi DNA rekombinan yang selanjutnya membentuk molekul DNA rekombinan. Kloning gen merupakan suatu terobosan baru untuk mendapatkan sebuah gen yang mungkin sangat dibutuhkan bagi kehidupan manusia. Seperti dikutip dari USA Today. Elemen Ketika sel host membelah. Soukhrat Mitalipov. Tiap-tiap sel dalam klon mengandung satu kopi atau lebih molekul DNA rekombinasi dengan demikian dikatakan bahwa gen yang dibawa oleh molekul rekombinasi telah diklon. walau pun sel-sel jenis lain dapat di gunakan. pembentukan molekul DNA rekombinan.

banyak. para peneliti mengambil keputusan untuk melakukan euthanasia pada Dolly. Kloning DNA rekombinan Kloning ini merupakan pemindahan sebagian rantai DNA yang diinginkan dari suatu organisme pada satu element replikasi genetik. Kloning reproduktif pertama kali dilakukan oleh seorang Ilmuan Inggris. Gen-Gen target yang ada di dalam sel inang jika diekspresikan akan mengahsilkan produk gen yang kita inginkan. Fragmen DNA spesifik penyandi insulin kita isolasi dan diklon dalam suatu vektor membentuk DNA rekombinan yang selanjutnya produksi insulin dilakukan di dalam sel inang bakteri E. contohnya penyisipan DNA dalam plasmid bakteri untuk mengklon satu gen. 1. Sampai dengan tahun 1996 tepatnya 5 Juli. 2. menderita penyakit radang sendi. Kloning Terapeutik Kloning ini merupakan suatu kloning untuk memproduksi embrio manusia sebagai bahan penelitian. John Gurdon. tetapi untuk mendapatkan sel batang yang dapat digunakan untuk mempelajari perkembangan manusia dan penyembuhan penyakit. Tujuan utama dari proses ini bukan untuk menciptakan manusia baru. Kemudian para peneliti dengan antusias melakukan percobaan lain pada mamalia. dan infeksi paru kronis. . Kloning Reproduktif Merupakan teknologi yang digunakan untuk menghasilkan hewan yang sama. contohnya Dolly dengan suatu proses yang disebut SCNT (Somatic Cell Nuclear Transfer). akan tetapi penelitian ini dikatakan belum berhasil karena Dolly yang seharusnya dapat mencapai umur 11 tahun ternyata hanya dapat mencapai umur 6 tahun. menunjukkan bahwa Dolly mengalami penuaan dini. Dari kenyataan ini. Beliau berhasil melakukan kloning pada katak. Aplikasi kloning gen yang sudah pernah kita dengar adalah produksi insulin dengan pendekatan kloning gen. Ian Wilmut dan para peneliti yang lain dari Roslin Institute di Edinburg (Skotlandia) berhasil menciptakan biri-biri yang diberi nama Dolly. 3. Hasil penelitian ini. coli.

yang diproduksi dengan pembiakan in vitro. Peminakan yang dilakukan Thompson. menghindarkan penyakit.dan didapatkan: a.. maksud dari peningkatan kualitas kehidupan manusia dilihat dari keuntungan kloning itu sendiri yaitu: memproduksi organ tubuh untuk transplantasi . Setelah itu. Dari uraian di atas berdasarkan pemikiran teoritis dan dengan adanya metode – metode yang telah banyak dilakukan oleh para ahli. bukti – bukti yang ada tentang kloning yang telah dilakukan pada saat ini sudah sampai pada tahap kloning embrio manusia yang telah membelah sampai masa blastula yang terus dikembangkan sampai pada tahap sel – sel itu telah berhenti terdeferensiasi.. Peminakan terapeutik pada manusia mempunyai tujuan untuk kepentingan klinis dalam rangka memperbaiki kualitas kehidupan menusia. 14 massa sel bagian dalam diisolasi. et al. .H14) b. Karena konsep dari kloning sendiri baik untuk manusia. 1998). (1998) adalah sebagai berikut: 1. menyediakan bahan riset. Bentuk sel yang lain yaitu H9 dengan karyotype XX yang dikulturkan tertahan selama 6 bulan dan terus dijalankan selama lebih dari 8 bulan. Bagaimanapun. atau spesies yang lainnya adalah sama.Bagaimana jika kloning reproduktif ini dilakukan pada manusia? Peminakan sel-sel induk merupakan salah satu langkah awal dari baik peminakan terapeutik. Tubuh embrionik yang terbentuk dideteksi aktifitas telomerasenya untuk meyakinkan bahwa sel-sel embrionik tersebut bersifat totipoten dan dapat berdiferensiasi menjadi manusia apabila dilakukan transfer embrio ke dalam rahim. Dua bentuk yang mempunyai karyotype XX normal (H7 dan H9) 3. Keterbatasan yang dihadapi pada kloning manusia: • Masa kritis replikatif tidaklah diamati untuk bentuk sel manapun. maka terjadinya kloning pada manusia merupakan bukan suatu hal yang tidak mungkin. et al. Sel donor didapat dari embrio segar atau yang telah dibekukan.H13. maupun peminakan reproduktif. Tiga bentuk sel yang mempunyai karyotype XY normal (H1. kemajuan dalam hal ini telah dibuat secara in vitro pada deferensiasi sel batang embrionic menjadi jaringan atau sel – sel yang spesifik dan tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan lagi menjadi satu individu utuh dalam upaya melakukan kloning terhadap manusia untuk menghasilkan manusia/individu baru. Seperti telah diuraikan pada teknik kloning. memecahkan permasalahan reproduksi. 2. Peminakan sel-sel induk dan proses diferensiasi ke arah pembentukan tubuh embrionik pada manusia telah dilakukan (Thomson.dan diperoleh lima bentuk sel batang dari lima embryo. hewan. Embrio dipelihara sampai pada tahap blastula.. Kemajuan dalam pengembangan berbasis dasar biologi diperlukan untuk mengatur sel batang embrionic secara efisien ke garis keturunan manusia. Empat dari bentuk sel dibekukan selama 5 sampai 6 bulan pada perkembangan yang tidak lagi terdeferensiasi.

Sel batang tidak ada yang didapat dari pengembangan clon sel tunggal. ketidaknormalan gen itu akan menjadikan ketidaknormalan sel. Diperlukan banyak sel donor yang pada proses kloning terbuang percuma. Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan. Belum ada metode untuk mendeteksi gen yang rusak. setiap ulangan membutuhkan satu sel. khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Namun perkembangan dan upaya untuk menuju keberhasilan kloning pada manusia tetap dilakukan. Jika sel yang berkaitan dengan kanker ini dijadikan donor untuk kloning. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun. Banyak sel yang berkaitan dengan kanker. Kerusakan gen dapat menyebabkan penyakit keturunan. dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas. Untuk melakukan suatu percobaan dibutuhkan beberapa ulangan. • • • Tingkat Keberhasilan Sampai saat ini tingkat keberhasilan dari kloning sendiri pada manusia belum mencapai tahap yang diinginkan karena banyaknya keterbatasan – keterbatasan seperti yang diuraikan. sehingga mengakibatkan ketidaknormalan juga fungsi sel tersebut. Oleh karena itu tidak bisa dikesampingkan adanya kemungkinan bahwa ada variasi pengembangan diantara sel yang tidak terdeferensiasi. yang terdekat dari terbentuknya suatu individu baru adalah pembelahan pada saat setelah tahap Blastula. serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman. kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin. antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya. ini berarti banyak sel yang terbuang. mata tunas. Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. sedangkan pada akhirnya hanya didapatkan satu hasil kloning. mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat.• • Sel batang embryonic manusia didapat dari perkembangan dan pemilihan koloni individu yang seragam dengan morfologi yang tidak terdeferensiasi. . Jika menuruti bukti – bukti yang ada maka dapat dikatakan bahwa keberhasilan kloning manusia baru sampai pada tahap pembelahan menjadi beberapa sel embrionik saja. secara otomatis sel atau jaringan yang dihasilkan merupakan sel kanker yang perkembangannya tidak dapat dikendalikan. kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril.

dan hormon.Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah: 1) Pembuatan media 2) Inisiasi 3) Sterilisasi 4) Multiplikasi 5) Pengakaran 6) Aklimatisasi Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Keunggulan inilah yang menarik bagi produsen bibit untuk mulai mengembangkan usaha kultur jaringan ini. yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. baik jenisnya maupun jumlahnya. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral. Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri). Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi. Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. dan lain-lain. Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botolbotol kaca. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf. Saat ini sudah terdapat beberapa . vitamin. Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril. gula. Selain itu. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. diperlukan juga bahan tambahan seperti agar. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas. yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.

Selain itu. terlepas dari kualitas kayunya yang belum teruji di Indonesia. jaringan tumbuh tanaman) tumbuh menjadi tanaman utuh (sempurna) dikondisi invitro (didalam gelas). tunas. dll. dan deraan lingkungan lainnya KULTUR jaringan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membuat bagian tanaman (akar. dan tanaman yang diperbanyak dengan kultur jaringan mempunyai sifat sama atau seragam dengan induknya.000 planlet/bibit) ¨ Bibit yang dihasilkan seragam ¨ Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (meng gunakan organ tertentu) ¨ Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah ¨ Dalam proses pembibitan bebas dari gang guan hama. Bibit hasil kultur jaringan yang ditanam di beberapa areal menunjukkan pertumbuhan yang baik. bahkan jati hasil kultur jaringan yang sering disebut dengan jati emas dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan tanaman jati yang berasal dari benih generatif. penyakit. . sengon. Hal ini sangat menguntungkan pengusaha karena akan memperoleh hasil yang lebih cepat.tanaman kehutanan yang dikembangbiakkan dengan teknik kultur jaringan. hemat waktu. antara lain adalah: jati. Contoh tanaman yang sudah lazim diperbanyak secara kultur jaringan adalah tanaman anggrek. dengan adanya pertumbuhan tanaman yang lebih cepat maka lahanlahan yang kosong dapat c KEUNTUNGAN PEMANFAATAN KULTUR JARINGAN ¨ Pengadaan bibit tidak tergantung musim ¨ Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih cepat (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat dihasilkan minimal 10. akasia. Keuntungan dari kultur jaringan lebih hemat tempat.

. Katherine L. Katherine menemukan bahwa peminum kola. “Tingkat kekuatan tulang dikenal dengan istilah BMD atau Bone Mineral Density. memiliki tingkat kekuatan tulang lebih rendah daripada orang yang tidak meminum kola. ternyata sangat berpengaruh pada tulang. Pada penelitiannya tersebut.. karena berpengaruh pada taraf kesehatan kita. Dr. yang seharusnya dapat membantu proses penguatan tulang menjadi hilang. Zat tersebut menyerap fungsi kalsium yang telah masuk dalam tubuh sehingga mineral yang ada dalam kalsium.” paparnya. “Sayangnya baru sekarang ada bukti kuat.. Didalam laboratorium tabung tsb dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai dengan tempat pembuahannya yang asli yaitu rahim ibu atau wanita. Sudah tentu wanita tsb akan mengalami kehamilan . Sementara itu. Katherine dikarenakan kola mengandung zat bernama phosporic acid.ya nggak. . Katherine hal ini dimungkinkan karena banyak wanita lebih banyak meminum susu. Hasil penelitian ini seharusnya diumumkan secara luas.” tambah Katherine. membuat tulang manusia.. menurut Dr.Kola Lemahkan Tulang BOSTON – Konsumsi senyawa kola yang berlebihan pada tubuh. yang mempengaruhi berbagai masalah kerapuhan tulan. menurut penelitian baru-baru ini. (slg) Bayi Tabung Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan bayi tabung dan bagaimana prosesnya sampai melahirkan. Penelitian ini juga menunjukan kebanyakan peminum kola perempuan memiliki tingkat kerapuhan tulan lebih besar. “Karena kola merupakan salah satu minuman terpopuler yang ada saat ini.? Dibuat sedemikian rupa sehingga temperatur dan situasinya persis sama dengan aslinya. Hasil tersebut ditemukan oleh Dr. Selanjutnya diharapkan embrio itu akan tumbuh sebagaimana layaknya di dalam rahim wanita. pada artikel yang telah dimuat di bulan Oktober ini di Jurnal Klinik Nutrisi Amerika.” urainya. yang dilangsir kantor berita AP awal minggu ini.perkembangan selama kehamilan seperti biasa. Tucker dari Universitas Boston. lebih sedikit efek perapuhan tulang yang dikarenakan konsumsi kola. yang melakukan studi korelasi kelemahan tulang pada 2500 peminum kola. terutama wanita menjadi makin lemah. Fenomena ini dijelaskan oleh Dr. namun banyak meminum soda pada kola.? Bayi tabung adalah bayi hasil konsepsinya (yi dari pertemuan antara sel telur dan sperma) yang dilakukan dalam sebuah tabung yang dipersiapkan sedemikian rupa di laboratorium. pada kaum lelaki. Setelah pembuahan hasil konsepsi tsb dipelihara beberapa saat dalam tabung tadi sampai pada suatu saat tertentu akan dicangkokan ke dalam rahim wanita tsb.. Kemudian sel telur yang diambil tadi dibuahi dengan sperma yang sudah dipersiapkan dalam tabung yang suasananya dibuat persis seperti dalam rahim. Dalam catatannya. Prosenya mula-mula dengan suatu alat khusus semacam alat untuk laparoskopi dilakukan pengambilan sel telur dari wanita yang baru saja mengalami ovulasi. yang menyatakan zat berkarbonasi seperti kola.

4. Salah satu bidang iptek yang berkembang pesat dewasa ini adalah teknologi reproduksi. Agar emrio dalam rahim dapat bertahan & berkembang dengan baik maka saya harus mengalami suntikan hormon setiap hari selama 17 hari. Inseminasi Buatan Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini berkembang sangat besar. 2. Intinya kita disuruh bersiap untuk menghadapi keadaan kalau proses bayi tabung berhasil maupun tidak berhasil. Setelah itu barulah didapatkan kepastian hamil atau tidak. Manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menggunakan rasa. hanya memerlukan wantu sekitar 10 menit. Teknologi reproduksi adalah ilmu reproduksi atau ilmu tentang perkembangbiakan yang menggunakan peralatan serta prosedur tertentu untuk menghasilkan suatu produk (keturunan). telur diambil sebanyak-banyaknya. dilakukan oleh embriologist di rumah sakit.Untuk memulai proses bayi tabung dibutuhkan tekad yang kuat mengingat prosesnya yang tidak mudah. 1. Tahapan proses pembuahan sel telur dengan sperma menjadi embrio. Kali ini prosesnya mudah. Berikut ini adalah tahap-tahap proses bayi tabung di salah satu rumah sakit di Singapore yang telah saya jalani. embrio yang terbaik dipilih dan dimasukkan kedalam rahim. Setelah dua hari pembuahan. Persiapan mental diwajibkan bagi pasangan lewat konseling yang diberikan oleh pekerja sosial yang disediakan oleh rumah sakit. Inseminasi buatan merupakan terjemahan dari artificial insemination yang berarti memasukkan cairan semen (plasma . Perkembangan hormon yang terkontrol dimulai sesaat setelah mendapatkan mens. Tahap pematangan telur melalui injeksi obat hormon satu hari sebelum sel telur yang matang dikeluarkan. 6. tepatnya pada hari ke dua lewat suntikan yang diberikan setiap hari selama kurang lebih tiga minggu… ya betul 3 minggu! sampai mencapai ukuran telur yang diharapkan. 3. karsa dan daya cipta yang dimiliki. 7. Salah satu teknologi reproduksi yang telah banyak dikembangkan adalah inseminasi buatan. 5. Pengeluaran telur melalui proses operasi kecil.

penilaian. dan setelah itu tidak lagi ditemukan catatan mengenai pelaksanaan IB atau penelitian ke arah pengunaan teknik tersebut. Anthony van Leeuwenhoek sarjana Belanda penemu mikroskop dan muridnya Johan amm merupakan orang pertama yang melihat sel kelamin jantan dengan mikroskop buatannya sendiri. sang pangeran mencuri semen dalam vagina seekor kuda musuhnya yang baru saja dikawinkan dengan pejantan yang dikenal cepat larinya. barulah ada pengamatan kembali tentang reproduksi. Reijnier (Regner) de Graaf. Seorang pangeran arab yang sedang berperang pada abad ke-14 dan dalam keadaan tersebut kuda tunggangannya sedang mengalami birahi. 1678. tetapi juga menyangkut seleksi dan pemeliharaan sperma. Mereka menyebut sel kelamin jantan yang tak terhitung jumlahnya tersebut animalcules atau animalculae yang berarti jasad renik yang mempunyai daya gerak maju progresif. penampungan. Namun perkembangan lebih lanjut dari inseminasi buatan tidak hanya mencangkup memasukkan semen ke dalam saluran reproduksi wanita. sang pangeran dengan menggunakan suatu tampon kapas. seorang dokter dan anatomi Belanda. Sejarah Perkembangan Inseminasi Buatan Inseminasi Buatan (IB) pada hewan peliharaan telah lama dilakukan sejak berabad-abad yang lampau. Alhasil ternyata kuda betina tersebut menjadi bunting dan lahirlah kuda baru yang dikenal tampan dan cepat larinya. Tiga abad kemudian. maka definisi tentang inseminasi buatan adalah memasukkan atau penyampaian semen ke dalam saluran kelamin wanita dengan menggunakan alat-alat buatan manusia dan bukan secara alami. . Tepatnya pada tahun 1677.Tampon tersebut kemudian dimasukan ke dalam vagina kuda betinanya sendiri yang sedang birahi.semen) yang mengandung sel-sel kelamin pria (spermatozoa) yang diejakulasikan melalui penis pada waktu terjadi kopulasi atau penampungan semen. pencatatan. Berdasarkan pengertian di atas. Di kemudian hari sel kelamin jantan tersebut dikenal dengan spermatozoatozoa. Pada tahun berikutnya. Inilah kisa awal tentang IB. Kemudian dengan akar cerdinya. penyimpanan atau pengawetan (pendinginan dan pembekuan) dan pengangkutan semen. pengenceran. menemukan folikel pada ovarium kelinci. inseminasi. dan penentuan hasil inseminasi pada manusia dan hewan. Adapun tujuan dari inseminasi buatan adalah sebagai suatu cara untuk mendapatkan keturunan bagi pasutri yang belum mendapat keturunan.

Spallanzani juga membuktikan bahwa daya membuahi semen terletak pada spermatozoatozoa. induk anjing tersebut melahirkan anak tiga yang kesemuanya mirip dengan induk dan jantan uang dipakai semennya. Dia berhasil menginseminasi amphibia. yaitu Lazzaro Spallanzani pada tahun 1780. Enam puluh hari setelah inseminasi. Repiquet (1890). Rossi dengan hasil yang memuaskan. Dia membuktikannya dengan menyaring semen yang baru ditampung. Dengan jasa yang ditanamkannya kemudian masyarakat memberikan gelar kehormatan kepada dia sebagai Bapak Inseminasi. Cairan yang tertinggal diatas filter mempunyai daya fertilisasi tinggi. Dua tahun kemudian (1782) penelitian spallanzani tersebut diulangi oleh P. Dia mengamati bahwa semen kuda yang dibekukan dalam salju atau hawa dimusim dingin tidak selamanya membunuh spermatozoatozoa tetapi mempertahankannya dalam keadaaan tidak bergerak sampai dikenai panas dan setelah itu tetap bergerak selama tujuh setengah jam. bukan pada cairan semen. menyumbangkan pengetahuannya mengenai pengaruh pendinginan terhadap perpanjangan hidup spermatozoatozoa. Hasil yang diperoleh masih kurang memuaskan. Semua percobaan ini membuktikan bahwa kebuntingan dapat terjadi dengan mengunakan inseminasi dan menghasilkan keturunan normal.Penelitian ilmiah pertama dalam bidang inseminasi buatan pada hewan piarann dialkukan oleh ahli fisiologi dan anatomi terkenal Italia. Hasil penemuannya mengilhami peneliti lain untuk lebih mengadakan penelitian yang mendalam terhadap sel-sel kelamin dan fisiologi pembuahan. dilakukan oleh seorang dokter hewan Perancis. Perkenalan pertama IB pada peternakan kuda di Eropa. Anjing yang dipelihara di rumahnya setelah muncul tanda-tanda birahi dilakukan inseminasi dengan semen yang dideposisikan langsung ke dalam uterus dengan sebuah spuit lancip. yang kemudian memutuskan untuk melakukan percobaan pada anjing. Peneliti yang sama pada tahun 1803. masih banyak dilakukan . Dia menasehatkan pemakaian teknik tersebut sebagai suatu cara untuk mengatasi kemajiran.

Berdasar penemuan ini banyak peneliti lain membuat vagina buatan untuk sapi. Mckenzie (Amerika Serikat) pada tahun 1931. Hoffman dari Stuttgart. Mereka menganjurkan IB sebagai suatu cara yang ekonomis dalam pengunaan dan penyebaran semen dari kuda jantan yang berharga dan memajukan peternakan pada umumnya. sedang dengan perkawinan alam hanya diperoleh 10 konsepsi dari 23 kuda yang di IB. Sand dan Stribold dari Denmark. kuda dan domba. burung merpati dan ayam. Jerman. menganjurkan agar dilakukan IB setelah perkawinan alam. Prof. sebagai usaha untuk memajukan peternakan. . Namun diakui cara ini kurang praktis untuk dilaksanakan. Roemelle membuat yang pertama kali membuat vagina buatan untuk sapi.penelitian untuk mengatasinya. Dan dilah orang pertama yang berhasil melakukan IB pada sapi dan domba. banyak mengadakan penelitian tentang spermatozoatologi. Perry mendirikan koperasi IB pertama di Amerika Serikat yang terletak di New Jersey. dengan hewan percobaan anjing. Hasil spektakuler dan sukses terbesar yang diperoleh adalah di Askaniya-Nova (1912) yang berhasil menghasilkan 31 konsepesi yang 39 kuda yang di IB. Tahun 1926. Tahun 1914. Semen dicampur dengan susu sapi dan kembali diinsemiasikan pada uterus hewan tersebut. Pada tahun 1938 Prof. Peneliti dan pelopor terkemuka dalam bidang IB di Rusia adalah Elia I. Geuseppe amantea Guru Besar fisiologi manusia di Roma. berhasil memperoleh empat konsepsi dari delapan kuda betina yang di IB. Caranya vagina kuda yang telah dikawinkan dikuakkan dan dengan spuit diambil semennya. Pada tahun 1902. salah satu usaha mengatasi kegagalan itu. Tahun 1899 ia diminta Direktur Peternakan Kuda Kerjaaan Rusia. Ivannoff. Penanganan IB secara serius dilakukan di Rusia. untuk menentukan kemungkinankemungkinan pemakaian IB. dan orang pertama yang membuat vagina buatan untuk domba dan kambing adalah Fred F. Kemudian dia berhasil membuat vagina buatan pertama untuk anjing. Enos J.

sangat dipercepat dengan adanya penemuan teknologi pembekuan semen sapi yang disposori oleh C. melaksanakan kegiatan IB sejak tahun1953. dengan suhu penyimpanan -169 0C. dengan tujuan intensifikasi onggolisasi untuk Mirit dengan semen Sumba Ongole (SO) dan kegiatan di Ungaran bertujuan menciptakan ternak serba guna. sehingga kegiatan IB hampir-hampir tidak ada. B. A. Parkes dari Inggris pada tahun 1949. Di Jawa Tenggah kedua Balai Pembenihan Ternak yang ditunjuk. Jawa Barat (Cikole/Sukabumi) dan Bali (Baturati). keungan negara sangat memburuk. Sejarah Perkembangan Inseminasi Buatan di Indonesia Inseminasi Buatan pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada awal tahun limapuluhan oleh Prof. Jawa Timur (Pakong dan Grati). Stasiun IB yang telah didirikan di enam tempay dalam RKI. dengan dipergunakannya nitrogen cair sebagai bahan pembeku. timbul sehingga dapat mengurangi kepercayaan masyarakat. B.U. Seit yaitu penggunaan semen cair umtuk memperbaiki mutu genetik ternak sapi perah. Pembekuan ini disempurnakan lagi. masih mengikuti jejak B. Seit dari Denmark di Fakultas Hewan dan Lembaga Penelitian Peternakan Bogor. Pada tahun 1959 dan tahun-tahun berikutnya.Kemajuan pesat dibidang IB. Dalam rangka rencana kesejahteraan istimewa (RKI) didirikanlah beberpa satsiun IB di beberapa daerah di awa Tenggah (Ungaran dan Mirit/Kedu Selatan).S. Aktivitas dan pelayanan IB waktu itu bersifat hilang. hanya Ungaran yang masih bertahan. karena situasi ekonomi dan politik yang tidak menguntungkan. Smith dan A. yang menghasilkan daya simpan yang lebih lama dan lebih praktis. Mereka berhasil menyimpan semen untuk waktu panjang dengan membekukan sampai -79 0 C dengan mengunakan CO2 pada (dry ice) sebagai pembeku dan gliserol sebagai pengawet. Polge. Juga FKH dan LPP Bogor. difungsikan sebagai stasiun IB untuk melayani daerah Bogor dan sekitarnya. Menjelang tahun 1965. terutama produksi . perkembangan dan aplikasi IB untuk daerah Bogor dan sekitranya dilakukan FKH IPB. Pada waktu itu belum terfikirkan untuk sapi potong.

Disamping itu kondisi perekonomian saat itu sangat kritis sehingga pembangunan bidang peternakan kurang dapat perhatian. Dengan adanya program pemerintah yang berupa Rencana Pembangunan Lima Tahun yang dimulai tahun 1969. banyak disebabkan karena semen yang digunakan semen cair. di daerah Pengalengan. 2) rakyat telah tahu dengan pasti bahwa peningkatan mutu ternak melalui IB merupakan jalan yang sesingkat-singkatnya menuju produksi tinggi.susu dengan pejantan Frisien Holstein (FH). dengan daerah pelayanan samapi sekarang di daerah jalur susu Semarang – Solo – Tegal. Akibatnya produsen susu menjadi lesu. dengan masa simpan terbatas dan perlu adanya alat simpan sehingga sangat sulit pelaksanaanya di lapangan. Kemajuan tersebut disebabkan adanya sarana penunjang di daerah tersebut yaitu 1) rakyat pemelihara sapi telah mengenal tanda-tanda berahi dengan baik. 3) pengiriman semen cair dari Bogor ke Pengalengan dapat memenuhi permintaan. sehingga perkembangan IB di Pangalengan sampai tahun 1970. Susu sapi umumnya dikonsumsi rakyat setempat. mengalami kemunduran akibat munculnya industri-industri susu bubuk yang menggunakan susu bubuk impor sebagai bahan bakunya. Ternyata nasib Balai Pembibitan Ternak kurang berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Kekurang berhasilan program IB antara tahun 1960-1970. Namun sayangnya peningkatan produksi tidak diikuti oleh peningkatan penampungan produksi itu sendiri. Bandung Selatan. sehingga perbaikan mutu genetik ternak segera dapat terlihat. Inseminasi buatan telah pula digalakkan atau diperkenalkan oleh FKH IPB. bahkan pernah pula dilakukan pameran pedet (Calf Show) pertama hasil IB. dan tahun1970 balai ini diubah namanya menjadi Balai Inseminasi Buatan Ungaran. maka bidang . Hasil-hasil perbaikan mutu genetik ternak di Pengalengan cukup dapat memberi harapan kepda rakyat setempat. kecuali Balai Pembibitan Ternak Ungaran.

dengan spesialisasi memproduksi semen beku yang terletak di daerah Lembang Jawa Barat. tidak pula pada keterampilan inseminator. Hasil evaluasi pelaksanaan IB di Jawa. intensifikasi dan perhatian aspek pakan. kelainan fisiologi anatomi dan kelainan patologik alat kelamin betina serta merajalelanya penyakit kelamin menular. sehingga hampir menjangkau seluruh provinsi di Indonesia. Tujuan. Keuntungan dan Kerugian Insemiasi Buatan . menunjukan anka konsepsi yang dicapai selama dua tahun tersebut sangat rendah yaitu antara 21. Banten.peternakan pun ikut dibangun. Dengan adanya semen beku inilah perkembangan IB mulai maju dengan pesat. Untuk kerbau pernah pula dilakukan IB. Setahun kemudian didirikan pula pabrik semen beku kedua yakni di Wonocolo Suranaya yang perkembangan berikutnya dipindahkan ke Singosari Malang Jawa Timur. melainkan sebagian besar terletak pada ketidak suburan ternak-ternak betina itu sendiri. Semen beku yang digunkan selema ini merupakan pemberian gratis pemerintah Inggris dansSelandia Baru. Tersedianya dana dan fasilitas pemerintah akan sangat menunjang peternakan di Indonesia. Pada awal tahun 1973 pemerintah measukan semen beku ke Indonesia. Namun perkembangannya kurang memuaskan karena dukungan sponsor yang kurang menunjang. pengendalian penyakit.92 persen. tidak terletak pada kualitas semen. perbaikan sarana. Ketidak suburan ini banyak disebabkan oleh kekurangan pakan. manajemen. dengan IPB sebagai pelaksana dan Dirjen Peternakan sebagai sponsornya (1978). Dari survei ini disimpulkan juga bahwa titik lemah pelaksaan IB. Selanjutnya pada tahun 1976 pemerintah Selandia Baru membantu mendirikan Balai Inseminasi Buatan. Nusa Tenggara dan Jawa Timur. termasuk program IB. yang dilaksanakan tahun 1974.3 – 38. yakni di daerah Serang. Dengan adanya evaluasi terebut maka perlu pula adanya penyemopurnaan bidang organisasi IB. IB pada kerbau pernah juga diperkenalakan di Tanah Toraja Sulawesi Selatan. tahun 1972-1974. disamping reproduksi kerbau belum banyak diketahui. C.

b) Akan terjadi kesulitan kelahiran (distokia). c) Mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (inbreeding). Kerugian IB a) Apabila identifikasi birahi (estrus) dan waktu pelaksanaan IB tidak tepat maka tidak akan terjadi terjadi kebuntingan. d) Meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur. e) Mencegah penularan / penyebaran penyakit kelamin. . g) Menghindari ternak dari penularan penyakit terutama penyakit yang ditularkan dengan hubungan kelamin. e) Semen beku masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan telah mati. b) Tidak mengharuskan pejantan unggul untuk dibawa ketempat yang dibutuhkan sehingga mengurangi biaya . c) Mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka waktu yang lebih lama. c) Bisa terjadi kawin sedarah (inbreeding) apabila menggunakan semen beku dari pejantan yang sama dalam jangka waktu yang lama. d) Dengan peralatan dan teknologi yang baik spermatozoa dapat simpan dalam jangka waktu yang lama. apabila semen beku yang digunakan berasal dari pejantan dengan breed / turunan yang besar dan diinseminasikan pada sapi betina keturunan / breed kecil. b) Dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik. f) Menghindari kecelakaan yang sering terjadi pada saat perkawinan karena fisik pejantan terlalu besar. Tujuan Inseminasi Buatan a) Memperbaiki mutu genetika ternak.Yang dimaksud dengan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik adalah suatu cara atau teknik untuk memasukkan mani (spermatozoa atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut ‘insemination gun‘. Keuntungan IB a) Menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan.

Jika dibiarkan akan menyebabkan penyakit leukemia. Selain untuk memperoleh keturunan.d) Dapat menyebabkan menurunnya sifat-sifat genetik yang jelek apabila pejantan donor tidak dipantau sifat genetiknya dengan baik (tidak melalui suatu progeny test). Pada wanita kendala ini dapat berupa hipofungsi ovarium. Sebagian kecil diantaranya memiliki berbagai kendala yang tidak memungkinkan mereka untuk memiliki keturunan. Sebagai contoh kasus: Di Colorado Amerika Serikat pasangan Jack dan Lisa melakukan program inseminasi. bukan semata-mata untuk mendapatkan keturunan tetapi karena memerlukan donor bagi putrinya Molly yang berusia 6 tahun yang menderita penyakit fanconi anemia. Teknik IUI (Intrauterine Insemination) Teknik IUI dilakukan dengan cara sperma diinjeksikan melalui leher rahim hingga ke lubang uterine (rahim). Mengapa inseminasi buatan dilakukan? Hadirnya seorang anak merupakan tanda dari cinta kasih pasangan suami istri. azoospermia dan rendahnya kadar testosteron. yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh tidak berfungsinya sumsum tulang belakang sebagai penghasil darah. gangguan pada saluran reproduksi dan rendahnya kadar progesterone. Sedangkan pada pria berupa abnormalitas spermatozoa kriptorkhid. Teknik Inseminasi 1. Inseminasi buatan pertama kali dilakukan pada manusia dengan menggunakan sperma dari suami telah dilakukan secara intravagina pada tahun 1700 di Inggris. Sophia Kleegman dari Amerika Serikat adalah salah satu perintis yang menggunakan inseminasi buatan dengan sperma suami ataupun sperma donor untuk kasus infertilitas. Satu-satunya pengobatan adalah melakukan pencangkokan sumsum tulang dari saudara sekandung. faktor kesehatan juga merupakan fokus utama penerapan teknologi reproduksi. Teknik DIPI (Direct Intraperitoneal Insemination) . tetapi tidak semua pasangan dapat melakukan proses reproduksi secara normal. Yang dimaksud inseminasi disini diterapkan untuk mendapatkan anak yang bebas dari penyakit fanconi anemia agar dapat diambil darahnya sehingga diharapkan akan dapat merangsang sumsum tulang belakang Molly untuk memproduksi darah. 2. tetapi masalahnya Molly anak tunggal.

Penyiapan sperma Sperma dikumpulkan dengan cara marturbasi. dan bebas dari infeksi penyakit menular. Tingkat keberhasilan Inseminasi AID adalah 6070 %. Dalam teknik Swim-up. dengan hati-hati pellet dilapisi dengan medium dan diinkubasi selama 1 jam pada . sampel sperma disentrifugekan sebanyak 400 g selama 15 menit. pellet dipisahkan dalam 2. golongan darah. Teknik IUI dan DIPI dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut bivalve speculum. kemudian disentrifuge lagi. keduanya dilengkapi dengan serum albumin manusia. Sperma penderma Inseminasi ini dilakukan jika suami tidak bisa memproduksi sperma atau azoospermia atau pihak suami mengidap penyakit kongenital yang dapat diwariskan kepada keturunannya.5 ml medium. penyakit keturunan. yaitu suatu alat yang berbentuk seperti selang dan mempunyai 2 cabang. dimana salah satu ujungnya sebagai tempat untuk memasukkan/menyalurkan sperma dan ujung yang lain dimasukkan ke dalam saluran leher rahim untuk teknik IUI. Penderma sperma harus melakukan tes kesehatan terlebih dahulu seperti tipe darah. Sumber Sperma Ada 2 jenis sumber sperma yaitu: 1. orang yang mendapatkan perlakuan inseminasi tersebut harus dalam posisi terlentang selama 10–15 menit. 2. latar belakang status physikologi. Setelah dicairkan dan dilakukan analisa awal sperma. Dari sperma suami Inseminasi yang menggunakan air mani suami hanya boleh dilakukan jika jumlah spermanya rendah atau suami mengidap suatu penyakit. Tingkat keberhasilan AIH hanya berkisar 10-20 %. Teknik DIPI dilakukan dengan cara sperma diinjeksikan langsung ke peritoneal (rongga peritoneum). sedangkan untuk teknik DIPI dimasukkan ke dalam peritoneal. Cult IVF medium. Sesudah memisahkan supernatannya.5–2 ml.Teknik DIPI telah dilakukan sejak awal tahun 1986. Sebab-sebab utama kegagalan AIH adalah jumlah sperma suami kurang banyak atau bentuk dan pergerakannya tidak normal. Jumlah sperma yang disalurkan/diinjeksikan kurang lebih sebanyak 0. kemudian dimasukkan ke dalam wadah steril setelah 2-4 hari tidak melakukan hubungan seksual. tes IQ. teknik “Swim-up” standar atau “Gradient Percoll” digunakan untuk persiapan penggunaan larutan garam seimbang Earle atau Medi. Setelah inseminasi selesai dilakukan. Supernatannya dibuang.

sel sperma pemenang dipilih oleh dokter atau petugas labolatorium. Dampak Inseminasi Buatan Keberhasilan inseminasi buatan tergantung tenaga ahli di labolatorium.5 atau 1 ml medium dan digunakan untuk inseminasi. Dengan cara itu. Uji mikrobiologi. Pada teknik Percoll. Selama enzim akrosom belum terurai. Kesalahan pada saat injeksi sperma. yang berfungsi pada pembelahan sel dan pembagian kromosom. Jadi bukan dengan sistem seleksi alamiah. sperma dilapiskan pada Gradient Percoll yang berisi media Medi.000-100. Penialain Mikroskopis. maka pembuahan akan terhambat. Penetapan kualitas ekstern di dasarkan pada hasil evaluasi sampel yang sama yang dievaluasi di beberapa laboratorium. 90 % dari pellet kemudian dipisahkan dalam 6 ml media dan disentrifugekan lagi sebanyak 500 g selama 10 menit. Sementara dalam inseminasi buatan. sperma yang sudah dilengkapi enzim bernama akrosom berfungsi sebagai pengebor lapisan pelindung sel telur. resiko kerusakan sel sperma yang secara genetik tidak sehat. Uji Imunologi. Sementara dalam proses inseminasi buatan. Akan tetapi. selain faktor sel sperma yang secara genetik tidak sehat. Analisis Kualitas Sperma Pemeriksaan Laboratorium Analisis Sperma dilakukan untuk mengetahui kualitas sperma. lapisan media yang berisi sperma motile dikumpulkan dengan hati-hati dan digunakan untuk inseminasi. walaupun prosedurnya sudah benar. enzim akrosom yang ada di bagian kepala sperma juga ikut masuk ke dalam sel telur. Simpan Beku Sperma. Penilaian Makroskopik. Sesudah diinkubasi.000 sel sperma. Dalam proses pembuahan secara alamiah. bayi dari hasil inseminasi buatan . para petugas labolatorium dapat memisahkan mana sel sperma yang kelihatannya sehat dan tidak sehat. Cult dan disentrifugekan sebanyak 500 g selama 20 menit. berlaku teori seleksi alamiah dari Charles Darwin. antara 50. Prosedur ART.suhu 37º C. Selain itu prosedur injeksi sperma memiliko resiko melukai bagian dalam sel telur. menjadi cukup besar. Dalam pembuahan normal. hanya kepala dan ekor sperma yang masuk ke dalam inti sel telur. para ahli juga menduga prosedur inseminasi memainkan peranan yang menentukan. Resiko Injeksi Sperma Dalam pembuahan normal. dengan tahapan-tahapan: Pengambilan sampel. kerusakan genetika umumnya tidak kelihatan dari luar. sehingga bisa diperoleh kualitas sperma yang benarbenar baik. Di bawah mikroskop. Pellet sperma kemudian dipisahkan dalam 0. dimana sel yang paling kuat dan sehat adalah yang menang. Secara alamiah. berlomba membuahi 1 sel telur. dengan injeksi sperma. Otomatisasi. Uji Biokimia. merupakan salah satu faktor kerusakan genetika. Belakangan ini.

terbukanya kanal tulang belakang. down sindrom. ginjal. Penyebab dari munculnya cacat bawaan adalah kesalahan prosedur injeksi sperma ke dalam sel telur. kegagalan jantung. BIOTEKNOLOGI BIOLOGI NAMA KELOMPOK : Rizky Bintang Pratama (19) . Cacat bawaan yang paling sering muncul antara lain bibir sumbing. Hal ini bisa terjadi karena satu sel sperma yang dipilih untuk digunakan pada inseminasi buatan belum tentu sehat. dengan cara ini resiko mendapatkan sel sperma yang secara genetik tidak sehat menjadi cukup besar.dapat memiliki resiko cacat bawaan lebih besar daripada dibandingkan pada bayi normal. dan kelenjar pankreas.

Rehulina Ginting (26) Rofa Dwi Aafini (27) Oscar Govinda Duarsa (40) .