TUGAS KELOMPOK IKATAN KIMIA, SENYAWA POLAR, NONPOLAR DAN SEMIPOLAR

DOSEN PENGAMPU : NAZARUDIN S.Si, M.Si, Ph.D

NAMA KELOMPOK: DELLA SILVIANA (RRA1C110004) REJEKI LESTARI BOTU SITUMORANG (RRA1C110009) LILI SUSANTI (RRA1C110015) PRANANTA GIA TARIGAN (RRA1C110026) WALDI AFRIANTO (RRA1C109027)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI 2013

IKATAN KIMIA Jenis-jenis Ikatan Kimia Ikatan Kimia dan Jenis-jenis Ikatan Kimia. Ikatan kimia adalah suatu ikatan yang terjadi pada suatu unsur karena adanya gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil. Ikatan kimia terbentuk dari molekulmolekul dalam suatu unsur baik yang sederhana sampai dengan yang kompleks. Sifat-sifat zat sebagian besar ditentukan oleh ikatan kimia antara atom-atom pembentukya. Ikatan kimia banyak sekali jenisnya. Jenis-jenis Ikatan kimia antara lain; Jenis-jenis Ikatan Kimia Jenis ikatan kimia beraneka ragam, namun setidaknya ada 8 jenis ikatan kimia yang layak untuk di ketahui. Jenis-jenis ikatan kimia tersebut antara lain: 1. Ikatan ion / ikatan elektrovalen / ikatan heteropolar 2. Ikatan kovalen / ikatan atom / ikatan homopolar 3. Ikatan kovalen koordinasi / ikatan semipolar 4. Ikatan logam 5. Ikatan Hidrogen 6. Ikatan (Gaya) Van Der Waals 7. Ikatan aromatik 8. Ikatan pisang Ikatan kimia pada prinsipnya berasal dari interaksi antar elektron-elektron yang ada pada orbit luar, atau orbit yang terisi sebagian atau orbit bebas dalam atom lainya. Ikatan kimia yang terjadi dalam suatu unsur atau senyawa berpengaruh pada sifat-sifat zat. Ikatan kimia dapat di lihat jelas pada proses perubahan kimia atau reaksi kimia. Reaksi kimia terjadi karena adanya proses penggabungan atau pemisahan atom-atom dengan cara tertentu dimana ataom yang satu dengan yang lain saling melepaskan diri dan membentuk ikatan kimia baru sehingga terbentuk zat yang berbeda dengan zat asal.

Ikatan kimia merupakan sebuah proses fisika yang bertanggungung jawab dalam gaya interaksi tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil. Secara umum, ikatan kimia dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu: A. Ikatan antar atom: 1. Ikatan ion = heteropolar Ikatan ionik adalah sebuah gaya elektrostatik yang mempersatukan ion-ion dalam suatu senyawa ionik. Ion-ion yang diikat oleh ikatan kimia ini terdiri dari ka2tion dan juga anion. Kation terbentuk dari unsur-unsur yang memiliki energi ionisasi rendah dan biasanya terdiri dari logam-logam alkali dan alkali tanah. Sementara itu, anion cenderung terbentuk dari unsur-unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi, dalam hal ini unsur-unsur golongan halogen dan oksigen. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa ikatan ion sangat dipengaruhi oleh besarnya beda keelektronegatifan dari atom-atom pembentuk senyawa tersebut. Semakin besar beda keelektronegatifannya, maka ikatan ionik yang dihasilkan akan semakin kuat. Ikatan ionik tergolong ikatan kuat, dalam hal ini memiliki energi ikatan yang kuat sebagai akibat dari perbedaan keelektronegatifan ion penyusunnya. Pembentukan ikatan ionik dilakukan dengan cara transfer elektron. Dalam hal ini, kation terionisasi dan melepaskan sejumlah elektron hingga mencapai jumlah oktet yang disyaratkan dalam aturan Lewis. Selanjutnya elektron yang dilepaskan ini akan diterima oleh anion hingga mencapai jumlah oktet. Proses transfer elektron ini akan menghasilkan suatu ikatan ionik yang mempersatukan ion anion dan kation. Sifat-Sifat ikatan ionik adalah: a. Bersifat polar sehingga larut dalam pelarut polar b. Memiliki titik leleh yang tinggi c. Baik larutan maupun lelehannya bersifat elektrolit 2. Ikatan kovalen = homopolar

delta. pi. elektron-elektron yang tidak terlibat dalam ikatan kovalen disebut elektron bebas. Hal ini mendapat pengecualian untuk atom H yang menyesuaikan diri dengan konfigurasi atom dari He (2ē valensi) untuk mencapai tingkat kestabilannya.Ikatan kovalen merupakan ikatan kimia yang terbentuk dari pemakaian elektron bersama oleh atom-atom pembentuk ikatan. dengan pemakaian elektron bersama dalam ikatan kovalen. Sementara itu pada senyawa kovalen non-polar titik muatan negatif elekton persekutuan berhimpit karena beda keelektronegatifan yang kecil atau tidak ada. dan lain-lain. Ikatan tunggal merupakan ikatan kovalen yang terbentuk 1 pasangan elektron. Ikatan rangkap memiliki panjang ikatan yang lebih pendek daripada ikatan tunggal. Senyawa kovalen dapat dibagi mejadi senyawa kovalen polar dan non polar. Akibatnya terjadi pemisahan kutub positif dan negatif. Ada beberapa jenis ikatan kovalen yang semuanya bergantung pada jumlah pasangan elektron yang terlibat dalam ikatan kovalen. Selain itu terdapat juga bermacam-macam jenis ikatan kovalen lain seperti ikatan sigma. beitu juga dengan ikatan rangkap 3 yang terdiri dari 3 pasangan elektron. Ikatan kovalen terjadi ketika masing-masing atom dalam ikatan tidak mampu memenuhi aturan oktet. masing-masing atom memenuhi jumlah oktetnya. Ikatan kovalen biasanya terbentuk dari unsurunsur non logam. Dalam ikatan kovalen. Pada senyawa kovalen polar. Hal ini terjadi karena beda keelektronegatifan antara atom-atom penyusunnya. atom-atom pembentuknya mempunyai gaya tarik yang tidak sama terhadap elektron pasangan persekutuannya. Selain itu. Elektron bebas ini berpengaruh dalam menentukan bentuk dan geometri molekul. setiap elektron dalam pasangan tertarik ke dalam nukleus kedua atom. Ikatan rangkap 2 merupakan ikatan kovalen yang terbentuk dari dua pasangan elektron. . Tarik menarik elektron inilah yang menyebabkan kedua atom terikat bersama.

Ikatan hidrogen merupakan ikatan yang paling kuat dibandingkan dengan ikatan antar molekul lain. Ikatan antar molekul 1. pada ikatan logam ini elektron tidak hanya menjadi miliki satu atau dua atom saja. Salah satu atom memiliki pasangan elektron bebas 2. Ikatan kovalen koordinasi = semipolar Ikatan kovalen koordinat merupakan ikatan kimia yang terjadi apabila pasangan elektron bersama yang dipakai oleh kedua atom disumbangkan oleh sala satu atom saja. Ikatan Logam Ikatan logam merupakan salah satu ciri khusus dari logam. Akibat dari elektron yang dapat bergerak bebas ini adalah sifat logam yang dapat menghantarkan listrik dengan mudah. melainkan menjadi milik dari semua atom yang ada dalam ikatan logam tersebut. Ikatan logam ini hanya ditemui pada ikatan yang seluruhnya terdiri dari atom unsur-unsur logam semata. Syarat-syarat terbentuknya ikatan kovalen koordinat: 1. Elektron-elektron dapat terdelokalisasi sehingga dapat bergerak bebas dalam awan elektron yang mengelilingi atom-atom logam. namun ikatan ini masih lebih lemah dibandingkan dengan ikatan kovalen maupun ikatan ion. Ikatan hidrogen Ikatan hidrogen merupakan gaya tarik menarik antara atom H dengan atom lain yang mempunyai keelektronegatifan besar pada satu molekul dari senyawa yang sama. Atom yang lainnya memiliki orbital kosong Susunan ikatan kovalen koordinat sepintas mirip dengan ikatan ion. 4.Gambar Ikatan Kovalen pada metana 3. . Sementara itu atom yang lain hanya berfungsi sebagai penerima elektron berpasangan saja. namun kedua ikatan ini berbeda oleh karena beda keelektronegatifan yang kecil pada ikatan kovalen koordinat sehingga menghasilkan ikatan yang cenderung mirip kovalen. B.

2. Namun. namun sering dijumpai diantara semua zat kimia terutama gas. Akibatnya. Ikatan ini merupakan jenis ikatan antar molekul yang terlemah. molekul-molekul dapat berada dalam fase dipol seketika ketika salah satu muatan negatif berada di sisi tertentu. Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh beda keelektronegatifan dari atom-atom penyusunnya.Ikatan hidrogen ini terjadi pada ikatan antara atom H dengan atom N. Semakin besar perbedaannya semakin besar pula ikatan hidrogen yang dibentuknya. Ikatan van der walls Gaya Van Der Walls dahulu dipakai untuk menunjukan semua jenis gaya tarik menarik antar molekul. titik didihnya paling besar dibanding senyawa dengan ikatan hidrogen lain. Semakin besar perbedaan keelektronegatifannya maka akan semakin besar titik didih dari senyawa tersebut. SUSUNAN ELEKTRON STABIL Unsur-unsur gas mulia merupakan unsur-unsur yang sukar bereaksi dengan unsur lain. terdapat pengecualian untuk H2O yang memiliki dua ikatan hidrogen tiap molekulnya. Hidrogen dari molekul lain akan bereaksi dengan pasangan elektron bebas ini membentuk suatu ikatan hidrogen dengan besar ikatan bervariasi. dan F yang memiliki pasangan elektron bebas. Kekuatan ikatan hidrogen ini akan mempengaruhi titik didih dari senyawa tersebut. Konfigurasi elektron gas mulia dapat anda lihat dalam tabel. Nomor atom 2 10 18 36 Kulit elektron Elektron valensi K 2e 2e 2e 2e 8e 8e 8e 8e 18e 8e L M N O 2e 8e 8e 8e Unsur He Ne Ar Kr . Dalam keadaa dipol ini. Namun kini merujuk pada gaya-gaya yang timbul dari polarisasi molekul menjadi dipol seketika. molekul dapat menarik atau menolak elektron lain dan menyebabkan atom lain menjadi dipol. Gaya tarik menarik yang muncul sesaat ini merupakan gaya Van der Walls. Pada saat tertentu. O. bahkan lebih tinggi dari HF yang memiliki beda keelektronegatifan terbesar. Sifat ini dapat dimiliki oleh unsur-unsur gas mulia karena konfigurasinya yang stabil.

Menurut Kossel dan Lewis (1916) keadaan seperti ini merupakan keadaan paling stabil yang dimiliki atom-atom unsur gas mulia (oktet). Melepaskan elektron valensinya (elektron valensi pada umumnya £ 3. Sehingga atom dari unsur-unsur yang lain berusaha memiliki konfigurasi elektron yang stabil seperti konfigurasi elektron atom unsur gas mulia terdekat. H. kecuali B.: 2e 8e Cl.: 2e 8e 8e Antara ion positif dan ion negatif yang terbentuk akan terjagi gaya tarik menarik (gaya elektrostatik) sehingga terbentuklah ikatan ion .Xe 54 2e 8e 18e 18e 8e 8e Dari tabel di atas dapat dikatakan bahwa susunan elektron yang stabil mempunyai 8 elektron pada kulit terluar (oktet) sebagaimana yang dimiliki oleh atom-atom unsur gas mulia kecuali helium (dua elektron atau duplet). Menarik elektron dari luar (elektron valensi pada umumnya ³ 5) sehingga bermuatan negatif sebesar elektron yang ditariknya. F O Cl : 2e 7e + 1 e : 2e 6e + 2 e : 2e 8e 7e + 1 e ® ® ® F. He) sehingga terbentuk ion positif yang bermuatan sejimlah elektron yang dilepaskannya. Na : 2e 8e 1e ® Na+ : 2e 8e + 1e Mg : 2e 8e 2e ® Mg2+ : 2e 8e + 2e Al : 2e 8e 3e ® Al3+ : 2e 8e + 3e 1. Be.: 2e 8e O2. Adanya kecenderungan memiliki konfigurasi elektron stabil inilah yang merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya ikatan kimia. Usaha memiliki konfigurasi elektron yang stabil dapat dicapai dengan cara: 1.

Ikatan Kovalen Ikatan kovalen terbentuk dari dua atom non logam dan terjadi pemakaian bersama pasangan elektron. Akibat penggunaan bersama pasangan elektron ini terbentuklah ikatan kovalen. Penggambaran distribusi elektron dalam suatu struktur molekul dengan menggunakan tanda elektron disebut Struktur Lewis. yaitu berupa tanda titik dan tanda silang. Contoh : atom hidrogen yang mempunyai 1 elektron akan saling menyumbangkan elektronnya untuk digunakan bersama dalam molekul H2. Penggunaan bersama pasangan elektron di antara atom-atom yang berikatan sehingga terbentuk pasangan elektron terikat sebanyak elektron yang saling dipinjamkan.1.  Ikatan kovalen tunggal : ikatan kovalen dengan satu garis ikatan (sepasang elektron ikatan) Contoh : H2 + H–H  · Ikatan kovalen rangkap dua : ikatan dengan dua garis ikatan yang dibentuk oleh 2 pasang elektron ikatan (PEI) Contoh : O2  O=O Ikatan kovalen rangkap tiga : ikatan dengan tiga garis ikatan yang dibentuk oleh 3 pasang elektron ikatan (PEI) Contoh : . sehingga masing-masing atom hidrogen memiliki 2 elektron H* + o H ® H *o H 1.

Konfigurasi electron 15P . Atom B dengan konfigurasi electron (2 3).N2 :N ≡ N: Catt : pasangan electron yang terlibat dalam ikatan disebut pasangan electron ikatan(PEI) dan pasangan electron yang tidak terlibat dalam ikatan disebut pasangan electron bebas (PEB). memiliki lima electron valensi. Jadi senyawa PCl5 juga tidak mengikuti kaidah octet.Contoh lain : BF3 dan BCl3. electron ikatan berjumlah enam sehingga kurang dua electron untuk memenuhi kaidah octet. Penyimpangan kaidah octet Beberapa senyawa bersifat stabil meskipun tidak memenuhi kaidah octet. Pada senyawa BH3. ikatannya disebut ikatan kovalen nonpolar. Kepolaran Ikatan Kovalen Ikatan kovalen dapat berupa ikatan kovalen polar dan non polar. pasangan elektron akan lebih tertarik ke arah atom yang memiliki keelektronegatifan yang lebih besar. 2 8 5. satu atom P mengikat lima atom Cl. Dalam molekul H2..Jadi BH3 tidak memenuhi kaidah octet. kelebihan dua electron dari kaidah octet. electron ikatan berjumlah sepuluh. Tetapi apabila dua atom tidak sejenis berikatan secara . akibatnya kedudukan pasangan electron yang dipakai bersama itu tidak selalu simetris terhadap kedua atom yang berikatan. misalnya : BH3. Sifat ini dipengaruhi oleh perbedaan keelektronegatifan dan bentuk molekul atom-atom yang berikatan. 1. kedua electron dalam ikatan kovalennya digunakan secara seimbang oleh kedua inti atom H sehingga tidak terjadi pengutuban atau kepolaran muatan. Jika dua atom nonlogam yang memiliki perbedaan keelektronegatifan berikatan. sehingga electron ikatan berjumlah sepuluh. memiliki 3 elektron valensi. Pada senyawa PCl5.

karena keelektronegatifan Cl lebih besar dibandingkan atom H. 1. Pergerakan electron itu bagaikan gelombang lautan electron yang bergerak cepat mengitari kumpulan inti atom logam. Hal itu menunjukkan bahwa pasangan electron itu berasal dari atom yang sama. ikatan ini disebut ikatan kovalen polar. Contoh : + ikatan NH3 dengan H+ ditulis ion NH4+ Ikatan kovalen koordinasi digambarkan dengan lambang electron yang sama (dua titik). Ikatan Kovalen Koordinasi Adalah ikatan kovalen yang terbentuk dengan cara pemakaian bersama pasangan electron yang berasal dari salah satu atom yang memiliki pasangan electron bebas (PEB). Ikatan Logam Adalah ikatan yang terbentuk akibat penggunaan bersama electron-elektron valensi antar atom logam sesamanya tanpa membentuk molekul. maka kedua electron ikatannya akan digunakan tidak seimbang. Contoh : H H dan H Cl 1. misalnya pada molekul HCl. Garis ikatan kovalen koordinasi digambarkan dengan tanda panah (). Unsur logam memiliki sedikit electron valensi. akibatnya pasangan electron ikatan akan bergerak menuju atom Cl sehingga terjadi pengutuban /kepolaran. Karena itu kulit terluar atom logam relative longgar (banyak tempat kosong) sehingga electron valensinya dapat berpindah dari satu atom . sedangkan atom lain hanya menyediakan orbital kosong.kovalen. Ikatan logam sangat kuat karena elektron valensinya bergerak cepat mengitari inti atom logam sehingga satu sama lain sukar dilepaskan.

Jenis ikatan kimia lain a.8). dan akhirnya perbedaan antar tingkat-tingkat energi menjadi dapat diabaikan. orbital 3s dan 3p bertumpang tindih dan bercampur satu dengan yang lain membentuk MO. yakni ide bahwa logam kaya akan elektron yang bebas bergerak dalam logam. dan akibatnya terlokalisasi di orbital-orbital tersebut.8. celah energi dari teori MO menjadi lebih sempit. Namun. Jenis ikatan dapat diprediksi dengan memperhatikan jenis atom yang berikatan. dengan meingkatnya jumlah orbital atom yang berinteraksi banyak. Elektron-elektron valensi tersebut berbaur dan membungkus ion-ion positif logam di dalamnya. Dengan kemajuan mekanika kuantum. Namun. Memprediksi Jenis Ikatan Sifat fisis suatu senyawa sangat bergantung pada jenis ikatan antar atomnya. MO ini . dan situasinya mirip dengan elektron yang mengelilingi inti atom. electron-elektron ion logam bermuatan positif 1. 2s dan 2p berada di dekat inti. sekitar tahun 1930. Kekuatan ikatan logam ditentukan oleh besarnya gaya tarik menarik antar ion positif dengan electron yang bergerak bebas. teori MO yang mirip dengan yang digunakan dalam molekul hidrogen digunakan untuk masalah kristal logam. Karena muatan yang berlawanan. Elektron yang ada di orbital 1s. Semakin besar jumlah muatan positif ion logam berarti semakin banyak jumlah electron bebas maka semakin besar kekuatan ikatan logam. Teori ini disebut dengan teori pita. Namun. hal ini tidak lebih dari model. Ikatan logam Setelah penemuan elektron. Akibatnya banyak tingkat energi akan bergabung membentuk pita energi dengan lebar tertentu. daya hantar logam yang tinggi dijelaskan dengan menggunakan model elektron bebas. Tingkat energi logam magnesium merupakan contoh teori pita yang baik (Gambar 3. terjadilah gaya tarik menarik (gaya elektrostatis) antara ion-ion positif logam dengan electron-elektron valensi.ke atom lain. Elektron dalam kristal logam dimiliki oleh orbital-orbital dengan nilai energi diskontinyu. Hal ini ditunjukkan di bagian bawah Gambar 3.

Alasan tepatnya tidak begitu jelas untuk kurun waktu yang panjang.9) adalah bahwa HF ada dalam bentuk polimer. Sangat tingginya titik didih dan titik leleh air juga merupakan masalah yang sangat menarik. Kemudian diketahui bahwa ikatan jenis ini umum didapatkan dan disebut dengan ikatan hidrogen. Di awal tahun 1930-an. magnesium adalah konduktor. sehingga elektron-elektron ini secara terus menerus dipercepat oleh medan listrik menghasilkan arus listrik. Hal inilah yang terjadi dalam isolator. elektron-elektron ini tidak dapat digerakkan oleh medan listrik kecuali elektron ini lompat dari orbital yang penuh ke orbital kosong di atasnya. Ikatan hidrogen Awalnya diduga bahwa alasan mengapa hidrogen fluorida HF memiliki titik didih dan titik leleh yang lebih tinggi dibandingkan hidrogen halida lain (gambar 3.9). ditunjukkan bahwa dua atom oksigen membentk ikatan yang mengapit hidrogen seperti dalam kasus HF (gambar 3. . Di awal tahunh 1920-an. dengan jelas diperlihatkan bahwa polimer terbentuk antara dua atom flourin yang mengapit atom hidrogen. Bila orbital-orbital valensi (s) terisi penuh.diisi elektron sebagian. b. Dengan demikian.

Dimerisasi asam karboksilat seperti asama asetat CH3COOH juga merupakan contoh yang sangat baik adanya ikatan hidrogen.Ikatan hidrogen dengan mudah terbentuk bila atom hidroegen terikat pada atom elektronegatif seperti oksigen atau nitrogen. mungkin juga dipadatkan.. Gaya semacam ini disebut dengan gaya antarmolekul. atau polaritas molekul (dipol permanen). molekul non polar semacam metana CH4. . Polaritas molekul adalah sebab agregasi molekul menjadi cair atau padat. Hal ini berarti bahwa ada gaya agreagasi antar molekul-molekul ini. Namun. hidrogen H2 atau He (molekul monoatomik) dapat juga dicairkan. dan pada suhu yang sangat rendah. Fakta bahwa beberapa senyawa organik dengan gugus hidroksi -OH atau gugus amino -NH2 relatif lebih larut dalam air disebabkan karena pembentukan ikatan hidrogen dengan molekul air. Ikatan Van der Waals Gaya dorong pembentukan ikatan hidrogen adalah distribusi muatan yang tak seragam dalam molekul.

04 x 105 J = 504.31×10-19 (+2)(-2)/(0. 3. Bila dua awan elektron mendekati satu sama lain. 3. Dalam kondisi yang sama. E(mol) = -4.31×10-19 Q1Q2/r (J nm). Gaya antarmolekul khas untuk molekul non polar adalah gaya van der Waals. semakin banyak jumlah elektron dalam molekul semakin mudah molekul tersebut akan dipolarisasi sebab elektronelektronnya akan tersebar luas.51 x 10-18 x 6.dengan r = 0.022 x 1023 J = 2.Ikatan hidrogen yang didiskusikan di atas adalah salah satu jenis gaya antarmolekul. Bandingkan harga ini dengan nilai stabilisasi yang dicapai dengan pembentukan ikatan kimia (dalam orde 100 kkal mol-1).31 x 10-19 (+1)(-1)/(0.2 Kepolaran ikatan Besarnya kepolaran ikatan.71 x 105 J = 271.205) = -4.37 x 10-19 (J). Latihan 3. Kimiawan kini sangat tertarik dengan supramolekul yang terbentuk dengan agregasi molekul dengan gaya antarmolekul. yakni besarnya distribusi pasangan elektron yang tidak merata. atau per mol. ditentukan oleh perbedaan ke-elektronegativan dua atom yang membentuk ikatan. Hitung energi interaksi untuk kasus: (1) interaksi antara Na+ dan Cl– dengan r = 0. Asal usul gaya ini adalah distribusi muatan yang sesaat tidak seragam (dipol sesaat) yang disebabkan oleh fluktuasi awan elektron di sekitar inti.0 kJ.51 x 10-18 (J). E(mol) = -8.37 x 10-19 x 6.022 x 1023 J = 5. (2) interaksi antara Mg2+ dan O2. Dengan gaya van der Waals suatu sistem akan terstabilkan sebesar 1 kkal mol-1. atau untuk per mol.1 Jawab (1) E = 2.1 Kekuatan ikatan ion Energi interaksi antara dua muatan listrik Q1 dan Q2 (keduanya adalah bilangan bulat positif atau negatif) yang dipisahkan dengan jarak r (nm) adalah E = 2. dipol akan terinduksi ketika awan elektron mempolarisasi sedemikian sehingga menstabilkan yang bermuatan berlawanan.25 nm. (2) E = 2.0 kJ Alasan mengapa yang kedua lebih besar adalah lebih besarnya muatan ion dan kedua karena jarak antar ionnya lebih pendek.276 nm.276) = -8. Susuanlah .

(3) Gambarkan rumus struktur Lewis NH3. (2) Gambarkan rumus struktur Lewis BF3. (4) Reaksi antara NH3 dan BF3 menghasilkan senyawa adisi.4 Senyawa-senyawa boron-nitrogen Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut: (1) Tuliskan konfigurasi elektron boron dalam keadaan dasar. Jelaskan mengapa reaksi ini berlangsung.ikatan-ikatan berikut berdasarkan kenaikan kepolarannya.3 Jawab 3. Cl-H. Anda dapat menggunakan Tabel 5. tuliskan rumus struktur Lewis senyawa-senyawa berikut: (a) hidrogen fluorida HF (b) nitrogen N2 (c) metana CH4 (d) karbon tetrafluorida CF4 (e) kation nitrosil NO+ (f) ion karbonat CO32.2 Jawab H-H < S-H < Cl-H < O-H < F-H 3. O-H.(g) asetaldehida HCHO 3.4 Jawab .7 untuk melihat nilai keelektronegativannya. dan sarankan struktur senyawa adisinya. F-H 3. H-H.3 Rumus struktur Lewis Dengan mengikuti aturan oktet. 3. S-H.

(1) 1s22s23p1 .

akibattidak meratanya distribusi elektron .PENGERTIAN SENYAWA POLAR DAN NON POLAR Senyawa polar adalah Senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada unsur-unsurnya. Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan mempunyai nilai elektronegatifitas yang sama/hampir sama. Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan tersebut mempunyai nilai keelektronegatifitas yang berbeda. Senyawa non polar : Senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada unsur-unsur yang membentuknya. CIRI -CIRI SENYAWA POLAR :   Dapat larut dalam air dan pelarut lain Memiliki kutub + dan kutub -.

CONTOH : Cl2. PCl5. N2. N2O5.memiliki pasangan elektron bebas ( bila bentuk molekul diketahui ) atau memiliki perbedaan keelektronegatifan. HCl.. GAMBAR SENYAWA NON POLAR : UKURAN KUANTITATIF TITIK DIDIH SENYAWA KONVALEN ( POLAR DAN NON POLAR ) . H2. PCl3. GAMBAR SENYAWA POLAR CIRI – CIRI SENYAWA NON POLAR :   tidak larut dalam air dan pelarut polar lain tidak memiliki kutub + dan kutub – .tidak memiliki pasangan elektron bebas ( bila bentuk molekul diketahui ) atau keelektronegatifannya sama. CONTOH : alkohol. H2O. akibat meratanya distribusi elektron .

BR2. ikatan hidrogen > dipol-pol > non polar-non polal atau ikatan hidrogen > Van der Waals > gaya london  bila sama-sama polar/non polar. untuk senyawakarbon Mr sama. yang Mr besar titik didihnya lebih besar . rantai C memanjang titik didih > rantai bercabang ( bulat ) SENYAWA POLAR    dapat larut dalam air memiliki pasangan elekton bebas ( bentuk tidak simetris) berakhir ganjil . N2O5 .. HCl.* Senyawa polar lebih tinggi titik didihnya dari pada senyawa non polar  urutan titik didih. H2O. kecuali BX3 dan PX5 CTH : NH3. H2 PERBEDAAN SENYAWA POLAR DENGAN NON POLAR Senyawa polar dan non polar Ciri-ciri senyawa polar :    dapat larut dalam air dan pelarut polar lain memiliki kutub + dan kutub . SENYAWA NON POLAR    tidak dapat larut dalam air tidak memiliki pasangan elektron bebas (bentuk simetris ) berakhir genap CTH : F2. HCl. HBr. akibat tidak meratanya distribusi elektron -memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau memiliki perbedaan keelektronegatifan Contoh : alkohol. PCl3. O2. H2O. PCl3.

Cl2..Ciri-ciri senyawa non polar :   tidak larut dalam air dan pelarut polar lain Tidak memiliki kutub + dan kutub . PCl3. H2. H2O. BCl3 Senyawa polar memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar . PCl5. N2 diketahui) atau UKURAN KUANTITATIF TITIK DIDIH SENYAWA KOVALEN * Senyawa polar titik didihnya lebih tinggi daripada senyawa non polar  Urutan titik didih. perbedaan harga ini mendorong timbulnya kutub kutub listrik yang permanen ( dipol permanent ) . kecuali BX3 dan PX5 Cth : NH3. yang Mr besar titik didihnya lebih besar Untuk senyawa karbon Mr sama. O2. SF6. Cl2O5 SENYAWA NON POLAR    Tdk dapat larut dalam air Tdk memiliki pasangan elektron bebas (bentuk simetris) Berakhir genap Cth : F2. PCl5. HCl. HBr. I2. SO3. N2. Br2. ikatan hidrogen > dipol-dipol > non polar-non polar atau ikatan hidrogen > Van der Waals > gaya london  Bila sama-sama polar/non polar. akibat meratanya distribusi elektron -tidak memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul keelektronegatifannya sama Contoh : Cl2. CH4. H2. N2O5. rantai C memanjang titik didih > rantai bercabang (bulat) SENYAWA POLAR    dapat larut dalam air Memiliki pasangan elektron bebas (bentuk tdk simetris) Berakhir ganjil.

Ikatan jenis ini disebut ikatan kovalen polar. Susunan ruang (VSEPR) BF3. Akan tetapi molekul dengan ikatan kovalen polar dapat bersifat polar dan nonpolar yang bergantung pada bentuk geometri molekulnya.bahkan untuk senyawa biner dwiatom ( seperti O2. Molekul dapat bersifat nonpolar apabila molekul tersebut simetris walaupun ikatan yang digunakan adalah ikatan kovalen polar. Pada molekul hidrogen. polarisasi ikatan kovalen Pada hidrogen klorida terlihat bahwa pasangan elektron bersama lebih tertarik ke arah atom klorin karena elektronegatifitas atom klorin lebih besar dari pada elektronegatifitas atom hidrogen. Ikatan yang demikian ini dikenal sebagai ikatan kovalen nonpolar. Adanya polarisasi menyebabkan ikatan kovalen dapat dibagi menjaadi ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen nonpolar. Orbital H2 dan HCl. pasangan elektron bersama berada ditempat yang berjarak sama diantara dua inti atom hidrogen (simetris). Hal yang berbeda terlihat pada molekul hidrogen. Molekul Polar dan Molekul Nonpolar Molekul yang berikatan secara kovalen nonpolar seperti H2. NH3 dan BeCl2 . H2O. Akibat hal ini adalah terjadinya polarisasi pada hidrogen klorida menuju atom klorin.Senyawa non polar memiliki perbedaan keelektronegatifan yang kecil . Ikatan kovalen polar dapat dijumpai pada molekul hidrogen klorida sedangkan ikatan kovalen nonpolar dapat dilihat pada molekul hidrogen.H2) perbedaan keelektronegatifannya = 0 Polarisasi Ikatan Kovalen Ikatan Kovalen Polar dan Ikatan Kovalen Nonpolar Berdasarkan pengetahuan keelektronegatifan yang telah diketahui maka salah satu akibat adanya perbedaan keelektronega-tifan antar dua atom unsur berbeda adalah terjadinya polarisasi ikatan kovalen. Cl2 dan N2 sudah tentu bersifat nonpolar.

Sebaliknya. pusat muatan negatif pada atom nitogen dan pusat muatan positif pada ketiga atom hidrogen. Contoh 2 : Dalam tiap molekul di atas. suatu ikatan kovalen dikatakan non polar (tidak berkutub). Jadi. pusat muatan negatif terletak pada atom oksigen sedangkan pusat muatan positif pada kedua atom hidrogen. .Molekul H2O dan NH3 bersifat polar karena ikatan O-H dan N-H bersifat polar. jika Pasangan Elektron Ikatan (PEI) tertarik lebih kuat ke Salah 1 atom. Sifat polar ini disebabkan adanya perbedaan keelektronegatifan dan bentuk molekul yang tidak simetris atau elektron tidak tersebar merata. Dalam H2O. kepolaran suatu ikatan kovalen disebabkan oleh adanya perbedaan keelektronegatifan antara atom-atom yang berikatan. Sedangkan molekul bersifat polar apabila hal yang sebaliknya terjadi. tetapi keelektronegatifan Cl lebih besar daripada atom H. Molekul BeCl2 dan BF3 bersifat polar karena molekul berbentuk simetris dan elektron tersebar merata walupun juga terdapat perbedaan keelektronegatifan. Contoh 1 : Molekul HCl Meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron. resultan tidak sama dengan nol Polarisasi Ikatan Kovalen Suatu ikatan kovalen disebut polar. jika PEI tertarik sama kuat ke semua atom. Kepolaran suatu molekul dapat diduga dengan menggambarkan ikatan menggunakan suatu vektor dengan arah anak panah dari atom yang bermuatan positif menuju ke arah atom yang bermuatan negatif. Akibatnya atom Cl menarik pasangan elektron ikatan (PEI) lebih kuat daripada atom H sehingga letak PEI lebih dekat ke arah Cl (akibatnya terjadi semacam kutub dalam molekul HCl). Molekul dikatakan bersifat nonpolar apabila resultan vektor sama dengan nol. ke-2 atom yang berikatan menarik PEI sama kuat karena atom-atom dari unsur sejenis mempunyai harga keelektronegatifan yang sama. Dalam molekul NH3.

sementara metana adalah senyawa yang non polar karena adanya penggunaan bersama pasangan elektron antara atom-atom C dan atom-atom pada metana tersebut yang sama dan bentuknya simetris.Akibatnya muatan dari elektron tersebar secara merata sehingga tidak terbentuk kutub. sehingga PEI tertarik sama kuat ke semua atom (tidak terbentuk kutub).m keterangan : µ = momen dipol. Dirumuskan : µ = Q x r . Contoh 3 : Meskipun atom-atom penyusun CH4 dan CO2 tidak sejenis. 1 D = 3. satuannya debye (D) Q = selisih muatan. akan tetapi pasangan elektron tersebar secara simetris diantara atom-atom penyusun senyawa. begitu pula sebaliknya. satuannya coulomb (C) r = jarak antara muatan positif dengan muatan negatif.33 x 10-30 C. Contohnya. molekul air adalah senyawa polar karena adanya perbedaan elektron yang digunakan bersama oleh atom O dan H pada struktur senyawa air yang ternyata bentuknya bengkok. Kepolaran senyawa kovalen . Salah satu sifat polar ini dapat dimanfaatkan untuk melarutkan suatu larutan dengan larutan lain dengan menggunakan azas "like dissolves like". di mana larutan yang bersifat polar akan larut dengan larutan yang bersifat polar juga. satuannya meter (m) Polaritas suatu senyawa atau molekul didasarkan pada sifat dipol yang dimilikinya.Polaritas molekuler tergantung pada perbedaan elektronegativitas antara atom-atom yang ada dalam suatu senyawa dan adanya ketidaksimetrisan struktur dari suatu senyawa. Momen Dipol ( µ ) Adalah suatu besaran yang digunakan untuk menyatakan kepolaran suatu ikatan kovalen.

). momen ikatan yang terjadi pada molekul HCl. . Sedangkan atom yang lebih elektronegatif akan menghasilkan muatan parsial negatif (δ.Keelektronegatifan Menurut Linus Pauling. Ikatan ini terbentuk karena atom yang lebih elektropositif akan kekurangan rapatan elektron sehingga atom yang elektropositif tersebut akan menghasilkan muatan parsial positif (δ+). keelektronegatifan merupakan kemampuan suatu atom untuk menarik elektron-elektron dari atom lain ke dalam dirinya sendiri dalam suatu molekul. Muatan parsial ini akan menyebabkan timbulnya momen ikatan yang mempunyai arah dari muatan parsial positif ke muatan parsial negatif. Momen ikatan ini dapat terjadi karena perbedaan keelektronegatifan di antara dua atom yang berikatan. Sebagai contoh. apabila atom-atomnya memiliki perbedaan nilai keelektronegatifan maka akan terbentuk ikatan kovalen polar. Dalam suatu senyawa.

Momen ikatan pada molekul ini akan saling meniadakan. sehingga momen ikatan pada CO2 memiliki arah dari atom C yang bermuatan parsial positif ke atom O yang bermuatan parsial negatif.CO2. Molekul yang memiliki atom yang sama seperti Cl2.84 D.SF6. Br2. akibatnya momen dipolnya bernilai nol. Sehingga molekul ini dapat dikatakan sebagai molekul nonpolar.Molekul dikatakan bersifat polar jika memiliki µ > 0 atau µ ≠ 0 dan dikatakan bersifat nonpolar jika memiliki µ = 0 . dan COCl2. Pada molekul CO2. pada molekul yang memiliki atom-atom yang berbeda pun dapat bersifat nonpolar. dan H2 bersifat nonpolar karena molekul tersebut tidak memiliki momen ikatan maupun maupun momen pasangan elektron bebas (PEB) sehingga momen dipolnya bernilai 0.Pengaruh momen dipol dalam kepolaran molekul anorganik Momen dipol (µ) merupakan jumlah vektor dari momen ikatan dan momen pasangan elektron bebas dalam suatu molekul. Tidak hanya molekul dengan atom-atom yang sama. muatan parsial positif terdapat pada atom karbon sedangkan muatan parsial negatif terdapat pada atom oksigen. Nilai momen . Molekul H2O bersifat polar karena memiliki momen dipol yang bernilai 1. I2. Misalnya pada molekul PCl5.

Sedangkan untuk arah momen pasangan elektron bebas mengarah dari atom O menuju ke pasangan elektron bebas. Pengaruh arah momen elektron ikatan dan momen pasangan elektron bebas terhadap kepolaran molekul anorganik Momen pasangan elektron bebas dan momen ikatan yang searah akan memiliki tingkat kepolaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang berlawanan arah . Momen ikatan dan momen H20 dapat dilihat pada gambar di bawah ini. namun tingkat kepolarannya berbeda. sehingga kepolaran NH3 lebih tinggi daripada PCl3. NH 3 dan PCl3 sama-sama bersifat polar. sedangkan pada molekul PCl3 memiliki momen ikatan dan momen pasangan elektron bebas yang berlawanan arah . Kepolaran senyawa ion .dipol ini didapatkan berdasarkan jumlah vektor dari momen ikatan H-O dan momen PEB. Pada molekul NH3. Atom O lebih elektronegatif daripada atom H sehingga arah momen ikatan O-H akan mengarah ke atom O. Contohnya. momen ikatan N-H dan momen pasangan elektron bebas memiliki arah yang searah.

Menurut Kasimir Fajans. AlI3 memiliki muatan negatif yang sama namun dengan ukuran anion yang lebih besar jika dibandingkan dengan AlF3 sehingga AlI3 lebih mengarah untuk membentuk ikatan kovalen yang polar dibandingkan dengan AlF3 yang tidak bersifat polar. Kation K+ pada senyawa KCl memiliki konfigurasi gas mulia yaitu [Ar] sedangkan kation Ag+ pada AgCl tidak memiliki konfigurasi gas mulia yaitu [Kr]4d10. Akan tetapi. senyawa yang terbentuk akibat penggabungan antara logam dengan nonlogam memiliki sifat senyawa ionik.Pada umumnya. Akibat dari distorsi ini maka senyawa yang mulanya bersifat ionik akan berubah menjadi kovalen dan akan terjadi polarisasi.  Kation yang tidak memiliki konfigurasi gas mulia lebih mudah mengalami polarisasi.[3]. antara lain :  Suatu kation akan lebih mudah mengalami polarisasi ketika ukuran kation tersebut kecil dengan muatan positif yang besar Mn2O7 memiliki muatan positif lebih besar dibandingkan dengan muatan positif pada MnO sehingga Mn2O7 lebih bersifat kovalen polar daripada bersifat ionik. terdapat beberapa aturan perihal polarisasi tersebut. sehingga kation Ag+ lebih mudah mengalami polarisasi daripada kation K+. Semakin besar sifat polarisasinya maka semakin besar pula derajat ikatan kovalensinya. Senyawa ini dapat lebih mengarah ke sifat kovalen ketika elektron terluar dari anion ditarik kuat oleh kation. tidak semua senyawa dari penggabungan ini bersifat ionik.  Suatu anion akan lebih mudah mengalami polarisasi ketika ukuran dan muatan negatif yang dimiliki anion tersebut besar. Kepolaran yang disebabkan keberadaan molekul tetangganya Molekul nonpolar dengan molekul nonpolar . Distorsi ini dapat dilihat dari rapatan elektron yang mulanya digambarkan seperti bola akan menjadi lonjong (elektron terluar dari anion ditarik kuat oleh kation). ahli kimia. sehingga rapatan anion akan mengalami distorsi/penyimpangan terhadap kation.

Akibat adanya dipol sesaat dan dipol induksian tersebut maka akan terbentuk gaya elektrostatik atau yang disebut gaya London di antara kedua molekul tersebut. Rapatan elekton dari molekul tersebut berupa bola yang simetri. molekul yang memilki dipol sesaat akan menginduksi (dipol induksi) molekul nonpolar tersebut. Keadaan elektron yang selalu bergerak menyebabkan polarisasi rapatan elektron dan penyimpangan dari simetri bola.Suatu molekul monoatomik yang bersifat nonpolar akan menghasilkan muatan positif dan muatan negatif yang berimpit akibat pergerakan distribusi rata-rata inti atom dan elektron di sekitar inti. Sehingga pusat muatan positif dan muatan negatif memisah(berbentuk lonjong) dan molekul tersebut dikatakan memiliki dipol sesaat (temporary dipole) Jika di dekat molekul yang memiliki dipol sesaat terdapat molekul nonpolar. .

Gaya London yang semakin kuat menyebabkan proses peleburan dan pendidihan molekul-molekul yang terlibat dalam gaya tersebut memerlukan energi yang besar untuk memperbesar jarak antarmolekul nonpolar. . Misalnya. sehingga akan mudah dipolarisasi dan gaya London yang terjadi pun akan semakin kuat. sehingga akan terjadi gaya elektrostatik di antara keduanya atau yang disebut gaya dipol-dipol induksi. gaya dipol-dipol induksi antara H2O yang bersifat polar dan O2 yang bersifat nonpolar akan menyebabkan O2 dapat larut sedikt dalam H2O (gas O2 yang dilarutkan dalam 100 gram air memiliki kelarutan 0. Gaya ini menyebabkan senyawa nonpolar dapat larut atau sedikit larut dalam pelarut polar. akibat dari gaya London juga menyebabkan molekul nonpolar dapat larut dalam pelarut non polar. Selain itu. Molekul polar dengan molekul nonpolar Molekul polar yang memiliki dipol permanen akan menginduksi molekul nonpolar yang tidak memiliki dipol. senyawa BI3 yang mempunyai kemampuan polarisasi yang tinggi akan larut dalam senyawa CCl4 yang juga mempunyai kemampuan polarisasi yang tinggi. Pada molekul-molekul dengan bentuk yang sama.Kemampuan polarisasi atau polarizabilities molekul dinyatakan dengan simbol α. Misalnya.006945 pada suhu 0 °C). bertambahnya massa molekul akan menyebabkan bertambahnya jumlah elektron. Hal ini menyebabkan pengaruh inti atom terhadap awan elektron yang semakin lemah.

Molekul polar dengan molekul polar Ketika molekul yang polar berdekatan dengan molekul yang polar. maka akan timbul gaya elektrostatik di antara keduanya. Gaya ini disebut gaya dipol-dipol. . zat terlarut yang bersifat polar dapat larut dalam pelarut polar yang mempunyai konstanta dielektrik yang besar. Melalui gaya ini.

Peristiwa ini menyebabkan gaya tarik antar molekul akan lebih kuat daripada gaya tolaknya.Bentuknya berbentuk simetris . Ikatan senyawa kovalen Polar dan Non Polar Perbedaan Senyawa Polar dan Senyawa NonPolar Polar: -Bentuk dari polar sendiri tdk simetris . pusat muatan negatif akan berdekatan dengan pusat muatan positif.Molekul-molekul polar yang berada dalam fase cair. dan senyawa Non-polar akan berpisah dari Non-Polar lainya : .Elektronegativitas antar unsur-unsurnya kecil .Senyawa pada polar bisa dicampur dengan senyawa polar lainya.Terdiri dari unsur2 Non-logam .Elektronegativitas diantar-antar unsurnya besar-besar . begitu pun sebaliknya.Terdiri atas unsur logam serta non logam .

atom hidrogen adalah terjadinya polarisasi pada hidrogen klorida menuju atom klorin. dan senyawa Non-polar akan berpisah Ikatan senyawa kovalen Polar dan Non Polar: Adanya polarisasi karena adanya perbedaan keelektronegatifan antar 2 unsur atom yang berbeda yang menyebabkan ikatan kovalen dapat dibagi menjaadi ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen nonpolar. Akibat pasangan dari elektron-elektron lebih tertarik ke atom klorin karena elektronegatif-nya makas atom klorin lebih besar dari elektronegatif-nya. . Di molekul hidrogen. Perbedaanya terlihat pada molekul hidrogen-nya.dan ikatan kovalen non-polar dapat dijumpai di molekul-molekul pada hidrogen. pasangan elektron ada di tempat yang jaraknya sama dan berada diantara 2 inti atom hidrogen.Senyawa pada polar bisa dicampur dengan senyawa polar lainya. Ikatan jenis ini disebut ikatan kovalen polar.. Polar dapat dijumpai di molekul-molekul hidrogen klorida. Ini juga dikenal sebagai ikatan kovalen nonpolar.

Polaritas ikatan seperti ini bisa digambarkan dalam bentuk symbol δ+ . δ. . δ+ adalah tanda atom lebih bersifat elektropositif di banding atom yang menjadi pasangannya. δ+ atau panah δ+ . Dimolekul HCl elektron yang berikatan selalu lebih berdekatan pada atom klor daripada atom Hidrogen.2 dan 3 Non-polar atau Kovalen murni memiliki ciri-ciri titi-titkk muatan negatif elektron persekutuannya yang berhimpitan. dengan katalain bahwa elektron persekutuannya mendapat gaya tarik yang sama.Orbital H2 dan HCl. sehingga molekul pembentuknya tidak terjadi dipol. δ-. δ-.berarti bahwa atom lebih bersifat elektronegatif daripada atom yang menjadi pasangan pada ikatannya Ikatan atom 1. ikatan kovalen polar adalah ikatan kovalen dimana elektron yang membentuknya lebih banyak dan menghabiskan waktunya untuk berputa di salah satu atom.

pusat muatan negatif pada atom nitogen dan pusat muatan positif pada ketiga atom hidrogen. Sehingga momen dipolnya menjadi nolContoh lain adalah senyawa CH4. Susunan ruang (VSEPR) BF3. Akan tetapi molekul dengan ikatan kovalen polar dapat bersifat polar dan nonpolar yang bergantung pada bentuk geometri molekulnya. Molekul dapat bersifat nonpolar apabila molekul tersebut simetris walaupun ikatan yang digunakan adalah ikatan kovalen polar. H2O. pusat muatan negatif terletak pada atom oksigen.Struktur H2 dan CO2 adalah contoh ikatan kimia non polar karena daya tariknya seimbang baik antara H dengan H atau antar O dengan C kiri dan kanan seimbang.sedangkan pusat muatan positif pada kedua atom hidrogen. Molekul BeCl2 dan BF3 . Cl2 dan N2 sudah tentu bersifat nonpolar. Br2 dan lain-lain Molekul Polar dan Molekul Nonpolar Molekul yang berikatan secara kovalen nonpolar seperti H2. Dalam molekul NH3. O2. Dalam H2O. H2. NH3 dan BeCl2Molekul H2O dan NH3 bersifat polar karena ikatan O-H dan N-H bersifat polar. Sifat polar ini disebabkan adanya perbedaan keelektronegatifan dan bentuk molekul yang tidak simetris atau elektron tidak tersebar merata.

resultan tidak sama .bersifat polar karena molekul berbentuk simetris dan elektron tersebar merata walupun juga terdapat perbedaan keelektronegatifan. Molekul dikatakan bersifat nonpolar apabila resultan vektor sama dengan nol. Sedangkan molekul bersifat polar apabila hal yang sebaliknya terjadi.Kepolaran suatu molekul dapat diduga dengan menggambarkan ikatan menggunakan suatu vektor dengan arah anak panah dari atom yang bermuatan positif menuju ke arah atom yang bermuatan negatif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful