KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah senantiasa melimpahkan Rahmat dan Hidayah- NYA sehingga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Penyusun juga panjatkan kehadiran ALLAH SWT, karena hanya dengan kerido’an-NYA Makalah ini dapat terselesaikan. Penulis menyadari betul sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak, makalah ini tidak akan terwujud dan masih jauh dari sempurna, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis berharap saran dan kritik demi perbaikan-perbaikan lebih lanjut. Akhirnya penulis berharap, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi yang membutuhkan.

Penulis

ii

.................................................................................... C.............. Pengertian ...................... Penyebab ................................................................... A..... B. BAB I BAB II PENDAHULUAN ................ BAB III KESIMPULAN .... D........................................................................................................ PEMBAHASAN ........................ Gejala .................. E.. i ii iii 1 2 2 2 3 3 3 4 7 iii ......... Pencegahan Cedera . Daftar Isi ................................................................................................................................................................................................................................ Pengobatan ....................................................................................................................................................................................................... Kata Pengantar .. F...................................................................DAFTAR ISI Halaman Judul ............................................................................................................................ Diagnosa .............................

sehingga dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera. Juga. bagaimana mendeteksi suatu cedera agar tidak terjadi parah. Cara yang lebih efektif dalam mengatasi cedera adalah dengan memahami beberapa jenis cedera dan mengenali bagaimana tubuh kita memberikan respon terhadap cedera tersebut. robek pada ligamen. Cedera tersebut biasanya memerlukan pertolongan yang profesional dengan segera. atau patah tulang karena terjatuh.BAB I PENDAHULUAN Cedera atau luka adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi. Cedera sering dialami oleh seorang atlit. gayagaya ini bisa berlangsung dengan cepat atau jangka lama. seperti cedera goresan. bagaimana mengobatinya dan kapan meminta pengobatan secara profesional (memeriksakan diri ke dokter). 1 . akan dapat untuk memahami tubuh kita. Cedera adalah suatu akibat daripada gaya-gaya yang bekerja pada tubuh atau sebagian daripada tubuh dimana melampaui kemampuan tubuh untuk mengatasinya.

Patah tulang kompresi (patah tulang karena penekanan). disebabkan oleh kontraksi otot yang kuat. biasanya disertai dengan cedera di jaringan sekitarnya. Tulang yang rapuh bisa mengalami patah tulang meskipun dengan cedera ringan atau bahkan tanpa cedera sama sekali. tetapi bisa juga terjadi pada tungkai dan tumit. Patah tulang terbuka (patah tulang majemuk). sehingga menarik bagian tulang tempat tendon otot tersebut melekat. 4. Tulang yang patah tidak tampak dari luar. 2 . 2. 3. 6. Paling sering terjadi pada bahu dan lutut. Tenaga yang sangat hebat menyebabkan beberapa retakan sehingga terjadi beberapa pecahan tulang. Patah tulang karena tergilas. Patah tulang avulsi. Terjadi jika sebuah tumor (biasanya kanker) telah tumbuh ke dalam tulang dan menyebabkan tulang menjadi rapuh. Jika aliran darah ke bagian tulang yang terkena mengalami gangguan. Sering terjadi pada wanita lanjut usia yang tulang belakangnya menjadi rapuh karena osteoporosis. Patah tulang tertutup (patah tulang simplek). Jenis patah tulang: 1. Pengertian Patah Tulang (fraktur) adalah retaknya tulang. 5. Merupakan akibat dari tenaga yang menggerakkan sebuah tulang melawan tulang lainnya atau tenaga yang menekan melawan panjangnya tulang. Patah tulang terbuka lebih mudah terinfeksi. Patah tulang patologis. Tulang yang patah tampak dari luar karena tulang telah menembus kulit atau kulit mengalami robekan. maka penyembuhannya akan berjalan sangat lambat.BAB II PEMBAHASAN A.

 Darah bisa merembes dari tulang yang patah (kadang dalam jumlah yang cukup banyak) dan masuk kedalam jaringan di sekitarnya atau keluar dari luka akibat cedera. sehingga penderita tidak dapat menggerakkan lengannya. apalagi jika tulang yang terkena digerakkan. kecepatan dan kekuatan dari tenaga yang melawan tulang  Usia penderita  Kelenturan tulang  Jenis tulang.B.  Menyentuh daerah di sekitar patah tulang juga bisa menimbulkan nyeri. Kadang perlu dilakukan CT scan atau MRI untuk bisa melihat dengan lebih jelas daerah yang mengalami kerusakan. tulang yang rapuh karena osteoporosis atau tumor bisa mengalami patah tulang.  Nyeri bisa sangat hebat dan biasanya makin lama makin memburuk. berdiri diatas satu tungkai atau menggenggam dengan tangannya. Penyebab Sebagian besar patah tulang merupakan akibat dari cedera. foto rontgen juga digunakan untuk memantau penyembuhan. Jenis dan beratnya patah tulang dipengaruhi oleh:  Arah. Diagnosa Foto rontgen biasanya bisa menunjukkan adanya patah tulang.  Alat gerak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. olah raga atau karena jatuh. D. seperti kecelakan mobil. 3 . Dengan tenaga yang sangat ringan. Gejala  Nyeri biasanya merupakan gejala yang sangat nyata. Jika tulang mulai membaik.Patah tulang terjadi jika tenaga yang melawan tulang lebih besar daripada kekuatan tulang. C.

untuk mencapai penyembuhan total.E. Sekarang sudah jarang digunakan. tulang iga. dilakukan pembidaian untuk membatasi pergerakan. Dengan pengobatan ini biasanya patah tulang selangka (terutama pada anak-anak). Pada beberapa patah tulang. penderita perlu menjalani terapi fisik selama 6-8 minggu atau kadang lebih lama lagi. Pembidaian : benda keras yang ditempatkan di daerah sekeliling tulang. tetapi dulu pernah menjadi pengobatan utama untuk patah tulang pinggul. Pemasangan gips : merupakan bahan kuat yang dibungkuskan di sekitar tulang yang patah Penarikan (traksi) : menggunakan beban untuk menahan sebuah anggota gerak pada tempatnya. gips atau traksi telah dilepaskan. Setelah sembuh. Karena itu sebagian besar penderita perlu menjalani terapi fisik. 4 . Imobilisasi bisa dilakukan melalui: 1. tulang biasanya kuat dan kembali berfungsi. Terapi dimulai pada saat imobilisasi dilakukan dan dilanjutkan sampai pembidaian. jari kaki dan jari tangan. Pengobatan Tujuan dari pengobatan adalah untuk menempatkan ujung-ujung dari patah tulang supaya satu sama lain saling berdekatan dan untuk menjaga agar mereka tetap menempel sebagaimana mestinya. Pada patah tulang tertentu (terutama patah tulang pinggul). 2. akan sembuh sempurna. tetapi pada usia lanjut biasanya memerlukan waktu yang lebih lama. Proses penyembuhan memerlukan waktu minimal 4 minggu. Fiksasi internal : dilakukan pembedahan untuk menempatkan piringan atau batang logam pada pecahan-pecahan tulang. 4. Patah tulang lainnya harus benar-benar tidak boleh digerakkan (imobilisasi). Imobilisasi lengan atau tungkai menyebabkan otot menjadi lemah dan menciut. Merupakan pengobatan terbaik untuk patah tulang pinggul dan patah tulang disertai komplikasi. 3. tulang bahu.

serta mampu bertahan lebih lama tanpa kelelahan. Selain menjaga kemampuan fisik kita juga harus memperhatikan daya pikir. baik cedera otot. Banyak cara pencegahan tampaknya biasa-biasa saja. Pencegahan Cedera Mencegah lebih baik daripada mengobati. mengetahui bahaya yang bisa terjadi dan mengurangi resiko. Pencegahan lewat makanan Nutrisi yang baik akan mempunyai andil mencegah cedera karena memperbaiki proses pemulihan kesegaran diantara aktfitas. 1. membaca situasi. Pencegahan lewat Warming up ada 3 alasan kenapa warm up harus dilakukan :  Untuk melenturkan (stretching) otot. tendon dan ligament utama yang akan dipakai. Pencegahan lewat keterampilan Pencegahan lewat keterampilan mempunyai andil yang besar dalam pencegahan cedera itu telah terbukti. karena penyiapan diri dan resikonya harus dipikirkan lebih awal.  Untuk menyiapkan diri secara fisik dan mental. sendi dan tendo. 2. 4. tetapi masing-masing tetaplah memiliki kekhususan yang perlu diperhatikan. 3. Pencegahan lewat lingkungan 5 .  Untuk menaikkan suhu terutama bagian dalam seperti otot dan sendi. Pencegahan lewat Fitness Fitness secara terus menerus mampu mencegah cedera pada pada saat melakukan aktifitas. Untuk itu kita sangat perlu untuk bersikap wjar atau relaks dalam melakukan kegiatan. hal ini tetap merupakan kaidah yang harus dipegang teguh.F. 5. Makan harus memenuhi tuntutan gizi yang dibutuhkan sehubungan dengan aktifitasnya.

Sepatu adalah salah satu bagian peralatan dalam berolahraga yang mendapat banyak perhatian para ahli. Pencegahan lewat pertolongan Setiap cedera memberi tiap kemungkinan untuk cedera lagi yang sama atau yang lebih berat lagi.Banyak terjadi bahwa cedera karena lingkungan. Misalnya celana jika terlalu ketat dan tidak elastis maka dalam melakukan gerakan juga tidak bebas. Dengan demikian dalam menangani atau pemberian pertolongan harus kondisi benar dan rehabilitasi yang tepat pula. Peralatan Peralatan yang standart punya peranan penting dalam mencegah cedera. perlu mendapat perhatian. 7. baik yang berdiri sendiri maupun sebagai bagian dari orang lain. Seorang atlit jatuh karena tersandung sesuatu (tas. seperti kaos. sehingga menyebabkan lecet-lecet pada daerah selakangan dan bahkan akan mempengaruhi penampilan. ketidakstabilan tersebut penyebab cedera berikutnya. peralatan yang tidak ditaruh secara baik) dan cedera. Yang paling banyak dibicarakan adalah sepatu olahraga lari. Masing-masing cabang olahraga umumnya mempunyai model sepatu dengan cirinya sendiri. contoh yang sederhan seperti sepatu. celana. kaos kaki. Pencegahan lewat pakaian Pakaian sangat tergantung selera tetapi haruslah dipilih dengan benar. 6. Harusnya memperhatikan peralatan dan barang ditaruh secara benar agar tidak membahayakan. Hal ini di hubungkan dengan dominanya olahraga lari. Sepatu yang baiksangat membantu kenyamanan berolahraga dan dapat memperkecil resiko cedera olahraga. 6 . 8. Kerusakan alat sering menjadi penyebab cedera pula. Masalahnya ada kelemahan otot yang berakibat kurang stabil atau kelainan anatomi.

seperti cedera goresan. namun berlangsung secara berulang-ulang dalam jangka waktu lama.BAB III KESIMPULAN Cedera adalah suatu akibat daripada gaya-gaya yang bekerja pada tubuh atau sebagian daripada tubuh dimana melampaui kemampuan tubuh untuk mengatasinya. robek pada ligamen. gaya-gaya ini bisa berlangsung dengan cepat atau jangka lama Cedera sering dialami oleh seseorang. Cedera tersebut biasanya memerlukan pertolongan yang profesional dengan segera. atau patah tulang karena terjatuh. tidak terkecuali dengan sindrom ini. Banyak sekali permasalahan yang dialami. Sindrom ini bermula dari adanya suatu kekuatan abnormal dalam level yang rendah atau ringan. Jenis cedera ini terkadang memberikan respon yang baik bagi pengobatan sendiri 7 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful