Definisi LBP

Suatu gejala yang berupa rasa nyeri di daerah dorsal tubuh diantara vertebrae thorakal XII dan bagian bawah pinggul atau lubang dubur, dan mencakup juga keluhan yang menjalar ke tungkai kaki.

ANATOMI

. spinosum   Struktur diatas diperkuat dengan  Lig interspinosum  Lig inter tranversum  Lig flavum  Fungsi bagian post penting untuk menjaga stabilitas columna vertebralis secara keseluruhan. Lig long ant: untuk penyanga BB  Lig long post: mengecil atau menipis setengah dari awal pada posisi L5-S1  Antara vertebrae terdapat discus  Bagian belakang vertebrae terdiri dari:  2 pedicel  2 proc. tranfersum  2 psng articular faset Superior  Inferior  Proc.

discus  Merupakan ¼ panjang columna vertebrae  Lebih tebal di daerah cervikal dan lumbal  Berfungsi sebagai sendi yang memberi keleluasaan bergerak colmna vertebralis dan sebagai peredam  Discus terdiri dari:  Lempeng rawan hyalin  nucleus pulposus  Anulus fibrosus .

ETIOLOGI  Viserogenik  Kelainan ginjal  Kelainan visceral pelvis  Lesi omentum minor  Retroversi uteri  Vaskulogenik  Aneurisma  Insufisiensi arteri gluteus superior .

 Sendi sacroiliaca: instabilitas. stenosis spina. metabolik. ruptur discur.  Jaringan lunak: fibroritis. trauma. spondilitis. radikditis . skoliosis. radang. tumor. Neurogenik  Tumor thalamus  Iritasi arachnoid  Tumor dura spinal  Neurofibroma  Epidimoma  Tumor radix  Psikogenik  Depresi  Cemas  Spondilogenik  Tulang columna spinalis : radang. infeksi. degenerasi discus.

maleolus eksterternus di letakkan pada patela tungkai lain. maka tungkai yang sakit terasa nyeri Patrick ‘s sign Px dalam keadaan berbaring.Pemeriksaan fisik  Minor’s sign     px duduk lalu berdiri dengan tangan memegang pinggang dan flexi lutut pada tungkai yg sakit Heri’s sign px berdiri lurus. bila px bungkuk maka tungkai yg sakit akan flexi Laseque sign nyeri <70° pada tungkai yang diflexikan Crassed laseque kaki yg tidak sakit d flexikan. .

. disertai dorsofleksi ibu jari. maka akan nyeri sepanjang N ischiadicus Brogard sign Dilakukan seperti laseque disertai dorsofleksi kaki maka akan nyeri pada N ischiadicus. maka akan nyeri sekitar N ischiadicus Door bell sign perkusi dengan hammer pada daerah lumbal bawah akan menyebabkan nyeri pada paha dan tungkai Sicord sign seperti test laseque. Contra patrick’s sign     kebalikan dari patrick’s sign Valsava test px duduk dengan mengejan.

HERNIA NUKLEUS PULPOSUS ( HNP ) .

DEFINISI HNP adalah suatu keadaan dimana sebagian atau seluruh bagian dari nukleus pulposus mengalami penonjolan ke dalam kanalis spinalis. .

 Prevalensinya berkisar antara 1-2% dari populasi.  HNP lumbalis paling sering (90%) mengenai diskus intervertebralis L5-S1 dan L4-L5 .

.  Diskus ini berfungsi sebagai penyangga beban dan peredam kejut (shock absorber) agar kolumna vertebralis tidak cedera bila terjadi trauma. Longitudinalis ant dan post.ANATOMI  Bagian anterior kolumna vertebralis tdr dr corpus vertebra dihubungkan satu sama lain oleh diskus intervertebralis dan diperkuat oleh Lig.

Nukleus Pulposus adalah suatu gel yang viskus terdiri dari proteoglycan (hyaluronic long chain) mengandung kadar air yang tinggi (80%) dan mempunyai sifat sangat higroskopis.• Diskus intervertebralis terdiri dari dua bagian utama yaitu: 1. Nukleus pulposus berfungsi sebagai bantalan dan berperan menahan tekanan/beban. Kemampuan menahan tekanan dari nukleus pulposus berkurang secara progresif dengan bertambahnya usia. Mulai usia 20 tahun terjadi perubahan degenerasi yang ditandai dengan penurunan vaskularisasi ke dalam diskus disertai berkurangnya kadar air dalam nukleus sehingga diskus mengkerut dan menjadi kurang elastis. .

terbagi menjadi 3 lapis: a. Daerah transisi . Anulus fibrosus.2. Lapisan terluar terdiri dari lamella fibro kolagen yang berjalan menyilang konsentris mengelilingi nucleus pulposus sehingga bentuknya seakan-akan menyerupai gulungan per (coiled spring) b. Lapisan dalam terdiri dari jaringan fibro kartilagenus c.

Long. Aliran darah ke diskus berkurang c. yg disebabkan oleh : a. Post lemah. Beban yang berat . b. maka herniasi hampir sering terjadi ke arah posterior atau posterolateral.PATOFISIOLOGI • Herniasi / ruptur diskus intervertebra adalah protrusi nukleus pulposus bersama dengan beberapa bagian anulus ke dalam kanalis spinalis atau foramen intervertebralis. Lig.

FAKTOR RESIKO  Faktor resiko yang tidak dapat dirubah 1. Jenis kelamin: laki-laki lebih banyak dari wanita 3. Riwayat cedera punggung atau HNP sebelumnya . Umur: makin bertambah umur resiko makin tinggi 2.

sering membungkuk atau gerakan memutar pada punggung. Merokok. 2. 3. Berat badan berlebihan. Nikotin dan racun-racun lain dapat mengganggu kemampuan diskus untuk menyerap nutrien yang diperlukan dari dalam darah. mengangkat atau menarik barang-barang berat. latihan fisik yang berat. paparan pada vibrasi yang konstan seperti supir. Batuk lama dan berulang . terutama beban ekstra di daerah perut dapat menyebabkan strain pada punggung bawah. mulai latihan setelah lama tidak berlatih. Olahraga yang tidak teratur. Pekerjaan dan aktivitas: duduk yang terlalu lama. latihan yang berat dalam jangka waktu yang lama. 5. 4.Faktor risiko yang dapat dirubah 1.

. defekasi dan fungsi seksual.mengangkat barang berat. kemudian ke tungkai bawah • Nyeri semakin hebat bila penderita mengejan. • Nyeri bertambah bila ditekan antara daerah disebelah L5 – S1 Pada kasus berat dapat terjadi kelemahan otot dan hilangnya refleks tendon patela (KPR) dan Achilles (APR). Bila mengenai konus atau kauda ekuina dapat terjadi gangguan miksi.batuk.GEJALA KLINIS • Nyeri spontan • Nyeri mulai dari pantat menjalar ke bagian lutut.

pemeriksaan klinis umum.DIAGNOSA  Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis. serta timbulnya low back pain. . pemeriksaan neurologik dan pemeriksaan penunjang serta adanya riwayat mengangkat beban yang berat dan berulang kali.

pada riwayat juga ditanyakan keluhan yang mengarah pada lesi saraf seperti adanya nyeri radikuler. lemah tungkai dan adanya saddle anestesi ( hilangnya sensasi terbatas pada daerah bokong dan perineum ) . lokasi nyeri. faktor yang memperberat atau memperingan. sifat nyeri. bagaimana mulai timbulnya. apakah nyeri yang diderita diawali kegiatan fisik.• Anamnesis Dalam anamnesis perlu ditanyakan kapan mulai timbulnya. kualitas nyeri. riwayat gangguan miksi.

nyeri tekan.• Pemeriksaan klinik umum – Inspeksi dapat di mulai saat penderita jalan masuk ke ruang pemeriksaan. Cara berjalan (tungkai sedikit di fleksikan dan kaki pada sisi sakit di jinjit). gibus dan deformitas yang lain. untuk mencari spasme otot. duduk (pada sisi yang sehat) – Palpasi. . adanya skoliosis.

 Pemeriksaan neurologik. -Pemeriksaan sensorik -Pemeriksaan motorik : dicari apakah ada kelemahan. atrofi atau fasikulasi otot -Pemeriksaan tendon .

-Diskogarfi . Pemeriksaan Radiologi -Foto polos untuk menemukan berkurangnya tinggi diskus intervetebralis sehingga ruang antar vertebralis tampak menyempit -Kaudografi. Elektromiografi (EMG) bisa mengetahui akar saraf mana yang terkena dan sejauh mana gangguannya. masih dalam tahap iritasi atau tahap kompresi 2. MRI merupakan gold standart untuk HNP. Terdiri dari: 1. CT Mielo dan MRI Untuk membuktikan HNP dan menetukan lokasinya. mielografi.• Pemeriksaan penunjang • Pemeriksaan neurofisiologi.

mengidentifikasi dan mengangkat patologi dan menghilangkan kompresi medula dan radiks – Laminotomi : Pembagian lamina vertebra. memungkinkan ahli bedah untuk menginspeksi kanalis spinalis. -Immobilisasi dengan mengeluarkan kolor servikal.• Penatalaksanaan -Pembedahan : Mengurangi tekanan pada radiks saraf untuk mengurangi nyeri dan mengubah defisit neurologik. • Meredakan nyeri dengan kompres lembab panas. Macam : – Disektomi : Mengangkat fragmen herniasi atau yang keluar dari diskus intervertebral – Laminektomi : Mengangkat lamina untuk memajankan elemen neural pada kanalis spinalis. atau brace. traksi. . obat anti inflamasi dan jika perlu kortikosteroid. analgesik. • Traksi servikal yang disertai dengan penyangga kepala yang dikaitkan pada katrol dan beban. relaksan otot. – Disektomi dengan peleburan. sedatif.

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful