........................................................................................... Seleksi .......................... A.......................................................... A............................................................................... 4......... Jenis-Jenis Tanah .............. B....................... Perkecambahan ................................................................................... B... D...................................................................... 6...................................................................... Syarat-Syarat Tumbuh Kelapa Sawit ............ Pemasangan Ajir ................... C...... A.................................................................................................... PEMBIBITAN ......................................... PERSIAPAN LAHAN DAN PENANAMAN BIBIT ....................... PENANAMAN ..............................DAFTAR ISI 1.... A................................... 1 2 2 4 4 4 5 6 6 6 7 8 9 9 9 10 10 11 11 11 11 12 15 16 16 ............................... PEMELIHARAAN ........................................................................... Jaringan Jalan ...................... Drainase .... Kastrasi ..................................................... C......................... Penentuan Jarak Tanam ....... 5........................................ Pembibitan Awal ....... 2..... Pengendalian Gulma ............................... PANEN .............. D...................... C....................................... C................................................................................ A.................................................................................................................... Teknik Pembukaan Lahan ............. Pemupukan ..................................................... 3...................................................................................................... D...................... Pengendalian Hama dan Penyakit .................................. E.... PENDAHULUAN ............................................................. E............... B................................................ Penanaman ..... B.................................................................. B..... Tanaman Penutup Tanah ............................................................................................ Lubang Tanam ......... Pembibitan Utama .. Penunasan .............................................................

KLASIFIKASI KELAPA SAWIT Divisi Subdivisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledonae : Palmales : Palmaceae : Elaesis : Elaeis guineensis Elaeis melanococca / E. industri tekstil. industri sabun (bahan penghasil busa). yaitu Amerika Selatan dan Afrika. Kelapa Sawit adalah tanaman penghasil minyak nabati yang memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan minyak yang dihasilkan oleh tanaman lain. PENDAHULUAN Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jack) diduga berasal dari dua tempat. oleivera Varietas : Elaeis guineensis Elaeis guineensis Elaeis guineensis dura tenera pisifera 1 . dan sebagai bahan bakar alternatif (minyak diesel). kosmetik. bahkan tanpa kolesterol. Spesies Elaeis oleivera diduga berasal dari Amerika Selatan dan spesies Elaeis guineensis berasal dari Afrika (Guenia). CPO atau PKO banyak digunakan sebagai bahan industri pangan (minyak goreng dan margarin). Minyak nabati yang dihasilkan dari pengolahan buah kelapa sawit berupa minyak mentah (CPO atau Crude Palm Oil) yang berwarna kuning dan minyak inti sawit (PKO atau Palm Kernel Oil) yang tidak berwarna (jernih).1. Keunggulan tersebut di antaranya memiliki kadar kolesterol rendah. industri baja (bahan pelumas).

Tanaman yang ternaungi karena jarak tanam yang sempit. Penyinaran Matahari Tanaman kelapa sawit termasuk tanama heliofil atau menyukai cahaya matahari. 2 . pertumbuhannya akan terhambat karena hasil asimilasinya kurang. coklat. Sedangkan curah hujan yang tinggi tidak berpengaruh buruk terhadap produksi kelapa sawit. Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh pada pH 4 – 6.5. meskipun kesuburannya di setiap daerah/tempat berbeda-beda. Musim kemarau selama tiga bulan atau lebih dapat menurunkan produksi kelapa sawit. yang penting tidak kekurangan air pada musim kemarau dan tidak tergenang air pada musim kemarau dan tidak tergenang air pada musim hujan (drainase baik). Syarat Tumbuh Kelapa Sawit a. Selain itu. B. Tanah Aluvial Tanah-tanah aluvial sangat penting untuk tanaman kelapa sawit. asalkan drainase dan penyinaran matahari cukup baik.500 mm per tahun dan tersebar merata setiap tahun. Tanah-tanah yang baik untuk pertumbuhan kelapa sawit Tanah Latosol Tanah latosol di daerah tropis bisa berwarna merah. Curah Hujan Curah hujan yang ideal bagi kelapa sawit yakni 2. Tanam Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik di banyak jenis tanah. Tanah latosol terbentuk di daerah yang iklimnya juga cocok untuk tanaman kelapa sawit. c. tanaman dewasa yang ternaungi produksi bunga betinanya sedikit sehingga perbandingan bunga betina dengan bunga jantan (Sex Ratio) kecil. b. Jenis-Jenis Tanah 1. dan kuning.000 – 2.A.

Namun persoalannya adalah bahwa jenis-jenis tanah tersebut tidak habis dimanfaatkan untuk segala jenis keperluan hidup manusia. miskin har mikro. Tanah-tanah aluvial yang ditutupi gambut dengan ketebalan kurang dari 10 cm. andesitik yang berasal dari deposit vulkanik tua. Tanah berdrainase buruk disebabkan karena permukaan air tanah yang tinggi. dekat sungai. perlu dicari potensi lahan yang lain untuk budidaya tanaman kelapa sawit. Tanah-tanah lateritik yang mengandung lapisan besi. Selain itu. lahan gambuk kaya bahan organik dari hasil pelapukan organisme dan tumbuhtumbuhan. di antaranya topografi datar. dan rawa-rawa. Gambut yang dalam (deep peat). jenis tanah yang ditanami kelapa sawit seperti : Laparitik latasol yang disebut podsolik merah kuning. Pada tanah gambut sedalam lebih dari 2 meter. 3 . Tanah-tanah yang berpasir di pantai.Di Sumatera. Pada musim kemarau tanah lateritik akan cepat kering sehingga tanaman menderita kekeringan. resiko hama dan penyakit di lahan gambut juga tinggi. penggunaan lahan lebih mudah dibandingkan lahan yang berbukit. Potensi lahan yang baik untuk budidaya kelapa sawit adalah pada jenis tanah mineral seperti tanah latosol maupun tanah aluvial. Keunggulan lahan gambut untuk perkebunan kelapa sawit. pH asam. drainase buruk. Basallik. Salah satu alternatif lahan yang telah digunakan yakni lahan gambut. Tanaman kelapa sawit tumbuh kurang baik karena akar sulit mencapai tanah dan tanaman akan mudah rubuh. Sedimen (endapan) dari laut dan sungai. Podsolik merah-kuning. Sehingga. 2. Tanah yang tidak baik untuk pertumbuhan kelapa sawit Tanah-tanah yang berdrainase buruk. Kelemahan lahan gambut di antaranya.

Siram air sesekali. Ganti air rendaman setiap hari. lebar 8 cm dan tebal 0.8 meter. lalu kecambah dimasukkan ke dalam lubang dengan bakal daun (plumula) yang bentuknya agak tajam dan berwarna kuning yang menghadap ke atas. lalu simpan dalam ruangan khusus bersuhu ruang 39ºC dengan kelembaban 60-70 % selama 60 hari. rendam benih ke dalam larutan Dithane M-45 0.2 meter x Tinggi 0. 2) Pisahkan buah dari tendonnya dan peram lagi selama 3 hari. Setelah 10 hari benih akan berkecambah.15 meter. 3) Masukkan buah ke mesin pengaduk untuk memisahkan daging basah dan biji. b.2 % selama 2 menit. 7) Angin-anginkan benih selama 3 menit setiap 7 hari sekali. 6) Masukkan biji dalam kaleng perkecambahan. Pembibitan Awal (Pre-Nursery) Siapkan polybag kecil warna hitam dengan ukuran panjang 14 cm. lalu rendam selama 6-7 hari.2 % selama 2 menit lalu keringkan. 4 . 9) Simpan benih di ruangan dengan suhu 27ºC.14 cm. Tanah di tengah-tengah polybag dilubangi dengan telunjuk tangan. 8) Setelah 60 hari. polybag harus disiram dahulu. Media tanam dimasukkan ke dalam polybag dan disusun di bedengan yang berukuran Panjang 10 meter x Lebar 1. Perkecambahan Berikut ini proses perkecambahan kelapa sawit : 1) Tendon buah diperam selama ± 3 hari supaya semua buah rontok dari tendon buah.2. 4) Cuci biji dengan air. Kemudian media tanam berupa tanah bagian atas (topsoil) + kompos dengan perbandingan 6 : 1. Jarak antar bedengan 0. 5) Rendam biji dengan Dithane M-45 pada konsentrasi 0. Sebelum penanaman kecambah. PEMBIBITAN a.

Selanjutnya bibit dipindahkan ke pembibitan utama (Main Nursery). 5 . selanjutnya disusun dengan jarak 70 x 70 x 70 cm satu hektar pembibitan main nursery dapat menyediakan 50–60 hektar lahan penanaman. Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma yang timbul dalam polybag satu bulan sekali. maka bibit perlu dipupuk menggunakan urea (N) dengan dosis 2 gram per liter air (0. Tanah yang sudah dibersihkan dimasukkan ke dalam polybag besar berukuran 40 x 50 cm.Pemeliharaan bibit di pembibitan awal dengan cara sebagai berikut : (1) Bibit disiram setiap hari (pagi atau sore). Petak atau bedengan dibuat memanjang dengan arah timur ke barat. (3) Mencabut rumput yang berada dalam polybag. Pembibitan awal dilakukan sampai umur 3 bulan atau kecambah sudah berdaun 4 lembar. (2) Bibit yang berada di bedengan dinaungi hingga kecambah berdaun 2-3 helai. c. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari. Bibit yang telah dipindahkan ke polybag besar. Pupuk diaplikasikan dengan cara disemprot. Pengisian tanah jangan terlalu penuh agar saat pemupukan dan penyiraman tidak keluar.21%) untuk 100 bibit. yaitu pagi dan sore hari. Ukuran panjang dan lebarnya disesuaikan dengan kondisi lapangan dan jaringan irigasi. Rumput-rumput yang tumbuh di luar polybag dibersihkan 2 bulan sekali dengan cangkul atau herbisida. lokasi ini juga harus bebas genangan air atau banjir serta dekat dengan sumber air untuk memudahkan penyiraman. Pembibitan Utama (Main-Nursery) Main Nursery sebaiknya berada dekat jalan untuk memudahkan pengangkutan. (4) Jika bibit terlihat kekurangan unsur hara dengan ciri daun menguning. (5) Pemberantasan hama dan penyakit secara terpadu. Selanjutnya polybag disiram dan bibit sawit dipindahkan dari polybag kecil (baby bag) ke polybag besar.

lebih dianjurkan untuk menggunakan pupuk majemuk N-P-K-Mg dengan komposisi 15-15-6-4 atau 12-12-17-2 serta ditambah kieserite (pupuk yang mengandung unsur Ca dan Mg). dan lain-lain. dan selalu menggulung. Ciri bibit tidak normal dan harus dibuang sebagai berikut : (1) Bibit yang memanjang kaku (errectic). Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara manual dan kimiawi (disemprot) dan dilakukan apabila ada gejala serangan. sempit. (3) Bibit yang merunduk (limp). (4) Saat dipindahkan ke lapangan. (5) Anak daun yang pendek (short leaflet). PEMBIBITAN a. 3. tinggi melebihi rata-rata dan kaku daunnya. 6 . d. Teknik Pembukaan Lahan Metode pembukaan lahan tergantung pada kondisi dan situasi di lapangan serta faktor lain. (4) Bibit yang daunnya tidak membelah. Seleksi Seleksi di main nursery dilakukan dalam 4 tahap sebagai berikut : (1) Setelah bibit dipindahkan dari prenursery. (2) Setelah bibit berumur 4 bulan. (3) Setelah bibit berumur 8 bulan. Rekomendasi pemupukan bibit kelapa sawit di main nursery (gram per bibit).Untuk pemupukan dosis dan jadwalnya tergantung pada umur dan pertumbuhan bibit. Di main nursery. Seperti jenis lahan. (2) Bibit yang permukaannya rata (flat) dan daun muda lebih pendek.

seperti traktor dan buldoser. (3) Jalan panen. Umumnya menggunakan gerobak sorong. dimana lebar jalan ± 4 meter. sesuai dengan kondisi lapangan. 3) Kimia Metode kimia dengan menggunakan herbisida (racun rumput). 7 . Jaringan Jalan Jaringan jalan perlu dipersiapkan terlebih dahulu sebelum proses penanaman. Cara ini juga dapat digunakan pada areal yang rata.Sistem pembukaan lahan antara lain : 1) Manual Sistem ini menggunakan tenaga manusia dan alat sederhana. Ketiga metode tersebut juga dapat dikombinasikan. Metode manual banyak digunakan di daerah yang tersedia tenaga kerja yang banyak. Karena jaringan jalan berfungsi sehingga sarana pengangkutan bahan pupuk produksi. b. yakni jalan untuk para pemanen mengangkut buah dari pohon ke tempat pengumpul hasil. dan lain-lain. waktu pekerjaan lebih cepat. 2) Mekanis Sistem ini dengan menggunakan alat-alat pertanian. yakni jalan yang berada di dalam blok-blok penanaman yang berfungsi untuk pengumpulan hasil (buah). Jenis jalan tersebut antara lain : (1) Jalan sekunder/jalan produksi (submain road) merupakan jalan transportasi yang menghubungkan jalan utama dengan jalan koleksi (pengumpul hasil). (2) Jalan koleksi (collecting road).

= Jalan Panen 1 2 = Jalan Koleksi = Jalan Sekunder/Jalan Produksi (4) Jalan utama. Macam Drainase (1) Drainase Lapangan (field drain) Yaitu parit yang searah dengan barisan pohon kelapa sawit. (2) Drainase pengumpul (collection drain) Yaitu parit yang berfungsi menampung air dari drainase lapangan..5 meter dan kedalaman 1. Kendaraan yang telah penuh bermuatan buah sawit siap menuju pabrik. 8 . Lebar parit 2 – 2. (3) Drainase pembuang (outlet drain) Yaitu parit yang menerima air dari drainase pengumpul dan mengalirkan langsung ke sungai lebar parit 3. Drainase Parit drainase (saluran air). c. Sangat penting terutama di lahan gambut yang memang lebih banyak memerlukan parit dan juga pintu-pintu air yang berfungsi untuk mengatur kebutuhan air di lokasi perkebunan..5 meter.. yaitu jalan pengumpulan utama yang melayani sejumlah jalan pengumpul hasil.Ket : x = Tanaman . Lebar dan dalamnya 1 meter x 1 meter.5 meter ke dalaman 2 – 2.5 – 2.0 meter.

B. theodolite atau kompas. 9 . Alat dan bahan yang digunakan untuk pemasangan ajir antara lain. Ajir ini sebagai tanda bagi kontraktor atau buruh untuk membuat lubang tanam.4. Pemasangan Ajir Ajir adalah kayu atau bambu yang ditancapkan di tempat-tempat yang akan ditanam kelapa sawit. tali. pancang. Untuk menentukan jarak tanam.866 Jarak tanam yang biasa digunakan adalah 9 x 9 x 9. PENANAMAN A. Barisan panjang dibuat dari arah utara – selatan. sehingga dalam 1 Ha ada 142 tanaman. Pemancangan dilakukan setelah selesai pembukaan lahan. ataupun populasi tanaman dalam satu hektar dapat ditentukan dengan rumus : Jarak antar barisan = Luas Lahan (Ha) Jumlah Populasi × Sin 60° Jarak Tanam = Jarak Antar Barisan Sin 60° Jumlah Populasi = Luas Lahan Jarak Tanam × Jarak Antar Barisan Keterangan : Sin 60° = 0. Penentuan Jarak Tanam Tanaman kelapa sawit di tanam dengan pola segi tiga sama sisi.

10 . Misalnya tinggi polybag 45 cm kedalaman lubang menjadi 50 cm. Dosis 1 kg per lubang dan diaplikasikan setelah lubang tanam dibuat atau bersamaan dengan kegiatan menanam. D. Penanaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan agar tanaman tidak kekurangan air. Lubang Tanam Lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm dan dibiarkan selama 2 minggu. Penanaman Bibit yang ditanam di lapangan sebaiknya telah berumur 12 – 14 bulan. Sebelum ditanami di beri pupuk Rock Fosfat yang merupakan jenis pupuk fosfat alam.Jarak tanam 9 x 9 x 9 meter dengan pola segitiga sama sisi C. Kedalaman lubang tanam harus diatur agar suhu dengan tinggi polybag ditambah 5 cm. Tanaman yang mati harus segera disulam agar pertumbuhan tanaman tersebut tidak ketinggalan dari tanaman lainnya.

Guguran daun dari bintil akarnya bisa memberi tambahan unsur Nitrogen (N) pada tanah. kastrasi menguntungkan karena semua hasil fotosintesis akan tersalurkan untuk pertumbuhan batang sehingga batang lebih tegap dan sehat. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual menggunakan parang ataupun cangkul. dan secara fisiologis.5 – 1 kg. Jenis-jenis tertentu seperti Pueraria triloba mampu menghisap banyak air sehingga cocok ditanam di lokasi yang rendah atau bekas rawa. 11 . Tanaman Penutup Tanah (Cover Crop) Penanaman tanaman penutup tanah dapat ditanam sebelum maupun sesudah bibit kelapa sawit ditanam. Menekan pertumbuhan alang-alang dan gulma lain.E. serta kemungkinan gulma menjadi tanaman inang hama dan penyakit. Kadar minyak sangat kecil. Kastrasi perlu dilakukan karena buah yang dihasilkan berat tandannya hanya 0. yaitu dengan menyemprotkan larutan herbisida (racun rumput). PEMELIHARAAN A. Pengendalian Gulma Gulma (rumput pengganggu) di perkebunan kelapa sawit harus dikendalikan karena gulma menjadi pesaing tanaman kelapa sawit alam menyerap unsur hara dan air. 5. B. dan juga dapat dilakukan dengan cara kimia. Pengendalian gulma dilakukan tergantung pada banyaknya gulma di areal perkebunan. Kastrasi Kastrasi yaitu membuang semua bunga yang ada pada tanaman kelapa sawit muda atau TBM (Tanamam Belum Menghasilkan). Tanaman penutup tanah sangat dianjurkan di perkebunan kelapa sawit karena tanaman penutup tanah memiliki manfaat sebagai berikut : Menghindarkan tanah dari bahaya erosi. Kastrasi dilakukan kirakira ketika tanaman berumur 20 – 30 bulan.

C.665 430 600 425 115 1.TSP.045 355 500 355 95 1. Dosis Pupuk TBM Pedoman Pemupukan Kelapa Sawit TBM (143 pohon/hektare) Umur (bulan) Pupuk N 16 P K Mg N 20 P K Mg N 24 P K Mg N 27 P K Mg N 30 P K Mg Sumber : Publikasi PPKS Keterangan : TBM N P = = = Tanaman belum menghasilkan Nitrogen (misalnya pupuk ZA. Pemupukan Pemupukan dilakukan dengan cara menaburkan pupuk dalam piringan yang dibuat melingkar di sekitar tanaman.SP 36) K Mg Bo = = = Kalium (misalnya pupuk ZK. Untuk waktu aplikasi dan dosis pemupukan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.305 535 750 150 230 1.570 Kg/Hektare 39 54 11 16 120 41 57 41 11 150 51 72 51 14 188 77 107 22 33 239 62 86 61 16 225 12 .MOP/KCl) Magnesium (misalnya Kieserite) Boron (misalnya pupuk HGF Borate) Gram/Pohon 270 375 75 115 935 285 400 285 75 1. urea) Fosfor (misalnya pupuk RP.

500 750 4.000 500 25 1.000 50 5.500 1.22 P K Mg Sumber : Publikasi PPKS dan LPP Gram/Pohon 380 500 1.000 1.2 686.800 1.2 143 143 286 143 7.2 794.6 107 143 281 143 7.2 901.000 1.250 1.Pedoman Pemupukan Kelapa Sawit TM (143 pohon/hektare) Umur (tahun) Pupuk N P 3 K Mg Bo N P 4-6 K Mg Bo N P 7-9 K Mg Bo N P 10 .000 1.2 143 143 358 143 7.000 50 5.000 1.000 50 4.6 344.550 1.250 Kg/Hektare 54 72 143 72 3.2 179 143 429 143 7.000 1.000 100 2.000 3.300 1.405 750 1.14 K Mg Bo N P 15 .2 722.050 1.000 1.18 K Mg Bo N 19 .000 50 6.000 2.000 2.2 107 143 281 143 608 13 .

amida. Sementara itu. Unsur kalium juga berperan sebagai katalisator dalam setiap proses biokimia dan sebagai regulator dalam proses pembentukan minyak. dan klorofil. karena unsur ini paling banyak ditransfer ke tandan buah. Fosfor (P) Fosfor (P) berperan dalam setiap proses fisiologis tanaman. seperti fotosintesis dan respirasi banyak dipengaruhi oleh unsur kalium. tetapi akan berkombinasi dengan unsur-unsur lainnya. Magnesium memiliki pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan tanaman. Penelitian di Sumatera Utara dan Malaysia menunjukkan pemupukan nitrogen meningkatkan perkembangan batang dan memperbesar leaf area index sehingga meningkatkan produksi tandan buah. Kebutuhan unsur P lebih sedikit dibandingkan dengan N dan K. unsur P tidak dapat bekerja sendiri. Kekurangan nitrogen akan menurunkan aktivitas metabolisme tanaman yang dapat menimbulkan klorosis (warna daun memucat). alkaloid. Untuk menambah produksi tandan buah. terutama tanah yang kandungan pasirnya tinggi atau alluvial dan hidromorfik. Kekurangan unsur fosfor akan menghambat pertumbuhan. bisa meningkatkan produksi tandan kelapa sawit.Fungsi dan peranan setiap unsur hara terdapat pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit sebagai berikut : Nitrogen (N) Nitrogen merupakan unsur utama pembentuk protoplasma sel. unsur kalium nyata memperbesar perkembangan batang dan mempercepat panen pertama. pengaruhnya terhadap produksi tandan relatif kecil dan tidak secara langsung. Aktivitas penting dalam proses fisiologis. melemahkan jaringan. Pemupukan kalium di berbagai jenis tanah. baik yang menyangkut pertumbuhan vegetatif maupun pertumbuhan generatif. serta memperlambat proses fisiologis. 14 . Fungsi lain unsur fosfor adalah membentuk ikatan fosfolipid dalam minyak. asam amino. Kalium (K) Kalium merupakan unsur hara terpenting untuk kelapa sawit. Fosfor merupakan komponen utama asam nukleat yang berperan dalam pembentukan akar. Pemupukan nitrogen berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi buah. protein. Magnesium (Mg) Unsur magnesium unsur utama pembentuk klorifil dan berperan dalam sistem kerja enzim. Pada tanaman muda.

Pengendalian Hama dan Penyakit 1. 3. 5. Hama Ulat Hama ini menyerang bagian daun tanaman. Gejalanya berupa pertumbuhan anak daun tidak normal.D. Pemberantasannya bisa menggunakan perangkap tikus yang diberi umpan. Menyerang tanaman dengan cara memakan titik tumbuh dari kelapa sawit. Hama ini dapat dikendalikan dengan menyemprotkan larutan Azodrin yang bersifat sistemik ataupun dengan cara menggunakan lampu perangkap yang diletakkan di atas papan yang telah diberi lem atau lampu perangkap yang diletakkan di atas ember yang berisi larutan insektisida. 2. Penyakit ini dapat diatasi dengan cara pemupukan borax dosis 50 g/tahun. dan Oryctes rhinoceros) Menyerang daun tanaman yang belum terbuka. 4. Hama Kumbang (Apogonia Sp. kecil. Dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida Dipterex atau Bayrusil. Bisa juga dengan membuat parit isolasi yang dalam dan lebar. bisa juga dengan menggunakan racun tikus. Tikus Hama tikus biasanya menyerang bagian buah dan tandan. jumlah daunnya sedikit. 15 . Babi Babi biasanya hanya menyerang tanaman yang berumur kurang dari 1 tahun. Penyakit Little Leaf Penyakit ini disebut juga penyakit fisiologis karena tanaman kekurangan unsur barium. dan tidak beraturan. Pengendalian hama ini dengan cara diburu dan dibunuh.

yaitu jumlah buah yang brondol dari tandannya. Cara pencegahan penyakit ini dengan mengurangi pemberian pupuk yang mengandung unsur Nitrogen. menghemat penggunaan unsur hara dan air. Peralatan untuk penunasan yakni Dodos atau Egrek. Untuk tanaman yang tingginya lebih dari 3 meter. Penunasan mulai dilakukan 6 bulan sebelum tanaman menghasilkan (TM) dan setelah tanaman menghasilkan penunasan dilakukan 1 ataupun 2 kali dalam 1 tahun. Penyakit ini tidak bisa diberantas. mengurangi penghalang pembesaran tandan. 16 . 6. maka pemanenan dengan menggunakan Egrek. Ciri-ciri tandan buah yang masak ditentukan oleh angka kematangan yang masak ditentukan oleh angka kematangan. Penunasan Penunasan merupakan kegiatan membuang daun kelapa sawit yang telah tua dan kering. Penunasan perlu dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan pemanenan. umumnya menyerang tanaman yang berumur 2 – 3 tahun. PANEN Panen dapat dilakukan setelah buah masak. Alat panen yang digunakan yakni Dodos untuk tanaman yang tingginya kurang dari 3 meter. Jumlah buah brondol sebanyak 5 – 10. Pemanenan umumnya dilakukan 3 kali sebulan (10 hari sekali). Penyakit Tajuk (Crown Disease) Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium sp. unsur ini merangsang pertumbuhan vegetatif dan merangsang pertumbuhan jamur. E.6. Namun ada juga yang melakukan pemanenan dengan rotasi 15 hari sekali. Pasalnya. menunjukkan bahwa tandan bisa sudah siap dipanen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful