P. 1
52248685 Teknik Budidaya Kelapa Sawit

52248685 Teknik Budidaya Kelapa Sawit

|Views: 11|Likes:
Published by aistop

More info:

Published by: aistop on May 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2014

pdf

text

original

........................................ Teknik Pembukaan Lahan .... D...... 6......................................................... Drainase ...................................................... Jaringan Jalan .... Pembibitan Awal ..... 3. A........................................................... A........................................................................................................................................................ A...... 5......................................................... B.............. D..................................... Syarat-Syarat Tumbuh Kelapa Sawit ...................... Perkecambahan ............................... D........................................................... Pembibitan Utama .................... C....................... PERSIAPAN LAHAN DAN PENANAMAN BIBIT ..................................... Pengendalian Gulma ............ A............................................................................................................................. PANEN ..... B... Kastrasi ............................................................................ Pemupukan ....... Penunasan .............. C................................................................................................................................................................. PEMELIHARAAN .....DAFTAR ISI 1.................. C................................ E................................. PENANAMAN . Pemasangan Ajir ............................................................................. PEMBIBITAN ................................ A.............................. PENDAHULUAN ..................................................................... Penanaman ............... 4......................................................... 1 2 2 4 4 4 5 6 6 6 7 8 9 9 9 10 10 11 11 11 11 12 15 16 16 .......................................... B.......................................................... Seleksi ... 2............................................... B... Pengendalian Hama dan Penyakit .................................... Tanaman Penutup Tanah .......... E.................................................................................................................................................................... C............................................................................................... Penentuan Jarak Tanam . Jenis-Jenis Tanah ........... B...... Lubang Tanam .......................

Spesies Elaeis oleivera diduga berasal dari Amerika Selatan dan spesies Elaeis guineensis berasal dari Afrika (Guenia). industri tekstil. KLASIFIKASI KELAPA SAWIT Divisi Subdivisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledonae : Palmales : Palmaceae : Elaesis : Elaeis guineensis Elaeis melanococca / E. PENDAHULUAN Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jack) diduga berasal dari dua tempat. yaitu Amerika Selatan dan Afrika. Kelapa Sawit adalah tanaman penghasil minyak nabati yang memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan minyak yang dihasilkan oleh tanaman lain. CPO atau PKO banyak digunakan sebagai bahan industri pangan (minyak goreng dan margarin). kosmetik. Keunggulan tersebut di antaranya memiliki kadar kolesterol rendah.1. bahkan tanpa kolesterol. industri sabun (bahan penghasil busa). dan sebagai bahan bakar alternatif (minyak diesel). Minyak nabati yang dihasilkan dari pengolahan buah kelapa sawit berupa minyak mentah (CPO atau Crude Palm Oil) yang berwarna kuning dan minyak inti sawit (PKO atau Palm Kernel Oil) yang tidak berwarna (jernih). oleivera Varietas : Elaeis guineensis Elaeis guineensis Elaeis guineensis dura tenera pisifera 1 . industri baja (bahan pelumas).

c. b. Penyinaran Matahari Tanaman kelapa sawit termasuk tanama heliofil atau menyukai cahaya matahari. B. Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh pada pH 4 – 6.5. meskipun kesuburannya di setiap daerah/tempat berbeda-beda. Tanaman yang ternaungi karena jarak tanam yang sempit.500 mm per tahun dan tersebar merata setiap tahun. Syarat Tumbuh Kelapa Sawit a. Curah Hujan Curah hujan yang ideal bagi kelapa sawit yakni 2. coklat. Musim kemarau selama tiga bulan atau lebih dapat menurunkan produksi kelapa sawit. asalkan drainase dan penyinaran matahari cukup baik. yang penting tidak kekurangan air pada musim kemarau dan tidak tergenang air pada musim kemarau dan tidak tergenang air pada musim hujan (drainase baik). pertumbuhannya akan terhambat karena hasil asimilasinya kurang.A. Tanah latosol terbentuk di daerah yang iklimnya juga cocok untuk tanaman kelapa sawit. Sedangkan curah hujan yang tinggi tidak berpengaruh buruk terhadap produksi kelapa sawit. 2 . Tanah-tanah yang baik untuk pertumbuhan kelapa sawit Tanah Latosol Tanah latosol di daerah tropis bisa berwarna merah. tanaman dewasa yang ternaungi produksi bunga betinanya sedikit sehingga perbandingan bunga betina dengan bunga jantan (Sex Ratio) kecil. Jenis-Jenis Tanah 1. dan kuning. Selain itu. Tanah Aluvial Tanah-tanah aluvial sangat penting untuk tanaman kelapa sawit.000 – 2. Tanam Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik di banyak jenis tanah.

jenis tanah yang ditanami kelapa sawit seperti : Laparitik latasol yang disebut podsolik merah kuning. Keunggulan lahan gambut untuk perkebunan kelapa sawit. penggunaan lahan lebih mudah dibandingkan lahan yang berbukit. Potensi lahan yang baik untuk budidaya kelapa sawit adalah pada jenis tanah mineral seperti tanah latosol maupun tanah aluvial. Namun persoalannya adalah bahwa jenis-jenis tanah tersebut tidak habis dimanfaatkan untuk segala jenis keperluan hidup manusia. resiko hama dan penyakit di lahan gambut juga tinggi. lahan gambuk kaya bahan organik dari hasil pelapukan organisme dan tumbuhtumbuhan. Pada tanah gambut sedalam lebih dari 2 meter. Selain itu. perlu dicari potensi lahan yang lain untuk budidaya tanaman kelapa sawit. Tanah-tanah aluvial yang ditutupi gambut dengan ketebalan kurang dari 10 cm. dan rawa-rawa. Pada musim kemarau tanah lateritik akan cepat kering sehingga tanaman menderita kekeringan.Di Sumatera. Tanah-tanah yang berpasir di pantai. 2. pH asam. Kelemahan lahan gambut di antaranya. Salah satu alternatif lahan yang telah digunakan yakni lahan gambut. Sehingga. Gambut yang dalam (deep peat). Podsolik merah-kuning. Tanah berdrainase buruk disebabkan karena permukaan air tanah yang tinggi. 3 . Tanah-tanah lateritik yang mengandung lapisan besi. andesitik yang berasal dari deposit vulkanik tua. Basallik. Sedimen (endapan) dari laut dan sungai. Tanah yang tidak baik untuk pertumbuhan kelapa sawit Tanah-tanah yang berdrainase buruk. Tanaman kelapa sawit tumbuh kurang baik karena akar sulit mencapai tanah dan tanaman akan mudah rubuh. drainase buruk. dekat sungai. miskin har mikro. di antaranya topografi datar.

4 . 3) Masukkan buah ke mesin pengaduk untuk memisahkan daging basah dan biji. Ganti air rendaman setiap hari. 4) Cuci biji dengan air. polybag harus disiram dahulu. lalu rendam selama 6-7 hari.14 cm. 9) Simpan benih di ruangan dengan suhu 27ºC. 8) Setelah 60 hari. 6) Masukkan biji dalam kaleng perkecambahan.2.8 meter. Tanah di tengah-tengah polybag dilubangi dengan telunjuk tangan. Media tanam dimasukkan ke dalam polybag dan disusun di bedengan yang berukuran Panjang 10 meter x Lebar 1.2 meter x Tinggi 0. PEMBIBITAN a.2 % selama 2 menit lalu keringkan. Siram air sesekali. Setelah 10 hari benih akan berkecambah.15 meter. 5) Rendam biji dengan Dithane M-45 pada konsentrasi 0. 2) Pisahkan buah dari tendonnya dan peram lagi selama 3 hari. lalu kecambah dimasukkan ke dalam lubang dengan bakal daun (plumula) yang bentuknya agak tajam dan berwarna kuning yang menghadap ke atas. rendam benih ke dalam larutan Dithane M-45 0. Pembibitan Awal (Pre-Nursery) Siapkan polybag kecil warna hitam dengan ukuran panjang 14 cm. Sebelum penanaman kecambah. lalu simpan dalam ruangan khusus bersuhu ruang 39ºC dengan kelembaban 60-70 % selama 60 hari. Jarak antar bedengan 0. 7) Angin-anginkan benih selama 3 menit setiap 7 hari sekali. lebar 8 cm dan tebal 0. Perkecambahan Berikut ini proses perkecambahan kelapa sawit : 1) Tendon buah diperam selama ± 3 hari supaya semua buah rontok dari tendon buah. b. Kemudian media tanam berupa tanah bagian atas (topsoil) + kompos dengan perbandingan 6 : 1.2 % selama 2 menit.

Rumput-rumput yang tumbuh di luar polybag dibersihkan 2 bulan sekali dengan cangkul atau herbisida. (2) Bibit yang berada di bedengan dinaungi hingga kecambah berdaun 2-3 helai. Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma yang timbul dalam polybag satu bulan sekali.21%) untuk 100 bibit. 5 . (3) Mencabut rumput yang berada dalam polybag. Pupuk diaplikasikan dengan cara disemprot. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari. Tanah yang sudah dibersihkan dimasukkan ke dalam polybag besar berukuran 40 x 50 cm. Ukuran panjang dan lebarnya disesuaikan dengan kondisi lapangan dan jaringan irigasi. maka bibit perlu dipupuk menggunakan urea (N) dengan dosis 2 gram per liter air (0. selanjutnya disusun dengan jarak 70 x 70 x 70 cm satu hektar pembibitan main nursery dapat menyediakan 50–60 hektar lahan penanaman. (4) Jika bibit terlihat kekurangan unsur hara dengan ciri daun menguning. Selanjutnya polybag disiram dan bibit sawit dipindahkan dari polybag kecil (baby bag) ke polybag besar. Pembibitan Utama (Main-Nursery) Main Nursery sebaiknya berada dekat jalan untuk memudahkan pengangkutan. lokasi ini juga harus bebas genangan air atau banjir serta dekat dengan sumber air untuk memudahkan penyiraman. Bibit yang telah dipindahkan ke polybag besar. (5) Pemberantasan hama dan penyakit secara terpadu. Pembibitan awal dilakukan sampai umur 3 bulan atau kecambah sudah berdaun 4 lembar. Petak atau bedengan dibuat memanjang dengan arah timur ke barat. Selanjutnya bibit dipindahkan ke pembibitan utama (Main Nursery). yaitu pagi dan sore hari.Pemeliharaan bibit di pembibitan awal dengan cara sebagai berikut : (1) Bibit disiram setiap hari (pagi atau sore). Pengisian tanah jangan terlalu penuh agar saat pemupukan dan penyiraman tidak keluar. c.

(5) Anak daun yang pendek (short leaflet). PEMBIBITAN a. lebih dianjurkan untuk menggunakan pupuk majemuk N-P-K-Mg dengan komposisi 15-15-6-4 atau 12-12-17-2 serta ditambah kieserite (pupuk yang mengandung unsur Ca dan Mg). (3) Setelah bibit berumur 8 bulan. Ciri bibit tidak normal dan harus dibuang sebagai berikut : (1) Bibit yang memanjang kaku (errectic). Seleksi Seleksi di main nursery dilakukan dalam 4 tahap sebagai berikut : (1) Setelah bibit dipindahkan dari prenursery. (2) Bibit yang permukaannya rata (flat) dan daun muda lebih pendek. tinggi melebihi rata-rata dan kaku daunnya. 3. (2) Setelah bibit berumur 4 bulan. dan lain-lain. (3) Bibit yang merunduk (limp). Di main nursery. 6 . (4) Saat dipindahkan ke lapangan.Untuk pemupukan dosis dan jadwalnya tergantung pada umur dan pertumbuhan bibit. sempit. d. Rekomendasi pemupukan bibit kelapa sawit di main nursery (gram per bibit). dan selalu menggulung. Seperti jenis lahan. (4) Bibit yang daunnya tidak membelah. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara manual dan kimiawi (disemprot) dan dilakukan apabila ada gejala serangan. Teknik Pembukaan Lahan Metode pembukaan lahan tergantung pada kondisi dan situasi di lapangan serta faktor lain.

yakni jalan yang berada di dalam blok-blok penanaman yang berfungsi untuk pengumpulan hasil (buah). Jenis jalan tersebut antara lain : (1) Jalan sekunder/jalan produksi (submain road) merupakan jalan transportasi yang menghubungkan jalan utama dengan jalan koleksi (pengumpul hasil). seperti traktor dan buldoser. waktu pekerjaan lebih cepat. sesuai dengan kondisi lapangan. yakni jalan untuk para pemanen mengangkut buah dari pohon ke tempat pengumpul hasil. Ketiga metode tersebut juga dapat dikombinasikan. (3) Jalan panen. dan lain-lain. b. 7 . Karena jaringan jalan berfungsi sehingga sarana pengangkutan bahan pupuk produksi.Sistem pembukaan lahan antara lain : 1) Manual Sistem ini menggunakan tenaga manusia dan alat sederhana. 2) Mekanis Sistem ini dengan menggunakan alat-alat pertanian. Metode manual banyak digunakan di daerah yang tersedia tenaga kerja yang banyak. Jaringan Jalan Jaringan jalan perlu dipersiapkan terlebih dahulu sebelum proses penanaman. Umumnya menggunakan gerobak sorong. dimana lebar jalan ± 4 meter. 3) Kimia Metode kimia dengan menggunakan herbisida (racun rumput). Cara ini juga dapat digunakan pada areal yang rata. (2) Jalan koleksi (collecting road).

0 meter. yaitu jalan pengumpulan utama yang melayani sejumlah jalan pengumpul hasil. Drainase Parit drainase (saluran air). Lebar parit 2 – 2.5 – 2. (3) Drainase pembuang (outlet drain) Yaitu parit yang menerima air dari drainase pengumpul dan mengalirkan langsung ke sungai lebar parit 3. 8 . Macam Drainase (1) Drainase Lapangan (field drain) Yaitu parit yang searah dengan barisan pohon kelapa sawit. (2) Drainase pengumpul (collection drain) Yaitu parit yang berfungsi menampung air dari drainase lapangan..5 meter..5 meter dan kedalaman 1.= Jalan Panen 1 2 = Jalan Koleksi = Jalan Sekunder/Jalan Produksi (4) Jalan utama.Ket : x = Tanaman . c.5 meter ke dalaman 2 – 2. Lebar dan dalamnya 1 meter x 1 meter.. Sangat penting terutama di lahan gambut yang memang lebih banyak memerlukan parit dan juga pintu-pintu air yang berfungsi untuk mengatur kebutuhan air di lokasi perkebunan. Kendaraan yang telah penuh bermuatan buah sawit siap menuju pabrik.

B. PENANAMAN A. pancang. Untuk menentukan jarak tanam. Alat dan bahan yang digunakan untuk pemasangan ajir antara lain. theodolite atau kompas. Penentuan Jarak Tanam Tanaman kelapa sawit di tanam dengan pola segi tiga sama sisi. Ajir ini sebagai tanda bagi kontraktor atau buruh untuk membuat lubang tanam. sehingga dalam 1 Ha ada 142 tanaman.866 Jarak tanam yang biasa digunakan adalah 9 x 9 x 9. tali. Barisan panjang dibuat dari arah utara – selatan. Pemasangan Ajir Ajir adalah kayu atau bambu yang ditancapkan di tempat-tempat yang akan ditanam kelapa sawit. Pemancangan dilakukan setelah selesai pembukaan lahan.4. 9 . ataupun populasi tanaman dalam satu hektar dapat ditentukan dengan rumus : Jarak antar barisan = Luas Lahan (Ha) Jumlah Populasi × Sin 60° Jarak Tanam = Jarak Antar Barisan Sin 60° Jumlah Populasi = Luas Lahan Jarak Tanam × Jarak Antar Barisan Keterangan : Sin 60° = 0.

Sebelum ditanami di beri pupuk Rock Fosfat yang merupakan jenis pupuk fosfat alam. 10 .Jarak tanam 9 x 9 x 9 meter dengan pola segitiga sama sisi C. D. Misalnya tinggi polybag 45 cm kedalaman lubang menjadi 50 cm. Penanaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan agar tanaman tidak kekurangan air. Penanaman Bibit yang ditanam di lapangan sebaiknya telah berumur 12 – 14 bulan. Tanaman yang mati harus segera disulam agar pertumbuhan tanaman tersebut tidak ketinggalan dari tanaman lainnya. Dosis 1 kg per lubang dan diaplikasikan setelah lubang tanam dibuat atau bersamaan dengan kegiatan menanam. Kedalaman lubang tanam harus diatur agar suhu dengan tinggi polybag ditambah 5 cm. Lubang Tanam Lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm dan dibiarkan selama 2 minggu.

PEMELIHARAAN A. serta kemungkinan gulma menjadi tanaman inang hama dan penyakit. dan secara fisiologis. yaitu dengan menyemprotkan larutan herbisida (racun rumput). Tanaman penutup tanah sangat dianjurkan di perkebunan kelapa sawit karena tanaman penutup tanah memiliki manfaat sebagai berikut : Menghindarkan tanah dari bahaya erosi. dan juga dapat dilakukan dengan cara kimia.5 – 1 kg. Guguran daun dari bintil akarnya bisa memberi tambahan unsur Nitrogen (N) pada tanah. Tanaman Penutup Tanah (Cover Crop) Penanaman tanaman penutup tanah dapat ditanam sebelum maupun sesudah bibit kelapa sawit ditanam. Kastrasi dilakukan kirakira ketika tanaman berumur 20 – 30 bulan. Menekan pertumbuhan alang-alang dan gulma lain. Pengendalian gulma dilakukan tergantung pada banyaknya gulma di areal perkebunan. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual menggunakan parang ataupun cangkul. 5. Pengendalian Gulma Gulma (rumput pengganggu) di perkebunan kelapa sawit harus dikendalikan karena gulma menjadi pesaing tanaman kelapa sawit alam menyerap unsur hara dan air. Jenis-jenis tertentu seperti Pueraria triloba mampu menghisap banyak air sehingga cocok ditanam di lokasi yang rendah atau bekas rawa. B.E. 11 . Kastrasi perlu dilakukan karena buah yang dihasilkan berat tandannya hanya 0. Kastrasi Kastrasi yaitu membuang semua bunga yang ada pada tanaman kelapa sawit muda atau TBM (Tanamam Belum Menghasilkan). Kadar minyak sangat kecil. kastrasi menguntungkan karena semua hasil fotosintesis akan tersalurkan untuk pertumbuhan batang sehingga batang lebih tegap dan sehat.

TSP.C.665 430 600 425 115 1.305 535 750 150 230 1.045 355 500 355 95 1. urea) Fosfor (misalnya pupuk RP.570 Kg/Hektare 39 54 11 16 120 41 57 41 11 150 51 72 51 14 188 77 107 22 33 239 62 86 61 16 225 12 . Untuk waktu aplikasi dan dosis pemupukan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.MOP/KCl) Magnesium (misalnya Kieserite) Boron (misalnya pupuk HGF Borate) Gram/Pohon 270 375 75 115 935 285 400 285 75 1. Dosis Pupuk TBM Pedoman Pemupukan Kelapa Sawit TBM (143 pohon/hektare) Umur (bulan) Pupuk N 16 P K Mg N 20 P K Mg N 24 P K Mg N 27 P K Mg N 30 P K Mg Sumber : Publikasi PPKS Keterangan : TBM N P = = = Tanaman belum menghasilkan Nitrogen (misalnya pupuk ZA.SP 36) K Mg Bo = = = Kalium (misalnya pupuk ZK. Pemupukan Pemupukan dilakukan dengan cara menaburkan pupuk dalam piringan yang dibuat melingkar di sekitar tanaman.

000 100 2.000 1.2 901.2 143 143 358 143 7.000 1.2 107 143 281 143 608 13 .000 1.300 1.000 2.2 143 143 286 143 7.6 107 143 281 143 7.Pedoman Pemupukan Kelapa Sawit TM (143 pohon/hektare) Umur (tahun) Pupuk N P 3 K Mg Bo N P 4-6 K Mg Bo N P 7-9 K Mg Bo N P 10 .000 2.2 722.000 50 5.405 750 1.000 1.2 794.2 686.500 1.2 179 143 429 143 7.000 50 5.800 1.550 1.000 1.000 3.500 750 4.000 500 25 1.250 Kg/Hektare 54 72 143 72 3.250 1.000 50 4.14 K Mg Bo N P 15 .6 344.000 50 6.22 P K Mg Sumber : Publikasi PPKS dan LPP Gram/Pohon 380 500 1.18 K Mg Bo N 19 .000 1.050 1.

Fosfor (P) Fosfor (P) berperan dalam setiap proses fisiologis tanaman. Kekurangan unsur fosfor akan menghambat pertumbuhan. Aktivitas penting dalam proses fisiologis. terutama tanah yang kandungan pasirnya tinggi atau alluvial dan hidromorfik. Penelitian di Sumatera Utara dan Malaysia menunjukkan pemupukan nitrogen meningkatkan perkembangan batang dan memperbesar leaf area index sehingga meningkatkan produksi tandan buah. baik yang menyangkut pertumbuhan vegetatif maupun pertumbuhan generatif. Kalium (K) Kalium merupakan unsur hara terpenting untuk kelapa sawit. bisa meningkatkan produksi tandan kelapa sawit. Magnesium memiliki pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan tanaman. Pada tanaman muda. tetapi akan berkombinasi dengan unsur-unsur lainnya. Kekurangan nitrogen akan menurunkan aktivitas metabolisme tanaman yang dapat menimbulkan klorosis (warna daun memucat). Pemupukan nitrogen berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi buah. unsur P tidak dapat bekerja sendiri. alkaloid. Kebutuhan unsur P lebih sedikit dibandingkan dengan N dan K. unsur kalium nyata memperbesar perkembangan batang dan mempercepat panen pertama. Fungsi lain unsur fosfor adalah membentuk ikatan fosfolipid dalam minyak. 14 . seperti fotosintesis dan respirasi banyak dipengaruhi oleh unsur kalium. dan klorofil. Fosfor merupakan komponen utama asam nukleat yang berperan dalam pembentukan akar. Unsur kalium juga berperan sebagai katalisator dalam setiap proses biokimia dan sebagai regulator dalam proses pembentukan minyak. asam amino. serta memperlambat proses fisiologis. Untuk menambah produksi tandan buah. karena unsur ini paling banyak ditransfer ke tandan buah. Pemupukan kalium di berbagai jenis tanah. protein. Sementara itu. amida. melemahkan jaringan.Fungsi dan peranan setiap unsur hara terdapat pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit sebagai berikut : Nitrogen (N) Nitrogen merupakan unsur utama pembentuk protoplasma sel. pengaruhnya terhadap produksi tandan relatif kecil dan tidak secara langsung. Magnesium (Mg) Unsur magnesium unsur utama pembentuk klorifil dan berperan dalam sistem kerja enzim.

3. Hama Ulat Hama ini menyerang bagian daun tanaman. Menyerang tanaman dengan cara memakan titik tumbuh dari kelapa sawit. dan Oryctes rhinoceros) Menyerang daun tanaman yang belum terbuka. Hama Kumbang (Apogonia Sp. Penyakit Little Leaf Penyakit ini disebut juga penyakit fisiologis karena tanaman kekurangan unsur barium. bisa juga dengan menggunakan racun tikus. Tikus Hama tikus biasanya menyerang bagian buah dan tandan. Hama ini dapat dikendalikan dengan menyemprotkan larutan Azodrin yang bersifat sistemik ataupun dengan cara menggunakan lampu perangkap yang diletakkan di atas papan yang telah diberi lem atau lampu perangkap yang diletakkan di atas ember yang berisi larutan insektisida. 4. Babi Babi biasanya hanya menyerang tanaman yang berumur kurang dari 1 tahun. kecil. dan tidak beraturan. Penyakit ini dapat diatasi dengan cara pemupukan borax dosis 50 g/tahun. Pemberantasannya bisa menggunakan perangkap tikus yang diberi umpan. 2. 15 . Pengendalian Hama dan Penyakit 1. Pengendalian hama ini dengan cara diburu dan dibunuh. jumlah daunnya sedikit. Dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida Dipterex atau Bayrusil. Bisa juga dengan membuat parit isolasi yang dalam dan lebar. 5.D. Gejalanya berupa pertumbuhan anak daun tidak normal.

menunjukkan bahwa tandan bisa sudah siap dipanen. menghemat penggunaan unsur hara dan air. Ciri-ciri tandan buah yang masak ditentukan oleh angka kematangan yang masak ditentukan oleh angka kematangan. Namun ada juga yang melakukan pemanenan dengan rotasi 15 hari sekali. Penyakit ini tidak bisa diberantas. Penyakit Tajuk (Crown Disease) Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium sp. maka pemanenan dengan menggunakan Egrek. Penunasan Penunasan merupakan kegiatan membuang daun kelapa sawit yang telah tua dan kering. Untuk tanaman yang tingginya lebih dari 3 meter. PANEN Panen dapat dilakukan setelah buah masak. Peralatan untuk penunasan yakni Dodos atau Egrek. E. Jumlah buah brondol sebanyak 5 – 10. 16 . unsur ini merangsang pertumbuhan vegetatif dan merangsang pertumbuhan jamur. Cara pencegahan penyakit ini dengan mengurangi pemberian pupuk yang mengandung unsur Nitrogen. Penunasan mulai dilakukan 6 bulan sebelum tanaman menghasilkan (TM) dan setelah tanaman menghasilkan penunasan dilakukan 1 ataupun 2 kali dalam 1 tahun. 6. yaitu jumlah buah yang brondol dari tandannya. Penunasan perlu dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan pemanenan. mengurangi penghalang pembesaran tandan.6. umumnya menyerang tanaman yang berumur 2 – 3 tahun. Pemanenan umumnya dilakukan 3 kali sebulan (10 hari sekali). Pasalnya. Alat panen yang digunakan yakni Dodos untuk tanaman yang tingginya kurang dari 3 meter.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->