Memahami Status Gizi pada Anak Definisi Status Gizi Anak adalah keadaan kesehatan anak yang ditentukan

oleh derajat kebutuhan fisik energi dan zat-zat gizi lain yang diperoleh dari pangan dan makanan yang dampak fisiknya diukur secara antropometri ( Suharjo, 1996), dan dikategorikan berdasarkan standar baku WHO-NCHS dengan indeks BB/U, TB/U dan BB/TB. Indikasi pengukuran dari variabel ini ditentukan oleh : 1. Penimbangan Berat Badan (BB) dan pengukuran Tinggi Badan (TB) Dilakukan oleh petugas klinik gizi sesuai dengan syarat-syarat penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan yang baik dan benar penggunaan timbangan berat badan dan meteran tinggi badan (mikrotoise) 2. Penentuan umur anak ditentukan sesuai tanggal penimbangan BB dan Pengukuran TB, kemudian dikurangi dengan tanggal kelahiran yang diambil dari data identitas anak pada sekolah masing-masing, dengan ketentuan 1 bulan adalah 30 hari dan 1 tahun adalah 12 bulan. a. Kriteria objektifnya dinyatakan dalam rata-rata dan jumlah Z score simpang baku (SSB) induvidu dan kelompok sebagai presen terhadap median baku rujukan (Waterlow.et al, dalam, Djuamadias, Abunain, 1990) Untuk menghitung SSB dapat dipakai rumus :

Skor Baku Rujukan 
Dimana : NMBR NIS

NIS  NMBR NSBR
: Nilai Induvidual Subjek

: Nilai Median Baku Rujukan NSBR : Nilai Simpang Baku Rujukan

Hasil pengukuran dikategorikan sbb 1. Untuk BB/U a. Gizi Kurang b. Gizi Baik c. Gizi Lebih Bila SSB < - 2 SD Bila SSB -2 s/d +2 SD Bila SSB > +2 SD

belum obese Rendah Rendah Rendah Normal Normal Normal Tinggi Tinggi Tinggi TB/U Rendah Tinggi Normal Normal Tinggi Rendah Tinggi Rendah Normal BB/TB Normal Rendah Rendah Normal Rendah Tinggi Normal Tinggi Tinggi Keterangan : untuk ketiga indeks ( BB/U. Gemuk Bila SSB < -2 SD Bila SSB -2 s/d +2 SD Bila SSB > +2 SD Bila SSB < -2 SD Bila SSB -2 s/d +2 SD Bila SBB > +2 SD Dan juga status gizi diinterpretasikan berdasarkan tiga indeks antropomteri. dulu kurang gizi Sekarang kurang ++ Sekarang kurang + Normal Sekarang kurang Sekarang lebih. dulu kurang Tinggi. TB/U a. Normal c. BB/TB a. Kurus b. BB/TB) : Rendah : < -2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS .TB/U. Normal c. Tinggi 3. 2004). Pendek b. BB/TB Standart Baku Antropometeri WHO-NCHS) Indeks yang digunakan Interpretasi BB/U Normal. Dan dikategorikan seperti yang ditunjuukan pada tabel 3 Tabel 3 Kategori Interpretasi Status Gizi Berdasarkan Tiga Indeks (BB/U.TB/U.2. (Depkes. normal Obese Sekarang lebih.

dan biofisik. Pengertian Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status gizi masyarakat. Ditinjau dari sudut pandang gizi. mata. rambut dan mukosa oral atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid. Penggunaan Antropometri secara umum digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi. Penggunaan Penggunaan metode ini umumnya untuk survei klinis secara cepat (rapid clinical surveys). Pengertian Secara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitel (superficial epithelial tissues) seperti kulit. 2. Metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. maka antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Masing-masing penilaian tersebut akan dibahas secara umum sebagai berikut. 2004 Metode Penilaian Status Gizi Penilaian Status Gizi Secara Langsung Penilaian status gizi secara langsung dapat dibagi menjadi empat penilaian yaitu: antropometri. klinis. 2. Antropometri 1. Klinis 1.Normal : -2 s/d +2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS Tinggi : > + 2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS Sumber: Depkes RI. Disamping itu digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda (sign) dan gejala (symptom) atau riwayat penyakit. . otot dan jumlah air dalam tubuh. Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak. biokimia. Survei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi.

Penggunaan penggunaannya dipertimbangkan sebagai bagian dari indikator tidak langsung pengukuran status gizi masyarakat. Penilaian Status Gizi sSecara Tidak Langsung Penilaian status gizi secara tidak langsung dapat dibagi tiga yaitu: survei konsumsi makanan. Banyak gejala klinis yang kurang spesifik. 2. Statistik Vital Pengukuran status gizi dengan statistik vital adalah dengan menganalisis data beberpa statistik kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur. Pengertian Penentuan status gizi secara biofisik adalah metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi (khususnya jaringan) dan melihat perubahan struktur dari jaringan. Biofisik 1. Penggunaan pengumpulan data konsumsi makanan dapat memberikan gambaran tentang konsumsi berbagai zat gizi pada masyarakat. statistik vital dan faktor ekologi. Cara yang digunakan adalah tes adaptasi gelap. Survei ini dapat mengidentifikasikan kelebihan dan kekurangan zat gizi. Penggunaan Metode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa kemungkinan akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi. keluarga dan individu. maka penentuan kimia faali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan kekurangan gizi yang spesifik. 2. Penggunaan Umumnya dapat digunakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta senja epidemik (epidemic of night blindnes). . angka kesakitan dan kematian akibat penyebab tertentu dan data lainnya yang berhubungan dengan gizi. Pengertian dan penggunaan metode ini akan diuraikan sebagai berikut: Survei Konsumsi Makanan Survei konsumsi makanan adalah metode penentuan status gizi secara tidak lang¬sung dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi. urine. Pengertian Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot.Blokimia 1. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain: darah.

Klasifikasi status gizi berdasarkan indeks ini disebut status kegemukan yaitu : sangat kurus. tanah. 2000). tinggi badan dan umur. TB/U dan BB/TB yang merupakan indeks dari 3 parameter berat badan. dan seburuk keadaan ukuran adalah tetap. 1. 2. Jumlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari keadaan ekologi seperti iklim. penilaian status gizi. Secara ringkas. Perubahan yang terjadi pada lingkunan akan terlihat langsung pada massa jaringan. Atau sebaiknya apabila terjadi penyakit (misalnya diare) maka berat badan akan langsung turun drastis. tidak turun. Sifat masalah gizi dengan indeks BB/TB adalah akut dan kronis. irigasi dan lain-lain. Gangguan pertumbuhan linier bersifat kronis 3. artinya cepat berubah. Ketiga parameter memiliki informasi yang berbeda satu sama lain dalam menilai status gizi. Massa jaringan memiliki sifat sensitif. Tinggi badan menggambarkan kondisi masa lalu. Indeks Status Gizi Indeks status gizi adalah gabungan dua parameter antropometri yang digunakan untuk menilai status gizi (WHO. Pertumbuhan liner (tulang rangka) memiliki sifat pertumbuhannya lambat. Keadaan kurang gizi yang diukur dengan berat badan bersifat akut. 1964). normal dan gemuk (Depkes. Penggunaan berat badan untuk menilai status gizi menggambarkan kondisi saat ini (dekat dengan waktu pengukuran). kurus. tidak mdah berubah. Misalnya seorang anak mekan lebih dari biasanya dalam 2 atau 3 hari akan terlihat langsung penambahan berat badannya. Berat Badan menurut Umur (BB/U) Berat badan merupakan ukuran pertumbuhan massa jaringan. Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) Indeks Bb/TB lebih menggambarkan komposisi tubuh oleh karena tidak dipengaruhi oleh umur. 1990). Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) Tinggi badan adalah salah satu ukuran pertumbuhan linier. Tiga indeks yang akan dibahas berikut ini adalah BB/U. Penggunaan pengukuran faktor ekologi dipandang sangat penting untuk mengetahui penyebab malnutrisi di suatu masyarakat sebagai dasar untuk melakukan program intervensi gizi (Schrimshaw.Faktor Ekologi Bengoa mengungkapkan bahwa malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi beberapa faktor fisik. biologis dan lingkungan budaya. .

2 tahun. Ketentuannya adalah 1 tahun adalah 12 bulan. antropomteri disajikan dalam bentuk indeks yang dikaitkan dengan variabel lain. 1. Kesalahan yang sering muncul adalah adanya kecenderunagn untuk memilih angka yang mudah seperti 1 tahun. 2004). Jadi perhitungan umur adalah dalam bulan penuh. Indeks TB/U · Anak Pendek : < -2 SD · Anak Normal : > -2 SD C. kesalahan penentuan akan menyebabkan interpretasi status gizi yang salah. menjadi tidak berarti bila tidak disertai dengan penentuan umur yang tepat. 1 bulan adalah 30 hari.5 tahun. Hasil penimbangan berat badan maupun tinggi badan yang akurat.Berdasarkan Surat Keptusan Menteri Kesehatan Nomor 290 tahun 2000 sebagai penetapan dari hasil Temu Pakar Gizi Bulan Juni 2000 di Semarang. adalah sebagai berikut: A. Oleh sebab itu penentuan umur anak perlu dihitung dengan cermat. artinya sisa umur dalam hari tidak diperhitungkan ( Depkes. Indeks BB/U · Gizi Buruk : < -3 SD · Gizi Kurang : > -3 Sd s/d < -2 SD · Gizi Baik : > -2 SD s/d < +2 SD · Gizi Lebih : > +2 SD B. Variabel tersebut adalah sebagai berikut :  Umur Umur sangat memegang peranan dalam penentuan status gizi. Indeks BB/TB · Sangat Kurus : < -3 SD · Kurus : > -3 Sd s/d < -2 SD · Ormal : > -2 SD s/d < +2 SD · Gemuk : > +2 SD Dimana SD = Standar Deviasi Antropometri Dalam pemakaian untuk penilaian status gizi. .

khususnya yang berhubungan dengan status gizi. 1994).  Berat Badan Berat badan merupakan salah satu ukuran yang memberikan gambaran massa jaringan. Berat badan paling banyak digunakan karena hanya memerlukan satu pengukuran. Penggunaan berat badan dan tinggi badan akan lebih jelas dan sensitive/peka dalam menunjukkan keadaan gizi kurang bila dibandingkan dengan penggunaan BB/U. tetapi kurang dapat menggambarkan kecenderungan perubahan situasi gizi dari waktu ke waktu (Djumadias Abunain. Berat badan dan tinggi badan adalah salah satu parameter penting untuk menentukan status kesehatan manusia. atau juga indeks BB/TB ( Berat Badan menurut Tinggi Badan) jarang dilakukan karena perubahan tinggi badan yang lambat dan biasanya hanya dilakukan setahun sekali. Tinggi badan dinyatakan dalam bentuk Indeks TB/U ( tinggi badan menurut umur).Khumaidi. Berat badan ini dinyatakan dalam bentuk indeks BB/U (Berat Badan menurut Umur) atau melakukan penilaian dengam melihat perubahan berat badan pada saat pengukuran dilakukan. . Keadaan indeks ini pada umumnya memberikan gambaran keadaan lingkungan yang tidak baik. TB/U dan BB/TB merupakan indikator status gizi untuk melihat adanya gangguan fungsi pertumbuhan dan komposisi tubuh (M. Tinggi badan sangat baik untuk melihat keadaan gizi masa lalu terutama yang berkaitan dengan keadaan berat badan lahir rendah dan kurang gizi pada masa balita. Berat badan sangat peka terhadap perubahan yang mendadak baik karena penyakit infeksi maupun konsumsi makanan yang menurun. Dinyatakan dalam BB/TB. Tinggi Badan Tinggi badan memberikan gambaran fungsi pertumbuhan yang dilihat dari keadaan kurus kering dan kecil pendek. hanya saja tergantung pada ketetapan umur. kemiskinan dan akibat tidak sehat yang menahun ( Depkes RI. 2004). menurut standar WHO bila prevalensi kurus/wasting < -2SD diatas 10 % menunjukan suatu daerah tersebut mempunyai masalah gizi yang sangat serius dan berhubungan langsung dengan angka kesakitan. Penggunaan Indeks BB/U. 1990). yang dalam penggunaannya memberikan gambaran keadaan kini. termasuk cairan tubuh.

BB/TB Standar Baku Antropometeri WHO-NCHS No 1 Indeks dipakai BB/U yang Batas Pengelompokan < -3 SD . sedangkan dinegara untuk anak-anak yang populasinya relative kurang (under nourished) lebih baik menggunakan skor simpang baku (SSB) sebagai persen terhadap median baku rujukan ( Djumadias Abunaim. .al.TB/U. TB/U dan BB/TB disajikan dalan dua versi yakni persentil (persentile) dan skor simpang baku (standar deviation score = z).3 s/d <-2 SD .et.3 s/d <-2 SD .3 s/d <-2 SD . Menurut Waterlow.Tabel 1.2 s/d +2 SD > +2 SD 3 BB/TB < -3 SD . Penilaian Status Gizi berdasarkan Indeks BB/U. Sebutan Status Gizi Gizi buruk Gizi kurang Gizi baik Gizi lebih Sangat Pendek Pendek Normal Tinggi Sangat Kurus Kurus Normal Gemuk Data baku WHO-NCHS indeks BB/U.2 s/d +2 SD > +2 SD 2 TB/U < -3 SD .2 s/d +2 SD > +2 SD Sumber : Depkes RI 2004.1990). gizi anak-anak dinegara-negara yang populasinya relative baik (wellnourished). sebaiknya digunakan “presentil”.

TB/U. BB/TB Standart Baku Antropometeri WHO-NCHS) Indeks yang digunakan No BB/U TB/U BB/TB Interpretasi 1 Rendah Rendah Rendah Rendah Tinggi Normal Normal Tinggi rendah tinggi Rendah Normal Normal Rendah Rendah Normal Rendah tinggi normal Tinggi Tinggi Normal. dulu kurang gizi Sekarang kurang ++ Sekarang kurang + Normal Sekarang kurang Sekarang lebih. Pengukuran Skor Simpang Baku (Z-score) dapat diperoleh dengan mengurangi Nilai Induvidual Subjek (NIS) dengan Nilai Median Baku Rujukan (NMBR) pada umur yang bersangkutan. normal Obese Sekarang lebih. Interpretasi Status Gizi Berdasarkan Tiga Indeks Antropometri (BB/U. Atau dengan menggunakan rumus : Z-score = (NIS-NMBR) / NSBR . belum obese 2 Normal Normal normal 3 tinggi tinggi Tinggi Keterangan : untuk ketiga indeks ( BB/U. BB/TB) : Rendah : < -2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS Normal : -2 s/d +2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS Tinggi : > + 2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS Sumber : Depkes RI 2004. hasilnya dibagi dengan Nilai Simpang Baku Rujukan (NSBR).TB/U.Tabel 2. dulu kurang Tinggi.

6 -2sd 39.9 -1sd 48.2 +3sd 55.9 +1sd 43.2 +2sd 81.4 Sumber: WHO. Genewa 1985 . Genewa 1985 Table weight (kg) by stature of boys 145 cm in Height from WHO-NCHS Stature cm 145 0 Standard Deviations -3sd 24.1 Sumber: WHO.9 Median 169. Genewa 1985 Table stature (cm) by age of boys aged 15 year from WHO-NCHS Stature Yr mth 15 0 Standard Deviations -3sd 144.8 -1sd 32.Status gizi berdasarkan rujukan WHO-NCHS dan kesepakatan Cipanas 2000 oleh para pakar Gizi dikategorikan seperti diperlihatkan pada tabel 1 diatas serta di interpretasikan berdasarkan gabungan tiga indeks antropometri seperti yang terlihat pada tabel 2.8 -2sd 28.8 -2sd 152.1 Sumber: WHO. Measuring Change an Nutritional Status.0 +1sd 177.7 +1sd 69. TB/U dan BB/TB berdasarkan WHO-NCHS hanya dibatasi < 18 tahun maka disini dicontohkan anak laki-laki usia 15 tahun Table weight (kg) by age of boys aged 15 year from WHO-NCHS Standard Deviations -3sd 31.1 +2sd 185. Untuk memperjelas penggunaan rumur Zskor dapat dicontohkan sebagai berikut Diketahui BB= 60 kg TB=145 cm Umur : karena umur dengan indeks BB/U.9 -1sd 160.8 Median 36.6 +3sd 94. Measuring Change an Nutritional Status. Measuring Change an Nutritional Status.3 Median 56.0 +2sd 49.

3 = + 0.0 SD = status gizi pendek Untuk Indeks BB/TB adalah = Z Score = ( 60 – 36. Etiologi Balita tidak mendapat ASI Eksklusif Anak balita disapih sebelum umur dua tahun Anak balita tidak mendapat makanan pendamping ASI pada umur enam bulan atau lebih Makanan pendamping ASI kurang dan tidak bergizi Setelah umur enam bulan balita jarang disusui Balita menderita sakit dalam waktu yang lama Kebersihan diri kurang dan lingkungan kotor .8 SD = status gizi gemuk Memahami Gizi Buruk Definisi Gizi buruk adalah keadaan kekurangan zat gizi tingkat berat akibat kurang makan dan atau menderita sakit dalam waktu lama.9 ) / 4 = + 5.4 SD = status gizi baik Untuk IndeksTB/U adalah = Z Score = ( 145 kg – 169 ) / 8.7 ) / 8.3.Jadi untuk indeks BB/U adalah = Z Score = ( 60 kg – 56.1 = .

Faktor penyakit bawaan pada anak. Marasmus: Anak sangat kurus. Klasifikasi Ada tiga tipe gizi buruk. Ketidaktahuan orang tua atas pemberian gizi yang baik bagi anak 3. saluran pernapasan dan diare. berubah warna. warna jagung. kusam. ada 3 faktor penyebab gizi buruk pada balita. Pengelolaan yang buruk dan perawatan kesehatan yang tidak memadai Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan :    Memeriksa tinggi dan berat badan pasien untuk menentukan BMI (body mass index) Melakukan pemeriksaan darah untuk melihat ketidak normalan Melakukan pemeriksaan X-Ray untuk memeriksa apakah ada kelainan pada tulang dan organ tubuh lain Memeriksa penyakit atau kondisi lain yang dapat menyebabkan terjadinya gizi buruk  . rambut tipis. TBC. 3. yaitu: 1. Faktor ketersediaan pangan yang bergizi dan terjangkau oleh masyarakat 2. rambut tipis. HIV/AIDS. bercak merah kehitaman. Perilaku dan budaya dalam pengolahan pangan dan pengasuhan asuh anak 3.Faktor-faktor gizi buruk 1. mudah dicabut tanpa rasa sakit. cengeng dan rewel. bokong baggy pant. di tungkai atau bokong. 2. Keluarga miskin 2. kedua punggung kaki bengkak. Kwarsiorkor: rewel. Tatalaksana Untuk diagnosa terjadinya gizi buruk. iga gambang. perut cekung. Gabungan dari marasmus dan kwarsiorkor. antara lain: 1. kulit keriput karena lemak di bawah kulit berkurang. wajah bulat sembab. apatis. jarang. wajah seperti orang tua. seperti: jantung.

Dokter atau ahli gizi biasanya akan mengusulkan untuk pengaturan pola makan. maka segera berikan kalori yang tinggi dalam bentuk karbohidrat. Apabila penyebab gizi buruk karena penyakit atau kondisi medis tertentu maka. . dan gula. Pencegahan Beberapa cara untuk mencegah terjadinya gizi buruk pada anak Memberikan ASI eksklusif sampai anak berumur 6 bulan Anak diberikan makanan yang bervariasi. termasuk jenis dan jumlah makanan. seimbang Rajin menimbang dan mengukur tinggi anak Jika anak dirawat di rumah sakit karena gizinya buruk.Untuk penanganan gizi buruk. lemak. Bila diperlukan dapat juga diberikan suplemen atau vitamin untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin yang kurang tersebut. terapi lain disarankan untuk menanganinya. bisa ditanyakan kepada petugas pola dan jenis makanan yang harus diberikan setelah pulang Jika anak telah menderita karena kekurangan gizi.

Pendekatan dengan pemerataan pelayanan kepada masyarakat f. Bayi berusia kurang dari 1 tahun. Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan e. Sasaran posyandu a. Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu untuk menurunkan IMR c. Ibu hamil. Meningkatkan dan pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka alih teknologi untuk swakelola usaha-usaha kesehatan masyarakat Stratifikasi Posyandu Dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) tingkat yaitu: Posyandu Pratama (warna merah) Posyandu Madya (warna kuning) Posyandu Purnama (warna hijau) Posyandu Mandiri (warna biru) Posyandu Mandiri Plus . b.Memahami Posyandu Definisi Posyandu adalah pusat pelayanan keluarga berencana dan kesehatan yang dikelola dan diselenggarakanuntuk dan oleh masyarakat dengan dukungan teknisdari petugas kesehatan dalam rangka pencapaian NKKBS. Wanita usia subur. ibu menyusui dan ibu nifas. d. c. Anak balita usia 1 sampai 5 tahun. Mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak b. Mempercepat penerimaan NKKBS d. Tujuan Posyandu a.

dan kebisingan 45-55 dB. dalam tatanan rumah tangga. minimum 2. memberikan informasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan. kelompok dan masyarakat. 1997) adalah: Fondasi yang kuat Lantai kedap air dan tidak lembab. Memahami PHBS Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan. agar dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga. Memenuhi kebutuhan kejiwaan Melindungi penghuninya dari penularan penyakit menular Melindungi penghuninya dari kemungkinan terjadinya kecelakaan Komponen yang harus dimiliki rumah sehat (Ditjen CiptaKarya. keluarga. tinggi minimum 10cm dari pekarangan dan 25 cm dari badan jalan Memiliki jendela dan pintu yang berfungsi sebagaiventilasi dan masuknya sinar matahari Dinding rumah kedap air Langit-langit untuk menahan dan menyerap panasterikmatahari. ventilasi yang nyaman. sehingga membantu masyarakat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri. memelihara dan meningkatkan kesehatan. sikap dan perilaku. angindan air hujan.Memahami Kesehatan Lingkungan Rumah yang Memenuhi Syarat Kesehatan Menurut American Public Health Association (APHA) rumah dikatakan sehat apabila : Memenuhi kebutuhan fisik dasar seperti temperatur lebih rendah dari udara di luar rumah. . penerangan yang memadai.4 m dari lantai Atap rumah yangberfungsi sebagai penahan panassinar matahari serta melindungi masuknya debu. dengan membuka jalur komunikasi.A.

Kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni j. .49% dari jumlah seluruh indikator PHBS c) Sehat 3 yaitu bila keluarga berperilaku positif 50% -74% dari jumlah seluruh indikator PHBS. Anggota keluarga tidak merokok e.Indikator PHBS Tatanan Rumah Tangga Indikator PHBS adalah suatu alat ukur untuk menilai keadaan atau permasalahan kesehatan di rumah tangga. Olah raga atau melakukan aktifitas fisik secara teratur f. Lantai rumah bukan dari tanah Klasifikasi PHBS Klasifikasi PHBS ditentukan berdasarkan nilai perilakudan lingkungan sehat tiap keluarga dengan ketentuan sebagai berikut : a) Sehat 1 yaitu bila keluarga berperilaku positif kurang dari 25% dari jumlah seluruh indikator PHBS b) Sehat 2 yaitu bila keluarga perperilaku positif 25% . Tersedia air bersihh. Ibu hanya memberikan ASI kepada bayinya c. Keluarga mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPKM) d. Ada 10 indikator PHBS yang terdiri dari 6 indikator perilaku dan 4 indikator lingkungan dengan rincian sebagai berikut : a. Makan dengan menu gizi seimbang (makan sayur dan buah setiap hari) g. Tersedia Jamban i. Ibu bersalin ditolong oleh tenaga kesehatan b. dan d) Sehat 4 yaitu bila keluarga berperilaku positif lebih dari 75% dari jumlah seluruh indikator PHBS.

Islam sebagai ajaran yang sempurna mewajibkan zakat. sanksinya adalah dosa.Memahami Jihad Sosial Jihad berasal dari kata jahd (kesukaran dan kesulitan) atau juhd( kemampuan. yang dapat mengurangi kualitas ibadah. Dari sudut pandang agama Islam. kesukaran dan tantangan. Dinamakan zakat karena di dalamnya terkandung harapan untuk beroleh berkah. Jihad sebagai upaya mengerahkan segala kemampuan dengan penuh kesungguhan dalam rangka menghadapi dan mengatasi kesulitan. Tidak membayar zakat. sebagai pengejawantahan kepedulian sosial. kesungguhan dankerja keras (dan cerdas)). Zakat dikeluarkan seseorang kepada fakir miskin sebagai tanda syukur atas nikmat Allah SWT. membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebajikan. kedudukan zakat lebih tinggi daripada pajak Dimensi-dimensi jihad : Jihad di bidang sosial pendidikan Jihad di bidang sosial ekonomi Jihad sosial kemasyarakatan . dan menyerukan memberikan infaq dan shadaqah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful