P. 1
Jurnal Ipa Univ. Simalungun

Jurnal Ipa Univ. Simalungun

|Views: 53|Likes:
Published by Hami Sibagariang
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LABORATORIUM IPA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR




O
L
E
H

Nama: Natalina Sinaga
NIM. 097100124














FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SIMALUNGUN (USI)
PEMATANGSIANTAR
2013

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dewasa ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi serta perubahan masyarakat yang sangat cepat memaksa para guru untuk selalu mengikuti perkembangan serta persyaratan-persyaratan baru dalam bidang keahliannya. Hal ini dapat kita lihat dari usaha paemerintah pusat dan pemerintah daerah yang mewajibkan para guru memiliki laptop sebagai media pembelajaran. Nah, bagaimana jika mata pelajaran yang diajarkan adalah biologi? Hal ini juga tidak terlepas dari Laboratorium tentunya.
Laboratorium sains (IPA) adalah suatu tempat di mana guru dan siswa melakukan percobaan dan penelitian. Dengan mempelajari materi IPA secara langsung maka siswa akan mudah untuk memahami materi tersebut. Untuk mengoptimalkan fungsi laboratorium IPA, kegiatan dalam kerja laboratorium IPA harus dituntun oleh langkah-langkah ilmiah atau yang disebut metode ilmiah, selain itu laboratorium diharapkan dapat mengembangkan kreatifitas subyek belajar.
Laboratorium memiliki peran sebagai tempat dilakukannya percobaan atau penelitian. Di dalam pembelajaran sains, laboratorium berperan sebagai tempat kegiatan penunjang dari kegiatan kelas. Bahkan mungkin sebaliknya bahwa yang berperan utama dalam pembelajaran sain adalah laboratorium, sedangkan kelas sebagai tempat kegiatan penunjang. Fungsi lain dari laboratorium adalah sebagai tempat display atau pameran. Contohnya kita dapat menyaksikan adanya sejumlah spesimen hewan atau tumbuhan yang sengaja dipampang untuk pembelajaran. Kadang-kadang di dalam laboratorium juga dikoleksi sejumlah spesies langka atau bahkan yang sudah punah, baik yang mikroskopis maupun yang makroskopis. Dalam hal ini laboratorium ternyata juga dapat berperan sebagai musium kecil. Selain itu masih banyak lagi peranan laboratorium, sebagai perpustakaan IPA, sumber-sumber IPA.
Agar siswa dapat menggunakan laboratorium secara optimal, maka kondisi laboratorium juga perlu diupayakan tetap bersih dan nyaman. Kondisi laboratorium yang baik memiliki beberapa syarat, diantaranya: ada tidaknya organisasi dan administrasi laboratorium, kelengkapan ruangan, kelengkapan perabot, penataan alat dan bahan, kebersihan dan kerapian serta keselamatan kerja laboratorium.
Laboratorium (disingkat lab) adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali (Anonim, 2007).
Setiap sekolah yang memebelajarkan IPA harus mempunyai laboratorium yang baik. Sebab dalam pengajaran IPA, khususnya biologi siswa dituntut tidak hanya mengerti akan materi yang disampaikan oleh guru, tetapi juga benar-benar mengenal dan memahami proses yang terjadi dalam ruang lingkup materi yang diajarkan oleh guru. Siswa juga perlu mencari keterangan yang valid mengenai materi yang dipelajari. Namun kenyatan di lapangan masih jauh dari yang diharapkan, masih banyak sekolah yang belum memiliki laboratorium yang layak pakai demi menunjang keberhasilan pendidikan. Pembelajaran IPA khususnya biologi masih sebatas metode ceramah, hal ini tidak seyogianya terjadi sebab bagaimana siswa dapat mengenai, katakan saja pada materi bakteri, jika laboratorium sekolah tersebut tidak memiliki mokroskop. Maka dapat disimpulkan bahwa laboratorium IPA sangat besar pengaruhnya dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Belajar adalah aktivitas yang dapat menghasilkan perubahan dalam diri seseorang, baik secara aktual maupun potensial. Dan perubahan yang didapat sesungguhnya adalah kemampuan yang baru dan ditempuh dalam jangka waktu yang lama, dan perubahan tersebut terjadi karena ada usaha dari dalam diri peserta didik.
Menurut Komalasari (20
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LABORATORIUM IPA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR




O
L
E
H

Nama: Natalina Sinaga
NIM. 097100124














FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SIMALUNGUN (USI)
PEMATANGSIANTAR
2013

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dewasa ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi serta perubahan masyarakat yang sangat cepat memaksa para guru untuk selalu mengikuti perkembangan serta persyaratan-persyaratan baru dalam bidang keahliannya. Hal ini dapat kita lihat dari usaha paemerintah pusat dan pemerintah daerah yang mewajibkan para guru memiliki laptop sebagai media pembelajaran. Nah, bagaimana jika mata pelajaran yang diajarkan adalah biologi? Hal ini juga tidak terlepas dari Laboratorium tentunya.
Laboratorium sains (IPA) adalah suatu tempat di mana guru dan siswa melakukan percobaan dan penelitian. Dengan mempelajari materi IPA secara langsung maka siswa akan mudah untuk memahami materi tersebut. Untuk mengoptimalkan fungsi laboratorium IPA, kegiatan dalam kerja laboratorium IPA harus dituntun oleh langkah-langkah ilmiah atau yang disebut metode ilmiah, selain itu laboratorium diharapkan dapat mengembangkan kreatifitas subyek belajar.
Laboratorium memiliki peran sebagai tempat dilakukannya percobaan atau penelitian. Di dalam pembelajaran sains, laboratorium berperan sebagai tempat kegiatan penunjang dari kegiatan kelas. Bahkan mungkin sebaliknya bahwa yang berperan utama dalam pembelajaran sain adalah laboratorium, sedangkan kelas sebagai tempat kegiatan penunjang. Fungsi lain dari laboratorium adalah sebagai tempat display atau pameran. Contohnya kita dapat menyaksikan adanya sejumlah spesimen hewan atau tumbuhan yang sengaja dipampang untuk pembelajaran. Kadang-kadang di dalam laboratorium juga dikoleksi sejumlah spesies langka atau bahkan yang sudah punah, baik yang mikroskopis maupun yang makroskopis. Dalam hal ini laboratorium ternyata juga dapat berperan sebagai musium kecil. Selain itu masih banyak lagi peranan laboratorium, sebagai perpustakaan IPA, sumber-sumber IPA.
Agar siswa dapat menggunakan laboratorium secara optimal, maka kondisi laboratorium juga perlu diupayakan tetap bersih dan nyaman. Kondisi laboratorium yang baik memiliki beberapa syarat, diantaranya: ada tidaknya organisasi dan administrasi laboratorium, kelengkapan ruangan, kelengkapan perabot, penataan alat dan bahan, kebersihan dan kerapian serta keselamatan kerja laboratorium.
Laboratorium (disingkat lab) adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali (Anonim, 2007).
Setiap sekolah yang memebelajarkan IPA harus mempunyai laboratorium yang baik. Sebab dalam pengajaran IPA, khususnya biologi siswa dituntut tidak hanya mengerti akan materi yang disampaikan oleh guru, tetapi juga benar-benar mengenal dan memahami proses yang terjadi dalam ruang lingkup materi yang diajarkan oleh guru. Siswa juga perlu mencari keterangan yang valid mengenai materi yang dipelajari. Namun kenyatan di lapangan masih jauh dari yang diharapkan, masih banyak sekolah yang belum memiliki laboratorium yang layak pakai demi menunjang keberhasilan pendidikan. Pembelajaran IPA khususnya biologi masih sebatas metode ceramah, hal ini tidak seyogianya terjadi sebab bagaimana siswa dapat mengenai, katakan saja pada materi bakteri, jika laboratorium sekolah tersebut tidak memiliki mokroskop. Maka dapat disimpulkan bahwa laboratorium IPA sangat besar pengaruhnya dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Belajar adalah aktivitas yang dapat menghasilkan perubahan dalam diri seseorang, baik secara aktual maupun potensial. Dan perubahan yang didapat sesungguhnya adalah kemampuan yang baru dan ditempuh dalam jangka waktu yang lama, dan perubahan tersebut terjadi karena ada usaha dari dalam diri peserta didik.
Menurut Komalasari (20

More info:

Published by: Hami Sibagariang on May 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/11/2013

pdf

text

original

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LABORATORIUM IPA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR

O L E H Nama: Natalina Sinaga NIM. 097100124

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN (USI) PEMATANGSIANTAR 2013
0

Hal ini dapat kita lihat dari usaha paemerintah pusat dan pemerintah daerah yang mewajibkan para guru memiliki laptop sebagai media pembelajaran. laboratorium berperan sebagai tempat kegiatan penunjang dari kegiatan kelas. Nah. bagaimana jika mata pelajaran yang diajarkan adalah biologi? Hal ini juga tidak terlepas dari Laboratorium tentunya. Laboratorium memiliki peran sebagai tempat dilakukannya percobaan atau penelitian. perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi serta perubahan masyarakat yang sangat cepat memaksa para guru untuk selalu mengikuti perkembangan serta persyaratan-persyaratan baru dalam bidang keahliannya. Laboratorium sains (IPA) adalah suatu tempat di mana guru dan siswa melakukan percobaan dan penelitian. kegiatan dalam kerja laboratorium IPA harus dituntun oleh langkah-langkah ilmiah atau yang disebut metode ilmiah. Di dalam pembelajaran sains. Bahkan mungkin sebaliknya bahwa yang berperan utama dalam pembelajaran sain adalah laboratorium. Dengan mempelajari materi IPA secara langsung maka siswa akan mudah untuk memahami materi tersebut. sedangkan kelas sebagai tempat kegiatan penunjang. Fungsi lain dari laboratorium adalah sebagai 1 . Untuk mengoptimalkan fungsi laboratorium IPA. Latar Belakang Dewasa ini. selain itu laboratorium diharapkan dapat mengembangkan kreatifitas subyek belajar.BAB I PENDAHULUAN A.

Kondisi laboratorium yang baik memiliki beberapa syarat. pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Dalam hal ini laboratorium ternyata juga dapat berperan sebagai musium kecil. baik yang mikroskopis maupun yang makroskopis. 2007). Setiap sekolah yang memebelajarkan IPA harus mempunyai laboratorium yang baik. Contohnya kita dapat menyaksikan adanya sejumlah spesimen hewan atau tumbuhan yang sengaja dipampang untuk pembelajaran. penataan alat dan bahan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali (Anonim. Kadang-kadang di dalam laboratorium juga dikoleksi sejumlah spesies langka atau bahkan yang sudah punah. maka kondisi laboratorium juga perlu diupayakan tetap bersih dan nyaman. Selain itu masih banyak lagi peranan laboratorium. sumber-sumber IPA. Siswa juga perlu mencari keterangan yang valid mengenai materi yang dipelajari. eksperimen. khususnya biologi siswa dituntut tidak hanya mengerti akan materi yang disampaikan oleh guru. kebersihan dan kerapian serta keselamatan kerja laboratorium. kelengkapan perabot. Namun kenyatan di lapangan masih jauh dari yang diharapkan. Agar siswa dapat menggunakan laboratorium secara optimal. Sebab dalam pengajaran IPA. masih banyak sekolah yang belum memiliki laboratorium yang layak pakai demi menunjang keberhasilan pendidikan. kelengkapan ruangan. diantaranya: ada tidaknya organisasi dan administrasi laboratorium.tempat display atau pameran. Pembelajaran IPA khususnya 2 . tetapi juga benar-benar mengenal dan memahami proses yang terjadi dalam ruang lingkup materi yang diajarkan oleh guru. Laboratorium (disingkat lab) adalah tempat riset ilmiah. sebagai perpustakaan IPA.

B. Dan perubahan yang didapat sesungguhnya adalah kemampuan yang baru dan ditempuh dalam jangka waktu yang lama. Belajar adalah aktivitas yang dapat menghasilkan perubahan dalam diri seseorang. Menurut Komalasari (2010: 2) menyatakan bahwa. katakan saja pada materi bakteri. hal ini tidak seyogianya terjadi sebab bagaimana siswa dapat mengenai. atau nilai dan perubahan kemampuannya yakni peningkatan kemampuan untuk melakukan berbagai jenis kinerja”. minat. “Belajar adalah sebagai suatu proses perubahan tingkah laku yang meliputi perubahan kecenderungan manusia seperti sikap. Dan batasan masalah dalam penelitian ini adalah: efektivitas penggunaan laboratorium IPA dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah. Batabasan Masalah Untuk memfokuskan suatu penelitian maka batasan masalah suatu penelitian perlu dilakukan. Maka dapat disimpulkan bahwa laboratorium IPA sangat besar pengaruhnya dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Melihat betapa pentingnya laboratorium IPA bagi sekolah dan berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti bermaksud melakukan observasi dan penelitian yang dirumuskan dengan judul: Efektivitas penggunaan laboratorium IPA dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. jika laboratorium sekolah tersebut tidak memiliki mokroskop. baik secara aktual maupun potensial.biologi masih sebatas metode ceramah. dan perubahan tersebut terjadi karena ada usaha dari dalam diri peserta didik. 3 .

4) Bagi laboran. penulisan ini diharapkan mampu memotivasi siswa dalam penggunaan laboratorium dalam melakukan penelitian dan pengkajian suatu permasalahan dalam IPA khsusnya biologi. Manfaat Penulisan Adapun manfaat dari penulisan ini adalah sebagai berikut: 1) Bagi sekolah. Tujuan Penulisan Adapun yang menjadi tujuan penulisan penelitian ini yaitu: “Untuk mengetahui peranan penggunaan laboratorium IPA dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah”. 4 . Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas.C. penulisan ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam pengelolaan laboratorium dengan baik. 3) Bagi siswa. penulisan ini diharapkan mampu memberikan masukan dalam upaya menerapkan pembelajaran melalui penggunaan media laboratorium khususnya dalam membelajarkan mata pelajaran IPA. penulisan ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang arti penting suatu laboratorium IPA dalam mengefektifkan proses belajar mengajar di sekolah. maka masalah penelitian ini dirumuskan dalam pertanyaan sebagai berikut: Bagaimanakah peranan penggunaan laboratorium IPA dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar siswa? D. 2) Bagi guru. E.

5 .

minat. 6 . Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah aktivitas yang dapat menghasilkan perubahan dalam diri seseorang. Dalam suatu proses belajar mengajar. Dan perubahan yang didapat sesungguhnya adalah kemampuan yang baru dan ditempuh dalam jangka waktu yang lama. atau nilai dan perubahan kemampuannya yakni peningkatan kemampuan untuk melakukan berbagai jenis kinerja”. baik secara aktual maupun potensial. Guru yang hanya memahami belajar hanya agar murid bisa menghafal tentu beda cara mengajarnya dengan guru yang memahami belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku. Untuk itu guru penting memahami pengertian belajar dan teori-teori belajar. Menurut Komalasari (2010:2) menyatakan bahwa. salah satu unsur yang amat penting adalah media pembelajaran.BAB II ISI A. “Proses belajar pada hakikatnya merupakan kegiatan mental yang tidak dapat dilihat”. Menurut Sanjaya (2010: 112). dan perubahan tersebut terjadi karena ada usaha dari dalam diri peserta didik. Arti Penting Media Pembelajaran dalam Mengefektifkan Proses Belajar Mengajar Pemahaman guru akan pengertian dan makna belajar akan mempengaruhi tindakannya dalam membimbing siswa untuk belajar. “Belajar adalah sebagai suatu proses perubahan tingkah laku yang meliputi perubahan kecenderungan manusia seperti sikap.

Pengertian di atas sejalan dengan pendapat Emha (2002). membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. dan sebagainya yang berhubungan dengan ilmu fisika. dan memadatkan informasi. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa. penyelidikan. dan biologi atau bidang ilmu lain. laboratorium diartikan sebagai suatu tempat untuk mengadakan percobaan. B. kamar. media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman. Pengertian lain menurut Sukarso (2005). dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Pengertian Laboratorium Kata laboratorium merupakan bentuk serapan dari bahasa Belanda dengan bentuk asalnya laboratorium. laboratorium ialah suatu tempat dimana dilakukan kegiatan kerja untuk mernghasilkan sesuatu. atau ruangan terbuka. pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru. 7 . memudahkan penafsiran data. laboratorium diartikan sebagai tempat mengadakan percobaan (penyelidikan dan sebagainya). kimia. menyajikan data dengan menarik dan terpercaya. Penggunaan media pembelajaran pada orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dari isi pelajaran pada saat itu. misalnya kebun dan lain-lain. Tempat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup.Hamalik dalam Arsyad (2007:15) menyatakan bahwa. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia.

siswa. yaitu: 1) Laboratorium dapat merupakan wadah. Dalam hal ini laboratorium dilihat sebagai perangkat keras (hard ware). 3) Laboratorium dapat diartikan sebagai pusat kegiatan ilmiah untuk menemukan kebenaran ilmiah dan penerapannya. guru. mahasiswa. 4) Laboratorium dapat diartikan sebagai pusat inovasi. gedung. caracara kerja.Menurut Soejitno (1983) laboratorium dapat diartikan dalam bermacammacam segi. Dalam hal demikian ini dalam bidang teknik laboratorium. Dengan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sebuah laboratorium diadakanlah kegiatan ilmiah. 7) Dilihat dari segi hasil yang diperoleh maka laboratorium dengan segala sarana dan prasarana yang dimiliki dapat merupakan dan berfungsi sebagai Pusat Sumber Belajar (PSB). 5) Dilihat dari segi “clientele” maka laboratorium merupakan tempat dimana dosen. dan sebagainya. ruang dengan segala macam peralatan yang diperlukan untuk kegiatan ilmiah. 2) Laboratorium dapat merupakan sarana media dimana dilakukan kegiatan belajar mengajar. di sini dapat diartikan sebagai bengkel kerja (work shop). dan orang lain melaksanakan kegiatan kerja ilmiah dalam rangka kegiatan belajar mengajar. eksperimentasi sehingga terdapat penemuan-penemuan baru. 8 . yaitu tempat. 6) Dilihat dari segi kerjanya laboratorium merupakan tempat dimana dilakukan kegiatan kerja untuk menghasilkan sesuatu.

dan kimia atau bidang ilmu lain.Berdasarkan definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa laboratorium adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan percobaan maupun pelatihan yang berhubungan dengan ilmu fisika. biologi. kamar atau ruangan terbuka seperti kebun dan lain-lain. yang merupakan suatu ruangan tertutup. 9 .

Keduanya saling kaji-mengkaji dan saling mencari dasar. 2) Memberikan keterampilan kerja ilmiah bagi mahasiswa/siswa. secara garis besar laboratorium dalam proses pendidikan adalah sebagai berikut: 1) Sebagai tempat untuk berlatih mengembangkan keterampilan intelektual melalui kegiatan pengamatan. 10 . 6) Memupuk dan membina rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan yang diperoleh. penemuan yang didapat dalam proses kegiatan kerja laboratorium. 3) Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakikat kebenaran ilmiah dari sesuatu obyek dalam lingkungan alam dan lingkungan sosial.C. Secara garis besar fungsi laboratorium adalah sebagai berikut: 1) Memberikan kelengkapan bagi pelajaran teori yang telah diterima sehingga antara teori dan praktik bukan merupakan dua hal yang terpisah. 4) Menambah keterampilan dalam menggunakan alat dan media yang tersedia untuk mencari dan menemukan kebenaran. 5) Memupuk rasa ingin tahu mahasiswa/siswa sebagai modal sikap ilmiah seorang calon ilmuwan. 2) Mengembangkan keterampilan motorik siswa. dalam hubungan dengan kegiatan-kegiatan mengajar partikum pada laboratorium dan adanya kelengkapan sarana pembelajaran seperti tersedianya laboratorium diharapkan dapat mendukung kelancaran proses belajar mengajar IPA khsusnya biologi. Menurut Sukarso (2005). pencatatan dan pengkaji gejala-gejala alam. Fungsi Laboratorium dalam Proses Pembelajaran IPA Laboratorium mengandung arti yang sangat signifikan.

4) Alat atau tempat untuk mengembangkan keterampilan. mengadakan analisa dan sintesa sendiri. Agar dapat memenuhi fungsi laboratorium maka harus ada kesempatan bagi guru dan siswa agar dapat melakukan percobaan dalam suasana edukatif ilmiah. 5) Membina rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan pengetahuan atau penemuan yang diperolehnya. 4) Memupuk rasa ingin tahu siswa sebagai modal sikap ilmiah seseorang calon ilmuan. 2) Alat untuk menentukan hubungan-hubungan sebab akibat. hindarkan laboratorium sebagai tempat pemberi ceramah oleh guru. atau tempat mengobrol bagi siswa. Menurut amien (1987:111) laboratorium berfungsi sebagai: 1) Alat bantu atou tempat menguatkan / memberi kepastian atau informasiinformasi. apabila hal ini tidak diperhatikan.3) Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakekat kebenaran ilmiah dari sesuatu objek dalam lingkungn alam dan sosial. 6) Alat tempat untuk memberi latihan-latihan. 5) Alat atau tempat untuk memperaktekkan sesuatu yang diketahui. 3) Alat atau tempat untuk menstabulasi benar tidaknya (verifikasi) faktor-faktor atau gejala tertentu. guru dan siswa wajib mengalami sendiri. maka tidak 11 . 7) Alat atau tempat untuk membantu siswa belajar menggunakan metode ilmiah dalam pemecahan problem yang dihadapi. 8) Alat bantu untuk melanjutkan/melaksanakan penelitian. mencatat sendiri.

maka siswa akan dapat mempelajari IPA melalui pengamatan langsung terhadap gejalagejala maupun proses-proses IPA. sehingga dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Peranan Laboratorium Sekolah Dalam pembelajaran biologi pemanfaatan laboratorium atau kegiatan praktikum merupakan bagian dari proses belajar mengajar. 12 . dapat melatih keterampilan berfikir ilmiah.menutup kemungkinan proses pelaksanaan praktektikum atou percobaan tidak berhasil atau gagal. dapat menemukan dan memecahkan berbagai masalah baru melalui metode ilmiah. Sedangkan berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) guru sangat dituntut dalam kreatifitas membuat alat-alat sederhana yang mampu menjelaskan teori dan konsep IPA. D. dan lain sebagainya. Dalam hal ini jika siswa lebih paham terhadap materi pelajaran diharapkan hasil belajarnya dapat meningkat. Untuk itu peranan laboratorium IPA menjadi sangat penting. sesuai dengan peralatan yang ada dan kondisi daerahnya agar tervisualisasi sehingga mudah dipahami dan dimengerti siswanya. Dengan praktikum. kemudian mengambil kesimpulan. dapat menanamkan dan mengembangkan sikap ilmiah. Melalui kegiatan praktikum siswa akan membuktikan konsep atau teori yang sudah ada dan dapat mengalami proses atau percobaan itu sendiri. Amien (1987:32) juga mengemukakan bahwa praktikum merupakan salah satu kegiatan laboratorium yang sangat berperanan dalam menunjang keberhasilan proses belajar mengajar IPA”. karena laboratorium merupakan pusat proses belajar mengajar untuk mengadakan percobaan.

Adapun peranan laboratorium sekolah antara lain: 1) Laboratorium sekolah sebagai tempat timbulnya berbagai masalah sekaligus sebagai tempat untuk memecahkan masalah tersebut. 2) Laboratorium sekolah sebagai tempat untuk melatih keterampilan serta kebiasaan menemukan suatu masalah dan sikap teliti. jika praktikum rutin/sering dilaksanakan maka siswa akan termotivasi dan hasil belajarnya dapat meningkat. Dari pengertian peranan laboratorium sekolah di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan laboratorium merupakan salah satu cara untuk memotivasi siswa dalam belajar IPA. hal keberhasilan 13 . Namun.penyelidikan atau penelitian (Ari. bersikap sabar dan jujur. 2007). 2002). Jadi. 4) Laboratorium sekolah berfungsi pula sebagai tempat untuk melatih peserta didik bersikap cermat. Semangat belajar pada diri siswa akan selalu ada jika siswa tersebut selalu termotivasi. serta berpikir kritis dan cekatan. dapat memotivasi siswa untuk belajar IPA dan meningkatkan hasil belajar. 5) Laboratorium sebagai tempat bagi para peserta didik untuk mengembangkan ilmu pengetahuannya (Emha. sehingga hasil belajar akan lebih optimal. Ditinjau dari tujuan kegiatan laboratorium yaitu membantu mendorong siswa untuk aktif belajar dengan memberi kesempatan pada siswa untuk mencoba sendiri atau mengamati keadaan nyata. 3) Laboratorium sekolah sebagai tempat yang dapat mendorong semangat peserta didik untuk memperdalam pengertian dari suatu fakta yang diselidiki atau diamatinya.

praktikum ini juga tidak terlepas dari kompetensi guru dalam mengelola laboratorium tersebut. 14 .

Selain itu.BAB III KESIMPULAN laboratorium adalah suatu tempat untuk mengadakan percobaan. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa setiap sekolah hendaknya mempunyai laboratorium IPA yang baik karena laboratorium IPA tersebut mempunyai peranan yang efektif dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar siswa di sekolah. 15 . Oleh karena itu. dan biologi atau bidang ilmu lain. dan sebagainya yang berhubungan dengan ilmu fisika. Di sana mereka akan melakukan pengkajian dan pembuktian atas suatu teori yang mereka pelajari dari suatu materi pelajaran IPA. Hal ini dimaksudkan karena penggunaan laboratorium sangat membantu dalam meningkatkan keefektifan proses belajar mengajar di sekolah. kimia. sekolah yang memuat kurikulum mata pelajaran IPA khususnya biologi dituntut sebenarnya dalam pengadaan laboratorium serta pengelolaannya dengan baik. dilihat dari fungsinya. Dengan demikian setiap guru IPA di sekolah dapat menggunakan laboratorium sebagai salah satu media pembelajaran. penyelidikan. Pengkajian dan pembuktian ini tentu akan dapat membantu siswa dalam menemukan pemahaman yang jauh lebih baik dari sekedar mendengarkan gurunya menjelaskan materi tanpa praktikum. laboratorium merupakan wahana siswa dalam menggali pengetahuan.

(2010). Pembelajaran Kontekstual. Strategi Mengkoleksi Plasma Nutfah Tebu di P3GI. Direktorat Perbenihan Dan Sarana Produksi. Bandung: PT Refika Aditama Sanjaya. Program Studi Magister Manajemen Universitas Dipenogoro Arsyad. Media Pembelajaran. 2007. Wina H. Jakarta: depdikbud 16 . A. (2007). Wijayanti. Laboratorium dan Workshop. (2010). (1983). Jakarta: Kencana Soejitno. (1987). Kokom. Konsep dan Aplikasi. Azhar. Jakarta: Departemen Pertanahan Ari. M. Strategi Meningkatkan Loyalitas Melalui Kepuasan Penggan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada Komalasari. Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan menggunakan metode Discovery dan Inquiry. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. (2007). Pusat Sumber Belajar Perpustakaan Sebauah Kompilasi.DAFTAR PUSTAKA Amin. Jakarta: Dikti Depdikbud Anonym.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->