Kumpulan Ceramah Ramadhan Prof Dr Barda Nawawi Arief SH

Note: Kumpulan Ceramah Ramadhan ini telah mendapatkan izin dari penulisnya untuk dimuat dalam blog ini, semoga mendapat Ridho Allah SWT dan bermanfaat. Serang, 16 Agustus 2010 M / 6 Ramadhan 1431 H

KATA PENGANTAR

KUMPULAN CERAMAH RAMADHAN ini merupakan himpunan pokok-pokok uraian ceramah Ramadhan yang tercecer pada tahun 1987 – 2001 di berbagai forum kegiatan Ramadhan. Khususnya dalam forum Tarling (Tarawih Keliling) yang diselenggarakan oleh Koordinator Kegiatan Islam

(KKI) Fakultas Hukum UNDIP, Badan Amalan Islam (BAI) Kodya Semarang, dan berbagai masjid di Semarang. "Kumpulan Ceramah Ramadhan" ini berasal dari arsip naskah tercecer dalam file komputer pribadi. Awalnya tidak dimaksudkan untuk diterbitkan, karena materi ceramah/kuliah ramadhan ini bukan bidang keahlian saya. Namun dalam perkembangannya, naskah tercecer itu semakin bertambah walaupun dalam satu tahun, umumnya hanya satu-dua kali diminta memberikan "kuliah tujuh menit" ("Kultum). Oleh karena itu, dirasakan sangat disayangkan apabila naskah yang tercecer itu tidak dihimpun dan diedit. Muncullah kemudian ide untuk melakukan "inventarisasi dan dokumentasi da'wah", khususnya untuk kalangan keluarga sendiri (baik keluarga pribadi penulis maupun lingkungan intern di Fakultas Hukum dan Program S2 Hukum Undip). Rintisan ide ini telah dimulai pada tahun 20002001, dan terbitan kali ini bersumber dari naskah itu. Materi yang dihimpun tidak jauh berbeda dengan pokok materi pada saat disampaikan. Oleh karena itu kebanyakan singkat-singkat dan terkadang terulang-ulang (karena umumnya berbentuk KULTUM). Materinyapun bervariasi, disesuaikan dengan forumnya; ada forum masyarakat umum, forum mahasiswa, dan forum campuran. Semoga upaya inventarisasi dan dokumentasi da'wah ini diridhoi Allah swt. dan diharapkan ada manfaatnya untuk berbagai kalangan. Khususnya bagi mahasiswa, diharapkan dapat menjadi bagian integral dan kelengkapan materi "kurikulum pendidikan tinggi". Dengan memanjatkan puji syukur ke hadhirat Allah swt, penulis sangat berterima kasih kepada Saudara M. Yusuf Khummaini, SHI (dosen STAIN Salatiga) yang telah memeriksa naskah ini dan masih sangat mengharapkan saran dan kritik dari berbagai kalangan atas segala kekurangan dalam penerbitan ini.

Semarang, Ramadhan 1430 H - Agustus 2009 M Barda Nawawi Arief

DAFTAR ISI

I II III IV V VI VII

RAMADHAN: BULAN PENUH BAROKAH DAN MAGHFIROH RAMADHAN: BULAN MULTI IBADAH PUASA : SARANA MELATIH SABAR AGAMA DAN KEHIDUPAN MANUSIA MEMAHAMI MAKNA KEIMANAN DALAM MENGHADAPI ERA INFORMASI RAMADHAN: BULAN PENINGKATAN KUALITAS MUSLIM DAN LINGKUNGAN HIDUP SYUKUR KEPADA ALLAH

1 6 17 26 44 62 68 75 84 89 93 98

(Ramadhan: Bulan Yang Patut Disyukuri) RAMADHAN : BULAN PENINGKATAN KUALITAS KAJIAN ALVIII QURAN IX AL-QURAN DAN CINTA ILMU PENGETAHUAN X AL-QURAN DAN UPAYA PENEGAKAN/ KEADILAN HUKUM AL-QUR'AN : SUMBER HUKUM, SUMBER "HUDAA", SUMBER XI "BAYAAN" DAN SUMBER "MAW'IDHOH" XII MANFAAT RAMADHAN BAGI UPAYA TEGAKNYA KEADILAN

tamu yang datang bukan sekedar tamu biasa. padahal mungkin ada di antara kita yang tidak berkesempatan menemui bulan Ramadhan ini (karena telah mendahului kita/meninggal dunia). pahala. • • kita masih tergolong orang-orang beriman. tetapi tidak datang di rumahnya.S. Bulan puasa (tamu agung) itu memang telah datang. karena bulan Ramadhan menjanji-kan banyak barokah. sepatutnya hal ini disyukuri. Para jamaah Tarawih/qiyamur Ramadhan. menyatakan antara lain. wb. bahwa dalam bulan Ramadhan  mendatangi majlis ilmu : 1 langkah = 1 tahun ibadah. ganjaran : o Hadits Anas bin Malik. • Ramadhan : Syahrun Mubarok Dikatakan demikian. tidak datang di hatinya dan di tengah-tengah keluarganya!. bulan penuh keberkatan ("syahrun mubarok") dan penuh pengampunan ("syahrul maghfiroh"). Sepatut-nya kita sambut datangnya Ramadhan ini dengan penuh rasa syukur. karena : o kita masih diberi kesempatan untuk memasuki dan menyambut bulan ini.. "tamu agung. karena ada orang yang hatinya/imannya tetap beku. . Al-Baqoroh: 183. tetapi tamu istimewa/tamu agung yang "sangat pemurah" ("bloboh"). • Marilah kita bersyukur dapat memasuki dan menyambut Ramadhan. penghulu segala bulan" yang telah lama kita tunggu-tunggu kedatangannya.  sholat berjamaah : tiap rakaat = 1 kota kenikmatan.Ceramah Ramadhan I RAMADHAN: BULAN PENUH BAROKAH DAN MAGHFIROH *) Assalamu'alaikum wr. yang terpanggil hatinya untuk melaksanakan perintah wajib puasa sebagaimana disebutkan dalam Q. tidak mau menjalankan perintah puasa.

o Di dalam HR Bukhori a.S. :      tidurnya orang berpuasa = ibadah. akan diampuni segala dosa-dosanya".l. diampuni. bulan ramadhan merupakan "bulan Amnesti/Pengampunan" besar-besaran! .l. dilipatgandakan. • Ramadhan : Syahrul Maghfiroh o HR (Hadits Riwayat) Bukhori-Muslim : ِ‫ب‬ ‫ه‬ ِ‫نِه‬ ْ ‫ذص‬ َ ‫ن‬ ْ ‫مص‬ ِ ‫م‬ َ‫د‬ َّ‫قم‬ َ ‫ت‬ َ ‫مما‬ َ ‫ه‬ ُ ‫لم‬ َ ‫ر‬ َ‫فنا‬ ِ‫غ‬ ُ ‫بما‬ ً‫سماا‬ َ‫ت‬ ِ‫ح‬ ْ‫وام‬ َ ‫نما‬ ً‫يماا‬ َ ‫ا‬ ْ‫م‬ ِ ‫ن‬ َ ‫ضما‬ َ‫منا‬ َ‫ر‬ َ‫م نا‬ َ‫صما‬ َ ‫ن‬ ْ ‫مص‬ َ.   o Di dalam hadits lain dinyatakan a. dinyatakan :   1 hari puasa = dijauhkan 7 th. amalnya orang berpuasa. Qodar) : malam qodar (di bulan puasa) nilainya lebih dari 1000 bulan (lebih dari 83 tahun). mencukupi kebutuhan saudaranya : akan dicukupi 1000 kebutuhannya di hari Qiyamat. taat pada orang tua: mendapat kasih sayang Allah dan Nabi menanggung dalam surga. dikabulkan. Jadi jelas. diamnya orang berpuasa = tasbih. dari api neraka. Di dalam Al Qur'an (Q. do'anya orang berpuasa. "Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan. dan dosanya orang berpuasa. istri mencari keridloan suami : pahalanya seperti Siti A'isyah dan Siti Maryam.

lupa bersyukur akan nikmat Allah yang demikian banyak. antara lain: o melalaikan sholat dan puasa (mendahulukan yang lain atau bahkan meninggalkannya sama sekali). bahwa orang-orang yang "bersabar karena mencari keridhoan Allah" ("walladziina shobarub tighooa wajhi robbihim ") termasuk salah satu dari "mereka yang mendapat tempat kesudahan yang baik" .• "Maghfiroh/ampunan" merupakan kebutuhan fital manusia. pejabat/ pimpinan dsb. o o o Jadi pada intinya. Ar-Ra'd: 22 dinyatakan. menolong fakir miskin atau orang tua/saudara/ kerabat yang kekurangan. a. banyak melakukan maksiat-maksiat lainnya. Di dalam Q. sebagai suami/istri. bahkan lebih suka ngobrol. terlalu banyak mungkin dosa yang telah kita lakukan. makan/minum yang haram. semata-mata menca-ri keridhoan Allah. sebagai tetangga. baik sebagai hamba Allah. karena dalam 11 bulan yang lalu mungkin tidak terasa kita telah banyak melakukan dosa dan kelalaian. dan o dengan kesabaran/keikhlasan. • Namun patut dicatat. sering dusta. melukai hati orang atau terbiasa mengeluarkan kata kata kotor.S.l. sebagai majikan. sebagai orang tua. ngrasani. sebagai anak. segan beramal. dsb. o segan membaca Al Qur'an. : durhaka/melawan orang tua. mencari rizki dengan cara-cara kotor dan tidak terpuji. Oleh karena itulah kita butuh "maghfiroh". sebagai buruh. perbuatan tidak senonoh dalam pergaulan (misal "tangan gratil"). bahwa "maghfiroh" itu hanya dapat diperoleh lewat puasa dan sholat yang dilakukan dengan "iimanan wah tisaaban" yaitu : o dengan penuh kesungguhan/keyakinan (iman).

bulan Ramadhan "sarat/penuh dengan kuri-kulum dan silabi pendidikan manusia seutuhnya" (yang merupakan tujuan/sasaran • • .("ulaaika lahum 'uqbad daar") Oleh karena itu. dan amalan-amalan puasa lainnya. tetapi juga ilmu dan amal. Jadi. tetapi yang penting "membersihkan dan memberi/mena-namkan nilai-nilai rukhaniah/ kejiwaan pada akal". marilah kita bersabar di dalam menjalankan ibadah puasa dan sabar di dalam menjalankan ibadah shalat. Semoga kita termasuk "orang-orang yang mendapat tempat kesudahan yang baik" sebagaimana dijanjikan Allah di dalam surat Ar-Ra'd di atas. dengan kata lain : melatih kematangan kejiwaan/kerokhanian/emosional/ethika dan kematangan intelek. - Ceramah Ramadhan II RAMADHAN: BULAN MULTI IBADAH *) • Pengantar Bulan Ramadhan merupakan : • • • bulan ibadah yang sangat komplit. termasuk tarawih ( sholatul lail). menahan lapar/haus dan merasakan penderitaan orang lain (yang berarti bulan untuk mengasah/ mempertajam kepekaan rasa kemanusiaan dan kemasyarakatan). Amiin. tidak hanya bulan melatih pengendalian hawa nafsu. tidak hanya meningkatkan iman dan taqwa. tidak hanya kematangan intelektual/rasional. tetapi juga merupakan bulan untuk mengasah akal/ilmu. multi dan simultan.

Itulah "kurikulum lengkap" (KURKAP) atau "kuriku-lum utuh" (KURTUH) yang disebutkan di dalam Q. puasa itu sendiri dengan segala amalannya. Al-Fathir ayat 29 sebagai "perniagaan yang tidak akan merugi" ("tijaarotan lan tabuur"). Kematangan sosial (social maturity) : yaitu dengan kegiatan beramal. zakat dsb. bahwa salah satu karakteristik Ramadan adalah "diturunkannya Al-Qur'an" (Kitab/Bacaan/ILMU Allah) sebagaimana tersebut dalam Q. yaitu mencakup kurikulum/kegiatan untuk : o Kematangan kejiwaan/rukhaniah. pada hakikatnya pengendalian emosi/hawa-nafsu.S. (2) Ilmu. tadarus. dan (3) Amal. Jadi jelas merupakan KURMINTU (kurikulum jaminan mutu). Kematangan intelek (intellectual maturity): antara lain dengan kegiatan pengajian/diskusi ilmiah mengenai berbagai aspek ilmu keislaman. pendalaman nilai-nilai Qur'ani. Bulan Ramadhan. • • Jadi bulan Ramadhan mengandung TRILOGI Kurikulum/Silabi yang mencakup masalah : (1) Iman dan Taqwa. lihat GBHN dan UU tentang Sistem Pendidikan Nasional). 1. jadi merupakan bulan "memberantas kebodohan". Al-Baqoroh: 185 : o Jadi jelas Ramadhan mengandung karakteristik keilmuan atau kematangan intelektual.S. khusus-nya kajian ilmiah mengenai berbagai aspek dari "puasa" dan "malam lailatul qadar". bulan "gerakan MEMBACA/menuntut ILMU". Surat Al-Fathir:29 itu lengkapnya berbunyi sbb. infaq. ("emotional/ethi-cal maturity") : antara lain dengan kegiatan sholat lima waktu & tarawih.pendidikan nasional. Patut dicatat. : .

agama untuk "akhirat".ilmu untuk "dunia". Oleh karena itu agama/ilmu agama pun harus dipelajari/ digali."Sesungguhnya orang-orang (1) yang membaca Kitab Allah dan (2) mendirikan shalat dan (3) menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terangterangan. Setelah uraian umum/pengantar di atas. mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi". Perhatikan ketiga unsur kurikulum yang terkandung di dalam Q. . 2.S. Al-Fathir di atas. "aqoomush sholaah"  IMAN & TAQWA 3. yaitu : 1. 1. tetapi juga mengandung ilmu/petunjuk untuk dunia (tegasnya: untuk "bagaimana seharusnya hidup di dunia"). Hadist Nabi: man arodad dunya fa 'alaihi bil ilmi wa man arodal akhirota fa alaihi bil ilmi faman aroda humaa fa alaihi bil ilmi ("Barangsiapa menghendaki kebahagiaan (hidup) di dunia maka dengan ilmu. bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang sarat dengan berbagai kegiatan. bahwa janganlah di-"dikhotomi"-kan. karena Agama Islam (Al-Qur'an) pada hakikatnya tidak hanya ilmu/petunjuk untuk akhirat. dan . dan barangsiapa menghendaki kebahagiaan (hidup) di akhirat maka dengan ilmu. maka dalam kesempatan ini uraian akan difokuskan pada thema "Ramadhan sebagai bulan pendalaman agama/ilmu agama". Pertama-tama patut dicatat. "anfaquu mimma rozaqnahum"  AMAL • Ramadhan : bulan pendalaman agama . "Yatluuna kitaballah"  ILMU. bahwa : . maka barangsiapa menghendaki kebahagiaan keduanya maka dengan ilmu)..

Ar-Rum:40 ditegaskan. • Di dalam Q. tetapi juga ada yang bersifat immateri/nonbendawi. Penjelasan : • Di dalam Q. Allah tidak hanya "menciptakan manusia" ("kholaqokum"). yaitu berupa hidayah/petunjuk/konsep-konsep kehi-dupan. Jadi dalam pengertian "Allah memberi rizki". artinya Allah memberikan atau menyediakan juga "dukungan dan sarana/kebutuhan untuk hidup" bagi manusia. dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya". • • Pengertian "rozaqo" mengandung arti "to support" (memberi dukungan) dan "rizkun" mengandung arti "means of living" (sarana kehidupan). Mengapa (ilmu) agama perlu digali? • karena agama (petunjuk hidup) pada hakikatnya merupakan bagian dari "keperluan/ kebutuhan/ sarana/dukungan hidup" (" needs/means of living"). tidak hanya bumi dan alam semesta beserta isinya. kemudian "mematikannya" ("yumiitukum") dan kemudian "menghidupkannya kembali" (" yuhyiikum"). Rizki (dukungan/sarana hidup) itu ada yang bersifat materi/bendawi (yaitu bumi dan seisi alam). tetapi juga "memberinya rizki" ("rozaqokum"). Al-Hijr:20. Jadi yang perlu digali.S.S. dipelajari dan di-amalkan. tetapi juga agama sebagai petunjuk/konsep hidup perlu digali. Allah juga menyatakan : "Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup. • Catatan : .1.

diakhiri dengan laporan pertanggungjawaban panitia. Jadi rationya adalah.S. Konsep ber-Ketuhanan YME atau konsep "tauhid" ini penting selalu dipahami.l. berupa "Dien". tidak mungkin ada "pertanggungjawaban" kalau sebelumnya tidak ada "petunjuk/pedoman". mengapa di dalam Q. Catatan : Patut direnungi.Disinilah justru "ratio"-nya. Hal ini disebutkan di dalam Q. 1. AnNahl (16): 36: . Bandingkan dengan SK tugas/kepanitiaan yang dibuat manusia. Ar-Rum:40 di atas dinyatakan bahwa setelah manusia diberi rizki (a. apa-kah manusia itu telah menjalankan fungsi/misinya sebagai "kholifah fil ardl" (penguasa di bumi) itu sesuai dengan "petunjukpetunjuk". maka kemudian manusia akan "dihidupkan kembali" (untuk di-"pertanggungjawab"-kan). mengapa Allah memberikan tuntunan/petunjuk/konsep Ketuhanan (konsep "tauhid") kepada manusia? Kajian dan argumentasi mengenai hal ini dapat ditinjau dari berbagai sudut. Setelah keluar SK pembentukan panitia ("dihidupkan & diberi petunjuk akan tugastugasnya"). tidak mustahil pemikiran jahiliyah tetap ada pada setiap masa (termasuk di zaman modern seperti saat ini).S. "hidayah/ petunjuk") dan kemudian "dimatikan". Konsep/petunjuk hidup apa yang perlu digali? Konsep/petunjuk/ajaran yang perlu digali antara lain : • Konsep ber-Ketuhanan atau konsep ibadah-vertikal (hubungan antara manusia dengan Tuhan). Artinya. sehingga diutuslah Rasul Allah kepada setiap umat untuk memberi tahu/petunjuk bahwa hanya Allah sajalah yang sepatutnya disembah. karena : o o inilah misi/risalah setiap Rasul Allah di dalam menghadapi pemikiran "jahiliyah". Salah satu alasannya ialah : o bahwa manusia menurut fitrahnya selalu mencari Tuhan atau selalu mengakui/mempercayai adanya "kekuatan/kekuasaan supranatural yang lebih besar di luar dirinya" (ini terbukti di dalam sejarah manusia).Nya atau tidak.

nabi Musa. selain Dia". yaitu mereka semua menyerukan : "Hai kaumku. Sebagian besar isi Al-Qur'an memuat petunjuk mengenai hal ini. berbuat tidak baik. • Konsep hubungan sosial (berkehidupan sosial/ bermasyarakat) atau konsep ibadah-horizontal. jangan boros. 17 (Al-Isro): 23 s/d 38 :  jangan durhaka. bermasyarakat dan bernegara.    . fakir miskin dan orang yang dalam perjalanan. sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan. sembahlah Allah. jangan membunuh anak karena takut kemis-kinan. Diutusnya nabi Nuh. dan jauhilah Thaghut itu ". antara lain : o Q. nabi Luth.  beramallah (jangan tidak memberikan hak) kepada keluarga terdekat. membentak/mengucapkan kata-kata menyakitkan kepada orang tua. di dalam bertetangga."Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja). maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. jangan terlalu kikir/terlalu pemurah. 61 dan 84). nabi Huud (kepada kaum "Aad). (Lihat antara lain surat Huud: 25-26. nabi Ibrohim dan nabi 'Isa pada hakikatnya membawa misi yang sama. nabi Sholeh (kepada kaum Tsamud). termasuk hubungan antar pribadi. nabi Syu'aib (kepada penduduk Madyan/'Aikah). Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)".S. 50. di dalam kelu-arga.

26 (Asy-Syu'aro): 183 :   jangan merugikan manusia akan hak-haknya.S. - Ceramah Ramadhan III PUASA : SARANA MELATIH SABAR*) • Pengantar : .:  konsep sabar (tahan uji/pengendalian diri). jangan ingkar janji timbangan/takaran. amanah (jujur/dapat dipercaya). 4 (An-Nisaa'): 32 : jangan iri hati terhadap kelebihan (rizki) orang lain. jangan membunuh. a.   jangan berzinah.    jihad (bersungguh-sungguh/tekun).S. Konsep/ajaran yang sangat penting bagi kehidupan.S. 16 (An-Nahl): 16 : orang yang mendapat kelebihan rizki agar memberikan kepada budak-budak (karyawan/ buruh). dan tidak menyempurnakan o Q. jangan membuat kerusakan di bumi. o Q.l. o Q. jangan makan harta anak yatim. pemurah/pemaaf (menolak kejahatan dengan kebaikan). o Dll.

bahwa sabar itu penting bagi kebaikan/ kehidupan manusia itu sendiri. Thaahaa (20): 132 : . jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kedudukan "sabar" menurut Al-Qur'an (menurut Allah). kurang lebih ada 90 ayat yang menyebut-nyebut masalah sabar ini. taqwa dan jihad". maka pada hakikatnya kita diperintah atau diharapkan menjadi orang yang dapat "menahan diri" (sabar). Jadi erat hubungannya dengan "sabar". Di dalam Al-Qur'an. 1.   Disejajarkan dengan "iman dan shalat". pertanyaan di atas dapat dijawab secara singkat : "karena banyak firman Allah di dalam Al-Qur'an yang memerintahkan kita untuk berlaku sabar". o Betapa pentingnya kedudukan sabar menurut Al-Qur'an terlihat pula dengan disejajarkan/dideretkan-nya masalah sabar ini dengan firman-firman Allah yang berhubungan dengan "iman. mengapa kita diperintah untuk menjadi orang yang sabar? Mengapa pula sabar itu perlu dilatih? • Kedudukan "sabar" dalam Al Qur'an : o Secara doktrinal. karena puasa (shaum) pada hakikatnya mengandung makna "mena-han diri". misalnya : Al-Baqoroh (2) :153 : "Hai orang-orang beriman.Pemilihan judul/thema ini sangat tepat. shalat. Q.S. kita dilatih untuk menjadi orang yang sabar. Setidak-tidaknya dengan berpuasa. Kalau Allah mewajibkan kita berpuasa. Selanjutnya berarti pula. Timbul pertanyaan.

yang menafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan. Ar-Ra'd (13): 22 : "Orang-orang yang mendapat tempat kesudahan yang baik ialah : 1. Q. ". orang-orang yang sabar karena mencari keridhoan Allah.S. Kamilah yang memberi rezki kepadamu. 1. yang mendirikan shalat. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.S. Kami tidak meminta rezki kepadamu. 1. dan 3. 3... 2. berwasiat tentang kebenaran dan kesabaran". Q. beramal sholeh. kecuali : 1."Perintahkan keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. 2. Al-'Ashr (103): 3 : "Manusia benar-benar dalam kerugian. serta 4. 1. Disejajarkan/dideretkan dengan "jihad" Surat Ali-Imron (3): 142 . menolak kejahatan dengan kebaikan". orang-orang yang beriman.

Kesukaan Allah itu diwujudkan dengan janji-janji Allah kepada orang yang sabar. Al-Qoshash (28): 80 "Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu. (2) "rahmat" (kasih sayang) dan (3) " hidayah" (menjadi orang yang "muhtadiin". pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. orang yang masuk surga ialah orang-orang yang berjihad dan yang sabar.. o o akan mendapat "pertolongan" (lihat Q. yang melakukan shalat dan yang berjihad. yang taqwa. yaitu orang yang dituntun dengan hidayah/ petunjuk Allah). akan mendapat "ampunan dan pahala yang besar" :  o Q.S.S.S. sama halnya atau disejajarkan dengan kesukaan Allah kepada orang yang beriman. bahwa kamu akan masuk surga padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar?". Az-Zumar (39): 10 : . kecuali oleh orang-orang yang sabar .S. yaitu :. lihat Q. bahwa kesukaan Allah kepada orang yang sabar."Apakah kamu mengira. dan tidak diperoleh pahala itu. Al-Baqoroh: 155 jo. • • Dari kutipan ayat-ayat di atas terlihat. Jadi menurut ayat di atas. 157. akan mendapat : (1) "shalawat" (keberkatan yang sempurna)." • Q. Al-Baqoroh : 153 di atas).

Al-Fushilat (41) : 35 : "Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar". o o Q. . kita dapat memperoleh manfaat (pahala) dari bumi Allah yang maha luas ini.. An-Naazi'aat (79): 40-41 : "40. maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)".S. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas "."Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Q. Ali-Imron: 142. • akan mendapat "surga dan tempat kesudahan yang baik" o lihat Q. 41.S. Ar-Ra'd:22 di atas. Jadi hanya dengan kesabaran.S. Dan bumi Allah itu adalah luas.S." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan.. Bertak-walah kepada Tuhanmu. • Allah akan memberikan "sifat-sifat yang baik" : o Q.

yaitu lewat sarana / metode puasa. karena terkadang manusia lupa diri :    tidak tahu mana yang halal dan haram. Makan/minum merupakan sumber kehidupan dan kekuatan. diisi apapun perut tidak akan penuh-penuh. sehingga rela mengorbankan/merugikan orang lain dsb. mengutamakan perut/kepentingannya sendiri. karena dari sinilah dapat timbul tuntutan dan cinta yang berkelebihan terhadap materi (Catatan: - . tetapi sebenarnya mengandung ajaran akhlak yang mulia dan sangat luas jangkauannya. o Banyak aspek latihan pengendalian hawa nafsu di dalam puasa. bahwa. jadi merupakan kebutuhan primer. Makhluk apapun membutuhkan makan dan minum. karena yang dilatih adalah pengendalian nafsu terhadap sumber kehidupan dan kekuatan. Nafsu untuk memenuhi kebutuhan primer ini perlu dikendalikan.   Hawa nafsu terhadap tuntutan perut inilah yang perlu dikendalikan. oleh karena itu Allah pulalah yang maha tahu bagaimana melatih /mengendalikan hawa nafsu manusia itu. antara lain :  latihan pengendalian nafsu perut (makan/minum) :  menahan makan/minum nampaknya sederhana. • • Bagaimana melatih dan meraih "sabar"? o Allahlah yang menciptakan manusia beserta hawa nafsunya. Di dalam "kesabaran" (kehalusan/kelembutan hati) terkandung "kekuatan maha besar". artinya tuntutan perut tidak akan habis-habisnya.Kesimpulan : • • "Sabar" mempunyai kedudukan yang sangat penting dan sangat diperlukan dalam kehidupan dan pembangunan nasional. Oleh karena itu perlu dilatih dan diraih di dalam bulan Ramadhan ini.

tuntutan perut merupakan simbol dari tuntutan yang bersifat materialistik). nilai kepatuhan dan kesabaran menjalankan perintah Allah inilah yang dilatih di dalam puasa. sebetulnya ingin tetap tidur.). membunuh. yang dilatih berpuasa/ menahan diri tidak hanya perut. Jadi. Latihan menundukkan diri sendiri di dalam puasa. Bahkan peperangan antara bangsa dapat terjadi karena tuntutan perut/materi. : o o di malam hari disuruh shalat malam/tarawih. o o di siang hari selama menjalankan puasa. tetapi tidak boleh walaupun barang itu miliknya sendiri dan halal. terlihat dari hal-hal sbb. dapat menjadi sumber kejahatan & mala petaka. a. Jadi. berinfaq/ shodaqoh dsb. walaupun masih terasa kenyang. menipu dsb. yang dipentingkan bukan nilai sahur/ bukanya (yaitu disuruh makan/minum) atau nilai fisik/materielnya. dan disuruh mempercepat ber-"buka" apabila saatnya telah tiba. menggunjing/ngrasani dan perbuatan-perbuatan tercela lainnya. sebetulnya tidak lapar/haus. beramal. tetapi disuruh makan/minum.l. tetapi yang dipentingkan di sini ialah nilai "didikan batiniah"-nya.l. korupsi.l. Perang dagang pada hakikatnya perang perut. disuruh bangun sahur. • melatih kepatuhan pada perintah/kemauan Allah (menekan kemauan/ nafsu pribadi). selama bulan puasa sangat dianjurkan banyak membaca atau mempelajari Al-Qur'an. tetapi semua panca indera lainnya. sebetulnya ingin makan/minum. yaitu "menundukkan nafsu-nafsu pribadi" (a. walaupun hanya minum seteguk air. juga dilatih menahan diri dari emosi/nafsu amarah. a. Tuntutan perut yang berkelebihan/ tidak terkendali. dsb. tetapi disuruh bangun sahur. merampok. berdusta. -o0o- .

Dengan demikian. Kalau kehidupan masa kini dikatakan sebagai "kehidupan modern". Banyak hal dalam kehidupan masyarakat modern saat ini yang sebenarnya merupakan pandangan dan sikap hidup yang bersifat "jahiliyah". . karena pada hakikatnya agama (yang diturunkan Allah lewat Nabi) diperuntukkan sebagai pedoman/tuntunan bagi manusia dalam segala bentuk kehidupannya.Ceramah Ramadhan IV *) AGAMA DAN KEHIDUPAN MANUSIA MODERN 1. Sebenarnya agama tidak mempersoalkan atau membedakan antara kehidupan manusia itu modern atau tradisional (tidak modern). Dalam beberapa puluh/ratus tahun yang akan datang. kalau makna atau kriteria kehidupan modern hanya dikaitkan/diorientasikan pada adanya perubahan dan perkembangan kehidupan masyarakat secara lahiriah. karena makna dari istilah "kehidupan modern" itu sendiri sebenarnya sangat relatif. bahwa agama (tuntunan Allah/dari "atas") yang diturunkan lewat nabi terakhir. Saya katakan demikian. Namun demikian kehidupan manusia yang selalu tumbuh berkembang dan berubah-ubah memang dapat menimbulkan permasalahan dalam "membumikan dan mengapli-kasikan" ajaran-ajaran agama. Panitia Ramadhan Masjid Diponegoro meminta kepada saya untuk membicarakan masalah "agama dan kehidupan manusia modern". maka sebenarnya pada setiap perubahan zaman dapat dikatakan ada "kehidupan modern". maka belum tentu kehidupan masa kini dikatakan sebagai "kehidupan modern". mungkin kehidupan sekarang yang dikatakan "modern" ini tidak lagi dinyatakan sebagai "modern" karena sudah ketinggalan zaman sehingga dinyatakan sebagai "kehidupan yang tertinggal". Dalam mengisi acara pengajian tarawih ini. Jadi secara dogmatis seolah-olah memang dapat dikatakan. baik dalam kehidupan modern maupun tidak modern. Tetapi apabila makna dan kriteria "modern" diorientasikan pada ada/tidaknya perubahan pandangan dan sikap hidup. diperuntukkan bagi kehidupan manusia segala zaman. Oleh karena itu saya dapat memaklumi permintaan panitia untuk dalam kesempatan ini membicarakan masalah "agama dalam kehidupan manusia modern". itu karena dibandingkan dengan kehidupan masa lalu (beberapa puluh/ ratus tahun yang lalu). walaupun dengan catatan bahwa masalah ini sebenarnya bukan masalah baru.

Pembaharuan konsep/pola-pikir/ pola-pandang yang dibawa Islam (Al Qur'an) itu antara lain : 1. An-Najm : 38 (Q..S. Al-Isro' : 15) : "bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain". Q. An-Najm : 39 : "bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya".1. karena sebelumnya berpandangan bahwa tuhan itu banyak atau bisa lebih dari satu dan yang dijadikan tuhan itu bukannya Allah sebagai "chaliq" (pencipta) tetapi "machluq" (ciptaan Allah) yang dijadikan tuhan. Al Qur'an : 1. Konsep Dosa/Kesalahan : Islam mengajarkan.S. 2. bahwa manusia dilahirkan suci dan tidak mengenal "dosa warisan". : 3.. Q.S. Hal ini terlihat di dalam tuntunan sbb. Konsep KeTuhanan : Konsep ketuhanan di dalam Islam (yaitu konsep tauhid/mengesakan Tuhan) jelas merupakan konsep pembaharuan. 3.S. Q. Al-Mudatsir : 38 : . 2.. Apabila makna dan kriteria "kehidupan modern" diidentikkan dengan adanya "perubahan dan pembaharuan konsep/pemikiran" . maka kedatangan Islam (dengan Al Qur'an nya) sejak awalnya telah membawa konsep/polapandang modern dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya (yang sering disebut masa "jahiliyah").

Al Qur'an itu diturunkan dengan ilmu Allah (Q. Hadits : 1. suku/ras. asal keturunan. 3. "Sesungguhnya anak yang lahir itu tidak dilahirkan kecuali dalam kesucian. 2. Hal ini jelas sangat sesuai dengan salah satu karak-teristik kehidupan modern yang antara lain meng-utamakan akal/rasionalitas."tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya". "Seseorang tidak dihukum (bertanggung jawab) atas perbuatan ayahnya atau saudaranya". "Setiap orang adalah pemimpin. maka kedua orang tuanyalah yang membuat anak itu menjadi Yahudi. bangsa. tidak membedakan jenis kelaminnya (laki-laki/wanita). Nasrani atau Majusi".S. semua orang berkedudukan sama. 4. • Konsep Keilmuan dan Kebebasan Berpikir (Rasio-nalitas) : Terlalu banyak ajaran Islam yang memberi tempat sangat tinggi pada kedudukan ilmu/akal. Beberapa catatan : • • Wahyu pertama saja dimulai dengan "Iqro'" (bacalah). Hud : 14) : . warna kulit. Yang membedakan tinggi rendahnya kedudukan manusia di mata Allah hanyalah taqwanya (lihat Q. bahwa tidak berbeda antara orang Ajam (budak belian yang hitam) dengan orang Arab.S. dimintai • Konsep Persamaan Hak : Islam mengajarkan. maka akan pertanggungjawaban atas apa yang dipimpin". Al-Hujurat ayat 13). pangkat maupun kedudukannya. Di dalam hadits pun dinyatakan. yang berarti mengutamakan budaya "membaca" sebagai ciri dari budaya keilmuan.

maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)? ". Dalam dialog ini ada argumentasi keilmuan. Kata seruan untuk mengerti atau menggunakan akal dalam AlQur'an kurang lebih 189 kali."Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah. kata "Afala yatafakkarun" apakah mereka tidak berpikir sebanyak 91 kali. dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia. lihat Al-Waqiah : 77 : "Innahuu laquraanul kariim" (sesungguhnya Al Qur'an itu adalah "bacaan yang sangat mulia"). kata " Afala Ta'lamun" (apakah engkau tidak mengetahui?) sebanyak 36 kali. tetapi didasarkan pada demokratisasi dan argu-mentasi keilmuan. kata "Afala Tadrusun" (apakah engkau tidak belajar) sebanyak 2. Misal : • Sewaktu Allah menciptakan manusia pertama (Adam) sebagai khalifah di bumi terjadi dialog antara malaikat dengan Allah. kali. • Al Qur'an ini disebut sendiri oleh Allah sebagai "Al Qur'anul Karim" ("bacaan yang mulia"/ dapat diartikan sebagai "ilmu/bacaan yang tinggi"). kata "Afala Tatafakkarun" (apakah engkau tidak berpikir?) sebanyak 3 kai. kata "Afala Ya'lamun" (apakah mereka tidak mengetahui?) sebanyak 91 kali. sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah . • • Dalam Al-Qur'an disebutkan kata " Afala Ta'qilun" (apakah kamu tidak menggunakan akalmu?) sebanyak 24 kali. Keputusan/kebijakan Allah tidak semata-mata didasarkan pada argumentasi kekuasaan absolut. kata " Afala Ya'qilun" (apakah mereka tidak menggunakan akalnya?) sebanyak 22 kali. Secara halus Allah menyatakan kepada para malaikat : "Innii a'lamu ma laa ta'lamuun" .

(Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui ). Lihat AlBaqoroh : 30 s/d 33.

Setelah Allah mengemukakan berbagai kebaikan/ kemuliaan AlQur'an (sebagai petunjuk pembawa kebenaran, sebagai penawar dan rahmat, penuh hikmah dan pelajaran, sebagai bacaan yang teramat mulia, dan tidak untuk membuat kesusahan manusia), secara halus Allah berdialog (mengajak berpikir) dengan manusia : o "Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Qur'an ini?"

(Al-Waqiah :81).

"Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yg. mau mengambil pelajaran"?

(Al-Qomar: 17,22,32,40)

"Sesungguhnya telah Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tidak memahaminya"?

(Al-Anbiya': 10).

Konsep Keadilan :

Terlalu banyak ayat-ayat di dalam Al-Qur'an tentang keadilan. Beberapa di antaranya ialah :

An-Nisaa' : 58

"apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil".

An-Nisaa' : 135

"Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi Karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu.

Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran/keadilan dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

Al-Maidah : 8

"Hai orang-orang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".

Memperhatikan tiga ayat di atas saja sudah jelas betapa tingginya konsep Islam mengenai keadilan, yaitu : 1. Keadilan dan kebenaran harus ditegakkan kepada siapa saja dengan tidak berpihak dan tanpa pandang bulu, baik terhadap dirinya sendiri mau-pun terhadap keluarganya (ibu/bapaknya), kerabat-nya maupun kaum/golongannya;.

2. Keadilan dan kebenaran harus ditegakkan secara objektif dengan menghindari hal-hal yang bersifat subjektif, antara lain : jangan mengikuti hawa nafsu (misal menerima suap) dan rasa kebencian untuk berlaku tidak adil. Konsep baru/modern tentang keadilan yang diajarkan Islam hampir 15 abad yang lalu itu, jelas bersifat universal, dan di abad modern sekarang ini justru terlihat semakin melemah atau mengalami erosi.

Konsep (Orientasi) Masa Depan :

Salah satu ciri "modernisme" adalah sikap mental yang berorientasi ke masa depan. Hal ini jelas terlihat di dalam ajaran Islam yang menyatakan :

bahwa kehidupan/kesenangan akhir (at) lebih baik dari kehidupan/kesenangan awal (di dunia); lihat Q.S. Ali Imron : 14, Q.S. AlMu'min : 39, Q.S. Adh-dhuha : 4; "jangan menghambur-hamburkan hartamu secara boros" (Q.S. Al-Isro' : 26); "janganlah kamu merajalela di bumi dengan membuat kerusakan" (Q.S. Asy-Syu'aro : 183);

Demikianlah beberapa butir konsep Al-Qur'an yang dapat dikatakan "modern" pada zamannya, dan saat inipun masih dapat diuji ke-"modern"-annya. Masih banyak lagi konsep Al-Qur'an yang relevan dengan ciri-ciri sikap mental yang diperlukan dalam kehidupan modern, seperti menghargai waktu atau dapat memanfaatkan peluang sebaik-baiknya, tekun, rajin dan bersungguh-sungguh (berjihad), sederhana dan tidak boros dsb.

1. Di sisi lain kehidupan modern itu sendiri memang memerlukan agama, walaupun memang harus diakui pelaksanaan nilai-nilai dan kaidah-kaidah agama menghadapi "tantangan" yang cukup berat dalam kehi-dupan modern saat ini. Telah sama dimaklumi, bahwa kehidupan modern saat ini ditandai oleh semakin meningkatnya kehidupan yang lebih berorientasi pada nilai-nilai

kecantikan/ketam-panan dsb. individualistik dan semakin berkembangnya pengaruh globalisasi di bidang informasi. derajat/ pangkat/kedudukan. agama juga memberikan banyak tuntunan agar memberikan/meratakan rizkinya itu kepada orang lain. : 1. Jelas di sini diperlukan pendekatan/tuntunan agama.materialistik. Jadi menurut firman Allah di atas. Perhatikan beberapa firman Allah sbb.". komunikasi dan teknologi. menyebabkan orang mengalami "stress". • Sebaliknya bagi orang yang mendapat "kelebihan rizki" dari Allah itu. diharapkan orang tidak akan mengalami "stress" dalam menghadapi kehidupan modern saat ini yang cenderung lebih materialistik dan individualistik. : o An-Nahl: 71 : . Dengan memahami tuntunan agama yang demikian itu. (karena) bagi orang lakilaki/perempuan ada bagian dari apa yang mereka usahakan". Dalam ayat di atas digunakan kata-kata " fadhdho-lallaah" (yang ditetapkan/dilebihkan Allah). ilmu/gelar. Tidak jarang persaingan hidup yang sangat materialistik dan individualistik. Kata "fadhola" atau "afdhol" secara harfiah dapat berarti "ditetapkan" (to remain) atau "lebih baik" (better than). tekanan kejiwaan yang sangat berat. melakukan perbuatan-perbuatan nekad atau menempuh jalan-jalan pintas ("budaya menerabas") untuk mencapai tujuan. Dapat diba-yangkan betapa fatal dan runyamnya akibat yang ditimbulkan oleh sifat iri/cemburu/prasangka buruk seseorang terhadap "kelebihan" orang lain. kita janganlah iri hati terhadap kelebihan-kelebihan yang diberikan Allah kepada orang lain itu. antara lain di dalam Al-Qur'an. Oleh karena itulah agama memberikan tuntunan. Apa "yang ditetapkan" atau "dilebihkan" Allah itu dapat berupa "rizki harta atau kekayaan. Dalam kehidupan yang serba materialistik dan individualistik mudah sekali berkembang penyakit "cemburu/irihati/berprasangka buruk". surat AnNisaa': 32 : "Dan janganlah kamu irihati terhadap apa yang ditetapkan/ dilebihkan/dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih dari sebagian yang lain. Mengenai "tuntunan agama" ini dapat dikemukakan antara lain hal-hal sbb.

Betapa tidak. merusak dan menyesatkan. misalnya jumlah dan pengaruh adeganadegan film lewat TV. Ar-Rum: 38.S. Lihat a. namun harus diakui pula bahwa peluang dampak negatifnya juga cukup besar.: bacaan/ film-film cabul/ porno atau setidak-tidaknya adegan-adegan yang tidak susila dan merangsang. dapat merupakan virus berbahaya yang mengancam kepribadian Islami dan bahkan mengancam kehidupan rumah tangga. dan menyedekahkan sebagian harta berfungsi membersihkan harta kita serta itulah harta hakiki yang kita miliki. Q. serta adegan-adegan keke-rasan dan sadis/brutal). Attaubah 103 : "ambillah sebagian dari hartanya (orang yang mampu) sebagai sedekah yang dapat membersihkan hartanya dan menyucikan hartanya". • Aspek lain dari "kehidupan modern" saat ini ialah derasnya arus/gelombang informasi seiring dengan semakin canggihnya sarana komunikasi dan teknologi. gelombang informasi yang dapat membawa pengaruh negatif. Data Informasi Anak Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (DIA-YKAI) bekerja sama dengan Litbang Departemen Penerangan melakukan penelitian terhadap film-film . budak-budak yang mereka miliki agar mereka sama (merasakan) rizki itu. komunikasi dan teknologi mempunyai pengaruh positif. 215. Memang di satu pihak. Dalam kondisi yang demikian. Dengan semakin canggihnya sarana informasi/komunikasi dan teknologi saat ini. sekarang dengan mudah dapat diperoleh.l. karena informasi yang semula dianggap tabu dan sangat tercela atau setidaktidaknya informasi itu "belum saatnya diketahui" (a.l. musafir (orang yang membutuhkan perto-longan) dsb. fakir miskin. kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. pesatnya perkembangan informasi. Seberapa jauh jumlah dan pengaruh informasi negatif berada di sekitar kita memang perlu penelitian akurat. keluarga/kerabat dekat. lain dalam hal rizki. nilai-nilai agama dan keimanan seseorang benar-benar mendapat ujian dan tantangan yang cukup berat/serius. Pernah pada tahun 1993.S. Q. anak yatim."Dan Allah "melebihkan" sebagian kamu dari yg. tetapi orang-orang yang dilebihkan (rizkinya) itu tidak mau memberikan kpd. surat Al-Baqoroh: 177. Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?" • Banyak firman di dalam Al-Qur'an yang menyuruh kita menyedekahkan sebagian harta/rizki kepada ibu/bapa.

yaitu sekitar 1 % lebih banyak dibandingkan adegan yang "prososial"). : 1. dan 9. Dari 4 stasiun TV yang diteliti.37 % bersifat antisosial. Pernah pula seorang Dosen wanita dari Surabaya yang mengambil program S2 di UI Jakarta. sebagaimana tersimpul dari tuntunan Al-Qur'an surat Al Fathir: 29. Hasilnya a. dan SCTV) sebagian besar (85 %) dinilai "tidak sopan/tidak susila" menurut pandangan masyarakat tempat lokasi penelitian dilakukan (Bangkalan. terutama lewat pemusatan pengendalian diri di bulan puasa Ramadhan. RCTI dan TPI). Madura). RCTI dan TPI) menyajikan film untuk anak yang isinya lebih banyak bersifat antisosial (walaupun selisihnya tidak begitu banyak. Di sinilah arti pentingnya peranan nilai-nilai keagamaan dalam kehi-dupan modern. -o0oCeramah Ramadhan V MEMAHAMI MAKNA KEIMANAN DALAM MENGHADAPI ERA INFORMASI *) .60 % bersifat prososial). kematangan emosional dan kematangan "pengendalian diri" sebagai penangkal utamanya. Film-film untuk anak yang paling banyak mengandung adegan "antisosial"nya ialah film yang berasal dari Amerika Serikat (yaitu 11. 2. dalam thesisnya (mengenai tindak pidana pornografi) menyajikan data penelitian. dan yang ditayangkan oleh 4 stasiun televisi (TVRI. Dari 195 episode film yang diteliti. TPI. 3 stasiun (yaitu TVRI Program 2.yang ditujukan untuk anak-anak. di samping kematangan ilmu dan kematangan sosial/amal.l. ternyata jumlah adegan yang bersifat "anti-sosial" (ada 2063 adegan) lebih banyak daripada yang bersifat "prososial" (ada 1904 adegan). TVRI Program 2. jelas diperlukan peningkatan kematangan kejiwaan/rohaniah. Menghadapi era informasi yang demikian itu. 3. Marilah kita jadikan bulan Ramadhan ini sebagai sarana proses pemadatan dan peningkatan kembali energi kematangan kejiwaan/ rohani (kematangan iman dan taqwa). bahwa acara-acara yang disajikan lewat stasiun TV (TVRI.

Judul asli yang ditetapkan Panitia untuk ceramah tarawih kali ini ialah : "Memahami Makna Keimanan Yang Berdimensi Luas Dalam Menghadapi Era Informasi". maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" .32. karena salah satu aspek keimanan adalah iman terhadap Kitabullah.Al-Qomar: 17. memang sewajarnya dilakukan. 2. maka pengkajian/pemahaman nilai-nilai keimanan terhadap konsep/ajaran Al-Qur'an ini tentunya difokuskan pada hal-hal yang berhubungan dengan beberapa masalah/aspek yang ada di dalam era informasi saat ini.1. Pengkajian/pemahaman terhadap informasi-informasi tuntunan yang terdapat di dalam Al-Qur'an.l.40 : "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran. karena berbagai alasan : 1. Di bulan Ramadhan memang sangat dianjurkan banyak membaca/mempelajari/menelaah Al-Qur'an. Sehubungan dengan judul yang ditetapkan panitia.22. a. 1. Banyak firman Allah di dalam Al-Qur'an yang secara halus menegur kita untuk mempelajari Al-Qur'an. dapat diartikan melakukan "pengkajian terhadap nilai-nilai keagamaan/keimanan yang bertolak dari ajaran-ajaran/konsep-konsep Al-Qur'an". karena di bulan Ramadhan inilah Al-Qur'an pertama kali diturunkan. Memahami makna keimanan dalam dimensi luas. : Al-Waqiah:81: "Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Qur'an ini?" .

kemudian "mematikannya" ("yumiitukum") dan kemudian "menghidupkannya kembali" (" yuhyiikum") untuk dimintai pertanggung-jawaban. dikhawatirkan bukan membawa kebaikan dan kesejahteraan. bahwa Allah tidak hanya "menciptakan" manusia ("kholaqokum"). Informasi Al-Qur'an yang mengandung berbagai petunjuk hidup merupakan bagian dari keleng-kapan/kebutuhan hidup yang diberikan/disediakan Allah kepada manusia. Di dalam surat Ar-Rum: 40 dinyatakan. 1. 1. tidak hanya yang bersifat materi (bumi/alam semesta dan segala isinya) tetapi juga yang bersifat immaterial yaitu berupa konsep/tuntunan hidup. tetapi juga memberinya rizki atau "memberi dukungan" (karena kata " rozaqo" dapat berarti "to support") atau juga "memberi sarana/keperluan hidup" (karena kata rizki atau " rizqun" dapat juga mengandung arti "means of living"). Maka apakah kamu tidak memahaminya?" . tetapi juga "memberinya rizki" ("rozaqokum"). Jadi Allah tidak hanya sekedar mencipta manusia.. Dukungan atau keperluan hidup yang diberikan Allah kepada manusia. Informasi duniawi yang tidak diimbangi dengan informasi imani/ilahi.Dan di dalam Q.S. . Al-Fathir:29 Allah sendiri menya-takan bahwa "yatluuna Kitabullah" (membaca/mem-pelajari/melakukan telaah terhadap Kitabullah/Al-Qur'an) merupakan salah satu "bentuk kegiatan/ perniagaan yang tidak akan merugi". Di dalam era informasi yang canggih saat ini. menggali dan memahami informasi Al-Qur'an sangat penting untuk mengimbangi gelombang informasi global (yang bersifat duniawi).Al-Anbiya':10 : "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. tetapi justru dapat membawa kehancuran.

Sehubungan dengan judul ceramah. tetapi juga perlu "memahami dan menggali nilai-nilai konsep kehidupan/petunjuk hidup yang ada di dalam Kitabullah (Al-Qur'an)". bahwa era informasi merupakan salah satu karakteristik dari era masa kini yang berkembang sangat pesat seiring dengan berkembang pesatnya bidang komunikasi dan teknologi. ekonomi/bisnis. telepon genggam dan alat-alat lain nya yang . Mereka yang tidak mengikuti dan menguasai informasi akan selalu tertinggal atau bahkan mudah tersisihkan dalam persaingan dan pergumulan hidup. Telah sama dimaklumi. alam semesta dan segala isinya". Demikian gambaran umum mengenai pengaruh kekuatan informasi. Yang perlu diwaspadai adalah informasi yang dapat membawa dampak negatif. perkembangan teknologi dsb. Tidak jarang pula suatu strategi dan policy dengan mudah dihancurkan/ diporak-perandakan lewat perang informasi dan sistem komunikasi yang canggih. tidak hanya informasi duniawi mengenai situasi politik. Hal ini jelas mengandung aspek positif dan juga aspek negatif.. Dengan semakin pesatnya kemajuan alat-alat teknologi dan sistem komunikasi. mungkin tidak mudah lagi membendung gelombang informasi global. Perkembangannya sedemikian rupa sehingga informasi merupakan salah satu sumber "kekuatan/kekuasaan" (" power") tersendiri. radar parabola.Oleh karena itu. 1. sangat cepat dan sangat bervariasi bentuk dan macamnya. 2. 1. informasi yang perlu digali dan dipahami tidak hanya informasi tentang dunia dan alam semesta (informasi global dan planetal). perlu kiranya terlebih dahulu dikaji dan dipahami beberapa aspek atau masalah yang berhubungan dengan "era informasi" ini. Dengan semakin berkembang pesatnya teknologi informasi dan komunikasi lewat teknologi satelit global. masalahnya ialah informasi tentang konsep kehidupan (pedoman/petun-juk hidup) atau informasi tentang nilainilai keimanan/ keagamaan apakah yang perlu dikaji dan dipahami dalam menghadapi "era informasi"? Untuk mengkaji masalah ini. tetapi juga perlu di-gali dan dipahami informasi tentang konsep kehidupan (pedoman/petunjuk hidup). bersifat transnasional (melampaui batas-batas negara). Memperhatikan kondisi era informasi yang demikian itu. manusia tidak hanya dituntut untuk "memahami/menggali bumi. Dengan perkataan lain. kekuatan penyebaran informasi saat ini sangat luas jangkauannya.

berbangsa dan bernegara. terbitan DIA-YKAI Jakarta. Dari 195 episode film yang diteliti (Pebruari 1993). dalam thesisnya mengenai "Tindak Pidana Porno-grafi" menyajikan data penelitian. ternyata adegan yang bersifat "antisosial" (ada 2063 adegan) lebih banyak daripada yang bersifat "prososial" (ada 1904 adegan). bahkan bagi kehidupan bermasyarakat. bekerja sama dengan LITBANG Dep. edisi No. atau setidak-tidaknya bersifat rahasia dan "belum saatnya diketahui" (a. Penerangan. 3 stasiun (yaitu TVRI Program 2. sebagian besar (85 %) dinilai "tidak sopan/ tidak susila" menurut pandangan masyarakat di tempat/lokasi penelitian dilakukan (Bangkalan. sekarang dengan mudah informasi itu dapat diperoleh. Madura). Pernah pula seorang Dosen wanita dari Surabaya (UNAIR) yang mengambil program S2 di UI Jakarta. 20.37 % bersifat antisosial dan 9. porno. 3. Dari 4 stasiun TV yang diteliti. : 1. bacaan/ film-film cabul. adegan tidak sopan/ tidak susila dan merangsang. mengenai film-film untuk anak yang ditayangkan lewat 4 (empat) stasiun TV (TVRI. Betapa tidak. Film-film untuk anak yang paling banyak mengandung adegan "antisosial" ialah yang berasal dari Amerika Serikat (yaitu 11. halaman 10 dan 15): 1.l. TVRI Program 2. dapatlah dikatakan bahwa informasi negatif atau yang tidak benar dan menyesat-kan dapat merupakan gelombang virus yang sangat berbahaya bagi kehidupan pribadi dan keluarga. karena informasi yang semula dianggap tabu dan sangat tercela. Oktober 1993. Seberapa jauh jumlah dan pengaruh informasi negatif itu berada di sekitar kita memang memerlukan penelitian akurat. sadis/brutal dan bersifat antisosial).sangat canggih. TPI dan SCTV. Namun beberapa informasi mengenai hal ini dapat diungkapkan sbb. RCTI dan TPI) menyajikan film untuk anak yang isinya lebih ba-nyak bersifat antisosial (walaupun selisihnya hanya sekitar 1 % dibandingkan adegan yang "prososial"). 2. 1. Penelitian yang pernah dilakukan oleh DIA-YKAI (Data Informasi Anak – Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia). . serta adegan-adegan kekerasan. RCTI dan TPI). antara lain mengungkapkan data bahwa (disarikan dari media Informasi Tentang ANAK.60 % bersifat prososial). bahwa acara-acara yang disajikan lewat TVRI.

Di antara dampak negatifnya a. 3. Keterjalinan dan ketergantungan tata sosial ekonomi nasional dengan tata sosial ekonomi dunia/internasional. Ruang lingkup operasional dan dimensi kejahatan saat ini. Dalam pemberitaan kejahatan. antara lain ditegaskan : . melampaui batas-batas negara. Pemberitaan tentang kejahatan. Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi juga nampaknya berpengaruh pada perkembangan dunia kejahatan saat ini. sangat mempengaruhi kecenderungan terjadinya interna-sionalisasi kejahatan. pers masih dianggap sebagai "problem makers" ketimbang "problem solvers". 1991. seks dan keke-rasan merupakan menu utama yang mewarnai pemberitaan kejahatan di media cetak. dapat membe-rikan dorongan melakukan kejahatan dan menim-bulkan kekebalan pembaca sehingga tidak lagi memiliki kepekaan sosial. 1985 (khususnya putusan mengenai "Guiding Principles for Crime Prevention and Criminal Justice in the Context of Development and a New International Economic Order"). 5. Meskipun studi lapangan tentang manfaat positif maupun dampak negatif dari pemberitaan kejahatan oleh media massa terhadap masyarakat secara relatif amat jarang dilakukan.) : 1. 117 dst. sudah bersifat "transnasional". Pemberitaan kejahatan dalam pers lebih banyak melaksanakan fungsi "to inform" (memberi infor-masi) dan "to entertain" (menghibur) daripada tugas "to educate" (mendidik). terutama kejahatan ekonomi (economic crime) dan kejahatan yang menggunakan kemajuan teknologi (Hitech crime). "to activate" (menggerakkan) dan "to protect" (melindungi korban/saksi).l. Seminar mengenai "Fungsi dan Tanggungjawab Sosial Pemberitaan Kejahatan di Media Masa" pada tgl. 1. 4. Penerbit Antar Kota. hal. (disarikan dari "Kriminalitas Dalam Surat Kabar". 4-5 Maret 1991 antara lain merangkum hal-hal sbb. Mudah dan cepatnya informasi/komunikasi saat ini sangat menunjang lajunya perekonomian dunia. Keprihatinan terhadap perkembangan yang demikian selalu diungkapkan dalam Kongres-kongres PBB mengenai "The Prevention of Crime and the Treatment of Offenders" . 2. Misal dalam salah satu pertimbangan putusan Kongres ke-7 th. para pakar berpendapat bahwa terdapat lebih banyak dampak negatifnya ketimbang manfaat positifnya.1.

. that the international and national economic and social orders are closely related and are becoming more and more interdependent and that. 1978. Sehubungan dengan kebutuhan serba cepat dan praktis.. Menurut August Bequai. Adanya EFTS ini. hal. dunia perekonomian saat ini memanfaatkan teknologi komputer dan elektronik yang dikenal de-ngan EFTS (" Electronic Funds Transfer System "). 164 dan 169).. dapat juga menciptakan kondisi-kondisi yang menunjang aktivitas kejahatan di dalam maupun di antara berbagai negara. as a growing sociopolitical problem. ("the growing utilization of computer technology and world-wide computer and telecomunication networks as an integral part of contemporary international financial and banking operations can also create conditions that greatly facilitate criminal operations within and between countries"). Kongres PBB ke-8 (1990) antara lain menyatakan : "pertumbuhan pemanfaatan teknologi komputer dan jaringan telekomunikasi dan komputer yang sangat luas sebagai bagian integral dari operasi/kegiatan-kegiatan di bidang keuangan dan perbankan secara internasional saat ini. bahwa perkem-bangan kemajuan informasi bisnis/ekonomi dan informasi teknologi yang bersifat global/transnasional. crime may transcend national boundaries. menurut August Bequai.. juga dapat mempunyai dampak pada perkembangan kejahatan ekonomi dan kejahatan teknologi yang juga bersifat transnasional/internasional. EFTS ialah "pengiriman data yang berhubungan dengan pemindahan dana melalui jaringan komunikasi" (" the transmission of data regarding fund transfer over communication network ").. Mengenai kejahatan yang berhubungan dengan teknologi komputer. Jadi secara singkat dapat dikatakan. White-collar Crime: A 20thCentury Crisis. juga membantu semakin berkembangnya internasionalisasi kejahatan (August Bequai..

. seseorang yang kadar imannya lemah mungkin saja menyampaikan informasi-informasi negatif antara lain "ngrasani". Tepatlah apabila bulan Ramadhan ini dijadikan sebagai sarana dan sekaligus pusat proses pemadatan dan peningkatan kembali energi kematangan kejiwaan/rohani (kematangan iman dan taqwa) yang akan membuahkan kematangan "pengendalian diri". dapat dibayangkan betapa beratnya tantangan nilai-nilai keimanan (kematangan kejiwaan/emosional dan kematangan "pengendalian diri") saat ini. Misalnya : 1. Hal demikian tidak seharusnya dilakukan bagi orang yang kadar imannya cukup kuat. • Hai orang-orang beriman.1. dari prasangka. kematangan emosional dan kematangan "pengendalian diri" sebagai penangkal utamanya. yaitu "memahami makna keimanan dalam menghadapi era informasi". karena Al-Qur'an menyatakan : Al-Hujurot: 12 : 2. tidak mustahil kita terbawa hanyut dan terjerumus ke dalam sisi-sisi dampak negatif dari era informasi yang antara lain telah dikemukakan di atas. membicarakan/ menyebar aib orang. Al-Baqoroh: 191 : "wal fitnatu asyaddu minal qatl" (dan fitnah itu lebih besar (bahayanya) dari pembunuhan). Memperhatikan berbagai fenomena dampak negatif dari era informasi dan komunikasi seperti diungkapkan di atas. jauhilah kebanyakan sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Dengan sarana informasi/komunikasi yang canggih saat ini. jelas diperlukan peningkatan kematangan kejiwaan/rohaniah. menyebarkan kedustaan dan fitnah dsb. dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Menghadapi era informasi yang nampaknya sulit dibendung itu. Tepat pulalah tema kajian yang ditetapkan panitia untuk malam ini. Apabila kita tidak memahami dengan baik (dalam arti menghayati dan memperteguh) nilai-nilai keimanan. • • dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan (aib/ rahasia) orang lain.

sekiranya kita memahami dan menghayati nilai keimanan yang terkandung dalam tuntunan Al-Qur'an. Di samping itu. cenderung mengarah pada terbentuknya pola hidup yang berorientasi pada nilai-nilai materialistik. me-nempuh jalan pintas ("budaya menerabas") untuk mencapai tujuan tertentu. (karena) bagi orang laki-laki dan perempuan ada bagian dari apa yang mereka usahakan. atau melakukan perbuatanperbuatan nekad. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu ". dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Menghadapi kondisi kehidupan yang demikian. tidak mustahil bagi yang lemah imannya terjangkit penyakit "cemburu/iri-hati/berprasangka buruk" ter-hadap kelebihan materi/rizki orang lain. surat An-Nisaa': 32 : Dan janganlah kamu irihati terhadap apa yang dikaruniakan/ ditetapkan Allah kepada sebagian kamu lebih dari sebagian yang lain. mengalami tekanan kejiwaan atau "stress" yang sangat berat. korban fitnah dapat lebih banyak dan lebih luas daripada korban pembunuhan. Dampak negatif demikian dapat kiranya ditangkal. • Kehidupan modern dengan berbagai informasi bisnis dan teknologi (lewat iklan). Fitnah dikatakan lebih besar/lebih keji dari pembu-nuhan karena melakukan fitnah itu dalam Al-Qur'an diidentikkan juga dengan "kafir" (AlAnfal:39) dan "syirik" (An-Nisaa': 91). .Al-Baqoroh: 217 : "wal fitnatu akbaru minal qatl" (Fitnah itu lebih besar (dosanya) dari pembunuhan). individualistik dan konsumerisme.

ilmu/gelar. Tanpa landasan iman yang kuat. persaingan meraih pasaran/peminat/keuntungan sebesar-besarnya.l. musafir (orang yang membutuh-kan pertolongan) dsb. atau memproduksi barang-barang yang dapat merugikan/merusak/membahayakan orang lain dsb. orang lalu memberikan informasi (lewat iklan) yang berlebih-lebihan. keluarga/kerabat dekat. lain dalam hal rizki.".Dalam ayat di atas digunakan kata-kata "fadhdho-lallaah" (yang ditetapkan/dilebihkan Allah). agama juga memberikan tuntunan untuk tidak terlalu individualistik. dan oleh karena itu tidak perlu stress dan tidak perlu mengambil jalan pintas dengan melakukan perbuatan tidak terpuji. pen. dilebihkan (rizkinya) itu tidak mau memberikan kepada budak-budak yang mereka miliki (bisa dibaca: "karyawan". Apa "yang ditetapkan" atau "dilebihkan" Allah itu dapat berupa "rizki harta/kekayaan. Al-Isro":26) yang menyuruh kita menginfakkan sebagian harta/rizki kepada: orang tua (ibu-bapak).. tetapi harus juga memberikan/meratakan rizkinya kepada orang lain yang berhak. • • Dunia informasi saat ini tidak dapat lepas dari perkembangan globalisasi ekonomi. Ar-Rum: 38.) agar mereka sama (merasakan) rizki itu.S. kecantikan/ ketampanan dsb. fakir miskin. An-Nahl: 71: "Dan Allah "melebihkan" sebagian kamu dari yg. anak yatim. Jadi ajaran keimanan menuntun kita untuk tidak perlu iri terhadap kelebihan orang lain. Perhatikan misalnya tuntunan di dalam Q. tetapi orang-orang yg. pangkat/kedudukan. banyak firman Allah di dalam Al-Qur'an (lihat a. tidak mustahil untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya itu. Di samping itu. bagi orang yang mendapat "kelebihan rizki" dari Allah. dan • jangan menghambur-hamburkan harta (boros). Kata "fadhola" atau "afdhol" secara harfiah dapat berarti "ditetapkan" (to remain) atau "lebih baik" (better than). Sebaliknya. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?". AlBaqoroh: 177. . melakukan persaingan curang.

semakin terbebas dari buta aksara dan sebagainya. 1. minggu ke minggu. atau kualitas kemasyarakatan dan lingkungan hidup yang sehat dan bermakna.• Dengan berbagai informasi yang dapat merangsang emosi-emosi negatif di bidang seksualitas. dengan penuh kesungguhan dan perhitungan ("imanan wahtisaaban") serta dengan penuh "kesabaran dalam mencari ridho Allah". bulan ke bulan sampai tahun demi tahun. Akan tetapi kemajuan dalam beberapa bidang kehidupan manusia tersebut tidak mengurangi kemerosotan lingkungan alam maupun kemerosotan lingkungan alam maupun sosial bahkan terus bertambah. bahkan seba-gai sarana reformasi total. kualitas hidup dan kehidupan. dapat saja orang yang lemah imannya terhanyut ke arah perbuatan-perbuatan negatif itu. Dari hari kehari. oleh karena itulah diadakan Ramadhan (kewajiban puasa) sebagai suatu proses/mekanisme "Recycling/Rejuvenation/Regeneration/Re-inforcement/ Reconstruction/Reinjection/Re-formation". terdapat kemajuan yang mencengangkan dalam bidang ilmu/kepandaian. Karena Iman yang berada dalam hati merupakan kunci atau modal utama seseorang untuk menjadi manusia sejati. Misal semakin canggih dalam teknologi. tindakan a-susila dan tindakan brutal/sadis. . Maha Besar Allah yang telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai salah satu sub-sistem yang integral dari keseluruhan sistem/konsep Allah dalam memelihara kualitas kemanusiaan. Baik buruk perilaku kita tergantung seberapa besar iman kita kepada Allah. marilah kita manfaatkan benar-benar bulan Ramadhan ini sebagai sarana dan pusat pemantapan/ pemadatan kembali nilai-nilai keimanan dan "pengen-dalian diri". Akhirnya. Allahlah yang maha tahu bahwa kualitas kemanusiaan dan kemasyarakatan itu memang dapat "melemah/ memudar".  Ceramah Ramadhan VI *) RAMADHAN: BULAN PENINGKATAN KUALITAS MUSLIM DAN LINGKUNGAN HIDUP 1.

Upaya peningkatan kualitas manusia dan lingkungan hidup inilah yang selalu menjadi masalah sentral dan menjadi pusat perhatian para nabi/rasul. penyalah-gunaan kekuasaan (termasuk kekuasaan ekonomi). penyalahgunaan narkoba. semakin meningkatnya perusakan dan pencemaran lingkungan. selayaknya kita melakukan introspeksi terhadap keislaman kita. sebagaimana disebutkan dalam QS. merebaknya berbagai tindak kejahatan. menurunnya kualitas moral dengan berbagai bentuk pelecehan seksual dan pelanggaran kesusilaan. korupsi. antara lain : • berkembangnya cara hidup yang semakin indivi-dualistik. Para nabi/rosul diutus Allah untuk memperbaiki kerusakan ummat dan meningkatkan kualitas kehidupan dengan memberikan tuntunan/ pedoman hidup dan kehidupan. Kemerosotan tersebut. • • • • • 1. telah disiarkan atau diberitakan di berbagai media informasi. adanya kesenjangan material yang sangat menyo-lok. para ulama/ ilmuwan/cendekiawan dan para penyelenggara negara/ pemerintahan (pemegang kekuasaan).1. dan realita menunjukkan adanya "kemerosotan/penurunan kualitas kehidupan dan lingkungan sosial/alam". Al Anbiya' ayat 107 . hedonis tidak mau mengerti persoalan atau kekurangan orang lain. materialistik. dan menurunnya kualitas penegakan hukum dan keadilan. Apakah kita masih layak dianggap seorang muslim kalau kita ikut andil merusak lingkungan alam maupun sosial? Apakah kita masih berhak menyandang gelar kholifah fil Ardhi (Pemimpin di muka bumi)? Apakah kita masih berhak mengemban amanah agama Islam kalau kita mengebiri nilai-nilai Islam yakni perlindungan terhadap sesama dan alam semesta? 1. Sebagai seorang muslim.

Allah menjamin di dalam Q. Kegiatan dalam bulan Ramadhan sarat dengan kurikulum/silabi untuk menga-tasi lingkungan itu. disebabkan oleh menurunnya kualitas keimanan/ketaqwaan. Para ulama/ilmuwan/cendekiawan juga pada hakikatnya merupakan pewaris nabi dan rosul. menurunnya kualitas kematangan ilmu/tuntunan/ konsep-konsep kehidupan. Dengan kata lain. Peran ulama/ ilmuwan/cendekiawan berupaya untuk mengatasi ber-bagai masalah yang berhubungan dengan kualitas kehidupan/lingkungan masyarakat sekitarnya. baik kualitas fisik/materiel maupun kualitas non-fisik/immateriel. Ketiga karakteristik "trilogi" ini sangat melekat dalam kegiatan bulan Ramadhan. yang apabila diamalkan dengan baik. dan menurunnya kualitas kematangan kepekaan/ kepedulian sosial. Merosotnya kualitas lingkungan itu tidak dapat dilepaskan dari menurunnya kualitas kematangan kejiwaan/emosi pengendalian diri. Resume : . Demikian pula disusunnya GBHN oleh wakil-wakil rakyat dan penyelenggara negara. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam". 1.S. pada hakikatnya bermaksud membangun masyarakat/lingkungan hidup yang ber-kualitas. dan AMAL. Salah satu konsep/ sistem Allah untuk memelihara kualitas manusia dan lingkungan hidup ini ialah dengan diwajibkannya "puasa" selama bulan Ramadhan. yaitu kurikulum untuk meningkatkan IMTAQ. Dan maha besar Allah yang juga mengetahui bagaimana mengatasi kemerosotan kualitas lingkungan itu. AlFathir:29."Dan tiadalah kami mengutus kamu. ILMU. 1. 1. Maha besar Allah yang sangat mengetahui segala persoalan manusia ciptaan-Nya (termasuk masalah kualitas kehidupan manusia ini). 1. kualitas ilmu. kita mendapatkan "perniagaan yang tidak akan merugi" (dengan istilah ekologi berarti Allah menjamin "kualitas manusia dan lingkungannya tidak akan merugi/mengalami kemerosotan"). dan kualitas amal.

o Maha Suci dan Maha Besar Allah yang sangat mengetahui. bahwa tujuan puasa adalah "la'allakum tattaquun"). - Ceramah Ramadhan VII SYUKUR KEPADA ALLAH *) (Ramadhan: Bulan Yang Patut Disyukuri) .Al-Baqoroh: 183. rejuvenation. reinjection. (lihat Q. regeneration. • PROSES/mekanisme "daur ulang" : o "penyucian/pembersihan kembali" semua daki/ karat/kotoran/lumpur yang melekat 11 bulan yl.S. reconstruction. "proses recycling. marilah kita gunakan kesempatan ini untuk menegaskan kembali nilai-nilai muslim kita. Melalui Ramadhan ini. reforma-tion". o o "Kualitas Hidup Dan Kehidupan".. dan o "proses ketaqwaan".Bulan Ramadhan merupakan : • sub sistem/bagian integral dari sistem/ konsepsi Allah yang berhubungan dengan proses PEMELIHARAAN: o "Kualitas Kemanusiaan Muslim". "proses pemadatan kembali energi kejiwaan/kematangan rokhani". bahwa sifat/kualitas manusia yang dicipta-kan-Nya adalah makhluk yang sangat lemah/dhoif. reinforcement. dan "Kualitas Kemasyarakatan/ Lingkungan Hidup". Dengan kita menjadi seorang muslim yang kaffah insya Allah kualitas lingkungan hidup akan terjaga dengan baik. o "memperkuat kembali" kematangan kejiwaan/ emosional kematangan/kepekaan sosial yang melemah/memudar.

S. karena berbagai alasan : o Pertama. yaitu "Bersyukur kepada Allah swt. maka Allah mengingatkan (sekaligus "menantang") kita berulang kali dalam Q. tidak mungkin kita mampu melaksanakan ibadah puasa dan shalat dengan baik. sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). Ibrohim : 34 ) : 34. Karena demikian banyaknya nikmat Allah itu. tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Tanpa iman dan kesehatan. Sesungguh-nya manusia itu. menan-dakan bahwa Allah masih memberikan nikmat yang terbesar kepada kita. di samping tentunya nikmat kesehatan dsb. Allah menyatakan dalam Al Qur'an (Q. Ar-rakhman ayat 13 dst. Terlalu banyak nikmat Allah kepada kita. (31 kali) : "Dan nikmat Allah manakah yang engkau dustakan?" • Salah satu ni'mat Allah yang sepatutnya kita syukuri ialah datangnya bulan Ramadhan. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Ajakan syukur ini bertepatan dengan topik ceramah ramadhan yang ditetapkan panitia kepada saya.. Jamaah qiyamur ramadhan yang berbahagia. Marilah pertama-tama kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt.1. . sehingga tidak mungkin kita menghitungnya. bahwa hari ini kita masih dapat menjalani ibadah puasa dan ibadah shalat tarawih berjamaah. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah. Dengan kita dapat menjalani puasa dan melaksa-nakan jamaah tarawih sampai malam ini.S. yaitu nikmat "iman dan islam".". 1. karena Ramadhan menguji keimanan kita.

kualitas kemanusiaan dan kemasyarakatan / lingkungan hidup. kematangan ilmu. : o "ni'mat berbuka" : nikmat yang paling utama adalah nikmat pada saat berbuka. proses "pengu-atan kembali (reinforcement)". o Kedua. a.   • Ketiga. o "ni'mat bertemu dengan Tuhannya disebabkan puasanya " berdasarkan hadist "lis Shooimi Farhatani yafrohu-huma : idza afthoro fariha bifitrihi wa idza laqiya robbahu fariha bishoimihi" .Masih terpeliharanya kualitas "iman dan islam" kita sampai hari ini sepatutnya disyukuri. proses "pemben-tukan kembali (reconstruction)" dan proses "pemba-haruan kembali (reformation)" yang dibuat Allah untuk memelihara dan meningkatkan :  kualitas "Imtaq. "ni'mat ibadah" yang beraspek ganda (vertikal/ horizontal) : selama Ramadhan ada kenikmatan berupa kemudahan/keringanan dalam menjalan-kan ibadah shalat (bangun shubuh biasanya sulit. betapa nikmatnya "sehat" dibandingkan dengan "sakit". pahala puasa Ramadhan hanya Allah yang akan membalasnya (berdasarkan hadist "kullu 'amalibni adama lahu. proses "penyuntikan kembali (reinjection)". ilmu.l. kita patut bersyukur karena Ramadhan merupakan "sistem daur ulang (recycling)" atau "proses peremajaan kembali (rejuvenation)". apalagi shalattul lail). ada kemudahan membaca Al-Qur'an atau mendalami/ o o . dan kematangan kepekaan/kepedulian sosial". karena ada orang lain yang hatinya/imannya tetap membeku atau tidak teruji kualitasnya. illas shouma fainnahu li wa ana ajzi bihi"). karena puasa itu sendiri sarat dengan berbagai kenikmatan. Selain itu. atau kualitas hidup dan kehidupan. sehingga ia tidak mampu melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini. yang tidak dapat dirasakan oleh orang yang tidak melakukan puasa. kita bisa benar-benar merasakan betapa nikmatnya "kenyang" (bisa makan-minum atau "berkecukupan") dibandingkan dengan "lapar" (serba kekurangan). proses "kebangkitan/ kelahiran kembali (regeneration)". dan amal" . "ni'mat kenyang/berkecukupan" : selama menja-lani puasa.  kualitas "kematangan jiwa.

Allah tidak minta "imbalan" apa-apa kepada kita. ada "ni'mat amal/sosial" (keringanan untuk memberi/ menerima infak dan ibadah sosial lainnya. Mendapat pengampunan jelas suatu kenikmatan. mencukupi kebutuhan saudaranya. doanya. taat pada orang tua  mendapat kasih sayang Allah dan Nabi menanggung dalam surga.dalam bulan Ramadhan (sebagai "syahrun mubarok"). akan dicukupi 1000     tidurnya = ibadah ("naumu shoim 'ibadah"). dikabulkan ("wa du'auhu mustajabun"). bahwa :    satu langkah mendatangi majlis ilmu = 1 tahun ibadah. maka bulan Rama-dhan jelas merupakan "bulan pengampunan/amnesti besarbesaran" dari Allah. An-Nahl : 114: . ada "ni'mat silaturrahmi" (minimal lewat shalat berja-maah). pahalanya seperti Siti A'isyah dan Siti Maryam. terlebih secara tidak kita sadari mungkin terlalu banyak dosa yang kita lakukan selama 11 bulan yang lalu. o "ni'mat barokah/pahala/ganjaran" : .l. kecuali hanya meminta kita "bersyukur" dan "ingat" kepada-Nya. dilipatgandakan ("wa'amaluhu mudho 'afah"). istri mencari keridhoaan suami. o • Allah berfirman dalam Q.    amalnya. dalam hadits disebut-kan. diampuni ("wa dzambuhu maghfur").Berdasarkan hadits " man shoma romadhona imanan wahtisaaban ghufirolahu maa taqoddamu min dzambih ". • "ni'mat maghfiroh" : . tiap rakaat shalat jamaah = 1 kota kenikmatan. Allah melipatgandakan pahala. kebutuhannya di hari qiyamat. Terhadap banyaknya nikmat (pemberian) Allah itu. diamnya = tasbih ("washumtuhu tasbih"). a. dosanya.memperoleh ilmu agama lewat berbagai media (jadi ada " ni'mat ilmu").S.

puasa. . Adapun bentuk/perwujudannya dapat bermacam-macam : o syukur bil-lisan. syukur bil-arkan. • Bersyukur atas nikmat Allah.l. jika hanya kepadaNya kamu menyem-bah). • Q. niscaya AKU ingat kepadamu. Ibrohim : 7 : "Dan (ingatlah juga).S. dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku). "Sesungguh-nya jika kamu bersyukur. • Q."wasykuruu ni'matallahi in kuntum iyyahu ta'buduun" (Dan syukurilah ni'mat Allah. pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.. Bersyukurlah kepada-KU. dsb. tentunya per-tama-tama harus "ingat" kepada pemberi nikmat (Allah). "Ingat" (dzikir) kepada Allah mengandung makna yang sangat luas. melaksanakan shalat. Intinya ialah : "ingat akan segala perintah dan larangannya". dan jangan kamu mengingkari (nikmat)-KU". Al-Baqoroh : 152 : "Ingatlah kepada-KU. maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". Semoga kita semua termasuk orang yang pandai bersyukur. zakat/berinfak/shodaqoh/menolong penderitaan orang lain. syukur bil-qolbi.S. o syukur bil-arkan a. tatkala Tuhanmu memaklumkan.

TURUNNYA AL-QUR'AN: 1.Ramadhan VIII RAMADHAN : BULAN PENINGKATAN KUALITAS KAJIAN AL-QUR'AN *) 1. hudal linnaas wa bayyinatim minal hudaa wal furqon" "Bulan Ramadhan. bukan oleh setan (Q. Tuhan semesta alam dan dibawa oleh Ruh AlAmin/Jibril. • ayat 193 : . Diturunkan di bulan Ramadhan (Al-Baqarah: 185) : "syahru romadhonal ladzi unzila fiihil quran.. dalamnya diturunkan Al.S.Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk-petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan bathil)". Asy-Syu'ara) : o ayat 192 : "Dan sesungguhnya Al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan Semesta Alam". bulan yg. • Diturunkan oleh Allah.

tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu .Ruh Al-Amin (Jibril)". sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir. • ayat 210 : "Dan Al Qur'an itu bukanlah dibawa oleh syaitan-syaitan". Sebagai "rahmat" (Al-Qoshosh:86): 2."Dia dibawa turun oleh Ar. • ayat 211 : "Dan tidaklah patut mereka (setan) membawa Al Qur'an itu dan tidak akan kuasa". Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Quran diturunkan kepadamu. • Diturunkan dengan ILMU ALLAH (Q. Al Qur'an MERUPAKAN "ANUGERAH TER-MULIA" : 1. sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah . maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)? 1. . dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia.S. Hud:14) : Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah.

1. 1. Di dalam Al-Qur'an terdapat "rahmat dan pelajaran" (Al. petunjuk dan rahmat" (Luqman:1-3) : "(1) Alif laam miim. Al-Qur'an merupakan "penawar/obat dan rahmat" (Al-Isro':82): Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orangorang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.Ankabut: 51) : Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (3) menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan". • Al-Qur'an mengandung "hikmat. • Al-Qur'an memberi "petunjuk ke jalan yang lurus" (Al-Isro': 9) dan membawa "kebenaran" (Al-Isro':105) : o (Ayat 9) : Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. . (2) Inilah ayat-ayat Al-Qur'an yang mengan-dung hikmah.

• Al-Qur'an "mudah untuk pelajaran" (Al-Qomar: 17. melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. • Al-Qur'an diturunkan "tidak untuk kesusahan" (Thoha:2) : "Kami tidak menurunkan Al-Qur'an ini kepadamu agar kamu mendapat kesusahan".• (Ayat 105) : Dan Kami turunkan (Al Quran) itu dengan sebenar-benarnya dan Al Quran itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. maka apakah kamu tidak memahaminya?" . 40) : "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran.(Ayat 50) : . 22. 32. Dan Kami tidak mengutus kamu. maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" • Al-Qur'an membawa "kemuliaan dan berkah" (Al-Anbiya') : o (Ayat 10) : "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu.

• Al-Qur'an : "bacaan yang mulia" (Al-Waqiah) : Allah bersumpah (ay. dengan sumpah yang besar (ay."Dan Al-Qur'an ini adalah suatu Kitab (peringat-an) yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan.80) . maka mengapa kamu mengingkari-nya?". 75).). "Diturunkan dari Tuhan Semesta Alam" (ay. bahwa : • "Sesungguhnya Al-Qur'an itu. petunjuk bagi mereka yang bertaqwa". • Al-Qur'an diturunkan "bukan main-main" (At-Thoriq:14) : "Dan sekali-kali bukanlah dia (Al-Qur'an) senda gurau (bukan main-main)". . • "Maka apakah kamu menganggap REMEH saja Al-Qur'an ini?" (ayat 81). BACAAN YANG SANGAT MULIA" (ayat 77). • Al-Qur'an : "tidak ada keraguan" dan "pe-tunjuk" (Al-Baqoroh ayat 2) : "Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya.

" • Pengertian "meremehkan" dapat mengandung arti : o melalaikan "Kitab-Nya" :   tidak memiliki Al-Qur'an (sedang buku-buku lain punya).  • RAMADHAN : BULAN MEMPELAJARI AL-QUR'AN (BUKAN SEKEDAR "MEMPERI-NGATI" AL-QUR'AN) • Berbagai nama lain Al Qur'an menunjukkan fungsi Al. AL-QUR'AN HARUS DIPELAJARI (JANGAN DIREMEH-KAN/DILUPAKAN) : • Di dalam Q. Thoha:126. hadir dalam pengajian. telah datang kepadamu ayat-ayat Kami. :   menghindari/tidak menghadiri pengajian.l. sebagai pembeda terhadap apa yang baik dan tidak baik bagi manusia. maka kamu melupakannya. tetapi ngantuk. maka pada hari akhir nanti Allah-pun akan melupa-kannya/tidak-peduli" : Allah berfirman: "Demikianlah. sebagai pemberi peringatan .Qur'an bagi kehidupan manusia. tidak melaksanakan isi Al-Qur'an.1.S. memiliki Al-Qur'an tetapi hanya hiasan/ dipajang dan tidak dibaca (sedang buku lain dibaca/ dipelajari). Allah menegaskan. o melalaikan "ISI-nya". ngobrol sendiri.. bahwa "barang siapa meremehkan/ melupakan Al-Qur'an. pacaran dsb. a. dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan. Apakah sebagai petunjuk. sebagai pemberi kabar terhadap segala keterbatasan manusia.

Jadi. . karena karakteristik Ramadhan tidak hanya masalah "puasa". bukan sekedar untuk diperingati. bahwa ketiga-tiganya (ILMU. Tidak mungkin Al-Qur'an menjadi "huda" (petunjuk/pedoman) kalau tidak pernah dipelajari.• terhadap tingkahlaku manusia. Membicarakan masalah Al-Qur'an dalam bulan Ramadhan memang merupakan hal yang wajar dan bahkan seharusnya. simbol "AMAL"). Allah mendahulukan/ mengutamakan " yatluuna Kitaballah" ("membaca/ mempelajari Al-Qur'an" atau identik dengan "menuntut ILMU") dari pada "aqomush sholah" (simbol "IMTAQ") dan "anfaquu mimma rozaqnaahum" (berinfak.S. tetapi karakteristik Ramadhan ialah bulan turunnya Al-Qur'an sebagai-mana disebutkan dalam Q. Al-Baqoroh ayat 185. bahwa : "Bulan Ramadhan. Al-Baqoroh ayat 183. Turunnya Al-Qur'an di bulan Ramadhan. Di dalam Q. IMTAQ. AMAL) merupakan "perniagaan yang tidak akan merugi". Al-Fathir:29.: • "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan. Lengkapnya firman Allah itu berbunyi sbb. tetapi bulan yang setiap harinya Al-Qur'an memberi peringatan (petunjuk) kepada kita. Topik ceramah Ramadhan yang ditetapkan panitia malam ini ialah "AlQur'an dan ajakan untuk mencintai pengetahuan".. mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi". Ceramah Ramadhan IX AL-QUR'AN DAN CINTA ILMU PENGETAHUAN*) 1. sebagai sumber ilmu pengetahuan sampai berfungsi sebagai pengobat hati dan fisik manusia. tetapi untuk dipelajari dan diamalkan. Ramadhan bukan sekedar bulan memperingati Al-Qur'an. Sebagaimana disebut dalam Q. bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara haq dan bathil)". Namun ditegaskan.S.S.

"reinforce-ment". pada hakikatnya merupakan "metode Allah" untuk memelihara dan meningkatkan kualitas manusia dan kehidupan. An-Ni-saa':28). "kepala" (sebagai simbul "akal"/ilmu/pengetahuan/ konsep/nalar) didaur-ulang dengan disuruh mempela-jari "Al-Quran". Q. Jadi Ramadhan dijadikan bulan untuk melakukan "rejuvenation". dan simbul kesejahteraan) didaur-ulang dengan disuruh "puasa". diperbaiki dan ditingkat-kan kualitasnya? Maha Besar Allah yang menciptakan manusia terdiri dari struktur/organ fisik berupa "kepala" dan "perut" serta organ non-fisik "akal" dan "hati". Maha Besar Allah yang sangat mengetahui kualitas manusia yang diciptakannya. bulan diwajibkannya kita berpuasa. yaitu sebagai makhluk yang "dhoif"/lemah (" wa khuliqol insaanu dhoifaan" .S. . Maha Besar Allah pulalah yang mengetahui cara/metode bagaimana untuk meningkatkan kualitas manusia yang lemah itu. "regeneration". bulan turunnya Al-Qur'an untuk dipelajari. Sasarannya adalah peningkatan kualitas kematangan konseptual/tuntunan dan keilmuan dalam berkehidupan. "renovation". "perut" (sebagai simbul nafsu materi/simbul keta-makan. Oleh karena itu. dan "reformation" kualitas kema-nusiaan dan sekaligus kualitas kehidupan/kemasya-rakatan. baik rusak akal. badan dan jiwa). Apa yang perlu di-"daur-ulang". "reinjection". 1.Jadi karakteristik Ramadhan terfokus pada dua hal : 1. dan 2. Oleh karena itu kedua organ itulah yang paling penting untuk diproses daur-ulang selama bulan Ramadhan. yaitu dengan cara : 1. Dengan "puasa perut" diharapkan dapat didaur-ulang kualitas "hati/Imtaq" *) sehingga diharapkan dapat mengendalikan nafsu perut (karena dapat menjadi sumber segala keru-sakan. 1. Kedua organ itu sangat fital. Caranya yaitu dengan menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan untuk proses daur ulang (" recycling") dalam rangka meningkatkan kembali kualitasnya. yaitu kualitas kematangan/ kepedulian/ kepekaan sosial.. Karakteristik Ramadhan itu (kewajiban puasa dan kewajiban mempelajari Al-Qur'an). 2. dan sekaligus menuntun nafsu perut itu ke arah yang positif.

bahwa barangsiapa meremehkan/melupakan Al-Qur'an. Mengapa dikatakan. maka sewajarnyalah ummat Islam mempelajari/mendalaminya dan tidak meremehkannya begitu saja. ekonomi. politik. hukum. maka pada hari akhir nanti Allah pun akan melupa-kannya/tidak mempedulikan. 1. Q. Q. maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" 1.1. Al-Waqiah:75-76). Q. Selanjutnya Allah berfirman pula dalam Al-Qomar:17.S. Dalam Q. etika. 32. Al-Waqiah : 81 : "Maka apakah kamu menganggap REMEH saja Al-Qur'an ini?" 1. 40 : "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran. Kalau Al-Qur'an dinyatakan sebagai "Bacaan/ kitab/ilmu yang sangat mulia".S. Allah berfirman di dalam Al-Qur'an : 1. 22. Hud:14). bahwa Al-Qur'an merupakan "BACAAN/KITAB/ILMU yang SANGAT MULIA" ("innahu laquraanun kariim". Al-Fathir:29 : . Al-Waqiah:77) dan diturunkan dengan "ilmu Allah" ("annamaa unzila bi 'ilmillaah. yang di dalamnya mengandung sumber-sumber "petunjuk/pedoman/konsep/wawasan" dan "pelajaran/ilmu pengetahuan" (di bidang : sejarah. biologi. 2.S.S. Thoha: 126 Allah menegaskan. informasi/komunikasi dsb). pengetahuan alam. sosial. bahwa Al-Qur'an dapat mening-katkan kualitas kematangan konseptual dan keilmuan dalam berbagai bidang kehidupan? Karena Allah sendiri menyatakan (dengan SUMPAH YANG BESAR.

dan 2. An-Nisaa': 58 ."Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca/mempelajari Kitab Allah (Al-Qur'an) dan mendirikan shalat. Oleh karena itu. Q. 1. tidak hanya dibahas hal-hal yang terkait dengan masalah "puasa". Al-Baqoroh. Ramadhan sebagai bulan puasa (Al-Baqoroh:183). berjudul "Al Qur'an dan Upaya Penegakan Hukum". maka wajar dalam kajian/ceramah ramadhan. 2. tetapi juga yang terkait dengan kajian mengenai isi/tuntunan Al Qur'an itu sendiri. 1. kualitas IMTAQ dan kualitas AMAL. - Ceramah Ramadhan X AL-QUR'AN DAN UPAYA PENEGAKAN/KEADILAN HUKUM *) 1. dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan. yaitu : 1. Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al Qur'an (Al-Baqoroh:185). Mengingat dua karakteristik yang demikian. : 1.S. antara lain sbb. Salah satu kajian tentang Al Qur'an yang ditetapkan panitia untuk ceramah Ramadhan kali ini. Marilah kita jadikan bulan Ramadhan sebagai bulan mempelajari dan meningkatkan kualitas ILMU (Al-Qur'an). Pembahasan masalah Al Qur'an dan Penegakan Hukum merupakan masalah yang cukup luas dan tidak dapat dibahas dalam waktu yang relatif sangat singkat (khususnya dalam ceramah KULTUM). Ada dua karakteristik menonjol dari bulan suci Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam Q. dalam kesempatan ini hanya ingin diungkapkan prinsip-prinsip penegakan hukum menurut tuntunan Al Qur'an. mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi".S.

. Q. Ayat ini mengandung prinsip "tidak pilih kasih" ("non-favoritisme dan anti nepotisme") dan prinsip "tidak berpihak" ("fairness/ impartial")."Apabila kamu menghukum (menetapkan hukum) di antara manusia. 4. Prinsip yang terkandung dalam sub c dan d di atas adalah. jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan.S.S. Ayat ini mengandung ("equality/indiskriminatif").S. prinsip persamaan/tidak diskri-minatif 2. kamu menyimpang dari kebenaran/ keadilan"). (Dengan istilah lain : "Janganlah karena mengikuti hawa nafsumu. maka hukumlah dengan adil". Q. prinsip objektivitas (tidak subjektif). 3. menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu". Al-Maidah:8 "Janganlah kebencianmu kepada suatu kaum (golongan). mendo-rong/menyebabkan kamu berlaku tidak adil". An-Nisaa':135 "Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran/keadilan". An-Nisaa': 135 "Wahai orang-orang yang beriman. Q.

Hukum (kebenaran/keadilan) harus ditegak-kan secara objektif dengan menghindari/ menjauhi subjektivitas. baik karena hawa nafsu maupun rasa kebencian. karena adil itu lebih dekat kepada takwa. 1. Hukum (kebenaran/keadilan) harus ditegakkan kepada siapa saja dengan tidak berpihak dan tanpa pandang bulu. Keadilan dipengaruhi kadar ketaqwaan seseorang kepada Allah.S. Kesimpulan : 1. SUMBER "BAYAN" DAN SUMBER "MAW'IDHOH"*) . Sebagaimana dalam firman Allah dalam Q. Adilkah yang kita lakukan atau tidak adilkah yang kita lakukan. - Ceramah Ramadhan XI AL-QUR'AN : SUMBER HUKUM. oleh karena itu keadilan tersebut bersumber dari pribadi penegak keadilan itu sendiri. Dan hanya Allah yang mengetahui terhadap apa yang kita lakukan. SUMBER "HUDA".1. 2. karib kerabat maupun kaum/ golongannya. atasan). Almaidah ayat 8 : "Berlaku adillah. dan bertakwalah kepada Allah. Berbuat adil merupakan hal yang sangat rahasia dalam benak penegak keadilan. Allah telah mengingatkan bahwa keadilan itu tergantung ketaqwaan seseorang. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan". baik terhadap diri sendiri maupun keluarga (ibu/bapak.

hudal linnaasi wa bayyinaatim minal hudaa wal furqon". Maha Besar Allah yang Maha Mengetahui. bahwa organ utama/fital manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya adalah "kepala" dan "perut".• Telah sama dimaklumi. bahwa ada 2 (dua) karakteristik yang menonjol dari bulan Ramadhan. dan o sebagai bulan diturunkannya "Al Qur'an" sebagai "petunjuk dan pembeda" (Al-Baqoroh: 185). kualitas "hati" (imtaq) dan "akal". yaitu sebagai "HUDAL LINNAAS". pembicaraan tentang Al Quran dan Al Hadits seyogyanya tidak sekedar sebagai "sumber hukum". (Ali Imron:138) . dalam konteks dan jiwa Ramadhan. Ali Imron:138 dinyatakan sebagai "BAYANUL LINNAAS" (penerang/penjelas bagi manusia). tetapi lebih dari itu. seperti ditegaskan sendiri oleh Allah dalam surat Al Baqoroh: 185. dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. mungkin dikaitkan dengan profesi saya sebagai orang yang berkecimpung di dunia hukum. bahwa ada 2 (dua) sasaran utama dari proses daur ulang di bulan Ramadhan ini. Penetapan judul demikian. Kedua karakteristik itu seyogyanya menyadarkan kita. Namun sebenarnya. dan oleh karena itu kedua organ fital itu perlu dipelihara kualitasnya (lihat uraian di atas). dan dalam Q.  "Syahru romadhonal ladzii unzila fiihil qur'anu. yaitu mendaur-ulang kualitas "perut" dan kualitas "kepala" kita. yaitu : o sebagai "sumber petunjuk/tuntunan" dalam berkehi-dupan.S. sebagai "hudal lil-muttaqiin" dan sebagai "maw'idhotul lilmuttaqiin" (pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa). yaitu : o sebagai bulan diwajibkannya orang beriman untuk "puasa" (AlBaqoroh: 183). Oleh karena itu wajar dalam kajian ramadhan selalu dibahas hal-hal yang terkait dengan masalah "puasa" dan kajian tentang "Al Qur'an". (Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia. • Tema kajian yang ditetapkan panitia malam ini adalah "Al Quran dan Hadits sebagai Sumber Hukum".

kehidupan rumah tangga. selanjutnya Allah berfirman di dalam ayat 81 : (afabihadzal hadiitsi antum mudhinuun). dan sumber "maw'idhoh" (pelajaran). sumber petunjuk. bahkan meremehkannya. sosial. • Al-Qur'an sebagai "hudal linnaas" (petunjuk bagi manusia) mengandung makna yang sangat luas. maka sepan-tasnya kita mempelajari dan mendalami (melakukan telaah) terus menerus isi Al-Qur'an dan sumber-sumber lainnya (Al Hadits). dan sumber pelajaran dalam berbagai bidang kehidupan. sumber "bayaan" (penerang). baik di bidang hukum maupun dalam bidang kehidupan lainnya (bidang politik. Al Q merupakan sumber " hudaa" (petunjuk). terutama di bulan Ramadhan ini. kehidupan pribadi. Tidaklah mungkin Al-Qur'an dan Al-Hadits dapat menjadi sumber petunjuk apabila kita sendiri tidak pernah membaca dan mempelajari/mendalaminya. bahkan pergaulan/hubungan internasional dan hubungan dengan alam/lingkungan sekitar). ekonomi. kehidupan/pergaulan bermasyarakat dan bernegara. Padahal Allah sendiri berfirman di dalam Al-Qur'an antara lain dalam : • Al-Waqiah : Setelah Allah menyatakan "dengan SUMPAH yang BESAR" bahwa AlQur'an merupakan "bacaan/kitab/ ilmu yang sangat mulia" (ayat 75-77). sumber penerang. yaitu sebagai sumber "hudaa" (petunjuk/pedoman/tuntunan) dalam seluruh bidang kehidupan. • Oleh karena Al-Qur'an seyogyanya menjadi sumber hukum. "Maka apakah kamu menganggap REMEH saja Al Qur'an ini?" .Jadi singkatnya.

32. dan menafkahkan secara diam-diam dan terang-terangan sebagian rizki yang Kami anuge-rahkan. 22. • Semoga di bulan Ramadhan ini kita diberi kemudahan oleh Allah untuk mempelajari Al-Qur'an sehingga dapat menjadi sumber hukum. mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi". maka pada hari akhir nanti Allah pun akan melupa-kannya/tidak mempedulikan. sumber "hudaa". maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" • Al-Fathir: 29 : "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca/mempelajari Kitab Allah (Al-Qur'an) dan mendirikan shalat. • Al Qomar: 17. bahwa barangsiapa meremehkan/melupakan Al-Qur'an.• Dalam surat Thoha: 126 Allah menegaskan. sumber "bayaan". - - . Amien. 40 : "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran. dan sumber "maw'idhoh" dalam kehidupan sehari-hari.

Di antara ayat-ayat itu. MAHA BESAR ALLAH yang Maha Mengetahui kebutuhan manusia akan keadilan itu. maka judul yang ditetapkan panitia itu saya ubah sedikit. Oleh karena itu. walaupun akan merugikan diri sendiri.Ceramah Ramadhan XII MANFAAT RAMADHAN BAGI UPAYA TEGAKNYA KEADILAN *) • Topik yang ditetapkan panitia kepada saya untuk KULTUM Ramadhan kali ini berjudul "Manfaat Tegaknya Keadilan". sehingga tidak terkesan kaitannya dengan karakteristik Ramadhan yang biasanya berkisar pada kajian masalah "puasa" dan kajian masalah "Al Quran". • Manfaat tegaknya keadilan bagi manusia dan kehi-dupan. menjadi "MANFAAT RAMADHAN BAGI UPAYA TEGAKNYA KEADILAN". sehingga banyak ayat di dalam Al Qur'an yang memerintahkan manusia berlaku adil dalam segala hal. sudah jelas. Judul demikian terkesan terlalu umum atau seperti topik untuk ceramah umum di bidang hukum. antara lain : . karena keadilan merupakan salah satu kebutuhan manusia. agar terkesan ada kaitannya dengan tema Ramadhan.

Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. 16 (An-Nahl): 90 "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan. walaupun terhadap dirimu sendiri.4 (An-Nisaa'): 58 Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. menjadi saksi karena Allah.4 (An-Nisaa'): 135 Intinya : 1." • QS. ibu bapamu. • QS.• QS. kemungkaran dan permusuhan. dan kaum kerabatmu". "Janganlah kamu mengikuti hawa nafsumu karena ingin menyimpang dari kebenaran/keadilan". Al-Maidah: 8 . Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. 2. • QS. "Jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan. dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. memberi kepada Kaum kerabat. dan melarang perbuatan keji.

Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. tetapi juga butuh kesejahteraan batiniah (immateriel). Bagi kami amal-amal kami.. Manusia tidak hanya butuh kesejahteraan lahiriah (materiel). tetapi juga secara immateriel. • Manusia tidak hanya butuh sesuatu yang bersifat materiel.." Dari ayat di atas. • QS. Kehidupan makmur dan berkecukupan secara materiel bukanlah jaminan untuk adanya lingkungan kehidupan yang berkualitas . Allah lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Oleh karena itulah sering dinya-takan."."Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah. jelas terlihat bahwa perlakuan adil wajib ditegakkan terhadap siapa saja. Berlaku adillah..42 (Asy-Syuura): 15 Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu.". bahwa pembangunan nasional tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas masyarakat (lingkungan hidup dan kehidupan) secara materiel. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum. kendati terhadap orang yang tidak seagama (berlainan agama). . tetapi juga yang bersifat immateriel (non bendawi). mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu. Dan bertakwalah kepada Allah. karena adil itu lebih dekat kepada takwa. menjadi saksi dengan adil.. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita).. khususnya yang berbunyi: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. dan bagi kamu amal-amal kamu.

apabila saat ini penegakan hukum dan keadilan dirasakan sedang mengalami penurunan kualitas (berarti kebutuhan immateriel itu tidak terpenuhi). • Beberapa aspek immateriel yang dikemukakan di atas. ketidakbenaran. munculnya keresahan/ kecemburuan sosial. dalam kenyataannya tidak mudah diwujudkan (dipenuhi). tidak ada saling kepercayaan dan kasih sayang antar sesama. maka akan timbul frustasi. ekonomi. Oleh . bahwa kebutuhan imma-teriel yang berupa keadilan ini. Apabila di dalam masyarakat tidak ada rasa aman akan perlindungan hak-hak asasinya. Dengan kata lain.). dan penyalahgunaan kekuasaan di berbagai bidang kehidupan (politik. • Uraian di atas ingin menegaskan. tidak ada jaminan perlakuan yang adil. antara lain "hilang/ menurunnya nilai keepercayaan. tidak terpenuhinya kebutuhan rokhani dan sosial-budaya yang fundamental itu merupakan "sumber polusi" yang dapat menimbukan pencemaran sosial dan budaya yang merupakan bagian dari pencemaran lingkungan. sosial. karena sangat diperlukan untuk menjamin adanya kualitas lingkungan hidup yang sehat dan bermakna. maka wajar dirasakan adanya penurunan/kemerosotan kualitas lingkungan hidup bermasyarakat. bahwa pembangunan dan penegakan hukum dan keadilan pada hakikatnya merupakan bagian integral dari upaya membangun dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang lebih berbudaya dan lebih bermakna. kecemasan dan keresahan dalam kehidupan masyarakat yang pada gilirannya dapat membawa kehancuran eksistensi manusia dan keutuhan masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu. perbuatan main hakim sendiri" dsb.dan menyenang-kan. Kebutuhan rokhani dan sosial budaya yang mendasar itulah yang seyogyanya menjadi sasaran pembangunan dan penegakan hukum. maka kondisi masyarakat demikian jelas bukan kondisi masyarakat yang berkualitas/menyenangkan. dsb. kebencian. Apabila kebutuhan sosial budaya yang sangat fundamental itu tidak terjamin atau tidak terpenuhi. merupakan kebutuhan rokhani dan sosial budaya manusia yang sangat mendasar. • Namun memang harus diakui. banyak ketidakjujuran. anarkhi.

keimanan. Bahkan ketidakadilan terdapat dimana-mana. ibu bapakmu dan kaum kerabatmu" ( AnNisaa':135). ketidakadilan ekonomi. keadilan berdasarkan tuntunan Tuhan di atas itu baru dapat dilaksanakan. tetapi pada "bagaimana keadilan itu ditegakkan". yang saat ini telah diganti dengan UU No. 35/1999. tidak hanya di bidang hukum (peradilan).) pada hari itu. Dalam konteks Ramadhan. tetapi juga di semua bidang kehidupan. Insya Allah nilai/sikap jujur ini dapat diraih melalui puasa.karena itu sering muncul ungkapan ironis. Dalam tuntutan Allah di atas antara lain dinyatakan : " tegakkan keadilan walaupun terhadap dirimu sendiri. di bidang pemerataan penghasilan/upah. dan ketaqwaanlah. jelas diharapkan dapat menunjang tegaknya "Keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa" (seperti ditegaskan dalam Pasal 4 UU Kekuasaan Kehakiman No. No. dan ketaqwaan yang menjadi inti tujuan dan hakikat puasa. di bidang rumah tangga dsb. Terlebih apabila selama Ramadhan dapat diraih nilainilai kejujuran. 4/2004). Ada ketidakadilan politik. di bidang kesempatan kerja. bahwa cukup banyak lembaga/badan peradilan di Indonesia (bahkan di dunia). • Jadi masalahnya bukan terletak pada apa "manfaat tegaknya keadilan". ketidak-adilan sosial. termasuk memahami dan mengha-yati tuntunan Tuhan tentang keadilan sebagaimana dikemukakan di atas. karena orang berpuasa dilatih untuk selalu jujur di hadapan Allah bahwa dirinya berpuasa (tidak makan/ tidak minum dsb. ke-imanan. tetapi tidak banyak keadilan yang dijumpai/ditegakkan. Dengan kejujuran. . Ini berarti harus ada "kejujuran" dalam menegakkan ke-adilan. 14/1970 jo. masalahnya adalah "SEJAUH MANA RAMADHAN MAMPU MEM-BERIKAN MANFAAT/SUMBANGAN BAGI UPAYA TEGAKNYA KEADILAN"? atau "SEJAUH MANA PERANAN RAMADHAN DALAM MENUNJANG TEGAKNYA HUKUM DAN KEADILAN"? Dengan terus menerus melakukan kajian Al-Quran selama Ramadhan. ketidak-adilan di bidang pendidikan. walaupun sebenarnya bisa saja dia berlaku tidak jujur dalam berpuasa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful