Kumpulan Ceramah Ramadhan Prof Dr Barda Nawawi Arief SH

Note: Kumpulan Ceramah Ramadhan ini telah mendapatkan izin dari penulisnya untuk dimuat dalam blog ini, semoga mendapat Ridho Allah SWT dan bermanfaat. Serang, 16 Agustus 2010 M / 6 Ramadhan 1431 H

KATA PENGANTAR

KUMPULAN CERAMAH RAMADHAN ini merupakan himpunan pokok-pokok uraian ceramah Ramadhan yang tercecer pada tahun 1987 – 2001 di berbagai forum kegiatan Ramadhan. Khususnya dalam forum Tarling (Tarawih Keliling) yang diselenggarakan oleh Koordinator Kegiatan Islam

(KKI) Fakultas Hukum UNDIP, Badan Amalan Islam (BAI) Kodya Semarang, dan berbagai masjid di Semarang. "Kumpulan Ceramah Ramadhan" ini berasal dari arsip naskah tercecer dalam file komputer pribadi. Awalnya tidak dimaksudkan untuk diterbitkan, karena materi ceramah/kuliah ramadhan ini bukan bidang keahlian saya. Namun dalam perkembangannya, naskah tercecer itu semakin bertambah walaupun dalam satu tahun, umumnya hanya satu-dua kali diminta memberikan "kuliah tujuh menit" ("Kultum). Oleh karena itu, dirasakan sangat disayangkan apabila naskah yang tercecer itu tidak dihimpun dan diedit. Muncullah kemudian ide untuk melakukan "inventarisasi dan dokumentasi da'wah", khususnya untuk kalangan keluarga sendiri (baik keluarga pribadi penulis maupun lingkungan intern di Fakultas Hukum dan Program S2 Hukum Undip). Rintisan ide ini telah dimulai pada tahun 20002001, dan terbitan kali ini bersumber dari naskah itu. Materi yang dihimpun tidak jauh berbeda dengan pokok materi pada saat disampaikan. Oleh karena itu kebanyakan singkat-singkat dan terkadang terulang-ulang (karena umumnya berbentuk KULTUM). Materinyapun bervariasi, disesuaikan dengan forumnya; ada forum masyarakat umum, forum mahasiswa, dan forum campuran. Semoga upaya inventarisasi dan dokumentasi da'wah ini diridhoi Allah swt. dan diharapkan ada manfaatnya untuk berbagai kalangan. Khususnya bagi mahasiswa, diharapkan dapat menjadi bagian integral dan kelengkapan materi "kurikulum pendidikan tinggi". Dengan memanjatkan puji syukur ke hadhirat Allah swt, penulis sangat berterima kasih kepada Saudara M. Yusuf Khummaini, SHI (dosen STAIN Salatiga) yang telah memeriksa naskah ini dan masih sangat mengharapkan saran dan kritik dari berbagai kalangan atas segala kekurangan dalam penerbitan ini.

Semarang, Ramadhan 1430 H - Agustus 2009 M Barda Nawawi Arief

DAFTAR ISI

I II III IV V VI VII

RAMADHAN: BULAN PENUH BAROKAH DAN MAGHFIROH RAMADHAN: BULAN MULTI IBADAH PUASA : SARANA MELATIH SABAR AGAMA DAN KEHIDUPAN MANUSIA MEMAHAMI MAKNA KEIMANAN DALAM MENGHADAPI ERA INFORMASI RAMADHAN: BULAN PENINGKATAN KUALITAS MUSLIM DAN LINGKUNGAN HIDUP SYUKUR KEPADA ALLAH

1 6 17 26 44 62 68 75 84 89 93 98

(Ramadhan: Bulan Yang Patut Disyukuri) RAMADHAN : BULAN PENINGKATAN KUALITAS KAJIAN ALVIII QURAN IX AL-QURAN DAN CINTA ILMU PENGETAHUAN X AL-QURAN DAN UPAYA PENEGAKAN/ KEADILAN HUKUM AL-QUR'AN : SUMBER HUKUM, SUMBER "HUDAA", SUMBER XI "BAYAAN" DAN SUMBER "MAW'IDHOH" XII MANFAAT RAMADHAN BAGI UPAYA TEGAKNYA KEADILAN

karena ada orang yang hatinya/imannya tetap beku. tidak datang di hatinya dan di tengah-tengah keluarganya!. menyatakan antara lain. Para jamaah Tarawih/qiyamur Ramadhan. sepatutnya hal ini disyukuri.  sholat berjamaah : tiap rakaat = 1 kota kenikmatan. penghulu segala bulan" yang telah lama kita tunggu-tunggu kedatangannya. tidak mau menjalankan perintah puasa. pahala. tetapi tidak datang di rumahnya. "tamu agung. Bulan puasa (tamu agung) itu memang telah datang.. bulan penuh keberkatan ("syahrun mubarok") dan penuh pengampunan ("syahrul maghfiroh"). ganjaran : o Hadits Anas bin Malik. wb. • Marilah kita bersyukur dapat memasuki dan menyambut Ramadhan. tamu yang datang bukan sekedar tamu biasa. bahwa dalam bulan Ramadhan  mendatangi majlis ilmu : 1 langkah = 1 tahun ibadah. • • kita masih tergolong orang-orang beriman. yang terpanggil hatinya untuk melaksanakan perintah wajib puasa sebagaimana disebutkan dalam Q. Al-Baqoroh: 183. . • Ramadhan : Syahrun Mubarok Dikatakan demikian. tetapi tamu istimewa/tamu agung yang "sangat pemurah" ("bloboh"). padahal mungkin ada di antara kita yang tidak berkesempatan menemui bulan Ramadhan ini (karena telah mendahului kita/meninggal dunia). karena : o kita masih diberi kesempatan untuk memasuki dan menyambut bulan ini.Ceramah Ramadhan I RAMADHAN: BULAN PENUH BAROKAH DAN MAGHFIROH *) Assalamu'alaikum wr.S. karena bulan Ramadhan menjanji-kan banyak barokah. Sepatut-nya kita sambut datangnya Ramadhan ini dengan penuh rasa syukur.

dari api neraka. diamnya orang berpuasa = tasbih.l. taat pada orang tua: mendapat kasih sayang Allah dan Nabi menanggung dalam surga. dilipatgandakan. dinyatakan :   1 hari puasa = dijauhkan 7 th. mencukupi kebutuhan saudaranya : akan dicukupi 1000 kebutuhannya di hari Qiyamat. o Di dalam HR Bukhori a.S. • Ramadhan : Syahrul Maghfiroh o HR (Hadits Riwayat) Bukhori-Muslim : ِ‫ب‬ ‫ه‬ ِ‫نِه‬ ْ ‫ذص‬ َ ‫ن‬ ْ ‫مص‬ ِ ‫م‬ َ‫د‬ َّ‫قم‬ َ ‫ت‬ َ ‫مما‬ َ ‫ه‬ ُ ‫لم‬ َ ‫ر‬ َ‫فنا‬ ِ‫غ‬ ُ ‫بما‬ ً‫سماا‬ َ‫ت‬ ِ‫ح‬ ْ‫وام‬ َ ‫نما‬ ً‫يماا‬ َ ‫ا‬ ْ‫م‬ ِ ‫ن‬ َ ‫ضما‬ َ‫منا‬ َ‫ر‬ َ‫م نا‬ َ‫صما‬ َ ‫ن‬ ْ ‫مص‬ َ. dikabulkan. akan diampuni segala dosa-dosanya". amalnya orang berpuasa. istri mencari keridloan suami : pahalanya seperti Siti A'isyah dan Siti Maryam. diampuni. "Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan. Jadi jelas. Qodar) : malam qodar (di bulan puasa) nilainya lebih dari 1000 bulan (lebih dari 83 tahun). do'anya orang berpuasa.l. Di dalam Al Qur'an (Q. dan dosanya orang berpuasa.   o Di dalam hadits lain dinyatakan a. bulan ramadhan merupakan "bulan Amnesti/Pengampunan" besar-besaran! . :      tidurnya orang berpuasa = ibadah.

lupa bersyukur akan nikmat Allah yang demikian banyak. a. segan beramal. Oleh karena itulah kita butuh "maghfiroh". bahwa "maghfiroh" itu hanya dapat diperoleh lewat puasa dan sholat yang dilakukan dengan "iimanan wah tisaaban" yaitu : o dengan penuh kesungguhan/keyakinan (iman). semata-mata menca-ri keridhoan Allah. melukai hati orang atau terbiasa mengeluarkan kata kata kotor. Di dalam Q. : durhaka/melawan orang tua. Ar-Ra'd: 22 dinyatakan. sebagai majikan.S. sebagai suami/istri. o o o Jadi pada intinya. • Namun patut dicatat. ngrasani. mencari rizki dengan cara-cara kotor dan tidak terpuji. sebagai buruh. dsb. perbuatan tidak senonoh dalam pergaulan (misal "tangan gratil"). sebagai tetangga. menolong fakir miskin atau orang tua/saudara/ kerabat yang kekurangan. banyak melakukan maksiat-maksiat lainnya. sebagai anak. makan/minum yang haram. o segan membaca Al Qur'an. bahkan lebih suka ngobrol. dan o dengan kesabaran/keikhlasan. karena dalam 11 bulan yang lalu mungkin tidak terasa kita telah banyak melakukan dosa dan kelalaian. sebagai orang tua.l.• "Maghfiroh/ampunan" merupakan kebutuhan fital manusia. baik sebagai hamba Allah. antara lain: o melalaikan sholat dan puasa (mendahulukan yang lain atau bahkan meninggalkannya sama sekali). pejabat/ pimpinan dsb. terlalu banyak mungkin dosa yang telah kita lakukan. bahwa orang-orang yang "bersabar karena mencari keridhoan Allah" ("walladziina shobarub tighooa wajhi robbihim ") termasuk salah satu dari "mereka yang mendapat tempat kesudahan yang baik" . sering dusta.

("ulaaika lahum 'uqbad daar") Oleh karena itu. dengan kata lain : melatih kematangan kejiwaan/kerokhanian/emosional/ethika dan kematangan intelek. Amiin. menahan lapar/haus dan merasakan penderitaan orang lain (yang berarti bulan untuk mengasah/ mempertajam kepekaan rasa kemanusiaan dan kemasyarakatan). tidak hanya meningkatkan iman dan taqwa. tetapi yang penting "membersihkan dan memberi/mena-namkan nilai-nilai rukhaniah/ kejiwaan pada akal". - Ceramah Ramadhan II RAMADHAN: BULAN MULTI IBADAH *) • Pengantar Bulan Ramadhan merupakan : • • • bulan ibadah yang sangat komplit. tetapi juga merupakan bulan untuk mengasah akal/ilmu. Semoga kita termasuk "orang-orang yang mendapat tempat kesudahan yang baik" sebagaimana dijanjikan Allah di dalam surat Ar-Ra'd di atas. dan amalan-amalan puasa lainnya. Jadi. marilah kita bersabar di dalam menjalankan ibadah puasa dan sabar di dalam menjalankan ibadah shalat. multi dan simultan. bulan Ramadhan "sarat/penuh dengan kuri-kulum dan silabi pendidikan manusia seutuhnya" (yang merupakan tujuan/sasaran • • . tidak hanya kematangan intelektual/rasional. tidak hanya bulan melatih pengendalian hawa nafsu. termasuk tarawih ( sholatul lail). tetapi juga ilmu dan amal.

bahwa salah satu karakteristik Ramadan adalah "diturunkannya Al-Qur'an" (Kitab/Bacaan/ILMU Allah) sebagaimana tersebut dalam Q. tadarus. Al-Fathir ayat 29 sebagai "perniagaan yang tidak akan merugi" ("tijaarotan lan tabuur"). khusus-nya kajian ilmiah mengenai berbagai aspek dari "puasa" dan "malam lailatul qadar". zakat dsb.S. Bulan Ramadhan. pada hakikatnya pengendalian emosi/hawa-nafsu. Kematangan sosial (social maturity) : yaitu dengan kegiatan beramal. Surat Al-Fathir:29 itu lengkapnya berbunyi sbb. 1. (2) Ilmu. ("emotional/ethi-cal maturity") : antara lain dengan kegiatan sholat lima waktu & tarawih. Itulah "kurikulum lengkap" (KURKAP) atau "kuriku-lum utuh" (KURTUH) yang disebutkan di dalam Q. jadi merupakan bulan "memberantas kebodohan". • • Jadi bulan Ramadhan mengandung TRILOGI Kurikulum/Silabi yang mencakup masalah : (1) Iman dan Taqwa. Jadi jelas merupakan KURMINTU (kurikulum jaminan mutu). pendalaman nilai-nilai Qur'ani. infaq.S. dan (3) Amal. lihat GBHN dan UU tentang Sistem Pendidikan Nasional). Patut dicatat.pendidikan nasional. Al-Baqoroh: 185 : o Jadi jelas Ramadhan mengandung karakteristik keilmuan atau kematangan intelektual. bulan "gerakan MEMBACA/menuntut ILMU". Kematangan intelek (intellectual maturity): antara lain dengan kegiatan pengajian/diskusi ilmiah mengenai berbagai aspek ilmu keislaman. puasa itu sendiri dengan segala amalannya. yaitu mencakup kurikulum/kegiatan untuk : o Kematangan kejiwaan/rukhaniah. : .

bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang sarat dengan berbagai kegiatan.."Sesungguhnya orang-orang (1) yang membaca Kitab Allah dan (2) mendirikan shalat dan (3) menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terangterangan. dan .ilmu untuk "dunia".S. "aqoomush sholaah"  IMAN & TAQWA 3. Setelah uraian umum/pengantar di atas. Al-Fathir di atas. karena Agama Islam (Al-Qur'an) pada hakikatnya tidak hanya ilmu/petunjuk untuk akhirat. 2. 1. Hadist Nabi: man arodad dunya fa 'alaihi bil ilmi wa man arodal akhirota fa alaihi bil ilmi faman aroda humaa fa alaihi bil ilmi ("Barangsiapa menghendaki kebahagiaan (hidup) di dunia maka dengan ilmu. . yaitu : 1. dan barangsiapa menghendaki kebahagiaan (hidup) di akhirat maka dengan ilmu. Perhatikan ketiga unsur kurikulum yang terkandung di dalam Q. "Yatluuna kitaballah"  ILMU. Pertama-tama patut dicatat. "anfaquu mimma rozaqnahum"  AMAL • Ramadhan : bulan pendalaman agama . bahwa : . bahwa janganlah di-"dikhotomi"-kan. Oleh karena itu agama/ilmu agama pun harus dipelajari/ digali. tetapi juga mengandung ilmu/petunjuk untuk dunia (tegasnya: untuk "bagaimana seharusnya hidup di dunia"). mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi". maka dalam kesempatan ini uraian akan difokuskan pada thema "Ramadhan sebagai bulan pendalaman agama/ilmu agama". maka barangsiapa menghendaki kebahagiaan keduanya maka dengan ilmu).agama untuk "akhirat".

tidak hanya bumi dan alam semesta beserta isinya. yaitu berupa hidayah/petunjuk/konsep-konsep kehi-dupan. • Catatan : . kemudian "mematikannya" ("yumiitukum") dan kemudian "menghidupkannya kembali" (" yuhyiikum"). • • Pengertian "rozaqo" mengandung arti "to support" (memberi dukungan) dan "rizkun" mengandung arti "means of living" (sarana kehidupan). Rizki (dukungan/sarana hidup) itu ada yang bersifat materi/bendawi (yaitu bumi dan seisi alam).S. Jadi dalam pengertian "Allah memberi rizki". tetapi juga "memberinya rizki" ("rozaqokum"). Al-Hijr:20. tetapi juga ada yang bersifat immateri/nonbendawi. Mengapa (ilmu) agama perlu digali? • karena agama (petunjuk hidup) pada hakikatnya merupakan bagian dari "keperluan/ kebutuhan/ sarana/dukungan hidup" (" needs/means of living").1. dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya". Penjelasan : • Di dalam Q. Ar-Rum:40 ditegaskan. Allah juga menyatakan : "Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup. • Di dalam Q.S. Jadi yang perlu digali. Allah tidak hanya "menciptakan manusia" ("kholaqokum"). dipelajari dan di-amalkan. artinya Allah memberikan atau menyediakan juga "dukungan dan sarana/kebutuhan untuk hidup" bagi manusia. tetapi juga agama sebagai petunjuk/konsep hidup perlu digali.

Artinya. mengapa di dalam Q.l. Bandingkan dengan SK tugas/kepanitiaan yang dibuat manusia. Salah satu alasannya ialah : o bahwa manusia menurut fitrahnya selalu mencari Tuhan atau selalu mengakui/mempercayai adanya "kekuatan/kekuasaan supranatural yang lebih besar di luar dirinya" (ini terbukti di dalam sejarah manusia). AnNahl (16): 36: .S. diakhiri dengan laporan pertanggungjawaban panitia. Setelah keluar SK pembentukan panitia ("dihidupkan & diberi petunjuk akan tugastugasnya").Nya atau tidak.Disinilah justru "ratio"-nya. "hidayah/ petunjuk") dan kemudian "dimatikan". Ar-Rum:40 di atas dinyatakan bahwa setelah manusia diberi rizki (a. Konsep/petunjuk hidup apa yang perlu digali? Konsep/petunjuk/ajaran yang perlu digali antara lain : • Konsep ber-Ketuhanan atau konsep ibadah-vertikal (hubungan antara manusia dengan Tuhan). mengapa Allah memberikan tuntunan/petunjuk/konsep Ketuhanan (konsep "tauhid") kepada manusia? Kajian dan argumentasi mengenai hal ini dapat ditinjau dari berbagai sudut. tidak mustahil pemikiran jahiliyah tetap ada pada setiap masa (termasuk di zaman modern seperti saat ini). maka kemudian manusia akan "dihidupkan kembali" (untuk di-"pertanggungjawab"-kan). Jadi rationya adalah. berupa "Dien". Konsep ber-Ketuhanan YME atau konsep "tauhid" ini penting selalu dipahami. tidak mungkin ada "pertanggungjawaban" kalau sebelumnya tidak ada "petunjuk/pedoman". apa-kah manusia itu telah menjalankan fungsi/misinya sebagai "kholifah fil ardl" (penguasa di bumi) itu sesuai dengan "petunjukpetunjuk". 1. karena : o o inilah misi/risalah setiap Rasul Allah di dalam menghadapi pemikiran "jahiliyah". sehingga diutuslah Rasul Allah kepada setiap umat untuk memberi tahu/petunjuk bahwa hanya Allah sajalah yang sepatutnya disembah. Catatan : Patut direnungi.S. Hal ini disebutkan di dalam Q.

• Konsep hubungan sosial (berkehidupan sosial/ bermasyarakat) atau konsep ibadah-horizontal. maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Diutusnya nabi Nuh.S. nabi Luth. sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan. (Lihat antara lain surat Huud: 25-26. sembahlah Allah. selain Dia". jangan boros. yaitu mereka semua menyerukan : "Hai kaumku. fakir miskin dan orang yang dalam perjalanan. nabi Huud (kepada kaum "Aad). dan jauhilah Thaghut itu ". jangan membunuh anak karena takut kemis-kinan. nabi Musa. termasuk hubungan antar pribadi. membentak/mengucapkan kata-kata menyakitkan kepada orang tua. di dalam bertetangga. Sebagian besar isi Al-Qur'an memuat petunjuk mengenai hal ini. 61 dan 84). jangan terlalu kikir/terlalu pemurah.    . nabi Ibrohim dan nabi 'Isa pada hakikatnya membawa misi yang sama. 17 (Al-Isro): 23 s/d 38 :  jangan durhaka."Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja). antara lain : o Q.  beramallah (jangan tidak memberikan hak) kepada keluarga terdekat. berbuat tidak baik. di dalam kelu-arga. bermasyarakat dan bernegara. 50. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)". nabi Syu'aib (kepada penduduk Madyan/'Aikah). nabi Sholeh (kepada kaum Tsamud).

jangan makan harta anak yatim. amanah (jujur/dapat dipercaya). - Ceramah Ramadhan III PUASA : SARANA MELATIH SABAR*) • Pengantar : .   jangan berzinah. dan tidak menyempurnakan o Q. Konsep/ajaran yang sangat penting bagi kehidupan. o Q. jangan membunuh.S. a.l.S. 26 (Asy-Syu'aro): 183 :   jangan merugikan manusia akan hak-haknya. 4 (An-Nisaa'): 32 : jangan iri hati terhadap kelebihan (rizki) orang lain.    jihad (bersungguh-sungguh/tekun). jangan membuat kerusakan di bumi. pemurah/pemaaf (menolak kejahatan dengan kebaikan).S.:  konsep sabar (tahan uji/pengendalian diri). jangan ingkar janji timbangan/takaran. o Q. o Dll. 16 (An-Nahl): 16 : orang yang mendapat kelebihan rizki agar memberikan kepada budak-budak (karyawan/ buruh).

mengapa kita diperintah untuk menjadi orang yang sabar? Mengapa pula sabar itu perlu dilatih? • Kedudukan "sabar" dalam Al Qur'an : o Secara doktrinal. Selanjutnya berarti pula. o Betapa pentingnya kedudukan sabar menurut Al-Qur'an terlihat pula dengan disejajarkan/dideretkan-nya masalah sabar ini dengan firman-firman Allah yang berhubungan dengan "iman. 1. Di dalam Al-Qur'an. maka pada hakikatnya kita diperintah atau diharapkan menjadi orang yang dapat "menahan diri" (sabar).   Disejajarkan dengan "iman dan shalat". shalat.S. misalnya : Al-Baqoroh (2) :153 : "Hai orang-orang beriman. Thaahaa (20): 132 : . pertanyaan di atas dapat dijawab secara singkat : "karena banyak firman Allah di dalam Al-Qur'an yang memerintahkan kita untuk berlaku sabar". kita dilatih untuk menjadi orang yang sabar. Q. Jadi erat hubungannya dengan "sabar". Kalau Allah mewajibkan kita berpuasa. karena puasa (shaum) pada hakikatnya mengandung makna "mena-han diri". taqwa dan jihad".Pemilihan judul/thema ini sangat tepat. kurang lebih ada 90 ayat yang menyebut-nyebut masalah sabar ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kedudukan "sabar" menurut Al-Qur'an (menurut Allah). Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". bahwa sabar itu penting bagi kebaikan/ kehidupan manusia itu sendiri. Setidak-tidaknya dengan berpuasa. Timbul pertanyaan. jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu.

3. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. Kami tidak meminta rezki kepadamu. Al-'Ashr (103): 3 : "Manusia benar-benar dalam kerugian. 1. 1.. Disejajarkan/dideretkan dengan "jihad" Surat Ali-Imron (3): 142 .S. 1. Ar-Ra'd (13): 22 : "Orang-orang yang mendapat tempat kesudahan yang baik ialah : 1. beramal sholeh. yang menafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan. Q. 2.S. orang-orang yang beriman. menolak kejahatan dengan kebaikan". Q. ". yang mendirikan shalat. 2."Perintahkan keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.. orang-orang yang sabar karena mencari keridhoan Allah. serta 4. kecuali : 1. dan 3. Kamilah yang memberi rezki kepadamu. berwasiat tentang kebenaran dan kesabaran".

bahwa kamu akan masuk surga padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar?". akan mendapat : (1) "shalawat" (keberkatan yang sempurna). kecuali oleh orang-orang yang sabar . o o akan mendapat "pertolongan" (lihat Q. Al-Qoshash (28): 80 "Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu. yaitu :.S. (2) "rahmat" (kasih sayang) dan (3) " hidayah" (menjadi orang yang "muhtadiin". 157. Al-Baqoroh: 155 jo. Jadi menurut ayat di atas. akan mendapat "ampunan dan pahala yang besar" :  o Q. lihat Q. orang yang masuk surga ialah orang-orang yang berjihad dan yang sabar. Kesukaan Allah itu diwujudkan dengan janji-janji Allah kepada orang yang sabar.S. Al-Baqoroh : 153 di atas). bahwa kesukaan Allah kepada orang yang sabar.. Az-Zumar (39): 10 : . pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh."Apakah kamu mengira." • Q. yang melakukan shalat dan yang berjihad. dan tidak diperoleh pahala itu. yaitu orang yang dituntun dengan hidayah/ petunjuk Allah). yang taqwa. • • Dari kutipan ayat-ayat di atas terlihat.S.S. sama halnya atau disejajarkan dengan kesukaan Allah kepada orang yang beriman.

"Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. o o Q. Ar-Ra'd:22 di atas. • akan mendapat "surga dan tempat kesudahan yang baik" o lihat Q.. kita dapat memperoleh manfaat (pahala) dari bumi Allah yang maha luas ini.S. maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)"..S. . Al-Fushilat (41) : 35 : "Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar".S." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Bertak-walah kepada Tuhanmu. • Allah akan memberikan "sifat-sifat yang baik" : o Q. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. An-Naazi'aat (79): 40-41 : "40. Jadi hanya dengan kesabaran. Q. 41. Dan bumi Allah itu adalah luas.S. Ali-Imron: 142. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas ".

Nafsu untuk memenuhi kebutuhan primer ini perlu dikendalikan. Makan/minum merupakan sumber kehidupan dan kekuatan. sehingga rela mengorbankan/merugikan orang lain dsb. yaitu lewat sarana / metode puasa. Di dalam "kesabaran" (kehalusan/kelembutan hati) terkandung "kekuatan maha besar".   Hawa nafsu terhadap tuntutan perut inilah yang perlu dikendalikan. mengutamakan perut/kepentingannya sendiri. bahwa. diisi apapun perut tidak akan penuh-penuh. Oleh karena itu perlu dilatih dan diraih di dalam bulan Ramadhan ini. • • Bagaimana melatih dan meraih "sabar"? o Allahlah yang menciptakan manusia beserta hawa nafsunya. artinya tuntutan perut tidak akan habis-habisnya.Kesimpulan : • • "Sabar" mempunyai kedudukan yang sangat penting dan sangat diperlukan dalam kehidupan dan pembangunan nasional. karena yang dilatih adalah pengendalian nafsu terhadap sumber kehidupan dan kekuatan. Makhluk apapun membutuhkan makan dan minum. jadi merupakan kebutuhan primer. antara lain :  latihan pengendalian nafsu perut (makan/minum) :  menahan makan/minum nampaknya sederhana. karena terkadang manusia lupa diri :    tidak tahu mana yang halal dan haram. oleh karena itu Allah pulalah yang maha tahu bagaimana melatih /mengendalikan hawa nafsu manusia itu. o Banyak aspek latihan pengendalian hawa nafsu di dalam puasa. karena dari sinilah dapat timbul tuntutan dan cinta yang berkelebihan terhadap materi (Catatan: - . tetapi sebenarnya mengandung ajaran akhlak yang mulia dan sangat luas jangkauannya.

Perang dagang pada hakikatnya perang perut. juga dilatih menahan diri dari emosi/nafsu amarah. dan disuruh mempercepat ber-"buka" apabila saatnya telah tiba. Latihan menundukkan diri sendiri di dalam puasa. tetapi semua panca indera lainnya. -o0o- . a. menipu dsb. walaupun hanya minum seteguk air. tetapi disuruh makan/minum. Tuntutan perut yang berkelebihan/ tidak terkendali. : o o di malam hari disuruh shalat malam/tarawih. berinfaq/ shodaqoh dsb. Jadi. sebetulnya ingin makan/minum. • melatih kepatuhan pada perintah/kemauan Allah (menekan kemauan/ nafsu pribadi). tetapi yang dipentingkan di sini ialah nilai "didikan batiniah"-nya. menggunjing/ngrasani dan perbuatan-perbuatan tercela lainnya. tetapi disuruh bangun sahur.tuntutan perut merupakan simbol dari tuntutan yang bersifat materialistik).). nilai kepatuhan dan kesabaran menjalankan perintah Allah inilah yang dilatih di dalam puasa. o o di siang hari selama menjalankan puasa. korupsi. selama bulan puasa sangat dianjurkan banyak membaca atau mempelajari Al-Qur'an. yang dipentingkan bukan nilai sahur/ bukanya (yaitu disuruh makan/minum) atau nilai fisik/materielnya.l. beramal. yaitu "menundukkan nafsu-nafsu pribadi" (a.l. dapat menjadi sumber kejahatan & mala petaka. merampok. yang dilatih berpuasa/ menahan diri tidak hanya perut. disuruh bangun sahur.l. berdusta. sebetulnya tidak lapar/haus. a. sebetulnya ingin tetap tidur. membunuh. Bahkan peperangan antara bangsa dapat terjadi karena tuntutan perut/materi. terlihat dari hal-hal sbb. dsb. tetapi tidak boleh walaupun barang itu miliknya sendiri dan halal. walaupun masih terasa kenyang. Jadi.

karena pada hakikatnya agama (yang diturunkan Allah lewat Nabi) diperuntukkan sebagai pedoman/tuntunan bagi manusia dalam segala bentuk kehidupannya. maka sebenarnya pada setiap perubahan zaman dapat dikatakan ada "kehidupan modern". maka belum tentu kehidupan masa kini dikatakan sebagai "kehidupan modern". Saya katakan demikian. Dalam mengisi acara pengajian tarawih ini. Tetapi apabila makna dan kriteria "modern" diorientasikan pada ada/tidaknya perubahan pandangan dan sikap hidup.Ceramah Ramadhan IV *) AGAMA DAN KEHIDUPAN MANUSIA MODERN 1. Kalau kehidupan masa kini dikatakan sebagai "kehidupan modern". itu karena dibandingkan dengan kehidupan masa lalu (beberapa puluh/ ratus tahun yang lalu). . Namun demikian kehidupan manusia yang selalu tumbuh berkembang dan berubah-ubah memang dapat menimbulkan permasalahan dalam "membumikan dan mengapli-kasikan" ajaran-ajaran agama. bahwa agama (tuntunan Allah/dari "atas") yang diturunkan lewat nabi terakhir. Oleh karena itu saya dapat memaklumi permintaan panitia untuk dalam kesempatan ini membicarakan masalah "agama dalam kehidupan manusia modern". walaupun dengan catatan bahwa masalah ini sebenarnya bukan masalah baru. Banyak hal dalam kehidupan masyarakat modern saat ini yang sebenarnya merupakan pandangan dan sikap hidup yang bersifat "jahiliyah". kalau makna atau kriteria kehidupan modern hanya dikaitkan/diorientasikan pada adanya perubahan dan perkembangan kehidupan masyarakat secara lahiriah. Dengan demikian. mungkin kehidupan sekarang yang dikatakan "modern" ini tidak lagi dinyatakan sebagai "modern" karena sudah ketinggalan zaman sehingga dinyatakan sebagai "kehidupan yang tertinggal". karena makna dari istilah "kehidupan modern" itu sendiri sebenarnya sangat relatif. baik dalam kehidupan modern maupun tidak modern. Sebenarnya agama tidak mempersoalkan atau membedakan antara kehidupan manusia itu modern atau tradisional (tidak modern). Panitia Ramadhan Masjid Diponegoro meminta kepada saya untuk membicarakan masalah "agama dan kehidupan manusia modern". Jadi secara dogmatis seolah-olah memang dapat dikatakan. diperuntukkan bagi kehidupan manusia segala zaman. Dalam beberapa puluh/ratus tahun yang akan datang.

karena sebelumnya berpandangan bahwa tuhan itu banyak atau bisa lebih dari satu dan yang dijadikan tuhan itu bukannya Allah sebagai "chaliq" (pencipta) tetapi "machluq" (ciptaan Allah) yang dijadikan tuhan. maka kedatangan Islam (dengan Al Qur'an nya) sejak awalnya telah membawa konsep/polapandang modern dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya (yang sering disebut masa "jahiliyah"). An-Najm : 39 : "bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya".S. 2.1. Al-Mudatsir : 38 : .S. Al Qur'an : 1. 3. 2..S. Q. Konsep Dosa/Kesalahan : Islam mengajarkan. Konsep KeTuhanan : Konsep ketuhanan di dalam Islam (yaitu konsep tauhid/mengesakan Tuhan) jelas merupakan konsep pembaharuan. Pembaharuan konsep/pola-pikir/ pola-pandang yang dibawa Islam (Al Qur'an) itu antara lain : 1.. Q. Hal ini terlihat di dalam tuntunan sbb. bahwa manusia dilahirkan suci dan tidak mengenal "dosa warisan".. Apabila makna dan kriteria "kehidupan modern" diidentikkan dengan adanya "perubahan dan pembaharuan konsep/pemikiran" .S. : 3. Q. An-Najm : 38 (Q. Al-Isro' : 15) : "bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain".

Hud : 14) : . pangkat maupun kedudukannya. 2. yang berarti mengutamakan budaya "membaca" sebagai ciri dari budaya keilmuan. maka kedua orang tuanyalah yang membuat anak itu menjadi Yahudi. bangsa. Al Qur'an itu diturunkan dengan ilmu Allah (Q. dimintai • Konsep Persamaan Hak : Islam mengajarkan. "Seseorang tidak dihukum (bertanggung jawab) atas perbuatan ayahnya atau saudaranya".S. tidak membedakan jenis kelaminnya (laki-laki/wanita). bahwa tidak berbeda antara orang Ajam (budak belian yang hitam) dengan orang Arab. warna kulit. Al-Hujurat ayat 13). Hadits : 1. Beberapa catatan : • • Wahyu pertama saja dimulai dengan "Iqro'" (bacalah). Hal ini jelas sangat sesuai dengan salah satu karak-teristik kehidupan modern yang antara lain meng-utamakan akal/rasionalitas. • Konsep Keilmuan dan Kebebasan Berpikir (Rasio-nalitas) : Terlalu banyak ajaran Islam yang memberi tempat sangat tinggi pada kedudukan ilmu/akal. Yang membedakan tinggi rendahnya kedudukan manusia di mata Allah hanyalah taqwanya (lihat Q. Nasrani atau Majusi". "Setiap orang adalah pemimpin. "Sesungguhnya anak yang lahir itu tidak dilahirkan kecuali dalam kesucian. 3. Di dalam hadits pun dinyatakan. suku/ras. semua orang berkedudukan sama. 4."tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya".S. maka akan pertanggungjawaban atas apa yang dipimpin". asal keturunan.

dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia. lihat Al-Waqiah : 77 : "Innahuu laquraanul kariim" (sesungguhnya Al Qur'an itu adalah "bacaan yang sangat mulia"). tetapi didasarkan pada demokratisasi dan argu-mentasi keilmuan. • Al Qur'an ini disebut sendiri oleh Allah sebagai "Al Qur'anul Karim" ("bacaan yang mulia"/ dapat diartikan sebagai "ilmu/bacaan yang tinggi"). kata " Afala Ya'qilun" (apakah mereka tidak menggunakan akalnya?) sebanyak 22 kali. kata "Afala Tatafakkarun" (apakah engkau tidak berpikir?) sebanyak 3 kai. kali. Misal : • Sewaktu Allah menciptakan manusia pertama (Adam) sebagai khalifah di bumi terjadi dialog antara malaikat dengan Allah. Keputusan/kebijakan Allah tidak semata-mata didasarkan pada argumentasi kekuasaan absolut. maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)? ". Dalam dialog ini ada argumentasi keilmuan. kata " Afala Ta'lamun" (apakah engkau tidak mengetahui?) sebanyak 36 kali. kata "Afala Ya'lamun" (apakah mereka tidak mengetahui?) sebanyak 91 kali. Kata seruan untuk mengerti atau menggunakan akal dalam AlQur'an kurang lebih 189 kali. kata "Afala Tadrusun" (apakah engkau tidak belajar) sebanyak 2."Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah. kata "Afala yatafakkarun" apakah mereka tidak berpikir sebanyak 91 kali. sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah . • • Dalam Al-Qur'an disebutkan kata " Afala Ta'qilun" (apakah kamu tidak menggunakan akalmu?) sebanyak 24 kali. Secara halus Allah menyatakan kepada para malaikat : "Innii a'lamu ma laa ta'lamuun" .

(Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui ). Lihat AlBaqoroh : 30 s/d 33.

Setelah Allah mengemukakan berbagai kebaikan/ kemuliaan AlQur'an (sebagai petunjuk pembawa kebenaran, sebagai penawar dan rahmat, penuh hikmah dan pelajaran, sebagai bacaan yang teramat mulia, dan tidak untuk membuat kesusahan manusia), secara halus Allah berdialog (mengajak berpikir) dengan manusia : o "Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Qur'an ini?"

(Al-Waqiah :81).

"Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yg. mau mengambil pelajaran"?

(Al-Qomar: 17,22,32,40)

"Sesungguhnya telah Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tidak memahaminya"?

(Al-Anbiya': 10).

Konsep Keadilan :

Terlalu banyak ayat-ayat di dalam Al-Qur'an tentang keadilan. Beberapa di antaranya ialah :

An-Nisaa' : 58

"apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil".

An-Nisaa' : 135

"Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi Karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu.

Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran/keadilan dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

Al-Maidah : 8

"Hai orang-orang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".

Memperhatikan tiga ayat di atas saja sudah jelas betapa tingginya konsep Islam mengenai keadilan, yaitu : 1. Keadilan dan kebenaran harus ditegakkan kepada siapa saja dengan tidak berpihak dan tanpa pandang bulu, baik terhadap dirinya sendiri mau-pun terhadap keluarganya (ibu/bapaknya), kerabat-nya maupun kaum/golongannya;.

2. Keadilan dan kebenaran harus ditegakkan secara objektif dengan menghindari hal-hal yang bersifat subjektif, antara lain : jangan mengikuti hawa nafsu (misal menerima suap) dan rasa kebencian untuk berlaku tidak adil. Konsep baru/modern tentang keadilan yang diajarkan Islam hampir 15 abad yang lalu itu, jelas bersifat universal, dan di abad modern sekarang ini justru terlihat semakin melemah atau mengalami erosi.

Konsep (Orientasi) Masa Depan :

Salah satu ciri "modernisme" adalah sikap mental yang berorientasi ke masa depan. Hal ini jelas terlihat di dalam ajaran Islam yang menyatakan :

bahwa kehidupan/kesenangan akhir (at) lebih baik dari kehidupan/kesenangan awal (di dunia); lihat Q.S. Ali Imron : 14, Q.S. AlMu'min : 39, Q.S. Adh-dhuha : 4; "jangan menghambur-hamburkan hartamu secara boros" (Q.S. Al-Isro' : 26); "janganlah kamu merajalela di bumi dengan membuat kerusakan" (Q.S. Asy-Syu'aro : 183);

Demikianlah beberapa butir konsep Al-Qur'an yang dapat dikatakan "modern" pada zamannya, dan saat inipun masih dapat diuji ke-"modern"-annya. Masih banyak lagi konsep Al-Qur'an yang relevan dengan ciri-ciri sikap mental yang diperlukan dalam kehidupan modern, seperti menghargai waktu atau dapat memanfaatkan peluang sebaik-baiknya, tekun, rajin dan bersungguh-sungguh (berjihad), sederhana dan tidak boros dsb.

1. Di sisi lain kehidupan modern itu sendiri memang memerlukan agama, walaupun memang harus diakui pelaksanaan nilai-nilai dan kaidah-kaidah agama menghadapi "tantangan" yang cukup berat dalam kehi-dupan modern saat ini. Telah sama dimaklumi, bahwa kehidupan modern saat ini ditandai oleh semakin meningkatnya kehidupan yang lebih berorientasi pada nilai-nilai

kita janganlah iri hati terhadap kelebihan-kelebihan yang diberikan Allah kepada orang lain itu. Kata "fadhola" atau "afdhol" secara harfiah dapat berarti "ditetapkan" (to remain) atau "lebih baik" (better than). (karena) bagi orang lakilaki/perempuan ada bagian dari apa yang mereka usahakan". Tidak jarang persaingan hidup yang sangat materialistik dan individualistik. Mengenai "tuntunan agama" ini dapat dikemukakan antara lain hal-hal sbb. Dalam ayat di atas digunakan kata-kata " fadhdho-lallaah" (yang ditetapkan/dilebihkan Allah). • Sebaliknya bagi orang yang mendapat "kelebihan rizki" dari Allah itu. Jelas di sini diperlukan pendekatan/tuntunan agama. kecantikan/ketam-panan dsb. Dapat diba-yangkan betapa fatal dan runyamnya akibat yang ditimbulkan oleh sifat iri/cemburu/prasangka buruk seseorang terhadap "kelebihan" orang lain.materialistik. Apa "yang ditetapkan" atau "dilebihkan" Allah itu dapat berupa "rizki harta atau kekayaan. antara lain di dalam Al-Qur'an. Jadi menurut firman Allah di atas. individualistik dan semakin berkembangnya pengaruh globalisasi di bidang informasi. Dalam kehidupan yang serba materialistik dan individualistik mudah sekali berkembang penyakit "cemburu/irihati/berprasangka buruk". komunikasi dan teknologi. surat AnNisaa': 32 : "Dan janganlah kamu irihati terhadap apa yang ditetapkan/ dilebihkan/dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih dari sebagian yang lain. Dengan memahami tuntunan agama yang demikian itu. : 1. melakukan perbuatan-perbuatan nekad atau menempuh jalan-jalan pintas ("budaya menerabas") untuk mencapai tujuan.". agama juga memberikan banyak tuntunan agar memberikan/meratakan rizkinya itu kepada orang lain. ilmu/gelar. derajat/ pangkat/kedudukan. Oleh karena itulah agama memberikan tuntunan. : o An-Nahl: 71 : . menyebabkan orang mengalami "stress". diharapkan orang tidak akan mengalami "stress" dalam menghadapi kehidupan modern saat ini yang cenderung lebih materialistik dan individualistik. Perhatikan beberapa firman Allah sbb. tekanan kejiwaan yang sangat berat.

anak yatim."Dan Allah "melebihkan" sebagian kamu dari yg. sekarang dengan mudah dapat diperoleh. komunikasi dan teknologi mempunyai pengaruh positif. 215.l. Data Informasi Anak Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (DIA-YKAI) bekerja sama dengan Litbang Departemen Penerangan melakukan penelitian terhadap film-film . merusak dan menyesatkan. lain dalam hal rizki. • Aspek lain dari "kehidupan modern" saat ini ialah derasnya arus/gelombang informasi seiring dengan semakin canggihnya sarana komunikasi dan teknologi. Seberapa jauh jumlah dan pengaruh informasi negatif berada di sekitar kita memang perlu penelitian akurat. gelombang informasi yang dapat membawa pengaruh negatif.: bacaan/ film-film cabul/ porno atau setidak-tidaknya adegan-adegan yang tidak susila dan merangsang. surat Al-Baqoroh: 177. Ar-Rum: 38. Dalam kondisi yang demikian. Dengan semakin canggihnya sarana informasi/komunikasi dan teknologi saat ini. musafir (orang yang membutuhkan perto-longan) dsb.S. dan menyedekahkan sebagian harta berfungsi membersihkan harta kita serta itulah harta hakiki yang kita miliki. Q.l. fakir miskin.S. budak-budak yang mereka miliki agar mereka sama (merasakan) rizki itu. serta adegan-adegan keke-rasan dan sadis/brutal). Attaubah 103 : "ambillah sebagian dari hartanya (orang yang mampu) sebagai sedekah yang dapat membersihkan hartanya dan menyucikan hartanya". Pernah pada tahun 1993. pesatnya perkembangan informasi. dapat merupakan virus berbahaya yang mengancam kepribadian Islami dan bahkan mengancam kehidupan rumah tangga. Betapa tidak. misalnya jumlah dan pengaruh adeganadegan film lewat TV. Lihat a. Memang di satu pihak. karena informasi yang semula dianggap tabu dan sangat tercela atau setidaktidaknya informasi itu "belum saatnya diketahui" (a. namun harus diakui pula bahwa peluang dampak negatifnya juga cukup besar. Q. nilai-nilai agama dan keimanan seseorang benar-benar mendapat ujian dan tantangan yang cukup berat/serius. keluarga/kerabat dekat. Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?" • Banyak firman di dalam Al-Qur'an yang menyuruh kita menyedekahkan sebagian harta/rizki kepada ibu/bapa. tetapi orang-orang yang dilebihkan (rizkinya) itu tidak mau memberikan kpd. kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

2. Menghadapi era informasi yang demikian itu. RCTI dan TPI) menyajikan film untuk anak yang isinya lebih banyak bersifat antisosial (walaupun selisihnya tidak begitu banyak. 3. 3 stasiun (yaitu TVRI Program 2. terutama lewat pemusatan pengendalian diri di bulan puasa Ramadhan. dalam thesisnya (mengenai tindak pidana pornografi) menyajikan data penelitian. Pernah pula seorang Dosen wanita dari Surabaya yang mengambil program S2 di UI Jakarta. RCTI dan TPI). ternyata jumlah adegan yang bersifat "anti-sosial" (ada 2063 adegan) lebih banyak daripada yang bersifat "prososial" (ada 1904 adegan). dan SCTV) sebagian besar (85 %) dinilai "tidak sopan/tidak susila" menurut pandangan masyarakat tempat lokasi penelitian dilakukan (Bangkalan. Dari 195 episode film yang diteliti. : 1. Hasilnya a. Di sinilah arti pentingnya peranan nilai-nilai keagamaan dalam kehi-dupan modern. di samping kematangan ilmu dan kematangan sosial/amal.60 % bersifat prososial). sebagaimana tersimpul dari tuntunan Al-Qur'an surat Al Fathir: 29. Madura). Marilah kita jadikan bulan Ramadhan ini sebagai sarana proses pemadatan dan peningkatan kembali energi kematangan kejiwaan/ rohani (kematangan iman dan taqwa).l. TPI. Dari 4 stasiun TV yang diteliti. TVRI Program 2. bahwa acara-acara yang disajikan lewat stasiun TV (TVRI. dan yang ditayangkan oleh 4 stasiun televisi (TVRI. kematangan emosional dan kematangan "pengendalian diri" sebagai penangkal utamanya. dan 9.37 % bersifat antisosial. -o0oCeramah Ramadhan V MEMAHAMI MAKNA KEIMANAN DALAM MENGHADAPI ERA INFORMASI *) . jelas diperlukan peningkatan kematangan kejiwaan/rohaniah. yaitu sekitar 1 % lebih banyak dibandingkan adegan yang "prososial"). Film-film untuk anak yang paling banyak mengandung adegan "antisosial"nya ialah film yang berasal dari Amerika Serikat (yaitu 11.yang ditujukan untuk anak-anak.

dapat diartikan melakukan "pengkajian terhadap nilai-nilai keagamaan/keimanan yang bertolak dari ajaran-ajaran/konsep-konsep Al-Qur'an". Di bulan Ramadhan memang sangat dianjurkan banyak membaca/mempelajari/menelaah Al-Qur'an.1. a. memang sewajarnya dilakukan.40 : "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran. 2. 1. karena di bulan Ramadhan inilah Al-Qur'an pertama kali diturunkan. Judul asli yang ditetapkan Panitia untuk ceramah tarawih kali ini ialah : "Memahami Makna Keimanan Yang Berdimensi Luas Dalam Menghadapi Era Informasi". Pengkajian/pemahaman terhadap informasi-informasi tuntunan yang terdapat di dalam Al-Qur'an. Banyak firman Allah di dalam Al-Qur'an yang secara halus menegur kita untuk mempelajari Al-Qur'an. karena berbagai alasan : 1.l. : Al-Waqiah:81: "Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Qur'an ini?" . maka pengkajian/pemahaman nilai-nilai keimanan terhadap konsep/ajaran Al-Qur'an ini tentunya difokuskan pada hal-hal yang berhubungan dengan beberapa masalah/aspek yang ada di dalam era informasi saat ini.32. maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" . karena salah satu aspek keimanan adalah iman terhadap Kitabullah. Memahami makna keimanan dalam dimensi luas.Al-Qomar: 17. Sehubungan dengan judul yang ditetapkan panitia.22.

bahwa Allah tidak hanya "menciptakan" manusia ("kholaqokum").Dan di dalam Q. 1. tetapi juga memberinya rizki atau "memberi dukungan" (karena kata " rozaqo" dapat berarti "to support") atau juga "memberi sarana/keperluan hidup" (karena kata rizki atau " rizqun" dapat juga mengandung arti "means of living"). Informasi duniawi yang tidak diimbangi dengan informasi imani/ilahi. Dukungan atau keperluan hidup yang diberikan Allah kepada manusia. .. dikhawatirkan bukan membawa kebaikan dan kesejahteraan. tetapi justru dapat membawa kehancuran. kemudian "mematikannya" ("yumiitukum") dan kemudian "menghidupkannya kembali" (" yuhyiikum") untuk dimintai pertanggung-jawaban. Maka apakah kamu tidak memahaminya?" . Di dalam era informasi yang canggih saat ini.Al-Anbiya':10 : "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Al-Fathir:29 Allah sendiri menya-takan bahwa "yatluuna Kitabullah" (membaca/mem-pelajari/melakukan telaah terhadap Kitabullah/Al-Qur'an) merupakan salah satu "bentuk kegiatan/ perniagaan yang tidak akan merugi". Jadi Allah tidak hanya sekedar mencipta manusia. menggali dan memahami informasi Al-Qur'an sangat penting untuk mengimbangi gelombang informasi global (yang bersifat duniawi). 1. Di dalam surat Ar-Rum: 40 dinyatakan. tetapi juga "memberinya rizki" ("rozaqokum"). tidak hanya yang bersifat materi (bumi/alam semesta dan segala isinya) tetapi juga yang bersifat immaterial yaitu berupa konsep/tuntunan hidup.S. Informasi Al-Qur'an yang mengandung berbagai petunjuk hidup merupakan bagian dari keleng-kapan/kebutuhan hidup yang diberikan/disediakan Allah kepada manusia.

Hal ini jelas mengandung aspek positif dan juga aspek negatif. bersifat transnasional (melampaui batas-batas negara). 2. Dengan semakin pesatnya kemajuan alat-alat teknologi dan sistem komunikasi. 1. masalahnya ialah informasi tentang konsep kehidupan (pedoman/petun-juk hidup) atau informasi tentang nilainilai keimanan/ keagamaan apakah yang perlu dikaji dan dipahami dalam menghadapi "era informasi"? Untuk mengkaji masalah ini. Telah sama dimaklumi. Dengan perkataan lain. alam semesta dan segala isinya". tetapi juga perlu di-gali dan dipahami informasi tentang konsep kehidupan (pedoman/petunjuk hidup). 1. perlu kiranya terlebih dahulu dikaji dan dipahami beberapa aspek atau masalah yang berhubungan dengan "era informasi" ini. Yang perlu diwaspadai adalah informasi yang dapat membawa dampak negatif. sangat cepat dan sangat bervariasi bentuk dan macamnya.Oleh karena itu. radar parabola. Tidak jarang pula suatu strategi dan policy dengan mudah dihancurkan/ diporak-perandakan lewat perang informasi dan sistem komunikasi yang canggih. ekonomi/bisnis. tetapi juga perlu "memahami dan menggali nilai-nilai konsep kehidupan/petunjuk hidup yang ada di dalam Kitabullah (Al-Qur'an)". Sehubungan dengan judul ceramah. kekuatan penyebaran informasi saat ini sangat luas jangkauannya. bahwa era informasi merupakan salah satu karakteristik dari era masa kini yang berkembang sangat pesat seiring dengan berkembang pesatnya bidang komunikasi dan teknologi. Perkembangannya sedemikian rupa sehingga informasi merupakan salah satu sumber "kekuatan/kekuasaan" (" power") tersendiri. telepon genggam dan alat-alat lain nya yang . Demikian gambaran umum mengenai pengaruh kekuatan informasi. Mereka yang tidak mengikuti dan menguasai informasi akan selalu tertinggal atau bahkan mudah tersisihkan dalam persaingan dan pergumulan hidup. manusia tidak hanya dituntut untuk "memahami/menggali bumi. informasi yang perlu digali dan dipahami tidak hanya informasi tentang dunia dan alam semesta (informasi global dan planetal). Dengan semakin berkembang pesatnya teknologi informasi dan komunikasi lewat teknologi satelit global. perkembangan teknologi dsb. Memperhatikan kondisi era informasi yang demikian itu. tidak hanya informasi duniawi mengenai situasi politik. mungkin tidak mudah lagi membendung gelombang informasi global..

60 % bersifat prososial). edisi No. Dari 4 stasiun TV yang diteliti. ternyata adegan yang bersifat "antisosial" (ada 2063 adegan) lebih banyak daripada yang bersifat "prososial" (ada 1904 adegan). : 1. RCTI dan TPI). 2. TVRI Program 2. atau setidak-tidaknya bersifat rahasia dan "belum saatnya diketahui" (a. bekerja sama dengan LITBANG Dep. serta adegan-adegan kekerasan. porno. antara lain mengungkapkan data bahwa (disarikan dari media Informasi Tentang ANAK. sadis/brutal dan bersifat antisosial). bacaan/ film-film cabul.l. Penerangan. RCTI dan TPI) menyajikan film untuk anak yang isinya lebih ba-nyak bersifat antisosial (walaupun selisihnya hanya sekitar 1 % dibandingkan adegan yang "prososial"). 3. 20. dapatlah dikatakan bahwa informasi negatif atau yang tidak benar dan menyesat-kan dapat merupakan gelombang virus yang sangat berbahaya bagi kehidupan pribadi dan keluarga. terbitan DIA-YKAI Jakarta. bahkan bagi kehidupan bermasyarakat. Film-film untuk anak yang paling banyak mengandung adegan "antisosial" ialah yang berasal dari Amerika Serikat (yaitu 11. berbangsa dan bernegara. . Betapa tidak. adegan tidak sopan/ tidak susila dan merangsang. Pernah pula seorang Dosen wanita dari Surabaya (UNAIR) yang mengambil program S2 di UI Jakarta.sangat canggih. dalam thesisnya mengenai "Tindak Pidana Porno-grafi" menyajikan data penelitian. halaman 10 dan 15): 1. Penelitian yang pernah dilakukan oleh DIA-YKAI (Data Informasi Anak – Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia). sebagian besar (85 %) dinilai "tidak sopan/ tidak susila" menurut pandangan masyarakat di tempat/lokasi penelitian dilakukan (Bangkalan. karena informasi yang semula dianggap tabu dan sangat tercela. Madura). mengenai film-film untuk anak yang ditayangkan lewat 4 (empat) stasiun TV (TVRI. Oktober 1993. bahwa acara-acara yang disajikan lewat TVRI. Dari 195 episode film yang diteliti (Pebruari 1993). 3 stasiun (yaitu TVRI Program 2. 1. TPI dan SCTV. Namun beberapa informasi mengenai hal ini dapat diungkapkan sbb. sekarang dengan mudah informasi itu dapat diperoleh. Seberapa jauh jumlah dan pengaruh informasi negatif itu berada di sekitar kita memang memerlukan penelitian akurat.37 % bersifat antisosial dan 9.

"to activate" (menggerakkan) dan "to protect" (melindungi korban/saksi). antara lain ditegaskan : . Di antara dampak negatifnya a. Misal dalam salah satu pertimbangan putusan Kongres ke-7 th. pers masih dianggap sebagai "problem makers" ketimbang "problem solvers". Keterjalinan dan ketergantungan tata sosial ekonomi nasional dengan tata sosial ekonomi dunia/internasional. sangat mempengaruhi kecenderungan terjadinya interna-sionalisasi kejahatan. 2. terutama kejahatan ekonomi (economic crime) dan kejahatan yang menggunakan kemajuan teknologi (Hitech crime). 5. Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi juga nampaknya berpengaruh pada perkembangan dunia kejahatan saat ini. 3. Seminar mengenai "Fungsi dan Tanggungjawab Sosial Pemberitaan Kejahatan di Media Masa" pada tgl. 4. Pemberitaan tentang kejahatan. sudah bersifat "transnasional". Penerbit Antar Kota. Meskipun studi lapangan tentang manfaat positif maupun dampak negatif dari pemberitaan kejahatan oleh media massa terhadap masyarakat secara relatif amat jarang dilakukan.l. hal. 1991. Pemberitaan kejahatan dalam pers lebih banyak melaksanakan fungsi "to inform" (memberi infor-masi) dan "to entertain" (menghibur) daripada tugas "to educate" (mendidik). Mudah dan cepatnya informasi/komunikasi saat ini sangat menunjang lajunya perekonomian dunia.1. Ruang lingkup operasional dan dimensi kejahatan saat ini. (disarikan dari "Kriminalitas Dalam Surat Kabar". 1985 (khususnya putusan mengenai "Guiding Principles for Crime Prevention and Criminal Justice in the Context of Development and a New International Economic Order"). dapat membe-rikan dorongan melakukan kejahatan dan menim-bulkan kekebalan pembaca sehingga tidak lagi memiliki kepekaan sosial. 1. Keprihatinan terhadap perkembangan yang demikian selalu diungkapkan dalam Kongres-kongres PBB mengenai "The Prevention of Crime and the Treatment of Offenders" . para pakar berpendapat bahwa terdapat lebih banyak dampak negatifnya ketimbang manfaat positifnya. 117 dst. 4-5 Maret 1991 antara lain merangkum hal-hal sbb. Dalam pemberitaan kejahatan. seks dan keke-rasan merupakan menu utama yang mewarnai pemberitaan kejahatan di media cetak.) : 1. melampaui batas-batas negara.

. juga membantu semakin berkembangnya internasionalisasi kejahatan (August Bequai.. Adanya EFTS ini. Sehubungan dengan kebutuhan serba cepat dan praktis. dunia perekonomian saat ini memanfaatkan teknologi komputer dan elektronik yang dikenal de-ngan EFTS (" Electronic Funds Transfer System "). as a growing sociopolitical problem. Mengenai kejahatan yang berhubungan dengan teknologi komputer.. hal. 164 dan 169). Jadi secara singkat dapat dikatakan... juga dapat mempunyai dampak pada perkembangan kejahatan ekonomi dan kejahatan teknologi yang juga bersifat transnasional/internasional. dapat juga menciptakan kondisi-kondisi yang menunjang aktivitas kejahatan di dalam maupun di antara berbagai negara. Menurut August Bequai. menurut August Bequai. bahwa perkem-bangan kemajuan informasi bisnis/ekonomi dan informasi teknologi yang bersifat global/transnasional. ("the growing utilization of computer technology and world-wide computer and telecomunication networks as an integral part of contemporary international financial and banking operations can also create conditions that greatly facilitate criminal operations within and between countries"). EFTS ialah "pengiriman data yang berhubungan dengan pemindahan dana melalui jaringan komunikasi" (" the transmission of data regarding fund transfer over communication network "). that the international and national economic and social orders are closely related and are becoming more and more interdependent and that. White-collar Crime: A 20thCentury Crisis. crime may transcend national boundaries. 1978.. Kongres PBB ke-8 (1990) antara lain menyatakan : "pertumbuhan pemanfaatan teknologi komputer dan jaringan telekomunikasi dan komputer yang sangat luas sebagai bagian integral dari operasi/kegiatan-kegiatan di bidang keuangan dan perbankan secara internasional saat ini.

tidak mustahil kita terbawa hanyut dan terjerumus ke dalam sisi-sisi dampak negatif dari era informasi yang antara lain telah dikemukakan di atas. karena Al-Qur'an menyatakan : Al-Hujurot: 12 : 2. Tepat pulalah tema kajian yang ditetapkan panitia untuk malam ini.1. Misalnya : 1. dari prasangka. seseorang yang kadar imannya lemah mungkin saja menyampaikan informasi-informasi negatif antara lain "ngrasani". Dengan sarana informasi/komunikasi yang canggih saat ini. . • Hai orang-orang beriman. Tepatlah apabila bulan Ramadhan ini dijadikan sebagai sarana dan sekaligus pusat proses pemadatan dan peningkatan kembali energi kematangan kejiwaan/rohani (kematangan iman dan taqwa) yang akan membuahkan kematangan "pengendalian diri". yaitu "memahami makna keimanan dalam menghadapi era informasi". jelas diperlukan peningkatan kematangan kejiwaan/rohaniah. Menghadapi era informasi yang nampaknya sulit dibendung itu. Apabila kita tidak memahami dengan baik (dalam arti menghayati dan memperteguh) nilai-nilai keimanan. membicarakan/ menyebar aib orang. Al-Baqoroh: 191 : "wal fitnatu asyaddu minal qatl" (dan fitnah itu lebih besar (bahayanya) dari pembunuhan). jauhilah kebanyakan sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Memperhatikan berbagai fenomena dampak negatif dari era informasi dan komunikasi seperti diungkapkan di atas. kematangan emosional dan kematangan "pengendalian diri" sebagai penangkal utamanya. menyebarkan kedustaan dan fitnah dsb. dapat dibayangkan betapa beratnya tantangan nilai-nilai keimanan (kematangan kejiwaan/emosional dan kematangan "pengendalian diri") saat ini. dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. • • dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan (aib/ rahasia) orang lain. Hal demikian tidak seharusnya dilakukan bagi orang yang kadar imannya cukup kuat.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu ". Dampak negatif demikian dapat kiranya ditangkal. Fitnah dikatakan lebih besar/lebih keji dari pembu-nuhan karena melakukan fitnah itu dalam Al-Qur'an diidentikkan juga dengan "kafir" (AlAnfal:39) dan "syirik" (An-Nisaa': 91). dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. individualistik dan konsumerisme. me-nempuh jalan pintas ("budaya menerabas") untuk mencapai tujuan tertentu. (karena) bagi orang laki-laki dan perempuan ada bagian dari apa yang mereka usahakan. cenderung mengarah pada terbentuknya pola hidup yang berorientasi pada nilai-nilai materialistik. tidak mustahil bagi yang lemah imannya terjangkit penyakit "cemburu/iri-hati/berprasangka buruk" ter-hadap kelebihan materi/rizki orang lain. . atau melakukan perbuatanperbuatan nekad. korban fitnah dapat lebih banyak dan lebih luas daripada korban pembunuhan. Menghadapi kondisi kehidupan yang demikian.Al-Baqoroh: 217 : "wal fitnatu akbaru minal qatl" (Fitnah itu lebih besar (dosanya) dari pembunuhan). Di samping itu. surat An-Nisaa': 32 : Dan janganlah kamu irihati terhadap apa yang dikaruniakan/ ditetapkan Allah kepada sebagian kamu lebih dari sebagian yang lain. mengalami tekanan kejiwaan atau "stress" yang sangat berat. • Kehidupan modern dengan berbagai informasi bisnis dan teknologi (lewat iklan). sekiranya kita memahami dan menghayati nilai keimanan yang terkandung dalam tuntunan Al-Qur'an.

Dalam ayat di atas digunakan kata-kata "fadhdho-lallaah" (yang ditetapkan/dilebihkan Allah). orang lalu memberikan informasi (lewat iklan) yang berlebih-lebihan. ilmu/gelar. dan oleh karena itu tidak perlu stress dan tidak perlu mengambil jalan pintas dengan melakukan perbuatan tidak terpuji. Di samping itu.l. keluarga/kerabat dekat. Sebaliknya. fakir miskin. Perhatikan misalnya tuntunan di dalam Q. kecantikan/ ketampanan dsb. tidak mustahil untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya itu.". tetapi orang-orang yg. Jadi ajaran keimanan menuntun kita untuk tidak perlu iri terhadap kelebihan orang lain. tetapi harus juga memberikan/meratakan rizkinya kepada orang lain yang berhak. pen. melakukan persaingan curang.S. . Kata "fadhola" atau "afdhol" secara harfiah dapat berarti "ditetapkan" (to remain) atau "lebih baik" (better than)..) agar mereka sama (merasakan) rizki itu. AlBaqoroh: 177. Al-Isro":26) yang menyuruh kita menginfakkan sebagian harta/rizki kepada: orang tua (ibu-bapak). • • Dunia informasi saat ini tidak dapat lepas dari perkembangan globalisasi ekonomi. Tanpa landasan iman yang kuat. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?". bagi orang yang mendapat "kelebihan rizki" dari Allah. pangkat/kedudukan. anak yatim. Ar-Rum: 38. dilebihkan (rizkinya) itu tidak mau memberikan kepada budak-budak yang mereka miliki (bisa dibaca: "karyawan". An-Nahl: 71: "Dan Allah "melebihkan" sebagian kamu dari yg. Apa "yang ditetapkan" atau "dilebihkan" Allah itu dapat berupa "rizki harta/kekayaan. atau memproduksi barang-barang yang dapat merugikan/merusak/membahayakan orang lain dsb. musafir (orang yang membutuh-kan pertolongan) dsb. agama juga memberikan tuntunan untuk tidak terlalu individualistik. banyak firman Allah di dalam Al-Qur'an (lihat a. lain dalam hal rizki. persaingan meraih pasaran/peminat/keuntungan sebesar-besarnya. dan • jangan menghambur-hamburkan harta (boros).

Dari hari kehari. dengan penuh kesungguhan dan perhitungan ("imanan wahtisaaban") serta dengan penuh "kesabaran dalam mencari ridho Allah". tindakan a-susila dan tindakan brutal/sadis. marilah kita manfaatkan benar-benar bulan Ramadhan ini sebagai sarana dan pusat pemantapan/ pemadatan kembali nilai-nilai keimanan dan "pengen-dalian diri". bahkan seba-gai sarana reformasi total. .• Dengan berbagai informasi yang dapat merangsang emosi-emosi negatif di bidang seksualitas.  Ceramah Ramadhan VI *) RAMADHAN: BULAN PENINGKATAN KUALITAS MUSLIM DAN LINGKUNGAN HIDUP 1. dapat saja orang yang lemah imannya terhanyut ke arah perbuatan-perbuatan negatif itu. 1. terdapat kemajuan yang mencengangkan dalam bidang ilmu/kepandaian. bulan ke bulan sampai tahun demi tahun. Baik buruk perilaku kita tergantung seberapa besar iman kita kepada Allah. minggu ke minggu. Akhirnya. semakin terbebas dari buta aksara dan sebagainya. Allahlah yang maha tahu bahwa kualitas kemanusiaan dan kemasyarakatan itu memang dapat "melemah/ memudar". oleh karena itulah diadakan Ramadhan (kewajiban puasa) sebagai suatu proses/mekanisme "Recycling/Rejuvenation/Regeneration/Re-inforcement/ Reconstruction/Reinjection/Re-formation". Karena Iman yang berada dalam hati merupakan kunci atau modal utama seseorang untuk menjadi manusia sejati. Misal semakin canggih dalam teknologi. atau kualitas kemasyarakatan dan lingkungan hidup yang sehat dan bermakna. kualitas hidup dan kehidupan. Akan tetapi kemajuan dalam beberapa bidang kehidupan manusia tersebut tidak mengurangi kemerosotan lingkungan alam maupun kemerosotan lingkungan alam maupun sosial bahkan terus bertambah. Maha Besar Allah yang telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai salah satu sub-sistem yang integral dari keseluruhan sistem/konsep Allah dalam memelihara kualitas kemanusiaan.

materialistik. hedonis tidak mau mengerti persoalan atau kekurangan orang lain. Upaya peningkatan kualitas manusia dan lingkungan hidup inilah yang selalu menjadi masalah sentral dan menjadi pusat perhatian para nabi/rasul. • • • • • 1. Apakah kita masih layak dianggap seorang muslim kalau kita ikut andil merusak lingkungan alam maupun sosial? Apakah kita masih berhak menyandang gelar kholifah fil Ardhi (Pemimpin di muka bumi)? Apakah kita masih berhak mengemban amanah agama Islam kalau kita mengebiri nilai-nilai Islam yakni perlindungan terhadap sesama dan alam semesta? 1. sebagaimana disebutkan dalam QS. Para nabi/rosul diutus Allah untuk memperbaiki kerusakan ummat dan meningkatkan kualitas kehidupan dengan memberikan tuntunan/ pedoman hidup dan kehidupan. adanya kesenjangan material yang sangat menyo-lok. telah disiarkan atau diberitakan di berbagai media informasi. Kemerosotan tersebut. semakin meningkatnya perusakan dan pencemaran lingkungan. Sebagai seorang muslim. menurunnya kualitas moral dengan berbagai bentuk pelecehan seksual dan pelanggaran kesusilaan. antara lain : • berkembangnya cara hidup yang semakin indivi-dualistik. dan menurunnya kualitas penegakan hukum dan keadilan.1. para ulama/ ilmuwan/cendekiawan dan para penyelenggara negara/ pemerintahan (pemegang kekuasaan). penyalah-gunaan kekuasaan (termasuk kekuasaan ekonomi). dan realita menunjukkan adanya "kemerosotan/penurunan kualitas kehidupan dan lingkungan sosial/alam". korupsi. penyalahgunaan narkoba. Al Anbiya' ayat 107 . selayaknya kita melakukan introspeksi terhadap keislaman kita. merebaknya berbagai tindak kejahatan.

ILMU. AlFathir:29. Dengan kata lain. Merosotnya kualitas lingkungan itu tidak dapat dilepaskan dari menurunnya kualitas kematangan kejiwaan/emosi pengendalian diri. kita mendapatkan "perniagaan yang tidak akan merugi" (dengan istilah ekologi berarti Allah menjamin "kualitas manusia dan lingkungannya tidak akan merugi/mengalami kemerosotan"). dan menurunnya kualitas kematangan kepekaan/ kepedulian sosial. Allah menjamin di dalam Q. Dan maha besar Allah yang juga mengetahui bagaimana mengatasi kemerosotan kualitas lingkungan itu. Kegiatan dalam bulan Ramadhan sarat dengan kurikulum/silabi untuk menga-tasi lingkungan itu. 1.S. yang apabila diamalkan dengan baik. disebabkan oleh menurunnya kualitas keimanan/ketaqwaan. dan kualitas amal. 1. Ketiga karakteristik "trilogi" ini sangat melekat dalam kegiatan bulan Ramadhan. Demikian pula disusunnya GBHN oleh wakil-wakil rakyat dan penyelenggara negara. Para ulama/ilmuwan/cendekiawan juga pada hakikatnya merupakan pewaris nabi dan rosul."Dan tiadalah kami mengutus kamu. baik kualitas fisik/materiel maupun kualitas non-fisik/immateriel. dan AMAL. pada hakikatnya bermaksud membangun masyarakat/lingkungan hidup yang ber-kualitas. Maha besar Allah yang sangat mengetahui segala persoalan manusia ciptaan-Nya (termasuk masalah kualitas kehidupan manusia ini). Peran ulama/ ilmuwan/cendekiawan berupaya untuk mengatasi ber-bagai masalah yang berhubungan dengan kualitas kehidupan/lingkungan masyarakat sekitarnya. Resume : . yaitu kurikulum untuk meningkatkan IMTAQ. 1. Salah satu konsep/ sistem Allah untuk memelihara kualitas manusia dan lingkungan hidup ini ialah dengan diwajibkannya "puasa" selama bulan Ramadhan. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam". menurunnya kualitas kematangan ilmu/tuntunan/ konsep-konsep kehidupan. 1. kualitas ilmu.

Al-Baqoroh: 183. o "memperkuat kembali" kematangan kejiwaan/ emosional kematangan/kepekaan sosial yang melemah/memudar. • PROSES/mekanisme "daur ulang" : o "penyucian/pembersihan kembali" semua daki/ karat/kotoran/lumpur yang melekat 11 bulan yl. o Maha Suci dan Maha Besar Allah yang sangat mengetahui. reforma-tion". bahwa sifat/kualitas manusia yang dicipta-kan-Nya adalah makhluk yang sangat lemah/dhoif. - Ceramah Ramadhan VII SYUKUR KEPADA ALLAH *) (Ramadhan: Bulan Yang Patut Disyukuri) . bahwa tujuan puasa adalah "la'allakum tattaquun"). o o "Kualitas Hidup Dan Kehidupan". marilah kita gunakan kesempatan ini untuk menegaskan kembali nilai-nilai muslim kita. dan "Kualitas Kemasyarakatan/ Lingkungan Hidup". (lihat Q.S.Bulan Ramadhan merupakan : • sub sistem/bagian integral dari sistem/ konsepsi Allah yang berhubungan dengan proses PEMELIHARAAN: o "Kualitas Kemanusiaan Muslim". regeneration. rejuvenation. reconstruction.. reinjection. Dengan kita menjadi seorang muslim yang kaffah insya Allah kualitas lingkungan hidup akan terjaga dengan baik. Melalui Ramadhan ini. dan o "proses ketaqwaan". reinforcement. "proses pemadatan kembali energi kejiwaan/kematangan rokhani". "proses recycling.

tidak mungkin kita mampu melaksanakan ibadah puasa dan shalat dengan baik.".S. karena berbagai alasan : o Pertama. menan-dakan bahwa Allah masih memberikan nikmat yang terbesar kepada kita. Ibrohim : 34 ) : 34. Dengan kita dapat menjalani puasa dan melaksa-nakan jamaah tarawih sampai malam ini. . sehingga tidak mungkin kita menghitungnya.1. di samping tentunya nikmat kesehatan dsb. Sesungguh-nya manusia itu. Karena demikian banyaknya nikmat Allah itu. Jamaah qiyamur ramadhan yang berbahagia. (31 kali) : "Dan nikmat Allah manakah yang engkau dustakan?" • Salah satu ni'mat Allah yang sepatutnya kita syukuri ialah datangnya bulan Ramadhan. yaitu "Bersyukur kepada Allah swt.S. Marilah pertama-tama kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. tidaklah dapat kamu menghinggakannya. bahwa hari ini kita masih dapat menjalani ibadah puasa dan ibadah shalat tarawih berjamaah. yaitu nikmat "iman dan islam". Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. 1. Terlalu banyak nikmat Allah kepada kita. karena Ramadhan menguji keimanan kita. Allah menyatakan dalam Al Qur'an (Q. maka Allah mengingatkan (sekaligus "menantang") kita berulang kali dalam Q. Ar-rakhman ayat 13 dst.. Ajakan syukur ini bertepatan dengan topik ceramah ramadhan yang ditetapkan panitia kepada saya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah. sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). Tanpa iman dan kesehatan.

pahala puasa Ramadhan hanya Allah yang akan membalasnya (berdasarkan hadist "kullu 'amalibni adama lahu. kita bisa benar-benar merasakan betapa nikmatnya "kenyang" (bisa makan-minum atau "berkecukupan") dibandingkan dengan "lapar" (serba kekurangan). proses "penyuntikan kembali (reinjection)". apalagi shalattul lail).   • Ketiga. proses "kebangkitan/ kelahiran kembali (regeneration)". karena puasa itu sendiri sarat dengan berbagai kenikmatan. dan kematangan kepekaan/kepedulian sosial". kematangan ilmu.Masih terpeliharanya kualitas "iman dan islam" kita sampai hari ini sepatutnya disyukuri. proses "pengu-atan kembali (reinforcement)". karena ada orang lain yang hatinya/imannya tetap membeku atau tidak teruji kualitasnya. dan amal" . kita patut bersyukur karena Ramadhan merupakan "sistem daur ulang (recycling)" atau "proses peremajaan kembali (rejuvenation)".l. a. Selain itu. "ni'mat ibadah" yang beraspek ganda (vertikal/ horizontal) : selama Ramadhan ada kenikmatan berupa kemudahan/keringanan dalam menjalan-kan ibadah shalat (bangun shubuh biasanya sulit. sehingga ia tidak mampu melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini.  kualitas "kematangan jiwa. : o "ni'mat berbuka" : nikmat yang paling utama adalah nikmat pada saat berbuka. ilmu. o "ni'mat bertemu dengan Tuhannya disebabkan puasanya " berdasarkan hadist "lis Shooimi Farhatani yafrohu-huma : idza afthoro fariha bifitrihi wa idza laqiya robbahu fariha bishoimihi" . betapa nikmatnya "sehat" dibandingkan dengan "sakit". ada kemudahan membaca Al-Qur'an atau mendalami/ o o . proses "pemben-tukan kembali (reconstruction)" dan proses "pemba-haruan kembali (reformation)" yang dibuat Allah untuk memelihara dan meningkatkan :  kualitas "Imtaq. illas shouma fainnahu li wa ana ajzi bihi"). atau kualitas hidup dan kehidupan. kualitas kemanusiaan dan kemasyarakatan / lingkungan hidup. o Kedua. "ni'mat kenyang/berkecukupan" : selama menja-lani puasa. yang tidak dapat dirasakan oleh orang yang tidak melakukan puasa.

dilipatgandakan ("wa'amaluhu mudho 'afah"). istri mencari keridhoaan suami. o • Allah berfirman dalam Q. kebutuhannya di hari qiyamat. dikabulkan ("wa du'auhu mustajabun"). kecuali hanya meminta kita "bersyukur" dan "ingat" kepada-Nya. pahalanya seperti Siti A'isyah dan Siti Maryam.memperoleh ilmu agama lewat berbagai media (jadi ada " ni'mat ilmu"). mencukupi kebutuhan saudaranya. diampuni ("wa dzambuhu maghfur"). An-Nahl : 114: . dalam hadits disebut-kan.Berdasarkan hadits " man shoma romadhona imanan wahtisaaban ghufirolahu maa taqoddamu min dzambih ". dosanya. • "ni'mat maghfiroh" : . ada "ni'mat silaturrahmi" (minimal lewat shalat berja-maah). Mendapat pengampunan jelas suatu kenikmatan. akan dicukupi 1000     tidurnya = ibadah ("naumu shoim 'ibadah"). diamnya = tasbih ("washumtuhu tasbih"). bahwa :    satu langkah mendatangi majlis ilmu = 1 tahun ibadah. terlebih secara tidak kita sadari mungkin terlalu banyak dosa yang kita lakukan selama 11 bulan yang lalu. taat pada orang tua  mendapat kasih sayang Allah dan Nabi menanggung dalam surga. Allah melipatgandakan pahala.S. doanya.l.dalam bulan Ramadhan (sebagai "syahrun mubarok"). maka bulan Rama-dhan jelas merupakan "bulan pengampunan/amnesti besarbesaran" dari Allah. o "ni'mat barokah/pahala/ganjaran" : . a.    amalnya. tiap rakaat shalat jamaah = 1 kota kenikmatan. Allah tidak minta "imbalan" apa-apa kepada kita. ada "ni'mat amal/sosial" (keringanan untuk memberi/ menerima infak dan ibadah sosial lainnya. Terhadap banyaknya nikmat (pemberian) Allah itu.

S. Bersyukurlah kepada-KU. syukur bil-arkan. niscaya AKU ingat kepadamu. dan jangan kamu mengingkari (nikmat)-KU". dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku). Al-Baqoroh : 152 : "Ingatlah kepada-KU. maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". o syukur bil-arkan a. tatkala Tuhanmu memaklumkan. • Q.l. Intinya ialah : "ingat akan segala perintah dan larangannya".S. • Bersyukur atas nikmat Allah. Ibrohim : 7 : "Dan (ingatlah juga). puasa. "Sesungguh-nya jika kamu bersyukur. dsb. .."wasykuruu ni'matallahi in kuntum iyyahu ta'buduun" (Dan syukurilah ni'mat Allah. "Ingat" (dzikir) kepada Allah mengandung makna yang sangat luas. tentunya per-tama-tama harus "ingat" kepada pemberi nikmat (Allah). pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. jika hanya kepadaNya kamu menyem-bah). zakat/berinfak/shodaqoh/menolong penderitaan orang lain. syukur bil-qolbi. melaksanakan shalat. Adapun bentuk/perwujudannya dapat bermacam-macam : o syukur bil-lisan. Semoga kita semua termasuk orang yang pandai bersyukur. • Q.

• Diturunkan oleh Allah. bukan oleh setan (Q. • ayat 193 : . dalamnya diturunkan Al.Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk-petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan bathil)". TURUNNYA AL-QUR'AN: 1.Ramadhan VIII RAMADHAN : BULAN PENINGKATAN KUALITAS KAJIAN AL-QUR'AN *) 1. Tuhan semesta alam dan dibawa oleh Ruh AlAmin/Jibril. Diturunkan di bulan Ramadhan (Al-Baqarah: 185) : "syahru romadhonal ladzi unzila fiihil quran. Asy-Syu'ara) : o ayat 192 : "Dan sesungguhnya Al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan Semesta Alam". bulan yg.S. hudal linnaas wa bayyinatim minal hudaa wal furqon" "Bulan Ramadhan..

"Dia dibawa turun oleh Ar. . dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia.S. Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Quran diturunkan kepadamu. • Diturunkan dengan ILMU ALLAH (Q. maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)? 1. Sebagai "rahmat" (Al-Qoshosh:86): 2.Ruh Al-Amin (Jibril)". sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah . Hud:14) : Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah. sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir. Al Qur'an MERUPAKAN "ANUGERAH TER-MULIA" : 1. • ayat 211 : "Dan tidaklah patut mereka (setan) membawa Al Qur'an itu dan tidak akan kuasa". • ayat 210 : "Dan Al Qur'an itu bukanlah dibawa oleh syaitan-syaitan". tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu .

1. Al-Qur'an merupakan "penawar/obat dan rahmat" (Al-Isro':82): Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orangorang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. petunjuk dan rahmat" (Luqman:1-3) : "(1) Alif laam miim. • Al-Qur'an mengandung "hikmat. Di dalam Al-Qur'an terdapat "rahmat dan pelajaran" (Al. • Al-Qur'an memberi "petunjuk ke jalan yang lurus" (Al-Isro': 9) dan membawa "kebenaran" (Al-Isro':105) : o (Ayat 9) : Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. (2) Inilah ayat-ayat Al-Qur'an yang mengan-dung hikmah. 1. . (3) menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan".Ankabut: 51) : Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

Dan Kami tidak mengutus kamu. • Al-Qur'an "mudah untuk pelajaran" (Al-Qomar: 17. 40) : "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran. melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. 22.(Ayat 50) : . maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" • Al-Qur'an membawa "kemuliaan dan berkah" (Al-Anbiya') : o (Ayat 10) : "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu.• (Ayat 105) : Dan Kami turunkan (Al Quran) itu dengan sebenar-benarnya dan Al Quran itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. • Al-Qur'an diturunkan "tidak untuk kesusahan" (Thoha:2) : "Kami tidak menurunkan Al-Qur'an ini kepadamu agar kamu mendapat kesusahan". 32. maka apakah kamu tidak memahaminya?" .

dengan sumpah yang besar (ay. bahwa : • "Sesungguhnya Al-Qur'an itu."Dan Al-Qur'an ini adalah suatu Kitab (peringat-an) yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. . • Al-Qur'an : "bacaan yang mulia" (Al-Waqiah) : Allah bersumpah (ay.80) . 75). • Al-Qur'an : "tidak ada keraguan" dan "pe-tunjuk" (Al-Baqoroh ayat 2) : "Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya. petunjuk bagi mereka yang bertaqwa". • "Maka apakah kamu menganggap REMEH saja Al-Qur'an ini?" (ayat 81). • Al-Qur'an diturunkan "bukan main-main" (At-Thoriq:14) : "Dan sekali-kali bukanlah dia (Al-Qur'an) senda gurau (bukan main-main)". "Diturunkan dari Tuhan Semesta Alam" (ay.). maka mengapa kamu mengingkari-nya?". BACAAN YANG SANGAT MULIA" (ayat 77).

AL-QUR'AN HARUS DIPELAJARI (JANGAN DIREMEH-KAN/DILUPAKAN) : • Di dalam Q. pacaran dsb. ngobrol sendiri. Apakah sebagai petunjuk. o melalaikan "ISI-nya"..l. sebagai pemberi kabar terhadap segala keterbatasan manusia. dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan. Allah menegaskan.S. hadir dalam pengajian. sebagai pembeda terhadap apa yang baik dan tidak baik bagi manusia. telah datang kepadamu ayat-ayat Kami. tidak melaksanakan isi Al-Qur'an. a. :   menghindari/tidak menghadiri pengajian.1. tetapi ngantuk. bahwa "barang siapa meremehkan/ melupakan Al-Qur'an." • Pengertian "meremehkan" dapat mengandung arti : o melalaikan "Kitab-Nya" :   tidak memiliki Al-Qur'an (sedang buku-buku lain punya).Qur'an bagi kehidupan manusia.  • RAMADHAN : BULAN MEMPELAJARI AL-QUR'AN (BUKAN SEKEDAR "MEMPERI-NGATI" AL-QUR'AN) • Berbagai nama lain Al Qur'an menunjukkan fungsi Al. maka pada hari akhir nanti Allah-pun akan melupa-kannya/tidak-peduli" : Allah berfirman: "Demikianlah. maka kamu melupakannya. sebagai pemberi peringatan . memiliki Al-Qur'an tetapi hanya hiasan/ dipajang dan tidak dibaca (sedang buku lain dibaca/ dipelajari). Thoha:126.

bukan sekedar untuk diperingati. Membicarakan masalah Al-Qur'an dalam bulan Ramadhan memang merupakan hal yang wajar dan bahkan seharusnya. Allah mendahulukan/ mengutamakan " yatluuna Kitaballah" ("membaca/ mempelajari Al-Qur'an" atau identik dengan "menuntut ILMU") dari pada "aqomush sholah" (simbol "IMTAQ") dan "anfaquu mimma rozaqnaahum" (berinfak. Al-Baqoroh ayat 185. Jadi. Al-Fathir:29. bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara haq dan bathil)". karena karakteristik Ramadhan tidak hanya masalah "puasa". Namun ditegaskan. IMTAQ. Di dalam Q. tetapi untuk dipelajari dan diamalkan.S. mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi". Topik ceramah Ramadhan yang ditetapkan panitia malam ini ialah "AlQur'an dan ajakan untuk mencintai pengetahuan".• terhadap tingkahlaku manusia. . Sebagaimana disebut dalam Q. Tidak mungkin Al-Qur'an menjadi "huda" (petunjuk/pedoman) kalau tidak pernah dipelajari. Ceramah Ramadhan IX AL-QUR'AN DAN CINTA ILMU PENGETAHUAN*) 1. tetapi karakteristik Ramadhan ialah bulan turunnya Al-Qur'an sebagai-mana disebutkan dalam Q.S..: • "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan. bahwa ketiga-tiganya (ILMU. Lengkapnya firman Allah itu berbunyi sbb. tetapi bulan yang setiap harinya Al-Qur'an memberi peringatan (petunjuk) kepada kita. Turunnya Al-Qur'an di bulan Ramadhan. sebagai sumber ilmu pengetahuan sampai berfungsi sebagai pengobat hati dan fisik manusia. bahwa : "Bulan Ramadhan. AMAL) merupakan "perniagaan yang tidak akan merugi". simbol "AMAL"). Al-Baqoroh ayat 183. Ramadhan bukan sekedar bulan memperingati Al-Qur'an.S.

Q. dan 2. "reinjection".Jadi karakteristik Ramadhan terfokus pada dua hal : 1. Sasarannya adalah peningkatan kualitas kematangan konseptual/tuntunan dan keilmuan dalam berkehidupan. Oleh karena itu kedua organ itulah yang paling penting untuk diproses daur-ulang selama bulan Ramadhan. Kedua organ itu sangat fital. An-Ni-saa':28). Jadi Ramadhan dijadikan bulan untuk melakukan "rejuvenation". Karakteristik Ramadhan itu (kewajiban puasa dan kewajiban mempelajari Al-Qur'an). Apa yang perlu di-"daur-ulang". dan simbul kesejahteraan) didaur-ulang dengan disuruh "puasa". Dengan "puasa perut" diharapkan dapat didaur-ulang kualitas "hati/Imtaq" *) sehingga diharapkan dapat mengendalikan nafsu perut (karena dapat menjadi sumber segala keru-sakan. dan sekaligus menuntun nafsu perut itu ke arah yang positif.S. bulan diwajibkannya kita berpuasa. 1. "reinforce-ment". "perut" (sebagai simbul nafsu materi/simbul keta-makan. Maha Besar Allah yang sangat mengetahui kualitas manusia yang diciptakannya. yaitu sebagai makhluk yang "dhoif"/lemah (" wa khuliqol insaanu dhoifaan" . . "renovation". badan dan jiwa). bulan turunnya Al-Qur'an untuk dipelajari. yaitu dengan cara : 1. dan "reformation" kualitas kema-nusiaan dan sekaligus kualitas kehidupan/kemasya-rakatan. "regeneration". pada hakikatnya merupakan "metode Allah" untuk memelihara dan meningkatkan kualitas manusia dan kehidupan. 1. "kepala" (sebagai simbul "akal"/ilmu/pengetahuan/ konsep/nalar) didaur-ulang dengan disuruh mempela-jari "Al-Quran".. diperbaiki dan ditingkat-kan kualitasnya? Maha Besar Allah yang menciptakan manusia terdiri dari struktur/organ fisik berupa "kepala" dan "perut" serta organ non-fisik "akal" dan "hati". Oleh karena itu. Caranya yaitu dengan menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan untuk proses daur ulang (" recycling") dalam rangka meningkatkan kembali kualitasnya. Maha Besar Allah pulalah yang mengetahui cara/metode bagaimana untuk meningkatkan kualitas manusia yang lemah itu. baik rusak akal. yaitu kualitas kematangan/ kepedulian/ kepekaan sosial. 2.

S. 40 : "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran. politik. bahwa Al-Qur'an dapat mening-katkan kualitas kematangan konseptual dan keilmuan dalam berbagai bidang kehidupan? Karena Allah sendiri menyatakan (dengan SUMPAH YANG BESAR. biologi. ekonomi. Al-Waqiah:75-76). Q. bahwa barangsiapa meremehkan/melupakan Al-Qur'an. maka pada hari akhir nanti Allah pun akan melupa-kannya/tidak mempedulikan. etika. Al-Waqiah : 81 : "Maka apakah kamu menganggap REMEH saja Al-Qur'an ini?" 1. Al-Waqiah:77) dan diturunkan dengan "ilmu Allah" ("annamaa unzila bi 'ilmillaah. 1. Q. 32.S. Dalam Q. sosial. maka sewajarnyalah ummat Islam mempelajari/mendalaminya dan tidak meremehkannya begitu saja. pengetahuan alam.S. Allah berfirman di dalam Al-Qur'an : 1. 2. bahwa Al-Qur'an merupakan "BACAAN/KITAB/ILMU yang SANGAT MULIA" ("innahu laquraanun kariim".1. Kalau Al-Qur'an dinyatakan sebagai "Bacaan/ kitab/ilmu yang sangat mulia". Mengapa dikatakan. Selanjutnya Allah berfirman pula dalam Al-Qomar:17. Q. maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" 1.S. Hud:14). Al-Fathir:29 : . 22. hukum. informasi/komunikasi dsb). yang di dalamnya mengandung sumber-sumber "petunjuk/pedoman/konsep/wawasan" dan "pelajaran/ilmu pengetahuan" (di bidang : sejarah. Thoha: 126 Allah menegaskan.

Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al Qur'an (Al-Baqoroh:185). 1. Oleh karena itu. dan 2. Mengingat dua karakteristik yang demikian. tetapi juga yang terkait dengan kajian mengenai isi/tuntunan Al Qur'an itu sendiri. 2. dalam kesempatan ini hanya ingin diungkapkan prinsip-prinsip penegakan hukum menurut tuntunan Al Qur'an. dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan. berjudul "Al Qur'an dan Upaya Penegakan Hukum". antara lain sbb. mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi". Al-Baqoroh. Q.S. maka wajar dalam kajian/ceramah ramadhan. - Ceramah Ramadhan X AL-QUR'AN DAN UPAYA PENEGAKAN/KEADILAN HUKUM *) 1. tidak hanya dibahas hal-hal yang terkait dengan masalah "puasa".S. Ada dua karakteristik menonjol dari bulan suci Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam Q. 1. Ramadhan sebagai bulan puasa (Al-Baqoroh:183). yaitu : 1."Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca/mempelajari Kitab Allah (Al-Qur'an) dan mendirikan shalat. An-Nisaa': 58 . Pembahasan masalah Al Qur'an dan Penegakan Hukum merupakan masalah yang cukup luas dan tidak dapat dibahas dalam waktu yang relatif sangat singkat (khususnya dalam ceramah KULTUM). kualitas IMTAQ dan kualitas AMAL. : 1. Salah satu kajian tentang Al Qur'an yang ditetapkan panitia untuk ceramah Ramadhan kali ini. Marilah kita jadikan bulan Ramadhan sebagai bulan mempelajari dan meningkatkan kualitas ILMU (Al-Qur'an).

An-Nisaa': 135 "Wahai orang-orang yang beriman. Ayat ini mengandung prinsip "tidak pilih kasih" ("non-favoritisme dan anti nepotisme") dan prinsip "tidak berpihak" ("fairness/ impartial"). An-Nisaa':135 "Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran/keadilan"."Apabila kamu menghukum (menetapkan hukum) di antara manusia. kamu menyimpang dari kebenaran/ keadilan"). Prinsip yang terkandung dalam sub c dan d di atas adalah. prinsip persamaan/tidak diskri-minatif 2. prinsip objektivitas (tidak subjektif). jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan. 3.S. Q.S. mendo-rong/menyebabkan kamu berlaku tidak adil". (Dengan istilah lain : "Janganlah karena mengikuti hawa nafsumu.S. Q. 4. Al-Maidah:8 "Janganlah kebencianmu kepada suatu kaum (golongan). maka hukumlah dengan adil". menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu". . Q. Ayat ini mengandung ("equality/indiskriminatif").

dan bertakwalah kepada Allah.S. baik karena hawa nafsu maupun rasa kebencian. Keadilan dipengaruhi kadar ketaqwaan seseorang kepada Allah. Dan hanya Allah yang mengetahui terhadap apa yang kita lakukan. SUMBER "HUDA". karena adil itu lebih dekat kepada takwa. karib kerabat maupun kaum/ golongannya. SUMBER "BAYAN" DAN SUMBER "MAW'IDHOH"*) . Almaidah ayat 8 : "Berlaku adillah. Berbuat adil merupakan hal yang sangat rahasia dalam benak penegak keadilan. - Ceramah Ramadhan XI AL-QUR'AN : SUMBER HUKUM. Kesimpulan : 1. baik terhadap diri sendiri maupun keluarga (ibu/bapak. oleh karena itu keadilan tersebut bersumber dari pribadi penegak keadilan itu sendiri. atasan). Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan". Adilkah yang kita lakukan atau tidak adilkah yang kita lakukan.1. Hukum (kebenaran/keadilan) harus ditegakkan kepada siapa saja dengan tidak berpihak dan tanpa pandang bulu. Sebagaimana dalam firman Allah dalam Q. 1. Hukum (kebenaran/keadilan) harus ditegak-kan secara objektif dengan menghindari/ menjauhi subjektivitas. 2. Allah telah mengingatkan bahwa keadilan itu tergantung ketaqwaan seseorang.

dan dalam Q. Ali Imron:138 dinyatakan sebagai "BAYANUL LINNAAS" (penerang/penjelas bagi manusia). dalam konteks dan jiwa Ramadhan. kualitas "hati" (imtaq) dan "akal". yaitu mendaur-ulang kualitas "perut" dan kualitas "kepala" kita.  "Syahru romadhonal ladzii unzila fiihil qur'anu. tetapi lebih dari itu. sebagai "hudal lil-muttaqiin" dan sebagai "maw'idhotul lilmuttaqiin" (pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa). bahwa organ utama/fital manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya adalah "kepala" dan "perut". pembicaraan tentang Al Quran dan Al Hadits seyogyanya tidak sekedar sebagai "sumber hukum". bahwa ada 2 (dua) sasaran utama dari proses daur ulang di bulan Ramadhan ini. bahwa ada 2 (dua) karakteristik yang menonjol dari bulan Ramadhan. (Ali Imron:138) . yaitu : o sebagai bulan diwajibkannya orang beriman untuk "puasa" (AlBaqoroh: 183). dan oleh karena itu kedua organ fital itu perlu dipelihara kualitasnya (lihat uraian di atas). seperti ditegaskan sendiri oleh Allah dalam surat Al Baqoroh: 185.S. Maha Besar Allah yang Maha Mengetahui. (Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia. Penetapan judul demikian. hudal linnaasi wa bayyinaatim minal hudaa wal furqon". Kedua karakteristik itu seyogyanya menyadarkan kita. yaitu : o sebagai "sumber petunjuk/tuntunan" dalam berkehi-dupan. dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. • Tema kajian yang ditetapkan panitia malam ini adalah "Al Quran dan Hadits sebagai Sumber Hukum". mungkin dikaitkan dengan profesi saya sebagai orang yang berkecimpung di dunia hukum. Namun sebenarnya. Oleh karena itu wajar dalam kajian ramadhan selalu dibahas hal-hal yang terkait dengan masalah "puasa" dan kajian tentang "Al Qur'an".• Telah sama dimaklumi. yaitu sebagai "HUDAL LINNAAS". dan o sebagai bulan diturunkannya "Al Qur'an" sebagai "petunjuk dan pembeda" (Al-Baqoroh: 185).

maka sepan-tasnya kita mempelajari dan mendalami (melakukan telaah) terus menerus isi Al-Qur'an dan sumber-sumber lainnya (Al Hadits). Al Q merupakan sumber " hudaa" (petunjuk). kehidupan rumah tangga. "Maka apakah kamu menganggap REMEH saja Al Qur'an ini?" . sumber "bayaan" (penerang). bahkan pergaulan/hubungan internasional dan hubungan dengan alam/lingkungan sekitar). sosial.Jadi singkatnya. • Al-Qur'an sebagai "hudal linnaas" (petunjuk bagi manusia) mengandung makna yang sangat luas. dan sumber pelajaran dalam berbagai bidang kehidupan. bahkan meremehkannya. yaitu sebagai sumber "hudaa" (petunjuk/pedoman/tuntunan) dalam seluruh bidang kehidupan. kehidupan/pergaulan bermasyarakat dan bernegara. • Oleh karena Al-Qur'an seyogyanya menjadi sumber hukum. terutama di bulan Ramadhan ini. ekonomi. selanjutnya Allah berfirman di dalam ayat 81 : (afabihadzal hadiitsi antum mudhinuun). baik di bidang hukum maupun dalam bidang kehidupan lainnya (bidang politik. dan sumber "maw'idhoh" (pelajaran). Padahal Allah sendiri berfirman di dalam Al-Qur'an antara lain dalam : • Al-Waqiah : Setelah Allah menyatakan "dengan SUMPAH yang BESAR" bahwa AlQur'an merupakan "bacaan/kitab/ ilmu yang sangat mulia" (ayat 75-77). sumber petunjuk. sumber penerang. kehidupan pribadi. Tidaklah mungkin Al-Qur'an dan Al-Hadits dapat menjadi sumber petunjuk apabila kita sendiri tidak pernah membaca dan mempelajari/mendalaminya.

• Dalam surat Thoha: 126 Allah menegaskan. - - . maka pada hari akhir nanti Allah pun akan melupa-kannya/tidak mempedulikan. mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi". maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" • Al-Fathir: 29 : "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca/mempelajari Kitab Allah (Al-Qur'an) dan mendirikan shalat. 40 : "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran. dan sumber "maw'idhoh" dalam kehidupan sehari-hari. sumber "bayaan". Amien. • Al Qomar: 17. 32. dan menafkahkan secara diam-diam dan terang-terangan sebagian rizki yang Kami anuge-rahkan. • Semoga di bulan Ramadhan ini kita diberi kemudahan oleh Allah untuk mempelajari Al-Qur'an sehingga dapat menjadi sumber hukum. sumber "hudaa". 22. bahwa barangsiapa meremehkan/melupakan Al-Qur'an.

karena keadilan merupakan salah satu kebutuhan manusia. • Manfaat tegaknya keadilan bagi manusia dan kehi-dupan. sudah jelas. sehingga banyak ayat di dalam Al Qur'an yang memerintahkan manusia berlaku adil dalam segala hal. menjadi "MANFAAT RAMADHAN BAGI UPAYA TEGAKNYA KEADILAN". MAHA BESAR ALLAH yang Maha Mengetahui kebutuhan manusia akan keadilan itu. antara lain : . sehingga tidak terkesan kaitannya dengan karakteristik Ramadhan yang biasanya berkisar pada kajian masalah "puasa" dan kajian masalah "Al Quran".Ceramah Ramadhan XII MANFAAT RAMADHAN BAGI UPAYA TEGAKNYA KEADILAN *) • Topik yang ditetapkan panitia kepada saya untuk KULTUM Ramadhan kali ini berjudul "Manfaat Tegaknya Keadilan". agar terkesan ada kaitannya dengan tema Ramadhan. walaupun akan merugikan diri sendiri. Judul demikian terkesan terlalu umum atau seperti topik untuk ceramah umum di bidang hukum. Oleh karena itu. maka judul yang ditetapkan panitia itu saya ubah sedikit. Di antara ayat-ayat itu.

• QS.• QS. "Janganlah kamu mengikuti hawa nafsumu karena ingin menyimpang dari kebenaran/keadilan". Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. 2. Al-Maidah: 8 . ibu bapamu. kemungkaran dan permusuhan. 16 (An-Nahl): 90 "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan. dan kaum kerabatmu". menjadi saksi karena Allah. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." • QS. walaupun terhadap dirimu sendiri. dan melarang perbuatan keji. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.4 (An-Nisaa'): 58 Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. • QS. memberi kepada Kaum kerabat. dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. "Jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan.4 (An-Nisaa'): 135 Intinya : 1.

"."Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah.. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum. • QS. Kehidupan makmur dan berkecukupan secara materiel bukanlah jaminan untuk adanya lingkungan kehidupan yang berkualitas . Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. kendati terhadap orang yang tidak seagama (berlainan agama). . dan bagi kamu amal-amal kamu. Oleh karena itulah sering dinya-takan. Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita).. Allah lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. karena adil itu lebih dekat kepada takwa.42 (Asy-Syuura): 15 Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. khususnya yang berbunyi: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Bagi kami amal-amal kami. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu.. tetapi juga butuh kesejahteraan batiniah (immateriel).. Manusia tidak hanya butuh kesejahteraan lahiriah (materiel). • Manusia tidak hanya butuh sesuatu yang bersifat materiel. Dan bertakwalah kepada Allah.. bahwa pembangunan nasional tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas masyarakat (lingkungan hidup dan kehidupan) secara materiel. menjadi saksi dengan adil.". Berlaku adillah. tetapi juga yang bersifat immateriel (non bendawi)." Dari ayat di atas. tetapi juga secara immateriel. jelas terlihat bahwa perlakuan adil wajib ditegakkan terhadap siapa saja.

sosial. tidak terpenuhinya kebutuhan rokhani dan sosial-budaya yang fundamental itu merupakan "sumber polusi" yang dapat menimbukan pencemaran sosial dan budaya yang merupakan bagian dari pencemaran lingkungan. kebencian. karena sangat diperlukan untuk menjamin adanya kualitas lingkungan hidup yang sehat dan bermakna. dalam kenyataannya tidak mudah diwujudkan (dipenuhi). maka akan timbul frustasi. Apabila kebutuhan sosial budaya yang sangat fundamental itu tidak terjamin atau tidak terpenuhi. dan penyalahgunaan kekuasaan di berbagai bidang kehidupan (politik. Kebutuhan rokhani dan sosial budaya yang mendasar itulah yang seyogyanya menjadi sasaran pembangunan dan penegakan hukum. munculnya keresahan/ kecemburuan sosial. maka wajar dirasakan adanya penurunan/kemerosotan kualitas lingkungan hidup bermasyarakat. ketidakbenaran. dsb. tidak ada saling kepercayaan dan kasih sayang antar sesama. • Uraian di atas ingin menegaskan. bahwa kebutuhan imma-teriel yang berupa keadilan ini. Oleh . Oleh karena itu.). perbuatan main hakim sendiri" dsb. antara lain "hilang/ menurunnya nilai keepercayaan. kecemasan dan keresahan dalam kehidupan masyarakat yang pada gilirannya dapat membawa kehancuran eksistensi manusia dan keutuhan masyarakat itu sendiri. merupakan kebutuhan rokhani dan sosial budaya manusia yang sangat mendasar. banyak ketidakjujuran. ekonomi. apabila saat ini penegakan hukum dan keadilan dirasakan sedang mengalami penurunan kualitas (berarti kebutuhan immateriel itu tidak terpenuhi).dan menyenang-kan. • Namun memang harus diakui. Dengan kata lain. • Beberapa aspek immateriel yang dikemukakan di atas. anarkhi. bahwa pembangunan dan penegakan hukum dan keadilan pada hakikatnya merupakan bagian integral dari upaya membangun dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang lebih berbudaya dan lebih bermakna. tidak ada jaminan perlakuan yang adil. maka kondisi masyarakat demikian jelas bukan kondisi masyarakat yang berkualitas/menyenangkan. Apabila di dalam masyarakat tidak ada rasa aman akan perlindungan hak-hak asasinya.

termasuk memahami dan mengha-yati tuntunan Tuhan tentang keadilan sebagaimana dikemukakan di atas. tetapi pada "bagaimana keadilan itu ditegakkan". ke-imanan. dan ketaqwaanlah. tetapi juga di semua bidang kehidupan. bahwa cukup banyak lembaga/badan peradilan di Indonesia (bahkan di dunia). • Jadi masalahnya bukan terletak pada apa "manfaat tegaknya keadilan". jelas diharapkan dapat menunjang tegaknya "Keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa" (seperti ditegaskan dalam Pasal 4 UU Kekuasaan Kehakiman No. . tidak hanya di bidang hukum (peradilan). 14/1970 jo. ibu bapakmu dan kaum kerabatmu" ( AnNisaa':135). Insya Allah nilai/sikap jujur ini dapat diraih melalui puasa. Dalam konteks Ramadhan.) pada hari itu. walaupun sebenarnya bisa saja dia berlaku tidak jujur dalam berpuasa. karena orang berpuasa dilatih untuk selalu jujur di hadapan Allah bahwa dirinya berpuasa (tidak makan/ tidak minum dsb. di bidang rumah tangga dsb. Ini berarti harus ada "kejujuran" dalam menegakkan ke-adilan. Dalam tuntutan Allah di atas antara lain dinyatakan : " tegakkan keadilan walaupun terhadap dirimu sendiri. 35/1999. Bahkan ketidakadilan terdapat dimana-mana. ketidak-adilan di bidang pendidikan. tetapi tidak banyak keadilan yang dijumpai/ditegakkan. ketidakadilan ekonomi. dan ketaqwaan yang menjadi inti tujuan dan hakikat puasa. Ada ketidakadilan politik. keadilan berdasarkan tuntunan Tuhan di atas itu baru dapat dilaksanakan. 4/2004). masalahnya adalah "SEJAUH MANA RAMADHAN MAMPU MEM-BERIKAN MANFAAT/SUMBANGAN BAGI UPAYA TEGAKNYA KEADILAN"? atau "SEJAUH MANA PERANAN RAMADHAN DALAM MENUNJANG TEGAKNYA HUKUM DAN KEADILAN"? Dengan terus menerus melakukan kajian Al-Quran selama Ramadhan. Dengan kejujuran.karena itu sering muncul ungkapan ironis. Terlebih apabila selama Ramadhan dapat diraih nilainilai kejujuran. di bidang kesempatan kerja. ketidak-adilan sosial. yang saat ini telah diganti dengan UU No. No. di bidang pemerataan penghasilan/upah. keimanan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful