trias gejala tumor otak yaitu nyeri kepala, muntah dan ditemukannya edema papil pada pemeriksaan fundus

.
GEJALA TUMOR OTAK Tumor otak bisa mengenai segala.usia, tapi umumnya pada usia dewasa muda atau pertengahan, jarang di bawah usia 10 tahun atau di alas 70 tahun. Sebagian ahli menyatakan insidens pada laki-laki lebih banyak dibanding wanita, Gejala umum yang terjadi disebabkan karena gangguan fungsi serebral akibat edema otak dan tekanan intrakranial yang meningkat. Gejala spesifik terjadi akibat destruksi dan kompresi jaringan saraf, bisa berupa nyeri kepala, muntah, kejang, penurunan kesadaran, gangguan mental, gangguan visual dan sebagainya. Edema papil dan defisit neurologis lain biasanya ditemukan pada stadium yang lebih lanjut Nyeri Kepala (Headache) Nyeri kepala biasanya terlokalisir, tapi bisa juga menyeluruh. Biasanya muncul pada pagi hari setelah bangun tidur dan berlangsung beberapa waktu, datang pergi (rekuren) dengan interval tak teratur beberapa menit sampai beberapa jam. Serangan semakin lama semakin sering dengan interval semakin pendek. Nyeri kepala ini bertambah hebat pada waktu penderita batuk, bersin atau mengejan (misalnya waktu buang air besar atau koitus). Nyeri kepaia juga bertambah berat waktu posisi berbaring, dan berkurang bila duduk. Penyebab nyeri kepala ini diduga akibat tarikan (traksi) pada pain sensitive structure seperti dura, pembuluh darah atau serabut saraf. Nyeri kepala merupakan gejala permulaan dari tumor otak yang berlokasi di daerah lobus oksipitalis. Muntah Lebih jarang dibanding dengan nyeri kepala. Muntah biasanya proyektil (menyemprot) tanpa didahului rasa mual, dan

jadi menyerupai gejala psikiatris. Pada stadium yang lebih lanjut bisa terjadi gangguan pembauan (anosmia). Biasanya terjadi bila tumor yang lokasi atau pembesarannya menckan jalan aliran likuor sehingga mengakibatkan bendungan dan terjadi hidrosefalus interim. pembuluh darah melebar atau kadang-kadang tampak terputusputus. Tapi bila kejang terjadi pertama kali pada usia dekade III dari kehidupan harus diwaspadai kemungkinan adanya tumor otak. Gambarannya berupa kaburnya batas papil. GEJALA TUMOR OTAK BERDASAR LOKASI Tumor di lobus frontalis daerah prefrontal bisa memberikan gejala gangguan mental sebelum munculnya gejala lainnya. gejala gangguan mental ini semakin nyata dan kompleks. Kejang yang sifatnya lokal sukar dibedakan dengan kejang akibat lesi otak lainnya. Kelumpuhan motorik timbul bila terjadi destruksi atau penekanan oleh tumor terhadap jalur kortikospinal. jari-jari. Makin besar tumomya. Tumor di daerah presentral bisa menimbulkan gejala kejang fokal pada sisi kontralateral. sedang kejang yang sifatnya umum/general sukar dibedakan dengan kejang karma epilepsi. Penyebab edema papil ini masih diperdebatkan. Afasia motorik (gangguan bicara bahasa berupa hilangnya kemampuan mengutarakan maksud) bisa terjadi bila tumor mengenai daerah area Broca yang terletak di belahan kiri belakang. bahu. abdomen disertai pengecilan alat genital (distrofia adiposogenitalis). Reflck memegang (grasp reflex) juga khas untuk tumor di lobus frontalis ini. mandibula. kaki. Kejang Ini terjadi bila tumor berada di hemisfer serebri serta merangsang korteks motorik.jarang terjadi tanpa disertai nyeri kepala. sehingga lebih besar dan tinggi dibanding anak seumurnya. Adenoma basofil menyebabkan penimbunan lemak di daerah wajah. kepribadian dan tingkah laku serta penderita merasakan perasaan selalu senang (euforia). Untuk mengetahui gambaran edema papil seharusnya kita sudah mengetahui gambaran papil normal terlcbih dahulu. Adenoma eosinofil pada anak akan menyebabkan pertumbuhan raksasa. Sedang pada orang dewasa akan menyebabkan pembesaran tangan. gangguan bola maw karena kelumpuhan sarafnya serta edema papil. gangguan visual. warna papil berubah menjadi lebih kemerahan dan pucat. Adenoma khromofob menyebabkan bertambahnya berat badan dan menurunnya libido. penebalan kulit dan lidah (akromegali). Tumor lobus temporalis bila berada di daerah unkus akan menimbulkan gejala halusinasi pembauan dan pengecapan (uncinate fits) disertai gerakan-gerakan bibir dan lidah (mengecap- . berupa perubahan perasaan. Tumor di kelenjar hipofisis akan memberikan gejala sesuai dengan sel kelenjar endokrin yang terkena. tapi diduga akibat penekanan terhadap vena sentralis retinae. gangguan keseimbangan dalam berjalan. Edema Papil Keadaan ini bisa terlihat dengan pemeriksaan funduskopi menggunakan oftalmoskop.

Gejala khas yang muncul yaitu defek lapangan penglihatan sebagian. Penekanan terhadap jalur aliran likuor menimbulkan hidrosefalus sehingga nycri kepala kemudian edema papil timbul. tapi jarang anestesi total. Bisa juga terjadi herniasi dan menekan batang otak sehingga menyebabkan gangguan pada beberapa saraf kranial. Tumor yang berkembang lebih lanjut akan melibatkan jalur kortikospinal sehingga menyebabkan kelumpuhan anggota badan sisi kontralateral. Gangguan cmosi berupa rasa takut/panik bisa juga muncul. Lesi destruktif akan menyebabkan hilangnya berbagai bentuk sensasi. Tumor di lobus temporal bagian media bisa menimbulkan gejala "seperti pernah mengalami kejadian semacam ini sebelumnya" (deja vu). yang kemudian bisa menyebar ke lokasi lainnya. Berkurangnya pendengaran bisa terjadi pada tumor yang mengenai korteks di bagian belakang lobus temporal. Tumor di lobus oksipitalis memberikan gejala awal terutama nyeri kepala. Tumor yang tumbuh ke arah lebih dalam bisa menimbulkan gejala hiperestesi. astereognosis (tak bisa mengenali bentuk benda yang ditaruh di tangan) merupakan bentuk-bentuk gejala yang sering timbul. kesemutan atau seperti terkena aliran listrik) di satu lokasi. III & IV sehingga menimbulkan gangguan konyugasi bola mata. misalnya terjadi dilatasi pupil sesisi yang menetap atau menghilangkan reflek kornea. yaitu kehilangan kemampuan memahami maksud pembicaraan orang lain. Gangguan diskriminasi terhadap rangsang taktil. Tumor di lobus parietalis pada umumnya akan memberikan gejala pelbagai bentuk gangguan sensoris. Tumor pada girus angularis kiri bisa menimbulkan gejala yang disebut aleksia (kehilangan kemampuan memahami katakata tertulis). Juga terjadi dilatasi pupil sebelah mata (anisokori) yang bereaksi negatif terhadap rangsang cahaya. Tremor. Bila lesinya destruktif akan menimbulkan gangguan pembauan dan pengecapan walau tidak sampai total. juga tidak mengenal wajah orang lain (prosopagnosia). nistagmus dan ataksia bisa terjadi bila jalur ke serebelum ikut terlibat.ngecap). Bisa juga terjadi gangguan kesadaran sesaat (misalnya selagi penderita berjalan kaki) tapi tidak sampai terjatuh. seperti merasakan rangsang yang berlebih padahal rangsang yang sebenarnya terjadi hanya ringan. Lesi di hemisfer dominan bisa menimbulkan gejala tidak mengenal benda yang dilihat (visual object agnosia) dan kadang-kadang tidak mengenal warna (agnosia warna). Lesi iritatif bisa menimbulkan gejala parestesi (rasa tebal. Atau bisa juga mengenai jalur optik (radiatio optica) sehingga timbul gangguan penglihatan sebagian. Tumor di daerah pons dan medula oblongata biasanya . Tumor di hemisfer dominan bagian belakang (area Wcrnicke) menimbulkan gejala afasia sensoris. dcmikian juga spastisitas anggota badan karena terlibatnya jalur kortikospinal. Sedang pada yang kanan menyebabkan gejala berupa gangguan dalam menyadari adanya sisi sebelah dari tubuh. Tumor di daerah mesensefalon sering menekan jalur supra nuklear dari nukleus n.

Tumor di serebellum biasanya menyerang anak-anak. muntah. Ini bisa diperiksa dengan menyuruh penderita berdiri sambil menutup mata. bersin atau mengejan (misalnya waktu buang air besar atau koitus). Juga ataksia lcbih menonjol pada anggota badan sebelah sisi lesi Gejala umum yang terjadi disebabkan karena gangguan fungsi serebral akibat edema otak dan tekanan intrakranial yang meningkat. tapi diduga akibat penekanan terhadap vena sentralis retinae. sedang kejang yang sifatnya umum/general sukar dibedakan dengan kejang karma epilepsi. Nyeri kepala merupakan gejala permulaan dari tumor otak yang berlokasi di daerah lobus oksipitalis. bisa berupa nyeri kepala. dan jarang terjadi tanpa disertai nyeri kepala. penurunan kesadaran. warna papil berubah menjadi lebih kemerahan dan pucat. Gejala spesifik terjadi akibat destruksi dan kompresi jaringan saraf. Tumor serebelum di daerah lateral (hemisfer) lebih menonjolkan gejala nistagmus yang nyata ke arah sisi lesi. Mengingat daerah ini merupakan tempat beradanya Beberapa inti saraf kranial. Penyebab nyeri kepala ini diduga akibat tarikan (traksi) pada pain sensitive structure seperti dura. maka akan timbul pula beberapa gejala akibat disfungsi saraf kranial tersebut. pembuluh darah atau serabut saraf. dan berkurang bila duduk. berupa perubahan perasaan. Biasanya muncul pada pagi hari setelah bangun tidur dan berlangsung beberapa waktu. Tapi bila kejang terjadi pertama kali pada usia dekade III dari kehidupan harus diwaspadai kemungkinan adanya tumor otak. GEJALA TUMOR OTAK BERDASAR LOKASI Tumor di lobus frontalis daerah prefrontal bisa memberikan gejala gangguan mental sebelum munculnya gejala lainnya. Edema Papil Keadaan ini bisa terlihat dengan pemeriksaan funduskopi menggunakan oftalmoskop. Edema papil dan defisit neurologis lain biasanya ditemukan pada stadium yang lebih lanjut. Nycri kepala dan pusing (vertigo) yang diperberat oleh rotasi kepala juga merupakan gejala yang umum terjadi. disertai diplopia (melihat dobel). sedang bila tumor di daerah median tidak menunjukkan nistagmus yang jelas. Muntah Lebih jarang dibanding dengan nyeri kepala. kejang. pembuluh darah melebar atau kadangkadang tampak terputusputus. Gejala yang menonjol pada fase awal berupa kenaikan tekanan intrakranial akibat penekanan jalan likuor sehingga terjadi hidrosefalus. Nyeri kepaia juga bertambah berat waktu posisi berbaring. kepribadian dan tingkah laku serta . Muntah biasanya proyektil (menyemprot) tanpa didahului rasa mual. Kejang yang sifatnya lokal sukar dibedakan dengan kejang akibat lesi otak lainnya. gangguan mental. Hemiparesis alternans merupakan salah satu ciri lesi di daerah ini. Penyebab edema papil ini masih diperdebatkan. Serangan semakin lama semakin sering dengan interval semakin pendek. Kejang Ini terjadi bila tumor berada di hemisfer serebri serta merangsang korteks motorik. Gambarannya berupa kaburnya batas papil. Biasanya terjadi pula gangguan keseimbangan dalam berdiri dan berjalan. Nyeri Kepala (Headache) Nyeri kepala biasanya terlokalisir. Untuk mengetahui gambaran edema papil seharusnya kita sudah mengetahui gambaran papil normal terlcbih dahulu. penderita akan goyang (test Romberg). Nyeri kepala ini bertambah hebat pada waktu penderita batuk. gangguan visual dan sebagainya. datang pergi (rekuren) dengan interval tak teratur beberapa menit sampai beberapa jam. tapi bisa juga menyeluruh.menimbulkan gejala fokal permulaan berupa paresis n. Biasanya terjadi bila tumor yang lokasi atau pembesarannya menckan jalan aliran likuor sehingga mengakibatkan bendungan dan terjadi hidrosefalus interim. VI unilateral sehingga bola mats tidak bisa melirik ke sisi lesi.

Tumor yang berkembang lebih lanjut akan melibatkan jalur kortikospinal sehingga menyebabkan kelumpuhan anggota badan sisi kontralateral. Adenoma khromofob menyebabkan bertambahnya berat badan dan menurunnya libido. Gejala khas yang muncul yaitu defek lapangan penglihatan sebagian. Tumor di kelenjar hipofisis akan memberikan gejala sesuai dengan sel kelenjar endokrin yang terkena. yaitu kehilangan kemampuan memahami maksud pembicaraan orang lain. Penekanan terhadap jalur aliran likuor menimbulkan hidrosefalus sehingga nycri kepala kemudian edema papil timbul. Lesi iritatif bisa menimbulkan gejala parestesi (rasa tebal. jadi menyerupai gejala psikiatris. gangguan bola maw karena kelumpuhan sarafnya serta edema papil. Tremor. Tumor di lobus temporal bagian media bisa menimbulkan gejala "seperti pernah mengalami kejadian semacam ini sebelumnya" (deja vu). abdomen disertai pengecilan alat genital (distrofia adiposogenitalis). seperti merasakan rangsang yang berlebih padahal rangsang yang sebenarnya terjadi hanya ringan. kaki. Gangguan cmosi berupa rasa takut/panik bisa juga muncul. Sedang pada yang kanan menyebabkan gejala berupa gangguan dalam menyadari adanya sisi sebelah dari tubuh. Adenoma eosinofil pada anak akan menyebabkan pertumbuhan raksasa. Bila lesinya destruktif akan menimbulkan gangguan pembauan dan pengecapan walau tidak sampai total. penebalan kulit dan lidah (akromegali). Lesi destruktif akan menyebabkan hilangnya berbagai bentuk sensasi. Tumor di daerah mesensefalon sering menekan jalur supra nuklear dari nukleus n. Tumor di hemisfer dominan bagian belakang (area Wcrnicke) menimbulkan gejala afasia sensoris. Tumor pada girus angularis kiri bisa menimbulkan gejala yang disebut aleksia (kehilangan kemampuan memahami katakata tertulis). Berkurangnya pendengaran bisa terjadi pada tumor yang mengenai korteks di bagian belakang lobus temporal. Tumor yang tumbuh ke arah lebih dalam bisa menimbulkan gejala hiperestesi. Pada stadium yang lebih lanjut bisa terjadi gangguan pembauan (anosmia). Tumor lobus temporalis bila berada di daerah unkus akan menimbulkan gejala halusinasi pembauan dan pengecapan (uncinate fits) disertai gerakan-gerakan bibir dan lidah (mengecapngecap). Afasia motorik (gangguan bicara bahasa berupa hilangnya kemampuan mengutarakan maksud) bisa terjadi bila tumor mengenai daerah area Broca yang terletak di belahan kiri belakang. kesemutan atau seperti terkena aliran listrik) di satu lokasi. gangguan visual. tapi jarang anestesi total. Tumor di lobus oksipitalis memberikan gejala awal terutama nyeri kepala. Juga terjadi dilatasi pupil sebelah mata (anisokori) yang bereaksi negatif terhadap rangsang cahaya. Tumor di daerah pons . Gangguan diskriminasi terhadap rangsang taktil.penderita merasakan perasaan selalu senang (euforia). dcmikian juga spastisitas anggota badan karena terlibatnya jalur kortikospinal. Tumor di lobus parietalis pada umumnya akan memberikan gejala pelbagai bentuk gangguan sensoris. jari-jari. sehingga lebih besar dan tinggi dibanding anak seumurnya. yang kemudian bisa menyebar ke lokasi lainnya. gangguan keseimbangan dalam berjalan. misalnya terjadi dilatasi pupil sesisi yang menetap atau menghilangkan reflek kornea. Bisa juga terjadi herniasi dan menekan batang otak sehingga menyebabkan gangguan pada beberapa saraf kranial. Atau bisa juga mengenai jalur optik (radiatio optica) sehingga timbul gangguan penglihatan sebagian. Sedang pada orang dewasa akan menyebabkan pembesaran tangan. Bisa juga terjadi gangguan kesadaran sesaat (misalnya selagi penderita berjalan kaki) tapi tidak sampai terjatuh. III & IV sehingga menimbulkan gangguan konyugasi bola mata. Tumor di daerah presentral bisa menimbulkan gejala kejang fokal pada sisi kontralateral. Makin besar tumomya. juga tidak mengenal wajah orang lain (prosopagnosia). bahu. nistagmus dan ataksia bisa terjadi bila jalur ke serebelum ikut terlibat. mandibula. Kelumpuhan motorik timbul bila terjadi destruksi atau penekanan oleh tumor terhadap jalur kortikospinal. Lesi di hemisfer dominan bisa menimbulkan gejala tidak mengenal benda yang dilihat (visual object agnosia) dan kadangkadang tidak mengenal warna (agnosia warna). Adenoma basofil menyebabkan penimbunan lemak di daerah wajah. gejala gangguan mental ini semakin nyata dan kompleks. Reflck memegang (grasp reflex) juga khas untuk tumor di lobus frontalis ini. astereognosis (tak bisa mengenali bentuk benda yang ditaruh di tangan) merupakan bentuk-bentuk gejala yang sering timbul.

yang secara keseluruhan belum mungkin untuk dibicarakan satu persatu dalam kesempatan ini. Hemiparesis alternans merupakan salah satu ciri lesi di daerah ini. Tumor yang berasal dari lapisam otak (meningioma dural) Tumor yang berkembang didalam / pada syaraf kranial 3. penderita akan goyang (test Romberg). terbentuknya oedema sekitar tumor danperubahan sirkulasi cerebrospinal. CT Sean atau MRI. disebabkan oleh tumor dan tekanan intrakranial. Gangguan suplai darah arteri pada umumnya bermanifestasi sebagai kehilangan fungsi secara akut dan mungkin dapatdikacaukan dengan gangguan cerebrovaskuler primer. Beberapa tumor membentuk kista yang juga menekan parenkim otak sekitarnya sehingga memperberat gangguan neurologis fokal. Gejala-gejala terjadi berurutan. Tentu saja disfungsi yang paling besar terjadi pada tumor yang tumbuh paling cepat. sedang bila tumor di daerah median tidak menunjukkan nistagmus yang jelas. Gejala-gejalanya sebaiknya dibicarakan dalam suatu perspektif waktu. Lesi metastatik yang berasal dari bagian tubuh mana saja Patofisiologi : Tumor otak menyebabkan gangguan neurologis. Juga ataksia lcbih menonjol pada anggota badan sebelah sisi lesi. Tumor ganas menimbulkan . Mengingat daerah ini merupakan tempat beradanya Beberapa inti saraf kranial. Tumor yang berasal didalam jaringan otak 4. Tumor serebelum di daerah lateral (hemisfer) lebih menonjolkan gejala nistagmus yang nyata ke arah sisi lesi. Pertumbuhan tumor menyebabkan bertambahnya massa. Definisi : Tumor otak adalah lesi intra kranial yang menempati ruang dalamtulang tengkorak Klasifikasi Tumor Otak : 1. Gejala yang menonjol pada fase awal berupa kenaikan tekanan intrakranial akibat penekanan jalan likuor sehingga terjadi hidrosefalus. VI unilateral sehingga bola mats tidak bisa melirik ke sisi lesi. maka akan timbul pula beberapa gejala akibat disfungsi saraf kranial tersebut. PENUTUP Dengan dikemukakannya berbagai gejala tumor otak diharapkan setidak-tidaknya kita menjadi lebih waspada akan kemungkinan adanya tumor di dalam otak. Ini bisa diperiksa dengan menyuruh penderita berdiri sambil menutup mata. Tumor di serebellum biasanya menyerang anak-anak. Hal ini menekankan pentingnya anamnesis dalam pemeriksaan klien. Untuk lebih memperdalam gejala-gejala tumor otak yang kompleks tersebut. karena tumor akan mengambil ruang yang relatif dari ruang tengkorak yang kaku. Untuk konfirmasi diagnostik lebih lanjut tentu dibutuhkan berbagai alat bantu diagnostik seperti EEG. Gejala neurologik pada tumor otak biasanya dianggap disebabkan oleh 2 faktor gangguan fokal. Perubahan suplai darah akibat tekanan yang ditimbulkan tumor yang tumbuh menyebabkan nekrosis jaringan otak. Beberapa bagian lokasi otak di mana tumor otak bisa bersarang belum dibicarakan gejala-gejalanya. Masih banyak gejala klinis tumor otak lain yang sangat komplek. Peningkatan tekanan intra kranial dapat diakibatkan oleh beberapa faktor : bertambahnya massa dalam tengkorak. Nycri kepala dan pusing (vertigo) yang diperberat oleh rotasi kepala juga merupakan gejala yang umum terjadi. Gangguan fokal terjadi apabila penekanan pada jaringan otak dan infiltrasi/invasi langsung pada parenkim otak dengan kerusakan jaringan neuron. disertai diplopia (melihat dobel). Biasanya terjadi pula gangguan keseimbangan dalam berdiri dan berjalan. Serangan kejang sebagai manifestasi perubahan kepekaan neuro dihubungkan dengan kompresi invasi danperubahan suplai darah ke jaringan otak. dianjurkan untuk menelaah kembali sumber-sumber kepustakaan yang ada.dan medula oblongata biasanya menimbulkan gejala fokal permulaan berupa paresis n.

hiperekstremitas esndi Tanda dan Gejala Umum : 1. Observasi sirkulasi cairan serebrospinal dari ventrikel laseral ke ruang sub arakhnoid menimbulkan hidrocepalus. Tanda dan Gejala Menurut lokasi tumor : 1. hipertensisistemik (pelebaran tekanan nadi dan gangguan pernafasan). Peningkatan tekanan intrakranial akan membahayakan jiwa. . gangguan penglihatan 7. Lobus temporalis Tinitus. Gangguan memori 6. bila terjadi secara cepat akibat salah satu penyebab yang telah dibicarakan sebelumnya. hemiparesis. volume cairan serebrospinal. Mekanisme kompensasi ini antara lain bekerja menurunkan volume darah intra kranial. namun diduga disebabkan selisih osmotik yang menyebabkan perdarahan. sulit memberi argumenatasi/menilai benar atau tidak. Herniasi menekan men ensefalon menyebabkab hilangnya kesadaran dan menenkan saraf ketiga. main bertambah bila batuk. Intrakranial yang cepat adalah bradicardi progresif. gangguan motorik. gangguan lokalisasi sensorik. ataksia. Kenaikan tekanan yang tidak diobati mengakibatkan herniasi ulkus atau serebulum. afasia. kortikalis. Perubahan kepribadian 5. Mekanisme belum seluruhnyanya dipahami. muntah. Obstruksi vena dan oedema yang disebabkan kerusakan sawar darah otak. 4. tingkah laku aneh. penurunan fungsi pendengaran. mual. 2. Kejang 3. Gangguan alam perasaa Trias Klasik . tonsil sebelum bergeser ke bawah melalui foramen magnum oleh suatu massa posterior. Kompresi medula oblongata dan henti nafasterjadi dengan cepat. kandungan cairan intrasel dan mengurangi sel-sel parenkim. Kortek presentalis posterior Kelemahan/kelumpuhan pada otot-otot wajah. Tanda-tanda peningkatan tekanan intra kranial : Pandangan kabur. Lobus Parietalis Hilang fungsi sensorik. afasia sensorik. Pada herniasi serebulum.Nyeri kepala . Nyeri kepala berat pada pagi hari. Lobus Oksipitalis Kejang. Herniasi timbul bila girus medialis lobus temporals bergeser ke inferior melalui insisura tentorial oleh massa dalam hemisfer otak. nyeri kepala. bingung. Cerebulum Papil oedema. lidah dan jari 3. Lobus frontalis Gangguan mental / gangguan kepribadian ringan : depresi. halusinasi pendengaran. kelumpuhan otot wajah 6. membungkuk 2. Lobus parasentralis Kelemahan pada ekstremitas bawah 4. gangguan penglihatan 5.oedema dalam jaruingan otak. perubahan tanda-tanda vital. dan gangguan bicara. Mekanisme kompensasi memerlukan waktu berhari-hari/berbulan-bulan untuk menjadi efektifdan oelh karena ity tidak berguna apabila tekanan intrakranial timbul cepat. hipotonia. semuanya menimbulkan kenaikan volume intrakranial.

nyer kepla b. diabetes melitus • Motorik : hiperekstensi. agama.Kolaborasi O2 2. disorientasi. kelemahan sendi Diagnosa Keperawatan : 1. bunyi nafas . dispnea. penghasilan. berdesis • Penglihatan : penurunan lapang pandang. halusinasi • Jantung : bradikardi. Angioserebral Pengkajian : 1. Data klien : nama. EEG 3.Papil oedema . aspirasi. Tujuan : Gangguan pertukaran gas dapat teratasi Tindakan : . penurunan/kehilangan memori. nyeri bertambah bila klienbatuk. Riwayat kesehatan : . umur. mengejan.Pantau vital sign . 1. Gangguan pertukaran gas b. suku bangsa.. potensial obstruksi jalannafas.d peningkatan TIK. dispnea.d disfungsi neuromuskuler (hilangnya kontrol terhadap otot pernafasan ).Riwayat Kesehatan Keluarga 3. Gangguan rasa nyaman.Berikan kompres dimana pada area yang sakit . MRI 5.Riwayat Kesehatan lalu . tingkah laku aneh. jenis kelamin. penanggung jawab. golongan darah. alamat. Rontgent tengkorak anterior-posterior 2. afek tidak sesuai.Pantau AGD .Monitor pola nafas. status perkawinan.Bebaskan jalan nafas . ditandai dengan : perubahan kedalamam nafasn. ditndai dengan : nyeri kepala terutama pagi hari.Riwayat kesehatan sekarang .keluhan utama . afasia. CT Scan 4. penurunan pendengaran. dll 2.Monitor penururnan gas darah . penglihatan kabur • Pendnegaran : tinitus. pekerjaan.pantau skala nyeri . pendidikan. klien merintih kesakitan. disfungsi neuromuskuler • Sistem hormonal : amenorea. membungkuk Tujuan : rasa nyeri berkurang Tindakan : . rambut rontok. Pemeriksaan fisik : • Saraf : kejang. hipertensi • Sistem pernafasan : irama nafas meningkat.Muntah Pemeriksaan Diagnostik . obstruksi jalan nafas.

badingkan dengan nilai standart .Kurangi stimulus yang merangsang.Hindari meninggalkan klien sendiri 5. ditandai dengan : kejang. pembengkakakan jaringan otak. .Jelaskan pentingnya pemeriksaan neurologis .d perubahan fisiologi.Tentukan faktor yang berhubungan dengan keadaan tertentu.Kaji respon motorik terhadap perintah sederhana . emosi dari keadaan seseorang . Perubahan proses pikir b.Kompres dingin pada daerah kepala .Kolaborasi pemberian obat : analgetik.d disfungsi otot sekunder terhadap depresi SSP. yang dapat menyebabkan penurunan perfusi dan potensial peningkatan TIK .Observasi saat kejang. catat ukuran pupil.kaji rentang perhatian . ditandai dengan peningkatan TIK. prednison. penurunan kesadaran. lama kejang.Beri posisi yang nyaman .d hipoksia jaringan. sulit konsentrasi Tujuan : mempertahankan orientasi mental dan realitas budaya Tindakan : .Pertahankan bantuan yang konsisten oleh staf. keadaan pupil. antikonvulsi.Pastikan keluarga untuk membandingkan kepribadian sebelum mengalami trauma dengan respon klien sekarang .Kaji faktor defisid.Orientasikan klien pada tempat. waktu.Observasi mual.Instruksikan untuk melakukan rileksasi . gangguan penglihatan. nekrosis jaringan. keberadaan staf sebanyak mungkin .Monitor tanda vital .Pantau suhu lingkungan .Lakukan Massage . orang. kritik yang negatif .Catat adanya pengaruh nyeri . antiemetik 3.Identifikasi bahaya potensial pada lingkungan klien .Dengarkan klieen dengan penuh perhatian semua hal yang diungkapkan klien/keluarga . Resiko tinggi cidera b.Catat status neurologi secara teratur. ketajaman pnglihatan dan penglihatan kabur .Pantau intake. kejadian . ditandai dengan disorientasi.Observasi tanda nyeri non verbal . relaksan. pendengaran Tujuan : tidak terjadi cidera Tindakan : . depresi SSP dan oedema Tujuan : gangguan perfusi jaringan berkurang/hilang Tindakan : .Gunakan teknik sentuham yang terapeutik .Evaluasi : pupil. muntah . output.Anjurkan klien untuk tidak beraktifitas 4.Pantau tekanan darah . turgor .. disorientasi. Gangguan perfusi serebral b.Pantau tingkat kesadaran .

tapi bisa pula kabur. kecepatan pertumbuhan dan penyebaran. termasuk menyempit sampai tidak terlihatnya sistem sisterna dan sulkus dari otak bahkan sampai terajdi penipisan tulang tengkorak. penurunan kesadaran. dan edema papil pada pemeriksaan fundus.d kurang informasi tentang prosedur Tujuan : rasa cemas berkuang Tindakan : .Beritahu klien untuk menghindari/ membatasi batuk. tapi bisa juga menyeluruh. lokalisasi tumor dan kecepatan kenaikan tekanan intrakranial. muntah. atau mengejan.. gangguan mental. Manifestasi klinis tumor otak tergantung dari beberapa faktor. untah . Tetapi sebenarnya gejala klinis tumor otak sering tidak sejelas itu. muntah. bisa berupa nyeri kepala.Jawab setiap pertanyaan dengan penuh perhatian . Gejala spesifik terjadi akibat destruksi dan kompresi jaringan saraf. 1. apalagi pada fase dini. Gejala itu bisa khas. . sejalan dengan perkembangan tumor otak juga mempunyai kemampuan terbatas untuk bergeser “Elastic Property”. Biasanya muncul pada pagi hari setelah bangun tidur dan berlangsung beberapa waktu. Nyeri Kepala Nyeri kepala biasanya terlokalisir. dan sebagainya. antara lain : jenis dan sifat tumor. sehingga bila kita tidak waspada bisa terkecoh dengan dugaan yang keliru.Beri kesempatan klien untuk mengungkapkan piiran dan perasaan takut .Tinggikan kepala 15-45 derajat 6. menggunakan semua celah yang ada untuk mendekompresi tekanan intrakranial.Libatkan keluarga dalam perawatan Pada tumor akan terjadi lesi desak ruang yang kronis progresif dengan segala konsekuensinya. bersin.kaji status mental dan tingkat cemas . Cemas b.Beri penjelasan hubungan antara proses penyakit dan gejala . Di kalangan medis pada umumnya sudah dikenal trias gejala tumor otak yaitu nyeri kepala. rekuren dengan interval tidak teratur beberapa menit sampai beberapa jam. Gejala Umum Gejala umum yang terjadi disebabkan oleh gangguan fungsi cerebral akibat edema otak dan tekanan intrakranial yang meningkat. Edema papil dan defisit neurologis lain biasanya ditemukan pada stadium yang lebih lanjut. Serangan semakin lama semakin sering dengan interval makin pendek. kejang. gangguan visual. tingkah laku yang tidak sesuai . Nyeri kepala ini bertambah hebat jika batuk.Perhatikan adanya gelisah meningkat.

Karena desakan tumor. sedang kejang yang sifatnya general. Kelumpuhan saraf otak. Tanda-tanda lokalisatorik yang benar atau simpton fokal . dan IV. pembuluh darah melebar atau kadang-kadang tampak terputus-putus. Edema papil Keadaan ini bisa terlihat dengan pemeriksaan funduskopi menggunakan oftalmoskop. Tanda tersebut adalah : a. Desakan itu tidak harus langfsung terhadap saraf otak. Gangguan endokrin dapat juga timbul proses desak ruang di daerah hipofise. 5. Kejang yang sifatnya lokal sukar dibedakan dengan kejang akibat lesi otak lainnya. saraf dapat tertarik atau tertekan. warna papil menjadi lebih kemerahan dan pucat. Gangguan mental Gejala psikiatri tumor otak variasinya cukup banyak. Muntah Muntah bersifat tiba-tiba dan proyektil tanpa didahului mual. b. IV. 3. Gambarannya berupa kaburnya batas papil. Saraf yang sering terkena tidak langsung adalah saraf III. berbeda-beda bagi tiap pasien walaupun diagnosisnya sama. Kejang Ini terjadi bila tumor berada di hemisfer serebri serta merangsang kortex motorik. dapat ditemukan pada tumor yang terdapat di dalam salah satu hemisferium saja. Gejala psikiatri yang sering timbul pada tumor otak antara lain : o Gangguan fungsi intelektual o Gangguan fungsi berbahasa o Hilangnya daya ingat o Gangguan emosi o Kemunduran taraf kecerdasan Tanda-tanda lokalisatorik yang menyesatkan Suatu tumor intrakranial dapat menimbulkan manifestasi yang tidak sesuai dengan fungsi area yang ditempatinya. c. sukar dibedakan dengan kejang karena epilepsi. Tapi bila kejang terjadi pertama kali pada usia dekade II dari kehidupan harus diwaspadai kemungkinan adanya tumor otak. bahkan pada seorang pasien sering kali gejalanya berubah-ubah dari waktu ke waktu. Gangguan mental d. Refleks patologis yang positif pada kedua sisi. 4.2.

Tanda-tanda lokalisatorik tersebut adalah : a. b. kesemutan) o Lesi destruksi menyebabkan hilangnya berbagai bentuk sensasi o Astereognosis dan gangguan diskriminasi terhadap rangsang taktil o Hiperestesi bila tumornya tumbuh ke arah lebih dalam o Gangguan penglihatan sebagian e. Simptom fokal dari tumor di lobus temporalis o Halusinasi pembauan dan pengecapan disertai gerakan bibir dan lidah bila berada di daerah unkus o Gangguan kesadaran sesaat. Simptom fokal dari tumor di lobus frontalis o Gangguan mental berupa perubahan tingkah laku.Neoplasma serebral yang tumbuh di daerah fungsional dapat menyebabkan defisit serebral tertentu sebelum manifestasi hipertensi intrakranial menjadi kenyataan. euforia o Afasia motorik bila mengenai area Broca o Grasp refleks o Pada stadium lanjut bisa terjadi anosmia. kadang-kadang tidak . gangguan keseimbangan. dan edema papil. gangguan emosi berupa rasa takut/panik bila mengenai lobus temporalis bagian medial o Berkurangnya pendengaran bila mengenai korteks bagian belakang o Afasia sensorik bila mengenai area Wernicke o Keadaan lanjut terjadi kelumpuhan anggota badan sisi kontralateral o Dilatasi pupil sesisi yang menetap atau menghilangnya refleks kornea bila telah terjadi herniasi dan penekanan batang otak d. gangguan gerakan bola mata. gangguan visual. Simptom fokal dari tumor di daerah presentralis o Kejang fokal pada sisi kontralateral o Kelumpuhan motorik bila terjadi destruksi atau penekanan oleh tumor terhadap jalur kortikospinal c. Simptom fokal dari tumor di lobus oksipitalis o Gejala awal terutama nyeri kepala o Defek lapangan penglihatan sebagian o Lesi di hemisfer dominan terjadi visual objek agnosia. Simptom fokal dari tumor di lobus parietalis o Berbagai bentuk gangguan sensorik o Lesi iritatif menimbulkan gajala parestesi (rasa tebal.

terjadi pada anak. Bradikardi dan tekanan darah sistemik yang meningkat progresif akibat kompensasi terhadap iskemik di otak karena adanya tumor 4. dapat timbul oleh meningioma o Pengapuran terutama pada glioma. baik pemeriksaan status internus maupun status neurologis. Papil edema. o Impressiones digitatae. Sutura sagital dan koronal adalah yang paling mudah melebar.mengenal warna dan prosopagnosia f. dan ataksia anggota badan sebelah sisi lesi DIAGNOSIS Evaluasi diagnostik pada penderita yang dicurigai menderita tumor otak harus dimulai dengan anamnesis dan pemeriksaan fisis yang teliti. Simptom fokal dari tumor di daerah pons dan medula oblongata o Gejala fokal permulaan berupa paresis nervus VI unilateral o Nyeri kepala dan vertigo o Hemiparesis alternans g. Simptom fokal dari tumor di serebelum o Biasanya pada anak-anak sehingga gejala awal yang menonjol adalah hidrosefalus. Pada anak-anak dapat memperbesar ukuran kepal dan teregangnya sutura tekanan intrakranial yang meningkat 3. Pemeriksaan foto kepala Foto kepala sekurang-kurangnya dari 2 arah yakni AP dan lateral. Adapun tanda-tanda fisik diagnostik pada tumor intrakranial : 1. Angiografi . dapat timbul pada tekanan intrakranial yang meningkat atau akibat penekanan pada nervus optikus oleh tumor secara langsung 2. nistagmus ke arah lesi. pinealoma b. Penurunan irama dan frekuensi pernapasan akibat tekanan intrakranial yang sangat meningkat Selain berdasarkan riwayat penyakit dan pemeriksaan fisis. Hal yang diharapkan dapat terlihat adalah : o Pelebaran sutura. terjadi bila peningkatan TIK sudah lama. dilakukan juga beberapa pemeriksaan penunjang : a. sehingga gambaran kranium tampak “aspek berawan” o Pelebaran fossa hipofisis dan destruksi endositosis. gangguan keseimbangan. makin muda usia anak makin cepat serta makin lebar sutura.

sudah terjadi . merupakan pemeriksaan invasif dan dapat mendeteksi kelainan sebesar 4 mm. Dengan melihat gambar T1 maupun T2 dapat ditentukan karakteristik suatu tumor apakah tumor tersebut padat.Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk melihat struktur pembuluh darah. sehingga memudahkan untuk dapat menentukan teknik operasi atau menentukan tumor tersebut tidak dapat dioperasi mengingat resiko/komplikasi yang akan timbul. CT lebih sensitif dalam mendeteksi kalsifikasi. suatu tumor dapat dengan jelas tervisualisasi melalui potongan 3 dimensi. Bila perlu untuk tumor otak yang sangat vaskuler dapat dilakukan embolisasi prabedah sehingga operasi pengangkatan tumornya menjadi lebih mudah. d. Adanya tumor dapat diketahui dari : o Terjadinya displacement pembuluh darah karena pendesakan oleh tumor o Adanya neovaskularisasi serta pelebaran pembuluh darah pada tumor o Densitas jaringan yang meninggi oleh banyaknya kontras yang masuk pada tumor dibanding daerah otak normal atau yang disebut tumor staining Angiografi saat ini hanya dilakukan untuk membedakan antara tumor dan kelainan vaskuler. sekalipun dengan kontras. nekrosis. kalsifikasi. karena CT Scan sukar mendiagnosis tumor otak akibat banyaknya artefak. kistik. maupun lemak dan lain-lain. atau untuk pemeriksaan tambahan untuk melihat hubungan tumor dengan pembuluh darah sekitarnya. c. ada perdarahan. bila CT Scan meragukan. Computer Tomography Sensitivitas CT untuk mendeteksi dini massa intrakranial khususnya neoplasma cukup tinggi (80-98%). tumor relatif masih kecil dan datang dalam keadaan sadar baik. e. Pneumoencephalografi dan Ventrikulografi Pemeriksaan ini dilakukan dengan memberikan kontras medium. Dengan MRI. Sebaliknya di negara berkembang tidak jarang penderita datang dalam keadaan tidak sadar. baik berupa udara atau cairan ke dalam rongga otak melalui lumbal punksi atau langsung ke dalam ventrikel otak yang telah dilakukan shunting. PENATALAKSANAAN Di negara maju penderita tumor otak umumnya sudah terdeteksi lebih dini. Pemeriksaan ini sudah ditinggalkan karena teknik yang sulit serta hasilnya yang minimal. Magnetic Resonance Imaging Terutama untuk tumor-tumor di daerah fossa posterior.

2. Edema yang luas di sekitar tumor kadang-kadang sulit dikontrol dengan steroid saja. Dekompresi tumor dilakukan apabila edema dan hidrosefalus yang terjadi mengakibatkan defisit neurologis. Tujuan dari “surgical decompression” adalah untuk menurunkan tekanan intrakranial. neurinoma akustik. gradasinya. Keputusan untuk melakukan pembedahan dan reseksi tumor otak berbeda pada . meningkatnya kinetik sel. juvenile astrocitic astrocytoma. Terapi radiasi 3. Kalau mungkin menyembuhkan Diagnosis bisa dilakukan dengan biopsi terbuka atau biopsi sterotaktik. Pada dasarnya terapi tumor otak adalah : 1. Dekompresi. Operasi 2. adenoma hipofise. dan meningioma. dan 4. Diagnosis. Hasil biopsi jaringan untuk menentukan jenis tumor. Penyembuhan atau masa bebas tumor yang lama bisa dilakukan pada reseksi total dari hemangioblastoma. 3. dan mencegah memberatnya defisit neurologis. dan menentukan adanya tanda keganasan. Sitoreduksi masih konteroversi belum ada penelitian yang jelas mengenai ekstensifitas reseksi tumor dengan lamanya hidup penderita. dan kortikosteroid) sebelum melakukan tindakan definitf (pembedahan). Tindakan ini bisa memperpanjang hidup beberapa bulan. Sitoreduksi. Beberapa peneliti berpendapat bahwa ada hubungan antara sitoreduksi dengan meningkatnya efektifitas terapi adjuvan oleh karena dengan sitoreduksi berarti berkurangnya jumlah sel tumor yang diterapi. Meskipun dekompresi ini tidak merubah hasil akhir tetapi “Life Saving Decompression” juga dikerjakan sebagai tindakan emergensi terutama pada tumor yang terletak di temporal dan fossa posterior oleh karena kecenderungan terjadinya herniasi uncus dan tonsila cerebeli. diuretik. simptomatis.“impending herniation” atau bahkan herniasi sudah terjadi. Pada kasus seperti ini tindakan pertama yang dilakukan adalah melakukan dekompresi interna (terapi hiperosmolar. Kemoterapi OPERASI Ada 4 indikasi utama dari pembedahan tumor otak yaitu : 1. mengangkat sel hipoksik yang radio resisten dan mengangkat sel tumor yang sulit dicapai dengan kemoterapi.

setiap penderita dan pada setiap tumor. hipotalamus. misalnya tumor yang letaknya pada kortek dominan. Untuk tumor di fossa posterior. analisis yang terliti dari pemeriksaan radiologi bisa memberikan gambaran apakah tumornya infiltratif atau berdiferensiasi baik sehingga sangat resektabilitas tumor. Pembedahan yang ideal pada tumor hipofisis dilakukan pengangkatan tumor beserta kapsulnya. Pembersihan atau pembuangan tumor ini sering inkomplit. biasanya vermis dan dilaksanakan suction untuk membersihkan tumor.  Kalau tumor multipel maka perlu pemeriksaan neurologis klinis yang seksama untuk menentukan tumor yamg memberikan gejala yang lebih dominan untuk diangkat terlebih dahulu kalau tidak mungkin mengangkat tumor sekaligus. dilakukan “splitting” (pemisahan) korteks serebelum. Defisit neurologis oleh karena pertumbuhan infiltratif dari tumor biasanya permanen dan tidak reversibel setelah operasi. Reseksi yang agresif kadang-kadang menyebabkan defisit neurologis justru bertambah setelah penderita dioperasi.  Ukuran tumor dan jumlah tumor. Harus dipertimbangkan sebaik-baiknya keuntungan yang akan didapat oleh penderita dari operasi tersebut dengan kemungkinan defisit neurologis yang akan terjadi opersai tersebut. Bila tumor menyebabkan hidrosefalus akibat obstruksi ventrikel III atau akuaduktus maka biasnya dilakukan ventrikulosisternotomy dengan cara memasang tube dari ventrikel lateral ke sisterna magna. namun pada kenyataannya kapsula tumor dibuka dan tumor dikuret atau disedot. Pembedahan pada meningoma biasanya sulit dilakukan karena sering terjadi perdarahan dan menyebabkan edema serebral. batang otak. Bila reseksi total tidak dapat dilaksanakan.  Status neurologis preoperatif penderita merupakan faktor yang sangat penting pada penderita dengan defisit neurologis yang berat oleh karena tumor yang besar perlu tindakan dekompresi segera. maka biasanya dilakukan pembuangan inkomplit untuk dekompresi. Tumor ganas mempunyai batas yang tidak jelas dan lebih luas dari pada apa yang terlihat dengan mata biasa. Tindakan ini seringkali dilaksanakan dengan cara “Suction” (penyedotan). kecuali kalau kejadiannya baru. Faktor yang perlu diperhatikan dalam menganalisa untung ruginya tindakan pembedahan yang dilakukan adalah :  Lokasi tumor adalah faktor utama. . sinus karvenosus dan tumor otak intrinsik dari chiasma optikum tidak perlu dilakukan reseksi total. tapi dekompresi chiasma dan nervus optikus dapat tercapai.

Hal ini untuk mengurangi edema otak. pada batang otak. Area yang diradiasi dan arah sinarnya tergantung dari lokasi tumornya. perdarahan. dan pada tumor metastatik. Kasus ini terjadi pada tumor yang letaknya sentral. Biasanya berupa demyelinisasi yang bersifat temporer. seterusnya dosis harian bisa 200 rad 1 minggu 5 kali atau 300 rad 1 minggu 3 kali. TERAPI RADIASI Pada kasus-kasus yang tidak lagi resektabel atau tidak layak operasi atau pun menolak operasi maka radioterapi harus berperan sebagai modalitas tunggal. dan kraniofariongioma. Radioterapi mulai diberikan 2 minggu postoperasi. KEMOTERAPI Pada umumnya kemoterapi diberikan pada pasien tumor otak yang inoperabel dan biasanya dikombinasikan dengan radioterapi.  Komplikasi yang dapat terjadi pada tindakan bedah antara lain edema otak. Dosis total antara 4000-6300 rad tergantung dari jenis histopatologis sel maupun luas tumor. Biasanya berupa nekrosis jaringan otak atau infark karena penutupan pembuluh darah. dan infeksi postoperatif. Sebagai terapi kombinasi maka radioterapi pada pengobatan tumor intrakranial dilakukan setelah pembedahan. yakni bertujuan untuk mengeradikasi sisa-sisa sel tumor yang masih tertinggal baik secara mikroskopik dan bila mungkin juga untuk tumor yang masih tampak Tindakan adjuvan dilakukan pada astrositoma multiforme. Sitostatika yang mempunyai respons baik dan memberikan hasil yang baik bila dikombinasikan dengan radioterapi . Pemberian radiasi ini dibarengi dengan pemberian kortikosteroid dosis tinggi yang secara bertahap diturunkan. oligodendroglioma. dosis radiasi mula-mula diberikan 100 rad 2-3 kali. ventrikel III. o Awal post radiasi (early post irradiation syndrome) terjadi beberapa minggu sampai 3-4 bulan setelah selesai radiasi. hidrosefalus postoperatif. o Late reaction (reaksi lanjut) terjadi 4 bulan setelah selesai radiasi sampai 5 tahun setelah radiasi. Untuk tumor yang luas dan besar. Biasanya berupa udem dari otak. kemudian disusul 150 rad 2-3 kali. Komplikasi radiasi pada SSP terdiri dari : o Akut (komplikasi radiasi akut) terjadi pada saat pemberian radiasi. Kondisi umum dan umur penderita juga sangat menentukan strategi penanganan penderita. ependimoma.

dan Methotrexate. . Selain obat golongan alkylating agents.adalah dari golongan nitrosurea yaitu BCNU dan CCNU yang merupakan alkylating agents yang berfungsi meningkatkan perbaikan DNA dan menurunkan transpor ke dalam DNA. Cyclophosphamid. Dapat juga dilakukan kombinasi sitostatika untuk mencegah resistensi. dapat juga digunakan sitostatika lain yang juga dilaporkan cukup bermanfaat dalam pengobatan tumor otak. seperti : Vincristin.