a.

Pengertian UKS Depdiknas, 2006: Segala usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak sampai Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah. Enjtang 2000: Usaha kesehatan masyarakat yang ditujukan kepada masyarakat sekolah, yaitu: anak didik, guru dan karyawan sekolah lainnya. Ananto 2006: Upaya pendidikan dan kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu, sadar, berencana, terarah dan bertanggung jawab dalam menanamkan, menumbuhkan, mengembangkan dan membimbing untuk menghayati, menyenangi dan melaksanakan prinsip hidup sehat dalam kehidupan peserta didik sehari-hari. b. Landasan Hukum Berdirinya UKS a. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 4 b. Nomor 1/U/Surat Keputusan Bersama; Nomor 1067/Menkes/SKB/VII/200; Nomor MA/230A/2003; Nomor 26 Tahun 2003 tanggal 23 Juli 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan UKS c. Nomor 2/P/SKB/2003; Nomor 1068/Menkes/SKB/VII/2003; Nomor MA/230B/2003; Nomor 4415-404 Tahun 2003 tanggal 23 Juli 2003 tentang Tim Pembina UKS c. Tujuan UKS Umum Meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan anak yang harmonis dan optimal. Khusus o Meningkatkan kemampuan anak untuk menolong dirinya sendri melalui: penajaman masalah kesehatan pada dirinya sendiri, keluarga dan lingkungannya dan mempunyai kemampuan untuk berperilaku hidup sehat. o Meningkatkan kemampuan anggota keluarga, khususnya orang tua/ibu dalam melaksanakan pengasuhan anak yang mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat dari anak usia sekolah di keluarga tersebut. o Meningkatkan peran serta dari unsur di luar lingkungan keluarga yang mempunyai nilai strategik dalam upaya pembinaan anak usia sekolah, diantaranya guru, pembina anak usia sekolah, diantaranya guru, pembina organisasi pemuda, tokoh masyarakat, kader bidang kesehatan. d. Sasaran UKS Sasaran UKS adalah pendidikan formal dan non-formal pada setiap jalur dan jenis pendidikan mulai dari tingkat pra sekolah sampai Sekolah Menengah Atas termasuk perguruan agama beserta lingkungannya. Sasaran Pembinaan UKS: peserta didik, pembina teknis (guru dan petugas kesehatan), pembina non teknis (pengelola pendidikan dan karyawan sekolah), sarana dan prasarana pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan, lingkungan (lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat) Depdiknas 2006. e. Kebijakan UKS Kebijakan usaha kesehatan sekolah mengikuti kebijaksanaan umum Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pemerintah Daerah diberikan wewenang untuk

petugas sekolah. Mengerti dan dapat menerapkan prinsip-prinsip pencegahan penyakit dalam kaitannya dengan kesehatan dan keselamatan dalam kehidupan sehari-hari. anak didik. Pendidikan Kesehatan Usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat tumbuh kembang sesuai. mental. pengajaran. Pada tanggal 23 Juli 2003. Memiliki pertumbuhan termasuk bertambahnya tinggi badan dan berat badan yang seimbang. seimbang dan sehat baik fisik. makanan bergizi. Pelaksanaannya dilakukan melalui peningkatan pengetahuan. Memiliki kebiasaan dalam hidup sehari-hari yang sesuai dengan syarat kesehatan. dan atau latihan yang diperlukan bagi peranannya saat ini maupun di masa yang akan datang. Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 0408/U/1984. tiga program pokok UKS (trias UKS) antara lain pendidikan kesehatan. Usaha kesehatan sekolah dilakukan dengan kerjasama yang erat antara petugas kesehatan. sesuai dengan usaha mewujutkan desentralisasi dan otonomi daerah dalam usaha-usaha di bidang kesehatan (Depkes. Tujuan: Memiliki pengetahuan tentang ilmu kesehatan. termasuk cara hidup sehat dan teratur. Memiliki keterampilan dalam melaksanakan hal yang berkaitan dengan pemeliharaan. pertolongan dan perawatan kesehatan. Tiga Program Pokok UKS Menurut Depdiknas tahun 2006. i. 1. selaras. pemerintah setempat. Kegiatan kurikuler mencakup kebersihan dan kesehatan pribadi. orang tua murid dan golongan-golongan lain dalam masyarakat. Pelaksanaan Dapat diberikan melalui kegiatan kurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan Kurikuler Pelaksanaan adalah pelaksanaan pendidikan kesehatan pada jam pelajaran sesuai dengan garis-garis besar program pengajaran mata pelajaran sains dan ilmu pengetahuan sosial. Nomor: 60 Tahun 1984 tanggal 3 September 1984 tentang Pokok Kebijaksaan Usaha Kesehatan Sekolah f. Menteri Kesehatan. Memiliki tingkat kesegaran jasmani dan derajat kesehatan yang optimal serta mempunyai daya tahan tubuh yang baik terhadap penyakit. pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Memiliki nilai dan sikap yang positif terhadap prinsip hidup sehat. Memiliki daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar. sosial dan lingkungan melalui kegiatan bimbingan. 2001). . Nomor: 74/Tn/1984. usaha kesehatan sekolah telah dikukuhkan pelaksanaannya secara terpadu lintas sektor dan lintas program dalam surat keputusan bersama Menteri Pendidikan.menjalankan usaha kesehatan sekolah yang disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah setempat. Memiliki kemampuan untuk menularkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. penanaman nilai dan sikap positif terhadap prinsip hidup sehat dan peningkatan keterampilan dalam melaksanakan hal yang berkaitan dengan pemeliharaan pertolongan dan perawatan kesehatan.

Meningkatkan pembinaan kesehatan baik fisik. demontrasi. sosial maupun lingkungan. lomba sekolah sehat. dan lain-lain. Palang Merah Remaja (PMR). dan cacat. dan lain-lain. Kegiatan Peningkatan Kesehatan (Promotif) Kegiatan promotif kesehatan tersebut berupa: Latihan ketrampilan teknis dalam rangka pemeliharaan kesehatan. ceramah dan diskusi. Cara untuk melaksanakan Pendidikan Kesehatan a. antara lain: 1. ii. apotek hidup. Kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan antara lain. Kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat antara lain: kerja bakti kebersihan. pengembalian fungsi dan peningkatan kemampuan peserta didik yang cedera/cacat agar dapat berfungsi optimal. Menghentikan proses penyakit dan pencegahan komplikasi akibat penyakit/kelainan. Menanamkan Kebiasaan Menanamkan kebiasaan dilakukan dengan penugasan untuk melakukan cara hidup sehari-hari dan diadakan pemeriksaan serta pengamatan yang terus menerus dan berkelanjutan oleh guru dan kepala sekolah serta petugas kesehatan. pengobatan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilakukan secara serasi dan terpadu terhadap peserta didik pada khususnya dan warga sekolah pada umumnya. kelainan. Pelayanan Kesehatan Upaya peningkatan kesehatan (promotif). Penyajian/ceramah Penyajian materi menggunakan metode ceramah. Khusus: Meningkatkan kemampuan dan keterampilan melakukan tindakan hidup sehat dalam rangka membentuk perilaku hidup sehat. diskusi. a. Kegiatan Ekstrakurikuler Adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk kegiatan pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan antara lain memperluas pengetahuan dan keterampilan siswa serta melengkapi upaya pembinaan manusia Indonesia seutuhnya. Kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan pendidikan kesehatan antara lain: kemah. 2. Meningkatkan daya tahan tubuh peserta didik terhadap penyakit dan mencegah terjadinya penyakit. Kader Kesehatan Remaja . Dokter Kecil 2. pencegahan (preventif). dan pembentukan peran serta aktif peserta didik dalam pelajaran kesehatan. dan lain-lain. b. Permainan dan penugasan oleh guru dengan mengikutsertakan peran aktif peserta pelatihan. Dibawah koordinasi guru Pembina UKS dengan bimbingan teknis dan pengawasan puskesmas setempat. bimbingan. dokter kecil. Tujuan Umum: Meningkatnya derajat kesehatan peserta didik dan seluruh warga masyarakat secara optimal. mental.pendidikan kesehatan reproduksi dan pengukuran tingkat kesegaran jasmani.

kegiatan pemutusan rantai penularan penyakit dan kegiatan penghentian proses penyakit pada tahap dini sebelum timbul kelainan. Konseling kesehatan di sekolah. pertolongan pertama pada penyakit 4) Rujukan medik 3. laboratorium dan tempat ibadah h) Pemeliharaan kebersihan dan keindahan halaman dan kebun sekolah i) Pengadaan dan pemeliharaan warung/kantin sekolah. Program pembinaan lingkungan sekolah 1) Lingkungan fisik sekolah meliputi: a) Penyediaan air bersih b) Pemeliharaan penampungan air bersih c) Pengadaan dan pemeliharaan tempat pembuangan sampah d) Pengadaan dan pemeliharaan air limbah e) Pemeliharaan WC/kakus f) Pemeliharaan kamar mandi g) Pemeliharaan kebersihan dan kerapihan ruang kelas.3. Memonitor/ memantau pertumbuhan peserta didik. Kegiatan preventif ini berupa: 1. Palang Merah Remaja 4. 5. b. Pembinaan lingkungan sekolah yang terpelihara dan bebas dari vektor pembawa penyakit. keluarga dan mesyarakat sekitar. 5. Pembinaan Lingkungan Sekolah Pembinaan mencakup lingkungan sekolah. c. Imunisasi peserta didik. 6. Kegiatan Penyembuhan dan Pemulihan (Kuratif dan Rehabilitatif) Berupa kegiatan mencegah komplikasi dan kecacatan akibat proses penyakit atau untuk meningkatkan kemampuan peserta didik agar dapat berfungsi optimal. 4. Dilaksanakan dalam rangka menjadikan sekolah sebagai institusi pendidikan yang dapat menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang mampu menumbuhkan kesadaran. kegiatan ini meliputi: a. perpustakaan. kesanggupan dan keterampilan peserta didik untuk menjalankan prinsip hidup sehat. Pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat. Penjaringan kesehatan anak sekolah. 2) Lingkungan mental dan sosial program pembinaan lingkungan mental dan sosial ini dilakukan dalam bentuk kegiatan: a) Konseling kesehatan . 2. Kegiatan Pencegahan (Preventif) Merupakan kegiatan peningkatan daya tahan tubuh. Usaha pencegahan penularan penyakitdengan jalan memberantas sumber infeksi dan pengawasan kebersihan lingkungan sekolah. Pembinaan warung sekolah sehat. 6. Pemeliharaan kesehatan yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus untuk penyakit-penyakit tertentu. 3. Kegiatan kuratif dan rehabilitatif ini adalah: 1) Diagnosa dini 2) Pengobatan ringan 3) Pertolongan pertama pada kecelakaan.

strata optimal dan strata paripurna. pemeriksaan . · Strata Standar Meliputi dilaksanakannya strata minimal. pendidikan kesehatan terintegrasi pada mata pelajaran lain. kader kesehatan remaja b. Palang Merah Indonesia (PMI). dilaksanakannya imunisasi. g. Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pertanian dan lain-lain. Pembinaan lingkungan keluarga Pembinaan lingkungan keluarga ini bertujuan: 1) Meningkatan pengetahuan orang tua peserta didik tentang hal – hal yang berhubungan dengan kesehatan. Strata Pelaksanaan UKS Keberhasilan 3 program UKS yang mencakup pendidikan kesehatan. 2) Ceramah kesehatan yang dilakukan di sekolah. memiliki guru pembina UKS.b) Bakti sosial masyarakat sekolah terhadap lingkungan c) PMR. 2. Pendidikan Kesehatan Strata Minimal Pendidikan jasmani dilaksanakan secara kurikuler. adanya program kemitraan pendidikan kesehatan dengan instansi terkait seperti Puskesmas. memiliki alat peraga pendidikan kesehatan. Setiap strata terdiri dari tiga variabel utama yaitu 3 program pokok UKS yang terdiri dari Pendidikan Kesehatan. Pembinaan masyarakat sekitar Pembinaan masyarakat sekitar Pembinaan masyarakat sekitar dengan cara: 1) Penyelenggaraan ceramah kesehatan dan pentingnya arti pembinaan lingkungan sekolah sebagai lingkungan sekolah yang sehat. 2. pendidikan kesehatan dilaksanakan secara ekstrakulikuler. Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat (Depdiknas. penyuluhan kesehatan gigi dan sikat gigi masal minimal kelas 1. dokter kecil. Strata Optimal Dipenuhinya strata standard. Strata Standar Dipenuhinya strata minimal dan memiliki guru mata pelajaran jasmani. Strata Paripurna Meliputi dilaksanakannya strata optimal. guru membuat rencana pembelajaran pendidikan kesehatan dan adanya buku pegangan guru dan bacaan tentang pendidikan kesehatan. c. Strata pelaksanaan UKS dibagi ke dalam 4 tingkatan yaitu strata minimal. 2006). 3 SD. Pembinaan lingkungan keluarga dapat dilakukan dengan: 1) Kunjungan rumah yang dilakukan oleh pelaksana UKS. 1. 2) Meningkatkan kemampuan dan partisipasi orang tua peserta didik dalam pelaksanaan hidup sehat. Kepolisian. 2) Penyuluhan baik melalui media cetak dan audio visual. pendidikan kesehatan dilakukan secara kurikuler. pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sehat ditunjukkan dalam suatu strata UKS. ada penjaringan kesehatan. strata standard. memiliki media pendidikan kesehatan (poster dan lain-lain). Pelayanan Kesehatan · Strata Minimal Meliputi dilaksanakannya penyuluhan kesehatan.

dan melaksanakan pembinaan sekolah kawasan tanpa rokok.51. Strata Standar Meliputi memenuhi strata minimal. dengan peralatan sederhana. dan terciptanya sekolah kawasan tanpa rokok. Strata Optimal Meliputi memenuhi strata standar. ada taman/kebun sekolah yang dimanfaatkan dan diberi label (untuk sarana belajar) dan pengolahan hasil kebun sekolah. sampah langsung diangkut dan dibuang ke tempat pembuangan sampah di luar sekolah/umum. konseling Kesehatan Remaja bagi siswa. ada pagar yang aman . memiliki pagar. menguras dan membakar (3M) plus. ratio kepadatan siswa 1 : 1. · Strata Optimal Meliputi memenuhi strata standar. bebas narkoba dan miras. memiliki tempat ibadah. sekali seminggu.75 m2. ada halaman/pekarangan/lapangan. ruang kelas memenuhi syarat kesehatan (ventilasi dan pencahayaan cukup). ada tempat cuci tangan di setiap kelas dengan air mengalir/kran dan dilengkapi sabun. ada halaman yang cukup luas untuk upacara dan berolahraga. melakukan kegiatan mengubur. ada WC/jamban yang berfungsi. ada air bersih di sekolah dengan jumlah yang cukup.5 m. memiliki pojok UKS. ada tempat sampah. ada jamban/WC siswa dan guru yang memenuhi syarat kesehatan dan kebersihan. Data Masalah Penyebab . ada penghijauan/perindangan. jarak papan tulis dengan bangku terdepan 2. Strata Paripurna Meliputi memenuhi strata optimal. dan pengawasan warung/kantin sekolah. pencatatan hasil pemeriksaan kesehatan siswa pada buku Kartu Menuju Sehat (KMS). bebas narkoba dan miras. memilki ruang UKS tersendiri dengan peralatan yang lengkap. melaksanakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). ada dokter kecil. · Strata Paripurna Meliputi memenuhi strata optimal. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat Strata Minimal Meliputi ada air bersih. ratio WC : siswa 1 :20. lingkungan sekolah bebas jentik. ada tempat sampah di tiap kelas dan tempat penampungan sampah akhir di sekolah. ada air bersih yang memenuhi syarat kesehatan. ada kantin dengan menu gizi seimbang dengan petugas kantin yang terlatih. 3. pengukuran tingkat kesegaran jasmani.kesehatan berkala tiap 6 bulan. ada rujukan bila diperlukan. ada tempat cuci tangan di beberapa tempat dengan air mengalir/kran. ada kantin/warung sekolah. DIAGNOSA DAN RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS SEKOLAH No. ada saluran pembuangan air kotor yang berfungsi. 2. dan memiliki ruang dan peralatan UKS yang ideal. memiliki ruang UKS tersendiri. saluran pembuangan air tertutup ada pagar yang aman dan indah. ada tempat cuci tangan . ada tempat cuci peralatan masal/makan di kantin/warung sekolah. dan pelayanan medik gigi dasar atas permintaan siswa. termasuk pengukuran tinggi dan berat badan. ada petugas kantin yang bersih dan sehat. dana sehat/dana UKS.

Kurang pengetahuan tentang kesehatan . 3. Dari hasil angket 12.08 % siswa mengalami caries gigi. DS: 98 % siswa mengatakan tidak mencuci tangan sebelum makan jajanan. makanan yang dijual tidak tertutup. kantin sekolah terletak didepan WC. terlihat sedikit kotor dan berdebu.1. DO: Hasil observasi kondisi lingkungan sekolah WC kotor dan berbau. DS: Menurut guru yang memegang bidang UKS. ruang kelas tidak tersusun rapi. Gigi) 2. tempat cuci tangan guru jarang diganti dan ditemukan jentik nyamuk. DS: DO: Dari hasil screening berdasarkan tumbuh kembang diketahui siswi yang sudah mengalami menstruasi sebanyak 4 orang dan 5 orang siswa yang telah mengalami mimpi basah. DO: Dari hasil screening 64.75 % kuku siswa dalam keadaan kotor. di SDN Jaya Sari UKS sudah 5 tahun belum dilakukan pembinaan dan pelatihan tentang Tidak berfungsiny a UKS Kurangnya pembinaan an pelatihan mengenai UKS UKS dan perawat kecil. Risiko terjadinya penyakit pada siswa SDN Jaya Sari Kurangnya pengetahuan mengenai PHBS (Personal Hygiene.01 % siswa mencuci rambut seminggu sekali dan 32. Lingkungan.

dengan kriteria : setelah 1 x pertemuan (30 menit).. Verbal Klien dapat menjelaskan masalah: a. . b. Pengertian personal hygiene. Seseorang tidak dapat melakukan perawatan diri sendiri dipengaruhi kondisi fisik atau keadaan emosional klien.reproduksi Kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Diagnosa Tujuan Evaluasi Umum Khusus Kriteria Standar Intervensi Risiko terjadinya penyakit pada siswa SDN Jaya Sari Setelah dilakukan pendidikan kesehatan. a. Cara perawatan personal hygiene. Pengertian personal hygiene: Personal hygiene berasal dari bahasa yunani yang berarti personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Macam-macam personal hygiene. Tujuan personal hygiene c. Klien mengenal personal hygiene. Kebersihan perorangan adalah cara perawatan diri seseorang untuk memelihara kesehatannya. d. klien mampu mengetahui dan melakukan perawatan personal hygiene.

2. 4. . c.Meningkatkan perasaan sembuh bagi klien. Jelaskan kepada klien mengenai cara perawatan personal. 3.Menstimulasi sirkulasi/peredaran darah. Cara perawatan personal hygiene: 1. untuk mengkaji kondisi kulit klien. d. Perawatan yang dilakukan setelah melakukan makan pagi dengan melakukan perawatan diri seperti mandi atau mencuci rambut. 8. 5. 6. keringat. Perawatan genetalia. melakukan perawatan kulit dan kuku. . . Perawatan mata. 2. sanitasi lingkugan . untuk melakukan tindakan. sel-sel kulit yang mati dan bakteri. Tujuan perawatan personal hygiene: .Meningkatkan derajat kesehatan sesorang. Perawatan telinga. . Perawatan diri seperti mencuci muka dan tangan serta menjaga kebersihan mulut.Memelihara integritas permukaan kulit.Menghilangkan minyak yang menumpuk. Jelaskan kepada klien mengenai jenis-jenis personal hygiene. .Menghilangkan bau badan yang berlebihan. 2. Perawatan kulit kepala dan rambut. Perawatan tubuh secara keseluruhan. serta membersihkan mulut. Perawatan kuku kaki dan tangan.Memberikan kesempatan pada perawatan 1.Meningkatkan percaya diri seseorang.Menciptakan keindahan. 1. Perawatan diri yang dilakukan pada waktu bangun dari tidur. 7. Tidak berfungsinya UKS Meningkatnya kesadaran . Perawatan hidung. 3.b. . Jelaskan kepada klien mengenai pengertian personal hygiene. Perawatan kulit seruruh tubuh. . Macam-macam personal hygiene. .

Melakukan pembinaan percil Ketidaktahuan mengenai penatalaksanaan seputar kesehatan reproduksi Setelah dilakukan pendidikan kesehatan. dengan kriteria : setelah 1 x pertemuan (45 . Klien dapat memberikan motivasi kepada teman-temannya agar meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan 1. pentingnya pertolongan pertama pada kecelakaan 2. Klien dapat menjelaskan mengenai: a. Memberikan penyuluhan mengenai: . fungsi UKS c.akan pentingnya kesehatan UKS berfungsi dengan optimal verbal 1.fungsi UKS sebagaimana mestinya kesehatan dan dilakukan secara kurikuler 2.pendidikan jasmani yang dilaksanakan secara kurikuler . pendidikan jasmani yang dilaksanakan secara kurikuler b. klien mampu mengetahui dan melakukan perawatan tentang kesehatan reproduksi Klien mengenal tentang kesehatan reproduksi.

b. 1. Jelaskan kepada klien mengenai perkembangan remaja berdasarkan kurun waktu. a. c. 3.pengertian kesehatan reproduksi pada remaja. b. khususnya menyangkut masalah kesehatan reproduksi manusia yang kesiapanya sudah dimulai sejak masa remaja ditandai dengan haid pertama pada remaja perempuan dan mimpi basah untuk laki-laki. 2. Masa remaja awal sekitar 13-17 tahun bagi wanita dan bagi pria 14-17 tahun 6 bulan. Perkembangan Remaja Berdasarkan Kurun Waktunya c. Masa pra remaja kurun waktunya sekitar 11-13 tahun bagi wanita dan bagi pria sekitar 12-14 tahun. Alat reproduksi pada laki-laki dan perempuan Verbal Klien dapat menjelaskan masalah. Perubahan-perubahan Pada Remaja d. Jelaskan kepada klien mengenai pengertian reproduksi pada remaja 2.menit). Jelaskan kepada klien mengenai alat reproduksi pada laki-laki dan perempuan . Jelaskan kepada klien mengenai perubahanperubahan pada remaja 4. Perkembangan remaja berdasarkan kurun waktu perkembangan remaja berdasarkan kurun waktunya antara lain. Masa remaja akhir sekitar 17 tahun21 tahun bagi wanita dan bagi pria 17 tahun 6 bulan-22 tahun. a. Pengertian kesehatan reproduksi Kesehatan reproduksi pada remaja adalah kondisi kesehatan pada remaja. Perubahan-perubahan Pada Remaja 1. 3.

vagina. terdiri dari : mons pubis. uterus . cara tertawa. bahasa yang diucapkan. dan tinggi. Struktur eksterna (vulva). Alat reproduksi pada laki-laki dan perempuan 1. ampula. dan muka bertambah persegi. Ditandai dengan datangnya haid pertama b. urat-urat pun jadi kuat. terdiri dari : mons pubis. terdiri dari : ovarium. b. cara menagtur rambut.Tanda-tanda sekunder dapat disebutkan antara lain: 1. Bila sudah terjadi menarche berarti sudah menghasilkan seltelur yang dapat dibuahi oleh sperma melalui hubungan seksual 3. Selaput suara semakin besar dan berat. Muka menjadi bulat dan berisi. labia mayora. 2. d. skrotum b. vestibulum (muara uretra. Suara menjadi bulat. c. korpus. perineum. Tanda berfungsinya alat reproduksi pada perempuan a. Struktur interna. merdu. interstisial. Alat reproduksi pad laki-laki a. b. Badan mulai membentuk “segi tiga”. fourchette. Alat reproduksi pada perempuan a. klitoris. Struktur interna. d. cara berpakaian. aktingnya. kumis dan lain-lain. tuba uterus (fallopi) . cara berjalan. Pria a. Pinggul semakin besar dan melebar. Struktur eksterna. dan lainlain. Kelenjar-kelenjar pada dada menjadi berisi (lemak). Tumbuh suburnya rambut. janggut. c. b. fundus. serviks. istmus. kelenjar paravagina). penis. kelenjar parauretra. terdiri dari : . cara berpakaian. Adapun tanda-tanda tertier antara lain: biasanya diwujudkan dalam perubahan saikap dan perilaku. Wanita a. Juga bagi wanita ada perubahan cara bicara. vagina 2. labia minora. contoh bagi pria ada perubahan mimik jika bicara. istmus. infundibulum.

diagnosa dini. 4. kelenjar sal. imunisasi serta pengobatan sederhana • Kerjasama dengan Puskesmas setempat • Adanya program-program makanan bergizi dengan memperhatikan “keamanan” makanan 6 5. Struktur UKS Susunan tim pelaksana UKS : Pembina : Lurah Ketua : Kepala Sekolah Sekretaris I : Guru Pembina UKS . dengan : • Memperhatikan adanya masalah kesehatan masyarakat yang terjadi • Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat Pendanaan Untuk pelaksanaan kegiatan UKS dana diperoleh dari Dana sehat. orangtua dan para tokoh masyarakat maupun organisasi-organisasi di masyarakat 2. penyalahgunaan narkoba termasuk alkohol serta pencegahan segala bentuk kekerasan/pelecehan 6. yaitu : • Kebijakan yang di dukung oleh staf sekolah termasuk mewujudkan proses belajar mengajar yang dapat menciptakan lingkungan psikososial yang sehat bagi seluruh masyarakat sekolah • Kebijakan-kebijakan dalam memberikan pelayanan yang adil untuk seluruh siswa • Kebijakan-kebijakan dalam penggunaan rokok. mental dan sosial • Memperhatikan pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk guru maupun orangtua 4. 7. duktus ejakulatorius. komite sekolah. Tanda berfungsinya alat reproduksi pada pria a. Mimpi basah b. uretra). Berusaha keras untuk menciptakan lingkungan sehat dan aman. rasa hormat dan saling percaya • Pekarangan sekolah yang aman • Dukungan masyarakat yang sepenuhnya 3. Dana sehat adalah uang / barang yang diterima atau dikumpulkan oleh Tim Pelaksana UKS baik dari peserta didik.Testis. Bekerja keras untuk ikut atau berperan serta meningkatkan kesehatan masyarakat. vas deferens. Menerapkan kebijakan dan upaya di sekolah untuk mempromosikan dan meningkatkan kesehatan. Memberikan pendidikan kesehatan sekolah dengan : • Kurikulum yang mampu meningkatkan sikap dan perilaku peserta didik yang positif terhadap kesehatan serta dapat mengembangkan berbagai ketrampilan hidup yang mendukung kesehatan fisik. Melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan masalah kesehatan sekolah yaitu peserta didik. Ereksi Menurut WHO terdapat enam ciri-ciri utama dari suatu sekolah untuk dapat menjadi sekolah yang mempromosikan/meningkatkan kesehatan. yaitu : 1. yaitu : • Penjaringan. meliputi : • Sanitasi dan air yang cukup • Bebas dari segala macam bentuk kekerasan • Bebas dari pengaruh negatif dan penyalahgunaan yang berbahaya • Suasana yang memperdulikan pola asuh. epididimis. Memberikan akses untuk di laksanakannya pelayanan kesehatan di sekolah. reproduksi aksesoris. pemerintah maupun dari masyarakat untuk pelaksanaan program UKS. duktus/kanal testis (tubulus seminiferus.

Unsur Siswa 8.3 Sebagai penyuluh dalam bidang kesehatan.2 Memberikan konstribusi untuk mempertahankan dan memperbaiki lingkungan fisik dan sosial. perawat kesehatan yang bertugas di puskesmas menjadi salah satu anggota dalam TPUKS atau dapat juga ditunjuk sebagai salah satu orang kordinator UKS di tingkat puskesmas. orangtua dan para tokoh masyarakat maupun organisasi-organisasi di masyarakat 2. Peran Perawat Sekolah 8.1 Memberikan pelayanan serta meningkatkan kesehatan individu dan memberikan pendidikan kesehatan kepada semua populasi yang ada disekolah.4 Mempunyai KKR/Triwisada yang sudah ditatar dengan jumlah minimal 10% dari seluruh siswa 10. 9. Fungsi Perawat Sekolah 9.2 Mempunyai guru yang telah dibina materi UKS 10.1 Mempunyai SK tim pelaksana UKS dari kepala sekolah 10. • Menyusun perencanaan kegiatan UKS bersama tim pembina UKS • Melaksanakan kegiatan UKS sesuai dengan rencana kegiatan yang disusun • Mencatat dan melaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan 8.2 Sebagai pengelola kegiatan UKS.3 Menghubungkan program kesehatan sekolah dengan program kesehatan masyarakat lainnya. 9. Melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan masalah kesehatan sekolah yaitu peserta didik. Unsur Guru 4. Bila perawat kesehatan ditunjuk sebagai koordinator maka pengelolaan UKS menjadi tanggung jawabnya atau paling tidak ikut terlibat dalam tim pengelola kesehatan UKS. 10. meliputi : • Sanitasi dan air yang cukup • Bebas dari segala macam bentuk kekerasan • Bebas dari pengaruh negatif dan penyalahgunaan yang berbahaya • Suasana yang memperdulikan pola asuh.3 Mempunyai ruang UKS beserta perlengkapannya 10.1 Sebagai pelaksana asuhan keperawatan disekolah perawat mempunyai peran : • Mengkaji masalah kesehatan dan keperawatan peserta didik dengan melakukan pengumpulan data. Memberikan pendidikan kesehatan sekolah dengan : . Unsur Komite Sekolah 2.5 Melaksanakan TRIAS UKS dalam kehidupan sehari-hari 11.Sekretaris II : Ketua Komite Sekolah Anggota : 1. analisis data serta perumusan dan prioritas masalah. peranan perawat dalam memberikan penyuluhan kesehatan dapat dilakukan secara langsung (melalui penyuluhan kesehatan yang bersifat umum dan klasik) atau tidak langsung sewaktu melakukan pemeriksaan kesehatan peserta didik secara perorangan. 8. Berusaha keras untuk menciptakan lingkungan sehat dan aman. Ciri Sekolah yang Melakukan Promosi Kesehatan Menurut WHO terdapat enam ciri-ciri utama dari suatu sekolah untuk dapat menjadi sekolah yang mempromosikan/meningkatkan kesehatan. yaitu : 1. rasa hormat dan saling percaya • Pekarangan sekolah yang aman • Dukungan masyarakat yang sepenuhnya 3. Petugas Puskesmas 3. Persyaratan Sekolah sebagai Pelaksana UKS : 10. 9.

diagnosa dini. penyalahgunaan narkoba termasuk alkohol serta pencegahan segala bentuk kekerasan/pelecehan 6. Namun yang terpenting adalah bagaimana ia dapat menggunakan “kekuatan organisasinya” secara optimal untuk dapat meningkatkan kesehatan masyarakat sekolah. Menerapkan kebijakan dan upaya di sekolah untuk mempromosikan dan meningkatkan kesehatan. Bekerja keras untuk ikut atau berperan serta meningkatkan kesehatan masyarakat.• Kurikulum yang mampu meningkatkan sikap dan perilaku peserta didik yang positif terhadap kesehatan serta dapat mengembangkan berbagai ketrampilan hidup yang mendukung kesehatan fisik. 1986) Perawatan kesehatan sekolah mengaplikasikan praktek keperawatan untuk memenuhi kebutuhan unit individu. BB. Pada dasarnya. Memberikan akses untuk di laksanakannya pelayanan kesehatan di sekolah. . dengan : • Memperhatikan adanya masalah kesehatan masyarakat yang terjadi • Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat Untuk itulah sekolah harus menjadi suatu “tempat” yang dapat meningkatkan/mempromosikan derajat kesehatan peserta didiknya. kelompok dan masyarakat sekolah. Konsep inilah yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia di sebut dengan menciptakan “Health Promotion School” atau sekolah promosi kesehatan. imunisasi serta pengobatan sederhana • Kerjasama dengan Puskesmas setempat • Adanya program-program makanan bergizi dengan memperhatikan “keamanan” makanan 5. Dapat dikatakan program Usaha Kesehatan Sekolah dilaksanakan dengan baik pada sekolah tersebut. yaitu : • Penjaringan. Keperawatan kesehatan sekolah merupakan salah satu jenis pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk mewujudkan dan menumbuhkan kemandirian siswa untuk hidup sehat. Keperawatan sekolah adalah: keperawatan yang difokuskan pada anak ditatanan pendidikan guna memenuhi kebutuhan anak dengan mengikutsertakan keluarga maupun masyarakat sekolah dalam perencanaan pelayanan (Logan. Fokus utama perawat kesehatan sekolah adalah siswa dan lingkunganya dan sasaran penunjang adalah guru dan kader. mental dan sosial • Memperhatikan pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk guru maupun orangtua 4. Perawat kesehatan sekolah. yaitu : • Kebijakan yang di dukung oleh staf sekolah termasuk mewujudkan proses belajar mengajar yang dapat menciptakan lingkungan psikososial yang sehat bagi seluruh masyarakat sekolah • Kebijakan-kebijakan dalam memberikan pelayanan yang adil untuk seluruh siswa • Kebijakan-kebijakan dalam penggunaan rokok. menciptakan lingkungan dan suasana sekolah yang sehat. setiapnya sekolah memiliki kemampuan dan kebutuhan yang berbeda-beda sesuai situasi dan kondisinya masing-masing dalam mewujudkan “Sekolah Promosi Kesehatan”.