P. 1
DEFORMASI

DEFORMASI

|Views: 125|Likes:
Published by Arifah Nur Khusaemi
caranya
caranya

More info:

Published by: Arifah Nur Khusaemi on May 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2013

pdf

text

original

A.

DEFORMASI Teori Dasar Deformasi Pada prinsipnya beban terhadap benda terdeformasi (Deformable Body) adalah suatu gaya yang melakukan aksi terhadap benda padat sehingga menyebabkan Causative Influences yang menyebabkan terjadinya deformasi. Deformasi merupakan perubahan bentuk, dimensi dan posisi dalam skala waktu dan ruang. Deformasi terjadi bila bahan mengalami gaya. Selama deformasi, bahan menyerap energi sebagai akibat adanya gaya yang bekerja. Sekecil apapun gaya yang bekerja, maka benda akan mengalami perubahan bentuk dan ukuran. Perubahan ukuran secara fisik ini disebut sebagai deformasi.

Deformasi (Engineering) Dalam ilmu material, deformasi adalah perubahan bentuk atau ukuran objek diterapkan karena adanya gaya. Ini bisa menjadi hasil dari tarik (menarik) kekuatan, tekan (mendorong) kekuatan, geser, membungkuk atau torsi (memutar). Deformasi sering digambarkan sebagai strain. Sebagai deformasi terjadi, internal antar-molekul muncul kekuatan-kekuatan yang menentang gaya diterapkan. Jika gaya yang diberikan tidak terlalu besar kekuatankekuatan ini mungkin cukup untuk diterapkan sepenuhnya menolak kekuatan, yang memungkinkan objek untuk mengasumsikan keadaan ekuilibrium baru dan kembali ke keadaan semula apabila beban dihilangkan. Gaya diterapkan yang lebih besar dapat menyebabkan deformasi permanen dari objek atau bahkan ke kegagalan struktural. Dalam gambar dapat dilihat bahwa beban kompresi (ditandai dengan tanda panah) telah menyebabkan deformasi dalam silinder sehingga bentuk asli (garis putus-putus) telah diubah (cacat) menjadi satu dengan sisi menonjol. Tonjolan sisi karena materi, walaupun cukup kuat untuk tidak retak atau gagal, tidak cukup kuat untuk mendukung beban tanpa perubahan, sehingga material dipaksa keluar lateral. Kekuatan internal (dalam kasus ini pada sudut kanan deformasi) menahan beban diterapkan.

1

menyatakan bahwa. dengan rumus polarisasi. sebuah lapangan deformasi hasil dari stres yang disebabkan oleh diterapkan lapangan pasukan atau karena perubahan dalam bidang suhu di dalam tubuh. Suatu perubahan dalam sifat metrik berarti bahwa kurva digambarkan dalam tubuh awal perubahan penempatan panjangnya ketika dipindahkan ke sebuah kurva dalam penempatan akhir.Diagram Stres-regangan kurva. pada setiap titik. dengan perubahan panjang vektor tangen yang mewakili kecepatan secara sewenangwenang parametrized kurva melewati titik tersebut. Sebuah medan regangan dikaitkan dengan perpindahan didefinisikan. hukum Hooke untuk linier elastis bahan. Deformasi (Mekanika) Dalam mekanika kontinum. misalnya. maka panjang vektor adalah akar kuadrat dari nilai bentuk kuadrat yang terkait. Hubungan antara stres dan ketegangan akibat dinyatakan oleh persamaan konstitutif elastis. Geometris dasar hasil. von Neumann dan Yordania. Jika semua tidak berubah kurva panjang. karena Fréchet. dikatakan bahwa sebuah benda tegar perpindahan terjadi. jika panjang vektor tangen memenuhi aksioma norma dan hukum genjang. dengan peta bilinear definit positif disebut tensor metrik. Setara pilihan yang berbeda dapat dilakukan untuk ekspresi dari medan regangan tergantung pada apakah yang didefinisikan di awal atau di akhir dan penempatan pada apakah metrik tensor atau dianggap ganda. deformasi atau regangan adalah perubahan dalam sifat metrik kontinu benda B dalam perpindahan dari penempatan awal κ 0 (B) untuk penempatan akhir κ (B). Deformasi yang pulih setelah bidang stres telah 2 . yang menunjukkan hubungan antara stres (gaya yang diberikan) dan regangan (deformasi) dari logam yang ulet. Dalam tubuh yang terusmenerus.

kerangka koordinat dan sistem koordinat. Kerangka dasar horisontal dan vertikal dan bentuk geometri beserta ukuran lebih. antara lain: 1. Tegangan Geser (Shear Stress). Ada 2 macam metode pendekatan yaitu pendekatan geodetik dan pendekatan fisis. yang tetap bahkan setelah menekankan telah dihapus. Adapun beberapa parameter-parameternya. Kerangka referensi. sepenuhnya pulih kontinum konfigurasi aslinya. 2. bekerja pada bidang luas A atau yang sejajar dengan luas A. Di sisi lain. 4. disebut deformasi plastik. dan merupakan hasil dari slip. ireversibel deformasi. Dalam kasus ini. Sehingga analisis deformasi adalah metodologi (hal-hal yang berkaitan metode) untuk menentukan parameter-parameter deformasi. yaitu: a) b) Tegangan Normal (Normal Stress). 3. Pendekatan stokastik. sistem referensi. Semacam itu terjadi dalam material deformasi tubuh setelah menekankan telah mencapai nilai ambang tertentu yang dikenal sebagai batas elastis atau tegangan luluh. atau dislokasi mekanisme pada tingkat atom. disebut deformasi elastis. Tegangan (Stress) Tegangan adalah gaya (F) per luas permukaan (A) yang diteruskan ke seluruh material melalui medan-medan gaya antar atom. Pada umumnya arah tegangan miring terhadap luas A tempatnya bekerja dan dapat diuraikan menjadi dua komponen. 3 . Penentuan posisi. Ciri khas pendekatan geodetik adalah penerapan konsep. sebagai berikut: 1.dihilangkan. tegak lurus terhadap luas A.

Perubahan bentuk suatu benda elastik dikaitkan dengan regangan. : tegangan geser tegak lurus sumbu Y sejajar sumbu Z. Komponen Tegangan Keterangan: : tegangan normal searah sumbu Y. Regangan (Strain) Perpindahan partikel suatu benda elastis selalu menimbulkan terjadinya perubahan bentuk benda tersebut.Gambar 1. Elemen Kecil Benda Plastik dan Komponen Regangan 4 . perpindahan kecil partikel yang berubah bentuk diuraikan dalam komponen uX. Y dan Z. Dalam sistem koordinat kartesian tiga dimensi. maka perubahan bentuk tersebut dipandang sebagai perubahan bentuk yang kecil. Gambar 2. 2. uY dan uZ yang masing-masing sejajar terhadap sumbu koordinat kartesian X. : tegangan geser tegak lurus sumbu Y sejajar sumbu X.

sebagai berikut: Gambar 3. Rotasi Rotasi merupakan perubahan posisi materi tanpa mengalami perubahan bentuk yang membentuk perubahan sudut terhadap koordinat acuan. Komponen Rotasi 5 . Sebagai gambaran bentuk rotasi dapat dilihat pada gambar 3.1..Konsep tegangan (stress) dan regangan (strain) • Pembebanan statik: – – – Tarik Kompressi Geser 3.

.Tegangan geser. kekuatan tarik merupakan sifat mekanik material yang penting untuk diketahui. 6 . dan hubungan fisis antara regangan (strain) dan tegangan (stress) pada benda. Perubahan panjang spesimen terhadap besarnya beban oleh mesin tarik di plot menjadi diagram P .Regangan teknik. yang memanfaatkan informasi dari gaya. yaitu melalui korelasi antara pengamatan deformasi dan pengamatan gaya Metoda lain dalam analisis fisis yaitu metoda deterministik. Dalam analisis fisis deformasi.Analisis Deformasi Aspek Fisis Bila kita bermaksud untuk menentukan status fisis dari benda yang terdeformasi. Pengujian Tarik Standar sampel untuk uji tarik . jenis material dari benda. B.  = F/Ao (N/m2=Pa) .  = (li-lo)/lo . Kekuatan tarik suatu bahan dapat diketahui dengan melakukan uji tarik dari material tersebut. dan hubungan antara gaya dengan deformasi yang terjadi.  = F/Ao Tujuan utama dari teori pembentukan ialah memperkirakan besarnya deformasi atau perubahan bentuk dan gaya-gaya yang diperlukan untuk menghasilkan perubahan itu. Pengujian dilakukan dengan memberikan beban axial sacara kontinu yang makin lama makin besar pada material. regangan.Tegangan teknik. hubungan antara gaya dan deformasi dapat dimodelkan dengan menggunakan metoda empiris (statistik).

Dari kurva ini juga dapat diketahui besar kekuatan luluh dan juga kekuatan tarik maximum dari material. Brand terkenal untuk alat uji tarik antara lain adalah antara lain adalah Shimadzu. Profil ini sangat diperlukan dalam desain yang memakai bahan tersebut. 7 . Kemampuan ini umumnya disebut "Ultimate Tensile Strength" disingkat dengan UTS. Kurva ini menunjukkan hubungan antara gaya tarikan dengan perubahan panjang. Biasanya yang menjadi fokus perhatian adalah kemampuan maksimum bahan tersebut dalam menahan beban. misalnya di Amerika dengan ASTM E8 dan Jepang dengan JIS 2241. dalam bahasa Indonesia disebut tegangan tarik maksimum.Kurva ini dapat diperoleh dari hasil uji tarik material. Instron dan Dartec. Pengujian ini sangat sederhana. Alat eksperimen untuk uji tarik ini harus memiliki cengkeraman (grip) yang kuat dan kekakuan yang tinggi (highly stiff). tidak mahal dan sudah mengalami standarisasi di seluruh dunia. Dengan menarik suatu bahan kita akan segera mengetahui bagaimana bahan tersebut bereaksi terhadap tenaga tarikan dan mengetahui sejauh mana material itu bertambah panjang. dimana dari hasil tersebut dapat diketahui informasi rancangan dasar kekuatan suatu bahan dan sebagai data penghubung dari spesifikasi suatu material. Uji tarik mungkin adalah cara pengujian bahan yang paling mendasar.

Tidak ada standarisasi yang universal mengenai nilai ini. hukum Hooke tidak lagi berlaku dan terdapat perubahan permanen dari bahan. 8 . tetapi sebagian referensi menyebutkan 0. Batas proporsional σp (proportional limit).Detail Profil Uji Tarik Gambar Detail Profil Uji Tarik Batas elastic σE ( elastic limit) Bila sebuah bahan diberi beban sampai pada satu titik tertentu. maka bahan tersebut akan kembali ke kondisi semula (tepatnya hampir kembali ke kondisi semula) yaitu regangan “nol” pada titik O (lihat inset dalam gambar). Titik sampai di mana penerapan hukum Hook masih bisa ditolerir. Terdapat konvensi batas regangan permamen (permanent strain) sehingga masih disebut perubahan elastis yaitu kurang dari 0. Tidak ada standarisasi tentang nilai ini. a. Dalam praktek.03%. b.005% . biasanya batas proporsional sama dengan batas elastis. Tetapi bila beban ditarik sampai melewati titik tersebut. kemudian bebannya dihilangkan.

Bila hanya disebutkan tegangan luluh (yield stress). posisi regangan ada pada titik lain dan besar regangan yang tinggal (OE) adalah regangan plastis i.2%. Regangan luluh εy (yield strain) Regangan permanen saat bahan akan memasuki fase deformasi plastis. g. Pada saat beban dilepaskan regangan ini tetap tinggal sebagai perubahan permanen bahan. d. Perlu untuk diingat bahwa satuan SI untuk tegangan (stress) adalah Pa (Pascal. tegangan luluh biasanya didefinisikan sebagai tegangan yang menghasilkan regangan permanen sebesar 0. Regangan plastis εp (plastic strain) Regangan yang diakibatkan perubahan plastis. N/m2) dan strain adalah besaran tanpa satuan. Tegangan luluh bawah σly (lower yield stress) Tegangan rata-rata daerah landing sebelum benar-benar memasuki fase deformasi plastis. tegangan luluh atas σuy (upper yield stress) Tegangan maksimum sebelum bahan memasuki fase daerah landing peralihan deformasi elastis ke plastis. 9 .c. Regangan total (total strain) Merupakan gabungan regangan plastis dan regangan elastis.. h. Pada saat beban dilepaskan regangan ini akan kembali ke posisi semula. f. regangan yang ada adalah regangan total. Ketika beban dilepaskan. maka yang dimaksud adalah tegangan ini. regangan ini disebut offset-strain . Kekuatan patah (breaking strength) Tegangan luluh pada data tanpa batas jelas antara perubahan elastis dan plastis Untuk hasil uji tarik yang tidak memiliki daerah linier dan landing yang jelas. Pada titik selanjutnya. Regangan elastis εe (elastic strain) Regangan yang diakibatkan perubahan elastis bahan. εT = εe+εp. e.

Sering disebut dengan Modulus Ketangguhan (modulus of toughness). true strain) Dalam beberapa kasus definisi tegangan dan regangan seperti yang telah dibahas di atas tidak dapat dipakai. yaitu tegangan dan regangan berdasarkan luas penampang bahan secara real time. 10 . m. l. Untuk itu dipakai definisi tegangan dan regangan sejati. n. Sering disebut dengan Modulus Kelentingan (Modulus of Resilience). Bahan disebut lentur (ductile) bila regangan plastis yang terjadi sebelum putus lebih dari 5%. bila kurang dari itu suatu bahan disebut getas (brittle). Tegangan sejati . dengan satuan strain energy per unit volume (Joule/m3 atau Pa). regangan sejati (true stress. Pengerasan regang (strain hardening) Sifat kebanyakan logam yang ditandai dengan naiknya nilai tegangan berbanding regangan setelah memasuki fase plastis. Derajat ketangguhan (toughness) Kapasitas suatu bahan menyerap energi dalam fase plastis sampai bahan tersebut putus.j. Kelenturan (ductility) Merupakan sifat mekanik bahan yang menunjukkan derajat deformasi plastis yang terjadi sebelum suatu bahan putus atau gagal pada uji tarik. k. Derajat kelentingan (resilience) Derajat kelentingan didefinisikan sebagai kapasitas suatu bahan menyerap energi dalam fase perubahan elastis.

Deformasi elastis adalah deformasi yang terjadi akibat adanya beban yang jika beban ditiadakan. hubungan fungsional antara beban dan deformasi yang terjadi dimana sifat materi yang terdeformasi terdiri atas 2 macam. 1. maka material akan kembali seperti ukuran dan bentuk semula.Standar Dan Rumus Uji Tarik Apabila suatu benda mengalami deformasi maka dapat dilakukan analisis dengan 2 macam cara. Secara umum kekuatan suatu material diuji melalui uji tarik dengan memberi gaya 11 . yaitu: 1) Rigid (Kaku) = Patah = Plastik. yaitu: Intrepretasi Fisik dan Analisis Geometri. Deformasi Elastis. sedangkan deformasi plastis adalah deformasi yang bersifat permanen jika bebannya dilepas. Intrepretasi Fisik adalah proses penerjemahan secara fisis terhadap sifat materi yang mengalami deformasi tegangan (stress) yang terjadi pada materi. 2) Non-Rigid = Lentur = Elastik.

Insinyur sering menggunakan perhitungan ini di tarik tes . Elastomer dan memori bentuk logam seperti Nitinol menunjukkan rentang deformasi elastis besar Soft termoplastik dan konvensional logam memiliki rentang deformasi elastis moderat. Ini disebut daerah linier atau linear zone. pada tahap sangat awal dari uji tarik. sementara keramik. dan keras plastik termoseting hampir tidak mengalami deformasi elastis. kurva pertambahan panjang vs beban mengikuti aturan Hooke sebagai berikut: Rasio tegangan (stress) dan regangan (strain) adalah konstan. Jenis deformasi secara reversible. E adalah material konstanta yang disebut Young's modulus.Para rentang elastis berakhir ketika bahan mencapai kekuatan luluh. setelah pasukan tidak lagi diterapkan. objek kembali ke bentuk aslinya. Di daerah ini.Deformasi elastis linear diatur oleh hukum Hooke yang menyatakan: Yang mana diterapkan σ adalah stres. Stress adalah beban dibagi luas penampang bahan dan strain adalah pertambahan panjang dibagi panjang awal bahan. Hukum Hooke (Hooke’s Law) Untuk hampir semua logam.  L: panjang awal F: gaya tarikan. A: luas penampang Hubungan antara stress dan strain dirumuskan: 12 . dan ε adalah hasil ketegangan. Hubungan ini hanya berlaku dalam rentang elastis dan menunjukkan bahwa kemiringan kurva tegangan vs regangan dapat digunakan untuk menemukan Modulus Young. kristal.tarik pada bahan hingga bahan tersebut putus. hubungan antara beban atau gaya yang diberikan berbanding lurus dengan perubahan panjang bahan tersebut. Stress: σ = F/A Dimana:   Strain: ε = ΔL/L Dimana:  ΔL: pertambahan panjang.

Hubungan gaya dengan jarak atom Pada beban geser. tegangan dan regangan bisa dihubungkan dengan persamaan: Dimana: τ : Tegangan G: Modulus Geser 13 γ : Regangan . deformasi elastis adalah perubahan jarak antar atom. Jadi besar modulus elastisitas adalah besarnya tahanan atom-atom yang berikatan Gambar. Menghitung modulus elastisitas yang perubahnnya tidak linier Dalam skala atom.E=σ/ε E= Modulus elastisitas/ modulus young (Psi. Mpa ) Modulus elastisitas dicari dengan modulus tangen atau modulus secant Gambar.

di mana perbandingan tegangan (σ) dan regangan (ε) selalu tetap. 14 . Deformasi elastis hanya terjadi sampai regangan 0.005. terjadi perubahan nilai hambatan listrik yang dibaca oleh detektor dan kemudian dikonversi menjadi perubahan regangan. Daerah ini disebut daerah plastis. bahan tidak bisa kembali ke bentuk semula jika beban dilepaskan. deformasi elastis hanya terjadi sampai regangan 0. Selanjutnya kita dapatkan yang merupakan kurva standar ketika melakukan eksperimen uji tarik. tegangan tidak lagi proporsional terhadap regangan. Deformasi Plastis Pada kebanyakan logam. Pada daerah plastis. E adalah gradien kurva dalam daerah linier. Perubahan panjang dari spesimen dideteksi lewat pengukur regangan (strain gage) yang ditempelkan pada spesimen. Kurva yang menyatakan hubungan antara strain dan stress seperti ini kerap disingkat kurva SS (SS curve). Bila pengukur regangan ini mengalami perubahan panjang dan penampang.002. Gambar Kurva Uji Tarik 2. Jika bahan berdeformasi melewati batas elastis. E diberi nama “Modulus Elastisitas” atau “Young Modulus”.Untuk memudahkan pembahasan. kita modifikasi sedikit dari hubungan antara gaya tarikan dan pertambahan panjang menjadi hubungan antara tegangan dan regangan (stress vs strain).

kristal. fraktur (juga disebut pecah). Selama pengerasan regangan material menjadi lebih kuat melalui gerakan dislokasi atom. yang dapat ditarik puluhan kali panjang aslinya. dan emas. Soft termoplastik memiliki deformasi plastik agak besar berkisar lakukan ulet logam seperti tembaga. Jenis deformasi ini tidak dapat dibalikkan. yang reversibel. Kurva regangan – tegangan Pada tinjauan mikro deformasi plastis mengakibatkan putusnya ikatan atom dengan atom tetangganya dan membentuk ikatan yang baru dengan atom yanglainnya. Jika beban di lepaskan. . atom ini tidak kembali keikatan awalnya. perak. Bahwa tegangan tarik deformasi plastik dicirikan oleh pengerasan regangan daerah dan penciutan wilayah dan akhirnya. Namun. karet.Gambar. sehingga objek akan kembali bagian cara untuk bentuk aslinya. tapi bukan besi cor. Penciutan fase yang 15 . sebuah objek dalam kisaran deformasi plastik akan terlebih dahulu telah mengalami deformasi elastis. Hard termoseting plastik. dan keramik memiliki rentang minimal deformasi plastik. Steel tidak juga. Satu bahan dengan kisaran deformasi plastik besar basah permen karet.

Semua bahan akhirnya akan patah. Pada titik ini pasukan menumpuk sampai mereka cukup untuk menyebabkan fraktur. atau melakukan inspeksi untuk mendeteksi mikroskopis retakan dan melakukan penggantian setelah mereka terjadi. diikuti dengan segera setelah patah tulang. 16 . Tergantung pada bahan. yang terjadi terutama di ulet logam. Namun. Kelelahan Mekanisme deformasi lainnya adalah kelelahan logam. materi tidak dapat lagi menahan tekanan maksimum dan tekanan pada spesimen meningkat dengan cepat. baik kegagalan memprediksi kapan akan terjadi karena materi / gaya / bentuk / iterasi kombinasi. seperti De Havilland Comet. dan kemudian plastik. retak akan mulai muncul. Ini pada awalnya berpikir bahwa cacat material hanya dalam rentang elastis sepenuhnya kembali ke keadaan semula setelah pasukan telah dihapus. kegagalan mungkin membutuhkan ribuan. miliaran. Fracture Jenis deformasi ini juga tidak dapat dibalikkan. Ada dua cara untuk menentukan kapan bagian berada dalam bahaya kelelahan logam. Penciutan dimulai setelah Kekuatan Ultimate tercapai. Menghindari bentuk dengan sudut tajam batas kelelahan logam dengan mengurangi konsentrasi tegangan. Deformasi plastik berakhir dengan fraktur material. Setelah banyak deformasi. dan mengganti bahan-bahan yang rentan sebelum hal ini terjadi. dengan deformasi plastik yang tidak jelas di antara keduanya. dan bagaimana dekat dengan batas elastis itu cacat.ditandai oleh penurunan luas penampang spesimen. Pemilihan bahan yang tidak mungkin menderita dari logam kelelahan selama kehidupan produk adalah solusi terbaik. terutama sebelum proses itu dipahami dengan baik. deformasi rentang. Kehancuran tersebut terjadi setelah bahan telah mencapai ujung elastis. jika kekuatan yang memadai diterapkan. tetapi tidak selalu mungkin. bentuk. Kelelahan logam telah menjadi penyebab utama kegagalan pesawat. . kesalahan yang diperkenalkan pada tingkat molekuler dengan setiap deformasi. tetapi tidak menghilangkannya. jutaan. atau triliunan deformasi. Selama penciutan.

staff.html http://www.id/wp-content/uploads/2010/03/bab3c-sm.DAFTAR PUSTAKA              http://pengertiandaninfo.MT.com%2F2009%2F 05%2Fpengetahuanbahan.bmk http://designmekanik.id/files/2013/02/Materi-4a.pdf http://ft.com/2011/01/deformasi-plastic-dan-delastic.id/files/2013/02/Materi-4b.bmk http://eko.itb.pdf http://eko.blogspot.com/url?sa=t&rct=j&q=Deformasi+perubahan+bentuk+material&sour ce=web&cd=3&cad=rja&ved=0CD0QFjAC&url=http%3A%2F%2Fueu201221054.id/hzabidin/wp-content/uploads/2007/09/deformasi-strainstress.doc&ei=071sUcbbKsf3rQeJh4CYBA&usg=AFQjCNGvtM-swdRFSGcjSdfxfMx1nPqtQ&bvm=bv.%20ST.wordpress.html http://geodesy.gd.ac.unsada.d.d.com/url?sa=t&rct=j&q=Deformasi+bahan&source=web&cd=12&cad= rja&ved=0CDcQFjABOAo&url=http%3A%2F%2Fdosen.pdf&ei=wblsUYzcHYKPrQe0r4DYDg&usg=AFQjCNEjC9Pii2pDT_iUZeaYKQVYBCsV5g &bvm=bv.com/2011/04/modulus-youngmodulus-elastis-dan.html http://sci-geoteknik.blogspot.id/sites/default/files/pendidikan/Tiwan.blogspot.weblog.ac.uny./3%20Keg iatan%20belajar%203.uns.ac.html http://www.ac.45175338.ac.google.id%2Fwpcontent%2Fuploads%2F2012%2F12%2Fmodul-1-Beberapa-sifatTertentu.pdf http://staff.45175338.files.45175338.com/2010/02/deformasi.blogspot.com/2012/05/deformasi.narotama.com/url?sa=t&rct=j&q=Deformasi+bahan&source=web&cd=3&cad=rj a&ved=0CEMQFjAC&url=http%3A%2F%2Fpratjojodewo..d.bmk 17 .staff.google.id%2Fwp-content%2Fuploads%2Fsites%2F48%2F2013%2F03%2Fmaterialteknik.html http://novirita.pdf http://edo-gp.es aunggul.google.com/2012/09/penjelsan-deformasi.ac.doc&ei=Kb9sUfDaNMqzrAfpi4D4Cw&usg=AFQjCNGr3Mnv0NOFZDnmUnqWau8ud-RTg&bvm=bv.%20Drs.uns.pdf http://www.blogspot..ac.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->