AKTA OTENTIK

Menurut bentuknya maka akta dapat dibagi menjadi akta otentik dan akta di bawah tangan. Akta otentik adalah akta yang dibuat oleh pejabat yang diberi wewenang untuk itu oleh penguasa , menurut ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan, baik dengan maupun tanpa bantuan dari yang berkentingan, yang mencatat apa yang dimintakan untuk dimuat di dalamnya oleh yang berkepentngan. Akta otentik terutama memuat keterangan seorang pejabat, yang menerangkan apa yang dilakukannya dan dilihat di hadapannya.

Di dalam HIR pasal 165 akta otentik disebutkan bahwa : “ Akta otentik yaitu suatu akta yang dibuat oleh atau dihadapan pejabat yang diberi wewenang untuk itu, merupakan bukti yang lengkap antara para pihak dan para ahli warisnya dan mereka yang mendapat hak daripadanya tentang yang tercantum di dalamnya dan bakan tentang yang tercantum di dalamnya sebagai pemberitahuan belaka; akan tetai yang terakhir ini hanyalah sepanjang yang diberitahukan itu erat hubungannya dengan pokok dari pada akta”.

Pejabat yang dimksudkan antara lain ialah notaris, panitera, jurusita, pegawai pencatat sipil, hakim dan sebagainya. Otentik tidaknya suatu akta tidaklah cukup apabila akta itu dibuat oleh dan di hadapan pejabat saja. Di samping itu caranya membuat akta otentik itu haruslah menurut ketentuan yang ditetapkan oleh undang-undang. Sutau akta yang dibuat oleh seorang pejabat tanpa ada wewenang dan tanpa ada kemampuan untuk membuatnya atau tidak memenuhi syarat, tidaklah dapat dianggap sebagai akta otentik, tetapi mempunyai kekuatan sebagai akta di bawah tangan apabiloa ditandatangani oleh pihak –pihak yang bersangkutan.

Sebagai keterangan dari seorang pejabat, yaitu apa saja yang dikatakan oleh pejabat itu adalah sebagai yang dilihatnya dianggap benar terjadi di hadapannya, maka ketentuan pembuktiannya berlaku bagi setiap orang. Karena akta otentik itu merupakan risalah dari pejabat, maka hanyalah merupakan bukti dari pada apa yang terjadi di hadapnnya saja.

Oleh karena dalam hal akta otentik itu pejabat terikat pada syarat-syarat dan ketentuan dalam undang-undang, sehingga hal itu cukup merupakan jaminan dapat dipercayakannya pejabat tersebut, maka isi daripada akta otentik itu cukup dibuktikan oleh akta itu sendiri. Jadi dianggaplah bahwa akta otentik itu dibuat sesuai dengan kenyataan seperti yang dilihat oleh pejabat itu, sampai dibuktikan sebaliknya.

ahli warisnya dan orang-orang yang mendapat hak daripadanya. ( Prof. Akta autentik dibuat di hadapan pejabat umum yang diangkat Negara. yaitu bahwa penilainnya diserahkan kepada pertimbangan hakim. akta yang dibuat oleh pejabat (acte ambtelijk. Terhadap pihak ketiga akta otentik itu merupakan alat bukti dengan kekuatan pembuktian bebas. Notaris adalah salah satu pejabat umum yang mempunyai wewenang untuk membuat akta autentik. yang menerangkan seperti berikut ……”. yaitu yang di buat di hadapan pejabat yang diberi wewenang untuk itu. 1870 BW) . Sebuah akta disebut akta autentik jika memenuhi syarat sebagai berikut : 1. seseorang yang ingin membuat akta autentik di hadapan notaris tidak dapat membuat dengan format sembarangan. yaitu kepolisian dan catatan sipil. Biasanya suatu partijakte diawali dengan kata-kata “ Pada hari ini……tanggal……menghaadp pada saya X. sewa menyewa dan sebaginya. . bukan berarti hanya notaris yang berwenang membuat surat autentik. Seperti dijelaskan sebelumnya. Tidak semua akta dapat disebut sebagai akta autentik. 285 Rbg. DR. . Akta yang kedua . Akta autentik dapat membantu bagemegang /pemiliknya jika tersangkut kasus hukum. 1870 BW) dapatlah disimpulkan. yang berarti bahwa akta otentik itu masih juga dapat dilumpuhkan oleh bukti lawan. Hukum Acara Perdata Indonesia. bahwa akta otentik dapat dibagi lebih lanjut menjadi : 1. S. Akta autentik itu proses pembuatan dan penandatangannya dilakukan dihadapan notaris. Sebuah akta autentik memiliki bentuk pola sendiri. Yang pertama merupakan akta yang dibuat oleh pejabat yang diberi wewenang untuk itu dengan mana pejabat tersebut menerangkan apa yang dilihat serta apa yang dilakukannya.H. Edisi ketiga Cetakan Pertama 1988 : 119-121. Akta yang dibuat oleh para pihak ( partij akte). Jadi inisiatifnya tidak berasal dari orang yang namanya diterangkan di dalam akta itu. procesverbaal acte) dan 2.Menurut pasal 165 HIR ( Ps. adalah akta dengan mana pejabat menerangkan juga apa yang dilihat serta dilakukanya. Dari pasal 165 HIR ( Ps. notaris di……. 285 Rbg. Bentuk akta tersebut sesuai dengan yang ditentukan undang-undang. 2. A dan B . Sebagai contoh dapat disebutkan akta notariil tentang jual beli. maka akta otentik merupakan bukti yang sempurna bagi kedua belah pihak. ada pihak lain yang juga berwenang membuat akta autentik. akta autentik adalah sebuah akta yang dibuat dalam bentuk yang ditentukan oleh undang-undanh atau dibuat di hadapan pejabat umum yang berwenang di tempat pembuatan akta itu. Sebagai contoh daripada akta pejabat ini misalnya ialah berita acara yang dibuat oleh Polisi atau panitera pengganti di persidangan. Jadi. Partijakte ini dibuat oleh pejabat atas permintaan pihak-pihak yang berkepentingan. Semua akta yang dibuat di hadapan notaris dapat disebut sebagai akta autentik. Meskipun demikian. Menurut KUHPerdata. Sudikno Mertokusumo. Liberty Yogyakarta).

yang menerangkan apa yang dilakukannya dan dilihat dihadapannya. ( ira Koesoemawati. Seorang notaris yang sedang dibekukan izinnya atau yang belum memiliki iain. ditambah lagi bahwa seorang pejabat umum Negara tidak memiliki keberpihakan dalam pembuatan akta. Akan sangat kecil kemungkinan akta autentik hilang. pembuatan sebuah akta autentik menjadi sesuatu yang penting. Memiliki akta autentik berarti kita memiliki bukti atau landasan yang kuat dimata hukum. meskipun disaksikan pihak ketiga. Oleh karena itu. Dan Yunirman Rijan. terutama yang menyangkut perjanjian. 2009 : 82-84. Hal lain yang mebuat akta autentik memiliki kekuatan hukum adalah karena akta autentik memiliki minuta akta yang disimpang oleh Negara melalui notaris. Akta autentik dibuat oleh pejabat yang berwenang atau notaris yang berhak. kecuali ada akta lain yang dapat membuktikan bahwa isi akta pertama tersebut salah. Akta otentik menurut Sudikno Mertokusumo ( 1985 : 124) adalah akta yang dibuat oleh pejabat yang diberi wewenang untuk itu oleh penguasa. Ke Notaris . berhati-hatilah jika ingin membuat atau menyangkal sebuah akta autentik. Seorang notaris yang sedang cuti atau sedang bermasalah tidak berwenang untuk membuat akta autentik. raih Asa Sukses . tidak dapat membuat sebuah akta autentik. yang dicatat apa yang dimintakan untuk dimuat didalamnya oleh yang berkepentingan. yang memuat peristiwa yang menjadi dasar daripada suatu hak atau perikatan . Akta otentik terutama memuat keterangan seorang pejabat. Sempurna di sini berarti hakim menganggap semua yang tertera dalam akta merupakan hal yang benar. Oleh karena itu. Akta adalah surat yang diberi tanda tangan.. Jakarta). menurut ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dengan baik. Sebuah akta autentik merupakan dokumen yang sah dan dapat menjadi alat bukti yang sempurna. Akta autentik dibuat di hadapan seorang pejabat umum Negara sehingga legalitasnya dapat dipastikan. Ada beberapa alasan yang menunjang kekuatan hukum sebuah akta autentik. SH. yang dibuat sejak semula dengan sengaja untuk pembnuktian.3. jika seseorang menyangkal isi atau keberadaan akta autentik maka akan mudah untuk diperiksa kebenarannya. Prinsip kehati-hatian perlu diperhatikan sewaktu membuat akta autentik. Hal ini dapat saja terjadi karena mereka mempunyai kepentingan sendiri-sendiri. SH. Dapat saja pihak-pihak yang terlibat pembuatan akta akan menyangkal keterlibatannya. Pembuatan akta autentik yang berkaitan dengan perjanjian biasanya dilengkapi dengan konsekuansi atau akibat jika salah satu pihak melanggar perjanjian. Kn . maupun tanpa bantuan dari yang berkeptningan. M. Hal ini dapat menyebabkan seseorang terlibat masalah hjukum karena akta autentik dilengjapi dengan opsi hukuman akan memiliki kekuatan eksekusi. tetapi hal itu tidak dapat menajdi sebuah jaminan. Hal ini berbeda dengan akta yang dibuat sendiri. . Bukan hanya itu.

Kekuatan pembuktian akta otentik itu adalah sebagai berikut : 1. sampai terbukti sebaliknya. . 2. juga sebagai bukti yang mengikat. 2. ahli warisnya dan orang-orang yang mendapat hak dari mereka suatu bukti yang sempurna tentang apa yang dimuat didalamnya. Kekuatan pembuktian lahir Bahwa suatu akta yang lahirnya tampak sebagi akta otentik serta memenuhi syarat –syarat yang telah ditentukan. yaitu harus diangap sebagai benar. Berdasarkan pasal 1870 BW atau 165 RIB akta otentik memberikan diantara pada pihak. Kekuatan pembuktian formil Dalam arti formil akta otentik membuktikan kebenaran dari pada apa yang dilihat. Kekuatan pembuktian materiil Pada umumnya akta pejabat tidak mempunyai kekuatan materiil. Merupakan bukti yang sempurna dalam arti tidak memerlukan sesuatu penambahan pembuktian. Hal ini berarti bahwa tanda tangan pejabat dianggap sebagai aslinya. didengar dan dilakukan pejabat. Akta otentik merupakan alat bukti tertulis sebagaimana yang dmaksud dalam pasal 1868 BW. Akta otentik dibuat oleh dan dihadapan pejabat Negara yang ditunjuki berdasarkan undangundang.Ada beberapa alasan sehingga akta otentik merupakan satusatunya alat bukti yang mempunyai nilai yang sangat tinggi dari alat bukti lainnya termasuk akta dibawah tangan yaitu : 1. Ini adalah pembuktian tentang kebenaran daripada keterangan pejabat sepanjang mengenai apa yang dilakukan dan dilihatnya. 3. Akta otentik sejak semula sengaja dibuat sebagai alat bukti. maka akta itu berlaku atau dapat diangap sebagai akta otentik. 5. 4. 164 RIB dan 283 RDS. Dalam hal ini yang pasti adalah tanggal dan tempat akta otentik itu dibuat serta keaslian tanda tangannya. sampai ada pembuktian sebaliknya. Akta otentik selain merupakan alat bukti sempurna. 3. Akta pejabat yang mempunyai kekuatan pembuktian materil adalah akta yang dilakukan atau dikeluarkan kantor pencatatan sipil. Sedangkan mengikat dalam arti bahwa apa yang ditulis didalmnya harus dipercaya oleh hakim. karena akta pejabat tidak lain hanyalah untuk membuktikan kebenaran apa yang dolihat dan dilakukan oleh pejabat. selama ketidakbenarannya tidak dibuktikan.

hal ini tergantung pada pembuktian dan penilaian hakim. Para pihak berkeinginan agar uraian atau keterangannya dituangkan ke dalam bentuk akta otentik. pernyataan para pihak yang diberikan atau yang diceritakan dihadapan pejabat umum. Ketika saran pejabat umum diikuti oleh para pihak dan dituangkan dalam bentuk akta otentik. Disini harus ada keinginan atau kehendak dan permintaan para pihak . yaitu salah satu pihak merasa dirugikan dari akta yang dibuat oleh pejabat umum. jika suatu akta otentik diermasalhkan oleh para pihak. Untuk memenuhi keinginan dan permintaan para pihak pejabat umum dapat memberikan saran dengan tetap berpijak pada aturan hukum. bukan perbuatan atau tindakan pejabat umum. Apabila dalam posisi yang lain. Pengertian tersebut di atas merupakan salah satu karakter yuridis dari akta otentik. Sedangkan akta yang dibuat di hadapan pejabat umum dalam praktek disebut akta pihak yang berisi uraian atau keterangan. pihak yang merasa dirugikan dapat menuntut ganti rugi berupa tuntutan ganti rugi kepada pejabat umum yang bersangkutan dengan kewajiban penggugat. Dalam . atau isi aktapun merupakan perbuatan para pihak. Akta itu harus dibuat oleh (door) atau di hadapan (ten overstaan) seorang pejabat umum. tetapi pejabat umum tetap berada di luar para pihak atau buka pihak dalam akta tersebut. hakim yang memeriksa gugatan dapat memberikan penafsiran tersendiri atas akta otentik yang sudah didegradasikan. Dalam arti hal ini tidak berarti bahwa pejabat umum sebagai pelaku dari akta tersebut. yaitu dalam gugatan harus dapat membuktikan bahwa kerugian tersebut akibat langsung dari akta otentik tersebut. Dalam tataran hukum yang benar mengenaai akta otentik. b. selain itu. hal tersebut tetap merupakan keinginan dan permintaan para pihak. apakah tetap mengikat para pihak atau dibatalkan ?. Para pihak dating kembali ke pajabt umum untuk membuat pembatalan tersebut dan jika ada yang dibatalkan sudah tidak mengikat lagi para pihak. salah satu pihak dapat menggugat pihak lainnya dengan gugatan untuk mendegradisikan.Ada 3 (tiga) syarat yang harus dipenuhi untuk dikategorikan sebagai akta otentik yaitu : 1. bukan saran atau pendapat pejabat umum. Akta ini disebut juga dengan akta relaas atau akta berita acara yang berisi uraian dari pejabat umum yang dilihat dan disaksikaan pejabat umum sendiri atas permintaan para pihak agar tindakan atau perbuatan para pihak yang dilakukan dituangkan ke dalam bentuk akta otentik. para pihak menanggung segala akibat dari pembatalan tersebut. Jika para pihak tidak sepakat bahwa akta yang bersangkutan dibatalkan. jika keinginan dan permintaan para pihak tidak ada pejabat umum tidak akan membuat akta dimaksud. maka : a.

aspek formal. tempat dan tanggal lahir. 2. kedudukan. dan d. dan c. Nama lengkap. Akhir atau penutup akta. c. Pasal 1 angka 2 undang-undang tersebut menegaskan bahwa : “ peraturan perundang-undangan adalah peraturan tertulis yang dibentuk oleh lembaga Negara atau pejabat yang berwenang dan mengikat secara umum”. kedudukan. bulan dan tahun. dan d. kewarganegaraan. . Awal akta atau kepala akta. (3) Badan akta memuat : a. Nama lengkap. Dalam pasal 38 UUJN disebutkan bahwa : (1) Setiap akta Notaris terdiri atas : a. serta pekerjaan. b.kedua posisi tersebut. Keterangan mengenai kedudukan bertindak penghadap. tanggal. (2) Awal akta atau kepala akta memuat : a. Akta itu harus dibuat dalam bentuk yang ditentukan oleh undang-undang (wet). tempat tinggal para penghadap dan/atau orang yang mereka wakili. Dalam hal ini undang-undang harus diartikan sebagaimana yang tersebut dalam undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Perturan Perundang-undangan. Isi akta yang merupakan kehendak dan keinginan dari pihak yang berkepentingan. Nama lengkap dan tempat kedudukan Notaris. baik dari aspek lahiriah. maupun aspek materiil atas akta otentik. tempat tinggal dan tanggal alhir. c. Nomor akta. b. penggugat harus dapat membuktikan apa saja yang dilanggar oleh pejabat umum. b. jabatan. hari. Akta yang dibuat oleh atau di hadapan pejabat umum dalam bentuk yang udah ditentukan dalam undang-undang. dan tempat tinggal dari tiap-tiap saksi pengenal. Judul akta. jabatan. Jam. pekerjaan. Badan akta. Pasal 1 angka 3 menyatakan bahwa : “ undang-undang adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan rakyat dengan persetujuan bersama presiden”.

Notaris harus berwenang sepanjang menyangkut akta yang harus dibuat itu. kedudukan. tempat dan tanggal lahir. 3. Di samping dapat dibuat oleh pihak atau pejabat lain.Notaris sebagaimana yang ditentukan oleh pasal 1868 BW. Dengan demikian seorang Notaris sudah memenuhi syarat sebagai pejabat umum. sehingga akta yang dibutanya adalah akta otentik . 3. Notaris dan PPAT dalam menjalankan tugas jabatannya harus dalam keadaan aktif. Baik Notaris maupun PPAT mempunyai tempat kedudukan dan wilayah kerja masing-masing . atau diberhentikan sementara waktu. sedangkan pihak lainnya mempunyai wewenang terbatas. 2. Uraian tentang penandatanganan dan tempat penandatanganan atau penerjemahan akta apabila ada.(4) Akhir atau penutup akta memuat : a. 4. c. Uraian tentang tidak adanya perubahan yang terjadi dalam pembutaan akta atau uraian tentang adanya perubahan yang dapat berupa penambahan. b. Wewenang Notaris dan PPAT meliputi empat hal . pekerjaan. Nama lengkap. Notaris haris berwenang sepanjang mengenai waktu pembuatan akta itu. jabatan. dan d. Uraian tentang pembacaan akta sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat (1) huruf I atau Pasal 16 ayat (7). Notaris harus berwenang sepanjang mengenai orang untuk kepentingan siapa akta itu dibuat. Pejabat umum oleh atau di hadapan siapa akta itu dibuat harus mempunyai wewenang untuk membuat akta itu. seperti halnya PPAT yaitu hanya terbatas pada pembuatan delapan jenis akta saja. yaitu : 1. dan tempat tinggal dari tiap-tiap saksi akta. juga mengandung makna bahwa wewenang notaris dalam membuat akta otentik mempunyai wewenang yang umum. Pejabat umum harus berwenang sepanjang mengenai tempat di mana akta itu dibuat. artinya tidak dalam keadaan cuti. Wewenang Notaris dan PPAT dalam pembuatan akta otentik sepanjang tidak dikecualikan kepada pihak atau pejabat lain atau notaris juga berwenang membuatnya. Mengenai orang dan untuk siapa akta itu dibuat harus ada keterkaitan yang jelas. pencoretan atau penggantian.

S. 2009 : 267-275.dan memounyai kekuatan pembuktian yang sempurna. M. jika merugikan pihak-pihak tertentu. Dalam kehiduoan sehari-hari yang dimaksud dengan pemerintah adalah keseluruhan kegiatan yang menjadi tugas dan dilaksanakan oleh para Badan dan Jabatan (Pejabat) Tata Usaha Negara (TUN) yang bukan pembuatan peraturan dan mengadili. Bandung).. Sedangkan akta pejabat umum PPAT tidak memenuhi syarat sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 1868 BW. maka yang berbuat demikian dapat dianggap sebagai Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. tapi tidak setiap Pejabat Umum pasti Notaris. ( Dr. Notaris adalah Pejabat Umum yang berwenang untuk membuat akta otentik dan kewenangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam UUJN. keutusan tersebut dapat dijadikan objek gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara. yang dimaksud urusan pemerintahan ilaha kegiatan yang bersifat eksekutif. bukan membuat to make) akta.H. melainkan sebagai perjanjian biasa setingkat dengan akta dibawah tangan. Meneropng Khazanah Notaris dan PPAT di Indonesia ( kumpulan Tulisan tentang Notaris dan PPAT). sehingga segala keputusan yang mereka keluarkan yang memenuhi syarat sebagai Keputusan Tata Usaha Negara. selain itu ada juga Badan atau Pejabat Tata usaha Negara . Dengan demikian . akta PPT bukan sebagai akta otentik. Untuk itu. Dari segi fungsi. tapi juga diberikan kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Pejabat Lelang. tidak hanya ditujukan kepada mereka yang secara structural memangku suatu jabatan Tata Usaha Negara . karena para PPAT hanya mengisi formulir/blanko akta to fiil) yang telah disediakan oleh oihak lain. khususnya akta PPAT dibuat tidak berdasarkan undang-undang. tetapi hanya berupa aturan hukum setingkat Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri. Pemberian kualifikasi sebagai pejabat umum tidak hanya kepada Nitaris saja. Habib AQdjie.Hum. dengan demikian Notaris sudah pasti Pejabat Umum. tetapi juga dapat ditujukan kepada siapa saja yang berdasarkan Peraturan Perundang-undangann melaksanakan urusan pemerintahan (fungsional). karena Pejabat umum bisa juga PPAT atau Pejabat Lelang. Penjelasan pasaltersebut. yaitu badan atau Pejabat yang melaksanakan urursan pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undanagn yang berlaku. Citra Aditya Bakti. oleh karena itu agar kjedudukan hukumnya kuat maka harus diatur dan dibuatkan Undang-undang Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah. . ada juga istilah Pejabat Negara. pada dasarnya PPAT dan akta PPAT belum memmpunyai kedudukan hukum yang kuat. akta PPAT hanya mempunyai pembuktian dengan kualifikasi sebagai surat di bawah tangan yang penilaian oembuktiannya ( jika bermasalah) diserrahkan kepada hakim jika hal tersebut diperiksa atau menjadi objek gugatan di pengadilan negeri. Dalam aturan hukum yang lain. Sebutan Pejabat Tata Usaha Negara . Alasan lain bahwa akta PPAT bukan akta otentik .

5 1986. Tidak memenuhi hakekat KTUN sebagai suatu besluit. No. Oleh karena elemen obyek tidak dipenuhi. 31 januari 2001 halaman 3 ) bahwa syarat akta otentik itu . 2. 10 Tahun 1961). oleh Philpus M. No. hal ini berlaku pada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Nomor 302 K/TUN/1999. 2. 3 UU No. Suatu besluit pada hakekatnyaadalah suatu beslissing. dan akta PPAT bukan Keputusan Pejabat Tata Usaha Negara sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 sub 3 undang-undang nomor 5 tahun 1986. Surabaya Post. 2. Bukan norma hukum sebagaimana halnya KTUN adalah norma penutup dalam rangkaian norma hukum.6 UU. tapi akta PPAT tidak termasuk objek gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara. Tidak memenuhi unsure KTUN menurut ketentuan pasal 1. ditegaskan bahwa Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) adalah Pejabat Tata Usaha Negara. Secara fungsional Jabatan PPAT termasuk dalam kategori Pejabat Tata Usaha Negara . Di dalam bentuk yang ditentukan oleh Undang-Undang (bentuknya baku). karena akta PPAT : 1. . tanggal 28 Juli 2001. yaitu ketika menjalankan urusan pemerintahan berupa tangkaian merupakan satu kesatuan dari proses pendaftaran tanah. yaitu : 1. dengan membuat akta PPAT. tanggal 8 Februari 2000. Akta PPAT bukanlah suatu beslissing dari PPAT. karena akta PPAT bukanlah beschikking. Nomor 62 K/TUN/1998. maka seorang PPAT tidak dapat digugat di Pengadilan Tata Usaha Negara . karena melaksanakan urusan pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan (Pasal 1 ayat (2) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 jo Pasal 19 PP . akan tetapi akta jual beli yang dibuat oleh PAT bukan merupakan Keputusan Tata Usaha Negara karena bersifat bilateral ( kontraktual). namun dalam hal ini pejabat tersebut bertindak sebagai Pejabat Umum dalam bidang perdata.Untuk hal tertentu. Dibuat oleh dan dihadapan Pejabat Umum. Menurut Philipus M. Kedudukan PPAT sebagaimana tersebut di atas dutegaskan dalam Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia : 1. tidak selalu keputusan yang dibuat oleh Pejabat Tata Usaha Negara memenuhi syarat sebagai Keputusan tata usaha Negara. Dan PPAT bukanlah pejabat TUN dalam kaitannya dengan ketentuan Pasal 1. Hadjon dikemukakan pula bahwa : Figur hukum akta PPAT bukan Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) . tidak berifat universal yang merupakan sifat Keputusan Tata Usaha Negara. Hardjon ( Formulir Pendaftaran Tanah Bukan Akta Otentik. ditegaskan bahwa Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sebagai Pejabat Tata Usaha Negara . 5 Tahun 1986. sehingga tidak dapat dijadikan obyek sengketa Tata Usaha Negara. 3.

Surabaya. Arkola. c. Pasal 1868 BW merupakan sumber untuk otensitas akta Notaris juga merupakan dasar legalitas eksistensi akta Notaris. dengan syarat –syarat sebagai berikut : a. 2003 : 148 ) bahwa ada 3 (tiga) unsure esensialia agar terpenuhinya syarat formal suatu akta otentik.Sedangkan Irawan Soerodjo ( Kepastian Hukum Hak Atas Tanah Di Indonesia. Akta itu harus dibuat oleh (door) atau di hadapan (tenoverstaan) seorang Pejabat Umum. harus mempunyai wewenang untuk membuat akta itu. 2. yaitu : 1. Akta itu harus dibuat dalam bentuk yang ditentukan oleh undang-undang. Akta yang dibuat oleh atau di hadapan Pejabat Umum yang berwenang untuk itu dan di tempat dimana akta itu dibuat. Pejabat umum oleh – atau di hadapan siapa akta itu dibuat. b. 3. Di dalam bentuk yang ditentukan oleh undang-undang. . Dibuat oleh dan dihadapan Pejabat Umum.