Macam-macam Alat berat dan Fungsinya Posted by rengkodriders ⋅ November 9, 2011 ⋅ 16 Komentar Filed Under Alat Berat

, Dozer, Excavator, Loader, Truk

Eksistensi alat berat dalam proyek-proyek dewasa ini baik proyek konstruksi maupun proyek manufaktur sangatlah penting guna menunjang Pemerintah baik dalam pembangunan infastruktur maupun dalam eksplore hasil-hasil tambang, misalnya semen dan batubara. Keuntungan-keuntungan dengan menggunakan alat-alat berat antara lain waktu yang sangat cepat, tenaga yang besar dan nilai-nilai ekonomis.

Penggunaan alat berat yang kurang tepat dengan kondisi dan situasi lapangan pekerjaan akan berpengaruh berupa kerugian antara lain rendahnya produksi, tidak tercapainya jadwal atau target yang telah ditentukan atau kerugian biaya perbaikan yang tidak semestinya. Oleh karena itu, sebelum menentukan tipe dan jumlah peralatan dan attachmentnya sebaiknya dipahami terlebih dahulu fungsi dan aplikasinya.

Berikut Kami share macam-macam alat berat beserta fungsinya, agar dapat dipahami dalam penggunaannya.

1. Pengertian Alat-alat berat

Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor pentingdidalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dankegiatan lainnya dengan skala yang besar (Rostiyanti 2009)

Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat.

Alat berat yang umum dipakai dalam proyek kostruksi antara lain :

- Dozer, - Alat gali (excavator) seperti backhoe, front shovel, clamshell; - Alat pengangkut seperti loader, truck dan conveyor belt; - Alat pemadat tanah seperti roller dan compactor, dan lain lain.

2. Klasifikasi alat-alat berat

Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat berat.

2.1. Klasifikasi Fungsional Alat Berat

Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebutberdasarkan fungsifungsi utama alat. Berdasarkan fungsinya alat berat dapatdibagi atas berikut ini (Rostiyanti 2009)

a. Alat Pengolah Lahan

Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader.

com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Buldoser digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping.1. b.html Bulldozer dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer). Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. dragline. . tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. dan clamshell.senyawa.1 Dozer Sumber: http://www. backhoe. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan.Gambar. Untuk pekerjaan di rawa digunakan jenis Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer. Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama. tergantung pada sumbu kendaraannya.

karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil. truck dan wagon.senyawa.Gambar.1.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.3 . Gambar1. alat yang digunakan dapat berupa belt. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya.html c.2 Backhoe Sumber: http://www. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh.

Truk Sumber: http://www.html d. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan.senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html e. compactor.senyawa. tanggul sungai dan sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin. Pekerjaan pemadatan . pneumatictiredroller. dan lain-lain.4 Loader Sumber: http://www. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. jalan raya. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang. Gambar1. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.

dan Three Axle Tandem Roller. Gambar. ada yang bergerak sendiri.senyawa. bersegmen. tapi ada juga yang harus ditarik traktor. klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah: Berdasarkan cara geraknya. ada yang punya permukaan halus (plain). ada yang dengan roda tiga (Three Wheel). namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna. Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas (Roller). Alat pemadat yang menggunakan penggetar (vibrator). roda dua (Tandem Roller). berbentuk grid. Dilihat dari bentuk permukaan roda. berbentuk kaki domba. agar tanah benar-benar mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah.tanah dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya. dan sebagainya. Dilihat dari susunan roda gilasnya.html . Berdasarkan bahan roda penggilasnya.1. ada yang terbuat dari baja (SteelWheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic).5 Tandem Roller Sumber: http://www.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.

Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. .com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. dan aspal. asphalt paver. 1.6. beton.html g. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concretebatch plant dan asphalt mixing plant. Concrete Mixer Truck Sumber: http://www.senyawa. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader. dan alat pemadat. motor grader. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan.f. semen. Gambar.

com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. a. . Klasifikasi operasional Alat Berat Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. 1. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja.2. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini.Gambar.7 Asphalt Paver Sumber: http://www.html 2.senyawa. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet.

batching plant. 1.8 Crawlercrane Sumber: http://www. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane. baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant.9 .html b. 1.senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Gambar.Gambar.

dan mobil crane. cranekolom putar.Tower Crane Sumber: http://www. Gambar. crane portal. sebab craneini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan.html Crane (alat pengangkat) jenisnya ada bermacam-macam: Crane gelegar. Beberapa jenis Crane banyak digunakan dalam proyek-proyek bangunan sipil yang berkaitan dengan pemindahan tanah adalah mobile crane. crane kabel. Harvester/Processor. 1. crane putar. dan Road Builder.10 Alat Berat Kehutanan Sumber: Wedhanto (2009) .com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. crane menara. karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi 3. Fungsi alat berat Dirancang untuk melakukan berbagai aplikasi kehutanan dengan konfigurasi LogLoader.senyawa.

11 BACKHOE LOADER Alat penggali sering juga disebut Excavator. ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang / track shoe (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan ban (Wheel Excavator).Backhoe Loadermerupakan gabungan dari dua alat berat yang berbeda fungsinya. 1. Bagian depan dilengkapi dengan bucket dan berfungsi sebagaimana loader dan bagian belakang dilengkapi dengan perlengkapan yang sama dengan yang digunakan pada excavator Gambar. .

pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. 1. Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis.Gambar. . akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. pencampuran tanah. dan lain sebagainya Perbedaan mendasar antara Excavator dan Mass Excavator terdapat pada kapasitas implement yang digunakan. meratakan tanggul. dusamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah.12 HIDRAULIC EXCAVATOR Sumber: catalogue Komatsu Excavator digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan seperti : • Excavating (menggali) • Loading (memuat material) • Lifting (mengangkat beban) • Hammering (menghancurkan batuan) • Drilling (mengebor).

13 MOTOR GRADER Sumber: Wedhanto (2009) Beberapa pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Grader antara lain adalah: · Perataan tanah (Spreading). · Pembuatan parit (Crowning Ditching) · Pemberaian butiran tanah (scarifying) Pada umumnya Grader digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan dan pemeliharaan jalan.Gambar. Ditching • Scarifying . · Pencampuran tanah maupun pencampuran material (Side cast/mixing). · Pekerjaan tahap akhir (finishing) pada “pekerjaan tanah”. 1. diantaranya : • Grading. Spreading.

• Digging. • Grading. Skid Steer Loader. Leveling. disingkat SSL. 1. Gambar. Dozing. diantaranya : • Loading.• Side Sloping • Dozing • Ripping Tergantung attachment (perlengkapan kerja) nya.14 Skid Steer Loader . dan sebagainya. dapat digunakan untuk berbagai keperluan. • Clamping.

15 Skidder Sumber: Wedhanto (2009) Ada dua jenis Skidder yang digunakan yaitu : • Wheel Skidder • Track Skidder Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. 1. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging).Sumber: Wedhanto (2009) Gambar. .

menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. Scrapper mampu menggali/ mengupas permukaan tanah sampai setebal + 2. jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri. digunakan untuk memuat. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton.5 mm pula.Gambar. disingkat WTS. Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil.5 mm atau menimbun suatu tempat sampai tebal minimum + 2. Jika ditinjau dari penggeraknya. Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno. dan (3) operator yang bekerja. kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan. 1. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan.16 Wheel Tractor Scrapper Sumber: Wedhanto (2009) Wheel Tractor Scrapper. Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada: (1) kedalaman tanah yang digali. memindahkan. (2) kondisi mesin. sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik . meratakan jalan raya atau lapangan terbang. lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan.

Produksi SelfPropelled Scrappers dapat tinggi.18 .sangat lamban. baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya. jika digunakan untuk mengangkut jarak yang sedang (+ 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck. Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah. Gambar 1. Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. dan jarak angkut yang ekonomis kurang dari 67 m. Gambar 1.17 Articulated Dump Truck Sumber: Wedhanto (2009) Articulated Dump Truck. disingkat ADT.

dimana kegunaanya hampir sama dengan dozer.Off Highway Truck Sumber: Wedhanto (2009) Sama halnya dengan ADT.1-19. Wheel Dozer Sumber: Wedhanto (2009) Mesin ini merupakan wheel loader yang dilengkapi dengan blade. Off Highway Truckjuga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. . Gambar.

menggali pondasi basement dan lain-lain. Wheel Loader Loaderadalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser.21. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. Jenis Loader ada dua yaitu : . menggusur tonggaktonggak kayu kecil. untuk menggusur bongkaran. Grader dan sejenisnya.Gambar. hanya saja menggunakan track dan kapasitasnya lebih kecil. Gambar 1.1.20 Track Type Loader Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Loaderdigunakan untuk memuat material. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. sama halnya dengan wheel loader. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan.

22 Track Type Tractor Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Tractoratau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. Gambar.(1) Loader dengan roda rantai (CrawlerLoader). dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). Pada wheel loader kecil dan menengah. . 1. Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut. meratakan atau menyebarkan material. hal yang perlu diperhitungkan adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari loader itu sendiri. bisa juga digunakan untuk aplikasi lainnya (tergantung dari attachment yang digunakan) seperti : WHA (Waste Handling Arrangement) Integrated Toolcarrier. lebihlebih jika digunakan Wheel Loader. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan. Forklift dan sebagainya. Kegunaan dari Wheel Loader adalah untuk memuat material ke dalam ADT atau OHT.

bila dilengkapi dengan Ripper • Skidding. Alat ini juga dapat untuk mebuat timbunan bahan persediaan (stock pilling). yaitu : • Ripping. bila dilengkapi dengan Winch Gambar. maka disapatkan alat yang disebut dengan power shovel. dan sekaligus memuatkan ke dalam truk atau alat angkut lainnya.1. Power Shovel Dengan memberikan shovel attachment pada excavator. .23 Telehandler Sumber: Wedhanto (2009) Penggunaan Telehandler tergantung dari attachment yang dipasangkan pada mesintersebut. tergantung dari attachment yang dipasangkan. Alat ini baik untuk pekerjaan menggali tanah tanpa bantuan alat lain.Disamping itu ada kegunaan lainnya yang bisa dilakukan oleh machine ini. Misalnya bisa digunakan sebagai forklift dengan daya jangkau yang lebih jauh.

karena diperoleh keuntungan yang besar antara lain stabilitas dan kemampuan floatingnya. Macam shovel dibedakan dalam dua hal. Power shovel di lapangan digunakan terutama untuk menggali tebing yang letaknya lebih tinggi dari tempat kedudukan alat.Pada umumnya power shovel ini dipasang di atas crawler mounted. dan shovel dengan kendali hidrolis (hydraulic controlled). ialah shovel dengan kendali kabel (cable controlled). Gambar : Front shovel .

Mundur untuk melepaskan dari tanah/tebing. Swing (memutar) untuk membuang (dump). Mengangkat dipper/bucket untuk mengisi. Berpindah jika sudah jauh dan tebing galian. Pada dasarnya gerakan-gerakan selama bekerja dengan shovel ialah: Maju untuk menggerakkan dipper menusuk tebing. dengan menggerakkan dipper/bucket ke depan kemudian ke atas sambil menggaruk tebing sedemikian rupa sehingga dengan garukan ini tanah dapat masuk ke dalam bucket. shovel digerakkan/berjalan menuju posisi baru hingga dapat bekerja seperti semula. Operator yang telah berpengalaman. shovel dapat diputar (swing) ke kanan atau ke kiri menuju tempat yang harus diisi. Setelah terisi penuh. akan dapat mengatur gerakan sedemikian rupa sehingga bucket sudah terisi penuh pada saat bucket mencapai bagian atas tebing. dan Menaikkan/menurunkan sudut boom jika diperlukan . Segera sesudah shovel tidak lagi dapat mencapai tebing dengan sempurna. Jika bucket sudah penuh. bucket ditarik ke luar.Cara kerja Power Shovel Pekerjaan dimulai dengan mennempatkan shovel pada posisi dekat tebing yang akan digali.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful