BUDAYA DAN KEBUDAYAAN

Sejarah Kebudayaan
Manusia disebut sebagai makhluk yang berbudaya karena perilakunya sebagian besar dikendalikan oleh budi atau akalnya. Kata berbudaya berasal dari kata Sansekerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari kata budhi yang berarti akal. Dalam bahasa asing lainnya terdapat kata-kata seperti culture (Inggris), cultuur (Belanda) atau Kultur (Jerman). Berasal dari kata Latin coltere yang berarti pemeliharaan, pengolahan, dan penggarapan tanah menjadi tanah pertanian. Dalam arti kiasan kata-kata itu juga diberi arti “pembentukan dan pemurnian”, misalnya pembentukan dan pemurnian jiwa. Kebudayaan menurut E.B. Taylor, “Kebudayaan adalah kompleks keseluruhan yang mencakup ilmu pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, adat istiadat dan kemampuankemampuan, serta kebiasaan-kebiasaan lain yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat”. Menurut Koentjaraningrat, ”kebudayaan sebagai keseluruhan dari kelakuan dan hasil kelakuan manusia yang teratur oleh tata kelakuan, yang diperoleh melalui belajar dan tersusun dalam kehidupan masyarakat”. Sejarah Kebudayaan memang sangat sedikit ditulis oleh seorang sejarwan. Sejarah kebudayaan sebagai bagian dari sudut pandang sejarah dalam melihat suatu peristiwa. Untuk tulisan sejarah budaya dalam kajian antropologi, filsafat dan jurnalisme telah banyak diterbitkan. Namun, kesemuanya merupakan patokan pengmatan kebudayaan pada masa kini atau berupa kajian kontemporer saja, bukan sebagi proses historis. Namun, kajian sejarh tentang kebudayaan sudah diaktualisasikan berupa karya dari Darsiti Suratman, Kehidupan Dunia Kraton Surakarta 1830-1939 atau Djoko Soekiman, Kebudayaan Indisch. Kedua buku tersebut merupakan kajian yang mendekati sejarah kebudayaan dalam tema, tetapi masih belum berupa sejarah kebudayaan dalam pendekatan. Dalam memberikan gambaran Kuntowijoyo tidak memberikan keputusan dalm penulisna sejarah kebudayaan namun ia membrikan rujukan yang bisa dianut oleh sejarawan. Kuntowijoyo mencuplik dari buku milik Karl J. Weintraub, memuat tradisi historiografi kebudayaan dari sejarawan Eropa. Seperti Voltaire dengan ukuran untuk menyebut masyarakat, bangsa, dan rakyat beradab; burckhard, berusha dalam penemuan struktur dan tata dalam sejarah kebudayaan. Menurut Burckhard, kebudayaan ialah kenaytaan campuran sedangkan tugas sejarawan adalah mengkoordinasikan elemen-elemn dalam gambaran umum. Burckhard menggambarkan sejarah kebudayaan sebagai fragmenfragmen yang disatukan seperti mozaik. Lamprecht, sejarah kebudayaan ialah sejarah sejarah dari seeleben (kolektifitas yang berupa apa saja, di mana ada jiwa zaman, dan di situ ada kebudayaan), kehidupan rohaniah suatu bangsa, melalui jiwa yang terbelenggu atau jiwa yang bebas. Heuizinga kebudayaan sebuah struktur, sebuah bentuk. Sejarah sebagai bentuk kejiwaan dengan apa sebuah kebudayaan menilai masa lampau. Sejarah kebudayaan menurut Heuzinga adalah usaha mencaru ”morfologi budaya”, studi tentang struktur. Kemudian, pandangan Kuntowijoyolebih ditujukan kepada pandangan Burckhardt dan Huizinga, karena dianggap sebagi penulis klasih sejarah kebudayaan. Burckhardt telah mampu untuk memisahkan antara kajian antropologi dengan kajian sejarah. Perbedaan itu terletak pada pendekatan yang sinkronis, sistematis, tetapi tanpa kesalahan kronologis dalam peyajiannya. Kedua, usahanya memperluas bahan-bahan kajian sejarah

seperti sejarah kesenian. apapun yang menjadi sumber pikiran. yang ditulis tanpa mengingat tema umum budayanya. maka budaya identik dengan manusia dan sekaligus membedakannya dengan makhluk hidup lain.kebudayaan dengan memberikan gambaran secara keseluruhan. Karena setiap manusia berakal. tetapi sejarah yang tertentu dan khusus. tanpa mengkaitkan sengn konsep sentral. Kebudayaan sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan kepercayaan seni. Masuknya sejarah kebudayaan ke dalam sejarah yang bersifat khusus. moral. yaitu: 1. tidak dalam bentuk abstrak sehingga dalam penjelasan sejarah kebudayaan yang diungkapkan haruslah aktual dan konkret. Kebudayaan sendiri diartikan sebagai segala hal yang berkaitan dengan akal atau pikiran manusia. akal adalah sumber budaya. bisa menilai diri dari segala keadaannya. akal budi atau adat-istiadat. manusia mengerti tempatnya sendiri. menegaskan bahwa. misalnya. atau sejarah yang masih mengandung sifat budaya merupakan turunan dari sejarah kebudayaan itu sendiri. Pengertian tersebut berarti pewarisan budayabudaya leluhur melalui proses pendidikan. Kebudayaan merupakan hasil karya. sehingga dapat menunjuk pada pola pikir. 3. Beberapa pengertian kebudayaan berbeda dengan pengertian di atas. serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. rasa dan cipta masyarakat. “menurut antropologi. hasilnya bukanlah sejarah kebudyaan. 2. Pengertian kebudayaan tersebut mengispirasi penulis untuk menyimpulkan bahwa. meskipun ada kalanya sebuah kebudayaan memiliki banyak pusat (plural centre). Rasa yang meliputi jiwa manusia yaitu kebijaksanaan yang sangat tinggi di mana aturan kemasyarakatan terwujud oleh kaidah-kaidah dan nilai-nilai sehingga denga rasa itu. Sedangkan definisi kebudayaan menurut Koentjaraningrat sebagaimana dikutip Budiono K. adalah sejarah kesenian. bukan sejarah kebudayaan. Kebudayaan adalah cara berfikir dan cara merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan sekelompok manusia yang membentuk kesatuan sosial (masyarakat) dalam suatu ruang dan waktu. pengertian kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung menunjuk pada pola pikir manusia. adat serta kemampuan serta kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Tugas itu adalah pemahaman secara morfologis dan deskriptif adari kebudayaan yang aktual. Kalu orang akan menulis bagian-bagian dari kebudyaan. Sejarah kesenian. dan pemikiran bersama-sama. masuk dalam lingkup kebudayaan. hukum. kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa. kesenian. yang dijadikan miliknya dengan belajar”. perilaku serta karya fisik sekelompok manusia. Karya yaitu masyaraakat yang menghasilkan tekhnologi dan kebudayaan kebendaan yang terabadikan pada keperluan masyarakat. tindakan. PENGERTIAN KEBUDAYAAN Kata budaya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pikiran. . Huizinga juga menambahkan bahwa pentingnya general thema dalam sejarah kebudayaan dan tugas sejarah kebudayaan adalah mencari pola-pola kehidupan. Gambaran umum dapat dicapai dengan menemukan central concept sebuah kebudayaan. Secara tata bahasa.

orang Batak menggunakan beberapa logat. kampung Parsoluhan. Simalungun. suku Pohan.CONTOH-CONTOH KEBUDAYAAN 1. Sultan Maharaja Bongsu pada tahun 1054 Hijriyah berhasil memakmurkan negerinya dengan berbagai kebijakan politiknya. B. Kangkat Hulu.SEJARAH SUKU BATAK Kerajaan Batak didirikan oleh seorang Raja dalam negeri Toba sila-silahi (silalahi) lua’ Baligi (Luat Balige). Mandailing dan Tapanuli Tengah. Raron itu merupakan satu pranata yang keanggotaannya sangat sukarela dan lamanya berdiri tergantung kepada persetujuan pesertanya. hujur (sejenis tombak). Toba. Pengetahuan Orang Batak juga mengenal sistem gotong-royong kuno dalam hal bercocok tanam. sedangkan dalam bahasa Toba hal itu disebut Marsiurupan. Masa kejayaan kerajaan Batak dipimpin oleh raja yang bernama. (2) Logat Pakpak yang dipakai oleh Pakpak. Seperti cangkul. . Masyarakat Batak juga memiliki senjata tradisional yaitu. Dalam bahasa Karo aktivitas itu disebut Raron. sabit (sabisabi) atau ani-ani. (3) Logat Simalungun yang dipakai oleh Simalungun. Daerah asal kediaman orang Batak dikenal dengan Daratan Tinggi Karo. Serdang Hulu. tongkat tunggal (engkol dalam bahasa Karo). Raja yang bersangkutan adalah Raja Kesaktian yang bernama Alang Pardoksi (Pardosi). Teknologi Masyarakat Batak telah mengenal dan mempergunakan alat-alat sederhana yang dipergunakan untuk bercocok tanam dalam kehidupannya. Angkola dan Mandailing. Sekelompok orang tetangga atau kerabat dekat bersama-sama mengerjakan tanah dan masing-masing anggota secara bergiliran. ialah: (1)Logat Karo yang dipakai oleh orang Karo. Unsur teknologi lainnya yaitukain ulos yang merupakan kain tenunan yang mempunyai banyak fungsi dalam kehidupan adat Batak. UNSUR BUDAYA A. C. DESKRIPSI LOKASI Suku bangsa Batak dari Pulau Sumatra Utara. Deli Hulu. podang (sejenis pedang panjang). Bahasa Dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari. (4) Logat Toba yang dipakai oleh orang Toba. piso gajah dompak (sebilah keris yang panjang). piso surit (sejenis belati). bajak (tenggala dalam bahasa Karo).

Lahan didapat dari pembagian yang didasarkan marga. Acara tersebut dilanjutkan dengan prosesi perkawinan yang dilakukan di gereja karena mayoritas penduduk Batak beragama Kristen. Sektor kerajinan juga berkembang. b.Ada pula kelompok kerabat yang disebut marga taneh yaitu kelompok pariteral keturunan pendiri dari Kuta. Sahala : jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. Apabila yang menikah adalah seseorang yang bukan dari suku Batak maka dia harus diadopsi oleh salah satu marga Batak (berbeda klan). anyaman rotan. ukiran kayu. Orang batak juga percaya akan kekuatan sakti dari jimat yang disebut Tongkal. E. Untuk mahar perkawinan-saudara mempelai wanita yang sudah menikah. Orang batak mempunyai konsepsi bahwa alam semesta beserta isinya diciptakan oleh Debeta Mula Jadi Na Balon dan bertempat tinggal diatas langit dan mempunyai nama-nama sesuai dengan tugasnya dan kedudukanya . sapi. Begu : Tondinya orang yang sudah mati. (b) perbedaan pangkat dan jabatan. (c) perbedaan sifat keaslian dan (d) status kawin. dan bebek. F. Kekerabatan Kelompok kekerabatan suku bangsa Batak berdiam di daerah pedesaan yang disebut Huta atau Kuta menurut istilah Karo. kambing. Selain tanah ulayat adapun tanah yang dimiliki perseorangan . Debeta Mula Jadi Na Balon : bertempat tinggal dilangit dan merupakan maha pencipta. Religi Pada abad 19 agama islam masuk daerah penyebaranya meliputi batak selatan . Setiap kelurga mandapat tanah tadi tetapi tidak boleh menjualnya. Organisasi Sosial a. Klen kecil tadi merupakan kerabat patrilineal yang masih berdiam dalam satu kawasan. Sebaliknya klen besar yang anggotanya sdah banyak hidup tersebar sehingga tidak saling kenal tetapi mereka dapat mengenali anggotanya melalui nama marga yang selalu disertakan dibelakang nama kecilnya. babi. Mata Pencaharian Pada umumnya masyarakat batak bercocok tanam padi di sawah dan ladang. Perternakan juga salah satu mata pencaharian suku batak antara lain perternakan kerbau. .D. Siloan Na Balom: berkedudukan sebagai penguasa dunia mahluk halus. yang ada kaitanya dengan pariwisata. Misalnya tenun. Biasanya satu Huta didiami oleh keluarga dari satu marga. Perkawinan Pada tradisi suku Batak seseorang hanya bisa menikah dengan orang Batak yang berbeda klan sehingga jika ada yang menikah dia harus mencari pasangan hidup dari marga lain selain marganya. Marga tersebut terikat oleh simbol-simbol tertentu misalnya nama marga. Walaupun d emikian banyak sekali masyarakat batak didaerah pedesaan yang masih mmpertahankan konsep asli religi pendduk batak. Stratifikasi sosial orang Batak didasarkan pada empat prinsip yaitu : (a) perbedaan tigkat umur. Dalam hubungannya dengan roh dan jiwa orang batak mengenal tiga konsep yaitu : Tondi: jiwa atau roh. Agama kristen masuk sekitar tahun 1863 dan penyebaranya meliputi batak utara. ayam. temmbikar. Penangkapan ikan dilakukan sebagian penduduk disekitar danau Toba.

menyambut tamu yang dihormati dan upacara menari Tor-tor. 2. Melupakan adat dianggap sangat berbahaya. Pengayoman Pengayoman wajib diberikan terhadap lingkungan masyarakat. dimana seseorang harus mencari jodoh diluar kelompoknya. Hagabeon Nilai budaya yang bermakna harapan panjang umur. Alat Musik tradisional : Gong. bercucu banyak. Adat itu sendiri bagi orang Batak adalah suci. ASPEK PEMBANGUNAN Aspek pembangunan dari suku Batak yaitu masuknya sistem sekolah dan timbulnya kesempatan untuk memperoleh prestise social. Uhum dan ugar Nilai uhum orang Batak tercermin pada kesungguhan dalam menegakkan keadilan sedangkan ugari terlihat dalam kesetiaan akan sebuah janji. tugas tersebut di emban oleh tiga unsur Dalihan Na Tolu. Terjadinya jaringan hubungan kekerabatan yang berdasarkan adat dapat berjalan dengan baik. Hasil kerajinan tenun dari suku batak adalah kain ulos. 5. SEJARAH Suku Nias . Kelompok yang memberikan gadis disebut Boru. Hamoraan Nilai kehormatan suku Batak yang terletak pada keseimbangan aspek spiritual dan meterial. NILAI BUDAYA 1. Tari serampang dua belas (bersifat hiburan). upacara kematian. Saga-saga. Kekerabatan Nilai kekerabatan masyarakat Batak utamanya terwujud dalam pelaksanaan adat Dalian Na Talu. Pengakuan hubungan darah dan perkawinan memperkuat tali hubungan dalam kehidupan sehari-hari. untuk kelompok yang menerima gadis untuk diperistri disebut Hula-hula. menghargai. orang-orang dalam satu kelompok saling menyebut Sabutuha (bersaudara). Kain ini selalu ditampilkan dalam upacara perkawinan. 2. Kain adat sesuai dengan sistem keyakinan yang diwariskan nenek moyang . 6. dan saling membantu. Saling tolong menolong antara kerabat dalam dunia dagang dan dalam lapangan ditengah kehidupan kota modern umum terlihat dikalangan orang Batak.G. dan yang baik-baik. 3. Keketatan jaringan kekerabatan yang mengelilingi mereka itulah yang memberi mereka keuletan yang luar biasa dalam menjawab berbagai tantangan dalam abad ini. beranak. Marsisarian Suatu nilai yang berarti saling mengerti. mendirikan rumah. Kesenian Seni Tari yaitu Tari Tor-tor (bersifat magis). 4. penyerahan harta warisan.

Masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik dibuktikan oleh peninggalan sejarah berupa ukiran pada batubatu besar yang masih ditemukan di wilayah pedalaman pulau ini sampai sekarang. Budaya Nias Dalam budaya Ono Niha (Nias) terdapat cita-cita atau tujuan rohani hidup bersama yang termakna dalam salam “Ya’ahowu” (dalam terjemahan bebas bahasa Indonesia “semoga . Ke 9 Putra itulah yang dianggap menjadi orang-orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Nias.Tari Perang diperagakan di halaman tengah pedesaan tradisional. salah satu mitos asal usul suku Nias berasal dari sebuah pohon kehidupan yang disebut "Sigaru Tora`a" yang terletak di sebuah tempat yang bernama "Tetehöli Ana'a". Amsterdam Suku Nias adalah kelompok masyarakat yang hidup di pulau Nias. Dalam bahasa aslinya. Menurut mitos tersebut di atas mengatakan kedatangan manusia pertama ke Pulau Nias dimulai pada zaman Raja Sirao yang memiliki 9 orang Putra yang disuruh keluar dari Tetehöli Ana'a karena memperebutkan Takhta Sirao. Untuk mencapai tingkatan ini seseorang harus mampu melakukan pesta besar dengan mengundang ribuan orang dan menyembelih ribuan ekor ternak babi selama berhari-hari. Niha = manusia) dan pulau Nias sebagai "Tanö Niha" (Tanö = tanah). Dimana tingkatan kasta yang tertinggi adalah "Balugu". Hukum adat Nias secara umum disebut fondrakö yang mengatur segala segi kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian. Foto koleksi Tropenmuseum. orang Nias menamakan diri mereka "Ono Niha" (Ono = anak/keturunan. Asal Usul Tari Perang Menurut masyarakat Nias. Kasta : Suku Nias mengenal sistem kasta(12 tingkatan Kasta). Suku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi.

Dari arti Ya’ahowu tersebut terkandung makna: memperhatikan kebahagiaan orang lain dan diharapkan diberkati oleh Yang Lebih Kuasa. Dengan kata lain Ya’ahowu menampilkan sikap-sikap: perhatian.[2] Orang Portugis mencatat dalam Suma Oriental bahwa orang sunda bersifat jujur dan pemberani. Hasil dari diplomasinya dituangkan dalam Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal. rasa hormat. suka bercanda. Jati diri yang mempersatukan orang Sunda adalah bahasanya dan budayanya. dan riang. Jakarta. aktor dan aktris dari etnis Sunda. tetapi seringkali nakal. prestasi yang cukup membanggakan adalah pada bidang budaya yaitu banyaknya penyanyi. Jadi makna yang terkandung dalam “Ya’ahowu” tidak lain adalah persaudaraan (dalam damai) yang sungguh dibutuhkan sebagai wahana kebersamaan dalam pembangunan untuk pengembangan hidup bersama 3. Mereka bersifat riang. yang memiliki prestasi di tingkat nasional. Banten. Indonesia. dan pengetahuan. dan banyak akal. dan Sunda Wiwitan/Jati Sunda. anaknya Semar. Beberapa tokoh Sunda juga menjabat Menteri dan pernah menjadi wakil Presiden pada kabinet RI. Sang Hyang Surawisesa atau Raja Samian adalah raja pertama di Nusantara yang melakukan hubungan diplomatik dengan Bangsa lain pada abad ke 15 dengan orang Portugis di Malaka. Jika seseorang bersikap demikian. sopan.[3] Rumah Adat . seperti di Kuningan dan masyarakat suku Baduy di Lebak Banten yang berkerabat dekat dan dapat dikategorikan sebagai suku Sunda. Orang sunda juga adalah yang pertama kali melakukan hubungan diplomatik secara sejajar dengan bangsa lain. Sekurang-kurangnya 15. maupun internasional. dan bertanggungjawab akan kebutuhan orang lain (yang diucapkan : Selamat – Ya’ahowu). termasuk yang tidak terungkap. SEJARAH SUKU SUNDA Wanita Sunda pemetik teh di masa Hindia Belanda Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa. Orang Sunda dikenal memiliki sifat optimistis. tanggap.diberkati”). dan Lampung. akan tetapi ada juga sebagian kecil yang beragama kristen. Suku Sunda merupakan etnis kedua terbesar di Indonesia. yang mencakup wilayah administrasi provinsi Jawa Barat. Hindu. ramah. Mayoritas orang Sunda beragama Islam. berarti orang tersebut memperhatikan perkembangan dan kebahagiaan orang lain : tidak hanya menonton.41% penduduk Indonesia merupakan orang Sunda. serta menghormatinya sebagai sesama manusia sebagaimana adanya. Agama Sunda Wiwitan masih bertahan di beberapa komunitas pedesaan suku Sunda. musisi. Disamping prestasi dalam bidang politik (khususnya pada awal masa kemerdekaan Indonesia) dan ekonomi. Karakter orang Sunda yang periang dan suka bercanda seringkali ditampilkan melalui tokoh populer dalam cerita Sunda yaitu Kabayan dan tokoh populer dalam wayang golek yaitu Cepot. tanggungjawab.

Rokan Hulu). Aceh Selatan. utara dan selatan dari Luhak Nan Tigo. yang biasanya terdiri tidak lebih dari tiga anak tangga. Kolong ini sendiri umumnya digunakan untuk tempat mengikat binatang-binatang peliharaan seperti sapi. yang kemudian menyebar ke wilayah rantau di sisi barat. Hal menarik lainnya adalah mengenai material yang digunakan oleh rumah itu sendiri. rumah tradisional milik masyarakat Jawa Barat ini memiliki pemahaman yang sangat mengagumkan.Rumah tradisional Sunda suhunan Julang Ngapak di Papandak. demokratis.8 m atau 1 meter di atas permukaan tanah. bagian utara Bengkulu (Mukomuko). kuda. angin.8 meter. Pada rumah-rumah yang sudah tua usianya. garu dan sebagainya. Sibolga. Sorkam. Kuantan Singingi. karena rumah adat Sunda sangat jarang menggunakan genting. Rumah untuk komunitas orang Sunda bukan sebagai benteng perlindungan dari musuh manusia. Untuk naik ke rumah disediakan tangga yang disebut Golodog yang terbuat dari kayu atau bambu. pesisir barat Sumatera Utara (Natal. warisan.0. nama suhunan rumah adat orang Sunda ditujukan untuk menghormati alam sekelilingnya. bagian barat Jambi (Kerinci. terik matahari dan binatang. Untuk penguat antar tiang digunakan paseuk (dari bambu) atau tali dari ijuk ataupun sabut kelapa. persukuan. atau daun rumia. Budaya ini merupakan salah satu dari dua kebudayaan besar di Nusantara yang sangat menonjol dan berpengaruh. Budaya ini memiliki sifat egaliter. budaya Minangkabau berasal dari Luhak Nan Tigo. dan sintetik. tinggi kolong ada yang mencapai 1.5 m . timur.Secara tradisional rumah orang Sunda berbentuk panggung dengan ketinggian 0. Sejarah Berdasarkan historis. yang menjadi anti-tesis bagi kebudayaan besar lainnya.[1] Berbeda dengan kebanyakan budaya yang berkembang di dunia. Pemakaian material bilik yang tipis dan lantai panggung dari papan kayu atau palupuh tentu tidak mungkin dipakai untuk tempat perlindungan di komunitas dengan peradaban barbar. sedangkan bagian atap sebagai penutup rumah menggunakan ijuk. Secara umum. Bungo). Aceh . bagian barat Riau (Kampar. dan Barus). Garut . tapi semata dari alam berupa hujan. Hampir di setiap bangunan rumah adat Sunda sangat jarang ditemukan paku besi maupun alat bangunan modern lainnya. Golodog berfungsi juga untuk membersihkan kaki sebelum naik ke dalam rumah Ditilik dari segi filosofis. budaya Minangkabau menganut sistem matrilineal baik dalam hal pernikahan. 4. daun kelapa. bagian barat daya Aceh (Aceh Barat Daya.[2] Saat ini wilayah budaya Minangkabau meliputi Sumatera Barat.SEJARAH SUKU Minangkabau Budaya Minangkabau adalah kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau dan berkembang di seluruh kawasan berikut daerah perantauan Minangkabau. dan sebagainya. atau untuk menyimpan alat-alat pertanian seperti cangkul. bajak. yakni budaya Jawa yang bersifat feodal dan sinkretik.

mendirikan rumah. Syarak mangato adat mamakai. dan hak menggembala. memungut hasil. Haji Miskin. Harta pusaka tinggi merupakan warisan turun-temurun dari leluhur yang dimiliki oleh suatu keluarga atau kaum. Hak pakai dari harta pusaka tinggi ini antara lain. sedangkan harta pusaka rendah merupakan hasil pencaharian seseorang yang diwariskan menurut hukum Islam. kolam. syariat bersendikan kepada Al-Quran). Menggadaikan harta pusaka tinggi hanya dapat dilakukan setelah dimusyawarahkan di antara petinggi kaum. Harta pusaka Dalam budaya Minangkabau terdapat dua jenis harta pusaka. Reformasi budaya di Minangkabau terjadi setelah Perang Padri yang berakhir pada tahun 1837. Sehingga sejak itu. selain belajar mengaji. Hal ini ditandai dengan adanya perjanjian di Bukit Marapalam antara alim ulama. minum tuak. dan Kabupaten Aceh Tenggara). yakni harta pusaka tinggi dan harta pusaka rendah. Pemuda Minangkabau yang beranjak dewasa. Nagan Raya. Anggota kaum memiliki hak pakai dan biasanya pengelolaan diatur oleh datuk kepala kaum. syarak basandi kitabullah. dan hutan. Harta pusaka tinggi adalah harta milik seluruh anggota keluarga yang diperoleh secara turun temurun melalui pihak perempuan. berjudi. (Adat bersendikan kepada syariat. hingga Negeri Sembilan di Malaysia. Para ulama yang dipelopori oleh Haji Piobang. mereka juga ditempa latihan fisik berupa ilmu bela diri pencak silat.Barat. hak membuka tanah. Tergadainya harta pusaka tinggi karena empat hal: • Gadih gadang indak balaki (perawan tua yang belum bersuami) . menangkap ikan hasil kolam. Mereka bersepakat untuk mendasarkan adat budaya Minang pada syariat Islam. setiap kampung atau jorong di Minangkabau memiliki masjid. Harta ini berupa rumah. Budaya Minangkabau pada mulanya bercorakkan budaya animisme dan Hindu-Budha. Kesepakatan tersebut tertuang dalam adagium Adat basandi syarak. diutamakan di gadaikan kepada suku yang sama tetapi dapat juga di gadaikan kepada suku lain. untuk berkiblat kepada syariat Islam. dan cadiak pandai (cerdik pandai). tokoh adat. Kemudian sejak kedatangan para reformis Islam dari Timur Tengah pada akhir abad ke18. Budaya menyabung ayam. diwajibkan untuk tidur di surau. sawah. dan Haji Sumanik. mendesak Kaum Adat untuk mengubah pandangan budaya Minang yang sebelumnya banyak berkiblat kepada budaya animisme dan Hindu-Budha. Harta pusaka tinggi tidak boleh diperjualbelikan dan hanya boleh digadaikan. diharamkan dalam pesta-pesta adat masyarakat Minang. Sejak reformasi budaya dipertengahan abad ke-19. pola pendidikan dan pengembangan manusia di Minangkabau berlandaskan pada nilai-nilai Islam. adat dan budaya Minangkabau yang tidak sesuai dengan hukum Islam dihapuskan. selain surau yang ada di tiap-tiap lingkungan keluarga. ladang. Di surau. mengadu kerbau.

. TarianTari-tarian merupakan salah satu corak budaya Minangkabau yang sering digunakan dalam pesta adat ataupun perayaan pernikahan. • Mambangkik batang tarandam (membongkar kayu yang terendam) Jika tidak ada biaya untuk pesta pengangkatan penghulu (datuk) atau biaya untuk menyekolahkan seorang anggota kaum ke tingkat yang lebih tinggi. sedangkan seorang yang cerdik jangan menipu orang yang bodoh) 5. Adapula tarian yang memasukkan gerakan silat ke dalamnya. Ukiran Minangkabau di dinding luar bagian depan Rumah Gadang 1. menghentak. di hari tua akan kembali ke kampung asalnya 6. Pada mulanya silat merupakan bekal bagi perantau untuk menjaga diri dari hal-hal terburuk selama di perjalanan atau di perantauan. dan Tari Indang 7. Tari Minangkabau tidak hanya dimainkan oleh kaum perempuan tapi juga oleh laki-laki. Ciri khas tari Minangkabau adalah cepat. dan jangan menyia-nyiakan waktu) 3. tagak meninjau jarak (Artinya : hendaklah mengerjakan hal-hal yang bermanfaat. sementara umurnya sudah telat. cadiak jan manjua (Artinya : seorang pemimpin jangan menginjak anggotanya. . keras. Satinggi-tinggi tabang bangau. disinan sumua digali (Artinya : dimana kita tinggal. Tari-tarian Minangkabau lahir dari kehidupan masyarakat Minangkabau yang egaliter dan saling menghormati. Dalam pesta adat ataupun perkawinan. babaliaknyo ka kubangan juo (Artinya : sejauhjauh pergi merantau. masyarakat Minangkabau memberikan persembahan dan hormat kepada para tamu dengan tari-tarian. • Mayik tabujua di ateh rumah (mayat terbujur di atas rumah) Jika tidak ada biaya untuk mengurus jenazah yang harus segera dikuburkan. kamanakan dibimbiang (Artinya : anak diberikan nafkah dan disekolahkan. sementara rumah sudah rusak dan lapuk sehingga tidak layak huni.Jika tidak ada biaya untuk mengawinkan anak wanita. silat juga merupakan sistem pertahanan nagari (parik paga dalam nagari). Tari Payung. • Rumah gadang katirisan (rumah besar bocor) Jika tidak ada biaya untuk renovasi rumah. hendaklah menjunjung adat daerah setempat) 4. serta kemenakan dibimbing untuk menjalani kehidupannya) 2. Gadang jan malendo. Jenis tari Minangkabau antara lain: Tari Piring. Dima rantiang dipatah. Selain untuk menjaga diri. Bela diriPencak Silat adalah seni bela diri khas masyarakat Minangkabau yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. yang disebut randai. Tari Pasambahan. Anak dipangku. dan dinamis. Duduak marauk ranjau.

Sejak abad ke-19.[17] Suku bangsa Banjar berasal dari daerah Banjar yang merupakan pembauran masyarakat DAS Bahau (koreksi: DAS Bahan/DAS Negara). dan sejak abad ke-17 mulai menempati sebagian Kalimantan Tengah dan sebagian Kalimantan Timur terutama kawasan dataran rendah dan bagian hilir dari Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah tersebut. Suku bangsa Banjar[4] (bahasa Banjar: Urang Banjar / ‫ اورڠ بنجر‬atau bahasa Dayak Ngaju: Oloh Masih)[5][6][7] adalah suku bangsa atau etnoreligius Muslim yang menempati sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. tetapi penamaan tersebut jarang digunakan. bahasa yang digunakan suku Banjar merupakan perpaduan rumpun bahasa Melayik dan Barito Raya. SEJARAH SUKU BANJAR Sketsa seorang pembesar Kerajaan Banjar sekitar tahun 1850 (koleksi Museum Lambung Mangkurat). Kemunculan suku Banjar bukan hanya sebagai konsep etnis tetapi juga konsep politis. dan rumpun Melayu Lokal (termasuk Dayak Meratus) yaitu rumpun bahasa Melayik. Dalam cerita prosa rakyat berbahasa Dayak Meratus dimaksud terungkap bahwa nenek moyang orang Banjar yang bernama Bambang Basiwara adalah adik dari nenek moyang orang Dayak Meratus yang bernama Sandayuhan. Sejarah Secara liguistik suku Banjar serumpun dengan suku Kedayan.5. DAS Martapura dan DAS Tabanio.[18] Sungai Barito bagian hilir merupakan pusatnya suku Banjar.[8][9][10][11] Perkampungan Banjar juga dapat ditemukan di Kalimantan Barat misalnya di kelurahan Banjar Serasan dan di pedalaman Sabah misalnya Kampung Banjar di Keningau.[12][13][14][15][16] Suku Banjar terkadang juga disebut Melayu Banjar. sosiologis. Bambang Basiwara digambarkan sebagai adik yang berfisik lemah tapi . Mitologi suku Dayak Meratus (Dayak Bukit) menyatakan bahwa Suku Banjar (terutama Banjar Pahuluan) dan Suku Bukit merupakan keturunan dari dua kakak beradik yaitu Si Ayuh (Sandayuhan) yang menurunkan suku Bukit dan Bambang Basiwara yang menurunkan suku Banjar. dan agamis. Secara liguistik. Das Barito. Dalam khasanah cerita prosa rakyat berbahasa Dayak Meratus ditemukan legenda yang sifatnya mengakui atau bahkan melegalkan keserumpunan genetika (saling berkerabat secara geneologis) antara orang Banjar dengan orang Dayak Meratus. Dayak Iban. Dayak Kendayan (logat Dayak: Kanayatn). suku Banjar mulai bermigrasi ke banyak tempat di Kepulauan Melayu dan mendirikan kantong-kantong pemukiman di sana.

Grup Banjar Kuala[29] adalah campuran orang Kuin. Provinsi ini terletak di sebelah DKI Jakarta sehingga banyak pendatang yang menetap di provinsi ini. Bugis dan Cina. orang Kampung Jawa[33]. orang Kampung Melayu[31]. Patih Belitung.kawasan yang dalam perkembangannya menuju sebuah kota metropolitan yang menyatu (Banjar Bakula). orang Batang Banyu. orang Dayak Bukit dan orang Jawa-Hindu Majapahit (unsur Dayak Maanyan sebagai ciri kelompok) 3. Kelompok ini diberi agama baru yaitu agama Islam. orang MelayuHindu/Buddha. Grup Banjar Batang Banyu adalah campuran orang Pahuluan. orang Kampung Bugis-Makassar[32]. kemudian mengangkat sumpah setia kepada raja. orang Dayak Maanyan. Ibu kotanya ialah Bandung. Demikian pula penduduk Daha yang dikalahkan sebagian besar orang Bukit dan Maanyan. Salah satu di antaranya adalah tebing batu berkepala tujuh. Provinsi ini bersempadan dengan: Provinsi Banten dan DKI Jakarta di sebelah barat.berotak cerdas. Grup Banjar Pahuluan adalah campuran orang Melayu-Hindu dan orang Dayak Meratus yang berbahasa Melayik (unsur Dayak Meratus/Bukit sebagai ciri kelompok) 2. Jadi orang Banjar itu bukan kesatuan etnis tetapi kesatuan politik. maka nama Sandayuhan sangat populer di kalangan orang Dayak Meratus. orang Kampung Arab[34]. Patih Kuwi dan sebagainya serta orang Bakumpai yang dikalahkan. setan berkepala tujuh yang berhasil dikalahkannya dalam suatu kontak fisik yang sangat menentukan. Sesuai dengan statusnya sebagai nenek-moyang atau cikal-bakal orang Dayak Maratus.[19] Orang Banjar merupakan keturunan Dayak yang telah memeluk Islam kemudian mengadopsi budaya Jawa. Proses amalgamasi masih berjalan hingga sekarang di dalam grup Banjar Kuala yang tinggal di kawasan Banjar Kuala . orang Dayak Ngaju (Berangas. Lautan Hindi di sebelah . dan sebagai tanda setia memakai bahasa ibu baru dan meninggalkan bahasa ibu lama. orang Dayak Lawangan. Banyak sekali tempat-tempat di seantero pegunungan Meratus yang sejarah keberadaannya diceritakan berasal-usul dari aksi heroik Sandayuhan. orang Keling-Gujarat. KEBUDAYAAN JAWA BARAT Jawa Barat adalah sebuah provinsi yang terletak di Pulau Jawa. Bakumpai)[30]. Sedangkan Sandayuhan digambarkan sebagai kakak yang berfisik kuat dan jago berkelahi.[20] Ketika Pangeran Samudera mendirikan kerajaan Banjar. yang konon adalah penjelmaan dari Samali’ing.[26] Suku Banjar yang semula terbentuk sebagai entitas politik terbagi 3 grup (kelompok besar) berdasarkan teritorialnya dan unsur pembentuk suku berdasarkan persfektif kultural dan genetis yang menggambarkan percampuran penduduk pendatang dengan penduduk asli Dayak: 1. ia dibantu oleh orang Ngaju. dan sebagian orang Cina Parit yang masuk Islam (unsur Dayak Ngaju sebagai ciri kelompok). seperti bangsa Indonesia. Melayu. dibantu patih-patihnya seperti Patih Belandean. 6.

Komunitas Tionghoa sudah berbaur dengan Suku Jawa. yang memungkinkan ras mongoloid dari asia mengembara melalui daratan dan sampai di Kalimantan dengan melintasi pegunungan . dan banyak di antara mereka yang menggunakan Bahasa Jawa dengan logat yang kental sehari-harinya. di gunung. Kemudian pada seni patungnya dudah tidak lagi memperlihatkan tradisi India. tetapi sudah diterapkan proposisi Indonesia seperti pada patung Airlangga 7. benua Asia dan pulau Kalimantan yang merupakan bagian nusantara yang masih menyatu. semboyan orang Dayak adalah “Menteng Ueh Mamut”. mereka biasanya bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Mirip dengan komunitas Tionghoa. Pada umumnya mereka bergerak di bidang perdagangan dan jasa. yang berarti seseorang yang memiliki kekuatan gagah berani. Kata Dayak itu sendiri sebenarnya diberikan oleh orang-orang Melayu yang datang ke Kalimantan.Provinsi Jawa Tengah di sebelah timur. Jawa Tengah dikenal sebagai pusat budaya Jawa. SUKU BUDAYA JAWA TENGAH Mayoritas penduduk Jawa Tengah adalah Suku Jawa. Orang-orang Dayak sendiri sebenarnya keberatan memakai nama Dayak. Suku minoritas yang cukup signifikan adalah Tionghoa. serta tidak kenal menyerah atau pantang mundur. sebab lebih diartikan agak negatif. Adat Istiadat Suku Dayak Suku Dayak adalah suku asli Kalimantan yang hidup berkelompok yang tinggal di pedalaman. 1) Jaman Peralihan Pada seni bangunannya sudah meperlihatkan tanda – tanda gaya seni jawa timur seperti tampak pada Candi Belahan yaitu pada perubahan kaki candi yang bertingkat dan atapnya yang makin tinggi. ASAL MULA Pada tahun (1977-1978) saat itu. terutama di kawasan perkotaan meskipun di daerah pedesaan juga ditemukan. Selain itu di beberapa kota-kota besar di Jawa Tengah ditemukan pula komunitas Arab-Indonesia. dan Laut Jawa serta DKI Jakarta di sebelah utara. KEBUDAYAAN DAN KESENIAN JAWA TIMUR 4.selatan. di mana di kota Surakarta dan Yogyakarta terdapat pusat istana kerajaan Jawa yang masih berdiri hingga kini. Padahal. dan sebagainya.

Mereka tidak langsung berniaga dengan orang Dayak. Margasari. Sultan Mempawah menerima orang-orang Tionghoa (dari Brunei) yang sedang mencari emas. Suku Dayak hidup terpencar-pencar di seluruh wilayah Kalimantan dalam rentang waktu yang lama. Tetapi masih belum jelas apakah bangsa Tionghoa datang pada era Bajarmasin (dibawah hegemoni Majapahit) atau di era Islam. Sebagian besar suku Dayak memeluk Islam dan tidak lagi mengakui dirinya sebagai orang Dayak. sering disebut ”Nansarunai Usak Jawa”. Orang-orang Tionghoa tersebut membawa juga barang dagangan diantaranya . Sedangkan orang Dayak yang menolak agama Islam kembali menyusuri sungai. Orang Dayak pemeluk Islam kebanyakan berada di Kalimantan Selatan dan sebagian Kotawaringin. Amuntai. mereka makin lama makin mundur ke dalam. Sejak awal abad V bangsa Tionghoa telah sampai di Kalimantan. Belum lagi kedatangan orang-orang Bugis. dan kembali ke Tiongkok pada tahun 1407. Sebagain lagi terus terdesak masuk rimba. Dari manuskrip berhuruf kanji disebutkan bahwa kota yang pertama di kunjungi adalah Banjarmasin. Kedatangan bangsa Tionghoa tidak mengakibatkan perpindahan penduduk Dayak dan tidak memiliki pengaruh langsung karena langsung karena mereka hanya berdagang. mereka harus menyebar menelusuri sungai-sungai hingga ke hilir dan kemudian mendiami pesisir pulau Kalimantan. Kejadian tersebut mengakibatkan suku Dayak terdesak dan terpencar. Pada tahun 1750. Dalam tradisi lisan Dayak. yakni sebuah kerajaan Dayak Nansarunai yang hancur oleh Majapahit. bangsa-bangsa lain juga berdatangan ke Kalimantan. dan Jawa pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Arus besar berikutnya terjadi pada saat pengaruh Islam yang berasala dari kerajaan Demak bersama masuknya para pedagang Melayu (sekitar tahun 1608). Namun setelah orang-orang Melayu dari Sumatra dan Semenanjung Malaka datang. Kalimantan. Peninggalan bangsa Tionghoa masih disimpan oleh sebagian suku Dayak seperti piring malawen. Malaka. masuk ke pedalaman di Kalimantan Tengah. Watang Amandit. salah seorang Sultan Kesultanan Banjar yang terkenal adalah Lambung Mangkurat sebenarnya adalah seorang Dayak (Ma’anyan atau Ot Danum) Tidak hanya dari nusantara. Suku ini terdiri atas beberapa suku yang masing-masing memiliki sifat dan perilaku berbeda. Suku Dayak merupakan penduduk Kalimantan yang sejati.1971). terutama dengan kerajaan Banjar di Banjarmasin. Pada abad XV Raja Yung Lo mengirim sebuah angkatan perang besar ke selatan (termasuk Nusantara) di bawah pimpinan Chang Ho.yang sekarang disebut pegunungan “Muller-Schwaner”. Manila dan Solok. tapi menyebut dirinya sebagai orang Melayu atau orang Banjar. Makasar. yang diperkirakan terjadi antara tahun 1309-1389 (Fridolin Ukur. bermukim di daerah-daerah Kayu Tangi. sebagian masuk daerah pedalaman. Bangsa Tionghoa diperkirakan mulai datang ke Kalimantan pada masa Dinasti Ming tahun 13681643. Labuan Lawas dan Watang Balangan. belanga (guci) dan peralatan keramik. Suku Dayak pernah membangun sebuah kerajaan. setelah sebelumnya singgah ke Jawa.

Sebab saat itu Indonesia sedang konfrontasi dengan Malaysia. Lalu terjadi lagi ketika pengusiran orang Tionghoa dari daerah-daerah Dayak pada tahun 1967. Mayat tersebut dibaringkan lurus di atas tikar . Tiwah merupakan upacara yang dilaksanakan untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke Sandung yang sudah di buat. barang pecah belah seperti piring. ayam. banyak sekali acara-acara ritual. merupakan ancak. Upacara Tiwah bagi Suku Dayak sangatlah sakral. Beberapa orang laki-laki pergi ke dalam hutan untuk mencari kayu bakar dan menebang pohon hiyuput (pohon khusus yang lembut) untuk dibuat peti mati. cangkir. sebagai tandu yang suci. dari nenek kepada bapak. mangkok dan guci (Sarwoto kertodipoero. hingga saat ini yang tidak tertulis mengakibatkan menjadi lebih atau kurang dari yang sebenar-benarnya. PROSES PENGUBURAN SUKU DAYAK MAANYAN Setelah seseorang dari suku Dayak Maanyan dinyatakan meninggal maka dibunyikanlah gong beberapa kali sebagai pertanda ada salah satu anggota masyarakat yang meninggal. Seseorang yang dinyatakan meninggal dunia mayatnya dimandikan sampai bersih. suara gong maupun hiburan lain. kelapa. pengusiran Dayak terhadap orang Tionghoa bukannya perang antar etnis tetapi lebih banyak muatan politisnya. Segera setelah itu penduduk setempat berdatangan ke rumah keluarga yang meninggal sambil membawa sumbangan berupa keperluan untuk penyelenggaraan upacara seperti babi. dan lain-lain yang dalam bahasa Dayak Maanyan disebut nindrai. bersih. sutera. dari bapak kepada anak. Menurut cerita turun-temurun mangkok merah pertama beredar ketika perang melawan Jepang dulu. Menurut kepercayaan Dayak. tarian. Di peti inilah mayat nantinya akan dibaringkan telentang. pada acara Tiwah ini sebelum tulangtulang orang yang sudah mati tersebut di antar dan diletakkan ke tempatnya (sandung). beras. gandar yang suci dari emas diturunkan dari langit. peti mati ini dinamakan rarung. Sandung adalah tempat yang semacam rumah kecil yang memang dibuat khusus untuk mereka yang sudah meninggal dunia. Sampai akhirnya tulang-tulang tersebut di letakkan di tempatnya (Sandung). kemudian diberi pakaian serapi mungkin.candu. bahwa asal-usul nenek moyang suku Dayak itu diturunkan dari langit yang ke tujuh ke dunia ini dengan “Palangka Bulau” ( Palangka artinya suci. uang.1963) • Upacara Tiwah Upacara Tiwah merupakan acara adat suku Dayak. sering juga disebutkan “Ancak atau Kalangkang” ). Kayu yang utuh itu dilubangi dengan beliung atau kapak yang dirancang menyerupai perahu tetapi memakai memakai tutup. terutama yang dipedalaman Kalimantan yang disampaikan dari mulut ke mulut.

bamban yang diatasnya dikencangkan kain lalangit. Tari perang papua tari seudati . Tari ini diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik Sampe. Dalam tari Kancet Pepatay. ujung bulu mata. Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak. Semua perangkat itu dinamakan rapu yang pada waktu penguburan si mati nanti diletakkan di atas permukaan kubur dengan kedalaman kurang lebih setengah meter. Gerakan tarian ini sangat lincah. penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari. selanjutnya diadakan pengambilan ujung rambut. ujung kuku. Tari Kancet Papatai / Tari Perang Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Pada waktu itu akan hadir wadian.00 mayat dimasukkan ke dalam rarung sambil dibunyikan gong berkali-kali yang istilahnya nyolok. SENI TARI DAYAK 1. kepala desa. Kemudian sanak famili yang meninggal berkumpul menghadapi mayat.Tari ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga dikenal oleh suku Dayak Benuaq. ujung alis. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian didalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya. Tepat di ujung kepala dan ujung kaki dinyalakan lampu tembok atau lilin. 2. penari mempergunakan pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dilengkapi dengan peralatan perang seperti mandau. Tepat tengah malam pukul 24. pasambe. perisai dan baju perang. Tari Gantar Tarian yang menggambarkan gerakan orang menanam padi. damang. dan ujung pakaian si mati yang dikumpulkan menjadi satu dimasukkan ke sebuah tempat bernama cupu. mantir dan sanak keluarga lainnya untuk menghadapi pemasukan mayat ke dalam rarung. Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi yaitu tari Gantar Rayatn. pengulu adat. gesit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful