P. 1
Bab 2 Estimasi Biaya Konstruksi

Bab 2 Estimasi Biaya Konstruksi

|Views: 250|Likes:
Published by Erham Eugene Xiao

More info:

Published by: Erham Eugene Xiao on May 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2016

pdf

text

original

29

BAB 2 ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI Tujuan khusus pembelajaran : Mahasiswa mampu:  Menjelaskan rincian kegiatan/ pekerjaan pelaksanaan proyek  Membuat work breakdown structure suatu kegiatan pekerjaan  Menjelaskan siklus estimasi biaya  Menjelaskan dan membuat cash flow 2.1 Susunan Rincian Pekerjaan Susunan rincian pekerjaan, adalah gambaran tentang kegiatan pekerjaan apa saja yang harus dilakukan dalam penyelesaian suatu proyek. Kegiatan itu terdiri dari dua kegiatan, yaitu kegiatan pokok dan kegiatan penunjang. Oleh karena itu harus disusun lebih dahulu, sebagai langkah awal penyusunan estimasi biaya. Penyusunan ini dimulai dengan mempelajari seluruh dokumen proyek (kontrak, spesifikasi, dan gambar-gambar) dan peninjauan lokasi proyek, untuk mendapatkan semua informasi yang diperlukan untuk proses estimasi harga penawaran. Susunan rincian pekerjaan, dirumuskan melalui hierarki jenis proyek yang bersangkutan misalnya bangunan gedung, jembatan, jalan, bendungan dan lain sebagainya. Kegiatan pelaksanaan proyek diuraikan menjadi bagian-bagian (sub proyek) dengan mengikuti pola struktur dan hierarki tertentu, manjdi item-item pekerjaan yang cukup terinci, melalui beberapa tingkatan. Hasil rincian kegiatan ini sering disebut sebagai Work Breakdown Structure (WBS). a. Untuk bangunan gedung, susunan rincian pekerjaan dapat diuraikan dengan bagan seperti gambar 3.1:

Bangunan gedung Pekerjaan persiapan

30

Pekerja an Fondasi

Struktur Bawah

Struktur Atas

Pekerjaa n

Pekerja an M/E

Struktur Atas

Struktur Beton

Struktur Baja

Dinding Core Wall

Balok dan Plat

Kolom

Formwo rk

Cor Beton

Penulang an

Pemadat ann

Curing

Finishin g

Gambar 3.1 Hierarki Proyek Gedung

b. Untuk pondasi gedung, susunan rincian pekerjaan dapat diuraikan dengan bagan seperti gambar 3.2:

Pekerja an Fondasi

Balok.2 Hierarki Pekerjaan Fondasi c.3: Struktur Bawah Galian Baseme nt Raft Foundation Dinding Baseme nt Kolom. susunan rincian pekerjaan dapat diuraikan dengan bagan seperti gambar 3.31 Fondasi Langsu ng Fondasi Tiang pancang Fondasi Tiang Bor Pengadaan Tiang Pancang Pemancang an Tiang Pekerjaan Pengukur an Pemotong an Tiang Gambar 3. dan Plat Galian Tanah Pembuanga n Tanah Galian Support Galian Gambar 3. Untuk struktur bawah.3 Hierarki Struktur Bawah .

hanya dapat dilaksanakan dengan suatu metode. tenaga.32 d.2 Pekerjaan Penunjang Pekerjaan – pekerjaan pokok yang diuraikan dalam rincian pekerjaan. e. susunan rincian pekerjaan dapat diuraikan antara lain sebagai berikut : Pasangan bata termasuk plester Pasangan tegel Plafond Pintu dan jendela Pengecatan Dan seterusnya.1 Hubungan Kegiatan Pokok dan Penunjang . sesuai gambar dan spesifikasinya. dan material ditambah dengan pekerjaan penunjang atau temporary work. transformer Panel Tegangan Menengah Security system Fire Alarm System Building Automation System (BAS) 2. Untuk mekanikal dan elektrikal. 2. yaitu penanganan alat. susunan rincian pekerjaan dapat diuraikan antara lain sebagai berikut: Plumbing Hydrant/sprinkle Air Conditioning Transport Vertikal (lift) Generator. Untuk Finishing.2.

support galian Galian Basement Angkutan Tanah Struktur Bawah Struktur Atas Finsihing Luar Finishing Interior Atap Jalan kerja. 2. barak kerja. platform Mobile Scaffolding.2 Preliminaries (Persiapan) Yang dimaksud dengan preliminaries. drainage lingkungan. drainage lingkungan. pagar. formwork. seperti gambar 3.4 Hubungan Kegiatan Pokok dengan Penunjang Gabungan antara kegiatan pokok dan kegiatan penunjang tersebut merupakan suatu metode pelaksanaan. tower crane. rambu-rambu.2. pembersih jalan Scaffolding. gudang. formwork. Kegiatan penunjang tersebut didalam Bill of Quantity (kwantitas item pekerjaan) dapat muncul dalam dua tempat. temporary support. platform. cencreting Scaffolding. klinik dan lain lain Gambar 3.33 Hubungan antara masing-masing kegiatan pekerjaan pokok dengan pekerjaan penunjang dapat digambarkan dalam bagan. adalah berbagai macam pekerjaan persiapan yang perlu dilakukan dalam rangka proses pelaksanaan proyek konstruksi. yaitu termasuk dalam item pekerjaan pokok atau berdiri sendiri sebagai item pekerjaan persiapan (preliminary). yang dikenal sebagai Construction Method. tower crane. jembatan kerja. angker bout. tangga. jalan kerja. temporary support. tower crane. penggantung.4: Site Plan Kantor lapangan. toilet. pagar Dewatering. Kegiatan-kegiatan ini pada umumnya ditetapkan berdasar metode konstruksi yang disusun. hoist Tower crane. . passanger hoist Scaffolding. scaffolding Safety Jaringan pengaman.

000. jumlah biayapreliminaries-nya cukup berartti dan dapat mencapai ± 15% dari direct cost. dapat dilakukan sebagai berikut: o Dirinci/didaftar seluruh item – item pekerjaan yang diperlukan pada kegiatan persiapan. 16.000. Tahapan menghitung biaya preliminaries.000.000. pada proyek gedung dapat dilihat antara lain sebagai berikut: Soil investigation Temporary Site Office Road Maintenance Ceremony Contract document Shop & As-built Drawing Astek Site over head Konsumsi.000. tetapi harus diihat juga keadaan lokasi proyek. 7. cukup bersaing atau tidak.000.000. o Dalam hal kwantitas dan harga satuannya sulit diuraikan. dll Rp.34 Preliminaries ini termasuk dalam kelompok direct cost.00 Rp. Item-item preliminaries tidak dapat ditetapkan hanya dari membaca gambar konstruksi saja. dapat mempengaruhi suatu harga penawaran. oleh karena itu persaingan harga penawaran dari para kontraktor tidak semata-mata dipengaruhi oleh harga pekerjaan pokoknya saja.00 5.00 Rp.00 .000. Rp.000.000. Contoh preliminaries.00 8. Untuk proyekproyek besar. 185.000. Rp. Rp.00 Rp. maka harganya ditetapkan secara lump sum. kontrak dan metode konstruksi yang ditetapkan. 12.00 Rp. o Dihitung quantity (kwantitas) dari masing-masing item tersebut. penetapan item-item preliminaries beserta harga satuannya.00 Rp. computer. o Dihitung unit price (harga satuan) tiap-tiap item preliminaries tersebut.260.000.00 5.000.200. 67. 368.200. Oleh karena itu. EKBM. tetapi juga biaya preliminaries-nya.000.000.

00 4. 80.000.000.000.000.000.00 6.000.000. 1.Gambargambar . Rp.5: Surv ey Loka si Proy Work Breakdown Structure Time schedule Constructio n Method Harga satuan.000.000.00 Rp.00 7.00 2.00 2. 250. Rp.000. Rp.00 Rp.Spesifikasi .500.000.3 Siklus Estimasi Biaya Proses pembuatan estimasi biaya sering diulang bila mendapat angka yang kurang diinginkan.000.000. 350. Rp.000.00 Rp.500. prosesnya merupakan suatu siklus yang dapat ditunjukkan seperti gambar 3. dan produktivita s sumber daya Kebijakan keuangan .000. Oleh karena itu.35 - Pembersihan lapangan Pengukuran Sample & testing Biaya telepon Fire protection Mobilisasi & demobiliasasi tenaga Izin K-3 Biaya bank Rp.00 80. Rp.Addenda A Bill of Quantity - .Kontrak .000.

terutama dalam menentukan Unit Price. Dalam hal ini memang terbebas dari bunga pinjaman. biasanya cenderung menggunakan kebijakan pembiayaan secara tunai. sedang untuk kontraktor biasanya berkaitan dengan persaingan harga penawaran. biasanya dipengaruhi oleh kondisi keuangan perusahaan yang bersangkutan. tetapi menggunakan kebijakan kredit untuk barang atau jasa yang diperlukan.4 Cash Flow Suatu estimasi biaya sangat dipengaruhi oleh kebijakan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan. maka kebijakan pinjaman harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Biasanya untuk owner berkaitan dengan dana yang dapat disediakan. Tidak pinjam uang.36 (x) Direct Cost (+) Biaya Proyek Unit Price Mark Up C B Gambar 3. Bila kondisi keuangan bagus. Kebijakan pembiayaan ini. melalui suatu pernecanaan keuangan yang disebut cash flow proyek. tetapi sebaliknya bila kondisi keuangan kurang bagus. 2. Pinjam uang ke bank atau lembaga keuangan lain. Karena bunga pinjaman akan menambah biaya proyek. yaitu: 1. Bila kondisi keuangan tidak mencukupi untuk menunjang kegiatan pelaksanaan proyek. 2. . tetapi harga yang diperoleh biasanya lebih tinggi disbanding bila dilakukan secara tunai. yaitu kebijakan pembiayaan. yang mana yang lebih memungkikan. biasanya menerapkan kebiajakan pembiayaan secara kredit. agar dapat menekan biaya. maka proses perhitungan diulang.5 Siklus Estimasi Biaya Bila estimasi biaya yang dihasilkan (angka finalnya) kurang memenuhi harapan. dapat ditempuh dua cara. untuk keperluan pembiayaan secara tunai. Dari dua cara tersebut harus dievaluasi. tetapi dilain pihak harus membayar bungapinjaman.

Unsur utama dari cash flow ada 2 (dua) yaitu: 1. Arus uang yang masuk dan uang yang keluar menandakan adanya suatu kegiatan. yang dapat ditunjukkan dengan gambar. 2. Jadwal Penerimaan 2. seperti time schedule. cost budgeting (anggaran biaya pelaksanaan). Jadwal pengeluaran. Peranan cash flow dalam pelaksanaan proyek adalah besar sekali dan sangat penting. Cash flow merupakan salah satu produk perencanaan.1 Jadwal Penerimaan .37 Perhitungan biaya proyek yang dilakukan oleh kontraktor akan sangat dipengaruhi oleh cara pembayaran yang ditetapkan oleh owner. construction method.4. Kebijakan keuangan dari kontraktor Kebijakan keuangan dari owner Kebijakan Pembiayaan Kebijakan pembayar an Harga Satuan Pekerjaan Harga Proyek Cash flow menurut arti katanya adalah arus kas. diantara produk perencanaan yang lain dalam construction planning.

karena dari penerimaan atau rencana penerimaan yang ada. Sebagai contoh. realisasi penerimaan sangat ditentukan oleh cara pembayaran yang telah ditetapkan dalam surat perjanjian atau kontrak konstruksi. ditinjau dari cash flow adalah : Pembayaran dengan uang muka. Pencairan pembayaran biasanya dipotong untuk angsuran pengembalian uang muka dan sebagian ditahan sebagai jaminan retensi (retention). 2. Oleh karena itu. maka pengeluaran uang perusahaan dapat untuk menunjang berbagai tujuan. Sesuai dengan system dalam akuntansi. Pembayaran bulanan.4. Cara pembayaran proyek konstruksi ada bermacam-macam. bila kegiatan membesar maka pengeluaran juga membesar. biasanya kontraktor selalu menghendaki cara pembayaran seperti tersebut di atas.2 Jadwal Pengeluaran Pedoman dasar dari pengeluaran adalah rencana kegiatan kerja. yaitu antara lain: Pembayaran dengan uang muka atau tanpa uang muka Pembayaran bulanan (monthly payment) Pembayaran termin (progress payment) Pembayaran sekali di akhir (turn key payment) Cara pembayaran yang menguntungkan bagi pemberi jasa. dimana diperlukan persyaratan tertentu. missal 5%. maka terjadilah kegiatan pengeluaran. misalnya jaminan bank. Direct cost yang terdiri dari: Biaya upah Biaya material Biaya alat Biaya-biaya langsung lainnya . dimana berpengaruh langsung. biasanya diberikan persyaratan prestasi minimal. Untuk proyek konstruksi.38 Unsur utama dari cash flow adalah penerimaan. yaitu: 1.

terdiri dari pinjaman. 8) Kas akhir. Investasi 5. 5) Kas awal.39 2. (3). Unsur-unsur tersebut dapat dilihat dalam contoh formulir cash flow.2 rincian penerimaan dan pengeluaran serta tabel 3.1.4. seperti tabel 3. (4) dan (5) tidak termasuk. Biaya tidak langsung yang terdiri dari: Biaya overhead kantor cabang Biaya overhead kantor pusat 3. yaitu penggabungan kas sebelum financial dan total financial.3 cash flow proyek.3 Unsur – unsur cash flow secara lengkap Unsur-unsur cash flow selengkapnya adalah sebagai berikut: 1) Penerimaan bersih. 3) Selisih penerimaan dan pengeluaran 4) Bila positif tanpa diberi tanda dan bila negative diberi tanda kurung sebagai pengganti tanda minus. Deviden Untuk perhitungan cash flow proyek. biasanya pengeluaran yang disebutkan dalam buitr (2). merupakan total pinjaman yang terjadi pada tiap akhir bulan. yaitu uang dari proyek yang masuk ke dalam kas (plus) 2) Pengeluaran. yaitu uang yang disediakan sebelum kegiatan proyek dimulai. . yaitu kondisi kas sebelum ada kebijakan financial atau penjumlahan butir (3) dan (4). 10) Jumlah kumulatif pinjaman yang paling tinggi diperlukan untuk menetapkan plafond pinjaman. 9) Jumlah pinjaman secara kumulatif. tabel 3. 2. pengembalian pinjaman dan bunga pinjaman serta total financial. tetapi hanya pengeluaran untuk biaya langsung saja. yaitu uang yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksanaan proyek (minus). Pajak – pajak 4. 7) Finansial. 6) Kas sebelum financial.

40 No 1 2 3 4 5 Uraian Penerimaan bersih Pengeluaran Pen .1 Form cash flow RINCIAN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN Bulan 6 7 73 82 No 1 Uraian Prestasi Pekerjaan (%) 1 5 2 15 3 26 4 38 5 53 8 90 9 95 10 100 11 - 12 - Keterangan .Bunga pinjaman Total Finansial Kas Akhir Komulatif pinjaman Tabel 3.Peng Kas awal Kas sebelum finansial Finansial: Pinjaman Pengembalian - Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 6 7 8 .

2 Rincian Penerimaan dan Pengeluaran CASH FLOW PROYEK Bulan 1 27 (27) 50 2 200 135 65 23 3 80 (80) 88 4 160 143 17 58 5 104 (104) 174 6 200 43 157 69 7 139 (139) 175 8 200 33 167 36 9 133 (133) 203 10 18 (18) 70 11 190 5 185 52 12 50 50 237 No 1 2 3 4 Uraian Penerimaan bersih Pengeluaran Pen . dll Total Pengeluaran Tabel 3.Pencairan retensi (5%) Total Penerimaan Pengeluaran: (juta rupiah) 3 Upah Material Alat Sub kontraktor .41 Penerimaan : (juta rupiah) 2 Uang muka 20% Termin pekerjaan 10 5 12 27 200 200 20 100 5 10 135 25 5 40 10 80 160 160 25 100 8 10 143 30 4 60 10 104 200 200 30 3 10 43 25 100 4 10 139 200 200 20 3 10 33 20 100 3 10 133 5 3 10 18 5 5 190 190 50 50 .Over head.Peng Kas awal Keterangan .

3 Cash Flow Proyek .42 5 Kas sebelum finansial Finansial: Pinjaman Pengembalian - 23 23 - 88 88 - 8 50 50 58 50 175 (1) (1) 174 50 70 (1) (1) 69 50 226 175 - 36 36 - 203 203 - 70 70 - 52 52 - 237 237 - 287 287 - 6 7 8 .Bunga pinjaman Total Finansial Kas Akhir Komulatif pinjaman Tabel 3.

1 Quantity pekerjaan Quantity pekerjaan mempunyai bermacam-macam satuan tergantung jenis pekerjaan dan kesepakatan cara menghitung.43 2. a) Method of measurement Standard of Measurement telah dikembangkan oleh quantity surveyor. urut-urutannya sebagai berikut: • Taking off Taking off adalah kegiatan mengambil ukuran suatu elemen bangunan dari gambar tender atau gambar pelaksanaan. dalam proses menghitung diperlukan metode dan kesepakatan-kesepakatan dalam hal tertentu. dan dimasukkan ke dalam suatu formulir. Kecermatan dalam menghitung quantity pekerjaan sangat berpengaruh terhadap kecermatan estimasi biaya. luas. 2. m2. yaitu factor quantity dan factor unit price. beserta keterangan rinci mengenai elemen tersebut. kg. mengikuti jenis dari formulir untuk direkapitulasi. seperti misalnya: m.5. oleh karena itu untuk menjamin kecermatan tersebut. dan biji dari ukuran yang telah diambil dalam proses taking off. ton. m3.5 Direct Cost Pada dasarnya secara matematis direct cost diperoleh dari perkalian dua factor. . volume. • Billing Billing adalah menyiapkan draft Bill of Quantity (BoQ) tiap item pekerjaan berdasarkan rekapitulasi. biji (buah) Biasanya satuan-satuan tersebut telah ditetapkan dalam standard of measurement. Dalam metode perhitungan kuantitas pekerjaan. • Abstracting Abstracting adalah mengumpulkan elemen dan jumlah kuantitas tiap-tiap elemen yang sudah di “square”kan. untuk mendapatkan jumlah keseluruhan kuantitas tiap-tiap elemen tersebut. sangat bermanfaat khususnya untuk perhitungan quantity pekerjaan pada proyek gedung yang sangat kompleks. • Squaring Squaring adalah kegiatan menghitung satuan panjang.

./…… Description (4) Tabel 3.4 Formulir lembar kerja .44 Formulir lembar kerja tersebut dapat dilihat seperti pada tabel 3. Gambar Lembar kerja Timesing (1) : : : Dimension (2) Squaring (3) Hal: ….4: Nama proyek No.

dimana sering menghadapi pekerjaan tanah yang cukup besar volumenya. lebar 12 m dan tebal 0.10 = 288. Jadi squaringnya 2 x 10 x 12 x 12 x 0. terutama bila tanah terkena gangguan / kekuatan dari luar.5 Timesing (1) 3/ 15/ Dimension (2) 22.00 m3 Beton lantai 600. Volume tanah dapat berubah-ubah besarnya. dengan ukuran panjang 10 m x lebar 4 m.00 m sebanyak 3 buah. walaupun jumlah materinya sama.00 m Description (4) Pipa baja diameter 3 inci Tabel 3. sebanyak 15 buah.10 m. sepanjang 22.45 Contoh pengisian formulir seperti pada tabel 3.5 Contoh Pengisian Arti dari formulir tersebut di atas adalah sebagai berikut: Dalam gambar ada pipa baja berdiameter 3 inci.00 4.00 m2 Pasangan bata tebal 15 cm Squaring (3) 66.00 2/10/ 12. Setiap . sebanyak 10 buah. seperti pada pekerjaan saluran irigasi. jadi squaringnya adalah 3 x 22. dengan ukuran panjang 12 m.00 m = 6. pekerjaan Dam (bendungan besar). di 2 (dua) tempat. maka perlu dipahami benar-benar tentang konversi volume tanah.00 12.00 m3 b) Volume Pekerjaan Tanah Khusus untuk pekerjaan sipil. Hal ini dapat terjadi karena tanah terdiri dari butir-butir yang dilekatkan oleh gaya kohesinya.00 m Dalam gambar ada pasangan bata tebal 15 cm.00 10.10 288.00 0. Jadi squaringnya adalah 15 x 10 x 4 m2 = 600 m2 Dalam gambar ada plat lantai beton.

6: udara Vu Va Vt Ba Bt Vr V air padat Gambar 3. dapat menggunakan daftar konversi. air dan udara.46 contoh atau sample tanah selalu teridir dari tiga bagian. yaitu butir padat. seperti pada tabel 3. maka dikenal tiga macam keadaan volume tanah.6 Komposisi tanah Dimana : V Vr Vu Va Vt Ba Bt = Volume keseluruhan = Volume rongga = Volume udara = Volume air = Volume butir tanah = Berat air = Berat tanah Dilihat dari keadaan tanah atau proses yang terjadi pada tanah.6 . yang secara schematis dapat di tunjukkan seperti pada gambar 3. yaitu: Volume tanah asli (bank) Volume tanah lepas (loose) Volume tanah padat (compacted) Untuk keperluan jumlah volume yang tidak besar.

00 1.59 1.63 1.80 1.77 1.00 1.75 1.12 1.00 0.10 1.05 1.03 0.71 Menjadi bentuk Lepas 1.00 0.17 1.90 0.00 0.6 Konversi volume tanah .91 1.00 0.91 1.40 0.63 1.00 1.88 0.00 0.90 1. pasir Padat Asli Pecahan cadas Lepas Padat Asli 1.00 1.00 1.33 1.72 1.80 1.00 0.74 1.00 1.00 1.91 1.22 0.24 Padat 0.82 1.00 Tabel 3.29 1.00 0.39 1.90 0.11 1.28 1.00 1.00 1.00 1.42 1.47 Jenis Material Dari bentuk Asli Tanah berpasir Lepas Padat Asli Tanah biasa Lepas Padat Asli Tanah liat Lepas Padat Tanah campur Asli Lepas kerikil Padat Asli Kerikil Lepas Padat Asli Kerikil besar Lepas Padat Asli Pecahan batu Lepas kapur.93 1.00 1.00 1.67 0.97 1.99 0.80 1.70 0.00 1.85 0.43 1.00 0.09 1.70 1.61 0.10 1.35 1.11 1.00 0.00 0.00 0.18 1.

memaksa kita untuk menggunakan sumber daya pendukung yang lebih banyak. Beberapa alternative metode pelaksanaan yang ada. Dalam proses menghitung quantity pekerjaan. aspek teknik lebih menonjol. sehingga menyebabkan turunnya produktivitas. bekisting. bila waktu yang terlalu singkat: o Memaksa form work.48 2. yang mestinya secara normal dapat dugunakan berulang (missal tiga kali).5. a) Hal – hal yang mempengaruhi unit price Unit price pekerjaan bangunan / konsdtruksi dipengaruhi oleh berbagai hal. Waktu yang terlalu singkat dari waktu normal. tentunya akan . Sebagai contoh. maka quantity pekerjaan yang telah selesai dihitung akan ditransfer ke dalam nilai uang melalui unit price.2 Harga Satuan (Unit Price) Unit price adalah salah satu faktor penting dalam menentukan biaya proyek. setelah quantity pekerjaan. sehingga berpengaruh terhadap tingginya harga satuan dari pekerjaan yang bersangkutan. biasanya dimungkinkan dengan berbagai metode. Dalam proses menghitung biaya proyek.  Time schedule Waktu yang ditetapkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan berpengaruh pada besarnya unit price. antara lain adalah: Time schedule (waktu pelaksanaan yang ditetapkan) Metode pelaksanaan (metode konstruksi) yang dipilih Produktivitas sumber daya yang digunakan Harga satuan dasar dari sumber daya yang digunakan. tetapi dalam proses menghitung unit price. ada tambahan aspek lagi yang lebih penting yaitu aspek bisnis.  Metode pelaksanaan Dalam melakukan suatu pekerjaan. Waktu yang melebihi waktu normal juga akan menyebabkan tambahnya harga satuan yang diakibatkan oleh tambahnya biaya tidak langsung (overhead). hanya dapat dipakai sekali saja o Memaksa menambah tenaga kerja atau alat yang jumlahnya melebihi kapasitas tempat kerja.

dalam pekerjaan .hal sebagai berikut: o Desain bangunan o Medan / lokasi pekerjaan o Ketersediaan tenaga kerja o Ketersediaan peralatan Oleh karena faktor-faktor yang mempenagruhi tersebut di atas. dipengaruhi oleh hal. maka kadangkadang metode pelaksanaan hanya memiliki alternatif yang terbatas. Dalam hal ini. yaitu: o Produktivitas individu. tetapi juga oleh komposisi dari anggota kelompok. Metode pelaksanaan suatu proyek. Hal-hal yang mempengaruhi tingkat produktivitas konstruksi. sistem cantilever atau sistem launching.49 menghasilkan beberapa alternative metode plaksanaannya. Karena produktivitas menunjukkan berapa output / hasil pekerjaan per satuan waktu. alternative metode pelaksanaan yang harus dipilih tentunya yang menghasilkan biaya terendah. bangunan atas suatu jembatan. Sebagai contoh. yang dipengaruhi oleh kualitas sumber daya yang bersangkutan. o Produktivitas kelompok. untuk setiap sumber daya yang digunakan. memiliki tiga alternatif metode pelaksanaannya. yang dipengaruhi tidak hanya oleh kualitas sumber daya secara individu saja. yaitu: sistem perancah. juga sangat berkaitan dengan biaya kegiatan tersebut. antara lain sebagai berikut: o Medan / lokasi pekerjaan o Kerumitan desain bangunan o Kualitas sumber daya yang digunakan o Manajemen. dalam perannya menunjang kegiatan pekerjaan o Cuaca Kemampuan produktivitas dari sumber daya dapat dibedakan dalam jenis.  Produktivitas Produktivitas suatu kegiatan. dalam pengembangan alternatifnya.

100 pekerja : 0. material dan alat. dimana faktor-faktor yang digunakanmerupakan hasil penelitian lima puluh tahun yang lalu.050 tukang : 0. Ini berarti untuk menyelesaikan per m2 pasangan bata diperlukan tenaga kerja sebagai berikut: 1/20 tukang 2/20 pekerja 1/50 x 1/20 mandor : 0. tetapi tetap memenuhi persyaratan kualitas yang diminta. sampai dengan saat ini masih sering digunakan “analisa BOW”. Tentunya faktor-faktor yang digunakan tersebut ditetapkan berdasarkan tingkat produktivitas tenaga saat itu.001 mandor  Bahan (materials) Bahan yang disebut disini jenisnya tergantung pada item pekerjaannya (material pokok) dan metodenya (material penunjang). dapat menyelesaikan pasangan bata seluas 20 m2 per hari. yaitu tenaga kerja. dibantu dengan dua orang pekerja dan di koordinir oleh 1/50 mandor (satu mandor mengkoordinir 50 tukang). akan menentukan besarnya unit price secara langsung. Jadi besarnya upah tenaga. material maupun alat harus didatangkan dari sumber yang paling murah. seharusnya dilakukan penelitian sebagai faktor – faktor baru. yaitu: Upah tenaga kerja (Labours) Bahan (material) Alat (equipment)  Upah tenaga kerja Untuk menghitung biaya upah tenaga. sesuai tingkat produktivitas tenaga yang realistik saat ini. Dengan demikian. sehingga sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi sekarang. Contoh: Misal satu orang tukang batu.50  Harga satuan sumber daya Sumber daya yang dimaksud disini adalah sumber daya yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan. Bahan bangunan dapat . Oleh karena itu. harga material dan biaya alat yang digunakan untuk mnegerjakan suatu pekerjaan. baik tenaga kerja. b) Unsur-unsur unit price Unit price pada dasarnya terdiri dari tiga unsur.

000. 5. Bila alat yang digunakan adalah alat sewa. Untuk saat ini. beton ready mix. Sehingga untuk menghitung sub harga satuan bahan jenis ini. dan lain sebagainya. sudah banyak dijual bahan jadi atau setengah jadi. yang tinggal dipsang saja di lapangan. pelumas. o Biaya operasi. dengan produktivitas 10 m 3 per jam. seperti kosen. Dasar pehitungan sub harga satuan alat ini sama dengan sub harga satuan upah. maka harga sewa alat tersebut dipakai sebagai dasar perhitungan sub harga satuan alat.00 per jam. karena kelemahan pengawasan keamanan o Pemborosan pemakaian di lapangan. maka perlu diketahui jumlah bahan yang diperlukan per satuan pekerjaan termasuk didalamnya waste yang terjadi.51 berupa bahan dasar (raw material) yang harus diproses di proyek. maka harus dipakai konsep biaya alat. atau berupa bahan jadi/setengah jadi. grease dan upah operator. yang terdiri dari: o Biaya penyusutan (depresiasi) alat. . yaitu meliputi biaya-biaya yang diperlukan untuk keperluan bahan bakar. aspal beton hotmix.000. 50. yaitu meliputi biaya yang diperlukan untuk penggantian suku cadang dan upah mekanik. karena kelemahan dalam handling atau penyimpanan o Kehilangan.  Alat Banyak jenis pekerjaan yang memerlukan peranan alat dalam proses pelaksanaannya. yaitu antara lain: o Penolakan (reject) oleh owner. Misal sewa beton molen sebesar Rp. maka sub harga satuan alat untuk pekerjaan beton adalah Rp. o Biaya perbaikan. Namun bila alat yang digunakan adalah milik sendir. yaitu biaya yang disisihkan untuk pengembalian investasi alat yang bersangkutan. daun pintu / jendela. minyak hidrolis. yaitu mempertimbangkan tingkat produktivitas alat tersebut. Untuk menghitung biaya bahan yang dip roses sendiri di lapangan karena berbagai alas an. Ada beberapa penyebab waste. karena tidak memenuhi syarat o Kerusakan.00 per m 3 beton. tinggal mencari harga pasar yang ada saat itu.

biasanya untuk menutupi biaya tetap.52 2. baik internal maupun eksternal. Artinya. Menurut versi kontraktor. dalam perhitungan biaya proyek. ingin memasang sebesar-besarnya agar memperoleh laba yang cukup bagus. Disatu pihak. risiko. hanya teknis pelaksanaan dan pertimbangannya yang berbeda. dan keuntungan bagi pelaksana proyek.7 Latihan Soal : 1. Jelaskan perlunya perhitungan cash flow dalam estimasi biaya! 3. Jelaskan unsure-unsur yang sangat mempengaruhi perhitungan unit price ! . Jelaskan tahapan / phase proyek dan cara perhitungan estimasi biaya pada setiap tahapan proyek ! 2. Sebaliknya versi kontraktor berbeda. karena hal ini mengandung banyak pertimbangan yang lebih bersifat bisnis. indirect cost suatu proyek tidak standar tetapi tergantung situasi dan kondisi saat itu. indirect cost ini sering disebut sebagai mark up. selalu menghitung indirect cost sebagai penambah unsure direct cost. tetapi di lain pihak harus memasang serendah-rendahnya agar dapat memenangkan persaingan harga. Indirect cost ini. Versi owner biasanya hanya menetapkan suatu persentase dari direct cost sejumlah angka yang dianggap mencukupi. sehingga sifatnya menjadi standar. kontraktor selalu menghadapi dilemma. Baik versi owner maupun versi kontraktor.6 Indirect cost Yang dimaksud dengan indirect cost adalah biaya yang harus dikeluarkan secara tidak langsung dalam kaitannya dengan kegiatan suatu proyek. yaitu sejumlah biaya yang ditambahkan untuk menutupi hal-hal sebagai berikut: o Biaya tetap perusahaan o Risiko yang tidak dapat diperkirakan o Keuntungan usaha Dalam menetapkan besarnya mark up. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->