Pendidikan Tauhid menurut pemikiran Buya Hamka (Dalam Q.S.

Al-Fatihah melalui buku tafsir Al-Azhar)

Oleh: Herlina Dedy Listiani 31801200459 UNIVERSITAS ISLAM SULTANG AGUNG

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Tauhid adalah induk atau pondasi seorang muslim, dimana kualitas ibadah merujuk kepada kualitas Tauhid. Surat Al-Fatihah juga merupakah Ummul Kitab atau ummul Qur’an yaitu induk dari Al- Qu’ran, selain itu surat Al-Fatihah juga merupakan rukun shalat itu menunjukan bahwa intensitas penggunaan surat Al-Fatihah lebih banyak digunakan dibandingkan dengan surat-surat lain dalam Al- Qur’an tetapi walaupun demikian masih banyak dari kita yang hanya sekedar membaca tanpa memahami kandungannya, surat Al-fatihah memiliki kedudukan yang tinggi serta kandungan yang dalam. Oleh Karena itu penulis merasa perlu membuat sebuah tulisan mengenai kajian nilai-nilai ketauhidaan dalam surat Al-Fatihah yang menggunakan rujukan buku Tafsir Al- Qur’an yang berjdul Tafsir Al-Azhar. Buku Tafsir Al-Azhar ditulis oleh salah satu pahlawan Indonesia, seorang sastrawan, ulama, filsuf serta aktivis politik bernama Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau biasa akbar disebut Buya Hamka. Melalui salah satu karya agungnya penulis mencoba menjadian referensi atau rujukan utama dalam menggali nilai-nilai ketauhidan dalam surat AlFatihah, sehingga penulis berharap dengan tulisan ini selain bisa menjadi referensi untuk memahami kandungan suratul Fatihah juga mampu mengaplikasikannya sebagai peningkatan tauhid kita sebagai seorang muslim yang terimplemtasikan dengan meningkatnya kualitas ibadah kita kepadaNya.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah yaitu : 1. Apa yang dimaksud dengan Tauhid? 2. Apa kedudukan serta isi tafsiran surat Al-Fatihah menurut buku Tafsir Al-Azhar Buya Hamka? 3. Apa sajakah nilai-nilai ketauhidan yang terkandung dalam surat Al-Fatihah? 1

dan aktivis politik. Oleh karenanya ia dijuluki sebagai Hamzah Fansuri di era modern. Sementara ibunya adalah Siti Shafiyah Tanjung. ahli filsafat. Tanjung Raya. pendiri Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Apa himkah yang didapat dari mengkaji nilai-nilai ketauhidan dalam surat Al-Fatihah? 1. (lahir di Maninjau. Dr.1 Sekilas mengenai Buya Hamka Prof. Memahami kedudukan serta tafsiran surat Al-Fatihah 3. Memahami pengertian Tauhid dan urgensinya bagi seorang Muslim 2. Ia baru dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia setelah dikeluarkannya Keppres No. Belakangan ia diberikan sebutan Buya.4 Kajian Pustaka 1. Mampu mengambil nila-nilai ketauhidan dalam surat Al-Fatihah 4. Dalam silsilah Minangkabau. sebagaimana suku ibunya. Hamka merupakan salah satu orang Indonesia yang paling banyak menulis dan menerbitkan buku. ia berasal dari suku Tanjung. Ayahnya adalah Haji Abdul Karim bin Amrullah. 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun) adalah sastrawan Indonesia. 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta. Mampu mengambil hikmah dari surat Al-Fatihah dan mampu pengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari. Sumatera Barat. sekaligus ulama. yakni singkatan namanya. 113/TK/Tahun 2011 pada tanggal 9 November 2011. 1.3 Tujuan 1. yaitu panggilan untuk orang Minangkabau yang berasal dari kata abi atau abuya dalam bahasa Arab yang berarti ayahku atau seseorang yang dihormati.4. Kabupaten Agam. 2 .4. Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan julukan Hamka.

Sedangkan “illallah” adalah itsbat/penetapan. (Al-Qaul Al-Mufid.2 Macam-macam Tauhid Sesuai dengan firman Allah dalam Q. kata benda (nomina) yang berasal dari perubahan kata kerja wahhada – yuwahhidu.1 Pengertian Tauhid Secara Etimologis Ibnu Al. maksudnya: kita menolak segala sesembahan selain Allah. 1:5). diantaranya : 1. memberi manfaat. Al-Fatihah melalui buku tafsir Al-Azhar) 2. “La ilaha” adalah penafian/penolakan. 2. Maka Tauhid dibagi menjadi tiga macam. uluhiyah. seperti: mencipta.S. menghidupkan dan mematikan.BAB II PEMBAHASAN Pendidikan Tauhid menurut pemikiran Buya Hamka (Dalam Q. dan perbuatan lain yang merupakan perbuatan. Seorang muslim 3 . Tauhid Rububbiyah Allah subhanahu wa ta’ala dalam hal perbuatan-Nya. mendatangkan bahaya. maksudnya: kita menetapkan bahwa Allah saja yang berhak disembah. maka sembahlah dia dan teguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Sedangkan secara Terminologis “tauhid” bermakna mengesakan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan diri-Nya. yang bermakna ‘menunggalkan sesuatu’. dan asma’ wa shifat. Maryam ayat 65. Kekhususan itu meliputi perkara rububiyah. yaitu penolakan (nafi) dan penetapan (itsbat). Muhammad bin Abdullah Al-Habdan menjelaskan bahwa tauhid itu hanya akan terwujud dengan memadukan antara kedua pilar ajaran tauhid. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (Allah yang patut disembah)?”. “Robb (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya.S.perbuatan khusus Allah subhanahu wa ta’ala. memberi rezeki. berasal dari bahasa Arab.Utsaimin rahimahullah memaparkan bahwa kata “tauhid”.

benda dan yang bernyawa itu akan kembali. rasa harap. yang artinya. Dia-lah yang mengatur dan menjaga-Nya. Al-Mukminun:86–87) Masih banyak ayat yang menunjukkan bahwa orang-orang musyrik meyakini tauhid rububiyah.’ Maka. 2. doa. 4 . maka dia itu adalah musyrik. Terciptanya alam ini dari kekuasaan Allah adalah langsung dan mutlak bukanlah melalui media dan perantara. Tauhid Uluhiyah Mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala dalam jenis-jenis peribadahan yang telah disyariatkan. sebenarnya yang dituntut dari mereka adalah mengesakan Allah dalam hal ibadah. nazar. cemas. zakat. bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?” (QS. takut. “Katakanlah. ‘Siapakah yang mempunyai tujuh langit dan mempunyai ‘arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab. dan jenis ibadah lainnya. kepada-Nyalah seluruh alam. sekalipun dia orang musyrik yang menjadi musuh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Akan tetapi. Karena siapa pun orangnya dan kepada siapa pun dia menyembah dan mengharapkan pertolongan selain Allah swt. ‘Mengapa kamu tidak bertakwa?’” (QS. zaman.’ Katakanlah.. “Dan sungguh. seluruh benda. setiap orang (termasuk jin) pun mengakuinya. meng-Esakan Allah yang menciptakan langit dan segala isinya. yang artinya.haruslah meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta’ala tidak memiliki sekutu dalam rububiyahNya. puasa. sebagaimana disebutkan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala. haji. ‘Kepunyaan Allah. karena terhadap tauhid jenis pertama. Jika mereka mengikrarkan tauhid rububiyah maka seharusnya mereka juga mengakui tauhid uluhiyah (ibadah). Mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala dalam hal-hal tersebut dinamakan “tauhid uluhiyah”. jika kamu bertanya kepada mereka (tentang) siapakah yang menciptakan mereka. dan waktu. niscaya mereka menjawab. Tauhid jenis inilah yang dituntut oleh Allah Subhanhu wa Ta’ala dari hamba -hamba-Nya. Az-Zukhruf:87) Juga firman Allah. seperti: salat. ‘Allah. Allah pencipta insan dan jagat raya. menyembelih. yaitu tauhid rububiyah.

ya Muhammad.a. kepada Khadijah.w. hingga sampai kepada Waladh-Dhaalin". berkata: "Maka datang lagi dia dan terdengar lagi suara itu: "Ya Muhammad! Katakanlah: Bismillahir-Rahminir-Rahim. pendapat yang lebih kuat ialah yang menyatakan bahwa Surat ini diturunkan di Makkah. dan segala yang ditiadakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (terhadap diri Allah). dari dalam suatu perbendaharaan di bawah `Arsy. 2. Tauhid asma’ wa shifat Menetapkan nama-nama dan sifat. dan yang mulai dibaca ketika tilawatil-Quran.w. Surat ini pun dinamai Fatihatul-Kitab. Menurut suatu riwayat lagi dari Abu Syaibah di dalam al-Mushhn-naj dan Abu Nu'aim dan al-Baihaqi di dalam Dala-ilun-Nubuwwah. serta meniadakan kekurangan-kekurangan dan aib-aib yang ditiadakan oleh Allah terhadap diri-Nya. AI- hamdulillahi Rabbil Alamin. Demikian Hadis itu. bahwa setelah Rasulullah s. sehingga dapat engkau dengar apa lanjutan perkataannya itu". ya Muhammad! Mendengar suara itu akupun lari. sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Allah untuk diri-Nya maupun yang telah ditetapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.a. 5 . AI-Wahidi menulis di dalam kitabnya Asbabun-Nuzul dan as-Tsa`labi di dalam tafsirnya riwayat dari Ali bin AbuThalib.Al-Fatihah 2.3 Kedudukan Q. meskipun bukan Surat yang mula-mula diturunkan kepada Nabi Muhammad s. Selanjutnya Rasulullah s. tetap tenanglah engkau. tetapi jika engkau dengar suara itu.3.1 Surat Al-Fatihah Sebagai Fatihatul Kitab Al-Fatihah artinya ialah pembukaan.3.a. lalu beliau dibawa oleh Khadijah kepada Waraqah. dan as-Tsa'alabi dan al-Wahidfidari Hadis Amer bin Syurahbil. yang mulai ditulis di dalam Mushhaf. mengeluhkan pengalamannya di dalam gua itu setelah menerima wahyu pertama.S.' Maka berkatalah Waraqah: "Jangan engkau berbuat begitu. yang berarti pembukaan kitab.sifat untuk Allah subhanahu wa ta’ala. Adapun tempat dia diturunkan. maka beliau ceriterakan kepadanya. dia berkata bahwa Kitab ini diturunkan di Makkah. bahwa apabila dia telah memencil seorang diri didengarnya suara dari belakangnya: "Ya Muhammad. karena kitab al-Quran dimulai atau dibuka dengan surat ini.w.

Inilah contoh teladan 6 .3.w. Maha Penyayang.3 Surat Al-Fatihah mencakup tiga nilai ketauhidan Surat Al Fatihah merupakan sebuah surat paling agung di dalam al.Qur’an.2 Surat Al-Fatihah sebagai rukun Shalat Al-Fatihah ialah surat yang menjadi Rukun atau syarat sahnya Shalat." (Dirawikan oleh al-Jamaah).a. berkata: "Tidaklah ada sembahyang (tidak sah sembahyang) bagi siapa yang tidak membaca Fatihatil-Kitab. 2. DariUbadah bin asShamit. ” Artinya. baik Shalat fardhu yang lima waktu. Diperkuat dalam Hadis-hadis: Dan hendaklah dibaca pada tiap-tiap rakaat.2.1 Ayat ke-1 “Dengan nama Allah.4. bahwasanya Nabi s. Al-Fatihah berdasarkan Buku tafisr Al-Azhar Kandungan atau isi tafsiran surat Al-Fatihah berdasarkan Buku tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka ialah sebagai berikut : 2. dan tauhid asma’ wa shifat.S.4 Kandungan/ Tafisr Q. di atas nama Allah itu sendiri. Yang Maha Murah. kalau tidak membaca al-Fatihah. Surat ini telah mencakup ketiga macam tauhid: tauhid rububiyah. 2. aku memulai pekerjaanku.3. melainkan kita perlengkap lagi dengan hukum atau ketentuan Syariat berkenaan dengan al-Fatihah. yang telah memerintahkanku untuk menyampaikannya. menyiarkan wahyu Ilahi kepada manusia. ataupun yang sunnat. Hal itu berdasarkan hadits Abu Sa’id bin Al Mu’alla yang dikeluarkan oleh Al Bukhari (hadits nomor 4474). Segala bentuk Shalat tidak sah. maka dalam hal ini tidaklah cukup kalau kita hanya sekedar menafsirkan arti al-Fatihah. tauhid uluhiyah.

7 . tidaklah lebih dari manusia biasa. DimudahkanNya kepada yang baik. Di pangkalnya diletakkan AI atau AIif lam. berarti bahwa segala bentuk pujian. telah menyampaikan seruan ini kepada manusia. Rasul Allah itu. Dengan sebutan Alhamdu. Dengan nama Allah. dijauhkan dari yang buruk. Dan contoh yang diberikan Nabi itu pulalah yang kita ikuti. Dia.a. sanjungan." 2. Dari yang mempunyai nama itu dia mengambil kekuatan. yaitu memulai segala pekerjaan dengan nama Allah.w. sehingga bacaannya menjadi Al-hamdu. Maka di dalam bacaan itu tersimpullah suatu pengharapan atau doa apa saja yang kita kerjakan mendapat kurnia Rahman dan Rahim dari Tuhan. di antaranya ialah Rahman dan Rahim. Tuhan Yang Maha Murah dan Maha penyayang kepada hambaNya maka UtusanNya. Pemelihara semesta alam . atau ucapan terima kasih karena jasa seseorang. tetapi ucapan yang keluar dari mulutnya bukanlah semena-mena atas kehendaknya sendiri. hanya semata-mata untuk Allah. melainkan Allah: LILLAHI. namun pada hakikatnya. tidaklah seorang juga yang berhak menerima pujian itu.yang diberikan kepada kita untuk memulai suatu pekerjaan dengan nama Allah. AI mencakup segala jenis. maka pekerjaan itu akan percuma jadinya. yang dirawikan oleh Abu Daud dari Abu Hurairah yang berbunyi: "Setiap pekerjaan.2 Ayat ke-2 “Segala puji-pujian untuk Allah.a.w. baik besar ataupun p kecil. artinya pujian. Yang lebih dahulu mempengaruhi jiwa ialah bahwa Allah itu Pemurah dan Penyayang. kalau tidak dimulai dengan Bismillah. dengan nama Allah. kepada siapapun kita memberikan puji. yang mempunyai beberapa sifat Yang Mulia.a. diminta menyampaikan wahyu atas nama Allah. Muhammad s. Nabi Muhammad s. Maka tersebutlah di dalam sebuah Hadis Nabi s. bukan Pembenci dan Pendendam. tetapi Allahlah yang memerintahkan.” Hamdan. bukan haus kepada darah pengurbanan.w.4.

4. 2. Bukan sebagai suatu Pemerintahan mengadakan suatu pendidikan "kader" dan latihan pewagai. kita telah bertemu langsung dengan Tauhid. akan dapat dipergunakan menjadi pegawai yang baik. Atau bisa juga diartikan Yang Pengasih. Bertambah tinggi kecerdasan hamba itu. yang mempunyai dua faham itu. yaitu Tauhid Uluhiyah pada ucapan Alhamdu Lillahi. melainkan DIA.3 Ayat ke-3 Maha Murah. Maha Penyayang. Pemeliharaan yang Dia berikan adalah pertama karena Ar-Rahman maknanya ialah sifat Allah Yang Rahman itu telah membekas dan berjalan ke atas hambaNya. bertambah terasa olehnya betapa ar-Rahman Allah terhadap dirinya. Ayat ini menyempurnakan maksud dari ayat yang sebelumnya. di tengah-tengah alam yang luas itu. bahwa yang dimaksud ialah makhluk manusia. sebagai Pemelihara dan Pendidik bagi seluruh alam tidak lain maksud dan isi pendidikan itu. bukan dalam memberikan Pemeliharaan dan pendidikan itu menuntut keuntungan bagi diriNya sendiri. Maka Ar Rahman ialah setelah sifat itu terpaksa pada hamba. penjagaan.Untuk semua pemeliharaan. Pemelihara dari sekalian alam" itu telah mengandung dasar Tauhid yang dalam sekali. melainkan karena Kasih-sayangNya semata dan karena murahNya belaka. pendidikan dan perlindungan itulah kita diajari mengucapkan pujian kepadaNya: "Rabbul `Alamin". Dan sudahlah jelas sekarang bahwa dalam ayat "Segala puji-pujian adalah kepunyaan Allah. lagi Penyayang. Kalau kita pertalikan lagi dengan beberapa penafsiran tentang `alamin tadi. dan Ar-Rahim ialah pada keadaannya yang tetap dan tidak pernah padam-- 8 . Dan Tauhid Rububiyah pada ucapan Rabbil `Alamin. dapatlah kita fahami betapa tingginya kedudukan insan. Tuhan sekalian alam. Jika Allah sebagai Rabb. tetapi karena mengharapkan apabila orang-orang yang dididik itu telah lepas dari pendidikan. Maka di dalam ayat pembukaan ini. Tidak ada yang lain yang patut dipuji. sebagai Khalifah Allah. dan sifat Ar-Rahim ialah sifat yang tetap pada Allah.

9 . dan meresap ke dalam jiwanya kasih-sayang yang balas berbalas. Lebih banyak berbuat keburukan daripada kebaikan. Tidak ada rasa syukur. timbullah pertanyaan. tidak ada terima kasih. jika tadi seluruh jiwa kita telah diliputi oleh rasa Rahmat.a. lalu dia beribadat kepada Tuhan dengan baik. Maka bersabdalah Rasulullah s. bahwa betapa pun Rahman dan RahimNya namun Allah juga maha adil. dan akan sirnalah rasa benci. dengki dan khianat. Dengan melihat kasih-sayang di antara binatang."(Dirawikan oleh Imam Ahmad. dengki dan dendam dari hati kita. Apabila kita telah membaca sampai pada ayat ini.padamnya pada Tuhan. Dengan melihat kasih-sayang suami isteri dan ayah terhadap anak. 4.4 Ayat ke-4 Yang Mempunyai Hari Pernbalasan. burung-burung dengan berbagai jenisnya. memberi dan menerima dengan Tuhan. Beberapa diantara manusia yang karena sangat mendalam rasa Rahmat dalam dirinya.2. dapatlah kita mengetahui betapa besarnya Rahman dan Rahim Allah atas makhluk. Sampai dia mati keadaan tetap demikian. Tetapi ada juga manusia yang tidak menghargai dan tidak memperdulikan Rahman dan Rahim Tuhan. pancaran Rahman dan Rahim Tuhan. Sayangilah orang-orang yang di bumi. Dan keduanya itu adalah sama mengandung akan sumber kata yaitu Rahmat.w. Abu Daud.: "Orang-orang yang memiliki rasa Rahim akan dirahmati oleh Tuhan yang Rahman. agar kamu disayangi pula oleh yang di langit. dan alHakim dari Hadis Abdullah bin Umar). jiwanya diselimuti oleh rasa benci. yang memberikan berkat dan Maha Tinggi. Termidzi. Rahman dan Rahim tidaklah lengkap kalau tidak disempurnakan dengan adil. Tentu ini pasti rnendapat pembalasan. maka itu harus dibatasi dengan keinsafan. nenek terhadap cucu.

Hidup tidak berhenti di dunia saja. Adalah satu hal yang tidak wajar. Tidak ada Ilah yang lain. maka hanya Dia pula yang patut disembah. Ayat ini menerangkan akan sebuah bahwa hanya kepadaNya saja kita tujuan. kita memujiNya karena Rahman dan RahimNya dan kitapun memujiNya karena buruk dan baik yang kita kerjakan di dunia ini tidak terbuang percuma. Sebab dalam hati sendiri pun terasa bahwa arti itu belum juga tepat danbenar. atau boleh dilebih dekatkan lagi maknanya dengan menyebut hanya Engkau sajalah yang kami sembah. bolehlah diganti. bahasa Al-Quranul karim kepada bahasa Indonesia. dan nasta'inu kita artikan tempat kami memohon pertolongan. 10 . Di sini terdapat lyyaka dua kali. meskipun sudah mendekati. dan hanya kepada Engkau saja kami memohon pertolongan. barulah seimbang pengabdian dan pemujaan kita kepada Allah. 4. kami sembah. tiada kepada orang lain. akan ada hari kemudian yaitu hari pembalasan. diartikan Engkaulah. kalau Dia menjadikan dan memelihara. Kita memuji Allah Pemelihara seluruh alam dan pendidiknya. Oleh karena Dia Yang Mencipta dan Memelihara. Kata Na'budu diarti-kan. terlebih mengalih bahasakan dari bahasa Arab. Allah adalah Tuhan Yang Mencipta dan Memelihara. Kalimat lyyaka.5 Ayat ke-5 Hanya Engkaulah yang kami sembah.Maka apabila Ar-Rahman dan Ar-Rahim telah disambungkan dengan Maliki yaumiddin. Sebagaimana telah kita tahu pada keterangan di atas. Jika ada lagi kata lain dalam bahasa kita yang lebih mendekati maksud yang terkandung di dalamnya. akan tetapi akan diperhitungkan dan dibalas dengan adil di akhirat kelak.menyatakan pengakuan memohonkan pertolongan. Begitulah disampaikan oleh Buya Hamka bahwa tidak mudah dalam melakukan penafisiran atau alih bahasa.2. Kata na'budu berpangkal dari kalimat ibadat dan nasta'inu berpangkal dari kalimat isti'anah. lalu kita menyembah kepada yang lain. hanya Engkau sajalah yang kami sembah dan hanya Engkau saja tempat kami memohonkan pertolongan. melainkan Dia. hari agama yang sebenarnya. Dengan ayat ini kita . sebab itu Dia adalah Ilahi. Dia adalah Rabbun.

Memohon dan meminta diberikan jalan yang lurus. perlengkapan menuju jalan yang lurus. dinamai Tauhid Rububiyah. Atau kita mencintai tanahair tempat kita dilahirkan. sebab hanya Dia sendiri saja. hanya kepadaNya dihadapkan sekalian persembahan dan ibadat. Sedang pada ayat lyyaka na'budu ini dilebihjelaskan lagi. yaitu pengharapan akan kasih dan sayangNya. di samping mencintaiNya. Apabila-telah terbagi. Dan dipatrikan lagi oleh cinta. itu hanyalah karena yang lain merupakan nikmat dariNya. sebab hanya Dia yang mencipta dan memelihara alam.6 Ayat ke-6 Tunjukilah kami jalan yang lurus. yang dimohonkan kepada Allah itu ialah.4. Kedua at-Taufiq. Misalnya kita mencintai anak dan isteri. Alhamdu di atas didahulukan menyebutkan bahwa yang patut menerima pujian hanya Allah. menurut keterangan beberapa ahli tafsir. sebagai Rabbun hanya Allah. dinamai Tauhid Uluhiyah. ataupun yang lain-lain. Semuanya itu adalah karena nikmat dariNya. "Hanya Dia yang patut dipuji. Karena jika ada cinta lain di samping cinta kepadaNya. Dan mengakui yang patut untuk memohon pertolongan. Kita mengakui bahwa kita hambaNya. harta dan benda. tidak terbagi pada yang lain. yaitu bersesuaian hendaknya dengan apa yang di11 . tidak bersekutu dengan yang lain. Sehingga jikapun kita cinta kepada yang lain. Kita tidak akan pernah ada jika Dia yang menjadikan. Pemelihara dari sekalian alam. Maka mengakui bahwa yang patut disembah sebagai Ilah hanya Allah. itulah cinta yang terbagi. cinta yang hakiki. Tidak dapat kita mencintai yang lain langsung. ayat ke-5 ini memperkuat lagi ayat yang kedua "Segala puji-pujian bagi Allah. sehingga dapat membedakan yang salah dengan yang benar. 2. pertama alIrsyad. Kita beribadat kepadaNya disertai oleh raja'. karena hanya Dia sendiri yang menjadikan dan memelihara alam. Arti yang luas dari ibadat ialah memperhambakan diri dengan penuh keinsafan dan kerendahan. tidak bersekutu dengan yang lain. yang memelihara alam ini. artinya agar dianugerahi kecerdakan dan kecerdasan. budakNya. itulah pangkal dari syirik.Oleh sebab itu.

w. dua titik itu ialah: yang pertama titik kita sebagai hamba. Jalan orang-orang yanh telah engkau beri nikmat mengindikasikan permohonan untuk diberikan petunjuk serta karunia seperti apa-apa yang telah Allah berikan kepada umat terdahulu. Sedangkan menurut beberapa riwayat dari ahli-ahli Hadis. Menurut riwayat Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas. yang dimaksud dengan Shirathal Mustaqim ialah Agama Islam. dan semuanya dapat diambil contoh dari p Nabi Muhammad s. menurut beliau yang dimaksud dengan meminta ditunjuki jalan yang lurus. bukan (jalan) orang-orang yang engkau murkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat. syuhada yang jasa-jasanya masih terasakanhinga kini. artinya ditunjuk dalil-dalil dan tanda-tanda di mana tempat yang berbahaya. Maka di dalam Shirathal Mustaqim yang kita mohonkan ini. Ketiga al-Ilham . diberi petunjuk supaya dapat mengatasi sesuatu yang sulit. Bukan(jalan) oranh-oranh yang engkau murkai. dan para sahabat.2.7 Ayat ke-7 Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka. Dan menurut beberapa riwayat lagi.a.rencanakan Allah. Siapakah yang dimurkai Allah? lalah 12 . tafsirnya ialah mohon ditunjuki agamaMu yang benar. darip Jabir bin Abdullah. hanya kepadaNya untuk diberikan jalan yang lurus. 4. Maka semua penafsiran diatas dapat disimpulkan menjadi satu Shirathal Mustaqim memang agama yang benar. Keempat ad-Dilalah. Ibnu Mas'ud mentafsirkan bahwa yang dimaksud dengan Shirathal Mustaqim ialah Kitab Allah (al-Quran). garis lurus ialah jarak yang paling dekat di antara dua titik. Dengan ayat ini semakin menunjukan begitu penting memohon kepadaNya. yang kedua titik Allah sebagai Tuhan kita. di mana yang tidak boleh dilalui dan sebagainya. Dan sumber petunjuk dalam Islam itu tidak lain ialah al-Quran. Para Nabi. Lalu kalimat kedua. dan itulah Agama Islam. Menurut ilmu ukur ruang.

S. Dalam penggalan ayat sebelumnya yang menerangkan bahwa apapun yang kita Yang artinya. dengan sebagai maha Ayat ke-2 Yang artinya. Meyakini Allah dengan nama Ar-Rahman sebagai dzat yang maha Pengasih 2.orang yang telah diberikan petunjuk. Dia merasa lebih pintar daripada Allah. namun dia masih saja memperturutkan hawa nafsunya. Meyakini Allah nama Ar-Rahim dzat yang Penyayang. Telah ditegur berkali-kali. Ayat ini mengindikasian bahwa apapun yang kita kerjakan adalah 13 . bukan pula jalan orang-orang yang sesat. namun teguran itu. Tidak mengenal kebenaran. telah diutus kepadanya Rasul-rasul telah diturunkan kepadanya Kitab-kitab Wahyu. maka pada bagian ini akan lebih difokuskan untuk mengkaji nilai-nilai ketauhidan melalui tabel di bawah ini : Surat Al-Fatihah Ayat keAyat ke-1 Tauhid Rububbiyah - Nilai-nilai Ketauhidan Tauhid Uluhiyah Tauhid Asma wa sifat Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang terkandung Nilai Tauhid Uluhiyah karena beradasarkan isi kandungan yang telah dijelaskan diatas bahwa dalam melakukan apun haruslah dimulai/diniatkan hanya untuk Allah 1.”Segala puji adalah kepunyaan Allah ”. Rasul-rasul dicemoohkannya. perdayaan syaitan diperturutkannya.3 Pendidikan Tauhid dalam Q.” Pemelihara semesta alam”. Dan yang terakhir. atau tidak dikenalnya kebenaran yang sebenamya. petunjuk Tuhan diingkarinya. Al-Fatihah Setalah pada bagian sebelumnya dijelaskan mengenai tafsir dan kandungan dari Surat AFatihah menurut rujukan buku Al-Azhar karya Buya Hamka. 4. Adapun orang yang sesat ialah orang yang berani membuat jalan sendiri di luar yang digariskan Tuhan. tidak juga diperdulikannya.

karena Dialah semuanya bersumber. Maka tidak ada yang berhak disembak selain Allah dan untukNya lah segala apa yang kita kerjakan. Allah subhanahu wa ta’ala adalah rabb segala sesuatu dan penguasanya. Dia lah dengan sebgai maha Maliki yang berarti pula Al-Malik. yakni yang maha merajai. Dialah yang menciptakan bumi dan segala isinya. Ayat ke-3 3. Meyakini Allah dengan nama Ar-Rahman sebagai dzat yang maha Pengasih 4. Sebagaimana Allah yang merajaik segala apa-apa yang ada di bumi dan dilangit berserta apa-apa yang ada di antara keduanya. 14 . beribadah kepadaNya. Meyakini Allah nama Ar-Rahim dzat yang Penyayang. Seluruh kerajaan langit dan bumi serta apa pun yang berada di antara keduanya adalah milik-Nya.kerjakan semata semata karena adalah untuk beribadah kepadaNya. maka ayat ini adalah sebagai penjelas mengenai alasan beribadah hanya untukNya. Ayat ke-4 menunjukkan kepada tauhid rububiyah.

Kalimat yang pertama menunjukkan bahwasanya seorang muslim harus melaksanakan ibadahnya dengan ikhlas untuk mengharap wajah Allah yang disertai kesesuaian amal dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ayat ke-5 Penyebutan objek yang didahulukan sebelum dua buah kata kerja tersebut menunjukkan pembatasan. Ia menunjukkan bahwa ibadah tidak boleh dipersembahkan kecuali kepada Allah. Demikian pula meminta pertolongan dalam urusan yang hanya dikuasai oleh Allah juga harus diminta hanya kepada Allah. 15 Ayat ke-6 . sebab ia merupakan doa. Sedangkan kalimat yang kedua menunjukkan bahwa hendaknya seorang muslim tidak meminta pertolongan dalam mengatasi segala urusan agama dan dunianya kecuali kepada Allah ‘azza wa jalla.Raja yang menguasai dunia dan akhirat. Ini menunjukkan tauhid uluhiyah.

Petunjuk menuju jalan yang lurus itu akan menuntun kepada jalan orang-orang yang diberikan kenikmatan yaitu para nabi. dan orangorang salih. Maka seorang hamba memohon kepada Rabbnya untuk melimpahkan hidayah menuju jalan lurus ini yang merupakan sebuah pemuliaan dari Allah kepada para rasul-Nya dan waliwali-Nya Menunjukan tauhid Uluhiyah. karena dalam hal ini seorang mukmin memohon kepada Allah petunjuk sebagaimana yang diberikan kepada orang-orang sholeh terdahulu bukan orang-orang yang dimurkai Allah. orang-orang shiddiq. Mereka itu adalah orang-orang yang memadukan ilmu dengan amal.Ayat ke-7 Dan doa termasuk jenis ibadah. para syuhada’. 16 .

” 17 . Buya Hamka dalam buku tafsirnya yang bertajuk Al-Azhar memaparkan kandungan isi surat Al-Fatihah yang agung dan terkandung nilai-nilai ketauhidan. Surat yang sudah tidak asing dan banyak dihafal oleh seluruh muslim karena perannya sebagai sayarat sahnya shalat. artinya dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Oleh karenanya. Ar rahmanir rahim adalah tauhid. Uluhiyah maupun Asma wa’sifat. menghidupkan maupun mematian. Kemudian macam-macam Tauhid yang terbagi menjadi Tauhid Rububbiyah yakni meyakini Allah dalam hal perbuatanNya seperti mencipta. Ihdinash shirathal mustaqim adalah tauhid yang mengandung permohonan petunjuk untuk bisa meniti jalan ahli tauhid yang telah mendapatkan anugerah kenikmatan dari Allah. dalam hal ini kaitannya dengan Surat Al-Fatihah. Dalam ayat pertama Bismillahirahmanirahiim . Akan tetapi walaupun demikian masih banyak diantaranya kita yang belum memahami makna dari surat agung tersebut hingga di ucapkan biasa-biasa saja. zakat dll.orang yang memisahkan diri dari tauhid. Dalam ayat ini Muslim diperintahkan agar melakukan segala bentuk kegiatan apapun dengan nama/niat semata karena Allah dan untuk Allah yang telah memberikan penghidupan beserta segala nikmatnya kepada kita sebagai makhlukNya. bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan juga bukan jalan orang-orang yang sesat. perlu adanya kajian khusus mengenai tauhid. Maliki yaumid Din adalah tauhid. Maka alhamdulillahi Rabbil ‘alamin adalah tauhid. yaitu orang. Lalu tahuid Uluhiyyah. Tauhid asma wa’sifat yaitu meyakini Allah dengan segala nama nama yang dimilikiNya. Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in adalah tauhid. Ketiga. puasa. tanpa makna. baik tauhid Rububbiyah. dan terasa hambar. hal ini seperti sebuah pembuktian mengenai kedudukan AlFatihah sebagai ummul Qur’an karena memang hakikatnya Al-Fatihah sudah mencakup dari segala keseluruhan nilai-nilai islam diantaranya adalah nilai Tauhid.BAB III KESIMPULAN DAN PENUTUP Setelah memahami pengertian tauhid serta urgensinya bagi seorang Muslim yakni sebagai pondasi utama mengenai implementasi kualitas ibadah baik ibadah secara vertikal (hubungan dengan Tuhan) maupun ibadah secara horizontal (hubungan dengan sesama makhluk). yakni mengesakan Allah dalam peribadahan seperti Shalat. memberi rezeki. Hamka menjelaskan secara detail dari ayat pertama hingga ayat ketujuh dari surat Al-fatihah.

dan dikarenakan kebutuhan setiap muslim terhadap petunjuk itu jauh berada di atas kebutuhannya terhadap apapun dan lebih mendesak.Nya. maka surat ini pun disyari’atkan untuk dibaca di setiap raka’at shalat. hingga menjadikan surat Al-Fatihah terasa lebih bermakna dan mampu mengaplikasan nilai-nilai yang terkandung didalamnya untuk peningkatan kualitas tauhid hingga berwujud kepada perbaikan kualitas dan kuatitas ibadah kita dalam kehidupan sehari-hari. dan asma’ wa shifat-Nya. Oleh karena itu. 18 .Dikarenakan keagungan kedudukan surat Al Fatihah ini dan ketercakupannya terhadap tauhidullah dalam hal rububiyah-Nya.S Al-Fatihah. semoga makalah ini dapat dijadikan salah satu rujukan dalam pengkajian pendidikan nilai Ketauhidan dalam Q. uluhiyah. kandungan permohonan petunjuk meniti jalan yang lurus.

or.com http://almanhaj.or. 1992). Tanjung Mas Inti. Pengantar Studi Pemikiran dan Gerakan Pembaharuan Dalam Dunia Islam (Cet.blogspot. www.com/2012/05/kedudukan-qs-al. Al-Qur’an dan Terjemahnya (Semarang: PT.. Yusran Asmuni.mu.id/aqidah/hakekat-tauhid. Jakarta: Grafindo Persada. II.html Ustadz Aris Munandar .or.wikipedia. http://sumber.id/content/546/slash/0 http://muslim.fatihahdalam-alquran.id/aqidah/membekali-diri-dengan-tauhid.html http://muslim.html#ixzz2Ew1W1DPP 19 . 1996).DAFTAR PUSTAKA Departemen Agama RI.