Nama : Okky Nugra Retyawan NIM : I 0409039 Tugas ISBD

1. Apakah manusia itu beragam, jelaskan pendapat anda! Manusia adalah makhluk yang beragam, banyak aspek yang dapat kita tinjau bahwa manusia itu beragam. Aspek-aspek tersebut mencakup aspek seni, budaya, bahasa, adat, suku dan lain-lain. Indonesia sangat terkenal dengan keragaman budayanya. Itulah yang membuat suku budaya Indonesia sangat dikenal bangsa lain karena budayanya yang unik. Berbagai bidang budaya mewarnai keragaman suku ini. Di Indonesia dapat kita temukan rumah adat yang berbeda untuk setiap suku dengan ciri khasnya masing-masing. Beberapa nama rumah adat tersebut , seperti Rumah Joglo (Jawa), Rumah Gadang (Sumatra Barat), Rumah Panggung (Sulawesi Utara), Rumah Honai (Papua), dan lain sebagainya. Dibidang seni, keragaman tampak pada berbagai tarian daerah yang menarik, lagu daerah dengan bahasanya masing-masing, berbagai alat musik. Semua ini semakin menambah keragaman bangsa ini. 2. Apa makna konsep kesetaraan atau kesederajatan manusia? Makna konsep kesetaraan atau Kesederajatan manusia adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki, di mana semua orang yang berada dalam suatu masyarakat atau kelompok tertentu memiliki status yang sama. Setidaknya, kesetaraan sosial mencakup hak yang sama di bawah hukum, merasakan keamanan, memperolehkan hak suara, mempunyai kebebasan untuk berbicara dan berkumpul, dan sejauh mana hak tersebut tidak merupakan hak-hak yang bersifat atau bersangkutan secara personal. hak-hak ini dapat pula termasuk adanya akses untuk mendapatkan pendidikan, perawatan kesehatan dan pengamanan sosial lainnya yang sama dalam kewajiban yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. 3. Berikan contoh kasus konflik horisontal! Pengertian Konflik Horizontal adalah Konflik yang terjadi antar individu atau kelompok yang sekelas atau sederajat.

Nama : Okky Nugra Retyawan NIM : I 0409039 Tugas ISBD Contoh-contoh konflik Horizontal    Konflik antara petani cabai dengan petani tomat Tawuran antara mahasiswa fakultas teknik dengan mahasiswa fakultas hukum Perkelahian sesama tukang ojek karena rebutan penumpang 4. 5. membandingkan dengan ajaran agama lawan. Agama merupakan tali pengikat masyarakat. Dalam skala penilaian yang dibuat (subyektif) nilai tertinggi selalu diberikan kepada agamanya sendiri dan agama . akan tetapi agama dapat memicu konflik antar masyarakat. Entah sadar atau tidak. Berikan contoh sederhana perilaku merendahkan kedudukan/martabat manusia! Contoh sederhana perilaku merendahkan kedudukan atau martabat manusia antara lain mengklasifikasikan atau menggolong-golongkan manusia berdasarkan status sosial maupun materi yang dimiliki oleh manusia yang bersangkutan. setiap pihak mempunyai gambaran tentang ajaran agamanya. bagaimana pndapat anda tentang hal itu? Sepanjang sejarah agama dapat memberi sumbangsih positif bagi masyarakat dengan memupuk persaudaraan dan semangat kerjasama antar anggota masyarakat. Ini adalah sisi negatif dari agama dalam mempengaruhi masyarakat Dan hal ini telah terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Perbedaan Doktrin dan Sikap Mental Semua pihak umat beragama yang sedang terlibat dalam bentrokan masing-masing menyadari bahwa justru perbedaan doktrin itulah yang menjadi penyebab dari benturan itu. Penyebabnya antara lain : a. agama juga dapat sebagai pemicu konflik antar masyarakat beragama. Namun sisi yang lain. memberikan penilaian atas agama sendiri dan agama lawannya.

faktor perbedaan doktrin dan sikap mental dan kelompok masyarakat Islam dan Kristen punya andil sebagai pemicu konflik. Agama Islam dan Kristen di Indonesia. nampaknya perbedaan suku dan ras disertai perbedaan agama ikut memicu terjadinya konflik. yang meyakini terbentuk dari wahyu Ilahi Karena itu memiliki rasa superior.Nama : Okky Nugra Retyawan NIM : I 0409039 Tugas ISBD sendiri selalu dijadikan kelompok patokan. bahkan dalam konflik fisik (sering terjadi). Jadi. Perbedaan Suku dan Ras Pemeluk Agama Tidak dapat dipungkiri bahwa perbedaan ras dan agama memperlebar jurang permusuhan antar bangsa. Sedangkan yang menjadi korban keganasan massa adalah kelompok pendatang yang umumnya dari Suku non Jawa dan dari Suku Tionghoa. Di beberapa tempat yang terjadi kerusuhan seperti: Situbondo. . antara Suku Aceh dan Suku Batak di Sumatera Utara. memandang Islam dalam keterkaitan dengan keanggotaan dalam umat. kurang toleran dan terkadang fanatik dan malah menganut garis keras. sebagai agama yang berasal dari Tuhan. Contoh di wilayah Indonesia. merupakan agama samawi (revealed religion). yang merugikan ketentraman dan keamanan. Islam sebagai hubungan pribadi lebih dalam artian pemberlakuan hukum dan oleh sebab itu hubungan pribadi itu tidak boleh mengurangi solidaritas umat. dan Rengasdengklok. Tasikmalaya. Bagi golongan sunni. Di beberapa tempat terjadinya kerusuhan kelompok masyarakat Islam dari aliran sunni atau santri. sedangkan lawan dinilai menurut patokan itu. kedua suku itu hampir selalu hidup dalam ketegangan. massa yang mengamuk adalah penduduk setempat dari Suku Madura di Jawa Timur. Karena itu. Kelompok ini begitu agresif. Dan mereka masih berpikir tentang pembentukan negara dan masyarakat Islam di Indonesia. dan Suku Sunda di Jawa Barat. b. sebagai masyarakat terbaik di hadapan Allah. dengan demikian Islam adalah juga hukum dan politik di samping agama. Perbedaan suku dan ras ditambah dengan perbedaan agama menjadi penyebab lebih kuat untuk menimbulkan perpecahan antar kelompok dalam masyarakat. Suku Aceh yang beragama Islam dan Suku Batak yang beragama Kristen.

Perbedaan budaya dalam kelompok masyarakat yang berbeda agama di suatu tempat atau daerah ternyata sebagai faktor pendorong yang ikut mempengaruhi terciptanya konflik antar kelompok agama di Indonesia. d. . Kenyataan membuktikan perbedaan budaya berbagai bangsa di dunia tidak sama. massa yang mengamuk adalah beragama Islam sebagai kelompok mayoritas. Di berbagai tempat terjadinya konflik. Tetapi dalam masyarakat agama pluralitas penyebab terdekat adalah masalah mayoritas dan minoritas golongan agama. Karena itu. Masalah Mayoritas da Minoritas Golongan Agama Fenomena konflik sosial mempunyai aneka penyebab. seperti: pengrusakan dan pembakaran gedung-gedung ibadat. sedangkan kelompok yang ditekan dan mengalami kerugian fisik dan mental adalah orang Kristen yang minoritas di Indonesia.Kristen beberapa waktu yang lalu. nampak perbedaan antara dua kelompok yang konflik itu. Tempat-tempat terjadinya konflik antar kelompok masyarakat agama Islam . Perbedaan Tingkat Kebudayaan Agama sebagai bagian dari budaya bangsa manusia. Sehingga nampak kelompok Islam yang mayoritas merasa berkuasa atas daerah yang didiami lebih dari kelompok minoritas yakni orang Kristen. Secara sederhana dapat dibedakan dua kategori budaya dalam masyarakat. Kelompok masyarakat setempat memiliki budaya yang sederhana atau tradisional: sedangkan kaum pendatang memiliki budaya yang lebih maju atau modern. di beberapa tempat orang Kristen sebagai kelompok minoritas sering mengalami kerugian fisik. yakni budaya tradisional dan budaya modern.Nama : Okky Nugra Retyawan NIM : I 0409039 Tugas ISBD c. Karena itu bentuk rumah gereja lebih berwajah budaya Barat yang mewah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful